FISIKA MODERN



                By
                FILIPUS
                KURNIAWAN
                100401070035
FISIKA MODERN

1.   Teori Relativitas Khusus
      2. Fisika Kuantum
Teori Relativitas Khusus

  Transformasi         Galilei
  Untuk pengamat diam                O : x, y, z, t

   Untuk pengamat bergerak           O’: x’, y’, z’
   Sehingga
   x’ = x - vt
   y’ = y                    Trans. Koord. Galilei
   z’ = z
   t’ = t

   Ux = Ux-V
   Uy = Uy                   Trans. Kecepatan Galilei
   Uz = Uz
Teori Relativitas Khusus

 Postulat   Einstein
  Teori relativitas khusus bersandar pada dua postulat.
 1. hukum fisika dapat dinyatakan dalam persamaan
 yang berbentuk sama dalam semua kerangka        acuan
    yang bergerak dengan kecepatan tetap satu terhadap
    lainnya


  2. kelajuan cahaya dalam ruang hampa sama besar
 untuk semua pengamat, tidak bergantung dari
 keadaan gerak pengamat itu
Teori Relativitas Khusus

 Transformasi                  Lorentz
  Ditemukan oleh seorang Fisikawan Belanda H.A. Lorentz yang
  menunjukkan bahwa rumusan dasar dari keelektromagnetan sama dalam
  semua kerangka acuan yang dipakai.

           x − vt                 v
                             t−      x
  x' =                           c 2        Trans. Lorentz
          1− v / c
              2      2   t' =
                              1− v2 c2


         y' = y           z' = z

             x'+vt                 v
                                  t '+
  x=                                2
                                      x
                            t=    c         Trans. Lorentz balik
           1− v2 c2
                               1− v2 c2
Teori Relativitas Khusus

 Panjang   Relativistik
 Panjang L benda bergerak terhadap pengamat kelihatannya
 lebih pendek dari panjang Lo bila diukur dalam keadaan diam
 terhadap pengamat. Gejala ini disebut pengerutan Lorentz
 FitzGerald
       L = Lo 1 − v 2 c 2
                            x' B − x' A =
                                            ( xB − x A ) + v( t B − t A )
                                                     1− v2
                                                              c2
Teori Relativitas Khusus

 Waktu     Relativistik
    Kuantitas to yang ditentukan



                                            menurut pengamat O, selang waktu
                                        t B − t A = ∆to
                                            mengalami pemuaian

                  t ' B −t ' A = ∆t '
’
                        ∆t o
         ∆t ' =
                    1 −v 2 c 2
1. Teori Relativitas Khusus
   Massa, Energi dan Momentum Relativistik
    A. Massa Relativistik
      Massa benda akan menjadi lebih besar terhadap pengamat
      dari pada massa ketika benda diam, jika bergerak dengan
      kelajuan relativistik




                      mo
           m=                              mo = massa diam
                   1− v c2   2
1. Teori Relativitas Khusus
 Hubungan       Massa dan Energi
 Hubungan yang paling terkenal yang diperoleh Einstein dari
 postulat relativitas khusus adalah mengenai massa dan energi.
 Hubungannya dapat diturunkan langsung dari definisi energi
 kinetik dari suatu benda yang bergerak.



                       d ( mu )
         u
     K = ∫ Fds      F=
         0
                          dt

  K = mc − mo c = E − Eo
         2
                                  Eo = mo c - energi diam
                                               2



                                      mo c 2
                        E = mc 2 =                 - energi total
                                     1− v c
                                          2    2
1. Teori Relativitas Khusus

   Hubungan Momentum dan Energi
    Dari hubungan      ,       = mu
                             p dan             didapatkan

                       E = mc 2            Eo = mo c 2

      E = ( pc ) + E
        2          2       2
       atau                o




      ( K + m c ) = ( pc )
               o
                   2   2          2
                                      +E   2
                                           o
1. Teori Relativitas Khusus
   Efek Doppler Relativistik
Untuk sumber dan pengamat saling mendekat




Untuk sumber danf    c + saling menjauh
                 pengamat v
          f =      o
                           c −v

                           c −v
           f = o
Radiasi tegak lurusfarah gerak
                           c +v


        f = fo 1 − v c 2    2
2. Teori Kuantum Radiasi Elektromagnetik

 Radiasi   Benda Hitam
 Benda hitam adalah benda ideal yang mampu menyerap atau mengabsorbsi
 semua radiasi yang mengenainya, serta tidak bergantung pada frekuensi
 radiasi tersebut.
 Bisa dikatakan benda hitam merupakan penyerap dan pemancar yang
 sempurna.
 Benda hitam pada temperatur tertentu meradiasi energi dengan laju lebih
 besar dari beanda lain.
 Model yang dapat digunakan untuk mengamati sifat radiasi benda hitam
 adalah model rongga.
2. Teori Kuantum Radiasi Elektromagnetik

   Teori Rayleigh-Jeans
    Reyleigh dan Jeans menggunakan pendekatan fisika klasik untuk
    menjelaskan spektrum benda hitam, karena pada masa itu fisika kuantum
    belum diketahui.
    Mereka meninjau radiasi dalam rongga bertemperatur T yang dindingnya
    adalah pemantul sempurna sebagai sederetan gelombang
    elektromagnetik berdiri

Rumus Rayleigh-Jeans


                                          8πf 2 kTdf
                             u ( f ) df =
                                              c3
2. Teori Kuantum Radiasi Elektromagnetik
    Hukum radiasi planck
     Planck menemukan rumus dengan menginterpolasikan rumus wein dan
      rumus Rayleigh-Jeans dengan mengasumsikan bahwa terbentuknya
      radiasi benda hitam adalah dalam paket-paket energi.



     Konsep paket energi atau energi terkuantisasi ini merupakan hipotesis
                          E = hf h = 6.626 *10 −23 J / s
     Max Planck yang merupakan rumus yang benar tentang kerapatan energi
     radiasi benda hitam.
2. Teori Kuantum Radiasi Elektromagnetik

    Teori Foton
     Foton atau kuanta merupakan paket-paket energi diskrit pada radiasi
      elektromagnetik. Tiap energi pada foton tergantung pada frekuensi f .

     Sebuah foton akan bergerak dengan kecepatan cahaya, jika foton
     bergerak dibawah kecepatan tersebut hcmaka foton tidak ada. Foton hanya
                                  E = hf =
     memiliki energi kinetik dan massa diamnya adalah nol. Sedangkan
                                           λ
     momentumnya:




                                  E hf h
                                p= =  =
                                  c  c λ
2. Teori Kuantum Radiasi Elektromagnetik
   Efek Fotolistrik
    Efek fotolistrik adalah peristiwa lepasnya elektron dari permukaan logam
    yang tembaki oleh foton.jika logam mengkilat di iradiasi, maka akan terjadi
    pancaran electron pada logam tersebut.
    Cahaya dengan frekuensi lebih besar dari frekuensi ambang yang akan
    menghasilkan arus elektron Foton.
    Energi maksimum yang terlepas dari logam akibat peristiwa fotolistrik adalah
2. Teori Kuantum Radiasi Elektromagnetik
    Efek Compton
     Menurut Compton radiasi yang terhambur mempunyai frekuensi lebih kecil
     dari pada radiasi yang datang dan juga tergantung pada sudut hamburan.
     Dari analisis Compton, hamburan radiasi elektromagnetik dari partikel
     merupakan suatu tumbukan elastik.




                                                       h
                                         ∆λ = λ '−λ =      (1 − cos θ )
                                                      mo c
3. SIfat Gelombang dari Partikel

   Gelombang De Broglie
    Postula De Broglie menyatakan dualisme gelombang-materi selain berlaku
    pada radiasi elektromagnetik, juga berlaku bagi materi.
    Foton berfrekuensi v mempunyai momentum

    Panjang gelombang foton

    menurut broglie semua partikel yang bergerak dengan momentump, terkait
    suatu gelombang dengan panjang gelombang menurut hubungan
3. SIfat Gelombang dari Partikel
   Ketidakpastian Heisenberg
    Terdapat hubungan timbal balik antara ketidakpastian kedudukan yang
     inheren dari partikel dan ketidapastian momentumnya yang inheren .




                                         h
    Untuk pengukuran energi dan selang waktu
                                ∆ p∆ x ≥
                                           4π

                                       h
                               ∆E∆t ≥
                                      4π
4. Persamaan Schrodinger

    Persamaan schrodinger merupakan suatu persamaan yang digunakan
     untu mengetahui perilaku gelombang dari partikel.
     Kriteria mendapatkan persamaan yang sesuai dengan fisika kuantum
     adalah
     Taat terhadap asas kekalan energi
     Taat terhadap Hipotesa De Broglie
     Persamaannya harus “berperilaku baik” secara matematik

     Persamaan schrodinger waktu bebas satu dimensi:



                        h 2 d 2ψ
                                 + Vψ = Eψ
                       8π m dx
                         2     2

Fisika modern

  • 1.
    FISIKA MODERN By FILIPUS KURNIAWAN 100401070035
  • 2.
    FISIKA MODERN 1. Teori Relativitas Khusus 2. Fisika Kuantum
  • 3.
    Teori Relativitas Khusus  Transformasi Galilei Untuk pengamat diam O : x, y, z, t Untuk pengamat bergerak O’: x’, y’, z’ Sehingga x’ = x - vt y’ = y Trans. Koord. Galilei z’ = z t’ = t Ux = Ux-V Uy = Uy Trans. Kecepatan Galilei Uz = Uz
  • 4.
    Teori Relativitas Khusus Postulat Einstein Teori relativitas khusus bersandar pada dua postulat. 1. hukum fisika dapat dinyatakan dalam persamaan yang berbentuk sama dalam semua kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan tetap satu terhadap lainnya 2. kelajuan cahaya dalam ruang hampa sama besar untuk semua pengamat, tidak bergantung dari keadaan gerak pengamat itu
  • 5.
    Teori Relativitas Khusus Transformasi Lorentz Ditemukan oleh seorang Fisikawan Belanda H.A. Lorentz yang menunjukkan bahwa rumusan dasar dari keelektromagnetan sama dalam semua kerangka acuan yang dipakai. x − vt v t− x x' = c 2 Trans. Lorentz 1− v / c 2 2 t' = 1− v2 c2 y' = y z' = z x'+vt v t '+ x= 2 x t= c Trans. Lorentz balik 1− v2 c2 1− v2 c2
  • 6.
    Teori Relativitas Khusus Panjang Relativistik Panjang L benda bergerak terhadap pengamat kelihatannya lebih pendek dari panjang Lo bila diukur dalam keadaan diam terhadap pengamat. Gejala ini disebut pengerutan Lorentz FitzGerald L = Lo 1 − v 2 c 2 x' B − x' A = ( xB − x A ) + v( t B − t A ) 1− v2 c2
  • 7.
    Teori Relativitas Khusus Waktu Relativistik Kuantitas to yang ditentukan menurut pengamat O, selang waktu t B − t A = ∆to mengalami pemuaian t ' B −t ' A = ∆t ' ’ ∆t o ∆t ' = 1 −v 2 c 2
  • 8.
    1. Teori RelativitasKhusus  Massa, Energi dan Momentum Relativistik A. Massa Relativistik Massa benda akan menjadi lebih besar terhadap pengamat dari pada massa ketika benda diam, jika bergerak dengan kelajuan relativistik mo m= mo = massa diam 1− v c2 2
  • 9.
    1. Teori RelativitasKhusus  Hubungan Massa dan Energi Hubungan yang paling terkenal yang diperoleh Einstein dari postulat relativitas khusus adalah mengenai massa dan energi. Hubungannya dapat diturunkan langsung dari definisi energi kinetik dari suatu benda yang bergerak. d ( mu ) u K = ∫ Fds F= 0 dt K = mc − mo c = E − Eo 2 Eo = mo c - energi diam 2 mo c 2 E = mc 2 = - energi total 1− v c 2 2
  • 10.
    1. Teori RelativitasKhusus  Hubungan Momentum dan Energi Dari hubungan , = mu p dan didapatkan E = mc 2 Eo = mo c 2 E = ( pc ) + E 2 2 2 atau o ( K + m c ) = ( pc ) o 2 2 2 +E 2 o
  • 11.
    1. Teori RelativitasKhusus  Efek Doppler Relativistik Untuk sumber dan pengamat saling mendekat Untuk sumber danf c + saling menjauh pengamat v f = o c −v c −v f = o Radiasi tegak lurusfarah gerak c +v f = fo 1 − v c 2 2
  • 12.
    2. Teori KuantumRadiasi Elektromagnetik  Radiasi Benda Hitam Benda hitam adalah benda ideal yang mampu menyerap atau mengabsorbsi semua radiasi yang mengenainya, serta tidak bergantung pada frekuensi radiasi tersebut. Bisa dikatakan benda hitam merupakan penyerap dan pemancar yang sempurna. Benda hitam pada temperatur tertentu meradiasi energi dengan laju lebih besar dari beanda lain. Model yang dapat digunakan untuk mengamati sifat radiasi benda hitam adalah model rongga.
  • 13.
    2. Teori KuantumRadiasi Elektromagnetik  Teori Rayleigh-Jeans Reyleigh dan Jeans menggunakan pendekatan fisika klasik untuk menjelaskan spektrum benda hitam, karena pada masa itu fisika kuantum belum diketahui. Mereka meninjau radiasi dalam rongga bertemperatur T yang dindingnya adalah pemantul sempurna sebagai sederetan gelombang elektromagnetik berdiri Rumus Rayleigh-Jeans 8πf 2 kTdf u ( f ) df = c3
  • 14.
    2. Teori KuantumRadiasi Elektromagnetik  Hukum radiasi planck Planck menemukan rumus dengan menginterpolasikan rumus wein dan rumus Rayleigh-Jeans dengan mengasumsikan bahwa terbentuknya radiasi benda hitam adalah dalam paket-paket energi. Konsep paket energi atau energi terkuantisasi ini merupakan hipotesis E = hf h = 6.626 *10 −23 J / s Max Planck yang merupakan rumus yang benar tentang kerapatan energi radiasi benda hitam.
  • 15.
    2. Teori KuantumRadiasi Elektromagnetik  Teori Foton Foton atau kuanta merupakan paket-paket energi diskrit pada radiasi elektromagnetik. Tiap energi pada foton tergantung pada frekuensi f . Sebuah foton akan bergerak dengan kecepatan cahaya, jika foton bergerak dibawah kecepatan tersebut hcmaka foton tidak ada. Foton hanya E = hf = memiliki energi kinetik dan massa diamnya adalah nol. Sedangkan λ momentumnya: E hf h p= = = c c λ
  • 16.
    2. Teori KuantumRadiasi Elektromagnetik  Efek Fotolistrik Efek fotolistrik adalah peristiwa lepasnya elektron dari permukaan logam yang tembaki oleh foton.jika logam mengkilat di iradiasi, maka akan terjadi pancaran electron pada logam tersebut. Cahaya dengan frekuensi lebih besar dari frekuensi ambang yang akan menghasilkan arus elektron Foton. Energi maksimum yang terlepas dari logam akibat peristiwa fotolistrik adalah
  • 17.
    2. Teori KuantumRadiasi Elektromagnetik  Efek Compton Menurut Compton radiasi yang terhambur mempunyai frekuensi lebih kecil dari pada radiasi yang datang dan juga tergantung pada sudut hamburan. Dari analisis Compton, hamburan radiasi elektromagnetik dari partikel merupakan suatu tumbukan elastik. h ∆λ = λ '−λ = (1 − cos θ ) mo c
  • 18.
    3. SIfat Gelombangdari Partikel  Gelombang De Broglie Postula De Broglie menyatakan dualisme gelombang-materi selain berlaku pada radiasi elektromagnetik, juga berlaku bagi materi. Foton berfrekuensi v mempunyai momentum Panjang gelombang foton menurut broglie semua partikel yang bergerak dengan momentump, terkait suatu gelombang dengan panjang gelombang menurut hubungan
  • 19.
    3. SIfat Gelombangdari Partikel  Ketidakpastian Heisenberg Terdapat hubungan timbal balik antara ketidakpastian kedudukan yang inheren dari partikel dan ketidapastian momentumnya yang inheren . h Untuk pengukuran energi dan selang waktu ∆ p∆ x ≥ 4π h ∆E∆t ≥ 4π
  • 20.
    4. Persamaan Schrodinger  Persamaan schrodinger merupakan suatu persamaan yang digunakan untu mengetahui perilaku gelombang dari partikel. Kriteria mendapatkan persamaan yang sesuai dengan fisika kuantum adalah Taat terhadap asas kekalan energi Taat terhadap Hipotesa De Broglie Persamaannya harus “berperilaku baik” secara matematik Persamaan schrodinger waktu bebas satu dimensi: h 2 d 2ψ + Vψ = Eψ 8π m dx 2 2