Creating the great business leaders
KONSEP DASAR PENGANGGARAN
Pengelolaan perusahaan
GOALS PROFIT
PENGANGGARAN ???
DESKRIPSIKAN PERSEPSI ANDA TENTANG ……………
ANGGARAN ????
Anggaran / Budget / Business budget
merupakan suatu rencana yang disusun
secara sistematis, yang meliputi seluruh
kegiatan operasional perusahaan yang saling
berkaitan dan saling mempengaruhi satu
sama lain dinyatakan dalam unit / kesatuan
moneter yang berlaku untuk jangka waktu
(periode) tertentu yang akan datang.
Budgeting / Penganggaran menunjukan suatu
proses Sejak tahap persiapan yang diperlukan
sebelum dimulainya penyusunan rencana,
pengumpulan berbagai data dan informasi yang
perlu, pembagian tugas perencanaan,
penyusunan rencananya sendiri, implementasi
dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya
tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil rencana
itu.
Hasil dari kegiatan penganggaran (budgeting)
adalah anggaran (budget).
Penetapan Filosofi
Dan Misi
Penyusunan
Anggaran
Penyusunan
Program
Penetapan Tujuan
Dan Strategi
Total Bussines Planning
• PLANNING
• ORGANIZING
• STAFING AND HUMAN RESOURCE
MANAGEMENT
• LEADING AND INTERPERSONAL INFLUENCE
• CONTROLLING
FUNGSI DAN PROSES MANAJEMEN
• Business Budget
• Profit Planning and Control
• Comprehensive Budgeting
• Managerial Budgeting
• Business Budgeting and Control
Istilah-istilah lain yang digunakan yang
bermakna dan tujuan sama dengan
anggaran adalah sebagai berikut:
• Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai
• Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat
peluang untuk perubahan sesuai dengan situasi
dan kondisi
• Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan
memerlukan perhatian secara terus menerus
dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat
insidental.
Dalam menyusun anggaran
harus diperhatikan syarat-
syarat sebagai berikut:
• Berdasarkan ruang lingkup
a. Anggaran Komprehensif
b. Anggaran Parsial
• Berdasarkan fleksibilitasnya
a. Anggaran Fixed (fixed budget)
b. Anggaran Kontinyu
• Berdasarkan Jangka Waktu
a. Anggaran Jangka Pendek
b. Anggaran Jangka Panjang
Klasifikasi Anggaran
Rapat Umum Pemegang
Saham
Dewan Komisaris
Pengusulan Pengesahan
Komite Anggaran
Departemen
Anggaran
Manajer Departemen
Top-down
Approach
Bottom-Up
Approach
Penetapan Kebijakan
Pokok Perusahaan
Mengajukan Usulan
Rancangan Anggaran
Negosiasi Usulan
Rancangan Anggaran
Penelaahan &
Persetujuan
Penyusunan
Anggaran
Kompilasi &
Analisis
Gambar : Struktur Organisasi Penyusunan Anggaran
1. Apakah yang dimaksud dengan budget dan
budgeting?
2. Apakah perusahaan penting dalam
menyusun anggaran? Jelaskan!
3. Jelaskan fungsi anggaran bagi perusahaan!
4. Jelaskan syarat penyusunan anggaran!
5. Klasifikasi anggaran bisa dilihat berdasarkan
ruang lingkupnya, jelaskan!
6. Bagaimana mekanisme penyusunan
anggaran?
RIVIEW TEST
Creating the great business leaders
ANGGARAN KOMPREHENSIF
Anggaran induk atau yang umum disebut
anggaran komprehensif artinya menyeluruh
atau keseluruhan, merupakan jaringan kerja
yang terdiri dari beberapa anggaran terpisah
yang saling bergantungan satu sama lain.
ANGGARAN
KOMPREHENSIF
The Master Budget
Master Budget
Operating
Decisions
Financial
Decisions
Hubungan Timbal Balik Anggaran Induk
Perusahaan industri A memproduksi barang X dan Y
Barang tersebut dijual di daerah P dan Q .
Rencana penjualan barang
X di kota P 10.000 unit, dan di kota Q 4.000 unit
Y dikota P 30.000 unit dan di kota Q 10.000 unit
Harga per unit barang X Rp 15.000 Barang Y Rp 12.000
Daerah Penjualan
Barang X Barang Y
Total
Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah
Daerah P 10.000 15.000 150.000.000 30.000 12.000 360.000.000 510.000.000
Daerah Q 4.000 15.000 60.000.000 10.000 12.000 120.000.000 180.000.000
Jumlah 14.000 210.000.000 40.000 480.000.000 690.000.000
1. Budget Penjualan Menurut Produk Dan Daerah
Rencana Persediaan
Persediaan Awal
(unit)
Harga (Rp) Persediaan Akhir
(Unit)
Harga (Rp)
Bahan A 500 1.250 1.000 1.250
Bahan B 2.000 500 2.000 500
Bahan C 2.000 400 2.000 400
Produk jadi Barang X 200 11.000 300 12.000
Produk jadi BarangY 400 7.000 200 8.000
Keterangan Barang X (Unit) Barang Y (Unit)
Rencana Penjualan 14.000 40.000
Persediaan Akhir (+) 300 200
Jumlah 14.300 40.200
Persediaan Awal (-) 200 400
Rencana Produksi 14.100 39.800
2. Budget Produksi
Keperluan bahan tiap unit barang yang diproduksi (Standard Usage Rate / SUR)
Barang X membutuhkan bahan A = 1, B = 2
Barang Y membutuhkan bahan B = 2, C = 2
3. Budget Kebutuhan Bahan
Barang Produksi
Bahan A Bahan B Bahan C
SUR Kebutuhan SUR Kebutuhan SUR Kebutuhan
X 14.100 1 14.100 2 28.200 - -
Y 39.800 - - 2 79.600 2 79.600
Jumlah 14.100 107.800 79.600
Taksiran Biaya Bahan A= Rp 1.250, B = Rp 500, C = Rp 400
4. Budget Pembelian Bahan
Bahan A Bahan B Bahan C
Keperluan
Persediaan Akhir (+)
14.100
1.000
107.800
2.000
79.600
2.000
Bahan Yang Tersedia
Persediaan Awal (-)
15.100
500
109.800
2.000
81.600
2.000
Rencana Pembelian
Harga Per Unit
14.600
1.250
107.800
500
79.600
400
Nilai Pembelian 18.250.000 53.900.000 31.840.000
Bahan
Barang X Barang Y Total
Q Price Total Q Price Total Q Rp
A 14.100 1.250 17.625.000 - - - 14.100 17.625.000
B 28.200 500 14.100.000 79.600 500 39.800.000 107.800 53.900.000
C - - - 79.600 400 31.840.000 79.600 31.840.000
Jumlah 31.725.000 71.640.000 103.365.000
5. Budget Harga Pokok Bahan Baku
6. Schedule Persediaan Awal Dan Akhir
Persedian Awal Persediaan Akhir
Bahan Q P Total Q P Total
A 500 1.250 625.000 1.000 1.250 1.250.000
B 2.000 500 1.000.000 2.000 500 1.000.000
C 2.000 400 800.000 2.000 400 800.000
Sub Total - - 2.425.000 - - 3.050.000
Prod. Dlm Proses - - - - - -
Produk Jadi - - - - - -
Barang X 200 11.000 2.200.000 300 12.000 3.600.000
Barang Y 400 7.000 2.800.000 200 8.000 1.600.000
Sub Total - - 5.000.000 - - 3.200.000
Total - - 7.425.000 - - 8.250.000
Taksiran biaya kerja per unit
7. Budget Upah Langsung
DepartemenPemotongan Departemen Finishing
Barang X Rp 3.000 Rp 4.500
Barang Y Rp 2.500 Rp 2.500
Barang Produksi
DepartemenPemotongan Departemen Finishing
Jumlah
Tarif Total Tarif Total
Barang X 14.100 Rp 3.000 42.300.000 Rp 4.500 63.450.000 105.750.000
Barang Y 39.800 Rp 2.500 99.500.000 Rp 2.500 99.500.000 199.000.000
141.800.000 162.950.000 304.750.000
Barang Produksi
DepartemenPemotongan Departemen Finishing
Jumlah
Tarif Total Tarif Total
Barang X 14.100 Rp 1.000 14.100.000 Rp 1.250 17.625.000 31.725.000
Barang Y 39.800 Rp 500 19.900.000 Rp 700 27.860.000 47.760.000
34.000.000 45.485.000 79.485.000
Barang X Barang Y
Departemen Pemotongan Rp 1.000 Rp 500
Departemen Finishing Rp 1.250 Rp 700
Budget biaya overhead yang telah dibuat menunjukan tarif overhead per unit
8. Budget Biaya Overhead Pabrik
9. Budget Harga Pokok Poduksi Dan Harga Pokok Penjualan
Keterangan Barang X (Rp) Barang Y (Rp) Jumlah (Rp)
Harga Pokok Produksi
Bahan
A
B
C
17.625.000
14.100.000 39.800.000
31.840.000
17.625.000
53.900.000
31.840.000
Sub Total 31.725.000 71.640.000 103.365.000
Tenaga Kerja Langsung
Departemen Pemotongan
Departemen Finishing
42.300.000
63.450.000
99.500.000
99.500.000
141.800.000
162.950.000
Sub Total 105.750.000 199.000.000 304.750.000
Biaya Overhead Pabrik
Departemen Pemotongan
Departemen Finishing
14.100.000
17.625.000
19.900.000
27.860.000
34.000.000
45.485.000
Sub Total 31.725.000 47.760.000 79.485.000
Total Harga Pokok Produksi
Persediaan Awal (+)
169.200.000
2.200.000
318.400.000
2.800.000
487.600.000
5.000.000
Product Available For Sale
Persediaan Akhir ( - )
171.400.000
3.600.000
321.200.000
1.600.000
492.600.000
5.200.000
Harga Pokok Penjualan 167.800.000 319.600.000 487.400.000
Biaya-biaya :
Distribusi Rp 70.000.000 (termasuk biaya non cash Rp 10.000.000)
Administrasi Rp 50.000.000 (termasuk biaya non cash Rp 5.000.000). Kelebihan biaya lain-lain
diatas pendapatan lain-lain Rp 2.825.000. Rata-rata tarif pajak penghasilan 30%
Keterangan Jumlah (Rp) Barang X (Rp) Barang Y (Rp)
Penjualan
Daerah P
Daeah Q
510.000.000
180.000.000
150.000.000
60.000.000
360.000.000
120.000.000
Sub Total
Harga Pokok Penjualan
690.000.000
487.400.000
210.000.000
167.800.000
480.000.000
319.600.000
Laba Kotor
Biaya-biaya :
Biaya Administrasi Rp 50.000.000
Biaya Distribusi Rp 70.000.000
Biaya Lain-lain Rp 2.825.000
Total Biaya Operasi
202.600.000
122.825.000
42.200.000 160.400.000
Laba Perusahaan Sebelum Pajak
Pajak Penghasilan 30%
79.775.000
23.932.500
Laba Setelah Pajak 55.842.500
10. Ringkasan Laba Rugi
Saldo awal laba ditahan / sisa laba Rp 125.000.000
Deviden yang direncanakan akan dibayar selama tahun depan
Rp 30.000.000
11. Laporan Sisa Laba
Saldo Awal
Laba Setelah Pajak
Jumlah
Pembayaran Deviden
Saldo Akhir
Rp 125.000.000
Rp 55.842.500 (+)
Rp 180.842.500
Rp 30.000.000 (-)
Rp 150.842.500
Rencana penerimaan kas:
1. Penjualan tunai Rp 475.000.000
2. Penerimaan piutang Rp 225.000.000
3. Pendapatan lain-lain Rp 175.000
4. Pinjaman dari Bank Rp 10.000.000
5. Penjualan saham Treasury Rp 15.000.000
Rencana pengeluaran kas
1. Utang (dianggap semua bahan dibeli dengan kredit) Rp 105.000.000
penambahan kapital Rp 40.000.000
2. Hal-hal yang actual yang ditangguhkan (dianggap tidak ada gaji yang
belum dibayar Rp 15.000.000)
3. Biaya lain-lain Rp 3.000.000
4. Taksiran pembayaran pajak penghasilan sepanjang tahun
Rp 23.932.500
5. Pembayaran wesel jangka panjang Rp 50.000.000
6. Saldo awal kas Rp 360.000.000
7. Biaya non kas dalam budget biaya overhead Rp 10.380.000
12. Ringkasan Rencana Kas
Saldo Awal 360,000,000
Penerimaan
Pinjaman Bank
Penjualan Kas
Piutang
Pendapatan Lain
Penjualan Saham
Total Penerimaan
10,000,000
475,000,000
225,000,000
175,000
15,000,000
725,175,000
Jumlah uang yang tersedia 1,085,175,000
Pengeluaran
Hutang (bahan)
Upah tenaga kerja langsung
Biaya Overhead Pabrik ( 79.485.000 - 10.380.000) non cash
Penambahan kapital
Accrual dan penangguhan
Biaya lain
Pajak
Wesel
Deviden
Biaya Distribusi
Biaya Administrasi
Jumlah Pengeluaran
105,000,000
304,750,000
69,105,000
40,000,000
15,000,000
3,000,000
23,932,500
50,000,000
30,000,000
60,000,000
45,000,000
745,787,500
Saldo Kas 339,387,500
• memproduksi tiga model audio untuk home theatre : Model 150, Model 100, dan
Model 50 yang semuanya dipasarkan di dua wilayah, Jawa dan Sumatera.
• Produk-produk tersebut diproduksi melalui tiga departemen produksi yaitu
Cutting, Assembling, dan Finishing. Berikut ini estimasi yang telah dibuat untuk
penyusunan anggaran tahun 2010 :
1. Rencana Penjualan
Produk Wilayah Jawa Wilayah Sumatera Harga Jual Per unit
Model 150
Model 100
Model 50
3.000 unit
5.000 unit
7.000 unit
4.000 unit
7.000 unit
8.000 unit
Rp 175.000
Rp 120.000
Rp 90.000
ZETA SOUND SYSTEMS
2. Rencana Persediaan
Persediaan Awal
(unit )
Harga per unit (Rp) Persediaan Akhir
(unit)
Harga per unit (Rp)
Bahan L 40.000 750 30.000 750
Bahan S 10.000 15.000 8000 15.000
Bahan F 1.500 2.000 2.000 2.000
Produk Jadi :FIFO
Model 150 200 98.000 200
Model 100 300 62.000 400
Model 50 400 47.000 300
3. Kebutuhan Bahan baku tiap unit barang yang diproduksi (Standard Usage
Rate/SUR)
Produk Bahan L Bahan S Bahan F
Model 150
Model 100
Model 50
12
8
6
5
3
2
2
1
1
4. Taksiran biaya bahan baku (per unit)
Bahan L = Rp 750, Bahan S = Rp 15.000, Bahan F = Rp 2.000
5. Estimasi biaya tenaga kerja langsung
Cutting Assembling Finishing
Tarif per jam Rp 6.000 Rp 5.000 Rp 4.000
6. Estimasi jam kerja langsung yang dibutuhkan untuk setiap satu unit produk
Produk Cutting Assembling Finishing
Model 150
Model 100
Model 50
Rp 1.000
Rp 1.000
Rp 1.000
Rp 2.000
Rp 1.500
Rp 1.500
Rp 750
Rp 500
Rp 500
Produk Cutting Assembling Finishing
Model 150
Model 100
Model 50
0.375
0.375
0.375
2.0
1.5
1.5
0.375
0.250
0.250
7. Tarif Biaya Overhead per unit
8. Anggaran Biaya komersial
Biaya Pemasaran Rp 500.000.000
Biaya Administrasi Rp 300.000.000
9. Pajak penghasilan badan sebesar 50% (untuk
menyederhanakan
Diminta :
Siapkan anggaran tahunan untuk tahun 2010 dari data tersebut di atas, antara
lain:
1. Anggaran penjualan (sales Budget), yang menyajikan anggaran penjualan per
model dan per wilayah penjualan
2. Anggaran Produksi (production Budget), yang menyajikan anggaran produksi dalam
unit untuk per model
3. Anggaran Pemakaian bahan baku dalam unit (direct materials budget in units),
yang menyajikan anggaran pemakaian untuk per bahan baku dan per model
4. Anggaran pembelian (purchases budget), yang menyajikan pembelian dalam unit
dan total harga pokok pembelian
5. Biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi (cost of materials required for
production), yang menyajikan anggaran biaya per bahan baku yang dibutuhkan
untuk memproduksi setiap model
6. Anggaran biaya tenaga kerja langsung (direct Labour budget) yang menyajikan
anggaran biaya tenaga kerja langsung per model dan per departemen produksi
7. Anggaran biaya overhead pabrik (Factory overhead budget), yang menyajikan
anggaran biaya overhead pabrik per model dan per departemen.
8. Laporan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan yang dianggarkan
(budgeted cost of goods manufactured sold statement)
9. Laporan laba rugi yang dianggarkan (budgeted income statement)
Creating the great business leaders
SALES FORECAST
adalah suatu teknik proyeksi tentang tingkat
permintaan konsumen potensial pada suatu
periode tertentu dengan menggunakan
berbagai asumsi tertentu juga, yakni
sesuatunya berjalan seperti masa lalu
Ramalan penjualan (sales forecast) merupakan
proses aktivitas memperkirakan produk yang
akan dijual di masa mendatang dalam
keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan
data yang pernah terjadi dan atau mungkin
akan terjadi.
Forecast Penjualan
METODE RAMALAN PENJUALA
1. Metode Kualitatif
Judgmental Method atau Non Statistical
Method, yakni metode memproyeksikan
penjualan yang berdasar pada pendapat :
para tenaga penjual,
para manajer divisi penjualan,
eksekutif,
para pakar, dan
survei konsumen.
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
39 Creating the great business leaders
2. Metode Kuantitatif
Statistical Method, Meliputi:
Analisa Trend, yang terdiri dari:
 Penerapan garis trend secara bebas
 Penerapan garis trend dengan metode setengah rata-rata
 Penerapan garis trend secara matematis, yang terbagi menjadi:
1. Metode Moment
2. Metode Kuadrat terkecil (Least Square)
3. Metode Kuadrat (garis lengkung)
4. Analisa Korelasi
Specific Purpose Method, meliputi:
 Analisa Industri
 Analisa Product Line
 Analisa Penggunaan Akhir
 Analisis Regresi
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
40 Creating the great business leaders
Contoh
Tahun Penjualan Tahun Penjualan
2008 8.000 2012 10.400
2009 8.800 2013 10.800
2010 10.000 2014 12.000
2011 9.200 2015 12.400
Data Penjualan selama 8 tahun terakhir
Berapa unit penjualan untuk tahun 2016?
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
41 Creating the great business leaders
Trend Bebas
Penerapan garis trend secara bebas tanpa menggunakan rumus matematika. Oleh
karena itu, mengambarkan garis trend dengan cara ini sangat subjektif dan kurang
memenuhi persyaratan ilmiah.
Hasil output excel, dengan perkiraan penjualan untuk tahun 2016 adalah 12.900 unit
Parameter X disusun dan diusahakan agar jumlahnya sama dengan nol (X = 0)
Tahun (n) Penjualan(Y) X X² XY
2008 8.000 - 7 49 - 56.000
2009 8.800 - 5 25 - 44.000
2010 10.000 - 3 9 - 30.000
2011 9.200 - 1 1 - 9.200
2012 10.400 1 1 10.400
2013 10.800 3 9 32.400
2014 12.000 5 25 60.000
2015 12.400 7 49 86.800
Jumlah () 81.600 0 168 50.400
a = Y = 81.600 = 10.200 b = XY = 50.400 = 300
n 8 X² 168
Rumus : Y = a + bX
= 10.200 + 300 X
Y 2016 = 10.200 + 300 (9)
= 12.900
Metode Kuadrat Terkecil (Least Square)
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
43 Creating the great business leaders
Soal
Berikut adalah data produk dari PT IKANA
Data Penjualan:
Tahun Beauty White
2011 125.000 80.000
2012 120.000 85.000
2013 130.000 85.000
2014 140.000 75.000
2015 145.000 90.000
Tentukan penjualan masing – masing produk untuk tahun 2016
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
44 Creating the great business leaders
Metode Moment
Tahun (n) Penjualan (Y) X X² XY
2008 8.000 0 0 0
2009 8.800 1 1 8.800
2010 10.000 2 4 20.000
2011 9.200 3 9 27.600
2012 10.400 4 16 41.600
2013 10.800 5 25 54.000
2014 12.000 6 36 72.000
2015 12.400 7 49 86.800
Jumlah () 81.600 28 140 310.800
Y = a.n + b.X 81.600 = 8a + 28b (x 5) 408.000 = 40a + 140b
XY = a.X + b.X² 310.800 = 28a + 140b (x 1) 310.800 = 28a + 140b
97.200 = 12a
a = 8.100
Y = a.n + b.X Rumus : Y = a + bX
= 8.100 (8) + 28b Y = 8.100 + 600 X
= 64.800 + 28b Y 2016 = 8.100 + 600 (8)
b = 600 Y = 12.900
Y = Jumlah data historis
n = Jumlah waktu data
x = Nilai pada setiap periode waktu
a = Nilai Y pada titik 0
b = Lereng garis lurus
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
45 Creating the great business leaders
Metode setengah rata-rata (semi average)
Tahun (n) Penjualan (Y) X
2008 8.000 - 3
2009 8.800 - 1
2010 10.000 1
2011 9.200 3
2012 10.400 5
2013 10.800 7
2014 12.000 9
2015 12.400 11
2016 ……… 13
a = rata-rata kelompok I
b = x2 – x1
n
n = jarak waktu antara x1 dengan x2
X = jumlah tahun dihitung dari periode dasar (nilai pada setiap periode waktu)
X1= 36.000 = 9.000 (a)
4
X2= 45.600 = 11.400 (dengan skala dua) b = 11.400 – 9.000 = 600
4 4
(maka b dengan skala satu) b = 600 = 300
2
Rumus : Y = a + bx
Y = 9.000 + 300 x
Y 2016 = 9.000 + 300 (13)
= 12.900
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
46 Creating the great business leaders
Analisis Regresi
SUMMARY OUTPUT
Regression Statistics
Multiple R 0,962533422
R Square 0,926470588
Adjusted R Square 0,914215686
Standard Error 447,2135955
Observations 8
ANOVA
df SS MS F Significance F
Regression 1 15120000 15120000 75,6 0,000127817
Residual 6 1200000 200000
Total 7 16320000
Coefficients
Standard
Error t Stat P-value Lower 95% Upper 95% Lower 95,0% Upper 95,0%
Intercept 7500 348,466 21,5229 6,56E-07 6647,334351 8352,665649 6647,334351 8352,665649
X Variable 1 600 69,00656 8,694826 0,000128 431,1470405 768,8529595 431,1470405 768,8529595
12900 10527,65772 15272,34228
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
47 Creating the great business leaders
Forecast berdasarkan metode khusus
Analisis Industri
Dalam analisis ini lebih ditekankan pada “Market Share” yang dimiliki
perusahaan. Analisis ini menghubungkan potensi penjualan perusahaan dengan
industri pada umumnya (volume, posisi dalam persaingan).
Tahapan dalam pemakaian analisis industri :
- Membuat proyeksi permintaan industri
- Menilai posisi perusahaan dalam persaingan
Permintaan Perusahaan
Market Share = x 100%
Permintaan industri
2. Analisis product line
Umumnya analisis product line digunakan pada perusahaan yang
menghasilkan beberapa macam produk yang tidak mempunyai kesamaan,
sehingga dalam membuat forecastnya harus terpisah.
3. Analisis penggunaan akhir
Bagi perusahaan yang menghasilkan produk setengah jadi, masih
memerlukan proses lebih lanjut menjadi produk jadi dan siap untuk
dikonsumsi, maka dalam pembuatan forecastnya ditentukan oleh
penggunaan akhir yang ada kaitannya dengan produk yang dihasilkan.
Creating the great business leaders
SALES BUDGET
ialah budget yang direncanakan secara lebih
terperinci penjualan perusahaan selama
periode yang akan datang yang di dalamnya
meliputi rencana tentang jenis (kualitas)
barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas),
harga barang, waktu penjualan serta
tempat/daerah penjualannya.
Anggaran penjualan (sales Budget)
Tujuan penyusunan anggaran penjualan
adalah untuk merencanakan setepat mungkin
tingkat penjualan pada periode yang akan
datang dengan memperhatikan data yang
merupakan pencerminan kejadian yang
dialami perusahaan di masa lalu, khususnya di
bidang penjualan.
Kegunaan anggaran penjualan sendiri sebagai
pedoman kerja, alat koordinasi dan
pengawasan kerja, serta sebagai dasar bagi
penyusunan budget-budget yang lainnya.
Manfaat Anggaran Penjual
Anggaran penjualan sering disebut anggaran
kunci karena berhasil tidaknya sebuah
perusahaan bergantung pada keberhasilan bagian
penjualan dalam meningkatkan penjualan.
(1) Penjualan merupakan ujung tombak dalam
mencapai tujuan perusahaan yaitu untuk
memaksimalkan laba.
(2) Kesalahan dalam penyusunan anggaran
penjualan mengakibatkan kesalahan pada
anggaran yang lain.
52
Faktor yang Mempengaruhi Anggaran Penju
1. Faktor pemasaran yang perlu dipertimbangkan:
a. luas pasar, yang bersifat lokal, regional,
nasional, atau internasional.
b. keadaan pesaing, yang bersifat monopoli,
oligopoli, atau bebas.
c. keadaan konsumen, yaitu bagaimana selera
konsumen, tingkat daya beli konsumen,
apakah konsumen akhir atau konsumen
industri.
53
2. Faktor teknis yang perlu dipertimbangkan:
a. kapasitas terpasang, seperti apakah mesin
dan alat mampu memenuhi target penjualan
yang dianggarkan;
b. apakah bahan baku dan tenaga kerja mudah
dan murah.
54
3. Faktor kebijakan perusahaan yang perlu
dipertimbangkan:
a. kualitas produk yang akan diproduksi;
b. kebijakan untuk memperluas atau tidak
memperluas pabrik
4. Faktor perkembangan penduduk yang perlu
dipertimbangkan:
a. peningkatan kelahiran;
b. perubahan gaya hidup;
55
5. Faktor kondisi politik, sosial, budaya,
pertahanan, dan keamanan yang perlu
dipertimbangkan:
a. apakah ada batasan peraturan pemerintah;
b. apakah terdapat perang atau terjadi konflik
c. apakah produk yang diproduksi bertentangan
dengan sosial budaya masyarakat
d. apakah produk membahayakan lingkungan
56
6. Faktor lainnya yang perlu
dipertimbangkan:
a. apakah pada musim tertentu anggaran
penjualan perlu ditambah atau
dikurangi
b. sampai berapa lama anggaran
perusahaan dapat dipertahankan.
57
PT SHMILY
Menjual dua macam barang memberikan informasi tentang penjualan pada
tahun-tahun sebelumnya sebagai berikut:
Tahun Barang X
Unit
Harga/unit BarangY
Unit
Harga/unit
1996 12.300 2.500 18.200 3.000
1997 12.600 3.600 18.800 3.200
1998 14.100 2.800 19.700 3.900
1999 15.200 3.000 20.500 4.500
2000 15.700 3.400 22.800 5.000
2001 16.900 3.500 23.100 5.400
2002 18.300 3.700 25.000 5.600
Barang X dan Y dijual di kota A, B, dan C. Untuk barang X jumlah unit untuk tiap-
tiap daerah perbandingannya adalah 3 : 3 : 4, sedangkan untuk barang Y
perbandingannya adalah 2 : 3 : 5.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu
penjualan dilakukan secara tunai sebesar 40% dan
sisanya kredit. Untuk penjualan tunai perusahaan
memberikan discount sebesar 3%, sedangkan untuk
penjualan secara kredit disisihkan 2% sebagai
piutang tak tertagih.
Dari piutang netto penerimaannya dengan cara
sebagai berikut:
50% diterima pada bulan penjualan
30% diterima satu bulan setelah penjualan, dan
20% diterima dua bulan setelah penjualan
Berdasarkkan keterangan di atas saudara diminta untuk :
1. Melakukan forecasting terhadap penjualan barang X dan Y untuk tahun 2003, (catatan : unit
dibulatkan dalam ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah)
Daerah A : perbandingan (3) 3/10 x 19.000 = 5.700
Daerah B : perbandingan (3) 3/10 x 19.000 = 5.700
Daerah C : perbandingan (4) 4/10 x 19.000 = 7.600
Barang Y 26.000 unit
Harga untuk barang X adalah Rp 3.900
Daerah A : perbandingan (2) 2/10 x 26.000 = 5.200
Daerah B : perbandingan (3) 3/10 x 26.000 = 7.800
Daerah C :perbandingan (5) 5/10 x 26.000 =13.000
Barang X 19.000 unit
Harga untuk barang Y adalah Rp 6.300
2. Menyusun budget penjualan berdasarkan produk, daerah penjualan dan waktu penjualan bila diketahui
indeks musim sebagai berikut:
Jan Feb Mart Apr Mei Juni Juli Agst Sep Okt Nov Des
82 93 95 97 99 101 103 105 107 118 115 85
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
62 Creating the great business leaders
Soal
produk dari PT IKANA (lanjutan)
Pola distribusi
Daerah Penjualan Beauty White
DIY 30% 40%
JATENG 70% 60%
Distribusi Penjualan untuk tiap bulan (%) :
Jan Feb Mar Apr Mei Jun
10 8 8 6 6 6
Jul Agst Sept Okt Nov Des
6 8 8 10 12 12
Harga Jual per bungkus Beauty Rp 3.650,00 dan White Rp 3.250,00
Susunlah anggaran Penjualan secara rinci
3. Menyusun budget penjualan berdasarkan jenis dan waktu penjualan
4. Menyusun budget piutang berdasarkan waktu
5. Menyusun budget penerimaan kas dari penjualan tunai
6. Menyusun budget penerimaan kas dari piutang
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
67 Creating the great business leaders
Lanjutan Soal :
Seluruh penjualan dibayar tunai 50%, piutang 50% diterima
pada bulan yang sama dengan bulan penjualan, 40%
dibayar pada bulan berikutnya, 5% dibayar dua bulan
kemudian, dan sisanya 5% dibayar 3 bulan setelah bulan
penjualan.
Catatan : Perusahaan selalu mencadangkan piutang yang
mungkin tidak tertagih (cadangan kerugian piutang) untuk
kedua produk sebesar 1% dari total piutang. Discount
diberikan 2% untuk penjualan tunai
SOAL – SOAL LATIHAN
b. Produk akan dijual di dua daerah, yaitu : Daerah A dan daerah B dengan perbandingan 2 : 3
c. Harga tahun 2006 naik 25% dari harga rata-rata enam tahun sebelumnya, sedangkan harga tahun 2007 karena
adanya krisis moneter yang berkepanjangan diasumsikan naik sebesar 20% dari harga tahun 2005.
d. Distribusi penjualan adalah:
Waktu Daerah A Daerah B
Triwulan I 20 % 30 %
Triwulan II 30 % 30 %
Triwulan III 20 % 20 %
Triwulan IV 30 % 20 %
Tahun Penjualan (unit) Harga/unit (Rp)
2000 65.000 110
2001 72.000 135
2002 70.000 135
2003 75.000 140
2004 82.000 150
2005 87.000 170
Perusahaan BINTANG TUJUH
menghasilkan produk X, untuk tahun 2007 melakukan forecast penjualan secara lebih teliti agar tidak
mengalami kerugian. Untuk maksud tersebut manajer operasional memberikan data sebagai berikut:
a. Penjualan perusahaan
Berdasarkan data di atas, diminta:
Membuat ramalan penjualan (forecasting) dengan menggunakan metode :
1. Least Square tahun 2007 (hasil dibulatkan dalam ratusan)
2. Semi Average
3. Moment
Menyusun Budget Penjualan tahun 2007 secara lengkap dan terinci
Perusahaan BINTANG SEPULUH menghasilkan produk jamu pintar berupa tablet , untuk tahun 2007 melakukan forecast penjualan
secara lebih teliti agar tidak mengalami kerugian. Untuk maksud tersebut manajer operasional memberikan data sebagai berikut:
Tahun Penjualan (tablet) Harga/tablet
2000
2001
2002
2003
2004
2005
130.000
144.000
140.000
150.000
164.000
170.000
Rp 110
Rp 135
Rp 135
Rp 140
Rp 150
Rp 170
Waktu Daerah JATENG Daerah JABAR
Triwulan I
Triwulan II
Triwulan III
Triwulan IV
20 %
30 %
20 %
30 %
30 %
30 %
20 %
20 %
Produk akan dijual di dua daerah, yaitu : Daerah JATENG dan daerah JABAR dengan perbandingan 2 :
3
Harga tahun 2006 naik 25% dari harga rata-rata enam tahun sebelumnya, sedangkan harga tahun 2007
karena adanya krisis moneter yang berkepanjangan diasumsikan naik sebesar 20% dari harga tahun
2005.
Distribusi penjualan adalah:
Data Penjualan :
Penjualan dilakukan secara tunai 60% dan sisanya kredit, perusahaan tidak mencadangkan untuk
penyisihan piutang (bad debt)
Pola penerimaan piutang adalah 70% pada 1 triwulan setelah triwulan penjualan dan sisanya 2 triwulan
setelah penjualan.
Data persediaan jamu pada tanggal 31 Desember 2006 sebanyak 87.000 tablet sedangkan pada tanggal
31 Desember 2007 sebanyak 17.600 tablet
Berdasarkan data di atas, diminta:
1. Membuat ramalan penjualan (forecasting) dengan menggunakan metode Least Square tahun 2007
(hasil dibulatkan dalam ratusan)
2. Menyusun Budget Penjualan tahun 2007 secara lengkap dan terinci menurut waktu dan daerah
penjualan.
3. Menyusun budget penjualan berdasarkan jenis penjualan dan waktu
4. Menyusun budget penerimaan kas dari piutang
5. Menyusun Budget produksi dengan menggunakan kebijakan stabil pada produksi
Creating the great business leaders
PRODUCTION BUDGET
Definisi anggaran produksi dalam arti luas adalah
penjabaran rencana penjualan menjadi rencana
produksi yang meliputi perencanaan tentang volume
produksi, kebutuhan persediaan, bahan baku, tenaga
kerja dan kapasitas produksi.
Definisi anggaran produksi dalam arti sempit adalah
suatu perencanaan volume barang yang harus
diprodusir perusahaan agar sesuai dengan volume
penjualan yang telah direncanakan.
Anggaran produksi adalah suatu perencanaan
secara terpisah mengenai jumlah unit produk
yang akan diproduksi selama periode yang
akan datang, yang didalamnya mencakup
rencana mengenai jenis (kualitas), jumlah
(kuantitas) waktu (kapan) produksi akan
dilakukan.
Secara garis besar anggaran produksi disusun dengan
menggunakan rumus umum sebagai berikut:
Tingkat penjualan ……………………………… XXXX
Tingkat persediaan akhir …………………… XXXX +
Tingkat kebutuhan …………………..………… XXXX
Tingkat persediaan awal ………….………… XXXX -
Tingkat Produksi …………………….…………… XXXX
Anggaran produksi merupakan suatu alat
perencanaan, koordinasi dan pengendalian
kegiatan produksi, sehingga tujuan penyusunan
anggaran produksi :
1. Menunjang kegiatan bagian penjualan,
sehingga barang dapat tersedia sesuai dengan
yang direncanakan.
2. Menjaga tingkat persediaan yang optimum.
3. Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga
biaya produksi menjadi minimum.
METODE PENYUSUNAN
ANGGARAN PRODUKSI
mengutamakan stabilitas produk
mengutamakan stabilitas persediaan
gabungan antara stabilitas produk &
persediaan
disesuaikan dengan keperluan manajemen
1. Kebijaksanaan yang mengutamakan stabilitas
tingkat produksi yaitu menetapkan besarnya
produksi untuk tiap-tiap waktu dengan
jumlah yang tetap atau sama dengan tingkat
persediaan barang yang dibiarkan
mengambang
2. Kebijaksanaan yang mengutamakan
stabilitas tingkat persediaan barang yaitu
menetapkan besarnya produksi untuk tiap-
tiap waktu dengan mengusahakan jumlah
persediaan yang selalu sama dengan tingkat
produksi dibiarkan mengambang
3. Kebijaksanaan yang merupakan kombinasi dari kedua
kebijaksanaan tersebut diatas. Menurut kebijaksanaan ini,
baik tingkat produksi maupun tingkat persediaan sama-sama
berfluktuasi dimana produksi tidak selalu sama dengan
persediannya, biasanya besarnya yang diproduksi
disesuaikan dengan rencana penjualan. Pada cara ini
disyaratkan besarnya produksi tidak kurang dari produksi
minimum dan tidak lebih dari produksi maksimum.
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
82 Creating the great business leaders
4. Disesuaikan dengan keperluan manajemen, Anggaran
produksi dapat juga dibuat sesuai keperluan
manajemen, sehingga manajemen dapat menentukan
tingkat persediaan setiap periode, karena manajemen
ingin mengatur tingkat perputaran persediaan.
Perputaran persediaan = Penjualan
rata-rata persediaan
Contoh SOAL
• Anggaran penjualan dari Perusahaan Kecap Asli yang
memproduksi satu macam produk selama tahun 2016
sebagai berikut:
Triwulan I = 45 botol
II = 48 botol
III = 56 botol
IV = 56 botol
Setahun = 205 botol
Rencana persediaan awal tahun 2016 sebanyak 13 botol dan
persediaan akhir 20 botol.
83
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 20 20
3. Produk siap dijual
4. Persediaan awal (-) 13 13
5. Produk jadi
84
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
Anggaran produk jadi setiap triwulan = ? botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 20 20
3. Produk siap dijual 225
4. Persediaan awal (-) 13 13
5. Produk jadi 53 53 53 53 212
85
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 20 20
3. Produk siap dijual 66 225
4. Persediaan awal (-) 13 13
5. Produk jadi 53 53 53 53 212
86
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 21 20 20
3. Produk siap dijual 66 225
4. Persediaan awal (-) 13 13
5. Produk jadi 53 53 53 53 212
87
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 21 20 20
3. Produk siap dijual 66 225
4. Persediaan awal (-) 13 21 13
5. Produk jadi 53 53 53 53 212
88
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 21 26 23 20 20
3. Produk siap dijual 66 74 79 76 225
4. Persediaan awal (-) 13 21 26 23 13
5. Produk jadi 53 53 53 53 212
89
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
Rencana Penjualan selama 1 tahun (2015) pada PT SEJAHTERA adalah
sebagai berikut:
Bulan Tingkat
Penjualan
Bulan Tingkat
Penjualan
Januari 1.500 Juli 700
Februari 1.600 Agustus 600
Maret 1.600 September 900
April 1.400 Oktober 1.100
Mei 1.200 November 1.200
Juni 1.000 Desember 1.400
Total Penjualan 14.200 unit
Persediaan awal tahun 2.000 unit
Persediaan akhir tahun 1.500 unit
Susunlah Anggaran Produksinya
Ikhtisar produksi
Penjualan 1 tahun 14.200 unit
Persediaan akhir tahun 1.500 unit +
Kebutuhan 1 tahun 15.700 unit
Persediaan awal tahun 2.000 unit -
Jumlah yang harus diproduksi 13.700 unit
Pengalokasian tingkat produksi untuk setiap bulan yaitu :
Produksi selama 1 tahun 13.700 unit
Produksi per bulan = 13.700 = 1.141,67 unit  1.100 unit
12
Apabila produksi perbulan 1.100 unit, maka kekurangannya adalah 13.700 - (1.100 x
12) = 500 unit
Kekurangan 500 unit dialokasikan kepada bulan-bulan dimana tingkat penjualannya
tertinggi yaitu Januari, Februari, Maret, April, dan Desember.
Mengutamakan Stabilitas Produksi
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 10 10
3. Produk siap dijual
4. Persediaan awal (-) 10 10
5. Produk jadi
93
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan awal dan akhir selalu konstan = ? botol
Stabil Persediaan
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 10 10 10 10 10
3. Produk siap dijual
4. Persediaan awal (-) 10 10 10 10 10
5. Produk jadi
94
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan awal dan akhir selalu konstan = 10 botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 10 10 10 10 10
3. Produk siap dijual 55
4. Persediaan awal (-) 10 10 10 10 10
5. Produk jadi 45
95
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan awal dan akhir selalu konstan = 10 botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 10 10 10 10 10
3. Produk siap dijual 55 58 66 66 215
4. Persediaan awal (-) 10 10 10 10 10
5. Produk jadi 45 48 56 56 205
96
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan awal dan akhir selalu konstan = 10 botol
Stabil persediaan akhir 15 unit
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 54 58 205
2. Persediaan akhir (+) 15
3. Produk siap dijual
4. Persediaan awal (-) 10 10
5. Produk jadi
97
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan akhir selalu konstan = ? botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 54 58 205
2. Persediaan akhir (+) 15 15 15 15 15
3. Produk siap dijual 60
4. Persediaan awal (-) 10 15 15 15 10
5. Produk jadi 50
98
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan akhir selalu konstan = 15 botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 54 58 205
2. Persediaan akhir (+) 15 15 15 15 15
3. Produk siap dijual 60 63 69 73 220
4. Persediaan awal (-) 10 15 15 15 10
5. Produk jadi 50 48 54 58 210
99
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan akhir selalu konstan = 15 botol
Mengutamakan stabilitas persediaan PT SEJAHTERA
Persediaan awal tahun = 2.000 unit
Persediaan akhir tahun = 1.500 unit -
Selisih = 500 unit
Agar didapatkan hasil yang bulat dan mudah
dilaksanakan maka 500 unit dibagi dengan 5
sehingga masing-masing 100 unit (Jan s.d. Mei).
Pengalokasian ini pada dasarnya terserah pada
kebijaksanaan perusahaan atau pembuatan
anggaran.
GABUNGAN ANTARA STABILITAS PRODUK & PERSEDI
• Rencana persediaan awal tahun 2016 sebanyak 10
botol dan persediaan akhir 20 botol. Produk jadi
awal berjumlah 47 botol. Anggaran penjualan dari
Perusahaan Kecap Asli satu macam produk selama
tahun 2016 sebagai berikut:
Triwulan I = 45 botol
II = 48 botol
III = 56 botol
IV = 56 botol
Setahun = 205 botol
 Persediaan akhir konstan pada TW I dan TW II
 Produk jadi konstan pada TW III dan TW IV
102
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 20 20
3. Produk siap dijual
4. Persediaan awal (-) 10 10
5. Produk jadi 47
103
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan akhir konstan pada TW I dan TW II = ? botol
 Produk jadi konstan pada TW III dan TW IV = ? botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 45 48 56 56 205
2. Persediaan akhir (+) 12 12 16 20 20
3. Produk siap dijual 57 60 72 76 225
4. Persediaan awal (-) 10 12 12 16 10
5. Produk jadi 47 48 60 60 215
104
Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa
 Persediaan akhir konstan pada TW I dan TW II = 12 botol
 Produk jadi konstan pada TW III dan TW IV = 60 botol
Data perencanaan yang berhasil dikumpulkan adalah sebagai berikut:
Rencana penjualan setahun 16.000 satuan, dengan pola penjualan yang bersifat musiman
dengan index seperti berikut:
Januari = 11% Triwulan II = 25%
Februari = 10% Triwulan III= 15%
Maret = 9% Triwulan IV = 30%
Rencana persediaan awal tahun 2.000 satuan dan akhir tahun 1.000 satuan. Kebijaksanaan
persediaan yang digariskan ialah persediaan maksimum tidak boleh melebihi 1.700 satuan dan
persediaan minimum tidak boleh kurang dari 850 satuan.
Rencana produksi:
Kebijaksanaan produksi ditentukan sebagai berikut :
produksi normal (rata-rata) bulanan sama dengan 1/12 produksi setahun
Produksi tidak boleh berfluktuasi  10% dari tingkat produksi normal
Khusus untuk triwulan III dimana penjualan sangat merosot, produksi bulanan boleh
diturunkan menjadi 70% dari tingkat produksi normal.
Tingkat produksi setahun :
Penjualan 16.000 satuan
Persediaan akhir 1.000 +
Kebutuhan 17.000
Persediaan awal 2.000 -
Produksi setahun 15.000
Perkiraan penjualan :
Januari = 11% x 16.000 = 1.760 satuan
Februari = 10% x 16.000 = 1.600
Maret = 9% x 16.000 = 1.440
Triwulan II = 25% x 16.000 = 4.000
Triwulan III = 15% x 16.000 = 2.400
Triwulan IV = 30% x 16.000 = 4.800
16.000 satuan
Batasan minimum / maksimum untuk produksi :
Produksi normal per bulan = 15.000 : 12 = 1.250 satuan
Produksi maksimum per bulan = 110% x 1.250 = 1.375 satuan
Produksi minimum per bulan = 90% x 1.250 = 1.125 satuan
Produksi maksimum per triwulan = 3 x 1.375 = 4.125 satuan
Produksi minimum per triwulan = 3 x 1.125 = 3.375 satuan
Produksi Triwulan III = 70% x 3.750 = 2.625 satuan
Skedul produksi :
Rencana Penjualan Produksi
Jan 1.760 1.375
Feb 1.600 1.375
Maret 1.440 1.375
Trw II 4.000 4.125
Trw III 2.400 2.625
Jumlah s.d. Trw III 10.875
Trw IV 4.800 4.125
Jumlah 16.000 15.000
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
109 Creating the great business leaders
Periode Penjualan Persd.
Akhir
Kebutuhan Persd. Awal Produksi
Januari 1.760 1.615 3.375 2.000 1.375
Februari 1.600 1.390 2.990 1.615 1.375
Maret 1.440 1.325 2.765 1.390 1.375
Triwulan
II
4.000 1.450 5.450 1.325 4.125
Triwulan
III
2.400 1.675 4.075 1.450 2.625
Triwulan
IV
4.800 1.000 5.800 1.675 4.125
Jumlah 16.000 1.000 17.000 2.000 15.000
Disesuaikan Dengan Keperlu
Manajemen
• Rencana persediaan awal tahun 2016 sebanyak 10
botol. Manajemen menetapkan persediaan akhir
triwulan I, II, III, IV, masing-masing 12, 14, 16, 18
botol. Anggaran penjualan dari Perusahaan Kecap
Asli yang memproduksi satu macam produk selama
tahun 2016 sebagai berikut:
Triwulan I = 46 botol
II = 48 botol
III = 54 botol
IV = 62 botol
Setahun = 210 botol
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 46 48 54 62 210
2. Persediaan akhir (+) 12 14 16 18 18
3. Produk siap dijual
4. Persediaan awal (-) 10 10
5. Produk jadi
Berarti manajemen menghendaki putaran persediaan untuk
TW I = ? kali TW II = ? kali
TW III = ? kali TW IV = ? kali
Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun
1. Penjualan 46 48 54 62 210
2. Persediaan akhir (+) 12 14 16 18 18
3. Produk siap dijual 58 62 70 80 228
4. Persediaan awal (-) 10 12 14 16 10
5. Produk jadi 48 50 56 64 218
Berarti manajemen menghendaki putaran persediaan untuk
TW I = 4,18 kali TW II = 3,69 kali
TW III = 3,60 kali TW IV = 3,65 kali
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
113 Creating the great business leaders
Soal Lanjutan
Informasi Persediaan Barang Jadi
Untuk menyusun anggaran produksi perusahaan
Merasa bahwa kebijaksanaan persediaan produk jadi
tahun lalu (2015) cukup memadai, sehingga
perusahaan akan tetap menggunakan kebijaksanaan
persediaan persediaan produk jadi sama dengan
tahun 2015, yaitu :
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
114 Creating the great business leaders
BEAUTY WHITE
Persediaan Awal 2.500 1.500
Persediaan Akhir :
Januari 1,400 1,700
Februari 1,300 1,700
Maret 1,800 1,780
April 1,900 1,820
Mei 1,800 1,860
Juni 1,700 1,740
Juli 1,800 1,620
Agustus 2,100 1,620
September 2,000 1,540
Oktober 1,900 1,420
November 2,400 1,500
Desember 2,500 1,500
PT RAMA telah menyusun anggaran penjualan 2010 sebesar 380.000 unit yang rincian bulanannya
berfluktuatif sebagai berikut:
Persediaan barang jadi tanggal 1 Januari 2010 dianggarkan sebesar 96.000 unit.
Penjualan aktual selama tahun 2009, termasuk taksiran Desember 2009 adalah 350.000 unit
sedangkan persediaan barang jadi rata-rata tahun 2009 adalah 70.000.
Persediaan akhir (31 Desember 2010) sedemikian rupa sehingga perputaran persediaan tahun 2010
sama dengan tahun 2009.
Pada tanggal 24 Desember sampai dengan 15 Januari ada libur tahunan pabrik dan revisi besar mesin-
mesin pabrik sehingga produksi bulan Januari dianggarkan 10.000 unit dan Desember 27.000 unit
Januari 38.000 Juli 25.000
Februari 36.000 Agustus 26.000
Maret 38.000 September 27.000
April 37.000 Oktober 30.000
Mei 31.000 November 38.000
Juni 27.000 Desember 27.000
Soal Latihan
Creating the great business leaders
DIRECT MATERIAL BUDGET
• Anggaran Biaya Bahan Baku (BBB) adalah
rencana tertulis mengenai bahan baku
dipakai yang dinyatakan dalam satuan
(unit) uang, untuk jangka waktu tertentu.
• Anggaran biaya bahan baku (BBB)
disebut juga dengan biaya bahan baku
standar.
Pengertian Anggaran Bahan Baku
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
118 Creating the great business leaders
Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dikelompokan
menjadi :
 Bahan baku langsung (Direct material),adalah semua bahan baku
yang merupakan bagian barang jadi yang dihasilkan
 Bahan baku tak langsung (Indirect Material),adalah bahan baku
yang ikut berperan dalam proses produksi, tetapi tidak secara
langsung tampak pada barang jadi yang dihasilkan.
Anggaran bahan baku hanya merencanakan kebutuhan dan
penggunaan bahan baku langsung. Bahan baku tak langsung akan
direncanakan dalam anggaran biaya overhead pabrik.
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
119 Creating the great business leaders
Tujuan Penyusunan Anggaran Bahan Baku
Tujuan penyusunan anggaran bahan baku langsung
adalah:
1. Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku
langsung
2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku
langsung yang diperlukan
3. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang
diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan baku
langsung
4. Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi yakni
memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena
5. penggunaan bahan baku langsung dalam proses
produksi
6. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian
bahan baku langsung
Anggaran-anggaran yang berhubungan dengan anggaran bahan baku antara lain:
• Anggaran kebutuhan bahan baku
Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan baku yang dibutuhkan
untuk keperluan produksi pada periode mendatang.
• Anggaran pembelian bahan baku
Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan baku yang harus dibeli
pada periode mendatang.
• Anggaran biaya bahan baku habis digunakan dalam produksi (pemakaian bahan
baku)
Sebagian bahan baku disimpan sebagai persediaan, dan sebagian dipergunakan
dalam proses produksi, anggaran ini merencanakan nilai bahan baku yang
digunakan dalam satuan uang.
•Anggaran persediaan bahan baku
Anggaran ini merupakan suatu perencanaan terperinci atas kuantitas bahan baku
yang disimpan sebagai persediaan
Penyusunan Anggaran Bahan Baku
Pembelian Bhn Baku xx unit @ Rp xx = Rp xx
Pers. BB Awal (+) xx unit @ Rp xx = Rp xx
Bahan Baku Tersedia xx unit @ Rp xx = Rp xx
Pers. BB Akhir (-) xx unit @ Rp xx = Rp xx
Bahan Baku dipakaixx unit @ Rp xx = Rp xx
122
Untuk menyusun Anggaran Biaya Bahan Baku
diperlukan kuantitas standar dan harga standar
bahan baku
• Anggaran Biaya Bahan Baku = KSt x HSt
KSt = P x KSBB
KSt = Kuantitas Standar bahan baku
dipakai
P = Anggaran produk jadi
KSBB = Kuantitas Standar Bahan Baku
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
123 Creating the great business leaders
PT IKANA
Standar penggunaan Material / Bahan Baku dan Harga Beli Material
Material Beauty
Kg/Bungkus
White
Kg/Bungkus
Harga
Rp/Kg
Sisal 0,060 0,050 6.000
Kapas 0,015 0,0125 40.000
Persediaan Material :
Perusahaan membuat kebijakan yang berbeda didalam menentukan besarnya
persediaan material bulanan antara SISAL dan KAPAS.
SISAL  Stabiltas Persediaan
KAPAS  Stabilitas Pembelian
Material Persediaan (Kg)
Awal Akhir
Sisal 1,600 700
Kapas 725 400
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
124 Creating the great business leaders
PT IKANA
PT IKANA
Anggaran Kebutuhan Bahan Baku
KSBB Kst KSBB Kst KSBB Kst KSBB Kst
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Agu
Sep
Okt
Nov
Des
TOTAL
WHITE
Produksi
SISAL KAPAS MENTAH
SISAL
KAPAS
MENTAH
TOTAL KEBUTUHAN
Bulan
Produksi
SISAL KAPAS MENTAH
BEAUTY
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
125 Creating the great business leaders
PT IKANA
Stabilitas Persediaan / Stabilitas Pembelian
Bulan
Bahan Baku
Dipakai
Persediaan
Akhir (+)
Bahan Baku
Tersedia
Persediaan
Awal (-)
Pembelian
Harga Beli
per Kg
Nilai Pembelian
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Agu
Sep
Okt
Nov
Des
TOTAL
PT IKANA
ANGGARAN PEMBELIAN BAHAN BAKU
BAHAN BAKU : SISAL / KAPAS
PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA
TENAGA KERJA LANGSUNG
Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia
yang bekerja langsung mengolah produk.
Upah untuk tenaga kerja langsung disebut biaya
tenaga kerja langsung (BTKL).
Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead
pabrik disebut biaya konversi, yaitu biaya untuk
mengolah bahan baku menjadi produk.
Anggaran BTKL meliputi taksiran keperluan tenaga
kerja yang diperlukan untuk memproduksi jenis
dan kuantitas produk yang direncanakan dalam
anggaran produk.
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
127 Creating the great business leaders
Soal PT IKANA
Standar Upah dan Penggunaan Tenaga Kerja
Bagian
Produksi
Beauty (SUR) White (SUR) Upah Rp/DLH
I 0,15 0,15 600
II 0,10 0,075 700
III 0,15 -- 400
IV 0,14 0,10 400
Buatlah Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
128 Creating the great business leaders
PT IKANA
SUR  Standar Usage Rate
DLH  Direct Labour Hour
DLH = P x SUR
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
129 Creating the great business leaders
PT IKANA
Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Juni
Juli
Agu
Sep
Okt
Nov
Des
TOTAL
Bulan
Bagian I Bagian II
PT IKANA
ANGGARAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG (GABUNGAN)
Bagian III Bagian IV
Total DLH
Tarif/
DLH
Biaya TKL
Total
DLH
Tarif/
DLH
Biaya TKL
Total
DLH
Tarif/
DLH
Biaya TKL
Total
DLH
Tarif/
DLH
Biaya TKL
Anggaran BTKL = DLH x Tarif
PENYUSUNAN ANGGARAN
BIAYA OVERHEAD PABRIK
• BOP adalah biaya pabrik selain biaya bahan baku dan biaya tenaga
kerja langsung.
• Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik disebut
biaya konversi, yaitu biaya untuk mengolah bahan baku menjadi
produk.
• Dalam BOP terdapat:
- BOP variabel : BOP yang dipengaruhi oleh
besar kecilnya volume kegiatan produksi
- BOP tetap : BOP yang tidak dipengaruhi oleh
besar kecilnya volume kegiatan produksi
- BOP semi variabel : dalam biaya tersebut terdapat
biaya variabel tetapi terdapat juga biaya tetap.
BIAYA TENAGA KERJA TAK LANGSUNG
Tenaga kerja tak langsung adalah tenaga
kerja manusia yang ikut menyelesaikan
produk.
Upah untuk tenaga kerja tak langsung
disebut biaya tenaga kerja tak langsung
(BTKTL).
BTKTL merupakan salah satu unsur dari
biaya overhead parbik (BOP)
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
132 Creating the great business leaders
PT IKANA
Biaya Pembungkus/Kemasan
Produk Beauty dikemas dalam Karton dengan Harga Beli Rp.200/unit produk
Produk White dikemas dalam kantong Plastik dengan Harga Beli Rp75/unit produk
Biaya kemasan kedua produk ini akan diperhitungkan sebagai biaya material langsung.
Selain itu, agar mempermudah pengangkutan, setiap 100 unit produk dikemas dalam doos
besar yang bernilai Rp4,500 per buah.
Biaya Pemeliharaan
Berdasarkan pengalaman, biaya pemeliharaan dan perbaikan per tahun sebesar
Rp4,800,000 ditambah dengan Rp150 setiap DLH
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung per orang per bulan
Jabatan Gaji (Rp)
Pengawas Produksi 800.000
Kepala Pabrik 1.850.000
Sekretaris 400.000
Tenaga Akuntansi 500.000
Bagian Gudang 250.000
Bag. Reparasi &
Pemeliharaan
300.000
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
133 Creating the great business leaders
PT IKANA
Biaya Pemakaian Listrik
Setiap tahun pabrik menggunakan listrik sebesar 36,000 KWH yang bertarif Rp180/KWH,
rinciannya sbb :
Nama Bagian Penggunaan Listrik (KWH)
Administrasi Pabrik 3.600
Bag. Produksi I 7.200
Bag. Produksi II 5.400
Bag. Produksi III 3.600
Bag. Produksi IV 5.400
Bag. Reparasi & Pemeliharaan 1.800
Gudang dan Bangunan Lain 9.000
Biaya Lain-lain
Biaya –biaya admiistrasi pabrik lain seperti transportasi, telepon, korespodensi, dll sebesar
Rp7,500,000/tahun
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
134 Creating the great business leaders
PT IKANA
Biaya Depresiasi
Nama Aktiva
Depresiasi /
Thn
Bangunan Pabrik 12.000.000
Peralatan administrasi pabrik 8.000.000
Mesin & Peralatan pd Bag. Produksi I 2.400.000
Mesin & Peralatan pd Bag. Produksi II 3.000.000
Mesin & Peralatan pd Bag. Produksi III 1.800.000
Mesin & Peralatan pd Bag. Produksi IV 1.200.000
Mesin & Peralatan pd Bag. Rep & Pemeliharaan 1.200.000
Buatlah anggaran harga pokok produksi & harga pokok penjualan
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
135 Creating the great business leaders
PT IKANA
Total Per Unit Total Per Unit
Bahan Baku/Material Langsung :
a. Sisal
b. Kapas
Tenaga Kerja Langsung
Kemasan
Sub Total
Biaya Operasi Pabrik :
Depresiasi
Listrik
Tenaga Kerja Tidak Langsung
Reparasi
Adm. Pabrik
Sub Total BOP
Harga Pokok Produksi
Persediaan Awal (+)
Produk Siap Dijual
Persediaan Akhir (-)
Harga Pokok Penjualan
BEAUTY WHITE
Uraian
PT IKANA
PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI & HARGA POKOK PENJUALAN
PENYUSUNAN ANGGARAN BEBAN
USAHA
• Beban usaha (operating expense) adalah beban
kegiatan pokok perusahaan yang tidak terjadi di pabrik.
• Beban usaha terdiri dari :
a. Beban penjualan : beban yang terjadi untuk
kepentingan penjualan produk utama
b. Beban adminstrasi dan umum : beban yang umumnya
terjadi pada bagian personalia, bagian keuangan dan
bagian umum
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
137 Creating the great business leaders
PT IKANA
Biaya – biaya diluar operasi
1. Pada bulan maret perusahaan akan menyumbang pembelian lampu penerangan jalan
sekitar pabrik sebesar Rp2,500,000
2. Perusahaan akan membantu masyarakat untuk peringatan HUT RI sebesar
Rp3,000,000 pada bulan agustus
MENYUSUN ANGGARAN LABA RUGI
• Penyusunan anggaran induk terdiri atas
anggaran operasional dan anggaran
keuangan.
• Anggaran operasional disusun untuk
menyusun anggaran laba rugi.
• Anggaran keuangan disusun untuk
menyusun anggaran neraca.
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
School Economics and
Business
139 Creating the great business leaders
PT IKANA
Keterangan Beauty White Jumlah
Penjualan
Harga Pokok Penjualan
Laba Kotor
Biaya Usaha :
Pembelian Lampu Penerangan
Membantu Masy. Peringatan HUT RI
PT IKANA
Anggaran Laba/Rugi
Laba Bersih
Total Biaya Usaha

Bahan lengkap

  • 1.
    Creating the greatbusiness leaders KONSEP DASAR PENGANGGARAN
  • 2.
  • 3.
    PENGANGGARAN ??? DESKRIPSIKAN PERSEPSIANDA TENTANG …………… ANGGARAN ????
  • 4.
    Anggaran / Budget/ Business budget merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan operasional perusahaan yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain dinyatakan dalam unit / kesatuan moneter yang berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.
  • 5.
    Budgeting / Penganggaranmenunjukan suatu proses Sejak tahap persiapan yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data dan informasi yang perlu, pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil rencana itu. Hasil dari kegiatan penganggaran (budgeting) adalah anggaran (budget).
  • 6.
  • 7.
    • PLANNING • ORGANIZING •STAFING AND HUMAN RESOURCE MANAGEMENT • LEADING AND INTERPERSONAL INFLUENCE • CONTROLLING FUNGSI DAN PROSES MANAJEMEN
  • 8.
    • Business Budget •Profit Planning and Control • Comprehensive Budgeting • Managerial Budgeting • Business Budgeting and Control Istilah-istilah lain yang digunakan yang bermakna dan tujuan sama dengan anggaran adalah sebagai berikut:
  • 9.
    • Realistis, artinyasangat mungkin untuk dicapai • Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi • Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat insidental. Dalam menyusun anggaran harus diperhatikan syarat- syarat sebagai berikut:
  • 10.
    • Berdasarkan ruanglingkup a. Anggaran Komprehensif b. Anggaran Parsial • Berdasarkan fleksibilitasnya a. Anggaran Fixed (fixed budget) b. Anggaran Kontinyu • Berdasarkan Jangka Waktu a. Anggaran Jangka Pendek b. Anggaran Jangka Panjang Klasifikasi Anggaran
  • 11.
    Rapat Umum Pemegang Saham DewanKomisaris Pengusulan Pengesahan Komite Anggaran Departemen Anggaran Manajer Departemen Top-down Approach Bottom-Up Approach Penetapan Kebijakan Pokok Perusahaan Mengajukan Usulan Rancangan Anggaran Negosiasi Usulan Rancangan Anggaran Penelaahan & Persetujuan Penyusunan Anggaran Kompilasi & Analisis Gambar : Struktur Organisasi Penyusunan Anggaran
  • 12.
    1. Apakah yangdimaksud dengan budget dan budgeting? 2. Apakah perusahaan penting dalam menyusun anggaran? Jelaskan! 3. Jelaskan fungsi anggaran bagi perusahaan! 4. Jelaskan syarat penyusunan anggaran! 5. Klasifikasi anggaran bisa dilihat berdasarkan ruang lingkupnya, jelaskan! 6. Bagaimana mekanisme penyusunan anggaran? RIVIEW TEST
  • 13.
    Creating the greatbusiness leaders ANGGARAN KOMPREHENSIF
  • 14.
    Anggaran induk atauyang umum disebut anggaran komprehensif artinya menyeluruh atau keseluruhan, merupakan jaringan kerja yang terdiri dari beberapa anggaran terpisah yang saling bergantungan satu sama lain. ANGGARAN KOMPREHENSIF
  • 15.
    The Master Budget MasterBudget Operating Decisions Financial Decisions
  • 18.
    Hubungan Timbal BalikAnggaran Induk
  • 19.
    Perusahaan industri Amemproduksi barang X dan Y Barang tersebut dijual di daerah P dan Q . Rencana penjualan barang X di kota P 10.000 unit, dan di kota Q 4.000 unit Y dikota P 30.000 unit dan di kota Q 10.000 unit Harga per unit barang X Rp 15.000 Barang Y Rp 12.000 Daerah Penjualan Barang X Barang Y Total Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah Daerah P 10.000 15.000 150.000.000 30.000 12.000 360.000.000 510.000.000 Daerah Q 4.000 15.000 60.000.000 10.000 12.000 120.000.000 180.000.000 Jumlah 14.000 210.000.000 40.000 480.000.000 690.000.000 1. Budget Penjualan Menurut Produk Dan Daerah
  • 20.
    Rencana Persediaan Persediaan Awal (unit) Harga(Rp) Persediaan Akhir (Unit) Harga (Rp) Bahan A 500 1.250 1.000 1.250 Bahan B 2.000 500 2.000 500 Bahan C 2.000 400 2.000 400 Produk jadi Barang X 200 11.000 300 12.000 Produk jadi BarangY 400 7.000 200 8.000 Keterangan Barang X (Unit) Barang Y (Unit) Rencana Penjualan 14.000 40.000 Persediaan Akhir (+) 300 200 Jumlah 14.300 40.200 Persediaan Awal (-) 200 400 Rencana Produksi 14.100 39.800 2. Budget Produksi
  • 21.
    Keperluan bahan tiapunit barang yang diproduksi (Standard Usage Rate / SUR) Barang X membutuhkan bahan A = 1, B = 2 Barang Y membutuhkan bahan B = 2, C = 2 3. Budget Kebutuhan Bahan Barang Produksi Bahan A Bahan B Bahan C SUR Kebutuhan SUR Kebutuhan SUR Kebutuhan X 14.100 1 14.100 2 28.200 - - Y 39.800 - - 2 79.600 2 79.600 Jumlah 14.100 107.800 79.600
  • 22.
    Taksiran Biaya BahanA= Rp 1.250, B = Rp 500, C = Rp 400 4. Budget Pembelian Bahan Bahan A Bahan B Bahan C Keperluan Persediaan Akhir (+) 14.100 1.000 107.800 2.000 79.600 2.000 Bahan Yang Tersedia Persediaan Awal (-) 15.100 500 109.800 2.000 81.600 2.000 Rencana Pembelian Harga Per Unit 14.600 1.250 107.800 500 79.600 400 Nilai Pembelian 18.250.000 53.900.000 31.840.000 Bahan Barang X Barang Y Total Q Price Total Q Price Total Q Rp A 14.100 1.250 17.625.000 - - - 14.100 17.625.000 B 28.200 500 14.100.000 79.600 500 39.800.000 107.800 53.900.000 C - - - 79.600 400 31.840.000 79.600 31.840.000 Jumlah 31.725.000 71.640.000 103.365.000 5. Budget Harga Pokok Bahan Baku
  • 23.
    6. Schedule PersediaanAwal Dan Akhir Persedian Awal Persediaan Akhir Bahan Q P Total Q P Total A 500 1.250 625.000 1.000 1.250 1.250.000 B 2.000 500 1.000.000 2.000 500 1.000.000 C 2.000 400 800.000 2.000 400 800.000 Sub Total - - 2.425.000 - - 3.050.000 Prod. Dlm Proses - - - - - - Produk Jadi - - - - - - Barang X 200 11.000 2.200.000 300 12.000 3.600.000 Barang Y 400 7.000 2.800.000 200 8.000 1.600.000 Sub Total - - 5.000.000 - - 3.200.000 Total - - 7.425.000 - - 8.250.000
  • 24.
    Taksiran biaya kerjaper unit 7. Budget Upah Langsung DepartemenPemotongan Departemen Finishing Barang X Rp 3.000 Rp 4.500 Barang Y Rp 2.500 Rp 2.500 Barang Produksi DepartemenPemotongan Departemen Finishing Jumlah Tarif Total Tarif Total Barang X 14.100 Rp 3.000 42.300.000 Rp 4.500 63.450.000 105.750.000 Barang Y 39.800 Rp 2.500 99.500.000 Rp 2.500 99.500.000 199.000.000 141.800.000 162.950.000 304.750.000
  • 25.
    Barang Produksi DepartemenPemotongan DepartemenFinishing Jumlah Tarif Total Tarif Total Barang X 14.100 Rp 1.000 14.100.000 Rp 1.250 17.625.000 31.725.000 Barang Y 39.800 Rp 500 19.900.000 Rp 700 27.860.000 47.760.000 34.000.000 45.485.000 79.485.000 Barang X Barang Y Departemen Pemotongan Rp 1.000 Rp 500 Departemen Finishing Rp 1.250 Rp 700 Budget biaya overhead yang telah dibuat menunjukan tarif overhead per unit 8. Budget Biaya Overhead Pabrik
  • 26.
    9. Budget HargaPokok Poduksi Dan Harga Pokok Penjualan Keterangan Barang X (Rp) Barang Y (Rp) Jumlah (Rp) Harga Pokok Produksi Bahan A B C 17.625.000 14.100.000 39.800.000 31.840.000 17.625.000 53.900.000 31.840.000 Sub Total 31.725.000 71.640.000 103.365.000 Tenaga Kerja Langsung Departemen Pemotongan Departemen Finishing 42.300.000 63.450.000 99.500.000 99.500.000 141.800.000 162.950.000 Sub Total 105.750.000 199.000.000 304.750.000 Biaya Overhead Pabrik Departemen Pemotongan Departemen Finishing 14.100.000 17.625.000 19.900.000 27.860.000 34.000.000 45.485.000 Sub Total 31.725.000 47.760.000 79.485.000 Total Harga Pokok Produksi Persediaan Awal (+) 169.200.000 2.200.000 318.400.000 2.800.000 487.600.000 5.000.000 Product Available For Sale Persediaan Akhir ( - ) 171.400.000 3.600.000 321.200.000 1.600.000 492.600.000 5.200.000 Harga Pokok Penjualan 167.800.000 319.600.000 487.400.000
  • 27.
    Biaya-biaya : Distribusi Rp70.000.000 (termasuk biaya non cash Rp 10.000.000) Administrasi Rp 50.000.000 (termasuk biaya non cash Rp 5.000.000). Kelebihan biaya lain-lain diatas pendapatan lain-lain Rp 2.825.000. Rata-rata tarif pajak penghasilan 30% Keterangan Jumlah (Rp) Barang X (Rp) Barang Y (Rp) Penjualan Daerah P Daeah Q 510.000.000 180.000.000 150.000.000 60.000.000 360.000.000 120.000.000 Sub Total Harga Pokok Penjualan 690.000.000 487.400.000 210.000.000 167.800.000 480.000.000 319.600.000 Laba Kotor Biaya-biaya : Biaya Administrasi Rp 50.000.000 Biaya Distribusi Rp 70.000.000 Biaya Lain-lain Rp 2.825.000 Total Biaya Operasi 202.600.000 122.825.000 42.200.000 160.400.000 Laba Perusahaan Sebelum Pajak Pajak Penghasilan 30% 79.775.000 23.932.500 Laba Setelah Pajak 55.842.500 10. Ringkasan Laba Rugi
  • 28.
    Saldo awal labaditahan / sisa laba Rp 125.000.000 Deviden yang direncanakan akan dibayar selama tahun depan Rp 30.000.000 11. Laporan Sisa Laba Saldo Awal Laba Setelah Pajak Jumlah Pembayaran Deviden Saldo Akhir Rp 125.000.000 Rp 55.842.500 (+) Rp 180.842.500 Rp 30.000.000 (-) Rp 150.842.500
  • 29.
    Rencana penerimaan kas: 1.Penjualan tunai Rp 475.000.000 2. Penerimaan piutang Rp 225.000.000 3. Pendapatan lain-lain Rp 175.000 4. Pinjaman dari Bank Rp 10.000.000 5. Penjualan saham Treasury Rp 15.000.000 Rencana pengeluaran kas 1. Utang (dianggap semua bahan dibeli dengan kredit) Rp 105.000.000 penambahan kapital Rp 40.000.000 2. Hal-hal yang actual yang ditangguhkan (dianggap tidak ada gaji yang belum dibayar Rp 15.000.000) 3. Biaya lain-lain Rp 3.000.000 4. Taksiran pembayaran pajak penghasilan sepanjang tahun Rp 23.932.500 5. Pembayaran wesel jangka panjang Rp 50.000.000 6. Saldo awal kas Rp 360.000.000 7. Biaya non kas dalam budget biaya overhead Rp 10.380.000
  • 30.
    12. Ringkasan RencanaKas Saldo Awal 360,000,000 Penerimaan Pinjaman Bank Penjualan Kas Piutang Pendapatan Lain Penjualan Saham Total Penerimaan 10,000,000 475,000,000 225,000,000 175,000 15,000,000 725,175,000 Jumlah uang yang tersedia 1,085,175,000 Pengeluaran Hutang (bahan) Upah tenaga kerja langsung Biaya Overhead Pabrik ( 79.485.000 - 10.380.000) non cash Penambahan kapital Accrual dan penangguhan Biaya lain Pajak Wesel Deviden Biaya Distribusi Biaya Administrasi Jumlah Pengeluaran 105,000,000 304,750,000 69,105,000 40,000,000 15,000,000 3,000,000 23,932,500 50,000,000 30,000,000 60,000,000 45,000,000 745,787,500 Saldo Kas 339,387,500
  • 31.
    • memproduksi tigamodel audio untuk home theatre : Model 150, Model 100, dan Model 50 yang semuanya dipasarkan di dua wilayah, Jawa dan Sumatera. • Produk-produk tersebut diproduksi melalui tiga departemen produksi yaitu Cutting, Assembling, dan Finishing. Berikut ini estimasi yang telah dibuat untuk penyusunan anggaran tahun 2010 : 1. Rencana Penjualan Produk Wilayah Jawa Wilayah Sumatera Harga Jual Per unit Model 150 Model 100 Model 50 3.000 unit 5.000 unit 7.000 unit 4.000 unit 7.000 unit 8.000 unit Rp 175.000 Rp 120.000 Rp 90.000 ZETA SOUND SYSTEMS
  • 32.
    2. Rencana Persediaan PersediaanAwal (unit ) Harga per unit (Rp) Persediaan Akhir (unit) Harga per unit (Rp) Bahan L 40.000 750 30.000 750 Bahan S 10.000 15.000 8000 15.000 Bahan F 1.500 2.000 2.000 2.000 Produk Jadi :FIFO Model 150 200 98.000 200 Model 100 300 62.000 400 Model 50 400 47.000 300 3. Kebutuhan Bahan baku tiap unit barang yang diproduksi (Standard Usage Rate/SUR) Produk Bahan L Bahan S Bahan F Model 150 Model 100 Model 50 12 8 6 5 3 2 2 1 1
  • 33.
    4. Taksiran biayabahan baku (per unit) Bahan L = Rp 750, Bahan S = Rp 15.000, Bahan F = Rp 2.000 5. Estimasi biaya tenaga kerja langsung Cutting Assembling Finishing Tarif per jam Rp 6.000 Rp 5.000 Rp 4.000 6. Estimasi jam kerja langsung yang dibutuhkan untuk setiap satu unit produk Produk Cutting Assembling Finishing Model 150 Model 100 Model 50 Rp 1.000 Rp 1.000 Rp 1.000 Rp 2.000 Rp 1.500 Rp 1.500 Rp 750 Rp 500 Rp 500 Produk Cutting Assembling Finishing Model 150 Model 100 Model 50 0.375 0.375 0.375 2.0 1.5 1.5 0.375 0.250 0.250 7. Tarif Biaya Overhead per unit
  • 34.
    8. Anggaran Biayakomersial Biaya Pemasaran Rp 500.000.000 Biaya Administrasi Rp 300.000.000 9. Pajak penghasilan badan sebesar 50% (untuk menyederhanakan
  • 35.
    Diminta : Siapkan anggarantahunan untuk tahun 2010 dari data tersebut di atas, antara lain: 1. Anggaran penjualan (sales Budget), yang menyajikan anggaran penjualan per model dan per wilayah penjualan 2. Anggaran Produksi (production Budget), yang menyajikan anggaran produksi dalam unit untuk per model 3. Anggaran Pemakaian bahan baku dalam unit (direct materials budget in units), yang menyajikan anggaran pemakaian untuk per bahan baku dan per model 4. Anggaran pembelian (purchases budget), yang menyajikan pembelian dalam unit dan total harga pokok pembelian 5. Biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi (cost of materials required for production), yang menyajikan anggaran biaya per bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi setiap model 6. Anggaran biaya tenaga kerja langsung (direct Labour budget) yang menyajikan anggaran biaya tenaga kerja langsung per model dan per departemen produksi 7. Anggaran biaya overhead pabrik (Factory overhead budget), yang menyajikan anggaran biaya overhead pabrik per model dan per departemen. 8. Laporan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan yang dianggarkan (budgeted cost of goods manufactured sold statement) 9. Laporan laba rugi yang dianggarkan (budgeted income statement)
  • 36.
    Creating the greatbusiness leaders SALES FORECAST
  • 37.
    adalah suatu teknikproyeksi tentang tingkat permintaan konsumen potensial pada suatu periode tertentu dengan menggunakan berbagai asumsi tertentu juga, yakni sesuatunya berjalan seperti masa lalu Ramalan penjualan (sales forecast) merupakan proses aktivitas memperkirakan produk yang akan dijual di masa mendatang dalam keadaan tertentu dan dibuat berdasarkan data yang pernah terjadi dan atau mungkin akan terjadi. Forecast Penjualan
  • 38.
    METODE RAMALAN PENJUALA 1.Metode Kualitatif Judgmental Method atau Non Statistical Method, yakni metode memproyeksikan penjualan yang berdasar pada pendapat : para tenaga penjual, para manajer divisi penjualan, eksekutif, para pakar, dan survei konsumen.
  • 39.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 39 Creating the great business leaders 2. Metode Kuantitatif Statistical Method, Meliputi: Analisa Trend, yang terdiri dari:  Penerapan garis trend secara bebas  Penerapan garis trend dengan metode setengah rata-rata  Penerapan garis trend secara matematis, yang terbagi menjadi: 1. Metode Moment 2. Metode Kuadrat terkecil (Least Square) 3. Metode Kuadrat (garis lengkung) 4. Analisa Korelasi Specific Purpose Method, meliputi:  Analisa Industri  Analisa Product Line  Analisa Penggunaan Akhir  Analisis Regresi
  • 40.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 40 Creating the great business leaders Contoh Tahun Penjualan Tahun Penjualan 2008 8.000 2012 10.400 2009 8.800 2013 10.800 2010 10.000 2014 12.000 2011 9.200 2015 12.400 Data Penjualan selama 8 tahun terakhir Berapa unit penjualan untuk tahun 2016?
  • 41.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 41 Creating the great business leaders Trend Bebas Penerapan garis trend secara bebas tanpa menggunakan rumus matematika. Oleh karena itu, mengambarkan garis trend dengan cara ini sangat subjektif dan kurang memenuhi persyaratan ilmiah. Hasil output excel, dengan perkiraan penjualan untuk tahun 2016 adalah 12.900 unit
  • 42.
    Parameter X disusundan diusahakan agar jumlahnya sama dengan nol (X = 0) Tahun (n) Penjualan(Y) X X² XY 2008 8.000 - 7 49 - 56.000 2009 8.800 - 5 25 - 44.000 2010 10.000 - 3 9 - 30.000 2011 9.200 - 1 1 - 9.200 2012 10.400 1 1 10.400 2013 10.800 3 9 32.400 2014 12.000 5 25 60.000 2015 12.400 7 49 86.800 Jumlah () 81.600 0 168 50.400 a = Y = 81.600 = 10.200 b = XY = 50.400 = 300 n 8 X² 168 Rumus : Y = a + bX = 10.200 + 300 X Y 2016 = 10.200 + 300 (9) = 12.900 Metode Kuadrat Terkecil (Least Square)
  • 43.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 43 Creating the great business leaders Soal Berikut adalah data produk dari PT IKANA Data Penjualan: Tahun Beauty White 2011 125.000 80.000 2012 120.000 85.000 2013 130.000 85.000 2014 140.000 75.000 2015 145.000 90.000 Tentukan penjualan masing – masing produk untuk tahun 2016
  • 44.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 44 Creating the great business leaders Metode Moment Tahun (n) Penjualan (Y) X X² XY 2008 8.000 0 0 0 2009 8.800 1 1 8.800 2010 10.000 2 4 20.000 2011 9.200 3 9 27.600 2012 10.400 4 16 41.600 2013 10.800 5 25 54.000 2014 12.000 6 36 72.000 2015 12.400 7 49 86.800 Jumlah () 81.600 28 140 310.800 Y = a.n + b.X 81.600 = 8a + 28b (x 5) 408.000 = 40a + 140b XY = a.X + b.X² 310.800 = 28a + 140b (x 1) 310.800 = 28a + 140b 97.200 = 12a a = 8.100 Y = a.n + b.X Rumus : Y = a + bX = 8.100 (8) + 28b Y = 8.100 + 600 X = 64.800 + 28b Y 2016 = 8.100 + 600 (8) b = 600 Y = 12.900 Y = Jumlah data historis n = Jumlah waktu data x = Nilai pada setiap periode waktu a = Nilai Y pada titik 0 b = Lereng garis lurus
  • 45.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 45 Creating the great business leaders Metode setengah rata-rata (semi average) Tahun (n) Penjualan (Y) X 2008 8.000 - 3 2009 8.800 - 1 2010 10.000 1 2011 9.200 3 2012 10.400 5 2013 10.800 7 2014 12.000 9 2015 12.400 11 2016 ……… 13 a = rata-rata kelompok I b = x2 – x1 n n = jarak waktu antara x1 dengan x2 X = jumlah tahun dihitung dari periode dasar (nilai pada setiap periode waktu) X1= 36.000 = 9.000 (a) 4 X2= 45.600 = 11.400 (dengan skala dua) b = 11.400 – 9.000 = 600 4 4 (maka b dengan skala satu) b = 600 = 300 2 Rumus : Y = a + bx Y = 9.000 + 300 x Y 2016 = 9.000 + 300 (13) = 12.900
  • 46.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 46 Creating the great business leaders Analisis Regresi SUMMARY OUTPUT Regression Statistics Multiple R 0,962533422 R Square 0,926470588 Adjusted R Square 0,914215686 Standard Error 447,2135955 Observations 8 ANOVA df SS MS F Significance F Regression 1 15120000 15120000 75,6 0,000127817 Residual 6 1200000 200000 Total 7 16320000 Coefficients Standard Error t Stat P-value Lower 95% Upper 95% Lower 95,0% Upper 95,0% Intercept 7500 348,466 21,5229 6,56E-07 6647,334351 8352,665649 6647,334351 8352,665649 X Variable 1 600 69,00656 8,694826 0,000128 431,1470405 768,8529595 431,1470405 768,8529595 12900 10527,65772 15272,34228
  • 47.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 47 Creating the great business leaders Forecast berdasarkan metode khusus Analisis Industri Dalam analisis ini lebih ditekankan pada “Market Share” yang dimiliki perusahaan. Analisis ini menghubungkan potensi penjualan perusahaan dengan industri pada umumnya (volume, posisi dalam persaingan). Tahapan dalam pemakaian analisis industri : - Membuat proyeksi permintaan industri - Menilai posisi perusahaan dalam persaingan Permintaan Perusahaan Market Share = x 100% Permintaan industri
  • 48.
    2. Analisis productline Umumnya analisis product line digunakan pada perusahaan yang menghasilkan beberapa macam produk yang tidak mempunyai kesamaan, sehingga dalam membuat forecastnya harus terpisah. 3. Analisis penggunaan akhir Bagi perusahaan yang menghasilkan produk setengah jadi, masih memerlukan proses lebih lanjut menjadi produk jadi dan siap untuk dikonsumsi, maka dalam pembuatan forecastnya ditentukan oleh penggunaan akhir yang ada kaitannya dengan produk yang dihasilkan.
  • 49.
    Creating the greatbusiness leaders SALES BUDGET
  • 50.
    ialah budget yangdirencanakan secara lebih terperinci penjualan perusahaan selama periode yang akan datang yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas), harga barang, waktu penjualan serta tempat/daerah penjualannya. Anggaran penjualan (sales Budget)
  • 51.
    Tujuan penyusunan anggaranpenjualan adalah untuk merencanakan setepat mungkin tingkat penjualan pada periode yang akan datang dengan memperhatikan data yang merupakan pencerminan kejadian yang dialami perusahaan di masa lalu, khususnya di bidang penjualan. Kegunaan anggaran penjualan sendiri sebagai pedoman kerja, alat koordinasi dan pengawasan kerja, serta sebagai dasar bagi penyusunan budget-budget yang lainnya.
  • 52.
    Manfaat Anggaran Penjual Anggaranpenjualan sering disebut anggaran kunci karena berhasil tidaknya sebuah perusahaan bergantung pada keberhasilan bagian penjualan dalam meningkatkan penjualan. (1) Penjualan merupakan ujung tombak dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu untuk memaksimalkan laba. (2) Kesalahan dalam penyusunan anggaran penjualan mengakibatkan kesalahan pada anggaran yang lain. 52
  • 53.
    Faktor yang MempengaruhiAnggaran Penju 1. Faktor pemasaran yang perlu dipertimbangkan: a. luas pasar, yang bersifat lokal, regional, nasional, atau internasional. b. keadaan pesaing, yang bersifat monopoli, oligopoli, atau bebas. c. keadaan konsumen, yaitu bagaimana selera konsumen, tingkat daya beli konsumen, apakah konsumen akhir atau konsumen industri. 53
  • 54.
    2. Faktor teknisyang perlu dipertimbangkan: a. kapasitas terpasang, seperti apakah mesin dan alat mampu memenuhi target penjualan yang dianggarkan; b. apakah bahan baku dan tenaga kerja mudah dan murah. 54
  • 55.
    3. Faktor kebijakanperusahaan yang perlu dipertimbangkan: a. kualitas produk yang akan diproduksi; b. kebijakan untuk memperluas atau tidak memperluas pabrik 4. Faktor perkembangan penduduk yang perlu dipertimbangkan: a. peningkatan kelahiran; b. perubahan gaya hidup; 55
  • 56.
    5. Faktor kondisipolitik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan yang perlu dipertimbangkan: a. apakah ada batasan peraturan pemerintah; b. apakah terdapat perang atau terjadi konflik c. apakah produk yang diproduksi bertentangan dengan sosial budaya masyarakat d. apakah produk membahayakan lingkungan 56
  • 57.
    6. Faktor lainnyayang perlu dipertimbangkan: a. apakah pada musim tertentu anggaran penjualan perlu ditambah atau dikurangi b. sampai berapa lama anggaran perusahaan dapat dipertahankan. 57
  • 58.
    PT SHMILY Menjual duamacam barang memberikan informasi tentang penjualan pada tahun-tahun sebelumnya sebagai berikut: Tahun Barang X Unit Harga/unit BarangY Unit Harga/unit 1996 12.300 2.500 18.200 3.000 1997 12.600 3.600 18.800 3.200 1998 14.100 2.800 19.700 3.900 1999 15.200 3.000 20.500 4.500 2000 15.700 3.400 22.800 5.000 2001 16.900 3.500 23.100 5.400 2002 18.300 3.700 25.000 5.600 Barang X dan Y dijual di kota A, B, dan C. Untuk barang X jumlah unit untuk tiap- tiap daerah perbandingannya adalah 3 : 3 : 4, sedangkan untuk barang Y perbandingannya adalah 2 : 3 : 5.
  • 59.
    Berdasarkan pengalaman tahun-tahunlalu penjualan dilakukan secara tunai sebesar 40% dan sisanya kredit. Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar 3%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 2% sebagai piutang tak tertagih. Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut: 50% diterima pada bulan penjualan 30% diterima satu bulan setelah penjualan, dan 20% diterima dua bulan setelah penjualan
  • 60.
    Berdasarkkan keterangan diatas saudara diminta untuk : 1. Melakukan forecasting terhadap penjualan barang X dan Y untuk tahun 2003, (catatan : unit dibulatkan dalam ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah) Daerah A : perbandingan (3) 3/10 x 19.000 = 5.700 Daerah B : perbandingan (3) 3/10 x 19.000 = 5.700 Daerah C : perbandingan (4) 4/10 x 19.000 = 7.600 Barang Y 26.000 unit Harga untuk barang X adalah Rp 3.900 Daerah A : perbandingan (2) 2/10 x 26.000 = 5.200 Daerah B : perbandingan (3) 3/10 x 26.000 = 7.800 Daerah C :perbandingan (5) 5/10 x 26.000 =13.000 Barang X 19.000 unit Harga untuk barang Y adalah Rp 6.300
  • 61.
    2. Menyusun budgetpenjualan berdasarkan produk, daerah penjualan dan waktu penjualan bila diketahui indeks musim sebagai berikut: Jan Feb Mart Apr Mei Juni Juli Agst Sep Okt Nov Des 82 93 95 97 99 101 103 105 107 118 115 85
  • 62.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 62 Creating the great business leaders Soal produk dari PT IKANA (lanjutan) Pola distribusi Daerah Penjualan Beauty White DIY 30% 40% JATENG 70% 60% Distribusi Penjualan untuk tiap bulan (%) : Jan Feb Mar Apr Mei Jun 10 8 8 6 6 6 Jul Agst Sept Okt Nov Des 6 8 8 10 12 12 Harga Jual per bungkus Beauty Rp 3.650,00 dan White Rp 3.250,00 Susunlah anggaran Penjualan secara rinci
  • 63.
    3. Menyusun budgetpenjualan berdasarkan jenis dan waktu penjualan
  • 64.
    4. Menyusun budgetpiutang berdasarkan waktu
  • 65.
    5. Menyusun budgetpenerimaan kas dari penjualan tunai
  • 66.
    6. Menyusun budgetpenerimaan kas dari piutang
  • 67.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 67 Creating the great business leaders Lanjutan Soal : Seluruh penjualan dibayar tunai 50%, piutang 50% diterima pada bulan yang sama dengan bulan penjualan, 40% dibayar pada bulan berikutnya, 5% dibayar dua bulan kemudian, dan sisanya 5% dibayar 3 bulan setelah bulan penjualan. Catatan : Perusahaan selalu mencadangkan piutang yang mungkin tidak tertagih (cadangan kerugian piutang) untuk kedua produk sebesar 1% dari total piutang. Discount diberikan 2% untuk penjualan tunai
  • 68.
  • 69.
    b. Produk akandijual di dua daerah, yaitu : Daerah A dan daerah B dengan perbandingan 2 : 3 c. Harga tahun 2006 naik 25% dari harga rata-rata enam tahun sebelumnya, sedangkan harga tahun 2007 karena adanya krisis moneter yang berkepanjangan diasumsikan naik sebesar 20% dari harga tahun 2005. d. Distribusi penjualan adalah: Waktu Daerah A Daerah B Triwulan I 20 % 30 % Triwulan II 30 % 30 % Triwulan III 20 % 20 % Triwulan IV 30 % 20 % Tahun Penjualan (unit) Harga/unit (Rp) 2000 65.000 110 2001 72.000 135 2002 70.000 135 2003 75.000 140 2004 82.000 150 2005 87.000 170 Perusahaan BINTANG TUJUH menghasilkan produk X, untuk tahun 2007 melakukan forecast penjualan secara lebih teliti agar tidak mengalami kerugian. Untuk maksud tersebut manajer operasional memberikan data sebagai berikut: a. Penjualan perusahaan
  • 70.
    Berdasarkan data diatas, diminta: Membuat ramalan penjualan (forecasting) dengan menggunakan metode : 1. Least Square tahun 2007 (hasil dibulatkan dalam ratusan) 2. Semi Average 3. Moment Menyusun Budget Penjualan tahun 2007 secara lengkap dan terinci
  • 71.
    Perusahaan BINTANG SEPULUHmenghasilkan produk jamu pintar berupa tablet , untuk tahun 2007 melakukan forecast penjualan secara lebih teliti agar tidak mengalami kerugian. Untuk maksud tersebut manajer operasional memberikan data sebagai berikut: Tahun Penjualan (tablet) Harga/tablet 2000 2001 2002 2003 2004 2005 130.000 144.000 140.000 150.000 164.000 170.000 Rp 110 Rp 135 Rp 135 Rp 140 Rp 150 Rp 170 Waktu Daerah JATENG Daerah JABAR Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV 20 % 30 % 20 % 30 % 30 % 30 % 20 % 20 % Produk akan dijual di dua daerah, yaitu : Daerah JATENG dan daerah JABAR dengan perbandingan 2 : 3 Harga tahun 2006 naik 25% dari harga rata-rata enam tahun sebelumnya, sedangkan harga tahun 2007 karena adanya krisis moneter yang berkepanjangan diasumsikan naik sebesar 20% dari harga tahun 2005. Distribusi penjualan adalah: Data Penjualan :
  • 72.
    Penjualan dilakukan secaratunai 60% dan sisanya kredit, perusahaan tidak mencadangkan untuk penyisihan piutang (bad debt) Pola penerimaan piutang adalah 70% pada 1 triwulan setelah triwulan penjualan dan sisanya 2 triwulan setelah penjualan. Data persediaan jamu pada tanggal 31 Desember 2006 sebanyak 87.000 tablet sedangkan pada tanggal 31 Desember 2007 sebanyak 17.600 tablet Berdasarkan data di atas, diminta: 1. Membuat ramalan penjualan (forecasting) dengan menggunakan metode Least Square tahun 2007 (hasil dibulatkan dalam ratusan) 2. Menyusun Budget Penjualan tahun 2007 secara lengkap dan terinci menurut waktu dan daerah penjualan. 3. Menyusun budget penjualan berdasarkan jenis penjualan dan waktu 4. Menyusun budget penerimaan kas dari piutang 5. Menyusun Budget produksi dengan menggunakan kebijakan stabil pada produksi
  • 73.
    Creating the greatbusiness leaders PRODUCTION BUDGET
  • 74.
    Definisi anggaran produksidalam arti luas adalah penjabaran rencana penjualan menjadi rencana produksi yang meliputi perencanaan tentang volume produksi, kebutuhan persediaan, bahan baku, tenaga kerja dan kapasitas produksi. Definisi anggaran produksi dalam arti sempit adalah suatu perencanaan volume barang yang harus diprodusir perusahaan agar sesuai dengan volume penjualan yang telah direncanakan.
  • 75.
    Anggaran produksi adalahsuatu perencanaan secara terpisah mengenai jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode yang akan datang, yang didalamnya mencakup rencana mengenai jenis (kualitas), jumlah (kuantitas) waktu (kapan) produksi akan dilakukan.
  • 76.
    Secara garis besaranggaran produksi disusun dengan menggunakan rumus umum sebagai berikut: Tingkat penjualan ……………………………… XXXX Tingkat persediaan akhir …………………… XXXX + Tingkat kebutuhan …………………..………… XXXX Tingkat persediaan awal ………….………… XXXX - Tingkat Produksi …………………….…………… XXXX
  • 77.
    Anggaran produksi merupakansuatu alat perencanaan, koordinasi dan pengendalian kegiatan produksi, sehingga tujuan penyusunan anggaran produksi : 1. Menunjang kegiatan bagian penjualan, sehingga barang dapat tersedia sesuai dengan yang direncanakan. 2. Menjaga tingkat persediaan yang optimum. 3. Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya produksi menjadi minimum.
  • 78.
    METODE PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI mengutamakanstabilitas produk mengutamakan stabilitas persediaan gabungan antara stabilitas produk & persediaan disesuaikan dengan keperluan manajemen
  • 79.
    1. Kebijaksanaan yangmengutamakan stabilitas tingkat produksi yaitu menetapkan besarnya produksi untuk tiap-tiap waktu dengan jumlah yang tetap atau sama dengan tingkat persediaan barang yang dibiarkan mengambang
  • 80.
    2. Kebijaksanaan yangmengutamakan stabilitas tingkat persediaan barang yaitu menetapkan besarnya produksi untuk tiap- tiap waktu dengan mengusahakan jumlah persediaan yang selalu sama dengan tingkat produksi dibiarkan mengambang
  • 81.
    3. Kebijaksanaan yangmerupakan kombinasi dari kedua kebijaksanaan tersebut diatas. Menurut kebijaksanaan ini, baik tingkat produksi maupun tingkat persediaan sama-sama berfluktuasi dimana produksi tidak selalu sama dengan persediannya, biasanya besarnya yang diproduksi disesuaikan dengan rencana penjualan. Pada cara ini disyaratkan besarnya produksi tidak kurang dari produksi minimum dan tidak lebih dari produksi maksimum.
  • 82.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 82 Creating the great business leaders 4. Disesuaikan dengan keperluan manajemen, Anggaran produksi dapat juga dibuat sesuai keperluan manajemen, sehingga manajemen dapat menentukan tingkat persediaan setiap periode, karena manajemen ingin mengatur tingkat perputaran persediaan. Perputaran persediaan = Penjualan rata-rata persediaan
  • 83.
    Contoh SOAL • Anggaranpenjualan dari Perusahaan Kecap Asli yang memproduksi satu macam produk selama tahun 2016 sebagai berikut: Triwulan I = 45 botol II = 48 botol III = 56 botol IV = 56 botol Setahun = 205 botol Rencana persediaan awal tahun 2016 sebanyak 13 botol dan persediaan akhir 20 botol. 83
  • 84.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 20 20 3. Produk siap dijual 4. Persediaan awal (-) 13 13 5. Produk jadi 84 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa Anggaran produk jadi setiap triwulan = ? botol
  • 85.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 20 20 3. Produk siap dijual 225 4. Persediaan awal (-) 13 13 5. Produk jadi 53 53 53 53 212 85 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
  • 86.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 20 20 3. Produk siap dijual 66 225 4. Persediaan awal (-) 13 13 5. Produk jadi 53 53 53 53 212 86 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
  • 87.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 21 20 20 3. Produk siap dijual 66 225 4. Persediaan awal (-) 13 13 5. Produk jadi 53 53 53 53 212 87 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
  • 88.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 21 20 20 3. Produk siap dijual 66 225 4. Persediaan awal (-) 13 21 13 5. Produk jadi 53 53 53 53 212 88 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
  • 89.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 21 26 23 20 20 3. Produk siap dijual 66 74 79 76 225 4. Persediaan awal (-) 13 21 26 23 13 5. Produk jadi 53 53 53 53 212 89 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa Anggaran produk jadi setiap triwulan = 212 ÷ 4 = 53 botol
  • 90.
    Rencana Penjualan selama1 tahun (2015) pada PT SEJAHTERA adalah sebagai berikut: Bulan Tingkat Penjualan Bulan Tingkat Penjualan Januari 1.500 Juli 700 Februari 1.600 Agustus 600 Maret 1.600 September 900 April 1.400 Oktober 1.100 Mei 1.200 November 1.200 Juni 1.000 Desember 1.400 Total Penjualan 14.200 unit Persediaan awal tahun 2.000 unit Persediaan akhir tahun 1.500 unit Susunlah Anggaran Produksinya
  • 91.
    Ikhtisar produksi Penjualan 1tahun 14.200 unit Persediaan akhir tahun 1.500 unit + Kebutuhan 1 tahun 15.700 unit Persediaan awal tahun 2.000 unit - Jumlah yang harus diproduksi 13.700 unit Pengalokasian tingkat produksi untuk setiap bulan yaitu : Produksi selama 1 tahun 13.700 unit Produksi per bulan = 13.700 = 1.141,67 unit  1.100 unit 12 Apabila produksi perbulan 1.100 unit, maka kekurangannya adalah 13.700 - (1.100 x 12) = 500 unit Kekurangan 500 unit dialokasikan kepada bulan-bulan dimana tingkat penjualannya tertinggi yaitu Januari, Februari, Maret, April, dan Desember. Mengutamakan Stabilitas Produksi
  • 93.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 10 10 3. Produk siap dijual 4. Persediaan awal (-) 10 10 5. Produk jadi 93 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan awal dan akhir selalu konstan = ? botol Stabil Persediaan
  • 94.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 10 10 10 10 10 3. Produk siap dijual 4. Persediaan awal (-) 10 10 10 10 10 5. Produk jadi 94 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan awal dan akhir selalu konstan = 10 botol
  • 95.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 10 10 10 10 10 3. Produk siap dijual 55 4. Persediaan awal (-) 10 10 10 10 10 5. Produk jadi 45 95 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan awal dan akhir selalu konstan = 10 botol
  • 96.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 10 10 10 10 10 3. Produk siap dijual 55 58 66 66 215 4. Persediaan awal (-) 10 10 10 10 10 5. Produk jadi 45 48 56 56 205 96 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan awal dan akhir selalu konstan = 10 botol
  • 97.
    Stabil persediaan akhir15 unit Keterangan TW I TW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 54 58 205 2. Persediaan akhir (+) 15 3. Produk siap dijual 4. Persediaan awal (-) 10 10 5. Produk jadi 97 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan akhir selalu konstan = ? botol
  • 98.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 54 58 205 2. Persediaan akhir (+) 15 15 15 15 15 3. Produk siap dijual 60 4. Persediaan awal (-) 10 15 15 15 10 5. Produk jadi 50 98 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan akhir selalu konstan = 15 botol
  • 99.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 54 58 205 2. Persediaan akhir (+) 15 15 15 15 15 3. Produk siap dijual 60 63 69 73 220 4. Persediaan awal (-) 10 15 15 15 10 5. Produk jadi 50 48 54 58 210 99 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan akhir selalu konstan = 15 botol
  • 100.
    Mengutamakan stabilitas persediaanPT SEJAHTERA Persediaan awal tahun = 2.000 unit Persediaan akhir tahun = 1.500 unit - Selisih = 500 unit Agar didapatkan hasil yang bulat dan mudah dilaksanakan maka 500 unit dibagi dengan 5 sehingga masing-masing 100 unit (Jan s.d. Mei). Pengalokasian ini pada dasarnya terserah pada kebijaksanaan perusahaan atau pembuatan anggaran.
  • 102.
    GABUNGAN ANTARA STABILITASPRODUK & PERSEDI • Rencana persediaan awal tahun 2016 sebanyak 10 botol dan persediaan akhir 20 botol. Produk jadi awal berjumlah 47 botol. Anggaran penjualan dari Perusahaan Kecap Asli satu macam produk selama tahun 2016 sebagai berikut: Triwulan I = 45 botol II = 48 botol III = 56 botol IV = 56 botol Setahun = 205 botol  Persediaan akhir konstan pada TW I dan TW II  Produk jadi konstan pada TW III dan TW IV 102
  • 103.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 20 20 3. Produk siap dijual 4. Persediaan awal (-) 10 10 5. Produk jadi 47 103 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan akhir konstan pada TW I dan TW II = ? botol  Produk jadi konstan pada TW III dan TW IV = ? botol
  • 104.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 45 48 56 56 205 2. Persediaan akhir (+) 12 12 16 20 20 3. Produk siap dijual 57 60 72 76 225 4. Persediaan awal (-) 10 12 12 16 10 5. Produk jadi 47 48 60 60 215 104 Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa  Persediaan akhir konstan pada TW I dan TW II = 12 botol  Produk jadi konstan pada TW III dan TW IV = 60 botol
  • 105.
    Data perencanaan yangberhasil dikumpulkan adalah sebagai berikut: Rencana penjualan setahun 16.000 satuan, dengan pola penjualan yang bersifat musiman dengan index seperti berikut: Januari = 11% Triwulan II = 25% Februari = 10% Triwulan III= 15% Maret = 9% Triwulan IV = 30% Rencana persediaan awal tahun 2.000 satuan dan akhir tahun 1.000 satuan. Kebijaksanaan persediaan yang digariskan ialah persediaan maksimum tidak boleh melebihi 1.700 satuan dan persediaan minimum tidak boleh kurang dari 850 satuan. Rencana produksi: Kebijaksanaan produksi ditentukan sebagai berikut : produksi normal (rata-rata) bulanan sama dengan 1/12 produksi setahun Produksi tidak boleh berfluktuasi  10% dari tingkat produksi normal Khusus untuk triwulan III dimana penjualan sangat merosot, produksi bulanan boleh diturunkan menjadi 70% dari tingkat produksi normal.
  • 106.
    Tingkat produksi setahun: Penjualan 16.000 satuan Persediaan akhir 1.000 + Kebutuhan 17.000 Persediaan awal 2.000 - Produksi setahun 15.000 Perkiraan penjualan : Januari = 11% x 16.000 = 1.760 satuan Februari = 10% x 16.000 = 1.600 Maret = 9% x 16.000 = 1.440 Triwulan II = 25% x 16.000 = 4.000 Triwulan III = 15% x 16.000 = 2.400 Triwulan IV = 30% x 16.000 = 4.800 16.000 satuan
  • 107.
    Batasan minimum /maksimum untuk produksi : Produksi normal per bulan = 15.000 : 12 = 1.250 satuan Produksi maksimum per bulan = 110% x 1.250 = 1.375 satuan Produksi minimum per bulan = 90% x 1.250 = 1.125 satuan Produksi maksimum per triwulan = 3 x 1.375 = 4.125 satuan Produksi minimum per triwulan = 3 x 1.125 = 3.375 satuan Produksi Triwulan III = 70% x 3.750 = 2.625 satuan
  • 108.
    Skedul produksi : RencanaPenjualan Produksi Jan 1.760 1.375 Feb 1.600 1.375 Maret 1.440 1.375 Trw II 4.000 4.125 Trw III 2.400 2.625 Jumlah s.d. Trw III 10.875 Trw IV 4.800 4.125 Jumlah 16.000 15.000
  • 109.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 109 Creating the great business leaders Periode Penjualan Persd. Akhir Kebutuhan Persd. Awal Produksi Januari 1.760 1.615 3.375 2.000 1.375 Februari 1.600 1.390 2.990 1.615 1.375 Maret 1.440 1.325 2.765 1.390 1.375 Triwulan II 4.000 1.450 5.450 1.325 4.125 Triwulan III 2.400 1.675 4.075 1.450 2.625 Triwulan IV 4.800 1.000 5.800 1.675 4.125 Jumlah 16.000 1.000 17.000 2.000 15.000
  • 110.
    Disesuaikan Dengan Keperlu Manajemen •Rencana persediaan awal tahun 2016 sebanyak 10 botol. Manajemen menetapkan persediaan akhir triwulan I, II, III, IV, masing-masing 12, 14, 16, 18 botol. Anggaran penjualan dari Perusahaan Kecap Asli yang memproduksi satu macam produk selama tahun 2016 sebagai berikut: Triwulan I = 46 botol II = 48 botol III = 54 botol IV = 62 botol Setahun = 210 botol
  • 111.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 46 48 54 62 210 2. Persediaan akhir (+) 12 14 16 18 18 3. Produk siap dijual 4. Persediaan awal (-) 10 10 5. Produk jadi Berarti manajemen menghendaki putaran persediaan untuk TW I = ? kali TW II = ? kali TW III = ? kali TW IV = ? kali
  • 112.
    Keterangan TW ITW II TW III TW IV Setahun 1. Penjualan 46 48 54 62 210 2. Persediaan akhir (+) 12 14 16 18 18 3. Produk siap dijual 58 62 70 80 228 4. Persediaan awal (-) 10 12 14 16 10 5. Produk jadi 48 50 56 64 218 Berarti manajemen menghendaki putaran persediaan untuk TW I = 4,18 kali TW II = 3,69 kali TW III = 3,60 kali TW IV = 3,65 kali
  • 113.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 113 Creating the great business leaders Soal Lanjutan Informasi Persediaan Barang Jadi Untuk menyusun anggaran produksi perusahaan Merasa bahwa kebijaksanaan persediaan produk jadi tahun lalu (2015) cukup memadai, sehingga perusahaan akan tetap menggunakan kebijaksanaan persediaan persediaan produk jadi sama dengan tahun 2015, yaitu :
  • 114.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 114 Creating the great business leaders BEAUTY WHITE Persediaan Awal 2.500 1.500 Persediaan Akhir : Januari 1,400 1,700 Februari 1,300 1,700 Maret 1,800 1,780 April 1,900 1,820 Mei 1,800 1,860 Juni 1,700 1,740 Juli 1,800 1,620 Agustus 2,100 1,620 September 2,000 1,540 Oktober 1,900 1,420 November 2,400 1,500 Desember 2,500 1,500
  • 115.
    PT RAMA telahmenyusun anggaran penjualan 2010 sebesar 380.000 unit yang rincian bulanannya berfluktuatif sebagai berikut: Persediaan barang jadi tanggal 1 Januari 2010 dianggarkan sebesar 96.000 unit. Penjualan aktual selama tahun 2009, termasuk taksiran Desember 2009 adalah 350.000 unit sedangkan persediaan barang jadi rata-rata tahun 2009 adalah 70.000. Persediaan akhir (31 Desember 2010) sedemikian rupa sehingga perputaran persediaan tahun 2010 sama dengan tahun 2009. Pada tanggal 24 Desember sampai dengan 15 Januari ada libur tahunan pabrik dan revisi besar mesin- mesin pabrik sehingga produksi bulan Januari dianggarkan 10.000 unit dan Desember 27.000 unit Januari 38.000 Juli 25.000 Februari 36.000 Agustus 26.000 Maret 38.000 September 27.000 April 37.000 Oktober 30.000 Mei 31.000 November 38.000 Juni 27.000 Desember 27.000 Soal Latihan
  • 116.
    Creating the greatbusiness leaders DIRECT MATERIAL BUDGET
  • 117.
    • Anggaran BiayaBahan Baku (BBB) adalah rencana tertulis mengenai bahan baku dipakai yang dinyatakan dalam satuan (unit) uang, untuk jangka waktu tertentu. • Anggaran biaya bahan baku (BBB) disebut juga dengan biaya bahan baku standar. Pengertian Anggaran Bahan Baku
  • 118.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 118 Creating the great business leaders Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dikelompokan menjadi :  Bahan baku langsung (Direct material),adalah semua bahan baku yang merupakan bagian barang jadi yang dihasilkan  Bahan baku tak langsung (Indirect Material),adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi, tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang dihasilkan. Anggaran bahan baku hanya merencanakan kebutuhan dan penggunaan bahan baku langsung. Bahan baku tak langsung akan direncanakan dalam anggaran biaya overhead pabrik.
  • 119.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 119 Creating the great business leaders Tujuan Penyusunan Anggaran Bahan Baku Tujuan penyusunan anggaran bahan baku langsung adalah: 1. Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku langsung 2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku langsung yang diperlukan 3. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan baku langsung 4. Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi yakni memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena 5. penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi 6. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian bahan baku langsung
  • 120.
    Anggaran-anggaran yang berhubungandengan anggaran bahan baku antara lain: • Anggaran kebutuhan bahan baku Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk keperluan produksi pada periode mendatang. • Anggaran pembelian bahan baku Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan baku yang harus dibeli pada periode mendatang. • Anggaran biaya bahan baku habis digunakan dalam produksi (pemakaian bahan baku) Sebagian bahan baku disimpan sebagai persediaan, dan sebagian dipergunakan dalam proses produksi, anggaran ini merencanakan nilai bahan baku yang digunakan dalam satuan uang. •Anggaran persediaan bahan baku Anggaran ini merupakan suatu perencanaan terperinci atas kuantitas bahan baku yang disimpan sebagai persediaan Penyusunan Anggaran Bahan Baku
  • 121.
    Pembelian Bhn Bakuxx unit @ Rp xx = Rp xx Pers. BB Awal (+) xx unit @ Rp xx = Rp xx Bahan Baku Tersedia xx unit @ Rp xx = Rp xx Pers. BB Akhir (-) xx unit @ Rp xx = Rp xx Bahan Baku dipakaixx unit @ Rp xx = Rp xx
  • 122.
    122 Untuk menyusun AnggaranBiaya Bahan Baku diperlukan kuantitas standar dan harga standar bahan baku • Anggaran Biaya Bahan Baku = KSt x HSt KSt = P x KSBB KSt = Kuantitas Standar bahan baku dipakai P = Anggaran produk jadi KSBB = Kuantitas Standar Bahan Baku
  • 123.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 123 Creating the great business leaders PT IKANA Standar penggunaan Material / Bahan Baku dan Harga Beli Material Material Beauty Kg/Bungkus White Kg/Bungkus Harga Rp/Kg Sisal 0,060 0,050 6.000 Kapas 0,015 0,0125 40.000 Persediaan Material : Perusahaan membuat kebijakan yang berbeda didalam menentukan besarnya persediaan material bulanan antara SISAL dan KAPAS. SISAL  Stabiltas Persediaan KAPAS  Stabilitas Pembelian Material Persediaan (Kg) Awal Akhir Sisal 1,600 700 Kapas 725 400
  • 124.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 124 Creating the great business leaders PT IKANA PT IKANA Anggaran Kebutuhan Bahan Baku KSBB Kst KSBB Kst KSBB Kst KSBB Kst Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agu Sep Okt Nov Des TOTAL WHITE Produksi SISAL KAPAS MENTAH SISAL KAPAS MENTAH TOTAL KEBUTUHAN Bulan Produksi SISAL KAPAS MENTAH BEAUTY
  • 125.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 125 Creating the great business leaders PT IKANA Stabilitas Persediaan / Stabilitas Pembelian Bulan Bahan Baku Dipakai Persediaan Akhir (+) Bahan Baku Tersedia Persediaan Awal (-) Pembelian Harga Beli per Kg Nilai Pembelian Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agu Sep Okt Nov Des TOTAL PT IKANA ANGGARAN PEMBELIAN BAHAN BAKU BAHAN BAKU : SISAL / KAPAS
  • 126.
    PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA TENAGAKERJA LANGSUNG Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang bekerja langsung mengolah produk. Upah untuk tenaga kerja langsung disebut biaya tenaga kerja langsung (BTKL). Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik disebut biaya konversi, yaitu biaya untuk mengolah bahan baku menjadi produk. Anggaran BTKL meliputi taksiran keperluan tenaga kerja yang diperlukan untuk memproduksi jenis dan kuantitas produk yang direncanakan dalam anggaran produk.
  • 127.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 127 Creating the great business leaders Soal PT IKANA Standar Upah dan Penggunaan Tenaga Kerja Bagian Produksi Beauty (SUR) White (SUR) Upah Rp/DLH I 0,15 0,15 600 II 0,10 0,075 700 III 0,15 -- 400 IV 0,14 0,10 400 Buatlah Anggaran Tenaga Kerja Langsung
  • 128.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 128 Creating the great business leaders PT IKANA SUR  Standar Usage Rate DLH  Direct Labour Hour DLH = P x SUR
  • 129.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 129 Creating the great business leaders PT IKANA Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agu Sep Okt Nov Des TOTAL Bulan Bagian I Bagian II PT IKANA ANGGARAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG (GABUNGAN) Bagian III Bagian IV Total DLH Tarif/ DLH Biaya TKL Total DLH Tarif/ DLH Biaya TKL Total DLH Tarif/ DLH Biaya TKL Total DLH Tarif/ DLH Biaya TKL Anggaran BTKL = DLH x Tarif
  • 130.
    PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA OVERHEADPABRIK • BOP adalah biaya pabrik selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. • Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik disebut biaya konversi, yaitu biaya untuk mengolah bahan baku menjadi produk. • Dalam BOP terdapat: - BOP variabel : BOP yang dipengaruhi oleh besar kecilnya volume kegiatan produksi - BOP tetap : BOP yang tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya volume kegiatan produksi - BOP semi variabel : dalam biaya tersebut terdapat biaya variabel tetapi terdapat juga biaya tetap.
  • 131.
    BIAYA TENAGA KERJATAK LANGSUNG Tenaga kerja tak langsung adalah tenaga kerja manusia yang ikut menyelesaikan produk. Upah untuk tenaga kerja tak langsung disebut biaya tenaga kerja tak langsung (BTKTL). BTKTL merupakan salah satu unsur dari biaya overhead parbik (BOP)
  • 132.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 132 Creating the great business leaders PT IKANA Biaya Pembungkus/Kemasan Produk Beauty dikemas dalam Karton dengan Harga Beli Rp.200/unit produk Produk White dikemas dalam kantong Plastik dengan Harga Beli Rp75/unit produk Biaya kemasan kedua produk ini akan diperhitungkan sebagai biaya material langsung. Selain itu, agar mempermudah pengangkutan, setiap 100 unit produk dikemas dalam doos besar yang bernilai Rp4,500 per buah. Biaya Pemeliharaan Berdasarkan pengalaman, biaya pemeliharaan dan perbaikan per tahun sebesar Rp4,800,000 ditambah dengan Rp150 setiap DLH Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung per orang per bulan Jabatan Gaji (Rp) Pengawas Produksi 800.000 Kepala Pabrik 1.850.000 Sekretaris 400.000 Tenaga Akuntansi 500.000 Bagian Gudang 250.000 Bag. Reparasi & Pemeliharaan 300.000
  • 133.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 133 Creating the great business leaders PT IKANA Biaya Pemakaian Listrik Setiap tahun pabrik menggunakan listrik sebesar 36,000 KWH yang bertarif Rp180/KWH, rinciannya sbb : Nama Bagian Penggunaan Listrik (KWH) Administrasi Pabrik 3.600 Bag. Produksi I 7.200 Bag. Produksi II 5.400 Bag. Produksi III 3.600 Bag. Produksi IV 5.400 Bag. Reparasi & Pemeliharaan 1.800 Gudang dan Bangunan Lain 9.000 Biaya Lain-lain Biaya –biaya admiistrasi pabrik lain seperti transportasi, telepon, korespodensi, dll sebesar Rp7,500,000/tahun
  • 134.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 134 Creating the great business leaders PT IKANA Biaya Depresiasi Nama Aktiva Depresiasi / Thn Bangunan Pabrik 12.000.000 Peralatan administrasi pabrik 8.000.000 Mesin & Peralatan pd Bag. Produksi I 2.400.000 Mesin & Peralatan pd Bag. Produksi II 3.000.000 Mesin & Peralatan pd Bag. Produksi III 1.800.000 Mesin & Peralatan pd Bag. Produksi IV 1.200.000 Mesin & Peralatan pd Bag. Rep & Pemeliharaan 1.200.000 Buatlah anggaran harga pokok produksi & harga pokok penjualan
  • 135.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 135 Creating the great business leaders PT IKANA Total Per Unit Total Per Unit Bahan Baku/Material Langsung : a. Sisal b. Kapas Tenaga Kerja Langsung Kemasan Sub Total Biaya Operasi Pabrik : Depresiasi Listrik Tenaga Kerja Tidak Langsung Reparasi Adm. Pabrik Sub Total BOP Harga Pokok Produksi Persediaan Awal (+) Produk Siap Dijual Persediaan Akhir (-) Harga Pokok Penjualan BEAUTY WHITE Uraian PT IKANA PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI & HARGA POKOK PENJUALAN
  • 136.
    PENYUSUNAN ANGGARAN BEBAN USAHA •Beban usaha (operating expense) adalah beban kegiatan pokok perusahaan yang tidak terjadi di pabrik. • Beban usaha terdiri dari : a. Beban penjualan : beban yang terjadi untuk kepentingan penjualan produk utama b. Beban adminstrasi dan umum : beban yang umumnya terjadi pada bagian personalia, bagian keuangan dan bagian umum
  • 137.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 137 Creating the great business leaders PT IKANA Biaya – biaya diluar operasi 1. Pada bulan maret perusahaan akan menyumbang pembelian lampu penerangan jalan sekitar pabrik sebesar Rp2,500,000 2. Perusahaan akan membantu masyarakat untuk peringatan HUT RI sebesar Rp3,000,000 pada bulan agustus
  • 138.
    MENYUSUN ANGGARAN LABARUGI • Penyusunan anggaran induk terdiri atas anggaran operasional dan anggaran keuangan. • Anggaran operasional disusun untuk menyusun anggaran laba rugi. • Anggaran keuangan disusun untuk menyusun anggaran neraca.
  • 139.
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis SchoolEconomics and Business 139 Creating the great business leaders PT IKANA Keterangan Beauty White Jumlah Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Usaha : Pembelian Lampu Penerangan Membantu Masy. Peringatan HUT RI PT IKANA Anggaran Laba/Rugi Laba Bersih Total Biaya Usaha