USAHA TANI (FARM BUSINESS)
PERTEMUAN 8
BISNIS PERTANIAN
Kemajuan suatu bangsa dicirikan dengan
bergesernya masyarakat agraris menjadi
masyarakat industri dan jasa (services).
Pertanian tetap penting dan berperan dalam
pembangunan ekonomi. Peran sektor pertanian
dalam bangnas antara lain sebagai:
•Penyuplai pangan secara stabil dan terus menerus
•Penghasil devisa melalui ekspor
•Penyedia lapangan kerja
•Pengamanan sumberdaya alam
Perubahan faktor eksternal
Usaha tani selalu menghadapi berbagai tekanan
yang datangnya dari luar yang diluar kontrol
petani, antara lain:
•Perubahan harga pasar baik untuk input maupun
produk pertanian
•Harga produk pertanian sangat berfluktuasi akibat:
•Supply yg terganggu karena iklim
•Permintaan ekspor yang tidak stabil
•Perubahan pendapatan, preferensi dan
karakteriistik demografis
Perubahan Harga input membutuhkan
penyesuaian. Harga input antara lain dipengaruhi
oleh:
•Kebijakan moneter dan fiskal
Pajak akan mempengaruhi harga input apalagi bila input
tersebut harus diimpor
•Kondisi pasokan energi
Kekurangan pasokan ekergi akan diatasi dengan
menurunkan tingkat produksi
•Kebijakan upah minimum
•Kebijakan perdagangan
•Iklim berpengaruh terhadap harga pakan
Pengelolaan usaha tani
• Manajemen dapat didefinisikan sebagai kegiatn
mengalokasikan sumebrdaya yang terbatas untuk
memenuhi kebutuhan manusia di dunia yang penuh
denga resiko dan ketidak pastian.
• Disadari atau tidak, seorang perani sebagai manajer
harus melakukan pilihan-pilihan atau keputusan
dalam manggunakan input berupa lahan, tenaga
kerja dan modal.
• Keputusan itu menyangkut tentang:
Apa yang akan ditanam, berapa banyak, bagaimana
mengatur faktor produksi, berapa besar usaha tani tersebut,
dan bagaimana memasarkan produknya
Resiko dan Ketidak pastian
• Usaha pertanian umumnya penuh resiko dan
ketidak pastian. Misal hasil produksi panen
sering sulit diprediksi karena berbagai hal
seperti bibit yang kurang baik, cuaca yang
berubah, kebakaran, pencurian hama dan
penyakit.
• Demikian juga perubahan yang terjadi atas
harga, selera pasar, kelembagaan termasuk
peraturan, teknologi
Knight (1921) mengklasifikasikan
resiko dan ketidak pastian sebagai
berikut:
a.Pengetahuan sempurna (Perfect
knowledge)
b.Resiko (Risks)
1.A priori
2.Statistik
c.Ketidakpastian (Uncertainty)
• Perfect knowledge (tentang biaya, harga, hasil,
kebijakan, kondisi alam) membuat manajer usaha tani
tidak memiliki masalah lagi dan dia bisa membuat
rencana dengan jaminan keberhasilan. Tapi ini jarang
ditemui dlm dunia nyata.
• Resiko apriori: adalah situasi yang dapat diperkirakan
sebelumnya.
• Resiko statistik: situasi dimana peluangnya dpt
diperkirakan berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Misal tingkat kematian pada tabel asuransi jiwa.
• Ketidak pastian adalah situasi yang paling sulit
diperkirakan. Misalnya perubahan pasar eksport, iklim
yang tidak menentu, atau perubahan kebijakan
pemerintah.
Sifat Pengambilan Keputusan (Nature of
Decisions)
• Keputusan utama dalam usaha tani adalah tentang apa yang
akan diproduksi, berapa banyak dan bagaimana menghasilkan
berbagai produk.
Keputusan bisa berbeda-beda tergantung pada macam dan
pertimbangannya antara lain:
a. keputusan strategik dan keputusan taktis
b. Keputusan yang berkaitan dengan teknologi, harga,
kelembagaan dan hubungan antar manusia
c. Keputusan berdasarkan tingkat perkembangan usaha tani
d. Keputusan berdasarkan karakteristik utama nya seperti:
kepentingannya, frekuensi, kesegeraan (imminence),
kemudahan mencabut (revokebility)
• Keputusan Strategis adalah keputusan yang
sifatnya jangka panjang dan jarang dibuat.
Keputusan strategis memiliki lingkup yang luas,
memiliki efek jangka panjang, lebih sulit untuk
merevisinya dan mempengaruhi fungsi lainnya
didalam usaha tani. Contoh keputusan strategis
antara lain membeli tanah, membangun kilang
pengering
• Keputusan taktis adalah keputusan yang bersifat
janbgka pendek dan sangat sering dibuat.
Keputusan taktis adalah suatu cara untuk
melaksanakan rencana strategis. Misalnya
menghadapi serangan hama apa yang harus
segera dilakukan?
Keputusan yang berkaitan dengan teknologi,
harga, kelembagaan dan hubungan antar
manusia antara lain. Pertanyaannya a.l. sbg
berikut:
•Perlukah mengadopsi varitas padi baru?
•Bagaimana rencana penanaman komoditi
disesuaikan dengan perkembanan harga komoditi?
•Apakah kegiatan usaha tani sudah disesuaikan
dengan peraturan ketenagakerjaan (UMR)?
•Apa cara terbaik untuk melibatkan keluarga lain
dalam bisnis usaha tani?
Keputusan berdasar tingkat perkembangan usaha tani:
•Usaha tani pemula atau baru: cenderung fokus pada
meningkatkan penguasaan atas modal dan sumberdaya
utk memantapkan bisnisnya
•Usaha tani yang sudah berjalan: fokus pada bauran
produk (product mix) yang disesuaikan dengan pasar
•Usaha tani yang berjalan dan fase berkembang: fokus
pada ekspansi tetapi harus waspada terhadap modal dan
pengaturan kredit
•Usaha tani yang mengalami tekanan: mungkin
mempertimbangkan untuk menglikuidasi usahanya
•Usaha tani dengan pemilik yang berumur lanjut:
berpikir untuk menjual dan menyelamatkan asetnya
untuk pensiunnya atau menyerahkan pada anaknya
untuk meneruskan usaaha pertaniannya.
Keputusan berdasarkan karakteristik utamanya
antara lain:
•Pentingnya (importance) keputusan bergantung pada
pengaruhnya terhadap keuntungan usaha tani. Misal
keputusan untuk menggunakan herbisida berdampak kecil
terhadap keuntungan dibanding keputusan untuk
membangun fasilitas pengeringan.
•Keputusan berdasarkan frekuensi. Keputusan untuk
membeli pakan dilakukan tiap hari, keputusan untuk
mengunakan herbisida aatau pestisida dilakukan setiap
musim tanam.
•Ada keputusan yang harus disegerakan (imminence),
ketika padi siap dipanen petani tidak bis lagi berpikir
bagaimana cara memanen, tetapi harus kangsung
dikerjakan,
...........lanjutan
• Beberapa keputusan dapat dibatalkan dengan
mudah (revokability), misal kita bisa dengan
mudah mengganti zat tambahan pada pakan
ternak dibanding mengubah keputusan untuk
memasang alat pemerah susu yang baru, karena
perlu dana besar
• Tidak semua usaha tani memiliki alternatif.
Untuk satu usaha tani mungkin keterbatasan
sumberdaya mengakibatkan tidak tersedianya
alternatif. Tapi ada perusahaan lain yang memiliki
banyak alternatif dimana mereka bisa memilih.
Masalahnya adalah bagaimana membatasi
jumlah alternatif sehingga memudahkan untuk
dianalisis
Pendekatan manajemen
Berikut adalah pendekatan yang biasa digunakan
untuk mempelajari masalah yang dihadapi dalam
usaha tani:
•Proses manajemen
•Empiris
•Perilaku manusia (human behavior)
•Sistem sosial
•Teori pengambilan keputusan
•Matematis
•Sistem
Management Process
• Pendekatan dasar dari aliran (school) proses
manajemen adalah mengidentifikasi fungsi
dari manajer dan untuk belajar dari mereka
prinsip dasar dari proses manajerial
• Pendekatan ini berasumsi proses manajemen
serupa, walau lingkungan manajemen
berbeda-beda menurut bentuk usaha dan
tingkat perkembangannya
Pendekatan Empiris
• Pendekatan empiris modern banyak dipengaruhi
oleh sekolah bisnis (business colleges) terutama
akunting. Pendekatan ini menganalisis melalui studi
mengenai pengalaman
• Pendekatan ini berdasarkan premis bahwa melalui
telaahan tentang sukses dan kegagalan yg dillakukan
oleh manajer kita dapat menerapkan teknis yang
sama pada situasi yang mirip.
• Kelemahannya pada kenyataannya, menajer
mungkin menghadapi situasi masa depan yang
berbeda sama sekali dengan kondisi dan masalah di
masa lalu
Pendekatan Perilaku Manusia
• Pendekatan ini berkonsentrasi pada aspek
hubungan manusia dalam manajemen dan
menitik beratkan pada individu dan psikologi
sosial. Misalnya hubungan buruh di sektor
pertanian,
• Walau pendekatan ini bermanfaat dalam
pendekatan untuk memcahkan masalah
tertentu, tetapi memiliki keterbatasan yaitu
disiplin ilmu perilaku manusia sulit untuk
disamakan dengan manajemen usaha tani
yang amat kompleks.
Pendekatan sistem Sosial
• Pendekatan ini berusaha memandang
manajemen sebagai suatu sistem sosial yaitu
saling keterhubungan budaya (cultural inter
relationships)
• Penerapan pendekatan ini utamanya pada
kajian mengenai perusahaan besar atau
organisasi koperasi pertanian
• Perkebunan, peternakan besar, kelompok
usaha tani (collective farms), BUMN adalah
tipe-tipe usaha tani yang bisa dikaji dengan
pendekatan ini.
Pendekatan Teori Pengambilan Keputusan
• Pendekatan ini fokus pada pengambilan keputusan
yang rasional dan kebanyakan pendukungnya
berlatar belakang teori ekonomi
• Penggunaannya terutama oleh ekonom yang
bergerak di bidang kajian ekonomi produksi, contoh
adalah studi ttg penggunaan pupuk yg optimal untuk
komoditi tertentu atau mencari kombinasi pakan
ternak yang termurah
• Perlu disadari bahwa manajemen terdiri dari banyak
hal dan bukan hanya pengambilan keputusan
berdasarkan konse teori ekonomi.
Pendekatan Matematis
• Pendekatan ini berasumsi bahwa manajemen
dapat direpresentasikan oleh suatu sistem
model mathematik. Ini terutama didasarkan
pada ilmu riset operasi (operation research)
• Fokus model ini didasarkan pada pandangan
bahwa masalah manajemen dapat ditulis
sebagai hubungan variabel dalam bentuk
tujuan terpilih (selected goals). Misalnya
penggunaan LP untuk menetapkan rencana
paling optimal dalam situasi usaha tani
tertentu
Pendekatan Sistem
• Pendekatan ini memperlakukan manajemen
sebagai sistem yang terdiri dari variable yang
saling berkaitan, kendala dan proses.
• Manajer yang efektif dengan demikian
haruslah ilmiah dan perancang yang kreatif
dari suatu sistem usaha tani yang dapat
bekerja.
• Pendekatan ini mengakomodasi fakta bahwa
usaha tani adalah multi disiplin yang perlu
juga masukan dari ilmu diluar pertanian
seperti filosofi, psikologi dan sosiologi

Ekdes 8 a

  • 1.
    USAHA TANI (FARMBUSINESS) PERTEMUAN 8
  • 2.
    BISNIS PERTANIAN Kemajuan suatubangsa dicirikan dengan bergesernya masyarakat agraris menjadi masyarakat industri dan jasa (services). Pertanian tetap penting dan berperan dalam pembangunan ekonomi. Peran sektor pertanian dalam bangnas antara lain sebagai: •Penyuplai pangan secara stabil dan terus menerus •Penghasil devisa melalui ekspor •Penyedia lapangan kerja •Pengamanan sumberdaya alam
  • 3.
    Perubahan faktor eksternal Usahatani selalu menghadapi berbagai tekanan yang datangnya dari luar yang diluar kontrol petani, antara lain: •Perubahan harga pasar baik untuk input maupun produk pertanian •Harga produk pertanian sangat berfluktuasi akibat: •Supply yg terganggu karena iklim •Permintaan ekspor yang tidak stabil •Perubahan pendapatan, preferensi dan karakteriistik demografis
  • 4.
    Perubahan Harga inputmembutuhkan penyesuaian. Harga input antara lain dipengaruhi oleh: •Kebijakan moneter dan fiskal Pajak akan mempengaruhi harga input apalagi bila input tersebut harus diimpor •Kondisi pasokan energi Kekurangan pasokan ekergi akan diatasi dengan menurunkan tingkat produksi •Kebijakan upah minimum •Kebijakan perdagangan •Iklim berpengaruh terhadap harga pakan
  • 5.
    Pengelolaan usaha tani •Manajemen dapat didefinisikan sebagai kegiatn mengalokasikan sumebrdaya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia di dunia yang penuh denga resiko dan ketidak pastian. • Disadari atau tidak, seorang perani sebagai manajer harus melakukan pilihan-pilihan atau keputusan dalam manggunakan input berupa lahan, tenaga kerja dan modal. • Keputusan itu menyangkut tentang: Apa yang akan ditanam, berapa banyak, bagaimana mengatur faktor produksi, berapa besar usaha tani tersebut, dan bagaimana memasarkan produknya
  • 6.
    Resiko dan Ketidakpastian • Usaha pertanian umumnya penuh resiko dan ketidak pastian. Misal hasil produksi panen sering sulit diprediksi karena berbagai hal seperti bibit yang kurang baik, cuaca yang berubah, kebakaran, pencurian hama dan penyakit. • Demikian juga perubahan yang terjadi atas harga, selera pasar, kelembagaan termasuk peraturan, teknologi
  • 7.
    Knight (1921) mengklasifikasikan resikodan ketidak pastian sebagai berikut: a.Pengetahuan sempurna (Perfect knowledge) b.Resiko (Risks) 1.A priori 2.Statistik c.Ketidakpastian (Uncertainty)
  • 8.
    • Perfect knowledge(tentang biaya, harga, hasil, kebijakan, kondisi alam) membuat manajer usaha tani tidak memiliki masalah lagi dan dia bisa membuat rencana dengan jaminan keberhasilan. Tapi ini jarang ditemui dlm dunia nyata. • Resiko apriori: adalah situasi yang dapat diperkirakan sebelumnya. • Resiko statistik: situasi dimana peluangnya dpt diperkirakan berdasarkan pengalaman sebelumnya. Misal tingkat kematian pada tabel asuransi jiwa. • Ketidak pastian adalah situasi yang paling sulit diperkirakan. Misalnya perubahan pasar eksport, iklim yang tidak menentu, atau perubahan kebijakan pemerintah.
  • 9.
    Sifat Pengambilan Keputusan(Nature of Decisions) • Keputusan utama dalam usaha tani adalah tentang apa yang akan diproduksi, berapa banyak dan bagaimana menghasilkan berbagai produk. Keputusan bisa berbeda-beda tergantung pada macam dan pertimbangannya antara lain: a. keputusan strategik dan keputusan taktis b. Keputusan yang berkaitan dengan teknologi, harga, kelembagaan dan hubungan antar manusia c. Keputusan berdasarkan tingkat perkembangan usaha tani d. Keputusan berdasarkan karakteristik utama nya seperti: kepentingannya, frekuensi, kesegeraan (imminence), kemudahan mencabut (revokebility)
  • 10.
    • Keputusan Strategisadalah keputusan yang sifatnya jangka panjang dan jarang dibuat. Keputusan strategis memiliki lingkup yang luas, memiliki efek jangka panjang, lebih sulit untuk merevisinya dan mempengaruhi fungsi lainnya didalam usaha tani. Contoh keputusan strategis antara lain membeli tanah, membangun kilang pengering • Keputusan taktis adalah keputusan yang bersifat janbgka pendek dan sangat sering dibuat. Keputusan taktis adalah suatu cara untuk melaksanakan rencana strategis. Misalnya menghadapi serangan hama apa yang harus segera dilakukan?
  • 11.
    Keputusan yang berkaitandengan teknologi, harga, kelembagaan dan hubungan antar manusia antara lain. Pertanyaannya a.l. sbg berikut: •Perlukah mengadopsi varitas padi baru? •Bagaimana rencana penanaman komoditi disesuaikan dengan perkembanan harga komoditi? •Apakah kegiatan usaha tani sudah disesuaikan dengan peraturan ketenagakerjaan (UMR)? •Apa cara terbaik untuk melibatkan keluarga lain dalam bisnis usaha tani?
  • 12.
    Keputusan berdasar tingkatperkembangan usaha tani: •Usaha tani pemula atau baru: cenderung fokus pada meningkatkan penguasaan atas modal dan sumberdaya utk memantapkan bisnisnya •Usaha tani yang sudah berjalan: fokus pada bauran produk (product mix) yang disesuaikan dengan pasar •Usaha tani yang berjalan dan fase berkembang: fokus pada ekspansi tetapi harus waspada terhadap modal dan pengaturan kredit •Usaha tani yang mengalami tekanan: mungkin mempertimbangkan untuk menglikuidasi usahanya •Usaha tani dengan pemilik yang berumur lanjut: berpikir untuk menjual dan menyelamatkan asetnya untuk pensiunnya atau menyerahkan pada anaknya untuk meneruskan usaaha pertaniannya.
  • 13.
    Keputusan berdasarkan karakteristikutamanya antara lain: •Pentingnya (importance) keputusan bergantung pada pengaruhnya terhadap keuntungan usaha tani. Misal keputusan untuk menggunakan herbisida berdampak kecil terhadap keuntungan dibanding keputusan untuk membangun fasilitas pengeringan. •Keputusan berdasarkan frekuensi. Keputusan untuk membeli pakan dilakukan tiap hari, keputusan untuk mengunakan herbisida aatau pestisida dilakukan setiap musim tanam. •Ada keputusan yang harus disegerakan (imminence), ketika padi siap dipanen petani tidak bis lagi berpikir bagaimana cara memanen, tetapi harus kangsung dikerjakan,
  • 14.
    ...........lanjutan • Beberapa keputusandapat dibatalkan dengan mudah (revokability), misal kita bisa dengan mudah mengganti zat tambahan pada pakan ternak dibanding mengubah keputusan untuk memasang alat pemerah susu yang baru, karena perlu dana besar • Tidak semua usaha tani memiliki alternatif. Untuk satu usaha tani mungkin keterbatasan sumberdaya mengakibatkan tidak tersedianya alternatif. Tapi ada perusahaan lain yang memiliki banyak alternatif dimana mereka bisa memilih. Masalahnya adalah bagaimana membatasi jumlah alternatif sehingga memudahkan untuk dianalisis
  • 15.
    Pendekatan manajemen Berikut adalahpendekatan yang biasa digunakan untuk mempelajari masalah yang dihadapi dalam usaha tani: •Proses manajemen •Empiris •Perilaku manusia (human behavior) •Sistem sosial •Teori pengambilan keputusan •Matematis •Sistem
  • 16.
    Management Process • Pendekatandasar dari aliran (school) proses manajemen adalah mengidentifikasi fungsi dari manajer dan untuk belajar dari mereka prinsip dasar dari proses manajerial • Pendekatan ini berasumsi proses manajemen serupa, walau lingkungan manajemen berbeda-beda menurut bentuk usaha dan tingkat perkembangannya
  • 17.
    Pendekatan Empiris • Pendekatanempiris modern banyak dipengaruhi oleh sekolah bisnis (business colleges) terutama akunting. Pendekatan ini menganalisis melalui studi mengenai pengalaman • Pendekatan ini berdasarkan premis bahwa melalui telaahan tentang sukses dan kegagalan yg dillakukan oleh manajer kita dapat menerapkan teknis yang sama pada situasi yang mirip. • Kelemahannya pada kenyataannya, menajer mungkin menghadapi situasi masa depan yang berbeda sama sekali dengan kondisi dan masalah di masa lalu
  • 18.
    Pendekatan Perilaku Manusia •Pendekatan ini berkonsentrasi pada aspek hubungan manusia dalam manajemen dan menitik beratkan pada individu dan psikologi sosial. Misalnya hubungan buruh di sektor pertanian, • Walau pendekatan ini bermanfaat dalam pendekatan untuk memcahkan masalah tertentu, tetapi memiliki keterbatasan yaitu disiplin ilmu perilaku manusia sulit untuk disamakan dengan manajemen usaha tani yang amat kompleks.
  • 19.
    Pendekatan sistem Sosial •Pendekatan ini berusaha memandang manajemen sebagai suatu sistem sosial yaitu saling keterhubungan budaya (cultural inter relationships) • Penerapan pendekatan ini utamanya pada kajian mengenai perusahaan besar atau organisasi koperasi pertanian • Perkebunan, peternakan besar, kelompok usaha tani (collective farms), BUMN adalah tipe-tipe usaha tani yang bisa dikaji dengan pendekatan ini.
  • 20.
    Pendekatan Teori PengambilanKeputusan • Pendekatan ini fokus pada pengambilan keputusan yang rasional dan kebanyakan pendukungnya berlatar belakang teori ekonomi • Penggunaannya terutama oleh ekonom yang bergerak di bidang kajian ekonomi produksi, contoh adalah studi ttg penggunaan pupuk yg optimal untuk komoditi tertentu atau mencari kombinasi pakan ternak yang termurah • Perlu disadari bahwa manajemen terdiri dari banyak hal dan bukan hanya pengambilan keputusan berdasarkan konse teori ekonomi.
  • 21.
    Pendekatan Matematis • Pendekatanini berasumsi bahwa manajemen dapat direpresentasikan oleh suatu sistem model mathematik. Ini terutama didasarkan pada ilmu riset operasi (operation research) • Fokus model ini didasarkan pada pandangan bahwa masalah manajemen dapat ditulis sebagai hubungan variabel dalam bentuk tujuan terpilih (selected goals). Misalnya penggunaan LP untuk menetapkan rencana paling optimal dalam situasi usaha tani tertentu
  • 22.
    Pendekatan Sistem • Pendekatanini memperlakukan manajemen sebagai sistem yang terdiri dari variable yang saling berkaitan, kendala dan proses. • Manajer yang efektif dengan demikian haruslah ilmiah dan perancang yang kreatif dari suatu sistem usaha tani yang dapat bekerja. • Pendekatan ini mengakomodasi fakta bahwa usaha tani adalah multi disiplin yang perlu juga masukan dari ilmu diluar pertanian seperti filosofi, psikologi dan sosiologi