Daftar Riwayat Hidup
Nama Lengkap : Ir.H.Hariyanto
Tempat / Tgl.Lahir : Madiun / 20 Januari 1952
Agama : I S L A M
Alamat :Jl.Duyung Raya, No.652 Kompl.Perumnas
Blok.A /140,No.652 Kary. Makmur, Sungailiat.
HP : 0813 6771 6151
Pendidikan Formal : 1. D III, ATN SoloTeknik Neg.Mesin Lulus 1975
2.S1 Universitas Brawijaya Malang Tek.Mesin
Lulus 19 Juli 1988
Pendidikan Non Formal:1.Supervisor Ps.Peranc.Mekanik di Politeknik
Manufaktur ITB 1994 selama 6 bulan,
utk persiapan Polman Timah
2.Fab.Con,Torn,CNC, Politeknik Spanyol 1997
Training CNC selama 2 bulan.
Pengalaman Kerja Industri: 12 Tahun
1. 8 Th, Th.1976 - 1984 Staf Rekayasa PT.Timah
2. 2 Th, Th.1989 - 1991 Ka.Dok Kapal Keruk PT.Timah Tbk
3. 1 Th, Th.1991 - 1992 Ka.Penerimaan Barang Logistik . PT.Timah Tbk
4. 8 bulan, Th.1993 Ka.Perawatan Kapal Keruk .PT.Timah Tbk
Pengalaman Jabatan Pendidikan :
1. Th.1994 - 2006 Wakil Direktur .I Polman Timah
2.Th.2001 - 2004 Direktur SPMU TPSDP ADB,
(Besar dana 17 Milyar Rupiah) utuk :
PS.Tek.Perawatan Mesin = 10 M,
PS.Tek.Elektronika = 7 M.
3. Th,Th. 2006 - 2007 Wakil Direktur.II Polman Timah
4. Maret 2008 s.d sekarang Dosen Polman Timah
(Program Studi Tek.Perancangan Mekanik).
Jenjang Jabatan Akademik: Asisten Ahli (Profesional) Th.2005 s.d sekarang.
Penilaian MHS/I
Nilai Angka(NA) Huruf Mutu (HM) Angka Mutu (AM)
1. 81 – 100 A 4
2. 75 – 80 AB 3,5
3. 69 – 74 B 3
4. 63 – 68 BC 2,5
5. 56 – 62 C 2
6. 41 – 55 D 1
7. 0 – 40 E 0
IPK =
(2 x IPP) + IPT
3
Hubungan dari Satuan-satuan:
* 1kg gaya dikerjakan benda dgn 1 kg massa, memberikan
percepatan = 9,81 m / det²
* 1Newton dikerjakan pd benda dgn 1 kg massa,
memberikan percepatan = 1 m/ det²
•1 kg gaya = g Newton = 9,81 Newton
Susunan Absolut ke susunan Teknis:
1 N = 1/ 9,81 kg gaya = 1/9,81 kg
1 Joule = 1/9,81 kgm ; 1 HP = 75 kgm/det
1 W = 1/9,81 kgm/det = 1/9,81 x 1/75 HP = 1/735,75 HP
1 W =1/736 HP , 1 Kw = 1000/736 = 1,3586 ≈ 1,36
Dibulatkan : 1 Kw = 1,36 HP
Hubungan dari Satuan-satuan:
Sebaliknya :
1 kg gaya = 9,81 N ; 1 kgm = 9,81 Joule
1 kg m/det = 9,81 Watt
1HP = 75 kgm/det x 9,81 Watt = 735,75 = 736 Watt
1 HP = 0,736 Kw = 736 Watt
Satuan Inggris : 1 Lb Force = 32,2 pound
1 Slug = 32,2 Lb massa
Hubungan satuan Metrik dan stuan Inggris:
1 Lb = 435,6 gram ; 1 Foot = 30,48 cm = 0,3048 m
PS.T.ELK, SM.1 , Kelas 1 Elk, Bobot = 1 SKS
Materi EMS.1
1.ELEMEN PENGIKAT
a. Mhs dpt menyebutkan Jenis-jenis Elemen Pengikat,
b. Mhs dpt menyebutkan jenis-jenis dan kegunaan :
1.Ulir, 2. Keling , 3. Baut, 4. Pena,
5.Pasak, 6.Perekat , 7. Solder dan Las.
2.ELEMEN PENUNJANG
a. Mhs dpt menyebutkan Jenis-jenis Elemen Penunjang,
b. Mhs dpt menyebutkan jenis-jenis dan kegunaan :
1. Pegas , 2. Seal
PS.T.ELK, SM.2 , Kelas 1 Elk, Bobot = 1 SKS
Materi EMS.2
3.ELEMEN TRANSMISI
a. Mhs dpt menyebutkan Jenis-jenis Elemen Transmisi,
b. Mhs dpt menyebutkan jenis-jenis dan kegunaan :
1. Poros, 3. Bantalan, 5. Roda Gesek, 7. Roda Gigi,
2. Puli , 4. Sabuk (Belt), 6. Rantai dan Sproket, 8. Kopling
Bhn EMS 1- Ulir
1.Elemen Mesin adl:
Bagian-bagian suatu konstruksi mesin yg mempunyai bentuk serta fungsi
tersendiri, spti : Baut mur, Pena , Pasak , Poros, Kopling, Roda gigi dsbnya.
2.Klasifikasi Elemen Mesin ,dan Fungsinya ,beri contohnya :
1. Elemen Pengikat :
a.Non permanen /Dpt dilepas
contoh: Baut-mur; Pena ; Pasak, Ring Penahan
b.Permanen /Tdk dpt dilepas
contoh : Keling; Perekat ; Solder ; Las
2. Elemen Pemindah / Transmisi
contoh : Poros; Bantalan; Roda gigi ; Sabuk & Puli; Rantai & Sproket;
Roda gesek.
3. Elemen penunjang
contoh : Seal ; Katup ; Pelumas; Elemen Gerak Linear
Kuliah ke 1
1.2. Klasifikasi Elemen Mesin
Ems.1-1
Elemen
Pengikat
Elemen
Pemindah
Elemen
Penunjang
Dapat
Dilepas
Tdk Dapat
Dilepas
Contoh :
Seal,Katup,
Pelumas
Elemen gerak
Linear
Contoh:
Poros,Bantalan,
Roda gigi,
Sabuk dan Puli,
Rantai & Sproket,
Roda gesek
Contoh:
Baut & Mur,
Pena,Pasak,
Ring Penahan
Contoh:
Keling,
Perekat,
Solder,Las
Elemen-elemen Mesin
Sambungan Yg Dpt Dilepas.
Ulir
Bentuk Ulir adl Curva Spiral yg terjadi apabila pd sebuah silinder dililitkan
sebuah lembaran berbentuk segitiga.
KURVA SPIRAL ULIR
Ǿ
Kurva
Spiral
P∏d
α
Keliling lingkaran = π.d2
∅d2
Kisar P
α= Sudut kisar ulir
α = Sudut kisar ulir, tan α = , tan α =
Kisar
Keliling Lingkaran
P
π x d2
Diameter kisar ulir (d2)
Kisar (P)
Keliling lingkaran = π x d2
EMS.1.1-2
Pd Pemakaiannya Ulir selalu berpasangan
antara ulir luar dan ulir dalam.
Umumnya digunakan sbgai Pengikat pd
hub.baut dan mur, dan sbgai Pemindah pd
hub. Baut/poros dgn pasangannya.
Baut & Mur
Profil Ulir
P
β
d
d2
d1 h
D2
D1
D
0,5xd
Ulir Luar = Baut
Ulir Dalam = Mur
d = diameter Luar Ulir Luar
d2= diameter Tengah Ulir Luar
d1= Diameter Terkecil Ulir Luar
h = Tinggi Profil Ulir
P = Kisar Ulir
β = Sudut Profil Ulir
D = Diameter Luar Ulir Dalam
D2 = Diameter Tengah Ulir Dalam
D1 = Diameter Terkecil Ulir Dalam
Catatan: d2 = D2; Harga Kisar Ulir P dan
Sudut Profil Ulir β utk Luar dan Ulir Dalam
Harus sama
Ems.1. 1-3
EMS.1.1-4
EMS.1.1-5
EMS.1.1-5
EMS.1.1-5
Bentuk dan Ukuran Geometrik Profil Ulir (Lihat slide Gbr baut + mur)
2.1.10.2 ISO Inch (UNC)
ULIR LUAR
P
h3H
H/2
H/2
H1
ULIR
DALAM
H = 0,86 P ; H1 = 0,53 P ; h3 = 0,60 P; r = 0,14 P
Contoh penulisan: ¼ - 20 UNC
¼ = Ukuran diameter luar ulir (inci)
20 = Jlh gang setiap 1 inci
UNC =Unified National Coarse
Ems.1-12
60º
60º
ULIR ISO –METRIK NORMAL
ULIR BAUT
Ph
D1H1
ULIR MUR
Ems.3. 8-13
60º
60º
h3
d3
d2=D2
d=D
d = D = Diameter Nominal (Dia Pitch) Ph = Gang = Pitch
d2 = D2 = Diameter Tengah d3 = Diameter kaki
D 1 = Inti h3 = Tinggi
H1 = Gigi
2.1.10.3 Ulir Trapesium
ULIR LUAR Baut
ULIR DALAM Mur
P
30º
R2
R2
R1
H/2
H/2
Hh3
z
H4
H1
ac
ac
H = 1,866 P ; H1 = 0,5 P ; H3 = H4 = 0,5 P + ac
R1 maks = 0,5 ac ; R2 maks = ac
Contoh penulisan: Tr 40 x 70
Tr = Trapesium , 40 = ukuran diameter luar ulir (mm)
x = tanda pemisah ukr.diameter luar dgn kisar
7 = ukr.kisar ulir (mm)
d3
d
d2=D2
D4
D1
Baut: d =diameter Nominal
d3 = Diameter Terkecil
Mur : D4 =diameter Terbesar
D1 = Diameter Terkecil
Ems.1.1-8
Arah pendakian
Ulir kanan
Arah pendakian
Ulir kiri
ARAH PUTARAN ULIR
Arah Putaran Ulir
Bila Ulir dilihat pada kedudukan tegak, maka arah pendakian / putaran ulir :
•Dari kiri ke kanan, utk ulir KANAN
•Dari kanan ke kiri, utk ulir KIRI.
Ulir kanan sangat umum digunakan.
Ulir Kiri digunakan pd keadaan dimana putaran akan mengakibatkan ulir kanan
terlepas.
contoh penulisan M12LH ( LH = Left –Hand)
Ems.1.1-8
TIPE ULIR ( METRIK )
KASARHALUS
Tipe Ulir (metrik)
Ulir Normal
Ulir Kasar umumnya disebut Ulir normal. Pemilihan kasar dan halus
disesuaikan dgn pemggunaan.
*Bentuk profil Ulir Metrik normal dan Ulir metril halus sama, tetapi berbeda pd:
1.Gang, 2.Tinggi profil, 3.Diameter tengah, 4.Diameter terkecil.
Ketentuan ISO (International Organization For Standardization) utk seluruh
ulir metrik normal, penulisannya diawali dgn huruf besar (M) metrik, diikuti
ukuran diameter luar ulir yg diinginkan.
Kmdn utk ukuran kisar ulir yg halus, disertai dgn tanda pemisah x dan diikuti
dgn ukuran kisar yg dipilih.
Ems.1.1-9
Contoh penulisan tipe Ulir Metrik
M6 x 0,75
M = metrik,
6 = diameter luar (mm),
x = tanda pemisah,
0,75 ukuran kisar (mm)
Jumlah gang
1.Menurut jumlah gang ulir dpt dibedakan menjadi :
- Ulir tunggal
- Ulir Majemuk
Ulir tunggal sangat umum digunakan
Contoh penulisan :Tr10 x 2
2.Ulir Majemuk digunakan utk:
-Ulir penggerak
-Spindel penekan
-Konstruksi yg membutuhkan langkah gerak aksial yg panjang.
Gang
Kisar
Gang = Kisar
JUMLAH GANG / KISAR
KISAR adl : Jarak antara
senter profil ulir yg
bergerak satu putaran
penuh, diukur sejajar
terhadap sumbu poros ulir.
Ems.1-9
Gang adl : jarak antara
senter profil ulir yg
berdekatan, diukur sejajar
terhadap sumbu poros
ulir.
Ulir Tunggal
Ulir Majemuk
Contoh Ulir Tunggal: Tr10 x 2
Ke 1
Ems.1.1-9
Contoh penulisan: Ulir Trapesium
Tr10 x 6 (P3)
Tr = Trapesium
10 = diameter luar (mm)
x = tanda pemisah
6 = ukuran kisar (mm)
P = pitch (gang)
3 = ukuran gang (mm)
Gang = jarak antara senter (pusat) profil ulir yg berdekatan, diukur sejajar
terhadap sumbu poros ulir.
Kisar = jarak antara senter profil ulir yg bergerak satu putaran penuh,
diukur sejajar terhadap sumbu poros ulir
Ems.1-1-9
1.Ulir Pengikat mempunyai ciri-ciri:
a. Pd saat bekerja ikatan ulir diam
b.Ukuran kisar kecil
c.Sudut kisar ulir α kira-kira = 1,61⁰ (mengunci sendiri)
d.Profil ulir biasanya Metrik
2.Ulir Penggerak mempunyai ciri-ciri:
a. Pd saat bekerja ikatan ulir bergerak
b.Ukuran kisar besar
c.Sudut kisar Ulir α kira-kira 4,23⁰
d.Profil Ulir biasanya Tr, Segiempat Ulir Pengikat
Ulir Penggerak
Ke 1
Ems.1-1-10
Toleransi ULIR
Sistem Toleransi utk ULIR terbagi dlm 3 kelompok:
a.Toleransi Kasar
b.Toleransi Sedang (normal)
c.Toleransi Halus
Toleransi ULIR LUAR: dinyatakan dgn huruf Kecil:
a,b,c,d,e,f,g,h, dsb,
Toleransi ULIR DALAM: dinayatakan dgn Huruf Besar:
G,H dsb
Contoh Penulisan:M28 – 4 h
M24 x 2 – 7H
M24 – 7H/8g
Ke 1
Ems.1.1-11
Bentuk dan Ukuran Geometrik Profil Ulir
ISO Metrik Normal
H = 0,866P R1 = 0,144P
H1 = 0,541P R2 = 0,072P
h3 = 0,613P
Contoh penulisan : M20
M = Metrik
20 = ukuran diameter luar ulir (mm)
R1 = dibuat krn sudut pahat
Mengapa adanya Radius (R) , hal ini utk
menghindari :- titik kritis, - Menampung
kotoran, - berguna utk pelumasan,
- Clearance
Ems.1.1-11
ISO Metrik Halus
H = 0,866P R1 = 0,144P
H1 = 0,541P R2 = 0,072P
h3 = 0,613P
Contoh penulisan : M30x2
M = Metrik
30 = ukuran diameter luar ulir (mm)
x = tanda pemisah ukuran diameter luar kisar
2 = ukuran kisar ulir (mm)
Ems.1.1-12
ISO Inch UNC
H = 086P
H1 = 0,53P
h3 = 0,60P
r = 0,14P
Contoh penulisan UNC:
1/4 – 20 UNC
1/4 = ukuran diameter luar (inch)
20 = jumlah gang setiap inch
UNC = Unified National Coarse
Ems.1.1-12
Contoh penulisan Ulir ISO UNF dan UNEF.
1/4 – 28 UNF
1/4 – 32 UNEF
1/4 = ukuran diameter luar ulir (inci)
28 = jumlah gang setiap 1 inci
32 = jumlah gang setiap 1 inci
UNF = Unified National Fine
UNEF = Unified Nationa Extra Fine
Ems.1.1-13
Ulir Trapesium
H = 1,866P
H1 = 0,5 P
h3 = H4 = 0,5P + ac
R1 maks = 0,5 ac
R2 maks = ac
Contoh Penulisan: Tr40 x 7
Tr = Trapesium
40 = ukuran diameter luar ulir (mm)
x = tanda pemisah ukuran diameter luar dgn kisar
7 = ukuran kisar ulir (mm)
Ems.1.1-13
Ulir Trapesium
Contoh penulisan:
Tr40 x 14 (P7)LH
Tr = Trapesium
40 ukuran diameter luar ulir (mm)
x = tanda pemisah ukuran diameter luar dgn kisar
14 = Ukuran kisar ulir (mm)
P = Gang ulir
7 = Ukuran gang ulir (mm)
LH = Left Hand ( Ulir kiri)
Jlh gang = = = 2
Ukuran kisar
Ukuran gang
14
7
Jumlah gang = majemuk 2
Ems.1.1-14
ULIR BUTTRESS
H = 1,73205 P ac = 0,11777 P
H1 = 0,75P W = 0,26384 P
h3 = H3 + ac S = 0,5250 P
R = 0,12427 P S1 = 0,45698 P
Contoh penulisan: S48 x 4
S = Saw-tooth / Buttress (Gigi gergaji)
48 = ukuran diameter luar ulir (mm)
x = tanda pemisah ukuran diameter luar
dgn kisar
4 = ukuran kisar ulir (mm)
Ems.1.1-15
Ulir RADIUS
H = 1,86603 P r = 0,23851 P
t1 = 0,5 P R = 0,25597 P
b = 0,668301 P R1 = 0,22105 P
a = 0,05 P
Contoh Penulisan : Rd50 x 1/6
Rd = Radius
50 = ukuran diameter luar ulir (mm)
x = tanda pemisah ukuran diameter dgn kisar
1/6 = ukuran kisar ulir (inci)
Ems.1.1-15,16
Ulir Pipa Whitworth
H = 0,960 P, R = 0,137 P, h = 0,640 p
Utk pipa Whitworth silindris, bentuk dan ukuran ulir luar akan sama dgn
ulir dlm.
Contoh penulisan : G ¾”
G = Gasrohre (pipa gas)
3/4 = ukuran diameter dlm pipa (inci)
G ¾” tirus
Ems.1.1-16
BAUT
Baut dibedakan menjadi 2 klompok utama:
a.Baut Pengikat:
Digunakan utk mengikat 2 komponen atau lebih,
dgn /tanpa manahan gaya.
b.Baut Penggerak (Spindel)
Digunakan utk merubah gerak lurus menjadi gerak putar atau sebaliknya.
- Juga utk merubah gaya keliling yg kecil menjadi gaya memanjang yg besar.
Baut Pengikat kelompok ini adl :
Elemen yg paling tepat, Sederhana dan Ekonomis bila
digunakan pd konstruksi yg diinginkan mudah utk
dilepas - pasang.
Baut ini bisa berfungsi : sebagai pemegang, penutup,
penyetel, penyambung , dsb.
Ems.1.1-17
PENAMAAN BAUT
I . Berdasarkan ciri khusus
A.Baut Berkepala
1.1. Baut Segiempat
1.2. Baut Segienam
1.3. Baut Silinder
1.4. Baut Bulat
1.5. Baut Panhead
1.6. Baut Kartel
1.7. Baut Kontersang
1.8. Baut Kontersang Bulat
1.9. Baut Bola Mata
1.10.Baut Kupu-kupu
1.11.Baut Ring
1.12.Baut Bulat Datar
Ems.1.1-16
Penamaan Baut Berdasarkan Ciri Khusus
B. Baut Pena Stud
C. Baut Batang
D. Baut Tanam
Ems.1.1-17
II.Penamaan Baut : Berdasarkan Bentuk Pengencangan
A.Bentuk Pengecangan BentukAlur
B. Bentuk Pengencangan Bentuk Kembang
C.Bentuk Pengencangan Bentuk Inbus
(lubang segienam)
Ems.1.1-18
Penamaan Baut :
III. Berdasarkan Bentuk Ujung Baut:
a. Ujung Rata
b. Ujung Chamfer (Bentuk Umum)
c. Ujung Radius
d. Ujung Bulat
e. Ujung Runcing
f. Ujung Silinder
g. Ujung Silinder Berlubang
h. Ujung Ring-cut
Ems.1.1-18
Penamaan Baut
IV. Berdasarkan Penggunaan:
1. Baut Pemegang , digunakan utk sambungan yg
dpt dilepas-pasang dgn mudah.
2.Baut Penahan /Pencekam, digunakan utk
sambungan yg menerima beban / gaya
Ems.1.1-18
IV. Berdasarkan Penggunaan:
3.Baut Penepat, digunakan utk
menepatkan posisi suatu komponen
terhadap komponen yg lain
4.Baut Penutup, digunakan utk menutup
lubang pembuangan oli.
Penamaan Baut
Ems.1.1-19
IV. Berdasarkan Penggunaan:Penamaan Baut
5.Baut Penyetel digunakan utk mengatur
kedudukan suatu komponen atau menyetel
kelonggaran.
6.Baut Kayu/ Sekrup Kayu utk mengikat suatu
komponen terhadap kayu
7.Baut Seng, digunakan utk mengikat dan
menyambung pelat-pelat tipis. Biasanya dlm
kroseri mobil.
8. Baut Beton / Anker, digunakan utk mengikat
sesuatu terhadap beton.
Ems.1.1-20
JENIS ULIR: Jenis ulir utk baut pengikat yg sering digunakan dlm
konstruksi Mesin dan konstruksi Peralatan a.l:
1.Ulir ISO Metrik Normal
2.Ulir ISO Metrik Halus
3.Ulir ISO Inch.
Ems.1.1-20
Bahan Baut Pengikat.
Pemilihan bhn utk baut pengikat dpt dilihat berdasarkan kekuatan yg
dibutuhkan oleh baut tsb.
Menurut standar, kekuatan baut ditunjukkan dgn simbol kualitas dua buah
angka yg dipisahkan dgn titik.
Contoh: 8.8 ( dibaca : delapan titik delapan).
8.8
8.8
Simbol tsb dicantumkan pd kepala Baut
dan biasanya utk baut-baut dgn ukuran
diameter nominal ulir = 5 mm ( krn
masih cukup utk diberi tanda)
Arti Simbol:Angka Pertama: Nilainya 1/100
kali harga kekuatan patah minimal bhn baut
tsb (N/mm²)
Angka kedua: apabila dikalikan dgn angka pertama, nilainya = 1/10 kali
harga kekuatan mulur minimal (Re) bahan baut tsb (N/mm²)
Ems.1.1-21
Angka Pertama 4 5 6 8 10 12
σB (N/mm²) 400 500 600 800 1000 1200
Contoh :
Baut dgn kualitas 5.6 , artinya : Baut dibuat dari bahan yg mempunyai :
•Kekuatan tarik (Kekuatan Patah minimal) σb = 5 x 100 N/mm² = 500 N/mm²
•Kekuatan mulur minimal (Re) = 5 x 6 x 10 N/mm² = 300 N/mm²
BAUT PENGGERAK (SPINDEL):
Kelemahan Baut Penggerak(spindel):
-Sering mengalami aus krn beban berat dan menimbulkan kelonggaran
yg besar pd pertemuan profil ulir, shg diameter tengah ulir luar dan ulir
dlm tdk ladi sesumbu.
Ems.1.1-21,22
Baut Penggerak (Spindel):
Utk menghindari keausan baut penggerak (spindel) adl sbb:
1.Beban yg terjadi hrs benar-benar diperhatikan, merata pd
seluruh permukaan profil ulir yg bersentuhan.
2.Memperbanyak jlh gang.
Dari ulir tunggal dirubah menjadi ulir majemuk.
3.Pembuatan sebuah pasangan ulir (Baut dan Mur) dilakukan
pd mesin yg sama shg memiliki kelonggaran yg sama.
JENIS ULIR:
Jenis Ulir yg sering digunakan :
1.Ulir Trapesium,
2.Ulir Buttress (Ulir setengah Trapesium) digunakan bila gaya yg bekerja
lebih besar, terjadi pd salah satu sisi profil ulirnya.
Ems.1.1-22
BAHAN BAUT PENGGERAK utk Spindel (poros pendek)
-Umumnya dari Bhn :1. Baja yg dikeraskan ,
2. Baja yg tdk dikeraskan
3. Baja Paduan
4. Baja bukan paduan
Tergantung pd pembebanannya.
*Utk pembebanan Sedang s.d Berat umumnya digunakan bhn baja yg
dikeraskan permukaannya saja, utk meningkatkan harga tekanan
permukaan.
Baja yg sering digunakan adl:
“Baja konstuksi mesin ataupun baja sejenisnya”
Ems.1.1-22
*Bahan utk Mur yg sering digunakan ad:
1.Besi Tuang Kelabu (BTK 20, BTK 25), digunakan utk tekanan dan kecepatan
luncuran yg kecil,
2.Kuningan (CuZn40Pb2) dan Perunggu (CuSn8), digunakan utk beban yg
sedang s.d beban besar.
3.Baja, dgn catatan bhw Harga Kekerasan Mur hrs lebih dari Kekerasan
Spindel
Ems.1.1-23
MUR
Mur adl: Elemen mesin sebagai pasangan Ulir luar yg umumnya sdh
dinormalisasikan.
Seri juga Mur dibuat langsung pd salah satu dari kedua bagian pelat yg
disambung.
Gerak Mur thdp baut dianggap sebagai gerak putar dan gerak lurus,
Utk pemeriksaan konstruksi hanya dihitung berdasarkan Tekanan
Permukaan pd Profil Ulirnya (EMS.3), shg diperoleh tinggi Mur yg diinginkan.
BHN
•Pelat Baja St 37
•Pelat baja merupakan lembaran baja dengan ketebalan yang relatif kecil
dibandingkan ukuran panjang dan lebar lembarnya. Lembaran baja
setelah dirol mumpunyai sifat-sifat yang mudah dilas dan dibentuk. Dalam
konstuksi baja, plat baja banyak digunakan untuk konstruksi jembatan.
Pelat baja St 37
•merupakan bahan bangunan yang sangat kuat dan liat dengan struktur
butir yang halus, dan dapat dilakukan pengerjaan dalam keadaan panas
maupun pengerjaan dingin. Arti dari St itu sendiri adalah singkatan dari
Steel (baja) sedangkan angka 37 berarti menunjukkan batas minimum
untuk kekuatan tarik 37 km/mm2.
BHN
Intinya, kedua bahan tadi termasuk jenis logam(metal) yang mudah
dibentuk. Biasa dipakai sebagai bahan nonfero (biasanya dijadikan
tambahan/pelapis pada baja atau besi) karena sifat2 mekanis dan kimianya
tidak ditemukan pada baja/besi.
sedangkan ST37, ST42, ST45, ST60 di dunia baja merupakan satuan ukur
untuk kuat tarik maksimum baja (fy). Nilai kuat tarik (=tegangan tarik) ini
diperoleh sesaat sebelum baja mencapai titik lelehnya. Sedangkan
37,42,45,dst merupakan indeks nilainya.
Jadi St 37 artinya baja dengan tensile strength (tegangan tarik) sebesar 37
MPa (mega pascal) = 37 kg/mm2. demikian seterusnya.
BHN
Mengapa yang dijadikan acuan mutu baja adalah kuat tariknya (St 37, St 45,
dst)..karena baja memang memiliki kemampuan tahanan tarik yang luar biasa,
sedangkan kuat tekannya (=tegangan tekan) sangat lemah. Oleh karena
sifat ini, maka baja digunakan sebagai salah satu unsur penyusun beton..(baja
dinamakan sebagai "tulangan" pada beton).
Komponen beton (agregat+semen+air) memiliki kekuatan yg baik terhadap
tekan, sedangkan baja memiliki kekuatan yang baik terhadap tarik.
BHN
Baja tahan karat atau lebih dikenal dengan Stainless Steel adalah
senyawa besi yang mengandung sekitar 10% Kromium yang mencegah
proses pengkaratan logam. Kemampuan tahan karat diperoleh dari
terbentuknya lapisan film oksida Kromium, dimana lapisan oksida ini
menghalangi proses oksidasi besi membuat baja ini tidak bisa berkarat.
Stainlees pun banyak macamnya ada 201 , 304 , 316 dan lain lain semakin
tinggi serinya maka stainlees ini akan semakin bagus dan tahan lama.
Perawatan Stainlees pun sangat mudah tidak seperti besi yang harus di cat
atau di crhome Stainlees ini hanya perlu di lap untuk mengembalikan
kilapnya seperti baru. tetapi apabila terjadi penggoresan pada Stainleesnya
anda tidak perlu khawatir karna Stainlles ini hanya perlu di poles untuk
menjadikan Stainlees ini kembali kilap seperti semula.
BHN
Pengertian stainless steel/baja tahan karat.
Mengapa sebut stainless steel atau baja tahan karat, dan mengapa stainless
steel tidak berkarat? Disebut sebagai baja tahan karat (stainless steel )
karena jenis baja ini tahan terhadap pengaruh oksigen dan memiliki lapisan
oksida yang yang stabil pada permukaan baja, Stainless steel bisa bertahan
dari pengaruh oksidasi karena mengandung unsur Chromiun lebih dari 10,5%,
unsur chromium ini yang merupakan pelindung utama baja dalam stainless
steel terhadap gejala yang di sebabkan kondisi lingkungan. Stainless steel di
bagi dalam beberapa kelompok utama sesuai jenis dan porsentase material
sebagai bahan pembuatannya. Kelompok/ klasifikasi stainless steel antara lain
adalah sebagai berikut:
BHN
Component Wt. %
C 0.25
Cr Max 26
Fe 47
Mn 2
Ni Max 22
P 0.045
S 0.03
Si Max 3
AISI Type 314 Stainless Steel, annealed plate
Subcategory: Ferrous Metal; Metal; Stainless Steel; T 300 Series Stainless
Steel
BHN
Physical Properties Metric English Comments
Density 7.8 g/cc 0.282 lb/in³
Mechanical Properties
Hardness, Brinell 180 180
Hardness, Rockwell B 88 88
Hardness, Vickers 189 189 Converted from
Brinell Hardness.
Tensile Strength,
Ultimate
689 MPa 99900 psi
Tensile Strength, Yield 345 MPa 50000 psi
Elongation at Break 45 % 45 % in 50 mm
Modulus of Elasticity 200 GPa 29000 ksi
BHN
Electrical Properties
Electrical Resistivity 7.7e-005 ohm-cm 7.7e-005 ohm-cm at 20ºC
Magnetic Permeability 1.02 1.02 approximate value for
the annealed condition
at RT
Thermal Properties
CTE, linear 250°C 15.1 µm/m-°C 8.39 µin/in-°F at 0-315°C (32-600°F)
CTE, linear 500°C 17.6 µm/m-°C 9.78 µin/in-°F 0 - 815ºC
Specific Heat Capacity 0.5 J/g-°C 0.12 BTU/lb-°F from 0-100°C (32-
212°F)
Thermal Conductivity at
Elevated Temperature
17.5 W/m-K 121 BTU-in/hr-ft²-°F 100ºC
BHN
Standar ini lahir dari Negara-negara yang memiliki industry kuat seperti Amerika,
Inggris, Jerman, Belanda dan Jepang. Berikut beberapa standar yang berlaku
untuk material logam.
ASTM (American Sytem for Testing Material)
AISI (American Ironand Steel Institute)
UNS (Unifield Numbering System)
AA (Aluminum Association)
SAE (Society Automotive Engineering)
DIN (Deutsches Institut fur Normung)
JIS (Japanese Industrial Standard)
BHN
STANDARISASI BAHAN TEKNIK LOGAM
Contoh:
AISI C1050 artinya: material baja karbon yng proses peleburan
menggunakan Tungku basic open hearth, kadar karbon pada baja 0,50%
Cara penulisan standard:
SAE 5 1 20:
Carbon content (0,20%)
Major Alloy Element Content (1% Chromium)
Indicates(5 Chromium steel)
Bhn SAE 1 0 40:
Carbon content (0,40%)
Zat karbon tanpa campuran
Indicates Wither it is a carbon alloy steel (1)
SAE 2 5 15:
Nikel (0,15%)
Major alloy Elementer (5% Nikel)
Indicates (2Nikel Steel)
BHN
AISI C 5 1 20:
Carbon content (0,20%)
Major Alloy Element Content (1% Chromium)
Indikasi(5 Chromium steel)
Indikasi peleburan menggunakan open heartbasa
BHN
8-14 EMS.Soal-soal Latihan
1.01 .Baut beban memanjang tanpa Teg.Awal.
Sebuah baut penggantung menerima beban statis sgn F = 27 KN
Di gudang tersedia baut-baut kwalitas 5.6 dgn diameter
M 8 ; M12; M16 ; M20; dan M30.
Pilih baut mana yg akan dipilih?
Penyelesaian: Kwalitas baut : 5.6
5 = Rm (batas Patah) = 5.100 N/mm² = 500 N /mm²
6 = Re (batas Mulur) = 6.5.10 N/mm² = 300 N/mm²
σ izin = Re/Sf = 300 N/mm² / 1,6 = 187,5 N/mm²
As >
Dari tabel 6-01 (EMS.3.hal.8-13) dgn As > 144 mm² mendekati 157 mm²
= M.16
Jadi Baut yg dipilih adl M.16
F
σizin
As >
27 x 10 ³
187,5 N/mm²
> 144 mm²
Ems.3.8-14
Ems.1.1-22
Ems.1.1-23
Klasifikasi MUR,* BERDASARKAN CIRI KHUSUS DAN PEMAKAIANNYA:
1.Mur Segi Enam, Ciri khusunya :
Tinggi Mur h umumnya 0,8 d, dan
terkadang h mur = 0,5 d
h
Mur Kupu-kupu, Mur Kartel (mur pemutar)
2.Mur Kupu-kupu ,
mur Kartel Pemakaiannya :
utk sambungan yg sering
dan ingin cepat dilepas-
pasang dgn beban ringan
Ems.1.1-24
3. Mur Segi Empat
Pemakaiannya: utk pengencangan
ringan dgn kunci pas
4.Mur Pipa
Pemakaiannya : utk sambungan Pipa.
5.Mur Tutup Pemakaiannya : utk pengamanan thdp
kerusakan dan pengamanan ujung baut.
Dan Penampilan lebih baik
Ems.1.1-24
6. Mur Las dan Mur Keling
Pemakaiannya : sebagai lubang ulir
pd konstruksi pelat yg tipis
7. Mur Lubang Silang, Mur Alur, Mur Cincin Penahan dan Mur Dua Lubang.
Pemakaiannya : utk mengatur kelonggaran aksial pada bantalan
1-25
Pemakaiannya: Utk
Mengatur Kelonggaran
aksial pd bantalan.
8.Mur Pelat: Pemakaiannya Utk
sambungan pelat yg sederhana.
9.Mur Cincin: Pemakaiannya Utk
menarik atau mengangkat suatu
konstruksi
10.Mur Mahkota : Pemakaiannya: Utk
Pencegahan/mengamankan Putaran Mur, dgn cara
diberi tambahan pena belah utk mengunci
7.Mur Lubang silang
Mur Alur, Mur Cincin
Penahan dan Mur Dua
Lubang.
Ems.1.1-26
KLASIFIKASI MUR, BERDASARKAN CARA PENGENCANGANNYA:
1. MUR DIAM,
Bagian yg dikencangan adl:
BAUT,
Biasanya Mur hanya ditahan.
Contoh:
Mur Pelat, Mur Las, Mur KelingMur Pelat Mur Las
Mur keling
2.MUR BERGERAK,
Mur dikencangkan dgn tangan
atau menggunakan alat bantu.
Baut diam.
Contoh Pengencangan
Tangan:
* Mur Kupu-kupu,Mur Kartel
Contoh Pengencangan dgn alat
Bantu:
a.Mur Lubang Silang,
b.Mur dua Lubang, c.Mur Alur
d.Mur Cincin penahan.
Ems.1.1-27
Ring adl:
Merupakan salah satu bagian elemen mesin yg penting dlm pengikatan
Fungsi RING:
1.Penyebaran tekan Pengikatan
2.Pelindung Kerusakan bagian yg diikat
3.Sebagai Penahan
4.Penstabil Tekanan
5.Pengaman thdp Getaran
Ring dikelompokkan menjadi 2 kelompok utama berdasarkan fungsinya:
a. Ring Pengikat , b.Ring penahan.
1.Ring Pengikat Disisipkan pd ikatan mur dan baut, berfungsi sebagai
peningkat mutu pengikatan.
2.Ring Penahan, berfungsi langsung :a.menahan gerakkan arah aksial,
b.dan menetapkan kedudukan elemen-elemen pd poros atau Lubang,
c.Sebagai ring pengaman.
Ems.1.1-27
MACAM-MACAM RING PENGIKAT
D1
d2
RING PELAT / PARALEL
Ems.1-27
1.Ring Pelat, atau ring Paralel,
Fungsinya:
a. Sebagai Bantalan,
b. Sebagai penyebar Tekanan ke
Permukaan benda,
c. Utk melindungi permukaan
benda yg lebih lunak dari
pengikatnya.
Ems.1.1-28
Macam-macam Pengikat
2.Ring CEMBUNG, Fungsinya :
membantu memperkuat ikatan krn
memberikan gaya pegas thdp kepala
Baut.Bila terjadi pengencangan max.
Hingga permukaan jadi rata, maka
fungsinya akan sama dgn ring pelat,
3.Ring Pegas /Ring Heliks.,Paling sering
digunakan.
Ring dibuat HELIKS, Berungsi tdk mudah
kendor krn tetap menekan baik
4. Ring pengikat Bergigi luar, tahan thdp
getaran dan puntiran.Pada kepala
Baut/mur yg mempunyai ukuran diameter
lebih besar dia ring, sangat baik krn gigi-
gigi luar dpt menekan masing-masing
permukaan yg diikat.
5.Ring Pengikat Bergigi Dalam, tahan thdp
getaran dan puntiran. Ukuran diameter luar
ring lebih kecil dari diameter kepala
baut/mur agar gigi tdk terlihat pd
penggunaannya.
Ems.1.1-29
Macam-macam Pengikat:
6.Ring pengikat BergigiLuar dan Dalam
Berfungsi :
a.tahan thdp getaran dan puntiran, pada
permukaan yg cukup luas.
b.Sebagai pengisi antara 2 bh permukaan
memanjang yg dpt berputar.
Ring hanya dpt dipakai 1 kali.
Banyak digunakan di sambungan ikatan
peralatan Listrik
7.RING BENTUK KHUSUS,
Ring ini bentuknya disesuaikan dgn kebutuhan
pengikatan sebagai penahan kepala baut.
Ems.1.1-29
RING BENTUK KHUSUS
Ring Bentuk Khusus ,Utk
kebutuhan khusus tdk
jarang ring jenis ini dibuat
mengikuti konstruksi.
Ems.1.1-30
RING PENAHAN: BERDASARKAN JENIS PENGGUNAAN, Ring penahan
dibagi 2 kelompok;
1.Penggunaan pd poros.
2.Penggunaan pd Lubang.
1.Penggunaan pd Poros: disebut ring
penahan Luar (External retaining ring)
krn hanya bisa dipasang pd poros
silinder saja, dgn alur khusus sebagai
tempat kedudukan ring.
2.Penggunaan pd Lubang,
disebut rig penahan dlm (Internal
retaining ring) krn hanya bisa
dipasang pd lubang silinder saja
Ems.1.1-30
RING PENAHAN BERDASARKAN JENIS PEMASANGANNYA DI BAGI
MENJADI 4 MACAM:
1.Pemasangan arah Aksial
(axial Assembly)
Dimana Ring Panahan Luar/Dlm yg
kedudukannya membutuhkan alur.
Ring ini mempunyai lubang-lubang pd
ujung-ujungnya berfungsi utk
memasang / melepas.
RING PENAHAN BERDASARKAN JENIS PEMASANGANNYA DI BAGI MENJADI 4
MACAM:
EMS.1.1-31
2. Pemasangan ujung (End play take
up)Ring berfungsi sama dgn ring
pemasangan aksial, hanya tdk
membutuhkan lubang-lubang utk
pemasangan. Alur terletak di daerah
ujung Poros /Lubang
3.Mengunci sendiri (Self Locking)
Ring Penahan Luar/ dlm yg
kedudukannya tdk membutuhkan
Alur krn dpt mengunci sendiri.
4.Pemasangan Radial (Radial
Asembly) Ring penahan Luar yg
kedudukannya membutuhkan Alur.
Tdk membutuhkan lubang krn
Pemasangannya dpt langsung
ditekan arah Radial
Ems.1.1-32
PENA adl:
-Elemen Penghubung yg sifatnya semi permanen, dan dgn konstruksi yg
sangat sederhana.
PENAPENA
Berdasarkan
Pemakaian/Fungsi Pena adl:
1.Pena Penepat
Fungsi Menepatkan Posisi
satu bagian mesin thdp
bagian mesin yg lain.
Pemakaian/Fungsi Pena adl:
PENA PENGIKAT
PENA
Ems.1-32
2.PENA PENGIKAT
FUNGSINYA : Menghubungkan
bagian-bagian konstruksi mesin,
berfungsi hanya sebagai elemen
pengikat.
Pena mengalami Beban Geseran dan
tekanan pada Permukaan.
Pemakaian/Fungsi Pena adl:
PENA GESER
GAYA GESER
GAYA GESER
Ems.1-32
3.Pena Gesr (Manaha Gaya
Geser)
Digunakan sebagai elemen
Penghubung yg memindahkan
momen puntir.
Pena juga mengalami geseran
dan Tekanan pd Permukaan.
EMS.1.1-32
Ems.1.1-33
Berdasarkan Bentuk Pena ada 5 bentuk
1.Pena Silinder
2.Pena Tirus
3.Pena Tekan
4.Pena Alur
5.Pena Belah
Ems.1.1-34
1.Pena Silinder
Pena Silinder bisa digunakan utk hubungan yg menghendaki suaian Sesak,
presisi (pas) maupun longgar.
Permukaan Pena umumnya Mengkilat dan sangat halus,
Pena dikerjakan dgn di Bubut atau digerinda
Bahan Pena Silinder adl:
1.St 50 K : Baja dgn Kekuatan Tarik = 500 N/mm² dgn pembentukan dingin.
2. 9 S 20 K : Baja dgn kadar karbon 0,09 %, dan kadar Sulfur 0,2 %,
pembentukan dingin
Standar toleransi Pena silinder ditunjukkan : m6, h8 dan h11;
Dgn Lubang pasangannya bertoleransi H7.
Selalu H7 dikrnkan hasil lobangnya selalu H7 dari alat potong (Remer/Peluasan)
Suaian m6 dan h8 digunakan agar Pena dpt menggesek lubang,
Pena silinder dikonstruksi utk pemakaian berulang kali.
Ems.1.1-34
Bentuk Ujung Pena Silinder dibedakan sesuai dgn Toleransinya :
1. Pena Silinder A ujung Cembung
Toleransi m6 diGerindaO 8 m6
2.Pena Silinder B Ujung Chamfer
Toleransi h8 diBubut
3.Pena Silinder C Ujung
Radius Toleransi h11 diBubut
Ems.1.1-34
Bila Pena silinder digunakan utk hubungan yg diutamakan Kekuatan
Bahan dan Ketelitian, Contohnya:
Pena silinder bersuaian pd konstruksi peralatan dan peralatan ukur maka
Disarankan: utk menggunakan pena silinder yg dikeraskan dan digerinda
dgn toleransi m6 ( toleransi +) dan h6 (toleransi –)
Pena dgn ujung spt gbr sering
digunakan.
Ems.1.1-35
2.Pena Tirus
1:50
1:50
1.Pena Turs A Permukaan
digerinda
2.Pena Tirus b Permukaan diBubut
N6
N7
Pena Tirus digunakan utk Pengikatan Konstruksi yg menerima Tegangan
geser kecil
Keuntungan Pena Tirus adl : pena Bekerjanya memusatkan, tetapi
menyebabkan keausan pada lubang. Jenis ini cocok utk pemakaian
konstruksi yg menerima getaran, krn mudah dilepas.
Berdasarkan Normalisasi, Ketirusan Pena distandarkan 1: 50 dgn toleransi + 0,05 %
N6 angka kekasaran Permukaan
1 μm (mikron) = 0,001 mm
Ems.1.1-36
Contoh Pemakaian Pena Tirus
Pemasangan dilakukan dgn
menggunakan atau
pemukulan.
Utk melepas Pena , dgn
bantuan baut atau mur.
Keuntungan Pena Tirus:
1.Mengarahkan, 2.Mudah dilepas krn ketirusannya.
Kerugiannya : Mudah dilepas
Ems.1.1-37
3.Pena Tekan ada 3 macam:
Bentuk Dasar Pena Tekan berupa
lembaran pelat pegas yg
dilingkarkan menjadi poros
berongga.
Pena tekan Gigi
Pena Spiral
Pena Tekan
Keuntungan Pena tekan:
Kemampuannya melindungi
sambungan thdp getaran, krn
dlm Pemasangannya mendpt
Tekanan awal.
Ems.1.1-37
4.Pena Alur
Pena alur dpt menahan gaya Puntiran dan mempunyai ciri yg mudah
dikenal, yaitu ; Pada sisinya terdpt alur-alur memanjang yg fungsinya utk
memperkuat ikatan pena dgn lubang.
Ems.1.1-38
Tujuh (7) macam Pena Alur
1.Pena Alur Penepat dgn
kepala
2.Pena Alur Silinder
3.Pena Alur tirus
4.Pena Alur Penepat
5.Pena Alur Silinder
6.Pena Alur Penahan
7.Pena Alur Pengikat
Ems.1.1-39
5.Pena Belah
Baut
Lubang
Mur Mahkota
Ring
Pena biasa digunakan sebagai Pengaman Ikatan Mur-baut, dgn memakai
Mur Mahkota dan Baut Berlubang.
PEMILIHAN PENA
Berdasarkan Klasifikasi Bentuk Utk Memilih Jenis pena hrs Memperhatikan
faktor-faktor sbb:
Pena Sil., Pena Tirus , Pena Tekan , Pena Alur, Pena Belah
1.Lubang Cukup dgn
pengeboran
2.Lubang perlu penghalusan
permukaan
3.Mampu Mengencangkan ikatan
4.Sambungan Pelindung Getaran
5.Diberi gemuk sebelum
digerakkan
EMS.1.1-39
6.Utk ikatan yg sering dilepas
7.Banyak dipakai sbgi pena
pengikat
8.Banyak dipakai sbgi pena
penepat
9.Terbuat dari baja pegas
Ems.1.1-40
PASAK
Pasak adl:
Elemen mesin penghubung poros dgn lubang yg sifatnya semi permanen.
Dan bentuk dasarnya berupa balok dari logam yg dibuat khusus menurut
kebutuhan /keperluan.
Fungsi Pasak adl:
1.Sebagai penyalur putaran dari poros ke lubang atau sebaliknya.
2.Pengaman hubungan poros dgn elemen transmisi putar (bila beban
berlebihan),
3.Sebagai dudukan pengarah (gerakan linear lurus) pada konstruksi
gerakan.
Ems.1.1-
Pasak memanjang
Dipasang ke dalam alur
memanjang dengan
Posisi sejajar terhadap sumbu
poros, yang menghubungkan ke
alur memanjang lainnya pada
lubang.
Pasak Melintang
Dipasang ke dalam alur/lubang
dengan posisi melintang.
Ems.1.1-
-Pasak sejajar
Paling sering digunakan karena
bentuknya yang sederhana.
Lebar kira-kira seperempat diameter
poros, pada pemasangannya hampir
dua pertiga bagian terbenam pada
poros.
Contoh penulisan
Pasak sejajar A = b x h xl
Bentuk Pasak Memanjang:
Ems.1.1-
-Pasak miring
Kemiringan pada pasak
adalah 1 %
Penggunaan pada ikatan
yang menginginkan
hubungan sesak antara
poros dengan lubang.
Contoh penulian:
Pasak miring B = b x h x l
Ems.1.1-
Pasak benam kepala
-Pasak woodruff (pasak benam cakra)
Pasak jenis ini tidak mudah lepas
karena bagian yang terbenam lebih
banyak.
Lebar pasak dan radius pasak kira-
kira seperempat diameter poros.
Contoh penulisan:
Pasak woodruff = b x h
Ems.1.1-
Perpindahan beban hanya karena bentuk.
Beban berpindah dari poros ke lubang atau
sebaliknya, murni melalui pasak.
Tanpa gaya tekan.
Digunakan untuk perpindahan momen puntir
pembebanan sedang.
Jenis Perpindahan Beban (Pasak Memanjang)
Perpindahan beban karena bentuk atau gaya gesek.
Digunakan untuk perpindahan momen puntir besar.
Perpidahan beban hanya karen gaya gesek
Digunakan untuk perpindahan momen puntir
kecil.
Gaya tekan yang bekerja pada pasak dari arah
poros maupun lubang.
Ems.1.1-
Tegangan geser yang terjadi
dipergunakan untuk menentukan
panjang pasak yang sesuai dan mampu
menahan beban.
Perhitungan Beban Pada Pasak
Seperti pada pena, pasak juga umumnya
menerima beban untuk menahan tegangan
geser terhadap penampangnya.
-Tipe Pasak benam kepala
*Pasak Woodruff (pasak benam Cakra) adl:
pasak tdk mudah lepas krn bagian yg terbenam lebih banyak,dimana
Lebar pasak dan Radius pasak kira-kira ¼ diameter poros ( d/4).
Contoh penulisan: pasak woodruff :
b (lebar pasak) x h ( dlm pasak).
c.Berdasarkan jenis perpindahan Beban (pasak memanjang).
*Perpindahan beban hanya krn bentuk. Beban berpindah dr
poros kelubang atau sebaliknya, murni melalui pasak.
Tanpa gaya tekan.
Ems.1-42Gaya Tekan
Digunakan utk perpindahan momen
puntir pembebanan sedangF
F
•Perpindahan beban krn bentuk atau juga krn gaya gesek.
Digunakan utk perpindahan Momen puntir besar.
* Perpindahan beban hanya krn gaya gesek
Ems.1-42
Gaya tekan
Gaya Tekan
Digunakan utk perpindahan momen puntir
kecil.
Gaya Tekan yg bekerja pd pasak dari arah
Poros maupun Lubang
Daerah kritis
F
F
F
Poros
Elemen Lain
2.4.2.Perhitungan Beban pd Pasak.
Seperti pada pena, pasak juga umumnya menerima beban utk
menahan tegangan geser thdp penampangnya.
*Tegangan geser yg terjadi dipergunakan utk menentukan panjang
pasak yg sesuai dan mampu menahan beban.
b
r
Teg.Geser =F
ζ g izin = A =
Ems.1-43
Gaya Geser
Luas penampang
F
A
F
ζ g izin
Dimana: A = luas penampang pasak = b x L (mm²)
F = Gaya geser yg bekerja pd pasak (N)
ζgi = Teg.geser bahan pasak yg diijinkan (N/mm²)
Bhn pasak umumnya St 50 ,St60 atau disesuai dgn permintaan
Soal Pasak
Diket: ukuran pasak lebar (b) = 10 mm
Panjang pasak (L) = 25 mm
ζgijin = 5,8 N/mm²
Hitung : Gaya geser (F) pd pasak?
Penyelesaian :
ζgijin =
Ems.1-43
F
A
A = b x L = 10 mm x 25 mm = 250 mm²
F = ζg ijin x A = 5,8 N/mm² x 250 mm² = 1.450 N
3.Proses Pengerjaan Ulir dpt dikerjakan dgn :
1.Tap; 2.Snij (Threading die) ;3. di mesin bubut ; 4.di mesin gerinda ;
5.di mesin frais ; 6.di press ; 7. dituang.
4. Pengelompokan baut secara umum menjadi 2 kelompok & Jelaskan:
1. Baut Pengikat , gunanya utk mengikat 2 (dua) komponen atau lebih.
2. Baut penggerak /spindle , gunanya utk mengubah gerak lurus menjadi
gerak putar atau sebaliknya.
5. Kualitas Baut 8.8 artinya:
Baut memiliki Kekuatan Tarik ( σb) = 8 x 100 N/mm² = 800 N/mm²
Dan memiliki Kekuatan Mulur (Re) = 8 x 8 x 10 N/mm² = 640 N/mm²
6.Sebutkan dan Jelaskan jenis mur berdasarkan cara pengencangannya?
Jenis Mur berdasarkan Pengencangannya:
a. Mur Diam, jadi bagian yg dikencangkan adl Baut, Mur ditahan pd saat
pengencangan.
b. Mur Bergerak, jadi bagian yg dikencangkan adl Mur, Baut ditahan pd
saat pengencangan.
Ke 1
Bhn EMS 1
7.Jelaskan Pengertian Kisar & Gang ?
a. Kisar adl : Jarak antara senter profil Ulir yg bergerak satu putaran penuh
dan diukur sejajar thdp sumbu poros ulir.
b.Gang adl: Jarak antara senter profil Ulir yg berdekatan dan diukur sejajar
thdp sumbu poros ulir
8.Gambarkan Ulir Tunggal dan Ulir Ganda
9.Gambarkan Ulir Luar = Baut dan Gbr Ulir Dalam = Mur, sebutkan nama
Bagian-bagian Ulir
EMS.1.1-9
Ke 1
Ke 1
PROFIL ULIR
SEGITIGA
TRAPESIUM
BUTTRESS
SQUARE
RADIUS
Ke 1
Bhn EMS 1
11. Sebutkan Berdasarkan Ciri Khusus Pemakaian MUR:
1. Utk sambungan yg sering & ingin cepat dipasang dgn ringan.
2.. Utk sambungan pipa
3.. Utk pengamanan thdp kerusakan dan pengamanan ujung baut.
4. Sebagai pengganti Ulir pd konstruksi pelat yg tipis.
5. Utk Pengencangan ringan dgn kunci Pas
6. Utk menarik atau mengangkat suatu konstruksi
7. Pencegah / Pengaman Putaran Mur , diberi tambahan Pena Belah utk
penguncian.
12. Jelaskan Fungsi Elemen Ring :
1. Sebagai Pelengkap Peningkatan Mutu Pengikatan
2. Sebagai Pengikat / Penahan Langsung pd Pengikatan Mur- Baut
13. Sebutkan dan Jelaskan jenis Pena Berdasarkan Fungsinya :
1. Pena Penepat, Fungsinya Menepatkan Posisi Bagian mesin thdp Bagian
mesin yg lain
Ke 1
Bhn EMS 1
2. Pena Pengikat, Fungsinya : Menghubungkan bagian-bagian konstruksi
mesin , sebagai pengikat.
3. Pena geser ( Manahan Gaya Geser), Digunakan sebagai elemen
penghubung yg memindahkan Momen Puntir.
13. Perbandingan Penggunaan Pena dan Pasak:
Pena Pasak
•Mudah dilepas & dipasang * Tdk sanggup menahan
Beban aksial
•Mencegah gerakan aksial * Mampu menerima Tegangan
*Kemampuan thdp tegangan Puntir lebih besar
Puntir Kecil
*Perencanaan Harus lebih teliti
Ke 1
Bhn EMS 1
14.Berdasarkan Bentuknya Pena ada 5 macam :
1.Pena Silinder
2. Pena tirus
3. Pena tekan
4. Pena Belah
5. Pena Penepat
1.Gbr.Pena Slinder
Digunakan utk Penepat,Pengikat dari stu bagian mesin thdp bagian mesin
yg lain.
Ems.1-33
2. Gbr.Pena Tirus
Digunakan utk pengikatan Konstruksi yg menerima Tegangan Geser
kecil.
Ems.1-33
3.Gbr.Pena Tekan
Digunakan utk menekan permukaan Lubang
PENAPENA
Gbr.Pena Penepat
Digunakan utk Menepatakan Posisi satu bagian mesin thdp bagian
mesin yg lain
PENA GESER
GAYA GESER
GAYA GESER
Ems.1-32
Digunakan sebagai elemen
penghubung yg memindahkan
momen puntir
*Pena juga mengalami
Geseran dan Tekanan pd
Permukaan
PENA PENGIKAT
PENA
Ems.1-32
Utk menghubungkan bagian-
bagian konstruksi mesin,
berfungsi hanya sebagai Elemen
Pengikat.
Dlm Pemakaian Konstruksi
spti di gbr , maka Pena akan
mengalami Geseran dan
Tekanan pd Permukaan.
Bhn EMS 1
Segi
empat
Segi
enam
Silinder Bulat Panhead Kartel
Kontersang Kontersang
Bulat
Bola
Mata
Kupu
Kupu
Ring Bulat
Datar
BENTUK BAUT BERDASARKAN CIRI KHUSUS
Ems.1-17
15.Penamaan Baut ada 4 : A. Berdasarkan Ciri Khusus, B.Berdasarkan bentuk
Pengencangan, C.berdasarkan Bentuk Ujung Baut, D. Berdasarkan Penggunaan.
A. Gbr Berdasarkan Ciri Khusus 1.“ Baut Berkepala” ada 12 macam yaitu :
Ems1
Macam-macam Bentuk Ujung Baut:
a. Ujung Rata
b. Ujung Champer ( bentuk umum)
c. Ujung Radius
d. Ujung Bulat
e. Ujung runcing
f. Ujung silinder
g. Ujung silinder berlubang
h. Ujung Ring Cut
Ems1
Apa Guna Baut:
1. Baut Pemegang: Digunakan utk sambungan yg dpt dilepas-pasang dgn mudah.
2.Baut Penahan (Pencekam) : Digunakan utk sambungan yg menerima beban /gaya
Ems1
3.Baut penepat digunakan : utk menepatkan posisi suatu komponen thdp komponen
4.Baut Penutup digunakan: utk menutup lubang pembuang oli ( oli mesin)
Ems1
5. Baut Penyetel digunakan utk: utk mengatur kedudukan suatu komponen atau
menyetel kelonggaran
Gbr baut Penyetel
6. Baut Kayu /sekrup kayu digunakan : utk mengikat
sustu komponen thdp kayu
7.Baut Seng digunakan : utk mengikat dan menyambung
pelat-pelat tipis biasanya di karoseri
8.Baut Beton/ Anker digunakan utk ; mengikat suatu
terhadap Beton
Bhn EMS 1
15.Penamaan Baut ada 4 : A. Berdasarkan Ciri Khusus,
1.Baut Berkepala, 2.Baut Pena /Stud , 3. Baut Batang , 4.Baut Tanam
2. Gbr Baut Pena / Stud
3. Gbr Baut Batang
4. Gbr Baut Tanam
Bhn EMS 1
16. Penamaan Baut Berdasarkan Bentuk Pengencangan ada 3 :
1. Berbentuk ALUR
2. Berbentuk KEMBANG
3. Berbentuk INBUS
(LUBANG SEGIENAM)
Bhn EMS 1
C.Baut Berdasarkan Bentuk Ujung Baut. ( Lihat file Elemen Mesin 1)
D.Baut Berdasarkan Penggunaan.(Lihat file Elemen Mesin 1)
Bhn EMS1, Ke II
1. Sebut Kegunaan Mur?
1. Utk sambungan yg sering dan ingin cepat dipasang dgn ringan,
2. Utk sambungan pipa,
3. Utk pengaman thdp kerusakan dan pengamanan ujung baut
4. Sebagai penggati ulir pd kontruksi pelat yg tipis
5. Utk pengencangan ringan dgn kunci pas
6. Utk menarik atau mengangkat suatu konstruksi
7. Pencegahan / pengaman putaran baut, diberi tambahan pena belah utk
penguncian
Pk.keling.ems.1.2-2
1.Apa Yg Dimaksud dgn Sambungan yg tdk ada dilepas adl:
Suatu pengikatan yg diinginkan agar sambungan yg telah terbentuk tdk terlepas atau tdk
Utk dilepas/dibongkar.
Dan diharapkan pengikatan yg terbentuk tdk mengalami gerakan sedikitpun, walaupun
sambungan tsb masih dpt dibongkar/dilepas dgn merusak ikatannya.
2.Sebutkan Macam sambungan yg tdk dpt dilepas (Permanen)?
a.Sambungan Paku Keling
b.Samb.Perekat/Lem/Adhesive
c.samb.Solder atau Brassing
d.Samb.Pengelasan.
Berdasarkan bentuk Pk.Keling pd umumnya ada 3 macam sebutkan?
a.Paku keling Masif/Pejal : Pk keling masif dgn bentuk hampir sama ,hanya
dibedakan pada kepalanya saja.
Contoh gbr
Pk.Keling Masif
Kuliah ke 3
Pk.keling.ems.1.2-2
3.Berdasarkan bentuk Pk.Keling pd umumnya ada 3 macam sebutkan?
b. Pk.Keling Berlubang: dimana Pk keling yg mempunyai lubang tembus/tdk tembus
pd bag.ujungnya. Dan Fungsi lubang tsb utk membentuk penguncian pd
pengencangannya.
Contoh Gbr Paku Keling
Berlubang
c.Pk.keling Beralur : Mempunyai alur-alur memanjang pd batang pakunya,
dan digunakan pd pengikatan thdp lubang buntu.
Contoh Gbr Paku Keling
Beralur
Kuliah ke 3
Keling
Sambungan Keling ada 3 macam:
1. Sambungan Kuat : yaitu sambungan kelingan yg hanya memerlukan kekuatan baja,
spti : samb.keling kerangka bangunan, jembatan, blok mesin.
2. Sambungan kuat dan rapat : spti sambungan keling ketel uap, tangki-tangki muatan
dan tekanan tinggi, dan dinding kapal, kekuatan samb.jenis spti (90%) dr kekuatan
plat aslinya.
3. Sambungan Rapat , spti sambungan keling tangki-tangki Zat cair dan bejana Tekanan
rendah.
Kuliah ke 3
Pk.keling
Ems.1.2-2
Kuliah ke 3
Pk.Keling
Ems.1.2-4
Kuliah ke 3
Pk.Keling
Ems.1.2-5
Kuliah ke 3
Pk.Keling
Ems.1.2-5
Pk.Keling
Ems.1.2-6
Kuliah ke 3
Pk.Keling
Ems.1.2-7
Pk.Keling
Ems.1.2-8
Kuliah ke 3
Pk.keling.ems.1.2-4
Ketentuan Ikatan Pk.Keling Masif ada 9 macam :?
1. Paku keling Standart DIN 660 dia s.d = 8 mm dan DIN 124 dia.10mm
Digunakan : Pd konstruksi umum,spti: Bangunan, Jembatan, Ketel.
2.Pk.Keling Kontersang 75º, DIN 661 dia s.d 8 mm, dan DIN 302 dia s.d 10 mm
3. Pk.Keling kontersang 90º, digunakan: utk konstruksi umum yg diinginkan
permukaan rata dan kepala pk.keling tenggelam pd bag.sambungan.
4.Pk.keling Kontersang bulat DIN 662 , digunakan : utk sambungan yg kuat pd
konstruksi kapal-kapal.
5.Pk.Keling Bulat datar DIN 674 , digunakan pd sambungan pelat yg permukaannya
luas, dan beban tdk terlalu besar.
6.Pk.keling Silinder, digunakan pd samb.kedap cairan/tdk diinginkan bocor, utk beban yg
besar ,misalnya : kapal.
7.Paku keling Panhead, digunakan pd sambungan/lipatan pelat yg lebar dan luas
permukaannya spti pd kendaraan (Bis).
Kuliah ke 3
Pk.keling Ems1.2-6
8. Pk.keling Panhead Tipis, digunakan utk samb.pd diding dan konstruksi ringan
spti: katrol, alat angkat
9.Pk.keling Sabuk, DIN 675 , digunakan utk samb.benda-benda bulat, spti :
dari bhn Kulit, kain dan karet.
Pk.keling Berlubang ada 11 macam
1. Pk.keling DIN 7341 digunakan, Fungsinya spti pena silinder, hanya berbeda dgn
adanya lubang utk pengelingan, shg ikatan menjadi permanen, utk beban ringan, utk
tipe A, dan utk tipe B utk beban ringan.
2.Pk.keling Pipa, DIN 7339 dari pelat, DIN 7340 dari pipa, Jenis ini mempunyai khusus
dan juga dgn alat penekannya., Digunakan utk mengikat logam dgn bhn-bhn lunak
dlm industri elektronika, spti: kulit, karton, plastik.
3.Pk.Keling Sumbat Kepala Bulat
4.Pk.Keling Sumbat kepala Kontersang
No.3,4, digunakan apabila pengelingan hanya dpt dilakukan dlm satu arah.
Tdk membutuhkan landasan
Kuliah ke 3
Pk.keling.Ems.1.2-7
5.Pk.keling Buntu Standar dgn kepala Bulat
6.Pk.Kelig Buntu Standar dgn kepala Kontersang
7.Pk.Keling Sil Buntu Standar dgn Kepala bulat
8.Pk.Keling Sil Buntu Standar dgn Kepala Kontersang
Penggunaan Pk.Keling No.5,6,7,8, utk sambungan Pelat-pelat tipis.
Dan Pengelingan dilakukan dari satu arah.
Pada saat Pengelingan, membutuhkan alat penarik khusus yg bekerjanya:
1.Paku keling dipegang oleh alat penarik
2.Kmdn dimasukkan ke dlm lubang ikatan
3.Penarikan pk.keiling hingga putus, sekaligus membentuk kepala keling.
Kuliah ke 3
Pk.kelngems.1.2-8
Pk keling Beralur:
1. Pk.keling beralur dgn kepala Kontersang DIN 1477, kepala bulat DIN
1476, Digunakan: pd samb.dgn lubang buntu, spti: mengikat pelat-
pelat nama pd mesin - mesin.
*Pk.keling beralur ujung bertingkat, Pk keling dgn ujung bertingkat
khusus digunakan pd konstruksi dgn beban yg lebih besar.
Kuliah ke 3
Pk.keling.ems.1-2-10
Sebutkan 3 macam Klasifikasi Ikatan Paku keling dan berikan contahnya:
a. Ikatan Pk.keling berdasarkan kedudukan /posisi yg diikat,
b. Ikatan Pk keling berdasarkan Jumlah baris Ikatan,
c. Ikatan pk keling berdasarkan jumlah penampang potong.
Sebutkan contohnya:
a. Berdasarkan kedudukan/posisi elemen yg diikat
1. Ikatan berimpit (Lap Joint)
2. Ikatan Bilah tunggal (Butt Joint)
3. Ikatan Bilah Ganda
Dari 3 jenis ikatan tsb, ikatan yg paling baik dan kuat dlm menerima beban tarik adl
Ikatan bilah ganda.
b. Berdasarkan jumlah Baris ikatan:
1. Baris tunggal
2. Baris ganda ( Majemuk 2 )
3. Baris majemuk 3
c. Berdasarkan jumlah penampang potong;
1. Jumlah 1 penampang
2. Jumlah 2 penampang
Kuliah ke 3
Pk.Keling.EMS.1.2-10
Beberapa Ketentuan Ikatan Paku Keling
1.Sambungan pd permukaan miring
Ketentuannya: Permukaan bag.yg miring
hrs diratakan/dibuat sejajar agar ikatan
merata
2.Sambungan pd bag.Tekukan.
Ketentuannya: Bagian Tekukan adl
bagian Kritis, jarak pk.keling agak jauh dari
tekukan, dan juga mempermudah
pengelingan
3.Sambungan Berimpit.
Ketentuannya : Jarak pk.keling dgn tepi plat
tdk terlalu pendek.
Sebaiknya jarak tsb sekitar 2 x diameter
pk.keling, agar plat tdk mudah sobek.
Kuliah ke 3
Pk.Keling.EMS.2-10
4.Sambungan pd 2 plat dgn ketebalan berbeda
Ketentuannya: Kepala pembentukan hrs diletakan
pd Permukaan plat yg lebih tebal utk menghindari
kerusakan.
5.Sambungan pd bagian yg Lunak
Ketentuannya: Antara kepala keling dgn
permukaan bagian diberi ring, agar tdk rusak
akibat pembentukan.
6. Sambungan Baris Manjemuk
Ketentuannya: Jarak sumbu pengelingan jangan
terlalu dekat, sebaiknya 3 x diameter pk.keling
Kuliah ke 3
Pk.Keling.EMS.1.2-11
7.Sambungan dgn Kepala Tenggelam
Ketentuannya: Utk memudahkan pengelingan,
maka lubang utk kepala dibuat cukup besar
agar alat pembentuk dapat mencapai
permukaan pelat
8. Sambungan pada Pelat yg cukup tebal
Ketentuannya: Harus diperhatikan
perbandingan ketebalan total dari pelat dgn
diameter pk.keling
Kuliah ke 3
Pk.keling.ems.1.2-11
Untuk memperoleh hasil yg baik dlm Proses Pengelingan hrs
memperhatikan apa saja ?
Yg hrs diperhatikan adl:
a. Gaya penekanan hrs sesuai
b.Gunakan alat yg tepat
c.Lubang pengelingan hrs tegak lurus dgn permukaan, sesumbu
dan sesuai dgn diameter pk.keling.
d.Posisi pembentukan hrs sesumbu dgn lubang dan pk.keling
Kuliah ke 3
Pk.Keling.EMS.2-11
Gambarkan Hasil yg buruk dpt terjadi akibat:
Pengelingan Buruk akibat :
1.Lubang Miring
2.Lubang Bergeser
3.Lubang terlalu besar
4.Pk.Keling terlalu Panjang
5.Pk.Keling terlalu Pendek
6.Posisi Pembentukan miring
1 2 3
4 65
Kuliah ke 3
Pk.keling.ems.1.2-11
Pengelingan Buruk Diakibatkan oleh apa saja?
a.Lubang miring
b.Luang bergeser
c.Lubang terlalu besar
d.Pk.keling terlalu panjang
e.Pk.keling terlalu pendek
f.Posisi pembentuk miring
Bahan pk keling yg sering digunakan;
a.Baja konstruksi umum dgn Teg.Tarik ≈ 360 N/mm²
b.Paduan tembaga –seng
c.Aluminium dgn kandungan 99,5%
d.Baja dgn kandungan 70 % Ni, 30 % Tembaga (tahan karat)
e.Paduan Auminium-Magnisium dgn kandungan Magnisium 3,5 %
Kuliah ke 3
Perekat.Ems1.2-13
Apa yg sdr ketahui tentang Perekat/Adhesive:
Perekat adl: Penyambungan bahan yg sama atau bahan yg berbeda baik logam maupun
bukan Logam, dgn memanfaatkan kontak permukaan ditambah bahan perekat sebagai
media penyambungan
Keuntungan dan Kerugian Perekat dibanding Keling dan Las
1. Dapat menyambung bahan sejenis atau bahan yang berbeda seperti logam
dengan plastik, kulit, karet.
2. Beban yang diterima bahan perekat merata.
3.Tidak mengalami konsentrasi tegangan.
4. Isolator terhadap panas dan listrik.
5.Pengerjaan pada suhu rendah
6. Tidak merusak permukaan.
7. Tidak terjadi korosi listrik
8. Dapat menyesuaikan diri terhadap pemuaian (elastis).
9. Mudah dan murah terutama pada proses perekatan dingin.
10.Tidak menambah berat/volume, terutama untuk konstruksi pesawat
terbang.
11. Kedap gas dan cairan. (utk menanggulangi kebocoran)
Kuliah ke 3
Perekat.Ems1.2-13
Kerugian Perekat adl:
1. Kemampuan menahan beban kejut, bengkok dan kupas rendah.
2. Kemampuan menahan panas terbatas.
3. Kurang tahan terhadap beban berganti.
4. Memerlukan penanganan awal terhadap permukaan benda yang
akan direkat.
5. Waktu pendinginan dan pengerasan hingga benar-benar mengikat
relatif lama, terutama pada proses perekatan panas.
6. Harus memperhitungkan kontak permukaan yang cukup.
7. Sukar dalam pengujian non-destruktif.
Kuliah ke 3
Perekat.Ems1.2-14
Pemakaian Perkat:
A.Dalam konstruksi umum
- Konstruksi-konstruksi ringan
- Perpipaan
- Mekanik
- Konstruksi kayu
 
B.Dalam industri transportasi
- Terutama untuk rangka dan body pesawat
- Body mobil
- Kanvas rem/kopling
C.Dalam industri elektronik
- Pelat-pelat transformator
- Lempengan pelat pada elektromotor
Kuliah ke 3
Perekat.Ems1.2-14
Perekat dlm pemakaian pada industry lain di gunakan :
a. Peralatan foto , b. Mainan, c. Mebel, d.Sepatu, e.tas, f. Vinyl lantai , g. Pengepakan
h. Wallpaper
Utk memperoleh hasil sambungan PEREKAT yg Optimal diperlukan persiapan
dan penanganan yg serius pd bahan yg akan direkatkan
Tahap Perekatan yg umum ada 5 yaitu :?
1. Pembersihan : Bidang kontak harus bebas dari segala macam kotoran,
debu, karat, lemak, dan lain-lain. Khusus untuk lemak dapat dihilangkan
dengan larutan pencair seperti Aceton, Trichlor, Thinner, dan sebagainya;
atau dengan bahan pencuci seperti larutan Alkali.(tergantung bahan
Pemakaiannya)
2. Pengerjaan Permukaan : Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan
kekuatan rekat. Bidang kontak disikat, digerinda, disemprot pasir, atau
dapat pula dilakukan secara kimia.(Menambah bidang kontaknya)
3. Pelapisan/pemberian Bahan Perekat :
• Bahan perekat dilapiskan dengan tipis dan merata pada permukaan bahan yang
akan direkat.
• Kemudian kedua permukaan ditempelkan dan tidak diperbolehkan bergeser
sedikitpun. ( dpt dilaksanakan bila Posisi sdh baik dan benar)
Kuliah ke 3
Perekat. Ems1.2-14
Adapun tahap-tahap perekatan yang umum adalah sebagai berikut :
4. Penekanan :
• Untuk tahap ini tergantung dari jenis bahan perekatnya.
Ada yang langsung ditempel setelah pelapisan, dan ada yang harus
menunggu beberapa saat sebelum ditempelkan. Utk penguapan cairan).
Permukaan yang ditempelkan harus mendapat penekanan yang merata
untuk memperolah kekuatan rekat yang baik.
Penekanan dapat dilakukan dengan cara : dicekam/diklem dengan ragum,
atau alat pencekam lainnya.
5. Waktu pendinginan :
• Pada proses perekatan, semua bahan perekat memerlukan waktu
pendinginan tertentu untuk pengikatan. Ini tergantung jenis bahan perekat.
• Pada perekatan panas, waktu pendinginan dan pengikatan saling
berkaitan.
Utk mendapatkan pengikatan yang kuat diperlukan waktu yang lama.
Kuliah ke 3
Samb.Pelat.EMS.1.2-19
Sambungan Pelat
Kuliah ke 3
Solder.Ems.1. 2-21
Sambungan Solder adl: Sambungan Permanen, Merupakan penyambungan
dari logam (besi ,baja, tembaga, Kuningan, Seng, dan baja Paduan.)
Dgn Pengikatan oleh bahan tambah yg dicairkan, dimana titik cair bhn tambah
lebih Rendah dari titik cair logam yg disambungkan.
Cara menyambung yg baik adl:
Utk sambungan yg membutuhkan Kekuatan, kerapatan dan ketahanan thdp
Korosi maka permukaan Logam yg akan disolder hrs benar-benar
dibersihkan.
Pada permukaan logam juga ditambahkan bahan pengalir utk membantu
pengaliran bhn tambah ke seluruh permukaan bidang yg disolder.
Penyolderan dikelompokan 2 jenis:
1.Penyolderan Lunak, dimana titik lebur bahan tambah < 450°C
2.Penyolderan Keras, dimana titik lebur bahan tambah > 450°C
Kuliah ke 4
Solder.Ems1.2-21
Keuntungan Sambungan Solder, dibanding Perekat, Keling dan Las
1. Dapat menyambung dua buah logam yang berbeda.
2. Pada penyolderan lunak tidak merusak permukaan.
3. Tidak menghambat aliran listrik.
4. Dibandingkan pengelingan, tidak ada pelubangan yang
melemahkan konstruksi.
5. Umumya kedap fluida.
6. Pada pengerjaan masal, dapat dilakukan secara bersamaan.
7. Mampu menyambung pelat-pelat tipis.
Kerugian Sambungan Solder, dibanding perekat,keling dan las
1. Untuk penyolderan masal biayanya besar (karena bahan tambahan
harus campuran timah putih atau tembaga).
2. Bahan pengalir yang tersisa dapat menimbulkan korosi listrik.
Kuliah ke 4
RL1.1EA,EB
v
i
Jika arus (i) 6 A,
Tentukan V jika elemen menyerap daya (P) = 18
Watt.
+
–
Penyelesaian:
Meyerap daya jika arus Positif meninggalkan
terminal Positif.
Arus Posisitif krn dari potensial Tinggi ke
Potensial Rendah
i = 6 A, dan P = 18 W, ditanya berapa teg.(v) ?
v = = = 3 Volt
P
i
18 W
6 A
v = 3 Volt
Solder.Ems1.2-22
Penyolderan Lunak (Patri).
Digunakan pada semua logam terutama untuk logam-logam tipis dengan
beban ringan serta kedap udara dan air.
Contoh pemakaian :
1.Pelat-pelat pendingin pada kendaraan ,2.Tangki air / minyak,
3.Wadah/kotak peralatan, 4.Instalasi pipa tekanan rendah ,
5.Sambungan kabel , 6.Talang air dan tutup atap,
7.Penyambungan logam yang dilapisi seng.
Penyolderan Keras.
Lebih sering digunakan untuk penyambungan plat-plat dari logam berat dan
menerima
beban yang besar.
 Contoh pemakaian:
1. Flens pada pipa, 2. Instalasi pipa tekanan besar
3. Penyangga dan rangka kendaraan - Tangki uap
4.Peralatan dari logam keras , 5.Konstruksi alat-alat ringan
Solder.ems.1.2-22
Tebel Bahan Tambah Penyoderan Lunak
1.Jenis Bahan Tambah “Paduan Sn-Pb” dgn kandungan 60 % Sn,
0,3% Antimon, sisanya Pb
Pemakaian Penyolderan pada : - Logam yg dilapisi seng
- Pelat-pelat tipis
- Peralatan Elektronik
2.Jenis bhn tambah “Paduan Pb-Sn” dgn kandungan : 40% Sn,
0,2 % Antimon, sisanya Pb.
Pemakaian Penyolderan pada :- Pelat-pelat tipis
- Pendingin kendaraan
- Industri Perkakas
3.Jenis bhn Tambah” Paduan Sn-Zn dgn kandungan 85 s.d 92 % Sn,
dan 8 s.d 15 % Zn Dan Cd-Zn dgn kadungan : 75 s.d 83 % Cd
dan 17 s.d 25 % Zn, Pemakaian utk Penyolderan pada Aluminium dan
Paduannya.
Kuliah ke 4
Solder.ems.1.2-23
Tabel Bahan Tambah Penyolderan Keras.
1. Jenis bhn Tambah :CuZn46.
Digunakan utk Penyolderan (istilah Brassing) pada:
1. Instalasi pipa-pipa, 2. Konstruksi Kendaraan.
2. Jenis bhn Tambah : Ag 15P = 15 % Ag
digunakan utk Penyolderan (istilah Silvering) pada:
1. Pelat-pelat, Perpipaan, Kawat
2.Industri Optik ,3.Peralatan mekanik yg kecil.
3. Jenis bhn Tambah :Ag 45 Cd, = 45 % Ag
Digunakan Penyolderan pd Logam-logam mulia dgn bhn :
1.Perak (Ag), 2. Emas (Au), 3. Platina (Pt)
Kuliah ke 4
Ems.1
4.Jenis bhn Tambah : Al Si Sn, = 72 % Al, 10 s.d 12 % Si, 8 s.d 12 %Sn,
Digunakan penyolderan pada:
1. Benda tuangan,
2.Pelat, Kawat,
3. Profil Aluminium dan paduannya.
5.Jenis bhn tambah : Al Si 13, = 72 % Al, 13 % Si,
Digunakan pada:
1. Penyolderan pd Konstruksi logam-logam ringan.
2.Penyolderan pd konstruksi yg menggunakan baja,
tuangan, dan baja temper.
Solder.ems.1.2-25
Teknik Penyolderan:
Utk menentukan teknik Penyolderan yg dipakai, perlu memperhatikan :
a.Fungsi benda kerja
b.Bahan dari benda kerja
c.Jumlah.
Macam Teknik Penyolderan :
1. Penyolderan dlm Oven (untuk solder Kaleng makanan)
Bagian logam yg akan disolder dipersiapkan,
dan juga bak garamnya.
Ems1.2-26, Sambungan Pengelasan
Apa guna samb.Las: Sambungan Pengelasan dpt digunakan utk
menyambung bermacam-macam keperluan.
Bahan-bahan yg mampu disambung dgn pengelasan bukan hanya
: 1 baja, 2.besi tuang, 3.baja tuang tetapi termasuk
bhn-bhn non fero spti: tembaga, aluminium,nikel,seng,timah dll.
Apa Fungsi Pengelasan:
1. Menggantikan konstruksi sambungan pk.keling dan konstruksi
tuangan atau tempaan
2. Menyambung bagian yg retak atau patah (reparasi)
3. Menambal bag.yg aus (Buil-up-welding)
4. Memotong dan menghancurkan bagian konstruksi.
Samb.Las.Ems1.2-26
Pd Umumnya Sambungan Pengelasan, dilakukan dengan
memanaskan permukaan benda yang dilas sampai suhu las (suhu
lebur), baik menggunakan bahan tambah maupun tidak.
Pengikatan benda terjadi karena dua kemungkinan :
1. Karena tekanan bersama (pressure welding).
2. Karena peleburan (fusion welding).
 
Pada pengelasan fusi, bagian logam yang akan dilas dileburkan bersama bahan
tambah.
Sedangkan pada pengelasan tekan tidak memerlukan bahan tambah.
Keuntungan sambungan pengelasan dibanding paku keling :
1. Lebih rapat (tidak bocor).
2. Lebih kuat.
3. Tidak membutuhkan bilah.
4. Konstruksi lebih ringan.
Kuliah ke 4
Las.Ems1.2-26
Metode pengelasan ada 5 yaitu:
1. Las tahanan Listrik (Las tekan), meliputi :
a. Las Tumpul,
b. Las titik (Spot Welding),
c. Las Rol Kampuh (Seam Welding)
2. Las Lebur Gas (las Otogen)
3. Las Busur Api Listrik, meliputi :
a. Las Listrik dengan Elektroda
b. Las Metal Inert Gas (WIG) dan Las Metal Active Gas (MAG)
c. Las Wolfram Inert Gas (WIG) dan Las Tungsten Inert Gas (TIG)
d. Las Plasma
e. Las Bubuk
4. Las Sinar Elektron
5. Metode Las yang lain
 
Kuliah ke 4
Las.Ems.1.2-27
Las tahanan Listrik : Metode ini menggabungkan panas Listrik dgn
penekanan. Dan Panas dihasilkan dari Tahanan Listrik yg diberikan pd
Benda Kerja.
Setelah bagian benda yg dilas Pijar, maka tempat tsb ditekan dgn waktu
yg sangat singkat.
Kuliah ke 4
Las.Ems1.2.27
Las Tumpul
Las Tumpul : adl salah satu bentuk pengelasan tahanan Listrik,
dimana benda kerja dijepit hingga rapat dan selanjutnya dialirkan
Listrik dgn arah menyilang , Panas yg ditimbulkan oleh aliran Listrik
akan melebur Benda Kerja.
Kuliah ke 4
Las..Ems1
Hal-hal penting dalam Las Tumpul:
1. Jenis bahan benda kerja harus sama.
2. Permukaan bagian yang dilas harus bersih dan halus.
3. Arah aliran dibuat menyilang agar hasilnya lebih merata.
4. Urutan pengelasan adalah sbb :
a.Gaya diberikan melalui penjepit
b.arus listrik sampai benda kerja pijar
c.pemutusan arus dan penekanan.
Kuliah ke 4
Ems.1.2-28Las Titik
Proses Las Titik adl: a. Panas yg dihasilkan oleh transformator arus tinggi
dan Voltage rendah, melalui elektroda las. b.Hasil pengelasan berbentuk
titik dgn luas kira-kira sama dgn ujung elektroda, dan selama proses
berlangsung tdk terjadi busur api.
Hal yg Penting dlm Las titik adl:
1.Elektroda ( paduan tembaga) hrs memiliki tahanan listrik lebih kecil dr benda kerja,
dan selalu didinginkan.
2.Semakin besar tahanan thdp aliran arus , semakin terpusat pengaruh panasnya.
3.Tahanan yg kecil (R1 + R2) diantara elektroda dan benda kerja, sedangkan tahanan
yg besar (R3) pada celah udara di antara benda kerja, menyebabkan peleburan dan
fusi kedua permukaan shg membentuk gumpalan las.
Urutan Pengelasan:
1.Gaya Tekan elektroda,
2. kmdn arus mengalir.
3.Gaya Elektroda di jaga
selama satu periode,
4.Kmdn arus terputus
5. Dan kmdn gaya
dilepas.
Kuliah ke 4
Ems.1.2-29
LAS KAMPUH ROL
Kuliah ke 4
Ems.1.2-29
Prinsip Kerja Las Kampuh Rol adl:
Prinsip dasarnya sama dgn Las Titik, hanya gaya Tekan diberikan terus –
menerus sedangkan arus diberikan terputus-putus. Hasilnya adl sambungan
pengelasan yg Lurus dan tdk terputus.
Elektrodanya berbentuk 2 buah roda atau satu buah roda dgn satu buah
batang Elektroda.
Hal-hal yg Penting dlm Las rol Kampuh:
1. Roda penggerak biasanya digerakkan dgn gaya dan kecepatan
tertentu
2. Arus Listrik dilewatkan melalui roda-roda elektroda secara terputus-
putus.
3. Proses berlangsung sangat cepat.
Kuliah ke 4
Las.Ems1.2-30
I.Penggunaan Las Tahanan Listrik
1.Metoda Pengelasan : “Las Tumpul”
Penggunaannya : 1.Utk Pengelasan Rel Kereta Api, Baja Profil dan Pipa s.d
Luas 200 cm²
2. Pengelasan Rantai,
3.Pengelasan baja Perkakas.
2.Metode Pengelasan :”Las Titik”
Penggunaannya : 1. Utk Pengelasan Pelat-pelat dgn ketebalan
t = 0,2 s.d 0,5 mm, dan digunakan pada konstruksi
Karoseri Mobil.
3. Metoda Pengelasan :”Las Rol Kampuh”
Penggunaan : 1. utk pengelasan pelat-pelat sampai ketebalan t = 5 mm
Kuliah ke 4
Samb.Las.Ems1. 2-31
II. LAS LEBUR GAS (LAS OTOGEN)
Las Lebur Gas ( Las Otogen) adl: metode pengelasan dgn
semburan api yg berasal dari Oksigen yg dicampur dgn gas Bakar.
Pengelasan terjadi tanpa penekanan.
Kuliah ke 4
Las.Ems1. 2-31
Bahan Gas Bakar yg dipergunakan ada beberapa macam:
1. Gas Asetilen ( suhu bakar ≈ 3100° C)
digunakan utk segala keperluan pengelasan, lebih dikenal dgn las karbit.
2. Gas Hidrogen ( suhu bakar ≈ 2000° C)
Utk pengelasan : Aluminium dan pelat-pelat baja.
3. Benzena ( suhu bakar ≈ 2700°C)
utk Pekerjaan bangunan dan konstruksi pelat baja yg cukup tebal, > 25,4
atau 1 inch
* dipergunakan juga utk Pemotongan Pelat.
Kuliah ke 4
Ems.1
LAS KARBIT
Metode pengelasan Karbit adl Pengelasan yg menghasilkan Kampuh
Las di antara benda kerja, dlm keadaan Cair tanpa menggunakan
tekanan.
Sumber panas berasal dari api Oksigen sedangkan gas bakarnya adl
asetelin ( suhu bakar = 3100⁰C).
Utk Pengelasan dgn kampuh V , pd pelat setebal < 2 mm tdk perlu
Menggunakan bahan tambahan. Sedangkan utk pelat yg Tebal
menggunakan bhn tambah berbentuk batang Las.
Metode pengelasan ini banyak digunakan utk :
1. Penyambungan Pipa, 2. Konstruksi tangki,
3.Pengelasan pelat-pelat yg tipis dan utk pekerjaan Reparasi.
Kuliah ke 4
Ems.1
Api Oksiasetilen
Gambar memperlihatkan daerah Nyala api Oksiasetilin
Ems.1-2-31
Api yg netral membakar Oksigen dan Asetilen dgn perbandingan Volume yg
sama , shg mereduksi Oksida besi dan mengambil Oksigen, maka dari itu tdk
diperlukan Fluks dgn prosesnya.
Kuliah ke 4
Ems.1
Ada 3 macam penyetelan api Oksiasetilen:
1.Api Netral :
1. Bagian terpanas pd ujung kira-kira = 3200°C
2. Disarankan uap asitilen sedikit mungkin pd waktu melalui pengelasan
Ems.1.2-32
Digunakan utk : Pengelasan baja, besi tuang, Baja Tahan karat, tembaga
dan Aluminium.
Kuliah ke 4
Ems.1
2.Api Karburasi, Mempunyai kelebihan Asetilen yg mengakibatkan daerah
yg banyak mengandung karbon, memancar ke sekeliling dan diluar
kerucut.
Digunakan :utk pengelasan pelat-pelat dan batang-bantang dgn
permukaan yg keras.
Api karburasi yg sangat kecil utk elasan Logam non fero.
Ems.1.2-32
Kuliah ke 4
Ems.1
3.Api Oksidasi ,mempunyai kelebihan oksigen shg daerah diluar kerucut
kaya dgn oksigen.
Penyetelan secara netral, kmdn gas bakar diperkecil.
Digunakan Utk: pengelasan kuningan, dan biasanya tdk dikehendaki
oksidasi yg sangat kuat . Api oksidasi kecil utk mematri lembaran berlapis
seng.
Ems.1.2-32
Kuliah ke 4
Samb.Las.Ems1.2-33
Hal-hal Penting Dalam Las Lebur Gas yg harus diperhatikan:
1. Utk melebur benda kerja dan bahan tambah ( jika diperlukan)
membutuhkan sumber panas yg bersuhu sangat tinggi.
2. Panas dari Logam cair harus dilindungi dari udara selama pengelasan.
3. Terdapat perubahan sifat-sifat fisik dari benda kerja pada daerah yg
dipengaruhi panas.
4. Akibat panas yg tinggi, maka berlangsung pemuaian yg cukup besar,
kemudian penyusutan yg bisa mengakibatkan perubahan ukuran,
Tekukkan, Puntiran, bahka keretakan.
5. Dan utk pengelasan baja Karbon rendah selalu menggunaka Nyala api
Netral.
Kuliah ke 4
Las. Ems1.2-33
Las Busur Api Listrik (Electric Arc Welding)
Las Listrik dengan Elektroda
* Bila elektroda dialiri arus dan dibenturkan ke atas benda keras kemudian
menariknya sedikit, maka akan terbentuk busur api.
 
* Kontak ini memungkinkan suatu aliran arus dalam bentuk elektron,
dan berlangsung setelah terjadi perbedaan tegangan awal yang tinggi
sehingga mampu mengatasi tahanan aliran arus (sering juga
disebut ionisasi celah busur api).
 * Busur api ini menyebabkan benda kerja melebur.
Elektroda dan Pengaruhnya Terhadap Las Busur Api Listrik
Bentuk Elektroda batang
Kuliah ke 4
Las.Ems1.2-33
Bentuk Gbr Elektroda
Proses kerja Elektroda :
a.Inti logam elektroda meneruskan energi
listrik ke busur api kemudian dilebur
bersama lapisan fluks sehingga
membentuk tetesan labur.
b.Setelah peleburan, busur api terdiri dari
daerah gas yang bersuhu tinggi (6000°C)
terutama diperoleh dari lapisan fluks.
Fungsi dari Lapisan Fluks:
1.Menghasilkan gas perisai yg melindungi
gas sekeliling busur api dan logam cair
thdp udara bebas ( agar tdk korosi / karat).
2.Membuat busur api stabil dan mudah
dikontrol.
3.Menyediakan terak pelindung serta menurunkan kecepatan pendinginan
benda kerja , shg mengurangi Kerapuhan akibat pendinginan.
4.Memungkinkan digunakan pd Posisi Pengelasan yg berbeda.
Kuliah ke 4
Samb.Las .Ems1.2-34
Fungsi Lapisan Fluks antara lain :
1. Menghasilkan gas perisai yang melindungi gas disekeliling busur api dan
logam
cairan terhadap udara bebas.
2. Membuat busur api stabil dan mudah dikontrol.
3. Menyediakan terak pelindung serta menurunkan kecepatan pendingin
benda kerja, sehingga mengurangi kerapuhan akibat pendingin.
4. Memungkinkan digunakan posisi-posisi pengelasan yang berbeda.
Simbol dasar terdiri dari empat kode, selebihnya dapat ditambahkan sesuai pabrik
pembuatnya.
Contoh :
Simbol dasar E 51 33 B
• 1 2 3 4 5 6 7 8
• Simbol dasar + tambahan E 51 33 B 160 2 0 (H)
Arti simbol menunjukkan :
1. Proses, 2. Kekuatan, 3. Perpanjangan dan Penumbukan , 4. Sifat penutup ,
5. Efisiensi elektroda ,6. Posisi pengelasan ,7.Besar arus/voltase ,
8. Pengontrolan hidrogen
Kuliah ke 4
S.Las.Ems.1.2-34
Uraian Arti Simbol
1.Proses : E = Elektroda tertutup, utk pengelasan busur api logam manual
2.Kekuatan : E 43 = Kekuatan tarik = 430- 550 N/mm²,
Tegangan Mulur min= 330 N/mm²
E 51 = Kekuatan tarik 510 -360 N/mm²
Tegangan mulur min = 360 N/mm²
3.Perpanjangan (angka pertama) lihat tabel ( ems.1.2-35)
3.Penumbukan (angka ke dua) lihat tabel
4.Sifat Penutup : Lihat tabel
5.Efisiensi Elektroda dekat 10 %
6.Posisi Pengelasan , contoh, kode1. semua posisi (lihat tabel .ems.1.2-36)
7.Besar Arus /Voltage (lihat tabel.ems.1.2-36)
8. Pengontrolan Hidrogen
(H)menunjukkan hidrogen terkontrol (< 15 mg/100g)
Kuliah ke 4
s.Las.Ems.1.2-38
Urutan perpindahan Logam
Kuliah ke 4
S.Las.Ems.1.2-42
Perlengkapan Las
Sinar Elektron
Kuliah ke 4
S.Las.Ems.1.2-42
Keuntungan Las Sinar Elektron
1. Kekuatan sambungan yg tinggi diperoleh pd posisi yg biasanya tdk dpt
dimasuki.
2.Sambungan yg kuat pd Logam yg berbeda
3.Kecepatan Pengelasan tinggi ( dpt mencapai 40 m/detik)
4.Tdk ada kontaminasi las oleh fluks dll
5.Penetrasi menyentuh bagian dlm.
Kuliah ke 4
S.Las.Ems.1.2-43
Metode Pengelasan Lain: Las LASER
Gas yg digunakan ad 2 macam: 1.Gas Argon utk pengelasan,
2.Oksigen utk pemotongan
Keuntungan Las LASER:
1.Distorsi dan tekukan kecil, 2. Pada prinsipnya setiap logam dpt dipotong,
3.Hasil Pemotongan sangat kecil ( < 0,4 mm)
4.Ketelitian tinggi.
Kuliah ke 4
Pegas.Ems1.3-1
1.Pegas Adl:
Pegas merupakan elemen yang banyak digunakan baik dalam
permesinan, mekanik, maupun perlistrikan. Pada dasarnya pegas
dibuat dengan tujuan untuk memberikan aksi-reaksi terhadap beban
yang terjadi pada suatu konstruksi, sehingga akan merugikan
kelelahan kerja pemakai.
2.Fungsi Pegas.
1. Pelunak tumbukan atau kejutan.
2. Penyimpanan kerja atau energi.
3. Pengukur.
4. Pemegang atau penjepit.
5. Perata tekanan.
Kuliah ke 5
Ems1,3-1.Pegas
Berdasarkan
Jenis Beban:
1.Pegas Tekan
2.Pegas Tarik
3.Pegas Puntir
Berdasarkan
Bentuk
4.Pegas Volut
5.Pegas Daun
6.Pegas Piring
7.Pegas Cincin
8.Pegas Batang
Puntir
9.Pegas Spiral
10.Pegas Pelat
11.Pegas Kawat
Kuliah ke 5
Pegas.Ems1.3-1
Pegas diklasifikasikan min.3 .Berdasarkan Jenis Beban yg di terima
1. Pegas Tekan
2. Pegas Tarik
3. Pegas Puntir
Pegas Berdasarkan bentuknya a.l:
4.Pegas Volut 8. Pegas Batang Puntir
5.Pegas Daun 9. Pegas Spiral
6.Pegas Piring 10. Pegas Pelat
7. Pegas Cicin 11.Pegas Kawat
Pegas Tekan.
Bentuknya berupa gulungan kawat heliks terbuka dengan penampang
kawat bulat persegi panjang, bujur sangkar, dan lain-lain.
Kuliah ke 5
Pegas.Ems1.3-2
Gbr Pegas Tekan
1.Penampang Bulat 2.Penamp.Persgi Panjang 3.Penamp.Bujur
sangkar
Kuliah ke 5
Pegas Tekan.ems.1.3-2
I. Pegas Tekan digunakan utk :
1.Guna utk : Mengatur Beban sesuai dgn tekanan yg di-inginkan
Pemakaian : Pada permesinan dan peralatan mekanis umum.
2. Guna utk : Mengatur Gerakan
Pemakaian : Katup, Rem , Kopling, Pencekam dll.
3. Guna utk : Alat Pembanding Beban (Pengukur)
Pemakaian : Neraca timbangan.
II. Pegas Tarik:
Berbentuk Gulungan Kawat Heliks tertutup dgn Konstruksi pengait pada
Kedua ujungnya, Bentuk penampang serupa dgn Pegas tekan.
1. Kegunaan Menahan Beban tarik dan memberi reaksi Tarikan
pemakaiannya : pada permesinan Umum, kunci peralatan listrik.
2.Kegunaan utk alat pembading Beban (Pengukur Tekanan)
pemakaiannya : pd Neraca timbangan.
Kuliah ke 5
Pegas.Tarik.Ems.1.3-3
Pegas Tarik
Pegas Puntir
Kuliah ke 5
Pegas.ems.13-4
III. Pegas Puntir.
Pegas Puntir, Bentuknya serupa gulungan Heliks tertutup / terbuka.
Kegunaannya: Menahan beban Puntir
Pemakaiannya:
Paling banyak dijumpai pada engsel / sendi serta peralatan mekanik,
peralatan Listrik, Peralatan alat potong.
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-4
IV. Pegas Volut.
Pegas Volut, Bentuk dasarnya seperti pegas tekan, tetapi dibuat dari pelat
tipis yg digulung membentuk kerucut.
Dgn permukaan yg rata, pegas ini lebih stabil pada kedua sisinya dibanding
pegas heliks.
Juga Memungkinkan ditekan sampai batas lebar pelat, tetapi terbatas pada
beban ringan.
Pegas Volut dipasang bersama pegas heliks shg lebih menguntungkan.
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-4
IV. Pegas Volut,
Kegunaannya : Memberi reaksi dan mengatur Tekanan
Pemakaian : pada Katup, Alat Potong
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-5
V. Pegas Daun :
Pegas Daun : Terbuat dari Pelat-pelat yg disusun sdmkn rupa shg mampu
menahan beban berat dan dpt memberikan reaksi thdp setiap kejutan dgn
baik.
Kegunaannya: utk Pelunakan Tumbukan dan kejutan
Pemakaiannya: pada kendaraan, roda dll.
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-5
VI.Pegas Piring
Pegas Piring terbuat dari Pelat berbentuk seperti piring dgn lubang di
tengahnya.
Pegas Piring mampu menerima Beban sangat besar dgn defleksi yg
sangat kecil.
Kegunaannya : dpt digunakan secara tunggal maupun gabungan sesuai
dgn beban yg terjadi, krn gaya reaksi Pegas Tergantung cara
penyusunnan dan jumlah pegas.
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-6
VII. Pegas CINCIN:
Terbuat dari Pelat berbentuk Cincin Belah
Kegunaannya : Utk menahan beban Tekan yg sangat besar dgn Defleksi Kecil
Pemakaiannya : Umumnya pd konstruksi “Punching Tools”
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-6
VII. Pegas Cincin
Pegas Cicin
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-6
VIII. Pegas Batang Puntir :
Pegas Btg Puntir : adl sangat sederhana utk jenis pegas batang,
umumnya berbentuk batang silinder memanjang
Kegunaannya : *utk menerima beban dan memberi reaksi puntiran
•Penyeimbang
•* Suspensi
Pemakaian: - Utk Kap mobil
-Utk power stering kendaraan
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-6
IX. PEGAS SPIRAL
Pegas Spiral adl : terdiri dari Gulungan pelat berbentuk Spiral.
Kegunaan pegas spiral adl:
1. Penyimpan Enerji
2.Pemberi tekanan
3.Penggerak
4.Pembanding
Pemakaiannya di :
1.Jam
2.Mainan Robot
3.Timbangan
4.Spindel mesin Bor
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-7
IX.Pegas Spiral
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-7
X. PEGAS PELAT
Pegas Pelat datar dpt dibuat dlm berbagai bentuk dgn fungsi yg
bermacam-macam.
Digunakan :? Utk Memberikan Tekanan pd konstruksi beban Ringan.
Pemakaiannya di: 1.Permesinan umum, 2. Peralatan Listrik, 3. Engsel.
Kuliah ke 5
Pegas.ems.1.3-8
XI. PEGAS KAWAT
Pegas Kawat adl: mempunyai bentuk bervariasi dgn berbagai Kegunaan.
Kegunaan Pegas Kawat ? Adl:
1.Penahan Tekanan dan Puntiran pd Konstruksi Alat ringan dgn Beban kecil.
2. Sebagai Pengaman.
Pemakaiannya ?
1.Utk Peralatan Listrik
2.Utk kunci.
Kuliah ke 5
Pegasems.1.3-10
Bahan Pegas :
Pada penggunaan umum, bhn pegas dgn ukuran yg relatif kecil biasanya
Dibuat dari :
- Kawat Tarik Keras dgn Pembentukan dingin
atau Kawat di Heatreament agar Flexible dan kmdn di temper dgn minyak
panas.
Utk Ukuran yg besar dibuat dari batang Rol dgn Pembentukan panas.
Kuliah ke 5
Ems1, Perapat atau Seal
Fungsi Perapat atau SEAL Digunakan ?
1.Untuk mencegah kebocoran cairan, zat padat , dan gas dari bagian-bagian
mesin dan peralatan industri lainnya.
2.Utk menghalangi kotoran dan sumber-sumber kontaminasi dari luar masuk
ke dalam mesin atau sistem pemipaan.
Bushings
SEALS
Static Dynamis
Gaskets O-Rings Sealants
Contact
Clearance
Labyrinth
Axial
Radial
Packings Lip Seals
Felt Seals
Circumferential
Split Ring
Mechanical
End Face
Kuliah ke 5
Ems1, perapat
1.Perapat Statis adl:
Perapat yg digunakan utk merapatkan antar permukaan yg Relatif tdk
terdapat gerakan.
2. Perapat Dinamis adl:
Perapat yg digunakan utk merapatkan antar Permukaan yg terjadi Gerakan.
Perapat dinamis dpt dikelompokan :
1. Perapat Kontak (Contact Seal) yaitu dimana Elemen perapatnya
bergesekan dgn Permukaan pasangannya yg terkena Beban.
2. Perapat Longgar (Clearnce Seal) yaitu dimana bekerja dgn kelonggaran
positif antara Permukaan Perapatnya.
Kuliah ke 5
Ems1 perapat
Perapat Statis (Static Seals)
1.Gaskets adl?
Gasket adl:
Perapat Statis utk menahan cairan, benda padat, dan gas pada seluruh jenis
mesin, Bejana dan Sistem Perpipaan dan dpt beroperasi di bawah beraneka
ragam kondisi Pelayanan.
Dan Gasket normalnya ditempatkan diantara benda kaku dan biasanya
merapatkan permukaan logam.
Kuliah ke 5
Ems1perapat.
Prinsip Kerja Gasket?
Gasket memerlukan suatu gaya Tekan utk menjaga Kontak. Gaya ini biasanya
didptkan melalui seperangkat Flens dan Baut atau beberapa jenis pengapit
atau penjepit dpt juga digunakan.
Gaya Tekan yg dikenakan ke bahan Gasket antara permukaan Flens Harus
Mampu :
1. Menyesuaikan diri thdp bermacam bentuk permukaan Flens dan bahan
Gasket itu sendiri.
2.Mengatasi gaya hidrostatis yg disebabkan Tekanan dlm yg mencoba
mendorong Flens.
3. Menyisakan Tegangan yg cukup utk menahan Tekanan dan mencegah
keluarnya gasket melalui celah kelonggaran.
Kuliah ke 5
Ems1,Perapat
Apa yg sdr ketahui Bahan Gasket?
Bahan Gasket umumnya memiliki karakteristik seperti Lunak dan dpt
terdeformasi , dan tingkat Elastisitas dan Fleksibelitas yg tinggi.
- Bahan harus tahan thdp pengerasan dan kelelahan.
- Lunak dan dpt deformasi memungkinkan gasket utk menahan permukaan
yg tidak beraturan.
- Dan Elastisitasnya diperlukan jika bahan hrs dpt mengantisipasi
perubahan bentuk yg diperlukan ketika mendpt beban yg berubah-ubah
dan pengencangan baut Flens.
Bahan-bahan Gasket dan Keterbatasannya serta digunakan di?
1. Bahan Gasket dari Kertas
Bhn yg murah yg sifatnya dpt ditingkatkan jika diisi dgn bhn pengisi
seperti LILIN.
-Digunakan dlm industri otomotif utk menyegel air,oli dan minyak ,
dan ini utk permukaan yg halus dan rata, dgn ketebalan yg paling tipis
sampai karton, tahan s.d Temperatur 120°C dan Tekanan 120 PSI.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
2. Bahan Gasket dari Gabus yg dipernis.
Permukaan dari kertas Pernis hrs tdk retak atau rusak.
3. Bahan Gasket dr Gabus, berguna utk Beban Rendah dimana permukaan
Flen tdk rata. Dan memiliki ketahanan yg baik thdp minyak dan cairan
pelarut Tetapi tdk cocok thdp air. Dpt digunakan pada temperatur 50° dan
tekanan 50 PSI.
4. Bhn Gabus Campur Karet,
Baik utk beban rendah s.d Sedang, tahan s.d Temperatur 150°C dan
Tekanan 50 Psi.
5. Bhn Karet, adl Gasket yg serbaguna, cocok utk sambungan yg mengalirkan
air dingin.
6. Bhn Grafit yg dilapisi Kain, cocok utk sambungan yg mengalirkan air panas
dan uap.
7. Bhn Asbes yg dilapisi Tembaga, sangat baik utk temperatur yg tinggi.
8. Bhan Logam, terbuat dari bhn Timah, Aluminium, Tembaga, Kuningan,
Monel, Nikel dan baja paduan, digunakan utk Temperatur dan Tekanan
sangat besar, dibentuk sdmkian rupa berbentuk pegas yg berfungsi
sebagai perapat.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
Seal Statis yg ke 2 : “O-RING”
Prinsip kerja O-Ring adl: Sifat elastik dari bahan. Bhn yg Elastik dpt ditrik
berulang-ulang sampai 2 kali dari panjang normalnya dan masih dpt kembali
ke ukuran asalnya ketika dilepas.
O-Ring sekali tekan menghasilkan gaya pengencangan secara otomatis dan
dpt diatur utk berbagai perubahan bentuk dlm rumahnya selama Kompresi
awalnya terjaga.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
Seal Statis yg ke 3 : “SEALANTS” ?
Sealants atau “Gasket Cair” dibuat khusus berisi cairan dan gas dibawah
tekanan dan dpt digunakan sebagai sebuah Alternatif utk gasket dan O-Ring
pd kondisi operasi yg tdk begitu berat, tahan thdp bhn kimia dan harganya
tdk mahal.
Prinsip kerja SEALANTS:
Bhn Sealants adl cairan yg Viskositasnya tinggi dan sifat bhn perekat yg
dpt mengatasi kekosongan disebabkan oleh permukaan kasar spti gbr.
Kuliah ke 5
Ems1,Perapat DINAMIS (DYNAMIC SEAL)
Perapat Mekanik dgn adanya sistem pendinginan seal di Industri otomotif
maka seal mekanik tsb banyak digunakan.
Prinsip kerjanya perapat Seal adl: Fungsi perapatan utama seal mekanik dicapai
dgn 2 ring perapat, salah satu berputar bersama dgn poros dan yg lainnya tetap pd
rumahnya. Permukaan yg kontak disusun utk memberikan daya perapat yg cukup
dan ditahan dgn gaya Aksial yg dihasilkan dari komponen mekanik seperti Pegas,
dan gaya Hidroulik dari Fluida.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat Dinamis
Komponen-komponen Penting dari Perapat Mekanik (LIHAT Gbr )adl:
A.Stationary Seal Ring : biasanya dibuat dari karbon dan dipasang ke dlm pelat.
B. Stationary Seal Ring Seal : Biasanya dlm bentuk O-Ring yg mencegah kebocoran
Fluida antara Stationary Seal Ring dan Pelat Seal.
C. Rotating Seal Ring : Komponen ini erikat keporos yg berputar dan dipaksa melawan
Stationary Seal ring dgn upaya gabungan dari tekanan Pegas dan Hidrolik dari Fluida.
Umumnya terbuat dr bahan Stainless Steel dan Tungten Carbide.
D.Rotating Seal Ring Seal : Ini juga dpt dlm bentuk O-Ring dan gunanya mencegah
kebocoran antara ring yg berputar dan poros.
E. Spring : Sebuah Pegas Gulungan tunggal yg sering dipakai sebagai alat utk
menekan muka seal.
F. Thrust Collar : Ini diletakkan di poros dan sebagai alat utk mengarahkan pegas dan
menghentikannya thdp beban aksial.
G. Seal Plate : Ini adl Pelat Penutup Stuffing Box yg juga digunakan utk membawa
Stationary Seal Ring.
H. Seal Plate Seal : Seal Gasket Pelat dpt juga dipertimbangkan sebagai perapat
tambahan.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat Mekanik
Jenis Bahan Seal mekanik yg digunakan ?
1. Stainless Steel / carbon
2.Lead Bronze/Carbon
3.Chrome Oxide/Carbon
4.Ceramic / carbon
5. Tungsten Carbide/ Tungsten Carbide
6. Carbon
Beberapa cara Pemasangan Seal ganda: Lihat Gbr: Back – to – back
1. Terdiri dari Dua seal yg dipasang dlm Stuffing Box yg sama
2. Tandem Terdiri dari 2 seal yg dipasang dgn arah yg sama
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
Back-to-back
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
Dinamic Contact Radial ada 4 kelompok Seal yaitu:
1.Packing , 2.Lip Seals, 3.Circumferential Split Ring, 4. Felt Seals
1.Packing
Prinsip kerjanya : Lihat gbr diatas, Bentuk ring dari bhan tenunan atau
anyaman yg dipotong dan dipasang sekeliling poros dlm Stuffing Box.
Gland Ring ditarik ke arahrumah Stuffing box utk menekan Ring dan
menyebabkannya mengembang ke arah radial.
Pengembangan Radial ini menjadikan Packing kontak dgn poros dan
lubang Stuffing Box utk menciptakan Seal.
Packing Gbr1.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
2.LIP SEALS
Radial Lip Seals digunakan terutama utk menahan keluarnya oli dan
pelumas lain dlm peralatan yg beroperasi dgn poros yg berputar.
Dan juga digunakan utk menahan masuknya kotoran dan kontaminan lain.
Ini utk Tekanan rendah s.d 5 Psi
Prinsip kerjanya spti gbr diatas : Radial Lip seal terdiri dari sebuah
Elastomeric Sealing Ring yg dimuat dlm sebuah rumah logam sperti gbr.
Ring ( Seal Ring) dibentuk dgn sisi yg tajam di titik kontak dgn poros yg
berputar.Dan Pegas melingkar (Garter Spring) dipasang di dlm Ring utk
membantu menekan seal. Kerja Perapatan terjadi dgn memberikan Tekanan
pd titik kontak antara Ring dgn poros. Dan tekanan tercipta dari tekanan
mekanik Garter Spring.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
3.CIRCUMFERENTIAL SPLIT RING SEALS
Circumferential Split Ring Seals : dikenal juga sebagai Carbon Ring seal, dan Versi yg
dimodifikasi dari Piston Ring Sal dan dirancang utk menahan Gas dan Uap dgn
temperatur tinggi. Sring ditemukan di Turbin Uap.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
4. FELT SEALS
FELT SEAL digunakan terutama sebagai perapat bagi Oli dan debu dan
harganya lebih murah dari Radial Lip seal di bawah kondisi operasi yg tdk
terlalu berat.
Prinsip kerjanya: Felt terbuat dari bulu domba atau binatang lain, serat
nabati atau sintetis. Ketika digunakan utk tujuan perapatan biasanya
dipenuhi dulu dgn pelumas yg Viskositasnya lebih tinggi sedikit dari yg
ditahan.
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
* DINAMIC CLEARANCE SEAL
Clearance Seal beroperasi tanpa kontak dan mengandalkan pada
Kelonggaran celah yg kecil utk membuat Tekanan turun antaran tekanan
sistem dan lingkungan.
1.BUSHING Jenis yg sederhana dari Clearance Seal adl Bushing yg
beroperasi krn gerak menghambat yg diterima oleh sebuah kelonggaran
celah yg kecil sepanjang Bushing.
Bushing seal tdk efektif utk Fluida viskositasnya rendah dan tdk digunakan
utk menahan Gas dan uap.
Kuliah ke 5
Bushing
Cara lain untuk Mengatasi Tekanan Tinggi adl Mengganti Bushing Tunggal
dgn serangkaian Cincin Seal
Kuliah ke 5
Ems1,perapat
2. LABYRINTH SEAL
Labyrinth Seal dpt memberikan kebocoran yg berlapis-lapis ke Fluida yg ditahan dgn
memberikan serangkaian pembatas yg menyerap energi Tekanan dari fluida dlm
beberapa langkah.
Dan digunakan utk menahan Tekanan Fluida seperti Gas dan uap.
Dpt beroperasi pd kecepatan dan temperatur tinggi dan sering digunakan pd mesin
putaran tinggi seperti kompresor dan Turbin Uap.
Prinsip kerja Labyrinth Seal: dpt dibuat dlm banyak bentuk yg berbeda namun yg
sederhana lihat gbr diatas. Selama Fluida ditahan melewati setiap celah, kmdn
berkurang dan berkembang dlm ruang menghasilkan turbulensi dan gesekan.
Dan hasilnya adl Kehilangan Energi dan Tekanan pd setiap tingkat.
Kuliah ke 5

Bhn ems1

  • 1.
    Daftar Riwayat Hidup NamaLengkap : Ir.H.Hariyanto Tempat / Tgl.Lahir : Madiun / 20 Januari 1952 Agama : I S L A M Alamat :Jl.Duyung Raya, No.652 Kompl.Perumnas Blok.A /140,No.652 Kary. Makmur, Sungailiat. HP : 0813 6771 6151 Pendidikan Formal : 1. D III, ATN SoloTeknik Neg.Mesin Lulus 1975 2.S1 Universitas Brawijaya Malang Tek.Mesin Lulus 19 Juli 1988 Pendidikan Non Formal:1.Supervisor Ps.Peranc.Mekanik di Politeknik Manufaktur ITB 1994 selama 6 bulan, utk persiapan Polman Timah 2.Fab.Con,Torn,CNC, Politeknik Spanyol 1997 Training CNC selama 2 bulan.
  • 2.
    Pengalaman Kerja Industri:12 Tahun 1. 8 Th, Th.1976 - 1984 Staf Rekayasa PT.Timah 2. 2 Th, Th.1989 - 1991 Ka.Dok Kapal Keruk PT.Timah Tbk 3. 1 Th, Th.1991 - 1992 Ka.Penerimaan Barang Logistik . PT.Timah Tbk 4. 8 bulan, Th.1993 Ka.Perawatan Kapal Keruk .PT.Timah Tbk Pengalaman Jabatan Pendidikan : 1. Th.1994 - 2006 Wakil Direktur .I Polman Timah 2.Th.2001 - 2004 Direktur SPMU TPSDP ADB, (Besar dana 17 Milyar Rupiah) utuk : PS.Tek.Perawatan Mesin = 10 M, PS.Tek.Elektronika = 7 M. 3. Th,Th. 2006 - 2007 Wakil Direktur.II Polman Timah 4. Maret 2008 s.d sekarang Dosen Polman Timah (Program Studi Tek.Perancangan Mekanik). Jenjang Jabatan Akademik: Asisten Ahli (Profesional) Th.2005 s.d sekarang.
  • 3.
    Penilaian MHS/I Nilai Angka(NA)Huruf Mutu (HM) Angka Mutu (AM) 1. 81 – 100 A 4 2. 75 – 80 AB 3,5 3. 69 – 74 B 3 4. 63 – 68 BC 2,5 5. 56 – 62 C 2 6. 41 – 55 D 1 7. 0 – 40 E 0 IPK = (2 x IPP) + IPT 3
  • 4.
    Hubungan dari Satuan-satuan: *1kg gaya dikerjakan benda dgn 1 kg massa, memberikan percepatan = 9,81 m / det² * 1Newton dikerjakan pd benda dgn 1 kg massa, memberikan percepatan = 1 m/ det² •1 kg gaya = g Newton = 9,81 Newton Susunan Absolut ke susunan Teknis: 1 N = 1/ 9,81 kg gaya = 1/9,81 kg 1 Joule = 1/9,81 kgm ; 1 HP = 75 kgm/det 1 W = 1/9,81 kgm/det = 1/9,81 x 1/75 HP = 1/735,75 HP 1 W =1/736 HP , 1 Kw = 1000/736 = 1,3586 ≈ 1,36 Dibulatkan : 1 Kw = 1,36 HP
  • 5.
    Hubungan dari Satuan-satuan: Sebaliknya: 1 kg gaya = 9,81 N ; 1 kgm = 9,81 Joule 1 kg m/det = 9,81 Watt 1HP = 75 kgm/det x 9,81 Watt = 735,75 = 736 Watt 1 HP = 0,736 Kw = 736 Watt Satuan Inggris : 1 Lb Force = 32,2 pound 1 Slug = 32,2 Lb massa Hubungan satuan Metrik dan stuan Inggris: 1 Lb = 435,6 gram ; 1 Foot = 30,48 cm = 0,3048 m
  • 6.
    PS.T.ELK, SM.1 ,Kelas 1 Elk, Bobot = 1 SKS Materi EMS.1 1.ELEMEN PENGIKAT a. Mhs dpt menyebutkan Jenis-jenis Elemen Pengikat, b. Mhs dpt menyebutkan jenis-jenis dan kegunaan : 1.Ulir, 2. Keling , 3. Baut, 4. Pena, 5.Pasak, 6.Perekat , 7. Solder dan Las. 2.ELEMEN PENUNJANG a. Mhs dpt menyebutkan Jenis-jenis Elemen Penunjang, b. Mhs dpt menyebutkan jenis-jenis dan kegunaan : 1. Pegas , 2. Seal PS.T.ELK, SM.2 , Kelas 1 Elk, Bobot = 1 SKS Materi EMS.2 3.ELEMEN TRANSMISI a. Mhs dpt menyebutkan Jenis-jenis Elemen Transmisi, b. Mhs dpt menyebutkan jenis-jenis dan kegunaan : 1. Poros, 3. Bantalan, 5. Roda Gesek, 7. Roda Gigi, 2. Puli , 4. Sabuk (Belt), 6. Rantai dan Sproket, 8. Kopling
  • 7.
    Bhn EMS 1-Ulir 1.Elemen Mesin adl: Bagian-bagian suatu konstruksi mesin yg mempunyai bentuk serta fungsi tersendiri, spti : Baut mur, Pena , Pasak , Poros, Kopling, Roda gigi dsbnya. 2.Klasifikasi Elemen Mesin ,dan Fungsinya ,beri contohnya : 1. Elemen Pengikat : a.Non permanen /Dpt dilepas contoh: Baut-mur; Pena ; Pasak, Ring Penahan b.Permanen /Tdk dpt dilepas contoh : Keling; Perekat ; Solder ; Las 2. Elemen Pemindah / Transmisi contoh : Poros; Bantalan; Roda gigi ; Sabuk & Puli; Rantai & Sproket; Roda gesek. 3. Elemen penunjang contoh : Seal ; Katup ; Pelumas; Elemen Gerak Linear Kuliah ke 1
  • 8.
    1.2. Klasifikasi ElemenMesin Ems.1-1 Elemen Pengikat Elemen Pemindah Elemen Penunjang Dapat Dilepas Tdk Dapat Dilepas Contoh : Seal,Katup, Pelumas Elemen gerak Linear Contoh: Poros,Bantalan, Roda gigi, Sabuk dan Puli, Rantai & Sproket, Roda gesek Contoh: Baut & Mur, Pena,Pasak, Ring Penahan Contoh: Keling, Perekat, Solder,Las Elemen-elemen Mesin
  • 9.
    Sambungan Yg DptDilepas. Ulir Bentuk Ulir adl Curva Spiral yg terjadi apabila pd sebuah silinder dililitkan sebuah lembaran berbentuk segitiga. KURVA SPIRAL ULIR Ǿ Kurva Spiral P∏d α Keliling lingkaran = π.d2 ∅d2 Kisar P α= Sudut kisar ulir α = Sudut kisar ulir, tan α = , tan α = Kisar Keliling Lingkaran P π x d2 Diameter kisar ulir (d2) Kisar (P) Keliling lingkaran = π x d2 EMS.1.1-2
  • 10.
    Pd Pemakaiannya Ulirselalu berpasangan antara ulir luar dan ulir dalam. Umumnya digunakan sbgai Pengikat pd hub.baut dan mur, dan sbgai Pemindah pd hub. Baut/poros dgn pasangannya.
  • 11.
    Baut & Mur ProfilUlir P β d d2 d1 h D2 D1 D 0,5xd Ulir Luar = Baut Ulir Dalam = Mur d = diameter Luar Ulir Luar d2= diameter Tengah Ulir Luar d1= Diameter Terkecil Ulir Luar h = Tinggi Profil Ulir P = Kisar Ulir β = Sudut Profil Ulir D = Diameter Luar Ulir Dalam D2 = Diameter Tengah Ulir Dalam D1 = Diameter Terkecil Ulir Dalam Catatan: d2 = D2; Harga Kisar Ulir P dan Sudut Profil Ulir β utk Luar dan Ulir Dalam Harus sama Ems.1. 1-3
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    Bentuk dan UkuranGeometrik Profil Ulir (Lihat slide Gbr baut + mur) 2.1.10.2 ISO Inch (UNC) ULIR LUAR P h3H H/2 H/2 H1 ULIR DALAM H = 0,86 P ; H1 = 0,53 P ; h3 = 0,60 P; r = 0,14 P Contoh penulisan: ¼ - 20 UNC ¼ = Ukuran diameter luar ulir (inci) 20 = Jlh gang setiap 1 inci UNC =Unified National Coarse Ems.1-12 60º 60º
  • 17.
    ULIR ISO –METRIKNORMAL ULIR BAUT Ph D1H1 ULIR MUR Ems.3. 8-13 60º 60º h3 d3 d2=D2 d=D d = D = Diameter Nominal (Dia Pitch) Ph = Gang = Pitch d2 = D2 = Diameter Tengah d3 = Diameter kaki D 1 = Inti h3 = Tinggi H1 = Gigi
  • 18.
    2.1.10.3 Ulir Trapesium ULIRLUAR Baut ULIR DALAM Mur P 30º R2 R2 R1 H/2 H/2 Hh3 z H4 H1 ac ac H = 1,866 P ; H1 = 0,5 P ; H3 = H4 = 0,5 P + ac R1 maks = 0,5 ac ; R2 maks = ac Contoh penulisan: Tr 40 x 70 Tr = Trapesium , 40 = ukuran diameter luar ulir (mm) x = tanda pemisah ukr.diameter luar dgn kisar 7 = ukr.kisar ulir (mm) d3 d d2=D2 D4 D1 Baut: d =diameter Nominal d3 = Diameter Terkecil Mur : D4 =diameter Terbesar D1 = Diameter Terkecil
  • 19.
    Ems.1.1-8 Arah pendakian Ulir kanan Arahpendakian Ulir kiri ARAH PUTARAN ULIR Arah Putaran Ulir Bila Ulir dilihat pada kedudukan tegak, maka arah pendakian / putaran ulir : •Dari kiri ke kanan, utk ulir KANAN •Dari kanan ke kiri, utk ulir KIRI. Ulir kanan sangat umum digunakan. Ulir Kiri digunakan pd keadaan dimana putaran akan mengakibatkan ulir kanan terlepas. contoh penulisan M12LH ( LH = Left –Hand)
  • 20.
    Ems.1.1-8 TIPE ULIR (METRIK ) KASARHALUS Tipe Ulir (metrik) Ulir Normal Ulir Kasar umumnya disebut Ulir normal. Pemilihan kasar dan halus disesuaikan dgn pemggunaan. *Bentuk profil Ulir Metrik normal dan Ulir metril halus sama, tetapi berbeda pd: 1.Gang, 2.Tinggi profil, 3.Diameter tengah, 4.Diameter terkecil. Ketentuan ISO (International Organization For Standardization) utk seluruh ulir metrik normal, penulisannya diawali dgn huruf besar (M) metrik, diikuti ukuran diameter luar ulir yg diinginkan. Kmdn utk ukuran kisar ulir yg halus, disertai dgn tanda pemisah x dan diikuti dgn ukuran kisar yg dipilih.
  • 21.
    Ems.1.1-9 Contoh penulisan tipeUlir Metrik M6 x 0,75 M = metrik, 6 = diameter luar (mm), x = tanda pemisah, 0,75 ukuran kisar (mm) Jumlah gang 1.Menurut jumlah gang ulir dpt dibedakan menjadi : - Ulir tunggal - Ulir Majemuk Ulir tunggal sangat umum digunakan Contoh penulisan :Tr10 x 2 2.Ulir Majemuk digunakan utk: -Ulir penggerak -Spindel penekan -Konstruksi yg membutuhkan langkah gerak aksial yg panjang.
  • 22.
    Gang Kisar Gang = Kisar JUMLAHGANG / KISAR KISAR adl : Jarak antara senter profil ulir yg bergerak satu putaran penuh, diukur sejajar terhadap sumbu poros ulir. Ems.1-9 Gang adl : jarak antara senter profil ulir yg berdekatan, diukur sejajar terhadap sumbu poros ulir. Ulir Tunggal Ulir Majemuk Contoh Ulir Tunggal: Tr10 x 2 Ke 1
  • 23.
    Ems.1.1-9 Contoh penulisan: UlirTrapesium Tr10 x 6 (P3) Tr = Trapesium 10 = diameter luar (mm) x = tanda pemisah 6 = ukuran kisar (mm) P = pitch (gang) 3 = ukuran gang (mm) Gang = jarak antara senter (pusat) profil ulir yg berdekatan, diukur sejajar terhadap sumbu poros ulir. Kisar = jarak antara senter profil ulir yg bergerak satu putaran penuh, diukur sejajar terhadap sumbu poros ulir
  • 24.
    Ems.1-1-9 1.Ulir Pengikat mempunyaiciri-ciri: a. Pd saat bekerja ikatan ulir diam b.Ukuran kisar kecil c.Sudut kisar ulir α kira-kira = 1,61⁰ (mengunci sendiri) d.Profil ulir biasanya Metrik 2.Ulir Penggerak mempunyai ciri-ciri: a. Pd saat bekerja ikatan ulir bergerak b.Ukuran kisar besar c.Sudut kisar Ulir α kira-kira 4,23⁰ d.Profil Ulir biasanya Tr, Segiempat Ulir Pengikat Ulir Penggerak Ke 1
  • 25.
    Ems.1-1-10 Toleransi ULIR Sistem Toleransiutk ULIR terbagi dlm 3 kelompok: a.Toleransi Kasar b.Toleransi Sedang (normal) c.Toleransi Halus Toleransi ULIR LUAR: dinyatakan dgn huruf Kecil: a,b,c,d,e,f,g,h, dsb, Toleransi ULIR DALAM: dinayatakan dgn Huruf Besar: G,H dsb Contoh Penulisan:M28 – 4 h M24 x 2 – 7H M24 – 7H/8g Ke 1
  • 26.
    Ems.1.1-11 Bentuk dan UkuranGeometrik Profil Ulir ISO Metrik Normal H = 0,866P R1 = 0,144P H1 = 0,541P R2 = 0,072P h3 = 0,613P Contoh penulisan : M20 M = Metrik 20 = ukuran diameter luar ulir (mm) R1 = dibuat krn sudut pahat Mengapa adanya Radius (R) , hal ini utk menghindari :- titik kritis, - Menampung kotoran, - berguna utk pelumasan, - Clearance
  • 27.
    Ems.1.1-11 ISO Metrik Halus H= 0,866P R1 = 0,144P H1 = 0,541P R2 = 0,072P h3 = 0,613P Contoh penulisan : M30x2 M = Metrik 30 = ukuran diameter luar ulir (mm) x = tanda pemisah ukuran diameter luar kisar 2 = ukuran kisar ulir (mm)
  • 28.
    Ems.1.1-12 ISO Inch UNC H= 086P H1 = 0,53P h3 = 0,60P r = 0,14P Contoh penulisan UNC: 1/4 – 20 UNC 1/4 = ukuran diameter luar (inch) 20 = jumlah gang setiap inch UNC = Unified National Coarse
  • 29.
    Ems.1.1-12 Contoh penulisan UlirISO UNF dan UNEF. 1/4 – 28 UNF 1/4 – 32 UNEF 1/4 = ukuran diameter luar ulir (inci) 28 = jumlah gang setiap 1 inci 32 = jumlah gang setiap 1 inci UNF = Unified National Fine UNEF = Unified Nationa Extra Fine
  • 30.
    Ems.1.1-13 Ulir Trapesium H =1,866P H1 = 0,5 P h3 = H4 = 0,5P + ac R1 maks = 0,5 ac R2 maks = ac Contoh Penulisan: Tr40 x 7 Tr = Trapesium 40 = ukuran diameter luar ulir (mm) x = tanda pemisah ukuran diameter luar dgn kisar 7 = ukuran kisar ulir (mm)
  • 31.
    Ems.1.1-13 Ulir Trapesium Contoh penulisan: Tr40x 14 (P7)LH Tr = Trapesium 40 ukuran diameter luar ulir (mm) x = tanda pemisah ukuran diameter luar dgn kisar 14 = Ukuran kisar ulir (mm) P = Gang ulir 7 = Ukuran gang ulir (mm) LH = Left Hand ( Ulir kiri) Jlh gang = = = 2 Ukuran kisar Ukuran gang 14 7 Jumlah gang = majemuk 2
  • 32.
    Ems.1.1-14 ULIR BUTTRESS H =1,73205 P ac = 0,11777 P H1 = 0,75P W = 0,26384 P h3 = H3 + ac S = 0,5250 P R = 0,12427 P S1 = 0,45698 P Contoh penulisan: S48 x 4 S = Saw-tooth / Buttress (Gigi gergaji) 48 = ukuran diameter luar ulir (mm) x = tanda pemisah ukuran diameter luar dgn kisar 4 = ukuran kisar ulir (mm)
  • 33.
    Ems.1.1-15 Ulir RADIUS H =1,86603 P r = 0,23851 P t1 = 0,5 P R = 0,25597 P b = 0,668301 P R1 = 0,22105 P a = 0,05 P Contoh Penulisan : Rd50 x 1/6 Rd = Radius 50 = ukuran diameter luar ulir (mm) x = tanda pemisah ukuran diameter dgn kisar 1/6 = ukuran kisar ulir (inci)
  • 34.
    Ems.1.1-15,16 Ulir Pipa Whitworth H= 0,960 P, R = 0,137 P, h = 0,640 p Utk pipa Whitworth silindris, bentuk dan ukuran ulir luar akan sama dgn ulir dlm. Contoh penulisan : G ¾” G = Gasrohre (pipa gas) 3/4 = ukuran diameter dlm pipa (inci) G ¾” tirus
  • 35.
    Ems.1.1-16 BAUT Baut dibedakan menjadi2 klompok utama: a.Baut Pengikat: Digunakan utk mengikat 2 komponen atau lebih, dgn /tanpa manahan gaya. b.Baut Penggerak (Spindel) Digunakan utk merubah gerak lurus menjadi gerak putar atau sebaliknya. - Juga utk merubah gaya keliling yg kecil menjadi gaya memanjang yg besar. Baut Pengikat kelompok ini adl : Elemen yg paling tepat, Sederhana dan Ekonomis bila digunakan pd konstruksi yg diinginkan mudah utk dilepas - pasang. Baut ini bisa berfungsi : sebagai pemegang, penutup, penyetel, penyambung , dsb.
  • 36.
    Ems.1.1-17 PENAMAAN BAUT I .Berdasarkan ciri khusus A.Baut Berkepala 1.1. Baut Segiempat 1.2. Baut Segienam 1.3. Baut Silinder 1.4. Baut Bulat 1.5. Baut Panhead 1.6. Baut Kartel 1.7. Baut Kontersang 1.8. Baut Kontersang Bulat 1.9. Baut Bola Mata 1.10.Baut Kupu-kupu 1.11.Baut Ring 1.12.Baut Bulat Datar
  • 37.
    Ems.1.1-16 Penamaan Baut BerdasarkanCiri Khusus B. Baut Pena Stud C. Baut Batang D. Baut Tanam
  • 38.
    Ems.1.1-17 II.Penamaan Baut :Berdasarkan Bentuk Pengencangan A.Bentuk Pengecangan BentukAlur B. Bentuk Pengencangan Bentuk Kembang C.Bentuk Pengencangan Bentuk Inbus (lubang segienam)
  • 39.
    Ems.1.1-18 Penamaan Baut : III.Berdasarkan Bentuk Ujung Baut: a. Ujung Rata b. Ujung Chamfer (Bentuk Umum) c. Ujung Radius d. Ujung Bulat e. Ujung Runcing f. Ujung Silinder g. Ujung Silinder Berlubang h. Ujung Ring-cut
  • 40.
    Ems.1.1-18 Penamaan Baut IV. BerdasarkanPenggunaan: 1. Baut Pemegang , digunakan utk sambungan yg dpt dilepas-pasang dgn mudah. 2.Baut Penahan /Pencekam, digunakan utk sambungan yg menerima beban / gaya
  • 41.
    Ems.1.1-18 IV. Berdasarkan Penggunaan: 3.BautPenepat, digunakan utk menepatkan posisi suatu komponen terhadap komponen yg lain 4.Baut Penutup, digunakan utk menutup lubang pembuangan oli. Penamaan Baut
  • 42.
    Ems.1.1-19 IV. Berdasarkan Penggunaan:PenamaanBaut 5.Baut Penyetel digunakan utk mengatur kedudukan suatu komponen atau menyetel kelonggaran. 6.Baut Kayu/ Sekrup Kayu utk mengikat suatu komponen terhadap kayu 7.Baut Seng, digunakan utk mengikat dan menyambung pelat-pelat tipis. Biasanya dlm kroseri mobil. 8. Baut Beton / Anker, digunakan utk mengikat sesuatu terhadap beton.
  • 43.
    Ems.1.1-20 JENIS ULIR: Jenisulir utk baut pengikat yg sering digunakan dlm konstruksi Mesin dan konstruksi Peralatan a.l: 1.Ulir ISO Metrik Normal 2.Ulir ISO Metrik Halus 3.Ulir ISO Inch.
  • 44.
    Ems.1.1-20 Bahan Baut Pengikat. Pemilihanbhn utk baut pengikat dpt dilihat berdasarkan kekuatan yg dibutuhkan oleh baut tsb. Menurut standar, kekuatan baut ditunjukkan dgn simbol kualitas dua buah angka yg dipisahkan dgn titik. Contoh: 8.8 ( dibaca : delapan titik delapan). 8.8 8.8 Simbol tsb dicantumkan pd kepala Baut dan biasanya utk baut-baut dgn ukuran diameter nominal ulir = 5 mm ( krn masih cukup utk diberi tanda) Arti Simbol:Angka Pertama: Nilainya 1/100 kali harga kekuatan patah minimal bhn baut tsb (N/mm²) Angka kedua: apabila dikalikan dgn angka pertama, nilainya = 1/10 kali harga kekuatan mulur minimal (Re) bahan baut tsb (N/mm²)
  • 45.
    Ems.1.1-21 Angka Pertama 45 6 8 10 12 σB (N/mm²) 400 500 600 800 1000 1200 Contoh : Baut dgn kualitas 5.6 , artinya : Baut dibuat dari bahan yg mempunyai : •Kekuatan tarik (Kekuatan Patah minimal) σb = 5 x 100 N/mm² = 500 N/mm² •Kekuatan mulur minimal (Re) = 5 x 6 x 10 N/mm² = 300 N/mm² BAUT PENGGERAK (SPINDEL): Kelemahan Baut Penggerak(spindel): -Sering mengalami aus krn beban berat dan menimbulkan kelonggaran yg besar pd pertemuan profil ulir, shg diameter tengah ulir luar dan ulir dlm tdk ladi sesumbu.
  • 46.
    Ems.1.1-21,22 Baut Penggerak (Spindel): Utkmenghindari keausan baut penggerak (spindel) adl sbb: 1.Beban yg terjadi hrs benar-benar diperhatikan, merata pd seluruh permukaan profil ulir yg bersentuhan. 2.Memperbanyak jlh gang. Dari ulir tunggal dirubah menjadi ulir majemuk. 3.Pembuatan sebuah pasangan ulir (Baut dan Mur) dilakukan pd mesin yg sama shg memiliki kelonggaran yg sama. JENIS ULIR: Jenis Ulir yg sering digunakan : 1.Ulir Trapesium, 2.Ulir Buttress (Ulir setengah Trapesium) digunakan bila gaya yg bekerja lebih besar, terjadi pd salah satu sisi profil ulirnya.
  • 47.
    Ems.1.1-22 BAHAN BAUT PENGGERAKutk Spindel (poros pendek) -Umumnya dari Bhn :1. Baja yg dikeraskan , 2. Baja yg tdk dikeraskan 3. Baja Paduan 4. Baja bukan paduan Tergantung pd pembebanannya. *Utk pembebanan Sedang s.d Berat umumnya digunakan bhn baja yg dikeraskan permukaannya saja, utk meningkatkan harga tekanan permukaan. Baja yg sering digunakan adl: “Baja konstuksi mesin ataupun baja sejenisnya”
  • 48.
    Ems.1.1-22 *Bahan utk Muryg sering digunakan ad: 1.Besi Tuang Kelabu (BTK 20, BTK 25), digunakan utk tekanan dan kecepatan luncuran yg kecil, 2.Kuningan (CuZn40Pb2) dan Perunggu (CuSn8), digunakan utk beban yg sedang s.d beban besar. 3.Baja, dgn catatan bhw Harga Kekerasan Mur hrs lebih dari Kekerasan Spindel
  • 49.
    Ems.1.1-23 MUR Mur adl: Elemenmesin sebagai pasangan Ulir luar yg umumnya sdh dinormalisasikan. Seri juga Mur dibuat langsung pd salah satu dari kedua bagian pelat yg disambung. Gerak Mur thdp baut dianggap sebagai gerak putar dan gerak lurus, Utk pemeriksaan konstruksi hanya dihitung berdasarkan Tekanan Permukaan pd Profil Ulirnya (EMS.3), shg diperoleh tinggi Mur yg diinginkan.
  • 50.
    BHN •Pelat Baja St37 •Pelat baja merupakan lembaran baja dengan ketebalan yang relatif kecil dibandingkan ukuran panjang dan lebar lembarnya. Lembaran baja setelah dirol mumpunyai sifat-sifat yang mudah dilas dan dibentuk. Dalam konstuksi baja, plat baja banyak digunakan untuk konstruksi jembatan. Pelat baja St 37 •merupakan bahan bangunan yang sangat kuat dan liat dengan struktur butir yang halus, dan dapat dilakukan pengerjaan dalam keadaan panas maupun pengerjaan dingin. Arti dari St itu sendiri adalah singkatan dari Steel (baja) sedangkan angka 37 berarti menunjukkan batas minimum untuk kekuatan tarik 37 km/mm2.
  • 51.
    BHN Intinya, kedua bahantadi termasuk jenis logam(metal) yang mudah dibentuk. Biasa dipakai sebagai bahan nonfero (biasanya dijadikan tambahan/pelapis pada baja atau besi) karena sifat2 mekanis dan kimianya tidak ditemukan pada baja/besi. sedangkan ST37, ST42, ST45, ST60 di dunia baja merupakan satuan ukur untuk kuat tarik maksimum baja (fy). Nilai kuat tarik (=tegangan tarik) ini diperoleh sesaat sebelum baja mencapai titik lelehnya. Sedangkan 37,42,45,dst merupakan indeks nilainya. Jadi St 37 artinya baja dengan tensile strength (tegangan tarik) sebesar 37 MPa (mega pascal) = 37 kg/mm2. demikian seterusnya.
  • 52.
    BHN Mengapa yang dijadikanacuan mutu baja adalah kuat tariknya (St 37, St 45, dst)..karena baja memang memiliki kemampuan tahanan tarik yang luar biasa, sedangkan kuat tekannya (=tegangan tekan) sangat lemah. Oleh karena sifat ini, maka baja digunakan sebagai salah satu unsur penyusun beton..(baja dinamakan sebagai "tulangan" pada beton). Komponen beton (agregat+semen+air) memiliki kekuatan yg baik terhadap tekan, sedangkan baja memiliki kekuatan yang baik terhadap tarik.
  • 53.
    BHN Baja tahan karatatau lebih dikenal dengan Stainless Steel adalah senyawa besi yang mengandung sekitar 10% Kromium yang mencegah proses pengkaratan logam. Kemampuan tahan karat diperoleh dari terbentuknya lapisan film oksida Kromium, dimana lapisan oksida ini menghalangi proses oksidasi besi membuat baja ini tidak bisa berkarat. Stainlees pun banyak macamnya ada 201 , 304 , 316 dan lain lain semakin tinggi serinya maka stainlees ini akan semakin bagus dan tahan lama. Perawatan Stainlees pun sangat mudah tidak seperti besi yang harus di cat atau di crhome Stainlees ini hanya perlu di lap untuk mengembalikan kilapnya seperti baru. tetapi apabila terjadi penggoresan pada Stainleesnya anda tidak perlu khawatir karna Stainlles ini hanya perlu di poles untuk menjadikan Stainlees ini kembali kilap seperti semula.
  • 54.
    BHN Pengertian stainless steel/bajatahan karat. Mengapa sebut stainless steel atau baja tahan karat, dan mengapa stainless steel tidak berkarat? Disebut sebagai baja tahan karat (stainless steel ) karena jenis baja ini tahan terhadap pengaruh oksigen dan memiliki lapisan oksida yang yang stabil pada permukaan baja, Stainless steel bisa bertahan dari pengaruh oksidasi karena mengandung unsur Chromiun lebih dari 10,5%, unsur chromium ini yang merupakan pelindung utama baja dalam stainless steel terhadap gejala yang di sebabkan kondisi lingkungan. Stainless steel di bagi dalam beberapa kelompok utama sesuai jenis dan porsentase material sebagai bahan pembuatannya. Kelompok/ klasifikasi stainless steel antara lain adalah sebagai berikut:
  • 55.
    BHN Component Wt. % C0.25 Cr Max 26 Fe 47 Mn 2 Ni Max 22 P 0.045 S 0.03 Si Max 3 AISI Type 314 Stainless Steel, annealed plate Subcategory: Ferrous Metal; Metal; Stainless Steel; T 300 Series Stainless Steel
  • 56.
    BHN Physical Properties MetricEnglish Comments Density 7.8 g/cc 0.282 lb/in³ Mechanical Properties Hardness, Brinell 180 180 Hardness, Rockwell B 88 88 Hardness, Vickers 189 189 Converted from Brinell Hardness. Tensile Strength, Ultimate 689 MPa 99900 psi Tensile Strength, Yield 345 MPa 50000 psi Elongation at Break 45 % 45 % in 50 mm Modulus of Elasticity 200 GPa 29000 ksi
  • 57.
    BHN Electrical Properties Electrical Resistivity7.7e-005 ohm-cm 7.7e-005 ohm-cm at 20ºC Magnetic Permeability 1.02 1.02 approximate value for the annealed condition at RT Thermal Properties CTE, linear 250°C 15.1 µm/m-°C 8.39 µin/in-°F at 0-315°C (32-600°F) CTE, linear 500°C 17.6 µm/m-°C 9.78 µin/in-°F 0 - 815ºC Specific Heat Capacity 0.5 J/g-°C 0.12 BTU/lb-°F from 0-100°C (32- 212°F) Thermal Conductivity at Elevated Temperature 17.5 W/m-K 121 BTU-in/hr-ft²-°F 100ºC
  • 58.
    BHN Standar ini lahirdari Negara-negara yang memiliki industry kuat seperti Amerika, Inggris, Jerman, Belanda dan Jepang. Berikut beberapa standar yang berlaku untuk material logam. ASTM (American Sytem for Testing Material) AISI (American Ironand Steel Institute) UNS (Unifield Numbering System) AA (Aluminum Association) SAE (Society Automotive Engineering) DIN (Deutsches Institut fur Normung) JIS (Japanese Industrial Standard)
  • 59.
    BHN STANDARISASI BAHAN TEKNIKLOGAM Contoh: AISI C1050 artinya: material baja karbon yng proses peleburan menggunakan Tungku basic open hearth, kadar karbon pada baja 0,50% Cara penulisan standard: SAE 5 1 20: Carbon content (0,20%) Major Alloy Element Content (1% Chromium) Indicates(5 Chromium steel)
  • 60.
    Bhn SAE 10 40: Carbon content (0,40%) Zat karbon tanpa campuran Indicates Wither it is a carbon alloy steel (1) SAE 2 5 15: Nikel (0,15%) Major alloy Elementer (5% Nikel) Indicates (2Nikel Steel)
  • 61.
    BHN AISI C 51 20: Carbon content (0,20%) Major Alloy Element Content (1% Chromium) Indikasi(5 Chromium steel) Indikasi peleburan menggunakan open heartbasa
  • 62.
  • 63.
    8-14 EMS.Soal-soal Latihan 1.01.Baut beban memanjang tanpa Teg.Awal. Sebuah baut penggantung menerima beban statis sgn F = 27 KN Di gudang tersedia baut-baut kwalitas 5.6 dgn diameter M 8 ; M12; M16 ; M20; dan M30. Pilih baut mana yg akan dipilih? Penyelesaian: Kwalitas baut : 5.6 5 = Rm (batas Patah) = 5.100 N/mm² = 500 N /mm² 6 = Re (batas Mulur) = 6.5.10 N/mm² = 300 N/mm² σ izin = Re/Sf = 300 N/mm² / 1,6 = 187,5 N/mm² As > Dari tabel 6-01 (EMS.3.hal.8-13) dgn As > 144 mm² mendekati 157 mm² = M.16 Jadi Baut yg dipilih adl M.16 F σizin As > 27 x 10 ³ 187,5 N/mm² > 144 mm² Ems.3.8-14
  • 64.
  • 65.
    Ems.1.1-23 Klasifikasi MUR,* BERDASARKANCIRI KHUSUS DAN PEMAKAIANNYA: 1.Mur Segi Enam, Ciri khusunya : Tinggi Mur h umumnya 0,8 d, dan terkadang h mur = 0,5 d h Mur Kupu-kupu, Mur Kartel (mur pemutar) 2.Mur Kupu-kupu , mur Kartel Pemakaiannya : utk sambungan yg sering dan ingin cepat dilepas- pasang dgn beban ringan
  • 66.
    Ems.1.1-24 3. Mur SegiEmpat Pemakaiannya: utk pengencangan ringan dgn kunci pas 4.Mur Pipa Pemakaiannya : utk sambungan Pipa. 5.Mur Tutup Pemakaiannya : utk pengamanan thdp kerusakan dan pengamanan ujung baut. Dan Penampilan lebih baik
  • 67.
    Ems.1.1-24 6. Mur Lasdan Mur Keling Pemakaiannya : sebagai lubang ulir pd konstruksi pelat yg tipis 7. Mur Lubang Silang, Mur Alur, Mur Cincin Penahan dan Mur Dua Lubang. Pemakaiannya : utk mengatur kelonggaran aksial pada bantalan
  • 68.
    1-25 Pemakaiannya: Utk Mengatur Kelonggaran aksialpd bantalan. 8.Mur Pelat: Pemakaiannya Utk sambungan pelat yg sederhana. 9.Mur Cincin: Pemakaiannya Utk menarik atau mengangkat suatu konstruksi 10.Mur Mahkota : Pemakaiannya: Utk Pencegahan/mengamankan Putaran Mur, dgn cara diberi tambahan pena belah utk mengunci 7.Mur Lubang silang Mur Alur, Mur Cincin Penahan dan Mur Dua Lubang.
  • 69.
    Ems.1.1-26 KLASIFIKASI MUR, BERDASARKANCARA PENGENCANGANNYA: 1. MUR DIAM, Bagian yg dikencangan adl: BAUT, Biasanya Mur hanya ditahan. Contoh: Mur Pelat, Mur Las, Mur KelingMur Pelat Mur Las Mur keling 2.MUR BERGERAK, Mur dikencangkan dgn tangan atau menggunakan alat bantu. Baut diam. Contoh Pengencangan Tangan: * Mur Kupu-kupu,Mur Kartel Contoh Pengencangan dgn alat Bantu: a.Mur Lubang Silang, b.Mur dua Lubang, c.Mur Alur d.Mur Cincin penahan.
  • 70.
    Ems.1.1-27 Ring adl: Merupakan salahsatu bagian elemen mesin yg penting dlm pengikatan Fungsi RING: 1.Penyebaran tekan Pengikatan 2.Pelindung Kerusakan bagian yg diikat 3.Sebagai Penahan 4.Penstabil Tekanan 5.Pengaman thdp Getaran Ring dikelompokkan menjadi 2 kelompok utama berdasarkan fungsinya: a. Ring Pengikat , b.Ring penahan. 1.Ring Pengikat Disisipkan pd ikatan mur dan baut, berfungsi sebagai peningkat mutu pengikatan. 2.Ring Penahan, berfungsi langsung :a.menahan gerakkan arah aksial, b.dan menetapkan kedudukan elemen-elemen pd poros atau Lubang, c.Sebagai ring pengaman.
  • 71.
    Ems.1.1-27 MACAM-MACAM RING PENGIKAT D1 d2 RINGPELAT / PARALEL Ems.1-27 1.Ring Pelat, atau ring Paralel, Fungsinya: a. Sebagai Bantalan, b. Sebagai penyebar Tekanan ke Permukaan benda, c. Utk melindungi permukaan benda yg lebih lunak dari pengikatnya.
  • 72.
    Ems.1.1-28 Macam-macam Pengikat 2.Ring CEMBUNG,Fungsinya : membantu memperkuat ikatan krn memberikan gaya pegas thdp kepala Baut.Bila terjadi pengencangan max. Hingga permukaan jadi rata, maka fungsinya akan sama dgn ring pelat, 3.Ring Pegas /Ring Heliks.,Paling sering digunakan. Ring dibuat HELIKS, Berungsi tdk mudah kendor krn tetap menekan baik 4. Ring pengikat Bergigi luar, tahan thdp getaran dan puntiran.Pada kepala Baut/mur yg mempunyai ukuran diameter lebih besar dia ring, sangat baik krn gigi- gigi luar dpt menekan masing-masing permukaan yg diikat. 5.Ring Pengikat Bergigi Dalam, tahan thdp getaran dan puntiran. Ukuran diameter luar ring lebih kecil dari diameter kepala baut/mur agar gigi tdk terlihat pd penggunaannya.
  • 73.
    Ems.1.1-29 Macam-macam Pengikat: 6.Ring pengikatBergigiLuar dan Dalam Berfungsi : a.tahan thdp getaran dan puntiran, pada permukaan yg cukup luas. b.Sebagai pengisi antara 2 bh permukaan memanjang yg dpt berputar. Ring hanya dpt dipakai 1 kali. Banyak digunakan di sambungan ikatan peralatan Listrik 7.RING BENTUK KHUSUS, Ring ini bentuknya disesuaikan dgn kebutuhan pengikatan sebagai penahan kepala baut.
  • 74.
    Ems.1.1-29 RING BENTUK KHUSUS RingBentuk Khusus ,Utk kebutuhan khusus tdk jarang ring jenis ini dibuat mengikuti konstruksi.
  • 75.
    Ems.1.1-30 RING PENAHAN: BERDASARKANJENIS PENGGUNAAN, Ring penahan dibagi 2 kelompok; 1.Penggunaan pd poros. 2.Penggunaan pd Lubang. 1.Penggunaan pd Poros: disebut ring penahan Luar (External retaining ring) krn hanya bisa dipasang pd poros silinder saja, dgn alur khusus sebagai tempat kedudukan ring. 2.Penggunaan pd Lubang, disebut rig penahan dlm (Internal retaining ring) krn hanya bisa dipasang pd lubang silinder saja
  • 76.
    Ems.1.1-30 RING PENAHAN BERDASARKANJENIS PEMASANGANNYA DI BAGI MENJADI 4 MACAM: 1.Pemasangan arah Aksial (axial Assembly) Dimana Ring Panahan Luar/Dlm yg kedudukannya membutuhkan alur. Ring ini mempunyai lubang-lubang pd ujung-ujungnya berfungsi utk memasang / melepas.
  • 77.
    RING PENAHAN BERDASARKANJENIS PEMASANGANNYA DI BAGI MENJADI 4 MACAM: EMS.1.1-31 2. Pemasangan ujung (End play take up)Ring berfungsi sama dgn ring pemasangan aksial, hanya tdk membutuhkan lubang-lubang utk pemasangan. Alur terletak di daerah ujung Poros /Lubang 3.Mengunci sendiri (Self Locking) Ring Penahan Luar/ dlm yg kedudukannya tdk membutuhkan Alur krn dpt mengunci sendiri. 4.Pemasangan Radial (Radial Asembly) Ring penahan Luar yg kedudukannya membutuhkan Alur. Tdk membutuhkan lubang krn Pemasangannya dpt langsung ditekan arah Radial
  • 78.
    Ems.1.1-32 PENA adl: -Elemen Penghubungyg sifatnya semi permanen, dan dgn konstruksi yg sangat sederhana. PENAPENA Berdasarkan Pemakaian/Fungsi Pena adl: 1.Pena Penepat Fungsi Menepatkan Posisi satu bagian mesin thdp bagian mesin yg lain.
  • 79.
    Pemakaian/Fungsi Pena adl: PENAPENGIKAT PENA Ems.1-32 2.PENA PENGIKAT FUNGSINYA : Menghubungkan bagian-bagian konstruksi mesin, berfungsi hanya sebagai elemen pengikat. Pena mengalami Beban Geseran dan tekanan pada Permukaan.
  • 80.
    Pemakaian/Fungsi Pena adl: PENAGESER GAYA GESER GAYA GESER Ems.1-32 3.Pena Gesr (Manaha Gaya Geser) Digunakan sebagai elemen Penghubung yg memindahkan momen puntir. Pena juga mengalami geseran dan Tekanan pd Permukaan. EMS.1.1-32
  • 81.
    Ems.1.1-33 Berdasarkan Bentuk Penaada 5 bentuk 1.Pena Silinder 2.Pena Tirus 3.Pena Tekan 4.Pena Alur 5.Pena Belah
  • 82.
    Ems.1.1-34 1.Pena Silinder Pena Silinderbisa digunakan utk hubungan yg menghendaki suaian Sesak, presisi (pas) maupun longgar. Permukaan Pena umumnya Mengkilat dan sangat halus, Pena dikerjakan dgn di Bubut atau digerinda Bahan Pena Silinder adl: 1.St 50 K : Baja dgn Kekuatan Tarik = 500 N/mm² dgn pembentukan dingin. 2. 9 S 20 K : Baja dgn kadar karbon 0,09 %, dan kadar Sulfur 0,2 %, pembentukan dingin Standar toleransi Pena silinder ditunjukkan : m6, h8 dan h11; Dgn Lubang pasangannya bertoleransi H7. Selalu H7 dikrnkan hasil lobangnya selalu H7 dari alat potong (Remer/Peluasan) Suaian m6 dan h8 digunakan agar Pena dpt menggesek lubang, Pena silinder dikonstruksi utk pemakaian berulang kali.
  • 83.
    Ems.1.1-34 Bentuk Ujung PenaSilinder dibedakan sesuai dgn Toleransinya : 1. Pena Silinder A ujung Cembung Toleransi m6 diGerindaO 8 m6 2.Pena Silinder B Ujung Chamfer Toleransi h8 diBubut 3.Pena Silinder C Ujung Radius Toleransi h11 diBubut
  • 84.
    Ems.1.1-34 Bila Pena silinderdigunakan utk hubungan yg diutamakan Kekuatan Bahan dan Ketelitian, Contohnya: Pena silinder bersuaian pd konstruksi peralatan dan peralatan ukur maka Disarankan: utk menggunakan pena silinder yg dikeraskan dan digerinda dgn toleransi m6 ( toleransi +) dan h6 (toleransi –) Pena dgn ujung spt gbr sering digunakan.
  • 85.
    Ems.1.1-35 2.Pena Tirus 1:50 1:50 1.Pena TursA Permukaan digerinda 2.Pena Tirus b Permukaan diBubut N6 N7 Pena Tirus digunakan utk Pengikatan Konstruksi yg menerima Tegangan geser kecil Keuntungan Pena Tirus adl : pena Bekerjanya memusatkan, tetapi menyebabkan keausan pada lubang. Jenis ini cocok utk pemakaian konstruksi yg menerima getaran, krn mudah dilepas. Berdasarkan Normalisasi, Ketirusan Pena distandarkan 1: 50 dgn toleransi + 0,05 % N6 angka kekasaran Permukaan 1 μm (mikron) = 0,001 mm
  • 86.
    Ems.1.1-36 Contoh Pemakaian PenaTirus Pemasangan dilakukan dgn menggunakan atau pemukulan. Utk melepas Pena , dgn bantuan baut atau mur. Keuntungan Pena Tirus: 1.Mengarahkan, 2.Mudah dilepas krn ketirusannya. Kerugiannya : Mudah dilepas
  • 87.
    Ems.1.1-37 3.Pena Tekan ada3 macam: Bentuk Dasar Pena Tekan berupa lembaran pelat pegas yg dilingkarkan menjadi poros berongga. Pena tekan Gigi Pena Spiral Pena Tekan Keuntungan Pena tekan: Kemampuannya melindungi sambungan thdp getaran, krn dlm Pemasangannya mendpt Tekanan awal.
  • 88.
    Ems.1.1-37 4.Pena Alur Pena alurdpt menahan gaya Puntiran dan mempunyai ciri yg mudah dikenal, yaitu ; Pada sisinya terdpt alur-alur memanjang yg fungsinya utk memperkuat ikatan pena dgn lubang.
  • 89.
    Ems.1.1-38 Tujuh (7) macamPena Alur 1.Pena Alur Penepat dgn kepala 2.Pena Alur Silinder 3.Pena Alur tirus 4.Pena Alur Penepat 5.Pena Alur Silinder 6.Pena Alur Penahan 7.Pena Alur Pengikat
  • 90.
    Ems.1.1-39 5.Pena Belah Baut Lubang Mur Mahkota Ring Penabiasa digunakan sebagai Pengaman Ikatan Mur-baut, dgn memakai Mur Mahkota dan Baut Berlubang.
  • 91.
    PEMILIHAN PENA Berdasarkan KlasifikasiBentuk Utk Memilih Jenis pena hrs Memperhatikan faktor-faktor sbb: Pena Sil., Pena Tirus , Pena Tekan , Pena Alur, Pena Belah 1.Lubang Cukup dgn pengeboran 2.Lubang perlu penghalusan permukaan 3.Mampu Mengencangkan ikatan 4.Sambungan Pelindung Getaran 5.Diberi gemuk sebelum digerakkan EMS.1.1-39 6.Utk ikatan yg sering dilepas 7.Banyak dipakai sbgi pena pengikat 8.Banyak dipakai sbgi pena penepat 9.Terbuat dari baja pegas
  • 92.
    Ems.1.1-40 PASAK Pasak adl: Elemen mesinpenghubung poros dgn lubang yg sifatnya semi permanen. Dan bentuk dasarnya berupa balok dari logam yg dibuat khusus menurut kebutuhan /keperluan. Fungsi Pasak adl: 1.Sebagai penyalur putaran dari poros ke lubang atau sebaliknya. 2.Pengaman hubungan poros dgn elemen transmisi putar (bila beban berlebihan), 3.Sebagai dudukan pengarah (gerakan linear lurus) pada konstruksi gerakan.
  • 93.
    Ems.1.1- Pasak memanjang Dipasang kedalam alur memanjang dengan Posisi sejajar terhadap sumbu poros, yang menghubungkan ke alur memanjang lainnya pada lubang. Pasak Melintang Dipasang ke dalam alur/lubang dengan posisi melintang.
  • 94.
    Ems.1.1- -Pasak sejajar Paling seringdigunakan karena bentuknya yang sederhana. Lebar kira-kira seperempat diameter poros, pada pemasangannya hampir dua pertiga bagian terbenam pada poros. Contoh penulisan Pasak sejajar A = b x h xl Bentuk Pasak Memanjang:
  • 95.
    Ems.1.1- -Pasak miring Kemiringan padapasak adalah 1 % Penggunaan pada ikatan yang menginginkan hubungan sesak antara poros dengan lubang. Contoh penulian: Pasak miring B = b x h x l
  • 96.
    Ems.1.1- Pasak benam kepala -Pasakwoodruff (pasak benam cakra) Pasak jenis ini tidak mudah lepas karena bagian yang terbenam lebih banyak. Lebar pasak dan radius pasak kira- kira seperempat diameter poros. Contoh penulisan: Pasak woodruff = b x h
  • 97.
    Ems.1.1- Perpindahan beban hanyakarena bentuk. Beban berpindah dari poros ke lubang atau sebaliknya, murni melalui pasak. Tanpa gaya tekan. Digunakan untuk perpindahan momen puntir pembebanan sedang. Jenis Perpindahan Beban (Pasak Memanjang) Perpindahan beban karena bentuk atau gaya gesek. Digunakan untuk perpindahan momen puntir besar. Perpidahan beban hanya karen gaya gesek Digunakan untuk perpindahan momen puntir kecil. Gaya tekan yang bekerja pada pasak dari arah poros maupun lubang.
  • 98.
    Ems.1.1- Tegangan geser yangterjadi dipergunakan untuk menentukan panjang pasak yang sesuai dan mampu menahan beban. Perhitungan Beban Pada Pasak Seperti pada pena, pasak juga umumnya menerima beban untuk menahan tegangan geser terhadap penampangnya.
  • 99.
    -Tipe Pasak benamkepala *Pasak Woodruff (pasak benam Cakra) adl: pasak tdk mudah lepas krn bagian yg terbenam lebih banyak,dimana Lebar pasak dan Radius pasak kira-kira ¼ diameter poros ( d/4). Contoh penulisan: pasak woodruff : b (lebar pasak) x h ( dlm pasak). c.Berdasarkan jenis perpindahan Beban (pasak memanjang). *Perpindahan beban hanya krn bentuk. Beban berpindah dr poros kelubang atau sebaliknya, murni melalui pasak. Tanpa gaya tekan. Ems.1-42Gaya Tekan Digunakan utk perpindahan momen puntir pembebanan sedangF F
  • 100.
    •Perpindahan beban krnbentuk atau juga krn gaya gesek. Digunakan utk perpindahan Momen puntir besar. * Perpindahan beban hanya krn gaya gesek Ems.1-42 Gaya tekan Gaya Tekan Digunakan utk perpindahan momen puntir kecil. Gaya Tekan yg bekerja pd pasak dari arah Poros maupun Lubang Daerah kritis F F F Poros Elemen Lain
  • 101.
    2.4.2.Perhitungan Beban pdPasak. Seperti pada pena, pasak juga umumnya menerima beban utk menahan tegangan geser thdp penampangnya. *Tegangan geser yg terjadi dipergunakan utk menentukan panjang pasak yg sesuai dan mampu menahan beban. b r Teg.Geser =F ζ g izin = A = Ems.1-43 Gaya Geser Luas penampang F A F ζ g izin Dimana: A = luas penampang pasak = b x L (mm²) F = Gaya geser yg bekerja pd pasak (N) ζgi = Teg.geser bahan pasak yg diijinkan (N/mm²) Bhn pasak umumnya St 50 ,St60 atau disesuai dgn permintaan
  • 102.
    Soal Pasak Diket: ukuranpasak lebar (b) = 10 mm Panjang pasak (L) = 25 mm ζgijin = 5,8 N/mm² Hitung : Gaya geser (F) pd pasak? Penyelesaian : ζgijin = Ems.1-43 F A A = b x L = 10 mm x 25 mm = 250 mm² F = ζg ijin x A = 5,8 N/mm² x 250 mm² = 1.450 N
  • 103.
    3.Proses Pengerjaan Ulirdpt dikerjakan dgn : 1.Tap; 2.Snij (Threading die) ;3. di mesin bubut ; 4.di mesin gerinda ; 5.di mesin frais ; 6.di press ; 7. dituang. 4. Pengelompokan baut secara umum menjadi 2 kelompok & Jelaskan: 1. Baut Pengikat , gunanya utk mengikat 2 (dua) komponen atau lebih. 2. Baut penggerak /spindle , gunanya utk mengubah gerak lurus menjadi gerak putar atau sebaliknya. 5. Kualitas Baut 8.8 artinya: Baut memiliki Kekuatan Tarik ( σb) = 8 x 100 N/mm² = 800 N/mm² Dan memiliki Kekuatan Mulur (Re) = 8 x 8 x 10 N/mm² = 640 N/mm² 6.Sebutkan dan Jelaskan jenis mur berdasarkan cara pengencangannya? Jenis Mur berdasarkan Pengencangannya: a. Mur Diam, jadi bagian yg dikencangkan adl Baut, Mur ditahan pd saat pengencangan. b. Mur Bergerak, jadi bagian yg dikencangkan adl Mur, Baut ditahan pd saat pengencangan. Ke 1
  • 104.
    Bhn EMS 1 7.JelaskanPengertian Kisar & Gang ? a. Kisar adl : Jarak antara senter profil Ulir yg bergerak satu putaran penuh dan diukur sejajar thdp sumbu poros ulir. b.Gang adl: Jarak antara senter profil Ulir yg berdekatan dan diukur sejajar thdp sumbu poros ulir 8.Gambarkan Ulir Tunggal dan Ulir Ganda 9.Gambarkan Ulir Luar = Baut dan Gbr Ulir Dalam = Mur, sebutkan nama Bagian-bagian Ulir EMS.1.1-9 Ke 1
  • 105.
  • 106.
  • 107.
    Bhn EMS 1 11.Sebutkan Berdasarkan Ciri Khusus Pemakaian MUR: 1. Utk sambungan yg sering & ingin cepat dipasang dgn ringan. 2.. Utk sambungan pipa 3.. Utk pengamanan thdp kerusakan dan pengamanan ujung baut. 4. Sebagai pengganti Ulir pd konstruksi pelat yg tipis. 5. Utk Pengencangan ringan dgn kunci Pas 6. Utk menarik atau mengangkat suatu konstruksi 7. Pencegah / Pengaman Putaran Mur , diberi tambahan Pena Belah utk penguncian. 12. Jelaskan Fungsi Elemen Ring : 1. Sebagai Pelengkap Peningkatan Mutu Pengikatan 2. Sebagai Pengikat / Penahan Langsung pd Pengikatan Mur- Baut 13. Sebutkan dan Jelaskan jenis Pena Berdasarkan Fungsinya : 1. Pena Penepat, Fungsinya Menepatkan Posisi Bagian mesin thdp Bagian mesin yg lain Ke 1
  • 108.
    Bhn EMS 1 2.Pena Pengikat, Fungsinya : Menghubungkan bagian-bagian konstruksi mesin , sebagai pengikat. 3. Pena geser ( Manahan Gaya Geser), Digunakan sebagai elemen penghubung yg memindahkan Momen Puntir. 13. Perbandingan Penggunaan Pena dan Pasak: Pena Pasak •Mudah dilepas & dipasang * Tdk sanggup menahan Beban aksial •Mencegah gerakan aksial * Mampu menerima Tegangan *Kemampuan thdp tegangan Puntir lebih besar Puntir Kecil *Perencanaan Harus lebih teliti Ke 1
  • 109.
    Bhn EMS 1 14.BerdasarkanBentuknya Pena ada 5 macam : 1.Pena Silinder 2. Pena tirus 3. Pena tekan 4. Pena Belah 5. Pena Penepat
  • 110.
    1.Gbr.Pena Slinder Digunakan utkPenepat,Pengikat dari stu bagian mesin thdp bagian mesin yg lain.
  • 111.
    Ems.1-33 2. Gbr.Pena Tirus Digunakanutk pengikatan Konstruksi yg menerima Tegangan Geser kecil.
  • 112.
  • 113.
    PENAPENA Gbr.Pena Penepat Digunakan utkMenepatakan Posisi satu bagian mesin thdp bagian mesin yg lain
  • 114.
    PENA GESER GAYA GESER GAYAGESER Ems.1-32 Digunakan sebagai elemen penghubung yg memindahkan momen puntir *Pena juga mengalami Geseran dan Tekanan pd Permukaan
  • 115.
    PENA PENGIKAT PENA Ems.1-32 Utk menghubungkanbagian- bagian konstruksi mesin, berfungsi hanya sebagai Elemen Pengikat. Dlm Pemakaian Konstruksi spti di gbr , maka Pena akan mengalami Geseran dan Tekanan pd Permukaan.
  • 116.
    Bhn EMS 1 Segi empat Segi enam SilinderBulat Panhead Kartel Kontersang Kontersang Bulat Bola Mata Kupu Kupu Ring Bulat Datar BENTUK BAUT BERDASARKAN CIRI KHUSUS Ems.1-17 15.Penamaan Baut ada 4 : A. Berdasarkan Ciri Khusus, B.Berdasarkan bentuk Pengencangan, C.berdasarkan Bentuk Ujung Baut, D. Berdasarkan Penggunaan. A. Gbr Berdasarkan Ciri Khusus 1.“ Baut Berkepala” ada 12 macam yaitu :
  • 117.
    Ems1 Macam-macam Bentuk UjungBaut: a. Ujung Rata b. Ujung Champer ( bentuk umum) c. Ujung Radius d. Ujung Bulat e. Ujung runcing f. Ujung silinder g. Ujung silinder berlubang h. Ujung Ring Cut
  • 118.
    Ems1 Apa Guna Baut: 1.Baut Pemegang: Digunakan utk sambungan yg dpt dilepas-pasang dgn mudah. 2.Baut Penahan (Pencekam) : Digunakan utk sambungan yg menerima beban /gaya
  • 119.
    Ems1 3.Baut penepat digunakan: utk menepatkan posisi suatu komponen thdp komponen 4.Baut Penutup digunakan: utk menutup lubang pembuang oli ( oli mesin)
  • 120.
    Ems1 5. Baut Penyeteldigunakan utk: utk mengatur kedudukan suatu komponen atau menyetel kelonggaran Gbr baut Penyetel 6. Baut Kayu /sekrup kayu digunakan : utk mengikat sustu komponen thdp kayu 7.Baut Seng digunakan : utk mengikat dan menyambung pelat-pelat tipis biasanya di karoseri 8.Baut Beton/ Anker digunakan utk ; mengikat suatu terhadap Beton
  • 121.
    Bhn EMS 1 15.PenamaanBaut ada 4 : A. Berdasarkan Ciri Khusus, 1.Baut Berkepala, 2.Baut Pena /Stud , 3. Baut Batang , 4.Baut Tanam 2. Gbr Baut Pena / Stud 3. Gbr Baut Batang 4. Gbr Baut Tanam
  • 122.
    Bhn EMS 1 16.Penamaan Baut Berdasarkan Bentuk Pengencangan ada 3 : 1. Berbentuk ALUR 2. Berbentuk KEMBANG 3. Berbentuk INBUS (LUBANG SEGIENAM)
  • 123.
    Bhn EMS 1 C.BautBerdasarkan Bentuk Ujung Baut. ( Lihat file Elemen Mesin 1) D.Baut Berdasarkan Penggunaan.(Lihat file Elemen Mesin 1)
  • 124.
    Bhn EMS1, KeII 1. Sebut Kegunaan Mur? 1. Utk sambungan yg sering dan ingin cepat dipasang dgn ringan, 2. Utk sambungan pipa, 3. Utk pengaman thdp kerusakan dan pengamanan ujung baut 4. Sebagai penggati ulir pd kontruksi pelat yg tipis 5. Utk pengencangan ringan dgn kunci pas 6. Utk menarik atau mengangkat suatu konstruksi 7. Pencegahan / pengaman putaran baut, diberi tambahan pena belah utk penguncian
  • 125.
    Pk.keling.ems.1.2-2 1.Apa Yg Dimaksuddgn Sambungan yg tdk ada dilepas adl: Suatu pengikatan yg diinginkan agar sambungan yg telah terbentuk tdk terlepas atau tdk Utk dilepas/dibongkar. Dan diharapkan pengikatan yg terbentuk tdk mengalami gerakan sedikitpun, walaupun sambungan tsb masih dpt dibongkar/dilepas dgn merusak ikatannya. 2.Sebutkan Macam sambungan yg tdk dpt dilepas (Permanen)? a.Sambungan Paku Keling b.Samb.Perekat/Lem/Adhesive c.samb.Solder atau Brassing d.Samb.Pengelasan. Berdasarkan bentuk Pk.Keling pd umumnya ada 3 macam sebutkan? a.Paku keling Masif/Pejal : Pk keling masif dgn bentuk hampir sama ,hanya dibedakan pada kepalanya saja. Contoh gbr Pk.Keling Masif Kuliah ke 3
  • 126.
    Pk.keling.ems.1.2-2 3.Berdasarkan bentuk Pk.Kelingpd umumnya ada 3 macam sebutkan? b. Pk.Keling Berlubang: dimana Pk keling yg mempunyai lubang tembus/tdk tembus pd bag.ujungnya. Dan Fungsi lubang tsb utk membentuk penguncian pd pengencangannya. Contoh Gbr Paku Keling Berlubang c.Pk.keling Beralur : Mempunyai alur-alur memanjang pd batang pakunya, dan digunakan pd pengikatan thdp lubang buntu. Contoh Gbr Paku Keling Beralur Kuliah ke 3
  • 127.
    Keling Sambungan Keling ada3 macam: 1. Sambungan Kuat : yaitu sambungan kelingan yg hanya memerlukan kekuatan baja, spti : samb.keling kerangka bangunan, jembatan, blok mesin. 2. Sambungan kuat dan rapat : spti sambungan keling ketel uap, tangki-tangki muatan dan tekanan tinggi, dan dinding kapal, kekuatan samb.jenis spti (90%) dr kekuatan plat aslinya. 3. Sambungan Rapat , spti sambungan keling tangki-tangki Zat cair dan bejana Tekanan rendah. Kuliah ke 3
  • 128.
  • 129.
  • 130.
  • 131.
  • 132.
  • 133.
  • 134.
  • 135.
    Pk.keling.ems.1.2-4 Ketentuan Ikatan Pk.KelingMasif ada 9 macam :? 1. Paku keling Standart DIN 660 dia s.d = 8 mm dan DIN 124 dia.10mm Digunakan : Pd konstruksi umum,spti: Bangunan, Jembatan, Ketel. 2.Pk.Keling Kontersang 75º, DIN 661 dia s.d 8 mm, dan DIN 302 dia s.d 10 mm 3. Pk.Keling kontersang 90º, digunakan: utk konstruksi umum yg diinginkan permukaan rata dan kepala pk.keling tenggelam pd bag.sambungan. 4.Pk.keling Kontersang bulat DIN 662 , digunakan : utk sambungan yg kuat pd konstruksi kapal-kapal. 5.Pk.Keling Bulat datar DIN 674 , digunakan pd sambungan pelat yg permukaannya luas, dan beban tdk terlalu besar. 6.Pk.keling Silinder, digunakan pd samb.kedap cairan/tdk diinginkan bocor, utk beban yg besar ,misalnya : kapal. 7.Paku keling Panhead, digunakan pd sambungan/lipatan pelat yg lebar dan luas permukaannya spti pd kendaraan (Bis). Kuliah ke 3
  • 136.
    Pk.keling Ems1.2-6 8. Pk.kelingPanhead Tipis, digunakan utk samb.pd diding dan konstruksi ringan spti: katrol, alat angkat 9.Pk.keling Sabuk, DIN 675 , digunakan utk samb.benda-benda bulat, spti : dari bhn Kulit, kain dan karet. Pk.keling Berlubang ada 11 macam 1. Pk.keling DIN 7341 digunakan, Fungsinya spti pena silinder, hanya berbeda dgn adanya lubang utk pengelingan, shg ikatan menjadi permanen, utk beban ringan, utk tipe A, dan utk tipe B utk beban ringan. 2.Pk.keling Pipa, DIN 7339 dari pelat, DIN 7340 dari pipa, Jenis ini mempunyai khusus dan juga dgn alat penekannya., Digunakan utk mengikat logam dgn bhn-bhn lunak dlm industri elektronika, spti: kulit, karton, plastik. 3.Pk.Keling Sumbat Kepala Bulat 4.Pk.Keling Sumbat kepala Kontersang No.3,4, digunakan apabila pengelingan hanya dpt dilakukan dlm satu arah. Tdk membutuhkan landasan Kuliah ke 3
  • 137.
    Pk.keling.Ems.1.2-7 5.Pk.keling Buntu Standardgn kepala Bulat 6.Pk.Kelig Buntu Standar dgn kepala Kontersang 7.Pk.Keling Sil Buntu Standar dgn Kepala bulat 8.Pk.Keling Sil Buntu Standar dgn Kepala Kontersang Penggunaan Pk.Keling No.5,6,7,8, utk sambungan Pelat-pelat tipis. Dan Pengelingan dilakukan dari satu arah. Pada saat Pengelingan, membutuhkan alat penarik khusus yg bekerjanya: 1.Paku keling dipegang oleh alat penarik 2.Kmdn dimasukkan ke dlm lubang ikatan 3.Penarikan pk.keiling hingga putus, sekaligus membentuk kepala keling. Kuliah ke 3
  • 138.
    Pk.kelngems.1.2-8 Pk keling Beralur: 1.Pk.keling beralur dgn kepala Kontersang DIN 1477, kepala bulat DIN 1476, Digunakan: pd samb.dgn lubang buntu, spti: mengikat pelat- pelat nama pd mesin - mesin. *Pk.keling beralur ujung bertingkat, Pk keling dgn ujung bertingkat khusus digunakan pd konstruksi dgn beban yg lebih besar. Kuliah ke 3
  • 139.
    Pk.keling.ems.1-2-10 Sebutkan 3 macamKlasifikasi Ikatan Paku keling dan berikan contahnya: a. Ikatan Pk.keling berdasarkan kedudukan /posisi yg diikat, b. Ikatan Pk keling berdasarkan Jumlah baris Ikatan, c. Ikatan pk keling berdasarkan jumlah penampang potong. Sebutkan contohnya: a. Berdasarkan kedudukan/posisi elemen yg diikat 1. Ikatan berimpit (Lap Joint) 2. Ikatan Bilah tunggal (Butt Joint) 3. Ikatan Bilah Ganda Dari 3 jenis ikatan tsb, ikatan yg paling baik dan kuat dlm menerima beban tarik adl Ikatan bilah ganda. b. Berdasarkan jumlah Baris ikatan: 1. Baris tunggal 2. Baris ganda ( Majemuk 2 ) 3. Baris majemuk 3 c. Berdasarkan jumlah penampang potong; 1. Jumlah 1 penampang 2. Jumlah 2 penampang Kuliah ke 3
  • 140.
    Pk.Keling.EMS.1.2-10 Beberapa Ketentuan IkatanPaku Keling 1.Sambungan pd permukaan miring Ketentuannya: Permukaan bag.yg miring hrs diratakan/dibuat sejajar agar ikatan merata 2.Sambungan pd bag.Tekukan. Ketentuannya: Bagian Tekukan adl bagian Kritis, jarak pk.keling agak jauh dari tekukan, dan juga mempermudah pengelingan 3.Sambungan Berimpit. Ketentuannya : Jarak pk.keling dgn tepi plat tdk terlalu pendek. Sebaiknya jarak tsb sekitar 2 x diameter pk.keling, agar plat tdk mudah sobek. Kuliah ke 3
  • 141.
    Pk.Keling.EMS.2-10 4.Sambungan pd 2plat dgn ketebalan berbeda Ketentuannya: Kepala pembentukan hrs diletakan pd Permukaan plat yg lebih tebal utk menghindari kerusakan. 5.Sambungan pd bagian yg Lunak Ketentuannya: Antara kepala keling dgn permukaan bagian diberi ring, agar tdk rusak akibat pembentukan. 6. Sambungan Baris Manjemuk Ketentuannya: Jarak sumbu pengelingan jangan terlalu dekat, sebaiknya 3 x diameter pk.keling Kuliah ke 3
  • 142.
    Pk.Keling.EMS.1.2-11 7.Sambungan dgn KepalaTenggelam Ketentuannya: Utk memudahkan pengelingan, maka lubang utk kepala dibuat cukup besar agar alat pembentuk dapat mencapai permukaan pelat 8. Sambungan pada Pelat yg cukup tebal Ketentuannya: Harus diperhatikan perbandingan ketebalan total dari pelat dgn diameter pk.keling Kuliah ke 3
  • 143.
    Pk.keling.ems.1.2-11 Untuk memperoleh hasilyg baik dlm Proses Pengelingan hrs memperhatikan apa saja ? Yg hrs diperhatikan adl: a. Gaya penekanan hrs sesuai b.Gunakan alat yg tepat c.Lubang pengelingan hrs tegak lurus dgn permukaan, sesumbu dan sesuai dgn diameter pk.keling. d.Posisi pembentukan hrs sesumbu dgn lubang dan pk.keling Kuliah ke 3
  • 144.
    Pk.Keling.EMS.2-11 Gambarkan Hasil ygburuk dpt terjadi akibat: Pengelingan Buruk akibat : 1.Lubang Miring 2.Lubang Bergeser 3.Lubang terlalu besar 4.Pk.Keling terlalu Panjang 5.Pk.Keling terlalu Pendek 6.Posisi Pembentukan miring 1 2 3 4 65 Kuliah ke 3
  • 145.
    Pk.keling.ems.1.2-11 Pengelingan Buruk Diakibatkanoleh apa saja? a.Lubang miring b.Luang bergeser c.Lubang terlalu besar d.Pk.keling terlalu panjang e.Pk.keling terlalu pendek f.Posisi pembentuk miring Bahan pk keling yg sering digunakan; a.Baja konstruksi umum dgn Teg.Tarik ≈ 360 N/mm² b.Paduan tembaga –seng c.Aluminium dgn kandungan 99,5% d.Baja dgn kandungan 70 % Ni, 30 % Tembaga (tahan karat) e.Paduan Auminium-Magnisium dgn kandungan Magnisium 3,5 % Kuliah ke 3
  • 146.
    Perekat.Ems1.2-13 Apa yg sdrketahui tentang Perekat/Adhesive: Perekat adl: Penyambungan bahan yg sama atau bahan yg berbeda baik logam maupun bukan Logam, dgn memanfaatkan kontak permukaan ditambah bahan perekat sebagai media penyambungan Keuntungan dan Kerugian Perekat dibanding Keling dan Las 1. Dapat menyambung bahan sejenis atau bahan yang berbeda seperti logam dengan plastik, kulit, karet. 2. Beban yang diterima bahan perekat merata. 3.Tidak mengalami konsentrasi tegangan. 4. Isolator terhadap panas dan listrik. 5.Pengerjaan pada suhu rendah 6. Tidak merusak permukaan. 7. Tidak terjadi korosi listrik 8. Dapat menyesuaikan diri terhadap pemuaian (elastis). 9. Mudah dan murah terutama pada proses perekatan dingin. 10.Tidak menambah berat/volume, terutama untuk konstruksi pesawat terbang. 11. Kedap gas dan cairan. (utk menanggulangi kebocoran) Kuliah ke 3
  • 147.
    Perekat.Ems1.2-13 Kerugian Perekat adl: 1.Kemampuan menahan beban kejut, bengkok dan kupas rendah. 2. Kemampuan menahan panas terbatas. 3. Kurang tahan terhadap beban berganti. 4. Memerlukan penanganan awal terhadap permukaan benda yang akan direkat. 5. Waktu pendinginan dan pengerasan hingga benar-benar mengikat relatif lama, terutama pada proses perekatan panas. 6. Harus memperhitungkan kontak permukaan yang cukup. 7. Sukar dalam pengujian non-destruktif. Kuliah ke 3
  • 148.
    Perekat.Ems1.2-14 Pemakaian Perkat: A.Dalam konstruksiumum - Konstruksi-konstruksi ringan - Perpipaan - Mekanik - Konstruksi kayu   B.Dalam industri transportasi - Terutama untuk rangka dan body pesawat - Body mobil - Kanvas rem/kopling C.Dalam industri elektronik - Pelat-pelat transformator - Lempengan pelat pada elektromotor Kuliah ke 3
  • 149.
    Perekat.Ems1.2-14 Perekat dlm pemakaianpada industry lain di gunakan : a. Peralatan foto , b. Mainan, c. Mebel, d.Sepatu, e.tas, f. Vinyl lantai , g. Pengepakan h. Wallpaper Utk memperoleh hasil sambungan PEREKAT yg Optimal diperlukan persiapan dan penanganan yg serius pd bahan yg akan direkatkan Tahap Perekatan yg umum ada 5 yaitu :? 1. Pembersihan : Bidang kontak harus bebas dari segala macam kotoran, debu, karat, lemak, dan lain-lain. Khusus untuk lemak dapat dihilangkan dengan larutan pencair seperti Aceton, Trichlor, Thinner, dan sebagainya; atau dengan bahan pencuci seperti larutan Alkali.(tergantung bahan Pemakaiannya) 2. Pengerjaan Permukaan : Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kekuatan rekat. Bidang kontak disikat, digerinda, disemprot pasir, atau dapat pula dilakukan secara kimia.(Menambah bidang kontaknya) 3. Pelapisan/pemberian Bahan Perekat : • Bahan perekat dilapiskan dengan tipis dan merata pada permukaan bahan yang akan direkat. • Kemudian kedua permukaan ditempelkan dan tidak diperbolehkan bergeser sedikitpun. ( dpt dilaksanakan bila Posisi sdh baik dan benar) Kuliah ke 3
  • 150.
    Perekat. Ems1.2-14 Adapun tahap-tahapperekatan yang umum adalah sebagai berikut : 4. Penekanan : • Untuk tahap ini tergantung dari jenis bahan perekatnya. Ada yang langsung ditempel setelah pelapisan, dan ada yang harus menunggu beberapa saat sebelum ditempelkan. Utk penguapan cairan). Permukaan yang ditempelkan harus mendapat penekanan yang merata untuk memperolah kekuatan rekat yang baik. Penekanan dapat dilakukan dengan cara : dicekam/diklem dengan ragum, atau alat pencekam lainnya. 5. Waktu pendinginan : • Pada proses perekatan, semua bahan perekat memerlukan waktu pendinginan tertentu untuk pengikatan. Ini tergantung jenis bahan perekat. • Pada perekatan panas, waktu pendinginan dan pengikatan saling berkaitan. Utk mendapatkan pengikatan yang kuat diperlukan waktu yang lama. Kuliah ke 3
  • 151.
  • 152.
    Solder.Ems.1. 2-21 Sambungan Solderadl: Sambungan Permanen, Merupakan penyambungan dari logam (besi ,baja, tembaga, Kuningan, Seng, dan baja Paduan.) Dgn Pengikatan oleh bahan tambah yg dicairkan, dimana titik cair bhn tambah lebih Rendah dari titik cair logam yg disambungkan. Cara menyambung yg baik adl: Utk sambungan yg membutuhkan Kekuatan, kerapatan dan ketahanan thdp Korosi maka permukaan Logam yg akan disolder hrs benar-benar dibersihkan. Pada permukaan logam juga ditambahkan bahan pengalir utk membantu pengaliran bhn tambah ke seluruh permukaan bidang yg disolder. Penyolderan dikelompokan 2 jenis: 1.Penyolderan Lunak, dimana titik lebur bahan tambah < 450°C 2.Penyolderan Keras, dimana titik lebur bahan tambah > 450°C Kuliah ke 4
  • 153.
    Solder.Ems1.2-21 Keuntungan Sambungan Solder,dibanding Perekat, Keling dan Las 1. Dapat menyambung dua buah logam yang berbeda. 2. Pada penyolderan lunak tidak merusak permukaan. 3. Tidak menghambat aliran listrik. 4. Dibandingkan pengelingan, tidak ada pelubangan yang melemahkan konstruksi. 5. Umumya kedap fluida. 6. Pada pengerjaan masal, dapat dilakukan secara bersamaan. 7. Mampu menyambung pelat-pelat tipis. Kerugian Sambungan Solder, dibanding perekat,keling dan las 1. Untuk penyolderan masal biayanya besar (karena bahan tambahan harus campuran timah putih atau tembaga). 2. Bahan pengalir yang tersisa dapat menimbulkan korosi listrik. Kuliah ke 4
  • 154.
    RL1.1EA,EB v i Jika arus (i)6 A, Tentukan V jika elemen menyerap daya (P) = 18 Watt. + – Penyelesaian: Meyerap daya jika arus Positif meninggalkan terminal Positif. Arus Posisitif krn dari potensial Tinggi ke Potensial Rendah i = 6 A, dan P = 18 W, ditanya berapa teg.(v) ? v = = = 3 Volt P i 18 W 6 A v = 3 Volt
  • 155.
    Solder.Ems1.2-22 Penyolderan Lunak (Patri). Digunakanpada semua logam terutama untuk logam-logam tipis dengan beban ringan serta kedap udara dan air. Contoh pemakaian : 1.Pelat-pelat pendingin pada kendaraan ,2.Tangki air / minyak, 3.Wadah/kotak peralatan, 4.Instalasi pipa tekanan rendah , 5.Sambungan kabel , 6.Talang air dan tutup atap, 7.Penyambungan logam yang dilapisi seng. Penyolderan Keras. Lebih sering digunakan untuk penyambungan plat-plat dari logam berat dan menerima beban yang besar.  Contoh pemakaian: 1. Flens pada pipa, 2. Instalasi pipa tekanan besar 3. Penyangga dan rangka kendaraan - Tangki uap 4.Peralatan dari logam keras , 5.Konstruksi alat-alat ringan
  • 156.
    Solder.ems.1.2-22 Tebel Bahan TambahPenyoderan Lunak 1.Jenis Bahan Tambah “Paduan Sn-Pb” dgn kandungan 60 % Sn, 0,3% Antimon, sisanya Pb Pemakaian Penyolderan pada : - Logam yg dilapisi seng - Pelat-pelat tipis - Peralatan Elektronik 2.Jenis bhn tambah “Paduan Pb-Sn” dgn kandungan : 40% Sn, 0,2 % Antimon, sisanya Pb. Pemakaian Penyolderan pada :- Pelat-pelat tipis - Pendingin kendaraan - Industri Perkakas 3.Jenis bhn Tambah” Paduan Sn-Zn dgn kandungan 85 s.d 92 % Sn, dan 8 s.d 15 % Zn Dan Cd-Zn dgn kadungan : 75 s.d 83 % Cd dan 17 s.d 25 % Zn, Pemakaian utk Penyolderan pada Aluminium dan Paduannya. Kuliah ke 4
  • 157.
    Solder.ems.1.2-23 Tabel Bahan TambahPenyolderan Keras. 1. Jenis bhn Tambah :CuZn46. Digunakan utk Penyolderan (istilah Brassing) pada: 1. Instalasi pipa-pipa, 2. Konstruksi Kendaraan. 2. Jenis bhn Tambah : Ag 15P = 15 % Ag digunakan utk Penyolderan (istilah Silvering) pada: 1. Pelat-pelat, Perpipaan, Kawat 2.Industri Optik ,3.Peralatan mekanik yg kecil. 3. Jenis bhn Tambah :Ag 45 Cd, = 45 % Ag Digunakan Penyolderan pd Logam-logam mulia dgn bhn : 1.Perak (Ag), 2. Emas (Au), 3. Platina (Pt) Kuliah ke 4
  • 158.
    Ems.1 4.Jenis bhn Tambah: Al Si Sn, = 72 % Al, 10 s.d 12 % Si, 8 s.d 12 %Sn, Digunakan penyolderan pada: 1. Benda tuangan, 2.Pelat, Kawat, 3. Profil Aluminium dan paduannya. 5.Jenis bhn tambah : Al Si 13, = 72 % Al, 13 % Si, Digunakan pada: 1. Penyolderan pd Konstruksi logam-logam ringan. 2.Penyolderan pd konstruksi yg menggunakan baja, tuangan, dan baja temper.
  • 159.
    Solder.ems.1.2-25 Teknik Penyolderan: Utk menentukanteknik Penyolderan yg dipakai, perlu memperhatikan : a.Fungsi benda kerja b.Bahan dari benda kerja c.Jumlah. Macam Teknik Penyolderan : 1. Penyolderan dlm Oven (untuk solder Kaleng makanan) Bagian logam yg akan disolder dipersiapkan, dan juga bak garamnya.
  • 160.
    Ems1.2-26, Sambungan Pengelasan Apaguna samb.Las: Sambungan Pengelasan dpt digunakan utk menyambung bermacam-macam keperluan. Bahan-bahan yg mampu disambung dgn pengelasan bukan hanya : 1 baja, 2.besi tuang, 3.baja tuang tetapi termasuk bhn-bhn non fero spti: tembaga, aluminium,nikel,seng,timah dll. Apa Fungsi Pengelasan: 1. Menggantikan konstruksi sambungan pk.keling dan konstruksi tuangan atau tempaan 2. Menyambung bagian yg retak atau patah (reparasi) 3. Menambal bag.yg aus (Buil-up-welding) 4. Memotong dan menghancurkan bagian konstruksi.
  • 161.
    Samb.Las.Ems1.2-26 Pd Umumnya SambunganPengelasan, dilakukan dengan memanaskan permukaan benda yang dilas sampai suhu las (suhu lebur), baik menggunakan bahan tambah maupun tidak. Pengikatan benda terjadi karena dua kemungkinan : 1. Karena tekanan bersama (pressure welding). 2. Karena peleburan (fusion welding).   Pada pengelasan fusi, bagian logam yang akan dilas dileburkan bersama bahan tambah. Sedangkan pada pengelasan tekan tidak memerlukan bahan tambah. Keuntungan sambungan pengelasan dibanding paku keling : 1. Lebih rapat (tidak bocor). 2. Lebih kuat. 3. Tidak membutuhkan bilah. 4. Konstruksi lebih ringan. Kuliah ke 4
  • 162.
    Las.Ems1.2-26 Metode pengelasan ada5 yaitu: 1. Las tahanan Listrik (Las tekan), meliputi : a. Las Tumpul, b. Las titik (Spot Welding), c. Las Rol Kampuh (Seam Welding) 2. Las Lebur Gas (las Otogen) 3. Las Busur Api Listrik, meliputi : a. Las Listrik dengan Elektroda b. Las Metal Inert Gas (WIG) dan Las Metal Active Gas (MAG) c. Las Wolfram Inert Gas (WIG) dan Las Tungsten Inert Gas (TIG) d. Las Plasma e. Las Bubuk 4. Las Sinar Elektron 5. Metode Las yang lain   Kuliah ke 4
  • 163.
    Las.Ems.1.2-27 Las tahanan Listrik: Metode ini menggabungkan panas Listrik dgn penekanan. Dan Panas dihasilkan dari Tahanan Listrik yg diberikan pd Benda Kerja. Setelah bagian benda yg dilas Pijar, maka tempat tsb ditekan dgn waktu yg sangat singkat. Kuliah ke 4
  • 164.
    Las.Ems1.2.27 Las Tumpul Las Tumpul: adl salah satu bentuk pengelasan tahanan Listrik, dimana benda kerja dijepit hingga rapat dan selanjutnya dialirkan Listrik dgn arah menyilang , Panas yg ditimbulkan oleh aliran Listrik akan melebur Benda Kerja. Kuliah ke 4
  • 165.
    Las..Ems1 Hal-hal penting dalamLas Tumpul: 1. Jenis bahan benda kerja harus sama. 2. Permukaan bagian yang dilas harus bersih dan halus. 3. Arah aliran dibuat menyilang agar hasilnya lebih merata. 4. Urutan pengelasan adalah sbb : a.Gaya diberikan melalui penjepit b.arus listrik sampai benda kerja pijar c.pemutusan arus dan penekanan. Kuliah ke 4
  • 166.
    Ems.1.2-28Las Titik Proses LasTitik adl: a. Panas yg dihasilkan oleh transformator arus tinggi dan Voltage rendah, melalui elektroda las. b.Hasil pengelasan berbentuk titik dgn luas kira-kira sama dgn ujung elektroda, dan selama proses berlangsung tdk terjadi busur api. Hal yg Penting dlm Las titik adl: 1.Elektroda ( paduan tembaga) hrs memiliki tahanan listrik lebih kecil dr benda kerja, dan selalu didinginkan. 2.Semakin besar tahanan thdp aliran arus , semakin terpusat pengaruh panasnya. 3.Tahanan yg kecil (R1 + R2) diantara elektroda dan benda kerja, sedangkan tahanan yg besar (R3) pada celah udara di antara benda kerja, menyebabkan peleburan dan fusi kedua permukaan shg membentuk gumpalan las. Urutan Pengelasan: 1.Gaya Tekan elektroda, 2. kmdn arus mengalir. 3.Gaya Elektroda di jaga selama satu periode, 4.Kmdn arus terputus 5. Dan kmdn gaya dilepas. Kuliah ke 4
  • 167.
  • 168.
    Ems.1.2-29 Prinsip Kerja LasKampuh Rol adl: Prinsip dasarnya sama dgn Las Titik, hanya gaya Tekan diberikan terus – menerus sedangkan arus diberikan terputus-putus. Hasilnya adl sambungan pengelasan yg Lurus dan tdk terputus. Elektrodanya berbentuk 2 buah roda atau satu buah roda dgn satu buah batang Elektroda. Hal-hal yg Penting dlm Las rol Kampuh: 1. Roda penggerak biasanya digerakkan dgn gaya dan kecepatan tertentu 2. Arus Listrik dilewatkan melalui roda-roda elektroda secara terputus- putus. 3. Proses berlangsung sangat cepat. Kuliah ke 4
  • 169.
    Las.Ems1.2-30 I.Penggunaan Las TahananListrik 1.Metoda Pengelasan : “Las Tumpul” Penggunaannya : 1.Utk Pengelasan Rel Kereta Api, Baja Profil dan Pipa s.d Luas 200 cm² 2. Pengelasan Rantai, 3.Pengelasan baja Perkakas. 2.Metode Pengelasan :”Las Titik” Penggunaannya : 1. Utk Pengelasan Pelat-pelat dgn ketebalan t = 0,2 s.d 0,5 mm, dan digunakan pada konstruksi Karoseri Mobil. 3. Metoda Pengelasan :”Las Rol Kampuh” Penggunaan : 1. utk pengelasan pelat-pelat sampai ketebalan t = 5 mm Kuliah ke 4
  • 170.
    Samb.Las.Ems1. 2-31 II. LASLEBUR GAS (LAS OTOGEN) Las Lebur Gas ( Las Otogen) adl: metode pengelasan dgn semburan api yg berasal dari Oksigen yg dicampur dgn gas Bakar. Pengelasan terjadi tanpa penekanan. Kuliah ke 4
  • 171.
    Las.Ems1. 2-31 Bahan GasBakar yg dipergunakan ada beberapa macam: 1. Gas Asetilen ( suhu bakar ≈ 3100° C) digunakan utk segala keperluan pengelasan, lebih dikenal dgn las karbit. 2. Gas Hidrogen ( suhu bakar ≈ 2000° C) Utk pengelasan : Aluminium dan pelat-pelat baja. 3. Benzena ( suhu bakar ≈ 2700°C) utk Pekerjaan bangunan dan konstruksi pelat baja yg cukup tebal, > 25,4 atau 1 inch * dipergunakan juga utk Pemotongan Pelat. Kuliah ke 4
  • 172.
    Ems.1 LAS KARBIT Metode pengelasanKarbit adl Pengelasan yg menghasilkan Kampuh Las di antara benda kerja, dlm keadaan Cair tanpa menggunakan tekanan. Sumber panas berasal dari api Oksigen sedangkan gas bakarnya adl asetelin ( suhu bakar = 3100⁰C). Utk Pengelasan dgn kampuh V , pd pelat setebal < 2 mm tdk perlu Menggunakan bahan tambahan. Sedangkan utk pelat yg Tebal menggunakan bhn tambah berbentuk batang Las. Metode pengelasan ini banyak digunakan utk : 1. Penyambungan Pipa, 2. Konstruksi tangki, 3.Pengelasan pelat-pelat yg tipis dan utk pekerjaan Reparasi. Kuliah ke 4
  • 173.
    Ems.1 Api Oksiasetilen Gambar memperlihatkandaerah Nyala api Oksiasetilin Ems.1-2-31 Api yg netral membakar Oksigen dan Asetilen dgn perbandingan Volume yg sama , shg mereduksi Oksida besi dan mengambil Oksigen, maka dari itu tdk diperlukan Fluks dgn prosesnya. Kuliah ke 4
  • 174.
    Ems.1 Ada 3 macampenyetelan api Oksiasetilen: 1.Api Netral : 1. Bagian terpanas pd ujung kira-kira = 3200°C 2. Disarankan uap asitilen sedikit mungkin pd waktu melalui pengelasan Ems.1.2-32 Digunakan utk : Pengelasan baja, besi tuang, Baja Tahan karat, tembaga dan Aluminium. Kuliah ke 4
  • 175.
    Ems.1 2.Api Karburasi, Mempunyaikelebihan Asetilen yg mengakibatkan daerah yg banyak mengandung karbon, memancar ke sekeliling dan diluar kerucut. Digunakan :utk pengelasan pelat-pelat dan batang-bantang dgn permukaan yg keras. Api karburasi yg sangat kecil utk elasan Logam non fero. Ems.1.2-32 Kuliah ke 4
  • 176.
    Ems.1 3.Api Oksidasi ,mempunyaikelebihan oksigen shg daerah diluar kerucut kaya dgn oksigen. Penyetelan secara netral, kmdn gas bakar diperkecil. Digunakan Utk: pengelasan kuningan, dan biasanya tdk dikehendaki oksidasi yg sangat kuat . Api oksidasi kecil utk mematri lembaran berlapis seng. Ems.1.2-32 Kuliah ke 4
  • 177.
    Samb.Las.Ems1.2-33 Hal-hal Penting DalamLas Lebur Gas yg harus diperhatikan: 1. Utk melebur benda kerja dan bahan tambah ( jika diperlukan) membutuhkan sumber panas yg bersuhu sangat tinggi. 2. Panas dari Logam cair harus dilindungi dari udara selama pengelasan. 3. Terdapat perubahan sifat-sifat fisik dari benda kerja pada daerah yg dipengaruhi panas. 4. Akibat panas yg tinggi, maka berlangsung pemuaian yg cukup besar, kemudian penyusutan yg bisa mengakibatkan perubahan ukuran, Tekukkan, Puntiran, bahka keretakan. 5. Dan utk pengelasan baja Karbon rendah selalu menggunaka Nyala api Netral. Kuliah ke 4
  • 178.
    Las. Ems1.2-33 Las BusurApi Listrik (Electric Arc Welding) Las Listrik dengan Elektroda * Bila elektroda dialiri arus dan dibenturkan ke atas benda keras kemudian menariknya sedikit, maka akan terbentuk busur api.   * Kontak ini memungkinkan suatu aliran arus dalam bentuk elektron, dan berlangsung setelah terjadi perbedaan tegangan awal yang tinggi sehingga mampu mengatasi tahanan aliran arus (sering juga disebut ionisasi celah busur api).  * Busur api ini menyebabkan benda kerja melebur. Elektroda dan Pengaruhnya Terhadap Las Busur Api Listrik Bentuk Elektroda batang Kuliah ke 4
  • 179.
    Las.Ems1.2-33 Bentuk Gbr Elektroda Proseskerja Elektroda : a.Inti logam elektroda meneruskan energi listrik ke busur api kemudian dilebur bersama lapisan fluks sehingga membentuk tetesan labur. b.Setelah peleburan, busur api terdiri dari daerah gas yang bersuhu tinggi (6000°C) terutama diperoleh dari lapisan fluks. Fungsi dari Lapisan Fluks: 1.Menghasilkan gas perisai yg melindungi gas sekeliling busur api dan logam cair thdp udara bebas ( agar tdk korosi / karat). 2.Membuat busur api stabil dan mudah dikontrol. 3.Menyediakan terak pelindung serta menurunkan kecepatan pendinginan benda kerja , shg mengurangi Kerapuhan akibat pendinginan. 4.Memungkinkan digunakan pd Posisi Pengelasan yg berbeda. Kuliah ke 4
  • 180.
    Samb.Las .Ems1.2-34 Fungsi LapisanFluks antara lain : 1. Menghasilkan gas perisai yang melindungi gas disekeliling busur api dan logam cairan terhadap udara bebas. 2. Membuat busur api stabil dan mudah dikontrol. 3. Menyediakan terak pelindung serta menurunkan kecepatan pendingin benda kerja, sehingga mengurangi kerapuhan akibat pendingin. 4. Memungkinkan digunakan posisi-posisi pengelasan yang berbeda. Simbol dasar terdiri dari empat kode, selebihnya dapat ditambahkan sesuai pabrik pembuatnya. Contoh : Simbol dasar E 51 33 B • 1 2 3 4 5 6 7 8 • Simbol dasar + tambahan E 51 33 B 160 2 0 (H) Arti simbol menunjukkan : 1. Proses, 2. Kekuatan, 3. Perpanjangan dan Penumbukan , 4. Sifat penutup , 5. Efisiensi elektroda ,6. Posisi pengelasan ,7.Besar arus/voltase , 8. Pengontrolan hidrogen Kuliah ke 4
  • 181.
    S.Las.Ems.1.2-34 Uraian Arti Simbol 1.Proses: E = Elektroda tertutup, utk pengelasan busur api logam manual 2.Kekuatan : E 43 = Kekuatan tarik = 430- 550 N/mm², Tegangan Mulur min= 330 N/mm² E 51 = Kekuatan tarik 510 -360 N/mm² Tegangan mulur min = 360 N/mm² 3.Perpanjangan (angka pertama) lihat tabel ( ems.1.2-35) 3.Penumbukan (angka ke dua) lihat tabel 4.Sifat Penutup : Lihat tabel 5.Efisiensi Elektroda dekat 10 % 6.Posisi Pengelasan , contoh, kode1. semua posisi (lihat tabel .ems.1.2-36) 7.Besar Arus /Voltage (lihat tabel.ems.1.2-36) 8. Pengontrolan Hidrogen (H)menunjukkan hidrogen terkontrol (< 15 mg/100g) Kuliah ke 4
  • 182.
  • 183.
  • 184.
    S.Las.Ems.1.2-42 Keuntungan Las SinarElektron 1. Kekuatan sambungan yg tinggi diperoleh pd posisi yg biasanya tdk dpt dimasuki. 2.Sambungan yg kuat pd Logam yg berbeda 3.Kecepatan Pengelasan tinggi ( dpt mencapai 40 m/detik) 4.Tdk ada kontaminasi las oleh fluks dll 5.Penetrasi menyentuh bagian dlm. Kuliah ke 4
  • 185.
    S.Las.Ems.1.2-43 Metode Pengelasan Lain:Las LASER Gas yg digunakan ad 2 macam: 1.Gas Argon utk pengelasan, 2.Oksigen utk pemotongan Keuntungan Las LASER: 1.Distorsi dan tekukan kecil, 2. Pada prinsipnya setiap logam dpt dipotong, 3.Hasil Pemotongan sangat kecil ( < 0,4 mm) 4.Ketelitian tinggi. Kuliah ke 4
  • 186.
    Pegas.Ems1.3-1 1.Pegas Adl: Pegas merupakanelemen yang banyak digunakan baik dalam permesinan, mekanik, maupun perlistrikan. Pada dasarnya pegas dibuat dengan tujuan untuk memberikan aksi-reaksi terhadap beban yang terjadi pada suatu konstruksi, sehingga akan merugikan kelelahan kerja pemakai. 2.Fungsi Pegas. 1. Pelunak tumbukan atau kejutan. 2. Penyimpanan kerja atau energi. 3. Pengukur. 4. Pemegang atau penjepit. 5. Perata tekanan. Kuliah ke 5
  • 187.
    Ems1,3-1.Pegas Berdasarkan Jenis Beban: 1.Pegas Tekan 2.PegasTarik 3.Pegas Puntir Berdasarkan Bentuk 4.Pegas Volut 5.Pegas Daun 6.Pegas Piring 7.Pegas Cincin 8.Pegas Batang Puntir 9.Pegas Spiral 10.Pegas Pelat 11.Pegas Kawat Kuliah ke 5
  • 188.
    Pegas.Ems1.3-1 Pegas diklasifikasikan min.3.Berdasarkan Jenis Beban yg di terima 1. Pegas Tekan 2. Pegas Tarik 3. Pegas Puntir Pegas Berdasarkan bentuknya a.l: 4.Pegas Volut 8. Pegas Batang Puntir 5.Pegas Daun 9. Pegas Spiral 6.Pegas Piring 10. Pegas Pelat 7. Pegas Cicin 11.Pegas Kawat Pegas Tekan. Bentuknya berupa gulungan kawat heliks terbuka dengan penampang kawat bulat persegi panjang, bujur sangkar, dan lain-lain. Kuliah ke 5
  • 189.
    Pegas.Ems1.3-2 Gbr Pegas Tekan 1.PenampangBulat 2.Penamp.Persgi Panjang 3.Penamp.Bujur sangkar Kuliah ke 5
  • 190.
    Pegas Tekan.ems.1.3-2 I. PegasTekan digunakan utk : 1.Guna utk : Mengatur Beban sesuai dgn tekanan yg di-inginkan Pemakaian : Pada permesinan dan peralatan mekanis umum. 2. Guna utk : Mengatur Gerakan Pemakaian : Katup, Rem , Kopling, Pencekam dll. 3. Guna utk : Alat Pembanding Beban (Pengukur) Pemakaian : Neraca timbangan. II. Pegas Tarik: Berbentuk Gulungan Kawat Heliks tertutup dgn Konstruksi pengait pada Kedua ujungnya, Bentuk penampang serupa dgn Pegas tekan. 1. Kegunaan Menahan Beban tarik dan memberi reaksi Tarikan pemakaiannya : pada permesinan Umum, kunci peralatan listrik. 2.Kegunaan utk alat pembading Beban (Pengukur Tekanan) pemakaiannya : pd Neraca timbangan. Kuliah ke 5
  • 191.
  • 192.
    Pegas.ems.13-4 III. Pegas Puntir. PegasPuntir, Bentuknya serupa gulungan Heliks tertutup / terbuka. Kegunaannya: Menahan beban Puntir Pemakaiannya: Paling banyak dijumpai pada engsel / sendi serta peralatan mekanik, peralatan Listrik, Peralatan alat potong. Kuliah ke 5
  • 193.
    Pegas.ems.1.3-4 IV. Pegas Volut. PegasVolut, Bentuk dasarnya seperti pegas tekan, tetapi dibuat dari pelat tipis yg digulung membentuk kerucut. Dgn permukaan yg rata, pegas ini lebih stabil pada kedua sisinya dibanding pegas heliks. Juga Memungkinkan ditekan sampai batas lebar pelat, tetapi terbatas pada beban ringan. Pegas Volut dipasang bersama pegas heliks shg lebih menguntungkan. Kuliah ke 5
  • 194.
    Pegas.ems.1.3-4 IV. Pegas Volut, Kegunaannya: Memberi reaksi dan mengatur Tekanan Pemakaian : pada Katup, Alat Potong Kuliah ke 5
  • 195.
    Pegas.ems.1.3-5 V. Pegas Daun: Pegas Daun : Terbuat dari Pelat-pelat yg disusun sdmkn rupa shg mampu menahan beban berat dan dpt memberikan reaksi thdp setiap kejutan dgn baik. Kegunaannya: utk Pelunakan Tumbukan dan kejutan Pemakaiannya: pada kendaraan, roda dll. Kuliah ke 5
  • 196.
    Pegas.ems.1.3-5 VI.Pegas Piring Pegas Piringterbuat dari Pelat berbentuk seperti piring dgn lubang di tengahnya. Pegas Piring mampu menerima Beban sangat besar dgn defleksi yg sangat kecil. Kegunaannya : dpt digunakan secara tunggal maupun gabungan sesuai dgn beban yg terjadi, krn gaya reaksi Pegas Tergantung cara penyusunnan dan jumlah pegas. Kuliah ke 5
  • 197.
    Pegas.ems.1.3-6 VII. Pegas CINCIN: Terbuatdari Pelat berbentuk Cincin Belah Kegunaannya : Utk menahan beban Tekan yg sangat besar dgn Defleksi Kecil Pemakaiannya : Umumnya pd konstruksi “Punching Tools” Kuliah ke 5
  • 198.
  • 199.
    Pegas.ems.1.3-6 VIII. Pegas BatangPuntir : Pegas Btg Puntir : adl sangat sederhana utk jenis pegas batang, umumnya berbentuk batang silinder memanjang Kegunaannya : *utk menerima beban dan memberi reaksi puntiran •Penyeimbang •* Suspensi Pemakaian: - Utk Kap mobil -Utk power stering kendaraan Kuliah ke 5
  • 200.
    Pegas.ems.1.3-6 IX. PEGAS SPIRAL PegasSpiral adl : terdiri dari Gulungan pelat berbentuk Spiral. Kegunaan pegas spiral adl: 1. Penyimpan Enerji 2.Pemberi tekanan 3.Penggerak 4.Pembanding Pemakaiannya di : 1.Jam 2.Mainan Robot 3.Timbangan 4.Spindel mesin Bor Kuliah ke 5
  • 201.
  • 202.
    Pegas.ems.1.3-7 X. PEGAS PELAT PegasPelat datar dpt dibuat dlm berbagai bentuk dgn fungsi yg bermacam-macam. Digunakan :? Utk Memberikan Tekanan pd konstruksi beban Ringan. Pemakaiannya di: 1.Permesinan umum, 2. Peralatan Listrik, 3. Engsel. Kuliah ke 5
  • 203.
    Pegas.ems.1.3-8 XI. PEGAS KAWAT PegasKawat adl: mempunyai bentuk bervariasi dgn berbagai Kegunaan. Kegunaan Pegas Kawat ? Adl: 1.Penahan Tekanan dan Puntiran pd Konstruksi Alat ringan dgn Beban kecil. 2. Sebagai Pengaman. Pemakaiannya ? 1.Utk Peralatan Listrik 2.Utk kunci. Kuliah ke 5
  • 204.
    Pegasems.1.3-10 Bahan Pegas : Padapenggunaan umum, bhn pegas dgn ukuran yg relatif kecil biasanya Dibuat dari : - Kawat Tarik Keras dgn Pembentukan dingin atau Kawat di Heatreament agar Flexible dan kmdn di temper dgn minyak panas. Utk Ukuran yg besar dibuat dari batang Rol dgn Pembentukan panas. Kuliah ke 5
  • 205.
    Ems1, Perapat atauSeal Fungsi Perapat atau SEAL Digunakan ? 1.Untuk mencegah kebocoran cairan, zat padat , dan gas dari bagian-bagian mesin dan peralatan industri lainnya. 2.Utk menghalangi kotoran dan sumber-sumber kontaminasi dari luar masuk ke dalam mesin atau sistem pemipaan. Bushings SEALS Static Dynamis Gaskets O-Rings Sealants Contact Clearance Labyrinth Axial Radial Packings Lip Seals Felt Seals Circumferential Split Ring Mechanical End Face Kuliah ke 5
  • 206.
    Ems1, perapat 1.Perapat Statisadl: Perapat yg digunakan utk merapatkan antar permukaan yg Relatif tdk terdapat gerakan. 2. Perapat Dinamis adl: Perapat yg digunakan utk merapatkan antar Permukaan yg terjadi Gerakan. Perapat dinamis dpt dikelompokan : 1. Perapat Kontak (Contact Seal) yaitu dimana Elemen perapatnya bergesekan dgn Permukaan pasangannya yg terkena Beban. 2. Perapat Longgar (Clearnce Seal) yaitu dimana bekerja dgn kelonggaran positif antara Permukaan Perapatnya. Kuliah ke 5
  • 207.
    Ems1 perapat Perapat Statis(Static Seals) 1.Gaskets adl? Gasket adl: Perapat Statis utk menahan cairan, benda padat, dan gas pada seluruh jenis mesin, Bejana dan Sistem Perpipaan dan dpt beroperasi di bawah beraneka ragam kondisi Pelayanan. Dan Gasket normalnya ditempatkan diantara benda kaku dan biasanya merapatkan permukaan logam. Kuliah ke 5
  • 208.
    Ems1perapat. Prinsip Kerja Gasket? Gasketmemerlukan suatu gaya Tekan utk menjaga Kontak. Gaya ini biasanya didptkan melalui seperangkat Flens dan Baut atau beberapa jenis pengapit atau penjepit dpt juga digunakan. Gaya Tekan yg dikenakan ke bahan Gasket antara permukaan Flens Harus Mampu : 1. Menyesuaikan diri thdp bermacam bentuk permukaan Flens dan bahan Gasket itu sendiri. 2.Mengatasi gaya hidrostatis yg disebabkan Tekanan dlm yg mencoba mendorong Flens. 3. Menyisakan Tegangan yg cukup utk menahan Tekanan dan mencegah keluarnya gasket melalui celah kelonggaran. Kuliah ke 5
  • 209.
    Ems1,Perapat Apa yg sdrketahui Bahan Gasket? Bahan Gasket umumnya memiliki karakteristik seperti Lunak dan dpt terdeformasi , dan tingkat Elastisitas dan Fleksibelitas yg tinggi. - Bahan harus tahan thdp pengerasan dan kelelahan. - Lunak dan dpt deformasi memungkinkan gasket utk menahan permukaan yg tidak beraturan. - Dan Elastisitasnya diperlukan jika bahan hrs dpt mengantisipasi perubahan bentuk yg diperlukan ketika mendpt beban yg berubah-ubah dan pengencangan baut Flens. Bahan-bahan Gasket dan Keterbatasannya serta digunakan di? 1. Bahan Gasket dari Kertas Bhn yg murah yg sifatnya dpt ditingkatkan jika diisi dgn bhn pengisi seperti LILIN. -Digunakan dlm industri otomotif utk menyegel air,oli dan minyak , dan ini utk permukaan yg halus dan rata, dgn ketebalan yg paling tipis sampai karton, tahan s.d Temperatur 120°C dan Tekanan 120 PSI. Kuliah ke 5
  • 210.
    Ems1,perapat 2. Bahan Gasketdari Gabus yg dipernis. Permukaan dari kertas Pernis hrs tdk retak atau rusak. 3. Bahan Gasket dr Gabus, berguna utk Beban Rendah dimana permukaan Flen tdk rata. Dan memiliki ketahanan yg baik thdp minyak dan cairan pelarut Tetapi tdk cocok thdp air. Dpt digunakan pada temperatur 50° dan tekanan 50 PSI. 4. Bhn Gabus Campur Karet, Baik utk beban rendah s.d Sedang, tahan s.d Temperatur 150°C dan Tekanan 50 Psi. 5. Bhn Karet, adl Gasket yg serbaguna, cocok utk sambungan yg mengalirkan air dingin. 6. Bhn Grafit yg dilapisi Kain, cocok utk sambungan yg mengalirkan air panas dan uap. 7. Bhn Asbes yg dilapisi Tembaga, sangat baik utk temperatur yg tinggi. 8. Bhan Logam, terbuat dari bhn Timah, Aluminium, Tembaga, Kuningan, Monel, Nikel dan baja paduan, digunakan utk Temperatur dan Tekanan sangat besar, dibentuk sdmkian rupa berbentuk pegas yg berfungsi sebagai perapat. Kuliah ke 5
  • 211.
    Ems1,perapat Seal Statis ygke 2 : “O-RING” Prinsip kerja O-Ring adl: Sifat elastik dari bahan. Bhn yg Elastik dpt ditrik berulang-ulang sampai 2 kali dari panjang normalnya dan masih dpt kembali ke ukuran asalnya ketika dilepas. O-Ring sekali tekan menghasilkan gaya pengencangan secara otomatis dan dpt diatur utk berbagai perubahan bentuk dlm rumahnya selama Kompresi awalnya terjaga. Kuliah ke 5
  • 212.
    Ems1,perapat Seal Statis ygke 3 : “SEALANTS” ? Sealants atau “Gasket Cair” dibuat khusus berisi cairan dan gas dibawah tekanan dan dpt digunakan sebagai sebuah Alternatif utk gasket dan O-Ring pd kondisi operasi yg tdk begitu berat, tahan thdp bhn kimia dan harganya tdk mahal. Prinsip kerja SEALANTS: Bhn Sealants adl cairan yg Viskositasnya tinggi dan sifat bhn perekat yg dpt mengatasi kekosongan disebabkan oleh permukaan kasar spti gbr. Kuliah ke 5
  • 213.
    Ems1,Perapat DINAMIS (DYNAMICSEAL) Perapat Mekanik dgn adanya sistem pendinginan seal di Industri otomotif maka seal mekanik tsb banyak digunakan. Prinsip kerjanya perapat Seal adl: Fungsi perapatan utama seal mekanik dicapai dgn 2 ring perapat, salah satu berputar bersama dgn poros dan yg lainnya tetap pd rumahnya. Permukaan yg kontak disusun utk memberikan daya perapat yg cukup dan ditahan dgn gaya Aksial yg dihasilkan dari komponen mekanik seperti Pegas, dan gaya Hidroulik dari Fluida. Kuliah ke 5
  • 214.
    Ems1,perapat Dinamis Komponen-komponen Pentingdari Perapat Mekanik (LIHAT Gbr )adl: A.Stationary Seal Ring : biasanya dibuat dari karbon dan dipasang ke dlm pelat. B. Stationary Seal Ring Seal : Biasanya dlm bentuk O-Ring yg mencegah kebocoran Fluida antara Stationary Seal Ring dan Pelat Seal. C. Rotating Seal Ring : Komponen ini erikat keporos yg berputar dan dipaksa melawan Stationary Seal ring dgn upaya gabungan dari tekanan Pegas dan Hidrolik dari Fluida. Umumnya terbuat dr bahan Stainless Steel dan Tungten Carbide. D.Rotating Seal Ring Seal : Ini juga dpt dlm bentuk O-Ring dan gunanya mencegah kebocoran antara ring yg berputar dan poros. E. Spring : Sebuah Pegas Gulungan tunggal yg sering dipakai sebagai alat utk menekan muka seal. F. Thrust Collar : Ini diletakkan di poros dan sebagai alat utk mengarahkan pegas dan menghentikannya thdp beban aksial. G. Seal Plate : Ini adl Pelat Penutup Stuffing Box yg juga digunakan utk membawa Stationary Seal Ring. H. Seal Plate Seal : Seal Gasket Pelat dpt juga dipertimbangkan sebagai perapat tambahan. Kuliah ke 5
  • 215.
    Ems1,perapat Mekanik Jenis BahanSeal mekanik yg digunakan ? 1. Stainless Steel / carbon 2.Lead Bronze/Carbon 3.Chrome Oxide/Carbon 4.Ceramic / carbon 5. Tungsten Carbide/ Tungsten Carbide 6. Carbon Beberapa cara Pemasangan Seal ganda: Lihat Gbr: Back – to – back 1. Terdiri dari Dua seal yg dipasang dlm Stuffing Box yg sama 2. Tandem Terdiri dari 2 seal yg dipasang dgn arah yg sama Kuliah ke 5
  • 216.
  • 217.
    Ems1,perapat Dinamic Contact Radialada 4 kelompok Seal yaitu: 1.Packing , 2.Lip Seals, 3.Circumferential Split Ring, 4. Felt Seals 1.Packing Prinsip kerjanya : Lihat gbr diatas, Bentuk ring dari bhan tenunan atau anyaman yg dipotong dan dipasang sekeliling poros dlm Stuffing Box. Gland Ring ditarik ke arahrumah Stuffing box utk menekan Ring dan menyebabkannya mengembang ke arah radial. Pengembangan Radial ini menjadikan Packing kontak dgn poros dan lubang Stuffing Box utk menciptakan Seal. Packing Gbr1. Kuliah ke 5
  • 218.
    Ems1,perapat 2.LIP SEALS Radial LipSeals digunakan terutama utk menahan keluarnya oli dan pelumas lain dlm peralatan yg beroperasi dgn poros yg berputar. Dan juga digunakan utk menahan masuknya kotoran dan kontaminan lain. Ini utk Tekanan rendah s.d 5 Psi Prinsip kerjanya spti gbr diatas : Radial Lip seal terdiri dari sebuah Elastomeric Sealing Ring yg dimuat dlm sebuah rumah logam sperti gbr. Ring ( Seal Ring) dibentuk dgn sisi yg tajam di titik kontak dgn poros yg berputar.Dan Pegas melingkar (Garter Spring) dipasang di dlm Ring utk membantu menekan seal. Kerja Perapatan terjadi dgn memberikan Tekanan pd titik kontak antara Ring dgn poros. Dan tekanan tercipta dari tekanan mekanik Garter Spring. Kuliah ke 5
  • 219.
    Ems1,perapat 3.CIRCUMFERENTIAL SPLIT RINGSEALS Circumferential Split Ring Seals : dikenal juga sebagai Carbon Ring seal, dan Versi yg dimodifikasi dari Piston Ring Sal dan dirancang utk menahan Gas dan Uap dgn temperatur tinggi. Sring ditemukan di Turbin Uap. Kuliah ke 5
  • 220.
    Ems1,perapat 4. FELT SEALS FELTSEAL digunakan terutama sebagai perapat bagi Oli dan debu dan harganya lebih murah dari Radial Lip seal di bawah kondisi operasi yg tdk terlalu berat. Prinsip kerjanya: Felt terbuat dari bulu domba atau binatang lain, serat nabati atau sintetis. Ketika digunakan utk tujuan perapatan biasanya dipenuhi dulu dgn pelumas yg Viskositasnya lebih tinggi sedikit dari yg ditahan. Kuliah ke 5
  • 221.
    Ems1,perapat * DINAMIC CLEARANCESEAL Clearance Seal beroperasi tanpa kontak dan mengandalkan pada Kelonggaran celah yg kecil utk membuat Tekanan turun antaran tekanan sistem dan lingkungan. 1.BUSHING Jenis yg sederhana dari Clearance Seal adl Bushing yg beroperasi krn gerak menghambat yg diterima oleh sebuah kelonggaran celah yg kecil sepanjang Bushing. Bushing seal tdk efektif utk Fluida viskositasnya rendah dan tdk digunakan utk menahan Gas dan uap. Kuliah ke 5
  • 222.
    Bushing Cara lain untukMengatasi Tekanan Tinggi adl Mengganti Bushing Tunggal dgn serangkaian Cincin Seal Kuliah ke 5
  • 223.
    Ems1,perapat 2. LABYRINTH SEAL LabyrinthSeal dpt memberikan kebocoran yg berlapis-lapis ke Fluida yg ditahan dgn memberikan serangkaian pembatas yg menyerap energi Tekanan dari fluida dlm beberapa langkah. Dan digunakan utk menahan Tekanan Fluida seperti Gas dan uap. Dpt beroperasi pd kecepatan dan temperatur tinggi dan sering digunakan pd mesin putaran tinggi seperti kompresor dan Turbin Uap. Prinsip kerja Labyrinth Seal: dpt dibuat dlm banyak bentuk yg berbeda namun yg sederhana lihat gbr diatas. Selama Fluida ditahan melewati setiap celah, kmdn berkurang dan berkembang dlm ruang menghasilkan turbulensi dan gesekan. Dan hasilnya adl Kehilangan Energi dan Tekanan pd setiap tingkat. Kuliah ke 5