Modul ini membahas asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita, meliputi pengertian, sasaran, masalah kesehatan yang umum terjadi, dan proses keperawatan komunitas untuk kelompok ini."
1
Modul Pendidikan JarakJauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia
Jakarta 2015
Australia Indonesia Partnership
for Health Systems Strengthening
(AIPHSS)
KEPERAWATAN
Reni Chairani
KOMUNITAS I
MODUL
SEMESTER 6
Asuhan Keperawatan Komunitas Pada Kelompok Khusus
KEGIATAN BELAJAR I
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELOMPOK
KHUSUS BALITA
2.
Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
1
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Pendahuluan
Salah satu sasaran pelayanan keperawatan
komunitas adalah pelayanan pada
kelompok khusus. Kelompok khusus adalah
kumpulan individu yang mempunyai
kesamaan umur, permasalahan baik
fisik, mental, sosial yang memerlukan
bantuan karena ketidakmampuan dan
ketidaktauan kelompok dalam memelihara
kesehatan terhadap dirinya sendiri. Asuhan
keperawatan pada kelompok khusus
diberikan dengan menggunakan pendekatan
proses keperawatan, pada prinsipnya sama
dengan proses keperawatan individu,
keluarga, maupun komunitas, yang berbeda
hanyalah sasarannya. Yang perlu dikaji dalam
kelompokkhususinisecaramendalamadalah
latar belakang yang menyebabkan timbulnya
masalah pada kelompok tersebut, karena
setiapkelompokmempunyaikebutuhanyang
berbeda. Pengkajian ini menjadi dasar untuk
membuat perencanaan keperawatan yang
tepat.
Perawat komunitas seyogyanya dapat
memberikan pelayanan keperawatan pada
kelompok khusus di tatanan komunitas,
penyusunan modul ini diharapkan dapat
membantu perawat lebih memahami
tentang kebutuhan keperawatan pada
kelompok khsusu. Modul ini terdiri dari
empat kegiatan belajar, dan diberi alokasi
waktu delapan jam pertemuan, berikut
uraiannya :
• Kegiatan Belajar 1: Asuhan
Keperawatan
Komunitas pada kelompok khusus
balita
• Kegiatan Belajar 2: Asuhan
KeperawatanKomunitas pada
kelompok khusus Usia
Gambar : Kelompok Komunitas
A. Gambaran Umum
3.
2
Modul Pendidikan JarakJauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Selamat belajar, semoga berhasil
Sekolah
• Kegiatan Belajar 3: Asuhan Keperawatan
Komunitas pada kelompok khusus Remaja
• Kegiatan Belajar 4: Asuhan Keperawatan
Komunitas pada kelompok khusus Pekerja
Setelah mempelajari modul ini diharapkan saudara dapat : 1). menjelaskan tentang
asuhan keperawatan pada kelompok khusus balita; 2).; menjelaskan tentang asuhan
keperawatan pada kelompok khusus usia sekolah; 3). menjelaskan tentang asuhan
keperawatan pada kelompok khusus remaja; 4). menjelaskan tentang asuhan
keperawatan pada kelompok khusus pekerja.
Untuk memudahkan saudara mempelajari modul ini, berikut langkah-langkah belajar
yang harus saudara lakukan :
1). Pahami dulu mengenai kebutuhan kesehatan dari masing-masing kelompok khusus.
2). Amati bagaimana pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas pada kelompok
khusus yang telah ada saat ini
3). Pelajari setiap kegiatan belajar secara bertahap, dan kerjakan tes dan tugas yang
ada di modul ini
4). Keberhasilan proses pembelajaran sangat tergantung pada kesungguhan saudara
untuk mempelajari isi modul ini
5). Silahkan hubungi fasilitator/dosen yang mengajar modul ini untuk mendapatkan
penjelasan lebih
Kami yakin dengan semangat belajar yang tinggi, saudara akan menyenangi dan mudah
memahami isi modul ini. Selamat belajar, semoga bermanfaat untuk meningkatkan
pemahaman perawat sebagi modal dalam memberikan pelayanan keperawatan
komunitas pada kelompok khusus yang bermutu dan bermanfaat.
4.
Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
3
Kegiatan
Belajar 1
ASUHAN KEPERAWATAN PADA
KELOMPOK KHUSUS BALITA
A. Tujuan Pembelajaran Umum
B. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mempelajari isi modul ini, saudara diharapkan dapat memahami tentang asuhan
keperawatan pada kelompok khusus balita.
Setelah mempelajari modul ini, merujuk pada tujuan umum saudara diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita
2. Menyebutkan sasaran asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita
3. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang lazim terjadi pada kelompok khusus balita
4. Menjelaskan proses keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita
Berikut pokok-pokok materi yang dapat saudara pelajari didalam modul ini :
1. Pengertian asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita
2. Sasaran asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita
3. Masalah kesehatan yang lazim terjadi pada kelompok khusus balita
4. Proses keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita
C. Pokok Pokok Materi
D. Uraian materi
Saudara masih ingat tentang tujuan dari
Millenium Development Goals yang harus
kita capai pada tahun 2015? Ya salah satu dari
tujuan tersebut adalah menurunkan angka
kematian balita 2/3 nya dari keadaan tahun
1990 yaitu menjadi 23/1.000 kelahiran hidup
untuk Angka Kematian Bayi (AKB) dan 32/1.000
kelahiran hidup untuk Angka Kematian Balita.
Pemerintah Indonesia sudah lama mempunyai
banyak program kesehatan untuk mengatasi
masalah kesehatan balita, namun kenyataannya
masih banyak masalah tersebut belum teratasi
dengan baik. Data Unicef (2012) menyatakan
Gambar : Perawatan Balita
bahwa di Indonesia ada sekitar 1500 balita meninggal karena penyakit yang dapat dicegah
yaitu : diare, demam berdarah; 1 dari 3 Balita terhambat pertumbuhan tinggi badannya
“STUNTING”, khususnya Jawa Tengah (Klaten), NTT (Kab. Sikka), Papua (Jayawijaya); dan
masalah pneumonia menjadi pembunuh no.1 balita (83 balita mengalami radang paru/
hari). Sebagai perawat komunitas data ini menjadi tantangan tersendiri untuk memberikan
pelayanan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita, agar masyarakat lebih
mampu dan mandiri untuk hidup sehat. Nah bagaimana pendapat saudara mengenai
kondisi diatas ? silahkan saudara tuliskan pada kolom dibawah ini :
5.
4
Modul Pendidikan JarakJauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
Bagus saudara telah mampu menuliskan pendapatnya tentang kondisi kesehatan
balita Indonesia saat ini, semoga modul ini dapat mengantarkan saudara lebih
memahami tentang asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita.
1. Pengertian
Asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita adalah pelayanan
keperawatan komunitas yang ditujukan kepada kelompok balita serta
keluarga dengan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif tanpa
mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif melalui agar tercapai kemandirian
kelompok dan keluarga dalam penyelesaian masalah kesehatan.
2. Sasaran
Asuhan keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita diberikan pada
kelompok balita di posyandu, puskesmas, institusi (PAUD/Pendidikan Anak Usia
Dini, panti, Taman Kanak-Kanak).
3. Masalah Kesehatan pada Balita
Masalah kesehatan yang lazim terjadi pada kelompok balita adalah :
a. Kebutuhan nutrisi : obesitas, gizi kurang/gizi buruk, menurunnya nafsu makan
b. Kebersihan diri : kebersihan gigi dan mulut, kulit
c. Masalah perilaku dan belajar : sulit konsentrasi, hiperaktif, hipoaktif
d. Penyakit infeksi : diare, campak, batuk pilek, pneumonia, TBC, HIV/AIDS,
hepatitis, dan lain-lain
e. Penyakit kronik : asma, kanker, kecacatan bawaan dan lain-lain
f. Kecelakaan : jatuh, terpotong,terbakar, tersiram air panas, kecelakaan lalu
lintas
g. Child abuse : physical abuse, emotional abuse, dan sexual abuse. Perlakukan
kekerasan yang diterima anak dari orang dewasa disekitarnya.
4. Proses Keperawatan Komunitas pada Kelompok Khusus Balita
Berikut 5 tahapan proses keperawatan yang dapat dilaksanakan
oleh perawat komunitas :
a. Pengkajian
Saudara dapat merujuk pada modul sebelumnya tentang proses keperawatan
komunitas. Berikut yang dapat saudara kaji adalah :
1) Core (Kelompok balita) : demografi kelompok balita (nama balita, umur
balita, jenis kelamin balita, urutan anak dalam keluarga, nama orang tua,
pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua, suku, alamat). Riwayat kesehatan
: riwayat ante,intra,post natal; riwayat penyakit yang pernah diderita, riwayat
immunisasi, riwayat tumbuh kembang;
6.
Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
5
Gambar : Kegiatan di PAUD
nilai dan keyakinan keluarga dalam kesehatan. Pemeriksaan fisik balita mulai dari
kepala sampai kaki (semua sistem dilakukan pemeriksaan fisik).
2) Pengkajian delapan subsistem :
a) Lingkungan fisik : apakah lingkungan fisiknya aman untuk bermain
balita? Adakah sumber air bersih? Apakah lingkungan dekat tempat
yang mengancam kesehatan : sungai, tempat pembuangan limbah/
sampah, polusi udara/suara, jalan raya.
b)Pendidikan : adakah sarana pendidikan dan belajar untuk balita baik
formal atau informal, seperti PAUD, Taman Bermain, TK.
c) Keamanan dan transportasi : jelaskan fasilitas transportasi yang
tersedia yang dapat digunakan oleh keluarga/komunitas untuk
memfasilitasi kelompok balita. Bagaimana cara/sistem komunitas
melindungi keamanan balita dari bahaya fisik, psikologis, maupun
sosial?
d) Politik dan pemerintahan : adakah kebijakan pemerintah pusat/
daerah/lokal tentang perlindungan dan kesejahteraan balita?
Misalnya ada aturan tentang UU perlindungan anak, kebijakan
pemerintah daerah membentuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini),
dan lain-lain.
e) Pelayanan kesehatan : adakah fasilitas pelayanan kesehatan yang
tersedia untuk balita, misalnya : posyandu, tenaga kesehatan yang
berpraktek, puskesmas, klinik, rumah sakit. Bagaimana pelayanan
yang diberikannya seperti : pemantauan tumbuh kembang secara
rutin, program imuisasi, pemberian makanan tambahan.
f) Pelayanan sosial : adakah fasilitas sosial yang dapat dimanfaatkan
untuk balita, misalnya layanan konseling, kelompok peduli balita,
penitipan balita, dan lain-lain
g) Komunikasi : media komunikasi yang dapat digunakan untuk
memfasilitasi perkembangan kelompok balita seperti : koran, buletin,
radio, TV, telpon, papan pengumuman, poster. Bagaimana cara
masyarakat menerima informasi tentang kesehatan balita.
h) Ekonomi : bagaimana keluarga dapat memenuhi kebutuhan balita?
Pendapatan rata-rata RT. Banyakkah ibu-ibu yang mempunyai balita
bekerja?
i) Rekreasi : adakah tempat rekreasi yang bisa digunakan oleh balita,
seperti taman bermain, taman kota. Bagaimana sistem penggunaannya,
gratis atau dgn bayaran? Amankah tempat rekreasi yang digunakan
balita?
7.
6
Modul Pendidikan JarakJauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
b. Diagnosis Keperawatan Komunitas
Saudara dapat merujuk modul proses keperawatan komunitas tentang
perumusan diagnosis keperawatan komunitas pada kelompok khusus. Berikut
masalah keperawatan komunitas pada kelompok khusus balita yang dapat
saudara rumuskan menjadi diagnosis keperawatan seperti :
1) RisikogangguantumbuhkembangpadabalitadiRW05KelurahanMenjangan
2) Ketidakmampuan untuk mandiri memelihara lingkungan yang aman untuk
mendukung pertumbuhan
Saudara dapat merumuskan diagnosa lain sesuai dengan kondisi masalah
kesehatan komunitas yang ditemukan.
c. Perencanaan
Saudara dapat menggunakan pendekatan tiga level pencegahan dalam membuat
perencanaan keperawatan yaitu :
1) Pencegahan primer (primary prevention)
a) Program promosi kesehatan
(1) Pendidikan kesehatan tentang : stimulasi tumbuh kembang balita,
kebutuhan nutrisi, manfaat dan teknik pemberian ASI, kebersihan gigi
dan mulut balita,
kebutuhan latihan fisik balita, dan lain-lain
(2) Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
(3) Memberikan layanan konseling tumbuh kembang balita
(4) Membentuk kelompok swabantu kelompok balita sebagai support
untuk orang tua atau keluarga yang memiliki balita
b) Program proteksi kesehatan :
(1) Pelayanan immunisasi : pemberian immunisasi dan perawatan pasca
immunisasi
(2) Peningkatan pelayanan “day care”,
(3) Program pencegahan kecelakaan pada balita (kecelakaan rumah
tangga maupun lalu lintas) seperti mewajibkan orang tua untuk
menggunakan helm bermain sepeda atau kendaraan bermotor,
menggunakan pelindung lutut bagi anak yang
belajar berjalan, meningkatkan pengawasan pada balita khususnya balita yang
tinggal didekat jalan, sungai atau tempat yang berbahaya.
(4) Perlindungan caries pada balita : flouridasi
(5) Perlindungan balita dari child abuse dari orang dewasa disekitarnya :
meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan dan
kesehatan balita, misalnya segera melaporkan pada pihak yang
berwajib apabila menemukan balita yang mencurigakan. Pemerintah
sudah membuat aturan UU
perlindungan anak, dan sudah membentuk Komnas Anak.
2) Pencegahan sekunder (secondary prevention)
(a) Deteksi dini dan pengobatannya, sebagai deteksi tumbuh kembang
penting dilakukan untuk segera dilakukan pengobatan sejak dini
(b) Perawatan emergency, misalnya diberikan pada anggota balita yang
mengalami kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan rumah tangga (jatuh, terkena
pisau, atau
8.
Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
7
Gambar : Balita Sakit
d. Implementasi
Saudara dapat menggunakan empat strategi dalam melaksanakan perencanaan yang
telah disusun sebelumnya, yaitu melalui :
1) Pemberdayaan komunitas : hal ini penting dilakukan agar masyarakat
peduli terhadap kebutuhan kesehatan balita. Pemberdayaan disesuaikan
dengan kemampuan yang ada di komunitas, misalnya : untuk membantu
mengatasi gizi kurang, masyarakat dapat diberdayakan untuk menanam
sayuran disekitar pekarangan rumah dan mengoptimalkan manfaat sungai/
waduk yang ada disekitar komunitas untuk diambil ikannya. Contoh lain
ibu-ibunya dimotivasi untuk dapat memanfaatkan potensi alam yang ada
untuk dibuat makanan, misalnya disuatu daerah banyak singkong untuk
dibuat kripik dan dijual, dananya ini untuk membantu ekonomi keluarga.
Semuanya dilakukan untuk membantu mengatasi gizi kurang.
2) Proses kelompok
Perawat komunitas juga dapat menggunakan pendekatan kelompok,
agar implementasi dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Kelompok
yang terdiri dari keluarga yang mempunyai balita akan sangat bermanfaat
membantu keluarga menemukan solusi masalah kesehatan balita. Contoh
dibentuknya kelompok swabantu keluarga dengan balita.
terbakar minyak panas)
(c) Perawatan akut dan kritis, diberikan pada balita yang mengalami sakit akut seperti
diare, demam, dan lain-lain. Perawatan juga diberikan pada balita dengan penyakit
kritis.
(d) Diagnosis dan terapi, perawat komunitas dapat menegakkan diagnosis
keperawatan dan segera memberikan terapi keperawatannya.
(e) Melakukan rujukan untuk segera mendapatkan perawatan lebih lanjut
3) Pencegahan tertier (tertiary prevention)
(a) Memberikan dukungan pada upaya pemulihan balita setelah sakit dengan
memelihara kondisi kesehatan agar tumbuh kembangnya optimal
(b) Memberikan konseling perawatan lanjut pada kelompok balita
pada masa pemulihan
9.
8
Modul Pendidikan JarakJauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
3) Pendidikan kesehatan
Pendidikan kesehatan seperti dijelaskan diawal akan sangata membantu
keluarga dan komunitas meningkatakan pengetahuannya untuk merubah
perilaku hidup lebih sehat.
4) Kemitraan
Kemitraan perlu dibentuk agar ada jejaring kerja, contoh : bermitra dengan
Komnas Anak, LSM peduli anak, atau pengusaha yang dapat memberikan
dukungan pada program peduli kesehatan balita.
e. Evaluasi
Selamat saudara telah menyelesaikan kegiatan belajar 1 : Asuhan keperawatan
komunitas pada kelompok khusus balita, berikut hal-halpenting yang harus saudara
pelajari adalah :
1. Asuhan keperawatan komunitas diberikan pada kelompok khusus balita di
posyandu, puskesmas, institusi (PAUD/Pendidikan Anak Usia Dini, panti,
Taman Kanak-Kanak) denngan menitikberatkan pada upaya promotif dan
preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif
2. Masalah kesehatan yang lazim terjadi pada balita adalah : Kebutuhan nutrisi,
kebersihan diri, masalah perilaku dan belajar, penyakit infeksi, penyakit
kronik, kecelakaan dan child abuse
3. Program promotif yang penting untuk balita adalah : pendidikan kesehatan
tentang kesehatan balita, pemeriksaan kesehatan secara berkala, pelayanan
konseling bagi keluarga balita, dan pembentukan kelompok swabantu
masyarakat peduli balita
4. Program proteksi yang penting bagi balita adalah : perlindungan immunisasi,
pencegahan caries pada balita, perlindungan kecelakaan, peningkatan
kualitas day care, dan perlindungan terjadinya child abuse (physical abuse,
emotional abuse, dan sexual abuse) dari orang dewasa disekitarnya.
F. Tes Formatif
1. Bila suatu Desa memiliki banyak balita yang tinggi badannya tidak sesuai
dengan usianya (stunting), langkah awal apa yang dilakukan perawat
komunitas untuk mengatasi masalah ini ?
A. Melakukan pemeriksaan fisik dari kepala sampai kaki pada semua balita
yang ada di desa
B. Mencari informasi sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
C. Mengobservasi perilaku ibu dalam merawat balitanya
D. Memberikan nutrisi tambahan
E. Menghubungi produsen makanan dan vitamin untuk memberikan donasi
2. Tindakan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin balita dengan
membawanya ke posyandu termasuk dalam upaya..............
A. Promotif
B. Preventif
C. Kuratif
D. Rehabilitatif
E. Kolabiratif
10.
Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
9
Gambar : Bayi sedang Imunisasi
3. Bila menemukan sekelompok ibu yang tidak mau mengimunisasi balitanya
karena alasan budaya, strategi apa yang digunakan oleh perawat
komunitas agar balitanya dapat diimmunisasi?
A. Memberikan pendidikan kesehatan pada ibu-ibu yang tidak mau
mengimunisasikan balitanya
B. Membentuk kelompok swabantu ibu-ibu anti immunisasi
C. Melibatkan para tokoh masyarakat dan agama untuk dapat
mendukung program immunisasi
D. Memasang poster atau baliho manfaat immunisasi
E. Memberikan hadiah menarik bagi balita yang diimunisasi
4. Bila saudara menemukan balita sering menjadi sasaran kemarahan
pertengkaran kedua orang tuanya, dan tak jarang orang tuanya
memperlihatkan pertikaian fisik didepan balitanya. Apa yang sebenarnya
sudah terjadi pada balita ini ?
A. Physical abuse
B. Emotional abuse
C. Sexual abuse
D. Social abuse
E. Spiritual abuse
5. RW 5 Desa Sembilan dekat sekali lokasinya dengan rel kereta api, tidak ada
pembatas antara rumah warga dengan rel kereta. Terlihat banyak balita
bermain disekitar rumah dan kadang yang menjaga balita tersebut bukan
orang tuannya tetapi kakak balita yang juga ikut bermain. Hal ini berisiko
terjadinya bahaya untuk balita. Tindakan apa yang tepat dilakukan oleh
perawat komunitas?
A. Memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang
keselamatan dan bahaya kecelakaan yang sering terjadi pada balita
B. Mengusulkan pemerintah daerah untuk segera membangun pagar
pembatas
C. Bersama warga menanam pohon disepanjang rel kereta api
D. Mengusulkan pemerintah untuk membuat lahan bermain bagi balita
E. Mengusulkan agar disekitar rel kereta apai tidak ada perumahan
warga
11.
10
Modul Pendidikan JarakJauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
Tugas
Mandiri
Cobalah saudara amati bagaimana pelayanan keperawatan komunitas khususnya
pada kelompok balita di tempat saudara. Apakah sudah dapat melaksanakan tiga
pendekatan pencegahan? Saudara dapat menuliskan hasil pengamatan pada kertas, dan
hubungi fasilitator/dosen yang ada bila saudara mengalami kesulitan dalam melakukan
pengamatan. Selamat bekerja, salam sukses!
12.
Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
11
Daftar
Pustaka
Allender, J.N., & Spredley, B.W. (2001). Community health nursing : concept and practice.
Philadelphia : Lippincot.
Anderson, E.T. & McFarlane, J. (2000). Community as partner: Theory and practice in nursing.
Philadelphia: Lippincot.
Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta. (2004). Manajemen pemberdayaan
masyarakat. Pemda Provinsi DKI Jakarta : Jakarta.
Departemen Kesehatan RI .(2003). Kemitraan menuju Indonesia sehat 2010. Jakarta :
Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI.
Ervin, N.E. (2002). Advanced community health nursing practice : population focused care.
New Jersey: Pearson Education,Inc.
Green, L.W & Kreuteur, M.W. (1991). Health promotion planning : An educational and
environmental approach. London : Mayfield Publishing Company.
Helvie, C.O. (1998). Advanced practice nursing in the community. California: SAGE Publication
Inc.
Hitchcock, J.E., Scubert, P.E., & Thomas, S.A. (1999). Community health nursing: Caring in
action. USA: Delmar Publishers.
McMurray, A. (2003). Community health and wellness : a socioecological approach. Toronto:
Mosby.
Neuman, B. (1995). The Neuman systems model ( 3 ed.). Norwalk, CT: Appleton-Lange.
O’Connor F.M.L; & Parker, E. (2001). Health promotion: Principles and practice in the
Australian Context. Australia: Agency Limited (CAL) under the Act.
Stanhope, M, & Lancaster,J. (2000). Community and public health nursing. The Mosby Tear
Book: St.Louis.
13.
12
Modul Pendidikan JarakJauh, Jenjang Diploma 3 Program Studi Keperawatan
LEMBAR JAWABAN
MODUL 2
Kegiatan Belajar 1 :
1. C
2. A
3. C
4. B
5. A
Kegiatan Belajar 2:
1. B
2. A
3. D
4. C
5. E
Kegiatan Belajar 3 :
1. B
2. B
3. B
4. A
5. D
Kegiatan Belajar 4 :
1. B
2. C
3. A
4. D
5. C
Test Akhir :
1. D 6. A 11. C
2. A 7. D 12. B
3. B 8. B 13. B
4. A 9. C 14. C
5. C 10. D 15. B
14.
Modul Pendidikan JarakJauh, Pendidikan Tinggi Kesehatan
13
Hak Cipta Kementrian Republik Indonesia Bekerjasama Dengan
Australia Indonesia for Health Systems Strengthening (AIPHSS)
2015