Oleh
Dr. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS GADJAH MADA
FAKULTAS GEOGRAFI
2004
.
GEOMORPHOLOGY
A SCIENCE DEALING WITH:
• LANDFORMS MAKING UP THE EARTH’S
SURFACE, BOTH ABOVE AND BELOW SEA
LEVEL
• STRESSING THEIR GENESIS AND FUTURE
DEVELOPMENT
• AS WELL AS THEIR ENVIRONMENTAL CONTEXT.
Bentuklahan Sebagai Subyek
Studi Geomorfologi
• FJ Monkhouse (1979)
Geomorphology is the scientific interpretation of origin and development
of LANDFORM of the erath; the modern development of physiography.
• WD Thornbury (1945)
Geomorphology is discuss on earth’s forms.
• AN Strahler (1968)
Geomorpgology is the systematic study of the earth’s surface, but for
simplicity may well called the study of LANDFORMs.
• HTH. Verstappen (1968)
Geomorphology, the fastinating science that has LANDFORMS and their
evolution as a subyect …
• D.G.T (1962)
Geomorphology is that branch of both physiography and geology which
deal with the form of the earth, general configuration of it’s surface and
the changes that take plce in the evolution of LANDFORM
Bentklahan, proses dan tenaga
geomorfologi
• Bentuklahan merupakan bentukan pada permukaan
bumi sebagai hasil dari perubahan bentuk
permukaan bumi oleh proses-proses
geomorfoloigiyang beroperasi di permukaan bumi.
• Proses geomorfologi adalah semua perubahan fisik
maupun khemis yang terjadi di permukaan bumi
oleh tenaga-tenaga geomorfologi’
• Tenaga geomorfologi yakni medium alami yang
mampu merusak dan mengangkut partikel bumi
dari suatu tempay ke tempat lain
Definisi GEOMORFOLOGI
• Ilmu yang mendeskripsi
(secara genetis) bentuk-
lahan dan proses-proses
yang mengakibatkan ter-
bentuknya bentuklahan
tersebut serta mencari
antar hubungan antara
proses-proses dalam
susunan keruangan (Van
Zuidam, 1977)
Geomorfologi adalah ilmu
tentang bentuklahan pada
permukaan bumi, baik di
atas maupun bawah per-
mukaan air laut, dan
menekankan pada asal
mula terbentuknya
(genesis) serta perkem-
bangan yang akan datang,
dan hubungan dengan
lingkungannya
(Verstappen, 1983)
DEFINISI GEOMORFOLOGI
Proses diastropisme terlokalisasi pada batas benua &
cenderung periodik (memiliki interval waktu dalam
skala waktu geologi).
Some of the major
mountain belts on the
Earth are the North
American Cordillera
(A), Appalachians (B),
Caledonian Belt (C),
Andes (D), Urals (E),
Himalaya (F), Alps
(G), and the Tasman
Belt (H).
Aspek Geologi dari Benua
RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
A. Morfologi
a. Morfografi : Deskripsi bentuk lereng, break of
slope
b. Morfometri : Aspek kuantitatif: ketinggian
tempat, beda tinggi, kemiringan dan panjang lereng
b.1. Kemiringan Lereng
0 – 2 % : Datar
3 – 7 % : Landai
8 –13 % : Miring
14 – 20 % : Agak terjal
6 –140 % : Terjal
> 140 % : Sangat terjal
b.2. Panjang Lereng :
< 15 m : Sangat pendek
15 – 50 m : Pendek
51 – 250 m : Agak panjang
251 – 500 m : Panjang
> 500 m : Sangat panjang
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
b.3. Bentuk Lereng :
b.3.1. Bentuk umum lereng
1. Concave / cekung
2. Convex / cembung
3. Straight / lurus
b.3.2. Keteraturan lereng
1. Smooth / halus
2. Irregular / tak teratur
b.4. Bentuk Lembah :
1. Lembah dangkal / lebar
2. Berbentuk U lebar
3. Bentuk U berdasar tajam
4. Bentuk V lebar
5. Bentuk V berdasar tajam
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
U
VV
Bentuk Lembah (V, U)
Unit relief
Kemiringan
lereng %
Beda tinggi
relatif (m)
Topografi datar 0 -2 < 5
Berombak/topografi dengan lereng
landai
3 – 7 5 – 50
Berombak – bergelombang/
topografi miring 8 – 13 25 -75
Bergelombang – berbukit/topografi
agak curam
14 -20 50 – 200
Berbukit curam tertoreh/topografi
sangat curam
21 – 55 200 – 500
Bergunung curam
tertoreh/topografi sangat curam
56 – 140 500 - 1000
Bergunung/ topografi luar biasa
curam
> 140 > 1000
HUBUNGAN TOPOGRAFI/RELIEF, KEMIRINGAN LERENG DAN BEDA TINGGI
B. Morfogenesa
a. Morfostruktur aktif : proses
dinamika endogen atau
tektonisme, lipatan, patahan
b. Morfostruktur pasif : Tipe dan struktur litologi dan
kaitannya dengan pelapukan (kimia, mekanis, organis) dan
erosi
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
c. Morfodinamik : Dinamik proses eksogen yang terkait
dengan aktivitas air, gelombang dan arus, angin, es, gerak
massa batuan dan vulkanisme
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
C. Morfokronologi
Bentuklahan dipandang dari aspek umur relatif atau umur absolut
Skala Waktu
Relative time ("chronostratic")
relative age relationships (most
commonly,
vertical/stratigraphic position).
These subdivisions are given
names, most of which can be
recognized globally, usually on
the basis of fossils.
Absolute time ("chronometric")
-- numerical ages in "millions of
years" or some other
measurement. These are most
commonly obtained via
radiometric dating methods
performed on appropriate rock
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
D. Morfoaransement
Adalah susunan keruangan dan hubungan berbagai
macam bentuklahan dan proses yang berkaitan
Contoh :
Echo dune
akumulasi pasir pada
zone perputaran aliran
angin karena adanya
zone penghalang
Arah angin
Zone Penghalang
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
c. Morfodinamik : Dinamik proses eksogen yang terkait
dengan aktivitas air, gelombang dan arus, angin, es, gerak
massa batuan dan vulkanisme
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
C. Morfokronologi
Bentuklahan dipandang dari aspek umur relatif atau umur absolut
Skala Waktu
Relative time ("chronostratic")
relative age relationships (most
commonly,
vertical/stratigraphic position).
These subdivisions are given
names, most of which can be
recognized globally, usually on
the basis of fossils.
Absolute time ("chronometric")
-- numerical ages in "millions of
years" or some other
measurement. These are most
commonly obtained via
radiometric dating methods
performed on appropriate rock
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
D. Morfoaransement
Adalah susunan keruangan dan hubungan berbagai
macam bentuklahan dan proses yang berkaitan
Contoh :
Echo dune
akumulasi pasir pada
zone perputaran aliran
angin karena adanya
zone penghalang
Arah angin
Zone Penghalang
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
C. Morfokronologi
Bentuklahan dipandang dari aspek umur relatif atau umur absolut
Skala Waktu
Relative time ("chronostratic")
relative age relationships (most
commonly,
vertical/stratigraphic position).
These subdivisions are given
names, most of which can be
recognized globally, usually on
the basis of fossils.
Absolute time ("chronometric")
-- numerical ages in "millions of
years" or some other
measurement. These are most
commonly obtained via
radiometric dating methods
performed on appropriate rock
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
D. Morfoaransement
Adalah susunan keruangan dan hubungan berbagai
macam bentuklahan dan proses yang berkaitan
Contoh :
Echo dune
akumulasi pasir pada
zone perputaran aliran
angin karena adanya
zone penghalang
Arah angin
Zone Penghalang
ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
9
KONSEPDASARGEOMORFOLOGI
1. Proses-proses dan hukum-hukum fisik yang
sama yang bekerja sekarang bekerja pula
pada waktu geologi, walaupun tidak selalu
dengan intensitas sama seperti sekarang,
2. Struktur geologi merupakan faktor pengontrol
dominan dalam evolusi bentuklahan dan
stuktur geologi dicerminkan oleh
bentuklahannya’
3. Proses-proses geomorfik meninggalkan
bekas-bekasnya yang nyata pada bentuklahan
dan setiap proses geomorfik yang berkembang
akan mempunyai karakteristik bentuklahan
tertentu.
4. Karena perbedaan tenaga erosi yang bekerja
pada permukaan bumi, maka dihasilkan urutan
bentuklahan yang mempunyai karakteristik
tertentu pada tahap dan perkembangannya,
5. Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum
dibanding dengan evolusi yang sederhana,
a. Simple form
b. Compund form
c. Monocyclic form
d. Multicyclic forms
e. Exhumed.
6. Sebagian kecil topografi bumi lebih tua dari
tersier, dan kebanyakan dari topografi
tersebu lebih muda dari pleistosen,
7. Interpretasi bentanglahan yang sekarang
tidak mungkin dilakukan tanpa
memperhatikan perubahan-perubahan
geologi dan iklim selama pleistosen,
8. Aprsiasi iklim dunia adalah perlu untuk
mengetahui bebagai kepentingan suatu
proses geomorfik yang berbeda’
9. Walaupun geomorfologi menekankan
pada bentanglahan sekarang, namun
untuk mempelajarinya secara maksimum
perlu sejarah perkembanagnya
1. Proses-proses dan
hukum-hukum fisik
yang bekerja saat ini,
bekerja pula pada
waktu geologi,
walaupun tidak selalu
dengan intensitas yang
sama seperti saat ini.
“The present is the key
to the past “
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
Dip-strike. Bentuklahan
yang memiliki 2 sisi dengan
kemiringan yang berbeda.
Bentuk tersebut dikontrol oleh
struktur geologi (dip dan strike)
Messa. Bagian atas datar
karena pada bagian tersebut
terlapisi batuan yang resisten,
srtutur horisontal
2. Struktur geologi adalah
faktor pengontrol dominan
dalam evolusi bentuklahan,
dan struktur geologi dicer-
minkan oleh bentuklahan-
nya
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
α
3. Perbedaan relief permukaan bumi disebabkan oleh
perbedaan tingkat proses geomorfologi
Perbedaan litologi
dan struktur geologi
mempengaruhi
Tingkat ketahanan
terhadap proses
degradasi, sehingga
relief yangterbentuk
akan berbeda pula
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
Ripple. Dihasilkan oleh gerakan
loncatan pasir. Sifatnya sementara
dan selalu berubah
4. Proses-proses geomorfologi
meninggalkan bekas yang
nyata pada bentuklahan, dan
setiap proses geomorfologi
mengembangkan bentuklahan
sehingga memiliki
Karakteristik tertentu
Blowout. dihasilkan oleh proses
deflation, Kedalaman cekungan
dibatasi oleh lapisan gravel atau
muka air tanah, atau pasir basah
sehingga mampu menahan proses
deflasi
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
Perkembangan saluran sungai
oleh proses erosi, transportasi &
sedimentasi
5. Perbedaan tenaga
erosi yang bekerja
pada permukaan bumi
akan menghasilkan
urutan bentuklahan
yang memiliki
karakteristik tertentu
pada tahap-tahap
perkembangannya
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
PLATFORM. Lereng landai
diantara gelombang pasang dan
surut. Proses abrasi &
pelapukkan mengikuti pola
pasang air laut harian.
SEA ARC. Headlands tererosi dari tiga arah, membentuk Sea
stack, yaitu bentukan pulau yang terpisah dari headlands. Erosi
oleh gelombang pada sea stack akan membentuk sea arc.
6. Evolusi geomorfologi
yang komplek lebih
umum daripada evolasi
yang sederhana
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
7. Sebagian kecil topografi permukaan bumi lebih
tua dari tersier dan lebih muda dari pleistosen
Sebagian legenda peta Geologi lembar Pacitan skala 1 : 100.000
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
8. Interpretasi bentuklahan tidak mudah
dilakukan tanpa memperhatikan perubahan-
perubahan geologi dan iklim selama pleistosen
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
• The Pleistocene epoch is part of the geologic timescale. The
name of the pleistocene is derived from the Greek pleistos
(most) and ceno (new). The Pleistocene follows the Pliocene
epoch and is followed by the Holocene epoch. The Pleistocene
is the third epoch of the Neogene period
• Much of the Late Pleistocene Epoch was dominated by
glaciation (the Wisconsin glaciation in North America and
corresponding glacial periods in Eurasia). Many megafauna
become extinct over this period, a trend that continued into
Holocene. Also, human species other than the modern human
died out. Humanity spread to every continent except for
Antarctica during the Late Pleistocene.
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
9. Informasi mengenai apresiasi iklim dunia
diperlukan untuk mengetahui berbagai
kepentingan suatu proses geomorfik yang
berbeda
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
10. Pemahaman yang baik pada bentuklahan yang
berkembang saat ini didasari oleh pembelajaran
sejarah perkembangannya
Incised Meanders –
Terbentuk ketika lapisan batuan
sedimen di bawah sungai bermean-
der terangkat pada saat atau setelah
Pleistocene. Tenaga air membentuk
meander sungai muda dan mulai
memotong lapisan batuan yang
terangkat membentuk dinding
canyon yang terjal
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
Tujuan Klasifikasi BentuklahanTujuan Klasifikasi Bentuklahan
Menyederhanakan bentanglahan di permukaan bumi
yang kompleks menjadi unit-unit sederhana yang
mempunyai kesamaan dalam sifat dan perwatakannya.
Sifat dan perwatakan tersebut mencakup 4 hal:
1. Struktur geologis/geomorfologis
2. Proses geomorfologi
3. Kesan topografis (daratan, perbukitan, pegunungan),
4. Ekspresi topografik (misal: kemiringan lereng, bentuk
lereng tunggal maupun majemuk, panjang lereng,
bentuk lembah,
DASAR KLASIFIKASIDASAR KLASIFIKASI
• Dalam skala kecil:
Relief di atas permukaan laut : BENUA
Relief di bawah permukaan laut: LEDOK LAUTAN 
BENTANG RELIEF ORDE I
• Kita pandang dari BENUA
Relief yang perbedaan tingginya tidak besar : DATARAN,
Relief yang perbedaan tingginya besar:
PERBUKITAN/PEGUNUNGAN  BENTANG RELIEF
ORDE II
(merupakan hasil kerja tenaga-tenaga dari dalam bumi
dan erupsi gunungapi  bentuklahan INITIAL =
KONSTRUKSIONAL.
• Kita pandang lebih mendalam kenampakan-kenampakan
yang mengukir permukaan dataran, perbukitan dan
pegunungan akan tampak adanya kesamaan:
 Proses yang menghasikan bentuklahan seperti
fluvial, gelombang dan arus, glasial dan pelarutan’
 Kesamaan hasil kerja proses-proses tersebut
seperti:
a. Bentuk erosional
b. Bentuk deposisional
c. Bentuk residual (sisa)
 BENTANG RELIEF ORDE III
(hasil perombakan aktivitas proses-proses
yang tenaganya berasal dari luar 
BENTUKLAHAN DESTRUKSIONAL
RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
PERMUKAAN BUMI
LEDOK SAMUDRABENUA (DARATAN)
PEGUNUNGAN DATARAN
BENTUK
RESIDUAL
BENTUK
DEPOSISIONAL
BENTUK
EROSIONAL
R. ORDE I
R. ORDE III
R. ORDE II
Bentuklahan inisial
Struktural
Konstruksional
Endogen
Bentuklahan sekuensial
Proses
Destruksional
Eksogen
• Aliran lambat:  creep : soil creep.
talus creep
rock creep
rock glacier creeps.
 solifluction
• Aliran cepat: Earth flow
Mud flow
Debris avalance
Land slides:
• Slump
• Debris sloipe’
• Debris fall
• Rock slide
• Rock fall
• Subsidence
Unit Geomorfologi adalah RELIEF
ORDE II, Bentuklahan adalah
RELIEF ORDE III
1. A geomorphologic unit is a relief features of the
second orde, resulting from either internal or
external natural processes and having a uniform
structure upon wich subaerial processes act to
product third-orde forms with a predictable pattern
(Von Engeln)
2. Unit landform may be defined as aterraian feature
or terain habit, usally of the THIRD ORDE created
by natural processes in form of typical features
wherever it may be occur, and when idebntified
provides depenable information concerning it’s own
structue and iether composition and texture or
uniformity (Leuder)
Kenampakan Relief pada Orde IKenampakan Relief pada Orde I
Relief di atas muka air laut : Benua
Relief di bawah muka air laut : Ledok Samudra
RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
Kenampakan Relief pada Orde II
Dinamakan pula bentuklahan konstruksional.
Bentukan ini dihasilkan oleh kerja tenaga yang berasal
dari dalam bumi dan erupsi gunungapi.
Benua tersusun atas : 1. Dataran,
2. Perbukitan dan Pegunungan.
RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
Bentuklahan Destruksional, hasil perombakan Relief
Orde II. melalui proses erosi, deposisi, residual
Kenampakan Relief pada Orde III
RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
Kenampakan Relief pada Orde II
Dinamakan pula bentuklahan konstruksional.
Bentukan ini dihasilkan oleh kerja tenaga yang berasal
dari dalam bumi dan erupsi gunungapi.
Benua tersusun atas : 1. Dataran,
2. Perbukitan dan Pegunungan.
RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
Bentuklahan Destruksional, hasil perombakan Relief
Orde II. melalui proses erosi, deposisi, residual
Kenampakan Relief pada Orde III
RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
SINTESA BENTUKLAHAN
(Bentuklahan dan Genetiknya)
PROSES GEOMORFOLOGI BENTUKLAHAN
1. VOLKANISME
2. DIASTROPISME
1. VOLKANIS
2. STRUKTURAL
2.1. Dataran
2.2. Plato
2.3. Kubah/Dome
2.4. Lipatan
2.5. Blok Sesar
2.6. Kompleks3. DEGRADASI
3.1. Pelarutan
3.2. Gerak massa batuan
3.3. Erosi
a. Air
b. Gelombang/arus
c. Gleyser (es)
d. Angin
3.4. Organisme
3.1. Karst/ Pelarutan
3.2. Denudasional
3.3. Fluvial
3.4. Marin
3.5. Glasial
3.6. Aeolian
3.7. Organik4. AGRADASI
4.1. Air
4.2. Gelombang (Abrasi)
4.3. Gleyser (es)
4.4. Angin (Deflasi)
4.1. Fluvial
4.2. Marin
4.3. Glasial
4.4. Aeolian
5. EKSTRA TERESTRIAL 5. Krater Meteor
PROSES dan TENAGAPROSES dan TENAGA
GEOMORFOLOGIGEOMORFOLOGI
Proses Geomorfologi: Semua proses baik
fisik maupun khemis yang mengakibatkan
modifikasi konfigurasi/ bentuk permukaan
bumi
Tenaga Geomorfologi: Semua medium
alami yang mampu merusak dan
mengangkut material bumi
PROSES GEOMORFOLOGIPROSES GEOMORFOLOGI
EKSOGEN ENDOGEN
EKSTRA
TERESTRIAL
DEGRADASI AGRADASI DIASTROFISMEVOLKANISME
Pelapukan ErosiMass Wasting
OrganismKhemisMekanis
1. Pelapukan: pecahnya batuan akibat
disintegrasi dan dekomposisi; belum ada
gerakan massa (tidak termasuk
pelepasan dan pengangkutan)
2. Mass wasting: semua pengangkutan
massa puing-puing batuan menuruni
lereng akibat pengaruh langsung tenaga
gravitasi
3. Erosi: proses terlepas dan terangkutnya
material bumi oleh tenaga erosi.
1. Permulaan penyebab terjadinya
gerak massa batuan dan erosi’
2. Faktor pengrendahan permukaan
lahan secara umum
3. Pengaruh terbentuknya berbagai
bentuklahan
4. Proses utama dalam pembentukan
regolit dan tanah.
• Aliran lambat:  creep : soil creep.
talus creep
rock creep
rock glacier creeps.
 solifluction
• Aliran cepat: Earth flow
Mud flow
Debris avalance
Land slides:
• Slump
• Debris sloipe’
• Debris fall
• Rock slide
• Rock fall
• Subsidence
1.1. Land slideLand slide
2.2. Debris avalanceDebris avalance
3.3. Earth flowEarth flow
4.4. Mud flowMud flow
5.5. Sheet flowSheet flow
6.6. Slope washSlope wash
7.7. StreamStream
Urutan Proses GradasionalUrutan Proses Gradasional
SUNGAI
MUD FLOW
EARTH FLOW
LANDSLIDE
SOLIFLUCTION
ROCKSLIDE
TALUS CREEP SOIL CREEP
RAYAPAN
CEPAT LAMBAT
ALIRAN
SEASONALl
LONGSOR
BASAH
KERING
LONGSOR
CROWN
Jalan Putus Oleh Longsoran Akibat Banjir
Bangunan Rumah Rusak Terkena Tanah Longsor
BENTUK LERENG
ASLI
Hubungan timbal
balik masing2
ben-
tuk lereng yang
dapat diukur
PROSES LERENG
MASA LAMPAU
Kemungkinan peng-
ukuran pada perio-
de tertentu
PROSES LERENG
SEKARANG
BENTUK LERENG
SEKARANG
BENTUK LERENG
BARU (YAD)
1. Main slope retreat
2. Main slope decline
3. Main slope shortening
• Hal ini tergantung pada:
1. Bentuk lereng asli
2. Karakteristik internal lereng
3. Seluruh karakteristik lereng utama (internaldan eksternal)
1 2
3
 3 Faktor yang mempengaruhi perkembangan landscape (W.M Davis)
1. Struktur
2. Proses
3. Stadia (waktu)
 Dengan waktu terdapat adanya tingkat (stage) perkembangan:
1. Stadium muda
2. Stadium dewasa
3. Stadium tua
A. Menurut W. Penk B. Menurut W.M. Davis
Permukaan asliPermukaan asli MudaMuda
DewasaDewasa
LLevel dasar Tuaevel dasar Tua
• Stadium muda: lahan masih tinggi, banyak dijumpai permukaan asli,
lembah dalam, dinding terjal, erosi aktif
• Stadium dewasa: lahan mulai rendah, lembah melebar dan terjal,
interfluve membulat/ runcing. Disini terjadi “relief
maksimum” ketika lembah masih mempunyai puncak (crest)
sempit.
• Stadium tua: permukaan lahan rendah, lereng datar-landai, sungai mengalir
memotong dataran banjir, erosi dan deposisi dalam keadaan
seimbang.
  pengangkatan  erosi  transportasi  mencapai base level  erosi
terhenti  nyaris dataran (peneplain)
Bentuklahan bentukanBentuklahan bentukan
denudsional (D)denudsional (D)
• Perbukitan denudasional berbatuan breksi
terkikis kuat
• Perbukitan denudasional berbatuan breksi
terkikis kuat
• Bukit sisa
• Lereng kaki pegunungan
• Lereng kaki perbukitan
• Permukaan planasi dll

1. geom konsep dasar)

  • 1.
    Oleh Dr. Suprapto Dibyosaputro,M.Sc DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS GADJAH MADA FAKULTAS GEOGRAFI 2004 .
  • 2.
    GEOMORPHOLOGY A SCIENCE DEALINGWITH: • LANDFORMS MAKING UP THE EARTH’S SURFACE, BOTH ABOVE AND BELOW SEA LEVEL • STRESSING THEIR GENESIS AND FUTURE DEVELOPMENT • AS WELL AS THEIR ENVIRONMENTAL CONTEXT.
  • 3.
    Bentuklahan Sebagai Subyek StudiGeomorfologi • FJ Monkhouse (1979) Geomorphology is the scientific interpretation of origin and development of LANDFORM of the erath; the modern development of physiography. • WD Thornbury (1945) Geomorphology is discuss on earth’s forms. • AN Strahler (1968) Geomorpgology is the systematic study of the earth’s surface, but for simplicity may well called the study of LANDFORMs. • HTH. Verstappen (1968) Geomorphology, the fastinating science that has LANDFORMS and their evolution as a subyect … • D.G.T (1962) Geomorphology is that branch of both physiography and geology which deal with the form of the earth, general configuration of it’s surface and the changes that take plce in the evolution of LANDFORM
  • 4.
    Bentklahan, proses dantenaga geomorfologi • Bentuklahan merupakan bentukan pada permukaan bumi sebagai hasil dari perubahan bentuk permukaan bumi oleh proses-proses geomorfoloigiyang beroperasi di permukaan bumi. • Proses geomorfologi adalah semua perubahan fisik maupun khemis yang terjadi di permukaan bumi oleh tenaga-tenaga geomorfologi’ • Tenaga geomorfologi yakni medium alami yang mampu merusak dan mengangkut partikel bumi dari suatu tempay ke tempat lain
  • 5.
    Definisi GEOMORFOLOGI • Ilmuyang mendeskripsi (secara genetis) bentuk- lahan dan proses-proses yang mengakibatkan ter- bentuknya bentuklahan tersebut serta mencari antar hubungan antara proses-proses dalam susunan keruangan (Van Zuidam, 1977)
  • 6.
    Geomorfologi adalah ilmu tentangbentuklahan pada permukaan bumi, baik di atas maupun bawah per- mukaan air laut, dan menekankan pada asal mula terbentuknya (genesis) serta perkem- bangan yang akan datang, dan hubungan dengan lingkungannya (Verstappen, 1983) DEFINISI GEOMORFOLOGI
  • 7.
    Proses diastropisme terlokalisasipada batas benua & cenderung periodik (memiliki interval waktu dalam skala waktu geologi). Some of the major mountain belts on the Earth are the North American Cordillera (A), Appalachians (B), Caledonian Belt (C), Andes (D), Urals (E), Himalaya (F), Alps (G), and the Tasman Belt (H). Aspek Geologi dari Benua RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
  • 8.
    A. Morfologi a. Morfografi: Deskripsi bentuk lereng, break of slope b. Morfometri : Aspek kuantitatif: ketinggian tempat, beda tinggi, kemiringan dan panjang lereng b.1. Kemiringan Lereng 0 – 2 % : Datar 3 – 7 % : Landai 8 –13 % : Miring 14 – 20 % : Agak terjal 6 –140 % : Terjal > 140 % : Sangat terjal b.2. Panjang Lereng : < 15 m : Sangat pendek 15 – 50 m : Pendek 51 – 250 m : Agak panjang 251 – 500 m : Panjang > 500 m : Sangat panjang ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 9.
    b.3. Bentuk Lereng: b.3.1. Bentuk umum lereng 1. Concave / cekung 2. Convex / cembung 3. Straight / lurus b.3.2. Keteraturan lereng 1. Smooth / halus 2. Irregular / tak teratur b.4. Bentuk Lembah : 1. Lembah dangkal / lebar 2. Berbentuk U lebar 3. Bentuk U berdasar tajam 4. Bentuk V lebar 5. Bentuk V berdasar tajam ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 10.
  • 11.
    Unit relief Kemiringan lereng % Bedatinggi relatif (m) Topografi datar 0 -2 < 5 Berombak/topografi dengan lereng landai 3 – 7 5 – 50 Berombak – bergelombang/ topografi miring 8 – 13 25 -75 Bergelombang – berbukit/topografi agak curam 14 -20 50 – 200 Berbukit curam tertoreh/topografi sangat curam 21 – 55 200 – 500 Bergunung curam tertoreh/topografi sangat curam 56 – 140 500 - 1000 Bergunung/ topografi luar biasa curam > 140 > 1000 HUBUNGAN TOPOGRAFI/RELIEF, KEMIRINGAN LERENG DAN BEDA TINGGI
  • 12.
    B. Morfogenesa a. Morfostrukturaktif : proses dinamika endogen atau tektonisme, lipatan, patahan b. Morfostruktur pasif : Tipe dan struktur litologi dan kaitannya dengan pelapukan (kimia, mekanis, organis) dan erosi ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 13.
    c. Morfodinamik :Dinamik proses eksogen yang terkait dengan aktivitas air, gelombang dan arus, angin, es, gerak massa batuan dan vulkanisme ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 14.
    C. Morfokronologi Bentuklahan dipandangdari aspek umur relatif atau umur absolut Skala Waktu Relative time ("chronostratic") relative age relationships (most commonly, vertical/stratigraphic position). These subdivisions are given names, most of which can be recognized globally, usually on the basis of fossils. Absolute time ("chronometric") -- numerical ages in "millions of years" or some other measurement. These are most commonly obtained via radiometric dating methods performed on appropriate rock ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 15.
    D. Morfoaransement Adalah susunankeruangan dan hubungan berbagai macam bentuklahan dan proses yang berkaitan Contoh : Echo dune akumulasi pasir pada zone perputaran aliran angin karena adanya zone penghalang Arah angin Zone Penghalang ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 16.
    c. Morfodinamik :Dinamik proses eksogen yang terkait dengan aktivitas air, gelombang dan arus, angin, es, gerak massa batuan dan vulkanisme ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 17.
    C. Morfokronologi Bentuklahan dipandangdari aspek umur relatif atau umur absolut Skala Waktu Relative time ("chronostratic") relative age relationships (most commonly, vertical/stratigraphic position). These subdivisions are given names, most of which can be recognized globally, usually on the basis of fossils. Absolute time ("chronometric") -- numerical ages in "millions of years" or some other measurement. These are most commonly obtained via radiometric dating methods performed on appropriate rock ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 18.
    D. Morfoaransement Adalah susunankeruangan dan hubungan berbagai macam bentuklahan dan proses yang berkaitan Contoh : Echo dune akumulasi pasir pada zone perputaran aliran angin karena adanya zone penghalang Arah angin Zone Penghalang ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 19.
    C. Morfokronologi Bentuklahan dipandangdari aspek umur relatif atau umur absolut Skala Waktu Relative time ("chronostratic") relative age relationships (most commonly, vertical/stratigraphic position). These subdivisions are given names, most of which can be recognized globally, usually on the basis of fossils. Absolute time ("chronometric") -- numerical ages in "millions of years" or some other measurement. These are most commonly obtained via radiometric dating methods performed on appropriate rock ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 20.
    D. Morfoaransement Adalah susunankeruangan dan hubungan berbagai macam bentuklahan dan proses yang berkaitan Contoh : Echo dune akumulasi pasir pada zone perputaran aliran angin karena adanya zone penghalang Arah angin Zone Penghalang ASPEK KAJIAN GEOMORFOLOGI
  • 21.
  • 22.
    1. Proses-proses danhukum-hukum fisik yang sama yang bekerja sekarang bekerja pula pada waktu geologi, walaupun tidak selalu dengan intensitas sama seperti sekarang, 2. Struktur geologi merupakan faktor pengontrol dominan dalam evolusi bentuklahan dan stuktur geologi dicerminkan oleh bentuklahannya’ 3. Proses-proses geomorfik meninggalkan bekas-bekasnya yang nyata pada bentuklahan dan setiap proses geomorfik yang berkembang akan mempunyai karakteristik bentuklahan tertentu.
  • 23.
    4. Karena perbedaantenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi, maka dihasilkan urutan bentuklahan yang mempunyai karakteristik tertentu pada tahap dan perkembangannya, 5. Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum dibanding dengan evolusi yang sederhana, a. Simple form b. Compund form c. Monocyclic form d. Multicyclic forms e. Exhumed.
  • 24.
    6. Sebagian keciltopografi bumi lebih tua dari tersier, dan kebanyakan dari topografi tersebu lebih muda dari pleistosen, 7. Interpretasi bentanglahan yang sekarang tidak mungkin dilakukan tanpa memperhatikan perubahan-perubahan geologi dan iklim selama pleistosen,
  • 25.
    8. Aprsiasi iklimdunia adalah perlu untuk mengetahui bebagai kepentingan suatu proses geomorfik yang berbeda’ 9. Walaupun geomorfologi menekankan pada bentanglahan sekarang, namun untuk mempelajarinya secara maksimum perlu sejarah perkembanagnya
  • 26.
    1. Proses-proses dan hukum-hukumfisik yang bekerja saat ini, bekerja pula pada waktu geologi, walaupun tidak selalu dengan intensitas yang sama seperti saat ini. “The present is the key to the past “ KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 27.
    Dip-strike. Bentuklahan yang memiliki2 sisi dengan kemiringan yang berbeda. Bentuk tersebut dikontrol oleh struktur geologi (dip dan strike) Messa. Bagian atas datar karena pada bagian tersebut terlapisi batuan yang resisten, srtutur horisontal 2. Struktur geologi adalah faktor pengontrol dominan dalam evolusi bentuklahan, dan struktur geologi dicer- minkan oleh bentuklahan- nya KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI α
  • 28.
    3. Perbedaan reliefpermukaan bumi disebabkan oleh perbedaan tingkat proses geomorfologi Perbedaan litologi dan struktur geologi mempengaruhi Tingkat ketahanan terhadap proses degradasi, sehingga relief yangterbentuk akan berbeda pula KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 29.
    Ripple. Dihasilkan olehgerakan loncatan pasir. Sifatnya sementara dan selalu berubah 4. Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas yang nyata pada bentuklahan, dan setiap proses geomorfologi mengembangkan bentuklahan sehingga memiliki Karakteristik tertentu Blowout. dihasilkan oleh proses deflation, Kedalaman cekungan dibatasi oleh lapisan gravel atau muka air tanah, atau pasir basah sehingga mampu menahan proses deflasi KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 30.
    Perkembangan saluran sungai olehproses erosi, transportasi & sedimentasi 5. Perbedaan tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi akan menghasilkan urutan bentuklahan yang memiliki karakteristik tertentu pada tahap-tahap perkembangannya KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 31.
    PLATFORM. Lereng landai diantaragelombang pasang dan surut. Proses abrasi & pelapukkan mengikuti pola pasang air laut harian. SEA ARC. Headlands tererosi dari tiga arah, membentuk Sea stack, yaitu bentukan pulau yang terpisah dari headlands. Erosi oleh gelombang pada sea stack akan membentuk sea arc. 6. Evolusi geomorfologi yang komplek lebih umum daripada evolasi yang sederhana KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 32.
    7. Sebagian keciltopografi permukaan bumi lebih tua dari tersier dan lebih muda dari pleistosen Sebagian legenda peta Geologi lembar Pacitan skala 1 : 100.000 KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 33.
    8. Interpretasi bentuklahantidak mudah dilakukan tanpa memperhatikan perubahan- perubahan geologi dan iklim selama pleistosen KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 34.
    • The Pleistoceneepoch is part of the geologic timescale. The name of the pleistocene is derived from the Greek pleistos (most) and ceno (new). The Pleistocene follows the Pliocene epoch and is followed by the Holocene epoch. The Pleistocene is the third epoch of the Neogene period • Much of the Late Pleistocene Epoch was dominated by glaciation (the Wisconsin glaciation in North America and corresponding glacial periods in Eurasia). Many megafauna become extinct over this period, a trend that continued into Holocene. Also, human species other than the modern human died out. Humanity spread to every continent except for Antarctica during the Late Pleistocene. KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 35.
    9. Informasi mengenaiapresiasi iklim dunia diperlukan untuk mengetahui berbagai kepentingan suatu proses geomorfik yang berbeda KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 36.
    10. Pemahaman yangbaik pada bentuklahan yang berkembang saat ini didasari oleh pembelajaran sejarah perkembangannya Incised Meanders – Terbentuk ketika lapisan batuan sedimen di bawah sungai bermean- der terangkat pada saat atau setelah Pleistocene. Tenaga air membentuk meander sungai muda dan mulai memotong lapisan batuan yang terangkat membentuk dinding canyon yang terjal KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
  • 37.
    Tujuan Klasifikasi BentuklahanTujuanKlasifikasi Bentuklahan Menyederhanakan bentanglahan di permukaan bumi yang kompleks menjadi unit-unit sederhana yang mempunyai kesamaan dalam sifat dan perwatakannya. Sifat dan perwatakan tersebut mencakup 4 hal: 1. Struktur geologis/geomorfologis 2. Proses geomorfologi 3. Kesan topografis (daratan, perbukitan, pegunungan), 4. Ekspresi topografik (misal: kemiringan lereng, bentuk lereng tunggal maupun majemuk, panjang lereng, bentuk lembah,
  • 38.
    DASAR KLASIFIKASIDASAR KLASIFIKASI •Dalam skala kecil: Relief di atas permukaan laut : BENUA Relief di bawah permukaan laut: LEDOK LAUTAN  BENTANG RELIEF ORDE I • Kita pandang dari BENUA Relief yang perbedaan tingginya tidak besar : DATARAN, Relief yang perbedaan tingginya besar: PERBUKITAN/PEGUNUNGAN  BENTANG RELIEF ORDE II (merupakan hasil kerja tenaga-tenaga dari dalam bumi dan erupsi gunungapi  bentuklahan INITIAL = KONSTRUKSIONAL.
  • 39.
    • Kita pandanglebih mendalam kenampakan-kenampakan yang mengukir permukaan dataran, perbukitan dan pegunungan akan tampak adanya kesamaan:  Proses yang menghasikan bentuklahan seperti fluvial, gelombang dan arus, glasial dan pelarutan’  Kesamaan hasil kerja proses-proses tersebut seperti: a. Bentuk erosional b. Bentuk deposisional c. Bentuk residual (sisa)  BENTANG RELIEF ORDE III (hasil perombakan aktivitas proses-proses yang tenaganya berasal dari luar  BENTUKLAHAN DESTRUKSIONAL RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
  • 40.
    RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI PERMUKAANBUMI LEDOK SAMUDRABENUA (DARATAN) PEGUNUNGAN DATARAN BENTUK RESIDUAL BENTUK DEPOSISIONAL BENTUK EROSIONAL R. ORDE I R. ORDE III R. ORDE II Bentuklahan inisial Struktural Konstruksional Endogen Bentuklahan sekuensial Proses Destruksional Eksogen
  • 41.
    • Aliran lambat: creep : soil creep. talus creep rock creep rock glacier creeps.  solifluction • Aliran cepat: Earth flow Mud flow Debris avalance Land slides: • Slump • Debris sloipe’ • Debris fall • Rock slide • Rock fall • Subsidence
  • 42.
    Unit Geomorfologi adalahRELIEF ORDE II, Bentuklahan adalah RELIEF ORDE III 1. A geomorphologic unit is a relief features of the second orde, resulting from either internal or external natural processes and having a uniform structure upon wich subaerial processes act to product third-orde forms with a predictable pattern (Von Engeln) 2. Unit landform may be defined as aterraian feature or terain habit, usally of the THIRD ORDE created by natural processes in form of typical features wherever it may be occur, and when idebntified provides depenable information concerning it’s own structue and iether composition and texture or uniformity (Leuder)
  • 43.
    Kenampakan Relief padaOrde IKenampakan Relief pada Orde I Relief di atas muka air laut : Benua Relief di bawah muka air laut : Ledok Samudra RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
  • 44.
    Kenampakan Relief padaOrde II Dinamakan pula bentuklahan konstruksional. Bentukan ini dihasilkan oleh kerja tenaga yang berasal dari dalam bumi dan erupsi gunungapi. Benua tersusun atas : 1. Dataran, 2. Perbukitan dan Pegunungan. RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
  • 45.
    Bentuklahan Destruksional, hasilperombakan Relief Orde II. melalui proses erosi, deposisi, residual Kenampakan Relief pada Orde III RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
  • 46.
    Kenampakan Relief padaOrde II Dinamakan pula bentuklahan konstruksional. Bentukan ini dihasilkan oleh kerja tenaga yang berasal dari dalam bumi dan erupsi gunungapi. Benua tersusun atas : 1. Dataran, 2. Perbukitan dan Pegunungan. RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
  • 47.
    Bentuklahan Destruksional, hasilperombakan Relief Orde II. melalui proses erosi, deposisi, residual Kenampakan Relief pada Orde III RUANG LINGKUP GEOMORFOLOGI
  • 48.
    SINTESA BENTUKLAHAN (Bentuklahan danGenetiknya) PROSES GEOMORFOLOGI BENTUKLAHAN 1. VOLKANISME 2. DIASTROPISME 1. VOLKANIS 2. STRUKTURAL 2.1. Dataran 2.2. Plato 2.3. Kubah/Dome 2.4. Lipatan 2.5. Blok Sesar 2.6. Kompleks3. DEGRADASI 3.1. Pelarutan 3.2. Gerak massa batuan 3.3. Erosi a. Air b. Gelombang/arus c. Gleyser (es) d. Angin 3.4. Organisme 3.1. Karst/ Pelarutan 3.2. Denudasional 3.3. Fluvial 3.4. Marin 3.5. Glasial 3.6. Aeolian 3.7. Organik4. AGRADASI 4.1. Air 4.2. Gelombang (Abrasi) 4.3. Gleyser (es) 4.4. Angin (Deflasi) 4.1. Fluvial 4.2. Marin 4.3. Glasial 4.4. Aeolian 5. EKSTRA TERESTRIAL 5. Krater Meteor
  • 49.
    PROSES dan TENAGAPROSESdan TENAGA GEOMORFOLOGIGEOMORFOLOGI Proses Geomorfologi: Semua proses baik fisik maupun khemis yang mengakibatkan modifikasi konfigurasi/ bentuk permukaan bumi Tenaga Geomorfologi: Semua medium alami yang mampu merusak dan mengangkut material bumi
  • 50.
    PROSES GEOMORFOLOGIPROSES GEOMORFOLOGI EKSOGENENDOGEN EKSTRA TERESTRIAL DEGRADASI AGRADASI DIASTROFISMEVOLKANISME
  • 51.
  • 52.
    1. Pelapukan: pecahnyabatuan akibat disintegrasi dan dekomposisi; belum ada gerakan massa (tidak termasuk pelepasan dan pengangkutan) 2. Mass wasting: semua pengangkutan massa puing-puing batuan menuruni lereng akibat pengaruh langsung tenaga gravitasi 3. Erosi: proses terlepas dan terangkutnya material bumi oleh tenaga erosi.
  • 53.
    1. Permulaan penyebabterjadinya gerak massa batuan dan erosi’ 2. Faktor pengrendahan permukaan lahan secara umum 3. Pengaruh terbentuknya berbagai bentuklahan 4. Proses utama dalam pembentukan regolit dan tanah.
  • 54.
    • Aliran lambat: creep : soil creep. talus creep rock creep rock glacier creeps.  solifluction • Aliran cepat: Earth flow Mud flow Debris avalance Land slides: • Slump • Debris sloipe’ • Debris fall • Rock slide • Rock fall • Subsidence
  • 55.
    1.1. Land slideLandslide 2.2. Debris avalanceDebris avalance 3.3. Earth flowEarth flow 4.4. Mud flowMud flow 5.5. Sheet flowSheet flow 6.6. Slope washSlope wash 7.7. StreamStream Urutan Proses GradasionalUrutan Proses Gradasional
  • 57.
    SUNGAI MUD FLOW EARTH FLOW LANDSLIDE SOLIFLUCTION ROCKSLIDE TALUSCREEP SOIL CREEP RAYAPAN CEPAT LAMBAT ALIRAN SEASONALl LONGSOR BASAH KERING
  • 58.
  • 59.
    Jalan Putus OlehLongsoran Akibat Banjir
  • 61.
    Bangunan Rumah RusakTerkena Tanah Longsor
  • 63.
    BENTUK LERENG ASLI Hubungan timbal balikmasing2 ben- tuk lereng yang dapat diukur PROSES LERENG MASA LAMPAU Kemungkinan peng- ukuran pada perio- de tertentu PROSES LERENG SEKARANG BENTUK LERENG SEKARANG BENTUK LERENG BARU (YAD)
  • 64.
    1. Main sloperetreat 2. Main slope decline 3. Main slope shortening • Hal ini tergantung pada: 1. Bentuk lereng asli 2. Karakteristik internal lereng 3. Seluruh karakteristik lereng utama (internaldan eksternal) 1 2 3
  • 65.
     3 Faktoryang mempengaruhi perkembangan landscape (W.M Davis) 1. Struktur 2. Proses 3. Stadia (waktu)  Dengan waktu terdapat adanya tingkat (stage) perkembangan: 1. Stadium muda 2. Stadium dewasa 3. Stadium tua A. Menurut W. Penk B. Menurut W.M. Davis
  • 66.
    Permukaan asliPermukaan asliMudaMuda DewasaDewasa LLevel dasar Tuaevel dasar Tua • Stadium muda: lahan masih tinggi, banyak dijumpai permukaan asli, lembah dalam, dinding terjal, erosi aktif • Stadium dewasa: lahan mulai rendah, lembah melebar dan terjal, interfluve membulat/ runcing. Disini terjadi “relief maksimum” ketika lembah masih mempunyai puncak (crest) sempit. • Stadium tua: permukaan lahan rendah, lereng datar-landai, sungai mengalir memotong dataran banjir, erosi dan deposisi dalam keadaan seimbang.   pengangkatan  erosi  transportasi  mencapai base level  erosi terhenti  nyaris dataran (peneplain)
  • 67.
    Bentuklahan bentukanBentuklahan bentukan denudsional(D)denudsional (D) • Perbukitan denudasional berbatuan breksi terkikis kuat • Perbukitan denudasional berbatuan breksi terkikis kuat • Bukit sisa • Lereng kaki pegunungan • Lereng kaki perbukitan • Permukaan planasi dll