MERANCANG PEMBELAJARAN
Dr. Drs. Achmad Noor Fatirul, ST., M.Pd.
MERANCANG PEMBELAJARAN
1. Perancangan pembelajaran secara sistematis perlu dilakukan agar
menghasilkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) beserta
perangkat pembelajaran yang lainnya, diantaranya instrumen
penilaian, rencana tugas, bahan ajar, dll yang dapat dijalankan
dalam proses pembelajaran secara efisien dan efektif serta
memiliki daya tarik terhadap si pebelajar
2. Berbagai model perancangan atau desain pembelajaran yang
dapat dipergunakan untuk menganalisis pembelajaran antara lain
adalah model ADDIE, Dick & Carey, Jerrold. E. Kemp, ASSURE,
dan lain sebagainya
3. Dalam bahasan ini akan digunakan model Dick & Carey, karena
model ini memiliki langkah-langkah yang detail dan mudah
dipahami
RANCANGAN DICK and CAREY
TAHAPAN PERANCANGAN
1. Mengidentifikasi Capaian Pembelajaran Lulusan yang
dibebankan pada mata kuliah
2. Merumuskan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
(CPMK) yang bersifat spesifik terhadap mata kuliah
berdasarkan Capaian Pembelajaran Lulusan yang
dibebankan pada Mata Kuliah tersebut
3. Merumuskan sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
yang merupakan kemampuan akhir yang
direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan
dirumuskan berdasarkan Capaian Pembelajaran Mata
Kuliah.
TAHAPAN PERANCANGAN
4. Melakukan analisis pembelajaran untuk memberikan
gambaran pada pebelajar tahapan belajar yang akan
dijalani.
5. Melakukan analisis kebutuhan belajar untuk
mengetahui kebutuhan keluasan dan kedalaman
materi pembelajaran, serta perangkat pembelajaran
yang diperlukan.
6. Menentukan indikator pencapaian sub-Capaian
Pembelajaran Mata Kuliah sebagai kemampuan akhir
yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran
untuk memenuhi Capaian Pembelajaran Lulusan
TAHAPAN PERANCANGAN
7. Menetapkan kriteria penilaian dan
mengembangkan instrumen penilaian
pembelajaran berdasarkan indikator
pencapaian sub- Capaian Pembelajaran Mata
Kuliah.
8. Memilih dan mengembangkan bentuk
pembelajaran, metode pembelajaran, dan
penugasan pebelajar sebagai pengalaman
belajar.
TAHAPAN PERANCANGAN
9. Mengembangkan materi pembelajaran dalam
bentuk bahan ajar dan sumber-sumber belajar
yang sesuai.
10.Mengembangkan dan melakukan evaluasi
pembelajaran. Evaluasi pembelajaran terdiri
dari pertama, evaluasi formatif yang bertujuan
untuk melakukan perbaikan dalam proses
pembelajaran. Kedua, evaluasi sumatif yang
bertujuan untuk memutuskan hasil capaian
pembelajaran pebelajar
MELAKUKAN ANALISIS
PEMBELAJARAN
Analisis pembelajaran dilakukan untuk
mengidentifikasi kemampuan akhir
pada tiap tahapan belajar (Sub-
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah )
sebagai penjabaran dari Capaian
Pembelajaran Mata Kuliah
4 CARA MENGANALISIS PEMBELAJARAN
STRUKTUR HERARKIS
Untuk belajar kemampuan A, harus terlebih
dahulu belajar kemampuan B, digambarkan
dengan dua kotak masing- masing berisi
kemampuan A dan kemampuan B, dan kedua
kotak tersebut dihubungkan dengan anak
panah vertikal menuju ke atas.
4 CARA MENGANALISIS PEMBELAJARAN
STRUKTUR PROSEDURAL
Untuk belajar kemampuan A, sebaiknya terlebih
dahulu belajar kemampuan B, digambarkan dengan
dua kotak masing masing berisi kemampuan A dan
kemampuan B, dan kedua kotak tersebut
dihubungkan dengan anak panah horisontal.
Prinsipnya bahwa belajar dimulai dari materi
pembelajaran yang mudah kemudian meningkat ke
materi pembelajaran yang lebih sulit.
4 CARA MENGANALISIS PEMBELAJARAN
STRUKTUR PENGELOMPOKAN
Struktur ini menggambarkan beberapa
kemampuan yang dipelajari dengan tidak
saling tergantung dalam satu rumpun
kemampuan. Dua atau lebih kotak yang berisi
kemampuan dihubungkan dengan garis tanpa
anak panah
4 CARA MENGANALISIS PEMBELAJARAN
STRUKTUR KOMBINASI
Struktur kombinasi dari dua atau tiga
struktur hirarkis, prosedur dan
pengelompokan
Menyusun Rencana Pembelajaran Semester
1. Rencana Pembelajaran Semester atau
istilah lain adalah dokumen program
pembelajaran yang dirancang untuk
menghasilkan lulusan yang memiliki
kemampuan sesuai Capaian Pembelajaran
Lulusan yang telah ditetapkan, sehingga
harus dapat dijalankan oleh pebelajar pada
setiap tahapan belajar pada mata kuliah
terkait.
Menyusun Rencana Pembelajaran Semester
2. Rencara Pembelajaran Semester atau
istilah lain dititik beratkan pada bagaimana
memandu pebelajar untuk belajar agar
memiliki kemampuan sesuai dengan
Capaian Pembelajaran Lulusan yang
dibebankan pada mata kuliah, bukan pada
kepentingan kegiatan pembelajar mengajar.
Menyusun Rencana Pembelajaran Semester
3. Pembelajaran yang dirancang dalam
Rencana Pembelajaran Semester adalah
pembelajaran yang berpusat pada pebelajar
(Student Centered Learning disingkat SCL)
4. Rencana Pembelajaran Semester atau
istilah lain, wajib ditinjau dan disesuaikan
secara berkala sesuai perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
UNSUR2 Rencana Pembelajaran Semester
1. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah,
semester, sks, nama pembelajar pengampu.
2. Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada
mata kuliah.
3. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap
pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran
lulusan.
4. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang
akan dicapai.
5. Metode pembelajaran.
UNSUR2 Rencana Pembelajaran Semester
1.Waktu yang disediakan untuk mencapai
kemampuan pada tiap tahap pembelajaran.
2.Pengalaman belajar pebelajar yang
diwujudkan dalam deskripsi tugas yang
harus dikerjakan oleh pebelajar selama satu
semester.
3.Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan
4.Daftar referensi yang digunakan.
ISI BAGIAN Rencana Pembelajaran Semester
1. Nama program studi
2. Nama dan kode, semester, sks mata kuliah/modul
3. Nama dosen pengampu
4. Capaian Pembelajaran Lulusan yang dibebankan pada
Mata Kuliah (CPMK)
5. Kemampuan Akhir yang Direncanakan di Setiap Tahapan
Pembelajaran (Sub-CPMK)
6. Bahan Kajian atau Materi Pembelajaran
7. Waktu
8. Pengalaman Belajar Pebelajar dalam Bentuk Tugas
9. Kriteria, Indikator, dan Bobot Penilaian
10.Daftar Referensi
Bentuk Pembelajaran dan Metode Pembelajaran
1. Bentuk pembelajaran berupa: kuliah, responsi,
tutorial, seminar atau yang setara, praktikum,
praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan,
penelitian, pengabdian kepada masyarakat
2.Metode pembelajaran berupa: diskusi kelompok,
simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif,
pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis
proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau
metode pembelajaran lain
Bentuk Pembelajaran dan Metode Pembelajaran
1. Bentuk pembelajaran berupa: kuliah, responsi,
tutorial, seminar atau yang setara, praktikum,
praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan,
penelitian, pengabdian kepada masyarakat
2.Metode pembelajaran berupa: diskusi kelompok,
simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif,
pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis
proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau
metode pembelajaran lain
PEMBELAJARAN BERPUSAT pada PEMBELAJAR
BLENDED LEARNING
1. Pembelajaran Bauran (blended learning) adalah salah satu
metode pembelajaran yang memadukan secara harmonis
antara keunggulan-keunggulan pembelajaran tatap muka
(offline) dengan keunggulan-keunggulan pembelajaran
daring (online) dalam rangka mencapai capaian
pembelajaran lulusan (tim KPT KemenristekDikti, 2018)
2. Dalam pembelajaran bauran pebelajar tidak hanya
mendapatkan pengalaman belajar saat didampingi
pembelajar di kelas ataupun di luar kelas, namun juga
mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas secara
mandiri
KLASIFIKASI BLENDED LEARNING
Persentase
materi belajar
dari akses daring
Metode pembelajaran Penjelasan
0 % Tatap muka
Materi pembelajaran diperoleh di kelas, dan pengajaran
secara lisan.
1% - 29% Web
Pada dasarnya pembelajaran masih terjadi secara tatap
muka di kelas, namun dosen sudah memulai menfasilitasi
mahasiswa dengan meletakan RPS, tugas-tugas, dan
materi pembelajaran di web atau sistem menajemen
kuliah (CMS).
30% - 79% Bauran
Pembelajaran terjadi secara bauran baik secara
daring maupun tatap muka. Dosen melaksanakan
pembelajaran secara daring baik pada waktu yang sama,
waktu yang berbeda. Kuliah dosen, materi, tugas-tugas,
contoh-contoh, dan ilustrasi dapat diakses oleh
mahasiswa setiap saat secara daring. Dosen dapat
melaksanakan kuliah menggunakan LMS-Moodle, Webex,
Skype, Hangouts, FB, Edmudo, dll.
80% Daring
Pembelajaran sepenuhnya terjadi secara daring,
sudah tidak terjadi lagi tatap muka. Semua materi
pembelajaran, contoh-contoh, dan tugas-tugas dilakukan
secara daring.
TAXONOMY BLENDED LEARNING
LEBIH LANJUT PELAJARI
BUKU PENGEMBANGAN
KURIKULUM

MERANCANG PEMBELAJARAN

  • 1.
    MERANCANG PEMBELAJARAN Dr. Drs.Achmad Noor Fatirul, ST., M.Pd.
  • 2.
    MERANCANG PEMBELAJARAN 1. Perancanganpembelajaran secara sistematis perlu dilakukan agar menghasilkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) beserta perangkat pembelajaran yang lainnya, diantaranya instrumen penilaian, rencana tugas, bahan ajar, dll yang dapat dijalankan dalam proses pembelajaran secara efisien dan efektif serta memiliki daya tarik terhadap si pebelajar 2. Berbagai model perancangan atau desain pembelajaran yang dapat dipergunakan untuk menganalisis pembelajaran antara lain adalah model ADDIE, Dick & Carey, Jerrold. E. Kemp, ASSURE, dan lain sebagainya 3. Dalam bahasan ini akan digunakan model Dick & Carey, karena model ini memiliki langkah-langkah yang detail dan mudah dipahami
  • 3.
  • 4.
    TAHAPAN PERANCANGAN 1. MengidentifikasiCapaian Pembelajaran Lulusan yang dibebankan pada mata kuliah 2. Merumuskan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang bersifat spesifik terhadap mata kuliah berdasarkan Capaian Pembelajaran Lulusan yang dibebankan pada Mata Kuliah tersebut 3. Merumuskan sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah yang merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan dirumuskan berdasarkan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah.
  • 5.
    TAHAPAN PERANCANGAN 4. Melakukananalisis pembelajaran untuk memberikan gambaran pada pebelajar tahapan belajar yang akan dijalani. 5. Melakukan analisis kebutuhan belajar untuk mengetahui kebutuhan keluasan dan kedalaman materi pembelajaran, serta perangkat pembelajaran yang diperlukan. 6. Menentukan indikator pencapaian sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah sebagai kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi Capaian Pembelajaran Lulusan
  • 6.
    TAHAPAN PERANCANGAN 7. Menetapkankriteria penilaian dan mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran berdasarkan indikator pencapaian sub- Capaian Pembelajaran Mata Kuliah. 8. Memilih dan mengembangkan bentuk pembelajaran, metode pembelajaran, dan penugasan pebelajar sebagai pengalaman belajar.
  • 7.
    TAHAPAN PERANCANGAN 9. Mengembangkanmateri pembelajaran dalam bentuk bahan ajar dan sumber-sumber belajar yang sesuai. 10.Mengembangkan dan melakukan evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran terdiri dari pertama, evaluasi formatif yang bertujuan untuk melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran. Kedua, evaluasi sumatif yang bertujuan untuk memutuskan hasil capaian pembelajaran pebelajar
  • 8.
    MELAKUKAN ANALISIS PEMBELAJARAN Analisis pembelajarandilakukan untuk mengidentifikasi kemampuan akhir pada tiap tahapan belajar (Sub- Capaian Pembelajaran Mata Kuliah ) sebagai penjabaran dari Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
  • 9.
    4 CARA MENGANALISISPEMBELAJARAN STRUKTUR HERARKIS Untuk belajar kemampuan A, harus terlebih dahulu belajar kemampuan B, digambarkan dengan dua kotak masing- masing berisi kemampuan A dan kemampuan B, dan kedua kotak tersebut dihubungkan dengan anak panah vertikal menuju ke atas.
  • 10.
    4 CARA MENGANALISISPEMBELAJARAN STRUKTUR PROSEDURAL Untuk belajar kemampuan A, sebaiknya terlebih dahulu belajar kemampuan B, digambarkan dengan dua kotak masing masing berisi kemampuan A dan kemampuan B, dan kedua kotak tersebut dihubungkan dengan anak panah horisontal. Prinsipnya bahwa belajar dimulai dari materi pembelajaran yang mudah kemudian meningkat ke materi pembelajaran yang lebih sulit.
  • 11.
    4 CARA MENGANALISISPEMBELAJARAN STRUKTUR PENGELOMPOKAN Struktur ini menggambarkan beberapa kemampuan yang dipelajari dengan tidak saling tergantung dalam satu rumpun kemampuan. Dua atau lebih kotak yang berisi kemampuan dihubungkan dengan garis tanpa anak panah
  • 12.
    4 CARA MENGANALISISPEMBELAJARAN STRUKTUR KOMBINASI Struktur kombinasi dari dua atau tiga struktur hirarkis, prosedur dan pengelompokan
  • 13.
    Menyusun Rencana PembelajaranSemester 1. Rencana Pembelajaran Semester atau istilah lain adalah dokumen program pembelajaran yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan sesuai Capaian Pembelajaran Lulusan yang telah ditetapkan, sehingga harus dapat dijalankan oleh pebelajar pada setiap tahapan belajar pada mata kuliah terkait.
  • 14.
    Menyusun Rencana PembelajaranSemester 2. Rencara Pembelajaran Semester atau istilah lain dititik beratkan pada bagaimana memandu pebelajar untuk belajar agar memiliki kemampuan sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan yang dibebankan pada mata kuliah, bukan pada kepentingan kegiatan pembelajar mengajar.
  • 15.
    Menyusun Rencana PembelajaranSemester 3. Pembelajaran yang dirancang dalam Rencana Pembelajaran Semester adalah pembelajaran yang berpusat pada pebelajar (Student Centered Learning disingkat SCL) 4. Rencana Pembelajaran Semester atau istilah lain, wajib ditinjau dan disesuaikan secara berkala sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • 16.
    UNSUR2 Rencana PembelajaranSemester 1. Nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama pembelajar pengampu. 2. Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah. 3. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan. 4. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai. 5. Metode pembelajaran.
  • 17.
    UNSUR2 Rencana PembelajaranSemester 1.Waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran. 2.Pengalaman belajar pebelajar yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh pebelajar selama satu semester. 3.Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan 4.Daftar referensi yang digunakan.
  • 18.
    ISI BAGIAN RencanaPembelajaran Semester 1. Nama program studi 2. Nama dan kode, semester, sks mata kuliah/modul 3. Nama dosen pengampu 4. Capaian Pembelajaran Lulusan yang dibebankan pada Mata Kuliah (CPMK) 5. Kemampuan Akhir yang Direncanakan di Setiap Tahapan Pembelajaran (Sub-CPMK) 6. Bahan Kajian atau Materi Pembelajaran 7. Waktu 8. Pengalaman Belajar Pebelajar dalam Bentuk Tugas 9. Kriteria, Indikator, dan Bobot Penilaian 10.Daftar Referensi
  • 19.
    Bentuk Pembelajaran danMetode Pembelajaran 1. Bentuk pembelajaran berupa: kuliah, responsi, tutorial, seminar atau yang setara, praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat 2.Metode pembelajaran berupa: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain
  • 20.
    Bentuk Pembelajaran danMetode Pembelajaran 1. Bentuk pembelajaran berupa: kuliah, responsi, tutorial, seminar atau yang setara, praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat 2.Metode pembelajaran berupa: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain
  • 21.
  • 22.
    BLENDED LEARNING 1. PembelajaranBauran (blended learning) adalah salah satu metode pembelajaran yang memadukan secara harmonis antara keunggulan-keunggulan pembelajaran tatap muka (offline) dengan keunggulan-keunggulan pembelajaran daring (online) dalam rangka mencapai capaian pembelajaran lulusan (tim KPT KemenristekDikti, 2018) 2. Dalam pembelajaran bauran pebelajar tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar saat didampingi pembelajar di kelas ataupun di luar kelas, namun juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas secara mandiri
  • 23.
    KLASIFIKASI BLENDED LEARNING Persentase materibelajar dari akses daring Metode pembelajaran Penjelasan 0 % Tatap muka Materi pembelajaran diperoleh di kelas, dan pengajaran secara lisan. 1% - 29% Web Pada dasarnya pembelajaran masih terjadi secara tatap muka di kelas, namun dosen sudah memulai menfasilitasi mahasiswa dengan meletakan RPS, tugas-tugas, dan materi pembelajaran di web atau sistem menajemen kuliah (CMS). 30% - 79% Bauran Pembelajaran terjadi secara bauran baik secara daring maupun tatap muka. Dosen melaksanakan pembelajaran secara daring baik pada waktu yang sama, waktu yang berbeda. Kuliah dosen, materi, tugas-tugas, contoh-contoh, dan ilustrasi dapat diakses oleh mahasiswa setiap saat secara daring. Dosen dapat melaksanakan kuliah menggunakan LMS-Moodle, Webex, Skype, Hangouts, FB, Edmudo, dll. 80% Daring Pembelajaran sepenuhnya terjadi secara daring, sudah tidak terjadi lagi tatap muka. Semua materi pembelajaran, contoh-contoh, dan tugas-tugas dilakukan secara daring.
  • 24.
  • 25.
    LEBIH LANJUT PELAJARI BUKUPENGEMBANGAN KURIKULUM