BCH Codes
(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes)
Presentasi Paper Pengantar Teori Pengkodean, 2013
Hirwanto1
Lestin2
1
Gadjah Mada University 2
Polytecnic Torino
8 Juni 2013
Daftar Isi
1 Pendahuluan
Motivasi
2 Dasar Teori
Finite Field
Ring Polynomial
Minimal Polynomial
Cyclotomic Coset
3 Pembahasan
Pengantar
BCH Codes
Parameter BCH Code
Decoding BCH Code
4 Kesimpulan
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 2/59
BCH Codes
BCH codes merupakan salah satu kelas yang sangat penting dari kode siklik
yang mulai dikembangkan pada tahun 1960 oleh R.C. Bose dan
D.Ray-Cahudhuri kemudian dilanjutkan oleh A. Hocquenghem sehingga biasa
disebut BCH codes (Bose-Chaudhuri-Hocquenghem codes) dan merupakan
generalisasi dari Hamming code untuk mengoreksi kesalahan ganda( multiple
error correction). BCH code didefinisikan oleh kelipatan persekutuan terkecil
(f1(x), f2(x), ..., ft(x)) suku banyak yang diberikan.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 3/59
Motivasi
Secara khusus, kode siklik didapat dari generator suku banyaknya.
Bagaimanapun, umumnya kita kesulitan dalam mendapatkan informasi pada
jarak minimum(minimum distance) kode siklik dari generator suku banyaknya,
meskipun kita dapat melengkapi hasilnya. Dengan kata lain, kita perlu memilih
beberapa generator khusus suku banyaknya sehingga kita bisa mendapatkan
informasi dengan algoritma yang lebih sederhana dan lebih efisien. Kita
selanjutnya akan mendiskusikan salah satu generator khusus yang kita pilih
yaitu BCH-code, dan juga bagaimana kita membentuk algoritma untuk BCH-
codes. Untuk generator khusus yang lain seperti Reed Solomon,
Quadratic-Residus Code.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 4/59
Definisi 2.1
Field dengan | F |< ∞ disebut lapangan hingga(finite field) dan F∗
sebagai
himpunan F  {0}.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 5/59
Definisi 2.1
Field dengan | F |< ∞ disebut lapangan hingga(finite field) dan F∗
sebagai
himpunan F  {0}.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 5/59
Definisi 2.1
Field dengan | F |< ∞ disebut lapangan hingga(finite field) dan F∗
sebagai
himpunan F  {0}.
Definisi 2.2
Misalkan F lapangan. Karakteristik F adalah bilangan bulat positif terkecil m
dengan demikian bahwa
m
i=1
1 = 1 + 1 + . . . + 1 = 0
dimana 1 ∈ F. Jika m tidak ada maka karakteristiknya 0.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 5/59
Lemma 3.3 dan Definisi 3.4
Lemma 2.3
Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka
(α + β)p
= αp
+ βp
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
Lemma 3.3 dan Definisi 3.4
Lemma 2.3
Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka
(α + β)p
= αp
+ βp
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
Lemma 3.3 dan Definisi 3.4
Lemma 2.3
Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka
(α + β)p
= αp
+ βp
Definisi 2.4
Anggota α ∈ F lapangan hingga dikatakan generator F∗
atau elemen primitif
jika
{αi
: i ≥ 0} = F∗
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
Lemma 3.3 dan Definisi 3.4
Lemma 2.3
Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka
(α + β)p
= αp
+ βp
Definisi 2.4
Anggota α ∈ F lapangan hingga dikatakan generator F∗
atau elemen primitif
jika
{αi
: i ≥ 0} = F∗
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
Lemma 3.3 dan Definisi 3.4
Lemma 2.3
Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka
(α + β)p
= αp
+ βp
Definisi 2.4
Anggota α ∈ F lapangan hingga dikatakan generator F∗
atau elemen primitif
jika
{αi
: i ≥ 0} = F∗
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
Contoh 3.5
Contoh 2.5
Diberikan GF(9) yang dikontruksikan menggunakan polynomial yang irreducible
f(x) = x2
+ 1 ∈ Z3[x]. Carilah elemen primitif. Kita akan mencoba bahwa
α = x + 1 merupakan elemen primitif maka
(1 + x)0
= 1 (1 + x)4
= 2
(1 + x)1
= 1 + x (1 + x)5
= 2 + 2x
(1 + x)2
= 2x (1 + x)6
= x
(1 + x)3
= 1 + 2x (1 + x)7
= 2 + x
Jadi α = 1 + x merupakan elemen primitif untuk GF(9)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 7/59
Ring Polynomial
Definisi 2.6
Misalkan F merupakan lapangan. Himpunan
F[x] = {
n
i=0
aixi
: ai ∈ F, n ≥ 0}
disebut sebagai ring polynomial atas F.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 8/59
Ring Polynomial
Definisi 2.6
Misalkan F merupakan lapangan. Himpunan
F[x] = {
n
i=0
aixi
: ai ∈ F, n ≥ 0}
disebut sebagai ring polynomial atas F.
Teorema 2.7
Misalkan f(x) suku banyak atas F dengan derajat(degree) ≥ 1. Maka
F[x]/(f(x)) bersama dengan operasi penjumlahan dan perkalian berbentuk
gelanggang. Lebih jauh, F[x]/(f(x)) adalah lapangan jika dan hanya jika
irreducible.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 8/59
Lemma 3.8 dan Lemma 3.9
Lemma 2.8
Untuk setiap anggota tak nol α ∈ GF(q), αq−1
= 1. Selanjutnya, α ∈ GF(qm
)
jika hanya jika αq
= α.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 9/59
Lemma 3.8 dan Lemma 3.9
Lemma 2.8
Untuk setiap anggota tak nol α ∈ GF(q), αq−1
= 1. Selanjutnya, α ∈ GF(qm
)
jika hanya jika αq
= α.
Lemma 2.9
Untuk setiap elemen β dari finite field F dengan q elemen, kita mempunyai
βq
= β
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 9/59
Minimal Polynomial
Definisi 2.10
Misalkan F lapangan dengan karakteristik p dan misalkan α ∈ F∗
. Suku banyak
minimal α terhadap GF(p) merupakan suku banyak monic m(x) derajat
terkecil di GF(p)[x] dengan demikian m(α) = 0.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 10/59
Minimal Polynomial
Definisi 2.10
Misalkan F lapangan dengan karakteristik p dan misalkan α ∈ F∗
. Suku banyak
minimal α terhadap GF(p) merupakan suku banyak monic m(x) derajat
terkecil di GF(p)[x] dengan demikian m(α) = 0.
Teorema 2.11
Suku banyak minimal anggota α tunggal.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 10/59
1. Bukti Teorema 3.2
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 11/59
1. Bukti Teorema 3.2
Andaikan F = GF(q) dan F mempunyai karakteristik p. Mengikuti Lemma 2.8
bahwa α memenuhi suku banyak xq−1
− 1 ∈ GF(p)[x]. Ketika terdapat suatu
suku banyak GF(p)[x] dengan α akarnya maka ada salah satu dari akarnya
dengan derajat terkecil. Ini mengatakan bahwa ada suku banyak minimal yaitu
m(x). Andaikan ada dua suku banyak monic m1(x) dan m2(x) dengan derajat
terkecil mempunyai akar α.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 11/59
2. Lanjutan Bukti Teorema 3.2
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 12/59
2. Lanjutan Bukti Teorema 3.2
.
Dengan menggunakan algoritma pembagian suku banyak didapat
m1(x) = l(x)m2(x) + r(x),
dimana deg r(x) < deg m2(x) atau r(x) = 0. Ketika m1(α) = 0 dan
m2(α) = 0, kita mempunyai r(α) = 0, tetapi karena m2(x) mempunyai derajat
terkecil maka r(x) = 0, sehingga m2(x) membagi m1(x). Dengan cara yang
sama, m1(x) membagi m2(x) dan ketika keduanya merupakan suku banyak
monic, maka m1(x) = m2(x) sehingga terbukti α tunggal.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 12/59
2. Lanjutan Bukti Teorema 3.2
.
Dengan menggunakan algoritma pembagian suku banyak didapat
m1(x) = l(x)m2(x) + r(x),
dimana deg r(x) < deg m2(x) atau r(x) = 0. Ketika m1(α) = 0 dan
m2(α) = 0, kita mempunyai r(α) = 0, tetapi karena m2(x) mempunyai derajat
terkecil maka r(x) = 0, sehingga m2(x) membagi m1(x). Dengan cara yang
sama, m1(x) membagi m2(x) dan ketika keduanya merupakan suku banyak
monic, maka m1(x) = m2(x) sehingga terbukti α tunggal.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 12/59
2. Lanjutan Bukti Teorema 3.2
.
Dengan menggunakan algoritma pembagian suku banyak didapat
m1(x) = l(x)m2(x) + r(x),
dimana deg r(x) < deg m2(x) atau r(x) = 0. Ketika m1(α) = 0 dan
m2(α) = 0, kita mempunyai r(α) = 0, tetapi karena m2(x) mempunyai derajat
terkecil maka r(x) = 0, sehingga m2(x) membagi m1(x). Dengan cara yang
sama, m1(x) membagi m2(x) dan ketika keduanya merupakan suku banyak
monic, maka m1(x) = m2(x) sehingga terbukti α tunggal.
Teorema 2.12
Untuk α ∈ F∗
, suku banyak minimal α, maka m(α)(x) adalah suku banyak
yang irreducible.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 12/59
Definisi 2.13
Untuk α ∈ F, misalkan t bilangan bulat positif terkecil dengan demikian
αpt
= α, maka himpunan conjugates dari α(terhadap GF(p)) adalah
C(α) = {α, αp
, αp2
, αp3
, . . . , αpt−1
}
C(α) = C(αpi
), ∀i ∈ F lapangan dengan karakteristik p
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 13/59
Definisi 2.13
Untuk α ∈ F, misalkan t bilangan bulat positif terkecil dengan demikian
αpt
= α, maka himpunan conjugates dari α(terhadap GF(p)) adalah
C(α) = {α, αp
, αp2
, αp3
, . . . , αpt−1
}
C(α) = C(αpi
), ∀i ∈ F lapangan dengan karakteristik p
Lemma 2.14
Misalkan F lapangan hingga dengan karakteristik p, misalkan α ∈ F∗
, dan
C(α) himpunan konjugat α terhadap GF(q), maka
m(x) =
β∈C(α)
(x − β)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 13/59
Bukti Lemma 3.14
Misalkan m(x) =
t
i=0 mixi
dengan koefisien mi ∈ F, kita catatan bahwa
m(x)p
= β∈C(α)(xβ)p
= β∈C(α)(xp
− βp
)
= β∈C(α)(xp
− β) = m(xp
)
=
t
i=1 xip
Dengan mengikuti Lemma 2.3 didapat bahwa
{β : β ∈ C(α)} = {βp
: β ∈ C(α)}
Dilain pihak, kita dapatkan bahwa
m(x)p
=
t
i=1
(mixi
)p
=
t
i=1
mp
i xip
Jadi, mi = mp
i dan dengan menggunakan Lemma 2.8 sehingga terbukti bahwa
mi ∈ GF(p), 0 ≤ i ≤ t.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 14/59
Teorema 2.15
Untuk α ∈ F, suku banyak minimal α diberikan oleh
mα(x) =
β∈C(α)
(x − β)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 15/59
Teorema 2.15
Untuk α ∈ F, suku banyak minimal α diberikan oleh
mα(x) =
β∈C(α)
(x − β)
Contoh 2.16
Kontruksikan lapangan F = GF(23
). Hal pertama yang diperlukan adalah suku
banyak pangkat tiga atas Z2. Misalkan kita mengambil f(x) = x3
+ x + 1 dan
anggota-anggota F adalah
{0, 1, x, x + 1, x + x2
, x2
, 1 + x2
, 1 + x + x2
}.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 15/59
1. Penyelesaian Contoh 3.7
Ketika x3
+ x + 1 = 0 mod f(x), maka kita mempunyai
x3
≡ −x − 1 = x + 1(mod(f(x))), dan 1 = −1 ∈ Z2. Selanjutnya kita tuliskan
anggota lapangan dengan a0 + a1x + a2x2
, maka didapatkan
0 = (000) x2
= (001)
1 = (100) 1 + x2
= (101)
x = (010) x + x2
= (011)
1 + x = (110) 1 + x + x2
= (111)
Jika kita mengambil α, maka dengan mudah kita dapatkan bahwa α merupakan
generator F. Andaikan kita mengambil β = (101) dan kita akan dicari mβ(x).
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 16/59
2. Lanjutan Penyelesaian Contoh 3.7
Dengan menggunakan Teorema 2.15 diatas
mβ(y) = (y − β)(y − β2
)(y − β4
)
dan ketika β8
= β dan kita akan menghitung
(y −β)(y −β2
)(y −β4
)= y3
+(β +β2
+β4
)y2
+(ββ2
+ββ4
+β2
β4
)y +ββ2
β4
Dengan menggunakan representasi setiap anggota tak nol sebagai akar dari
generator α, dengan mengambil α = x, kita dapatkan
α0
= (100) α4
= (011)
α1
= (010) α5
= (111)
α2
= (001) α6
= (101)
α3
= (110) α7
= (100)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 17/59
3. Lanjutan Penyelesaian Contoh 3.7
Ketika β = α6
, maka β2
= α12
= α5
= dan β4
= α24
= α3
, diperoleh
β + β2
+ β4
= α6
+ α5
+ α3
= (101) + (111) + (110)
= 100
ββ2
+ ββ4
+ β2
β4
= β3
+ β5
+ β6
= α18
+ α30
+ α36
= α4
+ α2
+ α
= 0
ββ2
β4
= β7
= α42
= 1
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 18/59
4. Lanjutan Penyelesaian Contoh 3.7
Jadi, didapat suku banyak minimal β2
dan β4
yaitu
mβ(y) = y3
+ y2
+ 1
Sedangkan suku banyak minimal α juga merupakan suku banyak minimal α2
dan α4
yaitu
mα(y) = y3
+ y + 1
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 19/59
Definisi Cyclotomic Coset
Definisi 2.17
Diberikan q dan n dan bilangan bulat i, 0 ≤ i ≤ n − 1, cyclotomic coset (q
modulo n) memuat i didefinisikan oleh
Ci = {i, iq, iq2
, . . . , iqn−1
}
dimana anggota-anggota himpuna mengambil modulo n, dan s bilangan bulat
terkecil dengan demikian iqs
≡ i(modn). C = {Ci : 0 ≤ i ≤ n − 1} disebut
himpunan cyclotomic coset q modulo n
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 20/59
Contoh 2.18
Untuk n = 9 dan q = 2, didapat
C1 = [1, 2, 4, 8, 7, 5] = C2 = C4 = C8 = C7 = C5
C − 3 = [3, 6] = C6
C − 0 = [0]
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 21/59
Contoh 2.18
Untuk n = 9 dan q = 2, didapat
C1 = [1, 2, 4, 8, 7, 5] = C2 = C4 = C8 = C7 = C5
C − 3 = [3, 6] = C6
C − 0 = [0]
Teorema 2.19
Misalkan f(x) = xn
− 1 suku banyak atas GF(q). Banyaknya faktor irreducible
dari f(x) adalah sama dengan banyak cyclotomic coset q modulo n.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 21/59
Pengantar
Suku banyak monic g(x) ∈ GF(q)[x] dikatakan sebagai split didalam perluasan
field GF(qm
) dari GF(q) jika g(x) bisa difaktorkan sebagai hasil kali suku
banyak linear di GF(qm
), kita bisa menuliskannya ;
g(x) = (x − α1)(x − α2) . . . (x − αn)
dimana αi ∈ GF(qm
) dan GF(qm
) disebut sebagai splitting field dari g(x).
Secara umum, dapat didefinisikan bahwa splitting field dari g(x) ∈ GF(qm
)
sebagai lapangan terkecil GF(qm
), dengan kata lain lapangan terkecil yang
memuat semua akar -akar dari g(x).
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 22/59
Splitting field g(x) bisa didapatkan dari derajat faktor irreducible atas GF(q).
Catatan bahwa g(x) boleh irreducible atas GF(q), tetapi selalu faktor-
faktornya sebagai hasil kali suku banyak linear yang berbeda di splitting field.
Untuk contoh, g(x) = x2
+ x + 1 adalah merupakan irreducible atas GF(2) dan
tidak mempunyai akar di GF(2), tetapi atas GF(4),
g(x) = (x + α)(x + α2
)
dan mempunyai akar-akarnya adalah α dan α2
, dimana GF(4) = {0, 1, α, α2
}
dengan α2
+ α + 1 = 0
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 23/59
Contoh
Contoh 3.1
Diberikan suku banyak dibawah ini
g(x) = 1 + x3
+ x5
+ x6
+ x8
+ x9
+ x1
0
atas GF(2), dapat dicek bahwa g(x) tidak mempunyai akar di GF(2), ataupun
GF(22
), GF(23
), dan GF(24
), tetapi menggunakan GF(5) didapat akar -akar
α dari h(x) = 1 + x2
+ x5
yaitu α, α3
, dan anggota kojugatenya adalah
α, α2
, α4
, α8
, α16
dan α3
, α6
, α12
, α24
, α17
adalah merupakan akar -akar
dari g(x), dan semua akar dari g(x) di GF(25
)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 24/59
Contoh
Contoh 3.2
Diberikan suku banyak dibawah ini :
g(x) = 2 + 2x + x4
+ 2x5
+ x6
+ x7
atas GF(3) dan hanya memiliki satu akar dengan yaitu 1, dan tidak ada akar
dari persamaan tersebut di GF(32
), sedangkan dengan mengggunakan GF(33
)
didapat akar α dari h(x) = 1 + 2x2
+ x3
yaitu;
1, α2
, α6
, α18
, α4
, α12
, α10
Akar -akar diatas merupakan akar α dari g(x).
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 25/59
Definisi 4.4
Definisi 3.3
Misalkan kita mempunyai sebanyak t suku banyak
f1(x), f2(x), . . . , ft(x) ∈ F[x], maka kelipatan persekutuan terkecil dari
f1(x), f2(x), . . . , ft(x) adalah suku banyak monic dengan derajat terkecil dan
merupakan perkalian dari semua suku banyak f1(x), f2(x), . . . , ft(x).
Selanjutnya, dinotasikan sebagai lcm(f1(x), f2(x), . . . , ft(x)).
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 26/59
Penjeleasan lebih lanjut
Jika f1(x), f2(x), ..., ft(x) ∈ Fq[x] dapat difaktorisasi menjadi
f1(x) = a1.p1(x)e1,1
. . . pn(x)e1,n
f2(x) = a2.p1(x)e2,1
. . . pn(x)e2,n
...
...
ft(x) = at.p1(x)et,1
. . . pn(x)et,n
dimana pi(x) merupakan suku banyak monic yang irreducible atas Fq maka
lcm(f1(x), f2(x), ..., ft(x)) = p1(x)max{e1,1,...,et,1}
...pn(x)max{e1,n,...,et,n}
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 27/59
Contoh 4.5 dan Lemma 4.6
Contoh 3.4
Diberikan polinomial biner,
f1(x) = (1 + x)2
(1 + x + x4
)3
f2(x) = (1 + x)(1 + x + x2
)2
f3(x) = x2
(1 + x + x4
)
sehingga, lcm(f1(x), f2(x), f3(x)) = x2
(1 + x)2
(1 + x + x2
)2
(1 + x + x4
)3
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 28/59
Contoh 4.5 dan Lemma 4.6
Contoh 3.4
Diberikan polinomial biner,
f1(x) = (1 + x)2
(1 + x + x4
)3
f2(x) = (1 + x)(1 + x + x2
)2
f3(x) = x2
(1 + x + x4
)
sehingga, lcm(f1(x), f2(x), f3(x)) = x2
(1 + x)2
(1 + x + x2
)2
(1 + x + x4
)3
Lemma 3.5
Diberikan f1(x),f2(x), . . ., ft(x) suku banyak atas Fq. Jika f(x) habis dibagi
oleh semua suku banyak fi(x), ∀i = 1, 2, . . . , t maka f(x) habis dibagi oleh
lcm(f1(x), f2(x), . . . , ft(x))
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 28/59
Bukti Lemma 3.5
Beweis.
Ambil g(x) = lcm(f1(x), f2(x), . . . , ft(x)). Menggunakan algoritma pembagian
maka ada dua suku banyak u(x) dan r(x) atas Fq dengan demikian
deg(r(x)) < deg(g(x)) dan f(x) = u(x)g(x) + r(x). Jadi,
r(x) = f(x) − u(x)g(x), dan selanjutnya r(x) juga habis dibagi oleh semua
fi(x). Ketika g(x) mempunyai derajat terkecil,dengan jelas bahwa r(x) = 0.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 29/59
Contoh 4.7
Contoh 3.6
Suku banyak f(x) = x15
− 1 ∈ F2[x] dibagi oleh f1(x) = 1 + x + x2
∈ F2[x]
habis dibagi oleh f1(x) = 1 + x + x2
∈ F2[x], f2(x) = 1 + x + x4
∈ F2[x], dan
f3(x) = (1 + x + x2
)(1 + x3
+ x4
) ∈ F2[x]. Maka f(x) habis dibagi oleh
lcm(f1(x), f2(x), f3(x)) = (1 + x + x2
)(1 + x + x4
)(1 + x3
+ x4
).
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 30/59
Definisi 4.8
Definisi 3.7
Misalkan α elemen primitif dari Fqm dan dinotasikan oleh Mi
(x) merupakan
polynomial minimal dari αi
terhadap Fq. Sebuah primitif BCH code atas Fq
dengan panjang n = qm
− 1 didesain dengan distance δ adalah q-ary cyclic
code yang dibangun oleh g(x) :=lcm(M(a)
(x), M(a+1)
(x), . . . , M(a+δ−2)
(x))
untuk suatu bilangan bulat a. Lebih jauh, code ini disebut sebagai narrow
sense jika a = 1.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 31/59
Contoh 4.9
Contoh 3.8
Misalkan β merupakan akar dari 1 + x + x2
∈ F2[x], maka F4 = F2[β].
Misalkan α menjadi akar dari β + x + x2
∈ F4[x]. Maka α elemen primitif dari
F16. Diberikan narrow-sense 4−ary BCH code dengan panjang 15 didesain
dengan distance 4, maka generator polynomialnya adalah
g(x) = lcm(M(1)
(x), M(2)
(x), M(3)
(x))
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 32/59
Contoh 4.9
Contoh 3.8
Misalkan β merupakan akar dari 1 + x + x2
∈ F2[x], maka F4 = F2[β].
Misalkan α menjadi akar dari β + x + x2
∈ F4[x]. Maka α elemen primitif dari
F16. Diberikan narrow-sense 4−ary BCH code dengan panjang 15 didesain
dengan distance 4, maka generator polynomialnya adalah
g(x) = lcm(M(1)
(x), M(2)
(x), M(3)
(x))
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 32/59
Contoh 4.9
Contoh 3.8
Misalkan β merupakan akar dari 1 + x + x2
∈ F2[x], maka F4 = F2[β].
Misalkan α menjadi akar dari β + x + x2
∈ F4[x]. Maka α elemen primitif dari
F16. Diberikan narrow-sense 4−ary BCH code dengan panjang 15 didesain
dengan distance 4, maka generator polynomialnya adalah
g(x) = lcm(M(1)
(x), M(2)
(x), M(3)
(x)) = 1+βx+βx2
+x3
+x4
+β2
x5
+x6
.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 32/59
Parameter BCH Code
Teorema 3.9
Diketahui panjang dari BCH code adalah qm
− 1.
Dimensi dari q − ary BCH code dengan panjang qm
− 1 yang dibangun oleh
g(x) := lcm(M(α)
(x), M(α+1)
(x), ..., M(α+δ−2)
(x)
tidak tergantung dari pemilihan elemen primitif α
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 33/59
Parameter BCH Code
Teorema 3.9
Diketahui panjang dari BCH code adalah qm
− 1.
Dimensi dari q − ary BCH code dengan panjang qm
− 1 yang dibangun oleh
g(x) := lcm(M(α)
(x), M(α+1)
(x), ..., M(α+δ−2)
(x)
tidak tergantung dari pemilihan elemen primitif α
q − ary BCH code dengan panjang qm
− 1 yang didesain dengan distance
δ memiliki dimensi setidaknya qm
− 1 − m(δ − 1)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 33/59
Contoh dari Teorema 3.9
Contoh 3.10
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 34/59
Contoh dari Teorema 3.9
Contoh 3.10
(i) Diberikan cyclotomic cosets 2 modulo 15 dibawah ini :
C2 = {1, 2, 4, 8} C3 = {3, 6, 12, 9}.
Maka dimensi dari binary BCH Codes dengan panjang 15 dan didesign
dengan distance 3 yang dibangun oleh g(x) :=lcm(M(2)
, M(3)
(x)) adalah
15− | C2 ∪ C3 |= 15 − 8 = 7
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 34/59
Contoh dari Teorema 3.9
Contoh 3.10
(i) Diberikan cyclotomic cosets 2 modulo 15 dibawah ini :
C2 = {1, 2, 4, 8} C3 = {3, 6, 12, 9}.
Maka dimensi dari binary BCH Codes dengan panjang 15 dan didesign
dengan distance 3 yang dibangun oleh g(x) :=lcm(M(2)
, M(3)
(x)) adalah
15− | C2 ∪ C3 |= 15 − 8 = 7
(ii) Cyclotomic cosets dari 3 modulo 26 yaitu,
C1 = C3 = {1, 3, 9}
C2 = {2, 6, 18}
C4 = {4, 10, 12}
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 34/59
Lanjutan Contoh 4.11 dan Proposisi 3.11
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 35/59
Lanjutan Contoh 4.11 dan Proposisi 3.11
Kemudian dimensi dari ternary BCH codes dengan panjang 26 dan didesain
dengan distance 5 yang dibangun oleh
g(x) := lcm(M(1)
(x), M(2)
(x), M(3)
(x), M(4)
(x)) adalah
26 − |C1 ∪ C2 ∪ C3 ∪ C4| = 26 − 9 = 17
Proposisi 3.11
Narrow sense binary BCH code dengan panjang n = 2m
− 1 dan didesain
dengan distance δ = 2t + 1 mempunyai dimensi sedikitnya n − m(δ − 1)/2.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 35/59
Bukti Proposisi 3.11
Beweis.
Sebagaimana cyclotomic cosets Ci dan C2i adalah sama, maka dimensi k
memenuhi
k = 2m
− 1− |
2t
i=1 Ci | = 2m
− 1− |
t
i=1 C2i−1 |
≤ 2m
− 1 −
t
i=t | C2i−1 | ≤ 2m
− 1 − tm
= 2m
− 1 − m(δ − 1)/2
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 36/59
Contoh 3.12
Narrow sense binary BCH code dengan panjang 63 didesain dengan distance
δ = 5 mempunyai dimensi 51 = 63 − 6(5 − 1)/2. Bagiamanapun, narrow sense
binary BCH code dengan panjang 31 didesain dengan distance δ = 11
mempunyai dimensi 11 yang lebih besar daripada 31 − 5(11 − 2)/2.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 37/59
Lemma 3.13
Misalkan C q-ary cyclic code dengan panjang n dan generator polynomial g(x).
Andaikan α1, . . . , αr akar -akar dari g(x) dan polynomial g(x) tidak mempunyai
akar ganda. Maka elemen c(x) ∈ Fq[x]/(xn
− 1) adalah codeword C jika hanya
jika c(αi) = 0, untuk setiap i = 1, . . . , r.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 38/59
Lemma 3.13
Misalkan C q-ary cyclic code dengan panjang n dan generator polynomial g(x).
Andaikan α1, . . . , αr akar -akar dari g(x) dan polynomial g(x) tidak mempunyai
akar ganda. Maka elemen c(x) ∈ Fq[x]/(xn
− 1) adalah codeword C jika hanya
jika c(αi) = 0, untuk setiap i = 1, . . . , r.
Beweis.
Jika c(x) codeword C, maka ada polynomial f(x) dengan demikian
c(x) = g(x)f(x). Jadi kita mempunyai c(αi) = g(αi)f(αi) = 0 untuk semua
i = 1, . . . , r. Secara konvers, jika c(αi) = 0 untuk i = 1, . . . , r maka c(x) habis
dibagi oleh g(x) ketika g(x) tidak mempunyai akar ganda. Ini mengartikan
bahwa c(x) adalah codeword C.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 38/59
Contoh 3.14
Diberikan binary [7, 4]−Hamming code dengan generator polynomial
g(x) = 1 + +x + x3
. Semua elemen dari F8{0, 1} adalah akar-akar
c(x) = 1 + x + x2
+ x3
+ x4
+ x5
+ x6
= (x7
− 1)/(x − 1), semua akar dari
g(x) adalah akar-akar c(x). Jadi, 1111111 adalah codeword.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 39/59
Contoh 3.14
Diberikan binary [7, 4]−Hamming code dengan generator polynomial
g(x) = 1 + +x + x3
. Semua elemen dari F8{0, 1} adalah akar-akar
c(x) = 1 + x + x2
+ x3
+ x4
+ x5
+ x6
= (x7
− 1)/(x − 1), semua akar dari
g(x) adalah akar-akar c(x). Jadi, 1111111 adalah codeword.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 39/59
Contoh 3.14
Diberikan binary [7, 4]−Hamming code dengan generator polynomial
g(x) = 1 + +x + x3
. Semua elemen dari F8{0, 1} adalah akar-akar
c(x) = 1 + x + x2
+ x3
+ x4
+ x5
+ x6
= (x7
− 1)/(x − 1), semua akar dari
g(x) adalah akar-akar c(x). Jadi, 1111111 adalah codeword.
Teorema 3.15
BCH code didesain dengan distance(designed distance) δ mempunyai minimum
distance sedikitnya δ.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 39/59
Bukti Teorema 3.15
Misalkan α merupakan elemen primitif dari Fqm dan misalkan C adalah BCH
code yang dibangun oleh g(x) :=lcm(M(a)
(x), M(a+1)
(x), . . . , M(a+δ−2)
(x)).
Dengan jelas bahwa elemen αa
, . . . , αa+δ−2
adalah akar-akarnya g(x).
Andaikan bahwa minimum distance d dari C lebih kecil daripada δ. Maka ada
codeword tak nol c(x) = c0 + c1x + · · · + cn−1xn−1
dengan demikian
wt(c(x)) = d < δ. Menggunakan Lemma 3.13, kita mempunyai c(αi
) = 0
untuk semua i = a, . . . , a + δ − 2;
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 40/59
Lanjutan Bukti Teorema 3.15
Andaikan bahwa minimum distance d dari C lebih kecil daripada δ. Maka ada
codeword tak nol c(x) = c0 + c1x + · · · + cn−1xn−1
dengan demikian
wt(c(x)) = d < δ. Menggunakan Lemma 3.13, kita mempunyai c(αi
) = 0
untuk semua i = a, . . . , a + δ − 2;
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 41/59
Lanjutan Bukti Teorema 3.15
Andaikan bahwa minimum distance d dari C lebih kecil daripada δ. Maka ada
codeword tak nol c(x) = c0 + c1x + · · · + cn−1xn−1
dengan demikian
wt(c(x)) = d < δ. Menggunakan Lemma 3.13, kita mempunyai c(αi
) = 0
untuk semua i = a, . . . , a + δ − 2;







1 αa
(αa
)2
. . . (αa
)n−1
1 αa+1
(αa+1
)2
. . . (αa+1
)n−1
1 αa+2
(αa+2
)2
. . . (αa+2
)n−1
...
...
... . . .
...
1 αa+δ−2
(αa+δ−2
)2
. . . (αa+δ−2
)n−1














c0
c1
c2
...
cn−1







= 0. (1)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 41/59
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 42/59
Asumsikan bahwa c(x) adalah R = {i1, . . . , id}, cj = 0 jika hanya jika j ∈ R.
Maka persamaan (1) menjadi
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 42/59
Asumsikan bahwa c(x) adalah R = {i1, . . . , id}, cj = 0 jika hanya jika j ∈ R.
Maka persamaan (1) menjadi







(αa
)i1
(αa
)i2
(αa
)i3
. . . (αa
)id
(αa+1
)i1
(αa+1
)i2
(αa+1
)i3
. . . (αa+1
)id
(αa+2
)i1
(αa+2
)i2
(αa+2
)i3
. . . (αa+2
)id
...
...
...
...
...
(αa+δ−2
)i1
(αa+δ−2
)i2
(αa+δ−2
)i3
. . . (αa+δ−2
)id














ci1
ci2
ci3
...
cid







= 0. (2)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 42/59
Lanjutan Bukti Teorema 3.15
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 43/59
Lanjutan Bukti Teorema 3.15
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 43/59
Lanjutan Bukti Teorema 3.15
Ketika d ≤ δ − 1, kita mendapatkan sistem persamaan dibawah ini dengan
memilih persamaan d yang pertama sistem persamaan diatas sehingga
didapatkan :
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 43/59
Lanjutan Bukti Teorema 3.15
Ketika d ≤ δ − 1, kita mendapatkan sistem persamaan dibawah ini dengan
memilih persamaan d yang pertama sistem persamaan diatas sehingga
didapatkan :







(αa
)i1
(αa
)i2
(αa
)i3
. . . (αa
)id
(αa+1
)i1
(αa+1
)i2
(αa+1
)i3
. . . (αa+1
)id
(αa+2
)i1
(αa+2
)i2
(αa+2
)i3
. . . (αa+2
)id
...
...
... . . .
...
(αa+d−1
)i1
(αa+d−1
)i2
(αa+d−1
)i3
. . . (αa+d−1
)id














ci1
ci2
ci3
...
cid







= 0. (3)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 43/59
Determinan D koefisien matriks persamaan diatas adalah sama dengan
D =
d
j=1
(αa
)ij
det







1 1 1 . . . 1
αi1
αi2
αi3
. . . αid
(α2
)i1
(α2
)i2
(α2
)i3
. . . (α2
)id
...
...
... . . .
...
(αd−1
)i1
(αd−1
)i2
(αd−1
)i3
. . . (αd−1
)id







(4)
=
d
j=1
(αa
)ij
k>l
(αik
− αil
) = 0.
Dengan mengkombinasikan persamaan (43) dan (4), kita mendapatkan
(ci1
, . . . , cid
) = 0 sehingga kontradiksi. Jadi terbukti
Determinan D koefisien matriks persamaan diatas adalah sama dengan
D =
d
j=1
(αa
)ij
det







1 1 1 . . . 1
αi1
αi2
αi3
. . . αid
(α2
)i1
(α2
)i2
(α2
)i3
. . . (α2
)id
...
...
... . . .
...
(αd−1
)i1
(αd−1
)i2
(αd−1
)i3
. . . (αd−1
)id







(4)
=
d
j=1
(αa
)ij
k>l
(αik
− αil
) = 0.
Dengan mengkombinasikan persamaan (43) dan (4), kita mendapatkan
(ci1
, . . . , cid
) = 0 sehingga kontradiksi. Jadi terbukti
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 44/59
Contoh
Contoh 3.16
Misalkan α akar dari 1 + x + x3
∈ F2[x], dan misalkan C binary BCH code
dengan panjang 7 didesain dengan distance 4 yang dibangun oleh
g(x) = lcm(M(0)
(x), M(1)
(x), M(2)
(x)) = 1 + x2
+ x3
+ x4
Maka d(C) ≤ wt(g(x)) = 4. Disisi lain dengan menggunakan teorema 3.15
didapat d(C) ≥ 4. Jadi, d(C) = 4.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 45/59
Decoding BCH Codes
Pada bagian akan diberikan algoritma dalam decoding BCH code yang dibagi
menjadi 3 yaitu :
Menghitung syndrome
Untuk menyederhanakannya, kita hanya akan mendiskusikan decoding narrow
sense binary BCH codes.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 46/59
Decoding BCH Codes
Pada bagian akan diberikan algoritma dalam decoding BCH code yang dibagi
menjadi 3 yaitu :
Menghitung syndrome
Menemukan error locator polynomial
Untuk menyederhanakannya, kita hanya akan mendiskusikan decoding narrow
sense binary BCH codes.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 46/59
Decoding BCH Codes
Pada bagian akan diberikan algoritma dalam decoding BCH code yang dibagi
menjadi 3 yaitu :
Menghitung syndrome
Menemukan error locator polynomial
Menemukan semua akar dari error locator polynomial
Untuk menyederhanakannya, kita hanya akan mendiskusikan decoding narrow
sense binary BCH codes.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 46/59
Decoding BCH Codes
Misalkan C narrow sense binary BCH codes dengan panjang n = 2m
− 1 dan
design distance δ = 2t + 1 yang dibangun oleh g(x) :=
lcm(M(1)
(x), M(2)
(x), . . . , M(δ−1)
(x)), dimana M(i)
(x) adalah polynomial
minimal dari αi
terhadap F2 untuk elemen primitif α ∈ F2m . Ambil
H =







1 α (α)2
. . . (α)n−1
1 α2
(α2
)2
. . . (α2
)n−1
1 α3
(α3
)2
. . . (α3
)n−1
...
...
... . . .
...
1 αδ−1
(αδ−1
)2
. . . (αδ−1
)n−1







(5)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 47/59
Lanjutan Decoding BCH codes
Maka bisa ditunjukkan bahwa word c ∈ Fn
2 adalah codeword C jika hanya jika
cHT
= 0. Selanjutnya, kita bisa mendefinisikan sindrome SH(w) dari w ∈ Fn
2
terhadap H adalah wHT
.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 48/59
Lanjutan Decoding BCH codes
Maka bisa ditunjukkan bahwa word c ∈ Fn
2 adalah codeword C jika hanya jika
cHT
= 0. Selanjutnya, kita bisa mendefinisikan sindrome SH(w) dari w ∈ Fn
2
terhadap H adalah wHT
.
Andaikan bahwa w(x) = w0 + w1x + . . . + wn−1xn−1
word yang diterima
dengan error polynomial e(x) memenuhi wt(e(x)) ≤ t. Ambil
c(x) = w(x) − e(x) maka c(x) adalah codeword.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 48/59
Tahap 1. Menghitung Sindrome
Sindrome w(x) adalah
(s0, s1, . . . , sδ−2) := (w0, w1, . . . , wn−1)HT
sehingga si = w(αi+1
) = e(αi+1
) untuk setiap i = 0, 1, . . . , δ − 2, ketika αi+1
adalah akar-akar dari g(x). Asumsikan bahwa error diambil di posisi
i0, i1, . . . , il−1 dengan l ≤ t didapat
e(x) = xi0
+ xi1
+ · · · + xil−1
(6)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 49/59
Lanjutan Tahap 1.Menghitung Sindrome
Maka kita mendapatkan sistem persamaan
αi0
+ αi1
+ · · · + αil−1
= s0=w(α),
(αi0
)2
+ (αi1
)2
+ · · · + (αil−1
)2
= s1 =w(α2
),
...
...
...
(αi0
)δ−1
+ (αi1
)δ−1
+ · · · + (αil−1
)δ−1
= sδ−2=w(αδ−1
).
(7)
sebarang metode diatas untuk menyelesaikan sistem persamaan diatas
merupakan algoritma decoding untuk BCH codes.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 50/59
Tahap 2. Menemukan error locator polynomial
Untuk e(x) = xi0
+ xi1
+ · · · + xil−1
, didefinisikan error locator polynomial oleh
σ(z) :=
l−1
j=0
(1 − αij
z).
Ini dapat ditemukan bahwa posisi error ij sejauh semua akar-akar σ(z) yang
diketahui. Untuk tahap ini, kita harus menentukan error locator polynomial
σ(z).
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 51/59
Teorema
Teorema 3.17
Andaikan polynomial sindrome s(z) =
δ−2
j=0 sjzj
adalah bukan polynomial nol.
Maka terdapat polynomial tak nol r(z) ∈ F2m [z] dengan demikian
deg(r(z)) ≤ t − 1, gcd(r(z), σ(z)) = 1 dan
r(z) ≡ s(z)σ(z) (mod zδ−1
) (8)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 52/59
Lanjutan Teorema 3.17
Lebih jauh, untuk sebarang pasangan (u(z), v(z)) polynomial tak nol atas F2m
memenuhi deg(u(z)) ≤ t − 1, deg(v(z)) ≤ t dan
u(z) ≡ s(z)v(z) (mod zδ−1
) (9)
Kita mempunyai
σ(z) = βv(z), r(z) = βu(z), (10)
untuk elemen tak nol β ∈ F2m .
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 53/59
Tahap 3. Menemukan akar -akar error locator polynomial
Untuk melakukannya, kita bisa mencari semua kemungkinan akar -akar dengan
menggunakan σ(z) di αi
, untuk semua i = 1, 2, . . . . . Setelah semua akar
-akarnya αi1
, . . . , αil
dari σ(z) ditemukan, kita mendapatkan error polynomial
persamaan
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 54/59
Contoh 4.18
Contoh 3.18
Misalkan α akar dari g(x) = 1 + x + x3
∈ F2[x]. Maka Hamming code yang
dibangun oleh g(x) =lcm(M(1)
(x), M(2)
(x)) mempunyai design distance δ = 3.
Andaikan bahwa w(x) = 1 + x + x2
+ x3
word yang diterima.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 55/59
Contoh 4.18
Menghitung sindrome :
(s0, s1) = (w(α), w(α2
)) = (α2
, α4
)
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 56/59
Contoh 4.18
Menghitung sindrome :
(s0, s1) = (w(α), w(α2
)) = (α2
, α4
)
Menemukan error locator polynomial :
Selesaikan kongruensi polynomial
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 56/59
Contoh 4.18
Menghitung sindrome :
(s0, s1) = (w(α), w(α2
)) = (α2
, α4
)
Menemukan error locator polynomial :
Selesaikan kongruensi polynomial
r(z) ≡ s(z)σ(z) (mod z2
)
dengan deg(r(z)) = 0 dan deg(σ(z)) ≤ 1, dan
s(z) = α2
+ α4
z.
Kita mempunyai σ(z) = 1 + α2
z dan r(z) = α2
. Selanjutnya didapat error
di tempat ketiga. Jadi, kita bisa memperbaiki(decode) w(x) ke
w(x) − x2
= 1 + x + x3
= 1101000.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 56/59
Kesimpulan
BCH Code merupakan generalisasi dari Hamming code dan didefinisikan dari
kelipatan persekutuaan terkecil dari suku banyak monic dengan derajat terkecil
atau
lcm(f1(x), f2(x), . . . , ft(x))
Didalam pembahasan paper ini hanya dibahas BCH code sebagai suku banyak.
Adapun penerapan dari BCH codes sendiri adalah sistem komunikasi via satelit,
pemutar CD(compact disk), DVD, disk drivers, dan barcode dua dimensi.
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 57/59
Thank you for your
attention
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 58/59
Thank you for your
attention
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 58/59
Thank you for your
attention
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 59/59
Thank you for your
attention
BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 59/59

A Beautiful Beamer LaTeX

  • 1.
    BCH Codes (Bose -Chaudhuri-Hocquenghem Codes) Presentasi Paper Pengantar Teori Pengkodean, 2013 Hirwanto1 Lestin2 1 Gadjah Mada University 2 Polytecnic Torino 8 Juni 2013
  • 2.
    Daftar Isi 1 Pendahuluan Motivasi 2Dasar Teori Finite Field Ring Polynomial Minimal Polynomial Cyclotomic Coset 3 Pembahasan Pengantar BCH Codes Parameter BCH Code Decoding BCH Code 4 Kesimpulan BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 2/59
  • 3.
    BCH Codes BCH codesmerupakan salah satu kelas yang sangat penting dari kode siklik yang mulai dikembangkan pada tahun 1960 oleh R.C. Bose dan D.Ray-Cahudhuri kemudian dilanjutkan oleh A. Hocquenghem sehingga biasa disebut BCH codes (Bose-Chaudhuri-Hocquenghem codes) dan merupakan generalisasi dari Hamming code untuk mengoreksi kesalahan ganda( multiple error correction). BCH code didefinisikan oleh kelipatan persekutuan terkecil (f1(x), f2(x), ..., ft(x)) suku banyak yang diberikan. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 3/59
  • 4.
    Motivasi Secara khusus, kodesiklik didapat dari generator suku banyaknya. Bagaimanapun, umumnya kita kesulitan dalam mendapatkan informasi pada jarak minimum(minimum distance) kode siklik dari generator suku banyaknya, meskipun kita dapat melengkapi hasilnya. Dengan kata lain, kita perlu memilih beberapa generator khusus suku banyaknya sehingga kita bisa mendapatkan informasi dengan algoritma yang lebih sederhana dan lebih efisien. Kita selanjutnya akan mendiskusikan salah satu generator khusus yang kita pilih yaitu BCH-code, dan juga bagaimana kita membentuk algoritma untuk BCH- codes. Untuk generator khusus yang lain seperti Reed Solomon, Quadratic-Residus Code. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 4/59
  • 5.
    Definisi 2.1 Field dengan| F |< ∞ disebut lapangan hingga(finite field) dan F∗ sebagai himpunan F {0}. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 5/59
  • 6.
    Definisi 2.1 Field dengan| F |< ∞ disebut lapangan hingga(finite field) dan F∗ sebagai himpunan F {0}. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 5/59
  • 7.
    Definisi 2.1 Field dengan| F |< ∞ disebut lapangan hingga(finite field) dan F∗ sebagai himpunan F {0}. Definisi 2.2 Misalkan F lapangan. Karakteristik F adalah bilangan bulat positif terkecil m dengan demikian bahwa m i=1 1 = 1 + 1 + . . . + 1 = 0 dimana 1 ∈ F. Jika m tidak ada maka karakteristiknya 0. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 5/59
  • 8.
    Lemma 3.3 danDefinisi 3.4 Lemma 2.3 Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka (α + β)p = αp + βp BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
  • 9.
    Lemma 3.3 danDefinisi 3.4 Lemma 2.3 Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka (α + β)p = αp + βp BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
  • 10.
    Lemma 3.3 danDefinisi 3.4 Lemma 2.3 Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka (α + β)p = αp + βp Definisi 2.4 Anggota α ∈ F lapangan hingga dikatakan generator F∗ atau elemen primitif jika {αi : i ≥ 0} = F∗ BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
  • 11.
    Lemma 3.3 danDefinisi 3.4 Lemma 2.3 Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka (α + β)p = αp + βp Definisi 2.4 Anggota α ∈ F lapangan hingga dikatakan generator F∗ atau elemen primitif jika {αi : i ≥ 0} = F∗ BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
  • 12.
    Lemma 3.3 danDefinisi 3.4 Lemma 2.3 Jika α, β ∈ F mempunyai karakteristik p, maka (α + β)p = αp + βp Definisi 2.4 Anggota α ∈ F lapangan hingga dikatakan generator F∗ atau elemen primitif jika {αi : i ≥ 0} = F∗ BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 6/59
  • 13.
    Contoh 3.5 Contoh 2.5 DiberikanGF(9) yang dikontruksikan menggunakan polynomial yang irreducible f(x) = x2 + 1 ∈ Z3[x]. Carilah elemen primitif. Kita akan mencoba bahwa α = x + 1 merupakan elemen primitif maka (1 + x)0 = 1 (1 + x)4 = 2 (1 + x)1 = 1 + x (1 + x)5 = 2 + 2x (1 + x)2 = 2x (1 + x)6 = x (1 + x)3 = 1 + 2x (1 + x)7 = 2 + x Jadi α = 1 + x merupakan elemen primitif untuk GF(9) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 7/59
  • 14.
    Ring Polynomial Definisi 2.6 MisalkanF merupakan lapangan. Himpunan F[x] = { n i=0 aixi : ai ∈ F, n ≥ 0} disebut sebagai ring polynomial atas F. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 8/59
  • 15.
    Ring Polynomial Definisi 2.6 MisalkanF merupakan lapangan. Himpunan F[x] = { n i=0 aixi : ai ∈ F, n ≥ 0} disebut sebagai ring polynomial atas F. Teorema 2.7 Misalkan f(x) suku banyak atas F dengan derajat(degree) ≥ 1. Maka F[x]/(f(x)) bersama dengan operasi penjumlahan dan perkalian berbentuk gelanggang. Lebih jauh, F[x]/(f(x)) adalah lapangan jika dan hanya jika irreducible. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 8/59
  • 16.
    Lemma 3.8 danLemma 3.9 Lemma 2.8 Untuk setiap anggota tak nol α ∈ GF(q), αq−1 = 1. Selanjutnya, α ∈ GF(qm ) jika hanya jika αq = α. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 9/59
  • 17.
    Lemma 3.8 danLemma 3.9 Lemma 2.8 Untuk setiap anggota tak nol α ∈ GF(q), αq−1 = 1. Selanjutnya, α ∈ GF(qm ) jika hanya jika αq = α. Lemma 2.9 Untuk setiap elemen β dari finite field F dengan q elemen, kita mempunyai βq = β BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 9/59
  • 18.
    Minimal Polynomial Definisi 2.10 MisalkanF lapangan dengan karakteristik p dan misalkan α ∈ F∗ . Suku banyak minimal α terhadap GF(p) merupakan suku banyak monic m(x) derajat terkecil di GF(p)[x] dengan demikian m(α) = 0. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 10/59
  • 19.
    Minimal Polynomial Definisi 2.10 MisalkanF lapangan dengan karakteristik p dan misalkan α ∈ F∗ . Suku banyak minimal α terhadap GF(p) merupakan suku banyak monic m(x) derajat terkecil di GF(p)[x] dengan demikian m(α) = 0. Teorema 2.11 Suku banyak minimal anggota α tunggal. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 10/59
  • 20.
    1. Bukti Teorema3.2 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 11/59
  • 21.
    1. Bukti Teorema3.2 Andaikan F = GF(q) dan F mempunyai karakteristik p. Mengikuti Lemma 2.8 bahwa α memenuhi suku banyak xq−1 − 1 ∈ GF(p)[x]. Ketika terdapat suatu suku banyak GF(p)[x] dengan α akarnya maka ada salah satu dari akarnya dengan derajat terkecil. Ini mengatakan bahwa ada suku banyak minimal yaitu m(x). Andaikan ada dua suku banyak monic m1(x) dan m2(x) dengan derajat terkecil mempunyai akar α. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 11/59
  • 22.
    2. Lanjutan BuktiTeorema 3.2 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 12/59
  • 23.
    2. Lanjutan BuktiTeorema 3.2 . Dengan menggunakan algoritma pembagian suku banyak didapat m1(x) = l(x)m2(x) + r(x), dimana deg r(x) < deg m2(x) atau r(x) = 0. Ketika m1(α) = 0 dan m2(α) = 0, kita mempunyai r(α) = 0, tetapi karena m2(x) mempunyai derajat terkecil maka r(x) = 0, sehingga m2(x) membagi m1(x). Dengan cara yang sama, m1(x) membagi m2(x) dan ketika keduanya merupakan suku banyak monic, maka m1(x) = m2(x) sehingga terbukti α tunggal. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 12/59
  • 24.
    2. Lanjutan BuktiTeorema 3.2 . Dengan menggunakan algoritma pembagian suku banyak didapat m1(x) = l(x)m2(x) + r(x), dimana deg r(x) < deg m2(x) atau r(x) = 0. Ketika m1(α) = 0 dan m2(α) = 0, kita mempunyai r(α) = 0, tetapi karena m2(x) mempunyai derajat terkecil maka r(x) = 0, sehingga m2(x) membagi m1(x). Dengan cara yang sama, m1(x) membagi m2(x) dan ketika keduanya merupakan suku banyak monic, maka m1(x) = m2(x) sehingga terbukti α tunggal. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 12/59
  • 25.
    2. Lanjutan BuktiTeorema 3.2 . Dengan menggunakan algoritma pembagian suku banyak didapat m1(x) = l(x)m2(x) + r(x), dimana deg r(x) < deg m2(x) atau r(x) = 0. Ketika m1(α) = 0 dan m2(α) = 0, kita mempunyai r(α) = 0, tetapi karena m2(x) mempunyai derajat terkecil maka r(x) = 0, sehingga m2(x) membagi m1(x). Dengan cara yang sama, m1(x) membagi m2(x) dan ketika keduanya merupakan suku banyak monic, maka m1(x) = m2(x) sehingga terbukti α tunggal. Teorema 2.12 Untuk α ∈ F∗ , suku banyak minimal α, maka m(α)(x) adalah suku banyak yang irreducible. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 12/59
  • 26.
    Definisi 2.13 Untuk α∈ F, misalkan t bilangan bulat positif terkecil dengan demikian αpt = α, maka himpunan conjugates dari α(terhadap GF(p)) adalah C(α) = {α, αp , αp2 , αp3 , . . . , αpt−1 } C(α) = C(αpi ), ∀i ∈ F lapangan dengan karakteristik p BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 13/59
  • 27.
    Definisi 2.13 Untuk α∈ F, misalkan t bilangan bulat positif terkecil dengan demikian αpt = α, maka himpunan conjugates dari α(terhadap GF(p)) adalah C(α) = {α, αp , αp2 , αp3 , . . . , αpt−1 } C(α) = C(αpi ), ∀i ∈ F lapangan dengan karakteristik p Lemma 2.14 Misalkan F lapangan hingga dengan karakteristik p, misalkan α ∈ F∗ , dan C(α) himpunan konjugat α terhadap GF(q), maka m(x) = β∈C(α) (x − β) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 13/59
  • 28.
    Bukti Lemma 3.14 Misalkanm(x) = t i=0 mixi dengan koefisien mi ∈ F, kita catatan bahwa m(x)p = β∈C(α)(xβ)p = β∈C(α)(xp − βp ) = β∈C(α)(xp − β) = m(xp ) = t i=1 xip Dengan mengikuti Lemma 2.3 didapat bahwa {β : β ∈ C(α)} = {βp : β ∈ C(α)} Dilain pihak, kita dapatkan bahwa m(x)p = t i=1 (mixi )p = t i=1 mp i xip Jadi, mi = mp i dan dengan menggunakan Lemma 2.8 sehingga terbukti bahwa mi ∈ GF(p), 0 ≤ i ≤ t. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 14/59
  • 29.
    Teorema 2.15 Untuk α∈ F, suku banyak minimal α diberikan oleh mα(x) = β∈C(α) (x − β) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 15/59
  • 30.
    Teorema 2.15 Untuk α∈ F, suku banyak minimal α diberikan oleh mα(x) = β∈C(α) (x − β) Contoh 2.16 Kontruksikan lapangan F = GF(23 ). Hal pertama yang diperlukan adalah suku banyak pangkat tiga atas Z2. Misalkan kita mengambil f(x) = x3 + x + 1 dan anggota-anggota F adalah {0, 1, x, x + 1, x + x2 , x2 , 1 + x2 , 1 + x + x2 }. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 15/59
  • 31.
    1. Penyelesaian Contoh3.7 Ketika x3 + x + 1 = 0 mod f(x), maka kita mempunyai x3 ≡ −x − 1 = x + 1(mod(f(x))), dan 1 = −1 ∈ Z2. Selanjutnya kita tuliskan anggota lapangan dengan a0 + a1x + a2x2 , maka didapatkan 0 = (000) x2 = (001) 1 = (100) 1 + x2 = (101) x = (010) x + x2 = (011) 1 + x = (110) 1 + x + x2 = (111) Jika kita mengambil α, maka dengan mudah kita dapatkan bahwa α merupakan generator F. Andaikan kita mengambil β = (101) dan kita akan dicari mβ(x). BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 16/59
  • 32.
    2. Lanjutan PenyelesaianContoh 3.7 Dengan menggunakan Teorema 2.15 diatas mβ(y) = (y − β)(y − β2 )(y − β4 ) dan ketika β8 = β dan kita akan menghitung (y −β)(y −β2 )(y −β4 )= y3 +(β +β2 +β4 )y2 +(ββ2 +ββ4 +β2 β4 )y +ββ2 β4 Dengan menggunakan representasi setiap anggota tak nol sebagai akar dari generator α, dengan mengambil α = x, kita dapatkan α0 = (100) α4 = (011) α1 = (010) α5 = (111) α2 = (001) α6 = (101) α3 = (110) α7 = (100) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 17/59
  • 33.
    3. Lanjutan PenyelesaianContoh 3.7 Ketika β = α6 , maka β2 = α12 = α5 = dan β4 = α24 = α3 , diperoleh β + β2 + β4 = α6 + α5 + α3 = (101) + (111) + (110) = 100 ββ2 + ββ4 + β2 β4 = β3 + β5 + β6 = α18 + α30 + α36 = α4 + α2 + α = 0 ββ2 β4 = β7 = α42 = 1 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 18/59
  • 34.
    4. Lanjutan PenyelesaianContoh 3.7 Jadi, didapat suku banyak minimal β2 dan β4 yaitu mβ(y) = y3 + y2 + 1 Sedangkan suku banyak minimal α juga merupakan suku banyak minimal α2 dan α4 yaitu mα(y) = y3 + y + 1 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 19/59
  • 35.
    Definisi Cyclotomic Coset Definisi2.17 Diberikan q dan n dan bilangan bulat i, 0 ≤ i ≤ n − 1, cyclotomic coset (q modulo n) memuat i didefinisikan oleh Ci = {i, iq, iq2 , . . . , iqn−1 } dimana anggota-anggota himpuna mengambil modulo n, dan s bilangan bulat terkecil dengan demikian iqs ≡ i(modn). C = {Ci : 0 ≤ i ≤ n − 1} disebut himpunan cyclotomic coset q modulo n BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 20/59
  • 36.
    Contoh 2.18 Untuk n= 9 dan q = 2, didapat C1 = [1, 2, 4, 8, 7, 5] = C2 = C4 = C8 = C7 = C5 C − 3 = [3, 6] = C6 C − 0 = [0] BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 21/59
  • 37.
    Contoh 2.18 Untuk n= 9 dan q = 2, didapat C1 = [1, 2, 4, 8, 7, 5] = C2 = C4 = C8 = C7 = C5 C − 3 = [3, 6] = C6 C − 0 = [0] Teorema 2.19 Misalkan f(x) = xn − 1 suku banyak atas GF(q). Banyaknya faktor irreducible dari f(x) adalah sama dengan banyak cyclotomic coset q modulo n. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 21/59
  • 38.
    Pengantar Suku banyak monicg(x) ∈ GF(q)[x] dikatakan sebagai split didalam perluasan field GF(qm ) dari GF(q) jika g(x) bisa difaktorkan sebagai hasil kali suku banyak linear di GF(qm ), kita bisa menuliskannya ; g(x) = (x − α1)(x − α2) . . . (x − αn) dimana αi ∈ GF(qm ) dan GF(qm ) disebut sebagai splitting field dari g(x). Secara umum, dapat didefinisikan bahwa splitting field dari g(x) ∈ GF(qm ) sebagai lapangan terkecil GF(qm ), dengan kata lain lapangan terkecil yang memuat semua akar -akar dari g(x). BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 22/59
  • 39.
    Splitting field g(x)bisa didapatkan dari derajat faktor irreducible atas GF(q). Catatan bahwa g(x) boleh irreducible atas GF(q), tetapi selalu faktor- faktornya sebagai hasil kali suku banyak linear yang berbeda di splitting field. Untuk contoh, g(x) = x2 + x + 1 adalah merupakan irreducible atas GF(2) dan tidak mempunyai akar di GF(2), tetapi atas GF(4), g(x) = (x + α)(x + α2 ) dan mempunyai akar-akarnya adalah α dan α2 , dimana GF(4) = {0, 1, α, α2 } dengan α2 + α + 1 = 0 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 23/59
  • 40.
    Contoh Contoh 3.1 Diberikan sukubanyak dibawah ini g(x) = 1 + x3 + x5 + x6 + x8 + x9 + x1 0 atas GF(2), dapat dicek bahwa g(x) tidak mempunyai akar di GF(2), ataupun GF(22 ), GF(23 ), dan GF(24 ), tetapi menggunakan GF(5) didapat akar -akar α dari h(x) = 1 + x2 + x5 yaitu α, α3 , dan anggota kojugatenya adalah α, α2 , α4 , α8 , α16 dan α3 , α6 , α12 , α24 , α17 adalah merupakan akar -akar dari g(x), dan semua akar dari g(x) di GF(25 ) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 24/59
  • 41.
    Contoh Contoh 3.2 Diberikan sukubanyak dibawah ini : g(x) = 2 + 2x + x4 + 2x5 + x6 + x7 atas GF(3) dan hanya memiliki satu akar dengan yaitu 1, dan tidak ada akar dari persamaan tersebut di GF(32 ), sedangkan dengan mengggunakan GF(33 ) didapat akar α dari h(x) = 1 + 2x2 + x3 yaitu; 1, α2 , α6 , α18 , α4 , α12 , α10 Akar -akar diatas merupakan akar α dari g(x). BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 25/59
  • 42.
    Definisi 4.4 Definisi 3.3 Misalkankita mempunyai sebanyak t suku banyak f1(x), f2(x), . . . , ft(x) ∈ F[x], maka kelipatan persekutuan terkecil dari f1(x), f2(x), . . . , ft(x) adalah suku banyak monic dengan derajat terkecil dan merupakan perkalian dari semua suku banyak f1(x), f2(x), . . . , ft(x). Selanjutnya, dinotasikan sebagai lcm(f1(x), f2(x), . . . , ft(x)). BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 26/59
  • 43.
    Penjeleasan lebih lanjut Jikaf1(x), f2(x), ..., ft(x) ∈ Fq[x] dapat difaktorisasi menjadi f1(x) = a1.p1(x)e1,1 . . . pn(x)e1,n f2(x) = a2.p1(x)e2,1 . . . pn(x)e2,n ... ... ft(x) = at.p1(x)et,1 . . . pn(x)et,n dimana pi(x) merupakan suku banyak monic yang irreducible atas Fq maka lcm(f1(x), f2(x), ..., ft(x)) = p1(x)max{e1,1,...,et,1} ...pn(x)max{e1,n,...,et,n} BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 27/59
  • 44.
    Contoh 4.5 danLemma 4.6 Contoh 3.4 Diberikan polinomial biner, f1(x) = (1 + x)2 (1 + x + x4 )3 f2(x) = (1 + x)(1 + x + x2 )2 f3(x) = x2 (1 + x + x4 ) sehingga, lcm(f1(x), f2(x), f3(x)) = x2 (1 + x)2 (1 + x + x2 )2 (1 + x + x4 )3 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 28/59
  • 45.
    Contoh 4.5 danLemma 4.6 Contoh 3.4 Diberikan polinomial biner, f1(x) = (1 + x)2 (1 + x + x4 )3 f2(x) = (1 + x)(1 + x + x2 )2 f3(x) = x2 (1 + x + x4 ) sehingga, lcm(f1(x), f2(x), f3(x)) = x2 (1 + x)2 (1 + x + x2 )2 (1 + x + x4 )3 Lemma 3.5 Diberikan f1(x),f2(x), . . ., ft(x) suku banyak atas Fq. Jika f(x) habis dibagi oleh semua suku banyak fi(x), ∀i = 1, 2, . . . , t maka f(x) habis dibagi oleh lcm(f1(x), f2(x), . . . , ft(x)) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 28/59
  • 46.
    Bukti Lemma 3.5 Beweis. Ambilg(x) = lcm(f1(x), f2(x), . . . , ft(x)). Menggunakan algoritma pembagian maka ada dua suku banyak u(x) dan r(x) atas Fq dengan demikian deg(r(x)) < deg(g(x)) dan f(x) = u(x)g(x) + r(x). Jadi, r(x) = f(x) − u(x)g(x), dan selanjutnya r(x) juga habis dibagi oleh semua fi(x). Ketika g(x) mempunyai derajat terkecil,dengan jelas bahwa r(x) = 0. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 29/59
  • 47.
    Contoh 4.7 Contoh 3.6 Sukubanyak f(x) = x15 − 1 ∈ F2[x] dibagi oleh f1(x) = 1 + x + x2 ∈ F2[x] habis dibagi oleh f1(x) = 1 + x + x2 ∈ F2[x], f2(x) = 1 + x + x4 ∈ F2[x], dan f3(x) = (1 + x + x2 )(1 + x3 + x4 ) ∈ F2[x]. Maka f(x) habis dibagi oleh lcm(f1(x), f2(x), f3(x)) = (1 + x + x2 )(1 + x + x4 )(1 + x3 + x4 ). BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 30/59
  • 48.
    Definisi 4.8 Definisi 3.7 Misalkanα elemen primitif dari Fqm dan dinotasikan oleh Mi (x) merupakan polynomial minimal dari αi terhadap Fq. Sebuah primitif BCH code atas Fq dengan panjang n = qm − 1 didesain dengan distance δ adalah q-ary cyclic code yang dibangun oleh g(x) :=lcm(M(a) (x), M(a+1) (x), . . . , M(a+δ−2) (x)) untuk suatu bilangan bulat a. Lebih jauh, code ini disebut sebagai narrow sense jika a = 1. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 31/59
  • 49.
    Contoh 4.9 Contoh 3.8 Misalkanβ merupakan akar dari 1 + x + x2 ∈ F2[x], maka F4 = F2[β]. Misalkan α menjadi akar dari β + x + x2 ∈ F4[x]. Maka α elemen primitif dari F16. Diberikan narrow-sense 4−ary BCH code dengan panjang 15 didesain dengan distance 4, maka generator polynomialnya adalah g(x) = lcm(M(1) (x), M(2) (x), M(3) (x)) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 32/59
  • 50.
    Contoh 4.9 Contoh 3.8 Misalkanβ merupakan akar dari 1 + x + x2 ∈ F2[x], maka F4 = F2[β]. Misalkan α menjadi akar dari β + x + x2 ∈ F4[x]. Maka α elemen primitif dari F16. Diberikan narrow-sense 4−ary BCH code dengan panjang 15 didesain dengan distance 4, maka generator polynomialnya adalah g(x) = lcm(M(1) (x), M(2) (x), M(3) (x)) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 32/59
  • 51.
    Contoh 4.9 Contoh 3.8 Misalkanβ merupakan akar dari 1 + x + x2 ∈ F2[x], maka F4 = F2[β]. Misalkan α menjadi akar dari β + x + x2 ∈ F4[x]. Maka α elemen primitif dari F16. Diberikan narrow-sense 4−ary BCH code dengan panjang 15 didesain dengan distance 4, maka generator polynomialnya adalah g(x) = lcm(M(1) (x), M(2) (x), M(3) (x)) = 1+βx+βx2 +x3 +x4 +β2 x5 +x6 . BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 32/59
  • 52.
    Parameter BCH Code Teorema3.9 Diketahui panjang dari BCH code adalah qm − 1. Dimensi dari q − ary BCH code dengan panjang qm − 1 yang dibangun oleh g(x) := lcm(M(α) (x), M(α+1) (x), ..., M(α+δ−2) (x) tidak tergantung dari pemilihan elemen primitif α BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 33/59
  • 53.
    Parameter BCH Code Teorema3.9 Diketahui panjang dari BCH code adalah qm − 1. Dimensi dari q − ary BCH code dengan panjang qm − 1 yang dibangun oleh g(x) := lcm(M(α) (x), M(α+1) (x), ..., M(α+δ−2) (x) tidak tergantung dari pemilihan elemen primitif α q − ary BCH code dengan panjang qm − 1 yang didesain dengan distance δ memiliki dimensi setidaknya qm − 1 − m(δ − 1) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 33/59
  • 54.
    Contoh dari Teorema3.9 Contoh 3.10 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 34/59
  • 55.
    Contoh dari Teorema3.9 Contoh 3.10 (i) Diberikan cyclotomic cosets 2 modulo 15 dibawah ini : C2 = {1, 2, 4, 8} C3 = {3, 6, 12, 9}. Maka dimensi dari binary BCH Codes dengan panjang 15 dan didesign dengan distance 3 yang dibangun oleh g(x) :=lcm(M(2) , M(3) (x)) adalah 15− | C2 ∪ C3 |= 15 − 8 = 7 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 34/59
  • 56.
    Contoh dari Teorema3.9 Contoh 3.10 (i) Diberikan cyclotomic cosets 2 modulo 15 dibawah ini : C2 = {1, 2, 4, 8} C3 = {3, 6, 12, 9}. Maka dimensi dari binary BCH Codes dengan panjang 15 dan didesign dengan distance 3 yang dibangun oleh g(x) :=lcm(M(2) , M(3) (x)) adalah 15− | C2 ∪ C3 |= 15 − 8 = 7 (ii) Cyclotomic cosets dari 3 modulo 26 yaitu, C1 = C3 = {1, 3, 9} C2 = {2, 6, 18} C4 = {4, 10, 12} BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 34/59
  • 57.
    Lanjutan Contoh 4.11dan Proposisi 3.11 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 35/59
  • 58.
    Lanjutan Contoh 4.11dan Proposisi 3.11 Kemudian dimensi dari ternary BCH codes dengan panjang 26 dan didesain dengan distance 5 yang dibangun oleh g(x) := lcm(M(1) (x), M(2) (x), M(3) (x), M(4) (x)) adalah 26 − |C1 ∪ C2 ∪ C3 ∪ C4| = 26 − 9 = 17 Proposisi 3.11 Narrow sense binary BCH code dengan panjang n = 2m − 1 dan didesain dengan distance δ = 2t + 1 mempunyai dimensi sedikitnya n − m(δ − 1)/2. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 35/59
  • 59.
    Bukti Proposisi 3.11 Beweis. Sebagaimanacyclotomic cosets Ci dan C2i adalah sama, maka dimensi k memenuhi k = 2m − 1− | 2t i=1 Ci | = 2m − 1− | t i=1 C2i−1 | ≤ 2m − 1 − t i=t | C2i−1 | ≤ 2m − 1 − tm = 2m − 1 − m(δ − 1)/2 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 36/59
  • 60.
    Contoh 3.12 Narrow sensebinary BCH code dengan panjang 63 didesain dengan distance δ = 5 mempunyai dimensi 51 = 63 − 6(5 − 1)/2. Bagiamanapun, narrow sense binary BCH code dengan panjang 31 didesain dengan distance δ = 11 mempunyai dimensi 11 yang lebih besar daripada 31 − 5(11 − 2)/2. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 37/59
  • 61.
    Lemma 3.13 Misalkan Cq-ary cyclic code dengan panjang n dan generator polynomial g(x). Andaikan α1, . . . , αr akar -akar dari g(x) dan polynomial g(x) tidak mempunyai akar ganda. Maka elemen c(x) ∈ Fq[x]/(xn − 1) adalah codeword C jika hanya jika c(αi) = 0, untuk setiap i = 1, . . . , r. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 38/59
  • 62.
    Lemma 3.13 Misalkan Cq-ary cyclic code dengan panjang n dan generator polynomial g(x). Andaikan α1, . . . , αr akar -akar dari g(x) dan polynomial g(x) tidak mempunyai akar ganda. Maka elemen c(x) ∈ Fq[x]/(xn − 1) adalah codeword C jika hanya jika c(αi) = 0, untuk setiap i = 1, . . . , r. Beweis. Jika c(x) codeword C, maka ada polynomial f(x) dengan demikian c(x) = g(x)f(x). Jadi kita mempunyai c(αi) = g(αi)f(αi) = 0 untuk semua i = 1, . . . , r. Secara konvers, jika c(αi) = 0 untuk i = 1, . . . , r maka c(x) habis dibagi oleh g(x) ketika g(x) tidak mempunyai akar ganda. Ini mengartikan bahwa c(x) adalah codeword C. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 38/59
  • 63.
    Contoh 3.14 Diberikan binary[7, 4]−Hamming code dengan generator polynomial g(x) = 1 + +x + x3 . Semua elemen dari F8{0, 1} adalah akar-akar c(x) = 1 + x + x2 + x3 + x4 + x5 + x6 = (x7 − 1)/(x − 1), semua akar dari g(x) adalah akar-akar c(x). Jadi, 1111111 adalah codeword. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 39/59
  • 64.
    Contoh 3.14 Diberikan binary[7, 4]−Hamming code dengan generator polynomial g(x) = 1 + +x + x3 . Semua elemen dari F8{0, 1} adalah akar-akar c(x) = 1 + x + x2 + x3 + x4 + x5 + x6 = (x7 − 1)/(x − 1), semua akar dari g(x) adalah akar-akar c(x). Jadi, 1111111 adalah codeword. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 39/59
  • 65.
    Contoh 3.14 Diberikan binary[7, 4]−Hamming code dengan generator polynomial g(x) = 1 + +x + x3 . Semua elemen dari F8{0, 1} adalah akar-akar c(x) = 1 + x + x2 + x3 + x4 + x5 + x6 = (x7 − 1)/(x − 1), semua akar dari g(x) adalah akar-akar c(x). Jadi, 1111111 adalah codeword. Teorema 3.15 BCH code didesain dengan distance(designed distance) δ mempunyai minimum distance sedikitnya δ. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 39/59
  • 66.
    Bukti Teorema 3.15 Misalkanα merupakan elemen primitif dari Fqm dan misalkan C adalah BCH code yang dibangun oleh g(x) :=lcm(M(a) (x), M(a+1) (x), . . . , M(a+δ−2) (x)). Dengan jelas bahwa elemen αa , . . . , αa+δ−2 adalah akar-akarnya g(x). Andaikan bahwa minimum distance d dari C lebih kecil daripada δ. Maka ada codeword tak nol c(x) = c0 + c1x + · · · + cn−1xn−1 dengan demikian wt(c(x)) = d < δ. Menggunakan Lemma 3.13, kita mempunyai c(αi ) = 0 untuk semua i = a, . . . , a + δ − 2; BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 40/59
  • 67.
    Lanjutan Bukti Teorema3.15 Andaikan bahwa minimum distance d dari C lebih kecil daripada δ. Maka ada codeword tak nol c(x) = c0 + c1x + · · · + cn−1xn−1 dengan demikian wt(c(x)) = d < δ. Menggunakan Lemma 3.13, kita mempunyai c(αi ) = 0 untuk semua i = a, . . . , a + δ − 2; BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 41/59
  • 68.
    Lanjutan Bukti Teorema3.15 Andaikan bahwa minimum distance d dari C lebih kecil daripada δ. Maka ada codeword tak nol c(x) = c0 + c1x + · · · + cn−1xn−1 dengan demikian wt(c(x)) = d < δ. Menggunakan Lemma 3.13, kita mempunyai c(αi ) = 0 untuk semua i = a, . . . , a + δ − 2;        1 αa (αa )2 . . . (αa )n−1 1 αa+1 (αa+1 )2 . . . (αa+1 )n−1 1 αa+2 (αa+2 )2 . . . (αa+2 )n−1 ... ... ... . . . ... 1 αa+δ−2 (αa+δ−2 )2 . . . (αa+δ−2 )n−1               c0 c1 c2 ... cn−1        = 0. (1) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 41/59
  • 69.
    BCH Codes,(Bose -Chaudhuri-Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 42/59
  • 70.
    Asumsikan bahwa c(x)adalah R = {i1, . . . , id}, cj = 0 jika hanya jika j ∈ R. Maka persamaan (1) menjadi BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 42/59
  • 71.
    Asumsikan bahwa c(x)adalah R = {i1, . . . , id}, cj = 0 jika hanya jika j ∈ R. Maka persamaan (1) menjadi        (αa )i1 (αa )i2 (αa )i3 . . . (αa )id (αa+1 )i1 (αa+1 )i2 (αa+1 )i3 . . . (αa+1 )id (αa+2 )i1 (αa+2 )i2 (αa+2 )i3 . . . (αa+2 )id ... ... ... ... ... (αa+δ−2 )i1 (αa+δ−2 )i2 (αa+δ−2 )i3 . . . (αa+δ−2 )id               ci1 ci2 ci3 ... cid        = 0. (2) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 42/59
  • 72.
    Lanjutan Bukti Teorema3.15 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 43/59
  • 73.
    Lanjutan Bukti Teorema3.15 BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 43/59
  • 74.
    Lanjutan Bukti Teorema3.15 Ketika d ≤ δ − 1, kita mendapatkan sistem persamaan dibawah ini dengan memilih persamaan d yang pertama sistem persamaan diatas sehingga didapatkan : BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 43/59
  • 75.
    Lanjutan Bukti Teorema3.15 Ketika d ≤ δ − 1, kita mendapatkan sistem persamaan dibawah ini dengan memilih persamaan d yang pertama sistem persamaan diatas sehingga didapatkan :        (αa )i1 (αa )i2 (αa )i3 . . . (αa )id (αa+1 )i1 (αa+1 )i2 (αa+1 )i3 . . . (αa+1 )id (αa+2 )i1 (αa+2 )i2 (αa+2 )i3 . . . (αa+2 )id ... ... ... . . . ... (αa+d−1 )i1 (αa+d−1 )i2 (αa+d−1 )i3 . . . (αa+d−1 )id               ci1 ci2 ci3 ... cid        = 0. (3) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 43/59
  • 76.
    Determinan D koefisienmatriks persamaan diatas adalah sama dengan D = d j=1 (αa )ij det        1 1 1 . . . 1 αi1 αi2 αi3 . . . αid (α2 )i1 (α2 )i2 (α2 )i3 . . . (α2 )id ... ... ... . . . ... (αd−1 )i1 (αd−1 )i2 (αd−1 )i3 . . . (αd−1 )id        (4) = d j=1 (αa )ij k>l (αik − αil ) = 0. Dengan mengkombinasikan persamaan (43) dan (4), kita mendapatkan (ci1 , . . . , cid ) = 0 sehingga kontradiksi. Jadi terbukti
  • 77.
    Determinan D koefisienmatriks persamaan diatas adalah sama dengan D = d j=1 (αa )ij det        1 1 1 . . . 1 αi1 αi2 αi3 . . . αid (α2 )i1 (α2 )i2 (α2 )i3 . . . (α2 )id ... ... ... . . . ... (αd−1 )i1 (αd−1 )i2 (αd−1 )i3 . . . (αd−1 )id        (4) = d j=1 (αa )ij k>l (αik − αil ) = 0. Dengan mengkombinasikan persamaan (43) dan (4), kita mendapatkan (ci1 , . . . , cid ) = 0 sehingga kontradiksi. Jadi terbukti BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 44/59
  • 78.
    Contoh Contoh 3.16 Misalkan αakar dari 1 + x + x3 ∈ F2[x], dan misalkan C binary BCH code dengan panjang 7 didesain dengan distance 4 yang dibangun oleh g(x) = lcm(M(0) (x), M(1) (x), M(2) (x)) = 1 + x2 + x3 + x4 Maka d(C) ≤ wt(g(x)) = 4. Disisi lain dengan menggunakan teorema 3.15 didapat d(C) ≥ 4. Jadi, d(C) = 4. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 45/59
  • 79.
    Decoding BCH Codes Padabagian akan diberikan algoritma dalam decoding BCH code yang dibagi menjadi 3 yaitu : Menghitung syndrome Untuk menyederhanakannya, kita hanya akan mendiskusikan decoding narrow sense binary BCH codes. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 46/59
  • 80.
    Decoding BCH Codes Padabagian akan diberikan algoritma dalam decoding BCH code yang dibagi menjadi 3 yaitu : Menghitung syndrome Menemukan error locator polynomial Untuk menyederhanakannya, kita hanya akan mendiskusikan decoding narrow sense binary BCH codes. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 46/59
  • 81.
    Decoding BCH Codes Padabagian akan diberikan algoritma dalam decoding BCH code yang dibagi menjadi 3 yaitu : Menghitung syndrome Menemukan error locator polynomial Menemukan semua akar dari error locator polynomial Untuk menyederhanakannya, kita hanya akan mendiskusikan decoding narrow sense binary BCH codes. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 46/59
  • 82.
    Decoding BCH Codes MisalkanC narrow sense binary BCH codes dengan panjang n = 2m − 1 dan design distance δ = 2t + 1 yang dibangun oleh g(x) := lcm(M(1) (x), M(2) (x), . . . , M(δ−1) (x)), dimana M(i) (x) adalah polynomial minimal dari αi terhadap F2 untuk elemen primitif α ∈ F2m . Ambil H =        1 α (α)2 . . . (α)n−1 1 α2 (α2 )2 . . . (α2 )n−1 1 α3 (α3 )2 . . . (α3 )n−1 ... ... ... . . . ... 1 αδ−1 (αδ−1 )2 . . . (αδ−1 )n−1        (5) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 47/59
  • 83.
    Lanjutan Decoding BCHcodes Maka bisa ditunjukkan bahwa word c ∈ Fn 2 adalah codeword C jika hanya jika cHT = 0. Selanjutnya, kita bisa mendefinisikan sindrome SH(w) dari w ∈ Fn 2 terhadap H adalah wHT . BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 48/59
  • 84.
    Lanjutan Decoding BCHcodes Maka bisa ditunjukkan bahwa word c ∈ Fn 2 adalah codeword C jika hanya jika cHT = 0. Selanjutnya, kita bisa mendefinisikan sindrome SH(w) dari w ∈ Fn 2 terhadap H adalah wHT . Andaikan bahwa w(x) = w0 + w1x + . . . + wn−1xn−1 word yang diterima dengan error polynomial e(x) memenuhi wt(e(x)) ≤ t. Ambil c(x) = w(x) − e(x) maka c(x) adalah codeword. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 48/59
  • 85.
    Tahap 1. MenghitungSindrome Sindrome w(x) adalah (s0, s1, . . . , sδ−2) := (w0, w1, . . . , wn−1)HT sehingga si = w(αi+1 ) = e(αi+1 ) untuk setiap i = 0, 1, . . . , δ − 2, ketika αi+1 adalah akar-akar dari g(x). Asumsikan bahwa error diambil di posisi i0, i1, . . . , il−1 dengan l ≤ t didapat e(x) = xi0 + xi1 + · · · + xil−1 (6) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 49/59
  • 86.
    Lanjutan Tahap 1.MenghitungSindrome Maka kita mendapatkan sistem persamaan αi0 + αi1 + · · · + αil−1 = s0=w(α), (αi0 )2 + (αi1 )2 + · · · + (αil−1 )2 = s1 =w(α2 ), ... ... ... (αi0 )δ−1 + (αi1 )δ−1 + · · · + (αil−1 )δ−1 = sδ−2=w(αδ−1 ). (7) sebarang metode diatas untuk menyelesaikan sistem persamaan diatas merupakan algoritma decoding untuk BCH codes. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 50/59
  • 87.
    Tahap 2. Menemukanerror locator polynomial Untuk e(x) = xi0 + xi1 + · · · + xil−1 , didefinisikan error locator polynomial oleh σ(z) := l−1 j=0 (1 − αij z). Ini dapat ditemukan bahwa posisi error ij sejauh semua akar-akar σ(z) yang diketahui. Untuk tahap ini, kita harus menentukan error locator polynomial σ(z). BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 51/59
  • 88.
    Teorema Teorema 3.17 Andaikan polynomialsindrome s(z) = δ−2 j=0 sjzj adalah bukan polynomial nol. Maka terdapat polynomial tak nol r(z) ∈ F2m [z] dengan demikian deg(r(z)) ≤ t − 1, gcd(r(z), σ(z)) = 1 dan r(z) ≡ s(z)σ(z) (mod zδ−1 ) (8) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 52/59
  • 89.
    Lanjutan Teorema 3.17 Lebihjauh, untuk sebarang pasangan (u(z), v(z)) polynomial tak nol atas F2m memenuhi deg(u(z)) ≤ t − 1, deg(v(z)) ≤ t dan u(z) ≡ s(z)v(z) (mod zδ−1 ) (9) Kita mempunyai σ(z) = βv(z), r(z) = βu(z), (10) untuk elemen tak nol β ∈ F2m . BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 53/59
  • 90.
    Tahap 3. Menemukanakar -akar error locator polynomial Untuk melakukannya, kita bisa mencari semua kemungkinan akar -akar dengan menggunakan σ(z) di αi , untuk semua i = 1, 2, . . . . . Setelah semua akar -akarnya αi1 , . . . , αil dari σ(z) ditemukan, kita mendapatkan error polynomial persamaan BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 54/59
  • 91.
    Contoh 4.18 Contoh 3.18 Misalkanα akar dari g(x) = 1 + x + x3 ∈ F2[x]. Maka Hamming code yang dibangun oleh g(x) =lcm(M(1) (x), M(2) (x)) mempunyai design distance δ = 3. Andaikan bahwa w(x) = 1 + x + x2 + x3 word yang diterima. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 55/59
  • 92.
    Contoh 4.18 Menghitung sindrome: (s0, s1) = (w(α), w(α2 )) = (α2 , α4 ) BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 56/59
  • 93.
    Contoh 4.18 Menghitung sindrome: (s0, s1) = (w(α), w(α2 )) = (α2 , α4 ) Menemukan error locator polynomial : Selesaikan kongruensi polynomial BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 56/59
  • 94.
    Contoh 4.18 Menghitung sindrome: (s0, s1) = (w(α), w(α2 )) = (α2 , α4 ) Menemukan error locator polynomial : Selesaikan kongruensi polynomial r(z) ≡ s(z)σ(z) (mod z2 ) dengan deg(r(z)) = 0 dan deg(σ(z)) ≤ 1, dan s(z) = α2 + α4 z. Kita mempunyai σ(z) = 1 + α2 z dan r(z) = α2 . Selanjutnya didapat error di tempat ketiga. Jadi, kita bisa memperbaiki(decode) w(x) ke w(x) − x2 = 1 + x + x3 = 1101000. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 56/59
  • 95.
    Kesimpulan BCH Code merupakangeneralisasi dari Hamming code dan didefinisikan dari kelipatan persekutuaan terkecil dari suku banyak monic dengan derajat terkecil atau lcm(f1(x), f2(x), . . . , ft(x)) Didalam pembahasan paper ini hanya dibahas BCH code sebagai suku banyak. Adapun penerapan dari BCH codes sendiri adalah sistem komunikasi via satelit, pemutar CD(compact disk), DVD, disk drivers, dan barcode dua dimensi. BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 57/59
  • 96.
    Thank you foryour attention BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 58/59
  • 97.
    Thank you foryour attention BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 58/59
  • 98.
    Thank you foryour attention BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 59/59
  • 99.
    Thank you foryour attention BCH Codes,(Bose -Chaudhuri- Hocquenghem Codes), 8 Juni 2013 59/59