PRAKTIKUM
GEOMORFOLOGI
Bahan Kuliah ini hasil pengalaman dan belajar, dan saya persembahkan untuk adik adik Teknik Geologi Trisakti saya di kemudian hari.
Ingat ! Kembangkan terus menjadi lebih baik, dan teruskan ke generasi selanjutnya
Semoga Bermanfaat untuk kalian ! – Salam. Brahmantyo A. Jihad M. / Jihad (TG ‘2011)
BUAT PETA
GEOMORFOLOGI
Kualitatif | Kuantitatif
Bahan Kuliah ini hasil pengalaman dan belajar, dan saya persembahkan untuk adik adik Teknik Geologi Trisakti saya di kemudian hari.
Ingat ! Kembangkan terus menjadi lebih baik, dan teruskan ke generasi selanjutnya
Semoga Bermanfaat untuk kalian ! – Salam. Brahmantyo A. Jihad M. / Jihad (TG ‘2011)
THEORITICAL
BACKGROUND
Peta Geomorfologi
Peta yang menggambarkan bentuk roman muka
bumi dan proses yang bekerja dalam
pembentukannya
Bentuk bentang alam yang diklasifikasikan
berdasarkan atas mulajadi (genetic)
dan perkembangan bentuk lahan serta
proses yang terjadi padanya.
Morfogenesa
Aspek diskriptik geomorfologi suatu area,
misal: dataran, pebukitan, pegunungan,
plato. aspek diskriptik geomorfologi suatu
area, misal: dataran, pebukitan,
pegunungan,
plato.
Morfografi
Bentuk bentang alam yang berkaitan erat
dengan hasil kerja aktivitas gunungapi
Vulkanik
Tenaga yang berasal dari luar bumi yang
menyebabkan terjadinya perubahan di
permukaan atau dekat permukaan bumi,
seperti pelapukan, erosi, abrasi, denudasi.
Gaya Eksogen
Tenaga berasal dari dalam bumi yang
menyebabkan terjadinya pergerakan,
patahan, perlipatan dan vulkanisma di
permukaan bumi.
Gaya Endogen
Denudasi
Proses pengupasan permukaan bumi dari
penutupnya.
Fluvial
Aktifitas sungai yang menyebabkan terjadinya erosi,
pengangkutan dan
pengendapan material di permukaan bumi
Denudasi
Proses pengupasan permukaan bumi dari
penutupnya.
Karst
Bentuk bentang alam yang terjadi akibat intensifnya
proses pelarutan batu gamping sehingga
membentuk bentang alam yang khas.
Marin
aktifitas air laut yang dapat menyebabkan terjadinya
abrasi, pengangkutan dan
pengendapan di lingkungan laut.
Struktural
Bentuk bentang alam yang berkaitan erat dengan
hasil kerja gaya endogen yang dinamis termasuk
gunungapi, tektonik (lipatan dan sesar), misal:
punggungan antiklin dan gawir sesar.
Aspek kuantitatif geomorfologi suatu daerah,
misal: kecuraman lereng, ketinggian,
kekasaran terrain.
Morfometri
Penggambaran Peta
Geomorfologi
UNIT UTAMA KODE / HURUF WARNA
Bentukan asal struktur S (Structure) ungu
Bentukan asal gunungapi V (Volcanic) merah
Bentukan asal denudasi D (Denudasi) coklat
Bentukan asal laut M (Marine) biru
Bentukan asal sungai/fluvial F (Fluvial) hijau
Bentukan asal angin A (Aeolian) kuning
Bentukan asal Karst K (Karst) orange
Bentukan asal glasial G (Glacial) biru terang
Badan Standarisasi Nasional (BSN) – Peta Geomorfologi
SATUAN RELIEF KELERENGAN BEDA TINGGI
DATARAN
DATAR 0%-2% < 5 m
BEROMBAK 3%-7% 5 m - 25 m
BERGELOMBANG 8%-13% 25 - 75 m
PERBUKITAN
BERGELOMBANG 14%-20% 50 m - 200 m
TERSAYAT TAJAM 21%-55% 200 m - 500 m
PEGUNUNGAN
TERSAYAT TAJAM 56%-140% 500 - 1000 m
CURAM >140% > 1000 m
Standar Warna Peta Geomorfologi
Satuan Relief, Zuidam & Verstappen, 1975
METODE ITC, ZUIDAM - VERSTAPPEN
CATATAN
Stadia sungai (Lobeck,
1968)
PARAMETER
STADIA SUNGAI
MUDA DEWASA TUA
SLOPE GRADIENT BESAR RELATIF KECIL TODAK ADA
KECEPATAN ALIRAN TINGGI SEDANG RENDAH
JENIS ALIRAN AIR TURBULENT TURBULENT - LAMINAR LAMINAR
PROSES YANG BEKERJA EROSI EROSI DAN DEPOSISI DEPOSISI
BENTUK / POLA SUNGAI LURUS LURUS - BERMEANDER BERMEANDER - KOMPLEKS
BENTUK PENAMPANG "V" "V-U" "U" - DATAR
KERAPATAN / ANAK SUNGAI KECIL / JARANG SEDANG / MULAI BANYAK BESAR / BANYAK
KENAMPAKAN LAIN
BANYAK AIR TERJUN, TIDAK
ADA DATARAN BANJIR,
MENGALIR DI ATAS BATUAN
INDUK
AIR TERJUN SEDIKIT, MULAI TERBENTUK
DATARAN BANJIR, MULAI ADA ENDAPAN
SUNGAI
TAK ADA AIR TERJUN, DATARAN
BANJIR LUAS, MULAI ADA OXBOW -
LAKE
Stadia Sungai
Analisis Kuantitatif
Garis Lereng*
Besar Sudut dalam (°)
Garis Kelerengan
Garis Kontur
Keterangan
473 Titik Triangulasi
x
473
400
375
350
325
300
Sudut Lereng akan lebih
landai
Sudut Lereng
 Besar kelerengan (Sudut Lereng)
 Beda Tinggi
 Ketinggian
We’ll Get !
30°
Tahapan
1. Cari Garis kontur yang relative
sejajar ;
2. Tarik Garis kelerengan tegak lurus;
3. Hitung beda tinggi, dan sudut
kemiringan lereng yang meliputi
garis tersebut;
4. *Bila garis kelerengan mengambil
bagian punggungan atau lembah,
maka kelerengan kontur akan lebih
landau disbanding sebenarnya
LANGKAH
KERJA
Siapkan
Peta Topografi
Buat
Pola Aliran
Sungai
Zonasikan
berdasarkan DAS
(Daerah Aliran
Sungai)
Cocokan Tipe Sungai
dengan Gambar
PETA
POLA
ALIRAN
SUNGAI
PETA
POLA
ALIRAN
SUNGAI
Sub Dendritik
Sub Dendritik
Pembuatan Pola Aliran Sungai, biasanya diambil daerah
yang lebih luas daripada daerah kavling penelitian kita
Pola Aliran Kecamatan Kalibawang dan Sekitarnya, Kulon Progo, Yogyakarta
LANGKAH
KERJA Siapkan
Peta Topografi
Zonasikan Morfografi (lihat
Kontur)Buat Garis
Kelerengan untuk
setiap zona Buat tabulasi
morfometriInterpretasi Morfogenesa
melalui Citra Satelit / Indera
Jauh Interpretasi Garis
Kelurusan Kontur
(Tanda patahan dan
penentuan Jalur)
Tabulasi Tabel Geomorfologi
Keseluruhan
PETA
Geomorfologi
PETA
Geomorfologi
 ‘Biodata Peta’, mata
angina, skala garis ;
 Tabel Geomorfologi ;
 Peta Geomorfologi ;
 Penampang
Geomorfologi ;
 Keterangan Simbol ;
 Kelurusan Kontur ;
Untuk lebih lengkap, cari
Standar Peta Geomorfologi
di mesin pencari
 Judul peta;
 Nama Daerah (cari di
google) ;
 Arah Mata Angin ;
 Skala Garis (skala
garis dipakai agar
saat pengecilan
ataupun pembesaran
peta, ukurannya akan
tetap sebanding)
 Bila sudah ada skala
garis tidak perlu skala
angka. Seperti
1:12.500
 Standar kita pakai
1:12500
PETA
Geomorfologi
‘Biodata Peta’
 Pembagian satuan morfologi
 Garis kelerengan
 Besar kelerengan
 Kelurusan kontur
 Garis Penampang
*NB :
Bila ingin lihat garis penampang, lihat sudut lancip
dari garis yang akan kita ambil. Bagian yang paling
dekat dengan sudut lancip di bagian bawah, disebut
terlebih daulu. Sebagia contoh seperti dibawah.
Garis Merah menyebutkan H terlebih dahulu
dibawah, dan Garis Biru menyebutkan
PETA
Geomorfologi
E
F
E F
G
H
H G
 Judul penampang;
 Penampang Geomorfologi;
 Di bagian atas Arah Mata Angin dan bagian peta
(A-B, C-D;
 Skala yang dipakai V:H = 1:1 (agar mencerminkan
keadaan sebenarnya
 Ketinggian di sebelah kiri
 Hanya diwarnai permukaan saja
 Diberi nama satuan morfologi
PETA
Geomorfologi
‘Penampang
Geomorfologi’
 Citra Pulau;
 Citra Provinsi
 Letaknya di Peta Bakosurtanal (Opsional)
 Di bagian mana lokasi penelitiannya
 Pembagian administrative (opsional)
 Deklinasi Rata rata (opsional)
 Daftar Istilah (opsional)
PETA
Geomorfologi
‘indeks peta’
Tabel
Di Peta
GEOMORFOLG
OI
TABEL GEOMORFOLOGI
SIMBOL
SATUAN GEOMORFOLOGI
PERBUKITAN TERSAYAT TAJAM
STRUKTURAL
PERBUKITAN BERGELOMBANG
STRUKTURAL
PERBUKITAN BERGELOMBANG
KARST
PERBUKITAN BERGELOMBANG
DENUDASIONAL
DATARAN FLUVIAL
LUAS (%) 22 40 15 21 2
MORFOMETRI
KEMIRINGAN LERENG (%) 66 - 100 33 - 70 33 - 52 27-40 3 hingga 7
KEMIRINGAN LERENG (°) 31,5 - 37 15 - 28 15 - 25 14 - 28 2 hingga 10
h (m) 200 - 300 dan 500 - 826 500 - 600 dan 600 - 847 225 - 519 200 - 425 170 - 200
Δ h (m) 100 - 150 200 - 247 100 - 294 200 - 520 5 hingga 30
MORFOGRAFI
BENTUK LAHAN Perbukitan, dan gawir sesar Perbukitan Perbukitan Perbukitan Dataran
BENTUK LEMBAH Menyerupai V Menyerupai V Menyerupai V Menyerupai U dan V Menyerupai U
BENTUK LERENG Sejajar Sejajar Sejajar Cekung Sejajar
POLA PUNGGUNGAN Sejajar Mirip aliran Memusat Tidak Teratur Sejajar
POLA ALIRAN SUNGAI Dendritik Dendritik Dendritik Dendritik Dendritik
MORFOGENETIK
ENDOGEN Patahan Patahan Pengendapan Patahan Erosi di kelokan sungai
EKSOGEN Erosi Sedang Erosi Sedang Karst Erosi Intensif Erosi Intensif
STADIA SUNGAI Muda - Dewasa Muda - Dewasa Dewasa Dewasa - Tua Dewasa - Tua
STADIA DAERAH Dewasa Dewasa Dewasa Dewasa - Tua Dewasa - Tua
LITOLOGI PENYUSUN
Breksi vulkanik, Tuf, Batupasir tufaan,
Intrusi Basalt, Intrusi Andesit
Breksi vulkanik, Tuff, Batupasir
tufaan, Breksi Karbonatan, Intrusi
Basalt, Lava Andesit
Batugamping terumbu, dan
batugamping klastik
Tuf merah, Tuf, Batupasir tufaan,
Batupasir berangkalan, Breksi
volkanik, Batugamping klastik dan
batugamping koral
Endapan banjir, Batupasir
berangkalan, breksi karbionatan,
tuff, fragmen andesit, fragmen
breksi andesit.
KEGUNAAN LAHAN
Perkebunan Cengkeh, Perkebunan
Kelapa, Wisata air terjun, Pemukiman,
Mata air
Pemukiman, Sekolah, Wisata Goa
Maria, Perkebunan,
Perkebunan jati, perumahan,
tempat wisata
Persawahan, Perkebunan,
Pemukiman
Persawahan, Pengaliran air, MCK
warga sekitar, Irigasi sawah,
Penambangan Andesit Lokal
TABEL
GEOMORFOLOGI
(DRAFT)SLOPE (%) SLOPE (°) h (m) Δ h (m)
BENTUK
LAHAN
BENTUK
LEMBAH
BENTUK
LERENG
POLA PUNGGUNGAN
POLA ALIRAN
SUNGAI
ENDOGEN EKSOGEN
STADIA
SUNGAI
STADIA
DAERAH
LITOLOGI
PENYUSUN
Perbukitan Bersayat Tajam
Struktural
22 66 - 100 31,5 - 37
200 - 300
dan 500 -
826
100
hingga ±
300
Perbukitan,
dan gawir
sesar
V
Volkanisme,
Patahan
Erosi Sedang
Muda -
Dewasa
Dewasa
Breksi vulkanik,
Tuf, Batupasir
tufaan, Intrusi
Basalt, Intrusi
Andesit
Perkebunan
Cengkeh,
Perkebunan
Kelapa, Wisata air
terjun,
Pemukiman, Mata
air
Perbukitan Bergelombang
Struktural
55 33 - 70 15 - 28
500 - 600
dan 600 -
847
200 -
247
Perbukitan V - U
Volkanisme,
Patahan
Erosi Sedang
Muda -
Dewasa
Dewasa
Breksi vulkanik,
Tuff, Batupasir
tufaan, Breksi
Karbonatan, Intrusi
Basalt, Lava
Andesit
Pemukiman,
Sekolah, Wisata
Goa Maria,
Perkebunan,
Perbukitan Bergelombang
Denudasional
21 27-40 14 - 28 200 - 425
200 -
520
Perbukitan U - V
Volkanisme,
Patahan
Erosi Intensif
Dewasa -
Tua
Dewasa -
Tua
Tuf merah, Tuf,
Batupasir tufaan,
Batupasir
berangkalan,
Breksi volkanik,
batugamping
klastik dan
batugamping
terumbu
Persawahan,
Perkebunan,
Pemukiman
Dataran Fluvial 2 3 hingga 7
2 hingga
10
170 - 200
5 hingga
30
Dataran V --
Erosi di kelokan
sungai
Erosi Intensif
Dewasa -
Tua
Dewasa -
Tua
Endapan banjir,
Batupasir
berangkalan,
breksi karbionatan,
tuff, fragmen
andesit, fragmen
breksi andesit.
Persawahan,
Pengaliran air,
MCK warga sekitar,
Irigasi sawah,
Penambangan
Andesit Lokal
Sub RadialSejajar
Lurus
Cekung
KEGUNAAN LAHANSIMBOL SATUAN GEOMORFOLOGI
MORFOMETRI MORFOGRAFI
Luas
Penyebaran (%)
MORFOGENETIK
Morfometri Morfografi
Morfogenesa /
Morfogenetik
Penggunaan
Lahan
Simbol
Di Peta
Nama
Satuan
Luas
 Slope (%)
 Slope (°)
 h (m)
 Δ h (m)
 Bentuk Lahan
 Bentuk Lembah
 Pola Punggungan
 Pola Aliran Sungai
 Endogen
 Eksogen
 Stadia Sungai
 Stadia Daerah
 Kemungkinan
 Litologi Penyusun
 Citra Satelit
(Google Earth /
Google Map )
PRAKTIKUM
GEOMORFOLOGI
GUNAKAN
Aplikasi !
SURFER 11
Global Mapper 13
Tatuk GIS
Corel Draw X7 / Adobe Indesign
Arc GIS
YANG HARUS DIBUAT
 PETA TOPOGRAFI (Aplikasi)
 POLA ALIRAN SUNGAI (manual +
Aplikasi)
 PETA GEOMORFOLOGI (manual) +
(TABEL GEOMORFOLOGI) (manual)
 PENAMPANG GEOMORFOLOGI (manual
+ Aplikasi)
 LAPORAN GEOMORFOLOGI + TABEL
GEOMORFOLOGI DRAFT (manual)
*gambar regional print
*Keterangan
Manual : tanpa aplikasi
Aplikasi : Gunakan Aplikasi
di kanan
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN KULON PROGO 2014
Praktikum Kelas A
Notes
1. Secara umum
koordinat terlampir
untuk kavling 5 x 6
Km
2. Tetapi ada beberapa
kesalahan untuk
beberapa kavling,
sehingga luas daerah
yang diteliti justru
lebih kecil
3. Tetap ikuti koordinat,
dengan skala tetap
1:12.500
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN KULON PROGO 2014
Praktikum Kelas B
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN KEBUMEN 2014
Praktikum Kelas C
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN KEBUMEN 2014
Praktikum Kelas D
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN KUNINGAN 2015
Praktikum Kelas E
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN KUNINGAN 2015
Praktikum Kelas F
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN MAJENANG 2015
Praktikum Kelas G
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN MAJENANG 2015
Praktikum Kelas H
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN NGAWI 2015
Praktikum Kelas I
Catat Koordinat !
from
PEMETAAN NGAWI 2015
Praktikum Kelas J

Praktikum Geomorfologi + software

  • 1.
    PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI Bahan Kuliah inihasil pengalaman dan belajar, dan saya persembahkan untuk adik adik Teknik Geologi Trisakti saya di kemudian hari. Ingat ! Kembangkan terus menjadi lebih baik, dan teruskan ke generasi selanjutnya Semoga Bermanfaat untuk kalian ! – Salam. Brahmantyo A. Jihad M. / Jihad (TG ‘2011)
  • 2.
    BUAT PETA GEOMORFOLOGI Kualitatif |Kuantitatif Bahan Kuliah ini hasil pengalaman dan belajar, dan saya persembahkan untuk adik adik Teknik Geologi Trisakti saya di kemudian hari. Ingat ! Kembangkan terus menjadi lebih baik, dan teruskan ke generasi selanjutnya Semoga Bermanfaat untuk kalian ! – Salam. Brahmantyo A. Jihad M. / Jihad (TG ‘2011)
  • 3.
  • 4.
    Peta Geomorfologi Peta yangmenggambarkan bentuk roman muka bumi dan proses yang bekerja dalam pembentukannya Bentuk bentang alam yang diklasifikasikan berdasarkan atas mulajadi (genetic) dan perkembangan bentuk lahan serta proses yang terjadi padanya. Morfogenesa Aspek diskriptik geomorfologi suatu area, misal: dataran, pebukitan, pegunungan, plato. aspek diskriptik geomorfologi suatu area, misal: dataran, pebukitan, pegunungan, plato. Morfografi Bentuk bentang alam yang berkaitan erat dengan hasil kerja aktivitas gunungapi Vulkanik Tenaga yang berasal dari luar bumi yang menyebabkan terjadinya perubahan di permukaan atau dekat permukaan bumi, seperti pelapukan, erosi, abrasi, denudasi. Gaya Eksogen Tenaga berasal dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya pergerakan, patahan, perlipatan dan vulkanisma di permukaan bumi. Gaya Endogen Denudasi Proses pengupasan permukaan bumi dari penutupnya. Fluvial Aktifitas sungai yang menyebabkan terjadinya erosi, pengangkutan dan pengendapan material di permukaan bumi Denudasi Proses pengupasan permukaan bumi dari penutupnya. Karst Bentuk bentang alam yang terjadi akibat intensifnya proses pelarutan batu gamping sehingga membentuk bentang alam yang khas. Marin aktifitas air laut yang dapat menyebabkan terjadinya abrasi, pengangkutan dan pengendapan di lingkungan laut. Struktural Bentuk bentang alam yang berkaitan erat dengan hasil kerja gaya endogen yang dinamis termasuk gunungapi, tektonik (lipatan dan sesar), misal: punggungan antiklin dan gawir sesar. Aspek kuantitatif geomorfologi suatu daerah, misal: kecuraman lereng, ketinggian, kekasaran terrain. Morfometri
  • 5.
    Penggambaran Peta Geomorfologi UNIT UTAMAKODE / HURUF WARNA Bentukan asal struktur S (Structure) ungu Bentukan asal gunungapi V (Volcanic) merah Bentukan asal denudasi D (Denudasi) coklat Bentukan asal laut M (Marine) biru Bentukan asal sungai/fluvial F (Fluvial) hijau Bentukan asal angin A (Aeolian) kuning Bentukan asal Karst K (Karst) orange Bentukan asal glasial G (Glacial) biru terang Badan Standarisasi Nasional (BSN) – Peta Geomorfologi SATUAN RELIEF KELERENGAN BEDA TINGGI DATARAN DATAR 0%-2% < 5 m BEROMBAK 3%-7% 5 m - 25 m BERGELOMBANG 8%-13% 25 - 75 m PERBUKITAN BERGELOMBANG 14%-20% 50 m - 200 m TERSAYAT TAJAM 21%-55% 200 m - 500 m PEGUNUNGAN TERSAYAT TAJAM 56%-140% 500 - 1000 m CURAM >140% > 1000 m Standar Warna Peta Geomorfologi Satuan Relief, Zuidam & Verstappen, 1975 METODE ITC, ZUIDAM - VERSTAPPEN CATATAN
  • 6.
    Stadia sungai (Lobeck, 1968) PARAMETER STADIASUNGAI MUDA DEWASA TUA SLOPE GRADIENT BESAR RELATIF KECIL TODAK ADA KECEPATAN ALIRAN TINGGI SEDANG RENDAH JENIS ALIRAN AIR TURBULENT TURBULENT - LAMINAR LAMINAR PROSES YANG BEKERJA EROSI EROSI DAN DEPOSISI DEPOSISI BENTUK / POLA SUNGAI LURUS LURUS - BERMEANDER BERMEANDER - KOMPLEKS BENTUK PENAMPANG "V" "V-U" "U" - DATAR KERAPATAN / ANAK SUNGAI KECIL / JARANG SEDANG / MULAI BANYAK BESAR / BANYAK KENAMPAKAN LAIN BANYAK AIR TERJUN, TIDAK ADA DATARAN BANJIR, MENGALIR DI ATAS BATUAN INDUK AIR TERJUN SEDIKIT, MULAI TERBENTUK DATARAN BANJIR, MULAI ADA ENDAPAN SUNGAI TAK ADA AIR TERJUN, DATARAN BANJIR LUAS, MULAI ADA OXBOW - LAKE Stadia Sungai
  • 7.
    Analisis Kuantitatif Garis Lereng* BesarSudut dalam (°) Garis Kelerengan Garis Kontur Keterangan 473 Titik Triangulasi x 473 400 375 350 325 300 Sudut Lereng akan lebih landai Sudut Lereng  Besar kelerengan (Sudut Lereng)  Beda Tinggi  Ketinggian We’ll Get ! 30° Tahapan 1. Cari Garis kontur yang relative sejajar ; 2. Tarik Garis kelerengan tegak lurus; 3. Hitung beda tinggi, dan sudut kemiringan lereng yang meliputi garis tersebut; 4. *Bila garis kelerengan mengambil bagian punggungan atau lembah, maka kelerengan kontur akan lebih landau disbanding sebenarnya
  • 8.
    LANGKAH KERJA Siapkan Peta Topografi Buat Pola Aliran Sungai Zonasikan berdasarkanDAS (Daerah Aliran Sungai) Cocokan Tipe Sungai dengan Gambar PETA POLA ALIRAN SUNGAI
  • 9.
    PETA POLA ALIRAN SUNGAI Sub Dendritik Sub Dendritik PembuatanPola Aliran Sungai, biasanya diambil daerah yang lebih luas daripada daerah kavling penelitian kita Pola Aliran Kecamatan Kalibawang dan Sekitarnya, Kulon Progo, Yogyakarta
  • 10.
    LANGKAH KERJA Siapkan Peta Topografi ZonasikanMorfografi (lihat Kontur)Buat Garis Kelerengan untuk setiap zona Buat tabulasi morfometriInterpretasi Morfogenesa melalui Citra Satelit / Indera Jauh Interpretasi Garis Kelurusan Kontur (Tanda patahan dan penentuan Jalur) Tabulasi Tabel Geomorfologi Keseluruhan PETA Geomorfologi
  • 11.
    PETA Geomorfologi  ‘Biodata Peta’,mata angina, skala garis ;  Tabel Geomorfologi ;  Peta Geomorfologi ;  Penampang Geomorfologi ;  Keterangan Simbol ;  Kelurusan Kontur ; Untuk lebih lengkap, cari Standar Peta Geomorfologi di mesin pencari
  • 12.
     Judul peta; Nama Daerah (cari di google) ;  Arah Mata Angin ;  Skala Garis (skala garis dipakai agar saat pengecilan ataupun pembesaran peta, ukurannya akan tetap sebanding)  Bila sudah ada skala garis tidak perlu skala angka. Seperti 1:12.500  Standar kita pakai 1:12500 PETA Geomorfologi ‘Biodata Peta’
  • 13.
     Pembagian satuanmorfologi  Garis kelerengan  Besar kelerengan  Kelurusan kontur  Garis Penampang *NB : Bila ingin lihat garis penampang, lihat sudut lancip dari garis yang akan kita ambil. Bagian yang paling dekat dengan sudut lancip di bagian bawah, disebut terlebih daulu. Sebagia contoh seperti dibawah. Garis Merah menyebutkan H terlebih dahulu dibawah, dan Garis Biru menyebutkan PETA Geomorfologi E F E F G H H G
  • 14.
     Judul penampang; Penampang Geomorfologi;  Di bagian atas Arah Mata Angin dan bagian peta (A-B, C-D;  Skala yang dipakai V:H = 1:1 (agar mencerminkan keadaan sebenarnya  Ketinggian di sebelah kiri  Hanya diwarnai permukaan saja  Diberi nama satuan morfologi PETA Geomorfologi ‘Penampang Geomorfologi’
  • 15.
     Citra Pulau; Citra Provinsi  Letaknya di Peta Bakosurtanal (Opsional)  Di bagian mana lokasi penelitiannya  Pembagian administrative (opsional)  Deklinasi Rata rata (opsional)  Daftar Istilah (opsional) PETA Geomorfologi ‘indeks peta’
  • 16.
    Tabel Di Peta GEOMORFOLG OI TABEL GEOMORFOLOGI SIMBOL SATUANGEOMORFOLOGI PERBUKITAN TERSAYAT TAJAM STRUKTURAL PERBUKITAN BERGELOMBANG STRUKTURAL PERBUKITAN BERGELOMBANG KARST PERBUKITAN BERGELOMBANG DENUDASIONAL DATARAN FLUVIAL LUAS (%) 22 40 15 21 2 MORFOMETRI KEMIRINGAN LERENG (%) 66 - 100 33 - 70 33 - 52 27-40 3 hingga 7 KEMIRINGAN LERENG (°) 31,5 - 37 15 - 28 15 - 25 14 - 28 2 hingga 10 h (m) 200 - 300 dan 500 - 826 500 - 600 dan 600 - 847 225 - 519 200 - 425 170 - 200 Δ h (m) 100 - 150 200 - 247 100 - 294 200 - 520 5 hingga 30 MORFOGRAFI BENTUK LAHAN Perbukitan, dan gawir sesar Perbukitan Perbukitan Perbukitan Dataran BENTUK LEMBAH Menyerupai V Menyerupai V Menyerupai V Menyerupai U dan V Menyerupai U BENTUK LERENG Sejajar Sejajar Sejajar Cekung Sejajar POLA PUNGGUNGAN Sejajar Mirip aliran Memusat Tidak Teratur Sejajar POLA ALIRAN SUNGAI Dendritik Dendritik Dendritik Dendritik Dendritik MORFOGENETIK ENDOGEN Patahan Patahan Pengendapan Patahan Erosi di kelokan sungai EKSOGEN Erosi Sedang Erosi Sedang Karst Erosi Intensif Erosi Intensif STADIA SUNGAI Muda - Dewasa Muda - Dewasa Dewasa Dewasa - Tua Dewasa - Tua STADIA DAERAH Dewasa Dewasa Dewasa Dewasa - Tua Dewasa - Tua LITOLOGI PENYUSUN Breksi vulkanik, Tuf, Batupasir tufaan, Intrusi Basalt, Intrusi Andesit Breksi vulkanik, Tuff, Batupasir tufaan, Breksi Karbonatan, Intrusi Basalt, Lava Andesit Batugamping terumbu, dan batugamping klastik Tuf merah, Tuf, Batupasir tufaan, Batupasir berangkalan, Breksi volkanik, Batugamping klastik dan batugamping koral Endapan banjir, Batupasir berangkalan, breksi karbionatan, tuff, fragmen andesit, fragmen breksi andesit. KEGUNAAN LAHAN Perkebunan Cengkeh, Perkebunan Kelapa, Wisata air terjun, Pemukiman, Mata air Pemukiman, Sekolah, Wisata Goa Maria, Perkebunan, Perkebunan jati, perumahan, tempat wisata Persawahan, Perkebunan, Pemukiman Persawahan, Pengaliran air, MCK warga sekitar, Irigasi sawah, Penambangan Andesit Lokal
  • 17.
    TABEL GEOMORFOLOGI (DRAFT)SLOPE (%) SLOPE(°) h (m) Δ h (m) BENTUK LAHAN BENTUK LEMBAH BENTUK LERENG POLA PUNGGUNGAN POLA ALIRAN SUNGAI ENDOGEN EKSOGEN STADIA SUNGAI STADIA DAERAH LITOLOGI PENYUSUN Perbukitan Bersayat Tajam Struktural 22 66 - 100 31,5 - 37 200 - 300 dan 500 - 826 100 hingga ± 300 Perbukitan, dan gawir sesar V Volkanisme, Patahan Erosi Sedang Muda - Dewasa Dewasa Breksi vulkanik, Tuf, Batupasir tufaan, Intrusi Basalt, Intrusi Andesit Perkebunan Cengkeh, Perkebunan Kelapa, Wisata air terjun, Pemukiman, Mata air Perbukitan Bergelombang Struktural 55 33 - 70 15 - 28 500 - 600 dan 600 - 847 200 - 247 Perbukitan V - U Volkanisme, Patahan Erosi Sedang Muda - Dewasa Dewasa Breksi vulkanik, Tuff, Batupasir tufaan, Breksi Karbonatan, Intrusi Basalt, Lava Andesit Pemukiman, Sekolah, Wisata Goa Maria, Perkebunan, Perbukitan Bergelombang Denudasional 21 27-40 14 - 28 200 - 425 200 - 520 Perbukitan U - V Volkanisme, Patahan Erosi Intensif Dewasa - Tua Dewasa - Tua Tuf merah, Tuf, Batupasir tufaan, Batupasir berangkalan, Breksi volkanik, batugamping klastik dan batugamping terumbu Persawahan, Perkebunan, Pemukiman Dataran Fluvial 2 3 hingga 7 2 hingga 10 170 - 200 5 hingga 30 Dataran V -- Erosi di kelokan sungai Erosi Intensif Dewasa - Tua Dewasa - Tua Endapan banjir, Batupasir berangkalan, breksi karbionatan, tuff, fragmen andesit, fragmen breksi andesit. Persawahan, Pengaliran air, MCK warga sekitar, Irigasi sawah, Penambangan Andesit Lokal Sub RadialSejajar Lurus Cekung KEGUNAAN LAHANSIMBOL SATUAN GEOMORFOLOGI MORFOMETRI MORFOGRAFI Luas Penyebaran (%) MORFOGENETIK Morfometri Morfografi Morfogenesa / Morfogenetik Penggunaan Lahan Simbol Di Peta Nama Satuan Luas  Slope (%)  Slope (°)  h (m)  Δ h (m)  Bentuk Lahan  Bentuk Lembah  Pola Punggungan  Pola Aliran Sungai  Endogen  Eksogen  Stadia Sungai  Stadia Daerah  Kemungkinan  Litologi Penyusun  Citra Satelit (Google Earth / Google Map )
  • 18.
    PRAKTIKUM GEOMORFOLOGI GUNAKAN Aplikasi ! SURFER 11 GlobalMapper 13 Tatuk GIS Corel Draw X7 / Adobe Indesign Arc GIS YANG HARUS DIBUAT  PETA TOPOGRAFI (Aplikasi)  POLA ALIRAN SUNGAI (manual + Aplikasi)  PETA GEOMORFOLOGI (manual) + (TABEL GEOMORFOLOGI) (manual)  PENAMPANG GEOMORFOLOGI (manual + Aplikasi)  LAPORAN GEOMORFOLOGI + TABEL GEOMORFOLOGI DRAFT (manual) *gambar regional print *Keterangan Manual : tanpa aplikasi Aplikasi : Gunakan Aplikasi di kanan
  • 19.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANKULON PROGO 2014 Praktikum Kelas A Notes 1. Secara umum koordinat terlampir untuk kavling 5 x 6 Km 2. Tetapi ada beberapa kesalahan untuk beberapa kavling, sehingga luas daerah yang diteliti justru lebih kecil 3. Tetap ikuti koordinat, dengan skala tetap 1:12.500
  • 20.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANKULON PROGO 2014 Praktikum Kelas B
  • 21.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANKEBUMEN 2014 Praktikum Kelas C
  • 22.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANKEBUMEN 2014 Praktikum Kelas D
  • 23.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANKUNINGAN 2015 Praktikum Kelas E
  • 24.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANKUNINGAN 2015 Praktikum Kelas F
  • 25.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANMAJENANG 2015 Praktikum Kelas G
  • 26.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANMAJENANG 2015 Praktikum Kelas H
  • 27.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANNGAWI 2015 Praktikum Kelas I
  • 28.
    Catat Koordinat ! from PEMETAANNGAWI 2015 Praktikum Kelas J

Editor's Notes

  • #2 Bahan Kuliah ini hasil pengalaman dan belajar, dan saya persembahkan untuk adik adik Teknik Geologi Trisakti saya di kemudian hari. Ingat ! Kembangkan terus menjadi lebih baik, dan teruskan ke generasi selanjutnya Semoga Bermanfaat untuk kalian ! – Salam. Brahmantyo A. Jihad M. / Jihad (TG ‘2011)