P E N G A N T A R K U L I A H
P E M I K I R A N I S L A M M O D E R N / K O N T E M P O R E R
D I I N D O N E S I A
PEMBAHARUAN DALAM
ISLAM (TAJDID)
Makna Tajdid
 Tajdid secara kebahasaan (lughawi) berarti
pembaharuan, yakni proses memperbaharui sesuatu
yang dipandang usang atau rusak.
 Tajdid dari kata “‫تجديد‬‫ـ‬‫يجدد‬‫ـ‬‫جدد‬” yang kata dasarnya
“‫جديد‬”
 Tajdid didefinisikan “menghidupkan ajaran Quran
dan Sunnah yang telah banyak ditinggalkan
umatnya, dan memurnikan pemahaman dan
pengamalan agama Islam dari hal-hal yang tidak
berasal dari Islam.” (Syams al-Haq al-Azhim, Imam
al-Syatibi)
Landasan Tajdid

َ
‫ال‬َ‫ق‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ُ‫ه‬‫ى‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ
‫ن‬َ‫ع‬
:
ُ
‫ول‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ
‫ال‬َ‫ق‬
‫أ‬‫وسلم‬‫عليه‬‫هللا‬‫صلى‬ ِ‫هللا‬
َّ
‫ن‬
‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أأل‬ ِ‫ه‬ ِ‫ذ‬َ‫ه‬ِ‫ل‬ ُ
‫ث‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫ي‬ َ‫هللا‬
َ‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ن‬َ‫س‬ ِ‫ة‬
َ
‫ائ‬ِ‫م‬ ِ
‫ل‬ُ‫ك‬ ِ
‫س‬ْ‫أ‬َ‫ر‬
‫ا‬َ‫ه‬
َ
‫ل‬ ُ‫د‬ ِ‫د‬َ‫ج‬ُ‫ي‬ ْ
‫ن‬
‫ا‬َ‫ه‬َ‫ن‬ْ‫ي‬ ِ‫د‬
(
‫دأود‬ ‫بو‬‫أ‬‫أه‬‫و‬‫ر‬
)
 Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah
bersabda: “Sesungguhnya Allah mengutus bagi
umat ini (Islam) pada setiap menghujung seratus
tahun seseorang yang akan memperbaharui
(mengadakan pembaharuan) bagi agamanya”
(Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud)
Tajdid dalam Muhammadiyah
 Dari segi bahasa, tajdid berarti pembaharuan, dan
dari segi istilah, tajdid memiliki dua arti, yakni : (1).
Pemurnian, (2). Peningkatan, pengembangan,
modernisasi dan yang semakna dengannya.
 Pemurnian sebagai arti tajdid yang pertama,
dimaksudkan sebagai pemeliharaan matan ajaran
Islam yang berdasarkan dan bersumber kepada Al-
Quran dan Sunnah Shahihah (Maqbulah).
 Sedangkan arti peningkatan, pengembangan,
modernisasi dan yang semakna dengannya, tajdid
dimaksudkan sebagai penafsiran, pengamalan, dan
perwujudan ajaran Islam dengan tetap berpegang
teguh kepada Al-Quran dan Sunnah Shahihah
Tajdid dalam Muhammadiyah
Tujuan Tajdid
 memfungsikan Islam sebagai hudan, furqan dan
rahmatan lil alamin, termasuk mendasari dan
membimbing perkembangan kehidupan masyarakat,
dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan
demikian, tajdid, bagi Muhammadiyah, harus
senantiasa berpijak dari Al-Quran dan al-Sunnah,
dan selanjutnya juga bermuara pada implementasi
atas nilai-nilai ajaran Al-Quran dan al-Sunnah.
Dimensi Tajdid
 (1). Pemurnian aqidah dan ibadah, serta
pembentukan akhlak mulia (al-akhlak al-karimah).
 (2). Pembangunan sikap hidup dinamis, kreatif,
progressif, dan berwawasan masa depan.
 (3) Pengembangan kepemimpinan organisasi dan
etos kerja dalam Pesyarikatan Muhammadiyah.
Trend Tajdid dalam Realita Sejarah
Salafiyah (pemurnian)
Reformasi/modernisasi
Perpaduan pemurnian dan
reformasi/modernisasi
Liberalisasi/Sekularisasi (Neo/Post-
Tradisionalisme dan Neo/Post-
Modernisme)
PEMURNIAN/Salafiyah
Modernisasi, reformasi
Tokoh Tajdid Klasik dan Kontemporer
Ibnu Taimiyah (1263-1328)
Muhammad bin Abdul Wahhab (1730-
1791)
Jamaluddin Al-Afghani (1838-1897)
Muhammad Abduh (1848-1905)
Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935)
GERAKAN PEMBAHARUAN DI INDONESIA
Jam’iyatul Khair dan Al-Irsyad (15 Juli
1905)
Sarekat Islam (11 Nopember 1912)
Muhammadiyah (18 Nopember 1912)
Persatuan Islam (17 September 1923
Studi Tokoh Pembaharuan
 Pokok-pokok pandangan tentang kondisi
masyarakat Islam.
 Pemahamannya tentang ajaran Islam
 Bagaimana gerakan dakwahnya, apa metode yang
digunakan?
 Apa saja penghambat gerakan dakwahnya, dan
bagaimana strategi menanggulanginya?
Studi Gerakan Pembaharuan
 Siapa tokoh utamanya?
 Kapan berdiri dan di mana?
 Apakah pokok-pokok yang diajarkan kepada umat?
 Bagaimana gerakannya?
 Bidang apa saja yang menjadi perhatiannya?

pembaharuan-dalam-islam-tajdid.ppt

  • 1.
    P E NG A N T A R K U L I A H P E M I K I R A N I S L A M M O D E R N / K O N T E M P O R E R D I I N D O N E S I A PEMBAHARUAN DALAM ISLAM (TAJDID)
  • 2.
    Makna Tajdid  Tajdidsecara kebahasaan (lughawi) berarti pembaharuan, yakni proses memperbaharui sesuatu yang dipandang usang atau rusak.  Tajdid dari kata “‫تجديد‬‫ـ‬‫يجدد‬‫ـ‬‫جدد‬” yang kata dasarnya “‫جديد‬”  Tajdid didefinisikan “menghidupkan ajaran Quran dan Sunnah yang telah banyak ditinggalkan umatnya, dan memurnikan pemahaman dan pengamalan agama Islam dari hal-hal yang tidak berasal dari Islam.” (Syams al-Haq al-Azhim, Imam al-Syatibi)
  • 3.
    Landasan Tajdid  َ ‫ال‬َ‫ق‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ُ‫ه‬‫ى‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ْ ‫ن‬َ‫ع‬ : ُ ‫ول‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ ‫ال‬َ‫ق‬ ‫أ‬‫وسلم‬‫عليه‬‫هللا‬‫صلى‬ ِ‫هللا‬ َّ ‫ن‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِ‫ة‬َّ‫م‬ُ‫أأل‬ ِ‫ه‬ ِ‫ذ‬َ‫ه‬ِ‫ل‬ ُ ‫ث‬ َ‫ع‬ْ‫ب‬َ‫ي‬ َ‫هللا‬ َ‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ن‬َ‫س‬ ِ‫ة‬ َ ‫ائ‬ِ‫م‬ ِ ‫ل‬ُ‫ك‬ ِ ‫س‬ْ‫أ‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ه‬ َ ‫ل‬ ُ‫د‬ ِ‫د‬َ‫ج‬ُ‫ي‬ ْ ‫ن‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫ن‬ْ‫ي‬ ِ‫د‬ ( ‫دأود‬ ‫بو‬‫أ‬‫أه‬‫و‬‫ر‬ )  Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah mengutus bagi umat ini (Islam) pada setiap menghujung seratus tahun seseorang yang akan memperbaharui (mengadakan pembaharuan) bagi agamanya” (Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud)
  • 4.
    Tajdid dalam Muhammadiyah Dari segi bahasa, tajdid berarti pembaharuan, dan dari segi istilah, tajdid memiliki dua arti, yakni : (1). Pemurnian, (2). Peningkatan, pengembangan, modernisasi dan yang semakna dengannya.  Pemurnian sebagai arti tajdid yang pertama, dimaksudkan sebagai pemeliharaan matan ajaran Islam yang berdasarkan dan bersumber kepada Al- Quran dan Sunnah Shahihah (Maqbulah).
  • 5.
     Sedangkan artipeningkatan, pengembangan, modernisasi dan yang semakna dengannya, tajdid dimaksudkan sebagai penafsiran, pengamalan, dan perwujudan ajaran Islam dengan tetap berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunnah Shahihah Tajdid dalam Muhammadiyah
  • 6.
    Tujuan Tajdid  memfungsikanIslam sebagai hudan, furqan dan rahmatan lil alamin, termasuk mendasari dan membimbing perkembangan kehidupan masyarakat, dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, tajdid, bagi Muhammadiyah, harus senantiasa berpijak dari Al-Quran dan al-Sunnah, dan selanjutnya juga bermuara pada implementasi atas nilai-nilai ajaran Al-Quran dan al-Sunnah.
  • 7.
    Dimensi Tajdid  (1).Pemurnian aqidah dan ibadah, serta pembentukan akhlak mulia (al-akhlak al-karimah).  (2). Pembangunan sikap hidup dinamis, kreatif, progressif, dan berwawasan masa depan.  (3) Pengembangan kepemimpinan organisasi dan etos kerja dalam Pesyarikatan Muhammadiyah.
  • 8.
    Trend Tajdid dalamRealita Sejarah Salafiyah (pemurnian) Reformasi/modernisasi Perpaduan pemurnian dan reformasi/modernisasi Liberalisasi/Sekularisasi (Neo/Post- Tradisionalisme dan Neo/Post- Modernisme)
  • 9.
  • 10.
    Tokoh Tajdid Klasikdan Kontemporer Ibnu Taimiyah (1263-1328) Muhammad bin Abdul Wahhab (1730- 1791) Jamaluddin Al-Afghani (1838-1897) Muhammad Abduh (1848-1905) Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935)
  • 11.
    GERAKAN PEMBAHARUAN DIINDONESIA Jam’iyatul Khair dan Al-Irsyad (15 Juli 1905) Sarekat Islam (11 Nopember 1912) Muhammadiyah (18 Nopember 1912) Persatuan Islam (17 September 1923
  • 12.
    Studi Tokoh Pembaharuan Pokok-pokok pandangan tentang kondisi masyarakat Islam.  Pemahamannya tentang ajaran Islam  Bagaimana gerakan dakwahnya, apa metode yang digunakan?  Apa saja penghambat gerakan dakwahnya, dan bagaimana strategi menanggulanginya?
  • 13.
    Studi Gerakan Pembaharuan Siapa tokoh utamanya?  Kapan berdiri dan di mana?  Apakah pokok-pokok yang diajarkan kepada umat?  Bagaimana gerakannya?  Bidang apa saja yang menjadi perhatiannya?