BAB I                                PENDAHULUAN1. Latar Belakang Masalah    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) me...
2. Rumusan Masalaha. Apa Hakikat KTSP sebenarnya?b. Apa Karakteristik dari KTSP?c. Apa Tujuan dari KTSP?d. Apa Landasan Pe...
BAB II                             PEMBAHASAN1. Hakikat KTSP   Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP pasal 1, Ayat 15), d...
dan dilakukan oleh guru dan pengembang kurikulum tidak terlepas dari keadaandan kondisi daerah.   Ketiga, sebagi kurikulum...
c. Meningkatkan kompetisi yang sehat antarsatuan pendidikan tentang kualitas   pendidikan yang akan dicapai.4. Landasan Pe...
social, ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatanwajib kurikulum, muatan local, dan pengembangan di...
Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dankepentinga daerah untuk membangun kehidupan bermasyarak...
terhadap masyarakat dan orang tua peserta didik. Sosialisasi bisa dilakukanlangsung oleh Kepala Sekolah apabila yang bersa...
a. menyediakan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun cepat dalammelakukan tugas pembelajaran.b. Memberikan pembela...
Dalam pengembangan KTSP, guru harus mampu membina disiplin pesertadidik, terutama disiplin diri (self-discipline). Guru ha...
Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif harus memiliki sikap mandiri,terutama dalam mengkoordinasikan, menggerakkan dan m...
c. Mengelompokkan        peserta   didik   berdasarkan   kemampuannya,   serta    disesuaikan dengan mata pelajarand. Memo...
Dalam rangka mengembangkan KTSP dan mengembangkan karakter guruyang siap menjadi fasilitator pembe;lajaran sebagaimana diu...
4) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.5) Tuntutan dunia kerja6) Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan seni.7)...
BAB III                             PENUTUPKESIMPULAN   Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP pasal 1, Ayat 15), dijelask...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah KTSP

13,386 views

Published on

2 Comments
22 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
13,386
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
2
Likes
22
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah KTSP

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN1. Latar Belakang Masalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum terbaru diIndonesia yang disarankan untuk dijadikan rujukan oleh para pengembangkurikulum di tingkat satuan pendidikan. KTSP merupakan kurikulum berorientasipada pencapaian kompetensi, oleh sebab itu kurikulum ini merupakanpenyempurnaan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi atau yang kita kenal denganKBK (kurikulum 2004).ini dapat diliht dari unsur yang melekat pada KTSP itusendiri, yakni adanya standarkompetensi dan kompetensi dasar serta adanya prinsipyang sama dalam pengelolaan kurikulum yakni yang disebut dengan KurikulumBerbasis Sekolah (KBS). Standar kompetensi dan kompetensi dasar dapat kita lihatdari Standar Isi (SI) yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP),yang selanjutnya SI dan SKL itu harus dijadikan salah satu rujukan dalampengembanagan kurikulum di setiap satuan pendidikan, sedangkan KBS merupakansalah satu prinsip pengembangan yang dirancang untuk memberdayakan daerah dansekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola serta menilai prosesdan hasil pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan serta daerah dimana sekolah itu berada. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, lahir dari semangat otonomi daerah,dimana urusan pendidikan tidak semuanya tanggung jawab pusat, akan tetapisebagian menjadi tanggung jawab daerah, oleh sebab itu dilihat dari pola atau modelpengembangannya KTSP merupakan salah satu model kurikulum yang bersifatdesentralistik. Pada bagian ini akan diuraikan tentang pengertian, tujuan penyusunan, prinsip-prinsip pengembangannya, dan strategi pengembangannya.
  2. 2. 2. Rumusan Masalaha. Apa Hakikat KTSP sebenarnya?b. Apa Karakteristik dari KTSP?c. Apa Tujuan dari KTSP?d. Apa Landasan Penyusunan dari KTSP?e. Apa Prinsip Pengembangan KTSP?f. Bagaimana Strategi Pengembangan KTSP?3. Tujuan Untuk mengetahui pengertian atau hakikat dari KTSP itu sendiri serta dapatmengetahui karakteristik, tujuan, landasan penyusunan, prinsip pengembangan, danstrategi pengembangan KTSP dan dapat memahami tentang KTSP.
  3. 3. BAB II PEMBAHASAN1. Hakikat KTSP Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP pasal 1, Ayat 15), dijelaskanbahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulumoperasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuanpendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan denganmemerhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Dari konsep diatas, ada beberapa hal yang berhubungan dengan maknakurikulum operasional. Pertama, sebagai kurikulum yang bersifat operasional,maka dalam pengembangannya, KTSP tidak akan lepas dari ketetapan-ketetapanyang telah disusun pemerintah nasional. Artinya, walaupun daerah diberikewenangan untuk mengembangkan kurikulum akan tetapi kewenangan ituhanya sebatas pada pengembangan operasionalnya saja, sedangkan yangmenjadi rujukan pengembangannya itu sendiri ditentukan oleh pemerintah,misalnya jenis mata pelajaran beserta jumlah jam pelajarannya, isi dari setiapmata pelajaran itu itu sendiri, serta kompetensi yang harus dicapai oleh setiapmata pelajaran itu. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 36 Ayat 1, yang menjelaskan bahwapengembangan kurikulum mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untukmewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional. Kedua, sebagai kurikulum operasional, para pengembang KTSP, di tuntutdan harus memerhatikan cirri khas kedaerahan, sesuai dengan bunyi Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Ayat 2, yakni bahwa kurikulum pada semua jenjangdan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengansatuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. Persoalan ini penting untukdipahami, akan tetapi dalam operasional pembelajarannya yang direncanakan
  4. 4. dan dilakukan oleh guru dan pengembang kurikulum tidak terlepas dari keadaandan kondisi daerah. Ketiga, sebagi kurikulum operasional, para pengembang kurikulum didaerah memiliki keleluaasaan dalam mengembangkan kurikulum menjadi unit-unit pelajaran, misalnya dalam mengembangkan strategi dan metodepembelajaran, dalam menentukan media pembelajaran dalam menetukanevaluasi yang dilakukan termasuk dalam menentukan berapa kali pertemuan dankapan suatu topic materi harus dipelajari siswa agar kompetensi dasar yang telahditentukan dapat tercapai.2. Karakteristik KTSPa. Dilihat dari desainnya KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu.b. KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada pengembangan individu.c. KTSP adalah kurikulum yang mengakses kepentingan daerah.d. KTSP merupakan kurikulum teknologis.3. Tujuan KTSP Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan danmemberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi)kepada lembaga pendidikan. KTSP memberikan kesempatan kepada sekolahuntuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan kurikulum. Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah :a. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola, dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.b. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
  5. 5. c. Meningkatkan kompetisi yang sehat antarsatuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.4. Landasan Penyusunan KTSP UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi Permendiknas No. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Permendiknas No. 24/2006 dan No. 6/2007 tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23/2006 Permendiknas No.41 thn 2007 tentang Standar Proses Permendiknas No. 24 Thn 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Permendiknas No. 19 Thn 2007 tentang Standar Pengelolaan Permendiknas No. 20 Thn 2007 standar Penilaian Pendidikan.5. Prinsip-Prinsip Pengembangan KTSPa. Berpusat pada Potensi, Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepantingan Peserta Didik, dan Lingkungannya KTSP memiliki prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untukmengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Pengembangan KTSP perlu memerhatikan potensi dan kebutuhanlingkungan di mana siswa tinggal. Karena pendidikan pada hakikatnya adalahupaya mempersiapkan anak didik agar mampu hidup dan mengembangkanlingkungannya.b. Beragam dan Terpadu Pengembangan kurikulum memerhatikan keragaman karakteristik pesertadidik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidakdiskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status
  6. 6. social, ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatanwajib kurikulum, muatan local, dan pengembangan diri secara terpadu, sertadisusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna.c. Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat danisi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikutidan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.d. Relevan dengan Kebutuhan Kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangkukepentingan untuk menjadi relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan,termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja.Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berfikir,keterampilan social, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasionalmerupakan keniscayaan.e. Menyeluruh dan BerkesinambunganSubstansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajiankeilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secaraberkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.f. Belajar Sepanjang Hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, danpemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulummencerminkan keterkaitan antara unsure-unsur pendidikan formal, nonformal,dan informal dengan memerhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan selaluberkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.g. Seimbang antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah
  7. 7. Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dankepentinga daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, danbernegara. Kepentingan nasional dan kepentinga daerah saling mengisi danmemberdayakan sejalan dengan moto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangkaNegara Kesaatuan Republik Indonesia (NKRI). Disamping itu, dalam mengimplementasikan KTSP juga harusmemerhatikan prinsip-prinsip pelaksanaan, diantaranya sebagai berikut :1) Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia2) Pengembangan posisi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.3) Keragaman potensi dan karekteristik daerah dan lingkungan.4) Tuntutan pengembangan daerah dan nasional5) Tuntutan dunia kerja6) Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni7) Agama8) Dinamika perkembangan global9) Persatuan dan nilai-nilai kebangsaan10) Kondisi social budaya masyarakat setempat11) Kesetaraan gender12) Karekteristik satuan pendidkan.6. Strategi Pengembangan KTSP Terdapat beberapa strategi yang perlu diperhatikan dalam pengembangandan pelaksanaan KTSP, terutama berkaitan dengan sosialisasi KTSP di sekolah,menciptakan suasana yang kondusif, mengembangkan fasilitas dan sumberbelajar, membina disiplin, mmengembangkan kemandirian kepala sekolah,mengubah paradigma (pola pikir) guru serta memberdayakan staf.1. Sosialisasi KTSP di Sekolah Hal pertama yang harus diperhatikan dalam pengembangan dan pelaksanaanKTSP adalah mensosialisasikan KTSP terhadap seluruh warga sekolah, bahkan
  8. 8. terhadap masyarakat dan orang tua peserta didik. Sosialisasi bisa dilakukanlangsung oleh Kepala Sekolah apabila yang bersangkutan sudah mengenal dancukup memahaminya. Namun demikian, jika kepala sekolah belum begitumemahami atau masih belum mantap dengan konsep-konsep KTSP yang akandikembangkan, maka bisa mengundang ahlinya yang ada di masyarakat, baikdari kalangan pemerintah, akademisi maupun dari kalangan penulis ataupengamat pendidikan. Sosialisasi perlu dilakukan secara matang kepada berbagai pihak agar dapatdipahami dan diterapkan secara optimal. Setelah sosialisasi, kemudianmengadakan musyawarah anara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dankomite sekolah untuk mendapatkan persetujuan dan pengesahan dari berbagaipihak dalam rangka menyukseskan KKTSP di sekolah.2. Menciptakan Suasana yang Kondusif Lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan tertib,optimisme dan harapanyang tinggi dari seluruh warga sekolah, kesehatan sekolah serta kegiatan-kegiatan yang terpusat pada peserta didik (student centered activities)merupakan iklim yang dapat membangkitkan nafsu, gairah dan semangatbelajar. Iklim belajar yang kondusif harus ditunjang oleh berbagai faktorpendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses belajar,sebaliknya iklim belajar yang kurang menyenangkan akan menimbulkankejenuhan dan rasa bosan. Karena pengembangan KTSP menggunakan pendekatan kompetensi danberlandaskan aktivitas serta kemampuan berpikir peserta didik makamemerlukan ruangan yang fleksibel,serta mudah disesuaikan dengan kebutuhanpeserta didik. Luas ruangan dengan jumlah peserta didik juga perlu diperhatikanbila dilaksanakan di ruang tertutup,sedang di ruang terbuka perlu diperhatikangangguan-gangguan yang datang dari lingkungan sekitar. Sarana dan mediapembelajaran juga perlu diatur dan ditata sedemikian rupa. Iklim belajar yang kondusif, antara lain dapat dikembangkan melaluiberbagai layanan dan kegiatan sebagai berikut :
  9. 9. a. menyediakan pilihan bagi peserta didik yang lambat maupun cepat dalammelakukan tugas pembelajaran.b. Memberikan pembelajaran remedial bagi para peserta didik yang kurangberprestasic. Mengembankan organisasi kelas yang efektif, menarik, nyaman dan amanbagi perkembangan potensi seluruh peserta didik secara optimal.d. Menciptakan kerjasama saling menghargai, baik antarpeserta didik maupunantara peserta didik dengan guru dan pengelola pembelajaran lain.e. Melibatkan peserta didik dalam proses perencanaan belajar dan pembelajaranf. Mengembangkan proses pembelajaran sebagai tanggung jawab bersama antarapeserta didik dan gurug. Mengembangkan sistem evaluasi belajar dan pembelajaran yang menekankanpada evaluasi diri sendiri.3. Menyiapkan sumber Belajar Sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam KTSP disekolah antara lainlaboratorium, pusat sumber belajar dan perpustakaan serta tenaga pengelolayang profesional. Sumber belajar tersebut perlu didayagunakan seoptimalmungkin, dipelihara dan disimpan dengan sebaik-baiknya. Selain itu,kreatitifitasguru dan peserta didik perlu senantiasa ditingkatkan. Dalam pengembangan sumber belajar, guru disamping harus mampumembuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatifmendayagunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar yang lebihkongkrit. Untuk kepentingan tersebut, perlu senantiasa diupayakan peningkatanpengetahuan guru dan didorong terus untuk menjadi guru yang kreatif danprofesional dalam pengadaan serta pendayagunaan fasilitas dan sumber belajarsecara luas untuk mengembangkan kemampuan peserta didik secara optimal.4. Membina Disiplin Membina disiplin bertujuan untuk membantu peserta didik menemukan diri,mengatasi dan mencegah timbulnya problem-problem disiplin serta berusahamenciptakan situasi yang menyenangkan bagi kegiatan pembelajaran sehinggamereka mentaati segala peraturan yang ditetapkan.
  10. 10. Dalam pengembangan KTSP, guru harus mampu membina disiplin pesertadidik, terutama disiplin diri (self-discipline). Guru harus mampu membantupeserta didik mengembangkan pola prilakunya, meningkatkan standarpeilakunya dan melaksanakan aturan sebagai alat untuk menegakkan disiplin.Pembinaan disiplin perlu dimulai dengan prinsip yang sesuai dengan tujuanpendidikan nasional, yakni sikap demokratis sehhingga aturan disiplin perluberpedoman pada hal tersebut yakni dari, oleh dan untuk peserta didik.Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan dalam membina disiplindisekolah, sebagai berikut :a. konsep diri (self-concept); strategi ini menekankan bahwa konsep-konsep dirimasing-masing individu merupakan faktor penting dari setiap perilaku.b. Keterampilan berkomunikasi (communication skills); guru harus memilikikemampuan komunikasi yang efektif agar mampu menerima semua perasaandan mendorong timbulnya kepatuhan peserta didik.c. Konsekuensi-konsekuensi logis dan alami (natural and logical consequences);perilaku-perilaku yang salah terjadi karena peserta didik telah mengembangkankepercayaan yang salah terhadap dirinya. Untuk itu,guru disarankanmenunjukkan secara tepat tujuan perilaku yang salah sehingga membantupeserta didik dalam mengatasi perilakunya.d. Klarifikasi nilai (values clarification) ; srtategi ini dilakukan untuk membantupeserta didik dalam menjawab pertanyaannya sendiri tentang nilai-nilai danmembentuk sistem nilainya sendirie. Analisis transaksional (transactional analysis); disarankan agar guru belajarsebagai orang dewasa terutama apabila berhadapan dengan peserta didik yangmenghadapi masalah.f. Terapi realitas (reality therapy); sekolah harus berupaya mengurangikegagalan dan meningkatkan keterlibatan.g. Disiplin yang terintegrasi (assertive discipline); metode ini menekankanpengendalian penuh oleh guru untuk mengembangkan dan mempertahankanperaturan.5. Mengembangkan Kemandirian Kepala Sekolah
  11. 11. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif harus memiliki sikap mandiri,terutama dalam mengkoordinasikan, menggerakkan dan menselaraskan semuasumber daya pendidikan yang tersedia. Kemandirian dan profesionalisme kepalasekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapatmewujudkan visi dan misi, tujuan serta sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Oleh karena itu,dalam pengembangan KTSP ddiperlukan kepala sekolah yang mandiri, danprofesional dengan kemampuan manajemen serta kepemimpinan yang tangguhagar mampu mengambil keputusan dan prakarsa untuk meningkatkan mutusekolah. Kemandirian kepala sekolah diperlukan,terutama untuk memobilisasi sumberdaya sekolah dalam kaitannya dengan KTSP, pengembangan silabus,pembelajaran pengelolaan ketenagaan, sarrana dan sumber belajar, keuanganpelayanan peserta didik,hubungan sekolah dengan masyarakat dan penciptaaniklim sekolah.7. Membangun Karakter Guru Guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap proses danhasil belajar,bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalambelajar. Demikian halnya dengan pengembangan KTSP yang menuntut aktifitasdan kreativitas guru dalam membentuk kompetensi pribadi peserta didik. Olehkarena it, pembelajaran harus sebanyak mungkin melibatkan peserta didik, agarmereka mampu bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggalipotensi dan kebenaran secara ilmiah. Dalam kerangka inilah perlunyamembangun guru, agar mereka mampu menjadi fasilitator, dan mitra belajarbagi peserta didiknya. Sehubungan dengan pengembangan KTSP, guru perlumemperhatikan perbedaan individual peseerta didik, sehingga dalampembelajaran harus berusaha untuk melakukan hal-hal sebagaia berikut:a. Mengurangi metode ceramahb. Memberikan tugas yang berbeda bagi setiap peserta didik
  12. 12. c. Mengelompokkan peserta didik berdasarkan kemampuannya, serta disesuaikan dengan mata pelajarand. Memodifikasi dan memperkaya bahan pembelajaran.e. Menghubungi spesialis, bila ada peserta didik yang mempunyai kelainanf. Menggunakan prosedur yang bervariasi dalam membuat penilaian dan laporang. Memahami bahwa peserta didik tidak berkembang dalam kecepatan yang samah. Mengembangkan situasi belajar yang memungkinkan setiap anak bekerja dengan kemampuan masing-masing pada setiap pelajarani. Mengusahakan keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan pembelajaran Agar KTSP dapat dikembangkan secara efektif, serta dapat meningkatkankualitas pembelajaran, guru perlu memiliki hal-hal berikut :a) Menguasai dan memahami kompetensi dasar dan hubungannya dengan kompetensi lain dengan baikb) Menyukai apa yang diajarkannya dan menyukai mengajar sebagai suatu profesic) Memahami peserta didik, pengalaman, kemampuan dan prestasid) Menggunakan metoda yang bervariasi dalam mengajar dan membentuk kompetensi peserta didike) Mengeliminasi bahan-bahan yang kurang penting dan kurang berarti dalam kaitannya dengan pembentukan kompetensif) Mengikuti perkembangan pengetahuan mutakhirg) Menyiapkan proses pembelajaranh) Mendorong peserta didik untuk memperoleh hasil yang lebih baiki) Menghubungkan pengalaman yang lalu dengan kompetensi yang akan dikembangkan .
  13. 13. Dalam rangka mengembangkan KTSP dan mengembangkan karakter guruyang siap menjadi fasilitator pembe;lajaran sebagaimana diuraikan diatas,hendaknya diadakan musyawarah antara kepala sekolah, guru dan tenagakependidikan,pengawas sekolah dan komite sekolah untuk membina karakterguru.8. Memberdayakan Staf Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilankepala sekolah dalam memberdayakan staf yang tersedia. Dalam hal ini,peningkatan produktivitas dan prestasi kerja dapat dilakukan denganmeningkatkan perilaku staf di sekolah melalui aplikasi berbagai konsep danteknik manajemen personalia modern. Manajemen staf disekolah harus ditujukan untuk memberdayakan stafsecara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalamkondisi yang menyenangkan. Sehubungan dengan itu, fungsi manajemen staf disekolah adalah menarik,mengembangkan, menggaji dan memotivasi staf gunamencapai tujuan pendidikan secara optimal,membantu staf mencapai posisi danstandar perilaku, memaksimalkan perkembangan karier serta menyelaraskantujuan individu,kelompok dan lembaga. Dalam rangka menyukseskanimplementasi KTSP secara utuh dan menyeluruh,hendaknya setiap sekolahmampu mengembangkan berbagai potensi peserta didik secara optimal, terutamadalam kaitannya dengan pengembangan akhlak dan moral peserta didik.D. Acuan Operasional Penyusunan KTSP Acuan operasional penyusunan KTSP sedikitnya mencakup 12 poin, yakni :1) Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukankepribadian peserta didik secara utuh.2) Peningkatan potensi, kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkatperkembangan dan kemampuan peserta didik.3) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan.
  14. 14. 4) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.5) Tuntutan dunia kerja6) Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan seni.7) Agama8) Dinamika perkembangan global9) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan10) Kondisi sosial budaya masyarakat setempat11) Kesetaraan jender12) Karakteristik satuan pendidikan. Aspek-aspek diatas harus dijadikan acuan oleh para pengembang kurikulumdalam pendidikan di sekolah masing-masing. Meskipun demikian, parapengembang kurikulum tidak harus terpaku pada acuan operasional diatas, tetapimereka bisa mengembangkan dan menyesuaikan acuan tersebut dengan situasidan kondisi daerah, karakteristik dan kemampuan peserta didik serta sarana danprasarana yang tersedia.
  15. 15. BAB III PENUTUPKESIMPULAN Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP pasal 1, Ayat 15), dijelaskanbahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulumoperasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuanpendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan denganmemerhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP memiliki karakteristik yang sesuai dengan perkembangan pendidikanyang bertujuan untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikanmelalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan. KTSPmemberikan kesempatan kepada sekolah untuk berpartisipasi aktif dalampengembangan kurikulum. KTSP memiliki landasan yang kuat dan memilikiprinsip-prinsip dan strategi pengembangannya.SARAN Diharapkan kepada pembaca agar dapat memahami tentang Kurikulum yangdigunakan pada sistem pendidikan sekarang ini.

×