BATANG
KELOMPOK 8
Disusun oleh
Dwi Gunarti Aji (440141460)
Brasti Nurhidayah (44014160)
Diah Sapitri (4401416022)
Dyah Arum (44014160)
Fajrin Nabila (44014160)
Batang
 Merupakantubuh tumbuhan yang amat penting
selain akar dan daun.
 Dapat disamakan sebagaisumbu tubuh
tumbuhan
 Batang tumbuh pada titik tumbuh, yakni pada
Meristem Apeks (pucuk). Dari meristem tersebut
dihasilkan pula bakal daun yang mula-mula
berbentuk tonjolan, kemudian berkembang lebih
cepat dari ujung batang itu sendiri, sehingga
bakal daun menutupi meristem apeks.
Sifat-sifat Batang
Berbentuk panjang bulat seperti silinder
Terdiri oleh ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku
Tumbuh ke atas menuju cahaya
Selalu bertambah panjang di ujungnya
Mengadakan percabangan
Umumnya tidak berwarna hijau
Tugas Batang
 Mendukung bagian tumbuhanyang ada di atas
tanah
 Dengan percabangannya memperluas bidang
asimilasi
 Jalan pengangukutanair danzat-zat makanan
 Tempat penimbunan zat-zat cadangan makanan
Batang
Batang
Tumbuhan
Tidak
Berbatang
Jelas
Berbatang
Batang
1. Tumbuhan yang tidak berbatang (Planta Acaulis)
 Sebenarnya tidak ada, hanya tampaknya saja ada
 Alasan: Batang sangat pendek, sehingga semua daun
seolah-olah akan keluar dari bagian atas akar dan
tersusum rapat atau sering disebut roset.
 Misalnya Rhapanus sativus
 Akan memperlihatkan batang dengan nyata paa waktu
berbunga.
 Dari tengah roset daun akan muncul batang yang
tumbuh cepat dengan daun yang jarang, bercabang, dan
mendukung bunganya.
Batang
2. Tumbuhan yang jelas berbatang
BATANG
Herbaceus
Lignosus Calmus
Calamus
1. Herbaceus (batang basah), yaitu batang yang lunak dan
berair,
contoh : Amaranthus spinosus, Portulaca oleracea
Amaranthus spinosus
Portulaca oleracea
Batang
2. Lignosus (batang berkayu)
batang yang biasa keras dan kuat, karenasebagian besar
terdiri atas kayu, yang terdapat pada pohon-pohon dan
semak-semak pada umumnya.
POHON SEMAK
Tumbuhan yang tinggi besar Tumbuhan yang tak seberapa besar
Batang berkayu Batang berkayu
Bercabang jauh dari permukaan tanah Bercabang dekat permukaan tanah
Contoh: Mangifera indica Contoh: Sida rhombifolia
Mangifera indica
Sida rhombifolia
Batang Berkayu
Batang
3. Calmus (batang rumput)
batang yang tidak keras,
mempunyai ruas-ruas yang nyata
dan seringkali berongga. Contoh:
Padi (Oriza sativa) dan rumput
(Gramineae)
4. Calamus (batang mendong)
seperti batang rumpt, tetapi
mempunyai ruas-ruas yang lebih
panjang, contoh: Mendong
(Fiimbristylis globulosa Kunt), wlingi
(Scirpus grassus L.), dan tumbuhan
sebangsa teki (Cyperaceae)
Oriza sativa
Scirpus grassus L
Bentuk
Batang
Bulat
(Teres)
Bersegi
(Angularis)
Pipih
Segi tiga Segi Empat Filokladia Kladodia
Bentuk batang
• Monokotil : Batang bagian bawah sampai keujung bisa
dibilang sama
• Dikotil : batang bagian bawahnya lebih besar dan
keujung semakin kecil
Macam-macam bentuk batang (penampang
melintang):
1. Bulat
Ex : Bambusa sp.
2. Bersegi
- Bangun segi tiga, ex : Cyperus rotundus
- Segi empat : batang markisah
Passiflora quadrangularis
Bentuk batang
Bulat
Bambusa sp
Bersegi
3. Pipih  biasanya lalu melebar
menyerupai daun dan mengambil
alih tugas daun pula. Batang yang
demikian dinamakan :
Filokladia : amat pipih dan
pertumbuhan terbatas, ex :
Jakang.
Kladodia : masih tumbuh terus
dan mengadakan percabangan,
Misalnya: Kaktus.
Jakang
Kaktus.
Sifat permukaan batang
Licin(laevis) : batang
jagung.
Berusuk(costatus) :
permukaan terdapat
rigi-rigi yg membujur,
ex : iler.
Sifat Permukaan Batang
Beralur(sulcatus)
: membujur batang
tdp alur2 yg jelas,
ex : Cereus
peruvianus.
Bersayap(alatus)
: batang bersegi, pd
sudut2nya terdapat
pelebaran yg tipis
ex : pada ubi dan
markisah.
Cereus peruvianus
Passiflora quadrangularis
Discorea alata L.
Berambut (pilosus)
• Contoh: tembakau (Nicotiana tobacum L)
Berduri (spinosus)
• Contoh: Mawar
Memperlihatkan bekas-bekas daun
• Contoh: Pepaya (Carica papaya)
Sifat Permukaan Batang
Sifat Permukaan Batang
Memperlihatkan bekas-bekas daun
penumpu
• Contoh: Nangka (Artocarpus integra Merr)
Memperlihatkan banyak lentisel
• Contoh: Sengon (Albizzia stipulata Bolv)
Keadaan-keadaan lain
• Contoh: Pohon kayu putih (Melaleuca
leucadendron L.)
Arah Tumbuh Batang
1.
• Tegak lurus (Erectus)
2.
• Menggantung (Dependents, pendulus
3.
• Berbaring (Humifusus)
4.
• Menjalar atau merayap (Repens)
5.
• Serong ke atas atau condong (Ascendents)
Arah Tumbuh Batang
6.
•Mengangguk (Nutans)
7.
•Memanjat (Scandens)
8.
•Membelit (Volubilis)
Arah Tumbuh Batang
a. Tegak lurus (erectus), jika arahnya lurus
ke atas, misal papaya
b. Menggantung (dependen, pendulus),
biasanya pada tumbuhan yang hidup di
lereng atau tepi jurang, seperti Zebrina
pendula Schnitzl atau tumbuhan epifit
seperti anggrek (Orchidaceae) tertentu
c. Berbaring (humifusus), jika batang terletak
pada permukaan tanah, hanya ujungnya
saja yang sedikit membengkok ke atas,
misal semangka (Citrullus vulgaris Schard)
Citrullus vulgaris Schard
Carica papaya
anggrek
Arah Tumbuh Batang
d. Menjalar atau merayap (repens),
batang berbaring, tetapi dari buku-
bukunya keluar akar-akar, misal
ubi jalar (Ipomoea batatas Poir.)
e. Serong ke atas atau condong
(ascendens), pangkal batang
seperti hendak berbaring tetapi
bagian lainnya lalu membelok ke
atas, misal pada kacang tanah
(Arachis hypogea L.)
f. Mengangguk (nutans), batang
tumbuh tegak lurus ke atas tetapi
ujungnya lalu membengkok lagi ke
bawah, misal bunga matahari
(Helianthus annuus)
Helianthus annuus
Arachis hypogea L
ubi jalar
Arah Tumbuh Batang
g. Memanjat (scandens), jika batang tumbuh ke
atas menggunakan penunjang. Penunjang
dapat berupa benda mati maupun tumbuhan
lain. Alat khusus berpegangan pada
penunjangnya, misal cabang pembelit, daun
pembelit.
Akar Pelekat
• Contoh: Sirih
Akar Pembelit
• Contoh: Panili
Cabang pembelit (sulur dahan)
• Contoh: anggur (Vitis venefera)
Daun Pembelit sulur
Contoh: daun kembang sungsang
Alat Khusus Berpegangan pada Penunjang
Alat Khusus Berpegangan pada Penunjang
Tangkai pembelit
• Kapri
Duri
• Contoh: Mawar
Duri daun
• Contoh: Rotan
Kait
Contoh: Gambir
h. Membelit (volubilis), jika batang naik ke atas dengan
menggunakanpenunjang seperti batang yang memanjat
tetapi tidak menggunakan alat khusus, melainkan
batangnya sendiri naik dengan melilit penunjangnya.
a. Membelit ke kiri (sinistrorsum
volubilis), berlawanan arah
jarum jam, misal kembang
telang
b. Membelit ke kanan
(dextrorsum volubilis), arah
lilitannya sama dengan arah
gerakan jarum jam, contoh
gadung (Dioscorea hispida
Dennst.)
kembang telang
Dioscorea hispida Dennst
Alat Pembelit (Sulur)
Alat pembelit atau sulur adalah bagian tumbuhan
yang biasanya menyerupai spiral
Sulur berguna untuk membelit benda-benda yang
disentuhnya, yaitu untuk berpegangan saat
tumbuhan ini berusaha mendapatkan penunjang
untuk dapat naik ke atas.
Terdapat pada tumbuhan memanjat.
Alat pembelit atau sulur merupakan metamorfosis
salah satu bagian pokok tumbuhan (daun, batang,
dan akar). Biasanya merupakan metamorfosis akar,
dahan/cabang, daun atau sebagian daun saja.
Berdasarkan
asalnya
Cabang
Pembelit
Daun
Pembelit
Tangkai Daun
Ujung Daun
Ujung Ibu
Tangkai Daun
Akar
Pembelit
Macam-macam Alat Pembelit
Menurut asalnya alat pembelit dapat
dibedakan dalam:
a. Cabang Pembelit (sulur
dahan/cabang), yaitu alat pembelit
yang terjadi dari cabang atau tunas.
Hal ini terlihat dari tempatnya, yaitu
dalam ketiak daun atau berhadapan
dengan daun, seringkali masih
mendukung daun-daun kecil.
Misalnya pada Air Mata Pengantin
(Antigonon leptopus Hook et Arn.),
Anggur (Vitis vinifera L.), dan
Markisah (Passiflora quadrangularis
L.)
b. Daun Pembelit (sulur daun), yaitu alat
pembelit yang biasanya merupakan
metamorfosis suatu bagian daun
(bukan dari berasal daun seluruhnya).
Daun pembelit dapat berasal dari
bagian daun yaitu pada:
 Tangkai daun, misalnya pada
Clematis
 Ujung daun, misalnya pada Kembang
Sungsang (Gloriosa superba L.)
 Ujung ibu tangkai daun (pada daun
majemuk), misalnya pada Kacang
Kapri (Pisum sativum L.).
• Akar Pembelit, yaitu akar yang berubah
menjadi suatu alat pembelit. Misalnya
pada Panili (Vanilla planifolia Andr.).
Percabangan pada Batang
Batang suatu tumbuhan ada yang bercabang ada yang
tidak bercabang. Percabangan tersebut terjadi melalui
aktifitas tunas aksilar atau tunas adventitis.
Batang
Bercabang
Tidak
Bercabang
(Batang
Monocaulis)
Kebanyakan dari
golongan
monocotyledoneae
Batang yang tidak bercabang misalnya pada jagung (Zea
mays), (Oryza sativa)
Zea mays
Oryza sativa
Cara Percabangan
Monopodial Cemara
Simpodial Sawo manila
Dikotom/Menggarpu Paku Andam
Macam-macam cara percabangan
Batang Monocaulis, yaitu batang yang
pertumbuhannya didommir oleh kuncup ujung,
kuncup lateral mereduksi atau berkembang
membentuk struktur batang tunggal.
Batang monocaulis dapat dibedakan menjadi 2
macam yaitu:
Monocaulis monocarpi, apabila kuncup ujung
pada umur tertentu berubah menjadi perbungaan
terminal, sehingga otomatis pertumbuhan batang
terhenti, misalnya pada kelurga pisang (Musaceae),
empon-empon (Zingiberaceae), garut
(Maranthaceae), Ganyong (Cannaceae), dan jenis
palem sagu (Metroxylon sagoo)
Monocaulis polycarpi, apabila kuncup ujung tetap
berfungsi, tetapi kuncup samping berubah menjadi
perbungaan, misalnya kelapa (Cocos nucfera), dan
aren (Arenga pinnata).
Batang yang tidak bercabang (Batang Monocaulis)
1. Monopodial, yaitu apabil batang
pokok tampak jelas, karena lebih besar
dan lebih panjang (lebih cepat
pertumbuhannya ) dibandingkan
cabang-cabangnya.
Suatu batang atau cabang dapat
tumbuh terus sebagai aktifitas meristem
apeks, membentuk batang atau cabang
tunggal, yaitu hanya terdiri dari satu
unit batang (Caulomer). Kuncup
lateral tumbuh, tetapi pertumbuhannya
kurang baik dibanding kuncup
ujung, disini batang pokok akan nampak
jelas, misalnya sengon
(Paraserianthesfalcataria), jati (Tectona
grandis), Cemara (Casuaria
equisetifolia L.)
Macam-macam cara Percabangan:
Cemara (Casuaria equisetifolia L.)
2. Simpodial, batang pokok sukar ditentukan, karena dalam
perkembangannya selanjutnya mungkin lalu menghentikan
pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya
dibandingkan cabangnya. batang yang pertumbuhannya didominir oleh
kuncup samping, kuncup ujung pertumbuhannya lambat atau tereduksi,
sehingga dapat menimbulkan tipe percabangan dichotomus
(menggarpu).
Contoh: sawo manila (Achras zapota L.)
3. Percabangan Menggarpu atau dikotom, yaitu cara
percabangan yang batang setiapa kali menjadi dua cabang
yang sama besarnya.
Contoh: paku andam
Dahan (Ramus): cabang besar yang biasanya langsung
keluar dari batang pokok.
Ranting (Ramulus): Cabang-cabang yang kecil.
Geragih (flagellum, stolo), yaitu
cabang kecil panjang tumbuh
merayap, dari nodusnya ke atas
keluar tunas baru dan ke bawah
tumbuh akar.
-merayap di atas tanah
misal: Daun kaki kuda (Centella
asiatica), arbe (Fragraria vesca L.)
-merayap di dalam tanah,
misal: teki (Cyperus
Rotundus), kentang (Solanum
tuberosum L.)
Centella asiatica
Macam-macam cabang berdasar sifatnya:
Wiwilan atau tunas air (virga singularis),
yaitu cabang yang biasanya tumbuh cepat
dengan ruas-ruas panjang, dan seringkali
berasal dari kuncup liar.
Misal : Coffea sp dan Theobroma cacao
Sifat Cabang Batang
Sirung panjang (virga), yaitu cabang-cabang yang
biasanya pendukung daun-daun dan mempunyai ruas
yang cukup panjang. Pada cabang-cabang ini tidak pernah
dihasilkan bunga sehingga disebut cabang yang mandul
(steril)
Sirung pendek (virgula atau virgula sucrescens), yaitu
cabang-cabang kecil dengan ruas pendek yang selain
daun biasanya merupakan pendukung bunga dan buah.
Cabang ini dapat menghasilkan alat perkembangbiakan
bagi tumbuhan sehingga disebut batang yang subur
(fertil).
Sifat Cabang Batang
Arah tumbuh cabang batang memiliki dua tipe yaitu
Tegak (ortotrop) dan mendatar (flagiotrop), tetapi dalam
perkembangannya arah tumbuh cabang batang terhadap
batang pokok dapat diidentifikasi menjadi lima pola,
yaitu tegak, condong keatas, tegak, menggantung, dan
condong ke bawah.
Arah Tumbuh Cabang:
Arah Tumbuh
Batang
Tegak
(fastigiatus)
Condong ke
atas (patens)
Mendatar
(horizontalis)
Terkulai
(declinatus)
Bergantung
(pendulus)
Arah Tumbuh Batang
Tegak (fastigiatus), yaitu jika sudut
antara batang dan cabang amat kecil,
arah tumbuh cabang hanya pada
pangkalnya saja sedikit serong ke atas,
tetapi
selanjutnya hampir sejajar dengan
batang pokok. Contoh: Coffea sp
Condong ke atas (patens), yaitu jika
cabang dengan batang pokok
membentuk
sudut kurang lebih 45̊ . Contoh : pohon
cemara (Cassuarina equisetifolia).
Coffea sp
cemara
Macam-macam Arah Tumbuh Batang:
Mendatar (horizontalis), yaitu jika
cabang dengan batang pokok
membentuk
sudut kurang lebih 90̊ .
Contoh: pohon randu (Ceiba pentandra)
Terkulai (declinatus), yaitu jika cabang
pada pangkalnya mendatar, ujungnya
lalu melengkung ke bawah.
Contoh: Coffea robusta
Bergantung (pendulus), yaitu jika
cabang-cabang yang tumbuhnya ke
bawah
Contoh: cabang-cabang tertentu pada
Salix
Macam-macam Arah Tumbuh Batang:
Penggolongan umur tanaman
Tumbuhan
Anual
Tumbuhan Bienial
(dua tahun)
Tumbuhan
menahun
Zea mays Beta vulgaris
zingiberaceae
Bagian-bagian pohon dan sifat-
sifatnya:
a. Perkembangan batang pokok
 Batang simpodial yaitu pekembangan batang
pokok yang terbagi dua atau lebih.
 Batang monopodial yaitu perkembangan
batang pokok yang tidak terbagi
b. Perkembangan cabang
 Percabangan ritmik yaitu apabila beberapa
cabang tumbuh pada ketinggian tertentu pada
batang berulang dengan jarak anatara
kelompok cabang yang satu dengan kelompok
cabang berikutnya jelas terlihat.
 Percabangan menerus yaitu apabila suatu
cabang tumbuh pada ketinggian tertentu pada
batang pokok di ikuti cabang-cabang lain,
demikian seterusnya dan tidak jelas
berulangnya.
 Cabang ortotropik yaitu arah
pertumbuhannya menuju ke atas dan bagian
kuncup ujung cabang ataupun ujung rantik
tampak menghadap ke atas.
 Cabang plagiotropik, apabila arah
pertumbuhannya menuju ke samping dan
kuncup ujung menghadap ke samping atau
terkulai ke bawah.
c. Letak bunga atau perbungaan
 Cabang simpodial yaitu pertumbuhan terbagi
menjadi dua atau lebih pada setiap modul.
 Cabang monopodial yaitu pertumbuhan
cabang terus berlanjut tanpa meristem yang
terbagi.
Arsitektur
batang
MODEL RAUH
MODEL ATTIMS
MODEL
MASSART
MODEL
AUBREVILLE
MODEL ROUX
MODEL TROLL
MODEL RAUH
Batang monopodial
dengan pertumbuhan
secara ritmik dan
mengakibatkan
perkembangan
percabangan dimana
secara morfologi identik
dengan batang. Bunga
selalu lateral.
Contoh : Pinus merkusi ,
Artocarpus heterophyllus
(nanggka)
MODEL ATTIMS
Batang monopodial
dengan cabang-cabang
yang tidak
ritmik(disebut cabang
menerus) pada batang.
Cabang monopodial
dan orthotropik.
Contoh : cemara
(Casuarina equisetifolia)
MODEL MASSART
Batang monopodial dan
ortroprik, percabangan
ritmik. Cabang
modopdial dan
plagiotropik.
Contoh : Ceiba petandra
MODEL AUBREVILLE
Batang monopodial dengan
pertumbuhan tahap demi
tahap bersamaan dengan
pertumbuhan cabangnya
simpodial yang bersifat
terminal. Perkembangan
cabang plagiotropik. Model
arsitektur ini dikenal pula
dengan nama pagoda.
Contoh : ketapang
(Terminalia bellirica, T.
Catappa)
MODEL ROUX
Batang modopodial dan
ortotropik.
Contoh : Duria ( Durio
Zibethinus)
MODEL TROLL
Batang tumbuh
Plagiotropik secara
kontinu. cabang-cabang
monopodial dan
Plagiotropik.
Contoh : belimbing
(Averrhoa carambola)
TERIMA
KASIH

morfologi batang

  • 1.
    BATANG KELOMPOK 8 Disusun oleh DwiGunarti Aji (440141460) Brasti Nurhidayah (44014160) Diah Sapitri (4401416022) Dyah Arum (44014160) Fajrin Nabila (44014160)
  • 2.
    Batang  Merupakantubuh tumbuhanyang amat penting selain akar dan daun.  Dapat disamakan sebagaisumbu tubuh tumbuhan  Batang tumbuh pada titik tumbuh, yakni pada Meristem Apeks (pucuk). Dari meristem tersebut dihasilkan pula bakal daun yang mula-mula berbentuk tonjolan, kemudian berkembang lebih cepat dari ujung batang itu sendiri, sehingga bakal daun menutupi meristem apeks.
  • 3.
    Sifat-sifat Batang Berbentuk panjangbulat seperti silinder Terdiri oleh ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku Tumbuh ke atas menuju cahaya Selalu bertambah panjang di ujungnya Mengadakan percabangan Umumnya tidak berwarna hijau
  • 4.
    Tugas Batang  Mendukungbagian tumbuhanyang ada di atas tanah  Dengan percabangannya memperluas bidang asimilasi  Jalan pengangukutanair danzat-zat makanan  Tempat penimbunan zat-zat cadangan makanan
  • 5.
  • 6.
    Batang 1. Tumbuhan yangtidak berbatang (Planta Acaulis)  Sebenarnya tidak ada, hanya tampaknya saja ada  Alasan: Batang sangat pendek, sehingga semua daun seolah-olah akan keluar dari bagian atas akar dan tersusum rapat atau sering disebut roset.  Misalnya Rhapanus sativus  Akan memperlihatkan batang dengan nyata paa waktu berbunga.  Dari tengah roset daun akan muncul batang yang tumbuh cepat dengan daun yang jarang, bercabang, dan mendukung bunganya.
  • 7.
    Batang 2. Tumbuhan yangjelas berbatang BATANG Herbaceus Lignosus Calmus Calamus
  • 8.
    1. Herbaceus (batangbasah), yaitu batang yang lunak dan berair, contoh : Amaranthus spinosus, Portulaca oleracea Amaranthus spinosus Portulaca oleracea
  • 9.
    Batang 2. Lignosus (batangberkayu) batang yang biasa keras dan kuat, karenasebagian besar terdiri atas kayu, yang terdapat pada pohon-pohon dan semak-semak pada umumnya. POHON SEMAK Tumbuhan yang tinggi besar Tumbuhan yang tak seberapa besar Batang berkayu Batang berkayu Bercabang jauh dari permukaan tanah Bercabang dekat permukaan tanah Contoh: Mangifera indica Contoh: Sida rhombifolia
  • 10.
  • 11.
    Batang 3. Calmus (batangrumput) batang yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata dan seringkali berongga. Contoh: Padi (Oriza sativa) dan rumput (Gramineae) 4. Calamus (batang mendong) seperti batang rumpt, tetapi mempunyai ruas-ruas yang lebih panjang, contoh: Mendong (Fiimbristylis globulosa Kunt), wlingi (Scirpus grassus L.), dan tumbuhan sebangsa teki (Cyperaceae) Oriza sativa Scirpus grassus L
  • 12.
  • 13.
    Bentuk batang • Monokotil: Batang bagian bawah sampai keujung bisa dibilang sama • Dikotil : batang bagian bawahnya lebih besar dan keujung semakin kecil Macam-macam bentuk batang (penampang melintang): 1. Bulat Ex : Bambusa sp. 2. Bersegi - Bangun segi tiga, ex : Cyperus rotundus - Segi empat : batang markisah
  • 14.
  • 15.
    3. Pipih biasanya lalu melebar menyerupai daun dan mengambil alih tugas daun pula. Batang yang demikian dinamakan : Filokladia : amat pipih dan pertumbuhan terbatas, ex : Jakang. Kladodia : masih tumbuh terus dan mengadakan percabangan, Misalnya: Kaktus. Jakang Kaktus.
  • 16.
    Sifat permukaan batang Licin(laevis): batang jagung. Berusuk(costatus) : permukaan terdapat rigi-rigi yg membujur, ex : iler.
  • 17.
    Sifat Permukaan Batang Beralur(sulcatus) :membujur batang tdp alur2 yg jelas, ex : Cereus peruvianus. Bersayap(alatus) : batang bersegi, pd sudut2nya terdapat pelebaran yg tipis ex : pada ubi dan markisah. Cereus peruvianus Passiflora quadrangularis Discorea alata L.
  • 18.
    Berambut (pilosus) • Contoh:tembakau (Nicotiana tobacum L) Berduri (spinosus) • Contoh: Mawar Memperlihatkan bekas-bekas daun • Contoh: Pepaya (Carica papaya) Sifat Permukaan Batang
  • 19.
    Sifat Permukaan Batang Memperlihatkanbekas-bekas daun penumpu • Contoh: Nangka (Artocarpus integra Merr) Memperlihatkan banyak lentisel • Contoh: Sengon (Albizzia stipulata Bolv) Keadaan-keadaan lain • Contoh: Pohon kayu putih (Melaleuca leucadendron L.)
  • 20.
    Arah Tumbuh Batang 1. •Tegak lurus (Erectus) 2. • Menggantung (Dependents, pendulus 3. • Berbaring (Humifusus) 4. • Menjalar atau merayap (Repens) 5. • Serong ke atas atau condong (Ascendents)
  • 21.
    Arah Tumbuh Batang 6. •Mengangguk(Nutans) 7. •Memanjat (Scandens) 8. •Membelit (Volubilis)
  • 22.
    Arah Tumbuh Batang a.Tegak lurus (erectus), jika arahnya lurus ke atas, misal papaya b. Menggantung (dependen, pendulus), biasanya pada tumbuhan yang hidup di lereng atau tepi jurang, seperti Zebrina pendula Schnitzl atau tumbuhan epifit seperti anggrek (Orchidaceae) tertentu c. Berbaring (humifusus), jika batang terletak pada permukaan tanah, hanya ujungnya saja yang sedikit membengkok ke atas, misal semangka (Citrullus vulgaris Schard) Citrullus vulgaris Schard Carica papaya anggrek
  • 23.
    Arah Tumbuh Batang d.Menjalar atau merayap (repens), batang berbaring, tetapi dari buku- bukunya keluar akar-akar, misal ubi jalar (Ipomoea batatas Poir.) e. Serong ke atas atau condong (ascendens), pangkal batang seperti hendak berbaring tetapi bagian lainnya lalu membelok ke atas, misal pada kacang tanah (Arachis hypogea L.) f. Mengangguk (nutans), batang tumbuh tegak lurus ke atas tetapi ujungnya lalu membengkok lagi ke bawah, misal bunga matahari (Helianthus annuus) Helianthus annuus Arachis hypogea L ubi jalar
  • 24.
    Arah Tumbuh Batang g.Memanjat (scandens), jika batang tumbuh ke atas menggunakan penunjang. Penunjang dapat berupa benda mati maupun tumbuhan lain. Alat khusus berpegangan pada penunjangnya, misal cabang pembelit, daun pembelit.
  • 25.
    Akar Pelekat • Contoh:Sirih Akar Pembelit • Contoh: Panili Cabang pembelit (sulur dahan) • Contoh: anggur (Vitis venefera) Daun Pembelit sulur Contoh: daun kembang sungsang Alat Khusus Berpegangan pada Penunjang
  • 26.
    Alat Khusus Berpeganganpada Penunjang Tangkai pembelit • Kapri Duri • Contoh: Mawar Duri daun • Contoh: Rotan Kait Contoh: Gambir
  • 27.
    h. Membelit (volubilis),jika batang naik ke atas dengan menggunakanpenunjang seperti batang yang memanjat tetapi tidak menggunakan alat khusus, melainkan batangnya sendiri naik dengan melilit penunjangnya. a. Membelit ke kiri (sinistrorsum volubilis), berlawanan arah jarum jam, misal kembang telang b. Membelit ke kanan (dextrorsum volubilis), arah lilitannya sama dengan arah gerakan jarum jam, contoh gadung (Dioscorea hispida Dennst.) kembang telang Dioscorea hispida Dennst
  • 28.
    Alat Pembelit (Sulur) Alatpembelit atau sulur adalah bagian tumbuhan yang biasanya menyerupai spiral Sulur berguna untuk membelit benda-benda yang disentuhnya, yaitu untuk berpegangan saat tumbuhan ini berusaha mendapatkan penunjang untuk dapat naik ke atas. Terdapat pada tumbuhan memanjat. Alat pembelit atau sulur merupakan metamorfosis salah satu bagian pokok tumbuhan (daun, batang, dan akar). Biasanya merupakan metamorfosis akar, dahan/cabang, daun atau sebagian daun saja.
  • 29.
    Berdasarkan asalnya Cabang Pembelit Daun Pembelit Tangkai Daun Ujung Daun UjungIbu Tangkai Daun Akar Pembelit Macam-macam Alat Pembelit
  • 30.
    Menurut asalnya alatpembelit dapat dibedakan dalam: a. Cabang Pembelit (sulur dahan/cabang), yaitu alat pembelit yang terjadi dari cabang atau tunas. Hal ini terlihat dari tempatnya, yaitu dalam ketiak daun atau berhadapan dengan daun, seringkali masih mendukung daun-daun kecil. Misalnya pada Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus Hook et Arn.), Anggur (Vitis vinifera L.), dan Markisah (Passiflora quadrangularis L.)
  • 31.
    b. Daun Pembelit(sulur daun), yaitu alat pembelit yang biasanya merupakan metamorfosis suatu bagian daun (bukan dari berasal daun seluruhnya). Daun pembelit dapat berasal dari bagian daun yaitu pada:  Tangkai daun, misalnya pada Clematis  Ujung daun, misalnya pada Kembang Sungsang (Gloriosa superba L.)  Ujung ibu tangkai daun (pada daun majemuk), misalnya pada Kacang Kapri (Pisum sativum L.).
  • 32.
    • Akar Pembelit,yaitu akar yang berubah menjadi suatu alat pembelit. Misalnya pada Panili (Vanilla planifolia Andr.).
  • 33.
    Percabangan pada Batang Batangsuatu tumbuhan ada yang bercabang ada yang tidak bercabang. Percabangan tersebut terjadi melalui aktifitas tunas aksilar atau tunas adventitis. Batang Bercabang Tidak Bercabang (Batang Monocaulis) Kebanyakan dari golongan monocotyledoneae
  • 34.
    Batang yang tidakbercabang misalnya pada jagung (Zea mays), (Oryza sativa) Zea mays Oryza sativa
  • 35.
    Cara Percabangan Monopodial Cemara SimpodialSawo manila Dikotom/Menggarpu Paku Andam Macam-macam cara percabangan
  • 36.
    Batang Monocaulis, yaitubatang yang pertumbuhannya didommir oleh kuncup ujung, kuncup lateral mereduksi atau berkembang membentuk struktur batang tunggal. Batang monocaulis dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu: Monocaulis monocarpi, apabila kuncup ujung pada umur tertentu berubah menjadi perbungaan terminal, sehingga otomatis pertumbuhan batang terhenti, misalnya pada kelurga pisang (Musaceae), empon-empon (Zingiberaceae), garut (Maranthaceae), Ganyong (Cannaceae), dan jenis palem sagu (Metroxylon sagoo) Monocaulis polycarpi, apabila kuncup ujung tetap berfungsi, tetapi kuncup samping berubah menjadi perbungaan, misalnya kelapa (Cocos nucfera), dan aren (Arenga pinnata). Batang yang tidak bercabang (Batang Monocaulis)
  • 37.
    1. Monopodial, yaituapabil batang pokok tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya ) dibandingkan cabang-cabangnya. Suatu batang atau cabang dapat tumbuh terus sebagai aktifitas meristem apeks, membentuk batang atau cabang tunggal, yaitu hanya terdiri dari satu unit batang (Caulomer). Kuncup lateral tumbuh, tetapi pertumbuhannya kurang baik dibanding kuncup ujung, disini batang pokok akan nampak jelas, misalnya sengon (Paraserianthesfalcataria), jati (Tectona grandis), Cemara (Casuaria equisetifolia L.) Macam-macam cara Percabangan: Cemara (Casuaria equisetifolia L.)
  • 38.
    2. Simpodial, batangpokok sukar ditentukan, karena dalam perkembangannya selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan cabangnya. batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup samping, kuncup ujung pertumbuhannya lambat atau tereduksi, sehingga dapat menimbulkan tipe percabangan dichotomus (menggarpu). Contoh: sawo manila (Achras zapota L.)
  • 39.
    3. Percabangan Menggarpuatau dikotom, yaitu cara percabangan yang batang setiapa kali menjadi dua cabang yang sama besarnya. Contoh: paku andam Dahan (Ramus): cabang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokok. Ranting (Ramulus): Cabang-cabang yang kecil.
  • 40.
    Geragih (flagellum, stolo),yaitu cabang kecil panjang tumbuh merayap, dari nodusnya ke atas keluar tunas baru dan ke bawah tumbuh akar. -merayap di atas tanah misal: Daun kaki kuda (Centella asiatica), arbe (Fragraria vesca L.) -merayap di dalam tanah, misal: teki (Cyperus Rotundus), kentang (Solanum tuberosum L.) Centella asiatica Macam-macam cabang berdasar sifatnya:
  • 41.
    Wiwilan atau tunasair (virga singularis), yaitu cabang yang biasanya tumbuh cepat dengan ruas-ruas panjang, dan seringkali berasal dari kuncup liar. Misal : Coffea sp dan Theobroma cacao Sifat Cabang Batang
  • 42.
    Sirung panjang (virga),yaitu cabang-cabang yang biasanya pendukung daun-daun dan mempunyai ruas yang cukup panjang. Pada cabang-cabang ini tidak pernah dihasilkan bunga sehingga disebut cabang yang mandul (steril) Sirung pendek (virgula atau virgula sucrescens), yaitu cabang-cabang kecil dengan ruas pendek yang selain daun biasanya merupakan pendukung bunga dan buah. Cabang ini dapat menghasilkan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan sehingga disebut batang yang subur (fertil). Sifat Cabang Batang
  • 43.
    Arah tumbuh cabangbatang memiliki dua tipe yaitu Tegak (ortotrop) dan mendatar (flagiotrop), tetapi dalam perkembangannya arah tumbuh cabang batang terhadap batang pokok dapat diidentifikasi menjadi lima pola, yaitu tegak, condong keatas, tegak, menggantung, dan condong ke bawah. Arah Tumbuh Cabang:
  • 44.
    Arah Tumbuh Batang Tegak (fastigiatus) Condong ke atas(patens) Mendatar (horizontalis) Terkulai (declinatus) Bergantung (pendulus) Arah Tumbuh Batang
  • 45.
    Tegak (fastigiatus), yaitujika sudut antara batang dan cabang amat kecil, arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedikit serong ke atas, tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang pokok. Contoh: Coffea sp Condong ke atas (patens), yaitu jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut kurang lebih 45̊ . Contoh : pohon cemara (Cassuarina equisetifolia). Coffea sp cemara Macam-macam Arah Tumbuh Batang:
  • 46.
    Mendatar (horizontalis), yaitujika cabang dengan batang pokok membentuk sudut kurang lebih 90̊ . Contoh: pohon randu (Ceiba pentandra) Terkulai (declinatus), yaitu jika cabang pada pangkalnya mendatar, ujungnya lalu melengkung ke bawah. Contoh: Coffea robusta Bergantung (pendulus), yaitu jika cabang-cabang yang tumbuhnya ke bawah Contoh: cabang-cabang tertentu pada Salix Macam-macam Arah Tumbuh Batang:
  • 47.
    Penggolongan umur tanaman Tumbuhan Anual TumbuhanBienial (dua tahun) Tumbuhan menahun Zea mays Beta vulgaris zingiberaceae
  • 48.
    Bagian-bagian pohon dansifat- sifatnya: a. Perkembangan batang pokok  Batang simpodial yaitu pekembangan batang pokok yang terbagi dua atau lebih.  Batang monopodial yaitu perkembangan batang pokok yang tidak terbagi
  • 49.
    b. Perkembangan cabang Percabangan ritmik yaitu apabila beberapa cabang tumbuh pada ketinggian tertentu pada batang berulang dengan jarak anatara kelompok cabang yang satu dengan kelompok cabang berikutnya jelas terlihat.  Percabangan menerus yaitu apabila suatu cabang tumbuh pada ketinggian tertentu pada batang pokok di ikuti cabang-cabang lain, demikian seterusnya dan tidak jelas berulangnya.
  • 50.
     Cabang ortotropikyaitu arah pertumbuhannya menuju ke atas dan bagian kuncup ujung cabang ataupun ujung rantik tampak menghadap ke atas.  Cabang plagiotropik, apabila arah pertumbuhannya menuju ke samping dan kuncup ujung menghadap ke samping atau terkulai ke bawah.
  • 51.
    c. Letak bungaatau perbungaan  Cabang simpodial yaitu pertumbuhan terbagi menjadi dua atau lebih pada setiap modul.  Cabang monopodial yaitu pertumbuhan cabang terus berlanjut tanpa meristem yang terbagi.
  • 52.
  • 53.
    MODEL RAUH Batang monopodial denganpertumbuhan secara ritmik dan mengakibatkan perkembangan percabangan dimana secara morfologi identik dengan batang. Bunga selalu lateral. Contoh : Pinus merkusi , Artocarpus heterophyllus (nanggka)
  • 54.
    MODEL ATTIMS Batang monopodial dengancabang-cabang yang tidak ritmik(disebut cabang menerus) pada batang. Cabang monopodial dan orthotropik. Contoh : cemara (Casuarina equisetifolia)
  • 55.
    MODEL MASSART Batang monopodialdan ortroprik, percabangan ritmik. Cabang modopdial dan plagiotropik. Contoh : Ceiba petandra
  • 56.
    MODEL AUBREVILLE Batang monopodialdengan pertumbuhan tahap demi tahap bersamaan dengan pertumbuhan cabangnya simpodial yang bersifat terminal. Perkembangan cabang plagiotropik. Model arsitektur ini dikenal pula dengan nama pagoda. Contoh : ketapang (Terminalia bellirica, T. Catappa)
  • 57.
    MODEL ROUX Batang modopodialdan ortotropik. Contoh : Duria ( Durio Zibethinus)
  • 58.
    MODEL TROLL Batang tumbuh Plagiotropiksecara kontinu. cabang-cabang monopodial dan Plagiotropik. Contoh : belimbing (Averrhoa carambola)
  • 59.