DRAFT TUBE BAFFLE
CRYSTALIZER
PENGERTIAN
Draft tube baffle (DTB) crystallizers atau
plat buang/tabung isap kristalisasi merupakan
salah satu dari beberapa jenis alat kristalisator
yang didasarkan pada pemisahan debu/uap
dari bahan melalui fase lewat - jenuh yang
ditingkatkan sehingga diperoleh kristal – kristal
yang besar. Alat ini dilengkapi dengan tabung
junjut fungsi sekat untuk mengendalikan
sirkulasi magma dan dilengkapi pula oleh alat
penggerak (argitator). Fungsi sirkulasi
terkontrol terhadap aliran magma.
KEGUNAAN
Dengan menggunakan alat pengkristal
Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers
diperoleh produk :
Natrium Karbonat Sodium Sulfit
Sodium Sulfat Kalsium Klorida
Natrium Nitrat Amonium Sulfat
Tembaga Sulfat Kalium Klorida
PRINSIP KERJA
BAGIAN PERTAMA
PROSES KRISTALISASI
PRINSIP KERJA
Pada bagian kristalisasi, bahan sample dan
cairan induk (mother liquor) dimasukkan kedalam
tangki DTB Crystallizers melalui sebuah pipa,
komponen ini akan mendorong bahan naik ke atas
dalam suatu tabung isap. Di dalam tabung isap
bahan akan tercampur dan mengalami sirkulasi
dengan bantuan Agitator (pemutar/pengaduk)
yang berada di dalam tangki bagian bawah.
PRINSIP KERJA
Kedua bahan ini akan membentuk magma
melalui fase lewat-jenuh sehingga uap yang
terkandung di dalamnya akan terlepasyang
ditingkatkan. Magma yang terbentuk akan
mengalami perubahan density kepermukaan
magma menuju ke Vapors Separation (pemisahan
uap). Magma yang mengalami perubahan density
akan mengalami proses nukleasi (pembentukan
inti kristal), kristal yang terbentuk akibat proses
nukleasi akan mengendap kadasar larutan dan
sebagian akan naik ke permukaan.
Kristal yang mengendap akan mengalami
pemisahan antara kristal halus dan kristal
kasar, pada zona penyelesaian sebagian Kristal
akan dikeluarkan dari dasar tangki dan
selebihnya dijadikan umpan bersama cairan
induk untuk melakukan proses sirkulasi guna
melarutkan partikel-partikel halus yang masih
mengendap.
PRINSIP KERJA
PRINSIP KERJA
BAGIAN KEDUA
PROSES KLARIFIKASI
Pada bagian klarifikasi akan terjadi
pemisahan pada bentuk kristal, Kristal yang
sesuai dengan keinginan akan diambil dan
kristal yang belum sesuai (ukurannya
besar/kasar) akan dikembalikan ke zona
kristalisasi untuk proses lebih lanjut.
PRINSIP KERJA
GAMBAR
KELEBIHAN
Mampu memproduksi kristal – kristal dalam
bentuk tunggal.
Siklus operasionalnya lebih panjang.
Biaya operasi lebih rendah.
Kebutuhan ruang minimum
Instrument dapat dikendalikan dengan mudah
Kesederhanaan operasi, memulai dan
penyelesaian.
KEKURANGAN
Tingkat supersaturated terbatas pada nilai
yang sangat rendah.

Draft tube buffle crystalizer

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN Draft tube baffle(DTB) crystallizers atau plat buang/tabung isap kristalisasi merupakan salah satu dari beberapa jenis alat kristalisator yang didasarkan pada pemisahan debu/uap dari bahan melalui fase lewat - jenuh yang ditingkatkan sehingga diperoleh kristal – kristal yang besar. Alat ini dilengkapi dengan tabung junjut fungsi sekat untuk mengendalikan sirkulasi magma dan dilengkapi pula oleh alat penggerak (argitator). Fungsi sirkulasi terkontrol terhadap aliran magma.
  • 3.
    KEGUNAAN Dengan menggunakan alatpengkristal Draft Tube Baffle (DTB) Crystallizers diperoleh produk : Natrium Karbonat Sodium Sulfit Sodium Sulfat Kalsium Klorida Natrium Nitrat Amonium Sulfat Tembaga Sulfat Kalium Klorida
  • 4.
  • 5.
    PRINSIP KERJA Pada bagiankristalisasi, bahan sample dan cairan induk (mother liquor) dimasukkan kedalam tangki DTB Crystallizers melalui sebuah pipa, komponen ini akan mendorong bahan naik ke atas dalam suatu tabung isap. Di dalam tabung isap bahan akan tercampur dan mengalami sirkulasi dengan bantuan Agitator (pemutar/pengaduk) yang berada di dalam tangki bagian bawah.
  • 6.
    PRINSIP KERJA Kedua bahanini akan membentuk magma melalui fase lewat-jenuh sehingga uap yang terkandung di dalamnya akan terlepasyang ditingkatkan. Magma yang terbentuk akan mengalami perubahan density kepermukaan magma menuju ke Vapors Separation (pemisahan uap). Magma yang mengalami perubahan density akan mengalami proses nukleasi (pembentukan inti kristal), kristal yang terbentuk akibat proses nukleasi akan mengendap kadasar larutan dan sebagian akan naik ke permukaan.
  • 7.
    Kristal yang mengendapakan mengalami pemisahan antara kristal halus dan kristal kasar, pada zona penyelesaian sebagian Kristal akan dikeluarkan dari dasar tangki dan selebihnya dijadikan umpan bersama cairan induk untuk melakukan proses sirkulasi guna melarutkan partikel-partikel halus yang masih mengendap. PRINSIP KERJA
  • 8.
  • 9.
    Pada bagian klarifikasiakan terjadi pemisahan pada bentuk kristal, Kristal yang sesuai dengan keinginan akan diambil dan kristal yang belum sesuai (ukurannya besar/kasar) akan dikembalikan ke zona kristalisasi untuk proses lebih lanjut. PRINSIP KERJA
  • 10.
  • 11.
    KELEBIHAN Mampu memproduksi kristal– kristal dalam bentuk tunggal. Siklus operasionalnya lebih panjang. Biaya operasi lebih rendah. Kebutuhan ruang minimum Instrument dapat dikendalikan dengan mudah Kesederhanaan operasi, memulai dan penyelesaian.
  • 12.
    KEKURANGAN Tingkat supersaturated terbataspada nilai yang sangat rendah.