SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
KOLEDOKOLITIASIS
POLTEKKES KEMENKES KALIMANTAN TIMUR
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN 2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
1. Tema : Koledokolitiasis
2. Tujuan :
Tujuan Umum :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 × 20 menit, Tn. DS di Ruang
Flamboyan E mampu memahami penyakit Koledokolitiasis
Tujuan Khusus:
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1 × 20 menit, Tn. DS di Ruang
Flamboyan E mampu menjelaskan:
a. Mengetahui pengertian dari Koledokolitiasis
b. Mengetahui penyebab terjadinya Koledokolitiasis
c. Mengetahui tanda dan gejala terjadinya Koledokolitiasis
d. Mengetahui penatalaksanaan Koledokolitiasis di rumah sakit
e. Mengetahui cara mencegah terjadinya Koledokolitiasis
f. Mengetahui komplikasi dari koledokolitiasis
3. Sasaran : Tn. DS
4. Tempat : Ruang Flamboyan E
5. Waktu : 08.00 WITA
6. Penyuluh : M. Anwar Sani
7. Materi:
a. Pengertian dari Koledokolitiasis
b. Penyebab terjadinya Koledokolitiasis
c. Tanda dan gejala terjadinya Koledokolitiasis
d. Penatalaksanaan Koledokolitiasis di rumah sakit
e. Cara mencegah terjadinya Koledokolitiasis
f. Komplikasi dari koledokolitiasis
8. Kegiatan Penyuluhan
No FASE
KEGIATAN
PENYULUH SASARAN
1 Pembukaan
(3 menit)
Salam pembuka
Memperkenalkan diri
Menjelaskan maksud
dan tujuan
Menggali pengetahuan
Menjawab salam
Memperhatikan penyaji
Menjawab pertanyaan
penyaji
2 Penyajian
( 10 menit )
Evaluasi
(5 menit)
Menyampaikan materi
Memberikan umpan
balik pertanyaan
Memperhatikan dan
mendengarkan
keterangan penyaji
Menjawab pertanyaan
3 Penutup
( 2menit )
Melakukan tanya
jawab
Menutup pertemuan
Mengucapkan salam
Mendengarkan dan
bertanya
Menjawab salam
4 Pembukaan
(3 menit)
Salam pembuka
Memperkenalkan diri
Menjelaskan maksud
dan tujuan
Menggali pengetahuan
Menjawab salam
Memperhatikan penyaji
Menjawab pertanyaan
penyaji
9. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi
10. Media dan alat peraga
Leaflet tentang pengertian Koledokolitiasis, jenis Koledokolitiasis, penyebab
Koledokolitiasis, tanda dan gejala Koledokolitiasis, komplikasi Koledokolitiasis,
pengobatan Koledokolitiasis, pencegahan Koledokolitiasis, makanan yang dianjurkan
untuk penderita Koledokolitiasis, makanan yang perlu dihindari, cara pengobatan
tradisional untuk penderita Koledokolitiasis
11. Rencana Evaluasi
a. Tn.DS dapat menjelaskan Pengertian dari Koledokolitiasis
b. Tn.DS dapat menjelaskan Penyebab terjadinya Koledokolitiasis
c. Tn.DS dapat menjelaskan Tanda dan gejala terjadinya Koledokolitiasis
d. Tn.DS dapat menjelaskan Penatalaksanaan Koledokolitiasis di rumah sakit
e. Tn.DS dapat menjelaskan Cara mencegah terjadinya Koledokolitiasis
f. Tn.DS dapat menjelaskan Komplikasi dari koledokolitiasis
Balikpapan, 10 Mei 2019
Penyuluh
M. Anwar Sani
MATERI PENYULUHAN
KOLEDOKOITIASIS
( BATU SALURAN EMPEDU )
I. Pengertian :
a. Batu saluran empedu : adanya batu yang terdapat pada sal. empedu (Duktus
Koledocus ).(Soeparman,1990)
b. Batu Empedu(kolelitiasis) : Batu di kandung empedu atau pada saluran kandung
empedu yang umumnay adalah kolesterol.(Williams,2003)
c. Radang empedu (Kolesistitis) : adanya radang pada kandung
empedu.(Soeparman,1990)
d. Radang saluran empedu (Kolangitis) : adanya radang pada saluran
empedu.(Soeparman,1990)
II. Penyebab:
Batu di dalam kandung empedu. Sebagian besar batu tersusun dari pigmen-pigmen
empedu dan kolesterol, selain itu juga tersusun oleh bilirubin, kalsium dan protein.
Macam-macam batu yang terbentuk antara lain:
1. Batu empedu kolesterol, terjadi karena : kenaikan sekresi kolesterol dan penurunan
produksi empedu.
Faktor lain yang berperan dalam pembentukan batu:
 Infeksi kandung empedu
 Usia yang bertambah
 Obesitas
 Wanita
 Kurang makan sayur
 Obat-obat untuk menurunkan kadar serum kolesterol
2. Batu pigmen empedu , ada dua macam;
 Batu pigmen hitam : terbentuk di dalam kandung empedu dan disertai
hemolisis kronik/sirosis hati tanpa infeksi
 Batu pigmen coklat : bentuk lebih besar , berlapis-lapis, ditemukan
disepanjang saluran empedu, disertai bendungan dan infeksi
3. Batu saluran empedu
Sering dihubungkan dengan divertikula duodenum didaerah vateri. Ada dugaan
bahwa kelainan anatomi atau pengisian divertikula oleh makanan akan
menyebabkan obstruksi intermiten duktus koledokus dan bendungan ini
memudahkan timbulnya infeksi dan pembentukan batu.
III. Tanda danGejala
Penderita batu saluran empedu sering mempunyai gejala-gejala kronis dan akut.
GEJALA AKUT GEJALA KRONIS
TANDA :
1. Epigastrium kanan terasa nyeri dan
spasme
2. Usaha inspirasi dalam waktu diraba
pada kwadran kanan atas
3. Kandung empedu membesar dan nyeri
4. Ikterus ringan
TANDA:
1. Biasanya tak tampak gambaran pada
abdomen
2. Kadang terdapat nyeri di kwadran kanan
atas
GEJALA:
1. Rasa nyeri (kolik empedu) yang
Menetap
2. Mual dan muntah
3. Febris (38,5C)
GEJALA:
1. Rasa nyeri (kolik empedu), Tempat :
abdomen bagian atas (mid epigastrium),
Sifat : terpusat di epigastrium menyebar ke
arah skapula kanan
2. Nausea dan muntah
3. Intoleransi dengan makanan berlemak
4. Flatulensi
5. Eruktasi (bersendawa)
VII. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
1. Pemeriksaan fisik
2. Memonitor intake dan output urine
3. Mengobservasi tanda tanda vital
4. Mengkaji intensitas nyeri
5. Memberikan tehnik distraksi (mendengarkan musik kesukaan) atau relaksasi (latihan
napas dalam)
6. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemeriksaan lab.
7. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat-obatan
8. Kolaborasi dengan Tim medis jika dilakukan pembedahan(kolisistomi)
9. Kolaborasi dengan tim gizidalam pemberian diit rendah lemak
VIII Cara pencegahan
1. Menjaga berat badan
2. Menkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat
3. Menghindari makanan berlemak tinggi
4. Banyak minum air putih
5. Olah raga teratur
VIIII.KOMPLIKASI
1. Perdarahan
2. Perforasi
3. Pankreatitis
4. Kerusakan hati
5. Gangguan Gastrointestinal
Daftar Pustaka :
1. Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Balai Penerbit FKUI 1990, Jakarta, P: 586-
588.
2. Sylvia Anderson Price, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih Bahasa
AdiDharma, Edisi II.P: 329-330.
3. Marllyn E. Doengoes, Nursing Care Plan, Fa. Davis Company, Philadelpia, 1993.P: 523-
536.
4. D.D.Ignatavicius dan M.V.Bayne, Medical Surgical Nursing, A Nursing Process
Approach, W. B. Saunders Company, Philadelpia, 1991.
5. Sutrisna Himawan, 1994, Pathologi (kumpulan kuliah), FKUI, Jakarta 250 - 251.
6. Mackenna & R. Kallander, 1990, Illustrated Physiologi, fifth edition, Churchill Livingstone,
Melborne : 74 - 76.

2.sap cholelitiasisdocx

  • 1.
    SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KOLEDOKOLITIASIS POLTEKKESKEMENKES KALIMANTAN TIMUR JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN 2019
  • 2.
    SATUAN ACARA PENYULUHAN 1.Tema : Koledokolitiasis 2. Tujuan : Tujuan Umum : Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 × 20 menit, Tn. DS di Ruang Flamboyan E mampu memahami penyakit Koledokolitiasis Tujuan Khusus: Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan selama 1 × 20 menit, Tn. DS di Ruang Flamboyan E mampu menjelaskan: a. Mengetahui pengertian dari Koledokolitiasis b. Mengetahui penyebab terjadinya Koledokolitiasis c. Mengetahui tanda dan gejala terjadinya Koledokolitiasis d. Mengetahui penatalaksanaan Koledokolitiasis di rumah sakit e. Mengetahui cara mencegah terjadinya Koledokolitiasis f. Mengetahui komplikasi dari koledokolitiasis 3. Sasaran : Tn. DS 4. Tempat : Ruang Flamboyan E 5. Waktu : 08.00 WITA 6. Penyuluh : M. Anwar Sani 7. Materi: a. Pengertian dari Koledokolitiasis b. Penyebab terjadinya Koledokolitiasis c. Tanda dan gejala terjadinya Koledokolitiasis d. Penatalaksanaan Koledokolitiasis di rumah sakit e. Cara mencegah terjadinya Koledokolitiasis f. Komplikasi dari koledokolitiasis
  • 3.
    8. Kegiatan Penyuluhan NoFASE KEGIATAN PENYULUH SASARAN 1 Pembukaan (3 menit) Salam pembuka Memperkenalkan diri Menjelaskan maksud dan tujuan Menggali pengetahuan Menjawab salam Memperhatikan penyaji Menjawab pertanyaan penyaji 2 Penyajian ( 10 menit ) Evaluasi (5 menit) Menyampaikan materi Memberikan umpan balik pertanyaan Memperhatikan dan mendengarkan keterangan penyaji Menjawab pertanyaan 3 Penutup ( 2menit ) Melakukan tanya jawab Menutup pertemuan Mengucapkan salam Mendengarkan dan bertanya Menjawab salam 4 Pembukaan (3 menit) Salam pembuka Memperkenalkan diri Menjelaskan maksud dan tujuan Menggali pengetahuan Menjawab salam Memperhatikan penyaji Menjawab pertanyaan penyaji 9. Metode a. Ceramah b. Tanya jawab c. Demonstrasi 10. Media dan alat peraga Leaflet tentang pengertian Koledokolitiasis, jenis Koledokolitiasis, penyebab Koledokolitiasis, tanda dan gejala Koledokolitiasis, komplikasi Koledokolitiasis, pengobatan Koledokolitiasis, pencegahan Koledokolitiasis, makanan yang dianjurkan untuk penderita Koledokolitiasis, makanan yang perlu dihindari, cara pengobatan tradisional untuk penderita Koledokolitiasis
  • 4.
    11. Rencana Evaluasi a.Tn.DS dapat menjelaskan Pengertian dari Koledokolitiasis b. Tn.DS dapat menjelaskan Penyebab terjadinya Koledokolitiasis c. Tn.DS dapat menjelaskan Tanda dan gejala terjadinya Koledokolitiasis d. Tn.DS dapat menjelaskan Penatalaksanaan Koledokolitiasis di rumah sakit e. Tn.DS dapat menjelaskan Cara mencegah terjadinya Koledokolitiasis f. Tn.DS dapat menjelaskan Komplikasi dari koledokolitiasis Balikpapan, 10 Mei 2019 Penyuluh M. Anwar Sani
  • 5.
    MATERI PENYULUHAN KOLEDOKOITIASIS ( BATUSALURAN EMPEDU ) I. Pengertian : a. Batu saluran empedu : adanya batu yang terdapat pada sal. empedu (Duktus Koledocus ).(Soeparman,1990) b. Batu Empedu(kolelitiasis) : Batu di kandung empedu atau pada saluran kandung empedu yang umumnay adalah kolesterol.(Williams,2003) c. Radang empedu (Kolesistitis) : adanya radang pada kandung empedu.(Soeparman,1990) d. Radang saluran empedu (Kolangitis) : adanya radang pada saluran empedu.(Soeparman,1990) II. Penyebab: Batu di dalam kandung empedu. Sebagian besar batu tersusun dari pigmen-pigmen empedu dan kolesterol, selain itu juga tersusun oleh bilirubin, kalsium dan protein. Macam-macam batu yang terbentuk antara lain: 1. Batu empedu kolesterol, terjadi karena : kenaikan sekresi kolesterol dan penurunan produksi empedu. Faktor lain yang berperan dalam pembentukan batu:  Infeksi kandung empedu  Usia yang bertambah  Obesitas  Wanita  Kurang makan sayur  Obat-obat untuk menurunkan kadar serum kolesterol 2. Batu pigmen empedu , ada dua macam;  Batu pigmen hitam : terbentuk di dalam kandung empedu dan disertai hemolisis kronik/sirosis hati tanpa infeksi  Batu pigmen coklat : bentuk lebih besar , berlapis-lapis, ditemukan disepanjang saluran empedu, disertai bendungan dan infeksi 3. Batu saluran empedu Sering dihubungkan dengan divertikula duodenum didaerah vateri. Ada dugaan bahwa kelainan anatomi atau pengisian divertikula oleh makanan akan
  • 6.
    menyebabkan obstruksi intermitenduktus koledokus dan bendungan ini memudahkan timbulnya infeksi dan pembentukan batu. III. Tanda danGejala Penderita batu saluran empedu sering mempunyai gejala-gejala kronis dan akut. GEJALA AKUT GEJALA KRONIS TANDA : 1. Epigastrium kanan terasa nyeri dan spasme 2. Usaha inspirasi dalam waktu diraba pada kwadran kanan atas 3. Kandung empedu membesar dan nyeri 4. Ikterus ringan TANDA: 1. Biasanya tak tampak gambaran pada abdomen 2. Kadang terdapat nyeri di kwadran kanan atas GEJALA: 1. Rasa nyeri (kolik empedu) yang Menetap 2. Mual dan muntah 3. Febris (38,5C) GEJALA: 1. Rasa nyeri (kolik empedu), Tempat : abdomen bagian atas (mid epigastrium), Sifat : terpusat di epigastrium menyebar ke arah skapula kanan 2. Nausea dan muntah 3. Intoleransi dengan makanan berlemak 4. Flatulensi 5. Eruktasi (bersendawa) VII. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN 1. Pemeriksaan fisik 2. Memonitor intake dan output urine 3. Mengobservasi tanda tanda vital 4. Mengkaji intensitas nyeri 5. Memberikan tehnik distraksi (mendengarkan musik kesukaan) atau relaksasi (latihan napas dalam) 6. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemeriksaan lab. 7. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat-obatan
  • 7.
    8. Kolaborasi denganTim medis jika dilakukan pembedahan(kolisistomi) 9. Kolaborasi dengan tim gizidalam pemberian diit rendah lemak VIII Cara pencegahan 1. Menjaga berat badan 2. Menkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat 3. Menghindari makanan berlemak tinggi 4. Banyak minum air putih 5. Olah raga teratur VIIII.KOMPLIKASI 1. Perdarahan 2. Perforasi 3. Pankreatitis 4. Kerusakan hati 5. Gangguan Gastrointestinal Daftar Pustaka : 1. Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Balai Penerbit FKUI 1990, Jakarta, P: 586- 588. 2. Sylvia Anderson Price, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih Bahasa AdiDharma, Edisi II.P: 329-330. 3. Marllyn E. Doengoes, Nursing Care Plan, Fa. Davis Company, Philadelpia, 1993.P: 523- 536. 4. D.D.Ignatavicius dan M.V.Bayne, Medical Surgical Nursing, A Nursing Process Approach, W. B. Saunders Company, Philadelpia, 1991. 5. Sutrisna Himawan, 1994, Pathologi (kumpulan kuliah), FKUI, Jakarta 250 - 251. 6. Mackenna & R. Kallander, 1990, Illustrated Physiologi, fifth edition, Churchill Livingstone, Melborne : 74 - 76.