SlideShare a Scribd company logo
 Filling termasuk dalam proses finishing
 Berkaitan erat dengan proses dosing, dapat
dikatakan filling adalah kegiatan memasukkan
produk dalam kemasan.
 Sufficient supply (persediaan yang cukup)
Jika ingin memulai pengisian, harus dipastikan
stok yang akan diisikan dalam keadaan yang
cukup.
 Correct product( produk yang benar)
Harus dipastikan produk yang diisikan benar.
Ex: industri farmasi memiliki jenis produk yang
banyak.
 Correct temperature (suhu yang benar)
Harus dipastikan produk dalam suhu yang benar.
Suhu akan mempengaruhi viskositas.
 Correct position
Posisi pengisian harus dalam keadaan yang benar,
sehingga tidak ada yang hilang saat pengisian.
 Correct quantity
Pada saat pengisian diinginkan jumlah yang tepat.
Jumlah yang diinginkan disebut dengan nilai target
atau nilai nominal.
 Protective measures
Pada saat pengisian selalu dilakukan
proteksi/penjagaan kualitas.
Ex: pengisian produk susu harus dijaga dari
bakteri, dengan cara meminimalkan kontak
langsung dengan produk.
1 • Direct and indirectly filling
2 • Continuous and discontinuous filling
3 • Shape filling
4 • Count filling
5 • Weight filling
6 • Volume filling
7 • Level filling
8 • Vacuum filling
9 • Counter pressure filling
1 • Direct and indirectly filling
 Indirect filling
Jumlah produk ditentukan secara tak langsung.
Pertama-tama menakar jumlah yang
dibutuhkan. Pada tahap berikutnya produk
dikemas dengan menempatkan jumlah terukur
pada kemasan.
Ex.: pengisian kemasan detergen
Dirrect filling
Jumlah produk ditentukan secara langsung saat
pengepakan.
Produk dikemas secara simultan
Ex. : pengisian kecap pada botol
2 • Continuous and discontinuous filling
Berdasarkan kecepatan dan jumlah produksi
filling dibedakan menjadi:
Continuous filling
Pengisian dilakukan terus menerus dengan
kecepatan yang tinggi dan konstan.
Not continuous filling
Pengisian dilakukan dengan dua/ lebih
kemasan secara bersamaan, kemudian seri
berikutnya mengikuti. Pengangkutan
dilakukan secara berangsur-angsur/ berkala.
3 • Shape filling (pengisian bentuk)
 Merupakan metode pengisian yang
paling sederhana
 Ex. : pengisian tablet dalam strip,
hanya memasukkan satu produk
pada masing-masing strip kemasan.
 Kemasan dibuat dengan satu shape
hanya untuk satu produk
4 • Count filling
 Merupakan metode pengisian dimana
produk dihitung satu persatu
 Setelah dihitung, produk kemudian
dimasukkan dalam kemasan
 Keuntungannya : metodenya akurat.
Dapat menentukan berapa banyak
produk dalam setiap kemasan.
 Kelemahan : membutuhkan banyak
waktu dan termasuk metode yang
lambat.
5 • Weight filling
 Menentukan jumlah produk berdasarkan
berat produk
 Penimbangan produk dapat dilakukan
secara langsung saat pengemasan atau
menimbangnya terlebih dahulu baru
kemudian dikemas.
 Aplikasi : untuk produk bubuk/ granular
 Kelebihan : akurat
 Kelemahan : Kerjanya pelan dan harganya
mahal.
5 • Weight filling
Istilah dalam Weight filling :
 The net weight
 hanya berat produknya saja.
 The tare weight
 hanya berat kemasannya saja
 The gross weight
 berat produk beserta kemasannya, atau
jumlah net weight dan tare weight
5 • Weight filling
Weight filling dibagi menjadi 2 metode :
 Gross weighing
 menimbang produk dan kemasan secara
bersamaan.
 metode ini digunakan ketika berat
kemasan tidak merubah berat target
terlalu banyak
menambahkan net weight yang diinginkan
ke dalam tare weight rata-rata, sehingga
didapat berat target pada pengisian. Berat
target ini disebut berat gross.
Termasuk dalam direct filling (pengisian
langsung)
5 • Weight filling
 The net weight
menakar produk terlebih dahulu sampai
net weight yang diinginkan, kemudian
produk dikemas hanya setelah itu.
 termasuk dalam metode pengisian tak
langsung (indirect filling)
Kita juga dapat mengisi produk secara
langsung dengan pertama-tama
menempatkan kemasan pada suatu skala,
kemudian me reset skala pada angka 0
(nol) (disebut tare), setelah itu
menimbang net weight pada kemasan.
Ex. Pengemasan detergen
6 • Volume filling
 Merupakan pengukuran produk berdasar volume yang
diinginkan
Setelah volume diukur kemudian dikemas.
Pengisian volume secara umum termasuk metode
pengisian yang murah dan cepat, tetapi kurang akurat
dibanding dengan weight filling (pengisian berat)
Pada volume filling produk didorong masuk dalam
kemasan berdasarkan perbedaan kecepatan
Metode ini juga dapat digunakan untuk produk yang
kental.
Aplikasi:
-Pengisian sampo bayi dalam botol
- pengisian saus pasta
-Pengisian pasta gigi
6 • Volume filling
Jenis Volume filler
– Piston filler/cylinder filler
– Telescope filler/chamber filler
– Displacement filler
– Screw filler
7 • Level filling
 Merupakan pengisian berdasarkan
level/ketinggian
Diaplikasikan pada pengisian produk
cairan dengan komposisi yang homogen.
Jumlah produk diukur pada kemasan
Termasuk metode pengisian langsung
(direct filling)
Contoh pengaplikasian : pengisian botol
air mineral.
7 • Level filling
 Kondisi operasi:
 kemasan harus dihubungkan secara
kedap udara pada katup filling.
 Bentuk dan isi kemasan harus sama
persis.
 densitas produk harus konstan.
Tergantung pada komposisi, suhu dan
udara yang mungkin masuk.
7 • Level filling
 Kelemahan :
 Setelah botol dipindahkan katup
pengisian masih mengalami kebocoran.
 Pengisian produk yang kental
berlangsung sangat lambat, akan tetapi
kita dapat mengurangi kekentalan
dengan memanaskan produk.
 Metode ini tidak cocok untuk pengisian
minuman berkarbonasi karena berbusa.
8 • Vacuum filling
 Merupakan metode untuk mengurangi
kelemahan dari metode level filling,
yaitu dengan bekerja pada tekanan non
atmospheric.
Prinsip sistem dengan underpressure
– Dengan menggunakan vacuum filling,
katup dr lubang pengisian ditekan
dengan kuat pada kemasan
– Lubang pengisian dihubungkan dengan
pipa.
8 • Vacuum filling
– Pada saat pengisian pipa diturunkan ke dalam
kemasan sampai ke tingkat pengisian yang
diinginkan
– Pipa terdiri atas 2 pipa, pipa yang satu
dihubungkan ke pompa vacuum dan yang lain
dihubungkan ke tangki pasokan.
– Saat lubang pengisisan ditekan pada kemasan,
udara dihisap keluar kemasan sehingga
menyebabkan underpressure.
– Dengan menciptakan underpressure dalam
kemasan maka produk terdorong keluar dari
tangki. Hal inilah yang menyebabkan kemasan
terisi.
8 • Vacuum filling
Kelebihan:
- Pengisian akurat
- Lebih cepat daripada level filling yang
bekerja pada tekanan atmosfer
- Tidak ada kemasan yang rusak
 Kelemahan :
- Jika waktu pengisian pendek, jumlah
produk yang dikemas terlalu rendah.
- Jika waktu pengisian panjang, pompa
menyedot jumlah produk yang tidak
diinginkan
8 • Vacuum filling
Aplikasi
- Kemasan yang kaku seperti gelas atau
plastik yang keras.
- Vacuum weighing pada pengisian botol
kecap.
9 • Counter pressure filling
 Untuk mengurangi kelemahan dari
pengisian dibawah tekanan atmosfer
yaitu dengan tekanan non atmosfer
disebut dengan over pressure.
 Aplikasi : pengisian minuman
berkarbonasi
Jika pengisisan dengan underpressure
produk mulai berbusa terlalu banyak
sehingga membuat pengisian tidak tepat.
 Prinsip

More Related Content

What's hot

TABLET
TABLETTABLET
Laporan Teknologi Farmasi
Laporan Teknologi FarmasiLaporan Teknologi Farmasi
Laporan Teknologi Farmasi
Eva Apriliyana Rizki
 
Slide Presentasi Tablet
Slide Presentasi TabletSlide Presentasi Tablet
Slide Presentasi Tablet
Agnes Puspita
 
LaporanTitrasi iodometri Teknik Kimia
LaporanTitrasi iodometri Teknik KimiaLaporanTitrasi iodometri Teknik Kimia
LaporanTitrasi iodometri Teknik KimiaRidha Faturachmi
 
Uv vis
Uv visUv vis
Uv vis
Sirod Judin
 
Persentasi Alat Industri Kimia (Size Reduction)
Persentasi Alat Industri Kimia (Size Reduction)Persentasi Alat Industri Kimia (Size Reduction)
Persentasi Alat Industri Kimia (Size Reduction)
AhmadRifaldhi
 
Sieving
SievingSieving
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBATPENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
Surya Amal
 
BCS kelas 1
BCS kelas 1BCS kelas 1
BCS kelas 1
Apriska Noviarni
 
Evaporator
EvaporatorEvaporator
Teknologi formulasi iii infus dekstrosa
Teknologi formulasi iii infus dekstrosaTeknologi formulasi iii infus dekstrosa
Teknologi formulasi iii infus dekstrosa
wulannsftri
 
Sediaan liquid 1
Sediaan liquid 1Sediaan liquid 1
Sediaan liquid 1
Dokter Tekno
 
Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)
Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)
Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)
Filania Kanja
 
transdermal farmasi
transdermal farmasitransdermal farmasi
transdermal farmasi
Sarah Najib
 
Kul ii simplisia
Kul ii simplisiaKul ii simplisia
Kul ii simplisia
AhmadPurnawarmanFais
 
Uji Mutu Sediaan Suspensi
Uji Mutu Sediaan SuspensiUji Mutu Sediaan Suspensi
Uji Mutu Sediaan Suspensi
'ekka' Siie Ceweggh Cancerr
 

What's hot (20)

GRANULASI BASAH
GRANULASI BASAHGRANULASI BASAH
GRANULASI BASAH
 
TABLET
TABLETTABLET
TABLET
 
Laporan Teknologi Farmasi
Laporan Teknologi FarmasiLaporan Teknologi Farmasi
Laporan Teknologi Farmasi
 
Slide Presentasi Tablet
Slide Presentasi TabletSlide Presentasi Tablet
Slide Presentasi Tablet
 
LaporanTitrasi iodometri Teknik Kimia
LaporanTitrasi iodometri Teknik KimiaLaporanTitrasi iodometri Teknik Kimia
LaporanTitrasi iodometri Teknik Kimia
 
Uv vis
Uv visUv vis
Uv vis
 
Persentasi Alat Industri Kimia (Size Reduction)
Persentasi Alat Industri Kimia (Size Reduction)Persentasi Alat Industri Kimia (Size Reduction)
Persentasi Alat Industri Kimia (Size Reduction)
 
Sieving
SievingSieving
Sieving
 
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBATPENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
 
BCS kelas 1
BCS kelas 1BCS kelas 1
BCS kelas 1
 
Evaporator
EvaporatorEvaporator
Evaporator
 
Teknologi formulasi iii infus dekstrosa
Teknologi formulasi iii infus dekstrosaTeknologi formulasi iii infus dekstrosa
Teknologi formulasi iii infus dekstrosa
 
Adsorpsi
AdsorpsiAdsorpsi
Adsorpsi
 
POROSITAS
POROSITASPOROSITAS
POROSITAS
 
Sediaan liquid 1
Sediaan liquid 1Sediaan liquid 1
Sediaan liquid 1
 
Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)
Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)
Parameter Nonspesifik Ekstrak (Fitokimia)
 
transdermal farmasi
transdermal farmasitransdermal farmasi
transdermal farmasi
 
Teknik peracikan
Teknik peracikanTeknik peracikan
Teknik peracikan
 
Kul ii simplisia
Kul ii simplisiaKul ii simplisia
Kul ii simplisia
 
Uji Mutu Sediaan Suspensi
Uji Mutu Sediaan SuspensiUji Mutu Sediaan Suspensi
Uji Mutu Sediaan Suspensi
 

More from nurul isnaini

Process Engineering Flow Diagram Peracetic acid
Process Engineering Flow Diagram Peracetic acidProcess Engineering Flow Diagram Peracetic acid
Process Engineering Flow Diagram Peracetic acid
nurul isnaini
 
Proses Flow Diagram PG.kebon Agung, Malang
Proses Flow Diagram PG.kebon Agung, MalangProses Flow Diagram PG.kebon Agung, Malang
Proses Flow Diagram PG.kebon Agung, Malang
nurul isnaini
 
Laporan Praktek Kerja Industri PG.Kebon Agung, Malang
Laporan Praktek Kerja Industri PG.Kebon Agung, MalangLaporan Praktek Kerja Industri PG.Kebon Agung, Malang
Laporan Praktek Kerja Industri PG.Kebon Agung, Malang
nurul isnaini
 
Proses pembuatan asam sulfat
Proses pembuatan asam sulfatProses pembuatan asam sulfat
Proses pembuatan asam sulfat
nurul isnaini
 
baku mutu air dan parameter kualitas air
baku mutu air dan parameter kualitas airbaku mutu air dan parameter kualitas air
baku mutu air dan parameter kualitas air
nurul isnaini
 
kimia air
kimia airkimia air
kimia air
nurul isnaini
 
pengolahan air secara khusus share
pengolahan air secara khusus sharepengolahan air secara khusus share
pengolahan air secara khusus share
nurul isnaini
 
prinsip dan garis besar pengolahan air
prinsip dan garis besar pengolahan air prinsip dan garis besar pengolahan air
prinsip dan garis besar pengolahan air
nurul isnaini
 
sumber dan kualitas air di alam
sumber dan kualitas air di alamsumber dan kualitas air di alam
sumber dan kualitas air di alam
nurul isnaini
 
Flow proses aseton
Flow proses asetonFlow proses aseton
Flow proses aseton
nurul isnaini
 
Filtration (penyaringan)
Filtration (penyaringan)Filtration (penyaringan)
Filtration (penyaringan)
nurul isnaini
 
Filter media
Filter mediaFilter media
Filter media
nurul isnaini
 
Forced circulation cristalizer
Forced circulation cristalizer Forced circulation cristalizer
Forced circulation cristalizer
nurul isnaini
 
Draft tube buffle crystalizer
Draft tube buffle crystalizerDraft tube buffle crystalizer
Draft tube buffle crystalizer
nurul isnaini
 
Swenson Walker Crystalizer
Swenson Walker CrystalizerSwenson Walker Crystalizer
Swenson Walker Crystalizer
nurul isnaini
 
Kristalisasi 1 - Operasi teknik kimia
Kristalisasi 1 - Operasi teknik kimiaKristalisasi 1 - Operasi teknik kimia
Kristalisasi 1 - Operasi teknik kimia
nurul isnaini
 

More from nurul isnaini (16)

Process Engineering Flow Diagram Peracetic acid
Process Engineering Flow Diagram Peracetic acidProcess Engineering Flow Diagram Peracetic acid
Process Engineering Flow Diagram Peracetic acid
 
Proses Flow Diagram PG.kebon Agung, Malang
Proses Flow Diagram PG.kebon Agung, MalangProses Flow Diagram PG.kebon Agung, Malang
Proses Flow Diagram PG.kebon Agung, Malang
 
Laporan Praktek Kerja Industri PG.Kebon Agung, Malang
Laporan Praktek Kerja Industri PG.Kebon Agung, MalangLaporan Praktek Kerja Industri PG.Kebon Agung, Malang
Laporan Praktek Kerja Industri PG.Kebon Agung, Malang
 
Proses pembuatan asam sulfat
Proses pembuatan asam sulfatProses pembuatan asam sulfat
Proses pembuatan asam sulfat
 
baku mutu air dan parameter kualitas air
baku mutu air dan parameter kualitas airbaku mutu air dan parameter kualitas air
baku mutu air dan parameter kualitas air
 
kimia air
kimia airkimia air
kimia air
 
pengolahan air secara khusus share
pengolahan air secara khusus sharepengolahan air secara khusus share
pengolahan air secara khusus share
 
prinsip dan garis besar pengolahan air
prinsip dan garis besar pengolahan air prinsip dan garis besar pengolahan air
prinsip dan garis besar pengolahan air
 
sumber dan kualitas air di alam
sumber dan kualitas air di alamsumber dan kualitas air di alam
sumber dan kualitas air di alam
 
Flow proses aseton
Flow proses asetonFlow proses aseton
Flow proses aseton
 
Filtration (penyaringan)
Filtration (penyaringan)Filtration (penyaringan)
Filtration (penyaringan)
 
Filter media
Filter mediaFilter media
Filter media
 
Forced circulation cristalizer
Forced circulation cristalizer Forced circulation cristalizer
Forced circulation cristalizer
 
Draft tube buffle crystalizer
Draft tube buffle crystalizerDraft tube buffle crystalizer
Draft tube buffle crystalizer
 
Swenson Walker Crystalizer
Swenson Walker CrystalizerSwenson Walker Crystalizer
Swenson Walker Crystalizer
 
Kristalisasi 1 - Operasi teknik kimia
Kristalisasi 1 - Operasi teknik kimiaKristalisasi 1 - Operasi teknik kimia
Kristalisasi 1 - Operasi teknik kimia
 

Recently uploaded

SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA
SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASASURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA
SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA
AnandhaAdkhaM1
 
Metode Clayperon (Persamaan Tiga Momen) untuk balok menerus.pptx
Metode Clayperon (Persamaan Tiga Momen) untuk balok menerus.pptxMetode Clayperon (Persamaan Tiga Momen) untuk balok menerus.pptx
Metode Clayperon (Persamaan Tiga Momen) untuk balok menerus.pptx
ssuser2537c0
 
RANGKAIAN LISTRIK MATERI 7 ANALISIS MESH.pptx
RANGKAIAN LISTRIK MATERI 7 ANALISIS MESH.pptxRANGKAIAN LISTRIK MATERI 7 ANALISIS MESH.pptx
RANGKAIAN LISTRIK MATERI 7 ANALISIS MESH.pptx
muhammadiswahyudi12
 
COOLING TOWER petrokimia gresik okdong d
COOLING TOWER petrokimia gresik okdong dCOOLING TOWER petrokimia gresik okdong d
COOLING TOWER petrokimia gresik okdong d
delphijean1
 
Power Point TEMA 7 SUB TEMA 3 Pembelajaran 2
Power Point TEMA 7 SUB TEMA 3 Pembelajaran 2Power Point TEMA 7 SUB TEMA 3 Pembelajaran 2
Power Point TEMA 7 SUB TEMA 3 Pembelajaran 2
HADIANNAS
 
NADIA FEBIANTI TUGAS PPT(GAMMA APP).pptx
NADIA FEBIANTI TUGAS PPT(GAMMA APP).pptxNADIA FEBIANTI TUGAS PPT(GAMMA APP).pptx
NADIA FEBIANTI TUGAS PPT(GAMMA APP).pptx
nadiafebianti2
 
TUGAS pelaksana pekerjaan jalan jenjang empat 4 .pptx -.pdf
TUGAS pelaksana pekerjaan jalan jenjang empat 4 .pptx -.pdfTUGAS pelaksana pekerjaan jalan jenjang empat 4 .pptx -.pdf
TUGAS pelaksana pekerjaan jalan jenjang empat 4 .pptx -.pdf
jayakartalumajang1
 
1. Paparan Penjelasan Permen PUPR 08 Tahun 2023.pdf
1. Paparan Penjelasan Permen PUPR 08 Tahun 2023.pdf1. Paparan Penjelasan Permen PUPR 08 Tahun 2023.pdf
1. Paparan Penjelasan Permen PUPR 08 Tahun 2023.pdf
AdityaWahyuDewangga1
 
436102098-0-K3-Elevator-Dan-Eskalator.ppt
436102098-0-K3-Elevator-Dan-Eskalator.ppt436102098-0-K3-Elevator-Dan-Eskalator.ppt
436102098-0-K3-Elevator-Dan-Eskalator.ppt
rhamset
 
Daftar Lembaga Penyedia Jasa Linkungan.pdf
Daftar Lembaga Penyedia Jasa Linkungan.pdfDaftar Lembaga Penyedia Jasa Linkungan.pdf
Daftar Lembaga Penyedia Jasa Linkungan.pdf
Tsabitpattipeilohy
 
TUGAS UJI KOMPETENSI-INDAH ROSANTI-AHLI UTAMA MANAJEMEN KONSTRUKSI.pptx
TUGAS UJI KOMPETENSI-INDAH ROSANTI-AHLI UTAMA MANAJEMEN KONSTRUKSI.pptxTUGAS UJI KOMPETENSI-INDAH ROSANTI-AHLI UTAMA MANAJEMEN KONSTRUKSI.pptx
TUGAS UJI KOMPETENSI-INDAH ROSANTI-AHLI UTAMA MANAJEMEN KONSTRUKSI.pptx
indahrosantiTeknikSi
 

Recently uploaded (11)

SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA
SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASASURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA
SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA SURVEY REKAYASA
 
Metode Clayperon (Persamaan Tiga Momen) untuk balok menerus.pptx
Metode Clayperon (Persamaan Tiga Momen) untuk balok menerus.pptxMetode Clayperon (Persamaan Tiga Momen) untuk balok menerus.pptx
Metode Clayperon (Persamaan Tiga Momen) untuk balok menerus.pptx
 
RANGKAIAN LISTRIK MATERI 7 ANALISIS MESH.pptx
RANGKAIAN LISTRIK MATERI 7 ANALISIS MESH.pptxRANGKAIAN LISTRIK MATERI 7 ANALISIS MESH.pptx
RANGKAIAN LISTRIK MATERI 7 ANALISIS MESH.pptx
 
COOLING TOWER petrokimia gresik okdong d
COOLING TOWER petrokimia gresik okdong dCOOLING TOWER petrokimia gresik okdong d
COOLING TOWER petrokimia gresik okdong d
 
Power Point TEMA 7 SUB TEMA 3 Pembelajaran 2
Power Point TEMA 7 SUB TEMA 3 Pembelajaran 2Power Point TEMA 7 SUB TEMA 3 Pembelajaran 2
Power Point TEMA 7 SUB TEMA 3 Pembelajaran 2
 
NADIA FEBIANTI TUGAS PPT(GAMMA APP).pptx
NADIA FEBIANTI TUGAS PPT(GAMMA APP).pptxNADIA FEBIANTI TUGAS PPT(GAMMA APP).pptx
NADIA FEBIANTI TUGAS PPT(GAMMA APP).pptx
 
TUGAS pelaksana pekerjaan jalan jenjang empat 4 .pptx -.pdf
TUGAS pelaksana pekerjaan jalan jenjang empat 4 .pptx -.pdfTUGAS pelaksana pekerjaan jalan jenjang empat 4 .pptx -.pdf
TUGAS pelaksana pekerjaan jalan jenjang empat 4 .pptx -.pdf
 
1. Paparan Penjelasan Permen PUPR 08 Tahun 2023.pdf
1. Paparan Penjelasan Permen PUPR 08 Tahun 2023.pdf1. Paparan Penjelasan Permen PUPR 08 Tahun 2023.pdf
1. Paparan Penjelasan Permen PUPR 08 Tahun 2023.pdf
 
436102098-0-K3-Elevator-Dan-Eskalator.ppt
436102098-0-K3-Elevator-Dan-Eskalator.ppt436102098-0-K3-Elevator-Dan-Eskalator.ppt
436102098-0-K3-Elevator-Dan-Eskalator.ppt
 
Daftar Lembaga Penyedia Jasa Linkungan.pdf
Daftar Lembaga Penyedia Jasa Linkungan.pdfDaftar Lembaga Penyedia Jasa Linkungan.pdf
Daftar Lembaga Penyedia Jasa Linkungan.pdf
 
TUGAS UJI KOMPETENSI-INDAH ROSANTI-AHLI UTAMA MANAJEMEN KONSTRUKSI.pptx
TUGAS UJI KOMPETENSI-INDAH ROSANTI-AHLI UTAMA MANAJEMEN KONSTRUKSI.pptxTUGAS UJI KOMPETENSI-INDAH ROSANTI-AHLI UTAMA MANAJEMEN KONSTRUKSI.pptx
TUGAS UJI KOMPETENSI-INDAH ROSANTI-AHLI UTAMA MANAJEMEN KONSTRUKSI.pptx
 

Filling

  • 1.
  • 2.  Filling termasuk dalam proses finishing  Berkaitan erat dengan proses dosing, dapat dikatakan filling adalah kegiatan memasukkan produk dalam kemasan.
  • 3.  Sufficient supply (persediaan yang cukup) Jika ingin memulai pengisian, harus dipastikan stok yang akan diisikan dalam keadaan yang cukup.  Correct product( produk yang benar) Harus dipastikan produk yang diisikan benar. Ex: industri farmasi memiliki jenis produk yang banyak.  Correct temperature (suhu yang benar) Harus dipastikan produk dalam suhu yang benar. Suhu akan mempengaruhi viskositas.
  • 4.  Correct position Posisi pengisian harus dalam keadaan yang benar, sehingga tidak ada yang hilang saat pengisian.  Correct quantity Pada saat pengisian diinginkan jumlah yang tepat. Jumlah yang diinginkan disebut dengan nilai target atau nilai nominal.  Protective measures Pada saat pengisian selalu dilakukan proteksi/penjagaan kualitas. Ex: pengisian produk susu harus dijaga dari bakteri, dengan cara meminimalkan kontak langsung dengan produk.
  • 5. 1 • Direct and indirectly filling 2 • Continuous and discontinuous filling 3 • Shape filling 4 • Count filling 5 • Weight filling 6 • Volume filling 7 • Level filling 8 • Vacuum filling 9 • Counter pressure filling
  • 6. 1 • Direct and indirectly filling  Indirect filling Jumlah produk ditentukan secara tak langsung. Pertama-tama menakar jumlah yang dibutuhkan. Pada tahap berikutnya produk dikemas dengan menempatkan jumlah terukur pada kemasan. Ex.: pengisian kemasan detergen Dirrect filling Jumlah produk ditentukan secara langsung saat pengepakan. Produk dikemas secara simultan Ex. : pengisian kecap pada botol
  • 7. 2 • Continuous and discontinuous filling Berdasarkan kecepatan dan jumlah produksi filling dibedakan menjadi: Continuous filling Pengisian dilakukan terus menerus dengan kecepatan yang tinggi dan konstan. Not continuous filling Pengisian dilakukan dengan dua/ lebih kemasan secara bersamaan, kemudian seri berikutnya mengikuti. Pengangkutan dilakukan secara berangsur-angsur/ berkala.
  • 8. 3 • Shape filling (pengisian bentuk)  Merupakan metode pengisian yang paling sederhana  Ex. : pengisian tablet dalam strip, hanya memasukkan satu produk pada masing-masing strip kemasan.  Kemasan dibuat dengan satu shape hanya untuk satu produk
  • 9. 4 • Count filling  Merupakan metode pengisian dimana produk dihitung satu persatu  Setelah dihitung, produk kemudian dimasukkan dalam kemasan  Keuntungannya : metodenya akurat. Dapat menentukan berapa banyak produk dalam setiap kemasan.  Kelemahan : membutuhkan banyak waktu dan termasuk metode yang lambat.
  • 10. 5 • Weight filling  Menentukan jumlah produk berdasarkan berat produk  Penimbangan produk dapat dilakukan secara langsung saat pengemasan atau menimbangnya terlebih dahulu baru kemudian dikemas.  Aplikasi : untuk produk bubuk/ granular  Kelebihan : akurat  Kelemahan : Kerjanya pelan dan harganya mahal.
  • 11. 5 • Weight filling Istilah dalam Weight filling :  The net weight  hanya berat produknya saja.  The tare weight  hanya berat kemasannya saja  The gross weight  berat produk beserta kemasannya, atau jumlah net weight dan tare weight
  • 12. 5 • Weight filling Weight filling dibagi menjadi 2 metode :  Gross weighing  menimbang produk dan kemasan secara bersamaan.  metode ini digunakan ketika berat kemasan tidak merubah berat target terlalu banyak menambahkan net weight yang diinginkan ke dalam tare weight rata-rata, sehingga didapat berat target pada pengisian. Berat target ini disebut berat gross. Termasuk dalam direct filling (pengisian langsung)
  • 13. 5 • Weight filling  The net weight menakar produk terlebih dahulu sampai net weight yang diinginkan, kemudian produk dikemas hanya setelah itu.  termasuk dalam metode pengisian tak langsung (indirect filling) Kita juga dapat mengisi produk secara langsung dengan pertama-tama menempatkan kemasan pada suatu skala, kemudian me reset skala pada angka 0 (nol) (disebut tare), setelah itu menimbang net weight pada kemasan. Ex. Pengemasan detergen
  • 14. 6 • Volume filling  Merupakan pengukuran produk berdasar volume yang diinginkan Setelah volume diukur kemudian dikemas. Pengisian volume secara umum termasuk metode pengisian yang murah dan cepat, tetapi kurang akurat dibanding dengan weight filling (pengisian berat) Pada volume filling produk didorong masuk dalam kemasan berdasarkan perbedaan kecepatan Metode ini juga dapat digunakan untuk produk yang kental. Aplikasi: -Pengisian sampo bayi dalam botol - pengisian saus pasta -Pengisian pasta gigi
  • 15. 6 • Volume filling Jenis Volume filler – Piston filler/cylinder filler – Telescope filler/chamber filler – Displacement filler – Screw filler
  • 16. 7 • Level filling  Merupakan pengisian berdasarkan level/ketinggian Diaplikasikan pada pengisian produk cairan dengan komposisi yang homogen. Jumlah produk diukur pada kemasan Termasuk metode pengisian langsung (direct filling) Contoh pengaplikasian : pengisian botol air mineral.
  • 17. 7 • Level filling  Kondisi operasi:  kemasan harus dihubungkan secara kedap udara pada katup filling.  Bentuk dan isi kemasan harus sama persis.  densitas produk harus konstan. Tergantung pada komposisi, suhu dan udara yang mungkin masuk.
  • 18. 7 • Level filling  Kelemahan :  Setelah botol dipindahkan katup pengisian masih mengalami kebocoran.  Pengisian produk yang kental berlangsung sangat lambat, akan tetapi kita dapat mengurangi kekentalan dengan memanaskan produk.  Metode ini tidak cocok untuk pengisian minuman berkarbonasi karena berbusa.
  • 19. 8 • Vacuum filling  Merupakan metode untuk mengurangi kelemahan dari metode level filling, yaitu dengan bekerja pada tekanan non atmospheric. Prinsip sistem dengan underpressure – Dengan menggunakan vacuum filling, katup dr lubang pengisian ditekan dengan kuat pada kemasan – Lubang pengisian dihubungkan dengan pipa.
  • 20. 8 • Vacuum filling – Pada saat pengisian pipa diturunkan ke dalam kemasan sampai ke tingkat pengisian yang diinginkan – Pipa terdiri atas 2 pipa, pipa yang satu dihubungkan ke pompa vacuum dan yang lain dihubungkan ke tangki pasokan. – Saat lubang pengisisan ditekan pada kemasan, udara dihisap keluar kemasan sehingga menyebabkan underpressure. – Dengan menciptakan underpressure dalam kemasan maka produk terdorong keluar dari tangki. Hal inilah yang menyebabkan kemasan terisi.
  • 21. 8 • Vacuum filling Kelebihan: - Pengisian akurat - Lebih cepat daripada level filling yang bekerja pada tekanan atmosfer - Tidak ada kemasan yang rusak  Kelemahan : - Jika waktu pengisian pendek, jumlah produk yang dikemas terlalu rendah. - Jika waktu pengisian panjang, pompa menyedot jumlah produk yang tidak diinginkan
  • 22. 8 • Vacuum filling Aplikasi - Kemasan yang kaku seperti gelas atau plastik yang keras. - Vacuum weighing pada pengisian botol kecap.
  • 23. 9 • Counter pressure filling  Untuk mengurangi kelemahan dari pengisian dibawah tekanan atmosfer yaitu dengan tekanan non atmosfer disebut dengan over pressure.  Aplikasi : pengisian minuman berkarbonasi Jika pengisisan dengan underpressure produk mulai berbusa terlalu banyak sehingga membuat pengisian tidak tepat.  Prinsip