Ketidakpastian Heisenberg

8,543 views

Published on

Published in: Education
2 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
8,543
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
355
Comments
2
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ketidakpastian Heisenberg

  1. 1. Ketidakpastian Heisenberg<br />Oleh:<br />Bintang Ronauli<br />Dewi Muliyati<br />Irsye Zelviana<br />Yulius Andytia<br />Darmono<br />Rori Ariwandi<br />Hendi Hidayat<br />
  2. 2. Prinsip Ketidakpastian<br />Pendahuluan<br />Kajian Teori<br />Pembahasan <br />Simpulan<br />
  3. 3. Pendahuluan<br />Fisikawan Jerman Werner Karl Heisenberg (1901-1976) menyatakan tidak mungkin menentukan secara akurat posisi dan momentum secara simultan untuk partikel yang sangat kecil semacam elektron.<br />Dalam fisika kuantum, akurasi yang kita dapatkan untuk mengetahui posisi dan momentum suatu benda seperti sebuah elektron dibatasi oleh Prinsip Ketidakpastian Heisenberg.<br />
  4. 4. Pendahuluan<br />Prinsip Ketidakpastian Heisenberg memperkenalkan suatu hubungan timbal balik antara posisi dan momentum. <br />Jadi, jika nilai posisi elektron diketahui dengan tingkat akurasi yang tinggi, maka nilai momentum elektron akan tidak pasti, dan sebaliknya.<br />
  5. 5. Pendahuluan<br />Untuk mengamati partikel, seseorang harus meradiasi partikel dengan cahaya. Tumbukan antara partikel dengan foton akan mengubah posisi dan momentum partikel.<br />
  6. 6. Kajian Teori<br />
  7. 7. Dualisme Gelombang partikel<br />Sifat dualisme gelombang partikel dikuatkan oleh teori de Broglie yang mengemukakan bahwa partikel yang bergerak dapat memiliki sifat gelombang dengan panjang gelombang tertentu.<br />
  8. 8. Difraksi Celah Tunggal<br />B<br />px<br />∆x<br />A<br />
  9. 9. DifraksiCelah Tunggal<br />Dapat menggambarkan ketidakpastian Heisenberg secara kualitatif.<br />BIila elektron berada dalam celah, hanya lebar celah yang diketahui. Namun, harus ada penyebaran nilai-nilai momentum dalam arah-x .<br />
  10. 10. DifraksiCelah Tunggal<br /><ul><li>Sebagai contoh, sebuah elektron lebih mungkin ditemukan di wilayah sekitar titik A dari titik B pada gambar 1. Namun, kita tidak pernah tahu sebelumnya dimana kita akan dapat mengambil nilai momentum sebuah elektron tunggal. Jadi, tidak akan memungkinkan kita untuk secara bersamaan mengetahui posisi dan momentum partikel secara teliti.
  11. 11. Ini adalah cara memperkenalkan prinsip ketidakpastian Heisenberg.</li></li></ul><li>Penafsiran Born<br />Dari fungsi gelombang ψ(x) dapat didefinisikan fungsi rapat gelombang.<br />Dari fungsi gelombang ψ(x) dapat didefinisikan fungsi rapat peluang momentum linear partikel (p,t).<br />Dapat dihitung nilai ekspektasi posisi dan momentum linear beserta ketidakpastiannya.<br />
  12. 12. Penafsiran Born<br />
  13. 13. Penafsiran Born<br />
  14. 14. Pembahasan<br />
  15. 15. <ul><li>Fungsi gelombang bagi partikel yang momentum linearnya pasti , sebesar po, yaitu
  16. 16. Nilai ∆p pada keadaan itu, yaitu sebesar nol.
  17. 17. Untuk menghitung ∆x, kita hitung dulu <x> dan <x2>.
  18. 18. Penghitungan ini menunjukkan bahwa jika momentum dapat ditentukan secara pasti maka posisi partikel sama sekali tidak dapat diramalkan. </li></ul>Keadaan dengan momentum pasti<br />
  19. 19. Keadaan dengan posisi partikel bersifat pasti<br />Hasilnya: ∆x=0dan ∆p=∞ <br />
  20. 20. Fenomena Fisika dan Ketidakpastian Heisenberg<br />Difraksi celah tunggal<br />Titik-Nol Energi<br />Pertukaran Partikel<br />Peluruhan Alpha<br />
  21. 21. Simpulan<br />Prinsip Ketidakpastian Heisenberg merupakan bagian penting dalam fisika kuantum. Prinsip ini jugalah yang memprovokasi lahirnya fisika kuantum.<br />

×