Mikrobiologi Dasar
MORFOLOGI DAN
BENTUK BAKTERI
ELY JOHN KARIMELA, S. Pi
 Nama Bakteri itu berasal dari bahasa Yunani
yaitu dari kata “ Bakterion” yang berarti
tongkat atau batang. Dan sekarang sering
disebut/dikenal yaitu sekelompok
mikroorganisme yang bersel satu, tidak
berklorofil, membelah diri dan ukuranya sangat
kecil sehingga hanya tampak dengan
Mikroskop.
A. BAKTERI
CIRI UMUM BAKTERI
 Merupakan organisme prokariotik (tidak memiliki
membran inti)
 Bakteri merupakan organisme uniseluler
 Tidak memiliki pigmen warna klorofil
 Merupakan organisme mikroskopis dengan
diameter rata-rata 0,1-20 µm
 Memiliki bentuk yang beranekaragam
 Hidupnya bersifat kosmopolitan
 Hidup bebas di lingkungan atau bersifat parasit
1. Bentuk bakteri
 Berdasarkan bentuk morfologinya, maka bakteri
dapat dibagi atas 3 golongan yaitu
- Golongan Basil
- Golongan Kokus
- Golongan Spiril
a. Basil (dari Kata Bacillus) : berbentuk serupa tongkat
pendek, silindris. Basil dapat bergandeng –
gandengan panjang, bergandengan dua – dua atau
terlepas satu sama lain. Yang bergandeng –
gandengan panjang disebut streptobasil. Yang dua –
dua disebut diplobasil.
b. Kokus (dari Coccus) adalah bakteri yang
bentuknya serupa bola – bola kecil.
Golongan ini tidak sebanyak golongan
basil. Kokus ada yang bergandeng –
gandengan serupa tali leher, ini disebut
Streptokokus ; ada yang bergandengan
dua-dua, ini disebut diplokokus; ada yang
mengelompok empat, disebut tetrakokus;
kokus yang mengelompok merupakan
suatu untaian/anggur disebut
stafilokokus, sedangkan kokus yang
mengelompok serupa kubus disebut
sarsina.
c. Spiril (spirillum) ialah bakteri yang bengkok atau
berbengkok-bengkok serupa spiral. Golongan ini
merupakan golongan yang paling kecil, jika
dibandingkan dengan golongan kokus maupun
basil.
Bentuk bakteri Keterangan Contoh
Bentuk batang
Monobacillus Berbentuk satu batang tunggal Escherichia coli
Diplobacillus Berbentuk batang yang bergandengan dua-dua Azotobacter
Streptobacillus Berbentuk batang yang bergandengan
memanjang berbentuk rantai
Bacillus anthracis
Bentuk bulat
Monococcus Berbentuk bola tunggal Monococcus sp.
Diplococcus Berbentuk bola bergandengan dua-dua Diplococcus pneumoniae
Streptococcus Berbentuk bola yang bergandengan berbentuk
rantai
Streptococcus lactis
Staphylococcus Berbentuk bola yang berkoloni seperti buah
anggur
Staphylococcus aureus
Sarcina Berbentuk bola yang berkelompok membnetuk
kubus
Sarcina lutein
Bentuk spiral
Spiral Berbentuk spiral Spirillium sp.
Vibrio (coma) Berbentuk koma Vibrio cholerae
Spirocaeta Berbentuk spiral yang dapat bergerak Treponema pallidum
2. Besar kecilnya Bakteri
 Mata biasa tidak dapat melihat bakteri yang
ukurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba
biasanya dinyatakan dalam satuan mikron (µm)
atau mikrometer (µm) , 1 mikron adalah 0,001
mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat
dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun
demikian ada mikroba yang berukuran besar
sehingga dapat dilihat tanpa alat pembesar.
 pada umumnya bakteri itu kecil sekali, sehingga
kita memerlukan mikroskop untuk dapat
mengamatinya.
 Kokus ada yang berdiameter 0,5 µm, ada pula
yang diameternya sampai 2,5 µm. Basil ada yang
lebarnya antara 0,2 sampai 2,0 µm, sedang
panjangnya ada yang 1 sampai 15 µm.
3. ALAT GERAK BAKTERI
 Beberapa bakteri mampu bergerak dengan
menggunakan bulu cambuk atau sering disebut
flagel/flagela.
 Flagel berasal dari kata Flagellum yang berarti
bulu cambuk.
 dari golongan kokus tidak banyak yang dapat
bergerak; mereka yang bergerak mempunyai 1-5
Flagel.
 Dari Golongan spiril banyak yang dapat bergerak
karena mempunyai flagel pada salah satu atau
kedua ujung sel.
 Golongan Basil yang dapat bergerak mempunyai
Flagel yang tersebar baik pada ujung-ujung
maupun pada sisi.
 Berdasarkan letak dan jumlah flagel, bakteri
dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok,
yaitu sebagai berikut:
a. Atrik yaitu bakteri yang tidak memiliki flagel
b. Monotrik yaitu bakteri yang memiliki sebuah
flagel pada satu ujungnya
c. Lofotrik Yaitu bakteri yang pada satu ujungnya
memiliki lebih dari satu flagel
d. Amfitrik yaitu bakteri yang pada kedua ujungnya
memiliki satu buah flagel
e. Peritrik yaitu bakteri yang memiliki flagel pada
seluruh permukaan tubuhnya
 pada umumnya lebar (diameter) flagel itu
kurang dari pada 0,1 µ dan ini hanya dapat
dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron
atau dengan suatu cara perwarnaan yang
khusus.
NUTRISI BAKTERI
 Dengan dasar cara memperoleh makanan,
bakteri dapat dibedakan menjadi dua:
Bakteri heterotrof:yaitu bakteri yang tidak dapat
mensintesis makanannya sendiri. Kebutuhan
makanan tergantung dari mahluk lain. Bakteri
saprofit dan bakteri parasit tergolong bakteri
heterotrof.
 Bakteri autotrof bakteri yang dapat mensistesis
makannya sendiri. Dibedakan menjadi dua yaitu
(1) bakteri fotoautotrof dan (2) bakteri
kemoautotrof.
 Bakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang
memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk
mengubah zat anorganik menjadi zat organik
melalui proses fotosintesis. Contoh bakteri ini
adalah: bakteri hijau, bakteri ungu.
 Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang
menggunakan energi kimia yang diperolehnya
pada saat terjadi perombakan zat kimia dari
molekul yang kompleks menjadi molekul yang
sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh
bakteri ini adalah: Nitrosomonas , Nitrosocoocus,
Nitrobacter

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Pertumbuhan Bakteri
 Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti
perbanyakan sel dan peningkatan ukuran
populasi. Faktor–faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk
pertumbuhan optimum adalah : suhu, derajat
keasaman atau pH, konsentrasi garam, sumber
nutrisi, zat-zat sisa metabolism, dan zat kimia.
PERANAN BAKTERI
 Bakteri mempunyai peranan yang
menguntungkan maupun yang merugikan.
A. Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai
berikut :
- Pembusukan/penguraian sisa-sisa mahluk hidup
contohnya Escherichia colli
- Pembuatan makanan dan minuman hasil
fermentasi contohnya :
 Acetobacter pada pembuatan asam cuka
 Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt
 Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de
coco
 Lactobacillus casei pada pembuatan keju
yoghurt.
 B. Selain banyak terdapat bakteri yang
menguntungkan bagi manusia, ternyata banyak
juga bakteri yang merugikan yaitu sebagai
berikut.
 Pembusukan makanan contohnya Clostridium
botulinum
 Penyebab penyakit pada manusia contohnya :
 Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit
TBC
 Vibrio cholerae penyebab kolera atau muntaber
 Clostridium tetani penyebab penyakit tetanus
 Penyebab penyakit pada hewan
contohnya Bacilluc antrachis penyebab penyakit
antraks pada sapi
 Penyebab penyakit pada tanaman budidaya
contohnya :
- Pseudomonas solanacearum penyebab penyakit
pada tanaman tomat, terong dll.
- Agrobacterium tumafaciens penyebab tumor
pada tumbuhan.
- Salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh
bakteri aeromonas hydrophila mampu
menyerang ikan dan menyebabkan kematian
ikan secara massal dalam waktu singkat.
Make Presentation much more fun

Jamur

  • 1.
    Mikrobiologi Dasar MORFOLOGI DAN BENTUKBAKTERI ELY JOHN KARIMELA, S. Pi
  • 2.
     Nama Bakteriitu berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “ Bakterion” yang berarti tongkat atau batang. Dan sekarang sering disebut/dikenal yaitu sekelompok mikroorganisme yang bersel satu, tidak berklorofil, membelah diri dan ukuranya sangat kecil sehingga hanya tampak dengan Mikroskop. A. BAKTERI
  • 3.
    CIRI UMUM BAKTERI Merupakan organisme prokariotik (tidak memiliki membran inti)  Bakteri merupakan organisme uniseluler  Tidak memiliki pigmen warna klorofil  Merupakan organisme mikroskopis dengan diameter rata-rata 0,1-20 µm  Memiliki bentuk yang beranekaragam  Hidupnya bersifat kosmopolitan  Hidup bebas di lingkungan atau bersifat parasit
  • 4.
    1. Bentuk bakteri Berdasarkan bentuk morfologinya, maka bakteri dapat dibagi atas 3 golongan yaitu - Golongan Basil - Golongan Kokus - Golongan Spiril a. Basil (dari Kata Bacillus) : berbentuk serupa tongkat pendek, silindris. Basil dapat bergandeng – gandengan panjang, bergandengan dua – dua atau terlepas satu sama lain. Yang bergandeng – gandengan panjang disebut streptobasil. Yang dua – dua disebut diplobasil.
  • 5.
    b. Kokus (dariCoccus) adalah bakteri yang bentuknya serupa bola – bola kecil. Golongan ini tidak sebanyak golongan basil. Kokus ada yang bergandeng – gandengan serupa tali leher, ini disebut Streptokokus ; ada yang bergandengan dua-dua, ini disebut diplokokus; ada yang mengelompok empat, disebut tetrakokus; kokus yang mengelompok merupakan suatu untaian/anggur disebut stafilokokus, sedangkan kokus yang mengelompok serupa kubus disebut sarsina.
  • 6.
    c. Spiril (spirillum)ialah bakteri yang bengkok atau berbengkok-bengkok serupa spiral. Golongan ini merupakan golongan yang paling kecil, jika dibandingkan dengan golongan kokus maupun basil.
  • 10.
    Bentuk bakteri KeteranganContoh Bentuk batang Monobacillus Berbentuk satu batang tunggal Escherichia coli Diplobacillus Berbentuk batang yang bergandengan dua-dua Azotobacter Streptobacillus Berbentuk batang yang bergandengan memanjang berbentuk rantai Bacillus anthracis Bentuk bulat Monococcus Berbentuk bola tunggal Monococcus sp. Diplococcus Berbentuk bola bergandengan dua-dua Diplococcus pneumoniae Streptococcus Berbentuk bola yang bergandengan berbentuk rantai Streptococcus lactis Staphylococcus Berbentuk bola yang berkoloni seperti buah anggur Staphylococcus aureus Sarcina Berbentuk bola yang berkelompok membnetuk kubus Sarcina lutein Bentuk spiral Spiral Berbentuk spiral Spirillium sp. Vibrio (coma) Berbentuk koma Vibrio cholerae Spirocaeta Berbentuk spiral yang dapat bergerak Treponema pallidum
  • 13.
    2. Besar kecilnyaBakteri  Mata biasa tidak dapat melihat bakteri yang ukurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam satuan mikron (µm) atau mikrometer (µm) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehingga dapat dilihat tanpa alat pembesar.  pada umumnya bakteri itu kecil sekali, sehingga kita memerlukan mikroskop untuk dapat mengamatinya.
  • 14.
     Kokus adayang berdiameter 0,5 µm, ada pula yang diameternya sampai 2,5 µm. Basil ada yang lebarnya antara 0,2 sampai 2,0 µm, sedang panjangnya ada yang 1 sampai 15 µm. 3. ALAT GERAK BAKTERI  Beberapa bakteri mampu bergerak dengan menggunakan bulu cambuk atau sering disebut flagel/flagela.  Flagel berasal dari kata Flagellum yang berarti bulu cambuk.  dari golongan kokus tidak banyak yang dapat bergerak; mereka yang bergerak mempunyai 1-5 Flagel.
  • 15.
     Dari Golonganspiril banyak yang dapat bergerak karena mempunyai flagel pada salah satu atau kedua ujung sel.  Golongan Basil yang dapat bergerak mempunyai Flagel yang tersebar baik pada ujung-ujung maupun pada sisi.
  • 16.
     Berdasarkan letakdan jumlah flagel, bakteri dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok, yaitu sebagai berikut: a. Atrik yaitu bakteri yang tidak memiliki flagel b. Monotrik yaitu bakteri yang memiliki sebuah flagel pada satu ujungnya c. Lofotrik Yaitu bakteri yang pada satu ujungnya memiliki lebih dari satu flagel d. Amfitrik yaitu bakteri yang pada kedua ujungnya memiliki satu buah flagel e. Peritrik yaitu bakteri yang memiliki flagel pada seluruh permukaan tubuhnya
  • 17.
     pada umumnyalebar (diameter) flagel itu kurang dari pada 0,1 µ dan ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron atau dengan suatu cara perwarnaan yang khusus.
  • 19.
    NUTRISI BAKTERI  Dengandasar cara memperoleh makanan, bakteri dapat dibedakan menjadi dua: Bakteri heterotrof:yaitu bakteri yang tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Kebutuhan makanan tergantung dari mahluk lain. Bakteri saprofit dan bakteri parasit tergolong bakteri heterotrof.  Bakteri autotrof bakteri yang dapat mensistesis makannya sendiri. Dibedakan menjadi dua yaitu (1) bakteri fotoautotrof dan (2) bakteri kemoautotrof.
  • 20.
     Bakteri fotoautrotofyaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau, bakteri ungu.  Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia yang diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan hidrogen. Contoh bakteri ini adalah: Nitrosomonas , Nitrosocoocus, Nitrobacter 
  • 21.
    Faktor-faktor Yang Mempengaruhi PertumbuhanBakteri  Pertumbuhan pada bakteri mempunyai arti perbanyakan sel dan peningkatan ukuran populasi. Faktor–faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri atau kondisi untuk pertumbuhan optimum adalah : suhu, derajat keasaman atau pH, konsentrasi garam, sumber nutrisi, zat-zat sisa metabolism, dan zat kimia.
  • 22.
    PERANAN BAKTERI  Bakterimempunyai peranan yang menguntungkan maupun yang merugikan. A. Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut : - Pembusukan/penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia colli - Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya :  Acetobacter pada pembuatan asam cuka  Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan yoghurt  Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco  Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
  • 23.
     B. Selainbanyak terdapat bakteri yang menguntungkan bagi manusia, ternyata banyak juga bakteri yang merugikan yaitu sebagai berikut.  Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum  Penyebab penyakit pada manusia contohnya :  Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC  Vibrio cholerae penyebab kolera atau muntaber  Clostridium tetani penyebab penyakit tetanus
  • 24.
     Penyebab penyakitpada hewan contohnya Bacilluc antrachis penyebab penyakit antraks pada sapi  Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya : - Pseudomonas solanacearum penyebab penyakit pada tanaman tomat, terong dll. - Agrobacterium tumafaciens penyebab tumor pada tumbuhan. - Salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri aeromonas hydrophila mampu menyerang ikan dan menyebabkan kematian ikan secara massal dalam waktu singkat.
  • 26.