KARAKTERISTIK SUNGAI
KARAKTERISTIK SUNGAI BAGIAN HULU
1. merupakan awal dari aliran sungai (mata air)
2. debit air relatif kecil dan dipengaruhi curah hujan
3. kondisi dasar sungai berbatu
4. sering ditemui air terjun dan jeram
5. erosi sungai mengarah ke dasar sungai (vertikal)
6. aliran air mengalir di atas batuan induk
7. aliran sungai mengerosi batuan induk
8. aliran sungai cenderung lurus
9. tidak pernah terjadi banjir
10. kualitas air masih baik
KARAKTERISTIK SUNGAI BAGIAN TENGAH
1.
2.
3.
4.
5.

merupakan lanjutan dari hulu sungai
lembah sungai berbentuk huruf U
aliran air tidak terlalu deras
proses erosi sudah tidak dominan
proses proses transportasi hasil erosi dari hulu

KARAKTERISTIK SUNGAI BAGIAN HILIR
1. merupakan bagian akhir sungai menuju laut
2. lembah sungai berbentuk huruf U
3. aliran air permanen
4. terdapat pengendapan di dalam alur sungai
5. sering terjadi banjir
6. terdapat daerah dataran banjir
7. aliran sungai berkelok-kelok membentuk meander
8. terdapat danau tapal kuda (oxbow lake)
9. erosi sungai ke arah sampinh (lateral)
10. badan sungai melebar
KARAKTERISTIK SUNGAI
Faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik sungai adalah :
1. Debit Sungai (volume air)
Debit sungai adalah besarnya aliran air persatuan waktu, ukuran yang umumnya digunakan
adalah satuan volume per detik (m3/det) atau cubic feet second (cfs). Besarnya volume air
sungai tergantung pada daerah aliran sungai tersebut. Biasanya ukuran volume air dapat
dianggap sebagai tinggi air dan kekuatan aliran sungai.
Kondisi terbaik mengarungi sungai ketika volume air berkisar antara 800 – 10.000 cfs (25300 m3/det) . Sungai dengan volume 800 – 10.000 cfs cenderung mudah dilalui, karena
kendali melalui jeram dan rintangan relatif lebih mudah dikuasai. Sebaliknya sungai besar
dengan volume diatas 40.000 cfs umumnya sulit dilalui dan dihindari.Sekali terjebak dalam
lengkungan ombak dan menabrak rintangan batu, cenderung berakibat menghancurkan.
Ukuran volume air dapat juga untuk mengetahui ukuran besar – kecilnya sungai, antara lain :
Sungai kecil : (800-1000) cfs atau (25-5000) m3/det
Sungai besar : (5000-10.000) cfs atau (125-250) m3/det
Sungai besar sekali : volume air lebih dari 10.000 cfs
Untuk mengetahui volume air dapat melihat tinggi muka air (biasanya terletak di tempat
dekat jembatan). Kemudian disesuaikan dengan lebar sungai atau meminta informasi pada
Dinas Pengairan setempat. Dapat juga dihitung dengan rumus :
Q=V.A
Q = debit volume air (m3/det)
V = kecepatan arus (m/det)
A = luas penampang sungai (m3)
2. Kemiringan Sungai (Gradient)
Tingkat kecuraman / kemiringan aliran sungai menunjukkan nilai rata-rata penurunan dalam
suatu jarak tertentu. Setiap sungai pada jarak tertentu mempunyai tingkat kecuraman yang
berbeda. Kadang tajam dan sebaliknya mendatar. Kecuraman bisa dianggap sebagai petunjuk
kasar tingkat kesulitan dan kecepatan aliran sungai.
Tingkat kemiringan sungai yang dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat kecepatan aliran,
antara Lain :
Sungai dengan kecuraman 0-4 m/Km, umumnya berarus tenang, tidak mempunyai
daerah berbahaya seperti jeram
Sungai dengan kecuraman 5-10 m/Km, umumnya berjeram dan cukup ideal sebagai
medan ORAD
Sungai dengan kecuraman 10-15 m/Km umumnya berbahaya untuk diarungi dengan
perahu karet, akan tetapi masih memungkinkan
Sungai dengan kecuraman 15-20 m/Km umumnya sudah tidak memungkinkan untuk
diarungi dengan perahu karet, tetapi masih memungkinkan untuk diarungi dengan
kayak lincah
Sungai dengan kecuraman diatas 20 m/km umumnya tidak mungkin diarungi karena
mempunyai air terjun atau jeram ganas yang panjang dan sambung menyambung.
Kecuraman sungai di daerah hulu rata-rata lebih tinggi daripada di daerah hilir. Semakin ke
hilir sungai akan semakin landai sebelum kemudian bermuara ke laut. Gradient sungai dapat
dihitung dengan bantuan garis kontur yang memotong sungai pada peta topografi.
3. Lebar Sungai
Lebar penampang sungai mempengaruhi kecepatan arus. Semakin lebar penampang sungai,
kecepatan arus makin lambat, semakin sempit penampang sungai, kecepatan arus semakin
cepat. Hal ini yang juga mempengaruhi laju perahu.
KARAKTERISTIK SUNGAI AYOOOO RAFTING di BATU RAFTING
Karakteristik sungai merupakan karakter dari sungai yang terdiri dari volume air ( Debit Air Sungai )
yang mengalir di sungai serta kemiringan sungai ( Gradient ) yang dimiliki oleh sungai tersebut.

1. DEBIT SUNGAI ( VOLUME AIR )
Debit sungai adalah besarnya aliran air persatuan waktu, ukuran yang umumnya digunakan
adalah satuan volume per detik ( m3/det ) atau cubik feet second ( cfs ).
Besarnya volume air sungai sangat tergantung dari besarnya daerah aliran sungai ( DAS ) yang
dialirinya dan juga jumlah curah hujan yang turun pada daerah aliran sungai tersebut.
Data untuk volume air perlu untuk diketahui sehingga dapat memastikan apakah sungai
tersebut dapat diarungi atau tidak. Layak atau tidaknya sungai itu dapat diarungi dapat dilihat dari
volume airnya, jika volume air berkisar antara 800 cfs atau 25 m3/det sampai 10.000 cfs atau 300
m3/det maka sungai tersebut layak untuk diarungi.
Ukuran volume air ( Debit Sungai ) dapat juga untuk mengetahui ukuran besar kecilnya sungai, yaitu
antara lain :
Sungai kecil berkisar antara 800 cfs atau 25 m3/det sampai 5000 cfs atau 125 m3/det.
Sungai besar berkisar antara 5000 cfs atau 125 m3/det sampai 10.000 cfs atau 250 m3/det.
Sungai besar sekali adalah sungai dengan volume air lebih dari 10.000 cfs atau 250 m3/det.

Untuk mengetahui volume air dapat melihat tinggi muka air ( biasanya terletak di tempattempat dekat jembatan ). Kemudian disesuaikan dengan lebar sungai atau dapat meminta informasi
pada Dinas Pengairan setempat mengenai debit volume bulanan, sehingga dapat diketahui waktuwaktu yang tepat untuk melakukan kegiatan pengarungan.

2. KEMIRINGAN SUNGAI ( GRADIENT )
Tingkat kemiringan sungai menunjukkan nilai rata-rata penurunan dalam meter sepanjang
jarak tertentu ( Km ). Tingkat kemiringan sungai dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat kecepatan
aliran, yaitu antara lain :

Sungai dengan kecuraman 0 - 4 m/Km umumnya berarus tenang, tidak mempunyai daerah
berbahaya seperti riam/jeram.
Sungai dengan kecuraman 5 - 10 m/Km umumnya beriam-riam dan cukup ideal sebagai medan
ORAD.
Sungai dengan kecuraman 10 - 15 m/Km umumnya berbahaya untuk diarungi dengan perahu karet,
akan tetapi masih memungkinkan.
Sungai dengan kecuraman 15 - 20 m/Km umumnya sudah tidak memungkinkan untuk diarungi
dengan perahu karet, akan tetapi masih memungkinkan diarungi dengan kayak yang lincah.
Sungai dengan kecuraman di atas 20 m/Km umumnya tidak mungkin lagi untuk diarungi, karena
mempunyai air terjun atau riam ganas yang panjang dan sambung-menyambung.
Kecuraman sungai di daerah hulu rata-rata lebih tinggi dari sungai di daerah hilir. Semakin ke
hilir sungai akan semakin landai sebelum kemudian bermuara ke laut. Gradient sungai dapat dihitung
dengan bantuan garis kontur yang memotong sungai pada peta topografi, yaitu antara lain :
Untuk peta dengan skala 1 : 50.000 beda tinggi antara dua garis kontur adalah 2 cm = 1 Km
sebenarnya.
Untuk peta dengan skala 1 : 25.000 beda tinggi antara dua garis kontur adalah 4 cm = 1 Km
sebenarnya.

Jarak antara dua garis kontur dapat dihitung dengan menarik lurus benang, misalkan : 10 cm di peta
untuk peta dengan skala 1 : 50.000 berarti jarak sebenarnya adalah 5 Km, karena setiap 1 cm di peta
berarti jarak sebenarnya adalah 500 meter atau 0,5 Km. Kemudian selisih ketinggian dihitung dengan
mengurangi ketinggian yang terbesar dikurangi dengan ketinggian yang terendah, misalkan :
ketinggian terbesar adalah 1.500 m di atas laut dan ketinggian terendah adalah 1.485 m di atas laut
berarti beda ketinggiannya adalah 1.500 m 1485 m = 15 m.

3.LEBAR SUNGAI
Lebar penampang sungai mempengaruhi kecepatan arus, hal ini juga mempengaruhi laju
perahu. Dimana bila penampangnya lebar kecepatan arus akan lambat berbeda dengan penampang
sungai yang sempit arus akan bergerak cepat.
karakteristik sungai
Pembagian daerah aliran sungai:
1. Hulu
Ciri-ciri sungai yang berada di hulu yaitu, dangkal, banyak sekali batu-batu, sempit,
dan kadang terdapat air terjun.
2. Peralihan
Ciri daerah peralihan adalah agak dalam, batu-batu yang berada di sengai tidak
membahayakan, banyak jeram. Dengan ciri tersebut, daerah peralihan inilah yang
cocok untuk melakukan pengarungan.
3. Hilir
Cirinya, kedalaman sungainya sangat dalam, lebar dan arusnya tenang.
Istilah arus sungai:
1. Main stream
Adalah aliran utama sungai. Untuk mengenali main stream, lihat aliran arus yang
paling deras. Main stream ini membantu mempercepat dan meringankan dayungan
perahu. Mendayung di mainstream sangat ringan rasanya...
2. Jeram
Adalah bagian sungai yang mengalami percepatan arus dan mengalami pergolakan
air yang tidak teratur
3. Tongue
Adalah percepatan arus sebelum memasuki jeram. Dinamakan tongue mungkin
karena mirip ma llidah kali ye,,,lidah air jadinya.
4. Flat
Arus tenang, biasanya hadir setelah jeram. Biar seimbang, ada jeram ada flat. Dimana
ada jeram setelahnya pasti ada flat. Believe me deh..
5. Standing wave
Sesuai namanya, perputaran arus ini membentuk gelombang tegak. Kalo melakukan
pengarungan seru banged kalo bisa ngambil standing wave. Perahu naik turun itu
seru banged..
6. Hole / gelombang balik
Hole atau gelombang balik adalah perputaran arus dari bawah ke atas,sehingga
seolah-olah kembali ke hulu. Biasanya terbentuk karena batu.
7. Eddies
Membentuk seperti pusaran air. Tapi pusaran air ini tidak terlalu bahaya. Biasanya
digunain ketika kita lelah atau ingin berusaha ke tepi.
8. Bends
Belokan di sungai dinamakan bends
9. Shallow
Pendangkalan pada tepi sungai. Ditandai dengan riam-riam kecil.pendangkalan ini
bisa disebakan karena banyak hal.
10. Delta
Daratan di tengah sungai. Terkadang dapat membelah sungai menjadi 2.
11. Stopper
Batu yang berada di sungai, biasa kita sebut stopper.
12. Pillow
Batu yang tertutup air sungai. Biasanya terlihat sedikit ke permukaan. Pillow inilah
yang biasa membuat entrap perahu
13. Entrap
Ketika perahu tidak bisa maju karena terhalang dengan adanya pillow dibawah
perahu. Entrap menjadi berbahaya ketika berada di tengah jeram yang arusnya deras.
14. Stainer
Stainer adalah segala sesuatu yang menghambat pengarungan. Benda-benda yang
biasa disebut stainer antara lain: sampah, batang pohon, kayu-kayu yang hanyut,
ranting dan semacamnya.
15. Under cut
Cekungan di tepi sungai yang membentuk seperti gua di bawah sungai. Biasanya under cut
ini ada di bends-bends. Terbentuk karena aliran air deras yang menabrak batuan tepi, karena
bends.

Karakteristik sungai

  • 1.
    KARAKTERISTIK SUNGAI KARAKTERISTIK SUNGAIBAGIAN HULU 1. merupakan awal dari aliran sungai (mata air) 2. debit air relatif kecil dan dipengaruhi curah hujan 3. kondisi dasar sungai berbatu 4. sering ditemui air terjun dan jeram 5. erosi sungai mengarah ke dasar sungai (vertikal) 6. aliran air mengalir di atas batuan induk 7. aliran sungai mengerosi batuan induk 8. aliran sungai cenderung lurus 9. tidak pernah terjadi banjir 10. kualitas air masih baik KARAKTERISTIK SUNGAI BAGIAN TENGAH 1. 2. 3. 4. 5. merupakan lanjutan dari hulu sungai lembah sungai berbentuk huruf U aliran air tidak terlalu deras proses erosi sudah tidak dominan proses proses transportasi hasil erosi dari hulu KARAKTERISTIK SUNGAI BAGIAN HILIR 1. merupakan bagian akhir sungai menuju laut 2. lembah sungai berbentuk huruf U 3. aliran air permanen 4. terdapat pengendapan di dalam alur sungai 5. sering terjadi banjir 6. terdapat daerah dataran banjir 7. aliran sungai berkelok-kelok membentuk meander 8. terdapat danau tapal kuda (oxbow lake) 9. erosi sungai ke arah sampinh (lateral) 10. badan sungai melebar
  • 2.
    KARAKTERISTIK SUNGAI Faktor-faktor yangmempengaruhi karakteristik sungai adalah : 1. Debit Sungai (volume air) Debit sungai adalah besarnya aliran air persatuan waktu, ukuran yang umumnya digunakan adalah satuan volume per detik (m3/det) atau cubic feet second (cfs). Besarnya volume air sungai tergantung pada daerah aliran sungai tersebut. Biasanya ukuran volume air dapat dianggap sebagai tinggi air dan kekuatan aliran sungai. Kondisi terbaik mengarungi sungai ketika volume air berkisar antara 800 – 10.000 cfs (25300 m3/det) . Sungai dengan volume 800 – 10.000 cfs cenderung mudah dilalui, karena kendali melalui jeram dan rintangan relatif lebih mudah dikuasai. Sebaliknya sungai besar dengan volume diatas 40.000 cfs umumnya sulit dilalui dan dihindari.Sekali terjebak dalam lengkungan ombak dan menabrak rintangan batu, cenderung berakibat menghancurkan. Ukuran volume air dapat juga untuk mengetahui ukuran besar – kecilnya sungai, antara lain : Sungai kecil : (800-1000) cfs atau (25-5000) m3/det Sungai besar : (5000-10.000) cfs atau (125-250) m3/det Sungai besar sekali : volume air lebih dari 10.000 cfs Untuk mengetahui volume air dapat melihat tinggi muka air (biasanya terletak di tempat dekat jembatan). Kemudian disesuaikan dengan lebar sungai atau meminta informasi pada Dinas Pengairan setempat. Dapat juga dihitung dengan rumus : Q=V.A Q = debit volume air (m3/det) V = kecepatan arus (m/det) A = luas penampang sungai (m3) 2. Kemiringan Sungai (Gradient) Tingkat kecuraman / kemiringan aliran sungai menunjukkan nilai rata-rata penurunan dalam suatu jarak tertentu. Setiap sungai pada jarak tertentu mempunyai tingkat kecuraman yang berbeda. Kadang tajam dan sebaliknya mendatar. Kecuraman bisa dianggap sebagai petunjuk kasar tingkat kesulitan dan kecepatan aliran sungai. Tingkat kemiringan sungai yang dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat kecepatan aliran, antara Lain : Sungai dengan kecuraman 0-4 m/Km, umumnya berarus tenang, tidak mempunyai daerah berbahaya seperti jeram Sungai dengan kecuraman 5-10 m/Km, umumnya berjeram dan cukup ideal sebagai medan ORAD
  • 3.
    Sungai dengan kecuraman10-15 m/Km umumnya berbahaya untuk diarungi dengan perahu karet, akan tetapi masih memungkinkan Sungai dengan kecuraman 15-20 m/Km umumnya sudah tidak memungkinkan untuk diarungi dengan perahu karet, tetapi masih memungkinkan untuk diarungi dengan kayak lincah Sungai dengan kecuraman diatas 20 m/km umumnya tidak mungkin diarungi karena mempunyai air terjun atau jeram ganas yang panjang dan sambung menyambung. Kecuraman sungai di daerah hulu rata-rata lebih tinggi daripada di daerah hilir. Semakin ke hilir sungai akan semakin landai sebelum kemudian bermuara ke laut. Gradient sungai dapat dihitung dengan bantuan garis kontur yang memotong sungai pada peta topografi. 3. Lebar Sungai Lebar penampang sungai mempengaruhi kecepatan arus. Semakin lebar penampang sungai, kecepatan arus makin lambat, semakin sempit penampang sungai, kecepatan arus semakin cepat. Hal ini yang juga mempengaruhi laju perahu.
  • 4.
    KARAKTERISTIK SUNGAI AYOOOORAFTING di BATU RAFTING Karakteristik sungai merupakan karakter dari sungai yang terdiri dari volume air ( Debit Air Sungai ) yang mengalir di sungai serta kemiringan sungai ( Gradient ) yang dimiliki oleh sungai tersebut. 1. DEBIT SUNGAI ( VOLUME AIR ) Debit sungai adalah besarnya aliran air persatuan waktu, ukuran yang umumnya digunakan adalah satuan volume per detik ( m3/det ) atau cubik feet second ( cfs ). Besarnya volume air sungai sangat tergantung dari besarnya daerah aliran sungai ( DAS ) yang dialirinya dan juga jumlah curah hujan yang turun pada daerah aliran sungai tersebut. Data untuk volume air perlu untuk diketahui sehingga dapat memastikan apakah sungai tersebut dapat diarungi atau tidak. Layak atau tidaknya sungai itu dapat diarungi dapat dilihat dari volume airnya, jika volume air berkisar antara 800 cfs atau 25 m3/det sampai 10.000 cfs atau 300 m3/det maka sungai tersebut layak untuk diarungi. Ukuran volume air ( Debit Sungai ) dapat juga untuk mengetahui ukuran besar kecilnya sungai, yaitu antara lain : Sungai kecil berkisar antara 800 cfs atau 25 m3/det sampai 5000 cfs atau 125 m3/det. Sungai besar berkisar antara 5000 cfs atau 125 m3/det sampai 10.000 cfs atau 250 m3/det. Sungai besar sekali adalah sungai dengan volume air lebih dari 10.000 cfs atau 250 m3/det. Untuk mengetahui volume air dapat melihat tinggi muka air ( biasanya terletak di tempattempat dekat jembatan ). Kemudian disesuaikan dengan lebar sungai atau dapat meminta informasi pada Dinas Pengairan setempat mengenai debit volume bulanan, sehingga dapat diketahui waktuwaktu yang tepat untuk melakukan kegiatan pengarungan. 2. KEMIRINGAN SUNGAI ( GRADIENT ) Tingkat kemiringan sungai menunjukkan nilai rata-rata penurunan dalam meter sepanjang jarak tertentu ( Km ). Tingkat kemiringan sungai dapat digunakan sebagai petunjuk tingkat kecepatan aliran, yaitu antara lain : Sungai dengan kecuraman 0 - 4 m/Km umumnya berarus tenang, tidak mempunyai daerah berbahaya seperti riam/jeram. Sungai dengan kecuraman 5 - 10 m/Km umumnya beriam-riam dan cukup ideal sebagai medan ORAD. Sungai dengan kecuraman 10 - 15 m/Km umumnya berbahaya untuk diarungi dengan perahu karet, akan tetapi masih memungkinkan. Sungai dengan kecuraman 15 - 20 m/Km umumnya sudah tidak memungkinkan untuk diarungi dengan perahu karet, akan tetapi masih memungkinkan diarungi dengan kayak yang lincah.
  • 5.
    Sungai dengan kecuramandi atas 20 m/Km umumnya tidak mungkin lagi untuk diarungi, karena mempunyai air terjun atau riam ganas yang panjang dan sambung-menyambung. Kecuraman sungai di daerah hulu rata-rata lebih tinggi dari sungai di daerah hilir. Semakin ke hilir sungai akan semakin landai sebelum kemudian bermuara ke laut. Gradient sungai dapat dihitung dengan bantuan garis kontur yang memotong sungai pada peta topografi, yaitu antara lain : Untuk peta dengan skala 1 : 50.000 beda tinggi antara dua garis kontur adalah 2 cm = 1 Km sebenarnya. Untuk peta dengan skala 1 : 25.000 beda tinggi antara dua garis kontur adalah 4 cm = 1 Km sebenarnya. Jarak antara dua garis kontur dapat dihitung dengan menarik lurus benang, misalkan : 10 cm di peta untuk peta dengan skala 1 : 50.000 berarti jarak sebenarnya adalah 5 Km, karena setiap 1 cm di peta berarti jarak sebenarnya adalah 500 meter atau 0,5 Km. Kemudian selisih ketinggian dihitung dengan mengurangi ketinggian yang terbesar dikurangi dengan ketinggian yang terendah, misalkan : ketinggian terbesar adalah 1.500 m di atas laut dan ketinggian terendah adalah 1.485 m di atas laut berarti beda ketinggiannya adalah 1.500 m 1485 m = 15 m. 3.LEBAR SUNGAI Lebar penampang sungai mempengaruhi kecepatan arus, hal ini juga mempengaruhi laju perahu. Dimana bila penampangnya lebar kecepatan arus akan lambat berbeda dengan penampang sungai yang sempit arus akan bergerak cepat.
  • 6.
    karakteristik sungai Pembagian daerahaliran sungai: 1. Hulu Ciri-ciri sungai yang berada di hulu yaitu, dangkal, banyak sekali batu-batu, sempit, dan kadang terdapat air terjun. 2. Peralihan Ciri daerah peralihan adalah agak dalam, batu-batu yang berada di sengai tidak membahayakan, banyak jeram. Dengan ciri tersebut, daerah peralihan inilah yang cocok untuk melakukan pengarungan. 3. Hilir Cirinya, kedalaman sungainya sangat dalam, lebar dan arusnya tenang. Istilah arus sungai: 1. Main stream Adalah aliran utama sungai. Untuk mengenali main stream, lihat aliran arus yang paling deras. Main stream ini membantu mempercepat dan meringankan dayungan perahu. Mendayung di mainstream sangat ringan rasanya... 2. Jeram Adalah bagian sungai yang mengalami percepatan arus dan mengalami pergolakan air yang tidak teratur 3. Tongue Adalah percepatan arus sebelum memasuki jeram. Dinamakan tongue mungkin karena mirip ma llidah kali ye,,,lidah air jadinya. 4. Flat Arus tenang, biasanya hadir setelah jeram. Biar seimbang, ada jeram ada flat. Dimana ada jeram setelahnya pasti ada flat. Believe me deh.. 5. Standing wave Sesuai namanya, perputaran arus ini membentuk gelombang tegak. Kalo melakukan pengarungan seru banged kalo bisa ngambil standing wave. Perahu naik turun itu seru banged.. 6. Hole / gelombang balik
  • 7.
    Hole atau gelombangbalik adalah perputaran arus dari bawah ke atas,sehingga seolah-olah kembali ke hulu. Biasanya terbentuk karena batu. 7. Eddies Membentuk seperti pusaran air. Tapi pusaran air ini tidak terlalu bahaya. Biasanya digunain ketika kita lelah atau ingin berusaha ke tepi. 8. Bends Belokan di sungai dinamakan bends 9. Shallow Pendangkalan pada tepi sungai. Ditandai dengan riam-riam kecil.pendangkalan ini bisa disebakan karena banyak hal. 10. Delta Daratan di tengah sungai. Terkadang dapat membelah sungai menjadi 2. 11. Stopper Batu yang berada di sungai, biasa kita sebut stopper. 12. Pillow Batu yang tertutup air sungai. Biasanya terlihat sedikit ke permukaan. Pillow inilah yang biasa membuat entrap perahu 13. Entrap Ketika perahu tidak bisa maju karena terhalang dengan adanya pillow dibawah perahu. Entrap menjadi berbahaya ketika berada di tengah jeram yang arusnya deras. 14. Stainer Stainer adalah segala sesuatu yang menghambat pengarungan. Benda-benda yang biasa disebut stainer antara lain: sampah, batang pohon, kayu-kayu yang hanyut, ranting dan semacamnya. 15. Under cut Cekungan di tepi sungai yang membentuk seperti gua di bawah sungai. Biasanya under cut ini ada di bends-bends. Terbentuk karena aliran air deras yang menabrak batuan tepi, karena bends.