ANTIANTI
KORUPSIKORUPSI
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
F K K T
I N T E G R I T A S
M
A R L N
I K
N M
E
Menurun :
1) Daya dorong untuk melakukan sesuatu
terbaik dalam hidup
2) Prinsip yang dianut untuk membedakan
yang benar dan yang salah
3) Bukti nyata
4) Tidak mudah menyerah terhadap godaan
5) Supaya banyak orang maka integritas
harus di........................
6) Supaya banyak orang tertarik, maka
integritas harus di ..............
7) Supaya integritas mudah menjadi
kenyataan maka harus menjadi ...............
8) Upaya untuk tetap menjaga agar tetap
selalu berintegritas
9) Sebutan untuk orang yang diikuti karena
telah beritegritas
10) Agar kontrol integritas dapat efektif
TTM (TEKA-TEKI MENURUN) INTEGRITAS
3
Korupsi sebuah perilaku menyimpang dari nilai-nilai
dan norma, apalagi ditinjau dari sisi agama sebuah
perbuatan dosa, mengambil hak orang lain dan
menguntungkan diri sendiri, serta merugikan
rakyat banyak, atau bangsa dan negara.
Korupsi itu sebenarnya bukanlah penyebab awal terjadinya krisis, tapi
penyebab utamanya adalah kemerosotan akhlak yang
telah melampaui batas. Akhlak yang telah rusak parah
itulah yang menyebabkan seorang melakukan korupsi.
4
Kemerosotan akhlak itu tentu juga ada penyebabnya,
secara teoritis disebabkan karena lemahnya keimanan
kepada Tuhan.
Sebagai lembaga mempersiapkan sumber daya aparatur
semestinya mendasain dan program penanaman nilai-
nilai anti korupsi dan pendidikan akhlak dilingkungan
Kementerian Kesehatan melalui program kediklatan di
balai-balai diklat kesehatan
5
Mengapa korupsi timbul danMengapa korupsi timbul dan
berkembang demikian masifberkembang demikian masif
di sebuah negara dan tidak didi sebuah negara dan tidak di
negara lain?negara lain?
Korupsi = kanker ganas yang kronisKorupsi = kanker ganas yang kronis
& akut& akut menggerogoti perekonomianmenggerogoti perekonomian
negara secara perlahan, namun pastinegara secara perlahan, namun pasti
6
KONSEP
KORUPSI
Tujuan
Pembelajaran
Umum
Setelah
mendapatkan materi
ini, peserta latih
mampu memahami
anti korupsi di lingan
kerjanya.
Tujuan Pembelajaran
Khusus
Setelah mengikuti materi ini,
peserta latih mampu :
Menjelaskan tentang
konsep korupsi
Menjelaskan Konsep anti
korupsi
Menjelaskan upaya
pencegahan & pemberantasan
korupsi
Tata cara pelaporan dugaan
pelanggaran TPK
 Gratifikasi
 Kasus-kasus korupsi
POKOK
BAHASAN
• Pokok Bahasan 1. Konsep Korupsi
- Definisi Korupsi
- Ciri-ciri Korupsi
- Bentuk / Jenis Korupsi
- Penyebab Korupsi
- Dasar hukum
• Pokok Bahasan 2. Konsep Anti Korupsi
– Anti Korupsi
– Nilai-nilai Anti Korupsi
– Prinsip-prinsip Anti Korupsi
POKOK
BAHASAN
• Pokok Bahasan 3. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan
Korupsi
- Upaya Pencegahan Korupsi
- Upaya Pemberantasan Korupsi
- Strategi Komunikasi Anti Korupsi
• Pokok Bahasan 4. Tata cara pelaporan dugaan
pelanggaran TPK
– Laporan
– Pengaduan
– Tata Cara Penyampaian Pengaduan
• Pokok Bahasan 5. Gratifikasi
• Kasus-kasus Korupsi
Apakah
korupsi
itu???
13
APA ITU
KORUPSI
14
KORUPSI
Pengertian
Perilaku pejabat publik, baik politisi maupun
pegawai negeri, yang secara tidak wajar
dan tidak legal memperkaya diri atau
memperkaya mereka yang dekat
dengannya, dengan menyalahgunakan
kekuasaan publik yang dipercayakan
kepada mereka.
15
Latin : corruptio  corrumpere (FA,
1951)
corruptus (WSD, 1960)
Inggris : corruption, corrupt
Perancis : corruption
Belanda : corruptic/korruptie
Indonesia : korupsi (Hamzah, 2005)
Korupsi ???
1.kejahatan,
2.kebusukan,
3.dapat disuap,
4.tidakbermoral,
5.kebejatandanketidakjujuran
6.perbuatanyangburukseperti penggelapan
uang, penerimaanuangsogok, dansebagainya
(Poerwadarminta, 1976)
UU No.31 Tahun 1999 jo UUNo. 20 Tahun 2001 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang termasuk
dalam tindak pidana korupsi adalah: 
Setiaporangyangdikategorikanmelawanhukum, melakukan
perbuatanmemperkayadiri sendiri, menguntungkandiri
sendiri atauoranglainatau suatu
korporasi, menyalahgunakankewenanganmaupun
kesempatanatausaranayangada padanyakarena
jabatanataukedudukan yang dapat merugikan
keuangannegaraatau perekonomiannegara.
Berperilaku dan berbudaya
antikorupsi
Apa saja ciri-ciri
korupsi ?
Ciri-ciri korupsi :
1. Dilakukan lebih dari satu orang
2. Merahasiakan motif, ada keuntungan yang ingin diraih
3. Berhubungan dengan kekuasaan /kewenangan tertentu
4. Berlindung dibalikkebenaran hukum
5. Melanggarkaidah kejujuran
6. Mengkhianati kepercayaan
22
.
Bentuk Korupsi
1. Kerugian keuangan negara
2. Suap menyuap
3. Penggelapan dalam jabatan
4. Pemerasan
5. Perbuatan curang
6. Benturan kepentingan dalam pengadaan
7. Gratifikasi
23
.
1. Materi Benefit
Penyimpangan kekuasaan untuk
mendapatkan keuntungan material baik
bagi dirinya sendiri /orang lain
2. Penyalahgunaan kekuasaan
Korupsi tingkat menengah yang sering
dilakukan melalaui struktur kekuasaan,
baik pada tingkat negara maupun
lembaga2 struktural.
2. Pengkhianatan terhadap
kepercayaan
Tingkatan Korupsi
24
FILM KEKAYAAN NEGERIKU
25
“Pelajaran apa
yang dapat ditarik
dari film tersebut?”
26
A. Dampak
perilaku
dantindak
pidana
korupsi
Perbuatan korupsi dalam
kehidupan luas berdampak
• Negara korup harus membayar biaya hutang yang
lebih besar.
• Harga infrastruktur lebih tinggi.
• Tingkat korupsi yang tinggi meningkatkan ketimpangan
pendapatan dan kemiskinan.
• Korupsi menurunkan investasi dan karenanya
menurunkan pertumbuha ekonomi.
• Persepsi korupsi memiliki dampak yang kuat dan
negatis terhadap arus unvestasi asing.
• Negara-negara yang dianggap memiliki tingkat korupsi
yang relatif rendah selalu menarik investasi lebih
banyak daripada negara rentan korupsi.
•Pribadi
•Keluarga
•Masyarakat
•Dalam kehiidupan lebih luas
Diskusikan dampak dari KORUPSI
bersama Kelompok selama 10
menit
1. ..............................................................................................................
..
2. ..............................................................................................................
..
3. ..............................................................................................................
..
4. ..............................................................................................................
..
5. ..............................................................................................................
..
6. ..............................................................................................................
..
7. ..............................................................................................................
Faktor
PENYEBAB
PENYEBAB
KORUPSIKORUPSI
32
MENGAPA
KORUPSI
TERJADI?
NIAT KESEMPATAN
PERILAKU,
NILAI-
NILAI/MORAL
KELEMAHAN
Sistem
KORUPSI 33
PENYALAHGUNAAN
KEKUASAAN/
WEWENANG
PENEGAK
AN HUKUM
TIDAK
KONSISTE
N
LANGKANYA
LINGKUNGA
N ANTI
KORUP
RENDAHNYA
PENDAPATAN
34
KEMISKINAN
&
KESERAKAHA
N
TIDAK ADA
EFEK JERA
KEUNTUNGA
N
KORUPSI
BUDAYA
MEMBERI
UPETI &
HADIAH
35
1.Identifikasi tindakan Korupsi yang sering
dilakukan di tempat kerja
2.Identifikasi tindakan tidak Korupsi
DISKUSI KELOMPOK..... lagi
36
37
.
1. Penegakan hukum tidak konsisten
2. Penyalahgunaan wewenang/kekuasaan
3. Langkanya lingkungan yang antikorupsi/
slogan saja
4. Rendahnya pendapatan penyelenggara
negara
5. Kemiskinan, keserakahan
6. Budaya memberi upeti, imbalan , jasa atau
hadiah
7. Tidak ada efek jera karena hukumanlebih
ringan daripada keuntungan yang didapat
8. Budaya permisif/ serba membolehkan, tidak
mau tahu
Faktor Penyebab Korupsi
FAKTOR
INTERNAL
39
.
1. UUD 1945 Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20
ayat (1)
2. UU no.3 th 1971 tentang PTPK
3. Ketetapan MPR RI no.11 Tahun 1998
tetang Penyelenggaraan pemerintahan
bersih dan bebas KKN
4. UU no.28 Tahun 1999 tentang
Penyelenggaraan negara yang bebas dari
KKN
5. UU no.31 Tahun 1999 tentang PTPK
Dasar Hukum
40
.
Kebijakan untuk
mencegah dan
menghilangkan peluang
bagi berkembangnya
korupsi
ANTI KORUPSI :
Jujur
Disiplin
Tanggungjawab
Adil
Berani
Peduli
Nilai-nilai AntikorupsiNilai-nilai Antikorupsi
Disingkat menjadi:
JuPe ManDi TangKer SeBeDil
Kerja keras
Sederhana
Mandiri
Prinsip-prinsip
anti-korupsi
43
BERBAGAI UPAYA PENCEGAHAN YANG
SAAT INI TENGAH DILAKSANAKAN
1. Pembentukan lembaga Anti Korupsi
44
1). KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI
BERDIRI KOKOH SEJAK 2003
MELAKUKAN STRATEGI PENCEGAHAN BERUPA
PERBAIKAN SISTEM, EDUKASI DAN KAMPANYE
PEMBENAHAN TERUTAMA DI JANTUNG
PENEGAKAN HUKUM : KEJAKSAAN, KEPOLISIAN,
PENGADILAN, LEMBAGA PEMASYARAKATAN
KPK JUGA MELAKUKAN KAJIAN SISTEM DAN
KEBIJAKAN DI KEMENTERIAN DAN LEMBAGA
DLMRANGKA MENGIDENTIFIKASI KELEMAHAN
SISTEM YG POTENSI KORUPSI
45
 KPK MELAKUKAN EDUKASI DAN KAMPANYE
 EDUKASI  MEMBANGUN PERILAKU ANTI
KORUPSI
 KAMPANYE  MENINGKATKAN PEMAHAMAN
MASYARAKAT MENGENAIKORUPSI DAN
DAMPAKBURUKNYA SEHINGGA TUMBUH BENIH
ANTIKORUPSI DAN PERLAWANAN TERHADAP
KORUPSI
46
47
2). Lembaga Ombudsman
48
Lembaga Ombudsman ?
PENYEDIA SARANA BAGI
MASYARAKAT YANG HENDAK
MENGADUKAN APA YANG
DILAKUKAN LEMBAGA
PEMERINTAH DAN PEGAWAINYA
49
3 Pada tingkat kementerian
ditingkatkan kinerja lembaga
Inspektorat Jenderal
Reformasi birokrasi dan
reformasi pelayanan publik
penting dibenahi sehingga tidak
memberi peluang untuk
melakukan pungutan liar
50
2. PENCEGAHAN KORUPSI DI SEKTOR PUBLIK
51
 Mewajibkan semua pejabat publik untuk
mengumumkan dan melaporkan kekayaan
yang dimilikinya baik sebelum maupun
sesudah menjabat.
 Penyelenggara negara wajib melaporkan
harta kekayaannya, antara lain ketika
dimutasi,mulai melaksanakan jabatan baru
atau pensiun.
2. PENCEGAHAN KORUPSI DI SEKTOR PUBLIK
52
Khusus untuk mengontrol pengadaan
barang dan jasa oleh publik maka lelang
harus terbuka kepada publik.
Masyarakat harus punya otoritas untuk
mengakses,memantau proses dan hasil
pelelangan. Untuk itu saat ini telah
dilakukan lelang dengan menggunakan
Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
2. PENCEGAHAN KORUPSI DI SEKTOR PUBLIK
STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERANTASAN KORUPSI
54
KEMENTERIAN KESEHATAN RI 6Upaya Pemberantasan Korupsi
• Adanya Regulasi
- ( Kepmenkes no.232 tahun 2013)
- Penyusunan dan sosialisasi buku ttg gratifkasi
• Perbaikan Sistem
- Memperbaiki peraturan perundang2an
- Memperbaiki cara kerja
pemerintahan/birokrasi
• Perbaikan Manusia ( Peran Keluarga )
- Pencegahan korupsi sejak dini
- Memperbaiki moral manusia sebagai umat
beriman, sebangi bangsa
CARA PENANGGULANGAN KORUPSI
55
KEMENTERIAN KESEHATAN RI 6Upaya Pemberantasan Korupsi
• Adanya Regulasi
- ( Kepmenkes no.232 tahun 2013)
- Penyusunan dan sosialisasi buku ttg gratifkasi
• Perbaikan Sistem
- Memperbaiki peraturan perundang2an
- Memperbaiki cara kerja
pemerintahan/birokrasi
• Perbaikan Manusia ( Peran Keluarga )
- Pencegahan korupsi sejak dini
- Memperbaiki moral manusia sebagai umat
beriman, sebangi bangsa
GRATIFIKASI
56
1. Menurut UU no.31 tahun 1999 jo UU no.20
Tahun 2001 Tentang PTPK
Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas,
yaitu pemberian uang, barang, discount,
pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan,
fasilitas penginapan, perjalanan wisata, dll.
CONTOH GRATIFIKASI
57
KEMENTERIAN KESEHATAN RI 6Upaya Pemberantasan Korupsi
1. Seorang pejabat negara menerima uang
terima kasih dari pemenang lelang
2. Suami/istri/anak pejabat memperoleh voucher
belanja/ tamasya gratis dalam/luar negeri dari
mitra bisnis istri/suaminya.
3. Pemberian hadiah-hadiah pada event2
tertentu ( bingkisan hari raya ),
4. Seorang petugas perizinan memperoleh uang
terima kasih dari pemohon izin yang sudah
dilayani
CONTOH GRATIFIKASI
58
KEMENTERIAN KESEHATAN RI 6Upaya Pemberantasan Korupsi
1. Seorang pejabat negara menerima uang
terima kasih dari pemenang lelang
2. Suami/istri/anak pejabat memperoleh voucher
belanja/ tamasya gratis dalam/luar negeri dari
mitra bisnis istri/suaminya.
3. Pemberian hadiah-hadiah pada event2
tertentu ( bingkisan hari raya ),
4. Seorang petugas perizinan memperoleh uang
terima kasih dari pemohon izin yang sudah
dilayani .
3 ASPEK HUKUM GRATIFIKASI
59
KEMENTERIAN KESEHATAN RI 6Upaya Pemberantasan Korupsi
1. Dasar hukum
UU no.30 th.2002, UU no.20 th.2001
2. Subjek hukum
Penyelenggara negara & PNS
3. Objek hukum
- Uang
- Barang
- Fasilitas
KORUPSI BERDASARKAN PELAKU
Jabatan 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Jumlah
Anggota DPR &
DPRD
0 0 0 2 7 8 27 5 16 8 73
Kepala
Lembaga/
Kementerian
0 1 1 0 1 1 2 0 1 4 11
Duta Besar 0 0 0 2 1 0 1 0 0 0 4
Komisioner 0 3 2 1 1 0 0 0 0 0 7
Gubernur 1 0 2 0 2 2 1 0 0 2 10
Walikota/Bupati
dan
Wakil
0 0 3 7 5 5 4 4 4 3 35
Eselon I, II dan
III
2 9 15 10 22 14 12 15 8 7 114
Hakim 0 0 0 0 0 0 1 2 2 3 8
Swasta 1 4 5 3 12 11 8 10 16 24 94
*Data periode 2004-2013 ( s.d. 30 Desember 2013)
*Data periode 2004-2013 ( s.d. 30 Desember 2013)
Perkara 20
04
20
05
20
06
20
07
20
08
20
09
20
10
20
11
20
12
20
13
Jml
Pengadaan
Barang/Jasa
2 12 8 14 18 16 16 10 8 9 113
Perizinan 0 0 5 1 3 1 0 0 0 3 13
Penyuapan 0 7 2 4 13 12 19 25 34 51 168
Pungutan 0 0 7 2 3 0 0 0 0 0 12
Penyalahguna
an Anggaran
0 0 5 3 10 8 5 4 3 0 38
TPPU 0 0 0 0 0 0 0 0 2 7 9
Merintangi
Proses KPK
0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2
Jumlah 2 19 27 24 47 37 40 39 48 71 355
KORUPSI BERDASARKAN MODUS
“Membiasakan
yang benar,
bukan
Membenarkan
yang biasa"
Saatnya kita
1. Dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian negara
namun dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya
bersifat jangka pendek tetapi dapat pula bersifat jangka panjang.
2. Membahas fenomena dampak korupsi sampai pada kerusakan
kehidupan dan dikaitkan dengan tanggungjawab manusia sebagai yang
diberi amanah untuk mengelolanya dapat menjadi sarana untuk
memicu kesadaran diri para PNS untuk anti korupsi
RANGKUMAN
3. Kesadaran diri anti korupsi yang dibangun
melalui pendekatan spiritual, dengan selalu
ingat akan tujuan keberadaannya sebagai
manusia di muka bumi, dan selalu ingat
bahwa seluruh ruang dan waktu
kehidupannya harus
dipertanggungjawabkan, dapat menjadi
benteng kuat untuk anti korupsi.
Lanjutan
4. Tanggungjawab spiritual yang baik pasti
akan menghasilkan niat yang baik dan
mendorong untuk memiliki visi dan misi
yang baik, hingga selalu semangat untuk
melakukan proses atau usaha terbaik dan
mendapatkan hasil terbaik, agar dapat
dipertanggungjawabkan juga secara
publik.
Lanjutan
MARI BERAKSI (BERANTAS KORUPSI)
GERAKAN LEMBAGA SWADAYA
INTERNASIONAL (INTERNATIONAL NGOs)
66
TERIMA KASIH

Anti Korupsi

  • 1.
  • 2.
    1 2 34 5 6 7 8 9 10 F K K T I N T E G R I T A S M A R L N I K N M E Menurun : 1) Daya dorong untuk melakukan sesuatu terbaik dalam hidup 2) Prinsip yang dianut untuk membedakan yang benar dan yang salah 3) Bukti nyata 4) Tidak mudah menyerah terhadap godaan 5) Supaya banyak orang maka integritas harus di........................ 6) Supaya banyak orang tertarik, maka integritas harus di .............. 7) Supaya integritas mudah menjadi kenyataan maka harus menjadi ............... 8) Upaya untuk tetap menjaga agar tetap selalu berintegritas 9) Sebutan untuk orang yang diikuti karena telah beritegritas 10) Agar kontrol integritas dapat efektif TTM (TEKA-TEKI MENURUN) INTEGRITAS
  • 3.
    3 Korupsi sebuah perilakumenyimpang dari nilai-nilai dan norma, apalagi ditinjau dari sisi agama sebuah perbuatan dosa, mengambil hak orang lain dan menguntungkan diri sendiri, serta merugikan rakyat banyak, atau bangsa dan negara. Korupsi itu sebenarnya bukanlah penyebab awal terjadinya krisis, tapi penyebab utamanya adalah kemerosotan akhlak yang telah melampaui batas. Akhlak yang telah rusak parah itulah yang menyebabkan seorang melakukan korupsi.
  • 4.
    4 Kemerosotan akhlak itutentu juga ada penyebabnya, secara teoritis disebabkan karena lemahnya keimanan kepada Tuhan. Sebagai lembaga mempersiapkan sumber daya aparatur semestinya mendasain dan program penanaman nilai- nilai anti korupsi dan pendidikan akhlak dilingkungan Kementerian Kesehatan melalui program kediklatan di balai-balai diklat kesehatan
  • 5.
    5 Mengapa korupsi timbuldanMengapa korupsi timbul dan berkembang demikian masifberkembang demikian masif di sebuah negara dan tidak didi sebuah negara dan tidak di negara lain?negara lain?
  • 6.
    Korupsi = kankerganas yang kronisKorupsi = kanker ganas yang kronis & akut& akut menggerogoti perekonomianmenggerogoti perekonomian negara secara perlahan, namun pastinegara secara perlahan, namun pasti 6
  • 7.
  • 8.
    Tujuan Pembelajaran Umum Setelah mendapatkan materi ini, pesertalatih mampu memahami anti korupsi di lingan kerjanya. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah mengikuti materi ini, peserta latih mampu : Menjelaskan tentang konsep korupsi Menjelaskan Konsep anti korupsi Menjelaskan upaya pencegahan & pemberantasan korupsi Tata cara pelaporan dugaan pelanggaran TPK  Gratifikasi  Kasus-kasus korupsi
  • 9.
    POKOK BAHASAN • Pokok Bahasan1. Konsep Korupsi - Definisi Korupsi - Ciri-ciri Korupsi - Bentuk / Jenis Korupsi - Penyebab Korupsi - Dasar hukum • Pokok Bahasan 2. Konsep Anti Korupsi – Anti Korupsi – Nilai-nilai Anti Korupsi – Prinsip-prinsip Anti Korupsi
  • 10.
    POKOK BAHASAN • Pokok Bahasan3. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi - Upaya Pencegahan Korupsi - Upaya Pemberantasan Korupsi - Strategi Komunikasi Anti Korupsi • Pokok Bahasan 4. Tata cara pelaporan dugaan pelanggaran TPK – Laporan – Pengaduan – Tata Cara Penyampaian Pengaduan • Pokok Bahasan 5. Gratifikasi • Kasus-kasus Korupsi
  • 11.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    KORUPSI Pengertian Perilaku pejabat publik,baik politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. 15
  • 16.
    Latin : corruptio corrumpere (FA, 1951) corruptus (WSD, 1960) Inggris : corruption, corrupt Perancis : corruption Belanda : corruptic/korruptie Indonesia : korupsi (Hamzah, 2005)
  • 17.
  • 18.
    UU No.31 Tahun1999 jo UUNo. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang termasuk dalam tindak pidana korupsi adalah:  Setiaporangyangdikategorikanmelawanhukum, melakukan perbuatanmemperkayadiri sendiri, menguntungkandiri sendiri atauoranglainatau suatu korporasi, menyalahgunakankewenanganmaupun kesempatanatausaranayangada padanyakarena jabatanataukedudukan yang dapat merugikan keuangannegaraatau perekonomiannegara.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
    Ciri-ciri korupsi : 1.Dilakukan lebih dari satu orang 2. Merahasiakan motif, ada keuntungan yang ingin diraih 3. Berhubungan dengan kekuasaan /kewenangan tertentu 4. Berlindung dibalikkebenaran hukum 5. Melanggarkaidah kejujuran 6. Mengkhianati kepercayaan
  • 22.
    22 . Bentuk Korupsi 1. Kerugiankeuangan negara 2. Suap menyuap 3. Penggelapan dalam jabatan 4. Pemerasan 5. Perbuatan curang 6. Benturan kepentingan dalam pengadaan 7. Gratifikasi
  • 23.
    23 . 1. Materi Benefit Penyimpangankekuasaan untuk mendapatkan keuntungan material baik bagi dirinya sendiri /orang lain 2. Penyalahgunaan kekuasaan Korupsi tingkat menengah yang sering dilakukan melalaui struktur kekuasaan, baik pada tingkat negara maupun lembaga2 struktural. 2. Pengkhianatan terhadap kepercayaan Tingkatan Korupsi
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    “Pelajaran apa yang dapatditarik dari film tersebut?” 26
  • 27.
  • 28.
    Perbuatan korupsi dalam kehidupanluas berdampak • Negara korup harus membayar biaya hutang yang lebih besar. • Harga infrastruktur lebih tinggi. • Tingkat korupsi yang tinggi meningkatkan ketimpangan pendapatan dan kemiskinan. • Korupsi menurunkan investasi dan karenanya menurunkan pertumbuha ekonomi. • Persepsi korupsi memiliki dampak yang kuat dan negatis terhadap arus unvestasi asing. • Negara-negara yang dianggap memiliki tingkat korupsi yang relatif rendah selalu menarik investasi lebih banyak daripada negara rentan korupsi.
  • 29.
  • 30.
    Diskusikan dampak dariKORUPSI bersama Kelompok selama 10 menit
  • 31.
    1. .............................................................................................................. .. 2. .............................................................................................................. .. 3............................................................................................................... .. 4. .............................................................................................................. .. 5. .............................................................................................................. .. 6. .............................................................................................................. .. 7. ..............................................................................................................
  • 32.
  • 33.
  • 34.
  • 35.
  • 36.
    1.Identifikasi tindakan Korupsiyang sering dilakukan di tempat kerja 2.Identifikasi tindakan tidak Korupsi DISKUSI KELOMPOK..... lagi 36
  • 37.
    37 . 1. Penegakan hukumtidak konsisten 2. Penyalahgunaan wewenang/kekuasaan 3. Langkanya lingkungan yang antikorupsi/ slogan saja 4. Rendahnya pendapatan penyelenggara negara 5. Kemiskinan, keserakahan 6. Budaya memberi upeti, imbalan , jasa atau hadiah 7. Tidak ada efek jera karena hukumanlebih ringan daripada keuntungan yang didapat 8. Budaya permisif/ serba membolehkan, tidak mau tahu Faktor Penyebab Korupsi
  • 38.
  • 39.
    39 . 1. UUD 1945Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) 2. UU no.3 th 1971 tentang PTPK 3. Ketetapan MPR RI no.11 Tahun 1998 tetang Penyelenggaraan pemerintahan bersih dan bebas KKN 4. UU no.28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan negara yang bebas dari KKN 5. UU no.31 Tahun 1999 tentang PTPK Dasar Hukum
  • 40.
    40 . Kebijakan untuk mencegah dan menghilangkanpeluang bagi berkembangnya korupsi ANTI KORUPSI :
  • 41.
  • 42.
  • 43.
    43 BERBAGAI UPAYA PENCEGAHANYANG SAAT INI TENGAH DILAKSANAKAN
  • 44.
    1. Pembentukan lembagaAnti Korupsi 44
  • 45.
    1). KOMISI PEMBERANTASANKORUPSI BERDIRI KOKOH SEJAK 2003 MELAKUKAN STRATEGI PENCEGAHAN BERUPA PERBAIKAN SISTEM, EDUKASI DAN KAMPANYE PEMBENAHAN TERUTAMA DI JANTUNG PENEGAKAN HUKUM : KEJAKSAAN, KEPOLISIAN, PENGADILAN, LEMBAGA PEMASYARAKATAN KPK JUGA MELAKUKAN KAJIAN SISTEM DAN KEBIJAKAN DI KEMENTERIAN DAN LEMBAGA DLMRANGKA MENGIDENTIFIKASI KELEMAHAN SISTEM YG POTENSI KORUPSI 45
  • 46.
     KPK MELAKUKANEDUKASI DAN KAMPANYE  EDUKASI  MEMBANGUN PERILAKU ANTI KORUPSI  KAMPANYE  MENINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT MENGENAIKORUPSI DAN DAMPAKBURUKNYA SEHINGGA TUMBUH BENIH ANTIKORUPSI DAN PERLAWANAN TERHADAP KORUPSI 46
  • 47.
  • 48.
    48 Lembaga Ombudsman ? PENYEDIASARANA BAGI MASYARAKAT YANG HENDAK MENGADUKAN APA YANG DILAKUKAN LEMBAGA PEMERINTAH DAN PEGAWAINYA
  • 49.
    49 3 Pada tingkatkementerian ditingkatkan kinerja lembaga Inspektorat Jenderal Reformasi birokrasi dan reformasi pelayanan publik penting dibenahi sehingga tidak memberi peluang untuk melakukan pungutan liar
  • 50.
  • 51.
    2. PENCEGAHAN KORUPSIDI SEKTOR PUBLIK 51  Mewajibkan semua pejabat publik untuk mengumumkan dan melaporkan kekayaan yang dimilikinya baik sebelum maupun sesudah menjabat.  Penyelenggara negara wajib melaporkan harta kekayaannya, antara lain ketika dimutasi,mulai melaksanakan jabatan baru atau pensiun.
  • 52.
    2. PENCEGAHAN KORUPSIDI SEKTOR PUBLIK 52 Khusus untuk mengontrol pengadaan barang dan jasa oleh publik maka lelang harus terbuka kepada publik. Masyarakat harus punya otoritas untuk mengakses,memantau proses dan hasil pelelangan. Untuk itu saat ini telah dilakukan lelang dengan menggunakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
  • 53.
    2. PENCEGAHAN KORUPSIDI SEKTOR PUBLIK
  • 54.
    STRATEGI KOMUNIKASI PEMBERANTASANKORUPSI 54 KEMENTERIAN KESEHATAN RI 6Upaya Pemberantasan Korupsi • Adanya Regulasi - ( Kepmenkes no.232 tahun 2013) - Penyusunan dan sosialisasi buku ttg gratifkasi • Perbaikan Sistem - Memperbaiki peraturan perundang2an - Memperbaiki cara kerja pemerintahan/birokrasi • Perbaikan Manusia ( Peran Keluarga ) - Pencegahan korupsi sejak dini - Memperbaiki moral manusia sebagai umat beriman, sebangi bangsa
  • 55.
    CARA PENANGGULANGAN KORUPSI 55 KEMENTERIANKESEHATAN RI 6Upaya Pemberantasan Korupsi • Adanya Regulasi - ( Kepmenkes no.232 tahun 2013) - Penyusunan dan sosialisasi buku ttg gratifkasi • Perbaikan Sistem - Memperbaiki peraturan perundang2an - Memperbaiki cara kerja pemerintahan/birokrasi • Perbaikan Manusia ( Peran Keluarga ) - Pencegahan korupsi sejak dini - Memperbaiki moral manusia sebagai umat beriman, sebangi bangsa
  • 56.
    GRATIFIKASI 56 1. Menurut UUno.31 tahun 1999 jo UU no.20 Tahun 2001 Tentang PTPK Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yaitu pemberian uang, barang, discount, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, dll.
  • 57.
    CONTOH GRATIFIKASI 57 KEMENTERIAN KESEHATANRI 6Upaya Pemberantasan Korupsi 1. Seorang pejabat negara menerima uang terima kasih dari pemenang lelang 2. Suami/istri/anak pejabat memperoleh voucher belanja/ tamasya gratis dalam/luar negeri dari mitra bisnis istri/suaminya. 3. Pemberian hadiah-hadiah pada event2 tertentu ( bingkisan hari raya ), 4. Seorang petugas perizinan memperoleh uang terima kasih dari pemohon izin yang sudah dilayani
  • 58.
    CONTOH GRATIFIKASI 58 KEMENTERIAN KESEHATANRI 6Upaya Pemberantasan Korupsi 1. Seorang pejabat negara menerima uang terima kasih dari pemenang lelang 2. Suami/istri/anak pejabat memperoleh voucher belanja/ tamasya gratis dalam/luar negeri dari mitra bisnis istri/suaminya. 3. Pemberian hadiah-hadiah pada event2 tertentu ( bingkisan hari raya ), 4. Seorang petugas perizinan memperoleh uang terima kasih dari pemohon izin yang sudah dilayani .
  • 59.
    3 ASPEK HUKUMGRATIFIKASI 59 KEMENTERIAN KESEHATAN RI 6Upaya Pemberantasan Korupsi 1. Dasar hukum UU no.30 th.2002, UU no.20 th.2001 2. Subjek hukum Penyelenggara negara & PNS 3. Objek hukum - Uang - Barang - Fasilitas
  • 60.
    KORUPSI BERDASARKAN PELAKU Jabatan2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Jumlah Anggota DPR & DPRD 0 0 0 2 7 8 27 5 16 8 73 Kepala Lembaga/ Kementerian 0 1 1 0 1 1 2 0 1 4 11 Duta Besar 0 0 0 2 1 0 1 0 0 0 4 Komisioner 0 3 2 1 1 0 0 0 0 0 7 Gubernur 1 0 2 0 2 2 1 0 0 2 10 Walikota/Bupati dan Wakil 0 0 3 7 5 5 4 4 4 3 35 Eselon I, II dan III 2 9 15 10 22 14 12 15 8 7 114 Hakim 0 0 0 0 0 0 1 2 2 3 8 Swasta 1 4 5 3 12 11 8 10 16 24 94 *Data periode 2004-2013 ( s.d. 30 Desember 2013)
  • 61.
    *Data periode 2004-2013( s.d. 30 Desember 2013) Perkara 20 04 20 05 20 06 20 07 20 08 20 09 20 10 20 11 20 12 20 13 Jml Pengadaan Barang/Jasa 2 12 8 14 18 16 16 10 8 9 113 Perizinan 0 0 5 1 3 1 0 0 0 3 13 Penyuapan 0 7 2 4 13 12 19 25 34 51 168 Pungutan 0 0 7 2 3 0 0 0 0 0 12 Penyalahguna an Anggaran 0 0 5 3 10 8 5 4 3 0 38 TPPU 0 0 0 0 0 0 0 0 2 7 9 Merintangi Proses KPK 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2 Jumlah 2 19 27 24 47 37 40 39 48 71 355 KORUPSI BERDASARKAN MODUS
  • 62.
  • 63.
    1. Dampak korupsitidak hanya sekedar menimbulkan kerugian negara namun dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya bersifat jangka pendek tetapi dapat pula bersifat jangka panjang. 2. Membahas fenomena dampak korupsi sampai pada kerusakan kehidupan dan dikaitkan dengan tanggungjawab manusia sebagai yang diberi amanah untuk mengelolanya dapat menjadi sarana untuk memicu kesadaran diri para PNS untuk anti korupsi RANGKUMAN
  • 64.
    3. Kesadaran dirianti korupsi yang dibangun melalui pendekatan spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi, dan selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu kehidupannya harus dipertanggungjawabkan, dapat menjadi benteng kuat untuk anti korupsi. Lanjutan
  • 65.
    4. Tanggungjawab spiritualyang baik pasti akan menghasilkan niat yang baik dan mendorong untuk memiliki visi dan misi yang baik, hingga selalu semangat untuk melakukan proses atau usaha terbaik dan mendapatkan hasil terbaik, agar dapat dipertanggungjawabkan juga secara publik. Lanjutan
  • 66.
    MARI BERAKSI (BERANTASKORUPSI) GERAKAN LEMBAGA SWADAYA INTERNASIONAL (INTERNATIONAL NGOs) 66 TERIMA KASIH

Editor's Notes

  • #7 korupsi ibarat penyakit ‘kanker ganas’ yang sifatnya tidak hanya kronis tapi juga akut. Korupsi menggerogoti perekonomian sebuah negara secara perlahan, namun pasti. Penyakit ini menempel pada semua aspek bidang kehidupan masyarakat sehingga sangat sulit untuk diberantas. Perlu dipahami bahwa dimanapun dan sampai pada tingkatan tertentu, korupsi memang akan selalu ada dalam suatu negara atau masyarakat
  • #34 Secara sederhana dapat dikatakan korupsi terjadi sbagi pertemuan antara niat dan kesempatan. Niat terkait dengan perilaku, dan perilaku tidak dapat dipisahkan dengan nilai atau values. Sedangkan kesempatan untuk korupsi, banyak dibuka oleh kelemahan sistem