Islam, Pendidikan Karakter & AntiKORUPSI
dipresentasikan oleh
Sarwono Sutikno, Dr.Eng.,CISA,CISSP,CISM,CSX-F
Penasihat KPK 2017-2021
UPI Bandung, Rabu 12 Juni 2019
v01
https://www.linkedin.com/in/SarwonoS/
https://www.pwc.com/gx/en/issues/economy/the-world-in-2050.html
https://www.pwc.com/gx/en/issues/economy/the-world-in-2050.html
INDONESIA
KITA
INDONESIA bumi ciptaan Tuhan dengan keindahan dan kekayaan
alam yang LUAR BIASA.
Pantai Terindah
Gas Alam
Kualitas Terbaik
Hutan Terbaik
Tambang Emas
Terbesar
Batu Bara
Terbaik
Tanah yang Subur
Bagaimana Indonesia MASA DEPAN di dalam MIMPI Kalian?
Menjadi NEGARA MAJU?
Yakin???
Yakin???
Yakin???
Yakin???
Yakin???
Yakin???
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Apa yang Akan Kalian LAKUKAN?
Korupsi dari Sudut Pandang Islam
“ISLAM memandang korupsi sebagai
kejahatan yang serius”
Karena akibat yang ditimbulkan tidak hanya
berdampak terhadap diri pelaku tetapi juga
kepada masyarakat
Oleh karenanya, Islam sangat menekankan
pemeluknya untuk super hati-hati dan
menjaga diri serta keluarganya dari
perbuatan korupsi atau memakan uang hasil
korupsi.
Umar bin Khaththab
“Pemimpin yang Jujur dan Tegas”
Suatu ketika Khalifah Umar kedatangan tamu dari Azerbaijan.
Selesai sholat fajar, beliau menjamu tamunya dengan makanan yang
tersedia : roti & garam
Sesudah makan, khalifah bertanya, “Apa maksud kedatangan Anda
kesini?”, Sang tamu menjawab, “Saya diutus untuk membawakan hadiah
gula-gula khusus buatan Azerbaijan untuk Baginda”.
Khalifah bertanya, “Apakah semua kaum Muslim mendapatkan kiriman
gula-gula ini?” Sang utusan tertegun sejenak, lalu menjawab, “Tidak,
Baginda...gula-gula ini khusus untuk Amirul Mukminin...”
Mendengar perkataan itu, Umar marah sekali dan beliau berkata,”Barang
itu HARAM masuk ke perut ku, kecuali kalau semua kaum Muslim
memakannya juga !, Bawa gula-gula itu, bagikan kepada fakir miskin dan
kamu cepatlah kembali ke negerimu, sampaikan kepada yang mengutus
mu, kalau mengulanginya kembali, akan kupecat dia dari jabatannya!”
KISAH TELADAN 1
KISAH TELADAN 2
Umar bin Abdul Aziz
“Pemimpin yang Sederhana dan Amanah”
Pada suatu waktu Khalifah Umar bin Abdul Aziz saat
menerima tamu di rumah dinasnya, beliau segera
mematikan lampu minyak yang dipakainya tatkala sang
tamu itu membicarakan perihal yang bukan lagi berkaitan
dengan urusan dinas.
Lalu ditanya perihal tindakan tersebut, Umar menjawab :
”Pengadaan minyak pada lampu ini didanai oleh negara,
maka pemanfaatannya sebatas urusan dinas saja”.
Biografi Umar bin Abdul Aziz, Gema Insani Press, 2002
KISAH TELADAN 3
Penggelapan
“HR. Muslim & Abu Daud”
Ibnu Abbas meriwayatkan : “saya diberitahu Umar Ibnul
Khattab, katanya: Ketika usai perang Khaibar, serombongan
sahabat yang menghadap Rasulullah saw mengatakan: si
Fulan syahid, si Fulan syahid sehingga tiba di tempat
seseorang (dan mengatakan): si Fulan ini syahid. Lalu
Rasulullah menjawab: tidak, sekali-kali tidak, sungguh
benar-benar saya lihat dia di neraka karena selembar
burdah yang disembunyikannya”
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta
sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan
yang bathil dan (janganlah) kamu membawa
(urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu
dapat memakan sebagian dari harta benda orang
lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu
mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 188)
“Makan dan minumlah kalian, dan
janganlah berlebih-lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al A`raaf : 31)
“Jika kamu menemui orang yang
melakukan ghulul (penggelapan),
maka bakarlah kekayaannya dan
pukullah dia”
(HR. Abu Dawud dari Umar r.a.)
KORUPSI
DI NEGARA MAYORITAS BERAGAMA
Semenjak tahun 1995, Transparansi Internasional telah menerbitkan Indeks Persepsi
Korupsi (IPK) setiap tahun yang mengurutkan negara-negara di dunia berdasarkan
persepsi (anggapan) publik terhadap korupsi di jabatan publik dan politis, skor
nilai adalah 0 – 100, dengan 0 (nol) paling korup dan 100 (seratus) paling bersih
dari korupsi. Pada tahun 2018 survei mencakup 180 negara. Indonesia berada
pada peringkat 89 dengan nilai indeks 38, berikut adalah score IPK negara-
negara mayoritas penduduk memeluk agama :
- Indonesia (mayoritas Muslim), IPK 38
- Rusia (mayoritas Kristen), IPK 28
- Filipina (mayoritas Katolik), IPK 36
- Thailand (mayoritas Budha), IPK 36
- India (mayoritas Hindu), IPK 41
semuanya berdasarkan IPK termasuk kategori negara korup
Tinggi rendahnya korupsi, tidak begitu terkait
dengan agama secara langsung ???
38
38
28
Kenapa orang melakukan korupsi ?
Niat terkait dengan Perilaku/karakter
TUPOKSI KPK
Pasal 6 UU No. 30 Tahun
2002
Ps. 6c
Ps. 6a
Ps. 6e Ps. 6b
Ps. 6d
PS.12
UU 31/1999 juncto UU 20/2001
Ada 30 jenis tindak pidana korupsi dan pada
dasarnya dapat dikelompokkan menjadi:
2. Suap
3. Gratifikasi
4. Penggelapan
dalam
Jabatan
5. Pemerasan
6. Perbuatan Curang
7. Konflik
Kepentingan
dalam Pengadaan
1. Kerugian
Keuangan
Negara
Melibatkan Aparat Penegak Hukum,
Penyelenggara Negara, dan orang lain
yang ada kaitannya dengan tindak
pidana korupsi;
Mendapat perhatian
yang meresahkan
masyarakat;
Jika menyangkut kerugian negara maka paling
sedikit Nilai Kerugian Keuangan Negara
Rp1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)
(berdasarkan hasil audit Lembaga Audit
BPK/BPKP)
KEWENANGAN PENANGANAN TIPIKOR
Sesuai Pasal 11 UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK :
Jabatan Tersangka Korupsi
2004 - 2018
Es.I/II/III
199
Swasta
238
DPR/DPRD
247
Walkot/
Bupati &
Wakilnya
101
Lainnya
109
Menteri/
Kepala K/L
26
Hakim
22
Gubernur
20
Pengacara
11
Komisioner
7
Jaksa
7
Dubes
4
Korporasi
5
Polisi
4
Sumber: Data Penindakan KPK, Desember 2018
Penanganan Kasus Tipikor 2004 - 2018
PENYUAPAN
PENGADAAN
BARANG/JASA
PENYALAHGUNAAN
ANGGARAN TPPU
PUNGUTAN
564
188
46 31 25
PERIJINAN
MERINTANGI
PROSES KPK
23
10
Jenis Perkara
PEMKAB/
PEMKOT
DPR/DPRD
K/L PEMPROV BUMN/D
KOMISI
(LPND)
321
295
128
67
56
20
Instansi
MudaTapi
Mengapa
Korupsi ?
• Fahd El Fouz (29 tahun)
• WaOde Nurhayati (30
tahun)
• M. FaisalAzwan (31
tahun)
• Eka Dharma Putra (32 tahun)
•Agung Purno Sarjono (35
tahun)
• Muhammad Nazarudin (33
tahun)
Warning
Penindakan
Perbaikan
Sistem
Edukasi dan
Kampanye
Takut Korupsi
Tidak Bisa Korupsi
Tidak Mau Korupsi
STRATEGI PEMBERANTASAN
KORUPSI
+ Peran Serta Masyarakat
PENDIDIKAN ANTIKORUPSI OLEH KPK
Pendidikan Dasar /
Menengah
Pendidikan
Tinggi / Sekolah
Kedinasan
Pendidikan Anak
Usia Dini /
Berbasis Keluarga
Masyarakat Umum
(Private Sector, APH, K/L/O/P,
Community Development,
Sektor Politik, dll)
Pasal 13 huruf C UU KPK
Inisiatif Antikorupsi Perguruan Tinggi
Pendidikan Antikorupsi
Implementasi PAK di kampus
(orientasi mahasiswa baru,
perkuliahan, pembekalan calon
wisudawan)
Kampanye Antikorupsi
Kampanye antikorupsi di lingkungan
kampus baik dalam berbagai media
maupun aktivitas
Kajian / Riset Antikorupsi
Program dan kegiatan kajian/riset
tematik atau pembangunan pusat
kajian antikorupsi
Pengabdian Masyarakat
Mendorong KKN Tematik Antikorupsi
berdasarkan permasalahan lokal
KodeEtikdanPerilakuIntegritasAkademik
Perguruan Tinggi membangun dan
menerapkan kode etik dan perilaku
terkait integritas akademik (anti
plagiat, anti cheating, dll)
Transparansi dan Akuntabilitas
Adanya sistem pengelolaan dana
operasional dalam rangka mencegah
terjadinya tindak pidana korupsi
Akses Pelaporan & Tindak-lanjut
Adanya sistem pelaporan bagi para civitas
akademika dan tindak lanjut dari hasil
pelaporan
Pengendalian Gratifikasi dan Pungli
Adanya sistem pengendalian
gratifikasi dan pungli di
kampus
Implementasi PAK
Kampus akan
mengimplementasi
kan PAK dalam
bentuk yang
menyesuaikan
kondisi masing-
masing.
Pembentukan Pool of
Expert / Expert on Call
Dibentuk guna
memudahkan pelibatan
ahli-ahli dalam
pencegahan dan
pemberantasan korupsi.
Perbaikan Tata Kelola
Perguruan Tinggi
Kampus menerapkan
prinsip-prinsip good and
clean governance.
02 03 0401
Center of
Anticorruption
Movement & Inovation
Kampus akan
melaksanakan
program-program yang
mendorong Gerakan
Antikorupsi
HARAPAN PERAN AKADEMISI
DAN PERGURUAN TINGGI
KOLABORASI KPK BERSAMA AKADEMISI
DAN PERGURUAN PENTING DALAM UPAYA
PEMBERANTASAN KORUPSI
LANGKAH IMPLEMENTASI PAK
PENGEMBANGAN MATERI
DAN KURIKULUM
PENDAMPINGAN DAN
KONSULTASI
ADVOKASI DAN REGULASI
MONITORING DAN EVALUASI
SOSIALISASI DAN CAPACITY
BUILDING
01
02
0304
05 - FGD
- Workshop
- ToT
- Publikasi
REKORNAS PENDIDIKAN ANTIKORUPSI 2018
54
55
BUKU-BUKU PENDIDIKAN ANTI KORUPSI (PAK)
Workbook
Orientasi
Mahasiswa Baru
Buku Panduan
Materi PAK untuk
Perkuliahan
Buku Panduan
Dosen Pengampu
PAK
Buku Panduan
Kampanye Nilai-
Nilai Anti Korupsi
Buku Panduan
Insersi PAK
(dalam proses)
https://acch.kpk.go.id/id/tema/edukasi/buku-antikorupsi
JAGASebuah platform pencegahan korupsi yang
menyediakan informasi publik dan media
bertukar informasi (berita dan forum diskusi)
antara K/L dengan masyarakat.
Informasi yang disajikan meliputi sektor
Pendidikan, Desa dan Kesehatan.
57
Mendorong terciptanya Open Government &
Empowering Citizen antara K/L sebagai penyedia
informasi dan masyarakat sebagai penerima
informasi melalui:
P - Participation
A - Accountability
R - Responsiveness
T - Transparancy
TUJUAN
jaga.id
download:
website:
MASYARAKAT
Pengguna
(penerima
informasi)
Sebagai agent
of Change
KPK
Inisiator dan
pengembang
platform
Sebagai
moderator
Pelibatan Dalam
Platform JAGA
K/L
Walidata
(penyedia
informasi):
Kemdikbud,
Kemkes, BPJS
Kes., Kemdagri,
Kemendes,
Kemenag,
Kemkeu
58
“PENJAGA”
Expert
(komunitas/
instansi) untuk
membantu
merespon
permasalahan
dalam diskusi
59
K/L
(Pemerintah)
User
(Masyarakat)
Data/
Informasi Forum DIskusi
ARSITEKTUR
60
td = d / D
Ket:
td à transparansi
data lembaga
d à data yg
diberikan/dibuka
oleh K/L
berdasarkan
kebutuhan jenis
data Jaga
D à jumlah jenis
data yg dibutuhkan
Jaga
T = Σtd / L
Ket:
T à transparansi
dalam scope Jaga
Σtd à jumlah
keseluruhan
transparansi data
lembaga
L à jumlah lembaga
dalam scope Jaga
Transparansi Data
Lembaga
Transparansi dalam
Scope JAGA
PENGUKURAN TRANSPARANSI
P = F / A
Ket:
P à partisipasi dalam scope Jaga
dalam satuan waktu
F à jumlah feedback (cerita, aduan,
komentar) yang diupload di Jaga
A à jumlah akun user yang
terdaftar di Jaga
Tingkat Partisipasi User JAGA
PENGUKURAN PARTISIPASI
Keterangan:
Box 1 = Situasi yg dapat diterima
Box 2 & 3 = Situasi yg diharapkan
Box 4 = Situasi yg tidak diharapkan
K/L/Pemda
Sharing data/ informasi Aksi
Masyarakat/
User
Sharing data/
informasi
Box 1:
K/L/Pemda dan Masyarakat
saling share data/informasi
Box 2:
Masyarakat menyediakan
feedback; K/L/Pemda
bergerak atas dasar feedback
tsb.
Aksi
Box 3:
K/L/Pemda menyediakan
data/informasi; masyarakat
bergerak atas dasar informasi
tsb.
Box 4:
Tidak ada data/informasi yg
di-share, masing-masing pihak
bergerak atas dasar persepsi
sendiri
PENGUKURAN AKUNTABILITAS
62
R = B / F
Ket:
R à responsivitas
dalam scope Jaga
dalam satuan waktu
B à jumlah balasan
dari K/L/Pemda
terhadap feedback
(cerita, aduan,
komentar) yang
diupload di Jaga
F à jumlah feedback
(cerita, aduan,
komentar) yang
diupload di Jaga
Tingkat Respon
K/L dalam JAGA
PENGUKURAN RESPONSIVITAS
K = ΣS / B
Ket:
K à kecepatan respon
K/L/Pemda (dalam jam)
ΣS à jumlah selisih waktu
balasan dari K/L/Pemda
dengan waktu feedback yang
diupload di Jaga (dalam jam)
B à jumlah balasan dari
K/L/Pemda terhadap feedback
(cerita, aduan, komentar)
yang diupload di Jaga
Kecepatan Respon K/L
K (JAM) TINGKAT KECEPATAN
RESPON
1 x 24 Cepat
3 x 24 Normal
> 3 x 24 Lambat
Terima Kasih
Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Korupsi:
Direktorat Pengaduan Masyarakat
PO BOX 575 Jakarta 10120
Telp: (021) 2557 8389
Faks: (021) 5289 2454
SMS: 08558 575 575, 0811 959 575
Email: pengaduan@kpk.go.id
Pelaporan Gratifikasi:
Direktorat Gratifikasi
Telp: (021) 2557 8440
Email: pelaporan.gratifikasi@kpk.go.id
Pelayanan Informasi Publik:
Hubungan Masyarakat:
Telp: (021) 2557 8498
Faks: (021) 5290 5592
Email: informasi@kpk.go.id
Informasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara
Negara (LHKPN):
Direktorat LHKPN
Telp: (021) 2557 8396
Email :informasi.lhkpn@kpk.go.id

Islam, pendidikan karakter & antikorupsi mod won v02

  • 1.
    Islam, Pendidikan Karakter& AntiKORUPSI dipresentasikan oleh Sarwono Sutikno, Dr.Eng.,CISA,CISSP,CISM,CSX-F Penasihat KPK 2017-2021 UPI Bandung, Rabu 12 Juni 2019 v01
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 6.
  • 7.
    INDONESIA bumi ciptaanTuhan dengan keindahan dan kekayaan alam yang LUAR BIASA. Pantai Terindah Gas Alam Kualitas Terbaik Hutan Terbaik Tambang Emas Terbesar Batu Bara Terbaik Tanah yang Subur
  • 8.
    Bagaimana Indonesia MASADEPAN di dalam MIMPI Kalian?
  • 9.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    Apa yang BisaKita Lakukan?
  • 17.
    Apa yang BisaKita Lakukan?
  • 18.
    Apa yang BisaKita Lakukan?
  • 19.
    Apa yang BisaKita Lakukan?
  • 20.
    Apa yang AkanKalian LAKUKAN?
  • 29.
    Korupsi dari SudutPandang Islam “ISLAM memandang korupsi sebagai kejahatan yang serius” Karena akibat yang ditimbulkan tidak hanya berdampak terhadap diri pelaku tetapi juga kepada masyarakat Oleh karenanya, Islam sangat menekankan pemeluknya untuk super hati-hati dan menjaga diri serta keluarganya dari perbuatan korupsi atau memakan uang hasil korupsi.
  • 30.
    Umar bin Khaththab “Pemimpinyang Jujur dan Tegas” Suatu ketika Khalifah Umar kedatangan tamu dari Azerbaijan. Selesai sholat fajar, beliau menjamu tamunya dengan makanan yang tersedia : roti & garam Sesudah makan, khalifah bertanya, “Apa maksud kedatangan Anda kesini?”, Sang tamu menjawab, “Saya diutus untuk membawakan hadiah gula-gula khusus buatan Azerbaijan untuk Baginda”. Khalifah bertanya, “Apakah semua kaum Muslim mendapatkan kiriman gula-gula ini?” Sang utusan tertegun sejenak, lalu menjawab, “Tidak, Baginda...gula-gula ini khusus untuk Amirul Mukminin...” Mendengar perkataan itu, Umar marah sekali dan beliau berkata,”Barang itu HARAM masuk ke perut ku, kecuali kalau semua kaum Muslim memakannya juga !, Bawa gula-gula itu, bagikan kepada fakir miskin dan kamu cepatlah kembali ke negerimu, sampaikan kepada yang mengutus mu, kalau mengulanginya kembali, akan kupecat dia dari jabatannya!” KISAH TELADAN 1
  • 31.
    KISAH TELADAN 2 Umarbin Abdul Aziz “Pemimpin yang Sederhana dan Amanah” Pada suatu waktu Khalifah Umar bin Abdul Aziz saat menerima tamu di rumah dinasnya, beliau segera mematikan lampu minyak yang dipakainya tatkala sang tamu itu membicarakan perihal yang bukan lagi berkaitan dengan urusan dinas. Lalu ditanya perihal tindakan tersebut, Umar menjawab : ”Pengadaan minyak pada lampu ini didanai oleh negara, maka pemanfaatannya sebatas urusan dinas saja”. Biografi Umar bin Abdul Aziz, Gema Insani Press, 2002
  • 32.
    KISAH TELADAN 3 Penggelapan “HR.Muslim & Abu Daud” Ibnu Abbas meriwayatkan : “saya diberitahu Umar Ibnul Khattab, katanya: Ketika usai perang Khaibar, serombongan sahabat yang menghadap Rasulullah saw mengatakan: si Fulan syahid, si Fulan syahid sehingga tiba di tempat seseorang (dan mengatakan): si Fulan ini syahid. Lalu Rasulullah menjawab: tidak, sekali-kali tidak, sungguh benar-benar saya lihat dia di neraka karena selembar burdah yang disembunyikannya”
  • 34.
    “Dan janganlah sebagiankamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188)
  • 35.
    “Makan dan minumlahkalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A`raaf : 31)
  • 36.
    “Jika kamu menemuiorang yang melakukan ghulul (penggelapan), maka bakarlah kekayaannya dan pukullah dia” (HR. Abu Dawud dari Umar r.a.)
  • 37.
    KORUPSI DI NEGARA MAYORITASBERAGAMA Semenjak tahun 1995, Transparansi Internasional telah menerbitkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) setiap tahun yang mengurutkan negara-negara di dunia berdasarkan persepsi (anggapan) publik terhadap korupsi di jabatan publik dan politis, skor nilai adalah 0 – 100, dengan 0 (nol) paling korup dan 100 (seratus) paling bersih dari korupsi. Pada tahun 2018 survei mencakup 180 negara. Indonesia berada pada peringkat 89 dengan nilai indeks 38, berikut adalah score IPK negara- negara mayoritas penduduk memeluk agama : - Indonesia (mayoritas Muslim), IPK 38 - Rusia (mayoritas Kristen), IPK 28 - Filipina (mayoritas Katolik), IPK 36 - Thailand (mayoritas Budha), IPK 36 - India (mayoritas Hindu), IPK 41 semuanya berdasarkan IPK termasuk kategori negara korup Tinggi rendahnya korupsi, tidak begitu terkait dengan agama secara langsung ???
  • 38.
  • 39.
  • 40.
    Niat terkait denganPerilaku/karakter
  • 41.
    TUPOKSI KPK Pasal 6UU No. 30 Tahun 2002 Ps. 6c Ps. 6a Ps. 6e Ps. 6b Ps. 6d PS.12
  • 42.
    UU 31/1999 junctoUU 20/2001 Ada 30 jenis tindak pidana korupsi dan pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi: 2. Suap 3. Gratifikasi 4. Penggelapan dalam Jabatan 5. Pemerasan 6. Perbuatan Curang 7. Konflik Kepentingan dalam Pengadaan 1. Kerugian Keuangan Negara
  • 43.
    Melibatkan Aparat PenegakHukum, Penyelenggara Negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi; Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; Jika menyangkut kerugian negara maka paling sedikit Nilai Kerugian Keuangan Negara Rp1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) (berdasarkan hasil audit Lembaga Audit BPK/BPKP) KEWENANGAN PENANGANAN TIPIKOR Sesuai Pasal 11 UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK :
  • 44.
    Jabatan Tersangka Korupsi 2004- 2018 Es.I/II/III 199 Swasta 238 DPR/DPRD 247 Walkot/ Bupati & Wakilnya 101 Lainnya 109 Menteri/ Kepala K/L 26 Hakim 22 Gubernur 20 Pengacara 11 Komisioner 7 Jaksa 7 Dubes 4 Korporasi 5 Polisi 4 Sumber: Data Penindakan KPK, Desember 2018
  • 45.
    Penanganan Kasus Tipikor2004 - 2018 PENYUAPAN PENGADAAN BARANG/JASA PENYALAHGUNAAN ANGGARAN TPPU PUNGUTAN 564 188 46 31 25 PERIJINAN MERINTANGI PROSES KPK 23 10 Jenis Perkara PEMKAB/ PEMKOT DPR/DPRD K/L PEMPROV BUMN/D KOMISI (LPND) 321 295 128 67 56 20 Instansi
  • 46.
    MudaTapi Mengapa Korupsi ? • FahdEl Fouz (29 tahun) • WaOde Nurhayati (30 tahun) • M. FaisalAzwan (31 tahun) • Eka Dharma Putra (32 tahun) •Agung Purno Sarjono (35 tahun) • Muhammad Nazarudin (33 tahun) Warning
  • 47.
    Penindakan Perbaikan Sistem Edukasi dan Kampanye Takut Korupsi TidakBisa Korupsi Tidak Mau Korupsi STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI + Peran Serta Masyarakat
  • 48.
    PENDIDIKAN ANTIKORUPSI OLEHKPK Pendidikan Dasar / Menengah Pendidikan Tinggi / Sekolah Kedinasan Pendidikan Anak Usia Dini / Berbasis Keluarga Masyarakat Umum (Private Sector, APH, K/L/O/P, Community Development, Sektor Politik, dll) Pasal 13 huruf C UU KPK
  • 49.
    Inisiatif Antikorupsi PerguruanTinggi Pendidikan Antikorupsi Implementasi PAK di kampus (orientasi mahasiswa baru, perkuliahan, pembekalan calon wisudawan) Kampanye Antikorupsi Kampanye antikorupsi di lingkungan kampus baik dalam berbagai media maupun aktivitas Kajian / Riset Antikorupsi Program dan kegiatan kajian/riset tematik atau pembangunan pusat kajian antikorupsi Pengabdian Masyarakat Mendorong KKN Tematik Antikorupsi berdasarkan permasalahan lokal KodeEtikdanPerilakuIntegritasAkademik Perguruan Tinggi membangun dan menerapkan kode etik dan perilaku terkait integritas akademik (anti plagiat, anti cheating, dll) Transparansi dan Akuntabilitas Adanya sistem pengelolaan dana operasional dalam rangka mencegah terjadinya tindak pidana korupsi Akses Pelaporan & Tindak-lanjut Adanya sistem pelaporan bagi para civitas akademika dan tindak lanjut dari hasil pelaporan Pengendalian Gratifikasi dan Pungli Adanya sistem pengendalian gratifikasi dan pungli di kampus
  • 50.
    Implementasi PAK Kampus akan mengimplementasi kanPAK dalam bentuk yang menyesuaikan kondisi masing- masing. Pembentukan Pool of Expert / Expert on Call Dibentuk guna memudahkan pelibatan ahli-ahli dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Perbaikan Tata Kelola Perguruan Tinggi Kampus menerapkan prinsip-prinsip good and clean governance. 02 03 0401 Center of Anticorruption Movement & Inovation Kampus akan melaksanakan program-program yang mendorong Gerakan Antikorupsi HARAPAN PERAN AKADEMISI DAN PERGURUAN TINGGI
  • 51.
    KOLABORASI KPK BERSAMAAKADEMISI DAN PERGURUAN PENTING DALAM UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI
  • 52.
    LANGKAH IMPLEMENTASI PAK PENGEMBANGANMATERI DAN KURIKULUM PENDAMPINGAN DAN KONSULTASI ADVOKASI DAN REGULASI MONITORING DAN EVALUASI SOSIALISASI DAN CAPACITY BUILDING 01 02 0304 05 - FGD - Workshop - ToT - Publikasi
  • 53.
  • 54.
  • 55.
  • 56.
    BUKU-BUKU PENDIDIKAN ANTIKORUPSI (PAK) Workbook Orientasi Mahasiswa Baru Buku Panduan Materi PAK untuk Perkuliahan Buku Panduan Dosen Pengampu PAK Buku Panduan Kampanye Nilai- Nilai Anti Korupsi Buku Panduan Insersi PAK (dalam proses) https://acch.kpk.go.id/id/tema/edukasi/buku-antikorupsi
  • 57.
    JAGASebuah platform pencegahankorupsi yang menyediakan informasi publik dan media bertukar informasi (berita dan forum diskusi) antara K/L dengan masyarakat. Informasi yang disajikan meliputi sektor Pendidikan, Desa dan Kesehatan. 57 Mendorong terciptanya Open Government & Empowering Citizen antara K/L sebagai penyedia informasi dan masyarakat sebagai penerima informasi melalui: P - Participation A - Accountability R - Responsiveness T - Transparancy TUJUAN jaga.id download: website:
  • 58.
    MASYARAKAT Pengguna (penerima informasi) Sebagai agent of Change KPK Inisiatordan pengembang platform Sebagai moderator Pelibatan Dalam Platform JAGA K/L Walidata (penyedia informasi): Kemdikbud, Kemkes, BPJS Kes., Kemdagri, Kemendes, Kemenag, Kemkeu 58 “PENJAGA” Expert (komunitas/ instansi) untuk membantu merespon permasalahan dalam diskusi
  • 59.
  • 60.
    60 td = d/ D Ket: td à transparansi data lembaga d à data yg diberikan/dibuka oleh K/L berdasarkan kebutuhan jenis data Jaga D à jumlah jenis data yg dibutuhkan Jaga T = Σtd / L Ket: T à transparansi dalam scope Jaga Σtd à jumlah keseluruhan transparansi data lembaga L à jumlah lembaga dalam scope Jaga Transparansi Data Lembaga Transparansi dalam Scope JAGA PENGUKURAN TRANSPARANSI P = F / A Ket: P à partisipasi dalam scope Jaga dalam satuan waktu F à jumlah feedback (cerita, aduan, komentar) yang diupload di Jaga A à jumlah akun user yang terdaftar di Jaga Tingkat Partisipasi User JAGA PENGUKURAN PARTISIPASI
  • 61.
    Keterangan: Box 1 =Situasi yg dapat diterima Box 2 & 3 = Situasi yg diharapkan Box 4 = Situasi yg tidak diharapkan K/L/Pemda Sharing data/ informasi Aksi Masyarakat/ User Sharing data/ informasi Box 1: K/L/Pemda dan Masyarakat saling share data/informasi Box 2: Masyarakat menyediakan feedback; K/L/Pemda bergerak atas dasar feedback tsb. Aksi Box 3: K/L/Pemda menyediakan data/informasi; masyarakat bergerak atas dasar informasi tsb. Box 4: Tidak ada data/informasi yg di-share, masing-masing pihak bergerak atas dasar persepsi sendiri PENGUKURAN AKUNTABILITAS
  • 62.
    62 R = B/ F Ket: R à responsivitas dalam scope Jaga dalam satuan waktu B à jumlah balasan dari K/L/Pemda terhadap feedback (cerita, aduan, komentar) yang diupload di Jaga F à jumlah feedback (cerita, aduan, komentar) yang diupload di Jaga Tingkat Respon K/L dalam JAGA PENGUKURAN RESPONSIVITAS K = ΣS / B Ket: K à kecepatan respon K/L/Pemda (dalam jam) ΣS à jumlah selisih waktu balasan dari K/L/Pemda dengan waktu feedback yang diupload di Jaga (dalam jam) B à jumlah balasan dari K/L/Pemda terhadap feedback (cerita, aduan, komentar) yang diupload di Jaga Kecepatan Respon K/L K (JAM) TINGKAT KECEPATAN RESPON 1 x 24 Cepat 3 x 24 Normal > 3 x 24 Lambat
  • 63.
    Terima Kasih Pengaduan DugaanTindak Pidana Korupsi: Direktorat Pengaduan Masyarakat PO BOX 575 Jakarta 10120 Telp: (021) 2557 8389 Faks: (021) 5289 2454 SMS: 08558 575 575, 0811 959 575 Email: pengaduan@kpk.go.id Pelaporan Gratifikasi: Direktorat Gratifikasi Telp: (021) 2557 8440 Email: pelaporan.gratifikasi@kpk.go.id Pelayanan Informasi Publik: Hubungan Masyarakat: Telp: (021) 2557 8498 Faks: (021) 5290 5592 Email: informasi@kpk.go.id Informasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN): Direktorat LHKPN Telp: (021) 2557 8396 Email :informasi.lhkpn@kpk.go.id