SOTO DAGING BU GRACE
JL. Tamansari 101, Yogyakarta
0274- 743535, 081328362626
RINGKASAN EKSEKUTIF
Nama usaha : SOTO BU GRACE
Bidang usaha : Industri rumahan
Jenis produk : Makanan
Nilai penjualan /th : 30.000 mangkok
Nilai kekayaan perusahaan terakhir : Rp 18.000.000,-
Prospek pengembangan usaha : Menjanjikan
Rencana pengembangan usaha : warung soto franchise
Target nilai penjualan : Peningkatan 2% /th
Kebutuhan dana : Rp 34.000.000,-
Rencana penggunaan dana : aset Rp 18.000.000,-
bhn. baku Rp
15.000.000,-
pemasaran Rp 1.500.000,-
Jangka waktu pengembalian : ± 4bulan
BISNIS DESKRIPSI
Jenis produk yang dijual:
Produk yang dijual adalah Soto Daging. Soto Daging merupakan
salah satu jenis makanan rumahan yang banyak digemari semua
kalangan masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa.
Soto daging yang dijual terbuat dari bahan baku pilihan
( daging sapi pilahan ). Proses pembuatannya hygienis, dan
traditional.
Keunggulan produk:
1. Bahan baku berkualitas dan hygienis
2. Rasanya yang khas
3. Rempah-rempah / bumbu khas asli Indonesia
4. Alami ,tanpa pengawet buatan, dan tanpa bahan kimia
5. Prosesnya yang traditional dari tangan-tangan ibu rumah
tangga ( mencerminkan makanan rumahan )
KEGIATAN PEMASARAN
Menjual langsung ke konsumen.
Melakukan promosi dengan menyebar flyer ke pemukiman
penduduk, perumahan, dan sekitar warung.
Memasang spanduk didepan warung , memasang plakat yang
menunjukkan warung SOTO BU GRACE
( sepanjang jalan arah menuju warung ).
Social media dengan memasang iklan di fb atau twitter.
TARGET YANG DITUJU
Usia : semua usia
Jenis kelamin : Pria dan wanita
Agama : Semua agama
Target SOTO BU GRACE mencakup semua kalangan baik
menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Konsumen
dari sekitar warung maupun orang-orang yang singgah (
orang yang melakukan perjalanan). Usaha ini sangat
menjanjikan karena kebanyakan masyarakat Indonesia
menyukai SOTO daging sebagai makanan rumahan yang
dapat dinikmati kapan saja. Sebagai menu sarapan, maupun
menu makan siang yang harganya terjangkau.
TREND PENGEMBANGAN
PASAR
Pertumbuhan penduduk di P.jawa pertahun 15% .
Proyeksi permintaan konsumen 15% dihitung misalkan
penjualan kita tiap hari 100 mangkok.
Pertahun : 25 hari x 100x 12= 30.000 mangkok, maka
peningkatan pertahunnya 30.000x15% = 4500 mangkok.
Jadi, untuk penjualan tahun berikutnya menjadi 34.500
mangkok.
ANALISA PESAING
Ada beberapa Warung Soto yang sudah memiliki nama, yang
sudah terkenal sejak lama dengan cita rasa khas mereka.
Keunggulan warung soto tersebut:
1. Sudah memiliki nama yang dikenal orang.
2. Cita rasa yang khas.
3. SDM yang sudah lama bekerja dengan warung tersebut.
Kelemahan warung soto tersebut:
1. Kurang hygienis.
2. Harga yang relatif tinggi.
3. Kurang konsisten dalam hal rasa, karena sudah menjadi
“pemilik keturunan”.
4. Menurut beberapa konsumen , menggunakan penyedap
rasa sebagai penguat kaldu.
STRATEGI PEMASARAN
Pengembangan produksi:
Dengan menjaga konsistensi rasa , mencoba menambah variasi makanan
pendamping yang cocok dikombinasi dengan dengan soto daging ( empal,
paru, babat iso, perkedel, dan kudapan yang lain ).
Pengembangan wilayah pemasaran:
Mencari tempat-tempat yang strategis, lingkungan-lingkungan dekat
kampus, dan melakukan penjualan di event – event tertentu utk
memperkenalkan soto ini ( mis : bazzar, sunmor )
Kita membuka kesempatan bagi orang-orang yang berminat franchise:
kita menjual nama dan bumbu nya. Dengan syarat orang tersebut dapat
memenuhi criteria yang sesuai dengan standart kita.
Kegiatan promosi:
Membuat iklan-iklan yang menarik dan lebih mengena baik offline
maupun online.
Bisa lewat iklan Koran, flyer, radio, fb, twitter, path.
PROSES PRODUKSI
Bahan:
500 g daging sapi bagian sandung lamur
2 L air
3 sdm minyak untuk menumis
2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
10 lembar daun jeruk purut
3 lembar daun salam
2 cm jahe, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
50 g tempe semangit, potong-potong *)
2 batang bawang daun, potong 3 cm
4 siung bawang putih, iris tipis, goreng kering
200 g taoge, siangi, seduh dengan air panas, tiriskan
Bumbu, haluskan:
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 sdt ketumbar butiran
½ sdt merica bubuk
1 ½ sdt garam
Pelengkap:
2 batang daun seledri, iris tipis
1 buah jeruk nipis, potong-potong
2 sdm bawang merah goreng
Sambal cabai rawit rebus
Cara membuat:
Rebus daging hingga empuk. Angkat, potong-potong daging ukuran 2 x 2
x ½ cm. Masukkan kembali ke dalam kaldu.
Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun jeruk, daun salam, jahe,
dan lengkuas hingga harum. Angkat. Masukkan ke dalam kaldu daging.
Tambahkan tempe semangit dan bawang daun, didihkan.
Tambahkan bawang putih goreng, didihkan kembali, masak hingga bumbu
meresap. Angkat.
Atur taoge dalam mangkuk saji, tuangi kuah.
Sajikan panas bersama pelengkap.
PEMBIAYAAN
(PERMODALAN)
1. Modal Peralatan ( Pisau, Gelas, Piring, sendok, kompor, Panci, Baskom,
Meja Kursi ) = Rp. 3.000.000 ,-
2. Modal Promosi( Baner , Spanduk, Radio , Selebaran koran )= Rp.
1.500.000,-
Menghitung Modal Pokok dan Laba Rugi Modal Pokok ( HPP) Biaya
Modal untuk 1 porsi Bahan Utama daging Sapi 3 Kg x Rp. 92.000,- =
Rp.276.000,- Biaya Bahan dan bumbu = Rp. 150.000,- Total =
Rp.426.000 Jadi 100 porsi soto Rp. 426.00 : 100 porsi =
Rp. 4.260 modal pokok soto/porsi
Biaya Operasional Usaha Biaya rutin yang dikeluarkan
sehari-hari. Biaya Operasional setiap bulan : Sewa tempat,
gaji karyawan, tranportasi, bahan pelengkap, gas, listrik dan
air :
Rp. 7.000.000,-
Perhitungan Laba Rugi Usaha
a. Keuntungan kotor : (Harga Jual – Modal Pokok )x Jumlah
Penjualan ( Rp.10.000 – Rp.4.260) x 100 porsi =
Rp. 574.000,-/ hari atau Rp. 17.220.000 ,-/bln.
b. Keuntungan bersih : Keuntungan kotor –biaya operasional =
Rp.17.220.000 – Rp.7.000.000 = Rp. 10.220.000 ,-
Keuntungan bersih Rp. 10.220.000,-/ bln.
Analisis Kompetensi SDM
SDM sebaiknya dipilih yg memilik usia produktif dinamis,
antara 20 -30th, bisa lakia laki maupun perempuan.
Sedangkan dari segi pendidikan,minimal lulusan SMU.
Khusus koki, dicari yg sudah berpengalaman karena
menyangkut kualitas produk. Sedangkan sisanya boleh
menggunakan SDM tanpa pengalaman dengan pemberian
bekal training terlebih dahulu.
Pengembangan SDM
Untuk mendapatkan SDM berkualitas, perlu diadakan training untuk
karyawan baru.
Sebelum terjun ke lapangan, seluruh karyawan diwajibkan mengikuti
training tentang pencitraan, etika, tata cara penyajian, pelayanan
konsumen dari mulai persiapan hingga am operasional tutup, termasuk
didalamnya brainstorming dan motivasi.
Dalam pengembangannya, perlu didirikan divisi khusus manajemen
training ini sehingga mampu memenuhi permintaan SDM berkualitas.
Dalam pengembangannya, jika akan dibuat franchise, maka akan
dibutuhkan manajemen yg lebih besar antara lain ; HRD dan staff,
marketing dan promosi, Quality Control, Manajemen training, distribusi
barang dan security.
ANALISA RESIKO
• Karena yang kita jual adalah makanan , maka harus
habis hari itu juga.
• Pemilihan tempat yang kurang strategis , akan
mengakibatkan sepinya pengunjung.
• Karena ini makanan rumahan, sikap masyarakat
terhadap produk menjadikan ini peluang. Sehingga akan
muncul pesaing baru.
• Harus bisa mempertahankan konsistensi CITA RASA
yang khas.
SOTO DAGING BU GRACE

Bisnis plan ( soto bu grace )

  • 1.
    SOTO DAGING BUGRACE JL. Tamansari 101, Yogyakarta 0274- 743535, 081328362626
  • 2.
    RINGKASAN EKSEKUTIF Nama usaha: SOTO BU GRACE Bidang usaha : Industri rumahan Jenis produk : Makanan Nilai penjualan /th : 30.000 mangkok Nilai kekayaan perusahaan terakhir : Rp 18.000.000,- Prospek pengembangan usaha : Menjanjikan Rencana pengembangan usaha : warung soto franchise Target nilai penjualan : Peningkatan 2% /th Kebutuhan dana : Rp 34.000.000,- Rencana penggunaan dana : aset Rp 18.000.000,- bhn. baku Rp 15.000.000,- pemasaran Rp 1.500.000,- Jangka waktu pengembalian : ± 4bulan
  • 3.
    BISNIS DESKRIPSI Jenis produkyang dijual: Produk yang dijual adalah Soto Daging. Soto Daging merupakan salah satu jenis makanan rumahan yang banyak digemari semua kalangan masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa. Soto daging yang dijual terbuat dari bahan baku pilihan ( daging sapi pilahan ). Proses pembuatannya hygienis, dan traditional. Keunggulan produk: 1. Bahan baku berkualitas dan hygienis 2. Rasanya yang khas 3. Rempah-rempah / bumbu khas asli Indonesia 4. Alami ,tanpa pengawet buatan, dan tanpa bahan kimia 5. Prosesnya yang traditional dari tangan-tangan ibu rumah tangga ( mencerminkan makanan rumahan )
  • 4.
    KEGIATAN PEMASARAN Menjual langsungke konsumen. Melakukan promosi dengan menyebar flyer ke pemukiman penduduk, perumahan, dan sekitar warung. Memasang spanduk didepan warung , memasang plakat yang menunjukkan warung SOTO BU GRACE ( sepanjang jalan arah menuju warung ). Social media dengan memasang iklan di fb atau twitter.
  • 5.
    TARGET YANG DITUJU Usia: semua usia Jenis kelamin : Pria dan wanita Agama : Semua agama Target SOTO BU GRACE mencakup semua kalangan baik menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Konsumen dari sekitar warung maupun orang-orang yang singgah ( orang yang melakukan perjalanan). Usaha ini sangat menjanjikan karena kebanyakan masyarakat Indonesia menyukai SOTO daging sebagai makanan rumahan yang dapat dinikmati kapan saja. Sebagai menu sarapan, maupun menu makan siang yang harganya terjangkau.
  • 6.
    TREND PENGEMBANGAN PASAR Pertumbuhan pendudukdi P.jawa pertahun 15% . Proyeksi permintaan konsumen 15% dihitung misalkan penjualan kita tiap hari 100 mangkok. Pertahun : 25 hari x 100x 12= 30.000 mangkok, maka peningkatan pertahunnya 30.000x15% = 4500 mangkok. Jadi, untuk penjualan tahun berikutnya menjadi 34.500 mangkok.
  • 7.
    ANALISA PESAING Ada beberapaWarung Soto yang sudah memiliki nama, yang sudah terkenal sejak lama dengan cita rasa khas mereka. Keunggulan warung soto tersebut: 1. Sudah memiliki nama yang dikenal orang. 2. Cita rasa yang khas. 3. SDM yang sudah lama bekerja dengan warung tersebut. Kelemahan warung soto tersebut: 1. Kurang hygienis. 2. Harga yang relatif tinggi. 3. Kurang konsisten dalam hal rasa, karena sudah menjadi “pemilik keturunan”. 4. Menurut beberapa konsumen , menggunakan penyedap rasa sebagai penguat kaldu.
  • 8.
    STRATEGI PEMASARAN Pengembangan produksi: Denganmenjaga konsistensi rasa , mencoba menambah variasi makanan pendamping yang cocok dikombinasi dengan dengan soto daging ( empal, paru, babat iso, perkedel, dan kudapan yang lain ). Pengembangan wilayah pemasaran: Mencari tempat-tempat yang strategis, lingkungan-lingkungan dekat kampus, dan melakukan penjualan di event – event tertentu utk memperkenalkan soto ini ( mis : bazzar, sunmor ) Kita membuka kesempatan bagi orang-orang yang berminat franchise: kita menjual nama dan bumbu nya. Dengan syarat orang tersebut dapat memenuhi criteria yang sesuai dengan standart kita. Kegiatan promosi: Membuat iklan-iklan yang menarik dan lebih mengena baik offline maupun online. Bisa lewat iklan Koran, flyer, radio, fb, twitter, path.
  • 9.
    PROSES PRODUKSI Bahan: 500 gdaging sapi bagian sandung lamur 2 L air 3 sdm minyak untuk menumis 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan 10 lembar daun jeruk purut 3 lembar daun salam 2 cm jahe, memarkan 2 cm lengkuas, memarkan 50 g tempe semangit, potong-potong *) 2 batang bawang daun, potong 3 cm 4 siung bawang putih, iris tipis, goreng kering 200 g taoge, siangi, seduh dengan air panas, tiriskan Bumbu, haluskan: 8 butir bawang merah 4 siung bawang putih 2 sdt ketumbar butiran ½ sdt merica bubuk 1 ½ sdt garam
  • 10.
    Pelengkap: 2 batang daunseledri, iris tipis 1 buah jeruk nipis, potong-potong 2 sdm bawang merah goreng Sambal cabai rawit rebus Cara membuat: Rebus daging hingga empuk. Angkat, potong-potong daging ukuran 2 x 2 x ½ cm. Masukkan kembali ke dalam kaldu. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun jeruk, daun salam, jahe, dan lengkuas hingga harum. Angkat. Masukkan ke dalam kaldu daging. Tambahkan tempe semangit dan bawang daun, didihkan. Tambahkan bawang putih goreng, didihkan kembali, masak hingga bumbu meresap. Angkat. Atur taoge dalam mangkuk saji, tuangi kuah. Sajikan panas bersama pelengkap.
  • 11.
    PEMBIAYAAN (PERMODALAN) 1. Modal Peralatan( Pisau, Gelas, Piring, sendok, kompor, Panci, Baskom, Meja Kursi ) = Rp. 3.000.000 ,- 2. Modal Promosi( Baner , Spanduk, Radio , Selebaran koran )= Rp. 1.500.000,- Menghitung Modal Pokok dan Laba Rugi Modal Pokok ( HPP) Biaya Modal untuk 1 porsi Bahan Utama daging Sapi 3 Kg x Rp. 92.000,- = Rp.276.000,- Biaya Bahan dan bumbu = Rp. 150.000,- Total = Rp.426.000 Jadi 100 porsi soto Rp. 426.00 : 100 porsi = Rp. 4.260 modal pokok soto/porsi
  • 12.
    Biaya Operasional UsahaBiaya rutin yang dikeluarkan sehari-hari. Biaya Operasional setiap bulan : Sewa tempat, gaji karyawan, tranportasi, bahan pelengkap, gas, listrik dan air : Rp. 7.000.000,- Perhitungan Laba Rugi Usaha a. Keuntungan kotor : (Harga Jual – Modal Pokok )x Jumlah Penjualan ( Rp.10.000 – Rp.4.260) x 100 porsi = Rp. 574.000,-/ hari atau Rp. 17.220.000 ,-/bln. b. Keuntungan bersih : Keuntungan kotor –biaya operasional = Rp.17.220.000 – Rp.7.000.000 = Rp. 10.220.000 ,- Keuntungan bersih Rp. 10.220.000,-/ bln.
  • 13.
    Analisis Kompetensi SDM SDMsebaiknya dipilih yg memilik usia produktif dinamis, antara 20 -30th, bisa lakia laki maupun perempuan. Sedangkan dari segi pendidikan,minimal lulusan SMU. Khusus koki, dicari yg sudah berpengalaman karena menyangkut kualitas produk. Sedangkan sisanya boleh menggunakan SDM tanpa pengalaman dengan pemberian bekal training terlebih dahulu.
  • 14.
    Pengembangan SDM Untuk mendapatkanSDM berkualitas, perlu diadakan training untuk karyawan baru. Sebelum terjun ke lapangan, seluruh karyawan diwajibkan mengikuti training tentang pencitraan, etika, tata cara penyajian, pelayanan konsumen dari mulai persiapan hingga am operasional tutup, termasuk didalamnya brainstorming dan motivasi. Dalam pengembangannya, perlu didirikan divisi khusus manajemen training ini sehingga mampu memenuhi permintaan SDM berkualitas. Dalam pengembangannya, jika akan dibuat franchise, maka akan dibutuhkan manajemen yg lebih besar antara lain ; HRD dan staff, marketing dan promosi, Quality Control, Manajemen training, distribusi barang dan security.
  • 15.
    ANALISA RESIKO • Karenayang kita jual adalah makanan , maka harus habis hari itu juga. • Pemilihan tempat yang kurang strategis , akan mengakibatkan sepinya pengunjung. • Karena ini makanan rumahan, sikap masyarakat terhadap produk menjadikan ini peluang. Sehingga akan muncul pesaing baru. • Harus bisa mempertahankan konsistensi CITA RASA yang khas.
  • 16.