MODAL ASING & UTANG
LUAR NEGRI
ADITYA PRATAMA
5P-AK
– Landasan hukum penanaman modal di Indonesia oleh Undang-undang
No. 1 Tahun 1967 Tentang Penanaman Modal Asing. Masuknya modal
asing bagi perekonomian Indonesia merupakan tuntutan keadaan bagi
ekonomi maupun politik Indonesia. Di mana investasi melalui modal
asing secara langsung lebih baik dari pada penarikan dana melalui
pinjaman luar negeri.
– Sedangkan melalui pinjaman luar negeri Indonesia akan lebih
memperoleh sisi negatif sebab melalui pinjaman luar negeri
Indonesia akan di kenai aturan-aturan yang berasal dari pihak
pemberi pinjaman.
Pengertian Penanaman Modal Asing (PMA)
• Penanaman Modal Asing adalah Penanaman modal asing
yang dilakukan untuk menjalankan perusahaan di
Indonesia dan menanggung segala resiko penanaman
modal tersebut secara langsung.
• Modal Asing adalah Alat pembayaran luar negeri yang
tidak berasal dari kekayaan devisa Indonesia. Termasuk
alat-alat perusahaan dan penemuan baru milik orang
asing yang diimpor.
• Bahkan Indonesia sampai sekarang tidak termasuk lokasi tujuan
penting bagi MNCs (atau TNCs). Laporan dari UNCTAD tahun 2006
menunjukkan bahwa dari Asia Tenggara dan Timur, hanya
Singapura, China (termasuk Hong Kong), Taiwan, Malaysia, Jepang
dan Korea Selatan yang masuk di dalam daftar tujuan penting bagi
TNCs terbesar di dunia. Juga untuk TNCs terbesar dari kelompok
negara-negara berkembang, negara-negara Asia Tenggara dan
Timur ini termasuk lokasi penting.
masalah – masalah dalam melakukan bisnis di Indonesia
Dalam membahas atau mengidentifikasi kendala perijinan
penanaman modal di Indonesia, ada tiga hal yang perlu
dipahami ;
1. Ijin investasi tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang
berdiri sendiri, tetapi harus menjadi satu paket
dengan ijin-ijin lain yang secara langsung maupun
tidak langsung mempengaruhi kegiatan usaha atau
menentukan untung ruginya suatu usaha.
2. Selain harus sejalan dengan atau didukung oleh UU
lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi kelancaran penanaman modal di dalam
negeri, UU PM yang baru ini juga harus memberikan
solusi paling efektif terhadap permasalahan-
permasalahan lainnya yang juga sangat berpengaruh
terhadap kegiatan investasi
3. Birokrasi yang tercerminkan oleh antara lain prosedur
administrasi dalam mengurus investasi (seperti
perizinan, peraturan atau persyaratan, dan lainnya)
yang berbelit-belit dan langkah-langkah prosedurnya
yang tidak jelas.
Masalah ini bukan hanya membuat banyak waktu yang
terbuang tetapi juga besarnya biaya yang harus
ditanggung oleh pengusaha atau calon investor.
Memang masalah ini tidak hanya dihadapi oleh
pengusaha di Indonesia tetapi juga dibanyak negara
lainnya.
Hutang luar negri
• Hutang luar negeri atau pinjaman luar negeri, adalah
sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh
dari para kreditor di luar negara tersebut. Penerima
utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan,
atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang
diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain, atau
lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank
Dunia.
11
Hutang luar Negeri
FAKTOR PENYEBABNYA
Defisit transaksi berjalan
Kebutuhan dana investasi
Tingkat inflasi yang tinggi
Structural inefficiences dalam ekonomi
PERKEMBANGAN UTANG LUAR NEGERI INDONESIA
 Mengalami peningkatan terus seiring dengan peningkatan PDB
(seharusnya berbalikan)
 Dalam struktur hutang, komposisi utang dari IMF terus
meningkat
 Sejak Orde Baru, Indonesia sangat tergantung pada
bantuan/utang LN, karena: Defisit I-S gap, defisit transaksi
berjalan, defisit keuangan pemerintah (fiscal gap)
12
Hutang luar Negeri
UTANG LUAR NEGERI DIGUNAKAN UNTUK APA ?
Pembangunan Infra Struktur, seperti pembangunan
pelabuhan yang bertaraf internasional untuk
menunjang ekspor dan impor ( termasuk bahan baku
impor), Pembangunan Sarana transportasi (jalan dan
jembatan) untuk membuka keterisolasian dan
menggerakkan roda perekonomian
Menyeimbangkan neraca pembayaran
untuk menutupi defisit neraca pembayaran
Meningkatkan cadangan devisa
Menciptakan iklim yang kondusif bagi penanaman
modan asing (PMA)
13
Permasalahan yang dihadapi
Beberapa permasalahan yang sering terjadi sebagai akibat
dari PMA dan utang luar negeri adalah :
 Transfer keuntungan yang dilakukan oleh PMA ke negara asal
modal
 Terjadi aliran dana dari Indonesia keluar negeri  untuk
mengontrolnya cukup sulit.
 Jumlah utang luar negeri sangat tergantung pada fluktuasi kurs
mata uang negara kepada siapa Indonesia berhutang
 Apabila terjadi depresiasi rupiah, maka hutang akan membengkak
 Selama ini Indonesia terus meminjam dari LN untuk membayar
utang LN  “ Gali Lubang Tutup Lubang”
 Kecenderungan sebagai negara terlilit hutang, karena selalu
memanfaatkan tawaran hutang

12

  • 1.
    MODAL ASING &UTANG LUAR NEGRI ADITYA PRATAMA 5P-AK
  • 2.
    – Landasan hukumpenanaman modal di Indonesia oleh Undang-undang No. 1 Tahun 1967 Tentang Penanaman Modal Asing. Masuknya modal asing bagi perekonomian Indonesia merupakan tuntutan keadaan bagi ekonomi maupun politik Indonesia. Di mana investasi melalui modal asing secara langsung lebih baik dari pada penarikan dana melalui pinjaman luar negeri. – Sedangkan melalui pinjaman luar negeri Indonesia akan lebih memperoleh sisi negatif sebab melalui pinjaman luar negeri Indonesia akan di kenai aturan-aturan yang berasal dari pihak pemberi pinjaman.
  • 3.
    Pengertian Penanaman ModalAsing (PMA) • Penanaman Modal Asing adalah Penanaman modal asing yang dilakukan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia dan menanggung segala resiko penanaman modal tersebut secara langsung. • Modal Asing adalah Alat pembayaran luar negeri yang tidak berasal dari kekayaan devisa Indonesia. Termasuk alat-alat perusahaan dan penemuan baru milik orang asing yang diimpor.
  • 6.
    • Bahkan Indonesiasampai sekarang tidak termasuk lokasi tujuan penting bagi MNCs (atau TNCs). Laporan dari UNCTAD tahun 2006 menunjukkan bahwa dari Asia Tenggara dan Timur, hanya Singapura, China (termasuk Hong Kong), Taiwan, Malaysia, Jepang dan Korea Selatan yang masuk di dalam daftar tujuan penting bagi TNCs terbesar di dunia. Juga untuk TNCs terbesar dari kelompok negara-negara berkembang, negara-negara Asia Tenggara dan Timur ini termasuk lokasi penting.
  • 7.
    masalah – masalahdalam melakukan bisnis di Indonesia
  • 8.
    Dalam membahas ataumengidentifikasi kendala perijinan penanaman modal di Indonesia, ada tiga hal yang perlu dipahami ; 1. Ijin investasi tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, tetapi harus menjadi satu paket dengan ijin-ijin lain yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kegiatan usaha atau menentukan untung ruginya suatu usaha. 2. Selain harus sejalan dengan atau didukung oleh UU lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kelancaran penanaman modal di dalam negeri, UU PM yang baru ini juga harus memberikan solusi paling efektif terhadap permasalahan- permasalahan lainnya yang juga sangat berpengaruh terhadap kegiatan investasi
  • 9.
    3. Birokrasi yangtercerminkan oleh antara lain prosedur administrasi dalam mengurus investasi (seperti perizinan, peraturan atau persyaratan, dan lainnya) yang berbelit-belit dan langkah-langkah prosedurnya yang tidak jelas. Masalah ini bukan hanya membuat banyak waktu yang terbuang tetapi juga besarnya biaya yang harus ditanggung oleh pengusaha atau calon investor. Memang masalah ini tidak hanya dihadapi oleh pengusaha di Indonesia tetapi juga dibanyak negara lainnya.
  • 10.
    Hutang luar negri •Hutang luar negeri atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
  • 11.
    11 Hutang luar Negeri FAKTORPENYEBABNYA Defisit transaksi berjalan Kebutuhan dana investasi Tingkat inflasi yang tinggi Structural inefficiences dalam ekonomi PERKEMBANGAN UTANG LUAR NEGERI INDONESIA  Mengalami peningkatan terus seiring dengan peningkatan PDB (seharusnya berbalikan)  Dalam struktur hutang, komposisi utang dari IMF terus meningkat  Sejak Orde Baru, Indonesia sangat tergantung pada bantuan/utang LN, karena: Defisit I-S gap, defisit transaksi berjalan, defisit keuangan pemerintah (fiscal gap)
  • 12.
    12 Hutang luar Negeri UTANGLUAR NEGERI DIGUNAKAN UNTUK APA ? Pembangunan Infra Struktur, seperti pembangunan pelabuhan yang bertaraf internasional untuk menunjang ekspor dan impor ( termasuk bahan baku impor), Pembangunan Sarana transportasi (jalan dan jembatan) untuk membuka keterisolasian dan menggerakkan roda perekonomian Menyeimbangkan neraca pembayaran untuk menutupi defisit neraca pembayaran Meningkatkan cadangan devisa Menciptakan iklim yang kondusif bagi penanaman modan asing (PMA)
  • 13.
    13 Permasalahan yang dihadapi Beberapapermasalahan yang sering terjadi sebagai akibat dari PMA dan utang luar negeri adalah :  Transfer keuntungan yang dilakukan oleh PMA ke negara asal modal  Terjadi aliran dana dari Indonesia keluar negeri  untuk mengontrolnya cukup sulit.  Jumlah utang luar negeri sangat tergantung pada fluktuasi kurs mata uang negara kepada siapa Indonesia berhutang  Apabila terjadi depresiasi rupiah, maka hutang akan membengkak  Selama ini Indonesia terus meminjam dari LN untuk membayar utang LN  “ Gali Lubang Tutup Lubang”  Kecenderungan sebagai negara terlilit hutang, karena selalu memanfaatkan tawaran hutang