Asuhan Keperawatan Lanjut Usia Gangguan Sistem
Penglihatan “Katarak” dengan Intervensi Pencegahan
Jatuh di Era Pendemi Covid 19
Shela Frantika
1533044
PROGRAM STUDI FAKULTAS
ILMU KESEHATAN
Dosen Pembimbing:
Ns. Lilik Pranata, S.Kep.,M.Kes
2
BAB I PENDAHULUAN
Menurut WHO jumlah lansia yang berusia
60 tahun ke atas pada tahaun 2017
berjumlah 962 juta jiwa (United Nations
2017). Di indonesia jumlah lansia
mencapai 23,4 juta jiwa (BPS 2017)
disumtra selatan mencapai 7,14 juta jiwa
(Kemenkes RI) sedangkan di kota
palembang jumlah lansia perempuan
berjumlah 53,30% sedangkan jumlah laki-
lakinya 46,70% (BPS Proyeksi
penduduk,2016).
saat usia 60 tahun hamper 60% mulai mengalami katarak
atau lensa keruh. di dunia tahun 2014 terdapat 285
juta penduduk mengalami gangguan penglihatan, 39
juta diantaranya menderita kebutaan, 246 juta
mengalami penurunan ketajaman penglihatan. di
Indonesia merupakan yang tertinggi di asia tenggara
yaitu sebesar 1,5% atau 2 juta jiwa.
Prevalensi
3
Tujuan Penelitian Tujuan Umum
Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
1. Manfaat Bagi Lansia
2. Manfaat Bagi Keluarga Lansia
3. Bagi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Khatolik Musi Charitas Palembang
4
Konsep lansia
Karakteristik lansia
1. Berusia lebih dari 60 tahun
2. Kebutuhan dan masalah
yang bervariasi dari rentang
sehat sampai sakit
3. Lingkungan tempat tinggal
yang bervariasi
Perubahan fisiologi
a. Penglihatan
1) Kornea lebih berbentuk seperti bola
2) Spingter pupil timbul sclerosis dan hilangnya respon
terhadap sinar.
3) Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa)
4) Meningkatnya pengamatan sinar :, susah melihat
dalam cahaya gelap.
5) Menurunnya lapang pandang dan berkurangnya luas
pandang
6) Menurunnya daya yang membedakan warna biru atau
warna hijau
tugas perkembangan lansia
Tugas perkembangan lansia yaitu
kesiapan lansia untuk beradaptasi
atau menyesuaikan diri mengenai
tugas perkembangan lansia dan
mempersiapkan diri adanya
perubahan fisik
5
Definisi Katarak
Katarak merupaka kelainan mata yang terjadi akibat adanya
perubahan lensa yang jernih dan tembus caya, sehingga keruh
akibatnya mengalami gangguan penglihatan karena objyek menjadi
kabur
Penyebab utama katarak penuanan.
Faktor pemicu penyakit sistemik:
Dm, kekurangan vit A,B1,B2,C.
kortikosteroid
Jenis-jenis katarak
1. Katarak kortikalis
2. Nuklearis
3. supkapsularis
1. Pengkajian meliputi:
a. Identitas diri
b. Keluhan utama: penglihatan buram
c. Riwayat penyakit sekarang: meliputi Meliputi perjalanan penyakit dialami,
gejala dan perawatan yang sudah dijalani untuk mengobati penyakit saat ini.
d. Riwayat penyakit dahulu:mengidentifikasi perjalanan penyakit yang
sebelumnya pernah dialami.
e. Riwayat penyakit keluarga
f. Pola kebiasaan sehari-hari
g. Pola istirahat tidur
h. Pola nutrisi metabolik
i. Pola eliminasi
6
Asuhan Keperawatan Katarak
7
Diagnosa dan intervensi
No Diagnosa SLKI SIKI
1 Gangguan persepsi
sensori penglihatan b.d
gangguan penerimaan
sensori/status organ
indera ditandai dengan
menurunnya ketajaman
Setelah dilakukan
tindakan keperawatan
diharapkan gangguan
persepsi sensori
teratasi dengan
kriteria hasil:
1. menunjukan tanda
dan gejala persepsi
dan sensori baik,
penglihatan jelas
2.Mampu
mengungkapkan fungsi
persepsi dan sensori dengan
tepat
Monitor neurologi
1. monitor tingkat
neurologi
2. Monitor fungsi sensori
dan persepsi:
penciuman,penglihatan,
pendengaran
3. kaji fungsi penglihatan
4. jaga kebersihatan mata
5. monitor tanda dan
gejala kelainan
penglihatan
6. monitor fungsi lapang
pandang penglihatan,
visus
8
No Diagnosa SLKI SIKI
2 Defisit
pengetahuan b.d
kurang terpapar
informasi
penyakit
Tingkat
pengetahuan
meningkat setelah
dilakukan tindakan
keperawatan
dengan kriteria
hasil:
1.Prilaku sesuai anjuran
meningkat
2. Prilaku sesuai dengan
pengetahuan meningkat
Edukasi kesehatan
1. Mengidentifikasi kesiapan dan
kemampuan pasien menerima
informasi
2. Mengidentifikasi faktor-faktor
yang dapat meningkatkan
motifasi lansia
3. Jadwalkan pendidikan
kesehatansesuai kesepakatan
dengan lansia
4. Berikan kesempatan pasien
untuk bertanya
5. Jelaskan faktor resiko yang dapat
mempengaruhi kesehatan dari
penyakit katarak
6. Anjurkan strategi yang dapat
digunakan untuk mengurangi gejala
9
No Diagnosa SLKI SIKI
3 Resiko tinggi
cidera b.d
keterbatasan
penglihatan
Resiko cidera menurun
dengan kriteria hasil:
1.Terbebas dari cidera
2.Mampu menjelaskan
cara/metode untuk
mencegah injury
3.Mampu memodifikasi
gaya hidup untuk
mencegah injury
4.Mampu mengenali
perubahan status
kesehatan
Management lingkunagn
1. Sediakan lingkungan aman
2. Identifikasi kebutuhan keamanan
sesuai dengan kondisi fisik dan
fungsi kognitif
3. Menghindarkan perabotan
berbahaya(perabotan)
4. Libatkan keluarga untuk membantu
pasien dalam meningkatkan
pergerakan
5. Memindahkan alat-alat berbahaya
6. Membatasi pengunjung
7. Libatkan keluarga dalam memenuhi
kebutuhan
10
Implementasi
implementasi keperawatan
merupakan suatu rangkaian
kegiatan yang dapat dilakukan
oleh perawat dalam membantu
klien untuk mengatasi masalah
status kesehatan
Evaluasi merupakan sutu rangkaian proses
keperawatan yang dilakukan penilaian
kembali terhadap tindakan keperawatan
yang telah diberikan
Evaluasi
11

Asuhan keperawatan lanjut usia gangguan sistem penglihatan katarak dengan intervensi pencegahan jatuh di era pendemi covid 19

  • 1.
    Asuhan Keperawatan LanjutUsia Gangguan Sistem Penglihatan “Katarak” dengan Intervensi Pencegahan Jatuh di Era Pendemi Covid 19 Shela Frantika 1533044 PROGRAM STUDI FAKULTAS ILMU KESEHATAN Dosen Pembimbing: Ns. Lilik Pranata, S.Kep.,M.Kes
  • 2.
    2 BAB I PENDAHULUAN MenurutWHO jumlah lansia yang berusia 60 tahun ke atas pada tahaun 2017 berjumlah 962 juta jiwa (United Nations 2017). Di indonesia jumlah lansia mencapai 23,4 juta jiwa (BPS 2017) disumtra selatan mencapai 7,14 juta jiwa (Kemenkes RI) sedangkan di kota palembang jumlah lansia perempuan berjumlah 53,30% sedangkan jumlah laki- lakinya 46,70% (BPS Proyeksi penduduk,2016). saat usia 60 tahun hamper 60% mulai mengalami katarak atau lensa keruh. di dunia tahun 2014 terdapat 285 juta penduduk mengalami gangguan penglihatan, 39 juta diantaranya menderita kebutaan, 246 juta mengalami penurunan ketajaman penglihatan. di Indonesia merupakan yang tertinggi di asia tenggara yaitu sebesar 1,5% atau 2 juta jiwa. Prevalensi
  • 3.
    3 Tujuan Penelitian TujuanUmum Tujuan Khusus Manfaat Penelitian 1. Manfaat Bagi Lansia 2. Manfaat Bagi Keluarga Lansia 3. Bagi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Khatolik Musi Charitas Palembang
  • 4.
    4 Konsep lansia Karakteristik lansia 1.Berusia lebih dari 60 tahun 2. Kebutuhan dan masalah yang bervariasi dari rentang sehat sampai sakit 3. Lingkungan tempat tinggal yang bervariasi Perubahan fisiologi a. Penglihatan 1) Kornea lebih berbentuk seperti bola 2) Spingter pupil timbul sclerosis dan hilangnya respon terhadap sinar. 3) Lensa lebih suram (kekeruhan pada lensa) 4) Meningkatnya pengamatan sinar :, susah melihat dalam cahaya gelap. 5) Menurunnya lapang pandang dan berkurangnya luas pandang 6) Menurunnya daya yang membedakan warna biru atau warna hijau tugas perkembangan lansia Tugas perkembangan lansia yaitu kesiapan lansia untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri mengenai tugas perkembangan lansia dan mempersiapkan diri adanya perubahan fisik
  • 5.
    5 Definisi Katarak Katarak merupakakelainan mata yang terjadi akibat adanya perubahan lensa yang jernih dan tembus caya, sehingga keruh akibatnya mengalami gangguan penglihatan karena objyek menjadi kabur Penyebab utama katarak penuanan. Faktor pemicu penyakit sistemik: Dm, kekurangan vit A,B1,B2,C. kortikosteroid Jenis-jenis katarak 1. Katarak kortikalis 2. Nuklearis 3. supkapsularis
  • 6.
    1. Pengkajian meliputi: a.Identitas diri b. Keluhan utama: penglihatan buram c. Riwayat penyakit sekarang: meliputi Meliputi perjalanan penyakit dialami, gejala dan perawatan yang sudah dijalani untuk mengobati penyakit saat ini. d. Riwayat penyakit dahulu:mengidentifikasi perjalanan penyakit yang sebelumnya pernah dialami. e. Riwayat penyakit keluarga f. Pola kebiasaan sehari-hari g. Pola istirahat tidur h. Pola nutrisi metabolik i. Pola eliminasi 6 Asuhan Keperawatan Katarak
  • 7.
    7 Diagnosa dan intervensi NoDiagnosa SLKI SIKI 1 Gangguan persepsi sensori penglihatan b.d gangguan penerimaan sensori/status organ indera ditandai dengan menurunnya ketajaman Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan gangguan persepsi sensori teratasi dengan kriteria hasil: 1. menunjukan tanda dan gejala persepsi dan sensori baik, penglihatan jelas 2.Mampu mengungkapkan fungsi persepsi dan sensori dengan tepat Monitor neurologi 1. monitor tingkat neurologi 2. Monitor fungsi sensori dan persepsi: penciuman,penglihatan, pendengaran 3. kaji fungsi penglihatan 4. jaga kebersihatan mata 5. monitor tanda dan gejala kelainan penglihatan 6. monitor fungsi lapang pandang penglihatan, visus
  • 8.
    8 No Diagnosa SLKISIKI 2 Defisit pengetahuan b.d kurang terpapar informasi penyakit Tingkat pengetahuan meningkat setelah dilakukan tindakan keperawatan dengan kriteria hasil: 1.Prilaku sesuai anjuran meningkat 2. Prilaku sesuai dengan pengetahuan meningkat Edukasi kesehatan 1. Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan pasien menerima informasi 2. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan motifasi lansia 3. Jadwalkan pendidikan kesehatansesuai kesepakatan dengan lansia 4. Berikan kesempatan pasien untuk bertanya 5. Jelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dari penyakit katarak 6. Anjurkan strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi gejala
  • 9.
    9 No Diagnosa SLKISIKI 3 Resiko tinggi cidera b.d keterbatasan penglihatan Resiko cidera menurun dengan kriteria hasil: 1.Terbebas dari cidera 2.Mampu menjelaskan cara/metode untuk mencegah injury 3.Mampu memodifikasi gaya hidup untuk mencegah injury 4.Mampu mengenali perubahan status kesehatan Management lingkunagn 1. Sediakan lingkungan aman 2. Identifikasi kebutuhan keamanan sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi kognitif 3. Menghindarkan perabotan berbahaya(perabotan) 4. Libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam meningkatkan pergerakan 5. Memindahkan alat-alat berbahaya 6. Membatasi pengunjung 7. Libatkan keluarga dalam memenuhi kebutuhan
  • 10.
    10 Implementasi implementasi keperawatan merupakan suaturangkaian kegiatan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam membantu klien untuk mengatasi masalah status kesehatan Evaluasi merupakan sutu rangkaian proses keperawatan yang dilakukan penilaian kembali terhadap tindakan keperawatan yang telah diberikan Evaluasi
  • 11.