Ciri-ciri Daun Majemuk 
1) Anak daun tumbuh bersama-sama dan bila runtuh 
bersama-sama juga. 
2) Anak daun biasanya seumur dan sama besarnya. 
3) Petumbuhannya terbatas, artinya tidak bertambah 
panjang lagi dan ujungnya tidak mempunyai 
kuncup. 
4) Pada daun majemuk tidak terdapat kuncup 
di bagian ketiak anak daun.
Daun Majemuk Menjari 
(Palmatus atau Digitatus) 
Daun majemuk menjari adalah daun majemuk 
yang semua anak daunnya tersusun memencar 
pada ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari 
pada tangan. Berdasarkan jumlah anak 
daunnya, daun majemuk menjari dapat 
dibedakan sebagai berikut: 
1. Beranak daun 2 (Bifoliolatus), pada ujung 
ibu tangkai terdapat dua anak daun. 
Contoh: daun nam-nam (Cynometra 
cauliflora ).
2. Beranak daun 3 (Trifoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat 
tiga anak daun. Contoh: daun pada pohon para (Hevea 
brasiliensis)
3. Beranak daun 5 (Quinquefoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat 
lima anak daun. Contoh: pada daun maman (Gynandropsis pentaphylla)
4. Beranak daun 7 (Septemfoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat 
tujuh anak daun. Contoh: daun randu (Ceiba pentandra)
5. Beranak daun 3 ganda 2 (Biternatus), pada ujung ibu tangkai terdapat 
tiga anak daun berganda dua. Contoh : pada Aegopodium podagraria
6. Beranak daun 9 (Novemfoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat 
sembilan anak daun. Contoh: pada daun Walisongo (Schefflera 
grandiflora)
Daun Majemuk Campuran 
(Digitato pinnatus) 
Daun majemuk campuran adalah suatu daun majemuk 
ganda yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai 
memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai 
daun, tetapi pada cabang cabang ibu tangkai ini terdapat 
anak-anak daun yang tersusun menyirip. Jadi daun 
majemuk campuran adalah campuran susunan yang 
menjari dan menyirip. jika diteliti tenyata daun sikejut 
tidak merupakan daun majemuk campuran sejati, tetapi 
adalah daun majemuk menyirip genap ganda dua yang 
sempurna. Hanya saja pada daun ini letak kedua pasang 
cabang ibu tangkainya tadi sedemikian dekat satu sama 
lain. Contoh: pada daun tanaman putri malu (Mimosa 
pudica)
Daun Majemuk Menjari
Daun Majemuk Menjari

Daun Majemuk Menjari

  • 4.
    Ciri-ciri Daun Majemuk 1) Anak daun tumbuh bersama-sama dan bila runtuh bersama-sama juga. 2) Anak daun biasanya seumur dan sama besarnya. 3) Petumbuhannya terbatas, artinya tidak bertambah panjang lagi dan ujungnya tidak mempunyai kuncup. 4) Pada daun majemuk tidak terdapat kuncup di bagian ketiak anak daun.
  • 5.
    Daun Majemuk Menjari (Palmatus atau Digitatus) Daun majemuk menjari adalah daun majemuk yang semua anak daunnya tersusun memencar pada ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari pada tangan. Berdasarkan jumlah anak daunnya, daun majemuk menjari dapat dibedakan sebagai berikut: 1. Beranak daun 2 (Bifoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat dua anak daun. Contoh: daun nam-nam (Cynometra cauliflora ).
  • 6.
    2. Beranak daun3 (Trifoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat tiga anak daun. Contoh: daun pada pohon para (Hevea brasiliensis)
  • 7.
    3. Beranak daun5 (Quinquefoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat lima anak daun. Contoh: pada daun maman (Gynandropsis pentaphylla)
  • 8.
    4. Beranak daun7 (Septemfoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat tujuh anak daun. Contoh: daun randu (Ceiba pentandra)
  • 9.
    5. Beranak daun3 ganda 2 (Biternatus), pada ujung ibu tangkai terdapat tiga anak daun berganda dua. Contoh : pada Aegopodium podagraria
  • 10.
    6. Beranak daun9 (Novemfoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat sembilan anak daun. Contoh: pada daun Walisongo (Schefflera grandiflora)
  • 11.
    Daun Majemuk Campuran (Digitato pinnatus) Daun majemuk campuran adalah suatu daun majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun, tetapi pada cabang cabang ibu tangkai ini terdapat anak-anak daun yang tersusun menyirip. Jadi daun majemuk campuran adalah campuran susunan yang menjari dan menyirip. jika diteliti tenyata daun sikejut tidak merupakan daun majemuk campuran sejati, tetapi adalah daun majemuk menyirip genap ganda dua yang sempurna. Hanya saja pada daun ini letak kedua pasang cabang ibu tangkainya tadi sedemikian dekat satu sama lain. Contoh: pada daun tanaman putri malu (Mimosa pudica)