SlideShare a Scribd company logo
1 of 145
Download to read offline
i
MODUL DIKLAT PKB GURU
BUDIDAYA KRUSTASEA GRADE 4
LEMBAGA PENGEMBANGAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK
DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
BIDANG KELAUTAN, PERIKANAN DAN TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI (LPPPTK KPTK)
NOVEMBER 2015
MODUL
GURU PEMBELAJAR
Paket Keahlian
Teknik Komputer dan Jaringan
Kelompok Kompetensi B
Penulis: Supriyanto, Drs., M.T.
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun 2015
ii
HALAMAN PERANCIS
Penulis:
Supriyanto, Drs., M.T. 08123350868. ,supriyantovedc@gmail.com
Penelaah:
1. Bagus Budi Setiawan., S.ST 081523401.,bagus.setiawan@gmail.com
2. Karino Lolo, S.S.,. 0896278391. Karina.lolo@gmail.com
Ilustrator :
1. Imran, S.Kom, M.Pd., 085242642377., imranlahami@gmail.com
Copyright ©2016
Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan Tenaga Kependidikan
Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang mengkopi sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan
komersial tanpa izin tertulis dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan.
iii
KATA SAMBUTAN
Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting
sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang
kopeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat
menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Hal ini tersebut menjadikan guru
sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut
kopetensi guru.
Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar
(GP) merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan
dengan hal tersebut, pemetaan kopetensi guru telah dilakukan melalui uji
kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir
tahun 2015. Hasil UKG menunjukan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi
guru dalam penguasaan pengetahuan.
Peta kompetensi guru tersebut dikelompokan menjadi 10 (sepuluh)
kelopok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk
pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar. Tujuannya untuk
meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahaan dan sumber belajar
utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola
tatap muka, daring (online) dan campuran (blended) tatap muka dengan online.
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenag
Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (LP3TK KPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberayaan
Kepala Sekolah (LP2KS) merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan
Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab
dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkaan kompetensi
guru sesuai dengan bidangnya.
iv
Adapun peragkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah
modul untuk program Guru Pembelajar (GP) tatap muka dan GP online untuk
semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan
program GP memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan
kualitas kompetensi guru. Mari kita sukseskan program GP ini untuk mewujudkan
Guru Mulia Karena Karya.
Jakarta, Februari 2016
Direktur Jendral
Guru dan Tenaga Kependidikan
Sumarna Surapranata, Ph.D
NIP. 195908011985031002
v
KATA PENGANTAR
Profesi guru dan tenaga kependidikan harus dihargai dan dikembangkan sebagai
profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14
Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Hal ini dikarenakan guru dan tenaga
kependidikan merupakan tenaga profesional yang mempunyai fungsi, peran, dan
kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu
“Menciptakan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif”. Untuk itu guru dan tenaga
kependidikan yang profesional wajib melakukan pengembangan keprofesian
berkelanjutan.
Buku pedoman Pedoman Penyusunan Modul Diklat Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan untuk institusi
penyelenggara program pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan
petunjuk bagi penyelenggara pelatihan di dalam melaksakan pengembangan
modul yang merupakan salah satu sumber belajar bagi guru dan tenaga
kependidikan. Buku ini disajikan untuk memberikan informasi tentang
penyusunan modul sebagai salah satu bentuk bahan dalam kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan.
Pada kesempatan ini disampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan
kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi secara maksimal
dalam mewujudkan buku ini, mudah-mudahan buku ini dapat menjadi acuan dan
sumber inspirasi bagi guru dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan
penyusunan modul untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan. Kritik dan
saran yang membangun sangat diharapkan untuk menyempurnakan buku ini di
masa mendatang.
Makassar, Desember 2015
Kepala LPPPTK KPTK Gowa
Sulawesi Selatan,
Dr. H. Rusdi, M.Pd,
NIP 19650430 1991 03 1 004
vi
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI............................................................Error! Bookmark not defined.
DAFTAR GAMBAR................................................Error! Bookmark not defined.
PENDAHULUAN....................................................Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang Error! Bookmark not defined.
B. Tujuan Error! Bookmark not defined.
C. Peta Kompetensi Error! Bookmark not defined.
D. Ruang Lingkup Penggunaan Modul Error! Bookmark not defined.
E. Saran Cara Penggunaan Modul Error! Bookmark not defined.
Kegiatan belajar 1:..................................................Error! Bookmark not defined.
A. Tujuan Pembelajaran.Error! Bookmark not defined.
B. Indikator pencapaian kompetensi Error! Bookmark not defined.
C. Uraian Materi Error! Bookmark not defined.
1. Model komunikasi data...................Error! Bookmark not defined.
2. Komponen Komunikasi Data :........Error! Bookmark not defined.
3. Transmisi Data................................Error! Bookmark not defined.
4. Jalur Transmisi Data.......................Error! Bookmark not defined.
5. Konfigurasi Jalur Transmisi Data .......Error! Bookmark not defined.
6. Arah Kanal Transmisi........................Error! Bookmark not defined.
7. Mode Transmisi ................................Error! Bookmark not defined.
8. Kapasitas Chanel Transmisi ...............Error! Bookmark not defined.
9. Media. .............................................Error! Bookmark not defined.
10. Protokol Komunikasi.......................Error! Bookmark not defined.
vii
11. Standarisasi Protokol (ISO 7498) .. Error! Bookmark not defined.
12. Berbagai standar komunikasi data Error! Bookmark not defined.
13. Aplikasi Komunikasi Data .............. Error! Bookmark not defined.
14. Ragam aplikasi system komunikasi dataError! Bookmark not
defined.
D. Aktivitas Pembelajaran Error! Bookmark not defined.
E. Latihan Error! Bookmark not defined.
F. Rangkuman Error! Bookmark not defined.
G. Umpan Balik Error! Bookmark not defined.
H. Kunci Jawaban Error! Bookmark not defined.
Kegiatan belajar 2 ...................................................Error! Bookmark not defined.
A. Tujuan Pembelajaran.Error! Bookmark not defined.
B. Indikator pencapaian kompetensi Error! Bookmark not defined.
C. Uraian Materi Error! Bookmark not defined.
1. Tipe Channel Transmisi :............... Error! Bookmark not defined.
2. Media transmisi .............................. Error! Bookmark not defined.
3. Koneksi Jaringan dan Internet....... Error! Bookmark not defined.
4. Topology Jaringan.......................... Error! Bookmark not defined.
5. Protokol Komunikasi. ..................... Error! Bookmark not defined.
6. Standarisasi Protokol (ISO 7498) .. Error! Bookmark not defined.
7. Pengiriman seri dan paralel ........... Error! Bookmark not defined.
8. Pengiriman data tak sinkron .......... Error! Bookmark not defined.
9. Kecepatan pengiriman data........... Error! Bookmark not defined.
10. Bias Distorsi ................................... Error! Bookmark not defined.
11. Kesalahan Bit................................. Error! Bookmark not defined.
12. Laju Kesalahan Bit ......................... Error! Bookmark not defined.
13. Pengiriman data sinkron ................ Error! Bookmark not defined.
viii
14. Pengiriman sinkron versus tak sinkronError! Bookmark not
defined.
15. Sandi data.......................................Error! Bookmark not defined.
16. Full-duplex dan half duplex ............Error! Bookmark not defined.
17. Standar ...........................................Error! Bookmark not defined.
18. Terminal data..................................Error! Bookmark not defined.
D. Aktivitas Pembelajaran Error! Bookmark not defined.
E. Latihan Error! Bookmark not defined.
6.Jelaskan perbedaan siatem Full-duplex dan half duplex !...............Error!
Bookmark not defined.
F. Rangkuman Error! Bookmark not defined.
G. Umpan Balik Error! Bookmark not defined.
H. Kunci Jawaban Error! Bookmark not defined.
Kegiatan belajar 3:..................................................Error! Bookmark not defined.
A. Tujuan Pembelajaran.Error! Bookmark not defined.
B. Indikator pencapaian kompetensi Error! Bookmark not defined.
C. Uraian Materi Error! Bookmark not defined.
1. Komunikasi Suara ..........................Error! Bookmark not defined.
2. Komunikasi Berita dan Gambar .....Error! Bookmark not defined.
3. Komponen sistem komunikasi yang utamaError! Bookmark not
defined.
4. Cara kerja sistem komunikasi data sederhana :Error! Bookmark
not defined.
5. Jaringan komunikasi data...............Error! Bookmark not defined.
D. Aktivitas Pembelajaran Error! Bookmark not defined.
E. Latihan Error! Bookmark not defined.
F. Rangkuman Error! Bookmark not defined.
Pengendali Terminal...................................Error! Bookmark not defined.
ix
G. Umpan Balik Error! Bookmark not defined.
H. Kunci Jawaban Error! Bookmark not defined.
9. Jaringan komunikasi data ...................... Error! Bookmark not defined.
1. Kegiatan belajar 4: ..............................................Error! Bookmark not defined.
A. Tujuan Pembelajaran.Error! Bookmark not defined.
B. Indikator pencapaian kompetensi Error! Bookmark not defined.
C. Uraian Materi Error! Bookmark not defined.
1. Analisis kebutuhan sumber daya dalam telekomunikasi ....... Error!
Bookmark not defined.
2. Analisis kebutuhan perangkat dalam komunikasiError! Bookmark
not defined.
D. Aktivitas Pembelajaran Error! Bookmark not defined.
E. Latihan Error! Bookmark not defined.
F. Rangkuman Error! Bookmark not defined.
G. Umpan Balik Error! Bookmark not defined.
H. Kunci Jawaban Error! Bookmark not defined.
GLOSARIUM....................................................................................................... 128
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 131
x
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR 1. CONTOH KOMUNIKASI...................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 2. SIMBOL STANDARISASI IEEE........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 3. SIMBOL STANDARISASI ANSI........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 4. SIMBOL STANDARISASI TIA...........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 5. SIMBOL STANDARISASI ECMA......ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 6. SIMBOL STANDARIASI ITU.............ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 7. SIMBOL STANDARISASI FCC.........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 8. SIMBOL STANDARISASI ISO..........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 9. SIMBOL STANDARISASI ITEF ........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 10. SIMBOL STANDARISASI W3C ......ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 11. RAGAM APLIKASI KOMUNIKASI DATAERROR! BOOKMARK NOT
DEFINED.
GAMBAR 12. CONTOH APLIKASI SYSTEM KOMUNIKASIERROR! BOOKMARK NOT
DEFINED.
GAMBAR 13. SURAT ELEKTRONIK (E-MAIL).....ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 14. ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE (ATM)ERROR! BOOKMARK NOT
DEFINED.
GAMBAR 15. SISTEM JARINGNGAN ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE .. ERROR!
BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 16. SISTEM JARINGNGAN ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE ) ERROR!
BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 17. E-COMMERCE...............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 18. E-BANKING ....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 19. M-BANKING....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 20. LAYANAN M-BANKING..................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 21. HOTEL RESERVATION SYSTEM..ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 22. SISTEM RESRVASI AIRLINE.........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 23. POLICE-EMERGENCY SYSTEM...ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 24. SISTEM KENDALI LALU LINTAS KENDARAAN ATAU AUTO TRAFFIC
CONTROL SYSTEM (ATCS) ........................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 25. SISTEM REMOTE MONITORING..ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 26. JARINGAN LAN..............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 27. JARINGAN MAN.............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
xi
GAMBAR 28. TOPOLOGI WAN............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 29. PENGIRIMAN DATA PARALLEL ...ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 30. EFEK SKEW PADA PENGIRIMAN PARALLELERROR! BOOKMARK NOT
DEFINED.
GAMBAR 31. PENGIRIMAN SERI DAN PARALELERROR! BOOKMARK NOT
DEFINED.
GAMBAR 32. PENDEKATAN DATA SERI............ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 33. SINKRONISASI AWAL AKHIR .......ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 34. TIMING SIGNAL.............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 35. BIAS DISTORSI..............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 36. BIT JITTER.....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 37. PENGGUNAAN PRE-DISTORTION UNTUK MENGURANGI KESALAHAN
......................................................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 38. PADA SYSTEM SINKRON, DETAK DAPAT DITEMPATKAN DIBAGIAN
(A) TERMINAL, (B) PERANGKAT ANTARMUKA, ATAU (C) MODEM..........ERROR!
BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 39. ALIRAN DATA SINKRON...............ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 40. FORMAT PESAN SINKRON ..........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 41. PESAN DENGAN HEADER (KEPALA PESAN)ERROR! BOOKMARK
NOT DEFINED.
GAMBAR 42. BLOK DATA....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 43. JARINGAN TELEKOMUNIKASI .....ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 44. MODULASI DAN DEMODULASI....ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
GAMBAR 45. PRIVATE BRANCH EXCHANGE (PBX)ERROR! BOOKMARK NOT
DEFINED.
xii
DAFTAR TABEL
TABEL 1. PETA MODUL.......................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
TABEL 2. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSIERROR! BOOKMARK NOT
DEFINED.
TABEL 3. KARAKKTER ASCII..............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
xiii
………
1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan kegiatan pengembangan
keprofesian secara berkelanjutan agar dapat melaksanakan tugas
profesionalnya.Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
adalah pengembangan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan yang
dilaksanakan sesuai kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk
meningkatkan profesionalitasnya.
PKB sebagai salah satu strategi pembinaan guru dan tenaga kependidikan
diharapkan dapat menjamin guru dan tenaga kependidikan mampu secara terus
menerus memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan PKB akan
mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki guru dan tenaga
kependidikan dengan tuntutan profesional yang dipersyaratkan.
Di dalam pelaksanaan diklat yang dilaksanakan oleh PPPPTK diperlukan modul
sebagai salah satu sumber belajar guru. Modul Diklat PKG Teknik Komputer dan
Jaringan Grade 2 ini disusun sebagai acuan bagi penyelenggaraan PKB Diklat
dan pelatihan dalam upaya pengembangan keprofesian secara berkelanjutan
agar dapat melaksanakan tugas secara professional, meningkat, dan
mengembangkan kompetensi sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan.Modul Diklat PKG Guru TKJ Grade 2 ini mempelajari tentang konsep
kerja protokoler server softswitch,diagram rangkaian operasi komunikasi VoIP,
bagan dan konsep kerja server softswitch berkaitan dengan PBX, konfigurasi
ekstensi dan dial-plan server softswitch, prosedur instalasi server softswitch
berbasis session initial protocol (SIP), dan prosedur pengamatan kerja system
komunikasi VoIP
Formatted: Heading 1
Formatted: Font: 14 pt, Font color:
Background 1
Formatted: Font: 14 pt, Not Bold, Font color
Background 1
2
Tujuan
Tujuan disusunnya modul diklat PKB Guru TKJ Grade 2 ini adalah memberikan
pengetahuan, ketrampilan dan sikap kepada guru atau peserta diklat tentang
Merencanakan Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP, Setelah
mempelajari modul ini diharapkan guru dapat menganalisis dan Merencanakan
Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP.Sedangkan indikator pencapaian
kompetensinya adalah :
1. Menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch.
2. Menganalisis diagram rangkaian operasi komunikasi VoIP
3. Menganalisis bagan dan konsep kerja server softswitch berkaitan dengan
PBX.
4. Menerapkan konfigurasi ekstensi dan dial-plan server softswitch.
5. Menerapkan prosedur instalasi server softswitch berbasis session initial
protocol (SIP).
6. Menerapkanprosedur pengamatan kerja system komunikasi VoIP
Peta Kompetensi
Modul ini merupakan modul ke-2 dari 10 modul yang dikembangkan.
Berdasarkan struktur jenjang diklat PKB Modul Merencanakan Sistem
Komunikasi data menggunakan VoIP ini termasuk jenjang Dasar. Modul ini akan
digunakan untuk Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi
guru-guru produktif Sekolah menengah Kejuruan pada paket keahlian Teknik
Komputer dan Jaringan.
No Nama Modul
1 Merencanakan sistem komunikasi data
2 Merencanakan Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP
3 Mengadministrasi Sistem Operasi Jaringan
4 Mengadministrasi layanan jaringan pada server tingkat dasar
5 Mengadministrasi layanan jaringan pada server tingkat lanjut
6 Membangun Jaringan Nirkabel berdasarkan Topologi Jaringan yang
digunakan
7 Membangun Sistem Keamanan Jaringan Nirkabel berdasarkan Topologi
3
Jaringan yang digunakan
8 Membangun sistem keamanan jaringan komputer
9 Menerapkan sistem monitoring jaringan komputer
10 Membuat project sistem jaringan small office home office (SOHO)
Kompetensi Inti Guru (KIG)
20. Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang
mendukung mata pelajaran yang diampu
No
Kompetensi
Guru Paket
Keahlian
(KGPK)
Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
20.10 Merencanaka
n Sistem
Komunikasi
data
menggunakan
VoIP
20.10.1.Menganalisiskonsep kerja protokoler server
softswitch
20.10.2.Menganalisis diagram rangkaian operasi
komunikasi VoIP
20.10.3.Menganalisis bagan dan konsep kerja server
softswitch berkaitan dengan PBX.
20.10.4.Menerapkan konfigurasi ekstensi dan dial-
plan server softswitch
20.10.5.Menerapkanprosedur instalasi server
softswitch berbasis session initial protocol
(SIP)
20.10.6.Menerapkan prosedur pengamatan kerja
system komunikasi VoIP
Ruang Lingkup Penggunaan Modul
Modul ini terdiri dari 6 kegiatan pembelajaran. Setiap kegiatan pembelajaran
terdiri dari tujuan pembelajaran, indikator essential, uraian materi, aktifitas
pembelajaran, latihan/tugas/kasus, rangkuman dan umpan balik.
4
Saran Cara Penggunaan Modul
Modul mengadministrasi sistem operasi jaringan ini terdiri dari 6 kegiatan belajar.
Peserta diklat dapat mempelajari sesuai dengan urutan kegiatan belajar.
Keenam tersebut tidak memiliki ketergantungan secara penuh, sehingga peserta
diklat dapat mempelajari tidak secara berurutan. Akan tetapi untuk masing-
masing kegiatan belajar mempunyai keterkaitan secara penuh. Ini berarti untuk
setiap kegiatan belajar yang dipelajarai harus secara berurutan sesuai urutan
kegiatan belajar.
Untuk setiap kegiatan belajar urutan yang harus dilakukan oleh peserta diklat
dalam mempelajari modul ini adalah :
1. Membaca tujuan pembelajaran sehingga memahami target atau goal dari
kegiatan belajar tersebut.
2. Membaca indikator pencapaian kompetensi sehingga memahami obyek
yang akan dijadikan kriteria pengukuran untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
3. Membaca uraian materi pembelajaran sehingga memiliki pengetahuan,
ketrampilan dan sikap terhadap kompetensi yang akan dicapai
4. Melakukan aktifitas pembelajaran dengan urutan atau kasus permasalahan
sesuai dengan contoh.
5. Mengerjakan latihan/soal atau tugas dengan mengisi lembar kerja yang telah
disediakan.
6. Menjawab pertanyaan dalam umpan balik yang akan mengukur tingkat
pencapaian kompetensi melalui penilaian diri.
5
Kegiatan belajar 1:
KONSEP KERJA PROTOKOLER SERVER SOFTSWITCH
A. Tujuan Pembelajaran.
Setelah mengikuti kegiatan belajar 1 ini diharapkan bahwa :
 Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis konsep kerja
protokoler server softswitch dengan tepat
 Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis softswitch dengan
tepat
 Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis Elemen dari
jaringan berbasis softswitch dengan tepat
 Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis Fungsional Entitas
Softswitchdengan tepat
 Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis protocol dari
jaringan berbasis softswitch dengan tepat
B. Indikator pencapaian kompetensi
 Menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch
C. Uraian Materi
Komunikasi adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting.
Komunikasi melalui telepon, umumnya dikenal oleh masyarakat di
6
Indonesia bergerak di Sircuit Switching menggunakan PCM (Pulse Code
Modulation)metode, misalnya PSTN (Public Switch Telephone Network).
Selain itu ada pula teknologi GSM dan CDMA yang memanfaatkan
menggunakan pemancar berdaya rendah dimana frekuensi dapat
digunakan kembali dalam satu area geografi. Biaya implementasi jaringan
dan teknologi yang diterapkan untuk terciptanya jaringan telekomunikasi
cukuplah mahal, oleh karena itu biaya dari komunikasi saat ini yang kita
kenal dengan biaya pulsa juga akan menjadi relatif mahal.
Seiring dengan perkembangan jaman dimana teknologi internet
sudah berkembang secara luar, maka terdapat sebuah inovasi berupa
komunikasi melalui
telepon yang berjalan pada protokol internet dikenal sebagai VoIP
(Voice over Internet Protocol). Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah
teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang
berbentuk paket melalui jaringan IP.
VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan nama lain internet
telephony. Internet telephony adalah hardware dan software yang
memungkinkan pengguna Internet untuk media transmisi panggilan
telepon. Kualitas Internet telephony ini belum sebaik kualitas koneksi
telepon langsung. Namun VoIP menawarkan system komunikasi yang
lebih murah, feature tambahan, dan transparansi terhadap data komputer.
VoIP atau voice over internet protocol adalah teknologi yang menjadikan
media internet untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara
langsung. Teknologi VoIP ini mengubah data suara menjadi kode digital
dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan
bukan lewat sirkuit analog telepon biasa. kelebihan dari layanan ini
dibandingkan dengan teknologi komunikasi suara biasa adalah tarif
telepon yang dapat ditekan sehingga lebih murah.
Hal ini dimungkinkan karena suara diubah menjadi data dan
dikompres sehingga dengan besar saluran yang sama dapat dilewatkan
lebih banyak pembicaraan pararel. Jika misalnya dalam format suara
saluran tersebut hanya dapat digunakan oleh satu pembicaraan, maka
dengan format data dapat digunakan delapan pembicaraan pararel.
VoIPmerupakan teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak
7
jauh melalui media internet dalam proses komunikasinya suara diubah
menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan
paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa, dengan
arti lain VoIP dapat didefinisikan suara yang dikirim melalui protokol
internet (IP).
Dalam penggunaannya VoIP membutuhkan perangkat hub/switch,
router, adsl modem dan VoIP phone adaptor. Konsep kerja server
softswitch softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan
antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya
adalah jaringan telpon tetap (pstn), internet yang berbasis IP, kabel tv dan
juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch merupakan
sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi
kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play
sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh
sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP.
Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal adalah
bagian software yang mengatur call processing. Salah satu solusi untuk
mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang dapat
menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun
circuit. Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik
adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching
secara fisik dan menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar
tersendiri, tetapi softswitch lebih dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat
perangkat dalam sofswitch yaitu : media gateway controller (mgc) yang
sering disebut dengan perangkat call agent aplication / fitur server media
server.
1. Fungsional plane softswitch
Fungsional plane menunjukkan pemisahan fungsional entitas
secara garis besar pada jaringan Voice over IP (VoIP). Fungsional (plane)
Softswitch terdapat empat bagian yaitu Transport Plane, Call Control &
Signaling Plane, Service & Application Plane, dan Management Plane.
8
 Transport Plane berfungsi sebagai pembawa pesan di
sepanjang jaringan VoIP, seperti pengiriman pesan pensinyalan dalam
panggilan, pembangunan hubungan media dalam panggilan, atau
menyediakan transportasi untuk pengiriman media.
 Call Control & Signaling Plane berfungsi sebagai pengendali sebagian
besar elemen pada jaringan VoIP, khususnya Transport Plane. Plane
ini melakukan fungsi kontrol panggilan berdasarkan pesan pensinyalan
yang diterimanya dari Transport Plane untuk membangun dan
membubarkan koneksi media pada jaringan VoIP. Perangkat pada
Plane ini adalah Media Gateway Controller (Call Agent atau Call
Controller), Gatekeeper, dan server LDAP.
 Service & Application Plane memberikan fungsi kontrol, logika, dan
eksekusi terhadap berbagai layanan dan aplikasi di
dalam jaringan VoIP. Perangkat yang melakukan fungsi ini terdiri dari
Application atau Feature Server dan Media Server.
Management Plane memberikan fungsi Operation Support System (OSS), yaitu
penyediaan layanan pelanggan dan layanan baru,
pendukung sistem operasi, sistem billing, dan pemeliharaan jaringan
2. Fungsional Entitas Softswitch
Fungsional entitas merupakan entitas secara logika dalam jaringan VoIP.
Fungsional entitas menggambarkan fungsi logika komponen-komponen dalam
arsitektur Softswitch.
 Media Gateway Controller Function (MGC-F) menyediakan logika
panggilan dan pensinyalan untuk control panggilan pada satu atau lebih
media gateway.
 Call Agent Function (CA-F) dan Interworking Function (IW-F) CA-F dan
IW-F merupakan subset dari MGC-F. CA-F berfungsi pada saat MGC-F
menangani kontrol panggilan dan pemeliharaan kondisi panggilan.
Sedangkan IW-F berfungsi pada saat MGC-F melakukan interaksi
pensinyalan dengan jaringan yang menggunakan protokol berbeda.
 Routing Function (R-F) dan Accounting Function (A-F), R-F menyediakan
informasi ruting panggilan untuk MGC-F, sedangkan A-F mengumpulkan
informasi accounting panggilan untuk tujuan billing. A-F juga mempunyai
9
peran yang lebih luas, yaitu melakukan fungsi authentication,
authorization dan accounting (AAA functionality) dalam remote access
network. Peran utama dari kedua fungsi tersebut adalah untuk memberi
respon atas permintaan dari MGC-F, menyampaikan panggilan atau
informasi accounting kepada terminal end point (MGC-F lain) atau
layanan (AS-F).
 SIP Proxy Server Function (SPS-F), Kebanyakan implementasi dari R-F
dan A-F adalah berupa SIP Proxy server. Oleh karena itu, ISC mengakui
pemisahan SPS-F.
 Signaling Gateway Function (SG-F) dan Access Gateway Signaling
Function SG-F menyediakan gateway untuk pensinyalan
antara jaringan VoIP denganPSTN. Peran utama dari SG-F adalah untuk
melakukan enkapsulasi dan mentransportasikan protokol pensinyalan
PSTN (ISUP atau INAP) atau PLMN, (MAP dan CAP) pada jaringan IP.
AGS-F menyediakan gateway untuk pensinyalan antara jaringan VoIP
dengan jaringan access yang berbasis circuit switch. Peran utama dari
AGS-F adalah untuk melakukan enkapsulasi dan
mentransportasikan protokol pensinyalan V5 atau ISDN (wireline), atau
BSSAP atau RANAP (wireless) pada jaringan IP.
 Application Server Function (AS-F) merupakan entitas pengeksekusi
aplikasi. Peran utama AS-F adalah untuk menyediakan logika layanan
dan eksekusi untuk beberapa aplikasi dan layanan.
 Service Control Function (SC-F) berfungsi ketika AS-F melakukan
fungsinya mengontrol logika layanan. Oleh karena itu, ISC mengakui
pemisahan SC-F.
 Media Gateway Function (MG-F) menjembatani jaringan IP dengan
endpoint akses ataujaringan trunk. Misalnya MG-F dapat menyediakan
gateway antara jaringan IP danjaringan circuit (seperti IP ke PSTN) atau
antara dua jaringan paket (seperti IP ke 3G atau ATM). Peran utama MG-
F adalah untuk transformasi media dari satu format ke format lain yang
sesuai.
 Media Server Function (MS-F) menyediakan manipulasi media dan
melakukan paketisasi media stream untuk keperluan beberapa aplikasi.
Peran utama MS-F adalah untuk beroperasi sebagai server yang
10
mengatur permintaan dari AS-F atau MGC-F untuk memproses media
dengan paketisasi media stream.
 Implementasi Jaringan Berbasis Softswitch
 Menurut Sun Microsystem, jaringan berbasis Softswitch merupakan
kumpulan dari beberapa product, protocol, dan aplikasi yang
memungkinkan beberapa device untuk mengakses layanan suara, data,
dan video melalui jaringan IP. arsitektur Softswitch ke dalam komponen
secara fisik serta protokol yang digunakan antar elemen jaringan.
3. Elemen Jaringan softswitch
Elemen dari jaringan berbasis Softswitch terdiri dari :
 Media Gateway Controller (MGC), MGC merupakan komponen utama
dari arsitektur Softswitch yang bertanggung jawab dalam pemrosesan
panggilan melalui pengendalian atau pengkoordinasian komponen-
komponen lainnya, seperti SG (dalam melakukan fungsi pembentukan
atau pembubaran panggilan), MG (dalam penyediaan bearer untuk
penyaluran media atau suara), AS (dalam penanganan fitur-fitur
layanan atau aplikasi).
 Signaling Gateway (SG), SG merupakan komponen jaringan yang
mengkonversikan atau menterjemahkan pesan protokol berbasis IP
seperti SIP ke protokol yang berbasis SS7 seperti Transaction
Capability User Part (TCAP), ISDN User Part (ISUP) dan lain-lain.
 Media Gateway (MG), MG merupakan elemen jaringan yang
bertindak sebagai gerbang keluar atau masuk ke jaringan lain
(eksternal). MG mengkonversi protokol atau media masukan
menjadi protokol atau media keluaran yang sesuai dengan
jaringan transportnya.
MG dapat berupa Trunk Gateway (TG) yaitu Media gateway yang
menjembatani jaringan trunk (PSTN) yang berbasis circuit switch
dengan jaringan backbone IP atau ATM yang berbasis packet switch.
Dalam hal ini TG merupakan implementaasi Softswitch Class 4
dimana sentral-sentral lokal pada PSTN dihubungkan pada TG.
Implementasi Softswitch Class 4 merupakan tahap awal atau transisi
dalam migrasi jaringan PSTN atau PLMN menuju NGN.
11
Access Gateway (AG) merupakan MG yang menjembatani jaringan
akses circuit switch dengan jaringan paketberbasis IP atau ATM. AG
merupakan service node dalam implementasi Softswitch Class 5 atau
merupakan service node pengganti switch tradisional Class 5 (sentral
lokal). Implementasi AG merupakan transisi tahap berikutnya setelah
implementasi Softswitch Class 4 dalam migrasi menuju NGN.
 Application atau Feature Server (AP/FS), AP/FS merupakan server
yang berfungsi untuk melakukan pengaturan aplikasi. Server ini
memungkinkan untuk layanan (service) pelanggan, penyediaan
aplikasi baru (service provisioning), dan pengadministrasian
pelanggan (administration). Perbedaan anatara kedua server ini yaitu
AS mengatur layanan padajaringan yang lebih luas (umum),
sedangkan FS bersifat lokal (khusus). Kedua server ini secara fisik
hampir sama dan pada banyak kasus kegunaannya dapat saling
dipertukarkan.
 Media Server (MS), MS merupakan sever yang diklasifikasikan
sebagai server khusus dalam pemrosesan media (Digital Signal
Processing/DSP) seperti kemampuan pengenalan suara (voice
recognition), video conferencing, dan lainnya, yang menuntut
spesifikasi perangkat keras secara khusus. Karena itu server ini
biasanya dibuat terpisah dari AS/FS
4. Protokol pada Jaringan Softswitch
Terdapat 4 kategori protokol pada jaringan Softswitch yaitu :
a. Protokol pengontrol panggilan
 H.323 merupakan protokol umbrella yang direkomendasikan
oleh ITU – T,dimana spesifikasi dan prosedurnya ditujukan untuk
komunikasi multimedia pada jaringan IP.
 Session Initiation Protocol (SIP) adalah protokol pada layer aplikasi
yang dapat membangun, memodifikasi, dan mengakhiri sesi
komunikasi multimedia pada jaringan IP, yaitu dalam hal mengirim
dan menerima message.
12
 SIP for Telephony (SIP-T) merupakan protokol standar SIP yang
dikenal sebagai pembawa payload untuk mentransportasikan pesan
ISUP PSTN.
b. Protokol pengontrol Media Gateway
 Media Gateway Control Protocol (MGCP)
merupakan protokol komunikasi antara MGC dan MG. Dengan
menggunakan protokol master atau slave ini, MG dapat
mengeksekusi command yang dikirim oleh MGC.
 MEdia GAteway COntrol protocol (MEGACO atau H.248)
Megaco merupakan protokol yang didefinisikan oleh IETF dan
ITU-T (direkomendasikan oleh ITU-T sebagai H.248). Megaco
memiliki arsitektur master atau slave. MGC bertindak sebagai
master server yang bertanggung jawab untuk melakukan fungsi
kontrol panggilan dan MG bertindak sebagai slave client yang
bertanggung jawab untuk mencampur media. Komunikasi antara
MGC dan MG dengan menggunakan protocol
MEGACO berfungsi untuk mengatur koneksi dari media stream.
c. Protokol transport
 Real-time Transport Protocol (RTP) menyediakan fungsi
transportasi jaringan end-to-end yang sesuai untuk aplikasi
pengiriman data real time, seperti suara atau video lewat
layanan jaringan multicast atau unicast.
 Real-Time Control Protocol (RTCP) merupakan bagian dari
RTP, yang
menyediakan feedback kualitas jaringan untuk pengirim RTP.
d. Protokol Signaling Gateway
Signaling TRANsport (SIGTRAN) merupakan protokol transport
pensinyalan yang diformulasikan oleh IETF dan digunakan pada SG
untuk mentransmisikan pensinyalan SS7 melalui jaringan IP. Selain
keempat kategori di atas, terdapat juga protokol lain yang digunakan
untuk koneksi ke PSTN, yaitu SS7.
13
SS7 merupakan sistem common channel signaling (CCS) yang
dikembangkan oleh ITU-T dalam merespon permintaan berbagai fitur
dan penggabungan layanan (suara dan data). SS7 dirancang untuk
mendukung pembangunan pang panggilan, ruting, billing, informasi
database, dan fungsi layanan khusus untuk PSTN.
Untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke
kondisi sibuk, mengup-date bandwidth TG (B), dan mengirimkan
informasi ke MGC (A).
MGC (A) melakukan hal yang sama dengan MGC (B), yaitu
memerintahkan TG (A) untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status
user (A) ke kondisi sibuk, meng-update bandwidth TG (A), dan
mengirimkan informasi jawaban user (B) ke SG (A).
SG (A) memapingkannya ke format TDM untuk selanjutkan
dikirim ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah status user (A) ke kondisi
sibuk. Setelah terjadi pembangunan hubungan, terjadi sesi bicara antara
user (A) dan user (B). Pembubaran hubungan terjadi pada saat salah
satu pihak misalnya user (A) menutup hand set. Penutupan hand set
dideteksi oleh PSTN (A) dan mengirimkan informasi tersebut ke SG (A).
SG (A) memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke MGC
(A).
MGC (A) memerintahkan TG (A) untuk menonaktifkan port RTP,
mengubah status user (A) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi
pembubaran ke MGC (B). MGC (B) melakukan hal yang sama dengan
MGC (A), yaitu memerintahkan TG (B) untuk menon-aktifkan port RTP,
mengubah status user (B) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi
pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format TDM dan
mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengubah status user (B) ke
kondisi bebas dan mengirimkan informasi konfirmasi pembubaran ke SG
(B). SG (B) memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke
MGC (B).
MGC (B) meng-up-date bandwidth TG (B) dan mengirimkan
informasi ke MGC (A). MGC (A) juga meng-up-date bandwidth TG (A)
dan mengirimkan informasi ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke
format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah
14
status user (A) ke kondisi bebas. Untuk menjelaskan proses komunikasi,
digunakan contoh pemrosesan panggilan telepon antar pelanggan
analog melalui jaringan IP. Dalam proses panggilan diasumsikan tidak
ada pembatasan panggilan untuk kelas layanan user (A), semua sumber
daya (kanal atau bandwidth) tersedia, dan ketika dipanggil, user (B)
dalam keadaan bebas. Selesai sesi bicara, user (A) terlebih dahulu yang
meletakkan handset.
Pembangunan hubungan dimulai pada saat user (A)
mengangkat hand set dan mendial nomor telepon user (B). PSTN (A)
menerima nomor telepon user (A) dan mengirimkannya ke SG (A) untuk
dimapingkan ke format IP. Setelah dimapingkan, SG (A)
mengirimkannya ke MGC (A). MGC (A) menentukan MGC (B) dan
mengirimkan nomor telepon user (B) ke MGC (B), serta memerintahkan
TG (A) untuk menyiapkan port RTP.
MGC (B) mengecek di data base tentang zone tujuan, kategori
tujuan, menentukan user (A) boleh menghubungi user (B) atau tidak,
dan ketersediaan bandwidth. Jika semuanya tersedia, MGC (B)
memerintahkan TG (B) untuk menyiapkan port RTP, serta mengirimkan
nomor telepon (B) ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format TDM
dan mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengecek status user (B)
dalam keadaan bebas atau sibuk.
Jika bebas, selanjutnya mengirimkan ringing current ke user (B)
dan mengirimkan informasi kondisi user (B) ke PSTN (A) melalui SG (B),
MGC (B), MGC (A), dan SG (A). Setelah informasi kondisi user (B)
sampai di PSTN (A), dikirimkan ringing tone ke user (A). Pada saat user
(B) mengangkat hand set untuk menjawab panggilan telepon, PSTN (B)
mengirimkan informasi tersebut ke SG (B) dan mengubah status user
(B) ke kondisi sibuk.
SG (B) memapingkan informasi jawaban user (B) ke format IP
dan mengirimkannya ke MGC (B). MGC (B) memerintahkan TG (B)
untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi
sibuk, mengup- date bandwidth TG (B), dan mengirimkan informasi ke
MGC (A). MGC (A) melakukan hal yang sama dengan MGC (B), yaitu
memerintahkan TG (A) untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status
15
user (A) ke kondisi sibuk, meng-update bandwidth TG (A), dan
mengirimkan informasi jawaban user (B) ke SG (A).
SG (A) memapingkannya ke format TDM untuk selanjutkan
dikirim ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah status user (A) ke kondisi
sibuk. Setelah terjadi pembangunan hubungan, terjadi sesi bicara antara
user (A) dan user (B). Pembubaran hubungan terjadi pada saat salah
satu pihak misalnya user (A) menutup hand set. Penutupan hand set
dideteksi oleh PSTN (A) dan mengirimkan informasi tersebut ke SG (A).
SG (A) memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke MGC
(A). MGC (A) memerintahkan TG (A) untuk menonaktifkan port RTP,
mengubah status user (A) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi
pembubaran ke MGC (B).
MGC (B) melakukan hal yang sama dengan MGC (A), yaitu
memerintahkan TG (B) untuk menon-aktifkan port RTP, mengubah
status user (B) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi
pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format TDM dan
mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengubah status user (B) ke
kondisi bebas dan mengirimkan informasi konfirmasi pembubaran ke SG
(B). SG (B) memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke
MGC (B). MGC (B) meng-up-date bandwidth TG (B) dan mengirimkan
informasi ke MGC (A). MGC (A) juga meng-up-date bandwidth TG (A)
dan mengirimkan informasi ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke
format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah
status user (A) ke kondisi bebas.
16
Gambar1. VoIP
Secara garis besar layanan VoIP dapat dibagi menjadi 4, yaitu :
1.Computer to Computer
Layanan ini merupakan layanan voice call yang menggunakan
komputer sebagai alat komunikasi. Dengan menggunakan layanan
khusus di internet kita bisa menggunakan komputer kita yang telah
terhubung dengan internet untuk melakukan panggilan ke komputer
lain yang menggunakan layanan yang sama. Banyak penyedia
layanan VoIP di internet. Salah satu layanan yang mendukung
panggilan suara melalui internet adalah Yahoo messenger.
Dengan menggunakan Yahoo messenger kita bisa melakukan
voice call dengan sesama user. Begitu juga penyedia layanan lainnya,
seperti MSN messenger ataupun Skype. Layanan VoIP computer to
computer dapat dilakukan secara gratis, anda hanya cukup
menyediakan koneksi internet pada komputer anda.
2. Computer to Phone
Layanan ini merupakan layanan yang memungkinkan kita
melakukan panggilan dari komputer ke telepon, baik itu telepon tetap
(PSTN) ataupun mobile phone (handphone). Layanan ini juga
membutuhkan penyedia layanan di internet.
17
Salah satu penyedia layanan ini adalah Skype. Layanan ini juga tidak
gratis seperti layanan computer to computer VoIP, layanan ini
membutuhkan biaya yang harus dibeli terlebih dahulu (sistem
prabayar).
Cara menggunakan layanan ini juga tidak sulit. Pertama, kita
harus memiliki account di penyedia layanan terkait, biasanya membuat
account tidak di pungut biaya. Lalu kita membeli credit atau bisa juga
disebut pulsa, yang nantinya akan digunakan untuk melakukan
panggilan ke telepon. Panggilan yang dilakukan tidak hanya ke nomor
telepon lokal, namun panggilan dapat dilakukan untuk menghubungi
nomor internasional di seluruh dunia. Dan juga, kita dapat melakukan
panggilan baik ke telepon tetap ataupun handphone. Tarif yang
digunakan mengacu pada penyedia layanan.
3. Phone to Computer
Layanan VoIP call ini merupakan layanan yang memungkinkan
anda melakukan panggilan dari telepon ke komputer. Lagi-lagi penyedia
layanan yang mendukung layanan ini salah satunya adalah Skype. Saat
kita mempunyai account skype, kita juga dapat mempunyai apa yang di
sebut Online Number. Online number inilah yang nantinya dapat di
hubungi dari telepon manapun.
1. 4. Phone to Phone
Layanan dilakukan dengan menggunakan pesawat telepon
khusus atau telepon konvensional yang di hubungkan dengan VoIP
adapter. Untuk menggunakan layanan ini kita harus menggunakan
penyedia layanan phone to phone VoIP. Salah satu penyedia layanan ini
adalah Phone Power. Dengan layanan ini kita dapat melakukan panggilan
kemana pun diseluruh dunia yang menggunakan alat yang mendukung.
D. Aktivitas Pembelajaran
Dalam kegiatan ini peserta diklat akan melakukan analisis terhadap
rangkaian operasi VoIP Bentuk kelompok diskusi setiap kelompok terdiri dari
18
3-4 orang. Bacalah seluruh langkah dibawah ini kemudian lakukan dengan
cermat dan teliti.
1. Baca dan amati uraian materi diatas dan carilah sumber bacaan lain yang
relevan melalui media internet.
2. Analisalah diagram rangkaian konsep kerja protokoler server softswitch
dengan tepat
3. Diskusi dan komunikasikan hasilnya dalam kelompok dan buatlah
kesimpulan.
4. Buatlah Laporan dan komunikasikan hasil laporan dan pembahasan
dengan tutor.
E. Latihan
1. Apakah yang dimaksud dengan pengertian VoIP?
2. Apakah
fungsi
dari
Real-time
Transport
Protocol
(RTP) ?
3. Apakah
Fungsi
dari
Real-
Time
Control
Protoco
l (RTCP)?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
19
4. Sebutkan perangkat yang dipergunakan dalam sistem VoIP!
5. Jelaskan bagaimana cara kerja Softswitch?
F. Rangkuman
VoIP adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh
melalui media internet dalam proses komunikasinya suara diubah menjadi
kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket
data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa, dengan arti lain VoIP
dapat didefinisikan suara yang dikirim melalui protokol internet (IP).
Kebutuhan perangkat VoIP dalam penggunaannya VoIP mebutuhkan
perangkat HUB/Switch, router, ADSL modem dan VoIP phone Adaptor.
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
20
Konsep kerja server softswitch adalah suatu alat yang mampu
menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di
dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP,
kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch
merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu
memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple
play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem
dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP. Industri
pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah dengan
memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara fisik dan
menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar tersendiri.
G. Umpan Balik
1. Apakah saudara sudah memahami fungsi Transport Plane dan berapa
prosen pencapaian kompetensinya ?
2. Apakah saudara sudah memahami Media Gateway (MG)dan berapa
prosen pencapaian kompetensinya ?
3. Apakah saudara sudah memahami Signaling TRANsport (SIGTRAN)
dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ?
4. Apakah saudara sudah memahami konsep kerja protokoler server
softswitch dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ?
5. Apakah saudara sudah memahami softswitch dan berapa prosen
pencapaian kompetensinya ?
H. Kunci Jawaban
1. Transport Plane berfungsi sebagai pembawa pesan di
sepanjang jaringan VoIP, seperti pengiriman pesan pensinyalan dalam
panggilan, pembangunan hubungan media dalam panggilan, atau
menyediakan transportasi untuk pengiriman media.
2. Media Gateway (MG), MG merupakan elemen jaringan yang bertindak
sebagai gerbang keluar atau masuk ke jaringan lain (eksternal). MG
mengkonversi protokol atau media masukan menjadi protokol atau media
keluaran yang sesuai dengan jaringan transportnya.
21
3. Signaling TRANsport (SIGTRAN) merupakan protokol transport
pensinyalan yang diformulasikan oleh IETF dan digunakan pada SG
untuk mentransmisikan pensinyalan SS7 melalui jaringan IP. Selain
keempat kategori di atas, terdapat juga protokol lain yang digunakan
untuk koneksi ke PSTN, yaitu SS7.
4. Konsep Kerja Server Softswitch Softswitch adalah suatu alat yang mampu
menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk
di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis
IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini.
5. Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara
jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah
jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan
juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch lebih dikenal
sebagai IP-PBX.
22
Kegiatan Belajar 2:
DIAGRAM RANGKAIAN OPERASI
KOMUNIKASI VoIP
A. Tujuan Pembelajaran.
Setelah mengikuti kegiatan belajar 2 ini diharapkan bahwa :
 Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis diagram rangkaian
operasi VoIP dengan tepat
B. Indikator pencapaian kompetensi
 Menganalisisdiagram rangkaian operasi komunikasi VoIP dengan tepat
 Menganalisis VoIP Berbasis Open Source (Briker)dengan tepat
 Menganalisis Fitur – fitur yang dimiliki Briker dengan tepat
C. Uraian Materi
Dewasa ini dengan tingkat persaingan bisnis dibidang telekomunikasi
yang semakin ketat masing-masing provider telekomunikasi berusaha
menurunkan biaya komunikasi baik lakal, interlokal maupun internasional.
Namun untuk kondisi di indonesia dengan infrastruktur dan kebijakan
pemerintah di bidang komunikasi sekarang ini belum memungkinkan
komunikasi yang murah apalagi gratis ke lintas operator dengan
mengandalkan teknologi VoIP.
Untuk bisa berkomunikasi gratis melalui VoIP sampai saat ini hanya bisa
antara komunitas VoIP, di indonesia provider yang menyediakan VoIP gratis
adalah www.voiprakyat.or.id, untuk bisa berkomunikasi murah bahkan gratis
melalui provider ini perlu kebijakan baru dari pemerintah sehingga akses
melalui VoIP keberbagai operator telekomunikasi murah bahkan gratis
secara legal terwujud.
Voice over Internet Protocol adalah teknologi yang menjadikan media
internet untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung.
Sinyal suara/video analog, seperti yang anda dengar ketika berkomunikasi di
23
telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan berupa
paket-paket data.
Data untuk trafik suara, video berada dalam bentuk paket yang dikirim
melalui jaringan internet protokol (IP). Jaringan IP merupakan jaringan
komunikasi data yang berbasis packet-switch dan dikirim secara real time.
Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui
terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan bertelepon
menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya
adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena
jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasional dapat
ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena
voicedan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah,
dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang
ethernet dan IP address, tidak seperti telepon konvensional yang harus
mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX (Private branchexchange).
Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan dari
speaker pada Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC
diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan
internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama.
Atau bisa juga melalui melalui media telepon diteruskan ke phone adapter
yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon tujuan.
Stardarisasi protokol komunikasi pada teknologi VoIP seperti H.323 telah
memungkinkan komunikasi terintegrasi dengan jaringan komunikasi lainnya
seperti PSTN. Jaringan komunikasi yang telah luas digelar dan paling awal
di Indonesia adalah jaringan PSTN yang dikelola oleh PT. Telkom. Untuk
perancangan jaringan tersebut perlu ditentukan posisi Network Operation
Center (NOC), Point Of Presence (POP), Router, Gateway maupun link
antar kota-kota yang strategis dan efesien.
Dalam perancangan jaringan VoIP yang ditekankan adalah delay dan
bandwidth. Delay adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan data
dari sumber (pengirim) ke tujuan (penerima), sedangkan bandwidth adalah
kecepatan maksimum yang dapat digunakan untuk melakukan transmisi
data antar komputer pada jaringan IP atau internet.
24
Gambar2. Diagram V0IP
Untuk Pengiriman sebuah sinyal ke remote destination dapat dilakukan
secara digital yaitu sebelum dikirim data yang berupa sinyal analog diubah
ke bentuk data digital dengan ADC (Analog to Digital Converter), kemudian
ditransmisikan, dan di penerima dipulihkan kembali menjadi data analog
dengan DAC (Digital to Analog Converter). Begitu juga dengan VoIP,
digitalisasi voice dalam bentuk packets data, dikirimkan dan di pulihkan
kembali dalam bentuk voice di penerima. Format digital lebih mudah
dikendalikan, dalam hal ini dapat dikompresi, dan dapat diubah ke format
yang lebih baik dan data digital lebih tahan terhadap noise daripada analog.
Bentuk paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua buah komputer
terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi
VoIP adalah komputer yang terhubung ke internet, mempunyai sound card
yang dihubungkan dengan speaker dan mikropon. Dengan dukungan
software khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung dalam
koneksi VoIP satu sama lain. Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk
pertukaran file, suara, gambar. Penekanan utama dalam VoIP adalah
hubungan keduanya dalam bentuk suara. Pada perkembangannya, sistem
koneksi VoIP mengalami evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak
hanya berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan lain
seperti pesawat telepon biasa terhubung dengan jaringan VoIP. Jaringan
data digital dengan gateway untuk VoIP memungkinkan berhubungan
25
dengan PABX atau jaringan analog telepon biasa. Komunikasi antara
komputer dengan pesawat (extension) di kantor adalah memungkinkan.
Bentuk komunikasi bukan hanya suara saja. Bisa berbentuk tulisan (chating)
atau jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video Conference.
Dalam bentuk yang lebih lanjut komunikasi ini lebih dikenal dengan IP
Telephony yang merupakan komunikasi bentuk multimedia sebagai
kelanjutan bentuk komunkasi suara (VoIP). Keluwesan dari VoIP dalam
bentuk jaringan, peralatan dan media komunikasinya membuat VoIP menjadi
cepat popular di masyarakat umum.
1. VoIP Berbasis Open Source (Briker)
Salah satu VoIP berbasis open source adalah Briker. Briker adalah
inovasi baru dalam bidang komunikasi yang dikembangkan oleh Anton
Raharja. Sama seperti VoIP Rakyat, Briker dikembangkan dengan basis
open source. Briker ini mulai dikembangkan sekitar pertengahan tahun
2008. Pengembangannya tidak memakan waktu yang terlalu lama. Tidak
sampai setengah tahun, Distro (distribusi) Linux telah menyebar dan
dimanfaatkan banyak orang. Pengembangan dan penyebarannya itu sendiri
juga tidak terlepas dari peran tokoh teknologi informasi lain seperti Onno W.
Purbo dan tim dari PT Infotech Media Nusantara. Nama Briker dipilih tak
terlepas dari fungsinya, yang mirip “brik brik brik”. Jadi namanya disesuaikan
dan berhubungan dengan telepon atau interkom yang pernah tenar di tahun
1980-an. Akhirnya, Briker adalah nama yang dipilih untuk VoIP berbasis
opensource ini. Briker Bukan Pengganti VoIP Rakyat, Briker dikembangkan
dengan mengintegrasikan beragam software open source. Daftar
lengkapnya ada di dalam Briker itu sendiri, tidak rahasia sama sekali.
Singkatnya, dalam briker ada Linux, server VoIP, database, web server, dan
banyak lagi software pendukung lainnya. Beragam software itu pun punya
lisensi yang beragam. Antara lain LGPL, GPL, GPLv3, BSD License.
Semuanya terbuka untuk umum, dapat dibaca, dipelajari dan diubah.VoIP
Rakyat dan Briker, keduanya sama-sama dikembangkan sebagai media
komunikasi. Jadi terdapat perbedaan antara Briker dengan VoIP Rakyat,
VoIP Rakyat adalah penyedia jasa telekomunikasi berbasis IP (internet
26
protocol), baik voice, video, maupun teks. VoIP Rakyat sifatnya gratis dan
tidak resmi dan memfokuskan diri pada pemanfaatan jaringan berbasis IP
yang telah ada. Sementara itu, Briker merupakan distro Linux baru yang
khusus dibuat untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan jaringan
berbasis IP milik mereka yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi,
baik lewat suara atau video. Briker juga bisa digunakan untuk membuat
"VoIP Rakyat" menurut versi penggunanya itu sendiri. Misalnya untuk
digunakan dalam skala kecil seperti di kampus, kantor, pabrik, atau closed
user group lain.
Fitur – fitur yang dimiliki Briker adalah :
a. Briker IPPBX Core
 Multiple VoIP protocol supported: SIP, IAX2 , H.323
 Multiple analog and digital telephony device supported
 Multiple voice codec supported: ulaw, alaw, gsm, g723, g729
 Multiple video codec supported: h264, h263p, h263, h261
 Voice and video calling and conference
 Unlimited registered accounts
 Up to maximum 1000 online accounts per server
 Up to maximum 240 concurrent calls
b. IPPBX Administration
 Outbound and Inbound routing
 Analog, digital and IP trunks support
 ENUM lookup support
 Interactive Voice Response (IVR) system
 Automatic Call Distribution (ACD)
 Ring Group
 Call forwarding and follow me
 Voice-mail configuration
 Direct Inward System Access (DISA)
 Music on hold
 Secure authenticated call termination by pin sets
27
c. Billing Administration
 Prepaid and postpaid billing
 Auto refill balance, recurring service
 Multiple currency supported
 Call Detail Records (CDR)
 Least Cost Routing (LCR)
 Progressive billing
 Export report to PDF & CSV
 Generate invoices to PDF format
d. Server Administration
 User and groups configuration
 Date/time configuration
 DHCP server configuration on web
 Web based Network configuration
 Reboot and shutdown server from web D
Dapat disimpulkan bahwa Briker adalah PBX berbasis IP ( IPPBX)
yang berbentuk software. Artinya, dengan menginstall Briker pada
komputer, maka komputer itu berubah jadi mesin PBX (private branch
exchange) dengan kemampuan telekomunikasi via jaringan IP. Jadi
sebenarnya penggunaan Briker tidak selalu harus terhubung dengan
VoIP Rakyat, bahkan tidak perlu harus ada internet, cukupLAN saja.
Semakin banyak Briker terpasang dan saling berhubungan melalui VoIP
Rakyat, semakin besar pula jaringan telekomunikasi berbasis IP gratis
versi non-operator resmi.
Selain itu VoIP adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan
Internet Protocol untuk menyediakan komunikasi suara jarak jauh secara
langsung. Sinyal suara analog yang di dengar ketika berkomunikasi di
telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan
berupa paket-paket data secara real time. Bentuk paling sederhana
dalam sistem VoIP adalah dua buah komputer terhubung dengan internet.
Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer
28
yang terhubung ke internet, mempunyai kartu suara yang dihubungkan
dengan speaker dan mikrofon. Dengan dukungan perangkat lunak
khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung dalam koneksi
VoIP satu sama lain. Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk
pertukaran file, suara, gambar. Penekanan utama dalam VoIP adalah
hubungan keduanya dalam bentuk suara. Jika kedua lokasi terhubung
dengan jarak yang cukup jauh (antar kota, antar negara) maka bisa dilihat
keuntungan dari segi biaya. Kedua pihak hanya cukup membayar biaya
pulsa internet saja.
Secara umum VoIP merupakan wujud dari layanan telepon dengan
menggunakan sistem komunikasi Packet Switched. Packet switched
network adalah jaringan-jaringan yang dihubungkan oleh router, dimana
setiap host yang terhubung dalam jaringan tersebut secara teori, dapat
mengirimkan paket data kepada host yang lain.
Paket tersebut berisi alamat yang dituju, dan router meneruskan paket
tersebut ke alamat yang dituju tersebut. Protokol packet switched ini
membagi data menjadi paket-paket sebelum dikirim. Protokol ini
menggunakan prinsip multiplexing, di mana paket-paket tersebut dapat
melalui jalur-jalur yang berbeda bersama paket-paket yang berasal dari
data lain untuk sampai di tujuan. Begitu sampai di tujuan, paket-paket
tersebut akan dirangkai kembali menjadi data asli. Untuk menyediakan
layanan telepon konvensional, diperlukan sebuah protokol yang mampu
membangun sebuah sesi komunikasi antar pengguna. Protokol ini disebut
juga dengan Signaling protocol.
1 Signaling Protocol
Signaling Protocol dalam VoIP digunakan untuk membangun atau
memutuskan sesi komunikasi, menyimpan informasi mengenai letak
user, dan menegosiasikan kapabilitas. Protokol-protokol yang umum
dipakai dalam VoIP adalah SIP, H.323, dan MGCP. Salah satu
signaling protocol adalah Session Initiation Protocol (SIP). Berikut
adalah kelebihan dari SIP (Raharja, 2006) :
 Mudah diimplementasikan.
29
Membangun jaringan VoIP berbasiskan komponen-koniponen
SIP lebih mudah karena perangkat lunakyang digunakan banyak
yang berlisensi open source dan mudah diperoleh serta status
produksinya setara dengan komersil.
 Mampu bekerja untuk user agent yang berada di belakang
NAT(Network Address Translation) atau common firewall dengan
relatif mudah.
 Kualitas suara dan sebagian besar penggunaan bandwidth
diserahkan pada peer-to-peer.
SIP (Session Initiation Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk
inisiasi, modifikasi, dan terminasi sesi komunikasi VoIP. SIP adalah
protokol open standard yang di publikasikan oleh IETF, RFC 2543, dan
RFC 3261. Selain digunakan untuk negosiasi sesi komunikasi suara, SIP
juga dapat digunakan untuk negosisasi sesi komunikasi data media lain
seperti video dan teks. Disebutkan sebagai hanya menggunakan
“negosiasi sesi komunikasi” adalah karena SIP hanya mengatur
bagaimana cara membangun dan menutup sebuah sesi komunikasi
bukan media transfer protocol. Artinya SIP tidak mengantar data media
(suara, video dan teks).
Melainkan hanya menciptakan, mengatur dan menghentikan sesi
komunikasi multimedia antara dua atau lebih peserta.
Fungsi SIP antara lain:
1. Call initiation : membangun sebuah sesi komunikasi dan
mengundang user lain untuk bergabung di dalam sesi komunikasi.
2. Call Modification : bila perlu, SIP dapat memodifikasi sesi komunikasi.
3. Call termination : menutup sesi komunikasi.
4. Presence : mengetahui status user dan mengumumkan status user
pada user lain, online atau offline, away atau busy.
Ketika sebuah sesi komunikasi telah terbuka, maka ada protokol lain yang
bekerja untuk mengantarkan data-data suara yang telah dipaketkan
sehingga dapat direkonstruksi dengan baik pada tujuannya. Protokol ini
disebut juga dengan media transfer protocol.
30
2 PBX (Private Branch Exchange)
PBX atau biasa disebut phone switch adalah perangkat yang
menghubungkan telepon-telepon dalam suatu jaringan lokal dengan jaringan
telepon umum. Fungsi utama dari PBX adalah untuk mengatur panggilan yang
datang dari dan ke extension atau cabang tertentu sesuai dengan yang dituju
dalam jaringan lokal tersebut, dan untuk membagi saluran telepon di antara
semua extension. Extension adalah sebuah nama atau nomor yang
merepresentasikan user dari PBX ini. Saat ini, telah banyak fitur-fitur lain yang
dimiliki PBX, antara lain seperti automated greetings untuk pemanggil, koneksi
ke voice mail, automatic call distribution (ACD) , telekonferensi, dan lainnya.
3 Media Gateway
Media Gateway adalah komponen SIP yang berfungsi untuk menjembatani
protokol yang berbeda, dalam hal ini SIP dengan protokol lainnya seperti
H.323, MGCP, maupun dengan telepon analog (PSTN). Umumnya media
gateway di pakai untuk menghubungkan antara SIP dan PSTN. Ada 2 tipe
interface yang terdapat dalam media gateway yaitu :
- FXO (Foreign Exchange Office) : interface yang menggantikan telepon
analog untuk hubungkan ke PSTN atau ke PBX.
- FXS (Foreign Exchange Subscriber) : interface yang menggantikan
PSTN untuk hubungkan ke peralatan seperti telepon analog, modem,
fax, dan lain-lain.
Tugas utama dari gateway adalah melakukan kompresi/dekompresi voice call
atau fax, routing, call routing, dan control signaling.
4 Codec
Coder-Decoder atau Codec merupakan sebuah teknik untuk
memetakan suara analog yang telah disampling ke dalam bentuk digital. Agar
dapat melewati jalur packet switch dengan baik, VoIP membutuhkan proses
coder atau decoder. Proses ini mengkonversi sinyal audio menjadi data digital
yang dipadatkan (kompresi) untuk kemudian dikirim lewat jalur internet. Dititik
lain, data dikembangkan lagi (dekompresi), dan diubah menjadi sinyal analog.
31
Konversi codec bekerja dengan cara memotong bagian sinyal
(sampling) audio ke dalam jumlah tertentu per detiknya. Jika data hasil
kompresi berhasil diterima di titik lain, proses selanjutnya adalah perakitan
ulang. Data yang dirakit tidak selengkap data saat pertama kali dikirim, ada
beberapa bagian yang hilang. Akan tetapi bagian yang hilang sangat kecil
sehingga tidak terdeteksi oleh telinga manusia.
Codec mempengaruhi kebutuhan bandwidth untuk VoIP, semakin kecil
bitrate sinyal digital yang dihasilkan codec, maka semakin baik codec
tersebut. Namun perhitungan matematis yang dilakukan menjadi semakin
rumit dan ini mempengaruhi kualitas suara setelah di-decode.
Codec juga bekerja menggunakan algoritma tertentu untuk membantunya
memecah, mengurutkan, mengkompresi, dan merakit ulang audio data yang
ditransmisikan. Salah satu algoritma yang populer digunakan dalam teknologi
VoIP ada CS-ACELP (Conjugate-Structure Algebraic Code-Exited Linear
Prediction).
5 Softswitch Asterisk
Dalam proses komunikasi VoIP, sebuah “kantor pusat” dibutuhkan
VoIP untuk menampung data alamat IP dan nomor telepon yang teregistrasi
kepadanya. “kantor pusat” itu dikenal dengan softswitch.
Softswitch bertugas menampung seluruh data alamat IP dan nomor
telepon (extension) yang ada untuk kemudian dihubungkan satu dengan yang
lainnya membentuk interkoneksi yang lebih besar. Karena bertugas
menampung seluruh titik terminal VoIP, softswitch harus mengetahui alamat
terminal dan nomor telepon yang terhubung kepadanya.
Saat ini softswitch yang banyak digunakan dalam jaringan VoIP IP PBX
adalah Asterisk. Asterisk merupakan software PBX open source yang dapat
dijalankan pada berbagai sistem operasi, seperti Linux, BSD, Mac OS bahkan
di Windows. Asterisk hanya membutuhkan perangkat keras minimum dan
tidak membutuhkan perangkat tambahan.
Dengan menggunakan protokol session initiation protocol (SIP) atau inter-
asterisk exchange (IAX), asterisk dapat membuat dan menerima panggilan
melalui internet atau integrasikan dengan hardware tertentu seperti kartu PCI
T1/E1 untuk hubungan PSTN. Fitur-fitur yang terdapat dalam asterisk antara
32
lain : call conference, call monitoring, call forwarding, call parking, call routing,
caller ID, caller ID blocking, calling cards, IVR, music hold on, voice mail, dan
lainnya.
Beberapa contoh orientasi bisnis perangkat lunak soft phone adalah :
• 3CX VoIP Phone for Windows.
Ini adalah Session Initiation Protocol (SIP) berbasis produk yang tersedia
dalam dua edisi gratis dan untuk perusahaan. Ia bekerja dengan provider
seperti Asterisk dan sipgate.
• ArrowPhone.
Ponsel lain Windows berbasis software, hanya untuk jaringan H.323.
Pelanggan dapat menggunakan ArrowPhone dalam jaringan VPN dengan
firewall. Sebuah versi demo gratis tersedia untuk di-download.
• AGEphone.
Menggunakan "microSIP" stack dan berjalan tidak hanya pada Windows tetapi
juga pada CE / Pocket PC dan Windows Mobile, dengan versi Linux dan
Symbian direncanakan untuk masa depan. Memiliki web berbasis antarmuka
yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan menerima panggilan
melalui halaman web.
 E-Phone.
Free IAX2 soft phone untuk Windows.
 Gizmo.
Free soft phone untuk Windows, Macintosh OS X, dan Linux.
 SIP Communicator.
Berbasis Java open source client VoIP yang mendukung baik audio dan video
melalui sesi IPv4 dan IPv6.
6 .Tools pada VoIP
Terdapat beberapa tools yang di gunakan dalam teknologi VoIP adalah sebagai
berikut :
a) Hard Phones (IP Phone)
IP Phone adalah sebuah telepon yang terhubung ke IPPBX atau SIP server
melalui IP network sehingga dapat melakukan komunikasi VoIP.
33
IP phone dapat berupa perangkat lunak atau perangkat keras.
Sebuah kategori khusus Hard Phone memiliki modem built-in di tempat port
Ethernet. Ponsel ini menggunakan layanan dial-up untuk terhubung ke
server VoIP yang jauh dan dengan demikian tidak memerlukan koneksi
broadband.
b) VoIP Interface Cards
VoIP interface cards adalah expansion card yang masuk ke dalam slot PCI
komputer untuk menambah kemampuan VoIP. Pengguna dapat plug
beberapa saluran telepon menjadi kartu tunggal, menginstal perangkat lunak
yang bekerja dengan kartu, dan menciptakan sebuah sistem yang secara
otomatis dapat menjawab dan mengarahkan panggilan dan pesan suara
rekaman mail.
c) Analog Telephone Adapters (ATAs)
Cara yang paling sederhana dan paling umum adalah dengan menggunakan
suatu alat yang disebut ATA. ATAmemungkinkan kita untuk menghubungkan
pesawat telepon biasa ke komputer atau disambungkan ke internet untuk
dipakai VoIP. ATA adalah alat pengubah sinyal dari analog menjadi digital.
Cara kerjanya adalah mengubah sinyal analog dari telepon dan
mengubahnya menjadi data digital untuk di transmisikan melalui internet.
Provider seperti VONAGE dan AT&T Callvantage membuat alat ATA dan
memberikannya secara gratis kepada pelanggannya sebagai bagian dari
servis mereka. Mereka tinggal membuka ATA, memasang kabel telepon ke
alat, danVoIPsudah bisa digunakan. Beberapa jenis ATA dipaket dan di-
bundle beserta software tambahan yang harus diinstalkan pada komputer
untuk melakukan konfigurasi ATA.
d) Digital Telephone Adapters (DTAs)
DTA, disebut juga handset gateway, yang memungkinkan bisnis dengan
handset PBX untuk menggunakan infrastruktur yang ada untuk panggilan
VoIP. Sebuah IP PBX, yang dapat menggantikan PBX itu sendiri, terintegrasi
dengan semua bawaan handset yang sudah ada pada sebuah perusahaan
tanpa membuat perusahaan tersebut mengganti sebuah handset.Handset
Gateway bisa didapat dari Citel dan Intel.
34
e) VoIP Gateways
Perangkat ini menghubungkan jaringan VoIP dengan sistem PSTN,
memungkinkan panggilan antara telepon VoIP dan PSTN atau telepon
genggam. Gateway melakukan kompresi dan dekompresi transmisi suara,
serta panggilan routing. Gateway VoIP dapat antarmuka dengan gatekeeper,
softswitches, atau pengendali eksternal lainnya, dan dapat menggabungkan
fitur seperti manajemen jaringan dan akuntansi.
Gateway VoIP juga dikenal sebagai gateway media. Mereka dibuat oleh
banyak perusahaan yang sama terdaftar di bagian telepon IP, serta Nortel ,
SysMaster , dan Oki Network Technologies.
Voice over Internet Protocol adalah teknologi yang memungkinkan
percakapan suara jarak jauh melalui jaringan. VoIP merubah sinyal suara
menjadi sinyal digital dan melakukan transmisi melalui jaringan dan merubah
sinyal digital kembali menjadi sinyal suara.
7. MPLS (MultiProtocol Label Switching)
Multiprotocol Label Switching(MPLS) adalah arsitektur network yang
didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di
layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket.
Menurut Cisco System Learning 2006, Multiprotocol Label Switching (MPLS)
adalah sebuah metode untuk meneruskan paket melalui suatu jaringan.
Teknologi MPLS diciptakan untuk membawa aplikasi yang critical melalui
jaringan Wide Area Network dengan kecepatan tinggi.
Meningkatnya jumlah pengguaan layanan VoIP, sehingga jaringan
backbone pada VoIP harus mempunyai standar kualitas untuk mencegah
tingginya jitter, packet loss, delay. Sehingga penulis menggunakan jaringan
berbasis QoE dengan menggunakan backbone MPLS sebagai routing
protokolnya.
Penulis memilih untuk menggunakan protokol MPLS dibandingkan
dengan protokol yang lainnya seperti Frame Relay dan ATM (Asynchronous
Transfer Mode) karena berbagai pertimbangan berikut (Kaimal, 2012) :
 Frame Relay dan ATM, memiliki kekurangan dalam peningkatan
performansi jaringan karena lebih rumit dalam penggunaannya maka itu
35
dikembangkanlah MPLS yang dapat memberikan solusi yang lebih baik
untuk VPN, QOS, security, traffic engineering, dan lain-lain.
 MPLS lebih cepat dalam pengiriman paket karena MPLS hanya
melakukan enkapsulasi paket IP, dengan memasang header MPLS. Dan
hanya menggunakan 20bit untuk label, sedangkan ATM memecah paket-
paket IP, dan menggunakan 53bit dalam pengiriman paket.
 MPLS memiliki skalabilitas yang lebih baik karena sangat fleksibel,
mudah, dan cepat dalam tahapan konfigurasi pengembangan.
Sedangkan ATM memiliki skalabilitas yang kurang baik sehingga
mengakibatkan perlunya investasi tinggi untuk implementasinya.
Keuntungan menggunakan MPLS antara lain (Satkomindo) :
 Multiservices Offering
Service yang ditawarkan MPLS dapat menampung banyak aplikasi voice.
 Provisioning Scalability
Tahapan jaringan backbone MPLS sangat fleksibel, mudah, dan cepat
dalam tahapan konfigurasi pengembangan.
 Manageability
Jaringan MPLS mempunyai NMS (Network Monitoring System) yang
terpusat sehingga memudahkan pengawasan jaringan dan fleksibel
dalam mengatur jaringan.
MPLS juga memberikan fitur keamanan dengan menggunakan label
untuk membedakan pelanggan yang satu dengan pelanggan lainnya. Diatas
jaringan yang sama, titik yang memiliki label yang sama terhubung, sehingga
MPLS memiliki tingkat keamanan yang sangat baik.
Berikut adalah beberapa kelebihan dengan menggunakan MPLS :
a. MPLS mengurangi banyaknya proses pengolahan yang terjadi di IP
routers, serta memperbaiki kinerja pengiriman suatu paket data.
b. MPLS juga bisa menyediakan Quality of Experience (QoE) dalam jaringan
backbone, dan dapat menghitung parameter QoE sehingga setiap
layanan paket yang dikirimkan akan mendapat perlakuan yang berbeda
sesuai dengan skala prioritasnya.
36
Berbeda dengan teknologi routing lainnya yang melihat alamat tujuan
sebanyak 32-bit setiap kali melawati satu node ke node lainnya sedangkan
MPLS hanya membaca 20-bit nilai alamat saat memasuki router MPLS
pertama kali. MPLS juga memasukan headerlayer 2 dan layer 3 yang
berfungsi mengurangi kinerja kerja dari layer 3 agar pengiriman paket data
dapat lebih cepat.
Header pada MPLS terdapat 4 field, yaitu:
1. Label 20 bit.
Label yang berisi alamat sebanyak 20 bit yang nantinya akan berfungsi
sebagai pengiriman data yang lebih cepat dari paket biasa.
2. Time To Live (TTL) 8 bit.
Time To Live merupakan banyaknya hop yang akan di lewati oleh paket
MPLS. TTL akan berkurang 1 jika setiap 1 kali melewati hop tujuan.
Karena TTL tersedia sebanyak 8 bit, maka banyaknya hop maksimum
yang dapat di lewati paket MPLS adalah 256 hop.
3. Stack.
Stack akan bernilai 0 jika hop yang dilewati bukan hop MPLS terakhir.
Sedangkan stack akan bernilai 1 jika hop yang dilewati murapakan hop
MPLS terakhir.
4. Experiment Use (exp).
Experiment use atau bisa di sebut sebagai CoS (class of service)
berfungsi sebagai skala penentuan prioritas pengiriman paket pada
MPLS. Header pada MPLS yang terbagi, terdapat pula komponen MPLS
yang mendukung performasi kerja proses pengiriman data itu sendiri.
Selain dibutuhkannya header didalam MPLS, dibutuhkan juga parameter
– parameter MPLS didalam jaringan. Berikut adalah parameter yang
berguna untuk pengecekan pengiriman data di dalam protokol MPLS
(Anonim, 2013) :
a. Node.
Router pada jaringan MPLS yang akan meneruskan paket yang
diterimanya berdasarkan label. Disini node bekerja sebagai Router.
b. Label.
37
Merupakan header tambahan yang diletakkan diantara layer 2 dan IP
header.
c. Ingress Node.
MPLS node yang mengatur traffic saat paket memasuki MPLS. Ingress
node biasa juga disebut PE (Provider Edge) router .
d. MPLS Egress Node.
MPLS node yang mengatur traffic saat paket meninggalkan MPLS.
Egress node biasa disebut juga PE (Provider Edge) router.
e. Label Edge Router (LER).
MPLS node yang menghubungkan sebuah MPLS domain dengan node
yang berada diluar MPLS domain atau jaringan internet biasa.
f. Label Switch Path (LSP).
Merupakan jalur yang terbentuk dari serangkaian satu atau lebih Label
Switching Hop dimana paket diteruskan oleh Label Swapping
berdasarkan tabel Forwarding Equivalent Class (FEC) dari satu MPLS
node ke MPLS node yang lain.
g. Label Switching Router (LSR).
Router yang mendukung MPLS Forward, LSR biasa disebut juga PR
(provider router). Agar lebih mudah, LSR adalah kumpulan LER yang
terhubung.
MPLS mempunyai beberapa kelebihan dalam jaringan seperti :
1. Speed Rate.
Pembacaan alamat pada jaringan IP sebanyak 32 bit, sedangkan MPLS
cukup melihat label yang berisi alamat tujuan sebanyak 20 bit . hanya
dengan melihat perbedaan besar tentu dapat mengetahui perbedaan
kecepatan pengiriman data.
2. Scalability.
MPLS dapat berhubungan dengan jaringan IP lainnya, alat yang
dibutuhkan untuk membangun teknologi MPLS ini adalah router yang
telah ter-upgrade teknologi MPLS itu sendiri.
3. Traffic Engineering.
MPLS memiliki Protokol IGP (interior Gateway Protocol) yang merupakan
routingprotocol link state. IGP menggunakan Routing Protocol OSPF,
38
Karena OSPF di MPLS sebagai serangkaian prosedur dan alat yang
dirancang untuk mengukur lalu lintas didalam ISP dan memberikan
feedback sehingga lalu lintas dapat diatur. OSPF akan menentukan jalur
berdasarkan performasi kerja router, kemungkinan kecil atau tidak adanya
collision, dan buffering.
7.1 Sistem Kerja MPLS
MPLS memiliki 2 bidang arsitektural, yaitu : MPLS Control Plane dan
MPLS Forwarding Plane.
a) MPLS Control Plane
Pada jaringan MPLS , saat paket IP tiba di ingress router (LER) paket
tersebut akan melakukan proses pushing. Pushing adalah diletakkannya
MPLS label diantara layer 2 dan layer 3 . Sebelum label diletakkan , akan
dilakukan klasifikasi paket ke dalam Forward Equivalance Class.
Klasifikasi ke dalam FEC dapat berdasarkan IP tujuan maupun nilai IP
predence pada header paket IP.
Semua paket-paket yang diklasifikasikan ke dalam FEC yang sama akan
diperlakukan dengan perlakuan yang sama. Setelah dilakukan klasifikasi
label akan diletakkan (pushing) sesuai klasifikasi yang diberikan. Oleh
karena itu proses pushing pada LER ini hanya dilakukan disisi edge-nya
saja.
Pada Control plane ini diperlukan beberapa hal pada jaringan MPLS
diantaranya adalah :
- IGP (interior gateway protocol)
IGP harus digunakan untuk traffic engineering pada jaringan MPLS,
yang merupakan protokol link-state (OSPF).
- LDP (Label Distribution protocol)
Untuk distribusi label dengan traffic engineering perlu diperhatikan
adanya Label Distribution Protocol (LDP) dan RSVP-TE.
- BGP (Border Gateway Protocol)
Pada jaringan berbasis MPLS, BGP hanya diperlukan di sisi edge
network.
39
b) MPLS Forwarding Plane
MPLS Forwarding Plane bertanggung jawab dalam meneruskan paket
berdasarkan harga dari label. Setiap proses penerusan data akan
menggunakan 2 label. Yaitu LIB dan LFIB . LIB mengetahui informasi
routing pada setiap “kaki-kaki” tetangganya atau yang terhubung
langsung dengannya . Sedangkan LFIB hanya mengetahui informasi
routing dari outgoing tujuan setelahnya yang sudah disesuaikan. LFIB
menggunakan sebagian label yang ada di dalam LIB untuk proses Packet
forwarding. Pembangunan LSP pada area MPLS serta proses pemberian
label pada paket data IP yang melewati path tersebut. LSP dibangun
antara Ingress LER dengan Engress LER dengan router lain yang
termasuk di dalam LSP pada area MPLS. Signalling Protocol akan
memantapkan path melalui setiap router dan memesan bandwidth untuk
data flowing di dalam path. Dari Ingress (LER) selanjutnya paket data
akan di-forward ke router selanjutnya dan label yang ada di header data
akan dibaca oleh router tersebut untuk mendapatkan informasi tabel
forwarding yang diberikan.
I. Aktivitas Pembelajaran
1. Dalam kegiatan ini peserta diklat akan melakukan analisis terhadap
rangkaian operasiVoIPBentuk kelompok diskusi setiap kelompok terdiri
dari 3-4 orang. Bacalah seluruh langkah dibawah ini kemudian lakukan
dengan cermat dan teliti.
2. Baca dan amati uraian materi diatas dan carilah sumber bacaan lain yang
relevan melalui media internet.
3. Analisalah diagram rangkaianVoIP berbasis open source yaitu Briker
4. Diskusi dan komunikasikan hasilnya dalam kelompok dan buatlah
kesimpulan.
5. Buatlah Laporan dan komunikasikan hasil laporan dan pembahasan
dengan tutor.
J. Latihan
1. Jelaskan syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
40
2.Jelaskan kelebihan dalam bertelepon menggunakan VoIP
3. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan Gateway VoIP
4. Bagaimana pengiriman sebuah sinyal ke remote destination dapat dilakukan
secara digital
5. Jelaskan Bagaimana caranya menginstall Briker pada computer !
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
41
K. Umpan Balik
1. Apakah saudara sudah memahami prinsip kerja VoIPdan berapa prosen
pencapaian kompetensinya ?
2. Apakah saudara sudah memahami Gateway VoIPdan berapa prosen
pencapaian kompetensinya ?
3. Apakah saudara sudah memahami VoIP Berbasis Open Source
(Briker)dan berapprosen pencapaian kompetensinya ?
4. Apakah saudara sudah memahami Signaling Protocol dan berapa prosen
pencapaian kompetensinya ?
5. Apakah saudara sudah memahami SIP (Session Initiation Protocol) dan
berapa prosen pencapaian kompetensinya ?
L. Kunci Jawaban
1. Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan dari
speaker pada Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC
diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan
internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama.
2. Gateway VoIP adalah peralatan yang dapat menghubungkan VoIP di
Internet dengan jaringan telepon yang menggunakan sambungan RJ-11.
Biasanya peralatan gateway VoIP ini di sambungkan ke PBX / PABX di
kantor atau di wartel agar telepon biasa yang ada dapat terkait ke jaringan
VoIP juga.
3. Briker dikembangkan dengan basis open source. Briker ini mulai
dikembangkan sekitar pertengahan tahun 2008. Briker Bukan Pengganti
VoIP Rakyat, Briker dikembangkan dengan mengintegrasikan beragam
software open source. Daftar lengkapnya ada di dalam Briker itu sendiri,
tidak rahasia sama sekali. Singkatnya, dalam briker ada Linux, server VoIP,
database, web server, dan banyak lagi software pendukung lainnya.
4. Signaling Protocol dalam VoIP digunakan untuk membangun atau
memutuskan sesi komunikasi, menyimpan informasi mengenai letak user,
dan menegosiasikan kapabilitas. Protokol-protokol yang umum dipakai
42
dalam VoIP adalah SIP, H.323, dan MGCP. Salah satu signaling protocol
adalah Session Initiation Protocol (SIP).
5. SIP (Session Initiation Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk
inisiasi, modifikasi, dan terminasi sesi komunikasi VoIP. SIP adalah
protokol open standard yang di publikasikan oleh IETF, RFC 2543, dan
RFC 3261. Selain digunakan untuk negosiasi sesi komunikasi suara, SIP
juga dapat digunakan untuk negosisasi sesi komunikasi data media lain
seperti video dan teks.
43
Kegiatan belajar 3:
BAGIAN DAN KONSEP KERJA SERVER
SOFTSWITCH BERKAITAN DENGAN PBX
A.Tujuan Pembelajaran.
Setelah mengikuti kegiatan belajar 3 ini diharapkan bahwa :
 Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis bagian dan konsep
kerja server softswitch berkaitan dengan PBX dengan tepat.
B. Indikator pencapaian kompetensi
 Menganalisis server softswitch.
 Menganalisis VoIP Server
 Menganalisis Jenis Metode Layanan VOIP
C. Uraian Materi
Voice over Internet Protocol (juga disebut VoIP, IP Telephony, Internet
telephony atau Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan
suara jarak jauh melalui media internet.Data suara diubah menjadi kode digital
dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket paket data, dan bukan
lewat sirkuit analog telepon biasa.
Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu
melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan
IP.Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui
terminal yang berupa PC atau telepon.
1.VoIP Server
VoIP Server adalah bagian utama dalam jaringan VoIP. Perangkat ini
memang tidak wajib ada di jaringan VoIP, tetapi sangat dibutuhkan untuk dapat
menghubungkan banyak titik komunikasi server. Perangkat ini dapat digunakan
untuk mendefinisikan jalur dan aturan antar terminal. Selain itu VoIP server juga
44
bisa menyediakan layanan-layanan yang biasa ada di perangkat PBX (Private
Branch Exchange), voice mail, Interactive Voice Response (IVR), dan lain-lain.
Beberapa jenis SoftSwitch juga menyediakan fasilitas tambahan untuk dapat
berkomunikasi dengan SoftSwitch lain di internet. Ada beberapa SoftSwitch
yang dapat anda pilih untuk membangun jaringan VoIP sendiri, semuanya
memiliki lisensi gratis.
 VoIP Switch
Konsep dasar penggunaan Circuit Switching yaitu sebuah jalur
komunikasi akan dibuka dan dipesan selama terjadi komunikasi. Jalur
komunikasi yang ada akhirnya menjadi eklusif dimiliki oleh dua titik yang
menggunakannya. Contoh, anda tinggal di Jakarta dan hendak menelepon
kerabat yang berada di Surabaya. Selama proses komunikasi antara anda dan
kerabat terjadi, jalur telepon dari jakarta ke surabaya adalah eklusif milik anda
dan lawan bicara. Alhasil biaya pun memebengkak karena anda harus
membayar jalur telepon tadi.
Konsep berbeda ditawarkan VoIP. Seluruh data yang lalu-lalang di
Internet menggunakan konsep Packet Switching. artinya jalur yang anda
gunakan untuk berselancar di internet bukan eklusif milik sendiri. Packet
Switching memungkinkan jalur data digunakan oleh banyak pengguna. Agar
tidak salah alamat, paket data diberi identitas khusus sehingga perangkat
pendukung seperti router dapat meneruskannya (switched) ke tujuan akhir.
Packet Switch menjadi alasan utama mengapa komunikasi suara
menggunakan Internet Protocol (IP) memiliki perbedaan biaya yang jauh lebih
rendah.
 Codec (coder-decoder)
Agar apat melewati jalur Packet Switch dengan baik, VoIP memebutuhkan
proses coder dan decoder. Proses ini mengkonversi sinyal audio menjadi data
digital yang dipadatkan (kompresi) untuk kemudian dikirim lewat jalur internet. Di
titik lain, data dikembangkan lagi (dekompresi), dan diubah menjadi sinyal
analog.
Konversi codec bekerja dengan cara memotong bagian sinyal (sampling)
audio dalam jumlah tertentu perdetiknya. Sebagai contoh, codec G.711
45
melakukan sampling audio sebanyak 64.000 kali per detiknya. Jika data hasil
kompresi berhasil diterima di titik lain, proses selanjutnya adalah melakukan
perakitan ulang. Data yang dirakit tidak selengkap data saat pertama kali dikirim,
ada beberapa bagian yang hilang. Akan tetapi bagian yang hilang sangat kecil
sehingga tidak terdeteksi oleh telinga manusia.
Codec juga bekerja menggunakan alogaritma tertentu untuk membantunya
memecah, mengurutkan, mngkompresi, dan merakit ulang audio data yang
ditransmisikan. Salah satu alogaritma yang populer digunakan dalam teknologi
VoIP adalah CS-ACELP (Conjugate-Structure Algebraic-Code-Excited Linear
Prediction).
Pemilihan codec sangat berpengaruh pada penggunaan bandwidth jaringan
nantinya. Makin baik codec melakukan sampling, makin efisien juga jalur yang
digunakan. Kualitas akhir suara juga harus diperhatikan agar tidak sekadar
cepat, codec juga harus menghasilkan sinyal audio yang baik. Beberapa codec
lainnya : G.723.1, G.729, G.726, G.728, GSM, iLBC
 SoftPhone (Software)
Selain berupa telepon utuh (hardware), perangkat telepon juga bisa
berbentuk software. Di dunia VoIP, perangkat ini disebut SoftPhone. Softphone
memiliki jenis yang beragam baik dari kemampuan dan lisensi. Saat ini banyak
Softphone yang disebarkan dengan lisensi gratis. Bahkan ada yang
menyediakan lisensi software gratis sekalligus layanan jaringan VoIP -nya.
SkyPe salah satu penyedia Softphone Cuma-Cuma, sekaligus layanan PC-to-PC
call yang prima. SoftPhone Skype ini hanya bisa bekerja di jaringan milik Skype.
Jika ingin membuat jaringan sendiri harus menggunakan Softphone jenis lain.
Softphone lain diantaranya adalah X-Lite, IAX-Lite, MyPhone. X-Lite merupakan
softphone untuk VoIP yang berjalan melalui protokol SIP. Selain suara, X-Lite
juga bisa digunakana untuk saling berkirim text dan video.
IAX-Lite merupakan softphone yang berjalan melalui protokol IAX.
IAX merupakan protokol signaling yang dikembangkan oleh pembuat
Asterisk (IP PBX). Untuk protokol H323 dapat menggunakan MyPhone.
 VoIP Gateway
46
Gateway digunakan untuk menghubungkan dua jaringan yang berbeda
yaitu antara jaringan H.323 dan jaringan non H.323, sebagai contoh
gateway dapat menghubungkan dan menyediakan komunikasi antara
terminal H.233 dengan jaringan telepon , misalnya: PSTN. Dalam
menghubungkan dua bentuk jaringan yang berbeda dilakukan dengan
menterjemankan protokol-protokol untuk call setup dan release serta
mengirimkan informasi antara jaringan yang terhubung dengan gateway.
Namun demikian gateway tidak dibutuhkan untuk komunikasi antara dua
terminal H.323.
 Beberapa Contoh Software VOIP
Saat ini sangat banyak sekali aplikasi atau software-sotware yang
dapat digunakan atau menjalankan VOIPdiantaranya :
1. Skype
Skype adalah software aplikasi komunikasi suara berbasis IP melalui
internet antara sesama pengguna Skype. Pada saat menggunakan Skype
maka pengguna yang sedang online akan mencari pengguna Skype
lainnya Lalu mulai membangun jaringan untuk menemukan pengguna-
pengguna lainnya. Skype memiliki berbagai macam feature yang dapat
memudahkan penggunanya. Skype juga dilengkapi dengan SkypeOut dan
SkypeIn yang memungkinkan pengguna untuk berhubungan dengan
pengguna telepon konvensional dan telepon selular. Setiap pengguna
Skype memiliki sebuah username dan sebuah password. Dan setiap
username memiliki sebuah alamat e-mail yang teregistrasi. Untuk masuk
ke sistem Skype, pengguna harus menyertakan pasangan username dan
passwordnya. Jika pengguna lupa password tersebut maka Skype akan
mengubahnya dan mengirimkan password yang baru ke alamate-mail
pengguna yang sudah terregistrasi.
2. Netmeeting
47
Aplikasi ini dikembangkan oleh Microsoft yang merupakan salah
satu aplikasi yang mendukung VoIP dan juga Video Conference. Aplikasi ini
menggunakan protocol H.323 untuk Video dan Audio Conference. Sama
dengan aplikasi lainnya tetap memerlukan registrasi untuk mendapatkan
user id dan password, agar bisa berkomunikasi dengan para pengguna
netmeeting lainnya. Aplikasi ini sudah include didalam system windows 95
sampai windows XP.
3. X-lite
X-Lite adalah sebuah aplikasi open source pendukung VoIP yang
menggunakan teknologi SIP (Session Initiation Protocol). X-Lite di
kembangkan pertama sekali oleh CounterPath ada 2 release yang telah
dikeluarkan untuk aplikasi ini yang mempunyai perbedaan feature. X-Lite 2.0
digunakan untuk Macintosh dan Linux yang menggunakan X-Pro code base
dan X-Lite 3.0 untuk windows yang menggunakan eveBeam code base. X-lite
2.0 hanya untuk suara saja sedangkan X-Lite 3.0 sudah memiliki feature
suara, video dan instant messaging atau media untuk chatting.
4. Yahoo Messenger
Aplikasi ini sama secara garis besar memliki konsep atau cara kerja yang
mirip dengan Skype , namun yahoo messenger kurang digemari yang
dikarenakan menurut beberapa sumber yang penulis temukan kurangnya
kualitas suara yang dihasilkan dibandingkan dengan Skype.
Dari beberapa software penunjang VOIP tersebut diatas tidak terlepas dari
kualitas atau besarnya bandwith yang dimiliki untuk mendapatkan kualitas
suara yang baik.
Contoh Hardware
a. IP-PBX - Komputer – Hardware
b. IP-PBX
c. IP PBX atau Internet Protocol Private Branch Excha
2.Jenis Metode Layanan VOIP
 Analog Telephone Adaptor (ATA)
48
ATA adalah metode paling umum untuk menggunakan layanan VOIP
yaitu menggunakan alat yang bernama ATA yang memungkinkan kita
menyambungkan telepon konvensional ke PC atau internet untuk
melakukan VOIP
 IP Phones
IP PHONES yaitu telepon yang sudah memiliki port RJ-45 untuk langsung
di sambungkan ke router guna melakukan panggilan VOIP.
 PC to PC
PC to PC seperti namanya saja kita sudah dapat membayangkan, yaitu
panggilan VOIP yang dilakukan menggunakan PC dengan perlengkapan
microphone, speaker, dan software yang di sediakan para developer
komunikasi VOIP ini contoh : Skype dan InterVoIP. User tidak membayar
satu sen pun dalam melakukan panggilan antarpengguna sesama
layanan.
Gambar 3. server softswitch
3.Konsep kerja server softswitch
Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan
yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan
layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan
49
oleh sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasisIP.
Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal adalah bagian
software yang mengatur call processing. Salah satu solusi untuk mengatasi
masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang dapat
menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun
circuit. Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik
adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching
secara fisik dan menghubungkan keduanya melalui suatu protocol standar
tersendiri.
4. Instalasi Server VoIP dengan Briker
Briker adalah distribusi Linux yang didalamnya terdapat aplikasi server
yang memungkinkan pengguna untuk mengimplementasikan layanan VoIP,
membangun nya atau telepon sendiri pusat-nya; Penggunaan Briker untuk
server disarankan untuk organisasi, institusi dan perusahaan dengan jumlah
ekstensi tidak melebihi 1.000 dan jumlah maks. bersamaan panggilan
dari240.
Untuk membuat server VoIP dibutuhkan CD Briker IPPBX. Untuk
mendapatkan file ISO Briker IPPBX tersebut, bisa di unduh www.briker.org.
Setelah proses download selesai, file ISO tersebut dapat diburning langsung
kedalam CD. Briker IPPBX sampai dengan saat ini ditulis telah mencapai rilis
2.0 dengan codename OWP (Onno W. Purbo). Sebelumnya, rilis 1.0 diberi
sandi Azzelia . Setelah download file ISO Briker IPPBX dari situs tersebut,
maka dijadikan CD Installer BrikerIPPBX.
5.Instalasi Briker
Setting BIOS komputer anda menjadi Boot from CD. Kemudian masukkan
Briker IPPBX CD keCDROM.
50
Gambar 4.Instalasi Briker
Ketik install lalu tekan enter dan tunggu sampai proses selesai dengan
di tandai CD Rom keluar sendiri dan komputer lalu restart. Setelah semua
itu tidak ada masalah dalam proses installasi. Instalasi Briker IPPBX relatif
mudah, setelah proses instalasi selesai, sistem akan membuat password
default untuk console login dan web login, serta mengkonfigurasi alamat
IPdefault.
8.Default console login (ssh port22)
Usernae:
support
Passwor
d :Briker
9.Default web login (http port80)
Username :
support
Password :
Briker
Default network
address
51
IP address :
192.168.2.2 Netmask
:255.255.255.0
10.ProsesInstalasi
 Briker otomatis memeriksa hardware yang terpasang dengan
pertama kali memeriksaCDROM
Gambar 5.Ottomatis Briker
 Briker otomatis memeriksa perangkat keras
jaringan, lalu mengkonfigurasi IP address secaraotomatis.
52
Gambar6. Konfigurasi IP
 Briker otomatis menghapus (format) hardisk dan
menggunakan semua isihardisk.
Gambar 7. Briker otomatis menghapus format
53
 Briker otomatis install base system dan softwarelainnya.
Gambar 8. Install Base system
Terakhir, Briker akan install GRUBbootloader
Gambar 9.Install GRUBbootloader
Instalasi sistem selesai, CD Briker akan otomatis keluar dari CDROMdan
komputer akan restrart.
11.ConsoleLogin
Setelah instalasi selesai, kita dapat memulai melakukan konfigurasi dari console
seperti mengganti alamat IP, konfigurasi tanggal dan jam dan lainnya
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf
TKJ B.pdf

More Related Content

Similar to TKJ B.pdf

Toaz.info laporan-rtl-rpk-pk-diklat-cks-2020-pr 75857832db967d808af6d8b7d6dee...
Toaz.info laporan-rtl-rpk-pk-diklat-cks-2020-pr 75857832db967d808af6d8b7d6dee...Toaz.info laporan-rtl-rpk-pk-diklat-cks-2020-pr 75857832db967d808af6d8b7d6dee...
Toaz.info laporan-rtl-rpk-pk-diklat-cks-2020-pr 75857832db967d808af6d8b7d6dee...
baambangPontoh
 
15 - AHMAD FAUZI - TUGAS 03-OJT 2-CKS_2021.pdf
15 - AHMAD FAUZI - TUGAS 03-OJT 2-CKS_2021.pdf15 - AHMAD FAUZI - TUGAS 03-OJT 2-CKS_2021.pdf
15 - AHMAD FAUZI - TUGAS 03-OJT 2-CKS_2021.pdf
SitiRoekah
 
Simulasi digital jilid 1 (1)
Simulasi digital jilid 1 (1)Simulasi digital jilid 1 (1)
Simulasi digital jilid 1 (1)
Yakin Mendapatkan
 

Similar to TKJ B.pdf (20)

Implementasi Project Work Dalam Pembelajaran Praktek Produktif
Implementasi Project Work Dalam Pembelajaran Praktek Produktif Implementasi Project Work Dalam Pembelajaran Praktek Produktif
Implementasi Project Work Dalam Pembelajaran Praktek Produktif
 
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk d
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk dModul Guru Pembelajar TIK SMK kk d
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk d
 
Tik smp d
Tik smp dTik smp d
Tik smp d
 
Tik smp f
Tik smp fTik smp f
Tik smp f
 
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk c
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk cModul Guru Pembelajar TIK SMK kk c
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk c
 
Tik smp c
Tik smp cTik smp c
Tik smp c
 
Koloid
KoloidKoloid
Koloid
 
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk f
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk fModul Guru Pembelajar TIK SMK kk f
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk f
 
Animasi 3 dimensi
Animasi 3 dimensiAnimasi 3 dimensi
Animasi 3 dimensi
 
Toaz.info laporan-rtl-rpk-pk-diklat-cks-2020-pr 75857832db967d808af6d8b7d6dee...
Toaz.info laporan-rtl-rpk-pk-diklat-cks-2020-pr 75857832db967d808af6d8b7d6dee...Toaz.info laporan-rtl-rpk-pk-diklat-cks-2020-pr 75857832db967d808af6d8b7d6dee...
Toaz.info laporan-rtl-rpk-pk-diklat-cks-2020-pr 75857832db967d808af6d8b7d6dee...
 
Tik SMP/MTs c
Tik SMP/MTs cTik SMP/MTs c
Tik SMP/MTs c
 
15 - AHMAD FAUZI - TUGAS 03-OJT 2-CKS_2021.pdf
15 - AHMAD FAUZI - TUGAS 03-OJT 2-CKS_2021.pdf15 - AHMAD FAUZI - TUGAS 03-OJT 2-CKS_2021.pdf
15 - AHMAD FAUZI - TUGAS 03-OJT 2-CKS_2021.pdf
 
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk b
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk bModul Guru Pembelajar TIK SMK kk b
Modul Guru Pembelajar TIK SMK kk b
 
BUKU PENGALAMAN BAIK_MATEMATIKA.pdf
BUKU PENGALAMAN BAIK_MATEMATIKA.pdfBUKU PENGALAMAN BAIK_MATEMATIKA.pdf
BUKU PENGALAMAN BAIK_MATEMATIKA.pdf
 
Tik smp b
Tik smp bTik smp b
Tik smp b
 
Draft Final Pedoman Guru Pembelajar 2016
Draft Final Pedoman Guru Pembelajar 2016Draft Final Pedoman Guru Pembelajar 2016
Draft Final Pedoman Guru Pembelajar 2016
 
Laporan aktualisasi rully kartika wijaya
Laporan aktualisasi rully kartika wijaya Laporan aktualisasi rully kartika wijaya
Laporan aktualisasi rully kartika wijaya
 
Laporan pkb
Laporan pkbLaporan pkb
Laporan pkb
 
Panduan penilaian rapor sd ara - 24 june 2015
Panduan penilaian   rapor sd ara - 24 june 2015Panduan penilaian   rapor sd ara - 24 june 2015
Panduan penilaian rapor sd ara - 24 june 2015
 
Simulasi digital jilid 1 (1)
Simulasi digital jilid 1 (1)Simulasi digital jilid 1 (1)
Simulasi digital jilid 1 (1)
 

Recently uploaded

ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKAATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
VeonaHartanti
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
ErikaPutriJayantini
 
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxLaporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Jajang Sulaeman
 
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptxJaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
arbidu2022
 
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docxKisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
FitriaSarmida1
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
cupulin
 
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfSurat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
EirinELS
 

Recently uploaded (20)

Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptxInformatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
 
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxKegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
 
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKAATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
 
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
MATERI TENTANG SUMBER ENERGI KELAS 4 TEMA 2 K13
 
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdfUAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
UAS Matematika kelas IX 2024 HK_2024.pdf
 
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
443016507-Sediaan-obat-PHYCOPHYTA-MYOPHYTA-dan-MYCOPHYTA-pptx.pptx
 
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptx
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptxMateri Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptx
Materi Pertemuan 4 Materi Pertemuan 4.pptx
 
Webinar 1_Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif.pdf
Webinar 1_Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif.pdfWebinar 1_Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif.pdf
Webinar 1_Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif.pdf
 
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxLaporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptxMateri Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 2Materi Pertemuan 3 Bagian 2.pptx
 
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia pptMateri Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
 
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptxJaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
 
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMPBioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
 
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptxNOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docxKisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
 
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...
PELAKSANAAN + Link2 MATERI Training_ "AUDIT INTERNAL + SISTEM MANAJEMEN MUTU ...
 
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptxAKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
AKSI NYATA DISIPLIN POSITIF MEMBUAT KEYAKINAN KELAS_11zon.pptx
 
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdfSurat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
Surat Pribadi dan Surat Dinas 7 SMP ppt.pdf
 

TKJ B.pdf

  • 1. i MODUL DIKLAT PKB GURU BUDIDAYA KRUSTASEA GRADE 4 LEMBAGA PENGEMBANGAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BIDANG KELAUTAN, PERIKANAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (LPPPTK KPTK) NOVEMBER 2015 MODUL GURU PEMBELAJAR Paket Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Kelompok Kompetensi B Penulis: Supriyanto, Drs., M.T. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015
  • 2. ii HALAMAN PERANCIS Penulis: Supriyanto, Drs., M.T. 08123350868. ,supriyantovedc@gmail.com Penelaah: 1. Bagus Budi Setiawan., S.ST 081523401.,bagus.setiawan@gmail.com 2. Karino Lolo, S.S.,. 0896278391. Karina.lolo@gmail.com Ilustrator : 1. Imran, S.Kom, M.Pd., 085242642377., imranlahami@gmail.com Copyright ©2016 Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan Tenaga Kependidikan Bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang mengkopi sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan.
  • 3. iii KATA SAMBUTAN Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kopeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Hal ini tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kopetensi guru. Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar (GP) merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kopetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokan menjadi 10 (sepuluh) kelopok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahaan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring (online) dan campuran (blended) tatap muka dengan online. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenag Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK KPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberayaan Kepala Sekolah (LP2KS) merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkaan kompetensi guru sesuai dengan bidangnya.
  • 4. iv Adapun peragkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul untuk program Guru Pembelajar (GP) tatap muka dan GP online untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program GP memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru. Mari kita sukseskan program GP ini untuk mewujudkan Guru Mulia Karena Karya. Jakarta, Februari 2016 Direktur Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Sumarna Surapranata, Ph.D NIP. 195908011985031002
  • 5. v KATA PENGANTAR Profesi guru dan tenaga kependidikan harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Hal ini dikarenakan guru dan tenaga kependidikan merupakan tenaga profesional yang mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu “Menciptakan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif”. Untuk itu guru dan tenaga kependidikan yang profesional wajib melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Buku pedoman Pedoman Penyusunan Modul Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan untuk institusi penyelenggara program pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan petunjuk bagi penyelenggara pelatihan di dalam melaksakan pengembangan modul yang merupakan salah satu sumber belajar bagi guru dan tenaga kependidikan. Buku ini disajikan untuk memberikan informasi tentang penyusunan modul sebagai salah satu bentuk bahan dalam kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan. Pada kesempatan ini disampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusi secara maksimal dalam mewujudkan buku ini, mudah-mudahan buku ini dapat menjadi acuan dan sumber inspirasi bagi guru dan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penyusunan modul untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk menyempurnakan buku ini di masa mendatang. Makassar, Desember 2015 Kepala LPPPTK KPTK Gowa Sulawesi Selatan, Dr. H. Rusdi, M.Pd, NIP 19650430 1991 03 1 004
  • 6. vi DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..............................................Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI............................................................Error! Bookmark not defined. DAFTAR GAMBAR................................................Error! Bookmark not defined. PENDAHULUAN....................................................Error! Bookmark not defined. A. Latar Belakang Error! Bookmark not defined. B. Tujuan Error! Bookmark not defined. C. Peta Kompetensi Error! Bookmark not defined. D. Ruang Lingkup Penggunaan Modul Error! Bookmark not defined. E. Saran Cara Penggunaan Modul Error! Bookmark not defined. Kegiatan belajar 1:..................................................Error! Bookmark not defined. A. Tujuan Pembelajaran.Error! Bookmark not defined. B. Indikator pencapaian kompetensi Error! Bookmark not defined. C. Uraian Materi Error! Bookmark not defined. 1. Model komunikasi data...................Error! Bookmark not defined. 2. Komponen Komunikasi Data :........Error! Bookmark not defined. 3. Transmisi Data................................Error! Bookmark not defined. 4. Jalur Transmisi Data.......................Error! Bookmark not defined. 5. Konfigurasi Jalur Transmisi Data .......Error! Bookmark not defined. 6. Arah Kanal Transmisi........................Error! Bookmark not defined. 7. Mode Transmisi ................................Error! Bookmark not defined. 8. Kapasitas Chanel Transmisi ...............Error! Bookmark not defined. 9. Media. .............................................Error! Bookmark not defined. 10. Protokol Komunikasi.......................Error! Bookmark not defined.
  • 7. vii 11. Standarisasi Protokol (ISO 7498) .. Error! Bookmark not defined. 12. Berbagai standar komunikasi data Error! Bookmark not defined. 13. Aplikasi Komunikasi Data .............. Error! Bookmark not defined. 14. Ragam aplikasi system komunikasi dataError! Bookmark not defined. D. Aktivitas Pembelajaran Error! Bookmark not defined. E. Latihan Error! Bookmark not defined. F. Rangkuman Error! Bookmark not defined. G. Umpan Balik Error! Bookmark not defined. H. Kunci Jawaban Error! Bookmark not defined. Kegiatan belajar 2 ...................................................Error! Bookmark not defined. A. Tujuan Pembelajaran.Error! Bookmark not defined. B. Indikator pencapaian kompetensi Error! Bookmark not defined. C. Uraian Materi Error! Bookmark not defined. 1. Tipe Channel Transmisi :............... Error! Bookmark not defined. 2. Media transmisi .............................. Error! Bookmark not defined. 3. Koneksi Jaringan dan Internet....... Error! Bookmark not defined. 4. Topology Jaringan.......................... Error! Bookmark not defined. 5. Protokol Komunikasi. ..................... Error! Bookmark not defined. 6. Standarisasi Protokol (ISO 7498) .. Error! Bookmark not defined. 7. Pengiriman seri dan paralel ........... Error! Bookmark not defined. 8. Pengiriman data tak sinkron .......... Error! Bookmark not defined. 9. Kecepatan pengiriman data........... Error! Bookmark not defined. 10. Bias Distorsi ................................... Error! Bookmark not defined. 11. Kesalahan Bit................................. Error! Bookmark not defined. 12. Laju Kesalahan Bit ......................... Error! Bookmark not defined. 13. Pengiriman data sinkron ................ Error! Bookmark not defined.
  • 8. viii 14. Pengiriman sinkron versus tak sinkronError! Bookmark not defined. 15. Sandi data.......................................Error! Bookmark not defined. 16. Full-duplex dan half duplex ............Error! Bookmark not defined. 17. Standar ...........................................Error! Bookmark not defined. 18. Terminal data..................................Error! Bookmark not defined. D. Aktivitas Pembelajaran Error! Bookmark not defined. E. Latihan Error! Bookmark not defined. 6.Jelaskan perbedaan siatem Full-duplex dan half duplex !...............Error! Bookmark not defined. F. Rangkuman Error! Bookmark not defined. G. Umpan Balik Error! Bookmark not defined. H. Kunci Jawaban Error! Bookmark not defined. Kegiatan belajar 3:..................................................Error! Bookmark not defined. A. Tujuan Pembelajaran.Error! Bookmark not defined. B. Indikator pencapaian kompetensi Error! Bookmark not defined. C. Uraian Materi Error! Bookmark not defined. 1. Komunikasi Suara ..........................Error! Bookmark not defined. 2. Komunikasi Berita dan Gambar .....Error! Bookmark not defined. 3. Komponen sistem komunikasi yang utamaError! Bookmark not defined. 4. Cara kerja sistem komunikasi data sederhana :Error! Bookmark not defined. 5. Jaringan komunikasi data...............Error! Bookmark not defined. D. Aktivitas Pembelajaran Error! Bookmark not defined. E. Latihan Error! Bookmark not defined. F. Rangkuman Error! Bookmark not defined. Pengendali Terminal...................................Error! Bookmark not defined.
  • 9. ix G. Umpan Balik Error! Bookmark not defined. H. Kunci Jawaban Error! Bookmark not defined. 9. Jaringan komunikasi data ...................... Error! Bookmark not defined. 1. Kegiatan belajar 4: ..............................................Error! Bookmark not defined. A. Tujuan Pembelajaran.Error! Bookmark not defined. B. Indikator pencapaian kompetensi Error! Bookmark not defined. C. Uraian Materi Error! Bookmark not defined. 1. Analisis kebutuhan sumber daya dalam telekomunikasi ....... Error! Bookmark not defined. 2. Analisis kebutuhan perangkat dalam komunikasiError! Bookmark not defined. D. Aktivitas Pembelajaran Error! Bookmark not defined. E. Latihan Error! Bookmark not defined. F. Rangkuman Error! Bookmark not defined. G. Umpan Balik Error! Bookmark not defined. H. Kunci Jawaban Error! Bookmark not defined. GLOSARIUM....................................................................................................... 128 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 131
  • 10. x DAFTAR GAMBAR GAMBAR 1. CONTOH KOMUNIKASI...................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 2. SIMBOL STANDARISASI IEEE........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 3. SIMBOL STANDARISASI ANSI........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 4. SIMBOL STANDARISASI TIA...........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 5. SIMBOL STANDARISASI ECMA......ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 6. SIMBOL STANDARIASI ITU.............ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 7. SIMBOL STANDARISASI FCC.........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 8. SIMBOL STANDARISASI ISO..........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 9. SIMBOL STANDARISASI ITEF ........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 10. SIMBOL STANDARISASI W3C ......ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 11. RAGAM APLIKASI KOMUNIKASI DATAERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 12. CONTOH APLIKASI SYSTEM KOMUNIKASIERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 13. SURAT ELEKTRONIK (E-MAIL).....ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 14. ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE (ATM)ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 15. SISTEM JARINGNGAN ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE .. ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 16. SISTEM JARINGNGAN ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE ) ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 17. E-COMMERCE...............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 18. E-BANKING ....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 19. M-BANKING....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 20. LAYANAN M-BANKING..................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 21. HOTEL RESERVATION SYSTEM..ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 22. SISTEM RESRVASI AIRLINE.........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 23. POLICE-EMERGENCY SYSTEM...ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 24. SISTEM KENDALI LALU LINTAS KENDARAAN ATAU AUTO TRAFFIC CONTROL SYSTEM (ATCS) ........................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 25. SISTEM REMOTE MONITORING..ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 26. JARINGAN LAN..............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 27. JARINGAN MAN.............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
  • 11. xi GAMBAR 28. TOPOLOGI WAN............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 29. PENGIRIMAN DATA PARALLEL ...ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 30. EFEK SKEW PADA PENGIRIMAN PARALLELERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 31. PENGIRIMAN SERI DAN PARALELERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 32. PENDEKATAN DATA SERI............ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 33. SINKRONISASI AWAL AKHIR .......ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 34. TIMING SIGNAL.............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 35. BIAS DISTORSI..............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 36. BIT JITTER.....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 37. PENGGUNAAN PRE-DISTORTION UNTUK MENGURANGI KESALAHAN ......................................................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 38. PADA SYSTEM SINKRON, DETAK DAPAT DITEMPATKAN DIBAGIAN (A) TERMINAL, (B) PERANGKAT ANTARMUKA, ATAU (C) MODEM..........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 39. ALIRAN DATA SINKRON...............ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 40. FORMAT PESAN SINKRON ..........ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 41. PESAN DENGAN HEADER (KEPALA PESAN)ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 42. BLOK DATA....................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 43. JARINGAN TELEKOMUNIKASI .....ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 44. MODULASI DAN DEMODULASI....ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. GAMBAR 45. PRIVATE BRANCH EXCHANGE (PBX)ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
  • 12. xii DAFTAR TABEL TABEL 1. PETA MODUL.......................................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. TABEL 2. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSIERROR! BOOKMARK NOT DEFINED. TABEL 3. KARAKKTER ASCII..............................ERROR! BOOKMARK NOT DEFINED.
  • 14.
  • 15. 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan agar dapat melaksanakan tugas profesionalnya.Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan sesuai kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. PKB sebagai salah satu strategi pembinaan guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjamin guru dan tenaga kependidikan mampu secara terus menerus memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan PKB akan mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki guru dan tenaga kependidikan dengan tuntutan profesional yang dipersyaratkan. Di dalam pelaksanaan diklat yang dilaksanakan oleh PPPPTK diperlukan modul sebagai salah satu sumber belajar guru. Modul Diklat PKG Teknik Komputer dan Jaringan Grade 2 ini disusun sebagai acuan bagi penyelenggaraan PKB Diklat dan pelatihan dalam upaya pengembangan keprofesian secara berkelanjutan agar dapat melaksanakan tugas secara professional, meningkat, dan mengembangkan kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.Modul Diklat PKG Guru TKJ Grade 2 ini mempelajari tentang konsep kerja protokoler server softswitch,diagram rangkaian operasi komunikasi VoIP, bagan dan konsep kerja server softswitch berkaitan dengan PBX, konfigurasi ekstensi dan dial-plan server softswitch, prosedur instalasi server softswitch berbasis session initial protocol (SIP), dan prosedur pengamatan kerja system komunikasi VoIP Formatted: Heading 1 Formatted: Font: 14 pt, Font color: Background 1 Formatted: Font: 14 pt, Not Bold, Font color Background 1
  • 16. 2 Tujuan Tujuan disusunnya modul diklat PKB Guru TKJ Grade 2 ini adalah memberikan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kepada guru atau peserta diklat tentang Merencanakan Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP, Setelah mempelajari modul ini diharapkan guru dapat menganalisis dan Merencanakan Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP.Sedangkan indikator pencapaian kompetensinya adalah : 1. Menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch. 2. Menganalisis diagram rangkaian operasi komunikasi VoIP 3. Menganalisis bagan dan konsep kerja server softswitch berkaitan dengan PBX. 4. Menerapkan konfigurasi ekstensi dan dial-plan server softswitch. 5. Menerapkan prosedur instalasi server softswitch berbasis session initial protocol (SIP). 6. Menerapkanprosedur pengamatan kerja system komunikasi VoIP Peta Kompetensi Modul ini merupakan modul ke-2 dari 10 modul yang dikembangkan. Berdasarkan struktur jenjang diklat PKB Modul Merencanakan Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP ini termasuk jenjang Dasar. Modul ini akan digunakan untuk Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru-guru produktif Sekolah menengah Kejuruan pada paket keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. No Nama Modul 1 Merencanakan sistem komunikasi data 2 Merencanakan Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP 3 Mengadministrasi Sistem Operasi Jaringan 4 Mengadministrasi layanan jaringan pada server tingkat dasar 5 Mengadministrasi layanan jaringan pada server tingkat lanjut 6 Membangun Jaringan Nirkabel berdasarkan Topologi Jaringan yang digunakan 7 Membangun Sistem Keamanan Jaringan Nirkabel berdasarkan Topologi
  • 17. 3 Jaringan yang digunakan 8 Membangun sistem keamanan jaringan komputer 9 Menerapkan sistem monitoring jaringan komputer 10 Membuat project sistem jaringan small office home office (SOHO) Kompetensi Inti Guru (KIG) 20. Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu No Kompetensi Guru Paket Keahlian (KGPK) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 20.10 Merencanaka n Sistem Komunikasi data menggunakan VoIP 20.10.1.Menganalisiskonsep kerja protokoler server softswitch 20.10.2.Menganalisis diagram rangkaian operasi komunikasi VoIP 20.10.3.Menganalisis bagan dan konsep kerja server softswitch berkaitan dengan PBX. 20.10.4.Menerapkan konfigurasi ekstensi dan dial- plan server softswitch 20.10.5.Menerapkanprosedur instalasi server softswitch berbasis session initial protocol (SIP) 20.10.6.Menerapkan prosedur pengamatan kerja system komunikasi VoIP Ruang Lingkup Penggunaan Modul Modul ini terdiri dari 6 kegiatan pembelajaran. Setiap kegiatan pembelajaran terdiri dari tujuan pembelajaran, indikator essential, uraian materi, aktifitas pembelajaran, latihan/tugas/kasus, rangkuman dan umpan balik.
  • 18. 4 Saran Cara Penggunaan Modul Modul mengadministrasi sistem operasi jaringan ini terdiri dari 6 kegiatan belajar. Peserta diklat dapat mempelajari sesuai dengan urutan kegiatan belajar. Keenam tersebut tidak memiliki ketergantungan secara penuh, sehingga peserta diklat dapat mempelajari tidak secara berurutan. Akan tetapi untuk masing- masing kegiatan belajar mempunyai keterkaitan secara penuh. Ini berarti untuk setiap kegiatan belajar yang dipelajarai harus secara berurutan sesuai urutan kegiatan belajar. Untuk setiap kegiatan belajar urutan yang harus dilakukan oleh peserta diklat dalam mempelajari modul ini adalah : 1. Membaca tujuan pembelajaran sehingga memahami target atau goal dari kegiatan belajar tersebut. 2. Membaca indikator pencapaian kompetensi sehingga memahami obyek yang akan dijadikan kriteria pengukuran untuk mencapai tujuan pembelajaran. 3. Membaca uraian materi pembelajaran sehingga memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap terhadap kompetensi yang akan dicapai 4. Melakukan aktifitas pembelajaran dengan urutan atau kasus permasalahan sesuai dengan contoh. 5. Mengerjakan latihan/soal atau tugas dengan mengisi lembar kerja yang telah disediakan. 6. Menjawab pertanyaan dalam umpan balik yang akan mengukur tingkat pencapaian kompetensi melalui penilaian diri.
  • 19. 5 Kegiatan belajar 1: KONSEP KERJA PROTOKOLER SERVER SOFTSWITCH A. Tujuan Pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan belajar 1 ini diharapkan bahwa :  Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch dengan tepat  Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis softswitch dengan tepat  Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis Elemen dari jaringan berbasis softswitch dengan tepat  Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis Fungsional Entitas Softswitchdengan tepat  Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis protocol dari jaringan berbasis softswitch dengan tepat B. Indikator pencapaian kompetensi  Menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch C. Uraian Materi Komunikasi adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting. Komunikasi melalui telepon, umumnya dikenal oleh masyarakat di
  • 20. 6 Indonesia bergerak di Sircuit Switching menggunakan PCM (Pulse Code Modulation)metode, misalnya PSTN (Public Switch Telephone Network). Selain itu ada pula teknologi GSM dan CDMA yang memanfaatkan menggunakan pemancar berdaya rendah dimana frekuensi dapat digunakan kembali dalam satu area geografi. Biaya implementasi jaringan dan teknologi yang diterapkan untuk terciptanya jaringan telekomunikasi cukuplah mahal, oleh karena itu biaya dari komunikasi saat ini yang kita kenal dengan biaya pulsa juga akan menjadi relatif mahal. Seiring dengan perkembangan jaman dimana teknologi internet sudah berkembang secara luar, maka terdapat sebuah inovasi berupa komunikasi melalui telepon yang berjalan pada protokol internet dikenal sebagai VoIP (Voice over Internet Protocol). Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP. VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan nama lain internet telephony. Internet telephony adalah hardware dan software yang memungkinkan pengguna Internet untuk media transmisi panggilan telepon. Kualitas Internet telephony ini belum sebaik kualitas koneksi telepon langsung. Namun VoIP menawarkan system komunikasi yang lebih murah, feature tambahan, dan transparansi terhadap data komputer. VoIP atau voice over internet protocol adalah teknologi yang menjadikan media internet untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Teknologi VoIP ini mengubah data suara menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa. kelebihan dari layanan ini dibandingkan dengan teknologi komunikasi suara biasa adalah tarif telepon yang dapat ditekan sehingga lebih murah. Hal ini dimungkinkan karena suara diubah menjadi data dan dikompres sehingga dengan besar saluran yang sama dapat dilewatkan lebih banyak pembicaraan pararel. Jika misalnya dalam format suara saluran tersebut hanya dapat digunakan oleh satu pembicaraan, maka dengan format data dapat digunakan delapan pembicaraan pararel. VoIPmerupakan teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak
  • 21. 7 jauh melalui media internet dalam proses komunikasinya suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa, dengan arti lain VoIP dapat didefinisikan suara yang dikirim melalui protokol internet (IP). Dalam penggunaannya VoIP membutuhkan perangkat hub/switch, router, adsl modem dan VoIP phone adaptor. Konsep kerja server softswitch softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (pstn), internet yang berbasis IP, kabel tv dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP. Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal adalah bagian software yang mengatur call processing. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang dapat menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun circuit. Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara fisik dan menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar tersendiri, tetapi softswitch lebih dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat perangkat dalam sofswitch yaitu : media gateway controller (mgc) yang sering disebut dengan perangkat call agent aplication / fitur server media server. 1. Fungsional plane softswitch Fungsional plane menunjukkan pemisahan fungsional entitas secara garis besar pada jaringan Voice over IP (VoIP). Fungsional (plane) Softswitch terdapat empat bagian yaitu Transport Plane, Call Control & Signaling Plane, Service & Application Plane, dan Management Plane.
  • 22. 8  Transport Plane berfungsi sebagai pembawa pesan di sepanjang jaringan VoIP, seperti pengiriman pesan pensinyalan dalam panggilan, pembangunan hubungan media dalam panggilan, atau menyediakan transportasi untuk pengiriman media.  Call Control & Signaling Plane berfungsi sebagai pengendali sebagian besar elemen pada jaringan VoIP, khususnya Transport Plane. Plane ini melakukan fungsi kontrol panggilan berdasarkan pesan pensinyalan yang diterimanya dari Transport Plane untuk membangun dan membubarkan koneksi media pada jaringan VoIP. Perangkat pada Plane ini adalah Media Gateway Controller (Call Agent atau Call Controller), Gatekeeper, dan server LDAP.  Service & Application Plane memberikan fungsi kontrol, logika, dan eksekusi terhadap berbagai layanan dan aplikasi di dalam jaringan VoIP. Perangkat yang melakukan fungsi ini terdiri dari Application atau Feature Server dan Media Server. Management Plane memberikan fungsi Operation Support System (OSS), yaitu penyediaan layanan pelanggan dan layanan baru, pendukung sistem operasi, sistem billing, dan pemeliharaan jaringan 2. Fungsional Entitas Softswitch Fungsional entitas merupakan entitas secara logika dalam jaringan VoIP. Fungsional entitas menggambarkan fungsi logika komponen-komponen dalam arsitektur Softswitch.  Media Gateway Controller Function (MGC-F) menyediakan logika panggilan dan pensinyalan untuk control panggilan pada satu atau lebih media gateway.  Call Agent Function (CA-F) dan Interworking Function (IW-F) CA-F dan IW-F merupakan subset dari MGC-F. CA-F berfungsi pada saat MGC-F menangani kontrol panggilan dan pemeliharaan kondisi panggilan. Sedangkan IW-F berfungsi pada saat MGC-F melakukan interaksi pensinyalan dengan jaringan yang menggunakan protokol berbeda.  Routing Function (R-F) dan Accounting Function (A-F), R-F menyediakan informasi ruting panggilan untuk MGC-F, sedangkan A-F mengumpulkan informasi accounting panggilan untuk tujuan billing. A-F juga mempunyai
  • 23. 9 peran yang lebih luas, yaitu melakukan fungsi authentication, authorization dan accounting (AAA functionality) dalam remote access network. Peran utama dari kedua fungsi tersebut adalah untuk memberi respon atas permintaan dari MGC-F, menyampaikan panggilan atau informasi accounting kepada terminal end point (MGC-F lain) atau layanan (AS-F).  SIP Proxy Server Function (SPS-F), Kebanyakan implementasi dari R-F dan A-F adalah berupa SIP Proxy server. Oleh karena itu, ISC mengakui pemisahan SPS-F.  Signaling Gateway Function (SG-F) dan Access Gateway Signaling Function SG-F menyediakan gateway untuk pensinyalan antara jaringan VoIP denganPSTN. Peran utama dari SG-F adalah untuk melakukan enkapsulasi dan mentransportasikan protokol pensinyalan PSTN (ISUP atau INAP) atau PLMN, (MAP dan CAP) pada jaringan IP. AGS-F menyediakan gateway untuk pensinyalan antara jaringan VoIP dengan jaringan access yang berbasis circuit switch. Peran utama dari AGS-F adalah untuk melakukan enkapsulasi dan mentransportasikan protokol pensinyalan V5 atau ISDN (wireline), atau BSSAP atau RANAP (wireless) pada jaringan IP.  Application Server Function (AS-F) merupakan entitas pengeksekusi aplikasi. Peran utama AS-F adalah untuk menyediakan logika layanan dan eksekusi untuk beberapa aplikasi dan layanan.  Service Control Function (SC-F) berfungsi ketika AS-F melakukan fungsinya mengontrol logika layanan. Oleh karena itu, ISC mengakui pemisahan SC-F.  Media Gateway Function (MG-F) menjembatani jaringan IP dengan endpoint akses ataujaringan trunk. Misalnya MG-F dapat menyediakan gateway antara jaringan IP danjaringan circuit (seperti IP ke PSTN) atau antara dua jaringan paket (seperti IP ke 3G atau ATM). Peran utama MG- F adalah untuk transformasi media dari satu format ke format lain yang sesuai.  Media Server Function (MS-F) menyediakan manipulasi media dan melakukan paketisasi media stream untuk keperluan beberapa aplikasi. Peran utama MS-F adalah untuk beroperasi sebagai server yang
  • 24. 10 mengatur permintaan dari AS-F atau MGC-F untuk memproses media dengan paketisasi media stream.  Implementasi Jaringan Berbasis Softswitch  Menurut Sun Microsystem, jaringan berbasis Softswitch merupakan kumpulan dari beberapa product, protocol, dan aplikasi yang memungkinkan beberapa device untuk mengakses layanan suara, data, dan video melalui jaringan IP. arsitektur Softswitch ke dalam komponen secara fisik serta protokol yang digunakan antar elemen jaringan. 3. Elemen Jaringan softswitch Elemen dari jaringan berbasis Softswitch terdiri dari :  Media Gateway Controller (MGC), MGC merupakan komponen utama dari arsitektur Softswitch yang bertanggung jawab dalam pemrosesan panggilan melalui pengendalian atau pengkoordinasian komponen- komponen lainnya, seperti SG (dalam melakukan fungsi pembentukan atau pembubaran panggilan), MG (dalam penyediaan bearer untuk penyaluran media atau suara), AS (dalam penanganan fitur-fitur layanan atau aplikasi).  Signaling Gateway (SG), SG merupakan komponen jaringan yang mengkonversikan atau menterjemahkan pesan protokol berbasis IP seperti SIP ke protokol yang berbasis SS7 seperti Transaction Capability User Part (TCAP), ISDN User Part (ISUP) dan lain-lain.  Media Gateway (MG), MG merupakan elemen jaringan yang bertindak sebagai gerbang keluar atau masuk ke jaringan lain (eksternal). MG mengkonversi protokol atau media masukan menjadi protokol atau media keluaran yang sesuai dengan jaringan transportnya. MG dapat berupa Trunk Gateway (TG) yaitu Media gateway yang menjembatani jaringan trunk (PSTN) yang berbasis circuit switch dengan jaringan backbone IP atau ATM yang berbasis packet switch. Dalam hal ini TG merupakan implementaasi Softswitch Class 4 dimana sentral-sentral lokal pada PSTN dihubungkan pada TG. Implementasi Softswitch Class 4 merupakan tahap awal atau transisi dalam migrasi jaringan PSTN atau PLMN menuju NGN.
  • 25. 11 Access Gateway (AG) merupakan MG yang menjembatani jaringan akses circuit switch dengan jaringan paketberbasis IP atau ATM. AG merupakan service node dalam implementasi Softswitch Class 5 atau merupakan service node pengganti switch tradisional Class 5 (sentral lokal). Implementasi AG merupakan transisi tahap berikutnya setelah implementasi Softswitch Class 4 dalam migrasi menuju NGN.  Application atau Feature Server (AP/FS), AP/FS merupakan server yang berfungsi untuk melakukan pengaturan aplikasi. Server ini memungkinkan untuk layanan (service) pelanggan, penyediaan aplikasi baru (service provisioning), dan pengadministrasian pelanggan (administration). Perbedaan anatara kedua server ini yaitu AS mengatur layanan padajaringan yang lebih luas (umum), sedangkan FS bersifat lokal (khusus). Kedua server ini secara fisik hampir sama dan pada banyak kasus kegunaannya dapat saling dipertukarkan.  Media Server (MS), MS merupakan sever yang diklasifikasikan sebagai server khusus dalam pemrosesan media (Digital Signal Processing/DSP) seperti kemampuan pengenalan suara (voice recognition), video conferencing, dan lainnya, yang menuntut spesifikasi perangkat keras secara khusus. Karena itu server ini biasanya dibuat terpisah dari AS/FS 4. Protokol pada Jaringan Softswitch Terdapat 4 kategori protokol pada jaringan Softswitch yaitu : a. Protokol pengontrol panggilan  H.323 merupakan protokol umbrella yang direkomendasikan oleh ITU – T,dimana spesifikasi dan prosedurnya ditujukan untuk komunikasi multimedia pada jaringan IP.  Session Initiation Protocol (SIP) adalah protokol pada layer aplikasi yang dapat membangun, memodifikasi, dan mengakhiri sesi komunikasi multimedia pada jaringan IP, yaitu dalam hal mengirim dan menerima message.
  • 26. 12  SIP for Telephony (SIP-T) merupakan protokol standar SIP yang dikenal sebagai pembawa payload untuk mentransportasikan pesan ISUP PSTN. b. Protokol pengontrol Media Gateway  Media Gateway Control Protocol (MGCP) merupakan protokol komunikasi antara MGC dan MG. Dengan menggunakan protokol master atau slave ini, MG dapat mengeksekusi command yang dikirim oleh MGC.  MEdia GAteway COntrol protocol (MEGACO atau H.248) Megaco merupakan protokol yang didefinisikan oleh IETF dan ITU-T (direkomendasikan oleh ITU-T sebagai H.248). Megaco memiliki arsitektur master atau slave. MGC bertindak sebagai master server yang bertanggung jawab untuk melakukan fungsi kontrol panggilan dan MG bertindak sebagai slave client yang bertanggung jawab untuk mencampur media. Komunikasi antara MGC dan MG dengan menggunakan protocol MEGACO berfungsi untuk mengatur koneksi dari media stream. c. Protokol transport  Real-time Transport Protocol (RTP) menyediakan fungsi transportasi jaringan end-to-end yang sesuai untuk aplikasi pengiriman data real time, seperti suara atau video lewat layanan jaringan multicast atau unicast.  Real-Time Control Protocol (RTCP) merupakan bagian dari RTP, yang menyediakan feedback kualitas jaringan untuk pengirim RTP. d. Protokol Signaling Gateway Signaling TRANsport (SIGTRAN) merupakan protokol transport pensinyalan yang diformulasikan oleh IETF dan digunakan pada SG untuk mentransmisikan pensinyalan SS7 melalui jaringan IP. Selain keempat kategori di atas, terdapat juga protokol lain yang digunakan untuk koneksi ke PSTN, yaitu SS7.
  • 27. 13 SS7 merupakan sistem common channel signaling (CCS) yang dikembangkan oleh ITU-T dalam merespon permintaan berbagai fitur dan penggabungan layanan (suara dan data). SS7 dirancang untuk mendukung pembangunan pang panggilan, ruting, billing, informasi database, dan fungsi layanan khusus untuk PSTN. Untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi sibuk, mengup-date bandwidth TG (B), dan mengirimkan informasi ke MGC (A). MGC (A) melakukan hal yang sama dengan MGC (B), yaitu memerintahkan TG (A) untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status user (A) ke kondisi sibuk, meng-update bandwidth TG (A), dan mengirimkan informasi jawaban user (B) ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke format TDM untuk selanjutkan dikirim ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah status user (A) ke kondisi sibuk. Setelah terjadi pembangunan hubungan, terjadi sesi bicara antara user (A) dan user (B). Pembubaran hubungan terjadi pada saat salah satu pihak misalnya user (A) menutup hand set. Penutupan hand set dideteksi oleh PSTN (A) dan mengirimkan informasi tersebut ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (A). MGC (A) memerintahkan TG (A) untuk menonaktifkan port RTP, mengubah status user (A) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi pembubaran ke MGC (B). MGC (B) melakukan hal yang sama dengan MGC (A), yaitu memerintahkan TG (B) untuk menon-aktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengubah status user (B) ke kondisi bebas dan mengirimkan informasi konfirmasi pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (B). MGC (B) meng-up-date bandwidth TG (B) dan mengirimkan informasi ke MGC (A). MGC (A) juga meng-up-date bandwidth TG (A) dan mengirimkan informasi ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah
  • 28. 14 status user (A) ke kondisi bebas. Untuk menjelaskan proses komunikasi, digunakan contoh pemrosesan panggilan telepon antar pelanggan analog melalui jaringan IP. Dalam proses panggilan diasumsikan tidak ada pembatasan panggilan untuk kelas layanan user (A), semua sumber daya (kanal atau bandwidth) tersedia, dan ketika dipanggil, user (B) dalam keadaan bebas. Selesai sesi bicara, user (A) terlebih dahulu yang meletakkan handset. Pembangunan hubungan dimulai pada saat user (A) mengangkat hand set dan mendial nomor telepon user (B). PSTN (A) menerima nomor telepon user (A) dan mengirimkannya ke SG (A) untuk dimapingkan ke format IP. Setelah dimapingkan, SG (A) mengirimkannya ke MGC (A). MGC (A) menentukan MGC (B) dan mengirimkan nomor telepon user (B) ke MGC (B), serta memerintahkan TG (A) untuk menyiapkan port RTP. MGC (B) mengecek di data base tentang zone tujuan, kategori tujuan, menentukan user (A) boleh menghubungi user (B) atau tidak, dan ketersediaan bandwidth. Jika semuanya tersedia, MGC (B) memerintahkan TG (B) untuk menyiapkan port RTP, serta mengirimkan nomor telepon (B) ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengecek status user (B) dalam keadaan bebas atau sibuk. Jika bebas, selanjutnya mengirimkan ringing current ke user (B) dan mengirimkan informasi kondisi user (B) ke PSTN (A) melalui SG (B), MGC (B), MGC (A), dan SG (A). Setelah informasi kondisi user (B) sampai di PSTN (A), dikirimkan ringing tone ke user (A). Pada saat user (B) mengangkat hand set untuk menjawab panggilan telepon, PSTN (B) mengirimkan informasi tersebut ke SG (B) dan mengubah status user (B) ke kondisi sibuk. SG (B) memapingkan informasi jawaban user (B) ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (B). MGC (B) memerintahkan TG (B) untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi sibuk, mengup- date bandwidth TG (B), dan mengirimkan informasi ke MGC (A). MGC (A) melakukan hal yang sama dengan MGC (B), yaitu memerintahkan TG (A) untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status
  • 29. 15 user (A) ke kondisi sibuk, meng-update bandwidth TG (A), dan mengirimkan informasi jawaban user (B) ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke format TDM untuk selanjutkan dikirim ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah status user (A) ke kondisi sibuk. Setelah terjadi pembangunan hubungan, terjadi sesi bicara antara user (A) dan user (B). Pembubaran hubungan terjadi pada saat salah satu pihak misalnya user (A) menutup hand set. Penutupan hand set dideteksi oleh PSTN (A) dan mengirimkan informasi tersebut ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (A). MGC (A) memerintahkan TG (A) untuk menonaktifkan port RTP, mengubah status user (A) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi pembubaran ke MGC (B). MGC (B) melakukan hal yang sama dengan MGC (A), yaitu memerintahkan TG (B) untuk menon-aktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengubah status user (B) ke kondisi bebas dan mengirimkan informasi konfirmasi pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (B). MGC (B) meng-up-date bandwidth TG (B) dan mengirimkan informasi ke MGC (A). MGC (A) juga meng-up-date bandwidth TG (A) dan mengirimkan informasi ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah status user (A) ke kondisi bebas.
  • 30. 16 Gambar1. VoIP Secara garis besar layanan VoIP dapat dibagi menjadi 4, yaitu : 1.Computer to Computer Layanan ini merupakan layanan voice call yang menggunakan komputer sebagai alat komunikasi. Dengan menggunakan layanan khusus di internet kita bisa menggunakan komputer kita yang telah terhubung dengan internet untuk melakukan panggilan ke komputer lain yang menggunakan layanan yang sama. Banyak penyedia layanan VoIP di internet. Salah satu layanan yang mendukung panggilan suara melalui internet adalah Yahoo messenger. Dengan menggunakan Yahoo messenger kita bisa melakukan voice call dengan sesama user. Begitu juga penyedia layanan lainnya, seperti MSN messenger ataupun Skype. Layanan VoIP computer to computer dapat dilakukan secara gratis, anda hanya cukup menyediakan koneksi internet pada komputer anda. 2. Computer to Phone Layanan ini merupakan layanan yang memungkinkan kita melakukan panggilan dari komputer ke telepon, baik itu telepon tetap (PSTN) ataupun mobile phone (handphone). Layanan ini juga membutuhkan penyedia layanan di internet.
  • 31. 17 Salah satu penyedia layanan ini adalah Skype. Layanan ini juga tidak gratis seperti layanan computer to computer VoIP, layanan ini membutuhkan biaya yang harus dibeli terlebih dahulu (sistem prabayar). Cara menggunakan layanan ini juga tidak sulit. Pertama, kita harus memiliki account di penyedia layanan terkait, biasanya membuat account tidak di pungut biaya. Lalu kita membeli credit atau bisa juga disebut pulsa, yang nantinya akan digunakan untuk melakukan panggilan ke telepon. Panggilan yang dilakukan tidak hanya ke nomor telepon lokal, namun panggilan dapat dilakukan untuk menghubungi nomor internasional di seluruh dunia. Dan juga, kita dapat melakukan panggilan baik ke telepon tetap ataupun handphone. Tarif yang digunakan mengacu pada penyedia layanan. 3. Phone to Computer Layanan VoIP call ini merupakan layanan yang memungkinkan anda melakukan panggilan dari telepon ke komputer. Lagi-lagi penyedia layanan yang mendukung layanan ini salah satunya adalah Skype. Saat kita mempunyai account skype, kita juga dapat mempunyai apa yang di sebut Online Number. Online number inilah yang nantinya dapat di hubungi dari telepon manapun. 1. 4. Phone to Phone Layanan dilakukan dengan menggunakan pesawat telepon khusus atau telepon konvensional yang di hubungkan dengan VoIP adapter. Untuk menggunakan layanan ini kita harus menggunakan penyedia layanan phone to phone VoIP. Salah satu penyedia layanan ini adalah Phone Power. Dengan layanan ini kita dapat melakukan panggilan kemana pun diseluruh dunia yang menggunakan alat yang mendukung. D. Aktivitas Pembelajaran Dalam kegiatan ini peserta diklat akan melakukan analisis terhadap rangkaian operasi VoIP Bentuk kelompok diskusi setiap kelompok terdiri dari
  • 32. 18 3-4 orang. Bacalah seluruh langkah dibawah ini kemudian lakukan dengan cermat dan teliti. 1. Baca dan amati uraian materi diatas dan carilah sumber bacaan lain yang relevan melalui media internet. 2. Analisalah diagram rangkaian konsep kerja protokoler server softswitch dengan tepat 3. Diskusi dan komunikasikan hasilnya dalam kelompok dan buatlah kesimpulan. 4. Buatlah Laporan dan komunikasikan hasil laporan dan pembahasan dengan tutor. E. Latihan 1. Apakah yang dimaksud dengan pengertian VoIP? 2. Apakah fungsi dari Real-time Transport Protocol (RTP) ? 3. Apakah Fungsi dari Real- Time Control Protoco l (RTCP)? …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………
  • 33. 19 4. Sebutkan perangkat yang dipergunakan dalam sistem VoIP! 5. Jelaskan bagaimana cara kerja Softswitch? F. Rangkuman VoIP adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet dalam proses komunikasinya suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa, dengan arti lain VoIP dapat didefinisikan suara yang dikirim melalui protokol internet (IP). Kebutuhan perangkat VoIP dalam penggunaannya VoIP mebutuhkan perangkat HUB/Switch, router, ADSL modem dan VoIP phone Adaptor. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………
  • 34. 20 Konsep kerja server softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP. Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara fisik dan menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar tersendiri. G. Umpan Balik 1. Apakah saudara sudah memahami fungsi Transport Plane dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? 2. Apakah saudara sudah memahami Media Gateway (MG)dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? 3. Apakah saudara sudah memahami Signaling TRANsport (SIGTRAN) dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? 4. Apakah saudara sudah memahami konsep kerja protokoler server softswitch dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? 5. Apakah saudara sudah memahami softswitch dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? H. Kunci Jawaban 1. Transport Plane berfungsi sebagai pembawa pesan di sepanjang jaringan VoIP, seperti pengiriman pesan pensinyalan dalam panggilan, pembangunan hubungan media dalam panggilan, atau menyediakan transportasi untuk pengiriman media. 2. Media Gateway (MG), MG merupakan elemen jaringan yang bertindak sebagai gerbang keluar atau masuk ke jaringan lain (eksternal). MG mengkonversi protokol atau media masukan menjadi protokol atau media keluaran yang sesuai dengan jaringan transportnya.
  • 35. 21 3. Signaling TRANsport (SIGTRAN) merupakan protokol transport pensinyalan yang diformulasikan oleh IETF dan digunakan pada SG untuk mentransmisikan pensinyalan SS7 melalui jaringan IP. Selain keempat kategori di atas, terdapat juga protokol lain yang digunakan untuk koneksi ke PSTN, yaitu SS7. 4. Konsep Kerja Server Softswitch Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. 5. Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch lebih dikenal sebagai IP-PBX.
  • 36. 22 Kegiatan Belajar 2: DIAGRAM RANGKAIAN OPERASI KOMUNIKASI VoIP A. Tujuan Pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan belajar 2 ini diharapkan bahwa :  Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis diagram rangkaian operasi VoIP dengan tepat B. Indikator pencapaian kompetensi  Menganalisisdiagram rangkaian operasi komunikasi VoIP dengan tepat  Menganalisis VoIP Berbasis Open Source (Briker)dengan tepat  Menganalisis Fitur – fitur yang dimiliki Briker dengan tepat C. Uraian Materi Dewasa ini dengan tingkat persaingan bisnis dibidang telekomunikasi yang semakin ketat masing-masing provider telekomunikasi berusaha menurunkan biaya komunikasi baik lakal, interlokal maupun internasional. Namun untuk kondisi di indonesia dengan infrastruktur dan kebijakan pemerintah di bidang komunikasi sekarang ini belum memungkinkan komunikasi yang murah apalagi gratis ke lintas operator dengan mengandalkan teknologi VoIP. Untuk bisa berkomunikasi gratis melalui VoIP sampai saat ini hanya bisa antara komunitas VoIP, di indonesia provider yang menyediakan VoIP gratis adalah www.voiprakyat.or.id, untuk bisa berkomunikasi murah bahkan gratis melalui provider ini perlu kebijakan baru dari pemerintah sehingga akses melalui VoIP keberbagai operator telekomunikasi murah bahkan gratis secara legal terwujud. Voice over Internet Protocol adalah teknologi yang menjadikan media internet untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara/video analog, seperti yang anda dengar ketika berkomunikasi di
  • 37. 23 telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan berupa paket-paket data. Data untuk trafik suara, video berada dalam bentuk paket yang dikirim melalui jaringan internet protokol (IP). Jaringan IP merupakan jaringan komunikasi data yang berbasis packet-switch dan dikirim secara real time. Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon biasa. Dengan bertelepon menggunakan VoIP, banyak keuntungan yang dapat diambil diantaranya adalah dari segi biaya jelas lebih murah dari tarif telepon tradisional, karena jaringan IP bersifat global. Sehingga untuk hubungan Internasional dapat ditekan hingga 70%. Selain itu, biaya maintenance dapat di tekan karena voicedan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat di tambah, dipindah dan di ubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address, tidak seperti telepon konvensional yang harus mempunyai port tersendiri di Sentral atau PBX (Private branchexchange). Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan dari speaker pada Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama. Atau bisa juga melalui melalui media telepon diteruskan ke phone adapter yang disambungkan ke internet dan bisa diterima oleh telepon tujuan. Stardarisasi protokol komunikasi pada teknologi VoIP seperti H.323 telah memungkinkan komunikasi terintegrasi dengan jaringan komunikasi lainnya seperti PSTN. Jaringan komunikasi yang telah luas digelar dan paling awal di Indonesia adalah jaringan PSTN yang dikelola oleh PT. Telkom. Untuk perancangan jaringan tersebut perlu ditentukan posisi Network Operation Center (NOC), Point Of Presence (POP), Router, Gateway maupun link antar kota-kota yang strategis dan efesien. Dalam perancangan jaringan VoIP yang ditekankan adalah delay dan bandwidth. Delay adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan data dari sumber (pengirim) ke tujuan (penerima), sedangkan bandwidth adalah kecepatan maksimum yang dapat digunakan untuk melakukan transmisi data antar komputer pada jaringan IP atau internet.
  • 38. 24 Gambar2. Diagram V0IP Untuk Pengiriman sebuah sinyal ke remote destination dapat dilakukan secara digital yaitu sebelum dikirim data yang berupa sinyal analog diubah ke bentuk data digital dengan ADC (Analog to Digital Converter), kemudian ditransmisikan, dan di penerima dipulihkan kembali menjadi data analog dengan DAC (Digital to Analog Converter). Begitu juga dengan VoIP, digitalisasi voice dalam bentuk packets data, dikirimkan dan di pulihkan kembali dalam bentuk voice di penerima. Format digital lebih mudah dikendalikan, dalam hal ini dapat dikompresi, dan dapat diubah ke format yang lebih baik dan data digital lebih tahan terhadap noise daripada analog. Bentuk paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua buah komputer terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer yang terhubung ke internet, mempunyai sound card yang dihubungkan dengan speaker dan mikropon. Dengan dukungan software khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung dalam koneksi VoIP satu sama lain. Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk pertukaran file, suara, gambar. Penekanan utama dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam bentuk suara. Pada perkembangannya, sistem koneksi VoIP mengalami evolusi. Bentuk peralatan pun berkembang, tidak hanya berbentuk komputer yang saling berhubungan, tetapi peralatan lain seperti pesawat telepon biasa terhubung dengan jaringan VoIP. Jaringan data digital dengan gateway untuk VoIP memungkinkan berhubungan
  • 39. 25 dengan PABX atau jaringan analog telepon biasa. Komunikasi antara komputer dengan pesawat (extension) di kantor adalah memungkinkan. Bentuk komunikasi bukan hanya suara saja. Bisa berbentuk tulisan (chating) atau jika jaringannya cukup besar bisa dipakai untuk Video Conference. Dalam bentuk yang lebih lanjut komunikasi ini lebih dikenal dengan IP Telephony yang merupakan komunikasi bentuk multimedia sebagai kelanjutan bentuk komunkasi suara (VoIP). Keluwesan dari VoIP dalam bentuk jaringan, peralatan dan media komunikasinya membuat VoIP menjadi cepat popular di masyarakat umum. 1. VoIP Berbasis Open Source (Briker) Salah satu VoIP berbasis open source adalah Briker. Briker adalah inovasi baru dalam bidang komunikasi yang dikembangkan oleh Anton Raharja. Sama seperti VoIP Rakyat, Briker dikembangkan dengan basis open source. Briker ini mulai dikembangkan sekitar pertengahan tahun 2008. Pengembangannya tidak memakan waktu yang terlalu lama. Tidak sampai setengah tahun, Distro (distribusi) Linux telah menyebar dan dimanfaatkan banyak orang. Pengembangan dan penyebarannya itu sendiri juga tidak terlepas dari peran tokoh teknologi informasi lain seperti Onno W. Purbo dan tim dari PT Infotech Media Nusantara. Nama Briker dipilih tak terlepas dari fungsinya, yang mirip “brik brik brik”. Jadi namanya disesuaikan dan berhubungan dengan telepon atau interkom yang pernah tenar di tahun 1980-an. Akhirnya, Briker adalah nama yang dipilih untuk VoIP berbasis opensource ini. Briker Bukan Pengganti VoIP Rakyat, Briker dikembangkan dengan mengintegrasikan beragam software open source. Daftar lengkapnya ada di dalam Briker itu sendiri, tidak rahasia sama sekali. Singkatnya, dalam briker ada Linux, server VoIP, database, web server, dan banyak lagi software pendukung lainnya. Beragam software itu pun punya lisensi yang beragam. Antara lain LGPL, GPL, GPLv3, BSD License. Semuanya terbuka untuk umum, dapat dibaca, dipelajari dan diubah.VoIP Rakyat dan Briker, keduanya sama-sama dikembangkan sebagai media komunikasi. Jadi terdapat perbedaan antara Briker dengan VoIP Rakyat, VoIP Rakyat adalah penyedia jasa telekomunikasi berbasis IP (internet
  • 40. 26 protocol), baik voice, video, maupun teks. VoIP Rakyat sifatnya gratis dan tidak resmi dan memfokuskan diri pada pemanfaatan jaringan berbasis IP yang telah ada. Sementara itu, Briker merupakan distro Linux baru yang khusus dibuat untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan jaringan berbasis IP milik mereka yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, baik lewat suara atau video. Briker juga bisa digunakan untuk membuat "VoIP Rakyat" menurut versi penggunanya itu sendiri. Misalnya untuk digunakan dalam skala kecil seperti di kampus, kantor, pabrik, atau closed user group lain. Fitur – fitur yang dimiliki Briker adalah : a. Briker IPPBX Core  Multiple VoIP protocol supported: SIP, IAX2 , H.323  Multiple analog and digital telephony device supported  Multiple voice codec supported: ulaw, alaw, gsm, g723, g729  Multiple video codec supported: h264, h263p, h263, h261  Voice and video calling and conference  Unlimited registered accounts  Up to maximum 1000 online accounts per server  Up to maximum 240 concurrent calls b. IPPBX Administration  Outbound and Inbound routing  Analog, digital and IP trunks support  ENUM lookup support  Interactive Voice Response (IVR) system  Automatic Call Distribution (ACD)  Ring Group  Call forwarding and follow me  Voice-mail configuration  Direct Inward System Access (DISA)  Music on hold  Secure authenticated call termination by pin sets
  • 41. 27 c. Billing Administration  Prepaid and postpaid billing  Auto refill balance, recurring service  Multiple currency supported  Call Detail Records (CDR)  Least Cost Routing (LCR)  Progressive billing  Export report to PDF & CSV  Generate invoices to PDF format d. Server Administration  User and groups configuration  Date/time configuration  DHCP server configuration on web  Web based Network configuration  Reboot and shutdown server from web D Dapat disimpulkan bahwa Briker adalah PBX berbasis IP ( IPPBX) yang berbentuk software. Artinya, dengan menginstall Briker pada komputer, maka komputer itu berubah jadi mesin PBX (private branch exchange) dengan kemampuan telekomunikasi via jaringan IP. Jadi sebenarnya penggunaan Briker tidak selalu harus terhubung dengan VoIP Rakyat, bahkan tidak perlu harus ada internet, cukupLAN saja. Semakin banyak Briker terpasang dan saling berhubungan melalui VoIP Rakyat, semakin besar pula jaringan telekomunikasi berbasis IP gratis versi non-operator resmi. Selain itu VoIP adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan Internet Protocol untuk menyediakan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara analog yang di dengar ketika berkomunikasi di telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan berupa paket-paket data secara real time. Bentuk paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua buah komputer terhubung dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah komputer
  • 42. 28 yang terhubung ke internet, mempunyai kartu suara yang dihubungkan dengan speaker dan mikrofon. Dengan dukungan perangkat lunak khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung dalam koneksi VoIP satu sama lain. Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk pertukaran file, suara, gambar. Penekanan utama dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam bentuk suara. Jika kedua lokasi terhubung dengan jarak yang cukup jauh (antar kota, antar negara) maka bisa dilihat keuntungan dari segi biaya. Kedua pihak hanya cukup membayar biaya pulsa internet saja. Secara umum VoIP merupakan wujud dari layanan telepon dengan menggunakan sistem komunikasi Packet Switched. Packet switched network adalah jaringan-jaringan yang dihubungkan oleh router, dimana setiap host yang terhubung dalam jaringan tersebut secara teori, dapat mengirimkan paket data kepada host yang lain. Paket tersebut berisi alamat yang dituju, dan router meneruskan paket tersebut ke alamat yang dituju tersebut. Protokol packet switched ini membagi data menjadi paket-paket sebelum dikirim. Protokol ini menggunakan prinsip multiplexing, di mana paket-paket tersebut dapat melalui jalur-jalur yang berbeda bersama paket-paket yang berasal dari data lain untuk sampai di tujuan. Begitu sampai di tujuan, paket-paket tersebut akan dirangkai kembali menjadi data asli. Untuk menyediakan layanan telepon konvensional, diperlukan sebuah protokol yang mampu membangun sebuah sesi komunikasi antar pengguna. Protokol ini disebut juga dengan Signaling protocol. 1 Signaling Protocol Signaling Protocol dalam VoIP digunakan untuk membangun atau memutuskan sesi komunikasi, menyimpan informasi mengenai letak user, dan menegosiasikan kapabilitas. Protokol-protokol yang umum dipakai dalam VoIP adalah SIP, H.323, dan MGCP. Salah satu signaling protocol adalah Session Initiation Protocol (SIP). Berikut adalah kelebihan dari SIP (Raharja, 2006) :  Mudah diimplementasikan.
  • 43. 29 Membangun jaringan VoIP berbasiskan komponen-koniponen SIP lebih mudah karena perangkat lunakyang digunakan banyak yang berlisensi open source dan mudah diperoleh serta status produksinya setara dengan komersil.  Mampu bekerja untuk user agent yang berada di belakang NAT(Network Address Translation) atau common firewall dengan relatif mudah.  Kualitas suara dan sebagian besar penggunaan bandwidth diserahkan pada peer-to-peer. SIP (Session Initiation Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk inisiasi, modifikasi, dan terminasi sesi komunikasi VoIP. SIP adalah protokol open standard yang di publikasikan oleh IETF, RFC 2543, dan RFC 3261. Selain digunakan untuk negosiasi sesi komunikasi suara, SIP juga dapat digunakan untuk negosisasi sesi komunikasi data media lain seperti video dan teks. Disebutkan sebagai hanya menggunakan “negosiasi sesi komunikasi” adalah karena SIP hanya mengatur bagaimana cara membangun dan menutup sebuah sesi komunikasi bukan media transfer protocol. Artinya SIP tidak mengantar data media (suara, video dan teks). Melainkan hanya menciptakan, mengatur dan menghentikan sesi komunikasi multimedia antara dua atau lebih peserta. Fungsi SIP antara lain: 1. Call initiation : membangun sebuah sesi komunikasi dan mengundang user lain untuk bergabung di dalam sesi komunikasi. 2. Call Modification : bila perlu, SIP dapat memodifikasi sesi komunikasi. 3. Call termination : menutup sesi komunikasi. 4. Presence : mengetahui status user dan mengumumkan status user pada user lain, online atau offline, away atau busy. Ketika sebuah sesi komunikasi telah terbuka, maka ada protokol lain yang bekerja untuk mengantarkan data-data suara yang telah dipaketkan sehingga dapat direkonstruksi dengan baik pada tujuannya. Protokol ini disebut juga dengan media transfer protocol.
  • 44. 30 2 PBX (Private Branch Exchange) PBX atau biasa disebut phone switch adalah perangkat yang menghubungkan telepon-telepon dalam suatu jaringan lokal dengan jaringan telepon umum. Fungsi utama dari PBX adalah untuk mengatur panggilan yang datang dari dan ke extension atau cabang tertentu sesuai dengan yang dituju dalam jaringan lokal tersebut, dan untuk membagi saluran telepon di antara semua extension. Extension adalah sebuah nama atau nomor yang merepresentasikan user dari PBX ini. Saat ini, telah banyak fitur-fitur lain yang dimiliki PBX, antara lain seperti automated greetings untuk pemanggil, koneksi ke voice mail, automatic call distribution (ACD) , telekonferensi, dan lainnya. 3 Media Gateway Media Gateway adalah komponen SIP yang berfungsi untuk menjembatani protokol yang berbeda, dalam hal ini SIP dengan protokol lainnya seperti H.323, MGCP, maupun dengan telepon analog (PSTN). Umumnya media gateway di pakai untuk menghubungkan antara SIP dan PSTN. Ada 2 tipe interface yang terdapat dalam media gateway yaitu : - FXO (Foreign Exchange Office) : interface yang menggantikan telepon analog untuk hubungkan ke PSTN atau ke PBX. - FXS (Foreign Exchange Subscriber) : interface yang menggantikan PSTN untuk hubungkan ke peralatan seperti telepon analog, modem, fax, dan lain-lain. Tugas utama dari gateway adalah melakukan kompresi/dekompresi voice call atau fax, routing, call routing, dan control signaling. 4 Codec Coder-Decoder atau Codec merupakan sebuah teknik untuk memetakan suara analog yang telah disampling ke dalam bentuk digital. Agar dapat melewati jalur packet switch dengan baik, VoIP membutuhkan proses coder atau decoder. Proses ini mengkonversi sinyal audio menjadi data digital yang dipadatkan (kompresi) untuk kemudian dikirim lewat jalur internet. Dititik lain, data dikembangkan lagi (dekompresi), dan diubah menjadi sinyal analog.
  • 45. 31 Konversi codec bekerja dengan cara memotong bagian sinyal (sampling) audio ke dalam jumlah tertentu per detiknya. Jika data hasil kompresi berhasil diterima di titik lain, proses selanjutnya adalah perakitan ulang. Data yang dirakit tidak selengkap data saat pertama kali dikirim, ada beberapa bagian yang hilang. Akan tetapi bagian yang hilang sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh telinga manusia. Codec mempengaruhi kebutuhan bandwidth untuk VoIP, semakin kecil bitrate sinyal digital yang dihasilkan codec, maka semakin baik codec tersebut. Namun perhitungan matematis yang dilakukan menjadi semakin rumit dan ini mempengaruhi kualitas suara setelah di-decode. Codec juga bekerja menggunakan algoritma tertentu untuk membantunya memecah, mengurutkan, mengkompresi, dan merakit ulang audio data yang ditransmisikan. Salah satu algoritma yang populer digunakan dalam teknologi VoIP ada CS-ACELP (Conjugate-Structure Algebraic Code-Exited Linear Prediction). 5 Softswitch Asterisk Dalam proses komunikasi VoIP, sebuah “kantor pusat” dibutuhkan VoIP untuk menampung data alamat IP dan nomor telepon yang teregistrasi kepadanya. “kantor pusat” itu dikenal dengan softswitch. Softswitch bertugas menampung seluruh data alamat IP dan nomor telepon (extension) yang ada untuk kemudian dihubungkan satu dengan yang lainnya membentuk interkoneksi yang lebih besar. Karena bertugas menampung seluruh titik terminal VoIP, softswitch harus mengetahui alamat terminal dan nomor telepon yang terhubung kepadanya. Saat ini softswitch yang banyak digunakan dalam jaringan VoIP IP PBX adalah Asterisk. Asterisk merupakan software PBX open source yang dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi, seperti Linux, BSD, Mac OS bahkan di Windows. Asterisk hanya membutuhkan perangkat keras minimum dan tidak membutuhkan perangkat tambahan. Dengan menggunakan protokol session initiation protocol (SIP) atau inter- asterisk exchange (IAX), asterisk dapat membuat dan menerima panggilan melalui internet atau integrasikan dengan hardware tertentu seperti kartu PCI T1/E1 untuk hubungan PSTN. Fitur-fitur yang terdapat dalam asterisk antara
  • 46. 32 lain : call conference, call monitoring, call forwarding, call parking, call routing, caller ID, caller ID blocking, calling cards, IVR, music hold on, voice mail, dan lainnya. Beberapa contoh orientasi bisnis perangkat lunak soft phone adalah : • 3CX VoIP Phone for Windows. Ini adalah Session Initiation Protocol (SIP) berbasis produk yang tersedia dalam dua edisi gratis dan untuk perusahaan. Ia bekerja dengan provider seperti Asterisk dan sipgate. • ArrowPhone. Ponsel lain Windows berbasis software, hanya untuk jaringan H.323. Pelanggan dapat menggunakan ArrowPhone dalam jaringan VPN dengan firewall. Sebuah versi demo gratis tersedia untuk di-download. • AGEphone. Menggunakan "microSIP" stack dan berjalan tidak hanya pada Windows tetapi juga pada CE / Pocket PC dan Windows Mobile, dengan versi Linux dan Symbian direncanakan untuk masa depan. Memiliki web berbasis antarmuka yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan menerima panggilan melalui halaman web.  E-Phone. Free IAX2 soft phone untuk Windows.  Gizmo. Free soft phone untuk Windows, Macintosh OS X, dan Linux.  SIP Communicator. Berbasis Java open source client VoIP yang mendukung baik audio dan video melalui sesi IPv4 dan IPv6. 6 .Tools pada VoIP Terdapat beberapa tools yang di gunakan dalam teknologi VoIP adalah sebagai berikut : a) Hard Phones (IP Phone) IP Phone adalah sebuah telepon yang terhubung ke IPPBX atau SIP server melalui IP network sehingga dapat melakukan komunikasi VoIP.
  • 47. 33 IP phone dapat berupa perangkat lunak atau perangkat keras. Sebuah kategori khusus Hard Phone memiliki modem built-in di tempat port Ethernet. Ponsel ini menggunakan layanan dial-up untuk terhubung ke server VoIP yang jauh dan dengan demikian tidak memerlukan koneksi broadband. b) VoIP Interface Cards VoIP interface cards adalah expansion card yang masuk ke dalam slot PCI komputer untuk menambah kemampuan VoIP. Pengguna dapat plug beberapa saluran telepon menjadi kartu tunggal, menginstal perangkat lunak yang bekerja dengan kartu, dan menciptakan sebuah sistem yang secara otomatis dapat menjawab dan mengarahkan panggilan dan pesan suara rekaman mail. c) Analog Telephone Adapters (ATAs) Cara yang paling sederhana dan paling umum adalah dengan menggunakan suatu alat yang disebut ATA. ATAmemungkinkan kita untuk menghubungkan pesawat telepon biasa ke komputer atau disambungkan ke internet untuk dipakai VoIP. ATA adalah alat pengubah sinyal dari analog menjadi digital. Cara kerjanya adalah mengubah sinyal analog dari telepon dan mengubahnya menjadi data digital untuk di transmisikan melalui internet. Provider seperti VONAGE dan AT&T Callvantage membuat alat ATA dan memberikannya secara gratis kepada pelanggannya sebagai bagian dari servis mereka. Mereka tinggal membuka ATA, memasang kabel telepon ke alat, danVoIPsudah bisa digunakan. Beberapa jenis ATA dipaket dan di- bundle beserta software tambahan yang harus diinstalkan pada komputer untuk melakukan konfigurasi ATA. d) Digital Telephone Adapters (DTAs) DTA, disebut juga handset gateway, yang memungkinkan bisnis dengan handset PBX untuk menggunakan infrastruktur yang ada untuk panggilan VoIP. Sebuah IP PBX, yang dapat menggantikan PBX itu sendiri, terintegrasi dengan semua bawaan handset yang sudah ada pada sebuah perusahaan tanpa membuat perusahaan tersebut mengganti sebuah handset.Handset Gateway bisa didapat dari Citel dan Intel.
  • 48. 34 e) VoIP Gateways Perangkat ini menghubungkan jaringan VoIP dengan sistem PSTN, memungkinkan panggilan antara telepon VoIP dan PSTN atau telepon genggam. Gateway melakukan kompresi dan dekompresi transmisi suara, serta panggilan routing. Gateway VoIP dapat antarmuka dengan gatekeeper, softswitches, atau pengendali eksternal lainnya, dan dapat menggabungkan fitur seperti manajemen jaringan dan akuntansi. Gateway VoIP juga dikenal sebagai gateway media. Mereka dibuat oleh banyak perusahaan yang sama terdaftar di bagian telepon IP, serta Nortel , SysMaster , dan Oki Network Technologies. Voice over Internet Protocol adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui jaringan. VoIP merubah sinyal suara menjadi sinyal digital dan melakukan transmisi melalui jaringan dan merubah sinyal digital kembali menjadi sinyal suara. 7. MPLS (MultiProtocol Label Switching) Multiprotocol Label Switching(MPLS) adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan mekanisme label swapping di layer 2 dengan routing di layer 3 untuk mempercepat pengiriman paket. Menurut Cisco System Learning 2006, Multiprotocol Label Switching (MPLS) adalah sebuah metode untuk meneruskan paket melalui suatu jaringan. Teknologi MPLS diciptakan untuk membawa aplikasi yang critical melalui jaringan Wide Area Network dengan kecepatan tinggi. Meningkatnya jumlah pengguaan layanan VoIP, sehingga jaringan backbone pada VoIP harus mempunyai standar kualitas untuk mencegah tingginya jitter, packet loss, delay. Sehingga penulis menggunakan jaringan berbasis QoE dengan menggunakan backbone MPLS sebagai routing protokolnya. Penulis memilih untuk menggunakan protokol MPLS dibandingkan dengan protokol yang lainnya seperti Frame Relay dan ATM (Asynchronous Transfer Mode) karena berbagai pertimbangan berikut (Kaimal, 2012) :  Frame Relay dan ATM, memiliki kekurangan dalam peningkatan performansi jaringan karena lebih rumit dalam penggunaannya maka itu
  • 49. 35 dikembangkanlah MPLS yang dapat memberikan solusi yang lebih baik untuk VPN, QOS, security, traffic engineering, dan lain-lain.  MPLS lebih cepat dalam pengiriman paket karena MPLS hanya melakukan enkapsulasi paket IP, dengan memasang header MPLS. Dan hanya menggunakan 20bit untuk label, sedangkan ATM memecah paket- paket IP, dan menggunakan 53bit dalam pengiriman paket.  MPLS memiliki skalabilitas yang lebih baik karena sangat fleksibel, mudah, dan cepat dalam tahapan konfigurasi pengembangan. Sedangkan ATM memiliki skalabilitas yang kurang baik sehingga mengakibatkan perlunya investasi tinggi untuk implementasinya. Keuntungan menggunakan MPLS antara lain (Satkomindo) :  Multiservices Offering Service yang ditawarkan MPLS dapat menampung banyak aplikasi voice.  Provisioning Scalability Tahapan jaringan backbone MPLS sangat fleksibel, mudah, dan cepat dalam tahapan konfigurasi pengembangan.  Manageability Jaringan MPLS mempunyai NMS (Network Monitoring System) yang terpusat sehingga memudahkan pengawasan jaringan dan fleksibel dalam mengatur jaringan. MPLS juga memberikan fitur keamanan dengan menggunakan label untuk membedakan pelanggan yang satu dengan pelanggan lainnya. Diatas jaringan yang sama, titik yang memiliki label yang sama terhubung, sehingga MPLS memiliki tingkat keamanan yang sangat baik. Berikut adalah beberapa kelebihan dengan menggunakan MPLS : a. MPLS mengurangi banyaknya proses pengolahan yang terjadi di IP routers, serta memperbaiki kinerja pengiriman suatu paket data. b. MPLS juga bisa menyediakan Quality of Experience (QoE) dalam jaringan backbone, dan dapat menghitung parameter QoE sehingga setiap layanan paket yang dikirimkan akan mendapat perlakuan yang berbeda sesuai dengan skala prioritasnya.
  • 50. 36 Berbeda dengan teknologi routing lainnya yang melihat alamat tujuan sebanyak 32-bit setiap kali melawati satu node ke node lainnya sedangkan MPLS hanya membaca 20-bit nilai alamat saat memasuki router MPLS pertama kali. MPLS juga memasukan headerlayer 2 dan layer 3 yang berfungsi mengurangi kinerja kerja dari layer 3 agar pengiriman paket data dapat lebih cepat. Header pada MPLS terdapat 4 field, yaitu: 1. Label 20 bit. Label yang berisi alamat sebanyak 20 bit yang nantinya akan berfungsi sebagai pengiriman data yang lebih cepat dari paket biasa. 2. Time To Live (TTL) 8 bit. Time To Live merupakan banyaknya hop yang akan di lewati oleh paket MPLS. TTL akan berkurang 1 jika setiap 1 kali melewati hop tujuan. Karena TTL tersedia sebanyak 8 bit, maka banyaknya hop maksimum yang dapat di lewati paket MPLS adalah 256 hop. 3. Stack. Stack akan bernilai 0 jika hop yang dilewati bukan hop MPLS terakhir. Sedangkan stack akan bernilai 1 jika hop yang dilewati murapakan hop MPLS terakhir. 4. Experiment Use (exp). Experiment use atau bisa di sebut sebagai CoS (class of service) berfungsi sebagai skala penentuan prioritas pengiriman paket pada MPLS. Header pada MPLS yang terbagi, terdapat pula komponen MPLS yang mendukung performasi kerja proses pengiriman data itu sendiri. Selain dibutuhkannya header didalam MPLS, dibutuhkan juga parameter – parameter MPLS didalam jaringan. Berikut adalah parameter yang berguna untuk pengecekan pengiriman data di dalam protokol MPLS (Anonim, 2013) : a. Node. Router pada jaringan MPLS yang akan meneruskan paket yang diterimanya berdasarkan label. Disini node bekerja sebagai Router. b. Label.
  • 51. 37 Merupakan header tambahan yang diletakkan diantara layer 2 dan IP header. c. Ingress Node. MPLS node yang mengatur traffic saat paket memasuki MPLS. Ingress node biasa juga disebut PE (Provider Edge) router . d. MPLS Egress Node. MPLS node yang mengatur traffic saat paket meninggalkan MPLS. Egress node biasa disebut juga PE (Provider Edge) router. e. Label Edge Router (LER). MPLS node yang menghubungkan sebuah MPLS domain dengan node yang berada diluar MPLS domain atau jaringan internet biasa. f. Label Switch Path (LSP). Merupakan jalur yang terbentuk dari serangkaian satu atau lebih Label Switching Hop dimana paket diteruskan oleh Label Swapping berdasarkan tabel Forwarding Equivalent Class (FEC) dari satu MPLS node ke MPLS node yang lain. g. Label Switching Router (LSR). Router yang mendukung MPLS Forward, LSR biasa disebut juga PR (provider router). Agar lebih mudah, LSR adalah kumpulan LER yang terhubung. MPLS mempunyai beberapa kelebihan dalam jaringan seperti : 1. Speed Rate. Pembacaan alamat pada jaringan IP sebanyak 32 bit, sedangkan MPLS cukup melihat label yang berisi alamat tujuan sebanyak 20 bit . hanya dengan melihat perbedaan besar tentu dapat mengetahui perbedaan kecepatan pengiriman data. 2. Scalability. MPLS dapat berhubungan dengan jaringan IP lainnya, alat yang dibutuhkan untuk membangun teknologi MPLS ini adalah router yang telah ter-upgrade teknologi MPLS itu sendiri. 3. Traffic Engineering. MPLS memiliki Protokol IGP (interior Gateway Protocol) yang merupakan routingprotocol link state. IGP menggunakan Routing Protocol OSPF,
  • 52. 38 Karena OSPF di MPLS sebagai serangkaian prosedur dan alat yang dirancang untuk mengukur lalu lintas didalam ISP dan memberikan feedback sehingga lalu lintas dapat diatur. OSPF akan menentukan jalur berdasarkan performasi kerja router, kemungkinan kecil atau tidak adanya collision, dan buffering. 7.1 Sistem Kerja MPLS MPLS memiliki 2 bidang arsitektural, yaitu : MPLS Control Plane dan MPLS Forwarding Plane. a) MPLS Control Plane Pada jaringan MPLS , saat paket IP tiba di ingress router (LER) paket tersebut akan melakukan proses pushing. Pushing adalah diletakkannya MPLS label diantara layer 2 dan layer 3 . Sebelum label diletakkan , akan dilakukan klasifikasi paket ke dalam Forward Equivalance Class. Klasifikasi ke dalam FEC dapat berdasarkan IP tujuan maupun nilai IP predence pada header paket IP. Semua paket-paket yang diklasifikasikan ke dalam FEC yang sama akan diperlakukan dengan perlakuan yang sama. Setelah dilakukan klasifikasi label akan diletakkan (pushing) sesuai klasifikasi yang diberikan. Oleh karena itu proses pushing pada LER ini hanya dilakukan disisi edge-nya saja. Pada Control plane ini diperlukan beberapa hal pada jaringan MPLS diantaranya adalah : - IGP (interior gateway protocol) IGP harus digunakan untuk traffic engineering pada jaringan MPLS, yang merupakan protokol link-state (OSPF). - LDP (Label Distribution protocol) Untuk distribusi label dengan traffic engineering perlu diperhatikan adanya Label Distribution Protocol (LDP) dan RSVP-TE. - BGP (Border Gateway Protocol) Pada jaringan berbasis MPLS, BGP hanya diperlukan di sisi edge network.
  • 53. 39 b) MPLS Forwarding Plane MPLS Forwarding Plane bertanggung jawab dalam meneruskan paket berdasarkan harga dari label. Setiap proses penerusan data akan menggunakan 2 label. Yaitu LIB dan LFIB . LIB mengetahui informasi routing pada setiap “kaki-kaki” tetangganya atau yang terhubung langsung dengannya . Sedangkan LFIB hanya mengetahui informasi routing dari outgoing tujuan setelahnya yang sudah disesuaikan. LFIB menggunakan sebagian label yang ada di dalam LIB untuk proses Packet forwarding. Pembangunan LSP pada area MPLS serta proses pemberian label pada paket data IP yang melewati path tersebut. LSP dibangun antara Ingress LER dengan Engress LER dengan router lain yang termasuk di dalam LSP pada area MPLS. Signalling Protocol akan memantapkan path melalui setiap router dan memesan bandwidth untuk data flowing di dalam path. Dari Ingress (LER) selanjutnya paket data akan di-forward ke router selanjutnya dan label yang ada di header data akan dibaca oleh router tersebut untuk mendapatkan informasi tabel forwarding yang diberikan. I. Aktivitas Pembelajaran 1. Dalam kegiatan ini peserta diklat akan melakukan analisis terhadap rangkaian operasiVoIPBentuk kelompok diskusi setiap kelompok terdiri dari 3-4 orang. Bacalah seluruh langkah dibawah ini kemudian lakukan dengan cermat dan teliti. 2. Baca dan amati uraian materi diatas dan carilah sumber bacaan lain yang relevan melalui media internet. 3. Analisalah diagram rangkaianVoIP berbasis open source yaitu Briker 4. Diskusi dan komunikasikan hasilnya dalam kelompok dan buatlah kesimpulan. 5. Buatlah Laporan dan komunikasikan hasil laporan dan pembahasan dengan tutor. J. Latihan 1. Jelaskan syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………
  • 54. 40 2.Jelaskan kelebihan dalam bertelepon menggunakan VoIP 3. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan Gateway VoIP 4. Bagaimana pengiriman sebuah sinyal ke remote destination dapat dilakukan secara digital 5. Jelaskan Bagaimana caranya menginstall Briker pada computer ! …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………
  • 55. 41 K. Umpan Balik 1. Apakah saudara sudah memahami prinsip kerja VoIPdan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? 2. Apakah saudara sudah memahami Gateway VoIPdan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? 3. Apakah saudara sudah memahami VoIP Berbasis Open Source (Briker)dan berapprosen pencapaian kompetensinya ? 4. Apakah saudara sudah memahami Signaling Protocol dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? 5. Apakah saudara sudah memahami SIP (Session Initiation Protocol) dan berapa prosen pencapaian kompetensinya ? L. Kunci Jawaban 1. Prinsip kerja VoIP adalah mengubah suara analog yang didapatkan dari speaker pada Komputer menjadi paket data digital, kemudian dari PC diteruskan melalui Hub/ Router/ ADSL Modem dikirimkan melalui jaringan internet dan akan diterima oleh tempat tujuan melalui media yang sama. 2. Gateway VoIP adalah peralatan yang dapat menghubungkan VoIP di Internet dengan jaringan telepon yang menggunakan sambungan RJ-11. Biasanya peralatan gateway VoIP ini di sambungkan ke PBX / PABX di kantor atau di wartel agar telepon biasa yang ada dapat terkait ke jaringan VoIP juga. 3. Briker dikembangkan dengan basis open source. Briker ini mulai dikembangkan sekitar pertengahan tahun 2008. Briker Bukan Pengganti VoIP Rakyat, Briker dikembangkan dengan mengintegrasikan beragam software open source. Daftar lengkapnya ada di dalam Briker itu sendiri, tidak rahasia sama sekali. Singkatnya, dalam briker ada Linux, server VoIP, database, web server, dan banyak lagi software pendukung lainnya. 4. Signaling Protocol dalam VoIP digunakan untuk membangun atau memutuskan sesi komunikasi, menyimpan informasi mengenai letak user, dan menegosiasikan kapabilitas. Protokol-protokol yang umum dipakai
  • 56. 42 dalam VoIP adalah SIP, H.323, dan MGCP. Salah satu signaling protocol adalah Session Initiation Protocol (SIP). 5. SIP (Session Initiation Protocol) adalah protokol yang digunakan untuk inisiasi, modifikasi, dan terminasi sesi komunikasi VoIP. SIP adalah protokol open standard yang di publikasikan oleh IETF, RFC 2543, dan RFC 3261. Selain digunakan untuk negosiasi sesi komunikasi suara, SIP juga dapat digunakan untuk negosisasi sesi komunikasi data media lain seperti video dan teks.
  • 57. 43 Kegiatan belajar 3: BAGIAN DAN KONSEP KERJA SERVER SOFTSWITCH BERKAITAN DENGAN PBX A.Tujuan Pembelajaran. Setelah mengikuti kegiatan belajar 3 ini diharapkan bahwa :  Melalui observasi peserta diklat dapat menganalisis bagian dan konsep kerja server softswitch berkaitan dengan PBX dengan tepat. B. Indikator pencapaian kompetensi  Menganalisis server softswitch.  Menganalisis VoIP Server  Menganalisis Jenis Metode Layanan VOIP C. Uraian Materi Voice over Internet Protocol (juga disebut VoIP, IP Telephony, Internet telephony atau Digital Phone) adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet.Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu melewatkan trafik suara, video dan data yang berbentuk paket melalui jaringan IP.Dalam komunikasi VoIP, pemakai melakukan hubungan telepon melalui terminal yang berupa PC atau telepon. 1.VoIP Server VoIP Server adalah bagian utama dalam jaringan VoIP. Perangkat ini memang tidak wajib ada di jaringan VoIP, tetapi sangat dibutuhkan untuk dapat menghubungkan banyak titik komunikasi server. Perangkat ini dapat digunakan untuk mendefinisikan jalur dan aturan antar terminal. Selain itu VoIP server juga
  • 58. 44 bisa menyediakan layanan-layanan yang biasa ada di perangkat PBX (Private Branch Exchange), voice mail, Interactive Voice Response (IVR), dan lain-lain. Beberapa jenis SoftSwitch juga menyediakan fasilitas tambahan untuk dapat berkomunikasi dengan SoftSwitch lain di internet. Ada beberapa SoftSwitch yang dapat anda pilih untuk membangun jaringan VoIP sendiri, semuanya memiliki lisensi gratis.  VoIP Switch Konsep dasar penggunaan Circuit Switching yaitu sebuah jalur komunikasi akan dibuka dan dipesan selama terjadi komunikasi. Jalur komunikasi yang ada akhirnya menjadi eklusif dimiliki oleh dua titik yang menggunakannya. Contoh, anda tinggal di Jakarta dan hendak menelepon kerabat yang berada di Surabaya. Selama proses komunikasi antara anda dan kerabat terjadi, jalur telepon dari jakarta ke surabaya adalah eklusif milik anda dan lawan bicara. Alhasil biaya pun memebengkak karena anda harus membayar jalur telepon tadi. Konsep berbeda ditawarkan VoIP. Seluruh data yang lalu-lalang di Internet menggunakan konsep Packet Switching. artinya jalur yang anda gunakan untuk berselancar di internet bukan eklusif milik sendiri. Packet Switching memungkinkan jalur data digunakan oleh banyak pengguna. Agar tidak salah alamat, paket data diberi identitas khusus sehingga perangkat pendukung seperti router dapat meneruskannya (switched) ke tujuan akhir. Packet Switch menjadi alasan utama mengapa komunikasi suara menggunakan Internet Protocol (IP) memiliki perbedaan biaya yang jauh lebih rendah.  Codec (coder-decoder) Agar apat melewati jalur Packet Switch dengan baik, VoIP memebutuhkan proses coder dan decoder. Proses ini mengkonversi sinyal audio menjadi data digital yang dipadatkan (kompresi) untuk kemudian dikirim lewat jalur internet. Di titik lain, data dikembangkan lagi (dekompresi), dan diubah menjadi sinyal analog. Konversi codec bekerja dengan cara memotong bagian sinyal (sampling) audio dalam jumlah tertentu perdetiknya. Sebagai contoh, codec G.711
  • 59. 45 melakukan sampling audio sebanyak 64.000 kali per detiknya. Jika data hasil kompresi berhasil diterima di titik lain, proses selanjutnya adalah melakukan perakitan ulang. Data yang dirakit tidak selengkap data saat pertama kali dikirim, ada beberapa bagian yang hilang. Akan tetapi bagian yang hilang sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh telinga manusia. Codec juga bekerja menggunakan alogaritma tertentu untuk membantunya memecah, mengurutkan, mngkompresi, dan merakit ulang audio data yang ditransmisikan. Salah satu alogaritma yang populer digunakan dalam teknologi VoIP adalah CS-ACELP (Conjugate-Structure Algebraic-Code-Excited Linear Prediction). Pemilihan codec sangat berpengaruh pada penggunaan bandwidth jaringan nantinya. Makin baik codec melakukan sampling, makin efisien juga jalur yang digunakan. Kualitas akhir suara juga harus diperhatikan agar tidak sekadar cepat, codec juga harus menghasilkan sinyal audio yang baik. Beberapa codec lainnya : G.723.1, G.729, G.726, G.728, GSM, iLBC  SoftPhone (Software) Selain berupa telepon utuh (hardware), perangkat telepon juga bisa berbentuk software. Di dunia VoIP, perangkat ini disebut SoftPhone. Softphone memiliki jenis yang beragam baik dari kemampuan dan lisensi. Saat ini banyak Softphone yang disebarkan dengan lisensi gratis. Bahkan ada yang menyediakan lisensi software gratis sekalligus layanan jaringan VoIP -nya. SkyPe salah satu penyedia Softphone Cuma-Cuma, sekaligus layanan PC-to-PC call yang prima. SoftPhone Skype ini hanya bisa bekerja di jaringan milik Skype. Jika ingin membuat jaringan sendiri harus menggunakan Softphone jenis lain. Softphone lain diantaranya adalah X-Lite, IAX-Lite, MyPhone. X-Lite merupakan softphone untuk VoIP yang berjalan melalui protokol SIP. Selain suara, X-Lite juga bisa digunakana untuk saling berkirim text dan video. IAX-Lite merupakan softphone yang berjalan melalui protokol IAX. IAX merupakan protokol signaling yang dikembangkan oleh pembuat Asterisk (IP PBX). Untuk protokol H323 dapat menggunakan MyPhone.  VoIP Gateway
  • 60. 46 Gateway digunakan untuk menghubungkan dua jaringan yang berbeda yaitu antara jaringan H.323 dan jaringan non H.323, sebagai contoh gateway dapat menghubungkan dan menyediakan komunikasi antara terminal H.233 dengan jaringan telepon , misalnya: PSTN. Dalam menghubungkan dua bentuk jaringan yang berbeda dilakukan dengan menterjemankan protokol-protokol untuk call setup dan release serta mengirimkan informasi antara jaringan yang terhubung dengan gateway. Namun demikian gateway tidak dibutuhkan untuk komunikasi antara dua terminal H.323.  Beberapa Contoh Software VOIP Saat ini sangat banyak sekali aplikasi atau software-sotware yang dapat digunakan atau menjalankan VOIPdiantaranya : 1. Skype Skype adalah software aplikasi komunikasi suara berbasis IP melalui internet antara sesama pengguna Skype. Pada saat menggunakan Skype maka pengguna yang sedang online akan mencari pengguna Skype lainnya Lalu mulai membangun jaringan untuk menemukan pengguna- pengguna lainnya. Skype memiliki berbagai macam feature yang dapat memudahkan penggunanya. Skype juga dilengkapi dengan SkypeOut dan SkypeIn yang memungkinkan pengguna untuk berhubungan dengan pengguna telepon konvensional dan telepon selular. Setiap pengguna Skype memiliki sebuah username dan sebuah password. Dan setiap username memiliki sebuah alamat e-mail yang teregistrasi. Untuk masuk ke sistem Skype, pengguna harus menyertakan pasangan username dan passwordnya. Jika pengguna lupa password tersebut maka Skype akan mengubahnya dan mengirimkan password yang baru ke alamate-mail pengguna yang sudah terregistrasi. 2. Netmeeting
  • 61. 47 Aplikasi ini dikembangkan oleh Microsoft yang merupakan salah satu aplikasi yang mendukung VoIP dan juga Video Conference. Aplikasi ini menggunakan protocol H.323 untuk Video dan Audio Conference. Sama dengan aplikasi lainnya tetap memerlukan registrasi untuk mendapatkan user id dan password, agar bisa berkomunikasi dengan para pengguna netmeeting lainnya. Aplikasi ini sudah include didalam system windows 95 sampai windows XP. 3. X-lite X-Lite adalah sebuah aplikasi open source pendukung VoIP yang menggunakan teknologi SIP (Session Initiation Protocol). X-Lite di kembangkan pertama sekali oleh CounterPath ada 2 release yang telah dikeluarkan untuk aplikasi ini yang mempunyai perbedaan feature. X-Lite 2.0 digunakan untuk Macintosh dan Linux yang menggunakan X-Pro code base dan X-Lite 3.0 untuk windows yang menggunakan eveBeam code base. X-lite 2.0 hanya untuk suara saja sedangkan X-Lite 3.0 sudah memiliki feature suara, video dan instant messaging atau media untuk chatting. 4. Yahoo Messenger Aplikasi ini sama secara garis besar memliki konsep atau cara kerja yang mirip dengan Skype , namun yahoo messenger kurang digemari yang dikarenakan menurut beberapa sumber yang penulis temukan kurangnya kualitas suara yang dihasilkan dibandingkan dengan Skype. Dari beberapa software penunjang VOIP tersebut diatas tidak terlepas dari kualitas atau besarnya bandwith yang dimiliki untuk mendapatkan kualitas suara yang baik. Contoh Hardware a. IP-PBX - Komputer – Hardware b. IP-PBX c. IP PBX atau Internet Protocol Private Branch Excha 2.Jenis Metode Layanan VOIP  Analog Telephone Adaptor (ATA)
  • 62. 48 ATA adalah metode paling umum untuk menggunakan layanan VOIP yaitu menggunakan alat yang bernama ATA yang memungkinkan kita menyambungkan telepon konvensional ke PC atau internet untuk melakukan VOIP  IP Phones IP PHONES yaitu telepon yang sudah memiliki port RJ-45 untuk langsung di sambungkan ke router guna melakukan panggilan VOIP.  PC to PC PC to PC seperti namanya saja kita sudah dapat membayangkan, yaitu panggilan VOIP yang dilakukan menggunakan PC dengan perlengkapan microphone, speaker, dan software yang di sediakan para developer komunikasi VOIP ini contoh : Skype dan InterVoIP. User tidak membayar satu sen pun dalam melakukan panggilan antarpengguna sesama layanan. Gambar 3. server softswitch 3.Konsep kerja server softswitch Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan
  • 63. 49 oleh sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasisIP. Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal adalah bagian software yang mengatur call processing. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang dapat menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun circuit. Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara fisik dan menghubungkan keduanya melalui suatu protocol standar tersendiri. 4. Instalasi Server VoIP dengan Briker Briker adalah distribusi Linux yang didalamnya terdapat aplikasi server yang memungkinkan pengguna untuk mengimplementasikan layanan VoIP, membangun nya atau telepon sendiri pusat-nya; Penggunaan Briker untuk server disarankan untuk organisasi, institusi dan perusahaan dengan jumlah ekstensi tidak melebihi 1.000 dan jumlah maks. bersamaan panggilan dari240. Untuk membuat server VoIP dibutuhkan CD Briker IPPBX. Untuk mendapatkan file ISO Briker IPPBX tersebut, bisa di unduh www.briker.org. Setelah proses download selesai, file ISO tersebut dapat diburning langsung kedalam CD. Briker IPPBX sampai dengan saat ini ditulis telah mencapai rilis 2.0 dengan codename OWP (Onno W. Purbo). Sebelumnya, rilis 1.0 diberi sandi Azzelia . Setelah download file ISO Briker IPPBX dari situs tersebut, maka dijadikan CD Installer BrikerIPPBX. 5.Instalasi Briker Setting BIOS komputer anda menjadi Boot from CD. Kemudian masukkan Briker IPPBX CD keCDROM.
  • 64. 50 Gambar 4.Instalasi Briker Ketik install lalu tekan enter dan tunggu sampai proses selesai dengan di tandai CD Rom keluar sendiri dan komputer lalu restart. Setelah semua itu tidak ada masalah dalam proses installasi. Instalasi Briker IPPBX relatif mudah, setelah proses instalasi selesai, sistem akan membuat password default untuk console login dan web login, serta mengkonfigurasi alamat IPdefault. 8.Default console login (ssh port22) Usernae: support Passwor d :Briker 9.Default web login (http port80) Username : support Password : Briker Default network address
  • 65. 51 IP address : 192.168.2.2 Netmask :255.255.255.0 10.ProsesInstalasi  Briker otomatis memeriksa hardware yang terpasang dengan pertama kali memeriksaCDROM Gambar 5.Ottomatis Briker  Briker otomatis memeriksa perangkat keras jaringan, lalu mengkonfigurasi IP address secaraotomatis.
  • 66. 52 Gambar6. Konfigurasi IP  Briker otomatis menghapus (format) hardisk dan menggunakan semua isihardisk. Gambar 7. Briker otomatis menghapus format
  • 67. 53  Briker otomatis install base system dan softwarelainnya. Gambar 8. Install Base system Terakhir, Briker akan install GRUBbootloader Gambar 9.Install GRUBbootloader Instalasi sistem selesai, CD Briker akan otomatis keluar dari CDROMdan komputer akan restrart. 11.ConsoleLogin Setelah instalasi selesai, kita dapat memulai melakukan konfigurasi dari console seperti mengganti alamat IP, konfigurasi tanggal dan jam dan lainnya