Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Makalah manajemen perkantoran

8,797 views

Published on

  • Be the first to comment

Makalah manajemen perkantoran

  1. 1. MAKALAH MANAJEMEN PERKANTORANPengertian Manajer Dalam pengertian manajemen dapat dideskripsikan sebagai seni dan ilmu dalamperencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang danmekanisme kerja untuk mencapai tujuan. Berdasarkan definisi tersebut berarti “Manajer adalahseorang yang bertindak sebagai perencana, pengorganisasi, pengarah, pemotivasi, serta pengendaliorang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.” (Siswanto, 2005:13)2.2.2 Peran Manajer Pada akhir tahun 1960-an, Henry Mintzberg melakukan penelitian seksama terhadap limaorang eksekutif untuk menentukan tugas mereka. Berdasarkan observasinya, Mintzbergmenyimpulkan bahwa manajer melakukan sepuluh peran atau rangkaian perilaku yang berbeda dansaling berkaitan erat. Stephen P. Robbins dalam bukunya “Perilaku Organisasi” menjelaskanbahwa kesepuluh peran ini bisa dikelompokkan sebagai berikut : “1. Peran Antarpersonal Semua manajer diharuskan melakukan tugas-tugas terkait seremonial dan bersifatsimbolis. Sebagai contoh, ketika rektor perguruan tinggi memberikan ijazah sarjana pada acarawisuda, ia berperan sebagai tokoh utama (figurehead). Semua manajer memiliki perankepemimpinan. 2. Peran Informasional Semua manajer, sampai pada tingkat tertentu, mengumpulkan informasi dari organisasi-organisasi dan institusi luar. Biasanya mereka mendapatkan informasi dengan membaca majalah danberkomunikasi dengan individu lain untuk mempelajari perubahan selera masyarakat, apa yangmungkin direncanakan oleh para pesaing dan semacamnya. Mintzberg menyebut hal ini sebagaipemantau. 3. Peran Pengambilan Keputusan Dalam peran ini, manajer harus bertindak dalam empat peran yang bertalian denganpengambilan keputusan yang dapat diambil oleh manajer. Peran manajer yang dimaksud adalahperan wirausaha, peran pereda gangguan, peran pengalokasian sumber daya, dan peranprundingan.” (Robbins, 2008:7-8)2.2.3 Keterampilan Manajer 2.2.3.1 Keterampilan Teknis (technical skill)
  2. 2. Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard (1980:67) yang dikutip oleh Siswanto yaitu : “Kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metode, prosedur, teknik,dan akal yang diperlukan untuk melaksanakan tugas spesifik yang diperoleh lewat pengalaman,pendidikan, dan pelatihan. Manajer membutuhkan keterampilan teknis yang cukupuntuk menjalankan alat (mekanik) dari suatu pekerjaan tertentu yang menjadi tanggungjawabnya.” (Siswanto, 2005:20) 2.2.3.2 Keterampilan Manusiawi (human skill) Stephen P. Robbins menjelaskan bahwa keterampilan manusiawi yaitu : “Kemampuan untuk bekerja sama, memahami, dan memotivasi individu lain,baik secara individual maupun dalam kelompok, mendefinisikan keahlian personal (humanskill). Banyak individu cakap secara teknis, tetapi tidak cakap secara antarpersonal. Mereka mungkinmerupakan pendengar yang buruk, tidak mampu memahami kebutuhan individu lain, ataumempunyai kesulitan dalam menangani konflik. Karena manajer menyelesaikan segala urusanmelalui individu lain, mereka harus memiliki keahlian personal yang baik untuk berkomunikasi,memotivasi, dan mendelegasikan. (Robbins, 2008:9) 2.2.3.3 Keterampilan Konseptual (conseptual skill) “Yaitu kemampuan memahami kompleksitas keseluruhan organisasi tempatseseorang beradaptasi dalam operasi. Pengetahuan tersebut membenarkan seseorang untukbertindak sesuai dengan tujuan organisasi, daripada hanya dijadikan dasar tujuan umum dankebutuhan kelompok yang mendesak. Manajer memerlukan keterampilan konseptual yang cukupuntuk mengenali bagaimana berbagai macam faktor pada suatu kondisi tertentuberkaitan satu samalain. Dengan demikian, tindakan yang diambilnya akan ditujukan untuk kepentingan organisasisecara keseluruhan.” (Siswanto, 2005:20)2.2.4 Macam-macam Manajer Pada umumnya manajer memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melakukan perencanaan,pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, serta penyusunan staf namun dari sisi tingkat ataulevel manajemen dapat dibagi menjadi tiga / 3 macam, yakni :1. Manajer Puncak / Top Manager Tanggung jawab dari manajer puncak adalah keseluruhan kinerja dan keefektifan dari suatuperusahaan. Manajer tingkat puncak membuat kebijakan, keputusan dan strategi yang berlakusecara umum pada suatu perusahaan. Manajer puncak juga yang melakukan hubungan denganperusahaan lain dan pemerintah.2. Manajer Menegah / Middle Manager
  3. 3. Manajer tingkat menengah berada di antara manajer puncak dan manajer lini pertama.Manajer ini bertugas mengimplementasikan strategi, kebijakan serta keputusan yang diambil olehmanajer tingkat atas atau puncak.3. Manajer Lini Pertama / First-Line Manager Manajer tingkat bawah ini kebanyakan melakukan pengawasan atau supervisi para karyawandan memastikan strategi, kebijakan dan keputusan yang telah diambil oleh manajer puncak danmenengah telah dijalankan dengan baik. Manajer lini pertama juga memiliki andil dan turut sertadalam proses pengimplementasian strategi yang telah ditetapkan.2.2.5 Aktivitas Manajerial Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Luthan bahwa para manajer terlibat dalam empataktivitas manajerial :1. Manajemen tradisional. Membuat keputusan, merencanakan, dan mengendalikan2. Komunikasi. Bertukar informasi dan memproses pekerjaan tulis-menulis.3. Manajemen sumber daya manusia. Memotivasi, mendisiplinkan, menangani konflik, menyusunkepegawaian, dan melatih.4. Pembangunan jaringan. Bersosialiasi, terllibat dalam aktivitas politik, dan berinteraksi denganindividu-individu luar2.3 Efektivitas2.3.1 Pengertian Efektivitas Menurut The Liang Gie dikutip oleh Mangkunegara (2005:29) :“Efektivitas adalah suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya sesuatu efekatau akibat yang dikehendaki kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentuyang memang dikehendakinya maka orang itu dikatakan efektif kalau menimbulkan akibat ataumempunyai maksud sebagaimana yang dikehendaki.”Selanjutnya menurut (H.Emerson, 1983:16), “efektivitas adalah pengukuran dalam arti tercapainyasasaran atau tujuan yang telah dicapai sesuai dalam rencana pada waktu yang telah ditentukansebelumnya adalah efektivitas.”2.3.2 Efektivitas KerjaSondang P. Siagian (1982:171) mengungkapkan :“apabila seseorang berbicara tentang efektivitas sebagai orientasi kerja berarti apa yang menjadisasaran yang telah ditentukan dapat dicapai tepat pada waktunya yang sudah dialokasikan untuk
  4. 4. berbagai kegiatan. Artinya jumlah dan jenis sumber-sumber itulah maka hasil-hasil tertentu harusdicapai dalam waktu yang telah ditetapkan.Jadi efektivitas kerja pada dasarnya adalah ketepatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian tugas-tugas menurut waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian ukuran efektivitas dalamsuatu organisasi bukan ukuran kuantitaf. 2.3.2.1 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja Ada empat faktor yang mempengaruhi efektivitas kerja, seperti yang dikemukakanoleh Richard M. Steers (1980:9), yaitu:1. Karakteristik OrganisasiKarakteristik organisasi terdiri dari struktur dan tehnologi organisasi yang dapat mempengaruhi segi-segi tertentu dari efektivitas dengan berbagai cara. Yang dimaksud struktur adalah hubungan yangrelatif tepat sifatnya, seperti dijumpai dalam organisasi, sehubungan dengan susunan sumber dayamanusia struktur meliputi bagaimana cara organisasi menyusun orang-orangnya dalammenyelesaikan pekerjaan, sedangkan yang dimaksud tehnologi adalah mekanisme suatu organisasiumtuk mengubah masukan mentah menjadi keluaran.2. Karakteristik LingkunganLingkungan luar dan lingkungan dalam juga telah dinyatakan berpengaruh atas efektivitas,keberhasilan hubungan organisasi lingkungan tampaknya amat tergantung pada tingkat variabelkunci yaitu tingkat keterdugaan keadaan lingkungan, ketepatan persepsi atas keadaanlingkungan,tingkat rasionalisme organisasi. Ketiga faktor ini mempengaruhi ketepatan tanggapanorganisasi terhadap perubahan lingkungan.3. Karakteristik PekerjaPada kenyataannya para anggota organisasi merupakan faktor pengaruh yang paling penting karenaperilaku merekalah yang dalam jangka panjang akan memperlancar atau merintangi tercapainyatujuan organisasi. Pekerja merupakan sumber daya yang langsung berhubungan dengan pengelolaansemua sumber daya yang ada di dalam organisasi, oleh sebab itu perilaku pekerja sangatberpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.Pekerja merupakan modal utama di dalam organisasi yang akan berpengaruh besar terhadapefektivitas, karena walaupun tehnologi yang digunakan merupakan tehnologi yang canggih dandidukung oleh adanya struktur yang baik, namun tanpa adanya pekerja maka semua itu tidak adagunanya.4. Karakteristik Kebijaksanaan dan Praktek Manajemen
  5. 5. Dengan makin rumitnya proses teknologi dan perkembangannya lingkungan maka perananmanajemen dalam mengkoordinasi orang dan proses demi keberhasilan organisasi semakin sulit. 2.3.2.2 Alat Ukur Efektivitas Kerja Untuk mengukur efektivitas kerja dapat dilihat melalui beberapa indikator yangdikemukakan oleh Sondang P. Siagian, yaitu :1. Ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan2. Adanya inisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan3. Usaha untuk menuntaskan pekerjaan4. Tingkat kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaanBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang Pengaruh gaya Kepemimpinan Manajerterhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujungberung Bandung,dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :1. Tipe Gaya Kepemimpinan Manajer Pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung,Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran angket pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang UjungBerung Bandung, diketahui bahwa Gaya Kepemimpinan Manajer Pada Bagian Berdasarkan hasilwawancara dan penyebaran angket pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung,diketahui bahwa adalah Demokratis.2. Efektivitas Kerja Pegawai pada Bagian Kredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung, diujimelalui 4 (empat) dimensi yaitu ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan, adanya inisiatifdalam menyelesaikan pekerjaan, usaha untuk menuntaskan pekerjaan, tingkat kesalahan dalammenyelesaikan pekerjaan. Dapat diketahui bahwa yang diperoleh berdasarkan hasil angket, beradapada kategori “Baik”.3. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Manajer Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Bagian KreditBank BTN Cabang Ujung Berung Bandung. Dari hasil jawaban angket yang disebarmengenai Pengaruh Gaya Kepemimpinan Manajer Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada BagianKredit Bank BTN Cabang Ujung Berung Bandung, dapat diketahui dengan gaya kepemimpinanmanajer yang Demokratis dapat mempengaruhi efektivitas kerja para pegawai. Artinya dengan gayakepemimpinan demokratis yang telah dijalankan dapat menunjukan hasil yang optimal dalammempengaruhi efektivitas kerja pegawai.

×