Alkohol dan fenol

1,290 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,290
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
100
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Alkohol dan fenol

  1. 1. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 Alkohol dan Fenol Tanggal Percobaan : Rabu, 19 Oktober 2011 Disusun Oleh : Kelompok 7 Siti Aminah 1110016200021 Qotrun Nada 111001620027 Acelya Kencana. P 111001620031 Lely Damayanti 1110016200047 Agia Ghalby 1110016200049 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011
  2. 2. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1A. Judul Percobaan : Alkohol dan FenolB. Tanggal Percobaan : Rabu, 19 Oktober 2011C. Tujuan Percobaan :1.Mengidentifikasi sampel yang tidak diketahui berdasarkan uji lucas, uji asam kromat, uji kelarutan, dan keasaman. 2. Mempelajari sifat-sifat fisik alkohol primer, sekunder, dan tersierD. Landasan Teori Dalam percobaan ini, praktikan akan mempelajari sifat fisik alkoholprimer, sekunder, daan tersier berdasarkan uji lucas, uji asam kromat, ujikelarutan dan uji keasaman. Alkohol merupakan suatu senyawa yangmengandung gugus hidroksil R-OH. Fenol juga mengandung gugus hidroksiltetapi gugus fungsi ini melekat langsung pada cincin aromatik (FessendenRJ:1986). Alkohol adalah isomer fungsional yaitu mempunyai rumus moolekulsama tetapi gugus fungsionalnya berbeda. Alkohol merupakan senyawa yang penting dalam kehidupan sehari-harikarena dapat digunakan sebagai zat pembunuh kuman, bahan bakar, maupunpelarut. Alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen antar molekul-molekulnyamaupun dengan air. Hal ini dapat mengakibatkan titik didih maupun kelarutanalkohol dalam air cukup tinggi. Selain dipengaruhi oleh ikatan hidrogen,kelarutan alkohol juga dipengaruhi oleh panjang pendeknya gugus alkil,banyaknya cabang, dan banyaknya gugus hidroksil yang terikat pada atomkarbon. Seperti air, alkohol adalah asam atau basa sangat lemah. Pada larutanencer dalam air, alkohol mempunyai Pka yang kira-kira sama dengan Pka air.
  3. 3. Namun dalam keadaan murni, keasaman alkohol jauh lebih lemah daripada air.Hal ini desebabkan karena alkohol mempunyai tetapan elektrik yang rendah,sedangkan fenol meruapakan asam yang jauh lebih kuat daripada alkohol lain.Hal ini disebabkan karena cincin yang diresonansi dengan muatan negatif yangdisebar (delokalisasi) oleh cincin aromatik (Suminar, 1990). Menurut tempatterikatnya gugus –OH, alkohol dapat dibagi :1. alkohol primer, yaitu alkohol yang mengikat gugus –OH pada atom C primer2. Alkohol Sekunder, yaitu alkohol mengikat gugus –OH pada atom C sekunder3. Alkohol Tersier, yaitu alkohol mengikat gugus –OH pada atom C tersier. Reaksi-reaksi yang terjadi dalam alkohol :1. Reaksi Subtitusi : reaksi ini dapat terjadi dalam larutan asam, sedangkandalam keadaan netral tidak.2. reaksi Eliminasi : reaksi ini menghasilkan alkena karena melepaskan air makareaksi ini disebut reaksi dehidrasi. Kondisi yang diharapkan adalah asamsehingga hanya menggunakan Asam kuat seperti H2SO43. Reaksi Oksidasi : reaksi ini digunakan untuk membedakan alkohol primer,sekunder, dan tersier. Sifat-sifat fisika dari alkohol: titk didih alkohol lebih tinggi dibandingkandengan titik didih alkana yang mempunyai atom C yang sama. Hal ini karenadalam keadaan cair molekul-molekul alkohol terasosiasi dan biasanyamembentuk jembatan, alkohol BD nya lebih tinggi daripada alkana tetapi lebihrendah daripada air. (Marappung : 2002) Sifat-sifat fenol diantaranya: fenol merupakan asam yang lebih kuatdaripada alkohol dan air. Fenol mempunyai Pka=10 dengan kekuatan asam kira-kira ditengah antara etanol dan asam asetat. Ion fenoksida merupaka basa yang
  4. 4. lebih lemah dibandingkan OH, oleh karena itu fenoksida dapat diolah dengansuatu fenol dan NaOH dalam air. Reaktifitas ini sangat berbeda denganreaktifitas alkohol. Fenol bersifat lebih asam dibandingkan alkohol karenaanion yang dihasilkan oleh resonansi, dengan muatannya yang negatif disebaroleh cincin aromatik (Fessenden, R.J:1986). Sifat-sifat fisika dari fenol yanglain :  mempunyai sifat asam (atom H dapat diganti tidak hanya dengan logam, seperti alkohol, tetapi juga dengan basa yang dapat diuraikan dengan asam karboksilat),  mudah teroksidasi juga oleh O2,  memberikan zat-zat warna,  meruduksi larutan fehling dan Ag beramoniak,  memberi reaksi-reaksi berwarna dengan FeCl3,  mempunyai sifat antiseptik, beracun, mengikis,  Ka= 1x10-10 (Riawan: 1990) Alkohol primer juga dioksidasi akan menghasilkan senyawa aldehidnyadan jika dioksidasi selanjutnya akan menghasilkan senyawa asam karboksilat.Alkohol sekunder jika dioksidasi akan menghasilkan senyawa alkanonsedangkan alkohol tersier tidak dapat dioksidasi.  Alkohol Primer : R-CH2-OH  Alkohol Sekunder : R2-CH-OH  Alkohol Tersier : R3-C-OH R adalah alkil
  5. 5. Kelarutan alkohol dalam air yang dipengaruhi oleh jumlah atom C,memenuhi syarat :  Jika alkohol yang mempunyai jumlah atom C 1-3 akan larut sempurna dalam air  Jika alkohol yang mempunyai jumlah atom C 4-5 akan sedikit larut dalam air  Jika alkohol yang mempunyai jumlah atom C > 6 akan tidak larut dalam air.
  6. 6. E. Alat dan Bahan Alat  Tabung reaksi, 6 buah  Rak tabung reaksi, 1 buah  Gelas ukur 5 ml, 1 buah  Pipet tetes, 4 buah  Panangas air, 1 buah Bahan  Air suling  n-heksana  Asam kromat  Aseton  Sampel 1,2,3,dan 4
  7. 7. F. Langkah KerjaPenjelasan Langkah Kerja Pengamatan Tes Lucas  Menambahkan lima tetes sampel pada keempat tabung reaksi dengan sampel yang berbeda Tabung 1: sampel 1  Kondisi awal sampel 1,2,3,dan 4 : Tabung 2: sampel 2 cairan tidak berwarna Tabung 3: sampel 3 Tabung 4: sampel 4  Perlakuan yang sama pada  Perubahan yang terjadi pada sampel sampel 1,2,dan 3, yaitu : setelah ditambahkan lucas : 1. menambahkan 2 ml lucas Sampel 1 : transparan dan tidak 2. mengocok terdapat lapisan 3. mendiamkan Sampel 2 : transparan dan tidak 4. memanaskan selama 5 menit terdapat lapisan 5. mendiamkan selama 5 menit Sampel 3 : transparan dan tidak Sedangkan untuk sampel 4 tidak terdapat lapisan melakukan proses pemansan. Sampel 4 : terdapat lapisan bagian atas berupa larutan yang transparan dan bagian bawah berupa lapisan minyak berwarna kuning  Perubahan yang terjadi pada sampel setelah dipanaskan : Sampel 1 : terdapat lapisan Sampel 2 : terdapat lapisan Sampel 3: tidak terdapat lapisan  Sampel yang tergolong alkohol
  8. 8. primer : sampel 3  Sampel yang tergolong alkohol sekunder : sampel 1 dansampel 2  Sampel yang tergolong alkohol tersier : sampel 4 Tes Asam Kromat  Menambahkan lima tetes sampel pada keempat tabung reaksi dengan sampel yang berbeda  Kondisi awal sampel 1,2,3,dan 4 : Tabung 1: sampel 1 cairan tidak berwarna Tabung 2: sampel 2 Tabung 3: sampel 3 Tabung 4: sampel 4  Perlakuan yang sama pada  Perubahan yang terjadi pada sampel sampel 1,2,3,dan 4, yaitu : setelah ditambahkan 5 tetes aseton : 1. menambahkan 5 tetes aseton Sampel 1 : tidak berwarna 2. menambahkan 5 tetes asam Sampel 2 : tidak berwarna kromat Sampel 3 : tidak berwarna 3. mengocok Sampel 4 : larutan keruh seperti 4. mendiamkan putih susu 5. memanaskan selama 5 menit  Perubahan yang terjadi pada sampel 6. mendiamkan selama 5 menit setelah ditambahkan 5 tetes asam kromat : Sampel 1 : berwarna merah kecoklatan Sampel 2 : terdapat endapan berwarna hijau Sampel 3 : tidak terdapat lapisan
  9. 9. Sampel 4 : larutan berwarna kuning  Perubahan yang terjadi pada sampel setelah dipanaskan : Sampel 1 : larutan berwarna hijau muda dan bau seperti balon karet yang menyengat Sampel 2 : larutan dan endapan berwarna hijau tua dan bau seperti balon karet Sampel 3 : warna larutan hijau tua pekat dan bau seperti balon karet yang menyengat Sampel 4 : larutan berwarna hijau tua keabu-abuan dan bau seperti WFC  Sampel yang tergolong alkohol primer : sampel 1 dan sampel 3  Sampel yang tergolong alkohol sekunder : sampel 2  Sampel yang tergolong alkohol tersier : sampel 4 Uji Keasaman  Menambahkan lima tetes sampel pada keempat tabung reaksi
  10. 10. dengan sampel yang berbeda Tabung 1: sampel 1  Kondisi awal sampel 1,2,3,dan 4 : Tabung 2: sampel 2 cairan tidak berwarna Tabung 3: sampel 3 Tabung 4: sampel 4 Perlakuan yang sama pada sampel 1,2,3,dan 4 yaitu : 1. menambahkan 5 tetes H2O 2. mengocok  Perubahan yang terjadi pada sampel 3. uji dengan lakmus merah dan setelah penambahan 5 tetes H2O : biru Sampel 1 : larut 4. mengamati perubaan yang Sampel 2 : larut terjadi Sampel 3 : larut Sampel 4 : larut  Perubahan yang terjadi pada lakmus biru setelah diteteskan sampel : Sampel 1 : lakmus menjadi merah Sampel 2 : lakmus tetap biru Sampel 3 : lakmus menjadi merah Sampel 4 : lakmus tetap biru  Perubahan yang terjadi pada lakmus merah setelah diteteskan sampel : Sampel 1 : lakmus tetap merah Sampel 2 : lakmus tetap merah Sampel 3 : lakmus tetap merah Sampel 4 : lakmus menjadi biru  PH Sampel : Sampel 1 : 6, asam
  11. 11. Sampel 2 : 7, netral Sampel 3 : 6, asam Sampel 4 : 8, basa Uji Kelarutan  Menambahkan lima tetes sampel pada keempat tabung reaksi dengan sampel yang berbeda  Kondisi awal sampel 1,2,3,dan 4 : Tabung 1: sampel 1 cairan tidak berwarna Tabung 2: sampel 2 Tabung 3: sampel 3 Tabung 4: sampel 4  Perlakuan yang sama pada  Perubahan yang terjadi pada sampel sampel 1,2,3,dan 4 yaitu : setelah penambahan 5 tetes H2O : 1. menambahkan 5 tetes H2O Sampel 1 : larut 2. mengocok Sampel 2 : larut 3. menambahkan n-heksana Sampel 3 : larut Sampel 4 : larut  Perubahan yang terjadi pada sampel setelah penambahan 5 tetes n- heksana : Sampel 1 : tidak larut Sampel 2 : tidak larut Sampel 3 : tidak larut Sampel 4 : tidak larut
  12. 12. H. Pembahasan Dalam percobaan ini, praktikan akan membahas mengenai identifikasisampel-sampel yang tidak diketahui berdasarkan uji lucas, uji asam kromat, ujikelarutan, dan uji keasaman. Pada uji lucas, praktikan akan mengidentifikasisampel-sampel yang tidak ddiketahui tersebut dengan mempelajari sifat fisikyang terjadi ketika pencampuran larutan, begitu pula pada ujii asam kromat. Berdasarkan landasan teori, alkohol merupakan senyawa yangmengandung gugus hidroksil R-OH, R merupakan gugus alkil. Gugus ini dapatmerupakan rantai terbuka, rantai tertutup (siklik), dan mempunyai ikatanrangkap (mengikat) gugus aromatik sebagai turunan alkana maupun air, alkoholdapat menyerupai sifat keduanya, alkohol yang lebih rendah mempunyai sifatyang menerupai air karena terdapat gugus –OH dalam molekulnya sedangkanyang lebih tinggi mempunyai sifat yang menyerupai alkana yang hanya sedikitlarut dalam air tetapi larrut dalam senyawa organik lainnya. Pada uji lucas, berdasarkan hasil pengamatan pada sampel 1 dan sampel 2termasuk alkohol sekunder, pada sampel 3 alkohol primer, sedangkan padasampel 4 termasuk alkohol tersier. Tetapi saat penambahan lucas pada sampel 3lebih cepat larut dibandingkan pada sampel 1 dan sampel 2. Hal ini disebabkankarena pada sampel 3 yang tergolong alkohol primer hanyaa mengikat satuatom C sedangkan pada sampel 1 dan 2 yang tergolong alkohol sekundermengikat dua atom C sehingga semakin panjang rantai karbonmaka akan sulitsuatu senyawa tersebut bereaksi. Sedangkan pada sampel 4 pada saatpenambahan lucas, sudah terbentuk lapisan yang terdiri dari dua fasa, lapisanatas larut sedangkan lapisan bawah tidak ditandai dengan adanya lapisanminyak yang berwarna kuning., dua fasa tersebut berbeda yaitu antara polar(lapisan atas) dan non polar (lapisan bawah). Terjadinya dua lapisan tersebutkarena adanya perbedaan bobot jenis antara kedua senyawa, sehingga sesuai
  13. 13. dengan landasan teori pada sampel 4 tidak dapat dioksidasi. Sedangkan padasampel 1,2,dan 3 dapat bereaksi / dioksidasi. Pada uji asam kromat, berdasarkan hasil pengamatan pada sampel 1 dan 3termasuk alkohol primer karena pada saat penambahan asam kromat keduasampel tersebut lebih cepat larut, selain itu setelah dipanaskan berbau lebihmenyengat. Tetapi pada perubahan warna sampel 1 dan 3 tidak sama denganwarna yang dihasilkan setelah dipanaskan. Hal ini terjadi kesalahan dalampercobaan pada saat banyaknya tetesan asam kromat pada sampel 3 (melebihi 5tetes) sehingga perbandingan penambahan asam kromat pada sampel 1 dansampel 3 tidak sama dan warna yang dihasilkan pada sampel 3 pun akan jauhlebih pekat. Sedangkan pada sampel 2 terbentuk endapan / tidak larut saatpenambahan asam kromat, termasuk alkohol sekunder karena semakin panjangrantai karbon maka semakin sulit untuk bereaksi (sesuai dengan landasan teori).Sedangkan pada sampel 4 termasuk alkohol tersier karena saat awal sampelditambahkan aseton sudah terbentuk endapan berwarna putih susu sehinggasulit untuk dioksidasi / direaksikan. Pada uji keasaman, berdasarkan hasil pengamatan pada sampel 1 dan 3termasuk larutan asam yang ditandai dengan adanya perubahan warna padalakmus biiru menjadi merah, asam menandakan saampel tersebut termasukfenol karena seperti yang telah dipaparkan pada landasan teori bahwa salah sausifat fenol yaitu bersifat asam yang lebih kuat daripada alkohol dan air. Padasampel 2 dan 4 termasuk basa menandakan termasuk alkohol. Pada uji kelarutan, berdasarkan hasil pengamatan semua sampel larutdalam air dan heksanol. Hal ini menandakan merupakan senyawa alkoholkarena gugus –OH pada alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen denganmolekul air.
  14. 14. I. Kesimpulan Dari percobaan yang telah praktikan lakukan, maka dapatdisimpulkan bahwa :1. alkohol primer lebih cepa bereaksi dibandingkan dengan alkoholsekunder2. alkohol tersier sulit untuk bereaksi / dioksidasi3. fenol lebih bersifat asam sedangkan alkohol bersifat basa atau asamlemah4. terbentuk dua fasa yang berbeda (polar dan non polar) pada larutankarena adanya perbedaan bobot jenis5. panjang atau tidaknya rantai karbon mempengaruhi reaksi yangberlangsung atau tidak6. sebagian alkohol larut dalam air dan n-heksana
  15. 15. Daftar PustakaFessenden, Ralp J, dan Joan,S,Fessenden.1982.Kimia Organik EdisiKetiga Jilid 1.Jakarta: ErlanggaHart, Harold.1999.Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat.Jakarta:ErlanggaSuminar, Hart.1990.Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat.Jakarta:Erlanggahttp://rv-reskisari.blogspot.com/2011/05 pada 24 Oktober 2011http://fha2r.blogspot.com/2011/04 pada 24 Oktober 2011
  16. 16. Pasca Praktikum Pertanyaan :1. Draw structures of one primary alcohol, one secondary alcohol, and one tertiary alcohol, and give the correct name for each structure you have drawn !2. Explain why many alcohols are soluble in water. What part of an alcohol will limit its solubility in water ? what part of an alcohol may make it soluble in water ?3. Describe the difference between alcohols and phenols ?4. Describe the benefit of alcohol and phenol in daily life ? Jawaban :1. Alkohol Primer : R-CH2-OH Contoh : a) CH3-CH2-OH 1-etanol Alkohol Sekunder : R2-CH2-OH Contoh : CH3-CH2-OH CH3 2-Isopropanol Alkohol Teersier : R3C-OH Contoh : Cl CH3-CH2-C-OH 1,1 dikloropropanol Cl2. Karena sifat senyawanya yang polar. Jumlah atom karbon alkohol mempengaruhi kelarutannya dalam air. Alkohol dengan jumlah karbon lima
  17. 17. atau enam sangat larut dalam air. Hal itu karena kamampuan alkohol tersebut berikatan hidrogen dengan molekul air. Alkohol memeiliki bagian yang polar dan nonpolar disisinya. Sebagai nonpolar, maka bersifat sebagai hidrofobic jika jumlah rantai karbon >6 maka yang hidrophobic akan menjadi yang lebih dominan atau kuat dan mengalahkan yang polar akibatnya kelarutan alkohol dalam air berkurang.3. perbedaan alkohol dan fenol Alkohol :  Bersifat netral  Tidak bereaksi dengan basa  Bereaksi dengan logam Na dan PX3  Bereaksi dengan RCOOH namun bereaksi dengan asil halida (RCOX) membentuk ester Fenol :  Bersifat asam  Bereaksi dengan NaOH (basa) membentuk garam natrium fenolat  Tidak bereaksi dengan logam Na dan PX3  Tidak bereaksi dengan RCOOH namun bereaksi dengan asil halida (RCOX) membentuk ester.4. Kegunaan alkohol dalam kehidupan sehari-hari :  Minuman keras bermetil yang diproduksi dalam skala industri  Bahan bakar  Pelarut
  18. 18.  AnestetikKegunaan fenol dalam kehidupan sehari-hari:  Obat-obatan  Zat warna  Bahan peledak  Plastik  Disinfektan

×