Soal & Jawaban UAS Bank & Lembaga
Keuangan
Posted on 07/07/2012
UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Soal
1. Uraikan lima macam perbedaan antara bank umum dengan Bank Perkreditan Rakyat.
2. Pemberian satu fasilitas kredit mengandung suatu resiko kemacetan.untuk mengurangi
risiko tersebut bank menentukan jaminan kepada setiap kredit yang dberikan.jelaskan apa
saja yang dijadikan jaminan kredit!
3. Tn.Roy memperoleh fasilitas kredit dari BRI senilai Rp.18.000.000; untuk jangka waktu
12 bulan.besarnya bunga 21% serta biaya admnstrasi Rp.300.000; dan biaya provisi dan
komisi 1% dari nominal.
Pertanyaan : Coba saudara buat perhitungan berikut tabelnya yang berisi saldo pinjaman,pokok
pinjaman,bunga dan jumlah angsuran dengan menggunakan metode flate rate dan sliding
rate,kemudian berikan rekomendasi kepada Tn. ROY metode mana yang menguntungkan.
4. Uraikan keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan kartu
plastic,baik bagi perusahaan yang mengeluarkan kartu,pedagang maupun nasabah pemegang
kartu
5. Tn.Ahmad memliki rekening giro wadiah di Bank Syariah Cilegon dengan saldo rata-rata pada
bulan mei 2003 adalah Rp.1.000.000;Bonus yang diberikan Bank Syariah Cilegon kepada
nasabah adalah 30% dengan saldo rata-rata minimal Rp.500.000; Diasumsikan total dana giro
wadiah di bank Syariah Cilegon adalah Rp.1.000.000.000; Pendapatan Bank Syariah Cilegon
dari penggunaan giro wadiah adalah Rp.100.000.000;
Pertanyaan : Berapa bonus yang di
terima oleh Tn.Ahmad pada akhir bulan mei 2003
6. Uraikan secara lengkap pengertian Bank Syariah dan jelaskan pula dimana letak
perbedaannya dengan bank konvensional
7. Setiap kredit yang diusulkan haruslah memenuhi kriteria layak sehingga kemungkinan risiko
macet dapat di minimalkan.Jelaskan kriteria-kriteria apa saja untuk menentukan kredit tersebut
layak atau tidak.
8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kesehatan bank dan bagaimana ciri-ciri bank yang tidak
sehat,kemudian bagaimana pula saran saudara terhadap bank yang sakit tersebut
Jawaban :
1. Perbedaan antara bank umum dengan Bank Perkreditan Rakyat.
Bank Umum
BPR
Bank umum,adalah bank yang
berfungsi melayani jasa lalu lintas
pembayaran
Memeberikan jasa –jasa bank seperti
Kliring
Menerima simpanan dalam bentuk
giro
Melakukan kegiatan valuta asing
Melakukan kegiatan perasuransian

Bank Perkreditan Rakyat
(BPR),adalah bank yang hanya
melayani simpanan dan pinjaman
saja.
o Dilarang mengikuti Kliring
o Dilarang menerima
simpanan dalam bentuk giro
o Dilarang melakukan
kegiatan valuta asing
o Melakukan kegiatan
perasuransian

2. Yang dapat dijadikan sebagai jaminan kredit :
Benda Bergerak, yaitu benda yang karena sifatnya dapat dipindahkan atau karena
ditentukan undang-undang. Contoh kendaraan bermotor ( Sepeda motor, Mobil ).
Benda Tidak Bergerak, lembaga jaminan yang dipakai untuk mengikatnya ke dalam suatu
perjanjian kredit adalah Hak Tanggungan. Dalam hal ini objek jaminan haruslah berupa
benda tidak bergerak berbentuk tanah. Dan, dalam proses pengikatannya juga harus
dilakukan ke dalam akta atau dokumen tersendiri yaitu dalam bentuk Akta Pemberian
Hak Tanggungan (APHT) yang dilakukan secara terpisah dari perjanjian tersebut namun
adalah merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat dari perjanjian kredit itu sendiri.
3.

Pinjaman

Bunga

: Rp. 18.000.000
: 21%

Pengembalian : 12 bulan

Tabel Flate Rate :
Pokok
Pinjaman
Rp
Rp 16.500.000
1.500.000
Rp
Rp 15.000.000
1.500.000

Bulan Sisa Pinjaman
1
2

Bunga

Angsuran

Rp
315.000
Rp
315.000

Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
3

Rp 13.500.000

4

Rp 12.000.000

5

Rp 10.500.000

6

Rp 9.000.000

7

Rp 7.500.000

8

Rp 6.000.000

9

Rp 4.500.000

10

Rp 3.000.000

11

Rp 1.500.000

12

Rp
Total

Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
18.000.000

Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
315.000
Rp
3.780.000

Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
1.815.000
Rp
21.780.000

Tabel Sliding rate :
Bulan

Sisa Pinjaman

1

Rp

16.500.000

2

Rp

15.000.000

3

Rp

13.500.000

4

Rp

12.000.000

5

Rp

10.500.000

6

Rp

9.000.000

7

Rp

7.500.000

8

Rp

6.000.000

9

Rp

4.500.000

10

Rp

3.000.000

Pokok
Pinjaman
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp
1.500.000
Rp

Bunga

Angsuran

Rp
315.000
Rp
288.750
Rp
262.500
Rp
236.250
Rp
210.000
Rp
183.750
Rp
157.500
Rp
131.250
Rp
105.000
Rp

Rp
1.815.000
Rp
1.788.750
Rp
1.762.500
Rp
1.736.250
Rp
1.710.000
Rp
1.683.750
Rp
1.657.500
Rp
1.631.250
Rp
1.605.000
Rp
11
12

1.500.000
Rp
Rp
1.500.000
1.500.000
Rp
Rp
1.500.000
Rp
Total
18.000.000

78.750
Rp
52.500
Rp
26.250
Rp
2.047.500

Total angsuran Flate rate

: RP. 21.780.000

Total angsuran Sliding Rate

1.578.750
Rp
1.552.500
Rp
1.526.250
Rp
20.047.500

: Rp. 20.047.500

Total angsuran Sliding Rate lebih kecil Rp. 1.732.500.
Tn. Roy direkomendasikan untuk memilih metode Sliding Rate
4. Keuntungan-keuntungan menggunakan kartu plastik
a.

Bagi perusahaan yang mengeluarkan kartu.

•

Mendapatkan Uang pangkal

•

Memperoleh Iuran tahunan

•

Mendapatkan Discount dari merchant

•

Pendapatan bunga

•

Penerimaan denda keterlambatan

•

Interchange fee

b.

Bagi pemegang kartu :

•

Tidak perlu membawa banyak uang tunai sehingga lebih aman

•

Sistem pembayaran fleksibel

•

Membeli barang dengan kredit

•

Purchase protection plan otomatis bagi setiap barang yang dibeli dengan card

•

Bantuan perjalanan luar dan dalam negeri

c.

Bagi Pedagang
•

Aman karena tidak memegang uang tunai hasil penjualan

•

Pembayaran atas penjualan dijamin oleh Issuer (yang mengeluarkan kartu)

•

Meningkatkan turn over / omzet penjualan

•

Mengurangi beban pembukuan

•

Mencegah nasabah lari ke pesaing

5. Bonus yang diterima tuan Ahmad.
1.000.000/1.000.000.000 x 100.000.000 x 30%=30.000
Bonus yang diterima tuan Ahmad pada pada akhir bulan mei 2003 : Rp. 30.000;
6. Bank Syariah adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip
syari’ah dalam memberikan jasa dalam lalu litas pembayaran. Prinsip syari’ah adalah aturan
perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk menyimpannya,
pembiayaan atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syari’ah. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa Bank Syari’ah berarti bank yang tata cara operasionalnya didasari dengan
tatacara Islam yang mengacu kepada ketentuan alquran dan al hadist.
Perbedaan Bank Syariah dengan Bank konvensional:
a. Perbedaan Falsafah
Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah
yang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnya
sedangkan bank kovensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yang
sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk
menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta kemitraan
yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil.
b. Konesp Pengelolaan Dana Nasabah
Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara
ini jelas berbeda dengan deposito pada bank konvensional yang merupakan upaya membungakan uang. Pada Bank Syariah hasil keuntungan dari pemanfaatan dana nasabah yang
disalurkan ke dalam berbagai usaha akan dibagikan kepada nasabah dengan sistem bagi hasil.
Semakin besar keuntungan bank syariah semakin besar pula keuntungan nasabahnya. Berbeda
dengan bank konvensional, keuntungan tidak dibagikan kepada nasabahnya. Nasabah hanya
dibayar sejumlah prosentase dari dana yang disimpannya saja.
c. Kewajiban Mengelola Zakat
Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat,
menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Sedangkan Bank
Konvensional tidak ada kewajiban mengelola zakat.
d. Struktur Organisasi.
Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah
(DPS). DPS bertugas mengawasi segala aktifitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip
syariah.
7. Kriteria-kriteria untuk menentukan kelayakan kredit adalah prinsip 5C ( The Five C’s
Pinciples ). Prinsip-prinsip 5C tersebut antara lain:
a. Character.
Character adalah data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat-sifat pribadi,
kebiasaan-kebiasaannya, cara hidup, keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya.
Character ini untuk mengetahui apakah nantinya calon nasabah ini jujur berusaha untuk
memenuhi kewajibannya.
b. Capacity
Capacity merupakan kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya yang dapat dilihat
dari pendidikannya, pengalaman dalam mengelola usaha (business record). Capacity ini
merupakan ukuran dari kemampuan dalam membayar hutang.
c. Capital
Capital adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. Hal ini bisa
dilihat dari neraca, laporan rugi-laba, struktur permodalan, ratio-ratio keuntungan yang diperoleh
seperti return on equity, return on investment. Dari kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon
pelanggan diberi pembiayaan, dan beberapa besar plafon pembiayaan yang layak diberikan.
d. Collateral
Collateral adalah jaminan yang mungkin bisa disita apabila calon pelanggan benar-benar tidak
bisa memenuhi kewajibannya. Collateral ini diperhitungkan paling akhir, artinya bilamana masih
ada suatu kesangsian dalam pertimbangan-pertimbangan yang lain, maka bisa menilai harta yang
mungkin bisa dijadikan jaminan.
e. Condition
Condition adalah pembiayaan yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi
yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Ada suatu usaha yang sangat tergantung
dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlu mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha
calon pelanggan.
8. Pengertian kesehatan Bank.
Bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat,
dapat menjalankan fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran serta
dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya, terutama
kebijakan moneter.
Ciri-Ciri Bank yang tidak sehat :
Kekurangan Modal
Kualitas activa produktif menurun
Selalu mengalami kerugian dalam kegiatan operasinya
Saran :
Masalah Kesehatan Apabila bank sudah dinyatakan tidak sehat oleh Bank Indonesia setelah
melalui beberapa perbaikan sebelumnya, maka sebaiknya bank tersebut melakukan
penggabungan / merger. Pilihan penggabungan tentunya dengan bank yang sehat. Jika bank yang
digabungkan sama-sama dalam kondisi tidak sehat maka sebaiknya pilihan penggabungan adalah
konsolidasi atau dapat pula diakusisi oleh bank lain yang sehat.

Soal dan jawaban uas bank dan lembaga keuangan

  • 1.
    Soal & JawabanUAS Bank & Lembaga Keuangan Posted on 07/07/2012 UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN Soal 1. Uraikan lima macam perbedaan antara bank umum dengan Bank Perkreditan Rakyat. 2. Pemberian satu fasilitas kredit mengandung suatu resiko kemacetan.untuk mengurangi risiko tersebut bank menentukan jaminan kepada setiap kredit yang dberikan.jelaskan apa saja yang dijadikan jaminan kredit! 3. Tn.Roy memperoleh fasilitas kredit dari BRI senilai Rp.18.000.000; untuk jangka waktu 12 bulan.besarnya bunga 21% serta biaya admnstrasi Rp.300.000; dan biaya provisi dan komisi 1% dari nominal. Pertanyaan : Coba saudara buat perhitungan berikut tabelnya yang berisi saldo pinjaman,pokok pinjaman,bunga dan jumlah angsuran dengan menggunakan metode flate rate dan sliding rate,kemudian berikan rekomendasi kepada Tn. ROY metode mana yang menguntungkan. 4. Uraikan keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan kartu plastic,baik bagi perusahaan yang mengeluarkan kartu,pedagang maupun nasabah pemegang kartu 5. Tn.Ahmad memliki rekening giro wadiah di Bank Syariah Cilegon dengan saldo rata-rata pada bulan mei 2003 adalah Rp.1.000.000;Bonus yang diberikan Bank Syariah Cilegon kepada nasabah adalah 30% dengan saldo rata-rata minimal Rp.500.000; Diasumsikan total dana giro wadiah di bank Syariah Cilegon adalah Rp.1.000.000.000; Pendapatan Bank Syariah Cilegon dari penggunaan giro wadiah adalah Rp.100.000.000; Pertanyaan : Berapa bonus yang di terima oleh Tn.Ahmad pada akhir bulan mei 2003 6. Uraikan secara lengkap pengertian Bank Syariah dan jelaskan pula dimana letak perbedaannya dengan bank konvensional 7. Setiap kredit yang diusulkan haruslah memenuhi kriteria layak sehingga kemungkinan risiko macet dapat di minimalkan.Jelaskan kriteria-kriteria apa saja untuk menentukan kredit tersebut layak atau tidak. 8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kesehatan bank dan bagaimana ciri-ciri bank yang tidak sehat,kemudian bagaimana pula saran saudara terhadap bank yang sakit tersebut
  • 2.
    Jawaban : 1. Perbedaanantara bank umum dengan Bank Perkreditan Rakyat. Bank Umum BPR Bank umum,adalah bank yang berfungsi melayani jasa lalu lintas pembayaran Memeberikan jasa –jasa bank seperti Kliring Menerima simpanan dalam bentuk giro Melakukan kegiatan valuta asing Melakukan kegiatan perasuransian Bank Perkreditan Rakyat (BPR),adalah bank yang hanya melayani simpanan dan pinjaman saja. o Dilarang mengikuti Kliring o Dilarang menerima simpanan dalam bentuk giro o Dilarang melakukan kegiatan valuta asing o Melakukan kegiatan perasuransian 2. Yang dapat dijadikan sebagai jaminan kredit : Benda Bergerak, yaitu benda yang karena sifatnya dapat dipindahkan atau karena ditentukan undang-undang. Contoh kendaraan bermotor ( Sepeda motor, Mobil ). Benda Tidak Bergerak, lembaga jaminan yang dipakai untuk mengikatnya ke dalam suatu perjanjian kredit adalah Hak Tanggungan. Dalam hal ini objek jaminan haruslah berupa benda tidak bergerak berbentuk tanah. Dan, dalam proses pengikatannya juga harus dilakukan ke dalam akta atau dokumen tersendiri yaitu dalam bentuk Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) yang dilakukan secara terpisah dari perjanjian tersebut namun adalah merupakan satu kesatuan yang utuh dan bulat dari perjanjian kredit itu sendiri. 3. Pinjaman Bunga : Rp. 18.000.000 : 21% Pengembalian : 12 bulan Tabel Flate Rate : Pokok Pinjaman Rp Rp 16.500.000 1.500.000 Rp Rp 15.000.000 1.500.000 Bulan Sisa Pinjaman 1 2 Bunga Angsuran Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000
  • 3.
    3 Rp 13.500.000 4 Rp 12.000.000 5 Rp10.500.000 6 Rp 9.000.000 7 Rp 7.500.000 8 Rp 6.000.000 9 Rp 4.500.000 10 Rp 3.000.000 11 Rp 1.500.000 12 Rp Total Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 18.000.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 315.000 Rp 3.780.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 1.815.000 Rp 21.780.000 Tabel Sliding rate : Bulan Sisa Pinjaman 1 Rp 16.500.000 2 Rp 15.000.000 3 Rp 13.500.000 4 Rp 12.000.000 5 Rp 10.500.000 6 Rp 9.000.000 7 Rp 7.500.000 8 Rp 6.000.000 9 Rp 4.500.000 10 Rp 3.000.000 Pokok Pinjaman Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000 Rp Bunga Angsuran Rp 315.000 Rp 288.750 Rp 262.500 Rp 236.250 Rp 210.000 Rp 183.750 Rp 157.500 Rp 131.250 Rp 105.000 Rp Rp 1.815.000 Rp 1.788.750 Rp 1.762.500 Rp 1.736.250 Rp 1.710.000 Rp 1.683.750 Rp 1.657.500 Rp 1.631.250 Rp 1.605.000 Rp
  • 4.
    11 12 1.500.000 Rp Rp 1.500.000 1.500.000 Rp Rp 1.500.000 Rp Total 18.000.000 78.750 Rp 52.500 Rp 26.250 Rp 2.047.500 Total angsuran Flaterate : RP. 21.780.000 Total angsuran Sliding Rate 1.578.750 Rp 1.552.500 Rp 1.526.250 Rp 20.047.500 : Rp. 20.047.500 Total angsuran Sliding Rate lebih kecil Rp. 1.732.500. Tn. Roy direkomendasikan untuk memilih metode Sliding Rate 4. Keuntungan-keuntungan menggunakan kartu plastik a. Bagi perusahaan yang mengeluarkan kartu. • Mendapatkan Uang pangkal • Memperoleh Iuran tahunan • Mendapatkan Discount dari merchant • Pendapatan bunga • Penerimaan denda keterlambatan • Interchange fee b. Bagi pemegang kartu : • Tidak perlu membawa banyak uang tunai sehingga lebih aman • Sistem pembayaran fleksibel • Membeli barang dengan kredit • Purchase protection plan otomatis bagi setiap barang yang dibeli dengan card • Bantuan perjalanan luar dan dalam negeri c. Bagi Pedagang
  • 5.
    • Aman karena tidakmemegang uang tunai hasil penjualan • Pembayaran atas penjualan dijamin oleh Issuer (yang mengeluarkan kartu) • Meningkatkan turn over / omzet penjualan • Mengurangi beban pembukuan • Mencegah nasabah lari ke pesaing 5. Bonus yang diterima tuan Ahmad. 1.000.000/1.000.000.000 x 100.000.000 x 30%=30.000 Bonus yang diterima tuan Ahmad pada pada akhir bulan mei 2003 : Rp. 30.000; 6. Bank Syariah adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syari’ah dalam memberikan jasa dalam lalu litas pembayaran. Prinsip syari’ah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk menyimpannya, pembiayaan atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syari’ah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Bank Syari’ah berarti bank yang tata cara operasionalnya didasari dengan tatacara Islam yang mengacu kepada ketentuan alquran dan al hadist. Perbedaan Bank Syariah dengan Bank konvensional: a. Perbedaan Falsafah Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah yang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnya sedangkan bank kovensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yang sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. b. Konesp Pengelolaan Dana Nasabah Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara ini jelas berbeda dengan deposito pada bank konvensional yang merupakan upaya membungakan uang. Pada Bank Syariah hasil keuntungan dari pemanfaatan dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha akan dibagikan kepada nasabah dengan sistem bagi hasil. Semakin besar keuntungan bank syariah semakin besar pula keuntungan nasabahnya. Berbeda dengan bank konvensional, keuntungan tidak dibagikan kepada nasabahnya. Nasabah hanya dibayar sejumlah prosentase dari dana yang disimpannya saja. c. Kewajiban Mengelola Zakat
  • 6.
    Bank syariah diwajibkanmenjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Sedangkan Bank Konvensional tidak ada kewajiban mengelola zakat. d. Struktur Organisasi. Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertugas mengawasi segala aktifitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. 7. Kriteria-kriteria untuk menentukan kelayakan kredit adalah prinsip 5C ( The Five C’s Pinciples ). Prinsip-prinsip 5C tersebut antara lain: a. Character. Character adalah data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat-sifat pribadi, kebiasaan-kebiasaannya, cara hidup, keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya. Character ini untuk mengetahui apakah nantinya calon nasabah ini jujur berusaha untuk memenuhi kewajibannya. b. Capacity Capacity merupakan kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya yang dapat dilihat dari pendidikannya, pengalaman dalam mengelola usaha (business record). Capacity ini merupakan ukuran dari kemampuan dalam membayar hutang. c. Capital Capital adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. Hal ini bisa dilihat dari neraca, laporan rugi-laba, struktur permodalan, ratio-ratio keuntungan yang diperoleh seperti return on equity, return on investment. Dari kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon pelanggan diberi pembiayaan, dan beberapa besar plafon pembiayaan yang layak diberikan. d. Collateral Collateral adalah jaminan yang mungkin bisa disita apabila calon pelanggan benar-benar tidak bisa memenuhi kewajibannya. Collateral ini diperhitungkan paling akhir, artinya bilamana masih ada suatu kesangsian dalam pertimbangan-pertimbangan yang lain, maka bisa menilai harta yang mungkin bisa dijadikan jaminan. e. Condition Condition adalah pembiayaan yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Ada suatu usaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian, oleh karena itu perlu mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon pelanggan.
  • 7.
    8. Pengertian kesehatanBank. Bank yang sehat adalah bank yang dapat menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat, dapat menjalankan fungsi intermediasi, dapat membantu kelancaran lalu lintas pembayaran serta dapat digunakan oleh pemerintah dalam melaksanakan berbagai kebijakannya, terutama kebijakan moneter. Ciri-Ciri Bank yang tidak sehat : Kekurangan Modal Kualitas activa produktif menurun Selalu mengalami kerugian dalam kegiatan operasinya Saran : Masalah Kesehatan Apabila bank sudah dinyatakan tidak sehat oleh Bank Indonesia setelah melalui beberapa perbaikan sebelumnya, maka sebaiknya bank tersebut melakukan penggabungan / merger. Pilihan penggabungan tentunya dengan bank yang sehat. Jika bank yang digabungkan sama-sama dalam kondisi tidak sehat maka sebaiknya pilihan penggabungan adalah konsolidasi atau dapat pula diakusisi oleh bank lain yang sehat.