Manajemen pendidikan berbasis islam

20,645 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Manajemen pendidikan berbasis islam

  1. 1. MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS ISLAM (Kajian Ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Tentang Manajemen Pendidikan) TESIS Oleh SITI SHOIMATUL ULA NIM 2011.XI.79.0557
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang • Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dibutuhkan suatu pengelolaan (manajemen) dalam pendidikan. • Dalam implementasinya, manajemen pendidikan seharusnya benar-benar mampu beroperasional dan berfungsi mempermudah pencapaian tujuan pendidikan. Untuk itulah dibutuhkan konsep yang baik dan matang dalam upaya implementasi manajemen pendidikan. • Keterbatasan pengetahuan akan manajemen pendidikan menjadi salah satu faktor yang melatar belakangi implementasi manajemen pendidikan yang kurang memadai.
  3. 3. •Dua sumber hukum Islam (Alqur’an dan Hadits) senyatanya telah banyak mengulas perihal manajemen, dan manajemen pendidikan. •Bagaimana umat Islam mengkaji dan menganalisa apa yang tersirat dalam dua sumber hukum Islam tersebut, agar kemudian dapat ditemukan suatu konsep manajemen pendidikan berbasis Islam, (yang berdasarkan pada ajaran Islam, berlandaskan pada Al Qur’an dan hadits).
  4. 4. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana perencanaan pendidikan berdasarkan ajaran Islam? 2. Bagaimana pengorganisasian pendidikan berdasarkan ajaran Islam? 3. Bagaimana pengarahan pendidikan berdasarkan ajaran Islam? 4. Bagaimana pengawasan pendidikan berdasarkan Islam?
  5. 5. C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mendeskripsikan konsep perencanaan (planning) pendidikan berdasarkan ajaran Islam. 2. Untuk mendeskripsikan konsep pengorganisasian (organizing) pendidikan berdasarkan ajaran Islam. 3. Untuk mendeskripsikan konsep pengarahan atau penggerakan (actuating) pendidikan berdasarkan ajaran Islam. 4. Untuk mendeskripsikan konsep pengawasan (controlling) pendidikan berdasarkan ajaran Islam.
  6. 6. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Memiliki arti dalam lingkungan akademis (academy significance), yang dapat memberikan informasi dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, terutama manajemen pendidikan Islam. b. Memberikan tolak ukur bagi penelitian para pemikir pendidikan Indonesia selanjutnya, baik bagi penulis maupun peneliti lain, sehingga kegiatan penelitian dapat dilakukan secara berkesinambungan.
  7. 7. 2. Manfaat Praktis a. Bagi STAI AL-KHOZINY Program Pasca Sarjana; dapat menambah referensi pustaka yang dimiliki. b. Bagi peneliti; dapat menambah pengetahuan dan wawasan . c. Bagi khalayak dan siapa pun yang berkecimpung dalam dunia pendidikan; diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan serta dapat menjadi guide (pedoman) dalam mengemban kewajiban pada bidang pendidikan, khususnya pengembangan konsep manajemen pendidikan berdasarkan Al Qur’an dan Hadits.
  8. 8. E. Metode Penelitian 1. Jenis dan pendekatan a. Jenis; literatur atau studi pustaka (library research) b. Pendekatan; kualitatif-deskriptif
  9. 9. 2. Data dan Sumber Data Data bersifat kualitatif tekstual. Sumber data primer: Al Qur’an dan terjemahnya, tafsir dari para mufassir, kitab-kitab Hadits dan terjemahnya. Sumber data sekunder: buku-buku penunjang, jurnal dan karya-karya ilmiah lainnya yang ditulis dan/atau diterbitkan oleh studi selain bidang yang dikaji, yang membantu penulis, dan berkaitan dengan bidang yang dikaji. Sumber sekunder dalam penelitian ini meliputi beberapa jurnal, buku, artikel yang terkait dengan penelitian ini.
  10. 10. 3. Fokus Penelitian a. Bagaimana perencanaan pendidikan berdasarkan ajaran Islam? b. Bagaimana pengorganisasian pendidikan berdasarkan ajaran Islam? c. Bagaimana pengendalian pendidikan berdasarkan ajaran Islam? d. Bagaimana pengawasan pendidikan berdasarkan ajaran Islam?
  11. 11. 4. Teknik Pengumpulan Data a. Mengumpulkan bahan pustaka yang dipilih sebagai sumber data yang memuat ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits, terjemah dan tafsirnya, serta paradigma manajemen pendidikan berdasar pada Al Qur’an dan Hadits. b. Memilih bahan pustaka untuk dijadikan sumber data primer, yakni karya para mufassir, serta buku dan pemikiran tokoh pendidikan tentang manajemen pendidikan. Disamping itu juga, dilengkapi dengan sumber data sekunder, yakni buku-buku yang membahas tentang pendidikan, baik dari tokoh pendidikan muslim atau bukan, dari Indonesia atau luar negeri. c. Membaca bahan pustaka yang dipilih, baik tentang substansi pemikiran maupun unsur lain. Penelaahan isi salah satu bahan pustaka dicek oleh bahan pustaka lainnya. d. Mencatat isi bahan pustaka yang berhubungan dengan pertanyaan penelitian. Pencatatan dilakukan sebagaimana yang tertulis dalam bahan pustaka, bukan berdasarkan kesimpulan. e. Mengklasifikasikan data dari sari tulisan dengan merujuk pada rumusan masalah.
  12. 12. 5. Teknik Analisa Data dan Rancangan Penelitian a. Metode Deduktif b. Metode Induktif c. Metode Interpretatif d. Reflektif Thinking e. Analisis Isi (content analysis)
  13. 13. Rancangan penelitian • Menelaah konsep manajemen pendidikan dengan terlebih dahulu membahas perihal makna dasar manajemen, pendidikan, arti penting manajemen pendidikan, fungsi-fungsi manajemen pendidikan serta operasional manajemen pendidikan. • Mencari dan menuliskan ayat-ayat Al Qur’an serta hadits yang terkait dengan manajemen pendidikan. • Mengadakan penilaian secara kritis dan obyektif perihal manajemen pendidikan, tentang ayat-ayat Al Qur’an dan hadits yang berhubungan dengan manajemen pendidikan. Untuk kemudian menganalisa bagaimana makna dan fungsi manajemen pendidikan (perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengawasan) menurut Al Qur’an dan Hadits. Sehingga kemudian dapat dirumuskan konsep manajemen pendidikan berbasis Islam. • Menarik kesimpulan tentang konsep perencanaan pendidikan, pengorganisasian pendidikan, pengendalian pendidikan, serta pengawasan pendidikan menurut ajaran Islam.
  14. 14. F. Definisi Operasional 1. Manajemen Pendidikan kegiatan mengatur, mengelola dan/atau me-manage suatu proses atau kegiatan pendidikan. 2. Berbasis Islam berdasarkan atau berasas pada ajaran Islam. Penelitian pustaka ini dapat diartikan dengan suatu konsep pendidikan yang berdasarkan pada ajaran Islam, dengan bersumber dari Al Qur’an dan Hadits.
  15. 15. G. Sistematika Pembahasan BAB I : Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Metode Penelitian, Definisi Operasional, dan Sistematika Pembahasan. BAB II : kajian teori tentang manajemen pendidikan; sub bab- sub bab berisi makna manajemen dan pendidikan, arti penting manajemen pendidikan, fungsi-fungsi manajemen pendidikan dan operasional manajemen pendidikan. BAB III : deskripsi sumber hukum Islam; hakikat dan jenis sumber hukum Islam, sejarah turunnya Al Qur’an, makna dan klasifikasi hadits, serta manajemen pendidikan menurut Al Qur’an dan Hadits. BAB IV : kajian dan analisa tentang ayat-ayat Al Qur’an dan Hadist tentang manajemen pendidikan BAB V : simpulan penelitian dan saran.
  16. 16. BAB II MANAJEMEN PENDIDIKANDAN FUNGSI-FUNGSINYA A. Definisi Manajemen dan Definisi Pendidikan Bila ditinjau dari segi bahasa, manajemen berasal dari bahasa Inggris, “to manage” yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan dan mengelola. Namun ada juga yang menyatakan berasal dari bahasa Prancis kuno, ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
  17. 17. Bila ditinjau dari segi terminologi, manajemen sulit didefinisikan secara tepat. Banyak ahli yang memberikan pengertian pada manajemen. Mengacu pada berbagai definisi para pakar, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah seni, ilmu dan proses dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemo tivasian dan pengendalian terhadap orang-orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  18. 18. Definisi Pendidikan; Banyak pakar pendidikan dan psikologi yang telah memberikan batasan pengertian pendidikan. Secara global, pendidikan dapat didefinisikan dengan sebuah usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik terhadap peserta didik, dengan tujuan untuk membimbing peserta didik menuju kedewasaannya.
  19. 19. B. Arti Penting Manajemen Pendidikan Manajemen Pendidikan adalah suatu seni, ilmu dan proses didalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan atau pemotivasian, dan pengendalian atau pengawasan terhadap sumber daya dan mekanisme kerja pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
  20. 20. C. Fungsi-fungsi Manajemen Pendidikan 1. Perencanaan (planning) proses pemikiran yang sistematis, dan analisis rasional –mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, siapa pelaksananya, mengapa hal itu harus dilakukan dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan— dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan 2. Pengorganisasian (organizing) pembagian tugas masing-masing anggota dan/atau pelaku pendidikan, baik mulai kepala, wakil, pendidik dan tenaga kependidikan lainnnya.
  21. 21. 3. Pengarahan/penggerakan (actuating) kegiatan mengarahkan seluruh sumberdaya pendidikan –pendidik dan tenaga kependidikan lainnya— dalam peran mereka pada pelaksanaan manajemen pendidikan. Sehingga mereka menjadi tenaga dan pegawai yang berpengetahuan, berkualitas, dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan pendidikan. 4. Pengawasan/pengendalian (controlling) Kegiatan mengawasi dan/atau mengevaluasi yang tujuannya untuk melihat dan mengevaluasi sejauh mana hasil yang telah tercapai.
  22. 22. D. Operasional Manajemen Pendidikan 1. Manajemen Kurikulum 2. Manajemen Sumber Daya Manusia 3. Manajemen Kesiswaan 4. Manajemen Sarana Prasarana 5. Manajemen Keuangan 6. Manajemen Sistem Informasi 7. Manajemen Hubungan Masyarakat 8. Manajemen Pengembangan Lembaga
  23. 23. BAB III SUMBER HUKUM ISLAM A. Hakikat dan Jenis Sumber Hukum Islam Sumber hukum Islam: sesuatu yang dijadikan dasar acuan atau pedoman ajaran Islam
  24. 24. Sumber Hukum Islam; 1. Al Qur’an firman Allah SWT yang merupakan mukjizat, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril, yang tertulis dalam mushaf- mushaf dan disampaikan kepada manusia secara mutawatir, dan bernilai ibadah bagi yang membacanya. 2. Hadits segala ucapan, perbuatan dan ketetapan Nabi Muhammad SAW yang harus diterima sebagai ketentuan hukum oleh kaum muslimin, dan segala yang bertentangan dengannya harus ditolak.
  25. 25. 3. Ijtihad berusaha dengan sungguh-sungguh memecahkan masalah yang tidak ada ketetapan hukumnya, baik dalam Al-Qur’an maupun Hadits, dengan menggunakan akal pikiran serta berpedoman kepada ketentuan- ketentuan yang telah ditetapkan. Orang yang melakukan ijtihad:mujtahid. Metode dan bentuk ijtihad: a. Ijma’ b. Qiyas c. Istihsan d. Mashlahah Mursalah e. Istishab f. ‘Urf g. Madhab shohabi h. Syar’u man qoblana i. Saddu az Zaroiyah
  26. 26. 4. Hukum Taklifi hukum yang menghendaki dilakukannya suatu perbuatan oleh mukallaf, atau melarang mengerjakannya, atau melakukan pilihan antara melakuan dan mengerjakannya. a. Wajib b. Haram c. Sunnah d. Mubah e. Makruh
  27. 27. B. Sejarah Turunnya Al Qur’an Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara Malaikat Jibril, secara mutawatir. Sepanjang sejarah turunnya, Al Qur’an diturunkan dalam dua periode: 1. periode Mekkah, (Makkiyah) => 4726 ayat dan 89 surat 2. periode Madinah, (Madaniyah) => 1510 ayat dan 25 surat. Ayat pertama yang turun adalah QS Al Alaq:1-5, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun.
  28. 28. C. Makna dan Klasifikasi Hadits Hadits merupakan sumber hukum Islam yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapannya.
  29. 29. Hadits diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. Ditinjau dari jumlah perowi nya; 1. Hadits Mutawatir -> banyak perowinya dan semuanya jujur 2. Hadits Ahad -> perowinya satu/lebih, tapi tidak mencapai tingkat mutawatir
  30. 30. Hadits Ahad ini dibagi menjadi tiga macam; 1. Hadits Shohih -> bersambung sanadnya, rowi nya dhobith, tidak cacat. 2. Hadits Hasan -> banyak sumber/jalannya, rowi nya tidak ada yang dusta, tidak syadz. 3. Hadits Dho’if -> tidak bersambung sanad nya, rowi nya tidak dhobith, syadz dan cacat.
  31. 31. Hadits ditinjau dari macam-macam periwayatannya. 1. Hadits yang bersambung sanadnya, sampai pada Nabi Muhammad SAW. 2. Hadits yang terputus sanad nya.
  32. 32. Hadits yang terputus sanad nya, diklasifikasikan menjadi: 1. Hadits Mu’allaq -> dibuang permulaan sanad nya. 2. Hadits Mursal -> diriwayatkan tabi’in, tanpa menyebutkan sahabat penerima hadits itu. 3. Hadits Mudallas -> ditutupi kelemahan sanad nya. 4. Hadits Munqothi’ -> hilang satu/dua orang pe rowi nya. 5. Hadits Mu’dhol -> diriwayatkan tabi’in, tanpa menyebut tabi’in yang jadi sanad nya.
  33. 33. D. Manajemen Pendidikan Menurut Al Qur’an dan Hadits Dalam kaitannya dengan manajemen pendidikan, Islam mensyaratkan adanya sebuah pengelolaan yang didalamnya mengharuskan keberadaan pemimpin yang berkualitas. Hal ini tertuang dalam QS As Sajadah ayat 24. Islam hanya menyediakan bahan baku. Sedangkan untuk menjadi sebuah sistem yang operasional, umat Islam diberi kesempatan untuk mengembangkan sistem operasional manajemen pendidikan, dengan menerjemahkan apa yang tersirat dalam ayat-ayat Al Qur’an dan hadits.
  34. 34. Beberapa ayat Al Qur’an yang dapat dijadikan pedoman dan landasan dalam mencipta, mengembangkan serta mengimplementasikan sistem operasional manajemen pendidikan antara lain QS Ar Ro’du:11, Az Zumar:42, As Shoffat:1, Al Baqoroh:43, Al Anfal:25, Asy Syuro:13, An Nisa’: 6, Ali Imron:195. Sedangkan hadits yang terkandung hikmah-hikmah pendidikan dan manajemennya cukup banyak.
  35. 35. AlQur’an dan Hadits mengandung pesan-pesan bahwa Perencanaan dalam pendidikan sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan. Pengorganisasian segala sumber daya pendidikan juga penting, agar kedisiplinan dan keteraturan dapat senantiasa tercipta. Pengarahan atau penggerakan pendidikan,dibutuhkan dalam perannya meningkatkan kualitas dan kinerja para personel pendidikan. Pengawasan pendidikan pun juga menjadi niscaya, ketika semua sistem operasional manajemen pendidikan diimplementasikan
  36. 36. BAB IV MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAMI (Suatu Kajian Terhadap Ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits) A. Urgensi Manajemen Pendidikan Islami agar tetap survive, serta lebih berkualitas, maka pendidikan membutuhkan suatu pengelolaan yang berkualitas. Disinilah kemudian pentingnya implementasi konsep manajemen pendidikan berbasis Islam. Dengan adanya manajemen pendidikan Islami, kegiatan pendidikan dan prosesnya akan dapat terencana, terorganisir, terarahkan sekaligus dapat terevaluasi dengan baik, sesuai ajaran Islam
  37. 37. B. Perencanaan Pendidikan Dalam Tinjauan Al Qur’an dan Hadist Perencanaan pendidikan diperlukan dalam upaya untuk mencapai tujuan, untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik. (QS Ar Ro’du: 11) Allah SWT pun membuat dan memiliki perencanaan atas manusia. Allah merencanakan apa yang akan diperbuat. (Az Zumar:42) Sehingga, dalam pendidikan pun butuh perencanaan yang dibuat dengan berorientasi pada keadaan yang lebih baik.
  38. 38. Berdasarkan hadits Rosul, maka dalam manajemen pendidikan harus sudah dipersiapkan berbagai hal untuk masa depan, segala sesuatunya harus sudah terencanakan dengan baik. Dalam HR Bukhori Muslim, disebutkan bahwa setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap perbuatan akan mendapat balasan. Demikian pula pada manajemen pendidikan, jika dilakukan dengan niat baik, tujuannya baik, hasilnya akan baik. Perencanaan pendidikan dibuat dalam upaya mempersiapkan diri menjadi lebih baik.
  39. 39. C. Pengorganisasian Pendidikan Dalam Tinjauan Al Qur’an dan Hadits Sistem organisasi tersirat dalam QS An Naml 98 ayat; menceritakan tentang kerajaan semut yang memiliki keteraturan dan kedisiplinan. Surah itu mensyaratkan agar dalam mengorganisir sumber daya pendidikan harus mementingkan kemashlahatan bersama. Dalam QS An Nisa’: 71, umat Islam diingatkan untuk bersiap siaga, dan berserikat (terorganisir). Sehingga dalam pendidikan pun, akan lebih baik jika terorganisir.
  40. 40. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS as Shaf:4). Hadits Nabi: Sesungguhnya Allah mencintai orang yang jika melakukan suatu pekerjaan dilakukan dengan "tepat, terarah dan tuntas".
  41. 41. sayyidina Ali Ibn Abi Tholib mengatakan: “Kebenaran yang tidak terorganisasi dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi.” Hadits Nabi: “Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.”
  42. 42. D. Pengarahan Pendidikan Dalam Tinjauan Al Qur’an dan Hadits pengarahan dari kepala sekolah kepada semua bawahannya –baik pendidik maupun tenaga kependidikan lainnya— harus ditujukan untuk memberikan pelajaran bagi mereka. “Maka ambillah (kejadian) itu menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan.” (QS. Al Hasyr : 2)
  43. 43. pengarahan atau penggerakan pendidikan sejatinya upaya melaksanakan kegiatan yang telah dirumuskan dalam perencanaan pendidikan. Jadi, apa yang telah direncanakan dalam perencanaan pendidikan, harus diimplementasikan dalam wujud nyata. “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Huud:107).
  44. 44. pengarahan atau penggerakan (actuating) pendidikan harus dilaksanakan dengan penuh penghargaan kepada semua anggota atau sumber daya pendidikan. “Dari Abdullah bin Umar yang berkata, Rasullullah bersabda: Berikanlah gaji/upah pegawai sebelum kering keringatnya.”
  45. 45. E. Pengawasan Pendidikan Dalam Tinjauan Al Qur’an dan Hadits Dalam pengawasan pendidikan, prinsip keadilan harus digunakan. Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. (QS. Al Al A’rof:29)
  46. 46. Pengawasan pendidikan dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan seluruh aspek pendidikan. Agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara seimbang antar berbagi aspeknya, maka dibutuhkan adanya pengawasan pendidikan. “Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukuran”. (QS. Ar Ro’du: 8).
  47. 47. pengawasan atau pengendalian pendidikan harus bertujuan agar mampu membawa atau menghadirkan kebenaran, serta menghilangkan kebathilan. Dan katakanlah: “Yang benar telah datangdan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. Al Isro’:81).
  48. 48. pengawasan pendidikan harus dilakukan dengan tujuan untuk meluruskan yang bengkok, mengoreksi yang salah, dan membenarkan yang hak. “Sesungguhnya Allah mewajibkan kepada kita untuk berlaku ihsan dalam segala sesuatu.” (HR. Bukhari: 6010).
  49. 49. pengawasan pendidikan harus didasarkan pada prinsip pertanggung jawaban. Pengawasan harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. Dari Ibnu Umar RA. dari Nabi SAW sabdanya: Ketahuilah! Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawaban tentang kepemimpinanmu.
  50. 50. BAB V PENUTUP A. Simpulan 1. Perencanaan pendidikan menurut ajaran Islam, harus ditujukan untuk mencapai keadaan yang lebih baik. Berdasarkan ayat 11 surah Ar Ro’du, maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan pendidikan harus berorientasi pada kebaikan. 2. Menurut ajaran Islam, pengorganisasian pendidikan harus mementingkan kemashlahatan bersama, harus ada profesionalisme pada pembagian kerja dan tugas, dalam job analisis.
  51. 51. 3. Menurut ajaran Islam, pengarahan/penggerakan (actuating) pendidikan bertujuan untuk memberikan pelajaran-pengajaran yang sebaik-baiknya pada seluruh elemen sumber daya pendidikan;dilaksanakan dengan penuh penghargaan dan tanggung jawab. 4. Pengawasan pendidikan menurut ajaran Islam ditujukan untuk menjaga keseimbangan berbagai aspek pendidikan, untuk meluruskan yang bengkok, mengoreksi yang salah, dan membenarkan yang haq. Pengawasan pendidikan harus dilakukan dengan prinsip keadilan
  52. 52. B. Saran 1. Kepada para pendidik, pengelola lembaga pendidikan, dan semua praktisi pendidikan untuk dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang manajemen pendidikan, termasuk tentang manajemen pendidikan yang berdasarkan pada ajaran Islam. 2. Kepada para pengelola lembaga pendidikan untuk dapat mengupayakan implementasi manajemen pendidikan berbasis Islam, sehingga dapat membantu upaya pencapaian tujuan pendidikan.
  53. 53. 3. Kepada pemimpin lembaga pendidikan, dan/atau supervisor pendidikan seyogianya dapat berupaya menerapkan asas Islam dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. 4. Kepada para praktisi pendidikan dan peneliti lain, diharapkan mampu mengembangkan penelitian pustaka ini, sehingga kemudian dapat menemukan serta mencipta konsep manajemen pendidikan yang lebih baik demi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

×