Alexander Tetuko   (101434030)
   Standar Kompetensi
    Siswa mampu mengaplikasikan prinsip-
    prinsip pengelompokan makhluk hidup untuk
    mempelajari keanekaragaman dan peran
    keanekaragaman hayati bagi kehidupan
   Kompetensi Dasar
     Mendeskripsikan ciri-ciri Kingdom Fungi
    (jamur) berdasarkan struktur tubuh dan
    peranan bagi kehidupannya
   Jamur bersifat heterotrof saprofit atau
    heterotrof parasit
   Merupakan organisme eukariota yang
    menghasilkan spora
   Dinding selnya tidak mengandung selulosa,
    melainkan karbohidrat kompleks (termasuk
    kitin)
   Tidak memiliki flagela dalam daur hidupnya
   Sebagian besar jamur bereproduksi dengan
    spora mikroskopik, yaitu sel reproduktif yang
    tidak motil.
   Ada tiga bentuk struktur reproduktif pada
    jamur, yaitu
    Gametangium
   Sporangium
   Konidiofor
Jamur dibagi menjadi empat divisi yaitu
1. Zygomycota

2. Ascomycota

3. Basidiomycota

4. Deuteromycota
1.   Zygomycota
a. Struktur Tubuh
    memiliki miselium yang bercabang banyak dan
    tidak bersekat-sekat. Hifanya bersifat senositik.
    Septa ditemukan hanya pada saat sel
    bereproduksi.
b. Cara Reproduksi
    Reproduksi aseksual dan seksual. Secara aseksual
    dengan spora nonmotil yang dihasilkan
    sporangium, sedangkan reproduksi seksualnya
    dengan konjugasi.
c. Peranan
    Spesies Zygomycota bermanfaat dalam pembuatan
    makanan, misalnya Rhizopus oryzae untuk
    membuat tempe.
2. Ascomycota
a. Struktur tubuh

     Ascomycota bercirikan talus yang terdiri dari
     miselium bersekat.
b. Cara reproduksi

     Reproduksi seksual membentuk askospora di
     dalam askus, sedangkan reproduksi
     aseksualnya dihasilkan spora konidium yang
     terbentuk pada ujung hifa khusus yang disebut
     konidiofor.
c.   Peranan
     Berperan dalam pembuatan bahan makanan
     dan obat. Contohnya Aspergillus sojae untuk
     pembuatan kecap dan Penicillium notatum
     untuk penghasil zat antibiotik.
3. Basidiomycota
a.     Struktur Tubuh
       memiliki hifa bersepta dengan sambungan apit (clamp
       connection), spora seksualnya terbentuk pada basidium yang
       berbentuk gada. Tubuh cendawan Basidiomycota mencakup
       struktur batang dan tudung yang sering disebut basidiokarp.
b.     Cara reproduksi
       Daur hidup Basidiomycota dimulai dari pertumbuhan spora
       basidium atau pertumbuhan konidium. Spora basidium akan
       menjadi benang hifa yang bersekat dengan satu inti, kemudian
       hifa membentuk miselium.
c.     Peranan
       Beberapa contohnya yang berperan dalam kehidupan manusia
       1. Lentinus edodes. Di Cina dan jepang, jamur ini diproduksi
       secara besar-besaran untuk dikonsumsi
       2. Pleurotes. Jamur ini banyak mengandung lignin dan selulosa
       sehingga enak dimakan.
4. Deuteromycota
a. Struktur Tubuh

     Divisi ini disebut juga ‘fungi imperfecti’ atau
     jamur tidak sempurna.
b. Cara Reproduksi
     jamur ini bereproduksi secara aseksual dengan
     menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa
     khusus yang disebut konidiofor.
c.   Peranan
     Jamur ini bersifat saprofit di jenis materi
     organik, sebagai parasit pada tanaman tingkat
     tinggi, dan perusak tanaman budidaya serta
     tanaman hias
Sekian dan Terimakasih

Jamur

  • 1.
    Alexander Tetuko (101434030)
  • 2.
    Standar Kompetensi Siswa mampu mengaplikasikan prinsip- prinsip pengelompokan makhluk hidup untuk mempelajari keanekaragaman dan peran keanekaragaman hayati bagi kehidupan  Kompetensi Dasar Mendeskripsikan ciri-ciri Kingdom Fungi (jamur) berdasarkan struktur tubuh dan peranan bagi kehidupannya
  • 3.
    Jamur bersifat heterotrof saprofit atau heterotrof parasit  Merupakan organisme eukariota yang menghasilkan spora  Dinding selnya tidak mengandung selulosa, melainkan karbohidrat kompleks (termasuk kitin)  Tidak memiliki flagela dalam daur hidupnya
  • 4.
    Sebagian besar jamur bereproduksi dengan spora mikroskopik, yaitu sel reproduktif yang tidak motil.  Ada tiga bentuk struktur reproduktif pada jamur, yaitu  Gametangium  Sporangium  Konidiofor
  • 5.
    Jamur dibagi menjadiempat divisi yaitu 1. Zygomycota 2. Ascomycota 3. Basidiomycota 4. Deuteromycota
  • 6.
    1. Zygomycota a. Struktur Tubuh memiliki miselium yang bercabang banyak dan tidak bersekat-sekat. Hifanya bersifat senositik. Septa ditemukan hanya pada saat sel bereproduksi. b. Cara Reproduksi Reproduksi aseksual dan seksual. Secara aseksual dengan spora nonmotil yang dihasilkan sporangium, sedangkan reproduksi seksualnya dengan konjugasi. c. Peranan Spesies Zygomycota bermanfaat dalam pembuatan makanan, misalnya Rhizopus oryzae untuk membuat tempe.
  • 7.
    2. Ascomycota a. Strukturtubuh Ascomycota bercirikan talus yang terdiri dari miselium bersekat. b. Cara reproduksi Reproduksi seksual membentuk askospora di dalam askus, sedangkan reproduksi aseksualnya dihasilkan spora konidium yang terbentuk pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor. c. Peranan Berperan dalam pembuatan bahan makanan dan obat. Contohnya Aspergillus sojae untuk pembuatan kecap dan Penicillium notatum untuk penghasil zat antibiotik.
  • 8.
    3. Basidiomycota a. Struktur Tubuh memiliki hifa bersepta dengan sambungan apit (clamp connection), spora seksualnya terbentuk pada basidium yang berbentuk gada. Tubuh cendawan Basidiomycota mencakup struktur batang dan tudung yang sering disebut basidiokarp. b. Cara reproduksi Daur hidup Basidiomycota dimulai dari pertumbuhan spora basidium atau pertumbuhan konidium. Spora basidium akan menjadi benang hifa yang bersekat dengan satu inti, kemudian hifa membentuk miselium. c. Peranan Beberapa contohnya yang berperan dalam kehidupan manusia 1. Lentinus edodes. Di Cina dan jepang, jamur ini diproduksi secara besar-besaran untuk dikonsumsi 2. Pleurotes. Jamur ini banyak mengandung lignin dan selulosa sehingga enak dimakan.
  • 9.
    4. Deuteromycota a. StrukturTubuh Divisi ini disebut juga ‘fungi imperfecti’ atau jamur tidak sempurna. b. Cara Reproduksi jamur ini bereproduksi secara aseksual dengan menghasilkan konidia atau menghasilkan hifa khusus yang disebut konidiofor. c. Peranan Jamur ini bersifat saprofit di jenis materi organik, sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi, dan perusak tanaman budidaya serta tanaman hias
  • 10.