HANDOUT 10 LD


      EFEKTIVITAS
      KEPEMIMPINAN
      PENDIDIKAN
Pengertia Efektivitas, Efisiensi, dan
Produktivitas

 Efektivitas adalah suatu keadaan yang
  mengandung pengertian mengenai
  terjadinya sesuatu efek atau akibat yang
  dikehendaki. Kalau seseorang melakukan
  perbuatan dengan maksud/tujuan tertentu
  maka orang itu dikatakan efektif kalau
  memang menimbulkan akibat atau
  tercapainya maksud/tujuan yang memang
  dikehendaki.
Efektif Kerja Manusia :
  Yaitu suatu keadaan atau kemampuan berhasilnya suatu kerja
   yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan guna yang
   diharapkan. Dalam psikologi industri untuk menilai apakah
   tercapainya efektivitas kerja pada umumnya dipakai empat
   macam pertimbangan :
1. Pertimbangan ekonomis - misalnya jumlah atau mutu hasil.
2. Pertimbangan physiologi – misalnya akibat kerja terhadap
   kesehatan karyawan atau banyaknya kecelakaan jasmani.
3. Pertimbangan psikologi – misalnya pengaruh kerja terhadap
   rasa letih, atau kepuasan karyawan terhadap kerja itu.
Empat macam pertimbangan lanjutan:

4. Pertimbangan sosial – misalnya kedudukan dalam masyarakat
   atau kebahagiaan dan penyesuaian diri dalam kehidupan
   keluarga.

   Apabila suatu kerja menimbulkan gangguan pada emptat
    bidang yang dijadikan bahan pertimbangan itu, misalnya
    seorang pejabat walaupun gajinya sangat besar dan
    kedudukannya tinggi tetapi apabila terus-menerus harus
    bertugas ke luar kota sehingga kehidupan keluarganya tidak
    bahagia, maka tidak dapat dikatakan telah tercapai efektivitas
    kerja.
Efisiensi :
   Adalah suatu pengertian yang menggambarkan perbandingan terbaik
    antara suatu usaha dengan hasilnya. Efisiensi dalam pekerjaan adalah
    perbandingan terbaik antara suatu kerja dengan hasil yang dicapai
    oleh kerja itu. Perbandingan ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu:

1. Segi hasil:
   Suatu pekerjaan disebut efisien kalau dengan usaha tertentu
    memberikan hasil yang maksimal.

2. Segi Usaha:
   Suatu pekerjaan dikatakan efisien kalau suatu hasil tertentu tercapai
    dengan usaha yang minimal. Pengertian “usaha” dapat dikembalikan
    kepada lima unsur: pikiran, tenaga jasmani, waktu, ruang dan benda
    termasuk uang.
Produktivitas :

   Adalah merupakan perbandingan antara hasil kerja
    berupa barang atau jasa dengan sumber-sumber
    bahan/tenaga yang terpakai dalam peoses produksi
    itu. Kata “produktif” pada umumnya diartikan sebagai
    kemampuan pada seseorang atau alat untuk
    menghasilkan sesuatu hasil kerja yang lebih banyak
    dari pada ukuran biasa yang telah umum, misalnya
    pengarang yang produktif.(Ensiklopedi
    Administrasi, 1977)
Kriteria Keberhasilan Kepemimpinan

   Menurut Kartini Kartono (2008), bahwa
    keberhasilan pemimpin itu pada umumnya diukur
    dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas-
    tugas yang dibebankan pada dirinya. Bila
    produktivitas naik dan semua tugas dilaksanakan
    denga efektif, maka ia disebut sebagai pemimpin
    yang berhasil.

   Sedang apabila produktivitasnya menurun dan
    kepemimpinanya dinilai tidak efektif dalam jangka
    waktu tertentu, maka ia disebut sebagai pemimpin
    yang gagal.
Beberapa Indikator Keberhasilan
Kepemimpinan:

1. Meningkatnya hasi-hasil produksi dan
   pemberian pelayanan oleh organisasi
   (aspek ekonomis dan teknis)
2. Semakin rapinya sistem administrasi dan
   makin efektifnya manajemen.
3. Semakin meningkatnya aktivitas-aktivitas
   manusiawi atau aspek-aspek sosial yang
   lebih human sifatnya, antara lain berupa:
   lanjut ….
Antara lain berupa :
 a. Terdapat iklim psikis yang mantap, sehingga orang merasa
     aman dan senang bekerja;
 b. Ada disiplin kerja, disiplin diri, rasa tanggung jawab, dan moral
     yang tinggi dalam organisasi;
 c. Terdapat suasana saling mempercayai, kerja sama kooperatif,
     dan etik kerja yang tinggi;
d. Komunikasi formal dan informal yang lancar dan akrab;
e. Ada kegairahan kerja dan loyalitas tinggi terhadap organisasi;
f. Tidak banyak terdapat penyelewengan dalam organisasi;
g. Ada jaminan sosial yang memuaskan.
Efektivitas Kepemimpinan

  Menurut R. Iyeng Wiraputra, efektivitas kepemimpinan diukur
   berdasarkan tujua-tujuan yang hendak dicapai, produktivitas
   dalam mencapai tujuan-tujuan itu dan pembinaan solidaritas
   kelompok.
 Sedang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas
   kepemimpinan adalah sebagaai berikut:
1. Sifat-sifat atau kualitas pemimpin, yaitu sifat-sifat kepemimpinan
   sebagaimana telah disebutkan pada kualifikasi kepemimpinan.
2. Kecakapan atau kemampuan pemimpin dalam mengarahkan
   bawahan, untuk mencapai tujuan bersama. Sejauh mana
   pemimpin mampu memerinci, mengatur dan mengarahkan
   tugas-tugas tiap-tiap anggota organisasi.
Efektivitas kepemimpinan lanjutan:

3. Sifat hubungan antara pemimpin dengan
   terpimpin/bawahan. Bagaimana cara pemimpin
   melakukan hubungan dengan bawahannya dalam
   menetapkan pola organisasi, saluran komunikasi,
   metode dan prosedur yang dipakai dalam
   hubungan tersebut.
4. Kemampuan dan tingkat kematangan bawah-an.
   Sejauh mana kamampuan dan kecakapan
   bawahan untuk menetapkan tujuan dan pen-
   capaiannya dengan penuh kepercayaan terhadap
   diri sendiri.
Mengenai tingkat kematangan
terpimpin/bawahan,

  Hersey dan Blanchard (1977) mengemukakan lima kriteria:
1. Kemampuan untuk menetapkan tujuan yang cukup tinggi tetapi
   yang diperhitungkan dapat dicapainya.
2. Pendidikan dan pengalaman yang cukup sesuai dengan tugas
   yang dikerjakan.
3. Memiliki pendidikan dan pengalaman yang cukup sesuai
   dengan tugas yang dikerjakan.

4. Kemampuan dalam melakukan tugas dengan penuh
   kepercayaan terhadap diri sendiri dan harga diri.
5. Aktip, tidak tergantung dan berani berdiri sendiri.

Handout 10 ld

  • 1.
    HANDOUT 10 LD EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
  • 2.
    Pengertia Efektivitas, Efisiensi,dan Produktivitas  Efektivitas adalah suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya sesuatu efek atau akibat yang dikehendaki. Kalau seseorang melakukan perbuatan dengan maksud/tujuan tertentu maka orang itu dikatakan efektif kalau memang menimbulkan akibat atau tercapainya maksud/tujuan yang memang dikehendaki.
  • 3.
    Efektif Kerja Manusia:  Yaitu suatu keadaan atau kemampuan berhasilnya suatu kerja yang dilakukan oleh manusia untuk memberikan guna yang diharapkan. Dalam psikologi industri untuk menilai apakah tercapainya efektivitas kerja pada umumnya dipakai empat macam pertimbangan : 1. Pertimbangan ekonomis - misalnya jumlah atau mutu hasil. 2. Pertimbangan physiologi – misalnya akibat kerja terhadap kesehatan karyawan atau banyaknya kecelakaan jasmani. 3. Pertimbangan psikologi – misalnya pengaruh kerja terhadap rasa letih, atau kepuasan karyawan terhadap kerja itu.
  • 4.
    Empat macam pertimbanganlanjutan: 4. Pertimbangan sosial – misalnya kedudukan dalam masyarakat atau kebahagiaan dan penyesuaian diri dalam kehidupan keluarga.  Apabila suatu kerja menimbulkan gangguan pada emptat bidang yang dijadikan bahan pertimbangan itu, misalnya seorang pejabat walaupun gajinya sangat besar dan kedudukannya tinggi tetapi apabila terus-menerus harus bertugas ke luar kota sehingga kehidupan keluarganya tidak bahagia, maka tidak dapat dikatakan telah tercapai efektivitas kerja.
  • 5.
    Efisiensi :  Adalah suatu pengertian yang menggambarkan perbandingan terbaik antara suatu usaha dengan hasilnya. Efisiensi dalam pekerjaan adalah perbandingan terbaik antara suatu kerja dengan hasil yang dicapai oleh kerja itu. Perbandingan ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu: 1. Segi hasil: Suatu pekerjaan disebut efisien kalau dengan usaha tertentu memberikan hasil yang maksimal. 2. Segi Usaha: Suatu pekerjaan dikatakan efisien kalau suatu hasil tertentu tercapai dengan usaha yang minimal. Pengertian “usaha” dapat dikembalikan kepada lima unsur: pikiran, tenaga jasmani, waktu, ruang dan benda termasuk uang.
  • 6.
    Produktivitas :  Adalah merupakan perbandingan antara hasil kerja berupa barang atau jasa dengan sumber-sumber bahan/tenaga yang terpakai dalam peoses produksi itu. Kata “produktif” pada umumnya diartikan sebagai kemampuan pada seseorang atau alat untuk menghasilkan sesuatu hasil kerja yang lebih banyak dari pada ukuran biasa yang telah umum, misalnya pengarang yang produktif.(Ensiklopedi Administrasi, 1977)
  • 7.
    Kriteria Keberhasilan Kepemimpinan  Menurut Kartini Kartono (2008), bahwa keberhasilan pemimpin itu pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas- tugas yang dibebankan pada dirinya. Bila produktivitas naik dan semua tugas dilaksanakan denga efektif, maka ia disebut sebagai pemimpin yang berhasil.  Sedang apabila produktivitasnya menurun dan kepemimpinanya dinilai tidak efektif dalam jangka waktu tertentu, maka ia disebut sebagai pemimpin yang gagal.
  • 8.
    Beberapa Indikator Keberhasilan Kepemimpinan: 1.Meningkatnya hasi-hasil produksi dan pemberian pelayanan oleh organisasi (aspek ekonomis dan teknis) 2. Semakin rapinya sistem administrasi dan makin efektifnya manajemen. 3. Semakin meningkatnya aktivitas-aktivitas manusiawi atau aspek-aspek sosial yang lebih human sifatnya, antara lain berupa: lanjut ….
  • 9.
    Antara lain berupa: a. Terdapat iklim psikis yang mantap, sehingga orang merasa aman dan senang bekerja; b. Ada disiplin kerja, disiplin diri, rasa tanggung jawab, dan moral yang tinggi dalam organisasi; c. Terdapat suasana saling mempercayai, kerja sama kooperatif, dan etik kerja yang tinggi; d. Komunikasi formal dan informal yang lancar dan akrab; e. Ada kegairahan kerja dan loyalitas tinggi terhadap organisasi; f. Tidak banyak terdapat penyelewengan dalam organisasi; g. Ada jaminan sosial yang memuaskan.
  • 10.
    Efektivitas Kepemimpinan  Menurut R. Iyeng Wiraputra, efektivitas kepemimpinan diukur berdasarkan tujua-tujuan yang hendak dicapai, produktivitas dalam mencapai tujuan-tujuan itu dan pembinaan solidaritas kelompok.  Sedang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kepemimpinan adalah sebagaai berikut: 1. Sifat-sifat atau kualitas pemimpin, yaitu sifat-sifat kepemimpinan sebagaimana telah disebutkan pada kualifikasi kepemimpinan. 2. Kecakapan atau kemampuan pemimpin dalam mengarahkan bawahan, untuk mencapai tujuan bersama. Sejauh mana pemimpin mampu memerinci, mengatur dan mengarahkan tugas-tugas tiap-tiap anggota organisasi.
  • 11.
    Efektivitas kepemimpinan lanjutan: 3.Sifat hubungan antara pemimpin dengan terpimpin/bawahan. Bagaimana cara pemimpin melakukan hubungan dengan bawahannya dalam menetapkan pola organisasi, saluran komunikasi, metode dan prosedur yang dipakai dalam hubungan tersebut. 4. Kemampuan dan tingkat kematangan bawah-an. Sejauh mana kamampuan dan kecakapan bawahan untuk menetapkan tujuan dan pen- capaiannya dengan penuh kepercayaan terhadap diri sendiri.
  • 12.
    Mengenai tingkat kematangan terpimpin/bawahan,  Hersey dan Blanchard (1977) mengemukakan lima kriteria: 1. Kemampuan untuk menetapkan tujuan yang cukup tinggi tetapi yang diperhitungkan dapat dicapainya. 2. Pendidikan dan pengalaman yang cukup sesuai dengan tugas yang dikerjakan. 3. Memiliki pendidikan dan pengalaman yang cukup sesuai dengan tugas yang dikerjakan. 4. Kemampuan dalam melakukan tugas dengan penuh kepercayaan terhadap diri sendiri dan harga diri. 5. Aktip, tidak tergantung dan berani berdiri sendiri.