KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
   DALAM PARADIGMA BARU
    PENGARANG : AKHMAD SUDRAJAT, M.Pd.
      PENERBIT : PARAMITRA PUBLISHING




      SRI WIDAYATI (2012032100)
            FKIP PE 2-D
BAB I

KONSEP DASAR
KURIKULUM
PANDANGAN TRADISIONAL,
                                        KLASIK, MODERN
                  PENGERTIAN
                  KURIKULUM
                                      UU No. 20 Tahun 2003



                 KEDUDUKAN
               KURIKULUM DALAM
                  PENDIDIKAN              BAGI GURU




                                        BAGI SEKOLAH

               FUNGSI KURIKULUM
KONSEP DASAR
 KURIKULUM                                BAGI SISWA




                                       BAGI MASYARAKAT




                                                             KURIKULU SUBJECT
                                      PENDIDIKAN KLASIK           MATTER


               HUB. KURIKULUM DAN                               KURIKULUM
                TEORI PENDIDIKAN      PENDIDIKAN PRIBADI
                                                                HUMANISTIK


                                                                KURIKULUM
                                     TEKNOLOGI PENDIDIKAN
                                                                TEKNOLOGI

                  ORGANISASI
                  KURIKULUM
                                                                KURIKULUM
                                    PENDIDIKAN INTELEKTUAL
                                                             REKONSTRUKSIONAL
   Pengerian Kurikulum
    o Menurut pandangan tradisional ialah rencana pelajaran di sekolah.
    o Menurut pandangan klasik, kurikulum tampak sebagai sesuatu yang statis, hanya berbentuk dokumen untuk
      dijadikan sebagai pedoman dalam proses pendidikan.
    o Menurut pandangan mutakhir, kurikulum tidak hanya sekedar dokumen statis tetapi merupakan segala sesuatu
      yang nyata dialami siswa.
    o Menurut UU No.20 Tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
      dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk
      mencapai tujuan pendidikan tertentu.
   Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan
    Kurikulum merupakan komponen utama dalam sistem pendidikan yang di laksanakan oleh guru bersama siswa
    untuk mencapai tujuan pendidikan. Guru mejadi tokoh kunci dalam pelaksanaan dan pengembangan kurikulum.
   Fungsi Kurikulum
    1. Bagi guru (tataran operasional)
    2. Bagi sekolah (tataran manajerial)
    3. Bagi masyarakat
    4. Bagi siswa sebagai subjek pendidikan

   Hubungan Kurikulum dengan teori pendidikan
    Nana S. Sukamadinata mengemukakan empat jenis hubungan kurikulum dengan teori pendidikan yaitu:
    1. Pendidikan Klasik, melahirkan kurikulum model subject matter
    2. Pendidikan pribadi, melahirkan kurikulum model humanistik
    3. Teknologi Pendidikan, melahirkan kurikulum model teknologi
    4. Pendidikan Interaksional, melahirkan kurikulum model rekonstruksi sosial

   Organisasi Kurikulum
    ialah struktur program kurikulum berupa kerangka umum program-program pengajaran yang diberikan kepada
BAB II

LANDASAN DAN PRINSIP
PENGEMBANGAN
KURIKULUM
LANDASAN
                                         FILOSOFIS


                                         LANDASAN
                                         SIKOLOGIS
                       LANDASAN
                     PENGEMBANGAN
                       KURIKULUM
                                         LANDASAN
                                        SOSIOLOGIS



                                       LANDASAN IPTEK
LANDASAN & PRINSIP
  PENGEMBANGAN                                           RELEVANSI
    KURIKULUM


                                                        FLEKSIBILITAS



                     PRINSIP-PRINSIP   MENURUT ASEP
                     PENGEMBANGAN         HERRY         KONTINUITAS
                       KURIKULUM       HERNAWAN,DKK



                                                          EFISIENSI




                                                        EFEKTIFITAS
   Landasan Pengembangan kurikulum
    Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, di
    dalamnya mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
    Pengembangan kurikulum menunjukan adanya perubahan dan
    kemajuan.
    Empat faktor yang melandasi kurikulum, yaitu
    1.Landasan filosofis
    2.Landasan psikologis
    3.Landasan sosiologis
    4.Landasan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

   Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
    Prinsip-prinsip yang akan di gunakan dalam kegiatan pengembangan
    kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang
    akan menjiwai suatu kurikulum, yang bersumber dari landasan dan teori
    kurikulum.
    Asep herry Hernawan mengemukakan lima prinsip umum dalam
    pengembangan kurikulum, yaitu :
    1.Prinsip relevansi
    2.Prinsip fleksibilitas
    3.Prinsip kontinuitas
    4.Prinsip efisiensi
BAB III

KOMPONEN-KOMPONEN
KURIKULUM
Evaluasi   Tujuan


    KOMPONEN
    KURIKULUM


Metode     Materi
   Komponen Tujuan
    Tujuan pendidikan nasional di jabarkan ke dalam:
     1.Tujuan institusional yaitu, tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari
       setiap jenis maupun jenjang pendidikan.
     2.Tujuan Kurikuler yaitu, tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap
       mata pelajaran.
     3.Tujuan Pembelajaran merupakan, tujuan pendidikan yang lebih
       operasional, yang hendak dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.
   Komponen Materi
    Materi pembelajaran atau bahan ajar merupakan salah satu komponen
    sistem pembelajaran yang memegang peranan penting dalam membantu
    siswa mencapai tujuan pembelajaran.
   Komponen Metode
    Metode dan teknik pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat
    penyajian (ekspositorik) secara massal, seperti ceramah atau seminar.
    Selain itu, materi pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual. Siswa
    secara aktif menentukan materi dan tujuan belajarnya sesuai dengan minat
    dan kebutuhannya,sekaligus menentukan bagaimana cara-cara yang
    paling sesuia untuk memperolehmateri dan mencapai tujuan belajarnya.
   Komponen evaluasi
    Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitas, seperti
    tes standar, tes prestasi belajar, tes diagnostik. Sedangkan instrumen
    untuk mengevaluasi dimensi kualitas dapat digunakan studi dokumenter,
    observasi, interview, catatan anekdot.
BAB IV

BELAJAR KONSEP
DAN TEORI
BELAJAR
                  KONSEP & TEORI

                                                HAKEKAT    PILAR
  TEORI-TEORI POKOK BELAJAR                     BELAJAR   BELAJAR




TEORI BELAJAR   TEORI BELAJAR   TEORI BELAJAR
BEHAVIORISME     KOGNITIVISME      GESTALT
 Hakekat Belajar
  Kata kunci dari belajar adalah perubahan prilaku sebagai hasil belajar atau prestasi belajar. Hasil
  belajar dapat diartikan sebagai perubahan perilaku atau kemampuan seseorang yang diperoleh
  setelah dia mengikuti proses pembelajaran.
 Pilar Belajar
  unesco (Nana syaodih sukmadinata) merumuskan empat pilar belajar yaitu, belajar mengetahui
  (learning to know), belajar berkarya (leraning to do), belajar hidup bersama (learning to live
  together), dan belajar berkembang secara utuh (leraning to be).
 Teori-teori Pokok Belajar
  Ada tiga jenis teori pokok belajar, yaitu:
   1. Teori Belajar Behaviorisme
   2. Teori Belajar kognitivisme menurut Piaget
  Perkembangan kognitif individu meliputi empat tahapan, sebagai berikut: Tahap sensori-motor
  (0-2), tahap praoperasional (2-7), Tahap konkrit-operasional (7-11), tahap formal-operasional (11-
  dewasa).
   3. Teori Belajar Gestalt
    Menurut Koffka dan Kohler, ada enam prinsip organisasi yang terpenting yaitu:
  1. Hubungan bentuk dan latar (figure and ground relationship)
  2. Kedekatan (proximity)
  3. Kesamaan (similiarty)
  4. Arah Bersama (common direction)
  5. Kesederhanaan (simplicity)
  6. Ketertutupan (closure)
   Dalam konteks pembelajaran paradima baru, teori belajar yang dianjurkan untuk digunakan
  adalah teori belajar kognitivisme dan teori belajar gestalt. Kedua teori ini berorientasi pada
  pengembangan yang humanistik, bukan pembentukan yang mekanistik sebagaimana banyak
  dikembangkan oleh kalangan behavioristik. Kendati demikian, dalam hal-hal tertentu, beberapa
  prinsip dari pemikiran behaviorisme masih bisa digunakan.
BAB V

PEMBELAJARAN
KONSEP DASAR & RAGAM
PENGERTIAN
                                PEMBELAJARAN


                 KONSEP DASAR   PRINSIP - PRINSIP
                 PEMBELAJARAN   PEMBELAJARAN


                                  KOMPONEN
                                PEMBELAJARAN

                                                     PEMBELAJARAN
                                                    KONSTRUKTIVISME
 PEMBELAJARAN
KONSEP DASAR &
    RAGAM                                            PEMBELAJARAN
                                                      KONTEKSTUAL


                                                     PEMBELAJARAN
                                                         AKTIF


                    RAGAM                            PEMBELAJARAN
                 PEMBELAJARAN                         KOOPERATIF


                                                     PEMBELAJARAN
                                                        TUNTAS


                                                     PEMBELAJARAN
                                                       REMEDIAL


                                                     PEMBELAJARAN
                                                       PENGAYAAN
   Konsep dasar pembelajaran
    Pengertian pembelajaran
    Perubahan penggunaan istilah pengajaran menjadi pembelajaran hendaknya tidak dimaknai sebatas istilah
    belaka, karena didalamnya terkandung makna dan implikasi yang luas dan mendasar terhadap hakikat ,
    tujuan dan proses pembelajaran.
    Komponen-komponen pembelajaran
    Ada beberapa komponen yang perlu diketahui, yaitu:
    ◦ raw input(siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran, beserta karakteristik yang dimilikinya,
    ◦ instrumental input(sarana dan prasarana yang terkait dengan proses pembelajaran),
    ◦ environmental input(merujuk pada situasi dan keberadaan lingkungan, baik fisik, sosial maupun budaya
      dimana kegiatan pemmbelajaran dilaksanakan),
    ◦ expected output(merujuk pada rumusan normative yang harus menjadi milik siswa setelah melaksanakan
      proses pembelajaran).
   Ragam pembelajaran
     Pembelajaran konstruktivisme,yaitu sebuah konsep pembelajaran yang memandang bahwa pengetahuan
      tidak dapat dipindahkan begitu saja dari pikiran guru ke siswa.
     Pembelajaran konstekstual,yaitu konsep pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi
      yang diajarkan dengan situasi dunia nyata.
     Pembelajaran aktif,yaitu segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif
      dalam proses pembelajaran itu sendiri dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru.
     Pembelajaran kooperatif,yaitu salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivisme.
     Pembelajaran tuntas,yaitu berasumsi bahwa didalam kondisi yang tepat semua siswa mampu belajar
      dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari.
     Pembelajaran remedial,yaitu konsekuensi dari penerapan belajar tuntas.
     Pembelajaran pengayaan,yaitu pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memeberikan kesempatan
      pembelajaran baru bagi siswa yang telah melampaui persyaratan minimal yang ditentukan.
BAB VI

PERAN DAN KOMPETENSI
GURU
PERAN


                            MANAGER


                            FASILITATO
                                R


                            MOTIVATOR
                 GURU
KETERAMPILA                 PEMBIMBIN
     N                         G




              PEDAGOGIK



              KEPRIBADIAN
 KOMPETENSI

                SOSIAL


              PROFESIONAL
   Peran Guru dalam pembelajaran
     Peran Guru sebagai manajer Pembelajaran, didalamnya mencakup kegiatan perencanaan,pelaksanaan,dan
      penilaian pembelajaran.
     Peran Guru sebagai Fasilator, berkenaan dengan peran guru pada saat melaksanakan interaksi belajar
      mengajar.
     Peran Guru sebagai Motivator, pergeseran makna pembelajaran dari pembelajaran yang berorientasi kepada
      guru ke pembelajarkepada siswa,maka peran guru dalam proses pembelajaran mengalami pergeseran yaitu
      penguatan peran guru sebagai motivator.
     Peran Guru sebagai Pembimbing, peran guru dalam upaya membantu siswa agar dapat mengembangkan
      segenap potensi yang dimilikinya melalui hubungan interpersonal yang akrab dan saling percaya.
   Kompetensi Guru
    Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, e jenis kompetensi yang harus dimiliki guru: 1. Kompetensi Pedagogik, 2.
    Kompetensi Kepribadian, 3. Kompetensi Sosial, 4. Kompetensi Profesional
   Keterampilan Dasar Mengajar
     Keterampilan membuka pembelajaran, salah satu kegiatan membuka pembelajaran yaitu, memperhatikan sikap
      dan tempat duduk siswa,memulai pembelajaran setelah siswa siap untuk belajar.
     Keterampilan Memberikan Variasi Stimulus, pembelajaran secara bervariasi, baik melalui penggunaan multi
      metode dan media atau sumber pembelajaran.
     Keterampilan Bertanya, jenis dan bentuk pertanyaan yang dimaksudkan agar siswa belajar
     Keterampilan Memberi Isyarat, secara tepat dalam kondisi pembelajaran tertentu akan lebih efektif
      dibandungkan dengan jenis komunikasi verbal maupun instrumental.
     Keterampilan Memberikan Ilustrasi, guru harus kreatif dan inovatif membuat ilustrasi yang relevan dengan
      materi yang sedang dikaji.
     Keterampilan Berkomunikasi, kegagalan menjalankan komunikasi secara lisan akan menghambat terhadap
      proses dan hasil pembelajaran.
     Keterampilan Menutup Pembelajaran, guru harus memiliki keyakinan bahwa siswa telah memiliki pengalaman
      belajar yang utuh terhadap materi yang dipelajarinya.
     Keterampilan Mengelola Kelas, dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang
BAB VII

PROSES PEMBELAJARAN
PROSES PEMBELAJARAN




      PENDEKATAN          STRATEGI
     PEMBELAJARAN       PEMBELAJARAN



   METODE
PEMBELAJARAN                 MEDIA
                          PEMBELAJARAN


            SUMBER
         PEMBELAJARAN
 Pengertian pendekatan pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan,
  yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada
  siswa, pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada
  guru.
 Strategi Pembelajaran ialah suatu kegiatan yang harus dikerjakan guru
  dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan
  efisien. Contoh strategi pembelajaran inkuiri
 Metode pembelajaran, beberapa metode pembelajaran:
  1. Diskusi (diskusi kelas,diskusi kelompok kecil,simposium,diskusi panel),
  2. Metode Simulasi (sosiodarma,psikodarma,role playing,peer
  teaching,simulasi
      game)
  3. Metode Problem Solving
  4. Metode Kerja Kelompok
  5. Metode Proyek
  6. Metode Karyawisata
  7. Metode Penugasan
  8. Metode Eksperimen.
 Media Pembelajaran, segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan,
  dapat merangsang pikiran,perasaan,dan kemauan siswa sehingga dapat
  mendorong terciptanya proses belajar pada diri siswa.
 Sumber Belajar, semua sumber baik berupa data, orang dan wujud
  tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar baik secara
  terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa
  dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
Komentar
 Kurikulum dan pembelajaran dalam
  paradigma baru lebih berorientasi
  kepada konstruktivisme, dan kini banyak
  sedang dikembangkan oleh banyak
  negara salah satunya negara kita
  Indonesia.
 Dengan perubahan kepada kurikulum
  2013, semoga pendidikan di negara kita
  bisa lebih baik.
TERIMA KASIH

Kurikulum dan Pembelajaran

  • 1.
    KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DALAM PARADIGMA BARU PENGARANG : AKHMAD SUDRAJAT, M.Pd. PENERBIT : PARAMITRA PUBLISHING SRI WIDAYATI (2012032100) FKIP PE 2-D
  • 2.
  • 3.
    PANDANGAN TRADISIONAL, KLASIK, MODERN PENGERTIAN KURIKULUM UU No. 20 Tahun 2003 KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN BAGI GURU BAGI SEKOLAH FUNGSI KURIKULUM KONSEP DASAR KURIKULUM BAGI SISWA BAGI MASYARAKAT KURIKULU SUBJECT PENDIDIKAN KLASIK MATTER HUB. KURIKULUM DAN KURIKULUM TEORI PENDIDIKAN PENDIDIKAN PRIBADI HUMANISTIK KURIKULUM TEKNOLOGI PENDIDIKAN TEKNOLOGI ORGANISASI KURIKULUM KURIKULUM PENDIDIKAN INTELEKTUAL REKONSTRUKSIONAL
  • 4.
    Pengerian Kurikulum o Menurut pandangan tradisional ialah rencana pelajaran di sekolah. o Menurut pandangan klasik, kurikulum tampak sebagai sesuatu yang statis, hanya berbentuk dokumen untuk dijadikan sebagai pedoman dalam proses pendidikan. o Menurut pandangan mutakhir, kurikulum tidak hanya sekedar dokumen statis tetapi merupakan segala sesuatu yang nyata dialami siswa. o Menurut UU No.20 Tahun 2003, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Kurikulum merupakan komponen utama dalam sistem pendidikan yang di laksanakan oleh guru bersama siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Guru mejadi tokoh kunci dalam pelaksanaan dan pengembangan kurikulum.  Fungsi Kurikulum 1. Bagi guru (tataran operasional) 2. Bagi sekolah (tataran manajerial) 3. Bagi masyarakat 4. Bagi siswa sebagai subjek pendidikan  Hubungan Kurikulum dengan teori pendidikan Nana S. Sukamadinata mengemukakan empat jenis hubungan kurikulum dengan teori pendidikan yaitu: 1. Pendidikan Klasik, melahirkan kurikulum model subject matter 2. Pendidikan pribadi, melahirkan kurikulum model humanistik 3. Teknologi Pendidikan, melahirkan kurikulum model teknologi 4. Pendidikan Interaksional, melahirkan kurikulum model rekonstruksi sosial  Organisasi Kurikulum ialah struktur program kurikulum berupa kerangka umum program-program pengajaran yang diberikan kepada
  • 5.
    BAB II LANDASAN DANPRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • 6.
    LANDASAN FILOSOFIS LANDASAN SIKOLOGIS LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM LANDASAN SOSIOLOGIS LANDASAN IPTEK LANDASAN & PRINSIP PENGEMBANGAN RELEVANSI KURIKULUM FLEKSIBILITAS PRINSIP-PRINSIP MENURUT ASEP PENGEMBANGAN HERRY KONTINUITAS KURIKULUM HERNAWAN,DKK EFISIENSI EFEKTIFITAS
  • 7.
    Landasan Pengembangan kurikulum Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, di dalamnya mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengembangan kurikulum menunjukan adanya perubahan dan kemajuan. Empat faktor yang melandasi kurikulum, yaitu 1.Landasan filosofis 2.Landasan psikologis 3.Landasan sosiologis 4.Landasan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)  Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Prinsip-prinsip yang akan di gunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum, yang bersumber dari landasan dan teori kurikulum. Asep herry Hernawan mengemukakan lima prinsip umum dalam pengembangan kurikulum, yaitu : 1.Prinsip relevansi 2.Prinsip fleksibilitas 3.Prinsip kontinuitas 4.Prinsip efisiensi
  • 8.
  • 9.
    Evaluasi Tujuan KOMPONEN KURIKULUM Metode Materi
  • 10.
    Komponen Tujuan Tujuan pendidikan nasional di jabarkan ke dalam: 1.Tujuan institusional yaitu, tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap jenis maupun jenjang pendidikan. 2.Tujuan Kurikuler yaitu, tujuan pendidikan yang ingin dicapai dari setiap mata pelajaran. 3.Tujuan Pembelajaran merupakan, tujuan pendidikan yang lebih operasional, yang hendak dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.  Komponen Materi Materi pembelajaran atau bahan ajar merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran yang memegang peranan penting dalam membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran.  Komponen Metode Metode dan teknik pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat penyajian (ekspositorik) secara massal, seperti ceramah atau seminar. Selain itu, materi pembelajaran cenderung lebih bersifat tekstual. Siswa secara aktif menentukan materi dan tujuan belajarnya sesuai dengan minat dan kebutuhannya,sekaligus menentukan bagaimana cara-cara yang paling sesuia untuk memperolehmateri dan mencapai tujuan belajarnya.  Komponen evaluasi Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitas, seperti tes standar, tes prestasi belajar, tes diagnostik. Sedangkan instrumen untuk mengevaluasi dimensi kualitas dapat digunakan studi dokumenter, observasi, interview, catatan anekdot.
  • 11.
  • 12.
    BELAJAR KONSEP & TEORI HAKEKAT PILAR TEORI-TEORI POKOK BELAJAR BELAJAR BELAJAR TEORI BELAJAR TEORI BELAJAR TEORI BELAJAR BEHAVIORISME KOGNITIVISME GESTALT
  • 13.
     Hakekat Belajar Kata kunci dari belajar adalah perubahan prilaku sebagai hasil belajar atau prestasi belajar. Hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan perilaku atau kemampuan seseorang yang diperoleh setelah dia mengikuti proses pembelajaran.  Pilar Belajar unesco (Nana syaodih sukmadinata) merumuskan empat pilar belajar yaitu, belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (leraning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar berkembang secara utuh (leraning to be).  Teori-teori Pokok Belajar Ada tiga jenis teori pokok belajar, yaitu: 1. Teori Belajar Behaviorisme 2. Teori Belajar kognitivisme menurut Piaget Perkembangan kognitif individu meliputi empat tahapan, sebagai berikut: Tahap sensori-motor (0-2), tahap praoperasional (2-7), Tahap konkrit-operasional (7-11), tahap formal-operasional (11- dewasa). 3. Teori Belajar Gestalt Menurut Koffka dan Kohler, ada enam prinsip organisasi yang terpenting yaitu: 1. Hubungan bentuk dan latar (figure and ground relationship) 2. Kedekatan (proximity) 3. Kesamaan (similiarty) 4. Arah Bersama (common direction) 5. Kesederhanaan (simplicity) 6. Ketertutupan (closure) Dalam konteks pembelajaran paradima baru, teori belajar yang dianjurkan untuk digunakan adalah teori belajar kognitivisme dan teori belajar gestalt. Kedua teori ini berorientasi pada pengembangan yang humanistik, bukan pembentukan yang mekanistik sebagaimana banyak dikembangkan oleh kalangan behavioristik. Kendati demikian, dalam hal-hal tertentu, beberapa prinsip dari pemikiran behaviorisme masih bisa digunakan.
  • 14.
  • 15.
    PENGERTIAN PEMBELAJARAN KONSEP DASAR PRINSIP - PRINSIP PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN KOMPONEN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME PEMBELAJARAN KONSEP DASAR & RAGAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PEMBELAJARAN AKTIF RAGAM PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF PEMBELAJARAN TUNTAS PEMBELAJARAN REMEDIAL PEMBELAJARAN PENGAYAAN
  • 16.
    Konsep dasar pembelajaran Pengertian pembelajaran Perubahan penggunaan istilah pengajaran menjadi pembelajaran hendaknya tidak dimaknai sebatas istilah belaka, karena didalamnya terkandung makna dan implikasi yang luas dan mendasar terhadap hakikat , tujuan dan proses pembelajaran. Komponen-komponen pembelajaran Ada beberapa komponen yang perlu diketahui, yaitu: ◦ raw input(siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran, beserta karakteristik yang dimilikinya, ◦ instrumental input(sarana dan prasarana yang terkait dengan proses pembelajaran), ◦ environmental input(merujuk pada situasi dan keberadaan lingkungan, baik fisik, sosial maupun budaya dimana kegiatan pemmbelajaran dilaksanakan), ◦ expected output(merujuk pada rumusan normative yang harus menjadi milik siswa setelah melaksanakan proses pembelajaran).  Ragam pembelajaran  Pembelajaran konstruktivisme,yaitu sebuah konsep pembelajaran yang memandang bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari pikiran guru ke siswa.  Pembelajaran konstekstual,yaitu konsep pembelajaran yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata.  Pembelajaran aktif,yaitu segala bentuk pembelajaran yang memungkinkan siswa berperan secara aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru.  Pembelajaran kooperatif,yaitu salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivisme.  Pembelajaran tuntas,yaitu berasumsi bahwa didalam kondisi yang tepat semua siswa mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari.  Pembelajaran remedial,yaitu konsekuensi dari penerapan belajar tuntas.  Pembelajaran pengayaan,yaitu pembelajaran tambahan dengan tujuan untuk memeberikan kesempatan pembelajaran baru bagi siswa yang telah melampaui persyaratan minimal yang ditentukan.
  • 17.
    BAB VI PERAN DANKOMPETENSI GURU
  • 18.
    PERAN MANAGER FASILITATO R MOTIVATOR GURU KETERAMPILA PEMBIMBIN N G PEDAGOGIK KEPRIBADIAN KOMPETENSI SOSIAL PROFESIONAL
  • 19.
    Peran Guru dalam pembelajaran  Peran Guru sebagai manajer Pembelajaran, didalamnya mencakup kegiatan perencanaan,pelaksanaan,dan penilaian pembelajaran.  Peran Guru sebagai Fasilator, berkenaan dengan peran guru pada saat melaksanakan interaksi belajar mengajar.  Peran Guru sebagai Motivator, pergeseran makna pembelajaran dari pembelajaran yang berorientasi kepada guru ke pembelajarkepada siswa,maka peran guru dalam proses pembelajaran mengalami pergeseran yaitu penguatan peran guru sebagai motivator.  Peran Guru sebagai Pembimbing, peran guru dalam upaya membantu siswa agar dapat mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya melalui hubungan interpersonal yang akrab dan saling percaya.  Kompetensi Guru Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005, e jenis kompetensi yang harus dimiliki guru: 1. Kompetensi Pedagogik, 2. Kompetensi Kepribadian, 3. Kompetensi Sosial, 4. Kompetensi Profesional  Keterampilan Dasar Mengajar  Keterampilan membuka pembelajaran, salah satu kegiatan membuka pembelajaran yaitu, memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa,memulai pembelajaran setelah siswa siap untuk belajar.  Keterampilan Memberikan Variasi Stimulus, pembelajaran secara bervariasi, baik melalui penggunaan multi metode dan media atau sumber pembelajaran.  Keterampilan Bertanya, jenis dan bentuk pertanyaan yang dimaksudkan agar siswa belajar  Keterampilan Memberi Isyarat, secara tepat dalam kondisi pembelajaran tertentu akan lebih efektif dibandungkan dengan jenis komunikasi verbal maupun instrumental.  Keterampilan Memberikan Ilustrasi, guru harus kreatif dan inovatif membuat ilustrasi yang relevan dengan materi yang sedang dikaji.  Keterampilan Berkomunikasi, kegagalan menjalankan komunikasi secara lisan akan menghambat terhadap proses dan hasil pembelajaran.  Keterampilan Menutup Pembelajaran, guru harus memiliki keyakinan bahwa siswa telah memiliki pengalaman belajar yang utuh terhadap materi yang dipelajarinya.  Keterampilan Mengelola Kelas, dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang
  • 20.
  • 21.
    PROSES PEMBELAJARAN PENDEKATAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN METODE PEMBELAJARAN MEDIA PEMBELAJARAN SUMBER PEMBELAJARAN
  • 22.
     Pengertian pendekatanpembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa, pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru.  Strategi Pembelajaran ialah suatu kegiatan yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Contoh strategi pembelajaran inkuiri  Metode pembelajaran, beberapa metode pembelajaran: 1. Diskusi (diskusi kelas,diskusi kelompok kecil,simposium,diskusi panel), 2. Metode Simulasi (sosiodarma,psikodarma,role playing,peer teaching,simulasi game) 3. Metode Problem Solving 4. Metode Kerja Kelompok 5. Metode Proyek 6. Metode Karyawisata 7. Metode Penugasan 8. Metode Eksperimen.  Media Pembelajaran, segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran,perasaan,dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri siswa.  Sumber Belajar, semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.
  • 23.
    Komentar  Kurikulum danpembelajaran dalam paradigma baru lebih berorientasi kepada konstruktivisme, dan kini banyak sedang dikembangkan oleh banyak negara salah satunya negara kita Indonesia.  Dengan perubahan kepada kurikulum 2013, semoga pendidikan di negara kita bisa lebih baik.
  • 24.