1
BAB I
HAKIKAT BAHAN AJAR DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Memahami dan memiliki wawasan mengenai Definisi Bahan Ajar dan Hakekat
Pengembangan Bahan Ajar
Indikator
1. Menjelaskan definisi bahan ajar
2. Menjelaskan perbedaan bahan ajar, sumber belajar, dan media pembelajaran
3. Menjelaskan kedudukan bahan ajar dalam kurikulum
4. Menjelaskan hakekat pengembangan bahan ajar
Materi
A. Pengertian Bahan Ajar
 Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan oleh guru dalam
melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Baha yg dimaksud berupa
bahan tertulis maupun tidak tertulis
 Bahan ajar merupakan informasi, alat dan atau teks yang diperlukan oleh guru
untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran
 Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis, baik
tertulis maupun tidak tertulis shg tercipta lingkungan atau suasana yang
memungkinkan siswa untuk belajar.
B. Perbedaan bahan ajar, sumber belajar, dan media pembelajaran
Sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar,
yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S.,
Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah,
2004). MenurutAssociation for Educational Communications and Technology
(AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu ataudaya yang dapat dimanfaat kan
oleh guru, baik secara t erpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan
2
belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan
pembelajaran.
Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru
apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan
seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat
atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat,
benda, orang at au buku yang tidak ada artinya apa-apa.
Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas, dapat disimpulkan
bahwa bahan aj ar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan aj ar adalah
segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktor dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa
Bahan tert ulis maupun bahan t idak tertulis.
C. Kedudukan bahan ajar dalam kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan BAHAN AJAR, serta cara yg digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (undang-
undang No. 20 tahun 2003)
TUJUAN
ISI/MATERI
EVALUASI
METODE
3
ISI KURIKULUM/ MATERI Adalah bahan/materi yang disusun untuk
diberikan kepada anak didik, agar dapat mencapai tujuan yg ditetapkan. Isi/bahan
ajar berkenaan dengan pengetahuan ilmiah dan pengalaman belajar lain disusun
dengan memperhatikan tingkat kesesuaian dengan jenis dan jenjang pendidikan,
tingkat perkembangan, kebutuhan anak, perkembangan dan tuntutan masyarakat,
serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
D. Pengertian pengembangan bahan ajar
Pengembangan bahan ajar adalah suatu proses pengembangan seperangkat
materi yang disusun secara sistematis, baik tertulis maupun tidak tertulis
sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk
belajar.
Soal
1. Jelaskan pengertian bahan ajar ditinjau dari definisi sumber belajar
2. Jelaskan pengertian pengembangan bahann ajar
4
BAB II
PEMBUATAN DAN PEMILIHAN BAHAN AJAR
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Memahami dan memiliki wawasan mengenai Prinsip Pembelajaran PAUD, Prinsip
Pembuatan bahan ajar PAUD, dan fungsi dan manfaat Pengembangan bahan ajar
PAUD
Indikator
1. Menyebutkan dan menjelaskan fungsi pembuatan bahan ajar
2. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan dan manfaat Pengembangan bahan ajar
3. Menjelaskan kriteria pemilihan bahan ajar
4. Menyebutkan dan menjelaskan isi bahan ajar
Materi
A. Fungsi pembuatan bahan ajar
1. Fungsi bagi pendidik
a. Menghemat waktu pendidik dalam mengajar
b. Mengubah peran seorang pendidik dari seorang pengajar menjadi
fasilitator
c. Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif
d. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam mengarahkan aktivitasnya
e. Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran
2. Fungsi bagi peserta didik
a. Peserta didik bisa belajar tanpa harus ada pendidik
b. Peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja ia kehendaki
c. Peserta didik dapat belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing
d. Peserta didik dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri
e. Membantu potensi peserta didik untuk menjadi peserta didik yang lebih
mandiri
f. sebagai pedoman bagi peserta didik yang akan mengrahkan aktivitasnya.
5
B. Tujuan pembuatan bahan ajar
1. Membantu peserta didik dalam mempelajari sesuatu
2. Menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar, sehingga mencgah timbulnya
rasa bosan pada peserta didik
3. Memudahkan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran
4. Agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik
5. Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan
mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan ajar yang sesuai
dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik.
6. Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar.
7. memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
C. Manfaat pengembangan bahan ajar
1. Manfaat bagi guru
a. Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan
kebutuhan belajar peserta didik.
b. Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk
diperoleh,
c. Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai
referensi,
d. Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis
bahan ajar,
e. Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan
peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada
gurunya.
f. Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.
2. Manfaat bagi Peserta Didik
a. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
b. Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan
terhadap kehadiran guru.
6
c. Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus
dikuasainya
3. Kriteria pemilihan bahan ajar
a. Bahan ajar harus sesuai, tepat, dan bermakna bagi perkemb anak didik.
b. Bahan ajar harus mencerminkan kenyataan sosial, artinya sesuai dg tuntutan
hidup nyata.
c. Bahan ajar mendukung pencapaian tujuan yang komprehensif, artinya
mengandung aspek intelektual, moral, dan sosial secara seimbang
d. Bahan ajar harus mengandung pengetahuan ilmiah yg teruji kebenarannya.
e. Bahan ajar harus mengandung bahan yg jelas, artinya teori, prinsip, dan
konsep yg terdapat didalamnya bikan hanya informasi faktual.
Kriteria memilih bahan ajar menurut pusat kurikulum (pukur):
a. Sahih (valid): teruji kebenarannya
b. Tingkat kepentingan: penting untuk dipelajari siswa
c. Kebermaknaan: materi bermakna luas
d. Layak dipelajari: dilihat dari kesulitannya materi layak dipelajari siswa.
e. Menarik minat: materi menarik shg siswa termotivasi untuk mempelajari
f. Isi bahan ajar
1. Pengetahuan
Meliputi fakta, konsep, prinsip, dll
2. Keterampilan
adalah materi atau bahan pembelajaran yang berhubungan dengan
kemampmengembangkan ide, memilih, menggunakan bahan, menggunaan
peralatan, dan teknik kerja.
3. Sikap atau nilai
adalah bahan untuk pembelajaran yang berkenaan dengan sikap ilmiah.
Antara lain nilai kebersamaan, kejujuran, kasih sayang, tolong menolong,
semangat dan minat belajar, semangat bekerja, menerima pendapat orang lain.
7
Ilmu pengetahuan ilmiah dan bentuk pengalaman belajar lain yang disajikan
kepada anak didik, memuat beberapa aspek:
1. Teori: definisi/ preposisi yang saling berhubungan
2. Konsep: definisi singkat dari sekelompok fakta/ gejala
3. Generalisasi: kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yg khusus.
4. Prinsip: ide utama yg mengembangkan hub antar beberapa konsep.
5. Fakta: informasi khusus terdiri dari orang, tempat, serta kejadian
6. Istilah: kata-kata perbendaharaan baru
7. Contoh/ilustrasi: proses yang bertujuan utk memperjelas suatu
uraian/pendapat
8. Definisi : penjelasan tentang makna/pengertian suatu hal.
Soal:
1. Sebut dan jelaskan isi bahan ajar!
2. Sebutkan contoh isi bahan ajar yang dapat diterapkan untuk anak usia dini!
8
BAB III
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAUD
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Memahami dan memiliki wawasan mengenai prinsip Pengembangan Bahana Ajar
dan Pemilihan Bahan Ajar PAUD
Indikator
1. Menyebutkan dan menjelaskan Prinsip Pengembangan Bahan Ajar PAUD
2. Menyebutkan dan menjelaskan Jenis-jenis Bahan Ajar PAUD
Materi
A. Prinsip pengembangan bahan ajar PAUD
1. Prinsip Umum
a. Prinsip relevansi
Bahan ajar harus memiliki kesesuaian secara internal dan eksternal
b. Prinsip fleksibilitas
Pengembagan bahan ajar harus memberi peluang bagi pelaksana untuk
menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah
c. Prinsip kontinuitas
Pengembangan bahan ajar harus memenuhi unsur kesinambungan secara
vertikal dan horisontal.
d. Prinsip efisiensi dan efektifitas
Pengembangan bahan ajar harus mendayagunakan waktu, biaya dan
sumber-sumber pendidikan secara optimal.
2. Prinsip khusus
a. Prinsip keilmuan, nilai, dan budi pekerti
b. Penguasaan integritas nasional
c. Kesinambungan etika, logika, estetika, dan kinetika
d. Kesamaan memperoleh kesempatan
e. Abad pengetahuan dan teknologi informasi
9
f. Pengembangan keterampilan hidup
g. Berpusat pada anak dengan penilaian yang berkelanjutan komprehensif
h. Pendekatan menyeluruh dan kemitraan
3. Prinsip pelaksanaan pengembangan bahan ajar
a. Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret
untuk memahami yang abstrak,
b. Pengulangan akan memperkuat pemahaman
c. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman
peserta didik
d. Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan belajar
e. Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan
mencapai ketinggian tertentu.
f. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk
terus mencapai tujuan
B. Jenis-jenis bahan ajar untuk anak usia dini
1. Menurut bentuknya:
a. Bahan ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti
antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet,
wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/maket.
b. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan
compact disk audio.
c. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk,
film.
d. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti
CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia
pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning
materials).
10
2. Menurut cara kerjanya:
a. Bahan ajar yang tidak diproyeksikan: bahan ajar yang tidak memerlukan
perangkat proyektor untuk memproyeksikan isi di dalamnya.
b. Bahan ajar yang diproyeksikan: bahan ajar yang memerlukan proyektor
agar bisa dimanfaatkan /dipelajari anak didik
c. Bahan ajar audio: bahan ajar yg berupa sinyal audio yang direkam dalam
suatu media rekam
d. Bahan ajar video yakni bahan ajar yg memerlukan alat pemutar yang
biasanya berbentuk video tape player, DVD, dsb.
e. Bahan ajar (media) komputer, yakni berbagai jenis bahan ajar non cetak
yang membutuhkan komputer untuk menayangkan sesuatu untuk belajar.
Soal:
1. Sebut dan jelaskan jenis-jenis bahan ajar
2. Sebutkan karakteristik bahan ajar audio, visual, audio visual, dan multimedia
untuk anak usia dini!
11
BAB IV
KONSEP DASAR PENYUSUNAN BAHAN AJAR, PROSEDUR DAN
IMPLEMENTASI
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Memahami dan memiliki wawasan mengenai Konsep Dasar Penyusunan Bahan
Ajar, Prosedur dan Implementasi Pengembangan Bahan Ajar PAUD
Indikator
1. Menjelaskan Konsep Dasar Penyusunan Bahan Ajar
2. Menjelaskan prosedur dan Implementasi Pengembangan Bahan Ajar PAUD
3. Menjelaskan dan praktik Pengembangan bahan ajar visual printed dan non
printed untuk AUD
4. Menjelaskan dan praktik Pengembangan bahan ajar audio untuk AUD
5. Menjelaskan dan praktik Pengembangan bahan ajar audio visual untuk AUD
6. Menjelaskan dan praktik Pengembangan bahan ajar Multimedia Interaktif untuk
AUD
Materi
A. Konsep dasar penyusunan bahan ajar
Ada tiga prinsip yang diperlukan dalam penyusunan bahan ajar. Ketiga
prinsip itu adalah relevansi, konsitensi, dan kecukupan. Relevansi artinya
keterkaitan atau berhubungan erat. Konsistensi maksudnya ketaatazasan atau
keajegan – tetap. Kecukupan maksudnya secara kuantitatif materi tersebut
memadai untuk dipelajari.
Prinsip relevansi atau keterkaitan atau berhubungan erat, maksudnya
adalah materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar
kompetensi dan kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan oleh
menghafalkan fakta, materi yang disajikan adalah fakta. Kalau kompetensi dasar
meminta kemampuan melakukan sesuatu, materi pelajarannya adalah prosedur
atau cara melakukan sesuatu. Begitulah seterusnya.
12
Prinsip konsistensi adalah ketaatazasan dalam penyusunan bahan ajar.
Misalnya kompetensi dasar meminta kemampuan siswa untuk menguasai tiga
macam konsep, materi yang disajikan juga tiga macam. Umpamanya kemampuan
yang diharapkan dikuasai siswa adalah menyusun paragraf deduktif, materinya
sekurang-kurangnya pengertian paragraf deduktif, cara menyusun paragraf
deduktif, dan cara merevisi paragraf deduktif. Artinya, apa yang diminta itulah
yang diberikan.
Prinsip kecukupan, artinya materi yang disajikan hendaknya cukup
memadai untuk mencapai kompetensi dasar. Materi tidak terlalu sedikit dan tidak
terlalu banyak. Jika materi terlalu sedikit, kemungkinan siswa tidak akan dapat
mencapai kompetensi dasar dengan memanfaatkan materi itu. Kalau materi
terlalu banyak akan banyak menyita waktu untuk mempelajarinya.
Ada beberapa prosedur yang harus diikuti dalam penyusunan bahan ajar.
Prosedur itu meliputi: (1) memahami standar isi dan standar kompetensi lulusan,
silabus, program semeter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran; (2)
mengidentifikasi jenis materi pembelajaran berdasarkan pemahaman terhadap
poin (1); (3) melakuan pemetaan materi; (4) menetapkan bentuk penyajian; (5)
menyusun struktur (kerangka) penyajian; (6) membaca buku sumber; (7)
mendraf (memburam) bahan ajar; (8) merevisi (menyunting) bahan ajar; (9)
mengujicobakan bahan ajar; dan (10) merevisi dan menulis akhir (finalisasi).
B. Teknik dan prosedur penyusunan bahan ajar
1. Analisis Kebutuhan Bahan Ajar
2. Analisis SK-KD-Indikator
3. Analisis Sumber Belajar
4. Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar
13
C. Pengembangan bahan ajar visual printed dan non printed untuk AUD
D. Pengembangan bahan ajar audio untuk AUD
E. Pengembangan bahan ajar audio visual untuk AUD
F. Pengembangan bahan ajar Multimedia Interaktif untuk AUD
Soal:
1. Sebut dan jelaskan prosedur penyusunan bahan ajar untuk anak usia dini?
2. Buatlah bahan ajar visual, audia, audio visual dan multimedia intaraktif untuk
anak usia dini!
14
BAB V
STRUKTUR DAN KOMPONEN KURIKULUM 2013 PAUD
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Memahami standar PAUD, struktur dan muatan kurikulum 2013 PAUD
Indikator
1. Menjelaskan standar PAUD 2014
2. Menjelaskan struktur dan muatan kurikulum PAUD
3. Menjelaskan dan membuat pengembangan muatan pembelajaran
Materi
A. Standar PAUD 2014
Standar PAUD terdiri atas:
1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak;
2. Standar Isi;
3. Standar Proses;
4. Standar Penilaian;
5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
6. Standar Sarana dan Prasarana;
7. Standar Pengelolaan; dan
8. Standar Pembiayaan.
Standar PAUD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam
pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Standar PAUD
menjadi acuan dalam pengembangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum
PAUD.
Dalam proses pengembangan bahan ajar untuk anak usia dini akan lebih
banyak dipelajari tentang standar isi. Standar isi adalah kriteria tentang lingkup
materi dan kompetensi menuju tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai
dengan tingkat usia anak. Pengembangan bahan ajar PAUD lebih banyak
15
membedah tentang materi dan kompetensi yang bisa disiapkan oleh guru untuk
mencapai tingkat pencapaian perkembangan pada usia tertentu.
Lingkup materi Standar Isi meliputi program pengembangan yang
disajikan dalam bentuk tema dan sub tema. Tema dan sub tema disusun sesuai
dengan karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan anak, dan budaya lokal.
Pelaksanaan tema dan sub tema dilakukan dalam kegiatan pengembangan
melalui bermain dan pembiasaan. Tema dan sub tema dikembangkan dengan
memuat unsur-unsur nilai agama dan moral, kemampuan berpikir, kemampuan
berbahasa, kemampuan sosial-emosional, kemampuan fisik-motorik, serta
apresiasi terhadap seni.
Lingkup perkembangan sesuai tingkat usia anak meliputi aspek nilai agama
dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Nilai
agama dan moral meliputi kemampuan mengenal nilai agama yang dianut,
mengerjakan ibadah, berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga
kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari besar agama, menghormati, dan
toleran terhadap agama orang lain.
Fisik-motorik meliputi: a. motorik kasar, mencakup kemampuan gerakan
tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang, lincah, lokomotor, non-lokomotor,
dan mengikuti aturan; b. motorik halus, mencakup kemampuan dan kelenturan
menggunakan jari dan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri
dalam berbagai bentuk; dan c. kesehatan dan perilaku keselamatan, mencakup
berat badan, tinggi badan, lingkar kepala sesuai usia serta kemampuan
berperilaku hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap keselamatannya.
Kognitif meliputi: a. belajar dan pemecahan masalah, mencakup
kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
dengan cara fleksibel dan diterima sosial serta menerapkan pengetahuan atau
pengalaman dalam konteks yang baru; b. berfikir logis, mencakup berbagai
perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab-akibat;
dan c. berfikir simbolik, mencakup kemampuan mengenal, menyebutkan, dan
16
menggunakan konsep bilangan, mengenal huruf, serta mampu merepresentasikan
berbagai benda dan imajinasinya dalam bentuk gambar.
Bahasa terdiri atas: a. memahami bahasa reseptif, mencakup kemampuan
memahami cerita, perintah, aturan, menyenangi dan menghargai bacaan; b.
mengekspresikan bahasa, mencakup kemampuan bertanya, menjawab
pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali yang diketahui,
belajar bahasa pragmatik, mengekspresikan perasaan, ide, dan keinginan dalam
bentuk coretan; dan c. keaksaraan, mencakup pemahaman terhadap hubungan
bentuk dan bunyi huruf, meniru bentuk huruf, serta memahami kata dalam cerita.
Sosial-emosional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.
kesadaran diri, terdiri atas memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan
sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaian diri dengan orang
lain;b. rasa tanggung jawab untuk diri dan orang lain, mencakup kemampuan
mengetahui hak-haknya, mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta
bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sesama; dan c. perilaku
prososial, mencakup kemampuan bermain dengan teman sebaya, memahami
perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain;
bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.
Seni sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kemampuan
mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimajinasi dengan gerakan, musik,
drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta
mampu mengapresiasi karya seni, gerak dan tari, serta drama.
9. Struktur dan muatan kurikulum 2013 menurut Permendikbud no. 146 tahun 2014
Muatan Kurikulum PAUD Saymara berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan
Anak Usia Dini meliputi aspek perkembangan berikut:
1. Nilai-nilai agama dan moral
2. Fisik
a. Motorik Kasar
17
b. Motorik Halus
c. Kesehatan dan Perilaku Keselamatan
3. Kognitif :
a. Belajar dan pemecahan masalah
b. Berfikir logis
c. Berfikir simbolik
4. Bahasa
a. Memahami bahasa
b. Mengungkapkan bahasa
c. Keaksaraan
5. Sosial Emosional dan Kemandirian
a. Kesadaran Diri
b. Rasa tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain
c. Perilaku Prososial
6. Seni
a. Anak mampu menikmati berbagai alunan lagu atau suara
b. Tertarik dengan kegiatan seni
7. Muatan lokal
8. Pengembangan diri
Selain itu terdapat kompetensi yang harus dicapai sesuai dengan
permendikbud no. 146 tahun 2014 antara lain kompetensi inti dan kompetensi
dasar. Kompetensi Inti Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan
gambaran pencapaian standar tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada
Akhir layanan PAUD usia 6 (enam) tahun. kompetensi Inti mencakup:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan
18
Kompetensi Dasar merupakan penjabaran dari Kompetesi Inti.
Kompetensi Dasar diaplikasikan dalam pembelajaran untuk mencapai
Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai
dengan pengelompokkan Kompetensi Inti, yaitu:
1. Kelompok 1: kelompok Kometensi Dasar Sikap Spiritual dlam rangka
menjabarkan KI-1;
2. Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar Sikap Sosial dalam rangka
menjabarkan KI-2;
3. Kelompok 3: kelompok kompetensdi Dasar Pengetahuan dalam rangka
menjabarkan KI-3;
4. Kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar Keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI-4.
10. Pengembangan muatan pembelajaran PAUD
Pengembangan muatan pembelajaran PAUD dapat dijabarkan dari alur berikut
ini:
STPPA
KI
KD
MUATAN/MATERI
PEMBELAJARAN
KEGIATAN
TEMA/SUBTEMA
ALOKASI WAKTU
19
Pada pembelajaran PAUD hal yang terpenting adalah proses belajar yang
menumbuhkan anaksenang belajar, senang melakukan proses saintis, BUKAN
menekankan pada penguasaan materi karena penilaian atau assessment pada program
anak usia dini merujuk pada tahap perkembangan. Namun demikian proses
pembelajaran pada anak usia dini yang dilakukan melalui kegiatan bermain juga
memberikan penambahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak yang sesuai
dengan Kompetensi Dasar dengan memperhatikan kemampuan yang sesuai tahap
perkembangan anak pada usia tertentu pada umumnya. Oleh karena itu pendidik juga
harus mampu menurunkan materi yang sesuai dengan Kompetensi Dasar.
Perlunya Pemahaman Muatan/Materi pembelajaran:
1. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak
2. Memperluas pengalaman bermain yang bermakna
3. Menumbuhkan minat belajar anak
Langkah penyusunan muatan/materi pembelajaran:
1. Pahami inti muatan dari setiap kompetensi dasar. Kemampuan apa yang
diharapkan dari KD tersebut.
2. Pahami keluasan cakupan materi yang termuat dalam KD
3. Pahami kedalaman materi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
4. Sesuaikan dengan visi yang ingin diwujudkan dan Tujuan yang ingin dicapai pada
anak didikselama belajar di Satuan PAUD.
5. Tentukan prioritas materi yang mendukung pencapaian KD
Soal:
1. Sebut dan jelaskan langkah-langkah pengembangan materi/muatan
pembelajaran di PAUD?
2. Susunlah muatan pembelajaran untuk anak usia dini dengan satu tema yang
ada ketahui berdasarkan KI dan KD yang ingin dikembangkan!
20
BAB VI
PENGEMBANGAN TEMA DI PAUD
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Mampu memahami dan mengembangkan Pengembangan Bahan Ajar berdasarkan
tema di PAUD
Indikator
1. Menjelaskan Pengertian dan manfaat tema di PAUD
2. Prinsip pemilihan dan penggalian tema
3. Mengembangkan bahan ajar berdasarkan tema di PAUD
Materi
A. Pengertian dan manfaat tema di PAUD
Tema merupakan sebuah pokok bahasan yang dijadikan sebagai bingkai materi
pembejaran di PAUD. Tema bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak
didik tentang lingkungan sekitarnya secara menyeluruh.
B. Prinsip pemilihan dan penggalian tema
Prinsip penggalian tema adalah sebagai berikut:
1. Tema hendaknya tidak terlalu luas,
2. Tema harus bermakna,
3. Tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak.
4. Tema dikembangakan harus mewadai sebagain besar minat anak
5. Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa autentik
6. Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangakan kurikulum yang berlaku
serta harapan masyarakat luas (asas relevan)
7. Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.
21
C. Teknik pengembangan tema pembelajaran di PAUD
Teknik pengembangan tema mengikuti prosedur berikut:
Contoh pengembanga tema adalah sebagai berikut:
Tema
DIRI SENDIRI
Sub tema 1 :
Identitas Diri
(1Minggu)
Sub tema 2:
Alat Panca Indera
(1 Minggu)
Topik :
1. Biodata diri sendiri (Nama diri, Jenis
kelaminku).
2. Biodata diri dan keluargaku (Nama diri,
Jenis kelamin, agamaku, Nama anggota
keluarga)
3. Alamatku, Usia, cita-citaku)
4. Anggota tubuh &Ciri-ciritubuh(Kepala)
5. Anggota badan (Tangan, dll).
6. Anggota tubuh (Kaki)
Topik :
1. Macam-macam Panca Indera
2. Indera Penglihatan (Mata)
3. Indera Pembau (Hidung)
4. Indera Pendengaran (Telinga)
5. Indera Pengecap (Mulut &
Lidah)
6. Indera Peraba (Kulit)
22
BAB VII
BAHAN AJAR MUATAN LOKAL DI PAUD
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Mampu memahami dan mengembangkan bahan ajar muatan lokal di PAUD
Indikator
1. Menjelaskan Konsep muatan lokal di PAUD
2. Menjelaskan Ruang lingkup muatan lokal
3. Menjelaskan Penyusunan bahan ajar muatan lokal di PAUD
A. Konsep muatan lokal di PAUD
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk
keunggulan daerah. Muatan Lokal bertujuan untuk memberikan bekal
Pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka
memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan
masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan
mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional.
Lebih jelas lagi bahan ajar muatan lokal membuat perserta didik:
1. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan
budayanya,
2. Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai
daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada
umumnya,
3. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan
yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai
luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
23
B. Ruang lingkup muatan lokal
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala
sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan
lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya.
Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di
suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf
kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan
daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
Kebutuhan daerah tersebut misalnya:
a. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah
segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya
berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan
lingkungan sosial budaya.
b. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh
masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan
peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan
dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang
bersangkutan.
Lingkup isi/jenis muatan lokal di PAUD
g. Budaya Lokal
Adalah keseluruhan yang kompleks dari pengetahuan, kepercayaan, seni,
moral, hukum, adat istiadat serta kemampuan-kemampuan dan kebiasaan
lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat di tempat dimana
dia berada. Budaya lokal dalam mata pelajaran Muatan Lokal meliputi :
 keagamaan,
 aktivitas sosial,
 struktur sosial/kelompok kesukuan,
 media dan transportasi,
 adat istiadat,
 budi pekerti,
24
 bahasa daerah dan bahasa asing,
 sumber budaya (cerita rakyat/legenda),
 isu kontroversial (konflik),
 permainan dan olahraga daerah,
 kesenian, kerajinan, dan masakan khas daerah,
h. Kewirausahaan (Pra-vokasional dan Vokasional)
Kewirausahaan adalah kecakapan yang disiapkan agar peserta didik
memiliki sikap ulet, bekerja keras, mampu melihat peluang usaha, memiliki
jiwa kepemimpinan dan kemandirian.
 keterampilan sederhana
 keterampilan rumah tangga (tata boga, tata busana)
 keterampilan pengolahan (memancing, bertani, perikanan, kerajinan)
 keterampilan dasar (mengetik, komputer, sempoa, elektronik, otomotif,
 pendidikan teknologi dasar)
 manajemen perencanaan (jasa perniagaan)
 manajemen keuangan (pembukuan, pemasaran)
 komunikasi bisnis
i. Pendidikan Lingkungan dan Kekhususan Lokal Lain
Adalah suatu upaya yang sistematis untuk memberikan kesadaran
kepadapeserta didik agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan
berpartisipasi aktif di dalamnya.
 lingkungan alam sekitar (daur ulang, konservasi alam),
 isu-isu atau masalah lingkungan,
 kepedulian, sikap positif, dan partisipasi aktif terhadap lingkungan,
j. Kecakapan Hidup
Adalah kemampuan yang ada pada diri seseorang untuk menempuh
perjalanan hidup mulai dari masa anak-anak sampai akhir hayat
 kemampuan berbahasa dan menghitung,
 kemampuan matematis lain,
 perencanaan dan pengorganisasian kegiatan,
25
 pemecahan masalah dan pengambilan keputusan,
 kerja kelompok,
 manajemen waktu dan pemberdayaan,
 terampil, inisiatif dan pandai beradaptasi,
 evaluasi dan memberi respon (umpan balik),
 kecakapan berelasi,
 kemandirian,
 kecakapan komunikasi dan informatika,
C. Penyusunan bahan ajar muatan lokal di PAUD
Penyusunan bahan ajar di PAUD sebaiknya mencakup seluruh ruang lingkup
muatan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dna karakteristik daerah
masing-masing.
26
BAB VIII
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SAINS DAN TEKNOLOGI DI PAUD
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Mampu memahami dan mengembangkan bahan ajar sains dan teknologi di PAUD
Indikator
1. Menjelaskan Pengertian sains dan teknologi
2. Menjelaskan Tujuan dan pengenalan sains dan teknologi untuk AUD
3. Menjelaskan Ruang lingkup program pembelajaran sains
4. Menjelaskan Pendidikan etika berteknologi untuk AUD
5. Menjelaskan Pengembangan bahan ajar sains dan teknologi untuk anak usia
dini
A. Pengertian sains dan teknologi
Sains adalah suatu subyek bahasan yang berhubungan dengan bidang
studi tentang kenyataan atau fakta dan teori-teori yang mampu menjelaskan
tentang fenomena alam.
Produk sains meliputi fakta, konsep, teori, prinsip dan hukum. Aplikasi
sains dalam kehidupan diwujudkan dalam bentuk karyaTEKNOLOGI. Ex: TV,
komputer, radio, lampu, komputer, HP, dll. Pengenalan sains ditekankan pada
PROSES dari pada HASIL.
B. Tujuan dan pengenalan sains dan teknologi untuk AUD
Tujuan umum agar anak mampu secara aktif mencari informasi tentang
apa yg ada disekitarnya. Untuk memenuhi rasa keingintahuannya melalui
eksplorasi dibidang sains dengan pengamatan, penyelidikan, dan percobaan.
Membantu guru dan ortu bahwa anak mereka adl ilmuan alami (keingintahuan
mereka akan dari waktu ke waktu). Membantu guru dan ortu menyusun strategi
yg dapat merangsang kreativitas anak khususnya dibidang sains. Membantu guru
dan ortu dalam memilih media/ alat permainan utk pengenalan sains pada AUD.
27
Tujuan khusus, agar anak memiliki kemampuan:
1. Mengamati perubahan yang terjadi disekitarnya
2. Melakukan percobaan2 sederhana
3. Melakukan kegiatan membandingkan, memperkiraan, mengklasifikasikan
serta mengkomunikasikan hasil pengamatannya.
4. Meningkatkan krativitas dan keinovasian dalam bidang sains sehingga anak
akan dapat menyelesaikan masalah.
Manfaat permainan sains untuk anak usia dini:
Manfaat bagi anak: menciptakan suasana yang menyenangkan, dapat
menimbulkan imajinasi yang pada akhirnya dapat menambah pengetahuan anak
secara alamiah.
Manfaat bagi guru dan orang tua:
1. Membuka wawasan guru dan ortu ttg pentingnya peran mereka thd cara
belajar anak.
2. Menyadarkan guru dan ortu atas perannya sbg motivator dlm membangun
pengetahuan anak.
Proses sains dikenal dengan metode ilmiah, meliputi
a. Observasi
b. Menemukan masalah
c. Melakukan percobaan, menganalisa data
d. mengambil kesimpulan
Untuk AUD pengenalan sains dilakukan secara sederhana sambil
BERMAIN.
Penemuan ilmiah dilakukan bersama-sama dg guru dan ortu. Hal-hal yg
perlu diperhatikan:
1. Ortu dan guru tdk perlu mengetahui semua jawaban.
2. Bantu anak untuk menjadi pengamat yg baik dan menggunakann panca
indranya (lihat..., dengar..., rasakan.., sentuh.., cium)
3. Ajak anak untuk bereksperimen bersama
4. Dengarkan ide dan pendapat anak.
28
5. Bantu anak tumbuh dengan mencintai ilmu pengetahuan
C. Ruang lingkup program pembelajaran sains
Ruang lingkup program sains untuk anak usia dini
1. Observasi yakni berlatih menggunakan semua indra utk melakukan observasi/
pengindraan thd berbagai benda
2. Klasifikasi yakni mengelompokkan benda berdasarkan ciri tertentu.
3. Melakukan pengukuran (jarak, berat, volume)
4. Menggunakan bilangan yakni menggunakan angka utk menyatakan sesuatu
secara kuantitatif.
5. Mengenal produk teknologi yakni mengenal berbagai produk teknologi, cara
menggunakan dan algoritme/ cara kerja didalamnya.
6. Mengenal berbagai benda tak hidup dan gelajanya, yakni berinteraksi,
melakukan eksplorasi/penyelidikan, dan percobaan sederhana.
7. Mengenal berbagai benda hidp dan gejalanya, yakni berinteraksi dan
bereksplorasi dengan makhluk hidup dan gejalanya.
Pengaruh permainan sains untuk anak usia dini:
1. Perkembangan sosial
2. Perkembangan emosional
3. Perkembangan fisik
4. Perkembangan kognitif
5. Perkembangan kreativitas
D. Pendidikan etika berteknologi untuk AUD
Langkah-langkah dalam melakukan kegiatan sains untuk ana usia dini:
1. Perencanaan dan pengaturan
 Sediakan tempat, alat dan bahan sederhana yang dapat membantu aktifitas
sains
 Berikan kesempatan anak untuk bereksplorasi
 Amati anak saat menemukan pengalaman
29
 Rencanakan aktifitas yang seimbang antara kegiatan mandiri dan yang
harus diamati orang dewasa
2. Rencana untuk keamanan
 Ruang gerak anak yang lebih tua berjauhan dengan ruang untuk bayi/ balita
 Libatkan anak-anak yg muda slm bebrapa aktifitas yg sama dengan alat/
bahan yang lebih aman.
3. Sikap yang harus dibangun
 Keterbukaan
 Langsung dari guru
 Spontanitas
Ruang lingkup program pembelajaransains:
E. Pengembangan bahan ajar sains dan teknologi untuk anak usia dini
KETERAMPILAN DALAM PERMAINAN SAINS
1. Alat eksplorasi dalam permainan sains
 Observasi
 Klasifikasi
 Mengukur
 Perkiraan
RUANG
LINGKUP
SAINS
ISI BAHAN
KAJIAN: FISIKA,
BIOLOGI,
ASTRONOMI
PROGRAM
SAINS
TERPADU
BIDANG
PENGEMBANGAN
KEMAMPUAN:
PRODUK, PROSES
DAN SIKAP
30
 Eksperimen
 Komunikasi
2. Mendorong anak untuk melakukan kegiatan sains
 Fokus dan pedomannya: mengikuti apa yang anak inginkan, serta menjaga
untuk tdk memberi petunjuk atau mendominasi.
Hal-hal yg perlu diperhatikan:
1. Mendorong anak utk berbicara tentang apa yang sedang mereka lakukan
2. Berikan bertanyaan utk menstimulasi pikiran dan daya eksperimentasi
MODEL PROGRAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SAINS
1. Pendekatan yang bersifat situasional (spontanous based treatment) artinya
pembahasan ttg sains akan elaborasikan secara luas dan mendalam jika dalam
pembelajaran muncul fenomena yg terkait dengan konsep sains pada sasaran
belajar.
2. Pendekatan yang bersifat terpisah atau tersendiri. Artinya program
pembelajaran sains dikemas secara khusus dan tersendiri
3. Pendekatan yang bersifat merger atau teintegrasi dengan disiplin lain atau
bidang pengembangan lain.
SKEMA PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN SAINS
PSIKOLOGI
PERKEMB
ANAK
TEORI
BELAJAR
MATERI/ ISI
BAHAN
KAJIAN
BIDANG
PENGEMBA
NGAN
SAINS
PROGRAM
SAINS
ANAK
RUANG
LINGKUP
SAINS
PENGEMB
SAINS
GURU
31
KRITERIA KUALITAS GURU UNTUK PEMBELAJARAN SAINS
1. Guru sebagai perencana
2. Guru sebagai inisiator
3. Guru sebagai fasilitator
4. Guru sebagai observer
5. Guru sebagai elaborator
6. Guru sebagai motivator
7. Guru sebagai antisifator
8. Guru sebagai model
9. Guru sebagai evaluator
10. Guru sebagai teman bereksplorasi bersama anak
32
BAB IX
PENGEMBNAGAN BAHAN AJAR BERBASIS LINGKUNGAN DI PAUD
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Mampu memahami dan mengembangkan bahan ajar berbasis lingkungan di PAUD
Indikator
1. Menjelaskan Konsep lingkungan alam sekitar
2. Menjelaskan Nilai lingkungan sebagai bahan ajar
3. Menjelaskan Jenis-jenis lingkungan sebagai bahan ajar
4. Menjelaskan Prosedur pemanfatan lingkungan sebagai bahan ajar
A. Konsep lingkungan alam sekitar
Lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan
makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk
hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup),
abiotik (benda mati) dan budaya manusia.
Lingkungan alam sekitar bermakna amat luas. Rentangan maknanya antara
lain meliputi kepedulian kita pada alam secara holistik, pemanfaatan bahan-
bahan bekas, menyayangi binatang, memelihara tumbuhan, hingga kebiasaan kita
untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Dengan mempelajari alam sekitar anak dapat memperlakukan alam sebagai
satu kesatuan yg utuh dan menyeluruh.
B. Nilai lingkungan sebagai bahan ajar
 Penggunaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih
bermakna (meaningfull learning) sebab anak dihadapkan dengan keadaan dan
situasi yang sebenarnya.
 Lingkungan menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari anak
33
 Penggunaan lingkungan sebagai bahan ajar akan mendorong pada
penghayatan nilai-nilai atau aspek-aspek kehidupan yang ada di
lingkungannya
 Penggunaan lingkungan dapat menarik bagi anak
 Pemanfaatan lingkungan menumbuhkan aktivitas belajar anak (learning
activities) yang lebih meningkat.
C. Jenis-jenis lingkungan sebagai bahan ajar
1. Lingkungan alam
Lingkungan alam atau lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang
sifatnya alamiah, seperti sumber daya alam (air, hutan, tanah, batu-batuan),
tumbuh-tumbuhan dan hewan (flora dan fauna), sungai, iklim, suhu, dan
sebagainya.
2. Lingkungan sosial
Hal-hal yang bisa dipelajari oleh anak usia dini dalam kaitannya dengan
pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber belajar ini misalnya:
 mengenal adat istiadat dan kebiasaan penduduk setempat di mana anak
tinggal.
 mengenal jenis-jenis mata pencaharian penduduk di sektiar tempat tinggal
dan sekolah.
 Mengenal organisasi-organisasi sosial yang ada di masyarakat sekitar
tempat tinggal dan sekolah.
 Mengenal kehidupan beragama yang dianut oleh penduduk sekitar tempat
tinggal dan sekolah.
 Mengenal kebudayaan termasuk kesenian yang ada di sekitar tempat
tinggal dan sekolah.
 Mengenal struktur pemerntahan setempat seperti RT, RW, desa atau
kelurahan dan kecamatan.
34
 Pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber belajar dalam kegiatan
pendidikan untuk anak usia dini sebaiknya dimulai dari lingkungan yang
terkecil atau paling dekat dengan anak.
3. Lingkungan budaya
Berkenan dengan pembangunan dan kepentingan manusia dan
masyarakat pada umumnya.
PRINSIP TINDAKAN YANG SELARAS DENGAN LINGKUNGAN
D. Prosedur pemanfatan lingkungan sebagai bahan ajar
PENTINGNYA BELAJAR LINGKUNGAN ALAM SEKITAR UNTUK ANAK
USIA DINI
1. Memberikan pengalaman nyata kepada anak.
2. Anak dapat belajar dan menghargai lingkungan secara lebih baik.
3. Anak memiliki kesadaran, berkreasi, memiliki rasa ingin tahu, dan dapat
berapresiasi terhadap benda dan makhluk yg dihadapinya.
KURANGI LIMBAH
DAN HEMAT
PEMAIKAIAN
BARANG
PENDAURAN
ULANG
PENANAMAN
KEMBALI
PEMAKAIAN
ULANG
4 PRINSIP
TINDAKAN
35
PERAN ORANG TUA & ORANG DEWASA DALAM MEMBIMBING
ANAK BELAJAR DARI ALAM SEKITAR
1. Melatih sejak kecil peduli lingkungan agar anak berperan di masa mendatang
2. Orang tua memberi contoh (memotori tindakan)
3. Membangun kesadaran (menanam pohon, memelihara tanaman)
4. Penggunaan air penghematan
5. Penggunaan energi secara hemat
6. Penggunaan alat masak dan pengolahan bahan pangan sesuai dg kondisi yg
ada
7. Memelihara kebersihan lingkungan rumah
8. Menggunakan gelas minum yang sesuai
9. Berbelanja (membeli produk yang ramah lingkungan)
10. Menggunakan kertas bekas untuk menggambar di sekolah
Bentuk kegiatan dalam konteks pembelajaran lingkungan
1. Membangun kesadaran lingkungan (menanam tanaman, memlihara binatang,
dll)
2. Memelihara kebersihan lingkungan rumah
3. Apotik hidup
4. Pengenalan, sayang binatang
5. Memilih topik yg berkaitan dengan contoh nyata
6. Mengaitkan semua materi untuk melatih intelektual dan kecerdasan emosional
7. Memanfatkan barang bekas sebagai sumber belajar
8. Memilih media pembelajaran yang tepat guna
9. Mengarahkan & membimbing anak untuk berdisiplin terhadap lingkungan
Prosedur Pemanfaatan Lingkungan Sebagai bahan ajar
1. langkah perencanaan
2. langkah pelaksanaan
3. langkah tindak lanjut (follow up)
36
BAB X
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERDASARKAN MODEL
PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Mampu memahami dan mengembangkan bahan ajar berdasarkan model
pembelajaran di PAUD
Indikator
1. Menjelaskan dan mengembangkan bahan ajar pada model pembelajaran
kelompok
2. Menjelaskan dan mengembangkan bahan ajar pada model pembelajaran area
3. Menjelaskan dan mengembangkan bahan ajar pada model pembelajaran sentra
Materi
A. Pengembangan bahan ajar pada model pembelajaran kelompok
Model pembelajaran kelompok dengan pengaman adalah pola pembelajaran
dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok (biasanya menjadi tiga
kelompok), masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda. Dalam
satu pertemuan, anak didorong harus mampu menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dalam
kelompok secara bergantian. Apabila dalam pergantian kelompok terdapat anak-
anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat daripada temannya, maka
anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain selama dalam kelompok lain masih
ada tempat. Jika sudah tidak ada tempat, anak-anak tersebut dapat bermain pada
tempat tertentu yang sudah disediakan oleh guru, dan tempat itulah yang disebut
dengan kegiatan pengaman. Pada kegiatan pengaman sebaiknya disediakan alat-
alat yang lebih bervariasi dan sering diganti sesuai dengan tema atau subtema yang
dibahas.
37
B. Pengembangan bahan ajar pada model pembelajaran area
Menurut Diknas (2013), model pembelajaran area ialah model pembelajaran
dimana anak diberi kesempatan untuk memilih atau melakukan kegiatan sendiri
sesuai dengan minat mereka di dalam area-area. Pembelajarannya dirancang untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keragaman
budaya yang menekankan pada prinsip (1) pengalaman pembelajaran pribadi
setiap anak, (2) membantu anak membuat pilihan dan keputusan melalui aktivitas
di dalam area-area yang disiapkan, dan (3) keterlibatan keluarga dalam proses
pembelajaran.
1. Prinsip-prinsip pembelajaran area
Pembelajaran area mencakup tiga prinsip utama yaitu:
a). Konstruktivitas. Artinya pembelajaran terjadi saat anak berusaha
memahami dunia di sekelilingnya melalui proses interaktif yang
melibatkan teman, orang dewasa, dan lingkungan.
b). Sesuai dengan perkembangan anak. Pembelajaran model area
menggunakan metodologi yang selaras dengan tahap perkembangan anak,
minat anak, mendorong rasa ingin tahu alamiah anak, kegembiraan
terhadap pengalaman-pengalaman panca indra, dan keinginan untuk
menjelajahi gagasan-gagasan baru anak itu sendiri.
c). Pendidikan progresif. Pelaksanaan pendidikan progresif dibangun
berdasarkan prinsip-prinsip perkembangan anak dan konstruktivisme.
2. Jenis-jenia area.
Pembelajaran area menggunakan 11 area. Dalam satu hari dapat
dibuka minimal 4 area untuk disiapkan alat bermain/alat peraga dan sarana
pembelajaran yang sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Area tersebut
meliputi area agama, area balok, area Berhitung/Matematika, area IPA, area
Musik, area Bahasa, area Membaca dan Menulis, area Drama, area Pasir/Air,
area Seni dan Motorik, dan area Masak.
Model pembelajaran pada anak usia dini seharusnya disesuaikan
dengan perkembangan anak, karena tujuan PAUD adalah membantu anak
38
dalam mencapai tahapan tumbuh kembang anak. Kesesuaian perkembangan
ini dapat dilihat dalam dua sisi yaitu dari sisi perkembangan anak secara
individual dan perkembangan anak seusia sebayanya. Kesesuaian
pembelajaran dengan perkembangan anak ini sesuai dengan salah satu
karakteritik Developmentally Appropiate Practices bahwa dalam
pembelajaran harus menyediakan kegiatan yang memenuhi berbagai rentang
minat dan kebutuhan anak. ( Suparno, 2005:4)
C. Pengembangan bahan ajar pada model pembelajaran sentra
Pendekatan Sentra dan Lingkaran adalah pendekatan penyelenggaraan
PAUD yang berfokus pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di
sentra main dan saat anak dalam lingkaran dengan menggunakan 4 jenis pijakan
(scaffolding) untuk mendukung perkembangan anak, yaitu (1) pijakan lingkungan
main; (2) pijakan sebelum main; (3) pijakan selama main; dan (4) pijakan setelah
main. (Diknas: 2006). Sedangkan dalam Diknas (2008) Model pembelajaran sentra
adalah pendekatan pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di
dalam “lingkaan” (circle times) di sentra bermain. Berdasarkan dua pendapat di
atas dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran sentra adalah model
pembelajaran yang berfokus pada anak usia dini yang proses pembelajaraannya
berpusat di dalam lingkaran (circle times) di sentra bermain dengan menggunakan
4 jenis pijakan.
Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis main yaitu
bermain sensorimotor atau fungsional, bermain peran dan bermain konstruktif
(membangun pikiran anak). Ditambah dengan bermain keaksaraan yang bertujuan
untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini.
Bermain sensorimotor adalah menangkap rangsangan melalui penginderaan
dan menghasilkan gerakan sebagai reaksinya. Anak TK belajar melalui panca
inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka misalnya
menakar air, meremas kertas bekas, menggunting, dan lin-lain. Bermain peran
terdiri dari bermain peran makro/ besar dan bermain peran mikro/kecil (bermain
39
simbolik, pura-pura, fantasi, imajinasi atau bermain drama). Anak bermain dengan
benda untuk membantu menghadirkan konsep yangn telah dimilikinya. Bermain
konstruktif menunjukkan kemampuan untuk mewujudkan pikiran, ide, dan
gagasannya menjadi sebuah karya nyata. Ada dua jenis bermain konstruktif, yaitu
bermain konstruktif sifat tidak terstrukstur (air, pasir, spidol, dll) dan bermain
konstruktif terstruktur (balok, lego, dll).
1. Prinsip Pembelajaran Sentra
Prinsip pembelajaran sentra didasarkan pada teori konstruktifisme.
Dimana anak diberi kesempatan untuk membangun pemikirannya sendiri
melalui aktivitas yang dia lakukan. Teori ”constructivism” disampaikan oleh
Piaget (1896 – 1980) bahwa seorang anak belajar melalui tindakan yang
dilakukannya. Menurutnya, pemahaman anak dibangun (constructed) melalui
action, Seorang anak dapat memahami suatu konsep melalui pengalaman
konkrit. Pada pembelajaran sentra kegiatan belajar dilakukan melalui bermain,
dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan
eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya, sehingga
anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. Pada
pembelajaran sentra lingkungan disediakan untuk mendukung proses belajar.
Lingkungan diciptakan menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan
bagi anak selama mereka bermain.
40
BAB XI
EVALUASI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Capaian Pembelajaran Perkuliahan
Mampu memahami evaluasi pengembangan bahan ajar
Indikator
1. Menjelaskan evaluasi pengembangan bahan ajar
A. Evaluasi pengembangan bahan ajar
Evaluasi pengembangan bahan ajar menggunakan evaluasi kurikulum pada
tingkat mikro.
1. Tujuan evaluasi
Dua tujuan pokok yang ingin dicapai melalui evaluasi ini adalah:
a. Mengukur efek pengajaran
Tujuan pertama evaluasi pada tingkat mikro ialah memperoleh gambaran
tentang efek atau pengaruh dari pengajaran yang telah diberikan terhadap
penguasaan kemampuan yang ingin dicapai dalam satu bidang
pengembangan. Efek atau pengaruh tersebut dapat diketahui bila dilakukan
perbandingan antara hasil yang dicapai peserta didik sebelum dan sesudah
pengajaran diberikan.
b. Memperbaiki pengajaran
Disamping untuk keperluan pengukuran efek atau pengaruh pengajaran,
evaluasi program pada tingkat mikro bertujuan pula untuk memperoleh
gambaran ataupun informasi tentang bagian-bagian pembelajaran yang
beum dipahami oleh para peserta didik. Atas dasar itu dilakuakn upaya
untuk memperbaiki cara mengajarkan bagian-bagian tersebut sehingga
semua ataupun sebagaian besar peserta didik dapat memahaminya. Untuk
program berikutnya,, informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi dapat
digunakan pula untuk memperbaiki bagian-bagan tertentu dalam rencana
persiapan mengajar.
41
2. Jenis-jenis evaluasi
Beberapa jenis evaluasi yang perlu diadakan dalam setiap bahan ajar, yaitu:
a. Evaluasi awal
Evaluasi awal dibandingkan dengan hasil evaluasi pada akhir pengajaran,
akan dapat diukur efek atau pengaruh dari pengajaran tersebut. Bahan
evaluasi awal disusun berdasarkan lingkup materi dan jenis-jenis
kemampuan yang ingin dikembangkan tiap bahan ajar.
b. Evaluasi antara
Evaluasi antara dilakukan pada setiap unit bahan yang diberikan dalam satu
b ahan ajar. Evaluasi antara ini dapat berbentuk asesmen atau evaluasi lain
tentang unit yang bersangkutan. Hasil evaluasi antara ini dimanfaatkan
terutama untuk keperluan memperbaiki proses belajar-mengajar termasuk
cara-cara mengajarkan bagian-bagian tertentu yang belum dipahami peserta
didik.
c. Evaluasi akhir
Evaluasi akhir dilakukan setelah pengajaran diberikan, yang berfungsi
untuk memperoleh diketahui gambaran tentang kemampuan yang dicapai
peserta didik pada akhir program. Jika hasil evaluasi akhir dibandingkan
dengan hasil evaluasi awal, dapat diketahui besar kecilya efek atau
pengaruh dari pengajaran yang telah diberikan dan sekaligus dapat
diketahui dapat diketahui pula bagian-bagian dari program pengeajaran
yang masih mengandung kelemahan. Bahan evaluasi akhir ini hendaknya
identik atau setara dengan bahan evaluasi awal
3. Skema kegiatan evaluasi
Pengajaran
Ev.
awal
Unit 1
EA 1
Unit 2
EA 2
Unit 3
EA 3
dst Ev.
Akhir
42
DAFTAR PUSTAKA
Masitoh,dkk.2004.Strategi Pembelajaran TK Jakarta Univ. Terbuka
Nugraha, Ali. 2005. Kurikulum dan Bahan Belajar TK. Jakarta. Univ. Terbuka.
DIKNAS
Nugraha, Ali. 2005. Pengembangan Pembelajaran Sains pada AUD. Jakarta: Diknas
Suyanto, Slamet.2005.Pembelajaran untuk Anak TK. Jakarta. DEPDIKNAS
Depdiknas. 2009. Standar PAUD. Diknas
Prastowo, Andi. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. 2011.Jogjakarta.
Diva Press

Buku ajar-pengemb-bahan-ajar-paud

  • 1.
    1 BAB I HAKIKAT BAHANAJAR DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Capaian Pembelajaran Perkuliahan Memahami dan memiliki wawasan mengenai Definisi Bahan Ajar dan Hakekat Pengembangan Bahan Ajar Indikator 1. Menjelaskan definisi bahan ajar 2. Menjelaskan perbedaan bahan ajar, sumber belajar, dan media pembelajaran 3. Menjelaskan kedudukan bahan ajar dalam kurikulum 4. Menjelaskan hakekat pengembangan bahan ajar Materi A. Pengertian Bahan Ajar  Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Baha yg dimaksud berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis  Bahan ajar merupakan informasi, alat dan atau teks yang diperlukan oleh guru untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran  Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis, baik tertulis maupun tidak tertulis shg tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. B. Perbedaan bahan ajar, sumber belajar, dan media pembelajaran Sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004). MenurutAssociation for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu ataudaya yang dapat dimanfaat kan oleh guru, baik secara t erpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan
  • 2.
    2 belajar mengajar dengantujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang at au buku yang tidak ada artinya apa-apa. Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan aj ar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan aj ar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa Bahan tert ulis maupun bahan t idak tertulis. C. Kedudukan bahan ajar dalam kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan BAHAN AJAR, serta cara yg digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (undang- undang No. 20 tahun 2003) TUJUAN ISI/MATERI EVALUASI METODE
  • 3.
    3 ISI KURIKULUM/ MATERIAdalah bahan/materi yang disusun untuk diberikan kepada anak didik, agar dapat mencapai tujuan yg ditetapkan. Isi/bahan ajar berkenaan dengan pengetahuan ilmiah dan pengalaman belajar lain disusun dengan memperhatikan tingkat kesesuaian dengan jenis dan jenjang pendidikan, tingkat perkembangan, kebutuhan anak, perkembangan dan tuntutan masyarakat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. D. Pengertian pengembangan bahan ajar Pengembangan bahan ajar adalah suatu proses pengembangan seperangkat materi yang disusun secara sistematis, baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga tercipta lingkungan atau suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Soal 1. Jelaskan pengertian bahan ajar ditinjau dari definisi sumber belajar 2. Jelaskan pengertian pengembangan bahann ajar
  • 4.
    4 BAB II PEMBUATAN DANPEMILIHAN BAHAN AJAR Capaian Pembelajaran Perkuliahan Memahami dan memiliki wawasan mengenai Prinsip Pembelajaran PAUD, Prinsip Pembuatan bahan ajar PAUD, dan fungsi dan manfaat Pengembangan bahan ajar PAUD Indikator 1. Menyebutkan dan menjelaskan fungsi pembuatan bahan ajar 2. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan dan manfaat Pengembangan bahan ajar 3. Menjelaskan kriteria pemilihan bahan ajar 4. Menyebutkan dan menjelaskan isi bahan ajar Materi A. Fungsi pembuatan bahan ajar 1. Fungsi bagi pendidik a. Menghemat waktu pendidik dalam mengajar b. Mengubah peran seorang pendidik dari seorang pengajar menjadi fasilitator c. Meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif d. Sebagai pedoman bagi pendidik dalam mengarahkan aktivitasnya e. Sebagai alat evaluasi pencapaian atau penguasaan hasil pembelajaran 2. Fungsi bagi peserta didik a. Peserta didik bisa belajar tanpa harus ada pendidik b. Peserta didik dapat belajar kapan saja dan dimana saja ia kehendaki c. Peserta didik dapat belajar sesuai dengan kecepatannya masing-masing d. Peserta didik dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri e. Membantu potensi peserta didik untuk menjadi peserta didik yang lebih mandiri f. sebagai pedoman bagi peserta didik yang akan mengrahkan aktivitasnya.
  • 5.
    5 B. Tujuan pembuatanbahan ajar 1. Membantu peserta didik dalam mempelajari sesuatu 2. Menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar, sehingga mencgah timbulnya rasa bosan pada peserta didik 3. Memudahkan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran 4. Agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik 5. Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial peserta didik. 6. Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar. 7. memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. C. Manfaat pengembangan bahan ajar 1. Manfaat bagi guru a. Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. b. Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh, c. Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, d. Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar, e. Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta didik akan merasa lebih percaya kepada gurunya. f. Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan. 2. Manfaat bagi Peserta Didik a. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik. b. Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru.
  • 6.
    6 c. Mendapatkan kemudahandalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya 3. Kriteria pemilihan bahan ajar a. Bahan ajar harus sesuai, tepat, dan bermakna bagi perkemb anak didik. b. Bahan ajar harus mencerminkan kenyataan sosial, artinya sesuai dg tuntutan hidup nyata. c. Bahan ajar mendukung pencapaian tujuan yang komprehensif, artinya mengandung aspek intelektual, moral, dan sosial secara seimbang d. Bahan ajar harus mengandung pengetahuan ilmiah yg teruji kebenarannya. e. Bahan ajar harus mengandung bahan yg jelas, artinya teori, prinsip, dan konsep yg terdapat didalamnya bikan hanya informasi faktual. Kriteria memilih bahan ajar menurut pusat kurikulum (pukur): a. Sahih (valid): teruji kebenarannya b. Tingkat kepentingan: penting untuk dipelajari siswa c. Kebermaknaan: materi bermakna luas d. Layak dipelajari: dilihat dari kesulitannya materi layak dipelajari siswa. e. Menarik minat: materi menarik shg siswa termotivasi untuk mempelajari f. Isi bahan ajar 1. Pengetahuan Meliputi fakta, konsep, prinsip, dll 2. Keterampilan adalah materi atau bahan pembelajaran yang berhubungan dengan kemampmengembangkan ide, memilih, menggunakan bahan, menggunaan peralatan, dan teknik kerja. 3. Sikap atau nilai adalah bahan untuk pembelajaran yang berkenaan dengan sikap ilmiah. Antara lain nilai kebersamaan, kejujuran, kasih sayang, tolong menolong, semangat dan minat belajar, semangat bekerja, menerima pendapat orang lain.
  • 7.
    7 Ilmu pengetahuan ilmiahdan bentuk pengalaman belajar lain yang disajikan kepada anak didik, memuat beberapa aspek: 1. Teori: definisi/ preposisi yang saling berhubungan 2. Konsep: definisi singkat dari sekelompok fakta/ gejala 3. Generalisasi: kesimpulan umum berdasarkan hal-hal yg khusus. 4. Prinsip: ide utama yg mengembangkan hub antar beberapa konsep. 5. Fakta: informasi khusus terdiri dari orang, tempat, serta kejadian 6. Istilah: kata-kata perbendaharaan baru 7. Contoh/ilustrasi: proses yang bertujuan utk memperjelas suatu uraian/pendapat 8. Definisi : penjelasan tentang makna/pengertian suatu hal. Soal: 1. Sebut dan jelaskan isi bahan ajar! 2. Sebutkan contoh isi bahan ajar yang dapat diterapkan untuk anak usia dini!
  • 8.
    8 BAB III PENGEMBANGAN BAHANAJAR PAUD Capaian Pembelajaran Perkuliahan Memahami dan memiliki wawasan mengenai prinsip Pengembangan Bahana Ajar dan Pemilihan Bahan Ajar PAUD Indikator 1. Menyebutkan dan menjelaskan Prinsip Pengembangan Bahan Ajar PAUD 2. Menyebutkan dan menjelaskan Jenis-jenis Bahan Ajar PAUD Materi A. Prinsip pengembangan bahan ajar PAUD 1. Prinsip Umum a. Prinsip relevansi Bahan ajar harus memiliki kesesuaian secara internal dan eksternal b. Prinsip fleksibilitas Pengembagan bahan ajar harus memberi peluang bagi pelaksana untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah c. Prinsip kontinuitas Pengembangan bahan ajar harus memenuhi unsur kesinambungan secara vertikal dan horisontal. d. Prinsip efisiensi dan efektifitas Pengembangan bahan ajar harus mendayagunakan waktu, biaya dan sumber-sumber pendidikan secara optimal. 2. Prinsip khusus a. Prinsip keilmuan, nilai, dan budi pekerti b. Penguasaan integritas nasional c. Kesinambungan etika, logika, estetika, dan kinetika d. Kesamaan memperoleh kesempatan e. Abad pengetahuan dan teknologi informasi
  • 9.
    9 f. Pengembangan keterampilanhidup g. Berpusat pada anak dengan penilaian yang berkelanjutan komprehensif h. Pendekatan menyeluruh dan kemitraan 3. Prinsip pelaksanaan pengembangan bahan ajar a. Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak, b. Pengulangan akan memperkuat pemahaman c. Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta didik d. Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan belajar e. Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu. f. Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk terus mencapai tujuan B. Jenis-jenis bahan ajar untuk anak usia dini 1. Menurut bentuknya: a. Bahan ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/maket. b. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. c. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film. d. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials).
  • 10.
    10 2. Menurut carakerjanya: a. Bahan ajar yang tidak diproyeksikan: bahan ajar yang tidak memerlukan perangkat proyektor untuk memproyeksikan isi di dalamnya. b. Bahan ajar yang diproyeksikan: bahan ajar yang memerlukan proyektor agar bisa dimanfaatkan /dipelajari anak didik c. Bahan ajar audio: bahan ajar yg berupa sinyal audio yang direkam dalam suatu media rekam d. Bahan ajar video yakni bahan ajar yg memerlukan alat pemutar yang biasanya berbentuk video tape player, DVD, dsb. e. Bahan ajar (media) komputer, yakni berbagai jenis bahan ajar non cetak yang membutuhkan komputer untuk menayangkan sesuatu untuk belajar. Soal: 1. Sebut dan jelaskan jenis-jenis bahan ajar 2. Sebutkan karakteristik bahan ajar audio, visual, audio visual, dan multimedia untuk anak usia dini!
  • 11.
    11 BAB IV KONSEP DASARPENYUSUNAN BAHAN AJAR, PROSEDUR DAN IMPLEMENTASI Capaian Pembelajaran Perkuliahan Memahami dan memiliki wawasan mengenai Konsep Dasar Penyusunan Bahan Ajar, Prosedur dan Implementasi Pengembangan Bahan Ajar PAUD Indikator 1. Menjelaskan Konsep Dasar Penyusunan Bahan Ajar 2. Menjelaskan prosedur dan Implementasi Pengembangan Bahan Ajar PAUD 3. Menjelaskan dan praktik Pengembangan bahan ajar visual printed dan non printed untuk AUD 4. Menjelaskan dan praktik Pengembangan bahan ajar audio untuk AUD 5. Menjelaskan dan praktik Pengembangan bahan ajar audio visual untuk AUD 6. Menjelaskan dan praktik Pengembangan bahan ajar Multimedia Interaktif untuk AUD Materi A. Konsep dasar penyusunan bahan ajar Ada tiga prinsip yang diperlukan dalam penyusunan bahan ajar. Ketiga prinsip itu adalah relevansi, konsitensi, dan kecukupan. Relevansi artinya keterkaitan atau berhubungan erat. Konsistensi maksudnya ketaatazasan atau keajegan – tetap. Kecukupan maksudnya secara kuantitatif materi tersebut memadai untuk dipelajari. Prinsip relevansi atau keterkaitan atau berhubungan erat, maksudnya adalah materi pembelajaran hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika kemampuan yang diharapkan oleh menghafalkan fakta, materi yang disajikan adalah fakta. Kalau kompetensi dasar meminta kemampuan melakukan sesuatu, materi pelajarannya adalah prosedur atau cara melakukan sesuatu. Begitulah seterusnya.
  • 12.
    12 Prinsip konsistensi adalahketaatazasan dalam penyusunan bahan ajar. Misalnya kompetensi dasar meminta kemampuan siswa untuk menguasai tiga macam konsep, materi yang disajikan juga tiga macam. Umpamanya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa adalah menyusun paragraf deduktif, materinya sekurang-kurangnya pengertian paragraf deduktif, cara menyusun paragraf deduktif, dan cara merevisi paragraf deduktif. Artinya, apa yang diminta itulah yang diberikan. Prinsip kecukupan, artinya materi yang disajikan hendaknya cukup memadai untuk mencapai kompetensi dasar. Materi tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Jika materi terlalu sedikit, kemungkinan siswa tidak akan dapat mencapai kompetensi dasar dengan memanfaatkan materi itu. Kalau materi terlalu banyak akan banyak menyita waktu untuk mempelajarinya. Ada beberapa prosedur yang harus diikuti dalam penyusunan bahan ajar. Prosedur itu meliputi: (1) memahami standar isi dan standar kompetensi lulusan, silabus, program semeter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran; (2) mengidentifikasi jenis materi pembelajaran berdasarkan pemahaman terhadap poin (1); (3) melakuan pemetaan materi; (4) menetapkan bentuk penyajian; (5) menyusun struktur (kerangka) penyajian; (6) membaca buku sumber; (7) mendraf (memburam) bahan ajar; (8) merevisi (menyunting) bahan ajar; (9) mengujicobakan bahan ajar; dan (10) merevisi dan menulis akhir (finalisasi). B. Teknik dan prosedur penyusunan bahan ajar 1. Analisis Kebutuhan Bahan Ajar 2. Analisis SK-KD-Indikator 3. Analisis Sumber Belajar 4. Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar
  • 13.
    13 C. Pengembangan bahanajar visual printed dan non printed untuk AUD D. Pengembangan bahan ajar audio untuk AUD E. Pengembangan bahan ajar audio visual untuk AUD F. Pengembangan bahan ajar Multimedia Interaktif untuk AUD Soal: 1. Sebut dan jelaskan prosedur penyusunan bahan ajar untuk anak usia dini? 2. Buatlah bahan ajar visual, audia, audio visual dan multimedia intaraktif untuk anak usia dini!
  • 14.
    14 BAB V STRUKTUR DANKOMPONEN KURIKULUM 2013 PAUD Capaian Pembelajaran Perkuliahan Memahami standar PAUD, struktur dan muatan kurikulum 2013 PAUD Indikator 1. Menjelaskan standar PAUD 2014 2. Menjelaskan struktur dan muatan kurikulum PAUD 3. Menjelaskan dan membuat pengembangan muatan pembelajaran Materi A. Standar PAUD 2014 Standar PAUD terdiri atas: 1. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak; 2. Standar Isi; 3. Standar Proses; 4. Standar Penilaian; 5. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 6. Standar Sarana dan Prasarana; 7. Standar Pengelolaan; dan 8. Standar Pembiayaan. Standar PAUD merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Standar PAUD menjadi acuan dalam pengembangan, implementasi, dan evaluasi kurikulum PAUD. Dalam proses pengembangan bahan ajar untuk anak usia dini akan lebih banyak dipelajari tentang standar isi. Standar isi adalah kriteria tentang lingkup materi dan kompetensi menuju tingkat pencapaian perkembangan yang sesuai dengan tingkat usia anak. Pengembangan bahan ajar PAUD lebih banyak
  • 15.
    15 membedah tentang materidan kompetensi yang bisa disiapkan oleh guru untuk mencapai tingkat pencapaian perkembangan pada usia tertentu. Lingkup materi Standar Isi meliputi program pengembangan yang disajikan dalam bentuk tema dan sub tema. Tema dan sub tema disusun sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, tahap perkembangan anak, dan budaya lokal. Pelaksanaan tema dan sub tema dilakukan dalam kegiatan pengembangan melalui bermain dan pembiasaan. Tema dan sub tema dikembangkan dengan memuat unsur-unsur nilai agama dan moral, kemampuan berpikir, kemampuan berbahasa, kemampuan sosial-emosional, kemampuan fisik-motorik, serta apresiasi terhadap seni. Lingkup perkembangan sesuai tingkat usia anak meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Nilai agama dan moral meliputi kemampuan mengenal nilai agama yang dianut, mengerjakan ibadah, berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari besar agama, menghormati, dan toleran terhadap agama orang lain. Fisik-motorik meliputi: a. motorik kasar, mencakup kemampuan gerakan tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang, lincah, lokomotor, non-lokomotor, dan mengikuti aturan; b. motorik halus, mencakup kemampuan dan kelenturan menggunakan jari dan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk; dan c. kesehatan dan perilaku keselamatan, mencakup berat badan, tinggi badan, lingkar kepala sesuai usia serta kemampuan berperilaku hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap keselamatannya. Kognitif meliputi: a. belajar dan pemecahan masalah, mencakup kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara fleksibel dan diterima sosial serta menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru; b. berfikir logis, mencakup berbagai perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab-akibat; dan c. berfikir simbolik, mencakup kemampuan mengenal, menyebutkan, dan
  • 16.
    16 menggunakan konsep bilangan,mengenal huruf, serta mampu merepresentasikan berbagai benda dan imajinasinya dalam bentuk gambar. Bahasa terdiri atas: a. memahami bahasa reseptif, mencakup kemampuan memahami cerita, perintah, aturan, menyenangi dan menghargai bacaan; b. mengekspresikan bahasa, mencakup kemampuan bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali yang diketahui, belajar bahasa pragmatik, mengekspresikan perasaan, ide, dan keinginan dalam bentuk coretan; dan c. keaksaraan, mencakup pemahaman terhadap hubungan bentuk dan bunyi huruf, meniru bentuk huruf, serta memahami kata dalam cerita. Sosial-emosional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. kesadaran diri, terdiri atas memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaian diri dengan orang lain;b. rasa tanggung jawab untuk diri dan orang lain, mencakup kemampuan mengetahui hak-haknya, mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sesama; dan c. perilaku prososial, mencakup kemampuan bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain; bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan. Seni sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kemampuan mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta mampu mengapresiasi karya seni, gerak dan tari, serta drama. 9. Struktur dan muatan kurikulum 2013 menurut Permendikbud no. 146 tahun 2014 Muatan Kurikulum PAUD Saymara berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini meliputi aspek perkembangan berikut: 1. Nilai-nilai agama dan moral 2. Fisik a. Motorik Kasar
  • 17.
    17 b. Motorik Halus c.Kesehatan dan Perilaku Keselamatan 3. Kognitif : a. Belajar dan pemecahan masalah b. Berfikir logis c. Berfikir simbolik 4. Bahasa a. Memahami bahasa b. Mengungkapkan bahasa c. Keaksaraan 5. Sosial Emosional dan Kemandirian a. Kesadaran Diri b. Rasa tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain c. Perilaku Prososial 6. Seni a. Anak mampu menikmati berbagai alunan lagu atau suara b. Tertarik dengan kegiatan seni 7. Muatan lokal 8. Pengembangan diri Selain itu terdapat kompetensi yang harus dicapai sesuai dengan permendikbud no. 146 tahun 2014 antara lain kompetensi inti dan kompetensi dasar. Kompetensi Inti Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan gambaran pencapaian standar tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada Akhir layanan PAUD usia 6 (enam) tahun. kompetensi Inti mencakup: 1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual 2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial 3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan 4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan
  • 18.
    18 Kompetensi Dasar merupakanpenjabaran dari Kompetesi Inti. Kompetensi Dasar diaplikasikan dalam pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan Kompetensi Inti, yaitu: 1. Kelompok 1: kelompok Kometensi Dasar Sikap Spiritual dlam rangka menjabarkan KI-1; 2. Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar Sikap Sosial dalam rangka menjabarkan KI-2; 3. Kelompok 3: kelompok kompetensdi Dasar Pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3; 4. Kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar Keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4. 10. Pengembangan muatan pembelajaran PAUD Pengembangan muatan pembelajaran PAUD dapat dijabarkan dari alur berikut ini: STPPA KI KD MUATAN/MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN TEMA/SUBTEMA ALOKASI WAKTU
  • 19.
    19 Pada pembelajaran PAUDhal yang terpenting adalah proses belajar yang menumbuhkan anaksenang belajar, senang melakukan proses saintis, BUKAN menekankan pada penguasaan materi karena penilaian atau assessment pada program anak usia dini merujuk pada tahap perkembangan. Namun demikian proses pembelajaran pada anak usia dini yang dilakukan melalui kegiatan bermain juga memberikan penambahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan anak yang sesuai dengan Kompetensi Dasar dengan memperhatikan kemampuan yang sesuai tahap perkembangan anak pada usia tertentu pada umumnya. Oleh karena itu pendidik juga harus mampu menurunkan materi yang sesuai dengan Kompetensi Dasar. Perlunya Pemahaman Muatan/Materi pembelajaran: 1. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak 2. Memperluas pengalaman bermain yang bermakna 3. Menumbuhkan minat belajar anak Langkah penyusunan muatan/materi pembelajaran: 1. Pahami inti muatan dari setiap kompetensi dasar. Kemampuan apa yang diharapkan dari KD tersebut. 2. Pahami keluasan cakupan materi yang termuat dalam KD 3. Pahami kedalaman materi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. 4. Sesuaikan dengan visi yang ingin diwujudkan dan Tujuan yang ingin dicapai pada anak didikselama belajar di Satuan PAUD. 5. Tentukan prioritas materi yang mendukung pencapaian KD Soal: 1. Sebut dan jelaskan langkah-langkah pengembangan materi/muatan pembelajaran di PAUD? 2. Susunlah muatan pembelajaran untuk anak usia dini dengan satu tema yang ada ketahui berdasarkan KI dan KD yang ingin dikembangkan!
  • 20.
    20 BAB VI PENGEMBANGAN TEMADI PAUD Capaian Pembelajaran Perkuliahan Mampu memahami dan mengembangkan Pengembangan Bahan Ajar berdasarkan tema di PAUD Indikator 1. Menjelaskan Pengertian dan manfaat tema di PAUD 2. Prinsip pemilihan dan penggalian tema 3. Mengembangkan bahan ajar berdasarkan tema di PAUD Materi A. Pengertian dan manfaat tema di PAUD Tema merupakan sebuah pokok bahasan yang dijadikan sebagai bingkai materi pembejaran di PAUD. Tema bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak didik tentang lingkungan sekitarnya secara menyeluruh. B. Prinsip pemilihan dan penggalian tema Prinsip penggalian tema adalah sebagai berikut: 1. Tema hendaknya tidak terlalu luas, 2. Tema harus bermakna, 3. Tema harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak. 4. Tema dikembangakan harus mewadai sebagain besar minat anak 5. Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa autentik 6. Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangakan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat luas (asas relevan) 7. Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.
  • 21.
    21 C. Teknik pengembangantema pembelajaran di PAUD Teknik pengembangan tema mengikuti prosedur berikut: Contoh pengembanga tema adalah sebagai berikut: Tema DIRI SENDIRI Sub tema 1 : Identitas Diri (1Minggu) Sub tema 2: Alat Panca Indera (1 Minggu) Topik : 1. Biodata diri sendiri (Nama diri, Jenis kelaminku). 2. Biodata diri dan keluargaku (Nama diri, Jenis kelamin, agamaku, Nama anggota keluarga) 3. Alamatku, Usia, cita-citaku) 4. Anggota tubuh &Ciri-ciritubuh(Kepala) 5. Anggota badan (Tangan, dll). 6. Anggota tubuh (Kaki) Topik : 1. Macam-macam Panca Indera 2. Indera Penglihatan (Mata) 3. Indera Pembau (Hidung) 4. Indera Pendengaran (Telinga) 5. Indera Pengecap (Mulut & Lidah) 6. Indera Peraba (Kulit)
  • 22.
    22 BAB VII BAHAN AJARMUATAN LOKAL DI PAUD Capaian Pembelajaran Perkuliahan Mampu memahami dan mengembangkan bahan ajar muatan lokal di PAUD Indikator 1. Menjelaskan Konsep muatan lokal di PAUD 2. Menjelaskan Ruang lingkup muatan lokal 3. Menjelaskan Penyusunan bahan ajar muatan lokal di PAUD A. Konsep muatan lokal di PAUD Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah. Muatan Lokal bertujuan untuk memberikan bekal Pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi bahan ajar muatan lokal membuat perserta didik: 1. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya, 2. Memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya, 3. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
  • 23.
    23 B. Ruang lingkupmuatan lokal 1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kebutuhan daerah tersebut misalnya: a. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. b. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Lingkup isi/jenis muatan lokal di PAUD g. Budaya Lokal Adalah keseluruhan yang kompleks dari pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat serta kemampuan-kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat di tempat dimana dia berada. Budaya lokal dalam mata pelajaran Muatan Lokal meliputi :  keagamaan,  aktivitas sosial,  struktur sosial/kelompok kesukuan,  media dan transportasi,  adat istiadat,  budi pekerti,
  • 24.
    24  bahasa daerahdan bahasa asing,  sumber budaya (cerita rakyat/legenda),  isu kontroversial (konflik),  permainan dan olahraga daerah,  kesenian, kerajinan, dan masakan khas daerah, h. Kewirausahaan (Pra-vokasional dan Vokasional) Kewirausahaan adalah kecakapan yang disiapkan agar peserta didik memiliki sikap ulet, bekerja keras, mampu melihat peluang usaha, memiliki jiwa kepemimpinan dan kemandirian.  keterampilan sederhana  keterampilan rumah tangga (tata boga, tata busana)  keterampilan pengolahan (memancing, bertani, perikanan, kerajinan)  keterampilan dasar (mengetik, komputer, sempoa, elektronik, otomotif,  pendidikan teknologi dasar)  manajemen perencanaan (jasa perniagaan)  manajemen keuangan (pembukuan, pemasaran)  komunikasi bisnis i. Pendidikan Lingkungan dan Kekhususan Lokal Lain Adalah suatu upaya yang sistematis untuk memberikan kesadaran kepadapeserta didik agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan berpartisipasi aktif di dalamnya.  lingkungan alam sekitar (daur ulang, konservasi alam),  isu-isu atau masalah lingkungan,  kepedulian, sikap positif, dan partisipasi aktif terhadap lingkungan, j. Kecakapan Hidup Adalah kemampuan yang ada pada diri seseorang untuk menempuh perjalanan hidup mulai dari masa anak-anak sampai akhir hayat  kemampuan berbahasa dan menghitung,  kemampuan matematis lain,  perencanaan dan pengorganisasian kegiatan,
  • 25.
    25  pemecahan masalahdan pengambilan keputusan,  kerja kelompok,  manajemen waktu dan pemberdayaan,  terampil, inisiatif dan pandai beradaptasi,  evaluasi dan memberi respon (umpan balik),  kecakapan berelasi,  kemandirian,  kecakapan komunikasi dan informatika, C. Penyusunan bahan ajar muatan lokal di PAUD Penyusunan bahan ajar di PAUD sebaiknya mencakup seluruh ruang lingkup muatan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dna karakteristik daerah masing-masing.
  • 26.
    26 BAB VIII PENGEMBANGAN BAHANAJAR SAINS DAN TEKNOLOGI DI PAUD Capaian Pembelajaran Perkuliahan Mampu memahami dan mengembangkan bahan ajar sains dan teknologi di PAUD Indikator 1. Menjelaskan Pengertian sains dan teknologi 2. Menjelaskan Tujuan dan pengenalan sains dan teknologi untuk AUD 3. Menjelaskan Ruang lingkup program pembelajaran sains 4. Menjelaskan Pendidikan etika berteknologi untuk AUD 5. Menjelaskan Pengembangan bahan ajar sains dan teknologi untuk anak usia dini A. Pengertian sains dan teknologi Sains adalah suatu subyek bahasan yang berhubungan dengan bidang studi tentang kenyataan atau fakta dan teori-teori yang mampu menjelaskan tentang fenomena alam. Produk sains meliputi fakta, konsep, teori, prinsip dan hukum. Aplikasi sains dalam kehidupan diwujudkan dalam bentuk karyaTEKNOLOGI. Ex: TV, komputer, radio, lampu, komputer, HP, dll. Pengenalan sains ditekankan pada PROSES dari pada HASIL. B. Tujuan dan pengenalan sains dan teknologi untuk AUD Tujuan umum agar anak mampu secara aktif mencari informasi tentang apa yg ada disekitarnya. Untuk memenuhi rasa keingintahuannya melalui eksplorasi dibidang sains dengan pengamatan, penyelidikan, dan percobaan. Membantu guru dan ortu bahwa anak mereka adl ilmuan alami (keingintahuan mereka akan dari waktu ke waktu). Membantu guru dan ortu menyusun strategi yg dapat merangsang kreativitas anak khususnya dibidang sains. Membantu guru dan ortu dalam memilih media/ alat permainan utk pengenalan sains pada AUD.
  • 27.
    27 Tujuan khusus, agaranak memiliki kemampuan: 1. Mengamati perubahan yang terjadi disekitarnya 2. Melakukan percobaan2 sederhana 3. Melakukan kegiatan membandingkan, memperkiraan, mengklasifikasikan serta mengkomunikasikan hasil pengamatannya. 4. Meningkatkan krativitas dan keinovasian dalam bidang sains sehingga anak akan dapat menyelesaikan masalah. Manfaat permainan sains untuk anak usia dini: Manfaat bagi anak: menciptakan suasana yang menyenangkan, dapat menimbulkan imajinasi yang pada akhirnya dapat menambah pengetahuan anak secara alamiah. Manfaat bagi guru dan orang tua: 1. Membuka wawasan guru dan ortu ttg pentingnya peran mereka thd cara belajar anak. 2. Menyadarkan guru dan ortu atas perannya sbg motivator dlm membangun pengetahuan anak. Proses sains dikenal dengan metode ilmiah, meliputi a. Observasi b. Menemukan masalah c. Melakukan percobaan, menganalisa data d. mengambil kesimpulan Untuk AUD pengenalan sains dilakukan secara sederhana sambil BERMAIN. Penemuan ilmiah dilakukan bersama-sama dg guru dan ortu. Hal-hal yg perlu diperhatikan: 1. Ortu dan guru tdk perlu mengetahui semua jawaban. 2. Bantu anak untuk menjadi pengamat yg baik dan menggunakann panca indranya (lihat..., dengar..., rasakan.., sentuh.., cium) 3. Ajak anak untuk bereksperimen bersama 4. Dengarkan ide dan pendapat anak.
  • 28.
    28 5. Bantu anaktumbuh dengan mencintai ilmu pengetahuan C. Ruang lingkup program pembelajaran sains Ruang lingkup program sains untuk anak usia dini 1. Observasi yakni berlatih menggunakan semua indra utk melakukan observasi/ pengindraan thd berbagai benda 2. Klasifikasi yakni mengelompokkan benda berdasarkan ciri tertentu. 3. Melakukan pengukuran (jarak, berat, volume) 4. Menggunakan bilangan yakni menggunakan angka utk menyatakan sesuatu secara kuantitatif. 5. Mengenal produk teknologi yakni mengenal berbagai produk teknologi, cara menggunakan dan algoritme/ cara kerja didalamnya. 6. Mengenal berbagai benda tak hidup dan gelajanya, yakni berinteraksi, melakukan eksplorasi/penyelidikan, dan percobaan sederhana. 7. Mengenal berbagai benda hidp dan gejalanya, yakni berinteraksi dan bereksplorasi dengan makhluk hidup dan gejalanya. Pengaruh permainan sains untuk anak usia dini: 1. Perkembangan sosial 2. Perkembangan emosional 3. Perkembangan fisik 4. Perkembangan kognitif 5. Perkembangan kreativitas D. Pendidikan etika berteknologi untuk AUD Langkah-langkah dalam melakukan kegiatan sains untuk ana usia dini: 1. Perencanaan dan pengaturan  Sediakan tempat, alat dan bahan sederhana yang dapat membantu aktifitas sains  Berikan kesempatan anak untuk bereksplorasi  Amati anak saat menemukan pengalaman
  • 29.
    29  Rencanakan aktifitasyang seimbang antara kegiatan mandiri dan yang harus diamati orang dewasa 2. Rencana untuk keamanan  Ruang gerak anak yang lebih tua berjauhan dengan ruang untuk bayi/ balita  Libatkan anak-anak yg muda slm bebrapa aktifitas yg sama dengan alat/ bahan yang lebih aman. 3. Sikap yang harus dibangun  Keterbukaan  Langsung dari guru  Spontanitas Ruang lingkup program pembelajaransains: E. Pengembangan bahan ajar sains dan teknologi untuk anak usia dini KETERAMPILAN DALAM PERMAINAN SAINS 1. Alat eksplorasi dalam permainan sains  Observasi  Klasifikasi  Mengukur  Perkiraan RUANG LINGKUP SAINS ISI BAHAN KAJIAN: FISIKA, BIOLOGI, ASTRONOMI PROGRAM SAINS TERPADU BIDANG PENGEMBANGAN KEMAMPUAN: PRODUK, PROSES DAN SIKAP
  • 30.
    30  Eksperimen  Komunikasi 2.Mendorong anak untuk melakukan kegiatan sains  Fokus dan pedomannya: mengikuti apa yang anak inginkan, serta menjaga untuk tdk memberi petunjuk atau mendominasi. Hal-hal yg perlu diperhatikan: 1. Mendorong anak utk berbicara tentang apa yang sedang mereka lakukan 2. Berikan bertanyaan utk menstimulasi pikiran dan daya eksperimentasi MODEL PROGRAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SAINS 1. Pendekatan yang bersifat situasional (spontanous based treatment) artinya pembahasan ttg sains akan elaborasikan secara luas dan mendalam jika dalam pembelajaran muncul fenomena yg terkait dengan konsep sains pada sasaran belajar. 2. Pendekatan yang bersifat terpisah atau tersendiri. Artinya program pembelajaran sains dikemas secara khusus dan tersendiri 3. Pendekatan yang bersifat merger atau teintegrasi dengan disiplin lain atau bidang pengembangan lain. SKEMA PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN SAINS PSIKOLOGI PERKEMB ANAK TEORI BELAJAR MATERI/ ISI BAHAN KAJIAN BIDANG PENGEMBA NGAN SAINS PROGRAM SAINS ANAK RUANG LINGKUP SAINS PENGEMB SAINS GURU
  • 31.
    31 KRITERIA KUALITAS GURUUNTUK PEMBELAJARAN SAINS 1. Guru sebagai perencana 2. Guru sebagai inisiator 3. Guru sebagai fasilitator 4. Guru sebagai observer 5. Guru sebagai elaborator 6. Guru sebagai motivator 7. Guru sebagai antisifator 8. Guru sebagai model 9. Guru sebagai evaluator 10. Guru sebagai teman bereksplorasi bersama anak
  • 32.
    32 BAB IX PENGEMBNAGAN BAHANAJAR BERBASIS LINGKUNGAN DI PAUD Capaian Pembelajaran Perkuliahan Mampu memahami dan mengembangkan bahan ajar berbasis lingkungan di PAUD Indikator 1. Menjelaskan Konsep lingkungan alam sekitar 2. Menjelaskan Nilai lingkungan sebagai bahan ajar 3. Menjelaskan Jenis-jenis lingkungan sebagai bahan ajar 4. Menjelaskan Prosedur pemanfatan lingkungan sebagai bahan ajar A. Konsep lingkungan alam sekitar Lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan alam sekitar bermakna amat luas. Rentangan maknanya antara lain meliputi kepedulian kita pada alam secara holistik, pemanfaatan bahan- bahan bekas, menyayangi binatang, memelihara tumbuhan, hingga kebiasaan kita untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dengan mempelajari alam sekitar anak dapat memperlakukan alam sebagai satu kesatuan yg utuh dan menyeluruh. B. Nilai lingkungan sebagai bahan ajar  Penggunaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar yang lebih bermakna (meaningfull learning) sebab anak dihadapkan dengan keadaan dan situasi yang sebenarnya.  Lingkungan menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari anak
  • 33.
    33  Penggunaan lingkungansebagai bahan ajar akan mendorong pada penghayatan nilai-nilai atau aspek-aspek kehidupan yang ada di lingkungannya  Penggunaan lingkungan dapat menarik bagi anak  Pemanfaatan lingkungan menumbuhkan aktivitas belajar anak (learning activities) yang lebih meningkat. C. Jenis-jenis lingkungan sebagai bahan ajar 1. Lingkungan alam Lingkungan alam atau lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang sifatnya alamiah, seperti sumber daya alam (air, hutan, tanah, batu-batuan), tumbuh-tumbuhan dan hewan (flora dan fauna), sungai, iklim, suhu, dan sebagainya. 2. Lingkungan sosial Hal-hal yang bisa dipelajari oleh anak usia dini dalam kaitannya dengan pemanfaatan lingkungan sosial sebagai sumber belajar ini misalnya:  mengenal adat istiadat dan kebiasaan penduduk setempat di mana anak tinggal.  mengenal jenis-jenis mata pencaharian penduduk di sektiar tempat tinggal dan sekolah.  Mengenal organisasi-organisasi sosial yang ada di masyarakat sekitar tempat tinggal dan sekolah.  Mengenal kehidupan beragama yang dianut oleh penduduk sekitar tempat tinggal dan sekolah.  Mengenal kebudayaan termasuk kesenian yang ada di sekitar tempat tinggal dan sekolah.  Mengenal struktur pemerntahan setempat seperti RT, RW, desa atau kelurahan dan kecamatan.
  • 34.
    34  Pemanfaatan lingkungansosial sebagai sumber belajar dalam kegiatan pendidikan untuk anak usia dini sebaiknya dimulai dari lingkungan yang terkecil atau paling dekat dengan anak. 3. Lingkungan budaya Berkenan dengan pembangunan dan kepentingan manusia dan masyarakat pada umumnya. PRINSIP TINDAKAN YANG SELARAS DENGAN LINGKUNGAN D. Prosedur pemanfatan lingkungan sebagai bahan ajar PENTINGNYA BELAJAR LINGKUNGAN ALAM SEKITAR UNTUK ANAK USIA DINI 1. Memberikan pengalaman nyata kepada anak. 2. Anak dapat belajar dan menghargai lingkungan secara lebih baik. 3. Anak memiliki kesadaran, berkreasi, memiliki rasa ingin tahu, dan dapat berapresiasi terhadap benda dan makhluk yg dihadapinya. KURANGI LIMBAH DAN HEMAT PEMAIKAIAN BARANG PENDAURAN ULANG PENANAMAN KEMBALI PEMAKAIAN ULANG 4 PRINSIP TINDAKAN
  • 35.
    35 PERAN ORANG TUA& ORANG DEWASA DALAM MEMBIMBING ANAK BELAJAR DARI ALAM SEKITAR 1. Melatih sejak kecil peduli lingkungan agar anak berperan di masa mendatang 2. Orang tua memberi contoh (memotori tindakan) 3. Membangun kesadaran (menanam pohon, memelihara tanaman) 4. Penggunaan air penghematan 5. Penggunaan energi secara hemat 6. Penggunaan alat masak dan pengolahan bahan pangan sesuai dg kondisi yg ada 7. Memelihara kebersihan lingkungan rumah 8. Menggunakan gelas minum yang sesuai 9. Berbelanja (membeli produk yang ramah lingkungan) 10. Menggunakan kertas bekas untuk menggambar di sekolah Bentuk kegiatan dalam konteks pembelajaran lingkungan 1. Membangun kesadaran lingkungan (menanam tanaman, memlihara binatang, dll) 2. Memelihara kebersihan lingkungan rumah 3. Apotik hidup 4. Pengenalan, sayang binatang 5. Memilih topik yg berkaitan dengan contoh nyata 6. Mengaitkan semua materi untuk melatih intelektual dan kecerdasan emosional 7. Memanfatkan barang bekas sebagai sumber belajar 8. Memilih media pembelajaran yang tepat guna 9. Mengarahkan & membimbing anak untuk berdisiplin terhadap lingkungan Prosedur Pemanfaatan Lingkungan Sebagai bahan ajar 1. langkah perencanaan 2. langkah pelaksanaan 3. langkah tindak lanjut (follow up)
  • 36.
    36 BAB X PENGEMBANGAN BAHANAJAR BERDASARKAN MODEL PEMBELAJARAN Capaian Pembelajaran Perkuliahan Mampu memahami dan mengembangkan bahan ajar berdasarkan model pembelajaran di PAUD Indikator 1. Menjelaskan dan mengembangkan bahan ajar pada model pembelajaran kelompok 2. Menjelaskan dan mengembangkan bahan ajar pada model pembelajaran area 3. Menjelaskan dan mengembangkan bahan ajar pada model pembelajaran sentra Materi A. Pengembangan bahan ajar pada model pembelajaran kelompok Model pembelajaran kelompok dengan pengaman adalah pola pembelajaran dimana anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok (biasanya menjadi tiga kelompok), masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda. Dalam satu pertemuan, anak didorong harus mampu menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dalam kelompok secara bergantian. Apabila dalam pergantian kelompok terdapat anak- anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat daripada temannya, maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain selama dalam kelompok lain masih ada tempat. Jika sudah tidak ada tempat, anak-anak tersebut dapat bermain pada tempat tertentu yang sudah disediakan oleh guru, dan tempat itulah yang disebut dengan kegiatan pengaman. Pada kegiatan pengaman sebaiknya disediakan alat- alat yang lebih bervariasi dan sering diganti sesuai dengan tema atau subtema yang dibahas.
  • 37.
    37 B. Pengembangan bahanajar pada model pembelajaran area Menurut Diknas (2013), model pembelajaran area ialah model pembelajaran dimana anak diberi kesempatan untuk memilih atau melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minat mereka di dalam area-area. Pembelajarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keragaman budaya yang menekankan pada prinsip (1) pengalaman pembelajaran pribadi setiap anak, (2) membantu anak membuat pilihan dan keputusan melalui aktivitas di dalam area-area yang disiapkan, dan (3) keterlibatan keluarga dalam proses pembelajaran. 1. Prinsip-prinsip pembelajaran area Pembelajaran area mencakup tiga prinsip utama yaitu: a). Konstruktivitas. Artinya pembelajaran terjadi saat anak berusaha memahami dunia di sekelilingnya melalui proses interaktif yang melibatkan teman, orang dewasa, dan lingkungan. b). Sesuai dengan perkembangan anak. Pembelajaran model area menggunakan metodologi yang selaras dengan tahap perkembangan anak, minat anak, mendorong rasa ingin tahu alamiah anak, kegembiraan terhadap pengalaman-pengalaman panca indra, dan keinginan untuk menjelajahi gagasan-gagasan baru anak itu sendiri. c). Pendidikan progresif. Pelaksanaan pendidikan progresif dibangun berdasarkan prinsip-prinsip perkembangan anak dan konstruktivisme. 2. Jenis-jenia area. Pembelajaran area menggunakan 11 area. Dalam satu hari dapat dibuka minimal 4 area untuk disiapkan alat bermain/alat peraga dan sarana pembelajaran yang sesuai dengan indikator yang ingin dicapai. Area tersebut meliputi area agama, area balok, area Berhitung/Matematika, area IPA, area Musik, area Bahasa, area Membaca dan Menulis, area Drama, area Pasir/Air, area Seni dan Motorik, dan area Masak. Model pembelajaran pada anak usia dini seharusnya disesuaikan dengan perkembangan anak, karena tujuan PAUD adalah membantu anak
  • 38.
    38 dalam mencapai tahapantumbuh kembang anak. Kesesuaian perkembangan ini dapat dilihat dalam dua sisi yaitu dari sisi perkembangan anak secara individual dan perkembangan anak seusia sebayanya. Kesesuaian pembelajaran dengan perkembangan anak ini sesuai dengan salah satu karakteritik Developmentally Appropiate Practices bahwa dalam pembelajaran harus menyediakan kegiatan yang memenuhi berbagai rentang minat dan kebutuhan anak. ( Suparno, 2005:4) C. Pengembangan bahan ajar pada model pembelajaran sentra Pendekatan Sentra dan Lingkaran adalah pendekatan penyelenggaraan PAUD yang berfokus pada anak yang dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam lingkaran dengan menggunakan 4 jenis pijakan (scaffolding) untuk mendukung perkembangan anak, yaitu (1) pijakan lingkungan main; (2) pijakan sebelum main; (3) pijakan selama main; dan (4) pijakan setelah main. (Diknas: 2006). Sedangkan dalam Diknas (2008) Model pembelajaran sentra adalah pendekatan pembelajaran yang dalam proses pembelajarannya dilakukan di dalam “lingkaan” (circle times) di sentra bermain. Berdasarkan dua pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran sentra adalah model pembelajaran yang berfokus pada anak usia dini yang proses pembelajaraannya berpusat di dalam lingkaran (circle times) di sentra bermain dengan menggunakan 4 jenis pijakan. Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis main yaitu bermain sensorimotor atau fungsional, bermain peran dan bermain konstruktif (membangun pikiran anak). Ditambah dengan bermain keaksaraan yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini. Bermain sensorimotor adalah menangkap rangsangan melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai reaksinya. Anak TK belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka misalnya menakar air, meremas kertas bekas, menggunting, dan lin-lain. Bermain peran terdiri dari bermain peran makro/ besar dan bermain peran mikro/kecil (bermain
  • 39.
    39 simbolik, pura-pura, fantasi,imajinasi atau bermain drama). Anak bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yangn telah dimilikinya. Bermain konstruktif menunjukkan kemampuan untuk mewujudkan pikiran, ide, dan gagasannya menjadi sebuah karya nyata. Ada dua jenis bermain konstruktif, yaitu bermain konstruktif sifat tidak terstrukstur (air, pasir, spidol, dll) dan bermain konstruktif terstruktur (balok, lego, dll). 1. Prinsip Pembelajaran Sentra Prinsip pembelajaran sentra didasarkan pada teori konstruktifisme. Dimana anak diberi kesempatan untuk membangun pemikirannya sendiri melalui aktivitas yang dia lakukan. Teori ”constructivism” disampaikan oleh Piaget (1896 – 1980) bahwa seorang anak belajar melalui tindakan yang dilakukannya. Menurutnya, pemahaman anak dibangun (constructed) melalui action, Seorang anak dapat memahami suatu konsep melalui pengalaman konkrit. Pada pembelajaran sentra kegiatan belajar dilakukan melalui bermain, dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksplorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya, sehingga anak menemukan pengetahuan dari benda-benda yang dimainkannya. Pada pembelajaran sentra lingkungan disediakan untuk mendukung proses belajar. Lingkungan diciptakan menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan bagi anak selama mereka bermain.
  • 40.
    40 BAB XI EVALUASI PENGEMBANGANBAHAN AJAR Capaian Pembelajaran Perkuliahan Mampu memahami evaluasi pengembangan bahan ajar Indikator 1. Menjelaskan evaluasi pengembangan bahan ajar A. Evaluasi pengembangan bahan ajar Evaluasi pengembangan bahan ajar menggunakan evaluasi kurikulum pada tingkat mikro. 1. Tujuan evaluasi Dua tujuan pokok yang ingin dicapai melalui evaluasi ini adalah: a. Mengukur efek pengajaran Tujuan pertama evaluasi pada tingkat mikro ialah memperoleh gambaran tentang efek atau pengaruh dari pengajaran yang telah diberikan terhadap penguasaan kemampuan yang ingin dicapai dalam satu bidang pengembangan. Efek atau pengaruh tersebut dapat diketahui bila dilakukan perbandingan antara hasil yang dicapai peserta didik sebelum dan sesudah pengajaran diberikan. b. Memperbaiki pengajaran Disamping untuk keperluan pengukuran efek atau pengaruh pengajaran, evaluasi program pada tingkat mikro bertujuan pula untuk memperoleh gambaran ataupun informasi tentang bagian-bagian pembelajaran yang beum dipahami oleh para peserta didik. Atas dasar itu dilakuakn upaya untuk memperbaiki cara mengajarkan bagian-bagian tersebut sehingga semua ataupun sebagaian besar peserta didik dapat memahaminya. Untuk program berikutnya,, informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi dapat digunakan pula untuk memperbaiki bagian-bagan tertentu dalam rencana persiapan mengajar.
  • 41.
    41 2. Jenis-jenis evaluasi Beberapajenis evaluasi yang perlu diadakan dalam setiap bahan ajar, yaitu: a. Evaluasi awal Evaluasi awal dibandingkan dengan hasil evaluasi pada akhir pengajaran, akan dapat diukur efek atau pengaruh dari pengajaran tersebut. Bahan evaluasi awal disusun berdasarkan lingkup materi dan jenis-jenis kemampuan yang ingin dikembangkan tiap bahan ajar. b. Evaluasi antara Evaluasi antara dilakukan pada setiap unit bahan yang diberikan dalam satu b ahan ajar. Evaluasi antara ini dapat berbentuk asesmen atau evaluasi lain tentang unit yang bersangkutan. Hasil evaluasi antara ini dimanfaatkan terutama untuk keperluan memperbaiki proses belajar-mengajar termasuk cara-cara mengajarkan bagian-bagian tertentu yang belum dipahami peserta didik. c. Evaluasi akhir Evaluasi akhir dilakukan setelah pengajaran diberikan, yang berfungsi untuk memperoleh diketahui gambaran tentang kemampuan yang dicapai peserta didik pada akhir program. Jika hasil evaluasi akhir dibandingkan dengan hasil evaluasi awal, dapat diketahui besar kecilya efek atau pengaruh dari pengajaran yang telah diberikan dan sekaligus dapat diketahui dapat diketahui pula bagian-bagian dari program pengeajaran yang masih mengandung kelemahan. Bahan evaluasi akhir ini hendaknya identik atau setara dengan bahan evaluasi awal 3. Skema kegiatan evaluasi Pengajaran Ev. awal Unit 1 EA 1 Unit 2 EA 2 Unit 3 EA 3 dst Ev. Akhir
  • 42.
    42 DAFTAR PUSTAKA Masitoh,dkk.2004.Strategi PembelajaranTK Jakarta Univ. Terbuka Nugraha, Ali. 2005. Kurikulum dan Bahan Belajar TK. Jakarta. Univ. Terbuka. DIKNAS Nugraha, Ali. 2005. Pengembangan Pembelajaran Sains pada AUD. Jakarta: Diknas Suyanto, Slamet.2005.Pembelajaran untuk Anak TK. Jakarta. DEPDIKNAS Depdiknas. 2009. Standar PAUD. Diknas Prastowo, Andi. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. 2011.Jogjakarta. Diva Press