Cervical Root Syndrome
Nurul Hikmah, S.Tr.Kes
Definisi
• Cervical root sydrome adalah suatu keadaan yang
disebabkan oleh iritasi atau penekanan akar saraf cervikal
oleh penonjolan discus intervetebralis yang akan
menimbulkan berupa nyeri leher yang menyebar ke bahu,
lengan atas dan bawah, parasthesia, dan kelemahan atau
spasme otot.
• Penyebab paling sering 70-75% dari kasus adalah gangguan
foramen saraf spinal karena kombinasi faktor-faktor
diantaranya penurunan puncak diskus dan perubahan
degeneratif dari sendi uncovertebral anterior
dan zygapophyseal sendi posterior (yaitu, spondylosis
cervical).
• Berbeda dengan gangguan lumbal, herniasi nukleus pulposus
hanya sekitar untuk 20 sampai 25 persen dari kasus
• Penelitian pada pasien dengan penyakit diskus cervikalis
menemukan bahwa kompresi akar saraf menyebabkan nyeri
anggota badan, sedangkan tekanan pada diskus menyebabkan
nyeri di leher dan perbatasan medial skapula.
ETIOLOGI & PATOGENESIS
PATOFIOLOGI
• Discus intervertebralis mengalami perubahan struktur
anatomi
• Discus akan mengalami penipisan
• Anulus fibrosus mengalami penekanan dan menonjol keluar
• Saraf mengalami penekanan
• Saraf yang mengalami penekanaan akan mengalami
peningkatan kepekaan saraf dan terjadi perubahan fisiologis
• Tekanan
• Stres
• Postur
• Bekerja dengan posisi leher yang menetap dalam waktu
lama
• Tidur dengan bantal yang tinggi
FAKTOR PREDISPOSISI
TANDA & GEJALA
• Daerah leher kaku (nyeri otot-otot leher yang terdapat di
leher)
• Nyeri leher akan cenderung merasa seperti terbakar, nyeri bisa
menjalar ke bahu, lengan, dan tangan keluhan tersa tebal atau
seprti tertusuk jarum.
• Nyeri yang tiba-tiba dan terus-menerus
• Bentuk leher yang abnormal
DIAGNOSA BANDING
• Spondilosis cervicalis
• Neuritis Medianus
• Carpal Tunnel Syndrome
• Claviculocostal syndrome
DIAGNOSIS
• ANAMNESIS
-Apakah keluhan itu didahului dengan trauma atau tidak
-Apakah datangnya mendadak atau perlahan-lahan
-Mengenai waktu dan lamanya: sudah berapa lama sakitnya
-Apakah sakitnya konstan atau intermiten
-Apakah sakitnya menjadi lebih berat atau sama seperti
waktu pertama kali terjadi
-Karakteristik sakitnya : apakah rasa terbakar, nyut-nyutan
atau rasa seperti ditusuk-tusuk
• Lokasi sakitnya : apakah menjadi hebat jika berdiri, duduk
atau berbaring
• Apakah sakitnya lebih berat kalau bergerak atau tidak
bergerak
• Apakah ada gangguan sensibilitas
• Apakah ada gangguan fungsi BAB dan BAK
• Apakah penderita mempunyai problem sebelumnya
• Apakah ada keluarga penderita yang mempunyai keluhan yang
sama
• Apakah sakitnya bertambah jika berada dirumah, ditempat
kerja atau dimobil
• Apakah akhir-akhir ini penderita mengalami stress fisik ata
uemosional
• Disamping pertanyaan-pertanyaan diatas, harus ditanyakan
juga riwayatkebiasaan penderita seperti : cara tidur, bekerja
pada posisi yang menetap cukup lamadan lain-lain.
PEMERIKSAAN FISIK
penderita cervical root syndrome saat dilakukan inspeksi dan
palpasi akan merasakan :
1. Nyeri kaku pada leher
2. Rasa nyeri dan tebal dirambatkan ke ibu jari dan sisi radial
tangan
3.Dijumpai kelemahan pada biceps atau triceps
4. Berkurangnya reflex biceps
5. Dijumpai nyeri alih ( referred pain ) di bahu yang samar,
dimana nyeri bahu hanya dirasabertahan di daerah deltoideus
bagian lateral dan infrascapula atas.
• Tes Provokasi
dilakukan dengan cara pasien dalam keadaan duduk dan posisi
leher pasien idiekstensikandan kepala dirotasikan ke salah satu
sisi, kemudian berikan tekanan ke bawah pada puncak kepala
Tes Distraksi
Distraksi kepala akan
menghilangkan nyeri yang
diakibatkan oleh kompresi
terhadap radikssyaraf
Tindakan Intratekal
• Meningkatkan tekanan intratekal diawali dengan cara
menginstruksikan pasien mengejan sewaktu ia menahan
nafasnya. Hasil positif bila timbulnyeri radikuler yang
berpangkal di leher menjalar ke lengan.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, antara lain:
1.Foto rontgen yang perlu dibuat harus mencakup foto dengan
proyeksi anteroposterior, lateral, oblique kanan dan/atau kiri.
2.EMG
3.CT Scan
4.MRI
INTERVENSI FISIOTERAPI
• TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) Pemberian
TENS pada kasus cervical root syndrome ini bertujuan untuk
mengurangi nyeri melalui mekanisme segmental.
• Pemberian terapi latihan Hold relax (HR) dengan teknik dari
Propioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF).
• Streatching
• Tapping
TERIMA KASIH

Cervical Root Syndrome.pptx

  • 1.
  • 2.
    Definisi • Cervical rootsydrome adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh iritasi atau penekanan akar saraf cervikal oleh penonjolan discus intervetebralis yang akan menimbulkan berupa nyeri leher yang menyebar ke bahu, lengan atas dan bawah, parasthesia, dan kelemahan atau spasme otot.
  • 3.
    • Penyebab palingsering 70-75% dari kasus adalah gangguan foramen saraf spinal karena kombinasi faktor-faktor diantaranya penurunan puncak diskus dan perubahan degeneratif dari sendi uncovertebral anterior dan zygapophyseal sendi posterior (yaitu, spondylosis cervical). • Berbeda dengan gangguan lumbal, herniasi nukleus pulposus hanya sekitar untuk 20 sampai 25 persen dari kasus • Penelitian pada pasien dengan penyakit diskus cervikalis menemukan bahwa kompresi akar saraf menyebabkan nyeri anggota badan, sedangkan tekanan pada diskus menyebabkan nyeri di leher dan perbatasan medial skapula. ETIOLOGI & PATOGENESIS
  • 4.
    PATOFIOLOGI • Discus intervertebralismengalami perubahan struktur anatomi • Discus akan mengalami penipisan • Anulus fibrosus mengalami penekanan dan menonjol keluar • Saraf mengalami penekanan • Saraf yang mengalami penekanaan akan mengalami peningkatan kepekaan saraf dan terjadi perubahan fisiologis
  • 5.
    • Tekanan • Stres •Postur • Bekerja dengan posisi leher yang menetap dalam waktu lama • Tidur dengan bantal yang tinggi FAKTOR PREDISPOSISI
  • 6.
    TANDA & GEJALA •Daerah leher kaku (nyeri otot-otot leher yang terdapat di leher) • Nyeri leher akan cenderung merasa seperti terbakar, nyeri bisa menjalar ke bahu, lengan, dan tangan keluhan tersa tebal atau seprti tertusuk jarum. • Nyeri yang tiba-tiba dan terus-menerus • Bentuk leher yang abnormal
  • 7.
    DIAGNOSA BANDING • Spondilosiscervicalis • Neuritis Medianus • Carpal Tunnel Syndrome • Claviculocostal syndrome
  • 8.
    DIAGNOSIS • ANAMNESIS -Apakah keluhanitu didahului dengan trauma atau tidak -Apakah datangnya mendadak atau perlahan-lahan -Mengenai waktu dan lamanya: sudah berapa lama sakitnya -Apakah sakitnya konstan atau intermiten -Apakah sakitnya menjadi lebih berat atau sama seperti waktu pertama kali terjadi -Karakteristik sakitnya : apakah rasa terbakar, nyut-nyutan atau rasa seperti ditusuk-tusuk
  • 9.
    • Lokasi sakitnya: apakah menjadi hebat jika berdiri, duduk atau berbaring • Apakah sakitnya lebih berat kalau bergerak atau tidak bergerak • Apakah ada gangguan sensibilitas • Apakah ada gangguan fungsi BAB dan BAK • Apakah penderita mempunyai problem sebelumnya • Apakah ada keluarga penderita yang mempunyai keluhan yang sama • Apakah sakitnya bertambah jika berada dirumah, ditempat kerja atau dimobil • Apakah akhir-akhir ini penderita mengalami stress fisik ata uemosional • Disamping pertanyaan-pertanyaan diatas, harus ditanyakan juga riwayatkebiasaan penderita seperti : cara tidur, bekerja pada posisi yang menetap cukup lamadan lain-lain.
  • 10.
    PEMERIKSAAN FISIK penderita cervicalroot syndrome saat dilakukan inspeksi dan palpasi akan merasakan : 1. Nyeri kaku pada leher 2. Rasa nyeri dan tebal dirambatkan ke ibu jari dan sisi radial tangan 3.Dijumpai kelemahan pada biceps atau triceps 4. Berkurangnya reflex biceps 5. Dijumpai nyeri alih ( referred pain ) di bahu yang samar, dimana nyeri bahu hanya dirasabertahan di daerah deltoideus bagian lateral dan infrascapula atas.
  • 11.
    • Tes Provokasi dilakukandengan cara pasien dalam keadaan duduk dan posisi leher pasien idiekstensikandan kepala dirotasikan ke salah satu sisi, kemudian berikan tekanan ke bawah pada puncak kepala
  • 12.
    Tes Distraksi Distraksi kepalaakan menghilangkan nyeri yang diakibatkan oleh kompresi terhadap radikssyaraf
  • 13.
    Tindakan Intratekal • Meningkatkantekanan intratekal diawali dengan cara menginstruksikan pasien mengejan sewaktu ia menahan nafasnya. Hasil positif bila timbulnyeri radikuler yang berpangkal di leher menjalar ke lengan.
  • 14.
    Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjangyang dapat dilakukan, antara lain: 1.Foto rontgen yang perlu dibuat harus mencakup foto dengan proyeksi anteroposterior, lateral, oblique kanan dan/atau kiri. 2.EMG 3.CT Scan 4.MRI
  • 15.
    INTERVENSI FISIOTERAPI • TENS(transcutaneous electrical nerve stimulation) Pemberian TENS pada kasus cervical root syndrome ini bertujuan untuk mengurangi nyeri melalui mekanisme segmental.
  • 16.
    • Pemberian terapilatihan Hold relax (HR) dengan teknik dari Propioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF). • Streatching • Tapping
  • 17.