 Nama : Abdul Ajid
Nim : 11140963
Kelas : 5X- MA
 usaha menengah dinilai jauh lebih siap dilihat dari segi
kemampuan SDM, skala usaha dan kemampuannya untuk
melakukan inovasi dan akses pasar. Dalam perjalanannya
pembinaan terhadap UKM, lebih condong kepada pembinaan
pengusaha kecil, sementara pembinaan terhadap usaha
menengah seolah-olah terlupakan. Kebijakan pengembangan
usaha bagi usaha menengah belum bersandar pada satu
peraturan pemerintah sebagai payung kebijakan, dan dalam
aras pengembangan usaha, masih terdapat grey area dalam
pengembangan usaha menengah
 strategi untuk mendorong kinerja dan peran UKM
dalam pasar bebas serta mengatasi kesenjangan
yang terjadi, adalah dengan menumbuhkan usaha
menengah yang kuat dalam membangun struktur
industri. Strategi pengembangan usaha menengah
ini praktis banyak dilupakan sejalan dengan kurang
diperhatikannya entitas dan posisi usaha menengah
dalam pertumbuhan ekonomi maupun dalam
kebijakan pengembangan UKM.
Sekalipun peran usaha menengah lebih rendah
dibandingkan dengan usaha kecil. Namun dengan
memperhatikan posisi strategis dan keunggulan yang
dimilikinya, Usaha menengah layak untuk didorong
sebagai motor pengembangan UKM dalam persaingan
bebas. Hal ini karena potensi teknologi dan sumberdaya
manusianya jauh lebih tinggi dari pada usaha kecil.
 dimana siklus produk relatif pendek dan sangat
ditentukan oleh selera konsumen, mengharuskan
setiap pelaku bisnis memiliki akses yang cukup
terhadap pasar dan kemampuan inovasi produk,
guna meningkatkan daya saingnya. Justru hal inilah
yang merupakan titik lemah yang dimiliki oleh
UKM pada umumnya. Disisi lain UKM memegang
peran penting dalarn perekonomian Indonesia baik
ditinjau dari segi jumlah usaha maupun dalam
penciptaan lapangan kerja
UKM memiliki potensi untuk meningkatkan
penerimaan ekspor. Hanya saja potensi ini belum
dimanfaatkan dengan optimal. Hanya UKM yang
bergerak di sektor industri tertentu saja yang sudah
melakukan ekspor.
Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UKM selalu
digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan
yang penting, karena sebagian besar jumlah
penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam
kegiatan usaha kecil baik disektor tradisional maupun
modern.
Relatif lebih baiknya UK dibadingkan UM atau UB dalam
menghadapi krisis ekonomi tahun 1998 tidak lepas dari sifat
alami dari keberadaan UK yang berbeda dengan sifat alami dari
keberadaan UM apalagi UB di Indonesia.
Sifat alami yang berbeda ini sangat penting untuk dipahami agar
dapat mempredisikan masa depan UK atau UKM.
 UK pada umumnya membuat barang-barang
konsumsi sederhana untuk kebutuhan kelompok
masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagian dari
pengusaha kecil dan pekerjanya di Indonesia adalah
kelompok masyarakat berpandidikan randah (SD)
dan kebanyakan dari mereka menggunakan mesin
serta alat produksi sederhana atau implikasi dari
mereka sendiri. UK sebenarnya tidak terlalu
tergantung pada fasilitas-fasilitas dari pemerintah
termasuk skim-skim kredit murah.
Untuk mengetahui besarnya dampak dan proses
terjadinya dampak tersebut dari suatu gejolak ekonomi
seperti krisis tahun 1998 terhadap UK perlu dianalisis
dari dua sisi :
– Penawaran
– Permintaan
pada saat krisis berlangsung banyak pengusaha-
pengusaha kecil terpaksa menutup usaha mereka karena
mahalnya biaya pengadaan bahan baku
dan input lainnya terutama yang diimpor akibat
apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS
salah satu dampak negatif dari krisis ekonomi tahun
1998 yang sangat nyata adalah merosotnya tingkat
pendapatan riil masyarakat per kapita. UK di Indonesia
hingga saat ini tetap ada bahkan jumlahnya terus
bertambah walaupun mendapat persaingan ketat dari
UM, UB dan dari produk-produk M serta iklim
berusaha yang selama ini terlalu kondusif akibat
kebijakan-kebijakan pemerintah yang dalam prakteknya
tidak terlalu “pro” UK.
Dalam era perdagangan bebas dan globalisasi perekonomian dunia
terdapat tiga faktor kompetitif yang akan menjadi dominan dalam
menentukan bagus tidaknya prospek dari suatu usaha antara lain:
1. Kemajuan
2. Penguasaan ilmu pengetahuan
3. Kualitas SDM yang tinggi (profesionalisme)
Sayangnya, ketiga faktor keunggulan kompetitif tersebut masih
merupakan kelemahan utama dari sebagian besar UKM (terutama UK)
di Indonesia.
Abdul ajid prospek  ukm  dalam

Abdul ajid prospek ukm dalam

  • 1.
     Nama :Abdul Ajid Nim : 11140963 Kelas : 5X- MA
  • 2.
     usaha menengahdinilai jauh lebih siap dilihat dari segi kemampuan SDM, skala usaha dan kemampuannya untuk melakukan inovasi dan akses pasar. Dalam perjalanannya pembinaan terhadap UKM, lebih condong kepada pembinaan pengusaha kecil, sementara pembinaan terhadap usaha menengah seolah-olah terlupakan. Kebijakan pengembangan usaha bagi usaha menengah belum bersandar pada satu peraturan pemerintah sebagai payung kebijakan, dan dalam aras pengembangan usaha, masih terdapat grey area dalam pengembangan usaha menengah
  • 3.
     strategi untukmendorong kinerja dan peran UKM dalam pasar bebas serta mengatasi kesenjangan yang terjadi, adalah dengan menumbuhkan usaha menengah yang kuat dalam membangun struktur industri. Strategi pengembangan usaha menengah ini praktis banyak dilupakan sejalan dengan kurang diperhatikannya entitas dan posisi usaha menengah dalam pertumbuhan ekonomi maupun dalam kebijakan pengembangan UKM.
  • 4.
    Sekalipun peran usahamenengah lebih rendah dibandingkan dengan usaha kecil. Namun dengan memperhatikan posisi strategis dan keunggulan yang dimilikinya, Usaha menengah layak untuk didorong sebagai motor pengembangan UKM dalam persaingan bebas. Hal ini karena potensi teknologi dan sumberdaya manusianya jauh lebih tinggi dari pada usaha kecil.
  • 5.
     dimana siklusproduk relatif pendek dan sangat ditentukan oleh selera konsumen, mengharuskan setiap pelaku bisnis memiliki akses yang cukup terhadap pasar dan kemampuan inovasi produk, guna meningkatkan daya saingnya. Justru hal inilah yang merupakan titik lemah yang dimiliki oleh UKM pada umumnya. Disisi lain UKM memegang peran penting dalarn perekonomian Indonesia baik ditinjau dari segi jumlah usaha maupun dalam penciptaan lapangan kerja
  • 6.
    UKM memiliki potensiuntuk meningkatkan penerimaan ekspor. Hanya saja potensi ini belum dimanfaatkan dengan optimal. Hanya UKM yang bergerak di sektor industri tertentu saja yang sudah melakukan ekspor. Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia UKM selalu digambarkan sebagai sektor yang mempunyai peranan yang penting, karena sebagian besar jumlah penduduknya berpendidikan rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil baik disektor tradisional maupun modern.
  • 7.
    Relatif lebih baiknyaUK dibadingkan UM atau UB dalam menghadapi krisis ekonomi tahun 1998 tidak lepas dari sifat alami dari keberadaan UK yang berbeda dengan sifat alami dari keberadaan UM apalagi UB di Indonesia. Sifat alami yang berbeda ini sangat penting untuk dipahami agar dapat mempredisikan masa depan UK atau UKM.
  • 8.
     UK padaumumnya membuat barang-barang konsumsi sederhana untuk kebutuhan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagian dari pengusaha kecil dan pekerjanya di Indonesia adalah kelompok masyarakat berpandidikan randah (SD) dan kebanyakan dari mereka menggunakan mesin serta alat produksi sederhana atau implikasi dari mereka sendiri. UK sebenarnya tidak terlalu tergantung pada fasilitas-fasilitas dari pemerintah termasuk skim-skim kredit murah.
  • 9.
    Untuk mengetahui besarnyadampak dan proses terjadinya dampak tersebut dari suatu gejolak ekonomi seperti krisis tahun 1998 terhadap UK perlu dianalisis dari dua sisi : – Penawaran – Permintaan
  • 10.
    pada saat krisisberlangsung banyak pengusaha- pengusaha kecil terpaksa menutup usaha mereka karena mahalnya biaya pengadaan bahan baku dan input lainnya terutama yang diimpor akibat apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS
  • 11.
    salah satu dampaknegatif dari krisis ekonomi tahun 1998 yang sangat nyata adalah merosotnya tingkat pendapatan riil masyarakat per kapita. UK di Indonesia hingga saat ini tetap ada bahkan jumlahnya terus bertambah walaupun mendapat persaingan ketat dari UM, UB dan dari produk-produk M serta iklim berusaha yang selama ini terlalu kondusif akibat kebijakan-kebijakan pemerintah yang dalam prakteknya tidak terlalu “pro” UK.
  • 12.
    Dalam era perdaganganbebas dan globalisasi perekonomian dunia terdapat tiga faktor kompetitif yang akan menjadi dominan dalam menentukan bagus tidaknya prospek dari suatu usaha antara lain: 1. Kemajuan 2. Penguasaan ilmu pengetahuan 3. Kualitas SDM yang tinggi (profesionalisme) Sayangnya, ketiga faktor keunggulan kompetitif tersebut masih merupakan kelemahan utama dari sebagian besar UKM (terutama UK) di Indonesia.