KONSEP DAN STRATIFIKASI
DESA SIAGA AKTIF
Oleh :
Amin Muhtada, SKM. M.Kes
DINAS KESEHATAN
KABUPATEN CILACAP
HUKUM KESEIMBANGAN
HUKUM KESEIMBANGAN
SIANG-MALAM, LAKI 2 – PEREMPUAN, HIDUP – MATI, AKSI – REAKSI, POS – NEG, MASALAH - SOLUSI
HULU
”DEMAND SITE”
“PROMOTIVE PREVENTIVE”
HILIR
”SUPPLY SITE”
“CURATIVE REHABILITATIVE”
DBD, GIBUR
AI, TB PARU,
KERACUNAN
DLL DAN
BENCANA
LINGKUNGAN
PERILAKU
OLEH MASY.
DNG PROSES
PEMBERDAYAAN
OLEH NAKES
DI UNIT YANKES
PENANGGULANGAN
FAKTOR RESIKO
PENEMUAN DAN
PENGOBATAN
PENDAMPINGAN &
FASILITASI
OLEH NAKES
KONSEP MENGATASI MASALAH KESEHATAN
MELALUI SISTEM KESEHATAN DI DESA
KOMPONEN DESI YG MRPK BAGIAN
DARI SISTEM KESEHATAN DESA
1. PKD
2. FKD
3. GOTONG ROYONG
4. UPAYA KESEHATAN YG DILAKSANAKAN
MASYARAKAT
5. SURVEILANS
6. PEMBIAYAAN KESEHATAN
INTI DESI : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT agar mau
dan mampu hidup sehat, mencegah dan mengatasi mslh
kes, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara
mandiri
PENGERTIAN DESA SIAGA
Mengembangkan kepedulian
dan kesiap-siagaan masyarakat desa
dlm mencegah & mengatasi masalah kes,
bencana & kegawat-daruratan kesehatan
secara mandiri
untuk mewujudkan desa sehat.
TUJUAN UMUM :
1. Optimalisasi peran PKD/sejenis dlm pemberdayaan masy &
mendorong pembangunan kes di desa, rujukan pertama
pelayanan kesehatan bermutu bagi masy.
2. Terbentuk forum kes desa yg berperan aktif menggerakkan
pembangunan kes di tingkat desa.
3. Berkembang kegiatan pemberdayaan masy dlm mencegah &
mengatasi masalah kes.
4. Berkembang upaya kes baik promotif, preventif, kuratif, &
rehabilitatif yg dilaksanakan oleh masy.
5. Berkembang pengamatan & pemantauan oleh masy dlm
deteksi dini, kewaspadaan dini, & kesiapsiagaan thd masalah
kes.
6. Berkembang kemandirian masy dlm pembiayaan kes.
TUJUAN KHUSUS :
KRITERIA
Sebuah Desa dikembangkan menjadi desa siaga
apabila telah memiliki sekurang-kurangnya
sebuah PKD atau tenaga profesional kes yang
siap melaksanakan:
 pemberdayaan masyarakat
 mendorong pembangunan kes di desa,
 rujukan pertama pelayanan kesehatan bermutu
bagi masy
PROSES OUTPUT OUTCOME
• Desa sehat
• Tercapainya kesejahteraan masy
INDIKATOR DESA SIAGA
1. PKD /tenaga kes
profesional aktif,
membina, sbg
rujukan masy
2. Forum aktif
3. Gerakan bersama
oleh masy dlm atasi
masalah kes & FR
4. UKBM berkualitas
5. Pengamatan &
pemantauan oleh
masy utk masalah
kes & faktor resiko.
6. Pengembangan
pembiayaan kes
oleh masy .
1. Strata UKBM
meningkat
2. Cakupan yankes
meningkat.
3. Penurunan faktor
resiko penyakit
dan bencana.
4. Pembiayaan kes
utk prom, prev,
kuratif terpenuhi
1. Strata PHBS dan
Lingkungan sehat
2. Penurunan kasus
/masalah kes.
3. Peningkatan gizi
masyarakat
IMPACT
PKD
Maksud dan tujuan PKD:
Mendorong pembangunan berwawasan kes di desa
Mendorong pemberdayaan masyarakat
Memberikan pelayanan kesehatan sesuai kewenangan.
Pengelola:
Tenaga profesional (bidan/perawat)
Tenaga sanitarian & tenaga administrasi
Indikator keberhasilan:
1. Cakupan yankes sesuai kewenangan, upaya deteksi dini
penyakit/kes lainnya.
2. Pemanfaatan; persalinan nakes 100%
3. Peningkatan strata posyandu dan UKBM lainnya.
4. Ada forum yg membahas pembangunan kes di desa
5. Peningkatan strata PHBS
Desa/kelurahan tidak ada PKD  tenaga kes profesionaj yg
siap sbg pembina ds/kelurahan, laksanakan tugas PKD.
FORUM KESEHATAN DESA
(Legalitas SK Kepala desa/Kelurahan)
TERDIRI
Kepala desa & perangkatnya (termasuk RT, RW)
Badan perwakilan desa dg fungsi elemennya
TP PKK sebagai organisasi masyarakat
Lembaga sosial / swadaya masyarakat
Kader, tokoh masyarakat, tokoh agama
Perwakilan kelompok tertentu sesuai potensi desa (unsur
pemuda, tenaga kes di desa, dunia usaha, dll)
FUNGSI:
Sebagai wadah:
mengembangkan sistem kes desa (tu: pemberdayaan masy,
upaya kes, pengamatan & pemantauan kes, pembiayaan kes)
merumuskan dan memecahkan masalah kesehatan di desa
Tugas Forum Kes Desa
• Menyusun kebijakan
• Mengumpulkan informasi dan menggali potensi.
• Memadukan potensi & kegiatan di desa
• Merencanakan (identifikasi masalah & sebab masalah serta
potensi, susun pemecahan masalah), menetapkan.
• Koordinasi dan Penggerak kegiatan,
• Monitoring evaluasi kegiatan desa.
• Penghubungan berbagai kepentingan.
Indikator keberhasilan
Forum yg melaksanakan tugas.
Kebijakan bid kes
Rencana pembangunan kes hasil SMD & MMD (min 1 th)
Kegiatan rapat rutin
Kegiatan terlaksana
Dukungan scr berkelanjutan
Contoh Struktur Jejaring
Forum Kes Desa & kader
Camat, TP PKK Puskesmas
Kep Desa, TP PKK BPD, LSM
Forum Kes Desa
PKD (Bidan desa)
Koordinator kader Kes ds
Ketua kader
RW 1
Kader 1
Ketua kader
RW 2
Kader 1
Ketua kader
RW 3
Kader 1
Ketua kader
RW 4
Kader 1
Struktur masing2 desa sesuai
kebutuhan & kelancaran kegiatan
M A S Y A R A K A T
Bentuk kegiatan Gotong Royong
Gerakan kebersamaan perbaikan lingkungan.
 Pembangunan air bersih
 Jumat bersih, PSN atau Gerakan 3 M
 Pembuatan SPAL
 Jambanisasi, Perbaikan rumah sehat, dll
Gerakan dukung kelp rentan (bumil resti, balita resti,dll)
Ambulan desa.
Penggalangan donor darah.
Paguyuban penderita Tb
Penggalakan TOGA
Pengendalian faktor resiko penyakit dan masalah kes
Pengendalian bencana dan faktor resikonya.
Dan lain-lain sesuai spesifik daerah
Indikator keberhasilan
Ada kegiatan dari, oleh, untuk masyarakat
(UKBM).
Meningkatnya strata UKBM.
Meningkatnya jml fasilitas oleh masy.
Jml alokasi dana unt kes
Ada kesinambungan kegiatan.
Ada peningkatan kegiatan gotong royong
masyarakat.
PSM lainnya.
UPAYA KESEHATAN
Pengertian:
= Upaya kes promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yg
dilaksanakan oleh masy, untuk masy.
Bentuk kegiatan Upaya kesehatan
Penyuluhan kes sesuai kebutuhan masy desa
Posyandu utk penimbangan & pemantauan kes balita.
Pemantauan kes scr berkala (balita, bumil, remaja, usila, dll)
Upaya kes Mesjid (UKM) atau tempat ibadah.
Pemantauan ABJ, abatisasi, kaporisasi sumur
Deteksi dini kasus & faktor resiko (maternal,balita, peny)
PPPK dan kegawatdaruratan, serta sistem Rujukan
Pemberian obat: Imunisasi Polio, Fe, Vit A, Oralit,
PMT penyuluhan dan pemulihan
Dukungan penyembuhan, perawatan (seperti: PMO Kasus
Tb, dukungan psikis penderita Tb).
Dan lain-lain.
Indikator keberhasilan upaya
kesehatan oleh masyarakat
Ada kegiatan UKBM
Kader aktif dan mampu melaksanakan upaya
kesehatan dg baik.
Kegiatan UKBM berjalan rutin/ berkesinambungan
Peningkatan rujukan masy pada pelayanan
kesehatan yang ada (hasil deteksi dini, persalinan
nakes di PKD).
Peningkatan cakupan UKBM.
Pengamatan dan Pemantauan
(Surveilans) oleh masyarakat
Langkah yang perlu dilakukan:
Informasi yang dibutuhkan:
 Kejadian/kasus
 Faktor risiko
 Kegiatan: Pemberdayaan, upaya kesehatan
(kes ibu, Balita, penyakit tertentu), pembiayaan.
Sumber informasi:
Sistem Pencatatan :
Mekanisme analisis, upaya pemantauan, dan
rencana tindak lanjut.
Bentuk catatan yg ada/perlu ada di desa
Buku KIA di keluarga
Sistem Informasi Posyandu (SIP) Ibu Hamil, Bayi, Balita.
Catatan kasus / kejadian / kegawat-daruratan kesehatan
Rujukan kasus oleh kader (dapat gunakan DS1, DS2, DS3)
Catatan Pendataan PHBS di RT/ PKK
Catatan kondisi rumah & lingkungan di RT / PKK
Catatan Keluarga miskin di RT/Desa
Catatan ABJ
Catatan kegiatan kesehatan yang dilaksanakan
dll
Indikator keberhasilan
• Ada catatan dan pelaporan
•Ada penanggung jawab pengamatan dan pemantauan
•Ada pemanfaatan catatan dan informasi
PEMBIAYAAN KESEHATAN
Pengertian pembiayaan kes:
= pengumpulan dana dari, oleh, untuk masy, dlm rangka
mencegah dan mengatasi masalah kesehatan yang
meliputi: upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif
Bentuk-bentuk pembiayaan kesehatan:
Tabulin / dasolin
Arisan jamban, kusen pintu, jendela, ventilasi.
Dana sehat, JPKM
Dana posyandu (PMT, kegiatan utk posyandu)
BAZIS utk kes, jimpitan, dana sosial dawis
Dana peduli kes (sumbangan, iuran yasinan/jum’atan,
inatura, dana pengemb lingk sbg kompensasi industri)
P2KP (program pengentasan kemiskinan perkotaan)
Alokasi dana pembangunan kesehatan desa (APKD).
dll
Yang perlu diperhatikan dalam pembiayaan kes:
Pengalokasian/pemanfaatan pembiayaan kes.
Sumber dana
Pengelolaan dan pembelanjaan
Indikator keberhasilan Pembiayaan kes:
Dana terhimpun, masyarakat yang berpartisipasi dalam
pembiayaan kesehatan meningkat,
Pengalokasian tepat sasaran sesuai berbagai
kebutuhan kesehatan (promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif)
Pengelolaan dan pemanfaatan tertib, mudah, lancar
Berkesinambungan kegiatan
SASARAN INTERVENSI
Untuk mempermudah strategi intervensi,
sasaran pengembangan Desa Siaga dibedakan 3
jenis:
1. Pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap
perubahan perilaku individu dan keluarga, atau dapat
menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan
perilaku tsb.
2. Semua inidividu dan keluarga di desa/kelurahan
3. Pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan
kebijakan, peraturan perundang-undangan, dana
tenaga, sarana, dll.
PERAN MASING-MASING TINGKAT
Peran Kabupaten:
Mendukung kebijakan desa siaga
Kesiapan & pemantapan tim kab (LP dan LS)
Kesiapan sumberdaya untuk desa siaga
Kesiapan pelatihan fasilitator kec & desa (paham desa
siaga, mampu fasilitator/pemberdayaan, SMD, MMD)
Kesiapan unit rujukan untuk kasus kedaruratan
Fasilitasi teknis kes & pemberdayaan masy
Monev pelaksanaan desa siaga
Peran Kecamatan
Pemantapan tim kec dan desa
Kesiapan fasilitaor kec untuk fasilitasi desa siaga
Pelatihan fasilitator desa
Fasilitasi teknis kes & pemberdayaan masy
Monev pelaksanaan desa siaga
PENENTUAN STRATA
DESA SIAGA
STRATA PRATAMA
Sudah memiliki tenaga profesional kesehatan (dokter/
perawat/bidan) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan
dasar, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan sesuai
kewenangan.
Sudah ada pelayanan kesehatan dasar, tetapi belum setiap
hari.
Sudah memiliki FKD/FKK, tetapi belum berjalan.
Sudah memiliki kader kesehatan minimal 2 (dua) orang.
Sudah ada partisipasi/peran aktif masyarakat di bidang
kesehatan minimal 1 (satu) kegiatan.
Sudah memiliki kegiatan UKBM minimal Posyandu
Pencapaian rumah tangga sehat (strata utama dan paripurna)
kurang dari 20 %
Sudah ada penyediaan dana untuk mengatasi masalah
kesehatan, bencana, kegawatdaruratan dan faktor risiko yang
bersumber dari ADD.
STRATA MADYA
Sudah memiliki tenaga profesional kesehatan (dokter/
perawat/bidan) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan
dasar, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan sesuai
kewenangan serta memfasilitasi kegiatan pemberdayaan
masyarakat melalui FKD/FKK untuk kegiatan ( SMD, MMD).
Sudah ada PKD/sarana kesehatan lain/tenaga profesional
yang memberikan pelayanan kesehatan dasar setiap hari.
Sudah memiliki FKD/FKK yang sudah melakukan kegiatan
SMD, MMD dan mempunyai rencana kerja bidang kesehatan.
FKD/FKK sudah melakukan rapat koordinasi minimal 6 bulan
sekali.
Sudah memiliki kader kesehatan 3 - 5 orang.
Sudah memiliki peraturan di tingkat desa/kelurahan tentang
kesehatan.
STRATA MADYA (lanjutan)
Sudah ada partisipasi/peran aktif masyarakat di bidang
kesehatan minimal 2 (dua) kegiatan.
Sudah ada peran aktif dari minimal 1 (satu) organisasi
masyarakat (ormas).
Sudah memiliki kegiatan UKBM Posyandu, dan 2 (dua) jenis
UKBM lainnya aktif.
Pencapaian rumah tangga sehat (strata utama dan
paripurna) 20 % s/d 30 %.
Sudah melaksanakan 1 (satu) jenis kegiatan surveilans
Sudah ada penyediaan dana untuk mengatasi masalah
kesehatan, bencana, kegawatdaruratan dan faktor risiko
yang bersumber dari ADD, dan dari swadaya masyarakat
atau dunia usaha.
STRATA PURNAMA
Sudah memiliki tenaga profesional kesehatan (dokter/
perawat/bidan) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan
dasar, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan sesuai
kewenangan serta memfasilitasi kegiatan pemberdayaan
masyarakat melalui FKD/FKK untuk kegiatan SMD, MMD dan
UKBM.
Sudah ada PKD/sarana kesehatan lain/tenaga profesional
yang memberikan pelayanan kesehatan dasar setiap hari.
Sudah memiliki FKD/FKK yang sudah melakukan kegiatan
SMD, MMD dan telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan
rencana kerja bidang kesehatan.
Sudah melaksanakan kegiatan SMD dan MMD minimal 1 (satu)
tahun sekali.
FKD/FKK sudah melakukakan rapat koordinasi 3 (tiga) bulan
sekali.
Sudah memiliki kader kesehatan 6 - 8 orang.
Sudah memiliki peraturan di tingkat desa/kelurahan tentang
kesehatan dan terealisasi.
STRATA PURNAMA (lanjutan)
Sudah ada partisipasi/ peran aktif masyarakat di bidang
kesehatan minimal 3 (tiga) kegiatan.
Sudah ada peran aktif dari 2 (dua) organisasi masyarakat
(ormas).
Sudah memiliki kegiatan UKBM Posyandu, dan 3 (tiga) jenis
UKBM lainnya aktif.
Pencapaian rumah tangga sehat (strata utama dan paripurna)
lebih dari 30 % s/d 40 %.
Sudah melaksanakan 2 (dua) jenis kegiatan surveilans
Sudah ada penyediaan dana untuk mengatasi masalah
kesehatan, bencana, kegawatdaruratan dan faktor risiko yang
bersumber dari ADD, dari swadaya masyarakat dan dari
dunia usaha.
STRATA MANDIRI
Sudah memiliki tenaga profesional kesehatan ( dokter /
perawat / bidan) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan
dasar, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan sesuai
kewenangan serta memfasilitasi kegiatan pemberdayaan
masyarakat melalui FKD/FKK untuk kegiatan SMD, MMD,UKBM
dan surveilans.
Sudah ada PKD/sarana kesehatan lain/tenaga profesional yang
memberikan pelayanan kesehatan dasar setiap hari.
Sudah memiliki Forum Kesehatan Desa/Kelurahan (FKD/FKK)
yang sudah melakukan kegiatan SMD, MMD dan telah
melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja bidang
kesehatan.
Sudah melaksanakan kegiatan SMD dan MMD 1 (satu) tahun
sekali dan jika ada masalah kesehatan.
FKD/FKK sudah melakukakan rapat koordinasi minimal 8 kali
setahun.
Sudah memiliki kader kesehatan 9 orang atau lebih.
STRATA MANDIRI (lanjutan)
Sudah memiliki peraturan di tingkat desa/kelurahan tentang
kesehatan dan terealisasi.
Sudah ada partisipasi/peran aktif masyarakat di bidang
kesehatan lebih dari 3 (tiga) kegiatan.
Sudah ada peran aktif lebih dari 2 (dua) organisasi
masyarakat.
Sudah memiliki kegiatan UKBM minimal Posyandu, dan lebih
dari 3 (tiga) jenis UKBM lainnya aktif.
Pencapaian rumah tangga sehat (strata utama dan paripurna)
lebih dari 40 %.
Sudah melaksanakan lebih dari 2 (dua) jenis kegiatan
surveilans
Sudah ada penyediaan dana untuk mengatasi masalah
kesehatan, bencana, kegawatdaruratan dan faktor risiko yang
bersumber dari Dana Desa, dari swadaya masyarakat, dari
dunia usaha dan sumber lainnya.
32
Terima Kasih

desa siaga ppt.ppt

  • 1.
    KONSEP DAN STRATIFIKASI DESASIAGA AKTIF Oleh : Amin Muhtada, SKM. M.Kes DINAS KESEHATAN KABUPATEN CILACAP
  • 2.
    HUKUM KESEIMBANGAN HUKUM KESEIMBANGAN SIANG-MALAM,LAKI 2 – PEREMPUAN, HIDUP – MATI, AKSI – REAKSI, POS – NEG, MASALAH - SOLUSI
  • 3.
    HULU ”DEMAND SITE” “PROMOTIVE PREVENTIVE” HILIR ”SUPPLYSITE” “CURATIVE REHABILITATIVE” DBD, GIBUR AI, TB PARU, KERACUNAN DLL DAN BENCANA LINGKUNGAN PERILAKU OLEH MASY. DNG PROSES PEMBERDAYAAN OLEH NAKES DI UNIT YANKES PENANGGULANGAN FAKTOR RESIKO PENEMUAN DAN PENGOBATAN PENDAMPINGAN & FASILITASI OLEH NAKES KONSEP MENGATASI MASALAH KESEHATAN MELALUI SISTEM KESEHATAN DI DESA
  • 4.
    KOMPONEN DESI YGMRPK BAGIAN DARI SISTEM KESEHATAN DESA 1. PKD 2. FKD 3. GOTONG ROYONG 4. UPAYA KESEHATAN YG DILAKSANAKAN MASYARAKAT 5. SURVEILANS 6. PEMBIAYAAN KESEHATAN INTI DESI : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT agar mau dan mampu hidup sehat, mencegah dan mengatasi mslh kes, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri
  • 5.
  • 6.
    Mengembangkan kepedulian dan kesiap-siagaanmasyarakat desa dlm mencegah & mengatasi masalah kes, bencana & kegawat-daruratan kesehatan secara mandiri untuk mewujudkan desa sehat. TUJUAN UMUM :
  • 7.
    1. Optimalisasi peranPKD/sejenis dlm pemberdayaan masy & mendorong pembangunan kes di desa, rujukan pertama pelayanan kesehatan bermutu bagi masy. 2. Terbentuk forum kes desa yg berperan aktif menggerakkan pembangunan kes di tingkat desa. 3. Berkembang kegiatan pemberdayaan masy dlm mencegah & mengatasi masalah kes. 4. Berkembang upaya kes baik promotif, preventif, kuratif, & rehabilitatif yg dilaksanakan oleh masy. 5. Berkembang pengamatan & pemantauan oleh masy dlm deteksi dini, kewaspadaan dini, & kesiapsiagaan thd masalah kes. 6. Berkembang kemandirian masy dlm pembiayaan kes. TUJUAN KHUSUS :
  • 8.
    KRITERIA Sebuah Desa dikembangkanmenjadi desa siaga apabila telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah PKD atau tenaga profesional kes yang siap melaksanakan:  pemberdayaan masyarakat  mendorong pembangunan kes di desa,  rujukan pertama pelayanan kesehatan bermutu bagi masy
  • 9.
    PROSES OUTPUT OUTCOME •Desa sehat • Tercapainya kesejahteraan masy INDIKATOR DESA SIAGA 1. PKD /tenaga kes profesional aktif, membina, sbg rujukan masy 2. Forum aktif 3. Gerakan bersama oleh masy dlm atasi masalah kes & FR 4. UKBM berkualitas 5. Pengamatan & pemantauan oleh masy utk masalah kes & faktor resiko. 6. Pengembangan pembiayaan kes oleh masy . 1. Strata UKBM meningkat 2. Cakupan yankes meningkat. 3. Penurunan faktor resiko penyakit dan bencana. 4. Pembiayaan kes utk prom, prev, kuratif terpenuhi 1. Strata PHBS dan Lingkungan sehat 2. Penurunan kasus /masalah kes. 3. Peningkatan gizi masyarakat IMPACT
  • 10.
    PKD Maksud dan tujuanPKD: Mendorong pembangunan berwawasan kes di desa Mendorong pemberdayaan masyarakat Memberikan pelayanan kesehatan sesuai kewenangan. Pengelola: Tenaga profesional (bidan/perawat) Tenaga sanitarian & tenaga administrasi Indikator keberhasilan: 1. Cakupan yankes sesuai kewenangan, upaya deteksi dini penyakit/kes lainnya. 2. Pemanfaatan; persalinan nakes 100% 3. Peningkatan strata posyandu dan UKBM lainnya. 4. Ada forum yg membahas pembangunan kes di desa 5. Peningkatan strata PHBS Desa/kelurahan tidak ada PKD  tenaga kes profesionaj yg siap sbg pembina ds/kelurahan, laksanakan tugas PKD.
  • 11.
    FORUM KESEHATAN DESA (LegalitasSK Kepala desa/Kelurahan) TERDIRI Kepala desa & perangkatnya (termasuk RT, RW) Badan perwakilan desa dg fungsi elemennya TP PKK sebagai organisasi masyarakat Lembaga sosial / swadaya masyarakat Kader, tokoh masyarakat, tokoh agama Perwakilan kelompok tertentu sesuai potensi desa (unsur pemuda, tenaga kes di desa, dunia usaha, dll) FUNGSI: Sebagai wadah: mengembangkan sistem kes desa (tu: pemberdayaan masy, upaya kes, pengamatan & pemantauan kes, pembiayaan kes) merumuskan dan memecahkan masalah kesehatan di desa
  • 12.
    Tugas Forum KesDesa • Menyusun kebijakan • Mengumpulkan informasi dan menggali potensi. • Memadukan potensi & kegiatan di desa • Merencanakan (identifikasi masalah & sebab masalah serta potensi, susun pemecahan masalah), menetapkan. • Koordinasi dan Penggerak kegiatan, • Monitoring evaluasi kegiatan desa. • Penghubungan berbagai kepentingan. Indikator keberhasilan Forum yg melaksanakan tugas. Kebijakan bid kes Rencana pembangunan kes hasil SMD & MMD (min 1 th) Kegiatan rapat rutin Kegiatan terlaksana Dukungan scr berkelanjutan
  • 13.
    Contoh Struktur Jejaring ForumKes Desa & kader Camat, TP PKK Puskesmas Kep Desa, TP PKK BPD, LSM Forum Kes Desa PKD (Bidan desa) Koordinator kader Kes ds Ketua kader RW 1 Kader 1 Ketua kader RW 2 Kader 1 Ketua kader RW 3 Kader 1 Ketua kader RW 4 Kader 1 Struktur masing2 desa sesuai kebutuhan & kelancaran kegiatan M A S Y A R A K A T
  • 14.
    Bentuk kegiatan GotongRoyong Gerakan kebersamaan perbaikan lingkungan.  Pembangunan air bersih  Jumat bersih, PSN atau Gerakan 3 M  Pembuatan SPAL  Jambanisasi, Perbaikan rumah sehat, dll Gerakan dukung kelp rentan (bumil resti, balita resti,dll) Ambulan desa. Penggalangan donor darah. Paguyuban penderita Tb Penggalakan TOGA Pengendalian faktor resiko penyakit dan masalah kes Pengendalian bencana dan faktor resikonya. Dan lain-lain sesuai spesifik daerah
  • 15.
    Indikator keberhasilan Ada kegiatandari, oleh, untuk masyarakat (UKBM). Meningkatnya strata UKBM. Meningkatnya jml fasilitas oleh masy. Jml alokasi dana unt kes Ada kesinambungan kegiatan. Ada peningkatan kegiatan gotong royong masyarakat. PSM lainnya.
  • 16.
    UPAYA KESEHATAN Pengertian: = Upayakes promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yg dilaksanakan oleh masy, untuk masy. Bentuk kegiatan Upaya kesehatan Penyuluhan kes sesuai kebutuhan masy desa Posyandu utk penimbangan & pemantauan kes balita. Pemantauan kes scr berkala (balita, bumil, remaja, usila, dll) Upaya kes Mesjid (UKM) atau tempat ibadah. Pemantauan ABJ, abatisasi, kaporisasi sumur Deteksi dini kasus & faktor resiko (maternal,balita, peny) PPPK dan kegawatdaruratan, serta sistem Rujukan Pemberian obat: Imunisasi Polio, Fe, Vit A, Oralit, PMT penyuluhan dan pemulihan Dukungan penyembuhan, perawatan (seperti: PMO Kasus Tb, dukungan psikis penderita Tb). Dan lain-lain.
  • 17.
    Indikator keberhasilan upaya kesehatanoleh masyarakat Ada kegiatan UKBM Kader aktif dan mampu melaksanakan upaya kesehatan dg baik. Kegiatan UKBM berjalan rutin/ berkesinambungan Peningkatan rujukan masy pada pelayanan kesehatan yang ada (hasil deteksi dini, persalinan nakes di PKD). Peningkatan cakupan UKBM.
  • 18.
    Pengamatan dan Pemantauan (Surveilans)oleh masyarakat Langkah yang perlu dilakukan: Informasi yang dibutuhkan:  Kejadian/kasus  Faktor risiko  Kegiatan: Pemberdayaan, upaya kesehatan (kes ibu, Balita, penyakit tertentu), pembiayaan. Sumber informasi: Sistem Pencatatan : Mekanisme analisis, upaya pemantauan, dan rencana tindak lanjut.
  • 19.
    Bentuk catatan ygada/perlu ada di desa Buku KIA di keluarga Sistem Informasi Posyandu (SIP) Ibu Hamil, Bayi, Balita. Catatan kasus / kejadian / kegawat-daruratan kesehatan Rujukan kasus oleh kader (dapat gunakan DS1, DS2, DS3) Catatan Pendataan PHBS di RT/ PKK Catatan kondisi rumah & lingkungan di RT / PKK Catatan Keluarga miskin di RT/Desa Catatan ABJ Catatan kegiatan kesehatan yang dilaksanakan dll Indikator keberhasilan • Ada catatan dan pelaporan •Ada penanggung jawab pengamatan dan pemantauan •Ada pemanfaatan catatan dan informasi
  • 20.
    PEMBIAYAAN KESEHATAN Pengertian pembiayaankes: = pengumpulan dana dari, oleh, untuk masy, dlm rangka mencegah dan mengatasi masalah kesehatan yang meliputi: upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif Bentuk-bentuk pembiayaan kesehatan: Tabulin / dasolin Arisan jamban, kusen pintu, jendela, ventilasi. Dana sehat, JPKM Dana posyandu (PMT, kegiatan utk posyandu) BAZIS utk kes, jimpitan, dana sosial dawis Dana peduli kes (sumbangan, iuran yasinan/jum’atan, inatura, dana pengemb lingk sbg kompensasi industri) P2KP (program pengentasan kemiskinan perkotaan) Alokasi dana pembangunan kesehatan desa (APKD). dll
  • 21.
    Yang perlu diperhatikandalam pembiayaan kes: Pengalokasian/pemanfaatan pembiayaan kes. Sumber dana Pengelolaan dan pembelanjaan Indikator keberhasilan Pembiayaan kes: Dana terhimpun, masyarakat yang berpartisipasi dalam pembiayaan kesehatan meningkat, Pengalokasian tepat sasaran sesuai berbagai kebutuhan kesehatan (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif) Pengelolaan dan pemanfaatan tertib, mudah, lancar Berkesinambungan kegiatan
  • 22.
    SASARAN INTERVENSI Untuk mempermudahstrategi intervensi, sasaran pengembangan Desa Siaga dibedakan 3 jenis: 1. Pihak-pihak yang mempunyai pengaruh terhadap perubahan perilaku individu dan keluarga, atau dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi perubahan perilaku tsb. 2. Semua inidividu dan keluarga di desa/kelurahan 3. Pihak-pihak yang diharapkan memberikan dukungan kebijakan, peraturan perundang-undangan, dana tenaga, sarana, dll.
  • 23.
    PERAN MASING-MASING TINGKAT PeranKabupaten: Mendukung kebijakan desa siaga Kesiapan & pemantapan tim kab (LP dan LS) Kesiapan sumberdaya untuk desa siaga Kesiapan pelatihan fasilitator kec & desa (paham desa siaga, mampu fasilitator/pemberdayaan, SMD, MMD) Kesiapan unit rujukan untuk kasus kedaruratan Fasilitasi teknis kes & pemberdayaan masy Monev pelaksanaan desa siaga Peran Kecamatan Pemantapan tim kec dan desa Kesiapan fasilitaor kec untuk fasilitasi desa siaga Pelatihan fasilitator desa Fasilitasi teknis kes & pemberdayaan masy Monev pelaksanaan desa siaga
  • 24.
  • 25.
    STRATA PRATAMA Sudah memilikitenaga profesional kesehatan (dokter/ perawat/bidan) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan sesuai kewenangan. Sudah ada pelayanan kesehatan dasar, tetapi belum setiap hari. Sudah memiliki FKD/FKK, tetapi belum berjalan. Sudah memiliki kader kesehatan minimal 2 (dua) orang. Sudah ada partisipasi/peran aktif masyarakat di bidang kesehatan minimal 1 (satu) kegiatan. Sudah memiliki kegiatan UKBM minimal Posyandu Pencapaian rumah tangga sehat (strata utama dan paripurna) kurang dari 20 % Sudah ada penyediaan dana untuk mengatasi masalah kesehatan, bencana, kegawatdaruratan dan faktor risiko yang bersumber dari ADD.
  • 26.
    STRATA MADYA Sudah memilikitenaga profesional kesehatan (dokter/ perawat/bidan) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan sesuai kewenangan serta memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui FKD/FKK untuk kegiatan ( SMD, MMD). Sudah ada PKD/sarana kesehatan lain/tenaga profesional yang memberikan pelayanan kesehatan dasar setiap hari. Sudah memiliki FKD/FKK yang sudah melakukan kegiatan SMD, MMD dan mempunyai rencana kerja bidang kesehatan. FKD/FKK sudah melakukan rapat koordinasi minimal 6 bulan sekali. Sudah memiliki kader kesehatan 3 - 5 orang. Sudah memiliki peraturan di tingkat desa/kelurahan tentang kesehatan.
  • 27.
    STRATA MADYA (lanjutan) Sudahada partisipasi/peran aktif masyarakat di bidang kesehatan minimal 2 (dua) kegiatan. Sudah ada peran aktif dari minimal 1 (satu) organisasi masyarakat (ormas). Sudah memiliki kegiatan UKBM Posyandu, dan 2 (dua) jenis UKBM lainnya aktif. Pencapaian rumah tangga sehat (strata utama dan paripurna) 20 % s/d 30 %. Sudah melaksanakan 1 (satu) jenis kegiatan surveilans Sudah ada penyediaan dana untuk mengatasi masalah kesehatan, bencana, kegawatdaruratan dan faktor risiko yang bersumber dari ADD, dan dari swadaya masyarakat atau dunia usaha.
  • 28.
    STRATA PURNAMA Sudah memilikitenaga profesional kesehatan (dokter/ perawat/bidan) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan sesuai kewenangan serta memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui FKD/FKK untuk kegiatan SMD, MMD dan UKBM. Sudah ada PKD/sarana kesehatan lain/tenaga profesional yang memberikan pelayanan kesehatan dasar setiap hari. Sudah memiliki FKD/FKK yang sudah melakukan kegiatan SMD, MMD dan telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja bidang kesehatan. Sudah melaksanakan kegiatan SMD dan MMD minimal 1 (satu) tahun sekali. FKD/FKK sudah melakukakan rapat koordinasi 3 (tiga) bulan sekali. Sudah memiliki kader kesehatan 6 - 8 orang. Sudah memiliki peraturan di tingkat desa/kelurahan tentang kesehatan dan terealisasi.
  • 29.
    STRATA PURNAMA (lanjutan) Sudahada partisipasi/ peran aktif masyarakat di bidang kesehatan minimal 3 (tiga) kegiatan. Sudah ada peran aktif dari 2 (dua) organisasi masyarakat (ormas). Sudah memiliki kegiatan UKBM Posyandu, dan 3 (tiga) jenis UKBM lainnya aktif. Pencapaian rumah tangga sehat (strata utama dan paripurna) lebih dari 30 % s/d 40 %. Sudah melaksanakan 2 (dua) jenis kegiatan surveilans Sudah ada penyediaan dana untuk mengatasi masalah kesehatan, bencana, kegawatdaruratan dan faktor risiko yang bersumber dari ADD, dari swadaya masyarakat dan dari dunia usaha.
  • 30.
    STRATA MANDIRI Sudah memilikitenaga profesional kesehatan ( dokter / perawat / bidan) yang dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan sesuai kewenangan serta memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui FKD/FKK untuk kegiatan SMD, MMD,UKBM dan surveilans. Sudah ada PKD/sarana kesehatan lain/tenaga profesional yang memberikan pelayanan kesehatan dasar setiap hari. Sudah memiliki Forum Kesehatan Desa/Kelurahan (FKD/FKK) yang sudah melakukan kegiatan SMD, MMD dan telah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja bidang kesehatan. Sudah melaksanakan kegiatan SMD dan MMD 1 (satu) tahun sekali dan jika ada masalah kesehatan. FKD/FKK sudah melakukakan rapat koordinasi minimal 8 kali setahun. Sudah memiliki kader kesehatan 9 orang atau lebih.
  • 31.
    STRATA MANDIRI (lanjutan) Sudahmemiliki peraturan di tingkat desa/kelurahan tentang kesehatan dan terealisasi. Sudah ada partisipasi/peran aktif masyarakat di bidang kesehatan lebih dari 3 (tiga) kegiatan. Sudah ada peran aktif lebih dari 2 (dua) organisasi masyarakat. Sudah memiliki kegiatan UKBM minimal Posyandu, dan lebih dari 3 (tiga) jenis UKBM lainnya aktif. Pencapaian rumah tangga sehat (strata utama dan paripurna) lebih dari 40 %. Sudah melaksanakan lebih dari 2 (dua) jenis kegiatan surveilans Sudah ada penyediaan dana untuk mengatasi masalah kesehatan, bencana, kegawatdaruratan dan faktor risiko yang bersumber dari Dana Desa, dari swadaya masyarakat, dari dunia usaha dan sumber lainnya.
  • 32.