HAKIKAT ETIKA BISNIS
Dosen Pembimbing:
Achmad Fageh, M.H.I.
Oleh :
Uswatun Khoiroh
UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN
 Etika adalah ajaran atau ilmu tentag adat kebiasaan
yang berkenaan dengan kebiasaan baik dan buruk,
yangditerima umum mengenai sikap, perbuatan,
kewajiban dan sebagainya.
 Bisnis adalah usaha yang dilakukan perusahaan
dengan menyediakan produk barang atau jasa
dengan tujuan memperoleh nilai lebih atau laba.
PENGERTIAN ETIKA BISNIS
Etika bisnis adalah Adalah cara-cara untuk melakukan
kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang
berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga
masyarakat.
Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai,
norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam
membangun hubungan yang adil dan sehat dengan
pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Etika bisnis dalam pandangan ekonomi islama yaitu
melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip
nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran, serta
kemanfaatan bagi usahanya. Etika bisnis dalam islam
memposisikan bisnis yang pada hakikatnya merupakan
usaha manusia untuk mencari keridhaan Allah swt.
Etika Bisnis dalam Ekonomi Islam
Etika dalam berbisnis sangatlah penting agar mempererat
kerjasama antara satu perusahaan atau lebih, etika tidak
hanya untuk antar perusahaan tetapi juga harus terjalin
dengan masyarakat sekitar bisnis yang sedang di jalani.
Menghindari segala bentuk tindak kecurangan juga akan
meningkatkan keeratan bisnis.
Keterkaitan Etika dengan Bisnis
Ada 3 faktor utama yang memungkinkan terciptanya kondisi
adanya etika dalam suatu bisnis:
1. Terciptanya budaya dalam perusahaan secara baik
2. Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan
saling percaya
3. Terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai.
1. Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi,
dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis.
2. Menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh, atau karyawan
dan masyarakat luas pemilik aset umum semacam lingkungan hidup,
akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh
praktek bisnis
3. Etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat
menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis.
Sasaran dan Ruang Lingkup
Etika Bisnis
1. Bahwa prinsip esensial dalam bisnis adalah
kejujuran.
2. Kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan
bisnis.
3. Tidak melakukan sumpah palsu.
4. Ramah-tamah.
5. Tidak boleh berpura-pura menawar dengan harga
tinggi
6. Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain
7. Tidak melakukan ihtikar
Panduan Rasulullah Dalam Etika
Bisnis
8. Takaran, ukuran dan timbangan yang benar
9. Bisnis tidak boleh menggangu kegiatan ibadah kepada
Allah.
10. Membayar upah sebelum kering keringat karyawan.
11. Tidak monopoli
12. Tidak boleh melakukan bisnis dalam kondisi eksisnya
bahaya (mudharat) yang dapat merugikan dan merusak
kehidupan individu dan sosial.
13. Bisnis dilakukan dengan suka rela
14. Segera melunasi kredit yang menjadi kewajibannya.
15. Memberi tenggang waktu apabila pengutang (kreditor)
belum mampu membayar.
16. Bahwa bisnis yang dilaksanakan bersih dari unsur riba.
HAKIKAT ETIKA BISNIS

HAKIKAT ETIKA BISNIS

  • 1.
    HAKIKAT ETIKA BISNIS DosenPembimbing: Achmad Fageh, M.H.I. Oleh : Uswatun Khoiroh UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN
  • 2.
     Etika adalahajaran atau ilmu tentag adat kebiasaan yang berkenaan dengan kebiasaan baik dan buruk, yangditerima umum mengenai sikap, perbuatan, kewajiban dan sebagainya.  Bisnis adalah usaha yang dilakukan perusahaan dengan menyediakan produk barang atau jasa dengan tujuan memperoleh nilai lebih atau laba. PENGERTIAN ETIKA BISNIS
  • 3.
    Etika bisnis adalahAdalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
  • 4.
    Etika bisnis dalampandangan ekonomi islama yaitu melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip-prinsip nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kebenaran, serta kemanfaatan bagi usahanya. Etika bisnis dalam islam memposisikan bisnis yang pada hakikatnya merupakan usaha manusia untuk mencari keridhaan Allah swt. Etika Bisnis dalam Ekonomi Islam
  • 5.
    Etika dalam berbisnissangatlah penting agar mempererat kerjasama antara satu perusahaan atau lebih, etika tidak hanya untuk antar perusahaan tetapi juga harus terjalin dengan masyarakat sekitar bisnis yang sedang di jalani. Menghindari segala bentuk tindak kecurangan juga akan meningkatkan keeratan bisnis. Keterkaitan Etika dengan Bisnis
  • 6.
    Ada 3 faktorutama yang memungkinkan terciptanya kondisi adanya etika dalam suatu bisnis: 1. Terciptanya budaya dalam perusahaan secara baik 2. Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya 3. Terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai.
  • 7.
    1. Etika bisnissebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi, dan masalah yang terkait dengan praktek bisnis yang baik dan etis. 2. Menyadarkan masyarakat, khususnya konsumen, buruh, atau karyawan dan masyarakat luas pemilik aset umum semacam lingkungan hidup, akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh dilanggar oleh praktek bisnis 3. Etika bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu praktek bisnis. Sasaran dan Ruang Lingkup Etika Bisnis
  • 8.
    1. Bahwa prinsipesensial dalam bisnis adalah kejujuran. 2. Kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan bisnis. 3. Tidak melakukan sumpah palsu. 4. Ramah-tamah. 5. Tidak boleh berpura-pura menawar dengan harga tinggi 6. Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain 7. Tidak melakukan ihtikar Panduan Rasulullah Dalam Etika Bisnis
  • 9.
    8. Takaran, ukurandan timbangan yang benar 9. Bisnis tidak boleh menggangu kegiatan ibadah kepada Allah. 10. Membayar upah sebelum kering keringat karyawan. 11. Tidak monopoli 12. Tidak boleh melakukan bisnis dalam kondisi eksisnya bahaya (mudharat) yang dapat merugikan dan merusak kehidupan individu dan sosial. 13. Bisnis dilakukan dengan suka rela 14. Segera melunasi kredit yang menjadi kewajibannya. 15. Memberi tenggang waktu apabila pengutang (kreditor) belum mampu membayar. 16. Bahwa bisnis yang dilaksanakan bersih dari unsur riba.