Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan campuran lemak sapi dan margarin sebagai pengganti lemak babi dalam proses enfleurasi minyak melati, dengan tujuan untuk menghasilkan minyak melati yang memenuhi syarat tanpa melanggar norma agama. Hasil menunjukkan bahwa campuran lemak sapi dan margarin kuning dengan pelarut etanol menghasilkan minyak melati dengan kualitas tertinggi. Meskipun demikian, minyak melati yang dihasilkan masih tidak sepenuhnya menyerupai minyak melati yang komersial.