KINGDOM PLANTAE
SMA Kelas X
Dewi Ayu Pratiwi
OUTLINE
Klasifikasi
Tumbuhan
Lumut
(Bryophyta)
Hepaticopsida
(Lumut Hati)
Anthoceratopsida
(Lumut Tanduk)
Bryopsida(Lumut
Daun)
Tumbuhan Paku
(Pteridophyta)
Psilopsida (Paku
Purba)
Lycopsida (Paku
Kawat)
Sphenopsida/Equiset
opsida (Paku Ekor
Kuda)
Pteropsida (Paku
Sejati)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae
Angiospermae
Ciri dan Pembagian
Tumbuhan
 Karakteristik Tumbuhan ;
 Eukariotik
 Multiseluler
 Memiliki akar, batang, dan daun
 Dinding sel tersusun dari selulosa
 Memiliki klorofil a dan b
 Reproduksi secara generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual)
 Berdasarkan ada/tidak pembuluh angkut, tumbuhan dibedakan menjadi;
Tumbuhan tidak berpembuluh (non-tracheophyta) : Tumbuhan lumut
(Bryophyta)
Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) : Tumbuhan paku
(Pteridophyta) dan Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
Lumut (Bryophyta)
Karakteristik
 Bryophta (Yunani, bryon=lumut, phyton=tumbuhan), jadi lumut merupakan anggota
Kingdom Plantae yang merupakan bentuk peralihan antara Thallophyta (tumbuhan
yang belum memiliki akar, batang, dan daun sejati) dengan Cormophyta (tumbuhan
berkormus)—sudah punya akar, batang, daun sejati.
 Cara hidup : Higrofit (tempat lembab); Epifit (menempel di kulit pohon); Hidrofit (di
air)
Lumut daun (di batuan) Lumut hati (di air)Lumut tanduk (di tanah)
Lumut (Bryophyta)
Ciri Tubuh (1)
 Bentuk tubuh; sebagian berbentuk lembaran, ada juga yang berbentuk seperti
tumbuhan kecil dan tegak
 Memiliki bagian tubuh yang menyerupai akar (rhizoid), batang dan daun.
 Rhizoid  Menyerap air dan mineral serta membuat lumut melekat pada habitatnya.
 Tidak memiliki pembuluh angkut
 Memiliki klorofil  Dapat berfotosintesis
 Struktur tubuh;
A) Bentuk Gametofit
• Tumbuhan tampak berwana hijau, berbentuk lembaran dan kecil, membentuk alat
kelamin (gametangium ) berupa anteridum (menghasilkan spermatozoid) dan
arkegoium (menghasilkan ovum).
• Lumut monoesis (berumah satu) : Memiliki arkegonium dan anteridium
• Lumut diesis : Hanya memiliki satu jenis alat kelamin saja (arkegonium atau
anteridium)
Lumut (Bryophyta)
Ciri Tubuh (2)
 Struktur tubuh;
B) Bentuk Sporofit
• Merupakan bentuk tumbuhan yang menghasilkan spora.
• Berwarna kecokletan, kekuningan, atau kemerahan.
• Berukuran lebih kecil dan masa hidup lebih pendek
• Menumpang diatas gametofit, berbentuk seperti terompet atau kapsul.
• Bagian-bagian tubuh Sporofit :
 Vaginula : Selaput pangkal tangkai
 Seta : Tangkai
 Sporangium : Kotak spora
 Sporangium dilindungi oleh bagian yang disebut kaliptra.
 Bagian dari sporangium : Apofisis, teka (theca), dan operkulum
(penutup)
 Saat operkulum terbuka, tampak gigi peristom (untuk menyebarkan
spora).
 Spora lumut disebut homospora/isospora (bentuk dan ukuran sama).
Lumut (Bryophyta)
Ciri Tubuh (3)
Struktur tubuh lumut daun Polytrichum sp. dengan sporangium
Lumut (Bryophyta)
Reproduksi Lumut
Spora (n)
Arkegonium (n)Anteridium (n)
Tumbuhan Lumut (n)
Protonema (n)
Spermatozoid (n) Ovum (n)
Zigot (2n)
Embrio (2n)
Sporogonium (2n)
Sporangium (2n)
Sel Induk Spora (2n)
Mitosis
Fertilisasi
Keterangan
n : haploid
2n : diploid
Meiosis
Fase gametofit :
 Kromosom
haploid (n)
 Dominan
(Umur
panjang)
 Fotosintesis
Fase sporofit :
 Kromosom diploid (2n)
 Hidup menumpang pada
gametofit
  Fotosintesis
Lumut (Bryophyta)
Reproduksi Lumut
Siklus hidup lumut daun Polytrichum sp.
Lumut (Bryophyta)
Klasifikasi Lumut
1. Hepaticopsida (Lumut Hati)
 Berbentuk thalus pipih
 Lumut berumah dua, memiliki gametofit
jantan dan betina
 Reproduksi
a) Metagenesis : Fase sporofit
tersembunyi
b) Vegetatif : Fragmentasi dan
Gemmae cup tumbuhan lumut kecil
yang apabila terlepas akan membentuk
lumut baru)
 Contoh : Marchantia sp., Ricciocarpus
natans, Riccardia indica dan Reboulia
hemisphaerica
Alat reproduksi pada lumut hati
Marchantia sp dengan gemmae cup
Lumut (Bryophyta)
Klasifikasi Lumut(2)
Marchantia sp. Ricciocarpus natans
Riccardia indica Reboulia hemisphaerica
Lumut (Bryophyta)
Klasifikasi Lumut (3)
2. Anthoceropsida (Lumut tanduk)
 Bentuk tubuh seperti lumut hati,
berupa thalus, namun sporofitnya
berupa kapsul memanjang
 Sporogonium memiliki benang-benang
elater yang mengatur pengeluaran
spora dan pada kapsulnya terdapat
stomata.
 Ada yang berumah satu atau monoesis,
ada pula yang berumah dua/diesis
(arkegonium dan anteridum terletak
pada thallus yang beda)
 Contoh : Anthoceros punctatus,
Phaeoceros laevis, Folioceros, dan
Leiosporoceros.
Anthoceros punctatus
Lumut (Bryophyta)
Klasifikasi Lumut (4)
3. Bryopsida (Lumut Daun)
 Merupakan lumut sejati
 Dapat ditemukan di tanah,tembok,
batuan, ataupun kulit pohon
 Berbentuk seperti tumbuhan kecil dan
tumbuh tegak
 Memiliki akar (rhizoid), batang, dan
daun
 Monoesis atau Diesis
 Contoh : Polytrichum commune,
Sphagnum palustre, Dichodontium, dan
Campylopus.
Polytrichum commune
Sphagnum palustre
Lumut (Bryophyta)
Manfaat Lumut
1. Indikator daerah lembab dan basah
2. Peranan dalam ekosistem
 Sebagai produsen
 Tumbuhan perintis, bersama dengan lichenes
 Di hutan : bantalan lumut untuk menyerap air hujan/salju yang mencair untuk
mencegah banjir dan kekeringan
3. Peranan lain
 Marchantia polymorpha : Obat hepatitis (liver)
 Sphagnum (lumut gambut)
 Sebagai bahan pembalut
 Sumber bahan bakar
 Sebagai pengganti kapas
 Komponen pembentuk tanah gambut
 Menggemburkan medium pada tanaman pot (pupuk)
Paku (Pteridophyta)
Karakteristik
 Pteridophyta (Yunani, pteron = bulu, phyton = tumbuhan) merupakan kelompok Plantae
yang berbentuk kormus dan bereproduksi dengan spora.
 Sudah memiliki pembuluh angkut (xylem dan floem)
 Dikenal dengan istilah tumbuhan pakis
 Contoh : Adiantum cuneatum, Alsophila glauca, Marsilea sp., dan Azolla pinnata
 Hidup di berbagai habitat (Higrofit, Hidrofit, dan Epifit).
Cyanthea cooperi Platycerium bifurcatumSalvinia natans
Paku (Pteridophyta)
Ciri Tubuh
 Ukuran tubuh bervariasi (Beberapa sentimeter misalnya Azolla caroliniana; Seperti pohon
sekitar 5 meter Alsophilla galuca)
 Mengalami pergiliran keturunan dalam bentuk gametofit dan sporofit
 Sporofit berukuran lebih besar dan memiliki bentuk yang lebih kompleks daripada
gametofit.
a) Struktur tubuh Tumbuhan Paku yang Berbentuk Sporofit
 Akar serabut yang di lindungi kaliptra (tudung akar)
 Batang tumbuh horizontal di tanah (Rhizom/Rimpang)
 Daun : Susunan tulang daun menyirip; daun muda menggulung (fiddlehead)
- Berdasarkan ukuran : Makrofil (Ukuran besar, memiliki tangalo dan tulang
daun); Mikrofil (Ukuran kecil, berbentuk sisik)
- Berdasarkan Fungsinya : Sporofil (menghasilkan spora); tropofil (untuk
fotosintesis)
Paku (Pteridophyta)
Ciri Tubuh (2)
Rizoid
Rhizoma
Sorus
Sporofil
Batang
Daun
Circinnatus
(Struktur tubuh tumbuhan paku Dyropteris filix-mas)
(Perbedaan daun tropofil dan
sporofil pada tumbuhan paku)
Ket: Circinnatus adalah daun muda yang
menggulung
Paku (Pteridophyta)
Ciri Tubuh (3)
 Berdasarkan ukuran dan bentuk daunnya, tumbuhan pake dibedakan menjadi ;
a) Paku heterofil : Daun berbeda ukuran dan bentuknya. Contoh : Drymoglossum
(sporofil lebih panjang daripada tropofil)
b) Pake homofil : Daun sama ukurdan dan bentuknya. Contoh : Adiantum
cunninghamii (suplir) dan Nephrolepis
SporofilTropofil
Adiantum cunninghamii Lemmaphyllum sp.
Paku (Pteridophyta)
Ciri Tubuh (4)
 Spora pada tumbuhan paku dihasilkan oleh
sporangium (kotak spora) dalam bentuk berikut ;
 Sorus : Terdapat dipermukaan bawah daun,
memiliki penutup yang disebut indusium.
Didalamnya terdapat sel-sel anulus.
 Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan
paku terbagi menjadi;
a) Paku homospora/isospora : satu jenis spora
dengan bentuk dan ukuran sama. Disebut paku
berumah satu karena spora tumbuh menjadi
protalium pembentuk anteridium dan
arkegonium. Contoh ; Lycopodium, Drymoglossum,
dan Dyropteris filix-mas.
Paku (Pteridophyta)
Ciri Tubuh (5)
 Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku terbagi menjadi;
b) Paku heterospora/anisospora : Menghasilkan dua jenis spora yang ukurannya
berbeda (Makrospora/Megaspora dan Mikrospora). Makrospora akan membentuk
makroprotalium pembentuk arkegonium. Sedangkan mikrospora akan tumbuh
menjadi mikroprotalium pembentuk anteridium. Paku ini disebut paku berumah dua.
Contohnya ; Selaginella (paku rane), Salvinia, dan Marsilea (semanggi).
c) Paku peralihan : Menghasilkan spora yang ukurannya sama, namun berbeda jenis.
Spora dapat tumbuh menjadi protalium dan membentuk salah satu alat kelamin
(arkegonium atau anteridium). Paku ini termasuk paku berumah dua. Contoh;
Equisetum debile (paku ekor kuda).
Spora (n)
Arkegonium (n)Anteridium (n)
Tumbuhan paku (2n)
Protalium (n)
Spermatozoid (n) Ovum (n)
Zigot (2n)
Sporofil (2n)
Sporangium (2n)
Sel Induk Spora (2n)
Mitosis
Fertilisasi
Keterangan
n : haploid
2n : diploid
Meiosis
Fase gametofit :
  Klorofil
 Usia pendek
 Keturunan
vegatatif
Fase sporofit :
  Klorofil
 Usia panjang
 Keturunan generatif
Paku (Pteridophyta)
Reproduksi Paku
Homospora
(Metagenesis tumbuhan paku homospora)
Mikrospora (n) Makrospora (n)
Mikroprotalium (n) Makroprotalium (n)
Anteridium (n) Arkegonium (n)
Zigot (2n)
Makrosporofil (2n)Mikrosporofil (2n)
Mikrospora (2n) Makrospora (2n)
Mikrosporangium (2n) Makrosporangium (2n)
Tumbuhan Paku (2n)
Spermatozoid (n) Ovum (n)
MeiosisMeiosis
MitosisMitosis
Fertilisasi
Keterangan
n : haploid
2n : diploid
(Metagenesis tumbuhan paku heterospora)
Paku
(Pteridophyta)
Reproduksi
Paku
Heterospora
Spora (n) Spora (n)
Protalium jantan (n) Protalium betina (n)
Anteridium (n) Arkegonium (n)
Sporangium (2n)
Zigot (2n)
Tumbuhan paku (2n)
Sporofil (2n)
Spermatozoid (n) Ovum (n)
Sel induk mikrospora (2n)
Keterangan
n : haploid
2n : diploid
Fertilisasi
MeiosisMeiosis
MitosisMitosis
Reproduksi Paku PeralihanPaku (Pteridophyta)
(Metagenesis tumbuhan paku peralihan)
Paku (Pteridophyta)
Klasifikasi
1. Psilopsida (Paku purba)
 Merupakan tumbuhan paku primitif yang sebagian besar telah punah.
 Sebagian besar tidak memiliki daun dan akar, hanya memiliki rhizoid.
 Pada tumbuhan paku yang memiliki daun, daunnya berukuran kecil dan
bersisik.
 Sporangium menghasilkan spora yang jenis dan ukurannya sama (homospora)
 Contoh; Rhynia (paku tidak berdaun) telah punah, Tmesipteris, dan Psilotum .
Psilotum nudum Tmesipteris tannensis
Paku (Pteridophyta)
Klasifikasi (2)
2. Lycopsida (Paku kawat)
 Disebut juga club moss (lumut gada) atau ground pine (lumut tanah)
 Batang berbentuk seperti kawat, pada bagian ujungnya terdapat sporofil dengan
struktur seperti strobilus
 Ada yang homospora (Lycopodium sp.) dan ada yang heterospora (Selaginella sp.)
 Gametofit berukuran kecil dan tidak berklorofil.
Lycopodium sp. Selaginella sp.
Paku (Pteridophyta)
Klasifikasi (3)
3. Sphenopsida atau Equisetopsida (Paku ekor kuda)
 Batang berbentuk ulir/lingkaran yang meyerupai ekor kuda
 Batang berongga , beruas-ruas, dan dinding selnya keras karena mengandung silika.
 Sporofilnya berdaun kecil dan bersisik
 Merupakan jenis paku peralihan (Menghasilkan spora yang sama ukurannya namun
berbeda jenis)
 Paku jenis ini hidup di habitat lembab daerah subtropis
 Contoh; Equisetum palustre, dan Equisetum arvense
Equisetum palustre Equisetum arvense
Paku (Pteridophyta)
Klasifikasi (3)
4. Pteropsida (Paku Sejati)
 Memiliki akar, batang dan daun sejati
 Daun besar (makrofil), bertangkai, tulang daun bercabang, memiliki daging daun
(mesofil)
 Daun muda tumbuh menggulung (circinnatus)
 Sporangium terdapat pada sisi bawah daun
 Contoh; Adiantum fimbriantum, Asplenium nidus, dan Marsilea crenata.
Adiantum fimbriantum Marsilea crenata
1. Tanaman hias : Adiantum (suplir), Platycerium sp. (paku tanduk rusa), Asplenium nidus
(paku sarang burung).
2. Bahan obat-obatan : Equisetum (obat diuretik) dan Selaginella plana (obat luka)
3. Bahan makanan : Marsilea crenata (semanggi), dan Pteridium aquilinum (paku garuda)
4. Pupuk hijau : Azolla pinata bersimbiosis dengan ganggang biru Anabaena azollae untuk
mengikat nitrogen bebas
5. Pembuatan petasan : Spora dari Lycopodium sp.
6. Tiang bangunan : Alsophila glauca
7. Bahan penggosok (ampelas) : Equisetum sp.
Merugikan :
- Gulma tanaman padi : Salvinia molesta (kayambang)
Paku (Pteridophyta)
Manfaat Tumbuhan
Paku
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Karakteristik
 Spermatophyta (Yunani, sperma = biji, phyton = tumbuhan) meliputi semua tumbuhan
berpembuluh yang bereproduksi generatif dengan membentuk biji.
 Di dalam biji (seed) terdapat calon individu baru (embrio) beserta cadangan makanan
(endosperma) yang terbungkus oleh lapisan pelindung.
 Bersifat fotoautotrof (pada umumnya)
 Ada yang bersifat parasit [Contoh; Cuscuta sp. (tali putri)]
 Hidup bebas di tanah, epifit, dan hidup di air.
 Bagian akar,batang, daun sudah dapat jelas di bedakan (kormus).
 Bentuk tubuh dapat dibedakan menjadi ;
a) Semak (batang pendek, merayap, berumpun) : Rumput teki (Cyperus rotundus)
b) Perdu (berbentuk pohon, namun batangnya kecil dan pendek) : Cabai (Capsicum
annuum)
c) Pohon (berbatang besar dan tinggi) : Pohon jati (Tectona grandis)
d) Liana (berbentuk seperti tali tambang dan tumbuh melilit pohon lain) : Sirih (Piper
betle)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Karakteristik (2)
Nymphaea odorata
Cuscuta sp
(Coelogyne pandurata) / anggrek hitam
(Rafflesia arnoldii)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Karakteristik (3)
(Cyperus rotundus)
(Capsicum annuum)
(Tectona grandis)
(Piper betle)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Klasifikasi
 Berdasarkan letak biji atau
bakal bijinya, tumbuhan
berbiji (Spermatophyta) di
kelompokan menjadi dua
divisi, yaitu ;
a) Gymnospermae atau
Pinophyta (tumbuhan
berbiji terbuka) : Bakal
bijinya tidak
terlindungi oleh daun
buah (karpel) atau
bijinya berada pada
bilah-bilah strobilus
yang berbentuk sisik.
b) Angiospermae atau Magnoliophyta
(tumbuhan berbiji tertutup) : Bakal bijinya
terlindungi oleh daun buah. Daun buah
merupakan ovarium (megasporofil) yang
sudah matang dan dindingnya menebal.
(Perbandingan antara Gymnospermae dan
Angiospermae )
Pteridophyta Spematophyta
Megasporofil Daun buah (khusus pada Angiospermae)
Megasporangium Nuselus integumen
Megaspora Megaspora
Gametofit betina Kantong embrio (khusus pada
Angiospermae)
Mikrosporofil Benang sari (khusus pada Angiospermae)
Mikrosporangium Kantong seruk sari (biasanya pada
Angiospermae)
Mikrospora Gametofit jantan Serbuk sari
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Karakteristik
(Perbandingan istilah pada struktur homolog Pteridophyta dan Spermatophyta)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Klasifikasi
1. Gymnospermae (Pinophyta)
 Ciri utama : Bakal biji tumbuh pada
permukaan megasporofil (daun buah)
sehingga biji tidak berada di dalam buah
 Memiliki konus (strobilus/runjung) sebagai
alat perkembangbiakan
 Monoesis (berumah satu/memiliki dua jenis
trobilus jantan&betina) atau diesis (hanya
ada satu strobilus)
 Sistem perakaran tunggang atau serabut
 Batang dan akar berkambium
 Fertilisasi tunggal
 Penyerbukan dibantu oleh angin
(anemogami)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae (Pinophyta)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae (Pinophyta)
Penjelasan siklus hidup Gymnospermae :
1. Pohon pinus (sporofit) kromosom diploid yang telah dewasa membetuk strobilus jantan
(konus serbuk sari) dam strobilus betina (konus berovulasi).
2. Mikrosporangi dalam sporofil strobilus jantan mengalami meisois dan menghasilkan
serbuk sari haploid.
3. Strobilus betina memiliki sporofil berbentuk sisi, tiap sisik memiliki dua bakal biji.
Masing-masing bakal biji memiliki megasporangium (nuselus) yang terlindung
integumen dengan sebuah lubang yang disebut mikrofil.
4. Jika serbuk sari jatuh ke strobilus betina kemudia terhisap masuk kedalam bakal biji
melalui mikrofil terjadilah penyerbukan. Namun pembuahan baru akan terjadi satu tahun
setelah penyerbukan.
5. Dalam strobilus betina terjadi pembelahan meisosis sel induk megaspora (2n),
menghasilkan empat sel haploid. Hanya satu sel yang menjadi megaspora, yang lain
reduksi lalu mati.
Penjelasan siklus hidup Gymnospermae :
6. Megaspora membelah mitosis dan tumbuh jadi gametofit betina lalu membentuk
arkegonium. Arkegonia yang berjumlah dua atau tiga masing-masing mengandung satu
ovum.
7. Serbuk sari yang jatuh pada mikrofil akan berkecambah membentuk tabung atau buluh
serbuk sari menembus nuselus menuju ruang arkegonium. Dalam buluh serbuk sari, sel
generatif membelah jadi sel steril (dislokator) dan sel spermatogen. Spermatogen
membelah jadi dua spermatozoid berukuran besar dan kecil. Saat mencapai ovum, sel
dislokator dan sel spermatozid kecil mati. Sel spermatozoid (n) yang besar akan
membuahi ovum (n) dan terbentuklah zigot (2n).
8. Zigot tumbuh menjadi embrio yang merupakan sporofit baru. Embrio (n) dan cadangan
makanan (n) dikelilingi oleh selpaut biji (2n) yang berasal dari integumen sporofit induk.
Jadi, sebuah biji gymnospremae terdiri atas tiga generasi, yaitu dua generasi sporofit dan
satu generasi gametofit (n).
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae (Pinophyta)
Ciri dan Karakteristik :
 Menyerupai palem, berkayu, sedikit atau tidak bercabang
 Daun tersusun dalam roset batang (berjejal-jejal pada ujung
batang)
 Daun majemuk, tulang daun menyirip
 Daun muda menggulung
 Sporofil tersusun dalam strobilus, terletak di ujung
batang (terminal)
 Strobilus jantan : Bentuk tongkol dengan kantung-
kantung serbuk sari
 Strobilus betina : Daun buah ditepinya bakal biji
 Dioseus
 Contoh : Cycas rumphii (Pakis haji), Cycas revoluta, Dioon edule,
dan Zamia floridana.
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae (Pinophyta)
Cycadinae
(Cycas rumphii )
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae (Pinophyta)
Coniferae
Ciri dan Karakteristik :
 Habitus : Semak, perdu atau pohon, dengan tajuk menyerupai kerucut
 Daun berbentuk jarum (Konifer)
 Dioseus atau monoseus
 Mikrosporofil dan megasporofil memiliki struktur dan susunan bermacam-macam
 Ordo pada kelas Coniferae :
1. Ordo Pinales. Misalnya famili Pinaceae, contohnya Abies alba dan Pinus merkusii (pinus).
2. Ordo Araucariales. Misalnya famili Araucariaceae, contohnya Agathis dammara (damar)
3. Ordo Taxales. Misalnya famili Taxaceace, contohnya Taxus baccata
4. Ordo Podocarpales. Misalnya famili Podocarpaceae, contonya Podocarpus neriifolius
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Coniferae
Pinus merkusii Agathis dammara
Taxus baccata Podocarpus neriifolius
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae (Pinophyta)
Gnetinae
Ciri dan Karakteristik :
 Tumbuhan berkayu yang batangnya bercabang-cabang
atau tidak
 Daun tunggal, lebar dan tulang daun menyirip
 Bunga berkelamin tunggal, tersusun majemuk, terdapat
dalam ketiak daun pelindung yang besar dan memiliki
tenda bunga
 Monoseus dan dioseus
 Ordo pada kelas Gnetinae :
1. Gnetales : Gnetum gnemon (melinjo)
2. Ephedrales : Ephedra sinica
3. Welwitschiales : Welwitschia mirabilis
Gnetum gnemon
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae (Pinophyta)
Ginkgoinae
Ciri dan Karakteristik :
 Tinggi 30-50 m
 Pohon yang memiliki tunas pendek
 Daun bertangkai panjang, berbentuk
pasak atau kipas
 Tulang daun bercabang-cabang
menggarpu, meranggas pada musim
gugur
 Dioseus
 Biji dengan kulit luar yang berdaging
dan kulit dalam yang keras
 Contoh : Ginkgo biloba
Ginkgo biloba
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Gymnospermae (Pinophyta)
Manfaat Gymnospermae
 Bahan industri kertas : Podocarous, Pinus, dan Agathis
 Obat-obatan : Ginkgo biloba, Pinus (getahnya untuk obat
luka)
 Kosmetika : Ginkgo biloba sebagai agen anti aging atau anti
penuaan)
 Bahan makanan : Gnetum gnemon (daunnya untuk sayuran
dan bijinya untuk membuat emping)
 Tanaman hias : Cycas, Dioon edule
 Bahan kayu bangunan : Podocarpus, Sequoia (kayu merah),
dan Agathis (bahan kayu lapis atau tripleks)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Ciri dan Karakteristik
 Disebut juga Anthophyta (Yunani, anthos = bunga,
phyta = tumbuhan) yaitu tumbuhan yang memiliki
bunga sebagai alat perkembangbiakan generatif.
 Bakal biji terletak di dalam megasporofil
(terlindung).
 Ukuran tubuh bervaris (2mm-100m)
 Akar berbentuk serabut dan tunggang
 Batang ada yag berkambium/tidak
 Memiliki pembuluh angkut xylem
 Tipe tulang daun ; lurus, menyirip, dan menjari
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
 Stamen : Benang sari
 Filamen : Kepala sari
 Athera : Tangkai sari
 Karpel : Putik
 Stilus : Leher putik
 Ovarium : Bakal buah
 Petal : Mahkota
 Sepal : Kelopak
 Reseptakel : Dasar
bunga
(Struktur Bunga)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Penjelasan siklus hidup Gymnospermae :
1. Bunga pada sporofit (2n) memiliki kepala sari yang didalamnya terdapat sel induk mikrospora
(2n)
2. Sel induk mikrospora mengalami pembelaha meiosis menghasilkan mikrospora haploid (n).
3. Mikrospora (n) mengalami pembelahan mitosis dan menghasilkan gametofit jantan berupa
butir serbuk sari yang haploid (n)
4. Sel induk megaspora (2n) pada bakal biji juga membelah secara meosis menghasilkan empat sel
megaspora halpoid (n). Namun hanya satu sel megaspora yang hidup.
5. Megaspora membentuk gametofit betina (sel kandung lembaga). Inti kandung lembaga
membelah mitosis tiga kali berturut-turut. Pembelahan tidak diikuti pembelahan sitoplsma
(kariokinesis). Hasilnya adalah 8 inti nukleus yang tumbuh menjadi satu ovum (n), dua
sinergid (n) dan tiga antipoda, dan dua inti polar yang menjadi satu di sebut inti kandung
lembaga sekunder (2n)
Penjelasan siklus hidup Gymnospermae :
6. Bila terjadi penyerbukan, serbuk sari (n) akan menghasilkan dua inti, yaitu inti vegetatif (n) dan
inti generatif. Inti generatif membelah lagi menghasilkan inti sperma I (n) dan inti sperma II (n)
7. Setelah serbuk sari sampai di mikrofil, inti vegetaif degenerasi. Inti sperma I membuahi ovum
menghasilkan zigot (2n) sedangkan inti sperma II membuahi IKLS menghasilkan endospermae
(3n). Pembuahan ini disebut pembuahan ganda/fertilisasi ganda.
8. Zigot (2n) tumbuh menjadi embrio (2n). Endosperma berfungsi sebagai cadangan makanan.
Struktur yang meliputi embrio, endosperma, dan selaput biji disebut biji. Bila biji jatuh ditempat
yang cocok, makan akan tumbuh menjadi tumbuhan sporofit baru.
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Perbedaan Gymnospermae Angiospermae
Habitus Semak, perdu, pohon Herba, semak, perdu, pohon
Akar Tunggang Serabut dan Tunggang
Batang Tegak lurus, bercabang-cabang Bermacam-macam Bercabang-
cabang / tidak
Anatomi Batang dan Akar  Berkambium
 Tipe pembuluh angkut kolateral
terbuka
 Xilem berupa trakeid
 Tidak / ada kambium
 Kolateral tertutup / terbuka
 Trakea dan trakeid
Daun Jarang berdaun lebar Pipih dan lebar
Tulang Daun Tidak banyak ragamnya Beraneka ragam
Perbedaan Gymnospermae Angiospermae
Bunga  Belum memiliki bunga
sesungguhnya
 Membentuk strobilus jantan
dan betina
 Makrosporofil (daun buah)
dengan bakal biji
(makrosporangium) yang
tampak menempel padanya
 Bunga sesungguhnya
 Makrosporofil (daun buah)
membentuk putik dengan bakal
biji didalamnya (tidak tampak)
 Putik dan benang sari terpisah
atau terkumpul pada satu bunga
Penyerbukan  Anemogami
 Serbuk sari jatuh (pada tetes
penyerbukan) langsung
pada bakal biji
 Jarak waktu antara
penyerbukan sampai
pembuahan relatif panjang
 Bermacam-macam
 Serbuk sari jatuh pada kepala
putik
 Jarak waktu antara penyerbukan
sampai pembuahan relatif
pendek
Pembuahan/Fertilisasi Tunggal Ganda
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Dikotiledon (Magnoliopsida)
Ciri dan Karakteristik :
 Keping biji berbelah dua
 Berkas vaskuler pada batang kolateral terbuka, sedangkan pada akar tipe radial
 Batang dan akar memiliki kambium
 Batang bercabang dan ruas batang tidak jelas
 Akar tunggang bercabang-cabang
 Tidak akan pelindung ujung akar (koleoriza) dan pelindung ujung batang (koleoptil)
 Berdaun tunggal atau majemuk dengan urat daun menyirip atau menjari dan umumnya
tidak berpelepah.
 Bagian bunga (kelopak, mahkota, dan benang sari) berjumlag 4, 5, atau kelipatannya.
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Dikotiledon (Magnoliopsida)
• Famili Casuarinaceae : Casuarina equsetifolia
Ordo Casuarinales
• Famili Capparaceae : Capparis spinosa
Ordo Capparales
• Famili Malvaceae : Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu); Gossypium, sp.
(kapas)
Ordo Malvales
• Famili Myrtaceae : Eucalypus dan Eugenia caryophyllus (cengkeh)
Ordo Myrtales
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Dikotiledon (Magnoliopsida)
• Famili Leguminosae : Mimosa pudica, Leunca leucocephala (petai cina)
Ordo Fabales
• Famili Apocynaceae : Catharantus roseus (bunga tapak dara)
• Famili Compositae (Asteraceae) : Lactuca sativa (selada)
Ordo Gentiianales
• Famili Piperceae : Piper betle (sirih) dan Piper nigrum (lada)
Ordo Piperales
• Famili Rosaceae : Rosa hybrida (mawar)
Ordo Rosales
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Dikotiledon (Magnoliopsida)
• Famili Solanaceae : Solanum lycopersicum (tomat)
Ordo Solanales
• Famili Magnoliaceae : Michelia champaca (bunga cempaka)
Ordo Magnoliales
• Famili Nyctaginaceae : Mirabilis jalapa
Ordo Caryophilales
• Famili Nymphaeaceae : Nelumbium nelumbo (teratai)
Ordo Nymphaeales
• Famili Rutaceae : Citrus maxima (jeruk bali)
Sapindales
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta) Dikotiledon (Magnoliopsida)
Casuarina equsetifolia Capparis spinosa Hibiscus rosa-sinensis
Eugenia caryophyllus (cengkeh) Leunca leucocephala Lactuca sativa (selada)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta) Dikotiledon (Magnoliopsida)
Piper nigrum (lada) Rosa hybrida Solanum lycopersicum
Mirabilis jalapa Nelumbium nelumbo Citrus maxima (jeruk bali)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Monocotyledoneae (Liliopsida)
Ciri dan Karakteristik :
 Keping biji tunggal atau satu
 Berkas vaskuler pada batang kolateral tertutup, letak xylem dan floem tidak beraturan
 Batang dan akar tidak memiliki kambium
 Batang tidak bercabang , memiliki rambut-rambut halus dan ruas-ruas batang tampak
jelas
 Akar tunggang bercabang-cabang
 Ada pelindung ujung akar (koleoriza) dan pelindung ujung batang (koleoptil)
 Berdaun tunggal kecuali pada kelompok palem
 Bagian bunga (kelopak, mahkota, dan benang sari) berjumlah 3 atau kelipatannya
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Dikotiledon (Magnoliopsida)
• Famili Liliaceae : Lilium regale (bunga lili) dan bunga tulip
Ordo Liliales
• Famili Amaryllidaceae : Pilianthes tuberosa (bunga sedap malam)
• Famili Orchidaceae : Spathoglottis plicata (anggrek tanah)
Ordo Asparagales
• Famili Palmae (Arecaceae) : Metroxylon sagu (sagu) dan Cocos nucifera
(kelapa)
Ordo Arecales
• Famili Gramineae (Poaceae) : Oryza sativa
• Famili Bromeliaceae : Ananas comosus (nanas)
Ordo Poales
Monocotyledoneae (Liliopsida)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta)
Dikotiledon (Magnoliopsida)
• Famili Musaceae : Musa paradisiaca (pisang)
• Famili Zingiberaceae : Zingiber officinale (jahe) dan Alpinia galanga (lengkuas)
Ordo Zingiberales
• Famili Cactaceae : Opuntia elatior (buahnya dapat dimakan)
Ordo Caryophyllales
• Famili Pandanaceae : Padanus tectorius (pandan)
Ordo Pandanales
Monocotyledoneae (Liliopsida)
Tumbuhan Berbiji
(Spermatophyta)
Angiospermae (Magnoliophyta) Monocotyledoneae (Liliopsida)
Lilium regale
Pilianthes tuberosa Metroxylon sagu
Ananas comosus Zingiber officinale Opuntia elatior
Daun Tunggal Vs Daun Majemuk
 Sebuah daun tunggal memiliki helai daun tunggal yang tidak terbagi
 Tunas aksiler terletak di tempat tangkai daun menyatu dengan batang
 Helai daun majemuk terbagi menjadi beberapa helai anak daun
 Anda dapat membedakan sebuah daun majemuk dengan daun tunggal dengan cara memeriksa
lokasi tunas aksilernya

Kingdom Plantae

  • 1.
    KINGDOM PLANTAE SMA KelasX Dewi Ayu Pratiwi
  • 2.
    OUTLINE Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Hepaticopsida (Lumut Hati) Anthoceratopsida (Lumut Tanduk) Bryopsida(Lumut Daun) TumbuhanPaku (Pteridophyta) Psilopsida (Paku Purba) Lycopsida (Paku Kawat) Sphenopsida/Equiset opsida (Paku Ekor Kuda) Pteropsida (Paku Sejati) Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Gymnospermae Angiospermae
  • 3.
    Ciri dan Pembagian Tumbuhan Karakteristik Tumbuhan ;  Eukariotik  Multiseluler  Memiliki akar, batang, dan daun  Dinding sel tersusun dari selulosa  Memiliki klorofil a dan b  Reproduksi secara generatif (seksual) dan vegetatif (aseksual)  Berdasarkan ada/tidak pembuluh angkut, tumbuhan dibedakan menjadi; Tumbuhan tidak berpembuluh (non-tracheophyta) : Tumbuhan lumut (Bryophyta) Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) : Tumbuhan paku (Pteridophyta) dan Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
  • 4.
    Lumut (Bryophyta) Karakteristik  Bryophta(Yunani, bryon=lumut, phyton=tumbuhan), jadi lumut merupakan anggota Kingdom Plantae yang merupakan bentuk peralihan antara Thallophyta (tumbuhan yang belum memiliki akar, batang, dan daun sejati) dengan Cormophyta (tumbuhan berkormus)—sudah punya akar, batang, daun sejati.  Cara hidup : Higrofit (tempat lembab); Epifit (menempel di kulit pohon); Hidrofit (di air) Lumut daun (di batuan) Lumut hati (di air)Lumut tanduk (di tanah)
  • 5.
    Lumut (Bryophyta) Ciri Tubuh(1)  Bentuk tubuh; sebagian berbentuk lembaran, ada juga yang berbentuk seperti tumbuhan kecil dan tegak  Memiliki bagian tubuh yang menyerupai akar (rhizoid), batang dan daun.  Rhizoid  Menyerap air dan mineral serta membuat lumut melekat pada habitatnya.  Tidak memiliki pembuluh angkut  Memiliki klorofil  Dapat berfotosintesis  Struktur tubuh; A) Bentuk Gametofit • Tumbuhan tampak berwana hijau, berbentuk lembaran dan kecil, membentuk alat kelamin (gametangium ) berupa anteridum (menghasilkan spermatozoid) dan arkegoium (menghasilkan ovum). • Lumut monoesis (berumah satu) : Memiliki arkegonium dan anteridium • Lumut diesis : Hanya memiliki satu jenis alat kelamin saja (arkegonium atau anteridium)
  • 6.
    Lumut (Bryophyta) Ciri Tubuh(2)  Struktur tubuh; B) Bentuk Sporofit • Merupakan bentuk tumbuhan yang menghasilkan spora. • Berwarna kecokletan, kekuningan, atau kemerahan. • Berukuran lebih kecil dan masa hidup lebih pendek • Menumpang diatas gametofit, berbentuk seperti terompet atau kapsul. • Bagian-bagian tubuh Sporofit :  Vaginula : Selaput pangkal tangkai  Seta : Tangkai  Sporangium : Kotak spora  Sporangium dilindungi oleh bagian yang disebut kaliptra.  Bagian dari sporangium : Apofisis, teka (theca), dan operkulum (penutup)  Saat operkulum terbuka, tampak gigi peristom (untuk menyebarkan spora).  Spora lumut disebut homospora/isospora (bentuk dan ukuran sama).
  • 7.
    Lumut (Bryophyta) Ciri Tubuh(3) Struktur tubuh lumut daun Polytrichum sp. dengan sporangium
  • 8.
    Lumut (Bryophyta) Reproduksi Lumut Spora(n) Arkegonium (n)Anteridium (n) Tumbuhan Lumut (n) Protonema (n) Spermatozoid (n) Ovum (n) Zigot (2n) Embrio (2n) Sporogonium (2n) Sporangium (2n) Sel Induk Spora (2n) Mitosis Fertilisasi Keterangan n : haploid 2n : diploid Meiosis Fase gametofit :  Kromosom haploid (n)  Dominan (Umur panjang)  Fotosintesis Fase sporofit :  Kromosom diploid (2n)  Hidup menumpang pada gametofit   Fotosintesis
  • 9.
    Lumut (Bryophyta) Reproduksi Lumut Siklushidup lumut daun Polytrichum sp.
  • 10.
    Lumut (Bryophyta) Klasifikasi Lumut 1.Hepaticopsida (Lumut Hati)  Berbentuk thalus pipih  Lumut berumah dua, memiliki gametofit jantan dan betina  Reproduksi a) Metagenesis : Fase sporofit tersembunyi b) Vegetatif : Fragmentasi dan Gemmae cup tumbuhan lumut kecil yang apabila terlepas akan membentuk lumut baru)  Contoh : Marchantia sp., Ricciocarpus natans, Riccardia indica dan Reboulia hemisphaerica Alat reproduksi pada lumut hati Marchantia sp dengan gemmae cup
  • 11.
    Lumut (Bryophyta) Klasifikasi Lumut(2) Marchantiasp. Ricciocarpus natans Riccardia indica Reboulia hemisphaerica
  • 12.
    Lumut (Bryophyta) Klasifikasi Lumut(3) 2. Anthoceropsida (Lumut tanduk)  Bentuk tubuh seperti lumut hati, berupa thalus, namun sporofitnya berupa kapsul memanjang  Sporogonium memiliki benang-benang elater yang mengatur pengeluaran spora dan pada kapsulnya terdapat stomata.  Ada yang berumah satu atau monoesis, ada pula yang berumah dua/diesis (arkegonium dan anteridum terletak pada thallus yang beda)  Contoh : Anthoceros punctatus, Phaeoceros laevis, Folioceros, dan Leiosporoceros. Anthoceros punctatus
  • 13.
    Lumut (Bryophyta) Klasifikasi Lumut(4) 3. Bryopsida (Lumut Daun)  Merupakan lumut sejati  Dapat ditemukan di tanah,tembok, batuan, ataupun kulit pohon  Berbentuk seperti tumbuhan kecil dan tumbuh tegak  Memiliki akar (rhizoid), batang, dan daun  Monoesis atau Diesis  Contoh : Polytrichum commune, Sphagnum palustre, Dichodontium, dan Campylopus. Polytrichum commune Sphagnum palustre
  • 14.
    Lumut (Bryophyta) Manfaat Lumut 1.Indikator daerah lembab dan basah 2. Peranan dalam ekosistem  Sebagai produsen  Tumbuhan perintis, bersama dengan lichenes  Di hutan : bantalan lumut untuk menyerap air hujan/salju yang mencair untuk mencegah banjir dan kekeringan 3. Peranan lain  Marchantia polymorpha : Obat hepatitis (liver)  Sphagnum (lumut gambut)  Sebagai bahan pembalut  Sumber bahan bakar  Sebagai pengganti kapas  Komponen pembentuk tanah gambut  Menggemburkan medium pada tanaman pot (pupuk)
  • 15.
    Paku (Pteridophyta) Karakteristik  Pteridophyta(Yunani, pteron = bulu, phyton = tumbuhan) merupakan kelompok Plantae yang berbentuk kormus dan bereproduksi dengan spora.  Sudah memiliki pembuluh angkut (xylem dan floem)  Dikenal dengan istilah tumbuhan pakis  Contoh : Adiantum cuneatum, Alsophila glauca, Marsilea sp., dan Azolla pinnata  Hidup di berbagai habitat (Higrofit, Hidrofit, dan Epifit). Cyanthea cooperi Platycerium bifurcatumSalvinia natans
  • 16.
    Paku (Pteridophyta) Ciri Tubuh Ukuran tubuh bervariasi (Beberapa sentimeter misalnya Azolla caroliniana; Seperti pohon sekitar 5 meter Alsophilla galuca)  Mengalami pergiliran keturunan dalam bentuk gametofit dan sporofit  Sporofit berukuran lebih besar dan memiliki bentuk yang lebih kompleks daripada gametofit. a) Struktur tubuh Tumbuhan Paku yang Berbentuk Sporofit  Akar serabut yang di lindungi kaliptra (tudung akar)  Batang tumbuh horizontal di tanah (Rhizom/Rimpang)  Daun : Susunan tulang daun menyirip; daun muda menggulung (fiddlehead) - Berdasarkan ukuran : Makrofil (Ukuran besar, memiliki tangalo dan tulang daun); Mikrofil (Ukuran kecil, berbentuk sisik) - Berdasarkan Fungsinya : Sporofil (menghasilkan spora); tropofil (untuk fotosintesis)
  • 17.
    Paku (Pteridophyta) Ciri Tubuh(2) Rizoid Rhizoma Sorus Sporofil Batang Daun Circinnatus (Struktur tubuh tumbuhan paku Dyropteris filix-mas) (Perbedaan daun tropofil dan sporofil pada tumbuhan paku) Ket: Circinnatus adalah daun muda yang menggulung
  • 18.
    Paku (Pteridophyta) Ciri Tubuh(3)  Berdasarkan ukuran dan bentuk daunnya, tumbuhan pake dibedakan menjadi ; a) Paku heterofil : Daun berbeda ukuran dan bentuknya. Contoh : Drymoglossum (sporofil lebih panjang daripada tropofil) b) Pake homofil : Daun sama ukurdan dan bentuknya. Contoh : Adiantum cunninghamii (suplir) dan Nephrolepis SporofilTropofil Adiantum cunninghamii Lemmaphyllum sp.
  • 19.
    Paku (Pteridophyta) Ciri Tubuh(4)  Spora pada tumbuhan paku dihasilkan oleh sporangium (kotak spora) dalam bentuk berikut ;  Sorus : Terdapat dipermukaan bawah daun, memiliki penutup yang disebut indusium. Didalamnya terdapat sel-sel anulus.  Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku terbagi menjadi; a) Paku homospora/isospora : satu jenis spora dengan bentuk dan ukuran sama. Disebut paku berumah satu karena spora tumbuh menjadi protalium pembentuk anteridium dan arkegonium. Contoh ; Lycopodium, Drymoglossum, dan Dyropteris filix-mas.
  • 20.
    Paku (Pteridophyta) Ciri Tubuh(5)  Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan, tumbuhan paku terbagi menjadi; b) Paku heterospora/anisospora : Menghasilkan dua jenis spora yang ukurannya berbeda (Makrospora/Megaspora dan Mikrospora). Makrospora akan membentuk makroprotalium pembentuk arkegonium. Sedangkan mikrospora akan tumbuh menjadi mikroprotalium pembentuk anteridium. Paku ini disebut paku berumah dua. Contohnya ; Selaginella (paku rane), Salvinia, dan Marsilea (semanggi). c) Paku peralihan : Menghasilkan spora yang ukurannya sama, namun berbeda jenis. Spora dapat tumbuh menjadi protalium dan membentuk salah satu alat kelamin (arkegonium atau anteridium). Paku ini termasuk paku berumah dua. Contoh; Equisetum debile (paku ekor kuda).
  • 21.
    Spora (n) Arkegonium (n)Anteridium(n) Tumbuhan paku (2n) Protalium (n) Spermatozoid (n) Ovum (n) Zigot (2n) Sporofil (2n) Sporangium (2n) Sel Induk Spora (2n) Mitosis Fertilisasi Keterangan n : haploid 2n : diploid Meiosis Fase gametofit :   Klorofil  Usia pendek  Keturunan vegatatif Fase sporofit :   Klorofil  Usia panjang  Keturunan generatif Paku (Pteridophyta) Reproduksi Paku Homospora (Metagenesis tumbuhan paku homospora)
  • 22.
    Mikrospora (n) Makrospora(n) Mikroprotalium (n) Makroprotalium (n) Anteridium (n) Arkegonium (n) Zigot (2n) Makrosporofil (2n)Mikrosporofil (2n) Mikrospora (2n) Makrospora (2n) Mikrosporangium (2n) Makrosporangium (2n) Tumbuhan Paku (2n) Spermatozoid (n) Ovum (n) MeiosisMeiosis MitosisMitosis Fertilisasi Keterangan n : haploid 2n : diploid (Metagenesis tumbuhan paku heterospora) Paku (Pteridophyta) Reproduksi Paku Heterospora
  • 23.
    Spora (n) Spora(n) Protalium jantan (n) Protalium betina (n) Anteridium (n) Arkegonium (n) Sporangium (2n) Zigot (2n) Tumbuhan paku (2n) Sporofil (2n) Spermatozoid (n) Ovum (n) Sel induk mikrospora (2n) Keterangan n : haploid 2n : diploid Fertilisasi MeiosisMeiosis MitosisMitosis Reproduksi Paku PeralihanPaku (Pteridophyta) (Metagenesis tumbuhan paku peralihan)
  • 24.
    Paku (Pteridophyta) Klasifikasi 1. Psilopsida(Paku purba)  Merupakan tumbuhan paku primitif yang sebagian besar telah punah.  Sebagian besar tidak memiliki daun dan akar, hanya memiliki rhizoid.  Pada tumbuhan paku yang memiliki daun, daunnya berukuran kecil dan bersisik.  Sporangium menghasilkan spora yang jenis dan ukurannya sama (homospora)  Contoh; Rhynia (paku tidak berdaun) telah punah, Tmesipteris, dan Psilotum . Psilotum nudum Tmesipteris tannensis
  • 25.
    Paku (Pteridophyta) Klasifikasi (2) 2.Lycopsida (Paku kawat)  Disebut juga club moss (lumut gada) atau ground pine (lumut tanah)  Batang berbentuk seperti kawat, pada bagian ujungnya terdapat sporofil dengan struktur seperti strobilus  Ada yang homospora (Lycopodium sp.) dan ada yang heterospora (Selaginella sp.)  Gametofit berukuran kecil dan tidak berklorofil. Lycopodium sp. Selaginella sp.
  • 26.
    Paku (Pteridophyta) Klasifikasi (3) 3.Sphenopsida atau Equisetopsida (Paku ekor kuda)  Batang berbentuk ulir/lingkaran yang meyerupai ekor kuda  Batang berongga , beruas-ruas, dan dinding selnya keras karena mengandung silika.  Sporofilnya berdaun kecil dan bersisik  Merupakan jenis paku peralihan (Menghasilkan spora yang sama ukurannya namun berbeda jenis)  Paku jenis ini hidup di habitat lembab daerah subtropis  Contoh; Equisetum palustre, dan Equisetum arvense Equisetum palustre Equisetum arvense
  • 27.
    Paku (Pteridophyta) Klasifikasi (3) 4.Pteropsida (Paku Sejati)  Memiliki akar, batang dan daun sejati  Daun besar (makrofil), bertangkai, tulang daun bercabang, memiliki daging daun (mesofil)  Daun muda tumbuh menggulung (circinnatus)  Sporangium terdapat pada sisi bawah daun  Contoh; Adiantum fimbriantum, Asplenium nidus, dan Marsilea crenata. Adiantum fimbriantum Marsilea crenata
  • 28.
    1. Tanaman hias: Adiantum (suplir), Platycerium sp. (paku tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang burung). 2. Bahan obat-obatan : Equisetum (obat diuretik) dan Selaginella plana (obat luka) 3. Bahan makanan : Marsilea crenata (semanggi), dan Pteridium aquilinum (paku garuda) 4. Pupuk hijau : Azolla pinata bersimbiosis dengan ganggang biru Anabaena azollae untuk mengikat nitrogen bebas 5. Pembuatan petasan : Spora dari Lycopodium sp. 6. Tiang bangunan : Alsophila glauca 7. Bahan penggosok (ampelas) : Equisetum sp. Merugikan : - Gulma tanaman padi : Salvinia molesta (kayambang) Paku (Pteridophyta) Manfaat Tumbuhan Paku
  • 29.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Karakteristik  Spermatophyta(Yunani, sperma = biji, phyton = tumbuhan) meliputi semua tumbuhan berpembuluh yang bereproduksi generatif dengan membentuk biji.  Di dalam biji (seed) terdapat calon individu baru (embrio) beserta cadangan makanan (endosperma) yang terbungkus oleh lapisan pelindung.  Bersifat fotoautotrof (pada umumnya)  Ada yang bersifat parasit [Contoh; Cuscuta sp. (tali putri)]  Hidup bebas di tanah, epifit, dan hidup di air.  Bagian akar,batang, daun sudah dapat jelas di bedakan (kormus).  Bentuk tubuh dapat dibedakan menjadi ; a) Semak (batang pendek, merayap, berumpun) : Rumput teki (Cyperus rotundus) b) Perdu (berbentuk pohon, namun batangnya kecil dan pendek) : Cabai (Capsicum annuum) c) Pohon (berbatang besar dan tinggi) : Pohon jati (Tectona grandis) d) Liana (berbentuk seperti tali tambang dan tumbuh melilit pohon lain) : Sirih (Piper betle)
  • 30.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Karakteristik (2) Nymphaeaodorata Cuscuta sp (Coelogyne pandurata) / anggrek hitam (Rafflesia arnoldii)
  • 31.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Karakteristik (3) (Cyperusrotundus) (Capsicum annuum) (Tectona grandis) (Piper betle)
  • 32.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Klasifikasi  Berdasarkanletak biji atau bakal bijinya, tumbuhan berbiji (Spermatophyta) di kelompokan menjadi dua divisi, yaitu ; a) Gymnospermae atau Pinophyta (tumbuhan berbiji terbuka) : Bakal bijinya tidak terlindungi oleh daun buah (karpel) atau bijinya berada pada bilah-bilah strobilus yang berbentuk sisik. b) Angiospermae atau Magnoliophyta (tumbuhan berbiji tertutup) : Bakal bijinya terlindungi oleh daun buah. Daun buah merupakan ovarium (megasporofil) yang sudah matang dan dindingnya menebal. (Perbandingan antara Gymnospermae dan Angiospermae )
  • 33.
    Pteridophyta Spematophyta Megasporofil Daunbuah (khusus pada Angiospermae) Megasporangium Nuselus integumen Megaspora Megaspora Gametofit betina Kantong embrio (khusus pada Angiospermae) Mikrosporofil Benang sari (khusus pada Angiospermae) Mikrosporangium Kantong seruk sari (biasanya pada Angiospermae) Mikrospora Gametofit jantan Serbuk sari Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Karakteristik (Perbandingan istilah pada struktur homolog Pteridophyta dan Spermatophyta)
  • 34.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Klasifikasi 1. Gymnospermae(Pinophyta)  Ciri utama : Bakal biji tumbuh pada permukaan megasporofil (daun buah) sehingga biji tidak berada di dalam buah  Memiliki konus (strobilus/runjung) sebagai alat perkembangbiakan  Monoesis (berumah satu/memiliki dua jenis trobilus jantan&betina) atau diesis (hanya ada satu strobilus)  Sistem perakaran tunggang atau serabut  Batang dan akar berkambium  Fertilisasi tunggal  Penyerbukan dibantu oleh angin (anemogami)
  • 35.
  • 36.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Gymnospermae (Pinophyta) Penjelasansiklus hidup Gymnospermae : 1. Pohon pinus (sporofit) kromosom diploid yang telah dewasa membetuk strobilus jantan (konus serbuk sari) dam strobilus betina (konus berovulasi). 2. Mikrosporangi dalam sporofil strobilus jantan mengalami meisois dan menghasilkan serbuk sari haploid. 3. Strobilus betina memiliki sporofil berbentuk sisi, tiap sisik memiliki dua bakal biji. Masing-masing bakal biji memiliki megasporangium (nuselus) yang terlindung integumen dengan sebuah lubang yang disebut mikrofil. 4. Jika serbuk sari jatuh ke strobilus betina kemudia terhisap masuk kedalam bakal biji melalui mikrofil terjadilah penyerbukan. Namun pembuahan baru akan terjadi satu tahun setelah penyerbukan. 5. Dalam strobilus betina terjadi pembelahan meisosis sel induk megaspora (2n), menghasilkan empat sel haploid. Hanya satu sel yang menjadi megaspora, yang lain reduksi lalu mati.
  • 37.
    Penjelasan siklus hidupGymnospermae : 6. Megaspora membelah mitosis dan tumbuh jadi gametofit betina lalu membentuk arkegonium. Arkegonia yang berjumlah dua atau tiga masing-masing mengandung satu ovum. 7. Serbuk sari yang jatuh pada mikrofil akan berkecambah membentuk tabung atau buluh serbuk sari menembus nuselus menuju ruang arkegonium. Dalam buluh serbuk sari, sel generatif membelah jadi sel steril (dislokator) dan sel spermatogen. Spermatogen membelah jadi dua spermatozoid berukuran besar dan kecil. Saat mencapai ovum, sel dislokator dan sel spermatozid kecil mati. Sel spermatozoid (n) yang besar akan membuahi ovum (n) dan terbentuklah zigot (2n). 8. Zigot tumbuh menjadi embrio yang merupakan sporofit baru. Embrio (n) dan cadangan makanan (n) dikelilingi oleh selpaut biji (2n) yang berasal dari integumen sporofit induk. Jadi, sebuah biji gymnospremae terdiri atas tiga generasi, yaitu dua generasi sporofit dan satu generasi gametofit (n). Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Gymnospermae (Pinophyta)
  • 38.
    Ciri dan Karakteristik:  Menyerupai palem, berkayu, sedikit atau tidak bercabang  Daun tersusun dalam roset batang (berjejal-jejal pada ujung batang)  Daun majemuk, tulang daun menyirip  Daun muda menggulung  Sporofil tersusun dalam strobilus, terletak di ujung batang (terminal)  Strobilus jantan : Bentuk tongkol dengan kantung- kantung serbuk sari  Strobilus betina : Daun buah ditepinya bakal biji  Dioseus  Contoh : Cycas rumphii (Pakis haji), Cycas revoluta, Dioon edule, dan Zamia floridana. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Gymnospermae (Pinophyta) Cycadinae (Cycas rumphii )
  • 39.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Gymnospermae (Pinophyta) Coniferae Ciridan Karakteristik :  Habitus : Semak, perdu atau pohon, dengan tajuk menyerupai kerucut  Daun berbentuk jarum (Konifer)  Dioseus atau monoseus  Mikrosporofil dan megasporofil memiliki struktur dan susunan bermacam-macam  Ordo pada kelas Coniferae : 1. Ordo Pinales. Misalnya famili Pinaceae, contohnya Abies alba dan Pinus merkusii (pinus). 2. Ordo Araucariales. Misalnya famili Araucariaceae, contohnya Agathis dammara (damar) 3. Ordo Taxales. Misalnya famili Taxaceace, contohnya Taxus baccata 4. Ordo Podocarpales. Misalnya famili Podocarpaceae, contonya Podocarpus neriifolius
  • 40.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Coniferae Pinus merkusiiAgathis dammara Taxus baccata Podocarpus neriifolius
  • 41.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Gymnospermae (Pinophyta) Gnetinae Ciridan Karakteristik :  Tumbuhan berkayu yang batangnya bercabang-cabang atau tidak  Daun tunggal, lebar dan tulang daun menyirip  Bunga berkelamin tunggal, tersusun majemuk, terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar dan memiliki tenda bunga  Monoseus dan dioseus  Ordo pada kelas Gnetinae : 1. Gnetales : Gnetum gnemon (melinjo) 2. Ephedrales : Ephedra sinica 3. Welwitschiales : Welwitschia mirabilis Gnetum gnemon
  • 42.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Gymnospermae (Pinophyta) Ginkgoinae Ciridan Karakteristik :  Tinggi 30-50 m  Pohon yang memiliki tunas pendek  Daun bertangkai panjang, berbentuk pasak atau kipas  Tulang daun bercabang-cabang menggarpu, meranggas pada musim gugur  Dioseus  Biji dengan kulit luar yang berdaging dan kulit dalam yang keras  Contoh : Ginkgo biloba Ginkgo biloba
  • 43.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Gymnospermae (Pinophyta) ManfaatGymnospermae  Bahan industri kertas : Podocarous, Pinus, dan Agathis  Obat-obatan : Ginkgo biloba, Pinus (getahnya untuk obat luka)  Kosmetika : Ginkgo biloba sebagai agen anti aging atau anti penuaan)  Bahan makanan : Gnetum gnemon (daunnya untuk sayuran dan bijinya untuk membuat emping)  Tanaman hias : Cycas, Dioon edule  Bahan kayu bangunan : Podocarpus, Sequoia (kayu merah), dan Agathis (bahan kayu lapis atau tripleks)
  • 44.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Ciridan Karakteristik  Disebut juga Anthophyta (Yunani, anthos = bunga, phyta = tumbuhan) yaitu tumbuhan yang memiliki bunga sebagai alat perkembangbiakan generatif.  Bakal biji terletak di dalam megasporofil (terlindung).  Ukuran tubuh bervaris (2mm-100m)  Akar berbentuk serabut dan tunggang  Batang ada yag berkambium/tidak  Memiliki pembuluh angkut xylem  Tipe tulang daun ; lurus, menyirip, dan menjari
  • 45.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Stamen : Benang sari  Filamen : Kepala sari  Athera : Tangkai sari  Karpel : Putik  Stilus : Leher putik  Ovarium : Bakal buah  Petal : Mahkota  Sepal : Kelopak  Reseptakel : Dasar bunga (Struktur Bunga)
  • 46.
  • 47.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Penjelasansiklus hidup Gymnospermae : 1. Bunga pada sporofit (2n) memiliki kepala sari yang didalamnya terdapat sel induk mikrospora (2n) 2. Sel induk mikrospora mengalami pembelaha meiosis menghasilkan mikrospora haploid (n). 3. Mikrospora (n) mengalami pembelahan mitosis dan menghasilkan gametofit jantan berupa butir serbuk sari yang haploid (n) 4. Sel induk megaspora (2n) pada bakal biji juga membelah secara meosis menghasilkan empat sel megaspora halpoid (n). Namun hanya satu sel megaspora yang hidup. 5. Megaspora membentuk gametofit betina (sel kandung lembaga). Inti kandung lembaga membelah mitosis tiga kali berturut-turut. Pembelahan tidak diikuti pembelahan sitoplsma (kariokinesis). Hasilnya adalah 8 inti nukleus yang tumbuh menjadi satu ovum (n), dua sinergid (n) dan tiga antipoda, dan dua inti polar yang menjadi satu di sebut inti kandung lembaga sekunder (2n)
  • 48.
    Penjelasan siklus hidupGymnospermae : 6. Bila terjadi penyerbukan, serbuk sari (n) akan menghasilkan dua inti, yaitu inti vegetatif (n) dan inti generatif. Inti generatif membelah lagi menghasilkan inti sperma I (n) dan inti sperma II (n) 7. Setelah serbuk sari sampai di mikrofil, inti vegetaif degenerasi. Inti sperma I membuahi ovum menghasilkan zigot (2n) sedangkan inti sperma II membuahi IKLS menghasilkan endospermae (3n). Pembuahan ini disebut pembuahan ganda/fertilisasi ganda. 8. Zigot (2n) tumbuh menjadi embrio (2n). Endosperma berfungsi sebagai cadangan makanan. Struktur yang meliputi embrio, endosperma, dan selaput biji disebut biji. Bila biji jatuh ditempat yang cocok, makan akan tumbuh menjadi tumbuhan sporofit baru. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta)
  • 49.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Perbedaan GymnospermaeAngiospermae Habitus Semak, perdu, pohon Herba, semak, perdu, pohon Akar Tunggang Serabut dan Tunggang Batang Tegak lurus, bercabang-cabang Bermacam-macam Bercabang- cabang / tidak Anatomi Batang dan Akar  Berkambium  Tipe pembuluh angkut kolateral terbuka  Xilem berupa trakeid  Tidak / ada kambium  Kolateral tertutup / terbuka  Trakea dan trakeid Daun Jarang berdaun lebar Pipih dan lebar Tulang Daun Tidak banyak ragamnya Beraneka ragam
  • 50.
    Perbedaan Gymnospermae Angiospermae Bunga Belum memiliki bunga sesungguhnya  Membentuk strobilus jantan dan betina  Makrosporofil (daun buah) dengan bakal biji (makrosporangium) yang tampak menempel padanya  Bunga sesungguhnya  Makrosporofil (daun buah) membentuk putik dengan bakal biji didalamnya (tidak tampak)  Putik dan benang sari terpisah atau terkumpul pada satu bunga Penyerbukan  Anemogami  Serbuk sari jatuh (pada tetes penyerbukan) langsung pada bakal biji  Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang  Bermacam-macam  Serbuk sari jatuh pada kepala putik  Jarak waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif pendek Pembuahan/Fertilisasi Tunggal Ganda Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
  • 51.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Dikotiledon(Magnoliopsida) Ciri dan Karakteristik :  Keping biji berbelah dua  Berkas vaskuler pada batang kolateral terbuka, sedangkan pada akar tipe radial  Batang dan akar memiliki kambium  Batang bercabang dan ruas batang tidak jelas  Akar tunggang bercabang-cabang  Tidak akan pelindung ujung akar (koleoriza) dan pelindung ujung batang (koleoptil)  Berdaun tunggal atau majemuk dengan urat daun menyirip atau menjari dan umumnya tidak berpelepah.  Bagian bunga (kelopak, mahkota, dan benang sari) berjumlag 4, 5, atau kelipatannya.
  • 52.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Dikotiledon(Magnoliopsida) • Famili Casuarinaceae : Casuarina equsetifolia Ordo Casuarinales • Famili Capparaceae : Capparis spinosa Ordo Capparales • Famili Malvaceae : Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu); Gossypium, sp. (kapas) Ordo Malvales • Famili Myrtaceae : Eucalypus dan Eugenia caryophyllus (cengkeh) Ordo Myrtales
  • 53.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Dikotiledon(Magnoliopsida) • Famili Leguminosae : Mimosa pudica, Leunca leucocephala (petai cina) Ordo Fabales • Famili Apocynaceae : Catharantus roseus (bunga tapak dara) • Famili Compositae (Asteraceae) : Lactuca sativa (selada) Ordo Gentiianales • Famili Piperceae : Piper betle (sirih) dan Piper nigrum (lada) Ordo Piperales • Famili Rosaceae : Rosa hybrida (mawar) Ordo Rosales
  • 54.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Dikotiledon(Magnoliopsida) • Famili Solanaceae : Solanum lycopersicum (tomat) Ordo Solanales • Famili Magnoliaceae : Michelia champaca (bunga cempaka) Ordo Magnoliales • Famili Nyctaginaceae : Mirabilis jalapa Ordo Caryophilales • Famili Nymphaeaceae : Nelumbium nelumbo (teratai) Ordo Nymphaeales • Famili Rutaceae : Citrus maxima (jeruk bali) Sapindales
  • 55.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta)Dikotiledon (Magnoliopsida) Casuarina equsetifolia Capparis spinosa Hibiscus rosa-sinensis Eugenia caryophyllus (cengkeh) Leunca leucocephala Lactuca sativa (selada)
  • 56.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta)Dikotiledon (Magnoliopsida) Piper nigrum (lada) Rosa hybrida Solanum lycopersicum Mirabilis jalapa Nelumbium nelumbo Citrus maxima (jeruk bali)
  • 57.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Monocotyledoneae(Liliopsida) Ciri dan Karakteristik :  Keping biji tunggal atau satu  Berkas vaskuler pada batang kolateral tertutup, letak xylem dan floem tidak beraturan  Batang dan akar tidak memiliki kambium  Batang tidak bercabang , memiliki rambut-rambut halus dan ruas-ruas batang tampak jelas  Akar tunggang bercabang-cabang  Ada pelindung ujung akar (koleoriza) dan pelindung ujung batang (koleoptil)  Berdaun tunggal kecuali pada kelompok palem  Bagian bunga (kelopak, mahkota, dan benang sari) berjumlah 3 atau kelipatannya
  • 58.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Dikotiledon(Magnoliopsida) • Famili Liliaceae : Lilium regale (bunga lili) dan bunga tulip Ordo Liliales • Famili Amaryllidaceae : Pilianthes tuberosa (bunga sedap malam) • Famili Orchidaceae : Spathoglottis plicata (anggrek tanah) Ordo Asparagales • Famili Palmae (Arecaceae) : Metroxylon sagu (sagu) dan Cocos nucifera (kelapa) Ordo Arecales • Famili Gramineae (Poaceae) : Oryza sativa • Famili Bromeliaceae : Ananas comosus (nanas) Ordo Poales Monocotyledoneae (Liliopsida)
  • 59.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta) Dikotiledon(Magnoliopsida) • Famili Musaceae : Musa paradisiaca (pisang) • Famili Zingiberaceae : Zingiber officinale (jahe) dan Alpinia galanga (lengkuas) Ordo Zingiberales • Famili Cactaceae : Opuntia elatior (buahnya dapat dimakan) Ordo Caryophyllales • Famili Pandanaceae : Padanus tectorius (pandan) Ordo Pandanales Monocotyledoneae (Liliopsida)
  • 60.
    Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta) Angiospermae (Magnoliophyta)Monocotyledoneae (Liliopsida) Lilium regale Pilianthes tuberosa Metroxylon sagu Ananas comosus Zingiber officinale Opuntia elatior
  • 62.
    Daun Tunggal VsDaun Majemuk  Sebuah daun tunggal memiliki helai daun tunggal yang tidak terbagi  Tunas aksiler terletak di tempat tangkai daun menyatu dengan batang  Helai daun majemuk terbagi menjadi beberapa helai anak daun  Anda dapat membedakan sebuah daun majemuk dengan daun tunggal dengan cara memeriksa lokasi tunas aksilernya