AMOEBA
PROTOZOA
Protozoa adalah :
jasad renik hewani yang terdiri dari satu sel, hidup
sendiri-sendiri atau berkelompok membentuk koloni,
yang mempunyai morfologi dan fungsi yang lengkap.
(protos=pertama, zoon=hewan)
Dalam klasifikasi modern, makhluk hidup dibagi dalam 5
kingdom:
1.Monera
2.Protista
3.Plantas
4.Fungi
5.Animalia  subkingdom: Protozoa
PROTOZOA…
Protozoa dibagi menjadi 7 phyla, 4 phyla yang penting yaitu:
Sarcomastigophora
Apicomplexa
Ciliophora
Microsporida
Pemberian nama menggunakan bahasa Latin.
Akhiran:
oidea  superfamili
idae  famili
inae  subfamili
ida  ordo
ina  subordo
ea  kelas
ia  subkelas
PROTOZOA…
Morfologi
Protozoa terdiri dari sitoplasma dan inti.
Sitoplasma tersusun dari :
 ektoplasma (jernih, homogen)
 endoplasma (keruh, bergranula)
Inti terdiri dari :
1. Selaput inti (nuclear membrane)
2. Nukleoplasma
3. Serabut linin
4. Butir kromatin (granule)
5. Kariosom (plastin)
PROTOZOA…
Struktur protozoa yang berasal dari ektoplasma :
1. Flagel, silia dan pseudopodi  alat gerak
2. Vakuol kontraktil (alat ekskretori)
3. Organ pencernaan (mulut, sitostom atau sitofaring)
4. Dinding kista
Fungsi
 Ektoplasma : protektif, lokomotif, respirasi, alat
menangkap dan membuang sisa
makanan.
 Endoplasma : nutritif dan reproduktif
 Inti : reproduksi dan mengatur berbagai
fungsi
PROTOZOA…
o Pengambilan makanan dengan cara:
1. Difusi
2. Fagositosis (pengambilan bahan-bahan padat)
3. Pinositosis (pengambilan bahan dalam larutan
lewat vesikula pinositik kecil)
2 & 3  endositosis
4. Melalui sitostoma
o Ekskresi terutama dilakukan dengan difusi lewat
membrana sel. Pada Ciliata dijumpai vakuola
kontraktil dan sitopige.
o Pada spesies-spesies protozoa parasitik, respirasi
dilakukan baik secara aerobik maupun anaerobik.
PROTOZOA…
o Reproduksi secara:
1. Aseksual
a. Simple binary fission
b. Multiple fission (skizogoni)
2. Seksual
a. Konjugasi
b. Syngami
PROTOZOA…
Stadium :
 Trofozoit
 Kista
Stadium Trofozoit (trophos=makan)
• Disebut juga bentuk vegetatif atau proliferatif.
• Dapat bergerak aktif.
• Berbiak secara belah pasang.
• Pada umumnya tidak resisten terhadap
perubahan lingkungan.
PROTOZOA…
Stadium kista (cystis=kantong)
•Resisten
•Merupakan bentuk infektif
Enkistasi:
perubahan dari bentuk trofozoit menjadi kista.
Beberapa keadaan yang mengharuskan terjadinya
enkistasi:
•Kekurangan atau berlimpahnya suplai makanan
•Kelebihan produksi katabolisme dari organisme
•Perubahan pH
•Pengeringan
•Kekurangan atau kelebihan oksigen
•Populasi parasit sangat banyak
PROTOZOA…
Eksistasi:
perubahan dari bentuk kista menjadi
trofozoit.
Beberapa faktor yang dapat menimbulkan eksistasi:
• Perubahan osmotik dalam medium.
• Pengaruh enzim pada lapisan dalam dinding
kista.
• Pada beberapa protozoa parasiter, pH serta
aktifitas enzim tuan rumah yang menguntungkan
bagi parasit.
PROTOZOA…
Klasifikasi
A. Berdasar alat gerak
a. Rhizopoda
b. Mastigophora
c. Sporozoa
d. Ciliata
B. Berdasar patogenitas
a. Patogen
b. Non patogen
C. Berdasar habitat
a. Protozoa usus dan rongga tubuh
b. Protozoa darah dan jaringan
Entamoeba histolytica
• Ordo : Amoebida
• Subordo : Tubulina
• Famili : Endamoebidae
• Genus : Entamoeba
• Sinonim : - Amoeba dysentriae
- Entamoeba tetragena
- Entamoeba dispar
- Entamoeba venaticurn
• Penyakit : Amubiasis
• Distribusi geografi : kosmopolit
Entamoeba histolytica …
• Habitat :
 Trofozoit: mukosa & submukosa kolon
 Kista : lumen kolon
• Hospes : manusia
• R.H. : kucing, anjing, kera, tikus,
hamster, marmot
• Bentuk infektif : kista berinti 4
• Cara infeksi : menelan kista matang
Morfologi :
Tropozoit (bentuk vegetatif /
bentuk histolytica)
• 18 – 40 µ
• Bentuk tidak tetap.
• Sitoplasma berisi eritrosit,
lekosit, sisa jaringan.
• Inti : bulat, 4-6µ,
kariosom sentral, butir
kromatin pada selaput inti
halus dan rata.
Prakista (bentuk peralihan
sebelum menjadi kista)
• Bulat atau lonjong
• 10 – 20 µ
• Sitoplasma tidak berisi
eritrosit atau sisa
makanan.
Kista
• Bulat
• 6-9 µ : minutaform
12-15µ : magnaform
• Inti : 1 - 4
Proses reproduksi
1. Ekskistasi
2. Enkistasi
3. Multiplikasi
EPIDEMIOLOGI
 Parasit ini tersebar luas, kosmopolit,
paling banyak di daerah tropik.
 Transmisi parasit ini dipengaruhi a.l. oleh:
 Parasit
 Iklim
 Lalat dan lipas
 Hospes reservoar
 Pupuk tanaman dan tinja
 Penyaji makanan
 Kepadatan penduduk
Amoebiasis
Amoebiasis
Intestinal
Ekstra
Intestinal
Akut
Kronis
Hati
Paru
Otak
Amoebiasis intestinal
Akut (disentri amuba)
gx : - sindrom disentri
(diare, tinja mengandung darah
& lendir, tenesmus)
Terjadi ulkus di usus
(bulat/lonjong, tepi tidak teratur,
undermined, flask shaped, isi
cairan kuning kehitaman)
Amoebiasis intestinal …
Kronis
gx : tidak jelas
Terdapat ulkus, regenerasi jaringan,
amuboma
Amoebiasis hati
Abses soliter di lobus kanan bagian
postero superior
gx :
 Nyeri hipokondrium kanan
 Hepatomegali
 Demam
 ikterus
Amoebiasis hati …
Komplikasi
Abses pecah, menyebar ke
 Kulit
 Paru
 Pleura
 Diafragma
 Rongga peritonium
 Rongga perikardium
Amubiasis usus akut
 Pemeriksaan tinja (tropozoit +)
 Pemeriksaan darah (lekositosis)
Amubiasis kronik (karier asimtomatik)
 Pemeriksaan tinja (kista +)
 Tes serologik positif pada konvalesen
Amubiasis hati
 Biopsi untuk menemukan tropozit
 Pemeriksaan tinja untuk menemukan kista
 Pemeriksaan darah (lekositosis)
 Tes-tes serologik
 Tes kulit
 Pemeriksaan radiologik
Amubiasis paru
 Pemeriksaan sputum (tropozoit +)
 Tes serologik
 Tes kulit
PENGOBATAN
 Obat antiamuba dikelompokkan dalam 4 kelompok:
1. Golongan amubisid langsung
• Bekerja efektif pada lumen usus
• Diiodohydroxyquinolon, senyawa arsen, diloxamide furoate,
paramomycin
1. Golongan amubisid tidak langsung
• Bekerja efektif pada lumen dan dinding usus
• Tertracyclin
1. Golongan amubisid jaringan khusus
Ada 2 kelompok:
1. Bekerja efektif pada dinding usus dan hati (emetin HCl,
emetin-bismuth-iodide, dehydro-emetin)
2. Bekerja efektif pada hati (chloroquin)
2. Golongan amubisid semua jaringan
• Bekerja efektif pada lumen usus, dinding usus dan hati
• Metronidazole, tinidazole, ornidazole
Evaluasi Hasil Pengobatan
 Pemeriksaan I
Dua minggu sesudah pengobatan  pemeriksaan tinja 6 hari
berturut-turut
Hasil (+): pengobatan diulangi dan dicari sumber infeksi
Hasil (-) : pengobatan tidak perlu diulangi
 Pemeriksaan II
Tiga bulan sesudah pengobatan  pemeriksaan tinja 3-6 hari
berturut turut
Hasil (+): pengobatan diulangi dan dicari sumber infeksi
Hasil (-) : pengobatan tidak perlu diulangi
 Pemeriksaan III
Dilakukan 6 bulan sesudah pengobatan.
Perlu dipertimbangkan sigmoidoskopi untuk melihat ulkus.
Pencegahan
Perorangan :
1. Air minum dimasak.
2. Cegah kontaminasi ma-mi oleh lalat,
lipas, atau tikus.
3. Kebersihan pribadi & alat ma-mi.
Masyarakat :
1. Pembuangan tinja yg baik, jangan
gunakan tinja untuk pupuk.
2. Sumber air minum yg baik dan bebas
polusi tinja.
3. Tx karier
Teori E. histolytica Patogen & Apatogen
18% penduduk dunia mengandung E. histolytica, tetapi
hanya ±20% yg menunjukkan tanda dan gejala
penyakit 1/3 dari yang (+) adalah E. histolytica
ukuran kecil.
 Teori I
E. histolytica dibedakan hanya dalam ukuran dan
patogenitasnya.
Ras kecil : apatogen
Ras besar : patogen
Trofozoit ras besar ada 2 bentuk:
1. magna  virulent (ganas)
2. minuta  komensal di lumen usus, dapat berubah
menjadi bentuk magna
Teori E. histolytica Patogen & Apatogen…
 Teori II
Dikenal 3 spesies:
 Yang kecil, tdk patogen: E. hartmanii
 Yang besar dibagi 2 spesies:
 E. dispar  tdk patogen
 E. dysentriae  patogen
Teori E. histolytica Patogen & Apatogen…
 Teori III
Membagi ke dalam 2 kelompok:
1. Yang kecil, tidak patogen: E. hartmanii
2. Yang besar (E. histolytica) dibagi dalam ras
tidak ganas (avirulent) dan ras virulent.
Entamoeba coli
• Distribusi Geografi : kosmopolit
• Non patogen
• Habitat : colon
• R.H. : mamalia
• Bentuk infektif : kista berinti 8
• Cara infeksi : ingestion
• Spesimen : feces
Entamoeba coli …
Tropozoit :
• 20-40 µ
• Sitoplasma kasar
• Eritrosit (-)
• Inti : kariosom
besar, terletak di
tepi
Entamoeba coli…
Kista
• 15-20 µ
• Glikogen (-)
• Badan kromatoid
(-)
• Inti : 1 - 8
Entamoeba gingivalis
Tropozoit
• 10-20µ
• Eritrosit (-)
• Inti : kariosom
sentral, butir
kromatin yg ada
pada selaput inti
halus & rata
Endolimax nana
• Distribusi geografi : kosmopolit
• Non patogen
• Habitat : colon
• Bentuk infektif : kista berinti 4
• Cara infeksi : ingestion
• Spesimen : feces
Endolimax nana…
Tropozoit
• 8 – 9 µ
• Eritrosit (-)
• Inti : kariosom
besar, bentuk tak
teratur, terletak di
tepi
Iodamoeba butschlii
• Distribusi geografi : kosmopolit
• Non patogen
• Habitat : colon
• R.H. : babi
• Cara infeksi : ingestion
• Spesimen : feces
Iodamoeba butschlii…
Tropozoit
• 8 – 12 µ
• Jarang ditemukan
pada tinja
Iodamoeba butschlii…
Kista
• 8 – 12 µ
• Inti : 1
• Glikogen besar
(iodophilic body)
• Badan kromatoid
(-)

Amoeba

  • 1.
  • 2.
    PROTOZOA Protozoa adalah : jasadrenik hewani yang terdiri dari satu sel, hidup sendiri-sendiri atau berkelompok membentuk koloni, yang mempunyai morfologi dan fungsi yang lengkap. (protos=pertama, zoon=hewan) Dalam klasifikasi modern, makhluk hidup dibagi dalam 5 kingdom: 1.Monera 2.Protista 3.Plantas 4.Fungi 5.Animalia  subkingdom: Protozoa
  • 3.
    PROTOZOA… Protozoa dibagi menjadi7 phyla, 4 phyla yang penting yaitu: Sarcomastigophora Apicomplexa Ciliophora Microsporida Pemberian nama menggunakan bahasa Latin. Akhiran: oidea  superfamili idae  famili inae  subfamili ida  ordo ina  subordo ea  kelas ia  subkelas
  • 4.
    PROTOZOA… Morfologi Protozoa terdiri darisitoplasma dan inti. Sitoplasma tersusun dari :  ektoplasma (jernih, homogen)  endoplasma (keruh, bergranula) Inti terdiri dari : 1. Selaput inti (nuclear membrane) 2. Nukleoplasma 3. Serabut linin 4. Butir kromatin (granule) 5. Kariosom (plastin)
  • 5.
    PROTOZOA… Struktur protozoa yangberasal dari ektoplasma : 1. Flagel, silia dan pseudopodi  alat gerak 2. Vakuol kontraktil (alat ekskretori) 3. Organ pencernaan (mulut, sitostom atau sitofaring) 4. Dinding kista Fungsi  Ektoplasma : protektif, lokomotif, respirasi, alat menangkap dan membuang sisa makanan.  Endoplasma : nutritif dan reproduktif  Inti : reproduksi dan mengatur berbagai fungsi
  • 6.
    PROTOZOA… o Pengambilan makanandengan cara: 1. Difusi 2. Fagositosis (pengambilan bahan-bahan padat) 3. Pinositosis (pengambilan bahan dalam larutan lewat vesikula pinositik kecil) 2 & 3  endositosis 4. Melalui sitostoma o Ekskresi terutama dilakukan dengan difusi lewat membrana sel. Pada Ciliata dijumpai vakuola kontraktil dan sitopige. o Pada spesies-spesies protozoa parasitik, respirasi dilakukan baik secara aerobik maupun anaerobik.
  • 7.
    PROTOZOA… o Reproduksi secara: 1.Aseksual a. Simple binary fission b. Multiple fission (skizogoni) 2. Seksual a. Konjugasi b. Syngami
  • 8.
    PROTOZOA… Stadium :  Trofozoit Kista Stadium Trofozoit (trophos=makan) • Disebut juga bentuk vegetatif atau proliferatif. • Dapat bergerak aktif. • Berbiak secara belah pasang. • Pada umumnya tidak resisten terhadap perubahan lingkungan.
  • 9.
    PROTOZOA… Stadium kista (cystis=kantong) •Resisten •Merupakanbentuk infektif Enkistasi: perubahan dari bentuk trofozoit menjadi kista. Beberapa keadaan yang mengharuskan terjadinya enkistasi: •Kekurangan atau berlimpahnya suplai makanan •Kelebihan produksi katabolisme dari organisme •Perubahan pH •Pengeringan •Kekurangan atau kelebihan oksigen •Populasi parasit sangat banyak
  • 10.
    PROTOZOA… Eksistasi: perubahan dari bentukkista menjadi trofozoit. Beberapa faktor yang dapat menimbulkan eksistasi: • Perubahan osmotik dalam medium. • Pengaruh enzim pada lapisan dalam dinding kista. • Pada beberapa protozoa parasiter, pH serta aktifitas enzim tuan rumah yang menguntungkan bagi parasit.
  • 11.
    PROTOZOA… Klasifikasi A. Berdasar alatgerak a. Rhizopoda b. Mastigophora c. Sporozoa d. Ciliata B. Berdasar patogenitas a. Patogen b. Non patogen C. Berdasar habitat a. Protozoa usus dan rongga tubuh b. Protozoa darah dan jaringan
  • 12.
    Entamoeba histolytica • Ordo: Amoebida • Subordo : Tubulina • Famili : Endamoebidae • Genus : Entamoeba • Sinonim : - Amoeba dysentriae - Entamoeba tetragena - Entamoeba dispar - Entamoeba venaticurn • Penyakit : Amubiasis • Distribusi geografi : kosmopolit
  • 13.
    Entamoeba histolytica … •Habitat :  Trofozoit: mukosa & submukosa kolon  Kista : lumen kolon • Hospes : manusia • R.H. : kucing, anjing, kera, tikus, hamster, marmot • Bentuk infektif : kista berinti 4 • Cara infeksi : menelan kista matang
  • 14.
    Morfologi : Tropozoit (bentukvegetatif / bentuk histolytica) • 18 – 40 µ • Bentuk tidak tetap. • Sitoplasma berisi eritrosit, lekosit, sisa jaringan. • Inti : bulat, 4-6µ, kariosom sentral, butir kromatin pada selaput inti halus dan rata.
  • 16.
    Prakista (bentuk peralihan sebelummenjadi kista) • Bulat atau lonjong • 10 – 20 µ • Sitoplasma tidak berisi eritrosit atau sisa makanan.
  • 17.
    Kista • Bulat • 6-9µ : minutaform 12-15µ : magnaform • Inti : 1 - 4
  • 19.
    Proses reproduksi 1. Ekskistasi 2.Enkistasi 3. Multiplikasi
  • 20.
    EPIDEMIOLOGI  Parasit initersebar luas, kosmopolit, paling banyak di daerah tropik.  Transmisi parasit ini dipengaruhi a.l. oleh:  Parasit  Iklim  Lalat dan lipas  Hospes reservoar  Pupuk tanaman dan tinja  Penyaji makanan  Kepadatan penduduk
  • 21.
  • 22.
    Amoebiasis intestinal Akut (disentriamuba) gx : - sindrom disentri (diare, tinja mengandung darah & lendir, tenesmus) Terjadi ulkus di usus (bulat/lonjong, tepi tidak teratur, undermined, flask shaped, isi cairan kuning kehitaman)
  • 24.
    Amoebiasis intestinal … Kronis gx: tidak jelas Terdapat ulkus, regenerasi jaringan, amuboma
  • 25.
    Amoebiasis hati Abses soliterdi lobus kanan bagian postero superior gx :  Nyeri hipokondrium kanan  Hepatomegali  Demam  ikterus
  • 26.
    Amoebiasis hati … Komplikasi Absespecah, menyebar ke  Kulit  Paru  Pleura  Diafragma  Rongga peritonium  Rongga perikardium
  • 28.
    Amubiasis usus akut Pemeriksaan tinja (tropozoit +)  Pemeriksaan darah (lekositosis) Amubiasis kronik (karier asimtomatik)  Pemeriksaan tinja (kista +)  Tes serologik positif pada konvalesen Amubiasis hati  Biopsi untuk menemukan tropozit  Pemeriksaan tinja untuk menemukan kista  Pemeriksaan darah (lekositosis)  Tes-tes serologik  Tes kulit  Pemeriksaan radiologik Amubiasis paru  Pemeriksaan sputum (tropozoit +)  Tes serologik  Tes kulit
  • 30.
    PENGOBATAN  Obat antiamubadikelompokkan dalam 4 kelompok: 1. Golongan amubisid langsung • Bekerja efektif pada lumen usus • Diiodohydroxyquinolon, senyawa arsen, diloxamide furoate, paramomycin 1. Golongan amubisid tidak langsung • Bekerja efektif pada lumen dan dinding usus • Tertracyclin 1. Golongan amubisid jaringan khusus Ada 2 kelompok: 1. Bekerja efektif pada dinding usus dan hati (emetin HCl, emetin-bismuth-iodide, dehydro-emetin) 2. Bekerja efektif pada hati (chloroquin) 2. Golongan amubisid semua jaringan • Bekerja efektif pada lumen usus, dinding usus dan hati • Metronidazole, tinidazole, ornidazole
  • 31.
    Evaluasi Hasil Pengobatan Pemeriksaan I Dua minggu sesudah pengobatan  pemeriksaan tinja 6 hari berturut-turut Hasil (+): pengobatan diulangi dan dicari sumber infeksi Hasil (-) : pengobatan tidak perlu diulangi  Pemeriksaan II Tiga bulan sesudah pengobatan  pemeriksaan tinja 3-6 hari berturut turut Hasil (+): pengobatan diulangi dan dicari sumber infeksi Hasil (-) : pengobatan tidak perlu diulangi  Pemeriksaan III Dilakukan 6 bulan sesudah pengobatan. Perlu dipertimbangkan sigmoidoskopi untuk melihat ulkus.
  • 32.
    Pencegahan Perorangan : 1. Airminum dimasak. 2. Cegah kontaminasi ma-mi oleh lalat, lipas, atau tikus. 3. Kebersihan pribadi & alat ma-mi. Masyarakat : 1. Pembuangan tinja yg baik, jangan gunakan tinja untuk pupuk. 2. Sumber air minum yg baik dan bebas polusi tinja. 3. Tx karier
  • 33.
    Teori E. histolyticaPatogen & Apatogen 18% penduduk dunia mengandung E. histolytica, tetapi hanya ±20% yg menunjukkan tanda dan gejala penyakit 1/3 dari yang (+) adalah E. histolytica ukuran kecil.  Teori I E. histolytica dibedakan hanya dalam ukuran dan patogenitasnya. Ras kecil : apatogen Ras besar : patogen Trofozoit ras besar ada 2 bentuk: 1. magna  virulent (ganas) 2. minuta  komensal di lumen usus, dapat berubah menjadi bentuk magna
  • 34.
    Teori E. histolyticaPatogen & Apatogen…  Teori II Dikenal 3 spesies:  Yang kecil, tdk patogen: E. hartmanii  Yang besar dibagi 2 spesies:  E. dispar  tdk patogen  E. dysentriae  patogen
  • 35.
    Teori E. histolyticaPatogen & Apatogen…  Teori III Membagi ke dalam 2 kelompok: 1. Yang kecil, tidak patogen: E. hartmanii 2. Yang besar (E. histolytica) dibagi dalam ras tidak ganas (avirulent) dan ras virulent.
  • 36.
    Entamoeba coli • DistribusiGeografi : kosmopolit • Non patogen • Habitat : colon • R.H. : mamalia • Bentuk infektif : kista berinti 8 • Cara infeksi : ingestion • Spesimen : feces
  • 37.
    Entamoeba coli … Tropozoit: • 20-40 µ • Sitoplasma kasar • Eritrosit (-) • Inti : kariosom besar, terletak di tepi
  • 38.
    Entamoeba coli… Kista • 15-20µ • Glikogen (-) • Badan kromatoid (-) • Inti : 1 - 8
  • 39.
    Entamoeba gingivalis Tropozoit • 10-20µ •Eritrosit (-) • Inti : kariosom sentral, butir kromatin yg ada pada selaput inti halus & rata
  • 40.
    Endolimax nana • Distribusigeografi : kosmopolit • Non patogen • Habitat : colon • Bentuk infektif : kista berinti 4 • Cara infeksi : ingestion • Spesimen : feces
  • 41.
    Endolimax nana… Tropozoit • 8– 9 µ • Eritrosit (-) • Inti : kariosom besar, bentuk tak teratur, terletak di tepi
  • 42.
    Iodamoeba butschlii • Distribusigeografi : kosmopolit • Non patogen • Habitat : colon • R.H. : babi • Cara infeksi : ingestion • Spesimen : feces
  • 43.
    Iodamoeba butschlii… Tropozoit • 8– 12 µ • Jarang ditemukan pada tinja
  • 44.
    Iodamoeba butschlii… Kista • 8– 12 µ • Inti : 1 • Glikogen besar (iodophilic body) • Badan kromatoid (-)