Wieke Irawati Kodri
fe_bandung@yahoo.com
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
3. Peran Kebijakan Klaster
1. Introduction
2. The scope for spontaneous action
3. Cluster policy rationale
4. Types of cluster policy
5. Cluster policies today
6. International policy cooperation
7. Related concepts
8. Policy implementation
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
3.4 Jenis Kebijakan Klaster
• Broker policies;
• Demand side policies;
• training policies;
• Measures for special promotion of
international linkages; and
• Framework policies.
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Gb 3: --- Kategori Pelaku Klaster
Pemerintah
Lembaga Kolaborasi
Lembaga Keuangan
Perusahaan
Komunitas Riset
Source: Solvell et.al. (2003)
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Gb 5: --- Siklus hidup klaster
agglomeration
Emerging cluster
Developing cluster
Mature cluster
Transfomation
Source: Elisabeth Waelbroeck – Rocha based and SRI International (2001)
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Pembeli yang
berkualitas
Pasar produkFaktor produksi
Pemasok
spesifik
Gb 6: --- klaster dan lingkungannya
Lingkungan
legal &
aturan
Modal
sosial
Iptek &
litbang
Infrastruktur
transportasi &
komunikasi
Sumber: IKED
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Gb 9: --- Dinamika di dalam klaster inovatif
Pertumbuhan
teknologi baru dan
perusahaan baru
Penciptaan jejaring
antar pelaku
Formasi klaster
Sumber: IKED
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Gb 10: --- Sistem Inovasi
Sumber: Kuhlman and Arnold, 2001
Infrastruktur
Sistem PolitikPendidikan dan
Riset
Sistem Industrial
Permintaan
Konsumen (permintaan akhir)
Produsen (permintaan antara)
Framework conditions
Lingk. pembiayaan, perpajakan & insentif; kecen-
derungan inovasi & kewirausahaan; mobilitas
Industri besar
UKM yg
matang
Perusahaan
baru berbasis
teknologi
Pendidikan
dan pelatihan
profesional
Pendidikan
tinggi dan
riset
Riset
pemerintah
pemerintah
Tata
pemerintahan
Kebijakan
litbang
Perbankan,
modal ventura
HaKI dan
Informasi
Inovasi dan
dukungan
bisnis
Standard dan
norma
Perantara
Lembaga
riset, broker
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Gb 12: --- Urutan waktu 4 fase klasterisasi
I. CIPTAKAN TRUST
II. LINKAGES
III. ARAH STRATEGIS / VISI
IV. LAKUKAN LANGKAH
Sumber: Waelbroeck-Rocha, 2003
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Melakukan
tindakan klaster
Gb 13: --- Proses klasterisasi dan titik masuk
Membangun
modal sosial
Mengembangkan
linkage & visi
Meningkatkan tek.
baru & pertum-
buhan perusahaan
Menciptakan
jejaring antar
pelaku
Meningkatkan
formasi klaster
Meningkatkan
pasar “faktor”
Memperbaiki
landasan klaster
Titik masuk
klasterisasi
yang direkayasa
Titik masuk
klasterisasi
secara organik
Titik masuk
klasterisasi secara
rekayasa ulang
Source: Elisabeth Waelbroeck, Rocha dan IKED
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
ModalSosialModalManusia
Gb 14: --- Modal sosial sebagai suatu kebutuhan komplemen terhadap modal
manusia, untuk keberhasilan kolaborasi organisasi virtual
Pelatihan &
pembelajaran
individual
Formasi
kelompok
Kompetensi
Kemampuan
Hasrat
Motivasi
Pengetahuan domain
Ketrampilan manajemen
Ketrampilan sosial
Pemahaman yang terbagikan
Norma, kewajiban
Kepercayaan (trust)
Sumber: Riemer & Klein, (2003)
Kolaborasi
yang
berhasil
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Gb 22: --- Prakarsa Klaster
Alat tradisional dan
visi baru
Kebijakan pemikat
investasi
Kebijakan ilmu
pengetahuan dan
inovasi
Kebijakan regional
dan UKM
Prakarsa Klaster
AkademisiPemerintahIndustri
Nasional
Regional
Lokal
Identifikasi KlasterKawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Identifikasi klaster
Identifikasi klaster
kuantitatif kualitatif
Informasi
perusahaan dlm
industri
Data input-output
Survai langsung
pada perusahaan
Pengetahuan
para ahli
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Informasi perusahaan dalam industri
• Mengumpulkan informasi rinci tingkat
perusahaan pada industri, lokasi dan data
ekonomi (serapan tenaga kerja dan
pendapatan)
– Konsentrasi industri tertentu (wilayah)
berdasarkan kompetensi intinya.
– Kelemahannya: kegiatan dalam klaster tidak
tercerminkan dengan baik pada statistik
industri.
Identifikasi klaster
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Data Input-Output
• Menggunakan data input-output untuk
mengidentifikasikan hubungan antar
sektor industri yang relevan.
– Kelemahannya adalah: data ini tak memiliki
fokus regional
– Manfaatnya adalah: dapat mengarahkan
pemahaman keterkaitan antar industri melalui
tampilan grafis.
Identifikasi klaster
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Survai langsung ke Perusahaan
• Survai tentang informasi rinci di tingkat
perusahaan.
Identifikasi klaster
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Pengetahuan para ahli
• Pendekatan kualitatif lebih mengandalkan
pengetahuan para ahli daripada statistik.
– Struktur klaster (perusahaan dan interaksi
antar perusahaan)
– Kandungan kompetensi (dalam hal ilmu
pengetahuan dan teknologi)
– Tingkat kinerja (tingkat pendapatan dan
ukuran kinerja lainnya)
Identifikasi klaster
Tindakan perkuatan klasterKawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Tabel: 2 --- Beberapa kemungkinan tindakan „klaster‟
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Teknologi baru
Pertumbuhan
perusahaan
berjejaring
Kerjasama
komersial
Proyek litbang
bersama
Analisis klaster
Tindakan utk pelibatan
serta pemberian layanan
Pemasaran klaster
Pasokan tenaga
kerja khusus
Pasar modal
khusus
kerangka-kerja
legal
infrastruktur
Modal sosial
Kerangka-kerja
iptek & litbang
Sumber: IKED, 2003
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
• Mengorganisasikan seminar, pertemuan,
lokakarya untuk memfasilitasi difusi
teknologi di dalam klaster.
• Membangun pusat-pusat untuk
pengembangan dan pengujian teknologi
produksi dan proses yang baru.
• Menciptakan suatu pengamatan
terhadap kecenderungan teknologi.
• Membangun terminal (hub) untuk alih
teknologi.
• Mendukung inkubator berbasis klaster.
• Mendorong jejaring wirausaha.
• Memberikan bantuan bisnis.
• Meluncurkan kampanye pemasaran dan
citra untuk memikat perusahaan baru.
• Memperbaiki insentif bagi investasi asing
(FDI).
• Memperbaiki kondisi pembiayaan untuk
spin-off melalui perubahan aturan untuk
menyusun mekanisme pembiayaan
khusus tentang dana investasi.
Teknologi baru Pertumbuhan perusahaan
Teknologi baru & pertumbuhan perusahaan
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru &
prtumbuhan prshn
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor”
Dasar-dasar
klaster
Teknologi baru
Pertumbuhan
perusahaan
berjejaring
Kerjasama
komersial
Proyek litbang
bersama
Analisis klaster
Tindakan utk pelibatan
serta pemberian layanan
Pemasaran klaster
Pasokan tenaga
kerja khusus
Pasar modal
khusus
Landasan-kerja
legal
infrastruktur
Modal sosial
Landasan kerja
iptek & litbang
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
• Membentuk tim klaster
lintas perwakilan para
pihak.
• Membentuk jejaring
perusahaan.
• Membantu kegiatan
berbagi (sharing) antar
jejaring personal
• Fasilitasi hubungan
eksternal.
• Membentuk jejaring ekspor
• Melakukan kompilasi
intelijen pasar.
• Melakukan koordinasi
pembelian.
• Membangun standard
teknik.
Berjejaring Kerjasama komersial
Penggabungan proyek
litbang
Menciptakan jejaring antar-pelaku
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru &
prtumbuhan prshn
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor”
Dasar-dasar
klaster
Teknologi baru
Pertumbuhan
perusahaan
berjejaring
Kerjasama
komersial
Proyek litbang
bersama
Analisis klaster
Tindakan utk pelibatan
serta pemberian layanan
Pemasaran klaster
Pasokan tenaga
kerja khusus
Pasar modal
khusus
Landasan-kerja
legal
infrastruktur
Modal sosial
Landasan kerja
iptek & litbang
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
• Melakukan audit
kompetensi
• Melakukan studi dan
analisis strategis.
• Melakukan pemodelan dan
memperbesar hubungan
secara sistematik.
• Melakukan analisis
„benchmarking‟.
• Mengorganisasikan dan
menyebarluaskan
informasi dalam klaster.
• Menciptakan atau mem-
formalkan lembaga
kolaborasi beserta saluran
komunikasi.
• Meningkatkan kesadaran
akan klaster pada
perusahaan.
• Fasilitasi interaksi di antara
berbagai bidang
pemerintahan dan pelaku
klaster.
• Menciptakan „brand‟ untuk
wilayah.
• Secara aktif
mempromosikan klaster.
• Tujuan: investasi masuk ke
dalam wilayah klaster
Analisis klaster
Tindakan untuk pelibatan
serta pemberian layanan
Pemasaran klaster
Membentuk formasi klaster
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru &
prtumbuhan prshn
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor”
Dasar-dasar
klaster
Teknologi baru
Pertumbuhan
perusahaan
berjejaring
Kerjasama
komersial
Proyek litbang
bersama
Analisis klaster
Tindakan utk pelibatan
serta pemberian layanan
Pemasaran klaster
Pasokan tenaga
kerja khusus
Pasar modal
khusus
Landasan-kerja
legal
infrastruktur
Modal sosial
Landasan kerja
iptek & litbang
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
• Menyediakan pelatihan teknik dan manajemen.
• Menggunakan klaster sebagai konteks
pembelajaran.
• Membangun pusat-pusat ketrampilan klaster.
• Mendukung aliansi ketrampilan regional.
• Menarik talenta untuk masuk ke dalam wilayah
klaster.
• Memprioritaskan investasi pada proyek-proyek
klaster.
• Memberikan insentif atau menyisihkan dana untuk
proyek multi perusahaan.
• Anjuran untuk melakukan pembiayaan bersama,
penciptaan dana investasi khusus, atau
penyediaan skema penjaminan kredit.
• Mendorong pengambilan risiko bersama di antara
pelaku klaster.
• Peningkatan akses kepada sumberdaya alam dan
penggunaan sumberdaya alam.
Pasokan pekerja terspesialisasi Pasar modal khusus
Pasar “Factor”
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru &
prtumbuhan prshn
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor”
Dasar-dasar
klaster
Teknologi baru
Pertumbuhan
perusahaan
berjejaring
Kerjasama
komersial
Proyek litbang
bersama
Analisis klaster
Tindakan utk pelibatan
serta pemberian layanan
Pemasaran klaster
Pasokan tenaga
kerja khusus
Pasar modal
khusus
Landasan-kerja
legal
infrastruktur
Modal sosial
Landasan kerja
iptek & litbang
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
• Memperbaiki kondisi
kerangka-kerja
(framework).
• Melakukan evaluasi
kebijakan persaingan.
• Pengembangan
infrastruktur baru atau
yang sudah ada
melalui tindakan
bersama dan model
pembiayaan yang
baru.
• Mengadakan proyek
infrastruktur oleh pihak
swasta.
• Membantu perluasan
jejaring personal.
• Membantu komunikasi
antar perusahaan dan
jejaring perusahaan.
• Ciptakan kondisi
saling mewujudkan
atau saling membiayai
proyek litbang.
Kerangka-kerja legal Infrastruktur Modal sosial
Kerangka-kerja iptek &
litbang
Landasan klaster
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru &
prtumbuhan prshn
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor”
Dasar-dasar
klaster
Teknologi baru
Pertumbuhan
perusahaan
berjejaring
Kerjasama
komersial
Proyek litbang
bersama
Analisis klaster
Tindakan utk pelibatan
serta pemberian layanan
Pemasaran klaster
Pasokan tenaga
kerja khusus
Pasar modal
khusus
Landasan-kerja
legal
infrastruktur
Modal sosial
Landasan kerja
iptek & litbang
Kebijakan Klaster & AlatKawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Tabel: 3 --- Kebijakan klaster dan alat
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
isu
►kebijakan
•alat (tools)
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Perusahaan tidak dapat mengakses atau mengidentifikasi pengetahuan strategis
► Berikan dukungan terhadap penelusuran dan penyebaran informasi; Organisasikan
dialog tentang isu strategis klaster
• Bangun informasi spesifik tentang klaster dan pusat teknologi
• Bangun landasan untuk mempelajari (explore) peluang pasar
• Selenggarakan latihan technology foresight
• Selenggarakan informasi pasar srategis klaster dan kajian strategis klaster
• Dukung inkubator berbasis klaster
• Berikan asistensi bisnis
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Perusahaan tidak dapat memanfaatkan keahlian dari pemasok pengetahuan
► Lakukan litbang kolaboratif dan fasilitas litbang bagi klaster spesifik
• Tumbuhkan teknologi klaster spesifik dan pusat riset/ prakarsa
• Berikan subsidi terhadap litbang kolaboratif dan alih teknologi
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Tidak terjadi “critical mass”
► Dorong pertumbuhan perusahaan
• Dorong spin-off dan perluasan dari perusahaan yang telah ada melalui kerangka insentif
• Pertimbangkan untuk memberikan pre-seed venture capital
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Perusahaan tidak memanfaatkan peluang untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain
► Dorong dan fasilitasi jejaring antar-perusahaan
• Dukung program brokerage dan jejaring: bentuk tim klaster lintas lembaga, fasilitasi jejaring antar
perusahaan dan individu, fasilitasi hubungan eksternal.
• Catalize kerjasama komersial: dukung jejaring ekspor dan koordinasikan pembelian
• Berlakukan standar teknik
• Rintis belanja pemerintah untuk konsorsia dan produk inovatif
• Berikan insentif atau sisihkan dana hanya untuk proyek “multi-perusahaan”
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kurangnya kaitan (mismatch) kelembagaan antara pengetahuan (public), infrastruktur
dan kebutuhan pasar
► Gabungkan “research center of excellent” industri
• Fasilitasi kerjasama riset industri gabungan
• Dukung spesialisasi dan adaptasi lokal dari linkage universitas-industri (mis. Struktur insentif untuk
mendorong linkages lokal)
• Kembangkan modal manusia
• Rintis program alih teknologi
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Terbatasnya antaraksi di antara pelaku pada sistem inovasi
► Tindakan untuk pelibatan dan pemberian layanan
• Bangun kerangka untuk dialog (mis. Lembaga broker dan jejaring, dengan menciptakan atau
melakukan formalisasi Lembaga Kolaboratif dan saluran komunikasi yang memfasilitasi jejaring.
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kegagalan informasi
► Analisis klaster
• Selenggarakan audit kompetensi dan pemetaan
• Sponsori kajian dan analisis strategis
• Ciptakan model dan perkuat hubungan yang sistematik
• Lakukan benchmarking
• Organisasikan dan sebarluaskan informasi dalam klaster
• Pertimbangkan untuk melengkapi statistik nasional dengan kerangka referensi berbasis klaster
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kurangnya identitas dan kesadaran klaster
► Identifikasi dan pemasaran (sosialisasi) klaster
• Melakukan promosi klaster kepada pihak eksternal
• Ciptakan “brand” untuk klaster
• Selenggarakan promosi internal/ eksternal tentang kompetensi anggota klaster
• Lakukan penyebarluasan informasi tentang klaster oleh pihak berwenang melalui komunitas bisnis
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kurangnya elemen penting dalam klaster
► Promote pertumbuhan perusahaan dalam klaster
• Fokuskan upaya promosi investasi pada linkage dalam klaster, yang dianggap terlemah
• Arahkan investasi ke dalam (mis. Kesenjangan rantai pemasok lokal)
• Tingkatkan insentif investasi asing langsung (FDI-Foreign Direct Investment)
• Pikat fasilitas litbang utama
• Pikat perusahaan baru
• Dukung perusahaan pemula pada klaster khusus
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kurangnya pasokan tenaga kerja terspesialisasi
• Berikan pelatihan teknik dan manajemen
• Gunakan klaster sebagai konteks pembelajaran
• Dirikan pusat ketrampilan klaster
• Dukung aliansi ketrampilan regional
• Pikat talenta ke wilayah klaster
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kurangnya pembeli penuntut
• Dorong kebijakan belanja pemerintah
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kegagalan pasar modal
► Promote spesialisasi dalam pasar modal
• Pikat perusahaan modal ventura baru
• Susun dana investasi khusus, yang memberikan dana dampingan (co-financing) pada prinsip pasar
yang ketat
• Perbaiki insentif investasi asing langsung (FDI)
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Aturan pemerintah mengganggu inovasi, daya saing atau berfungsinya pasar secara
efisien
► Temukenali sumbatan regulasi
• Organisasikan landasan klaster dan kelompok fokus untuk melakukan survai kebutuhan bagi
reformasi pajak dan regulasi (mis. Lingkungan, pasar tenaga kerja, pasar pembiayaan, kebijakan
persaingan)
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Infrastruktur tidak mencukupi
• Jamin kelengkapan infrastruktur, komunikasi dan transport yang memadai
• Pertimbangkan untuk melakukan perencanaan pemanfaatan lahan sedemikian rupa untuk
memperkuat klaster yang telah teridentifikasi
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kurangnya modal sosial
• Dukung jejaring personal dan perusahaan
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster
Teknologi baru & per-
tumbuhan perusahaan
Menciptakan jejaring
antar-pelaku
Membentuk formasi
klaster
Pasar “Factor” Landasan klaster
Kurangnya kerangka kerja iptek dan litbang
► Lakukan perkuatan landasan iptek
• Letakkan investasi pelengkap (complementary) dari pemerintah berdekatan dengan berkumpulnya
investasi swasta yang berkaitan (mis. Lembaga teknik pemerintah dibangun di sekitar kumpulan
perusahaan yang berkaitan)
• Lakukan peningkatan pendidikan dan ketrampilan
• Lakukan pelembagaan kemitraan antara lembaga riset dan perusahaan
• Lakukan investasi pada litbang bersama (joint R&D) dalam klaster
Kompetensi & Fase klasterisasi
Kompetensi
Fase Klasterisasi
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi
Kepemimpinan
pemimpin yang diterima
legitimasi "alamiah"
pengetahuan tentang budaya lokal
Kemandirian dan Kenetralan
mandiri (independen)
netral (tak memiliki vested interest)
Enabling Capabilities
ketrampilan fasilitatif
kemampuan untuk membangun konsensus
kemampuan negosiasi
kemampuan komunikasi
Ketrampilan Interpersonal
naluri melayani
sosial
inklusif
sabar
menghormati hirarki
Pengetahuan & Visi
pengetahuan teknis
pengetahuan bisnis
pengetahuan pasar
visioner
Manajemen
hasrat kuat
kemampuan untuk menegur hirarki
kekuasaan (Power)
thick-skinned
pro-aktif
Ketrampilan Analitis
analisis/ refleksi
kemampuan melakukan evaluasi ulang
Sumberdaya
kemampuan untuk menjamin dana
waktu
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Fase Klasterisasi
Kompetensi dan fase klasterisasi
1 2 3 4 1 2
penyiapan
dasar
mulai
memba-
ngun trust
mencapai/
menjaga
trust
melang-
gengkan
trust
melakukan
audit
kompetensi
SWOT
1. Membangun modal sosial 2. Membangun linkages
Kompetensi dan fase klasterisasi
4. Bertindak
1 2a 2b 2c
mendefini-
sikan klas-
ter, arah
strategik
mendefini-
sikan lang-
kah yang
diambil
mendefini-
sikan meto-
da evaluasi
menyusun
organisasi
klaster
formal
meluncurkan
dan melaksa-
nakan tindak-
an klaster
3. Mendefinisikan strategi dan visi
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi & Fase Klasterisasi
Kompetensi dan fase klasterisasi
1 2 3 4 1 2
penyiapan
dasar
mulai
memba-
ngun trust
mencapai/
menjaga
trust
melang-
gengkan
trust
melakukan
audit
kompetensi
SWOT
1. Membangun modal sosial 2. Membangun linkages
Kepemimpinan
pemimpin yang diterima
legitimasi "alamiah"
pengetahuan tentang budaya lokal
Kemandirian dan Kenetralan
mandiri (independen)
netral (tak memiliki vested interest)
Enabling Capabilities
ketrampilan fasilitatif
kemampuan untuk membangun konsensus
kemampuan negosiasi
kemampuan komunikasi
Ketrampilan Interpersonal
naluri melayani
sosial
inklusif
sabar
menghormati hirarki
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi & Fase Klasterisasi
Kompetensi dan fase klasterisasi
4. Bertindak
1 2a 2b 2c
mendefini-
sikan klas-
ter, arah
strategik
mendefini-
sikan lang-
kah yang
diambil
mendefini-
sikan meto-
da evaluasi
menyusun
organisasi
klaster
formal
meluncurkan
dan melaksa-
nakan tindak-
an klaster
3. Mendefinisikan strategi dan visi
Kepemimpinan
pemimpin yang diterima
legitimasi "alamiah"
pengetahuan tentang budaya lokal
Kemandirian dan Kenetralan
mandiri (independen)
netral (tak memiliki vested interest)
Enabling Capabilities
ketrampilan fasilitatif
kemampuan untuk membangun konsensus
kemampuan negosiasi
kemampuan komunikasi
Ketrampilan Interpersonal
naluri melayani
sosial
inklusif
sabar
menghormati hirarki
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi & Fase Klasterisasi
Kompetensi dan fase klasterisasi
1 2 3 4 1 2
penyiapan
dasar
mulai
memba-
ngun trust
mencapai/
menjaga
trust
melang-
gengkan
trust
melakukan
audit
kompetensi
SWOT
1. Membangun modal sosial 2. Membangun linkages
Pengetahuan & Visi
pengetahuan teknis
pengetahuan bisnis
pengetahuan pasar
visioner
Manajemen
hasrat kuat
kemampuan untuk menegur hirarki
kekuasaan (Power)
thick-skinned
pro-aktif
Ketrampilan Analitis
analisis/ refleksi
kemampuan melakukan evaluasi ulang
Sumberdaya
kemampuan untuk menjamin dana
waktu
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi & Fase Klasterisasi
Kompetensi dan fase klasterisasi
4. Bertindak
1 2a 2b 2c
mendefini-
sikan klas-
ter, arah
strategik
mendefini-
sikan lang-
kah yang
diambil
mendefini-
sikan meto-
da evaluasi
menyusun
organisasi
klaster
formal
meluncurkan
dan melaksa-
nakan tindak-
an klaster
3. Mendefinisikan strategi dan visi
Pengetahuan & Visi
pengetahuan teknis
pengetahuan bisnis
pengetahuan pasar
visioner
Manajemen
hasrat kuat
kemampuan untuk menegur hirarki
kekuasaan (Power)
thick-skinned
pro-aktif
Ketrampilan Analitis
analisis/ refleksi
kemampuan melakukan evaluasi ulang
Sumberdaya
kemampuan untuk menjamin dana
waktu
Kompetensi & Pelaku
Kompetensi
Pelaku
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi
Kepemimpinan
pemimpin yang diterima
legitimasi "alamiah"
pengetahuan tentang budaya lokal
Kemandirian dan Kenetralan
mandiri (independen)
netral (tak memiliki vested interest)
Enabling Capabilities
ketrampilan fasilitatif
kemampuan untuk membangun konsensus
kemampuan negosiasi
kemampuan komunikasi
Ketrampilan Interpersonal
naluri melayani
sosial
inklusif
sabar
menghormati hirarki
Pengetahuan & Visi
pengetahuan teknis
pengetahuan bisnis
pengetahuan pasar
visioner
Manajemen
hasrat kuat
kemampuan untuk menegur hirarki
kekuasaan (Power)
thick-skinned
pro-aktif
Ketrampilan Analitis
analisis/ refleksi
kemampuan melakukan evaluasi ulang
Sumberdaya
kemampuan untuk menjamin dana
waktu
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Pelaku
Kompetensi dan pelaku
usaha besar UKM internasi-
onal
nasional regional
Pemerintah/ penentu kebijakan
Perusahaan
Kompetensi dan pelaku
Akademisi
universitas pemodal
ventura
lembaga
pembiaya-
an lainnya
Sektor pembiayaan
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi & Pelaku
Kompetensi dan pelaku
usaha besar UKM internasi-
onal
nasional regional
Pemerintah/ penentu kebijakan
Perusahaan
Kepemimpinan
pemimpin yang diterima
legitimasi "alamiah"
pengetahuan tentang budaya lokal
Kemandirian dan Kenetralan
mandiri (independen)
netral (tak memiliki vested interest)
Enabling Capabilities
ketrampilan fasilitatif
kemampuan untuk membangun konsensus
kemampuan negosiasi
kemampuan komunikasi
Ketrampilan Interpersonal
naluri melayani
sosial
inklusif
sabar
menghormati hirarki
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi & Pelaku
Kompetensi dan pelaku
Akademisi
universitas pemodal
ventura
lembaga
pembiaya-
an lainnya
Sektor pembiayaan
Kepemimpinan
pemimpin yang diterima
legitimasi "alamiah"
pengetahuan tentang budaya lokal
Kemandirian dan Kenetralan
mandiri (independen)
netral (tak memiliki vested interest)
Enabling Capabilities
ketrampilan fasilitatif
kemampuan untuk membangun konsensus
kemampuan negosiasi
kemampuan komunikasi
Ketrampilan Interpersonal
naluri melayani
sosial
inklusif
sabar
menghormati hirarki
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi & Pelaku
Kompetensi dan pelaku
usaha besar UKM internasi-
onal
nasional regional
Pemerintah/ penentu kebijakan
Perusahaan
Pengetahuan & Visi
pengetahuan teknis
pengetahuan bisnis
pengetahuan pasar
visioner
Manajemen
hasrat kuat
kemampuan untuk menegur hirarki
kekuasaan (Power)
thick-skinned
pro-aktif
Ketrampilan Analitis
analisis/ refleksi
kemampuan melakukan evaluasi ulang
Sumberdaya
kemampuan untuk menjamin dana
waktu
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kompetensi & Pelaku
Kompetensi dan pelaku
Akademisi
universitas pemodal
ventura
lembaga
pembiaya-
an lainnya
Sektor pembiayaan
Pengetahuan & Visi
pengetahuan teknis
pengetahuan bisnis
pengetahuan pasar
visioner
Manajemen
hasrat kuat
kemampuan untuk menegur hirarki
kekuasaan (Power)
thick-skinned
pro-aktif
Ketrampilan Analitis
analisis/ refleksi
kemampuan melakukan evaluasi ulang
Sumberdaya
kemampuan untuk menjamin dana
waktu
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Mulai dibuat
24/08/2006
Fonts tambahan
kudasai
Jumlah halaman
59
Kawi Boedisetio
telebiro.bandung0@clubmember.org
Kawi Boedisetio
+62 817 219 755
telebiro.bandung0@clubmember.org
kawi.4shared.com

KB whitebook-03

  • 1.
    Wieke Irawati Kodri fe_bandung@yahoo.com KawiBoedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 2.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org 3. PeranKebijakan Klaster 1. Introduction 2. The scope for spontaneous action 3. Cluster policy rationale 4. Types of cluster policy 5. Cluster policies today 6. International policy cooperation 7. Related concepts 8. Policy implementation
  • 3.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org 3.4 JenisKebijakan Klaster • Broker policies; • Demand side policies; • training policies; • Measures for special promotion of international linkages; and • Framework policies.
  • 4.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Gb 3:--- Kategori Pelaku Klaster Pemerintah Lembaga Kolaborasi Lembaga Keuangan Perusahaan Komunitas Riset Source: Solvell et.al. (2003)
  • 5.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Gb 5:--- Siklus hidup klaster agglomeration Emerging cluster Developing cluster Mature cluster Transfomation Source: Elisabeth Waelbroeck – Rocha based and SRI International (2001)
  • 6.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Pembeli yang berkualitas PasarprodukFaktor produksi Pemasok spesifik Gb 6: --- klaster dan lingkungannya Lingkungan legal & aturan Modal sosial Iptek & litbang Infrastruktur transportasi & komunikasi Sumber: IKED
  • 7.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Gb 9:--- Dinamika di dalam klaster inovatif Pertumbuhan teknologi baru dan perusahaan baru Penciptaan jejaring antar pelaku Formasi klaster Sumber: IKED
  • 8.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Gb 10:--- Sistem Inovasi Sumber: Kuhlman and Arnold, 2001 Infrastruktur Sistem PolitikPendidikan dan Riset Sistem Industrial Permintaan Konsumen (permintaan akhir) Produsen (permintaan antara) Framework conditions Lingk. pembiayaan, perpajakan & insentif; kecen- derungan inovasi & kewirausahaan; mobilitas Industri besar UKM yg matang Perusahaan baru berbasis teknologi Pendidikan dan pelatihan profesional Pendidikan tinggi dan riset Riset pemerintah pemerintah Tata pemerintahan Kebijakan litbang Perbankan, modal ventura HaKI dan Informasi Inovasi dan dukungan bisnis Standard dan norma Perantara Lembaga riset, broker
  • 9.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Gb 12:--- Urutan waktu 4 fase klasterisasi I. CIPTAKAN TRUST II. LINKAGES III. ARAH STRATEGIS / VISI IV. LAKUKAN LANGKAH Sumber: Waelbroeck-Rocha, 2003
  • 10.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Melakukan tindakan klaster Gb13: --- Proses klasterisasi dan titik masuk Membangun modal sosial Mengembangkan linkage & visi Meningkatkan tek. baru & pertum- buhan perusahaan Menciptakan jejaring antar pelaku Meningkatkan formasi klaster Meningkatkan pasar “faktor” Memperbaiki landasan klaster Titik masuk klasterisasi yang direkayasa Titik masuk klasterisasi secara organik Titik masuk klasterisasi secara rekayasa ulang Source: Elisabeth Waelbroeck, Rocha dan IKED
  • 11.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org ModalSosialModalManusia Gb 14:--- Modal sosial sebagai suatu kebutuhan komplemen terhadap modal manusia, untuk keberhasilan kolaborasi organisasi virtual Pelatihan & pembelajaran individual Formasi kelompok Kompetensi Kemampuan Hasrat Motivasi Pengetahuan domain Ketrampilan manajemen Ketrampilan sosial Pemahaman yang terbagikan Norma, kewajiban Kepercayaan (trust) Sumber: Riemer & Klein, (2003) Kolaborasi yang berhasil
  • 12.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Gb 22:--- Prakarsa Klaster Alat tradisional dan visi baru Kebijakan pemikat investasi Kebijakan ilmu pengetahuan dan inovasi Kebijakan regional dan UKM Prakarsa Klaster AkademisiPemerintahIndustri Nasional Regional Lokal
  • 13.
  • 14.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Identifikasi klaster Identifikasiklaster kuantitatif kualitatif Informasi perusahaan dlm industri Data input-output Survai langsung pada perusahaan Pengetahuan para ahli
  • 15.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Informasi perusahaandalam industri • Mengumpulkan informasi rinci tingkat perusahaan pada industri, lokasi dan data ekonomi (serapan tenaga kerja dan pendapatan) – Konsentrasi industri tertentu (wilayah) berdasarkan kompetensi intinya. – Kelemahannya: kegiatan dalam klaster tidak tercerminkan dengan baik pada statistik industri. Identifikasi klaster
  • 16.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Data Input-Output •Menggunakan data input-output untuk mengidentifikasikan hubungan antar sektor industri yang relevan. – Kelemahannya adalah: data ini tak memiliki fokus regional – Manfaatnya adalah: dapat mengarahkan pemahaman keterkaitan antar industri melalui tampilan grafis. Identifikasi klaster
  • 17.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Survai langsungke Perusahaan • Survai tentang informasi rinci di tingkat perusahaan. Identifikasi klaster
  • 18.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Pengetahuan paraahli • Pendekatan kualitatif lebih mengandalkan pengetahuan para ahli daripada statistik. – Struktur klaster (perusahaan dan interaksi antar perusahaan) – Kandungan kompetensi (dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi) – Tingkat kinerja (tingkat pendapatan dan ukuran kinerja lainnya) Identifikasi klaster
  • 19.
    Tindakan perkuatan klasterKawiBoedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 20.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Tabel: 2--- Beberapa kemungkinan tindakan „klaster‟ Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Teknologi baru Pertumbuhan perusahaan berjejaring Kerjasama komersial Proyek litbang bersama Analisis klaster Tindakan utk pelibatan serta pemberian layanan Pemasaran klaster Pasokan tenaga kerja khusus Pasar modal khusus kerangka-kerja legal infrastruktur Modal sosial Kerangka-kerja iptek & litbang Sumber: IKED, 2003
  • 21.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org • Mengorganisasikanseminar, pertemuan, lokakarya untuk memfasilitasi difusi teknologi di dalam klaster. • Membangun pusat-pusat untuk pengembangan dan pengujian teknologi produksi dan proses yang baru. • Menciptakan suatu pengamatan terhadap kecenderungan teknologi. • Membangun terminal (hub) untuk alih teknologi. • Mendukung inkubator berbasis klaster. • Mendorong jejaring wirausaha. • Memberikan bantuan bisnis. • Meluncurkan kampanye pemasaran dan citra untuk memikat perusahaan baru. • Memperbaiki insentif bagi investasi asing (FDI). • Memperbaiki kondisi pembiayaan untuk spin-off melalui perubahan aturan untuk menyusun mekanisme pembiayaan khusus tentang dana investasi. Teknologi baru Pertumbuhan perusahaan Teknologi baru & pertumbuhan perusahaan Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & prtumbuhan prshn Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Dasar-dasar klaster Teknologi baru Pertumbuhan perusahaan berjejaring Kerjasama komersial Proyek litbang bersama Analisis klaster Tindakan utk pelibatan serta pemberian layanan Pemasaran klaster Pasokan tenaga kerja khusus Pasar modal khusus Landasan-kerja legal infrastruktur Modal sosial Landasan kerja iptek & litbang
  • 22.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org • Membentuktim klaster lintas perwakilan para pihak. • Membentuk jejaring perusahaan. • Membantu kegiatan berbagi (sharing) antar jejaring personal • Fasilitasi hubungan eksternal. • Membentuk jejaring ekspor • Melakukan kompilasi intelijen pasar. • Melakukan koordinasi pembelian. • Membangun standard teknik. Berjejaring Kerjasama komersial Penggabungan proyek litbang Menciptakan jejaring antar-pelaku Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & prtumbuhan prshn Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Dasar-dasar klaster Teknologi baru Pertumbuhan perusahaan berjejaring Kerjasama komersial Proyek litbang bersama Analisis klaster Tindakan utk pelibatan serta pemberian layanan Pemasaran klaster Pasokan tenaga kerja khusus Pasar modal khusus Landasan-kerja legal infrastruktur Modal sosial Landasan kerja iptek & litbang
  • 23.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org • Melakukanaudit kompetensi • Melakukan studi dan analisis strategis. • Melakukan pemodelan dan memperbesar hubungan secara sistematik. • Melakukan analisis „benchmarking‟. • Mengorganisasikan dan menyebarluaskan informasi dalam klaster. • Menciptakan atau mem- formalkan lembaga kolaborasi beserta saluran komunikasi. • Meningkatkan kesadaran akan klaster pada perusahaan. • Fasilitasi interaksi di antara berbagai bidang pemerintahan dan pelaku klaster. • Menciptakan „brand‟ untuk wilayah. • Secara aktif mempromosikan klaster. • Tujuan: investasi masuk ke dalam wilayah klaster Analisis klaster Tindakan untuk pelibatan serta pemberian layanan Pemasaran klaster Membentuk formasi klaster Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & prtumbuhan prshn Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Dasar-dasar klaster Teknologi baru Pertumbuhan perusahaan berjejaring Kerjasama komersial Proyek litbang bersama Analisis klaster Tindakan utk pelibatan serta pemberian layanan Pemasaran klaster Pasokan tenaga kerja khusus Pasar modal khusus Landasan-kerja legal infrastruktur Modal sosial Landasan kerja iptek & litbang
  • 24.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org • Menyediakanpelatihan teknik dan manajemen. • Menggunakan klaster sebagai konteks pembelajaran. • Membangun pusat-pusat ketrampilan klaster. • Mendukung aliansi ketrampilan regional. • Menarik talenta untuk masuk ke dalam wilayah klaster. • Memprioritaskan investasi pada proyek-proyek klaster. • Memberikan insentif atau menyisihkan dana untuk proyek multi perusahaan. • Anjuran untuk melakukan pembiayaan bersama, penciptaan dana investasi khusus, atau penyediaan skema penjaminan kredit. • Mendorong pengambilan risiko bersama di antara pelaku klaster. • Peningkatan akses kepada sumberdaya alam dan penggunaan sumberdaya alam. Pasokan pekerja terspesialisasi Pasar modal khusus Pasar “Factor” Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & prtumbuhan prshn Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Dasar-dasar klaster Teknologi baru Pertumbuhan perusahaan berjejaring Kerjasama komersial Proyek litbang bersama Analisis klaster Tindakan utk pelibatan serta pemberian layanan Pemasaran klaster Pasokan tenaga kerja khusus Pasar modal khusus Landasan-kerja legal infrastruktur Modal sosial Landasan kerja iptek & litbang
  • 25.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org • Memperbaikikondisi kerangka-kerja (framework). • Melakukan evaluasi kebijakan persaingan. • Pengembangan infrastruktur baru atau yang sudah ada melalui tindakan bersama dan model pembiayaan yang baru. • Mengadakan proyek infrastruktur oleh pihak swasta. • Membantu perluasan jejaring personal. • Membantu komunikasi antar perusahaan dan jejaring perusahaan. • Ciptakan kondisi saling mewujudkan atau saling membiayai proyek litbang. Kerangka-kerja legal Infrastruktur Modal sosial Kerangka-kerja iptek & litbang Landasan klaster Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & prtumbuhan prshn Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Dasar-dasar klaster Teknologi baru Pertumbuhan perusahaan berjejaring Kerjasama komersial Proyek litbang bersama Analisis klaster Tindakan utk pelibatan serta pemberian layanan Pemasaran klaster Pasokan tenaga kerja khusus Pasar modal khusus Landasan-kerja legal infrastruktur Modal sosial Landasan kerja iptek & litbang
  • 26.
    Kebijakan Klaster &AlatKawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 27.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Tabel: 3--- Kebijakan klaster dan alat Meningkatkan dinamika klaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster isu ►kebijakan •alat (tools)
  • 28.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Perusahaan tidak dapat mengakses atau mengidentifikasi pengetahuan strategis ► Berikan dukungan terhadap penelusuran dan penyebaran informasi; Organisasikan dialog tentang isu strategis klaster • Bangun informasi spesifik tentang klaster dan pusat teknologi • Bangun landasan untuk mempelajari (explore) peluang pasar • Selenggarakan latihan technology foresight • Selenggarakan informasi pasar srategis klaster dan kajian strategis klaster • Dukung inkubator berbasis klaster • Berikan asistensi bisnis
  • 29.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Perusahaan tidak dapat memanfaatkan keahlian dari pemasok pengetahuan ► Lakukan litbang kolaboratif dan fasilitas litbang bagi klaster spesifik • Tumbuhkan teknologi klaster spesifik dan pusat riset/ prakarsa • Berikan subsidi terhadap litbang kolaboratif dan alih teknologi
  • 30.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Tidak terjadi “critical mass” ► Dorong pertumbuhan perusahaan • Dorong spin-off dan perluasan dari perusahaan yang telah ada melalui kerangka insentif • Pertimbangkan untuk memberikan pre-seed venture capital
  • 31.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Perusahaan tidak memanfaatkan peluang untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain ► Dorong dan fasilitasi jejaring antar-perusahaan • Dukung program brokerage dan jejaring: bentuk tim klaster lintas lembaga, fasilitasi jejaring antar perusahaan dan individu, fasilitasi hubungan eksternal. • Catalize kerjasama komersial: dukung jejaring ekspor dan koordinasikan pembelian • Berlakukan standar teknik • Rintis belanja pemerintah untuk konsorsia dan produk inovatif • Berikan insentif atau sisihkan dana hanya untuk proyek “multi-perusahaan”
  • 32.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kurangnya kaitan (mismatch) kelembagaan antara pengetahuan (public), infrastruktur dan kebutuhan pasar ► Gabungkan “research center of excellent” industri • Fasilitasi kerjasama riset industri gabungan • Dukung spesialisasi dan adaptasi lokal dari linkage universitas-industri (mis. Struktur insentif untuk mendorong linkages lokal) • Kembangkan modal manusia • Rintis program alih teknologi
  • 33.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Terbatasnya antaraksi di antara pelaku pada sistem inovasi ► Tindakan untuk pelibatan dan pemberian layanan • Bangun kerangka untuk dialog (mis. Lembaga broker dan jejaring, dengan menciptakan atau melakukan formalisasi Lembaga Kolaboratif dan saluran komunikasi yang memfasilitasi jejaring.
  • 34.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kegagalan informasi ► Analisis klaster • Selenggarakan audit kompetensi dan pemetaan • Sponsori kajian dan analisis strategis • Ciptakan model dan perkuat hubungan yang sistematik • Lakukan benchmarking • Organisasikan dan sebarluaskan informasi dalam klaster • Pertimbangkan untuk melengkapi statistik nasional dengan kerangka referensi berbasis klaster
  • 35.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kurangnya identitas dan kesadaran klaster ► Identifikasi dan pemasaran (sosialisasi) klaster • Melakukan promosi klaster kepada pihak eksternal • Ciptakan “brand” untuk klaster • Selenggarakan promosi internal/ eksternal tentang kompetensi anggota klaster • Lakukan penyebarluasan informasi tentang klaster oleh pihak berwenang melalui komunitas bisnis
  • 36.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kurangnya elemen penting dalam klaster ► Promote pertumbuhan perusahaan dalam klaster • Fokuskan upaya promosi investasi pada linkage dalam klaster, yang dianggap terlemah • Arahkan investasi ke dalam (mis. Kesenjangan rantai pemasok lokal) • Tingkatkan insentif investasi asing langsung (FDI-Foreign Direct Investment) • Pikat fasilitas litbang utama • Pikat perusahaan baru • Dukung perusahaan pemula pada klaster khusus
  • 37.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kurangnya pasokan tenaga kerja terspesialisasi • Berikan pelatihan teknik dan manajemen • Gunakan klaster sebagai konteks pembelajaran • Dirikan pusat ketrampilan klaster • Dukung aliansi ketrampilan regional • Pikat talenta ke wilayah klaster
  • 38.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kurangnya pembeli penuntut • Dorong kebijakan belanja pemerintah
  • 39.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kegagalan pasar modal ► Promote spesialisasi dalam pasar modal • Pikat perusahaan modal ventura baru • Susun dana investasi khusus, yang memberikan dana dampingan (co-financing) pada prinsip pasar yang ketat • Perbaiki insentif investasi asing langsung (FDI)
  • 40.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Aturan pemerintah mengganggu inovasi, daya saing atau berfungsinya pasar secara efisien ► Temukenali sumbatan regulasi • Organisasikan landasan klaster dan kelompok fokus untuk melakukan survai kebutuhan bagi reformasi pajak dan regulasi (mis. Lingkungan, pasar tenaga kerja, pasar pembiayaan, kebijakan persaingan)
  • 41.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Infrastruktur tidak mencukupi • Jamin kelengkapan infrastruktur, komunikasi dan transport yang memadai • Pertimbangkan untuk melakukan perencanaan pemanfaatan lahan sedemikian rupa untuk memperkuat klaster yang telah teridentifikasi
  • 42.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kurangnya modal sosial • Dukung jejaring personal dan perusahaan
  • 43.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Meningkatkan dinamikaklaster Memperbaiki lingkungan klaster Teknologi baru & per- tumbuhan perusahaan Menciptakan jejaring antar-pelaku Membentuk formasi klaster Pasar “Factor” Landasan klaster Kurangnya kerangka kerja iptek dan litbang ► Lakukan perkuatan landasan iptek • Letakkan investasi pelengkap (complementary) dari pemerintah berdekatan dengan berkumpulnya investasi swasta yang berkaitan (mis. Lembaga teknik pemerintah dibangun di sekitar kumpulan perusahaan yang berkaitan) • Lakukan peningkatan pendidikan dan ketrampilan • Lakukan pelembagaan kemitraan antara lembaga riset dan perusahaan • Lakukan investasi pada litbang bersama (joint R&D) dalam klaster
  • 44.
    Kompetensi & Faseklasterisasi Kompetensi Fase Klasterisasi Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 45.
    Kompetensi Kepemimpinan pemimpin yang diterima legitimasi"alamiah" pengetahuan tentang budaya lokal Kemandirian dan Kenetralan mandiri (independen) netral (tak memiliki vested interest) Enabling Capabilities ketrampilan fasilitatif kemampuan untuk membangun konsensus kemampuan negosiasi kemampuan komunikasi Ketrampilan Interpersonal naluri melayani sosial inklusif sabar menghormati hirarki Pengetahuan & Visi pengetahuan teknis pengetahuan bisnis pengetahuan pasar visioner Manajemen hasrat kuat kemampuan untuk menegur hirarki kekuasaan (Power) thick-skinned pro-aktif Ketrampilan Analitis analisis/ refleksi kemampuan melakukan evaluasi ulang Sumberdaya kemampuan untuk menjamin dana waktu Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 46.
    Fase Klasterisasi Kompetensi danfase klasterisasi 1 2 3 4 1 2 penyiapan dasar mulai memba- ngun trust mencapai/ menjaga trust melang- gengkan trust melakukan audit kompetensi SWOT 1. Membangun modal sosial 2. Membangun linkages Kompetensi dan fase klasterisasi 4. Bertindak 1 2a 2b 2c mendefini- sikan klas- ter, arah strategik mendefini- sikan lang- kah yang diambil mendefini- sikan meto- da evaluasi menyusun organisasi klaster formal meluncurkan dan melaksa- nakan tindak- an klaster 3. Mendefinisikan strategi dan visi Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 47.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kompetensi &Fase Klasterisasi Kompetensi dan fase klasterisasi 1 2 3 4 1 2 penyiapan dasar mulai memba- ngun trust mencapai/ menjaga trust melang- gengkan trust melakukan audit kompetensi SWOT 1. Membangun modal sosial 2. Membangun linkages Kepemimpinan pemimpin yang diterima legitimasi "alamiah" pengetahuan tentang budaya lokal Kemandirian dan Kenetralan mandiri (independen) netral (tak memiliki vested interest) Enabling Capabilities ketrampilan fasilitatif kemampuan untuk membangun konsensus kemampuan negosiasi kemampuan komunikasi Ketrampilan Interpersonal naluri melayani sosial inklusif sabar menghormati hirarki
  • 48.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kompetensi &Fase Klasterisasi Kompetensi dan fase klasterisasi 4. Bertindak 1 2a 2b 2c mendefini- sikan klas- ter, arah strategik mendefini- sikan lang- kah yang diambil mendefini- sikan meto- da evaluasi menyusun organisasi klaster formal meluncurkan dan melaksa- nakan tindak- an klaster 3. Mendefinisikan strategi dan visi Kepemimpinan pemimpin yang diterima legitimasi "alamiah" pengetahuan tentang budaya lokal Kemandirian dan Kenetralan mandiri (independen) netral (tak memiliki vested interest) Enabling Capabilities ketrampilan fasilitatif kemampuan untuk membangun konsensus kemampuan negosiasi kemampuan komunikasi Ketrampilan Interpersonal naluri melayani sosial inklusif sabar menghormati hirarki
  • 49.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kompetensi &Fase Klasterisasi Kompetensi dan fase klasterisasi 1 2 3 4 1 2 penyiapan dasar mulai memba- ngun trust mencapai/ menjaga trust melang- gengkan trust melakukan audit kompetensi SWOT 1. Membangun modal sosial 2. Membangun linkages Pengetahuan & Visi pengetahuan teknis pengetahuan bisnis pengetahuan pasar visioner Manajemen hasrat kuat kemampuan untuk menegur hirarki kekuasaan (Power) thick-skinned pro-aktif Ketrampilan Analitis analisis/ refleksi kemampuan melakukan evaluasi ulang Sumberdaya kemampuan untuk menjamin dana waktu
  • 50.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kompetensi &Fase Klasterisasi Kompetensi dan fase klasterisasi 4. Bertindak 1 2a 2b 2c mendefini- sikan klas- ter, arah strategik mendefini- sikan lang- kah yang diambil mendefini- sikan meto- da evaluasi menyusun organisasi klaster formal meluncurkan dan melaksa- nakan tindak- an klaster 3. Mendefinisikan strategi dan visi Pengetahuan & Visi pengetahuan teknis pengetahuan bisnis pengetahuan pasar visioner Manajemen hasrat kuat kemampuan untuk menegur hirarki kekuasaan (Power) thick-skinned pro-aktif Ketrampilan Analitis analisis/ refleksi kemampuan melakukan evaluasi ulang Sumberdaya kemampuan untuk menjamin dana waktu
  • 51.
    Kompetensi & Pelaku Kompetensi Pelaku KawiBoedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 52.
    Kompetensi Kepemimpinan pemimpin yang diterima legitimasi"alamiah" pengetahuan tentang budaya lokal Kemandirian dan Kenetralan mandiri (independen) netral (tak memiliki vested interest) Enabling Capabilities ketrampilan fasilitatif kemampuan untuk membangun konsensus kemampuan negosiasi kemampuan komunikasi Ketrampilan Interpersonal naluri melayani sosial inklusif sabar menghormati hirarki Pengetahuan & Visi pengetahuan teknis pengetahuan bisnis pengetahuan pasar visioner Manajemen hasrat kuat kemampuan untuk menegur hirarki kekuasaan (Power) thick-skinned pro-aktif Ketrampilan Analitis analisis/ refleksi kemampuan melakukan evaluasi ulang Sumberdaya kemampuan untuk menjamin dana waktu Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 53.
    Pelaku Kompetensi dan pelaku usahabesar UKM internasi- onal nasional regional Pemerintah/ penentu kebijakan Perusahaan Kompetensi dan pelaku Akademisi universitas pemodal ventura lembaga pembiaya- an lainnya Sektor pembiayaan Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org
  • 54.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kompetensi &Pelaku Kompetensi dan pelaku usaha besar UKM internasi- onal nasional regional Pemerintah/ penentu kebijakan Perusahaan Kepemimpinan pemimpin yang diterima legitimasi "alamiah" pengetahuan tentang budaya lokal Kemandirian dan Kenetralan mandiri (independen) netral (tak memiliki vested interest) Enabling Capabilities ketrampilan fasilitatif kemampuan untuk membangun konsensus kemampuan negosiasi kemampuan komunikasi Ketrampilan Interpersonal naluri melayani sosial inklusif sabar menghormati hirarki
  • 55.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kompetensi &Pelaku Kompetensi dan pelaku Akademisi universitas pemodal ventura lembaga pembiaya- an lainnya Sektor pembiayaan Kepemimpinan pemimpin yang diterima legitimasi "alamiah" pengetahuan tentang budaya lokal Kemandirian dan Kenetralan mandiri (independen) netral (tak memiliki vested interest) Enabling Capabilities ketrampilan fasilitatif kemampuan untuk membangun konsensus kemampuan negosiasi kemampuan komunikasi Ketrampilan Interpersonal naluri melayani sosial inklusif sabar menghormati hirarki
  • 56.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kompetensi &Pelaku Kompetensi dan pelaku usaha besar UKM internasi- onal nasional regional Pemerintah/ penentu kebijakan Perusahaan Pengetahuan & Visi pengetahuan teknis pengetahuan bisnis pengetahuan pasar visioner Manajemen hasrat kuat kemampuan untuk menegur hirarki kekuasaan (Power) thick-skinned pro-aktif Ketrampilan Analitis analisis/ refleksi kemampuan melakukan evaluasi ulang Sumberdaya kemampuan untuk menjamin dana waktu
  • 57.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kompetensi &Pelaku Kompetensi dan pelaku Akademisi universitas pemodal ventura lembaga pembiaya- an lainnya Sektor pembiayaan Pengetahuan & Visi pengetahuan teknis pengetahuan bisnis pengetahuan pasar visioner Manajemen hasrat kuat kemampuan untuk menegur hirarki kekuasaan (Power) thick-skinned pro-aktif Ketrampilan Analitis analisis/ refleksi kemampuan melakukan evaluasi ulang Sumberdaya kemampuan untuk menjamin dana waktu
  • 58.
  • 59.
    Kawi Boedisetio telebiro.bandung0@clubmember.org Kawi Boedisetio +62817 219 755 telebiro.bandung0@clubmember.org kawi.4shared.com