BAB 5 
STOIKIOMETRI 
5.1Tata Nama Senyawa Sederhana 
5.2 Hukum-hukum Dasar Kimia 
5.3 Persamaan Reaksi 
5.4 Hukum Gay Lussac dan Hipotesis 
Avogadro 
5.5Konsep Mol 
5.6Soikiometri Senyawa 
5.7Stoikiometri Reaksi
Tata Nama Senyawa Anorganik 
a. Senyawa Molekul (Senyawa Kovalen) Biner 
Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua 
jenis unsur, misalnya air (H2O), amonia (NH3), dan karbon 
dioksida (CO2). 
1. Rumus Senyawa: unsur yang terdapat lebih dahulu 
dalam urutan berikut ditulis di depan. 
B – Si – C – Sb – As – P – N – H – S – I – Br – Cl – O 
– F 
Contoh: 
Rumus kimia amonia lazim ditulis sebagai NH3 bukan 
H3N.
2. Nama Senyawa: nama senyawa kovalen biner 
adalah rangkaian nama kedua jenis unsur dengan 
akhiran ida pada nama unsur yang kedua. 
Contoh: HCl : hidrogen klorida 
H2S : hidrogen sulfida 
Jika pasangan unsur membentuk lebih dari 
sejenis senyawa, maka dibedakan dengan 
menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani. 
Contoh: CO : karbon monokdisa 
CO2 : karbon dioksida 
3. Senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu 
mengikuti aturan di atas. 
Contoh: H2O : air 
CH4 : metana
b. Tata Nama Senyawa Ion 
Senyawa ion terdiri atas suatu kation dan suatu anion. 
1. Rumus senyawa: kation ditulis di depan. 
Contoh: 
Rumus kimia natrium klorida ditulis NaCl, bukan 
ClNa. 
3. Nama senyawa: nama senyawa ion adalah 
rangkaian nama kation (di depan), nama anioinnya, 
angka indeks tidak disebut.
Contoh: 
CaCl2 (kalsium klorida) 
Jika unsur logam mempunyai lebih dari sejenis 
bilangan oksidasi, senyawa-senyawanya 
dibedakan dengan menuliskan bilangan 
oksidasinya. 
Contoh: 
FeCl2 : besi (II) klorida 
FeCl3 : besi (III) klorida
c. Tata Nama Asam 
Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air 
mempunyai rasa masam. 
Rumus kimia asam umumnya terdiri dari atom 
hidrogen dan suatu anion yang disebut sisa 
masam. 
Contoh: 
H3PO4 Nama asam: asam fosfat 
Rumus sisa asam: PO4 
3–
d. Tata Nama Basa 
Basa adalah senyawa ion dari suatu logam dengan ion 
hidroksida (OH). 
Tata nama basa sama dengan tata nama senyawa ion. 
Contoh: 
NaOH : natrium hidroksida (soda kaustik) 
Ca(OH)2: kalsium hidroksida (kapur sirih) 
Al(OH)3: alumunium hidroksida (dlm obat maag) 
Fe(OH)2: besi(II) hidroksida
Tata Nama Senyawa Organik 
Senyawa organik adalah senyawa-senyawa karbon 
dengan sifat-sifat tertentu. 
Berikut ini adalah nama lazim dari beberapa senyawa 
organik 
1. CH4 : metana (gas rawa, gas alam, atau gas 
tambang) 
2. CO(NH2)2 : urea (ureum) 
3. CH3COOH : asam cuka (asam asetat) 
4. C6H12O6 : glukosa (gula darah, gula anggur) 
5. HCHO : formaldehida (bahan formalin) 
6. CHCI : iodoform (suatu antiseptik) 
7. CH3CH2OH : etanol (alkohol)
Hukum-Hukum Dasar Kimia 
Hukum Lavoiser (Hukum Kekekalan Massa) 
• “Dalam sistem tertutup, massa zat sebelumnya dan sesudah 
reaksi adalah sama” 
Hukum Proust (Hukum Perbandingan Tetap) 
• “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa 
adalah tertentu dan tetap” 
Hukum Dalton (Hukum Kelipatan Berganda) 
• “Hukum kelipatan berganda berkaitan dengan pasangan 
unsur yang dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa”
Persamaan Reaksi 
2H2(g) + O2(g) 2H2O(l) 
 Tanda panah menunjukkan arah reaksi. 
 Huruf kecil miring dalam tanda kurung menyatakan wujud 
atau keadaan zat. 
 Huruf g berarti gas,l berarti cairan atau (liquid), s berarti padat 
(solid), dan aq berarti larutan dalam air (aqueous) 
 Bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam persamaan 
reaksi disebut koefisien reaksi. 
 Persamaan reaksi yang sudah diberi koefisien yang sesuai 
disebut persamaan setara.
Menuliskan Persamaan Reaksi 
Contoh: 
Alumunium bereaksi dengan larutan asam sulfat membentuk 
alumunium sulfat dan gas hidrogen. 
Langkah 1: menuliskan persamaan kata-kata 
Alumunium + larutan asam sulfat larutan alumunium sulfat 
+ gas hidrogen 
Langkah 2: menuliskan persamaan rumus 
Al(s) + H2SO4 (aq) Al2(SO4)3(aq) + H2(g) (belum setara) 
Langkah 3: penyetaraan 
2Al(s) + 3H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g) (setara)
Menyetarakan Persamaan Reaksi 
Contoh: 
Al(s) + HCl (aq) AlCl3(g) (belum setara) 
1. Tetapkan koefisien AlCl3 = 1, sedangkan zat lainnya dengan 
koefisien sementara . 
aAl(s) + bHCl(aq) 1AlCl3(g) + cH2(g) 
3. Setarakan atom Al dan Cl 
Penyetaraan atom Al: Jumlah atom Al di ruas kiri = a, 
sedangkan di ruas kanan = 1, berarti a = 1. 
Penyetaraan atom Cl: Jumlah atom Cl di ruas kiri = b, 
sedangkan di ruas kanan = 3 berarti b = 3. 
1Al(s) + 3HCl(aq) 1AlCl3(g) + cH2(g)
3. Setarakan H: Jumlah atom H di ruas kiri = 3, di 
ruas kanan = 2c, berarti 2c = 3, atau c = 1,5 
1Al(s) + 3HCl(aq) 1AlCl3(g) + 1,5H2(g) 
Akhirnya, untuk membulatkan pecahan 
setengah, semua koefisien dikalikan 2: 
2Al(s) + 6HCl(aq) 2AlCl3(g) + 3H2(g) (setara)
Hukum Gay Lussac 
Contoh: 
Pada reaksi antara gas nitrogen dengan gas hidrogen 
membentuk amonia, perbandingan volumnya adalah 1 : 3 : 2. 
Gay Lussac menyimpulkan penemuannya dalam suatu 
perbandingan volum, yaitu: 
“Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas 
yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai 
bilangan bulat dan sederhana”
Hipotesis Avogadro 
Hukum Perbandingan Volum Avogadro: 
“Pada suhu dan tekanan sama, semua gas 
bervolum sama mengandung jumlah molekul 
yang sama pula.” 
Jadi, perbandingan volum gas-gas itu juga merupakan 
perbandingan jumlah molekul yang terlibat dalam reaksi atau 
perbandingan volum gas-gas yang bereaksi sama dengan 
koefisien reaksinya.
Contoh: 
Reaksi antara gas hidrogen dengan gas klorin membentuk 
gas hidrogen klorida. 
1Hx(g) + 1Cly(g) 2HaClb(g) 
Nilai paling sederhana untuk x dan y yang membuat 
persamaan di atas setara adalah x = 2 dan y = 2. 
Dengan x = , maka nilai a = 1. 
Dengan y = 2, maka nilai b = 1. 
Jadi, persamaan di atas menjadi: 
H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g)
Konsep Mol 
1 mol = 6,02 x 10 (= 602 miliar triliun) 23 
Bilangan 6,02 x 10 ini disebut tetapan Avogadro dan 
dinyatakan dengan lambang L. 
L = 6,02 x 10 
23 
23 
Hubungan jumlah mol (n) dengan jumlah partikel (χ) 
χ = n x 6,02 x 1023
Massa Molar (mm) 
Untuk unsur yang partikelnya berupa atom: mm = Ar gram mol 
Untuk zat lainnya : mm = Mr gram mol 
Contoh: 
Diketahui Ar Ca = 40 dan Mr CO2 = 44, maka 
- massa 1 mol Ca (= 6,02 x 10 23 
atom Ca) = 40 gram. 
- massa 1 mol CO2 (= 6,02 x 10 23 molekul CO2 ) = 44 gram. 
m = n x mm 
-1 
-1 
dengan m = massa 
n = jumlah mol 
mm = massa molar
Volum Molar Gas (Vm) 
Pada keadaan STP : Vm = 22,4 liter mol 
Pada keadaan RTP : Vm = 24 liter mol 
Contoh: 
Diketahui Ar Ca = 40 dan Mr CO2 = 44, maka 
- massa 1 mol Ca (= 6,02 x 10 23 
atom Ca) = 40 gram. 
- massa 1 mol CO2 (= 6,02 x 10 23 molekul CO2 ) = 44 gram. 
V = n x Vm 
-1 
-1 
Keterangan: V = volum 
n = jumlah mol 
Vm = volum molar
Persamaan Gas Ideal 
Persamaan gas ideal: PV = nRT 
V = nRT 
P 
Keterangan: P = tekanan gas (dalam atm) 
V = volum gas (dalam liter) 
n = jumlah mol gas 
R = tetapan gas (0,082 L atm mol K ) 
T = suhu mutlak gas 
(dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius) 
-1 -1
Kemolaran Larutan 
M = 
Keterangan: M = kemolaran larutan 
n = jumlah mol zat terlarut 
V = volum larutan 
Satuan kemolaran adalah 
mol L- 1 atau mmol mL- 1. 
Konsentrasi 
(kemolaran) larutan 
biasanya ditunjukkan 
dengan label yang 
tertempel ada botol. 
n 
V
Menentukan Rumus Empiris 
Rumus empiris atau rumus perbandingan suatu 
senyawa menyatakan perbandingan paling sederhana 
dari atom-atom unsur penyusun senyawa. 
Data yang diperlukan untuk 
penentuan rumus empiris adalah: 
1) Jenis unsur penyusun senyawa 
2) Perbandingan massa 
antarunsur dalam senyawa
Contoh 
Suatu senyawa mengandung unsur karbon, hidrogen, dan 
oksigen. Dari analisis dikerahui bahwa dalam 3gram senyawa 
itu terdapat 1,2 gram karbon, 0,2 gram hidrogen, dan sisanya 
adalah oksigen. 
(Ar H= 1; C = 12; dan O = 16) 
Jumlah mol C = 1,2 g = 0,1 mol 
-1 
12 g mol 
Jumlah mol H = 0,2 g = 0,2 mol 
1 g mol 
-1 
Massa O = 3 – (1,2 + 0,2) gram = 1,6 gram. 
Jumlah mol O = 1,6 g = 0,1 mol 
16 g mol 
-1 
Perbandingan mol C : H : O = 0,1 : 0,2 : 0,1 = 1 : 2 : 1. 
Rumus empiris senyawa tersebut adalah CH2O.
Menentukan Rumus Molekul 
Secara umum, jika rumus empiris senyawa adalah RE, maka 
rumus molekulnya dapat dinyatakan sebagai (RE)n; harga n 
bergantung pada massa molekul relatif (Mr) dari senyawa yang 
bersangkutan. 
Contoh: 
Senyawa X mempunyai rumus empiris CH2O dan massa 
molekul relatif (Mr) = 60. 
Diketahui rumus empiris senyawa adalah CH2O. 
Misalkan rumus molekul senyawa itu (CH2O)χ. 
Mr (CH2O)χ = 60 (12 + 2 + 16)χ = 60 
30χ = 60 
χ = 2 
Jadi, rumus molekul senyawa itu adalah (CH2O)2 atau C2H4O2.
Kadar Unsur dalam Senyawa 
χ adalah jumlah atom unsur dalam 1 molekul senyawa = indeks 
dari unsur yang bersangkutan dalam rumus kimia senyawa. 
Contoh: 
Kadar C dan N dalam urea, CO(NH2)2? (Ar H = 1; C = 12; dan 
O = 16) 
Kadar unsur X = χ x Ar unsur X x 100% 
Mr senyawa 
Mr urea = 12 + 16 + 28 + 4 = 60 
Kadar C = (1 x 12) x 100% = 20% 
60 
Kadar N = (2 x 14) x 100% = 46,67% 
60
Pereaksi Pembatas 
Pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis lebih dahulu. 
Contoh: 
4Al(s) = 3O2(g) 2Al2O3(s) 
Persamaan reaksi menunjukkan bahwa perbandingan mol 
alumunium dengan oksigen adalah 4 : 3. 
 Jika jumlah mol yang direaksikan sesuai dengan 
perbandingan itu, maka kedua pereaksi itu akan habis. 
 Jika jumlah mol yang direaksikan tidak 4 : 3, maka salah 
satu pereaksi akan habis lebih dulu.
Pereaksi Pembatas 
Pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis lebih dahulu. 
Contoh: 
4Al(s) = 3O2(g) 2Al2O3(s) 
Persamaan reaksi menunjukkan bahwa perbandingan mol 
alumunium dengan oksigen adalah 4 : 3. 
 Jika jumlah mol yang direaksikan sesuai dengan 
perbandingan itu, maka kedua pereaksi itu akan habis. 
 Jika jumlah mol yang direaksikan tidak 4 : 3, maka salah 
satu pereaksi akan habis lebih dulu.
Beberapa contoh diberikan dalam tabel berikut. 
No. Jumlah Mol Ekivalen 
(Ya/Tidak) 
Pereaksi 
Pembatas 
Jumlah 
Mol Al2O3 
Jumlah 
Pereaksi 
yang Sisa 
Pereaksi 
1 4 3 ya - 2 - 
2 8 6 ya - 4 - 
3 2 1,5 ya - 1 - 
4 4 4 tidak Al 2 1 mol O2 
5 5 3 tidak O2 2 1 mol O2 
6 7 5 tidak O2 3,33 0,33 mol Al
Menentukan Rumus Kimia Hidrat 
Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul 
air sebagai bagian dari struktur kristalnya. 
Contoh: 
1. Terusi, CuSO4.5H2O : tembaga(II) sulfat 
pentahidrat 
2. Gipsum, CaSO4.2H2O : kalsium sulfat 
dihidrat 
3. Garam inggris, MgSO4.7H2O : magnesium sulfat 
heptahidrat 
4. Soda hablur, Na2CO3.10H2O : natrium karbonat 
dekahidrat
Menentukan Rumus Kimia Hidrat 
Jika suatu hidrat dipanaskan, sebagian atau seluruh air 
kristalnya dapat lepas (menguap). 
Ketika dipanaskan, kristal biru tembaga(II) sulfat pentahidrat berubah 
menjadi tembaga(II) sulfat anhidrat Gambar 1 yang berwarna putih.

Bab5stoikiometrikelasx 141109050149-conversion-gate01

  • 1.
    BAB 5 STOIKIOMETRI 5.1Tata Nama Senyawa Sederhana 5.2 Hukum-hukum Dasar Kimia 5.3 Persamaan Reaksi 5.4 Hukum Gay Lussac dan Hipotesis Avogadro 5.5Konsep Mol 5.6Soikiometri Senyawa 5.7Stoikiometri Reaksi
  • 2.
    Tata Nama SenyawaAnorganik a. Senyawa Molekul (Senyawa Kovalen) Biner Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur, misalnya air (H2O), amonia (NH3), dan karbon dioksida (CO2). 1. Rumus Senyawa: unsur yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut ditulis di depan. B – Si – C – Sb – As – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F Contoh: Rumus kimia amonia lazim ditulis sebagai NH3 bukan H3N.
  • 3.
    2. Nama Senyawa:nama senyawa kovalen biner adalah rangkaian nama kedua jenis unsur dengan akhiran ida pada nama unsur yang kedua. Contoh: HCl : hidrogen klorida H2S : hidrogen sulfida Jika pasangan unsur membentuk lebih dari sejenis senyawa, maka dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani. Contoh: CO : karbon monokdisa CO2 : karbon dioksida 3. Senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu mengikuti aturan di atas. Contoh: H2O : air CH4 : metana
  • 4.
    b. Tata NamaSenyawa Ion Senyawa ion terdiri atas suatu kation dan suatu anion. 1. Rumus senyawa: kation ditulis di depan. Contoh: Rumus kimia natrium klorida ditulis NaCl, bukan ClNa. 3. Nama senyawa: nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (di depan), nama anioinnya, angka indeks tidak disebut.
  • 5.
    Contoh: CaCl2 (kalsiumklorida) Jika unsur logam mempunyai lebih dari sejenis bilangan oksidasi, senyawa-senyawanya dibedakan dengan menuliskan bilangan oksidasinya. Contoh: FeCl2 : besi (II) klorida FeCl3 : besi (III) klorida
  • 6.
    c. Tata NamaAsam Asam adalah senyawa hidrogen yang di dalam air mempunyai rasa masam. Rumus kimia asam umumnya terdiri dari atom hidrogen dan suatu anion yang disebut sisa masam. Contoh: H3PO4 Nama asam: asam fosfat Rumus sisa asam: PO4 3–
  • 7.
    d. Tata NamaBasa Basa adalah senyawa ion dari suatu logam dengan ion hidroksida (OH). Tata nama basa sama dengan tata nama senyawa ion. Contoh: NaOH : natrium hidroksida (soda kaustik) Ca(OH)2: kalsium hidroksida (kapur sirih) Al(OH)3: alumunium hidroksida (dlm obat maag) Fe(OH)2: besi(II) hidroksida
  • 8.
    Tata Nama SenyawaOrganik Senyawa organik adalah senyawa-senyawa karbon dengan sifat-sifat tertentu. Berikut ini adalah nama lazim dari beberapa senyawa organik 1. CH4 : metana (gas rawa, gas alam, atau gas tambang) 2. CO(NH2)2 : urea (ureum) 3. CH3COOH : asam cuka (asam asetat) 4. C6H12O6 : glukosa (gula darah, gula anggur) 5. HCHO : formaldehida (bahan formalin) 6. CHCI : iodoform (suatu antiseptik) 7. CH3CH2OH : etanol (alkohol)
  • 9.
    Hukum-Hukum Dasar Kimia Hukum Lavoiser (Hukum Kekekalan Massa) • “Dalam sistem tertutup, massa zat sebelumnya dan sesudah reaksi adalah sama” Hukum Proust (Hukum Perbandingan Tetap) • “Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap” Hukum Dalton (Hukum Kelipatan Berganda) • “Hukum kelipatan berganda berkaitan dengan pasangan unsur yang dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa”
  • 10.
    Persamaan Reaksi 2H2(g)+ O2(g) 2H2O(l)  Tanda panah menunjukkan arah reaksi.  Huruf kecil miring dalam tanda kurung menyatakan wujud atau keadaan zat.  Huruf g berarti gas,l berarti cairan atau (liquid), s berarti padat (solid), dan aq berarti larutan dalam air (aqueous)  Bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam persamaan reaksi disebut koefisien reaksi.  Persamaan reaksi yang sudah diberi koefisien yang sesuai disebut persamaan setara.
  • 11.
    Menuliskan Persamaan Reaksi Contoh: Alumunium bereaksi dengan larutan asam sulfat membentuk alumunium sulfat dan gas hidrogen. Langkah 1: menuliskan persamaan kata-kata Alumunium + larutan asam sulfat larutan alumunium sulfat + gas hidrogen Langkah 2: menuliskan persamaan rumus Al(s) + H2SO4 (aq) Al2(SO4)3(aq) + H2(g) (belum setara) Langkah 3: penyetaraan 2Al(s) + 3H2SO4(aq) Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g) (setara)
  • 12.
    Menyetarakan Persamaan Reaksi Contoh: Al(s) + HCl (aq) AlCl3(g) (belum setara) 1. Tetapkan koefisien AlCl3 = 1, sedangkan zat lainnya dengan koefisien sementara . aAl(s) + bHCl(aq) 1AlCl3(g) + cH2(g) 3. Setarakan atom Al dan Cl Penyetaraan atom Al: Jumlah atom Al di ruas kiri = a, sedangkan di ruas kanan = 1, berarti a = 1. Penyetaraan atom Cl: Jumlah atom Cl di ruas kiri = b, sedangkan di ruas kanan = 3 berarti b = 3. 1Al(s) + 3HCl(aq) 1AlCl3(g) + cH2(g)
  • 13.
    3. Setarakan H:Jumlah atom H di ruas kiri = 3, di ruas kanan = 2c, berarti 2c = 3, atau c = 1,5 1Al(s) + 3HCl(aq) 1AlCl3(g) + 1,5H2(g) Akhirnya, untuk membulatkan pecahan setengah, semua koefisien dikalikan 2: 2Al(s) + 6HCl(aq) 2AlCl3(g) + 3H2(g) (setara)
  • 14.
    Hukum Gay Lussac Contoh: Pada reaksi antara gas nitrogen dengan gas hidrogen membentuk amonia, perbandingan volumnya adalah 1 : 3 : 2. Gay Lussac menyimpulkan penemuannya dalam suatu perbandingan volum, yaitu: “Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”
  • 15.
    Hipotesis Avogadro HukumPerbandingan Volum Avogadro: “Pada suhu dan tekanan sama, semua gas bervolum sama mengandung jumlah molekul yang sama pula.” Jadi, perbandingan volum gas-gas itu juga merupakan perbandingan jumlah molekul yang terlibat dalam reaksi atau perbandingan volum gas-gas yang bereaksi sama dengan koefisien reaksinya.
  • 16.
    Contoh: Reaksi antaragas hidrogen dengan gas klorin membentuk gas hidrogen klorida. 1Hx(g) + 1Cly(g) 2HaClb(g) Nilai paling sederhana untuk x dan y yang membuat persamaan di atas setara adalah x = 2 dan y = 2. Dengan x = , maka nilai a = 1. Dengan y = 2, maka nilai b = 1. Jadi, persamaan di atas menjadi: H2(g) + Cl2(g) 2HCl(g)
  • 17.
    Konsep Mol 1mol = 6,02 x 10 (= 602 miliar triliun) 23 Bilangan 6,02 x 10 ini disebut tetapan Avogadro dan dinyatakan dengan lambang L. L = 6,02 x 10 23 23 Hubungan jumlah mol (n) dengan jumlah partikel (χ) χ = n x 6,02 x 1023
  • 18.
    Massa Molar (mm) Untuk unsur yang partikelnya berupa atom: mm = Ar gram mol Untuk zat lainnya : mm = Mr gram mol Contoh: Diketahui Ar Ca = 40 dan Mr CO2 = 44, maka - massa 1 mol Ca (= 6,02 x 10 23 atom Ca) = 40 gram. - massa 1 mol CO2 (= 6,02 x 10 23 molekul CO2 ) = 44 gram. m = n x mm -1 -1 dengan m = massa n = jumlah mol mm = massa molar
  • 19.
    Volum Molar Gas(Vm) Pada keadaan STP : Vm = 22,4 liter mol Pada keadaan RTP : Vm = 24 liter mol Contoh: Diketahui Ar Ca = 40 dan Mr CO2 = 44, maka - massa 1 mol Ca (= 6,02 x 10 23 atom Ca) = 40 gram. - massa 1 mol CO2 (= 6,02 x 10 23 molekul CO2 ) = 44 gram. V = n x Vm -1 -1 Keterangan: V = volum n = jumlah mol Vm = volum molar
  • 20.
    Persamaan Gas Ideal Persamaan gas ideal: PV = nRT V = nRT P Keterangan: P = tekanan gas (dalam atm) V = volum gas (dalam liter) n = jumlah mol gas R = tetapan gas (0,082 L atm mol K ) T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius) -1 -1
  • 21.
    Kemolaran Larutan M= Keterangan: M = kemolaran larutan n = jumlah mol zat terlarut V = volum larutan Satuan kemolaran adalah mol L- 1 atau mmol mL- 1. Konsentrasi (kemolaran) larutan biasanya ditunjukkan dengan label yang tertempel ada botol. n V
  • 22.
    Menentukan Rumus Empiris Rumus empiris atau rumus perbandingan suatu senyawa menyatakan perbandingan paling sederhana dari atom-atom unsur penyusun senyawa. Data yang diperlukan untuk penentuan rumus empiris adalah: 1) Jenis unsur penyusun senyawa 2) Perbandingan massa antarunsur dalam senyawa
  • 23.
    Contoh Suatu senyawamengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Dari analisis dikerahui bahwa dalam 3gram senyawa itu terdapat 1,2 gram karbon, 0,2 gram hidrogen, dan sisanya adalah oksigen. (Ar H= 1; C = 12; dan O = 16) Jumlah mol C = 1,2 g = 0,1 mol -1 12 g mol Jumlah mol H = 0,2 g = 0,2 mol 1 g mol -1 Massa O = 3 – (1,2 + 0,2) gram = 1,6 gram. Jumlah mol O = 1,6 g = 0,1 mol 16 g mol -1 Perbandingan mol C : H : O = 0,1 : 0,2 : 0,1 = 1 : 2 : 1. Rumus empiris senyawa tersebut adalah CH2O.
  • 24.
    Menentukan Rumus Molekul Secara umum, jika rumus empiris senyawa adalah RE, maka rumus molekulnya dapat dinyatakan sebagai (RE)n; harga n bergantung pada massa molekul relatif (Mr) dari senyawa yang bersangkutan. Contoh: Senyawa X mempunyai rumus empiris CH2O dan massa molekul relatif (Mr) = 60. Diketahui rumus empiris senyawa adalah CH2O. Misalkan rumus molekul senyawa itu (CH2O)χ. Mr (CH2O)χ = 60 (12 + 2 + 16)χ = 60 30χ = 60 χ = 2 Jadi, rumus molekul senyawa itu adalah (CH2O)2 atau C2H4O2.
  • 25.
    Kadar Unsur dalamSenyawa χ adalah jumlah atom unsur dalam 1 molekul senyawa = indeks dari unsur yang bersangkutan dalam rumus kimia senyawa. Contoh: Kadar C dan N dalam urea, CO(NH2)2? (Ar H = 1; C = 12; dan O = 16) Kadar unsur X = χ x Ar unsur X x 100% Mr senyawa Mr urea = 12 + 16 + 28 + 4 = 60 Kadar C = (1 x 12) x 100% = 20% 60 Kadar N = (2 x 14) x 100% = 46,67% 60
  • 26.
    Pereaksi Pembatas Pereaksipembatas adalah pereaksi yang habis lebih dahulu. Contoh: 4Al(s) = 3O2(g) 2Al2O3(s) Persamaan reaksi menunjukkan bahwa perbandingan mol alumunium dengan oksigen adalah 4 : 3.  Jika jumlah mol yang direaksikan sesuai dengan perbandingan itu, maka kedua pereaksi itu akan habis.  Jika jumlah mol yang direaksikan tidak 4 : 3, maka salah satu pereaksi akan habis lebih dulu.
  • 27.
    Pereaksi Pembatas Pereaksipembatas adalah pereaksi yang habis lebih dahulu. Contoh: 4Al(s) = 3O2(g) 2Al2O3(s) Persamaan reaksi menunjukkan bahwa perbandingan mol alumunium dengan oksigen adalah 4 : 3.  Jika jumlah mol yang direaksikan sesuai dengan perbandingan itu, maka kedua pereaksi itu akan habis.  Jika jumlah mol yang direaksikan tidak 4 : 3, maka salah satu pereaksi akan habis lebih dulu.
  • 28.
    Beberapa contoh diberikandalam tabel berikut. No. Jumlah Mol Ekivalen (Ya/Tidak) Pereaksi Pembatas Jumlah Mol Al2O3 Jumlah Pereaksi yang Sisa Pereaksi 1 4 3 ya - 2 - 2 8 6 ya - 4 - 3 2 1,5 ya - 1 - 4 4 4 tidak Al 2 1 mol O2 5 5 3 tidak O2 2 1 mol O2 6 7 5 tidak O2 3,33 0,33 mol Al
  • 29.
    Menentukan Rumus KimiaHidrat Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. Contoh: 1. Terusi, CuSO4.5H2O : tembaga(II) sulfat pentahidrat 2. Gipsum, CaSO4.2H2O : kalsium sulfat dihidrat 3. Garam inggris, MgSO4.7H2O : magnesium sulfat heptahidrat 4. Soda hablur, Na2CO3.10H2O : natrium karbonat dekahidrat
  • 30.
    Menentukan Rumus KimiaHidrat Jika suatu hidrat dipanaskan, sebagian atau seluruh air kristalnya dapat lepas (menguap). Ketika dipanaskan, kristal biru tembaga(II) sulfat pentahidrat berubah menjadi tembaga(II) sulfat anhidrat Gambar 1 yang berwarna putih.