Bab 1
Pengantar
Godfrey, J., Hodgson, A., Tarca, A., Hamilton, J., & Holmes, S. (2010). Accounting
Theory (7th ed.). Chichester: John Wiley and Sons.
Sekilas mengenai “teori akuntansi”
▪ Apa itu teori?
..sekumpulan hipotesis dan prinsip konseptual &
pragmatis yang saling berhubungan dan
membentuk kerangka acuan umum dalam suatu
bidang penyelidikan. –Hendriksen
2
Sekilas mengenai “teori akuntansi”
▪ Apa itu teori akuntansi?
…alasan-alasan logis dalam bentuk sekumpulan
prinsip yang luas yang:
▫ memberikan kerangka acuan umum agar praktik
akuntansi dapat dievaluasi dan
▫ membimbing pengembangan praktik dan
prosedur baru.
–Hendriksen
3
Sekilas mengenai “teori akuntansi”
▪ Diterima tidaknya sebuah teori tergantung dari:
▫ Seberapa baik teori tersebut menjelaskan dan
memprediksi kenyataan
▫ Seberapa baik teori tersebut disusun secara
teoritis maupun empiris
▫ Seberapa cocok implikasi dari teori tersebut
4
Sekilas mengenai “teori akuntansi”
▪ Teori Akuntansi merupakan sebuah konsep yang
jauh lebih baru ketimbang matematika maupun
fisika
▪ Bahkan buku dari Pacioli yang membahas mengenai
double-entry accounting focus pada praktiknya dan
tidak menjelaskan mengenai teori yang
mendasarinya
5
Sekilas mengenai “teori akuntansi”
▪ Perkembangan teori akuntansi selama ini
cenderung tidak terstruktur.
▪ Akuntansi sering dideskripsikan sebagai kumpulan
praktik yang dikembangkan untuk merespons
adanya kebutuhan praktis ketimbang karena adanya
pemikiran yang disengaja dan sistematis. –
Chambers
6
Sekilas mengenai “teori akuntansi”
▪ Dikembangkan untuk menyelesaikan masalah ketika masalah
tersebut muncul – reaktif
▪ Pendekatan ad hoc (khusus)
▪ Mengakibatkan adanya inkonsistensi dalam praktiknya,
misalnya metode depresiasi yang berbeda-beda
▪ Adanya penyusunan standar akuntansi – kerangka konseptual
ternyata belum dapat mengatasi inkonsistensi dalam praktiknya
7
Pra-teori (1400-an hingga 1800)
▪ Tidak ada teori akuntansi yang disusun sejak era
Pacioli hingga awal abad ke 19. –Goldberg
8
Akuntansi Pragmatis (1800 hingga 1955)
Periode ‘general scientific’
▪ Didasarkan pada obervasi empiris terhadap
praktik yang ada
▪ Menyediakan penjelasan mengenai praktik
akuntansi
▪ Berfokus pada sudut pandang yang sudah ada
mengenai akuntansi
9
Akuntansi Normatif (1956 hingga 1970)
▪ Bertujuan untuk menyediakan ‘norma’ demi
praktik akuntansi yang terbaik
▪ Fokus pada apa yang seharusnya terjadi
(idealnya) ketimbang apa yang ada
10
Akuntansi Normatif (1956 hingga 1970)
▪ Sayangnya periode ini mengalami kemunduran
akibat adanya persaingan antar sudut pandang
▪ Dua kelompok mendominasi:
▫ Pendukung kerangka konseptual
▫ Pengkritik dari biaya historis (historical
cost)
11
Akuntansi Normatif (1956 hingga 1970)
Faktor yang menyebabkan berakhirnya periode normatif
ini di antaranya:
▪ Tidak mungkinnya suatu teori normatif tertentu
diterima secara umum
▪ Adanya penerapan dari prinsip ekonomi keuangan
▪ Ketersediaan data empiris dan metode pengujian yang
baru.
12
Akuntansi Normatif (1956 hingga 1970)
Beberapa kritik dari teori normatif:
▪ Teori ini tidak membutuhkan adanya uji coba
hipotesis secara empiris
▪ Teori ini berdasarkan pada penilaian secara
subjektif
13
Akuntansi Positif (1950 hingga kini)
▪ Adanya pergeseran menuju bentuk baru
empirisme yang disebut teori positif
▪ Berawal dari periode ‘general scientific’
▪ Bertujuan untuk menjelaskan praktik akuntansi
yang diobservasi serta memprediksi praktik
akuntansi, misalnya hipotesis mengenai bonus
plan
14
Akuntansi Positif (1950 hingga kini)
▪ Membantu memprediksi reaksi dari para
‘pemain’, misalnya pemegang saham, terhadap
tindakan yang dilakukan oleh manajer dan
terhadap informasi akuntansi
15
Akuntansi Positif (1950 hingga kini)
Kekurangan utama dari teori ini adalah:
▪ ‘Maksimisasi kekayaan’ telah menjadi jawaban
dari seluruh praktik akuntansi dan informasi
yang dilaporkan
▪ Amat bergantung pada teori keagenan dan
asumsi ragu-ragu mengenai efisiensi pasar
16
Akuntansi Positif (1950 hingga kini)
Penelitian keperilakuan
▪ Memerhatikan adanya implikasi sosiologis dari
angka-angka akuntansi dan tindakan yang diambil
oleh para ‘pemain kunci’
▪ Muncul di 1950-an
▪ Walaupun adanya penurunan penerimaan terhadap
teori ini sejak 1980-an, teori akuntansi positif masih
mendominasi 17
Perkembangan terkini
▪ Perkembangan akademis dan professional dalam
teori akunansi cenderung mengambil pendekatan-
pendekatan berbeda
▪ Penelitian akademis berfokus pada pasar modal,
teori keagenan, dan aspek perilaku
▪ Profesi akuntan mencari pendekatan normatif –
bagaimana praktik akuntansi seharusnya diadopsi
18
Perkembangan terkini
19
Perkembangan terkini
Kerangka konseptual – muncul pada 1980an
▪ Menyatakan sifat dan tujuan dari pelaporan
keuangan
▪ Menyediakan kriteria untuk memutuskan di
antara alternatif praktik akuntansi yang ada
▪ SACs 1-4
20
Perkembangan terkini
Kerangka konseptual – perkembangan terkini
▪ Adanya proyek gabungan antara IASB dan
FASB
▪ Adanya harmonisasi internasional mengenai
praktik akuntansi melalui satu kumpulan
standar akuntansi keuangan internasional (IFRS)
21
Perkembangan terkini
Kerangka konseptual yang mendukung IFRS condong
menuju:
▪ praktik akuntansi yang menyediakan informasi untuk
meningkatkan kualitas pengambilan keputusan
investor dan lainnya
▪ mengakui keuntungan (gains) dan kerugian (losses) di
periode akuntansi terjadinya
▪ pengukuran menggunakan exit values 22
Garis besar isi
▪ Bagian 1: Teori akuntansi (bab 1-3)
▪ Bagian 2: Teori yang berkontribusi terhadap
praktik (bab 4-10)
▪ Bagian 3: Akuntansi dan penelitian (bab 11-14)
23
Ringkasan
▪ Teori akuntansi
▪ Periode-periode dalam perkembangan teori
akuntansi
▪ Akuntansi normatif
▪ Akuntansi positif
▪ Kerangka konseptual
▪ IFRS 24
Istilah kunci dan konsep
▪ Teori
▪ Teori akuntansi
▪ Teori normatif
▪ Teori positif
▪ Teori keperilakuan
▪ Kerangka konseptual
▪ IFRS 25

Bab 1 - Godfrey.pdf

  • 1.
    Bab 1 Pengantar Godfrey, J.,Hodgson, A., Tarca, A., Hamilton, J., & Holmes, S. (2010). Accounting Theory (7th ed.). Chichester: John Wiley and Sons.
  • 2.
    Sekilas mengenai “teoriakuntansi” ▪ Apa itu teori? ..sekumpulan hipotesis dan prinsip konseptual & pragmatis yang saling berhubungan dan membentuk kerangka acuan umum dalam suatu bidang penyelidikan. –Hendriksen 2
  • 3.
    Sekilas mengenai “teoriakuntansi” ▪ Apa itu teori akuntansi? …alasan-alasan logis dalam bentuk sekumpulan prinsip yang luas yang: ▫ memberikan kerangka acuan umum agar praktik akuntansi dapat dievaluasi dan ▫ membimbing pengembangan praktik dan prosedur baru. –Hendriksen 3
  • 4.
    Sekilas mengenai “teoriakuntansi” ▪ Diterima tidaknya sebuah teori tergantung dari: ▫ Seberapa baik teori tersebut menjelaskan dan memprediksi kenyataan ▫ Seberapa baik teori tersebut disusun secara teoritis maupun empiris ▫ Seberapa cocok implikasi dari teori tersebut 4
  • 5.
    Sekilas mengenai “teoriakuntansi” ▪ Teori Akuntansi merupakan sebuah konsep yang jauh lebih baru ketimbang matematika maupun fisika ▪ Bahkan buku dari Pacioli yang membahas mengenai double-entry accounting focus pada praktiknya dan tidak menjelaskan mengenai teori yang mendasarinya 5
  • 6.
    Sekilas mengenai “teoriakuntansi” ▪ Perkembangan teori akuntansi selama ini cenderung tidak terstruktur. ▪ Akuntansi sering dideskripsikan sebagai kumpulan praktik yang dikembangkan untuk merespons adanya kebutuhan praktis ketimbang karena adanya pemikiran yang disengaja dan sistematis. – Chambers 6
  • 7.
    Sekilas mengenai “teoriakuntansi” ▪ Dikembangkan untuk menyelesaikan masalah ketika masalah tersebut muncul – reaktif ▪ Pendekatan ad hoc (khusus) ▪ Mengakibatkan adanya inkonsistensi dalam praktiknya, misalnya metode depresiasi yang berbeda-beda ▪ Adanya penyusunan standar akuntansi – kerangka konseptual ternyata belum dapat mengatasi inkonsistensi dalam praktiknya 7
  • 8.
    Pra-teori (1400-an hingga1800) ▪ Tidak ada teori akuntansi yang disusun sejak era Pacioli hingga awal abad ke 19. –Goldberg 8
  • 9.
    Akuntansi Pragmatis (1800hingga 1955) Periode ‘general scientific’ ▪ Didasarkan pada obervasi empiris terhadap praktik yang ada ▪ Menyediakan penjelasan mengenai praktik akuntansi ▪ Berfokus pada sudut pandang yang sudah ada mengenai akuntansi 9
  • 10.
    Akuntansi Normatif (1956hingga 1970) ▪ Bertujuan untuk menyediakan ‘norma’ demi praktik akuntansi yang terbaik ▪ Fokus pada apa yang seharusnya terjadi (idealnya) ketimbang apa yang ada 10
  • 11.
    Akuntansi Normatif (1956hingga 1970) ▪ Sayangnya periode ini mengalami kemunduran akibat adanya persaingan antar sudut pandang ▪ Dua kelompok mendominasi: ▫ Pendukung kerangka konseptual ▫ Pengkritik dari biaya historis (historical cost) 11
  • 12.
    Akuntansi Normatif (1956hingga 1970) Faktor yang menyebabkan berakhirnya periode normatif ini di antaranya: ▪ Tidak mungkinnya suatu teori normatif tertentu diterima secara umum ▪ Adanya penerapan dari prinsip ekonomi keuangan ▪ Ketersediaan data empiris dan metode pengujian yang baru. 12
  • 13.
    Akuntansi Normatif (1956hingga 1970) Beberapa kritik dari teori normatif: ▪ Teori ini tidak membutuhkan adanya uji coba hipotesis secara empiris ▪ Teori ini berdasarkan pada penilaian secara subjektif 13
  • 14.
    Akuntansi Positif (1950hingga kini) ▪ Adanya pergeseran menuju bentuk baru empirisme yang disebut teori positif ▪ Berawal dari periode ‘general scientific’ ▪ Bertujuan untuk menjelaskan praktik akuntansi yang diobservasi serta memprediksi praktik akuntansi, misalnya hipotesis mengenai bonus plan 14
  • 15.
    Akuntansi Positif (1950hingga kini) ▪ Membantu memprediksi reaksi dari para ‘pemain’, misalnya pemegang saham, terhadap tindakan yang dilakukan oleh manajer dan terhadap informasi akuntansi 15
  • 16.
    Akuntansi Positif (1950hingga kini) Kekurangan utama dari teori ini adalah: ▪ ‘Maksimisasi kekayaan’ telah menjadi jawaban dari seluruh praktik akuntansi dan informasi yang dilaporkan ▪ Amat bergantung pada teori keagenan dan asumsi ragu-ragu mengenai efisiensi pasar 16
  • 17.
    Akuntansi Positif (1950hingga kini) Penelitian keperilakuan ▪ Memerhatikan adanya implikasi sosiologis dari angka-angka akuntansi dan tindakan yang diambil oleh para ‘pemain kunci’ ▪ Muncul di 1950-an ▪ Walaupun adanya penurunan penerimaan terhadap teori ini sejak 1980-an, teori akuntansi positif masih mendominasi 17
  • 18.
    Perkembangan terkini ▪ Perkembanganakademis dan professional dalam teori akunansi cenderung mengambil pendekatan- pendekatan berbeda ▪ Penelitian akademis berfokus pada pasar modal, teori keagenan, dan aspek perilaku ▪ Profesi akuntan mencari pendekatan normatif – bagaimana praktik akuntansi seharusnya diadopsi 18
  • 19.
  • 20.
    Perkembangan terkini Kerangka konseptual– muncul pada 1980an ▪ Menyatakan sifat dan tujuan dari pelaporan keuangan ▪ Menyediakan kriteria untuk memutuskan di antara alternatif praktik akuntansi yang ada ▪ SACs 1-4 20
  • 21.
    Perkembangan terkini Kerangka konseptual– perkembangan terkini ▪ Adanya proyek gabungan antara IASB dan FASB ▪ Adanya harmonisasi internasional mengenai praktik akuntansi melalui satu kumpulan standar akuntansi keuangan internasional (IFRS) 21
  • 22.
    Perkembangan terkini Kerangka konseptualyang mendukung IFRS condong menuju: ▪ praktik akuntansi yang menyediakan informasi untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investor dan lainnya ▪ mengakui keuntungan (gains) dan kerugian (losses) di periode akuntansi terjadinya ▪ pengukuran menggunakan exit values 22
  • 23.
    Garis besar isi ▪Bagian 1: Teori akuntansi (bab 1-3) ▪ Bagian 2: Teori yang berkontribusi terhadap praktik (bab 4-10) ▪ Bagian 3: Akuntansi dan penelitian (bab 11-14) 23
  • 24.
    Ringkasan ▪ Teori akuntansi ▪Periode-periode dalam perkembangan teori akuntansi ▪ Akuntansi normatif ▪ Akuntansi positif ▪ Kerangka konseptual ▪ IFRS 24
  • 25.
    Istilah kunci dankonsep ▪ Teori ▪ Teori akuntansi ▪ Teori normatif ▪ Teori positif ▪ Teori keperilakuan ▪ Kerangka konseptual ▪ IFRS 25