ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN EMBOLISME PARU By. Mulia Mayangsari, S.Kep.,Ns
LATAR BELAKANG Embolisme paru merupakan komplikasi dari trombosis vena dalam (Deep Venous Thrombosis, DVT) Gangguan ini sering tidak terdiagnosis dan memerlukan kecurigaan klinis yang tepat dan pendekatan diagnostik yang sistematik Diperkirakan lebih dari setengah juta orang mengalami emboli paru setiap tahunnya, mengakibatkan kematian lebih dari 50.000 orang tiap tahun.
Apa itu Embolisme Paru??? Emboli Paru (Pulmonary Embolism)adalah penyumbatan arteri pulmonalis (arteri paru-paru) oleh suatu embolus, yang terjadi secara tiba-tiba.  Suatu emboli bisa merupakan gumpalan darah (trombus), tetapi bisa juga berupa lemak, cairan ketuban, sumsum tulang, pecahan tumor atau gelembung udara, yang akan mengikuti aliran darah sampai akhirnya menyumbat pembuluh darah.
Embolisme paru terjadi karena disebabkan oleh;  Kebanyakan kasus disebabkan oleh bekuan darah dari vena, terutama vena di tungkai atau panggul. Penyebab yang lebih jarang adalah gelembung udara, lemak, cairan ketuban atau gumpalan parasit maupun sel tumor. Penyebab yang paling sering adalah bekuan darah dari vena tungkai, yang disebut trombosis vena dalam. Gumpalan darah cenderung terbentuk jika darah mengalir lambat atau tidak mengalir sama sekali, yang dapat terjadi di vena kaki jika seseorang berada dalam satu posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama. Jika orang tersebut bergerak kembali, gumpalan tersebut dapat hancur, tetapi ada juga gumpalan darah yang menyebabkan penyakit berat bahkan kematian.
 
Faktor Predisposisi Imobilisasi.  Imobilisasi yang lama menyebabkan hilangnya peristaltik pembuluh darah vena, sehingga aliran darah menjadi statis. Umumnya statis terjadi setelah berbaring selama 7 hari, tapi pada pascaoperasi statis dapat terjadi setalah 48 jam – 10 hari kemudian. Umur .  Kebanyakan emboli paru terjadi pada usia 50-65 tahun, ini terjadi akibat elastisitas dinding pembuluh darah sudah berkurang. Penyakit Jantung .  Fibrilasi atrium dan payah jantung dapat menyebabkan emboli paru baik terjadi secara bersamaan ataupun tidak. Trauma . Sebanyak 15% penderita trauma dapat terkena emboli paru terutama pada klien luka bakar yang luas karena terjadinya kerusakan pada endotel pada pembuluh darah
Cont... Obesitas .  Penderita dengan BB > 20 % BB ideal dikatakan mempunyai risiko untuk terkena emboli paru. Persalinan.  Masuknya cairan amnion kedalam aliran darah melalui ; v ena-vena endoservikal , v ena-vena daerah uteroplasenta , p erlukaan uterus atau serviks Patah tulang tungkai tungkai atau tulang pangggul .
Manifestasi klinis Tanda:  Dispnea Nyeri dada pleuritik Batuk, dan  Hemoptisis Diaforesis (berkeringat)
Cont.... Gejala: Takipnea Crackles  (ronkhi basah) Takikardi Bunyi jantung s3 dan s4 Demam
Enam Sindrom Klinis Emboli Paru Akut Emboli Paru Massif  Presentasi klinis : sesak napas, sinkop dan sianosis dengan hipotensi arteri sistemik persisten, khas > 50 persen obstruksi vaskulatur paru.  Dijumpai disfungsi ventrikel kanan  Emboli Paru sedang sampai besar (submassif)  Presentasi klinis : Tekanan darah sistemik masih normal, gambaran khas > 30% defek pada perfusi scan paru ditandai dengan disfungsi ventrikel kanan  Emboli Paru Kecil sampai Sedang  Presentasi klinis : Tekanan darah arteri sistemik yang normal tanpa disertai tanda-tanda disfungsi ventrikel kanan
Enam Sindrom Klinis Emboli Paru Akut Infark Paru  Presentasi klinis : Nyeri Pleuritik, hemoptisis,  pleural rub,  atau adanya konsolidasi paru, khasnya berupa emboli perifer yang kecil, jarang disertai disfungsi ventrikel kanan Emboli Paru Paradoksal  Presentasi klinis : Kejadian emboli sistemik yang tiba-tiba seperti stroke, jarang disertai disfungsi ventrikel kanan Emboli Nontrombus  Penyebab tersering berupa udara, lemak, fragmen tumor, atau cairan amnion.
Pemeriksaan Diagnostik Lung Scan ( Ventilation/Perfusion Scan ): menunjukkan pola abnormal perfusi pada area ventilasi (Ketidakcocokan ventilasi/perfusi) atau tidak adanya ventilasi dan perfusi Pulmonary Angiography : menunjukkan adanya kerusakan pengisian atau “klep” arteri dengan tak adanya aliran darah pada distal. Chest X-Ray : Sering normal (khususnya pada EP subkutan), tetapi dapat menunjukkan bayangan bekuan, klep pembuluh darah kasar, peninggian diafragmatik pada sisi yang sakit, efusi pleural, infiltrasi/konsolidasi.
Cont... Darah lengkap : Menunjukkan peninggian Ht (hemokonsentrasi), peningkatan sel darah merah (polisitemia) EKG : mungkin normal atau menunjukkan perubahan regangan ventrikel kanan, mis: perubahan gelombang T/ segmen ST. Penyimpangan aksis deviasi/ Right Bundle Branch Block ( RBBB), takikardia dan disritmia sering kali ada.
Penatalaksanaan Medis Tujuan pengobatan adalahuntuk menghancurkan (lisis) emboli yang ada dan pembentukan yang baru. Terapi Antikoagulasi (Heparin, natrium warfarin).  Untuk mencegah kekambuhan emboli tetapi tidak mempunyai efek pada emboli yang sudah ada sebelumnya. Heparin :  I  5000 unit/IV &  II  1000 unit/inf./jam    diberikan selama 5-7 hari Koumadin diberikan 24 jam setelah dimulainya terapi heparin, dilanjutkan selama 3 bulan
Cont... Terapi Trombolitik Menghancurkan trombi atau emboli lebih cepat dan memulihkan fungsi hemodinamik sirkulasi paru lebih besar, sehingga mengurangi hipertensi paru dan memperbaiki perfusi, oksigenasi dan curah jantung. Hanya diberikan pada pasien dengan trombi yang mengenai vena popliteal atau vena profunda paha dan pelvis, dan pasien dengan emboli paru masif yang mengenai area signifikan aliran darah ke paru.
Cont... Lamanya Pemberian terapi trombolitik disesuaikan dengan agens yang digunakan dan kondisi yang sedang diatasi.  Tindakan Umum , dilakukan untuk memperbaiki status pernapasan dan vaskular pasien. Terapi oksigen diberikan untuk memperbaiki hipoksia dan untuk menghilangkan vasokontriksi vaskular paru dan mengurangi hipertensi paru Stoking elastis atau alat kompresi tungkai intermitten diberikan untuk mengurangi statis vena dengan menekan vena superfisial dan meningkatkan kecepatan darah dalam vena profunda sehingga darah kembali.
Cont... Meninggikan tungkai diatas ketinggian jantung untuk meningkatkan aliran vena.  Intervensi Bedah, Embolektomi Paru. Indikasi pelaksanaannya : Pasien mengalami hipotensi persisten, syok, dan gawat napas Tekanan arteri pulmonal sangat tinggi Angiogram menunjukkan obstruksi bagian besar pada pembuluh darah paru Embolektomi membutuhkan thorakotomi dengan teknik bypass jantung paru
Cont... Menginterupsi Vena Kava Inferior Teknik bedah lain yang digunakan ketika emboli paru kambuh atau ketika pasien tidak toleran terhadap anti koagulan. Embolektomi Kateter Transvena  adalah teknik dimana kateter  vacuum-cupped  dimasukkan secara intravena kedalam arteri pulmonal yang sakit.
Diagnosa Keperawatan yang mungkin dapat muncul Bersihan Jalan napas tak efektif b.d. Penumpukan sekret Kerusakan pertukaran gas b.d. Gangguan aliran udara Resiko tinggi terhadap perubahan perfusi jaringan kardiopulmonal b.d. Penghentian aliran darah Ansietas b.d. Ketidakmampuan bernapas dengan normal Kurang pengetahuan b.d. Kurangnya informasi tentang penyakit
1. Bersihan jalan napas tak efektif b.d. Penumpukan sekret Tujuan : setelah pemberian intervensi 3 x 24 jam klien mampu mengeluarkan sekretnya secara mandiri KH :  Klien tidak mengalami aspirasi Klien menunjukkan batuk efektif dan meningkatnya pertukaran gas Intervensi : Kaji faktor terjadinya batuk tak efektif Pastikan klien dalam posisi semifowler/tidur miring Dukung pasien untuk melakukan batuk efektif
1. Bersihan jalan napas tak efektif b.d. Penumpukan sekret Pertahankan kelembapan udara inspirasi seadekuat mungkin Rasional Agar dapat memberikan pengoabatan yang efektif Meningkatkan ekspansi paru Mengeluarkan sekret secara maksimal Membantu dalam pengeluaran sekret
 

Embolisme paru

  • 1.
    ASUHAN KEPERAWATAN PADAPASIEN EMBOLISME PARU By. Mulia Mayangsari, S.Kep.,Ns
  • 2.
    LATAR BELAKANG Embolismeparu merupakan komplikasi dari trombosis vena dalam (Deep Venous Thrombosis, DVT) Gangguan ini sering tidak terdiagnosis dan memerlukan kecurigaan klinis yang tepat dan pendekatan diagnostik yang sistematik Diperkirakan lebih dari setengah juta orang mengalami emboli paru setiap tahunnya, mengakibatkan kematian lebih dari 50.000 orang tiap tahun.
  • 3.
    Apa itu EmbolismeParu??? Emboli Paru (Pulmonary Embolism)adalah penyumbatan arteri pulmonalis (arteri paru-paru) oleh suatu embolus, yang terjadi secara tiba-tiba. Suatu emboli bisa merupakan gumpalan darah (trombus), tetapi bisa juga berupa lemak, cairan ketuban, sumsum tulang, pecahan tumor atau gelembung udara, yang akan mengikuti aliran darah sampai akhirnya menyumbat pembuluh darah.
  • 4.
    Embolisme paru terjadikarena disebabkan oleh; Kebanyakan kasus disebabkan oleh bekuan darah dari vena, terutama vena di tungkai atau panggul. Penyebab yang lebih jarang adalah gelembung udara, lemak, cairan ketuban atau gumpalan parasit maupun sel tumor. Penyebab yang paling sering adalah bekuan darah dari vena tungkai, yang disebut trombosis vena dalam. Gumpalan darah cenderung terbentuk jika darah mengalir lambat atau tidak mengalir sama sekali, yang dapat terjadi di vena kaki jika seseorang berada dalam satu posisi tertentu dalam waktu yang cukup lama. Jika orang tersebut bergerak kembali, gumpalan tersebut dapat hancur, tetapi ada juga gumpalan darah yang menyebabkan penyakit berat bahkan kematian.
  • 5.
  • 6.
    Faktor Predisposisi Imobilisasi. Imobilisasi yang lama menyebabkan hilangnya peristaltik pembuluh darah vena, sehingga aliran darah menjadi statis. Umumnya statis terjadi setelah berbaring selama 7 hari, tapi pada pascaoperasi statis dapat terjadi setalah 48 jam – 10 hari kemudian. Umur . Kebanyakan emboli paru terjadi pada usia 50-65 tahun, ini terjadi akibat elastisitas dinding pembuluh darah sudah berkurang. Penyakit Jantung . Fibrilasi atrium dan payah jantung dapat menyebabkan emboli paru baik terjadi secara bersamaan ataupun tidak. Trauma . Sebanyak 15% penderita trauma dapat terkena emboli paru terutama pada klien luka bakar yang luas karena terjadinya kerusakan pada endotel pada pembuluh darah
  • 7.
    Cont... Obesitas . Penderita dengan BB > 20 % BB ideal dikatakan mempunyai risiko untuk terkena emboli paru. Persalinan. Masuknya cairan amnion kedalam aliran darah melalui ; v ena-vena endoservikal , v ena-vena daerah uteroplasenta , p erlukaan uterus atau serviks Patah tulang tungkai tungkai atau tulang pangggul .
  • 8.
    Manifestasi klinis Tanda: Dispnea Nyeri dada pleuritik Batuk, dan Hemoptisis Diaforesis (berkeringat)
  • 9.
    Cont.... Gejala: TakipneaCrackles (ronkhi basah) Takikardi Bunyi jantung s3 dan s4 Demam
  • 10.
    Enam Sindrom KlinisEmboli Paru Akut Emboli Paru Massif Presentasi klinis : sesak napas, sinkop dan sianosis dengan hipotensi arteri sistemik persisten, khas > 50 persen obstruksi vaskulatur paru. Dijumpai disfungsi ventrikel kanan Emboli Paru sedang sampai besar (submassif) Presentasi klinis : Tekanan darah sistemik masih normal, gambaran khas > 30% defek pada perfusi scan paru ditandai dengan disfungsi ventrikel kanan Emboli Paru Kecil sampai Sedang Presentasi klinis : Tekanan darah arteri sistemik yang normal tanpa disertai tanda-tanda disfungsi ventrikel kanan
  • 11.
    Enam Sindrom KlinisEmboli Paru Akut Infark Paru Presentasi klinis : Nyeri Pleuritik, hemoptisis, pleural rub, atau adanya konsolidasi paru, khasnya berupa emboli perifer yang kecil, jarang disertai disfungsi ventrikel kanan Emboli Paru Paradoksal Presentasi klinis : Kejadian emboli sistemik yang tiba-tiba seperti stroke, jarang disertai disfungsi ventrikel kanan Emboli Nontrombus Penyebab tersering berupa udara, lemak, fragmen tumor, atau cairan amnion.
  • 12.
    Pemeriksaan Diagnostik LungScan ( Ventilation/Perfusion Scan ): menunjukkan pola abnormal perfusi pada area ventilasi (Ketidakcocokan ventilasi/perfusi) atau tidak adanya ventilasi dan perfusi Pulmonary Angiography : menunjukkan adanya kerusakan pengisian atau “klep” arteri dengan tak adanya aliran darah pada distal. Chest X-Ray : Sering normal (khususnya pada EP subkutan), tetapi dapat menunjukkan bayangan bekuan, klep pembuluh darah kasar, peninggian diafragmatik pada sisi yang sakit, efusi pleural, infiltrasi/konsolidasi.
  • 13.
    Cont... Darah lengkap: Menunjukkan peninggian Ht (hemokonsentrasi), peningkatan sel darah merah (polisitemia) EKG : mungkin normal atau menunjukkan perubahan regangan ventrikel kanan, mis: perubahan gelombang T/ segmen ST. Penyimpangan aksis deviasi/ Right Bundle Branch Block ( RBBB), takikardia dan disritmia sering kali ada.
  • 14.
    Penatalaksanaan Medis Tujuanpengobatan adalahuntuk menghancurkan (lisis) emboli yang ada dan pembentukan yang baru. Terapi Antikoagulasi (Heparin, natrium warfarin). Untuk mencegah kekambuhan emboli tetapi tidak mempunyai efek pada emboli yang sudah ada sebelumnya. Heparin : I 5000 unit/IV & II 1000 unit/inf./jam  diberikan selama 5-7 hari Koumadin diberikan 24 jam setelah dimulainya terapi heparin, dilanjutkan selama 3 bulan
  • 15.
    Cont... Terapi TrombolitikMenghancurkan trombi atau emboli lebih cepat dan memulihkan fungsi hemodinamik sirkulasi paru lebih besar, sehingga mengurangi hipertensi paru dan memperbaiki perfusi, oksigenasi dan curah jantung. Hanya diberikan pada pasien dengan trombi yang mengenai vena popliteal atau vena profunda paha dan pelvis, dan pasien dengan emboli paru masif yang mengenai area signifikan aliran darah ke paru.
  • 16.
    Cont... Lamanya Pemberianterapi trombolitik disesuaikan dengan agens yang digunakan dan kondisi yang sedang diatasi. Tindakan Umum , dilakukan untuk memperbaiki status pernapasan dan vaskular pasien. Terapi oksigen diberikan untuk memperbaiki hipoksia dan untuk menghilangkan vasokontriksi vaskular paru dan mengurangi hipertensi paru Stoking elastis atau alat kompresi tungkai intermitten diberikan untuk mengurangi statis vena dengan menekan vena superfisial dan meningkatkan kecepatan darah dalam vena profunda sehingga darah kembali.
  • 17.
    Cont... Meninggikan tungkaidiatas ketinggian jantung untuk meningkatkan aliran vena. Intervensi Bedah, Embolektomi Paru. Indikasi pelaksanaannya : Pasien mengalami hipotensi persisten, syok, dan gawat napas Tekanan arteri pulmonal sangat tinggi Angiogram menunjukkan obstruksi bagian besar pada pembuluh darah paru Embolektomi membutuhkan thorakotomi dengan teknik bypass jantung paru
  • 18.
    Cont... Menginterupsi VenaKava Inferior Teknik bedah lain yang digunakan ketika emboli paru kambuh atau ketika pasien tidak toleran terhadap anti koagulan. Embolektomi Kateter Transvena adalah teknik dimana kateter vacuum-cupped dimasukkan secara intravena kedalam arteri pulmonal yang sakit.
  • 19.
    Diagnosa Keperawatan yangmungkin dapat muncul Bersihan Jalan napas tak efektif b.d. Penumpukan sekret Kerusakan pertukaran gas b.d. Gangguan aliran udara Resiko tinggi terhadap perubahan perfusi jaringan kardiopulmonal b.d. Penghentian aliran darah Ansietas b.d. Ketidakmampuan bernapas dengan normal Kurang pengetahuan b.d. Kurangnya informasi tentang penyakit
  • 20.
    1. Bersihan jalannapas tak efektif b.d. Penumpukan sekret Tujuan : setelah pemberian intervensi 3 x 24 jam klien mampu mengeluarkan sekretnya secara mandiri KH : Klien tidak mengalami aspirasi Klien menunjukkan batuk efektif dan meningkatnya pertukaran gas Intervensi : Kaji faktor terjadinya batuk tak efektif Pastikan klien dalam posisi semifowler/tidur miring Dukung pasien untuk melakukan batuk efektif
  • 21.
    1. Bersihan jalannapas tak efektif b.d. Penumpukan sekret Pertahankan kelembapan udara inspirasi seadekuat mungkin Rasional Agar dapat memberikan pengoabatan yang efektif Meningkatkan ekspansi paru Mengeluarkan sekret secara maksimal Membantu dalam pengeluaran sekret
  • 22.