Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Budidaya & Usaha Tanaman Pangan : Gandum

6,524 views

Published on

Let me show you what's it!

Published in: Food
  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/2Q98JRS ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ❤❤❤ http://bit.ly/2Q98JRS ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Budidaya & Usaha Tanaman Pangan : Gandum

  1. 1. Gandum
  2. 2. Sejarah • Berdasarkan penggalian arkeolog, diperkirakan gandum berasal dari daerah sekitar Laut Merah dan Laut Mediterania, yaitu daerah sekitar Turki, Siria, Irak, dan Iran. Sejarah Cina menunjukkan bahwa budidaya gandum telah ada sejak 2700 SM. Klasifikasi • Gandum merupakan makanan pokok manusia, pakan ternak dan bahan industri yang mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku. • Gandum dapat diklasifikasikan berdasarkan tekstur biji gandum (kernel), warna kulit biji (bran), dan musim tanam. • Berdasarkan tekstur kernel, gandum diklasifikasikan menjadi hard, soft, dan durum. • Sementara itu berdasarkan warna bran, gandum diklasifikasikan menjadi red (merah) dan white (putih). • Untuk musim tanam, gandum dibagi menjadi winter (musim dingin) dan spring (musim semi). Namun, secara umum gandum diklasifikasikan menjadi hard wheat, soft wheat dan durum wheat.
  3. 3. Ciri-ciri Tanaman sorgum/gandum • Sorgum (Sorghum bicolor L.) => Tanaman sorgum sekilas mirip dengan jagung. Sorgum memiliki batang berbuku-buku. Kadang juga dapat memiliki anakan. • Sorgum memiliki bunga yang tersusun dalam malai yang terdapat di ujung batang. Sorgum diperbanyak dengan biji. • Sorgum dapat ditanam pada berbagai kondisi lahan,( lahan subur maupun lahan kurang subur atau lahan marjinal ) karena sorgum memiliki daya adaptasi yang luas. • Pada umumnya, biji gandum (kernel) berbentuk oval dengan panjang 6–8 mm dan diameter 2–3 mm. • Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. • Biji gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ).
  4. 4. Keuntungan Bertani Gandum • Beberapa kemudahan bertani gandum diantaranya yakni, • 1. Biaya yang dibutuhkan untuk proses pemupukan relatif lebih sedikit. • 2. Diketahui dapat memutuskan siklus hama tanaman kentang. • 3. Lebih tahan terhadap hama burung karena pada gabahnya terdapat duri-duri. • 4. Proses panen tanaman gandum lebih mudah.
  5. 5. • A. Syarat tumbuh • Iklim • Ketinggian diatas lahan yang sesuai 800 meter dpl. • Suhu optimum 20-25˚C. • Curah hujan 600-825 mm/tahun. • Kelembaban rata-rata 80-90 % • Intensitas penyinaran 9-12 jam/hari. Tanah • Jenis tanah adalah andosol, latosol dan alluvial • pH tanah berkisar 6-7 • syarat tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman gandum adalah : a. Hara yang diperlukan cukup tersedia b. Tidak ada zat toksit c. Kelembaban mendekati kapasitas lapang d. Suhu tanah rata-rata berkisar 15-28˚C e. Aerasi tanah baik f. Tidak ada lapisan padat yang menghambat penetrasi akar gandum untuk menyusuri tanah *dpl => Di bawah permukaan laut
  6. 6. • Benih gandum • Berasal dari malay yang matang pada batang utama • Mempunyai bentuk dan warna yang seragam • Bebas dari hama dan penyakit • Mempunyai bobot yang tinggi dan seragam • Benih gandum mempunyai masa dormansi yang tidak terlalu lama antara 0-4 bulan. • Sebelum ditebar sebaiknya benih direndam beberapa menit dalam air Kotoran atau biji yang telah rusak, karena beratnya lebih ringan akan terapung. • Benih yang telah bersih itu kemudian diuji daya tumbuhnya. • Syarat benih gandum bersertifikat a. Kemurnian benih minimal 98% b. Campuran benih farietas lain maksimal 0,2% c. Biji gulma maksimal 0,1% d. Kotoran maksimal 2% e. Daya tumbuh minimal 80% f. Kadar air maksimal 13%
  7. 7. Sebelum benih ditanam? • Diberi perlakuan benih terlebih dahulu => untuk mencegah kerusakan dan serangan hama penyakit, (dari dalam tanah atau dari benih itu sendiri) • Fungisida yang dapat digunakan antara lain Ceresan. • Banyaknya benih per lubang => tergantung dari daya tumbuh benih. • Benih yang berdaya tumbuh 95% => dua butir per lubang. • Untuk jarak tanam 20x10 cm =>30 kg benih/ha. • Benih yang berdaya tumbuh < 95% sebaiknya > 2 butir per lubang atau 35 kg benih/ha. • Kelembaban tanah selama berkecambah dipertahankan pada pH tanah mendekati kapasitas lapang.
  8. 8. • b. Pengolahan Tanah • Pengolahan tanah hampir sama dengan pengolahan tanah untuk padi gogo dan palawija lainnya (jagung, sorgum, kedelai), yaitu antara lain agar tanah mempunyai aerasi yang baik. • Pencangkulan/pembajakan pertama yaitu untuk menggemburkan tanah dan membasmi gulma. • Pengolahan kedua dilakukan seminggu kemudian, untuk lebih menggemburkan tanah, meratakan dan memberantas gulma yang tumbuh kemudian. • Disamping itu dapat sekaligus memberikan pupuk organik bagi tanah yang memerlukanya. • Biarkan tanah garapan selama 7-10 hari, untuk memberikan kesempatan agar bahan organik yang diberikan mulai melapuk.
  9. 9. •Pemupukan • • Pemberian pupuk dasar dan pupuk pertama dapat dilakukan sebelum tanaman atau pada waktu tanam. • Biasanya yang dipakai sebagai pupuk pertama adalah pupuk anorganik : P2O5 dan K2O dan sebagian pupuk N. • Pemupukan N sebaiknya dilakukan dalam 2-3 kali. • Pemupukan yang efektif ditentukan oleh dosis, waktu, cara, dan jenis pupuk (N, P, dan K dapat diberikan dalam bentuk pupuk tunggal atau pupuk majemuk) • Cara pemupukan dibenamkan kedalam tanah atau diaduk merata dalam tanah.
  10. 10. Perlindungan Hama dan Penyakit • Pencegah hama dan penyakit di lapangan paling baik dengan menanam varietas gandum yang mempunyai ketahanan (resistensi) horizontal, jika terjadi serangan hama atau penyakit : • Penyemprotan dengan insektisida/fungisida => cara yang paling praktis. Insektisida dapat bersifat racun perut, kontak, sistemik, fumigant (gas). • Racun perut efektif untuk memberantas serangga atau ulat pemakan organ tanaman dibagian atas , misalnya ulat batang, ulat daun, dan walang sangit.p Contoh insektisida tersebut ialah phosvel dan agrothion. • Pestisida kontak sangat baik untuk serangga yang kurang lincah, misalnya tungau, kepik hijau, kumbang, kutu daun dan batang. Contohnya : sevin, meptox dan lainnya. • Pestisida sistemik adalah racun yang dapat masuk ke dalam jaringan tanaman. Sangat baik untuk serangga penghisap tanaman, misalnya hama penggerek, wereng, dan kepinding tanah. • • Pemakaian pestisida yang efektif harus memperhatikan harga pestisida yang relatif mahal dan kondisi cuaca pada waktu pemakaian. • • Pencegahan hama dan penyakit dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida seminggu sekali dengan pemakaian yang bergiliran.
  11. 11. • f. Suplai air • Air di perlukan dari sejak fase perkecambahan sampai fase matang susu, dengan jumlah dan distribusi yang merata. • Pada fase masak kuning sampai panen, tidak diperlukan tambahan air, bahkan cuaca cerah dan panas dapat mempercepat pematangan. • Kebutuhan air nyata untuk gandum berada di atas kebutuhan untuk jagung dan sorgum, tetapi di bawah kebutuhan untuk padi.
  12. 12. g. Panen • Kapankah Gandum Dapat diPanen? • Apabila 80% dari rumoun telah bermalai, jerami, batang, dan daun mengering dan menguning. • Jika 20% dari bagian malai telah matang penuh, di mana butir gandum telah cukup keras apabila telah di pijit tangan, maka gandum sudah waktunya untuk di panen. • Saat panen sangat di tentukan oleh tingkat pematangan dan cuaca. Gandum yang terlalu matang cenderung untuk rebah dan rontok. • Panen gandum yang ditangguhkan melebihi dari satu minggu akan menurunkan bobot butir gandum. Untuk menguji tingkat kekeringan malai, di lapangan di lakukan dengan jari tangan. Apabila butir-butir gandum lepas ketika digosok dengan tangan dan poros malainya mudah patah maka kadar air gandum cukup untuk di panen.
  13. 13. • h. Perlakuan pasca panen • • Butir gandum yang di giling di pabrik harus memenuhi pengujian yang meliputi beberapa karakteristik. • Pengujian- pengujian: • a. Uji berat (pengukuran berat/ unit volume butir gandum). syarat minimumnya adalah 73kg/ hectoliter. b. Uji kotoran ( pemisahan butir-butir gandum dari benda-benda asing. Syarat maksimumnya adalah 0,1 – 0,5 %). c. Uji kadar air butir gandum (syarat maksimum 12,5 % baik untuk gandum keras / gandum lunak) d. Uji kemurnian butir dari campuran tanaman lain minimal 99,6% e. Uji ( bobot) => Di kehendaki bobot 1000butir sekitar 28-40 gr. f. Uji keseragaman ukuran dan bentuk biji gandum. g. Uji kadar serat dan kadar abu. (Persyaratannya adalah serat 2- 2,7% dan abu 1,4-2%) h. Uji rendeman tepung sekitar 85% i. Uji kadar protein butir gandum (syaratnya 6-20%)
  14. 14. Cara Pengolahan Lahan • Pengolahan Lahan dan Pembibitan • Tanah untuk menanam gandum harus gembur. • Hal ini dimaksudkan agar apabila terdapat kandungan racun di dalam tanah yang telah kita balik dengan dibajak dapat netral terlebih dahulu. • Selanjutnya kita buat bedengan-bedengan selebar 200 cm di atas lahan. Kemudian di sela-sela bedengan kita buat saluran air. • Sembari tanah digarap, kita juga bisa melakukan proses pembibitan. • Cara menanam bibit bisa dilakukan dengan menyemaikan benih-benih gandum hingga daun tumbuh terlebih dahulu di lahan persemaian ataupun menanam langsung bibit-bibit gandum di atas bedengan dengan jarak ideal 25 cm x 25 cm. • Baik cara tanam dengan disemaikan terlebih dahulu maupun dengan langsung sama-sama baik,( menyesuaikan dengan keadaan saja).
  15. 15. Waktu Tanam • Waktu yang paling tepat untuk menanam gandum => pada akhir musim hujan dan awal musim kemarau. • Setelah ditanam, lahan harus selalu dirawat dengan pengairan dan pemupukan secara rutin. • Pemupukan yang pertama yaitu setelah bibit gandum mulai tumbuh. • Selanjutnya pemupukan yang kedua dilakukan pada 30 hari setelah tanam. • Setelah sekitar 50 hari => tanaman gandum akan mulai berbiji dan setelah 80 hari => proses pengisian biji gandum pun terjadi. • Pada masa-masa ini tanaman gandum perlu terus diairi dengan lebih baik hingga masa panen tiba sehingga hasilnya akan bagus.
  16. 16. Bagian yang Dimakan • Bagian gandum yang dimakan adalah bijinya. • Di bawah ini adalah bagian dari biji gandum.
  17. 17. Nama Varietas Gandum • Berbagai varietas tanaman gandum antara lain : • Common gandum atau gandum Roti (T. aestivum) => varietas yang paling banyak dibudidayakan di dunia. • Durun (T. durum) => varietas yang juga banyak digunakan saat ini, dan gandum paling banyak dibudidayakan kedua. Durun, Sangat keras, transparan, berwarna butiran cahaya yang digunakan untuk membuat semolina tepung untuk pasta. • Einkron (T. monococcum) => gandum varietas liar. • Emmer (T. dicoccum) => yang dibudidayakan di zaman dulu tetapi tidak lagi digunakan secara luas. • Spelt (T. spelta) => varietas yang dibudidayakan dalam jumlah terbatas. Varietas ini yang digunakan di Amerika Serikat.
  18. 18. Nama Varietas Gandum • Hard Red Spring, kecoklatan, berprotein tinggi, digunakan juga sebagai baku roti panggang. • Hard Red Winter, kecoklatan, lembut tinggi protein gandum yang digunakan untuk roti, roti keras dan sebagai tambahan dalam tepung lainnya untuk meningkatkan protein dalam tepung kue untuk pie kerak. • Soft Red Winter, rendah protein gandum yang digunakan untuk kue, kerak kue, biskuit, dan muffin. • Hard White , berwarna terang, buram. Digunakan untuk roti dan pembuatan bir. Soft White, lembut, berwarna terang Digunakan untuk kerak pie dan kue kering. (Zufrizal, 2003).
  19. 19. Gandum dipakai untuk bahan makanan dikarenakan kaya serat, vit. serta beragam unsur yang lain , tanaman ini amat pas bagi kesehatan tubuh. Bisa diolah sampai jadi beragam type makanan. roti misalnya, kue kering, oatmeal, sereal, sampai bubur. gandum benar-benar sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia
  20. 20. Olahan dari Gandum • - Roti Tawar Gandum • - Biskuit Gandum • - Tepung Gandum • - Oatmeal • - Mie • - Pasta • - Kue Kering
  21. 21. Sekian & Terima Kasih  Semoga Bermanfaat  WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH 
  22. 22. • Bulir gandum (atau sejenisnya) dibiarkan tumbuh berkecambah, kemudian dikeringkan. • Proses penumbuhan kecambah ini akan menghasilkan yang mengandung enzim amilase (yang mampu mengubah karbohidrat menjadi gula, seperti air liur di dalam mulut kita) yang terdiri dari alpha amilase dan beta amilase. • Kemudian, Malt ini (bulir gandum berkecambah) dihancurkan dan dicampur dengan air panas atau direbus selama 1 – 2 jam. Setelah menjadi cairan gula, ditambahkan dengan buah hop (yang memberikan rasa pahit). Setelah itu ditambahkan ragi. • Proses fermentasi dimulai dengan mendiamkannya selama 1-3 minggu. • Gula akan menjadi alkohol dan gas karbondioksida. Setelah itu didinginkan, diperas dan disaring. Maka jadilah bir. • Itu sebabnya, bir terkadang disebut sebagai roti cair, sebab bahan dasar pembuatnya memang berasal dari bahan yang sama, yaitu bulir gandum.
  23. 23. • Gandum berasal dari negara mana, penghasil gandum terbesar dari dunia?Hen 1 - • Manfaat gandum bagi kesehatan?J 1 – • Ph berapa untuk menanam gandum?h 1 - • Pada suhu/ketinggian berapa untuk menanam gandum?1 - • Jenis tanah yang cocok?h tanah aluvial, andesol, latosol, maupun regosol kelabu. 1 - • Proses yang cepat untuk menanam gandum?R 1- • Apakah gandum bisa dibuat menjadi minyak? Tobing 1 – • Cara pengolahan gandum, yang terbuat dari selain tepung? • Daerah penghasil gandum di Indonesia • Proses membuat minyak gandum
  24. 24. Manusia Kuno Tanam Gandum untuk Membuat Bir • Manusia di zaman kuno menanam gandum untuk produksi bir. Bukan roti. • Menurut Patrick McGovern, Direktur Biomolecular Archaeology Project di University of Pennsylvania, selain menimbulkan efek memabukkan, minuman bir memiliki sejumlah keuntungan. Seperti kandungan vitamin B yang tinggi dan asam amino yang mampu membunuh bakteri dan virus. "Dengan kadar alkohol sebanyak empat sampai lima persen, bir ampuh untuk membuat seseorang jadi mabuk, sekaligus menjadi obat bagi manusia purba," kata McGovern.

×