Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kurikulum dan pembelajaran

1,113 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kurikulum dan pembelajaran

  1. 1. KURIKULUM & PEMBELAJARANAKHMAD SUDRAJAT, M.Pd.PARAMITRA2011
  2. 2. BAB I KONSEP DASAR KURIKULUMPETA KONSEP PENGERTIAN KURIKULUM KEDUDUKAN ORGANISASI KURIKULUM DALAM KURIKULUM KONSEP PENDIDIKAN DASAR KURIKULUM HUBUNGAN FUNGSI KURIKULUM DENGAN KURIKULUM TEORI PENDIDIKAN
  3. 3. A. Pengertian Kurikulum Untuk mendapatkan rumusan tentang kurikulum , para ahli mengemukakan pandangan yang beragam . Menurut pandangan tradisional , kurikulum adalah rencana pembelajaran di sekolah . Kurikulum adalah pelajaran-pelajaran apa yang harus di tempuh siswa di sekolah. Menurut pandangan klasik, kurikulum tampak sebagai srsuatu yang statis , hanya berbebtuk dokumen dokumen untuk dijadikan sebagai pedoman dalam proses pendidikan. Menurut pandangan mutakhir , kurikulum tidak hanya sekedar dokumen statis tetapi merupakan segala sesuatu yang nyata dialami siswa. Menurut Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa untuk mencari rumusan kurikulum dapat ditinjau dari empat dimensi, yaitu : Kurikulum sebagai ide , Kurikulum sebagai rencana tertulis, Kurikulum sebagai kegiatan dan kurikulum sebagai hasil . Menurut Ronald C. Doll (1974) mengemukakan bahwa “ the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all rxperinces wich are offered to learns under the auspices or direction off school”.
  4. 4. B. Kedudukan kurikulum dalam Pendidikan Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah , guru mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan pengajaran atau sekarang lebih dikenal dengan istilah pembelajaran. Kegiatan pembelajaran diwujudkan dalam bentuk interaksi antara guru dengan siswa . Siswa memiliki tugas pokok balajar yakni berusaha memperoleh perubahan perilaku atau pencapaian kemampuan tertentu berdasarkan pengalaman belajar yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungannya . Untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu , guru berupaya “menyampaikan” materi pembelajaran kepada siswa melalui metode tertentu , serta melaksanakan evaluasi untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran , yang keseluruhannya dikemas dalam bentuk kurikulum .
  5. 5. C. Fungsi Kurikulum Kurikulum memiliki beberapa fungsi , diantaranya :1. Bagi guru ( tataran operasional), Kurikulum sebagai dasar bagi pengelolaan pembelajaran di kelas dari mulai perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.2. Bagi sekolah (tataran manajerial). Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah dan sebagai pedoman yang dijadikan acuan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.3. Bagi masyarakat . Kurikulum berfungsi mengakomodir harapan dan kepentingan masyarakat terhadap pendidikan , termasuk di dalamnya mengakomodir harapan dan kepentingan orang tua terhadap pendidikan anaknya di sekolah.4. Bagi siswa sebagai subjek pendidikan , fungsi kurikulum , mencakup : Fungsi pemeliharaan , Fungsi persiapan , Fungsi penyesuaian , Fungsi integrasi , Fungsi diperensiasi , Fungsi pemilihan dan Fungsi diagnostik .
  6. 6. D. Hubungan Kurikulum dengan Teori Pendidikan Nana S. Sukmadinata (1997) mengemukakan empat jenis hubungan kurikulum dengan teori pendidikan , yaitu:1. Pendidikan klasik. Pendidikan klasik memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya.2. Pedidikan pribadi. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa sejak dilahirkan anak telah memiliki potensi-potensi tertentu.3. Teknologi penddikan, yakni suatu konsep pendidikan yang mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi . Namun diantara keduanya ada yang berbeda. Dalam teknologi pendidikan, lebih diutamakan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi atau kemampuan-kemampuan peraktis .4. Pendidikan interaksional, yaitu suatu konsep pendidikan yang bertitik tolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lainnya. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja sama dan interaksi.
  7. 7. E. Organisasi Kurikulum Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum berupa kerangka umum program-program pengajaran yang diberikan kepada peserta didik . Ditinjau dari sudut organisasi kurikulum, terdapat beberapa model kurikulum :1. Mata pelajaran terpisah-pisah , yakni kurikulum yang terdiri dari sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah , tiap pelajaran disampaikan sendiri- sendiri tanpa ada hubungan.2. Mata pelajaran berkorelasi , merupakan bentuk organisasi kurikulum yang berupaya menghubungkan antara satu mata kuliah dengan mata pelajaran yang lain3. Model integrated , dalam model ini batas-batas antara semua mata pelajaran sudah tidak kelihatan lagi , semua mata pelajaran sudah di rumuskan dalam bentuk masalah atau unit.4. Model Core Program , adalah suatu program inti berupa suatu unit atau masalah. Masalah diambil dari mata pelajaran tertentu, dan diberikan melalui kegiatan-kegiatan belajar yang bersifat pemecahan masalah.
  8. 8. BAB II LANDASAN DAN PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM PETA KONSEP LANDASAN LANDASAN PRINSIP-PENGEMBANG DAN PRINSIP PRINSIP AN PENGEMBANG PENGEMBANG KURIKULUM AN AN KURIKULUM KURIKULUM
  9. 9. A. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komperhensif, di dalamnya mencakup perencanan , pelaksanaan dan evaluasi. Pengembangan kurikulum menunjukan adanya perubahan dan kemajuan . Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan siswa . Dalam pengembangan kurikulum , tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung debngan dunia pendidikan saja , namun didalam nya melibatkan banyak orang , seperti: politikus, pengusaha , orang tua siswa, serta unsur-unsur masyarakat lainnya yang berkepentingan dengan pendidikan. Untuk lebih jelasnya , ada empat faktor yang melandasi kurikulum , yaitu : Filosofis , Psikologis , Sosiologis , dan IPTEK
  10. 10. LANDASAN FILOSOFIS Filsafat memegang peranan penting dalam Filsafat pendidikan , kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat .Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiriLANDASAN PSIKOLOGIS Landasan Psikologis adalah landasan yang berhubungan perilaku individu dalam pengembangan kurikulum dan proses pendidikan , khususnya tentang perilaku siswa . Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Psikologi brlajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar .
  11. 11. LANDASAN SOSIOLOGOS Landasan sosiologis adalah landasan yang berhubungan dengan upaya mempertimbangkan faktor-faktor kehidupan sosial budaya dalam pengembangan kurikulum. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing mamiliki sistem sosial-budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat . Salah satu aspek penting dalam sitem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat.LANDASAN IPTEK Landasan IPTEK berkaitan dengan upaya pemenfaatan dan pengembangan IPTEK dalam pengembangan kurikulum . Pada awalnya , ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana, namun sejak abad pertengahan mengalamiperkembangan yang pesat. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang .
  12. 12. B. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum merupakam jiwa atau ruh dari kurikulu, yang akan membedakan penerapan suatu kurikulum dengan kurikulum yang lainya. Dengan demikian , upaya pemenuhan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum menjadi penting dan merupakan salah satu indikator dari keberhasilan penerapan kurikulum itu sendiri . Menurut Asep Herry Hernawan dkk (2002) ada lima prinsip umum dalam pengembangan kurikulum , yaitu :1. Prinsip relevansi2. Prinsip fleksibilitas3. Prinsip kontinuitas4. Prinsip efesiensi5. Prinsip efektivitas
  13. 13. BAB III KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUMPETA KONSEP KOMPONEN KOMPONEN TUJUAN MATERI KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM KOMPONEN KOMPONEN METODE EVALUASI
  14. 14. KOMPONEN TUJUAN Tujuan memegang peranan penting dan strategis yang akan mewarnai keseluruhan komponen-komponen lainnya . Secara umum , pendidikan bertujuan agar siswa dapat mencapai kedewasaan . Tujuan pendidikan nasional dijabarkan kedalam :1. tujuan institusional , yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap jenis maupun jenjang pendidikan.2. Tujuan kurikuler , yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap mata pelajaran . Tujuan kurikuler bergantung kepada jenis mata pelajaran yang di berikan kepada siswa.3. Tujuan pembelajaran , yaitu merupakan tujuan pendidikan yang lebih operasional , yang hendak di capai dari setiap kegiatan pembelajaran . Keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran pada tingkat operasional akan menentukan terhadap keberhasilan tujuan pendidikan pada tingkat barikutnya.
  15. 15. B. KOMPONEN MATERI Secara garis besar , bahan ajar atau materi pembelajaran berisikan pengetahuan , keterampilan , dan sikap atau nilai yang harus dipelajari siswa. Materi pembelajaran mengandung aspek-aspek tertentu sesuai dengan tingkatan tujuan yang hendak dicapai. Masih berkenan dengan materi pembelajaran , Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan tentang sekuens susunan materi pembelajaran yaitu :1. Sekuens Kronologis2. Sekuens Kausal3. Sekuens Struktural4. Sekuens Logis dan Psikologis5. Sekuens Spiral6. Sekuens Rangkaian ke delakang7. Sekuens berdasarkan hierarki belajar
  16. 16. KOMPONEN METODE Dilaihat dari filsafat dan teori pendidikan yang melandasi pengembangan kurikulum terdapat perbedaan dala menentukan tujuan dan materi pembelajaran , hal ini tentunya memiliki konsekuensi pula terhadap penentuan pendekatan, strategi dan metode pembelajaran yang hendak di kembangkan . Apabila yang menjadi tujuan dalam pembelajaran adalah penguasaan informasi-intelektual , sebagaimana yang banyak dikembangkan oleh kalangan pendukung filsafat klasik dalam rangka pewarisan budaya ataupun keabadian , maka pendekatan pembelajaran yang dikembangkan akan lebih berpusat kepada guru. Metode dan teknik pembelajaran yang di gunakan pada umumnya bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal, seperti ceramah atau seminar . Selain itu , materi pembelajaran cenderung lebih nersifat tekstual.
  17. 17. KOMPONEN EVALUASI Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum . Evaluasi kurikulum dimaksudkan untukmemeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan . Dalam pengertian yang lebih luas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk neneriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria. Evaluasi kurikulum , juga bervariasi , bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas . Instrumen yang di gunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitas berbeda dengan dimensi kualitas.
  18. 18. BAB IV BELAJAR : KONSEP DAN TEORIPETA KONSEP PILAR BELAJAR TEORI- BELAJAR:K TEORI HAKIKAT ONSEP POKOK BELAJAR DAN TEORI BELAJAR
  19. 19. HAKIKAT BELAJAR Belajar memiliki cakupan yang sangat kompleks , meliputi berbagai aspek kehidupan. Belajar dilakukan secara terus menerus, baik dalam suasana formal maupun informal , dengan setting yang berbeda, di lingkungan keluarga, organisasi , mengisi waktu senggang , melalui kegiatan- kegiatan masyarakat, dan setiap aktivitas yang bersifat praktis lainnya. Di sekolah , belajar merupakan kegiatan utama yang dilakukan siswa dalam suasana formal dan terprogramkan secara sietematis. Moh. Surya (1997) . “ belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungan”.
  20. 20. PILAR BELAJAR Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) merumuskan empat pilar belajar , yaitu :1. Belajar Mengetahui. Belajar mengetahui berkenaan dengan perolehan , penguasaan dan pemanfaatan informasi . Dewasa ini terdapat ledakan informasi dan pengetahuan2. Belajar berkarya. Agar mampu menyesuaikan diri dan beradftasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat , maka individu perlu belajar berkarya.3. Bejar hidup bersama . Dalam kehidupan global , kita tidak hanya berinteraksi dengan beraneka kelompok etnik, daerah , budaya , ras , agama, kepakaran dan propesi, tetapi hidup bersama dan bekerja sama dengan aneka kelompok tersebut.4. Belajar berkembang utuh . Tantangan kehidupan yang berkembang crpat dan sangat kompleks, menurut pegembangan manusia secara utuh.
  21. 21. TEORI-TEORI POKOK BELAJARJika menelaah litelatur psikologi , kita akan menemukan banyak teori belajar yang bersumber dari aliran-aliran psikologi. Namun dalam kesempatan ini hanya akan dikemukakan tiga jenis teori pokok belajar, yaitu :1. Teori Belajar Behaviorisme Behaviorisme adalah aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori praktik pendidikan dan pembelajaran hingga kini.2. Teori Belajar Kognitivisme menurut Piaget Piaget salah seorang ahli psikologi yang dikenal sebagai pelopor gerakan konstruktivisme mengemukakan teori tentang perkembangan kognitif individu yang menjadi rujukan penting dalam memahami proses kognitif individu.3. Teori Belajar Gestalt Gestalt berasal dari bahasa jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi “. Pokok [andangan gestalt adalah bahwa objek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan
  22. 22. BAB V PEMBELAJARAN : KONSEP DASAR DAN RAGAMPETA KONSEP PEMBELAJARAN:K RGAM KONSEP DASAR ONSEP DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN DAN RAGAM
  23. 23. A. KONSEP DASAR PEMBELAJARAN1. PEGERTIAN PEMBELAJARAN Pembelajaran mempunyai pengertian yang sama dengan pengajaran teta[pi dengan konotasi yang berbeda . Pengajaran lebih memberi kesan sebagai pekerjan satu pihak.2. PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN Berkaitan dengan pembelajaran dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan , terdapat beberapa prinsip pembelajaran yang mendasari implementasi kurikulum dan dilamnya telah mencerminkan pembelajaran mutakhir, yaitu : (a) pembelajaran berdasarkan potensi (b) pembelajaran dilaksanakan dengan lima pilar pembelajran (c) pembelajaran memungkinkan siswa mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan.3. KOMPONEN-KOMPONEN PEMBELAJARAN Komponen pembelajaran adalah berbagai komponen , baik secara langsung terkait dan dapat mempengaruhi proses dan kualitas pembelajaran, yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan atau hasil belajar.
  24. 24. B. RAGAM PEMBELAJARAN Dilihat dari pendekatan maupun strategi yang digunakan pembelajaran memiliki bentuk yang sangat beragam , yaitu :1. Pembelajaran Konstruktivisme pembelajaran konstruktivisme adalah sebuah konsep pembelajaran pembelajaran yang memandang bahwa pengetahuan tidak dapat di pindahkan begitu saja dari pikiran guru ke pikiran siswa2. Pembelajaran Kontekstual Pendekatan kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang di ajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka3. Pembelajaran Aktif Pembelajaran aktif adalah segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri baik dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru
  25. 25. 4. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran Kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivisme . Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda.5. Pembelajaran Tuntas Pembelajaran Tuntas berasumsi bahwa didalam kondisi yang tepat semua siswa mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang di pelajari6. Pembelajaran Remedial Pembelajaran Remedial merupakan layanan pembelajaran yang diberikan kepada siswa untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai ktiteria ketuntasan yang diterapkan.7. Pembelajaran Pengayaan Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi siswa yang telah melampaui persyaratan minimal yang di tentukan sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat dan kecakapannya.
  26. 26. BAB VI PERAN DAN KOMPETENSI GURUPETA KONSEP PERAN GURU DALAM KOMPETENSI PEMBELAJARAN GURU PERAN DAN KOMPETEN SI GURU KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
  27. 27. A. PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN1. PERAN GURU SEBAGAI MANAJER PEMBELAJARAN Peran guru sebagai manajer pembelajaran merujuk kepada upaya menjalankan berbagai fungsi manajemen guna terciptanya efektivitas dan afesiensi pembelajran.2. PERAN GURU SEBAGAI PASILITATOR Peran guru sebagai pasilitator membawa konsekuensi terhadap perubaha pola hubungan guru-siswa, yang semula lebih bersifat kehubungan kemitraan.3. PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR peran guru sebagai motivator untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Dengan guru memberikan motivasi siswa akan merasa tertantang dan lebih bersemangat untuk menggapai tujuannya4 PERAN GURU SEBAGAI PEMBIMBING Peran guru sebagai pembimbing pada dasarnya adalah peran guru dalam upaya membantu siswa agar dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya melalui hubunga interpersonal yang akrab dan saling percaya.
  28. 28. B. KOMPETENSI GURU Dalam menjalankan peran dan fungsinya , seorang guru seharusnya disukung oleh berbagai kompetensi sehingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal. Kompetensi pada dasarnya merupakan gambaran tentang apa yang seharusnya dapat dilakukan seseorang dalam suatu pekerjaan , berupa kegiatan , perilaku dan hasil yang seharusnya dapat di tampilkan atau di tunjukan , Agar dapat melakukan sesuatu dalam pekerjaannya m tentu saja seseorang harus memiliki kemampuan dalam bentuk pengetahuan , sikap dan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya.
  29. 29. C. KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR Keterampilan dasar mengajar merupakan subkomponen dari kompetensi pedagogik, yang berkenaan dengan keterampilan teknis dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Beberapa jenis keterampilan dasar yang perlu dikuasai guru, di antaranya adalah :1. Keterampilan membuka Pembelajaran2. Keterampilan Memberikan Variasi Stimulus3. Keterampilan Bertanya4. Keterampilan Memberi Isyarat5. Keterampilan Memberikan Ilustrasi6. Keterampilan Berkomunikasi7. Keterampilan Menutup pembelajaran8. Keterampilan Mengelola Kelas
  30. 30. BAB VII PROSES PEMBELAJARAN PETA KONSEP PENGERTIAN PENDEKATAN,ETRATEGI,METODE DAN SKILL PEMBELAJARAN STRATEGI METODE PEMBELAJARANPEMBELAJARAN PROSES INKUIRI PEMBELAJARAN SUMBER MEDIA BELAJAR PEMBELAJARAN
  31. 31. A. PENGERTIAN PENDEKATAN,STRATEGI,MODEL,METODE DAN SKILL Pendekatan pembelajaran dapat di artikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran . Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega ,1990) mengetengahkan 4 kelompok model pembelajaran , yaitu : (1) model interaksi sosial, (2) model pengolahan informasi , (3) model personal humanistik , (4) model modifikasi tingkah laku. Metode pembelajaran dijabarkan ke dalam skill yaitu kemampuan peraktis dalam melaksanakan pembelajaran. Skill di dalam nya mencakup teknik dan gaya pembelajaran.
  32. 32. B. STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI Strategi pembelajaran inkuiri adalah strategi pembeljaran yang menekankan kepada proses mencari dan menemukan . Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung . Peran siswa dalam dalan strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran , sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar . Strategi pembelajaran inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir krisis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu madalah yang dipertanyakan.
  33. 33. C. METODE PEMBELAJARAN Dalam memilih metode pembelajaran perlu mempertimbangkan berbagai faktor , diantara nya faktor tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai, karakteristik materi pembelajaran , karakteristik siswa, alokasi waktu dan fasilitas penunjang. Dibwah ini beberapa metode pembelajaran standar , yang sejalan prinsip-prinsip pembelajaran pradigma baru.1. Diskusi2. Metode simulasi3. Metode problem solving4. Metode kerja kelompok5. Metode karyawisata6. Metode penugasan7. Metode proyek8. Metode eksperimen
  34. 34. D. MEDIA PEMBELAJARANMedia berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti “perantara” atau “pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan . Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan , dapat merangsang pikiran , perasaan , dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri siswa.E. SUMBER BELAJAR Sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data , orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar , baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

×