Kelompok sepuluh:
        Septia Lestari    (12144600066)
     Freyda Dwi Hapsari      (12144600079)
  Septi Kusuma Wardani          (12144600065)



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH
                DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
     UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
AKHLAK
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN AKHLAK
Diterjemah dari kitab Is’af thalibi Ridhol
 Khllaq bibayani Makarimil
 Akhlaq.Akhlak adalah sifat-sifat dan
 perangai yang diumpamakan pada
 manusia sebagai gambaran batin yang
 bersifat maknawi dan rohani. Akhlak
 merupakan etika perilaku manusia
 terhadap manusia lain, perilaku
 manusia dengan Allah SWT maupun
 perilaku manusia terhadap lingkungan
 hidup.
MACAM-MACAM AKHLAK

Secara garis besar, akhlak dibagi menjadi dua macam
  yaitu :


a. Akhlak yang terpuji (Al-Akhlaqul Mahmudah)
   yaitu perbuatan baikterhadap Tuhan, sesama
   manusia dan makhluk-makhluk lainnya yangdapat
   membawa nilai- nilai positif bagi kemashlahatan
   umat.

b. Akhlak yang tercela (Al-Akhlaqul Madzmumah)
   yaitu perbuatan burukterhadap Tuhan, sesama
   manusia dan makhluk-makhluk lainnya dan
   dapatmembawa suasana negatif bagi kepentingan
   umat manusia.
Alasan mengapa manusia sangat perlu berakhlak antara
   lain sebagai berikut:
1. Karena Allah-lah yang telah menciptakan manusia.
    Dengan demikian sebagai yang diciptakan sudah
    sepantasnya berterimakasih kepada yang
    menciptakannya.
2. Karena Allah-lah yang telah memberikan
    perlengkapan pancaindera berupa pendengaran,
    penglihatan, akal pikiran dan hati sanubari,
    disamping anggota yang kokoh dan sempurna kepada
    manusia.
3. Karena Allah-lah yang telah menyediakan berbagai
   bahan dansarana yang diperlukan bagi kelangsungan
   hidup manusia,seperti bahan makanan yang berasal
   dari tumbuh-tumbuhan,air, udara, binatang ternak, dll.
Syarat akhlak
Ada empat hal yang harus ada
   apabila seseorang ingin dikatakan
   berakhlak.
1. Perbuatan yang baik atau buruk.
2. Kemampuan melakukan
   perbuatan.
3. Kesadaran akan perbuatan itu
4. Kondisi jiwa yang membuat
   cenderung melakukan perbuatan
   baik atau buruk.
Sumber akhlak
 Akhlak bersumber pada agama.
 Perangai     sendiri    mengandung
 pengertian sebagai suatu sifat dan
 watak yang merupakan bawaan
 seseorang. Pembentukan perangai ke
 arah baik atau buruk, ditentukan
 oleh faktor dari dalam diri sendiri
 maupun dari luar, yaitu kondisi
 lingkungannya. Lingkungan yang
 paling kecil adalah keluarga, melalui
 keluargalah kepribadian seseorang
 dapat terbentuk.
Akhlak Baik (Al-Hamidah)
1. Jujur (Ash-Shidqu)
2. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi)
3. Malu (Al-Haya')
4. Rendah hati (At-Tawadlu')
5. Murah hati (Al-Hilmu)
6. Sabar (Ash-Shobr)
Akhlak Buruk (Adz-Dzamimah)
1. Mencuri/mengambil bukan haknya
2. Iri hati
3. Membicarakan kejelekan orang lain (bergosip)
4. Membunuh
5. Segala bentuk tindakan yang tercela dan merugikan
    orang lain ( mahluk lain)
Ruang Lingkup Akhlak
1. Akhlak pribadi
  Yang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya
  sendiri, maka hendaknya seseorang itu menginsyafi dan
  menyadari dirinya sendiri, karena hanya dengan insyaf dan
  sadar kepada diri sendirilah, pangkal kesempurnaan akhlak
  yang utama, budi yang tinggi.
2. Akhlak berkeluarga
  Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua, anak, dan karib
  kerabat. Kewajiban orang tua terhadap anak, dalam islam
  mengarahkan para orang tua dan pendidik untuk
  memperhatikan anak-anak secara sempurna, dengan ajaran –
  ajaran yang bijak, setiap agama telah memerintahkan kepada
  setiap orang yang mempunyai tanggung jawab untuk
  mengarahkan dan mendidik, terutama bapak-bapak dan ibu-
  ibu untuk memiliki akhlak yang luhur, sikap lemah lembut
  dan perlakuan kasih sayang. Sehingga anak akan tumbuh
  secara sabar, terdidik untuk berani berdiri sendiri, kemudian
  merasa bahwa mereka mempunyai harga diri, kehormatan
  dan kemuliaan. Seorang anak haruslah mencintai kedua
  orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segala manusia
  lainya untuk engkau cintai, taati dan hormati.
3.Akhlak bermasyarakat

Pendidikan kesusilaan/akhlak tidak dapat
  terlepas dari pendidikan sosial
  kemasyarakatan, kesusilaan/moral timbul di
  dalam masyarakat. Kesusilaan/moral selalu
  tumbuh dan berkembang sesuai dengan
  kemajuan dan perkembangan masyarakat.
  Kehidupan dan perkembangan masyarakat
  dapat lancar dan tertib jika tiap-tiap individu
  sebagai anggota masyarakat bertindak
  menuruti aturan-aturan yang sesuai dengan
  norma- norma kesusilaan yang berlaku.
4. Akhlak bernegara
 Mereka yang sebangsa denganmu adalah warga
   masyarakat yang berbahasa yang sama
   denganmu, tidak segan berkorban untuk
   kemuliaan tanah airmu, engkau hidup bersama
   mereka dengan nasib dan penanggungan yang
   sama.
5. Akhlak beragama
Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban
   manusia terhadap tuhannya, karena itulah ruang
   lingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh
   aspek kehidupan, baik secara vertikal dengan
   Tuhan, maupun secara horizontal dengan sesama
   makhluk Tuhan.
Beberapa faktor yang berpengaruh
 terhadap akhlak seseorang:
1.Lingkungan (masyarakat)
   Karena lingkungan termasuk konsekwensi pada
   akhlak sesorang. Oleh karena itu, perhatikan dan
   mawas lingkunganlah selalu agar tidak terjadi apa
   yang ditakutkan dari buruknya akhlak seseorang.
2. Sifat sombong
Sebagaimana sabda Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi
   Wasallam yang artinya :
“Kesombongan adalah menolak kebenaran
   dan meremehkan orang lain.”
3. Ilmu yang benar
   Inilah faktor yang paling berpengaruh dalam
   baiknya akhlak seseorang. Jika seseorang telah
   membekali dirinya dengan ilmu yang benar,
   maka konsekwensinya adalah mengamalkan
   ilmu tersebut. Semakin berilmu seseorang,
   semakin tawadhu’ pula sifatnya. Dan ini
   mendorongnya untuk selalu mengintropeksi
   akhlaknya dengan ilmu-ilmu yang telah ia
   dapatkan.
   Kesimpulan
   Akhlak mulia merupakan cita-cita yang diharapkan
    terwujud di setiap pribadi manusia. Tak ubahnya
    dengan angan-angan yang senantiasa terbayang dan
    diimpi-impikan setiap insan, akhlak mulia akan
    senantiasa terkenang dan tak usang dimakan
    peradaban. Ia akan senantiasa dinantikan sebagai
    penghias karakter seluruh generasi di segenap masa. Ia
    pun didoktrinkan kepada anak-anak agar menjadi
    kebiasaan di saat dewasa hingga usia senja. Oleh
    karena itulah, terasa demikian penting bagi kita untuk
    mengkajinya meskipun berulang-ulang dan akhlak
    juga bias mengantarkan kita kepada pintu surge.
    Akhlak mulia merupakan aset berharga yang
    seharusnya diterapkan pula dalam hal hubungan
    manusia dengan Sang Pencipta. Bahkan, hendaknya
    mereka sadar bahwa dampak kesyirikan yang
    diremehkan sebagai bentuk akhlak buruk kepada Allah
    Sang Pencipta adalah tidak adanya ampunan Allah
    untuk mereka, kecuali jika mereka bertaubat.
TERIMAKASIH

Akhlaq

  • 1.
    Kelompok sepuluh: Septia Lestari (12144600066) Freyda Dwi Hapsari (12144600079) Septi Kusuma Wardani (12144600065) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
  • 2.
  • 3.
    PEMBAHASAN A.PENGERTIAN AKHLAK Diterjemah darikitab Is’af thalibi Ridhol Khllaq bibayani Makarimil Akhlaq.Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani. Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia lain, perilaku manusia dengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap lingkungan hidup.
  • 4.
    MACAM-MACAM AKHLAK Secara garisbesar, akhlak dibagi menjadi dua macam yaitu : a. Akhlak yang terpuji (Al-Akhlaqul Mahmudah) yaitu perbuatan baikterhadap Tuhan, sesama manusia dan makhluk-makhluk lainnya yangdapat membawa nilai- nilai positif bagi kemashlahatan umat. b. Akhlak yang tercela (Al-Akhlaqul Madzmumah) yaitu perbuatan burukterhadap Tuhan, sesama manusia dan makhluk-makhluk lainnya dan dapatmembawa suasana negatif bagi kepentingan umat manusia.
  • 5.
    Alasan mengapa manusiasangat perlu berakhlak antara lain sebagai berikut: 1. Karena Allah-lah yang telah menciptakan manusia. Dengan demikian sebagai yang diciptakan sudah sepantasnya berterimakasih kepada yang menciptakannya. 2. Karena Allah-lah yang telah memberikan perlengkapan pancaindera berupa pendengaran, penglihatan, akal pikiran dan hati sanubari, disamping anggota yang kokoh dan sempurna kepada manusia. 3. Karena Allah-lah yang telah menyediakan berbagai bahan dansarana yang diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia,seperti bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan,air, udara, binatang ternak, dll.
  • 6.
    Syarat akhlak Ada empathal yang harus ada apabila seseorang ingin dikatakan berakhlak. 1. Perbuatan yang baik atau buruk. 2. Kemampuan melakukan perbuatan. 3. Kesadaran akan perbuatan itu 4. Kondisi jiwa yang membuat cenderung melakukan perbuatan baik atau buruk.
  • 7.
    Sumber akhlak Akhlakbersumber pada agama. Perangai sendiri mengandung pengertian sebagai suatu sifat dan watak yang merupakan bawaan seseorang. Pembentukan perangai ke arah baik atau buruk, ditentukan oleh faktor dari dalam diri sendiri maupun dari luar, yaitu kondisi lingkungannya. Lingkungan yang paling kecil adalah keluarga, melalui keluargalah kepribadian seseorang dapat terbentuk.
  • 8.
    Akhlak Baik (Al-Hamidah) 1.Jujur (Ash-Shidqu) 2. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi) 3. Malu (Al-Haya') 4. Rendah hati (At-Tawadlu') 5. Murah hati (Al-Hilmu) 6. Sabar (Ash-Shobr) Akhlak Buruk (Adz-Dzamimah) 1. Mencuri/mengambil bukan haknya 2. Iri hati 3. Membicarakan kejelekan orang lain (bergosip) 4. Membunuh 5. Segala bentuk tindakan yang tercela dan merugikan orang lain ( mahluk lain)
  • 9.
    Ruang Lingkup Akhlak 1.Akhlak pribadi Yang paling dekat dengan seseorang itu adalah dirinya sendiri, maka hendaknya seseorang itu menginsyafi dan menyadari dirinya sendiri, karena hanya dengan insyaf dan sadar kepada diri sendirilah, pangkal kesempurnaan akhlak yang utama, budi yang tinggi. 2. Akhlak berkeluarga Akhlak ini meliputi kewajiban orang tua, anak, dan karib kerabat. Kewajiban orang tua terhadap anak, dalam islam mengarahkan para orang tua dan pendidik untuk memperhatikan anak-anak secara sempurna, dengan ajaran – ajaran yang bijak, setiap agama telah memerintahkan kepada setiap orang yang mempunyai tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik, terutama bapak-bapak dan ibu- ibu untuk memiliki akhlak yang luhur, sikap lemah lembut dan perlakuan kasih sayang. Sehingga anak akan tumbuh secara sabar, terdidik untuk berani berdiri sendiri, kemudian merasa bahwa mereka mempunyai harga diri, kehormatan dan kemuliaan. Seorang anak haruslah mencintai kedua orang tuanya karena mereka lebih berhak dari segala manusia lainya untuk engkau cintai, taati dan hormati.
  • 10.
    3.Akhlak bermasyarakat Pendidikan kesusilaan/akhlaktidak dapat terlepas dari pendidikan sosial kemasyarakatan, kesusilaan/moral timbul di dalam masyarakat. Kesusilaan/moral selalu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. Kehidupan dan perkembangan masyarakat dapat lancar dan tertib jika tiap-tiap individu sebagai anggota masyarakat bertindak menuruti aturan-aturan yang sesuai dengan norma- norma kesusilaan yang berlaku.
  • 11.
    4. Akhlak bernegara Mereka yang sebangsa denganmu adalah warga masyarakat yang berbahasa yang sama denganmu, tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah airmu, engkau hidup bersama mereka dengan nasib dan penanggungan yang sama. 5. Akhlak beragama Akhlak ini merupakan akhlak atau kewajiban manusia terhadap tuhannya, karena itulah ruang lingkup akhlak sangat luas mencakup seluruh aspek kehidupan, baik secara vertikal dengan Tuhan, maupun secara horizontal dengan sesama makhluk Tuhan.
  • 12.
    Beberapa faktor yangberpengaruh terhadap akhlak seseorang: 1.Lingkungan (masyarakat) Karena lingkungan termasuk konsekwensi pada akhlak sesorang. Oleh karena itu, perhatikan dan mawas lingkunganlah selalu agar tidak terjadi apa yang ditakutkan dari buruknya akhlak seseorang. 2. Sifat sombong Sebagaimana sabda Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam yang artinya : “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”
  • 13.
    3. Ilmu yangbenar Inilah faktor yang paling berpengaruh dalam baiknya akhlak seseorang. Jika seseorang telah membekali dirinya dengan ilmu yang benar, maka konsekwensinya adalah mengamalkan ilmu tersebut. Semakin berilmu seseorang, semakin tawadhu’ pula sifatnya. Dan ini mendorongnya untuk selalu mengintropeksi akhlaknya dengan ilmu-ilmu yang telah ia dapatkan.
  • 14.
    Kesimpulan  Akhlak mulia merupakan cita-cita yang diharapkan terwujud di setiap pribadi manusia. Tak ubahnya dengan angan-angan yang senantiasa terbayang dan diimpi-impikan setiap insan, akhlak mulia akan senantiasa terkenang dan tak usang dimakan peradaban. Ia akan senantiasa dinantikan sebagai penghias karakter seluruh generasi di segenap masa. Ia pun didoktrinkan kepada anak-anak agar menjadi kebiasaan di saat dewasa hingga usia senja. Oleh karena itulah, terasa demikian penting bagi kita untuk mengkajinya meskipun berulang-ulang dan akhlak juga bias mengantarkan kita kepada pintu surge. Akhlak mulia merupakan aset berharga yang seharusnya diterapkan pula dalam hal hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Bahkan, hendaknya mereka sadar bahwa dampak kesyirikan yang diremehkan sebagai bentuk akhlak buruk kepada Allah Sang Pencipta adalah tidak adanya ampunan Allah untuk mereka, kecuali jika mereka bertaubat.
  • 15.