ANALISIS ITEM TES
ANALISIS ITEM TES
TINgkAT
kESukArAN
ITEM TES
EfEkTIvITAS
DISTrAkTor
(PENgEcoh)
INDEkS
rELIAbILITAS
DAN vALIDITAS
ITEM TES
DAyA bEDA
ITEM
ANALISIS ITEM
DENgAN
SofTwArE
ITEMAN
Tingkat Kesukaran Item Menurut Sudjana (2014:135), analisis
tingkat kesukaran item artinya
mengkaji soal-soal tes dari segi
kesulitannya sehingga dapat diperoleh
soal-soal mana yang termasuk mudah,
sedang, dan sukar.
Batasan indeks kriteria tingkat
kesukaran item tes:
0 - 0,30 = soal kategori sukar
0,31 - 0,70 = soal kategori
sedang
0,71 - 1,00 = soal kategori
mudah
Back
DAyA bEDA ITEM
Menurut Sudjana (2014:135), analisis
daya beda artinya mengkaji soal-soal
tes dari segi kesanggupan tes tersebut
dalam membedakan siswa tergolong
mampu (tinggi prestasinya) dengan
siswa yang tergolong kurang (lemah
prestasinya).
Besar indeks daya beda dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
Negatif : sangat jelek
(sebaiknya soalnya
dibuang saja)
0,00 – 0,20 : jelek (poor)
0,20 – 0,40 : cukup (satisfactory)
0,40 – 0,70 : baik (good)
0,70 – 1,00 : baik sekali (excelent)
Contoh PerhitunganContoh Perhitungan
Telah dilakukan sebuah tes mata pelajaran Matematika pada
suatu kelas yang terdiri dari 20 siswa dengan menggunakan 10
butir soal. Hasilnya seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
Siswa
No. Butir Soal
Skor Siswa1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
A 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8
B 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
C 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 8
D 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 4
E 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 6
F 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 3
G 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2
H 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2
I 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 7
J 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
K 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
L 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
M 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 6
N 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4
O 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 4
P 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 4
Q 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
R 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 4
S 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 7
T 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4
Jumlah 20 8 9 18 4 10 10 14 14 2  
Siswa
No. Butir Soal
Skor Siswa1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
B 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9
J 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
Q 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9
A 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8
C 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 8
L 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8
I 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 7
S 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 7
E 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 6
M 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 6
D 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 4
N 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4
O 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 4
P 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 4
R 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 4
T 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4
F 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 3
G 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2
H 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2
K 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1
Jumlah 20 8 9 18 4 10 10 14 14 2  
JA
JB
No. Soal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
p 1 0,4 0,45 0,9 0,2 0,5 0,5 0,7 0,7 0,1
Kriteria  Mudah  Sedang Sedang  Mudah  Sukar  Sedang  Sedang  Sedang  Sedang  Sukar 
Tingkat Kesukaran item
Keterangan Perhitungan
1. soal no. 1: nb = 20, N = 20, p = 20/20 = 1,00 TMDH (terlalu mudah)
2. soal no. 2: nb = 8, N = 20, p = 8/20 = 0,40; SDG (sedang)
3. soal no. 3: nb = 9, N = 20, p = 9/20 = 0,45 ; SDG (sedang)
Daya Beda Item
Keterangan Perhitungan
soal no. 1: 
BA = 10, JA = 10 --> PA = 1,00      
BB = 10, JB = 10 --> PB = 1,00  
D = 1,00 – 1,00 = 0,00                                
JLK (jelek) 
No. Soal
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
PA 1 0,7 0,8 0,9 0,4 0,8 0,9 1 1 0,2
PB 1 0,1 0,1 0,9 0 0,2 0,1 0,4 0,4 0
D 0 0,6 0,7 0 0,4 0,6 0,8 0,6 0,6 0,2
Kriteria  Jelek Baik 
Baik
sekali   Jelek Baik Baik 
Baik 
Sekali   Baik Baik  Cukup 
Back
EfEktivitas Distraktor
(PEngEcoh)
Analisis efektivitas distraktor
dilakukan untuk mengetahui
kefektifan butir pengecoh (distraktor).
Butir soal dikatakan baik apabila
distraktor-nya dipilih secara merata
oleh peserta didik atau sedikitnya 5%
dari jumlah seluruh peserta didik yang
mengikuti tes memilih pengecoh.
Sebaliknya apabila pilihan menumpuk
pada salah satu pengecoh
(menyesatkan) berarti pengecoh
tersebut jelek dan perlu direvisi.
Contoh
Back
Langkah-langkah menggunakan ITEMAN:
1.Memasukkan data (jawaban siswa) ke dalam suatu file dalam
bentuk file. Cara termudah adalah menggunakan program
Windows yaitu dengan mengetik data di tempat Notepad.
2.Data yang telah diketik kemudaian disimpan, misal disimpan
pada file: Tes1.txt. Selanjutnya untuk menggunakan program
Iteman yaitu dengan mengklik icon Iteman. Kemudian isilah
pertanyaan-pertanyaan yang muncul di layar komputer seperti
berikut.
3.Membaca hasil, yaitu dengan mengklik icon hsltes1.
AnAlisis item dengAn
softwAre itemAn
Iteman merupakan perangkat lunak
yang dibuat melalui bahasa
pemrograman komputer dan dibuat
khusus untuk analisis butir soal dan
tes.
Back
indeks reliAbilitAs
item tes
Menurut Arikunto (1999:65), reliabilitas
tes adalah tingkat keajegan
(konsistensi) suatu tes, yakni sejauh
mana suatu tes dapat dipercaya untuk
menghasilkan skor yang ajeg, relatif
tidak berubah walaupun diteskan pada
situasi yang berbeda-beda
Contoh perhitungan indeks reliabilitas
untuk soal pilihan ganda
Indeks reliabilitasnya adalah sebagai berikut:
Dari contoh soal yang disajikan, nilai koefisien
reliabilitasnya adalah 0,25054467. sehingga
0,25054467 < 0,70. jadi dapat disimpulkan bahwa soal
tersebut kurang reliabel.
Indeks ValIdItas Item tes
Menurut Arikunto (1999:65),
validitas adalah suatu ukuran yang
menunjukkan tingkat kesahihan
suatu tes.
Terimakasih

Analisis Item Tes

  • 1.
  • 2.
    ANALISIS ITEM TES TINgkAT kESukArAN ITEMTES EfEkTIvITAS DISTrAkTor (PENgEcoh) INDEkS rELIAbILITAS DAN vALIDITAS ITEM TES DAyA bEDA ITEM ANALISIS ITEM DENgAN SofTwArE ITEMAN
  • 3.
    Tingkat Kesukaran ItemMenurut Sudjana (2014:135), analisis tingkat kesukaran item artinya mengkaji soal-soal tes dari segi kesulitannya sehingga dapat diperoleh soal-soal mana yang termasuk mudah, sedang, dan sukar. Batasan indeks kriteria tingkat kesukaran item tes: 0 - 0,30 = soal kategori sukar 0,31 - 0,70 = soal kategori sedang 0,71 - 1,00 = soal kategori mudah Back
  • 4.
    DAyA bEDA ITEM MenurutSudjana (2014:135), analisis daya beda artinya mengkaji soal-soal tes dari segi kesanggupan tes tersebut dalam membedakan siswa tergolong mampu (tinggi prestasinya) dengan siswa yang tergolong kurang (lemah prestasinya). Besar indeks daya beda dapat diklasifikasikan sebagai berikut: Negatif : sangat jelek (sebaiknya soalnya dibuang saja) 0,00 – 0,20 : jelek (poor) 0,20 – 0,40 : cukup (satisfactory) 0,40 – 0,70 : baik (good) 0,70 – 1,00 : baik sekali (excelent)
  • 5.
    Contoh PerhitunganContoh Perhitungan Telahdilakukan sebuah tes mata pelajaran Matematika pada suatu kelas yang terdiri dari 20 siswa dengan menggunakan 10 butir soal. Hasilnya seperti terlihat pada tabel di bawah ini.
  • 6.
    Siswa No. Butir Soal SkorSiswa1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8 B 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 C 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 8 D 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 4 E 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 6 F 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 3 G 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 H 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 I 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 7 J 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9 K 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 L 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8 M 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 6 N 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4 O 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 4 P 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 4 Q 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9 R 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 4 S 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 7 T 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4 Jumlah 20 8 9 18 4 10 10 14 14 2  
  • 7.
    Siswa No. Butir Soal SkorSiswa1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 B 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 9 J 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9 Q 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 9 A 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 8 C 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 8 L 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 8 I 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 7 S 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 7 E 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 6 M 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 6 D 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 4 N 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4 O 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 4 P 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 4 R 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 4 T 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 4 F 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 3 G 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 H 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 2 K 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Jumlah 20 8 9 18 4 10 10 14 14 2   JA JB
  • 8.
    No. Soal 1 23 4 5 6 7 8 9 10 p 1 0,4 0,45 0,9 0,2 0,5 0,5 0,7 0,7 0,1 Kriteria  Mudah  Sedang Sedang  Mudah  Sukar  Sedang  Sedang  Sedang  Sedang  Sukar  Tingkat Kesukaran item Keterangan Perhitungan 1. soal no. 1: nb = 20, N = 20, p = 20/20 = 1,00 TMDH (terlalu mudah) 2. soal no. 2: nb = 8, N = 20, p = 8/20 = 0,40; SDG (sedang) 3. soal no. 3: nb = 9, N = 20, p = 9/20 = 0,45 ; SDG (sedang)
  • 9.
    Daya Beda Item Keterangan Perhitungan soal no. 1:  BA = 10, JA = 10 --> PA = 1,00       BB = 10, JB = 10 --> PB = 1,00   D = 1,00 – 1,00 = 0,00                                 JLK (jelek)  No.Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 PA 1 0,7 0,8 0,9 0,4 0,8 0,9 1 1 0,2 PB 1 0,1 0,1 0,9 0 0,2 0,1 0,4 0,4 0 D 0 0,6 0,7 0 0,4 0,6 0,8 0,6 0,6 0,2 Kriteria  Jelek Baik  Baik sekali   Jelek Baik Baik  Baik  Sekali   Baik Baik  Cukup  Back
  • 10.
    EfEktivitas Distraktor (PEngEcoh) Analisis efektivitasdistraktor dilakukan untuk mengetahui kefektifan butir pengecoh (distraktor). Butir soal dikatakan baik apabila distraktor-nya dipilih secara merata oleh peserta didik atau sedikitnya 5% dari jumlah seluruh peserta didik yang mengikuti tes memilih pengecoh. Sebaliknya apabila pilihan menumpuk pada salah satu pengecoh (menyesatkan) berarti pengecoh tersebut jelek dan perlu direvisi. Contoh
  • 11.
  • 12.
    Langkah-langkah menggunakan ITEMAN: 1.Memasukkandata (jawaban siswa) ke dalam suatu file dalam bentuk file. Cara termudah adalah menggunakan program Windows yaitu dengan mengetik data di tempat Notepad. 2.Data yang telah diketik kemudaian disimpan, misal disimpan pada file: Tes1.txt. Selanjutnya untuk menggunakan program Iteman yaitu dengan mengklik icon Iteman. Kemudian isilah pertanyaan-pertanyaan yang muncul di layar komputer seperti berikut. 3.Membaca hasil, yaitu dengan mengklik icon hsltes1. AnAlisis item dengAn softwAre itemAn Iteman merupakan perangkat lunak yang dibuat melalui bahasa pemrograman komputer dan dibuat khusus untuk analisis butir soal dan tes. Back
  • 13.
    indeks reliAbilitAs item tes MenurutArikunto (1999:65), reliabilitas tes adalah tingkat keajegan (konsistensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun diteskan pada situasi yang berbeda-beda
  • 14.
    Contoh perhitungan indeksreliabilitas untuk soal pilihan ganda
  • 15.
    Indeks reliabilitasnya adalahsebagai berikut: Dari contoh soal yang disajikan, nilai koefisien reliabilitasnya adalah 0,25054467. sehingga 0,25054467 < 0,70. jadi dapat disimpulkan bahwa soal tersebut kurang reliabel.
  • 16.
    Indeks ValIdItas Itemtes Menurut Arikunto (1999:65), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes.
  • 17.