PEMBELAJARAN INOVATIF BERORIENTASI KONSTRUKTIVISTIK <ul><li>KONSEP, LANDASAN TEORITIS-PRAKTIS </li></ul><ul><li>DAN IMPLEM...
 
Sifat apakah yang ditunjukkan oleh mereka?
Sifat apakah yang ditunjukkan oleh mereka?
Perkembangan Pendekatan Pengembangan Kurikulum 1910-an s.d. tengah 1960-an Akhir 1960-an s.d. tengah 1980-an Akhir 1980-an...
Kur. ≤  ‘ 94 <ul><li>Sebelum mengajar: </li></ul><ul><li>Saya mengajarkan apa? </li></ul><ul><li>Setelah mengajar: </li></...
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Tahu dapat menyebutkan Paham <ul><li>Dapat memberi contoh/bukan contoh </li></ul><ul><...
MENGAJAR = MEMBERI PENGALAMAN BELAJAR = MENGALAMI m x b = K
Kurikulum Berbasis Kompetensi <ul><li>Berpusat  ke pada peserta didik </li></ul><ul><li>Mengembangkan kreativitas peserta ...
Sistem PBM <ul><li>Kurikulum </li></ul><ul><li>Alat Bantu Belajar </li></ul><ul><li>Buku </li></ul>PBM Lulusan Lingkungan ...
<ul><li>Guru berceramah – menyampaikan informasi </li></ul><ul><li>Siswa mendengarkan </li></ul>
<ul><li>KEGIATAN </li></ul><ul><li>bermain peran  </li></ul><ul><li>Bercerita  </li></ul><ul><li>Permainan  </li></ul>
<ul><li>Perbedaan individu kurang diperhatikan </li></ul>
<ul><li>PAPAN TULIS = </li></ul><ul><li>Alat yang paling sering digunakan  </li></ul><ul><li>Tempat tulisan yang kurang b...
<ul><li>Pertanyaan </li></ul><ul><li>Retorik = tak perlu jawaban </li></ul><ul><li>Mengundang jawaban koor </li></ul>
<ul><li>Mitos </li></ul><ul><li>Gurulah yang paling tahu </li></ul><ul><li>Gurulah yang paling benar </li></ul>
Guru sering “mengambil alih” pekerjaan siswa. Akibatnya, bagi dirinya sendiri . . . . bagi siswa . . . .
TAHUN 2002 SD SEKARANG <ul><li>PENDEKATAN BERBASIS KOMPETENSI  </li></ul><ul><li>DAN  PENDEKATAN </li></ul><ul><li>PEMBELA...
SAYA DENGAR, SAYA LUPA SAYA LIHAT, SAYA INGAT SAYA LAKUKAN, SAYA MENGERTI (Pepatah Cina) Untuk KBK & Belajar Aktif, kalima...
<ul><li>Jika anak dicela, ia belajar  memaki  </li></ul><ul><ul><li>Jika anak dimusuhi, ia belajar berkelahi  </li></ul></...
PENDEKATAN PEMBELAJARAN OLEH Drs. SUNARNO, M.Pd
PEMBELAJARAN TEMATIS
Hakekat pembelajaran tematis <ul><li>Suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individu maupun kelomp...
PENGERTIAN    <ul><li>1.  Pembelajaran beranjak dari suatu tema tertentu   sebagai pusat perhatian (senter of interst) yan...
3. Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan anak secara simultan. 4. Merakit atau menggabungkan sejumlah...
Dalam diagram sbb: PEMBELAJARAN TEMATIS Mengkaji Pokok bahasan konsep Penentuan Tema Pokok Bahasan 1 Konsep Pokok Bahasan ...
<ul><li>1 .  Holistik </li></ul><ul><li>Suatu gejala atau peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran temati...
2. Bermakna <ul><li>Pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek rujukan yang nyata dari segala konsep yang diperol...
Otentik <ul><li>Pembelajaran tematis juga memungkinkan siswa memahamisecara langsung konsep dan prinsip yang ingin dipelar...
IMPLEMENTASI <ul><li>Cara guru Melaksanakan Pembelajaran    Tematis .   </li></ul><ul><li>*  Ditinjau dari sifat materi ya...
Beberapa Persyaratan Pelaksanaan Pembelajaran Tematis <ul><li>1.  Kejelian profesional guru dalam mengantisipasi    pemanf...
Model model Pembelajaran Tematis <ul><li>Ada tiga model : 1. Model Keterhubungan </li></ul><ul><li>( connected) 2. Model J...
Model Keterhubungan (connected) <ul><li>Model pembelajaran tematis yang menghubungkan satu konsep dengan  konsep lain, sat...
Dalam diagram sbb: Konsep 1 Konsep 2 Konsep utama BIDANG STUDI KAJI
Model Keterpaduan   (integrated)   <ul><li>Siswa belajar berbagai konsep disiplin ilmu yang saling terpadu sehingga ia men...
Dalam diagram sbb: KAJI GBPP IPA Buku teks IPS Buku teks MATEMATIKA Buku Teks BHS Indo Buku Teks Konsep, ketrampilan, kema...
Model jaring Laba-laba (webbed) <ul><li>Model ini menggunakan pendekatan tematik dimulai dengan menentukan tema, dikembang...
Dalam diagram sbb: CURAH PENDAPAT TEMA SUB TEMA/ BDG STUDI SUB TEMA/ BDG STUDI SUB TEMA/ BDG STUDI KAJI GBPP
Proses Pembelajaran Tematis <ul><li>Ada tiga tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran tematis:  perencanaan, pelaksana...
<ul><li>Perencanaa </li></ul><ul><li>- reviu kurikulum berbagai bidang studi - menentukan konsep yang berhubungan - merenc...
Model Jaring Laba-laba (webbed) <ul><li>Perencanaan   -mereviu kurikukum tetapi curah pendapat guru   dengan siswa menentu...
Menyusun Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran Tematis <ul><li>Menetukan jaring-jaring tema </li></ul><ul><li>Menyusun rencana...
Selamat bekerja
PENDEKATAN PEMBELAJARAN Drs. SUNARNO, M.Pd
PENDEKATAN KONTEKSTUAL <ul><li>Pemikiran tentang belajar yg mendasari pendekatan kontekstual </li></ul>PROSES BELAJAR TRAN...
<ul><li>Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus konstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri </li></ul><ul...
<ul><li>Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain </li></ul><ul><li>Keterampilan dalam pengeta...
Contoh Lembar kerja siswa <ul><li>Lembar Kerja Siswa </li></ul><ul><li>Petunjuk: </li></ul><ul><li>jika persegi ini merupa...
<ul><li>Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu dan seorang anak mempunyai kecenderungan utnuk...
<ul><li>Belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Guru yang berakting di depan kelas. ...
<ul><li>Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan anatar materi yang diajarkannya denga...
(1). Kontsruktivisme ( Constructivism )   <ul><li>Siswa membangun pemahaman oleh diri sendiri dari pengalaman-pengalaman b...
(2) Penemuan ( Inquiry )   <ul><li>Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan induktif, diawali dengan pengamatan dalam rangka...
(3) Bertanya ( Questioning )   <ul><li>Pertanyaan merupakan komponen penting dalam pembelajaran kontekstual. Pertanyaan me...
(4) Masyarakat belajar ( Learning Community )   <ul><li>Proses pembelajaran berlangsung dalam situasi sesama siswa saling ...
(5) Pemodelan ( Modeling )   <ul><li>Aktivitas guru di kelas memiliki efek model bagi siswa. Jika guru mengajar dengan ber...
(6) Refleksi ( Reflection)   <ul><li>Salah satu pembeda pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradisional adalah cara-c...
(7) Penilaian yang Sebenarnya ( Authentic  Assestment )   <ul><li>Penilaian autentik ini bersifat mengukur produk pembelaj...
C. Pengertian Pendekatan Konstekstual <ul><li>Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan untuk memotiva...
<ul><li>D. Perbedaan pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradisional </li></ul>No CTL Tradisional 1 Pemilihan informa...
5 Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) 6 Siswa menggunakan waktu bela...
11 Perilaku baik atas dasar motivasi intrinsik Perilaku baik berdasarkan ekstrinsik 12 Pembelajaran terjadi di berbagai te...
<ul><li>E. Penerapan Pendekatan kontekstual di Kelas </li></ul><ul><li>Pendekatan CTL (Contextual teaching and learning) d...
<ul><li>Tujuh komponen pembelajaran berbasis kontekstual </li></ul><ul><li>KONTRUKSTIVE </li></ul><ul><li>INQUIRY (MENEMUK...
<ul><li>KONSTRUKTIVE </li></ul><ul><li>Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan a...
<ul><li>LEARNING COMMUNITY </li></ul><ul><li>Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar </li></ul><ul><li>Bekerj...
<ul><li>AUTHENTIC ASSESMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) </li></ul><ul><li>Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa </li...
<ul><li>F. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Kontekstual </li></ul><ul><li>Dalam pembelajaran kontekstual...
<ul><li>Atas dasar itu, saran pokok dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual sebagai ber...
MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF <ul><li>Uraian </li></ul><ul><li>Model-model pembelajaran yang dikembangkan saat...
<ul><li>Model-model pembelajaran tersebut, yaitu : </li></ul><ul><li>EXAMPLE NON EXAMPLES </li></ul><ul><li>PICTURE AND PI...
<ul><li>Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru m...
contoh 1 2 3 4 Pindahkan 1 ke 3 dan 2 ke 4 Maka akan diperoleh gambar baru berbentuk persegi panajang Dg panjang = alas se...
<ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Menyajikan m...
RANTAI MAKANAN
Jaring-jaring makanan
Jaring-jaring makanan
<ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam kelompok mendapat nomor </li><...
KET: A1-A4  Siswa rengking 4 besar   B1-B4  8 besar   C1-C4  12 besar   D1-D4  16 besar   E1-E4  20 besar  A1 B1 C1 D1 E1 ...
 
<ul><li>SKIP KOOPERATIF </li></ul><ul><li>Metode belajar yang melibatkan siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara l...
<ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor <...
STUDENT TEAM-ACHIVEMENT DIVISION (STAD) <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Membentuk kelompok yang anggotanya 4 ora...
Contoh Lembar kerja siswa <ul><li>Lembar Kerja Siswa </li></ul><ul><li>Petunjuk: </li></ul><ul><li>jika persegi ini merupa...
Lembar Kerja Siswa Menemukan luas Jajargenjang <ul><li>Petunjuk : Potonglah sesuai dengan garis titik-titik </li></ul><ul>...
JIGSW (MODEL TIM AHLI) <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Siswa dikelompokkan ke dalam=4 anggota tim </li></ul><ul>...
PROBLEM BASED INTRODUCTION (PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru menjelaskan k...
ARTIKULASI <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>G...
MIND MAPPING <ul><li>LANGKAH-LANGKAH </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>G...
MAKE  A MATCH  (MENCARI PASANGAN) <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beb...
THINK PAIR AND SHARE <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>guru menyampaikan isi materi dan kompetensi yang ingin di...
DEBATE <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya ko...
ROLE PLAYING <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan </li></ul><...
GROUP INVESTIGATION <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen </li>...
TALKING STICK <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru menyiapkan sebuah tongkat </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan...
BERTUKAR PASANGAN <ul><li>Langkah-langkah :  </li></ul><ul><li>Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru menunjuk pasangan...
SNOWBALL THROWING <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan materi yang disajikan </li></ul><ul><li>Gu...
STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING <ul><li>Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya </li></u...
COURSE REVIEW HORAY <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul>...
DEMONSTRATION <ul><li>Khusus materi yang memerlukan peragaan misalnya gussen </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul...
EXPLICIT INSTRUCTION <ul><li>ARTI : Pengajaran langsung </li></ul><ul><li>Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk men...
COOPERATIF INTEGRATED READING ANG COPOSITION <ul><li>ARTI : kooperatif terpadu membaca dan menulis </li></ul><ul><li>Langk...
INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan meng...
MEDIA : TEBAK KATA <ul><li>Buat kartu ukuran 10 x 10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jaw...
<ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi lebih kurang 45 men...
<ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>“ perusahaan ini tanggung jawabnya tidak terbatas, dimiliki oleh 1 oang, struktur organ...
WORD SQUARE <ul><li>Langkah-Langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan sesuai kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><...
contoh <ul><li>T Y E N I O K N </li></ul><ul><li>R A U A N K U O </li></ul><ul><li>A B A R T R E M </li></ul><ul><li>N A N...
<ul><li>Susunlah huruf-huruf pada kolom B sehingga merupakan jawaban dari pertanyaan kolom A </li></ul><ul><li>Sebelum men...
Media  <ul><li>Kartu ukuran kurang lebih 10x15 cm sejumlah peserta. </li></ul><ul><li>Tiap kartu berisi sub materi (yang b...
CONTOH SOAL <ul><li>Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara… digunakan sebagai alat pembayaran yang s...
MEDIA <ul><li>Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.  </li></ul><ul><li>Buat jawaban yang di...
Lanjutan  Langkah-langkah <ul><li>Siapkan kelas sebagai mana mestinya. </li></ul><ul><li>Jelaskan materi sesuai kompetensi...
Langkah-langkah <ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. </li></ul><ul><li>Guru menyajikan materi secukupn...
COMPLETE SENTENCE <ul><li>MEDIA : siapkan blangko isian berupa        paragraf yang kalimatnya belum      lengkap. </li></...
TIME TOKEN <ul><li>Struktur yang dapat digunakan untuk mengajar keterampilan sosial, untuk menghindari siswa mendominasi p...
PAIR CHEKS <ul><li>APA YANG DILAKUKAN? </li></ul><ul><li>BEKERJA BERPASANGAN </li></ul><ul><li>Guru membuat tim berpasanga...
KELILING KELOMPOK <ul><li>Maksudnya agar masing-masing anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi me...
<ul><li>Tari tambu : Agar siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dalam waktu...
DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) <ul><li>Memberikan Kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informa...
LEMBAR PENILAIAN PEER TEACHING
 
Memahami masalah  Membuat rencana untuk enyelesaikannya  Melaksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua  Memeriksa ul...
<ul><li>Jika 7 orang mengendarai sepeda dan becak dengan jumlah roda 19, berapa orang yang mengendarai sepeda dan berapa o...
Jika setiap huruf di bawah ini diberi kode dengan angka 0, 1, 2, 3, 6, 7, dan 9. Tentukan hasil penjumlahan soal berikut. ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Dari Dosen ku Sunarno, m.pd. PGSD Unlam Banjarmasin

7,821 views

Published on

Published in: Sports, Technology
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
7,821
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
826
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Dari Dosen ku Sunarno, m.pd. PGSD Unlam Banjarmasin

  1. 1. PEMBELAJARAN INOVATIF BERORIENTASI KONSTRUKTIVISTIK <ul><li>KONSEP, LANDASAN TEORITIS-PRAKTIS </li></ul><ul><li>DAN IMPLEMENTASINYA </li></ul><ul><li>OLEH </li></ul><ul><li>Kh. CUCU ADAM, S.Pd. M.Pd </li></ul>
  2. 3. Sifat apakah yang ditunjukkan oleh mereka?
  3. 4. Sifat apakah yang ditunjukkan oleh mereka?
  4. 5. Perkembangan Pendekatan Pengembangan Kurikulum 1910-an s.d. tengah 1960-an Akhir 1960-an s.d. tengah 1980-an Akhir 1980-an s.d. awal 1990-an Tengah 1990-an s.d awal 2002 an <ul><li>Pendekatan berbasis materi ( content based approach ) </li></ul>2. Pendekatan Berbasis Kompetensi dan Pendekatan Belajar Tuntas 3. Pendekatan berbasis outcome ( outcome-based approach ) 4. Pendekatan berbasis standar ( standard-based approach ) Pendekatan pengembangan kurikulum Kurun waktu
  5. 6. Kur. ≤ ‘ 94 <ul><li>Sebelum mengajar: </li></ul><ul><li>Saya mengajarkan apa? </li></ul><ul><li>Setelah mengajar: </li></ul><ul><li>Mereka tahu apa? </li></ul><ul><li>KBM: </li></ul><ul><li>Mendengarkan </li></ul><ul><li> Konvensional </li></ul>KBK <ul><li>Saya mengembangkan kemampuan apa? </li></ul><ul><li>Mereka mampu apa? </li></ul><ul><li>Mengerjakan/mengalami </li></ul><ul><li> Belajar Aktif </li></ul>
  6. 7. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Tahu dapat menyebutkan Paham <ul><li>Dapat memberi contoh/bukan contoh </li></ul><ul><li>Dapat mendefinisikan/menjelaskan dengan kata-kata sendiri </li></ul>Mampu dapat melakukan unjuk kerja Kompeten
  7. 8. MENGAJAR = MEMBERI PENGALAMAN BELAJAR = MENGALAMI m x b = K
  8. 9. Kurikulum Berbasis Kompetensi <ul><li>Berpusat ke pada peserta didik </li></ul><ul><li>Mengembangkan kreativitas peserta didik </li></ul><ul><li>Menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang </li></ul><ul><li>Mengembangkan beragam kemampuan </li></ul><ul><li>Men ciptakan pengalaman belajar yang beragam </li></ul><ul><li>Belajar melalui berbuat </li></ul>Kegiatan belajar mengajar dilandasi oleh prinsip-prinsip berikut:
  9. 10. Sistem PBM <ul><li>Kurikulum </li></ul><ul><li>Alat Bantu Belajar </li></ul><ul><li>Buku </li></ul>PBM Lulusan Lingkungan Siswa
  10. 11. <ul><li>Guru berceramah – menyampaikan informasi </li></ul><ul><li>Siswa mendengarkan </li></ul>
  11. 12. <ul><li>KEGIATAN </li></ul><ul><li>bermain peran  </li></ul><ul><li>Bercerita  </li></ul><ul><li>Permainan  </li></ul>
  12. 13. <ul><li>Perbedaan individu kurang diperhatikan </li></ul>
  13. 14. <ul><li>PAPAN TULIS = </li></ul><ul><li>Alat yang paling sering digunakan  </li></ul><ul><li>Tempat tulisan yang kurang bermakna  </li></ul><ul><li>Urutan logis suatu gagasan  </li></ul>
  14. 15. <ul><li>Pertanyaan </li></ul><ul><li>Retorik = tak perlu jawaban </li></ul><ul><li>Mengundang jawaban koor </li></ul>
  15. 16. <ul><li>Mitos </li></ul><ul><li>Gurulah yang paling tahu </li></ul><ul><li>Gurulah yang paling benar </li></ul>
  16. 17. Guru sering “mengambil alih” pekerjaan siswa. Akibatnya, bagi dirinya sendiri . . . . bagi siswa . . . .
  17. 18. TAHUN 2002 SD SEKARANG <ul><li>PENDEKATAN BERBASIS KOMPETENSI </li></ul><ul><li>DAN PENDEKATAN </li></ul><ul><li>PEMBELAJARAN INOVATIF BERORIENTASI KONSTRUKTIVISTIK </li></ul>
  18. 19. SAYA DENGAR, SAYA LUPA SAYA LIHAT, SAYA INGAT SAYA LAKUKAN, SAYA MENGERTI (Pepatah Cina) Untuk KBK & Belajar Aktif, kalimat ketiga diganti dengan: SAYA LAKUKAN, SAYA MAMPU
  19. 20. <ul><li>Jika anak dicela, ia belajar memaki </li></ul><ul><ul><li>Jika anak dimusuhi, ia belajar berkelahi </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika anak dibenci, ia belajar memusuhi </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika anak dicemooh, ia belajar rendah diri </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika anak dicurigai, ia belajar jadi pengecut </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika anak diancam, ia belajar jadi penakut </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika anak ditakut-takuti, ia belajar jadi orang kerdil </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika anak selalu dilarang, ia belajar ketakutan </li></ul></ul><ul><li>Jika anak didorong, ia belajar percaya diri </li></ul><ul><li>Jika anak dipercaya, ia belajar kejujuran </li></ul><ul><li>Jika anak dighargai, ia belajar mengembangkan diri </li></ul><ul><li>Jika anak dididik dengan sebaik-baik perlakuan, </li></ul><ul><li>ia belajar keadilan </li></ul><ul><li>Jika anak dididik dengan kasih sayang dan persahabatan, </li></ul><ul><li>ia belajar menemukan kehidupan penuh cinta kasih </li></ul><ul><li>..... karena anak adalah permata. </li></ul>
  20. 21. PENDEKATAN PEMBELAJARAN OLEH Drs. SUNARNO, M.Pd
  21. 22. PEMBELAJARAN TEMATIS
  22. 23. Hakekat pembelajaran tematis <ul><li>Suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holisik, bermakna dan otentik. Pembelajaran tematis akan terjadi apabila peristiwa-peristiwa otentik atau ekplorasi topik/ tema menjadi pengendali dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa belajar sekaligus proses dan isi berbagai mata pelajaran secara serempak </li></ul>
  23. 24. PENGERTIAN <ul><li>1. Pembelajaran beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian (senter of interst) yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari bidang studi yang bersankutan maupun dari bidang studi yg lain. 2. Suatu pendekatan pembelajaran yang menghu- bungkan berbagai bidang studi yang mencermin kan dunia nyata di sekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak </li></ul>
  24. 25. 3. Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan anak secara simultan. 4. Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa bidang studi yang berbeda dengan harapan anak akan belajar dengan lebihbaik dan bermakna.
  25. 26. Dalam diagram sbb: PEMBELAJARAN TEMATIS Mengkaji Pokok bahasan konsep Penentuan Tema Pokok Bahasan 1 Konsep Pokok Bahasan 2 Konsep
  26. 27. <ul><li>1 . Holistik </li></ul><ul><li>Suatu gejala atau peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran tematis diamati dan dikaji dari berbagai bidang studi sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak yang memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena dari segala sisi, pada gilirannya nanti akan membuat siswa menjadi lebih arif dan bijak dalam menyikapi kejadian yang ada dihadapan mereka </li></ul>Karakteristik Pembelajaran Tematis
  27. 28. 2. Bermakna <ul><li>Pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek rujukan yang nyata dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitan dari konsep lain akan berdampak kepada kebermaknaan dari materi yang dipelajari serta mampu menerapkan perolehannya untuk memecahkan masalah yang nyata didalam kehidupannya </li></ul>
  28. 29. Otentik <ul><li>Pembelajaran tematis juga memungkinkan siswa memahamisecara langsung konsep dan prinsip yang ingin dipelari, mereka melakukan kegiatan,dan berenteraksi secara langsung bukan sekedar pemberian dari guru. Guru hanya sebagai fasilitator, siswa sebagai aktor pencari informasi dan pengetahuan. </li></ul>
  29. 30. IMPLEMENTASI <ul><li>Cara guru Melaksanakan Pembelajaran Tematis . </li></ul><ul><li>* Ditinjau dari sifat materi yang dipadukan Pembelajaran tematis intra bidang studi Pembelajaran tematis antar bidang studi * Ditinjau dari cara memadukan materinya Pembelajaran proyek * Ditinjau dari perencanaan pemaduannya Pembelajaran terjadi melalui proses perencanaan dan secara sepontan. * Dilihat dari waktu pelaksanaannya Rutin dan temporer </li></ul>
  30. 31. Beberapa Persyaratan Pelaksanaan Pembelajaran Tematis <ul><li>1. Kejelian profesional guru dalam mengantisipasi pemanfaatan berbagai kemungkinan arahan pengait konseptual intra atau antar bidang studi </li></ul><ul><li>2. Penguasan materi dan metode terhadap bidang studi yang perlu dikaitkan </li></ul><ul><li>3. Wawasan kependidikan yang mampu membuat guru selalu waspada untuk memanfaatkan setiap keputu- san dan tindakan untuk memberikan urutan nyata bagi pencapaian tujuan utuh pendidikan (dampak pengiring) </li></ul>
  31. 32. Model model Pembelajaran Tematis <ul><li>Ada tiga model : 1. Model Keterhubungan </li></ul><ul><li>( connected) 2. Model Jaring Laba-laba </li></ul><ul><li>( webbed) 3. Model Keterpaduan </li></ul><ul><li>(integrated) </li></ul>
  32. 33. Model Keterhubungan (connected) <ul><li>Model pembelajaran tematis yang menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu ketrampilan dengan ketrampilan lain didalam satu bidang studi Boleh ide-ide yang dipelajari itu pada satu semester dengan semester berikutnya </li></ul>
  33. 34. Dalam diagram sbb: Konsep 1 Konsep 2 Konsep utama BIDANG STUDI KAJI
  34. 35. Model Keterpaduan (integrated) <ul><li>Siswa belajar berbagai konsep disiplin ilmu yang saling terpadu sehingga ia mendapatkan gambaran yang utuh dari gejala-gejala yang mengelilinginya Model ini seperti pengajaran konvensional tetapi menggabungkan beberapa konsep dalam beberapa bidang studi digabung diajarkan sekaligus </li></ul>
  35. 36. Dalam diagram sbb: KAJI GBPP IPA Buku teks IPS Buku teks MATEMATIKA Buku Teks BHS Indo Buku Teks Konsep, ketrampilan, kemampuan Tentukan prioritas
  36. 37. Model jaring Laba-laba (webbed) <ul><li>Model ini menggunakan pendekatan tematik dimulai dengan menentukan tema, dikembangkan sub-sub tema dengan memperhatikan kaitannya dengan bidang studi, dikembangkan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa </li></ul><ul><li>Model ini merupakan proyek belajar yangdikerjakan oleh siswa sesui dengan kontrak </li></ul>
  37. 38. Dalam diagram sbb: CURAH PENDAPAT TEMA SUB TEMA/ BDG STUDI SUB TEMA/ BDG STUDI SUB TEMA/ BDG STUDI KAJI GBPP
  38. 39. Proses Pembelajaran Tematis <ul><li>Ada tiga tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran tematis: perencanaan, pelaksanaan dan kulminasi. * Keterhubungan (connected) Perencanaan - reviu kurikulum satu bidang studi - menentukan jalinan konsep - merencanakan aktivitas belajar - merencanakan rubrik evaluasi Pelaksanaan </li></ul>
  39. 40. <ul><li>Perencanaa </li></ul><ul><li>- reviu kurikulum berbagai bidang studi - menentukan konsep yang berhubungan - merencanakan aktivitas belajar </li></ul><ul><li>- merencanakan rubrik evaluasi </li></ul><ul><li>Pelaksanaan </li></ul>Keterpaduan (integrated)
  40. 41. Model Jaring Laba-laba (webbed) <ul><li>Perencanaan -mereviu kurikukum tetapi curah pendapat guru dengan siswa menentukan tema - menetapkan sub-sub tema sesuai dengan bidang </li></ul><ul><li>study – membagi kelompok sesuai dengan bidang studi - merencanakan aktivitas pembelajaran (kontrak) masing-masing kelompok - menetapkan rubrik evaluasi </li></ul><ul><li>Pelaksanaan sering kelas </li></ul><ul><li>Pelaporan hasil </li></ul>
  41. 42. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematis <ul><li>Menetukan jaring-jaring tema </li></ul><ul><li>Menyusun rencana pembelajaran </li></ul>CONTOH
  42. 43. Selamat bekerja
  43. 44. PENDEKATAN PEMBELAJARAN Drs. SUNARNO, M.Pd
  44. 45. PENDEKATAN KONTEKSTUAL <ul><li>Pemikiran tentang belajar yg mendasari pendekatan kontekstual </li></ul>PROSES BELAJAR TRANSFER BELAJAR SISWA SEBAGAI PEMBELAJAR PENTINGNYA LINGKUNGAN BELAJAR
  45. 46. <ul><li>Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus konstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri </li></ul><ul><li>Anak belajar dari mengalami. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru, bukan dari begitu saja oleh guru </li></ul><ul><li>Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang itu terorganisasi dan mencermikan pemahaman yang mendalam tentang suatu persoalan </li></ul><ul><li>Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proporsi yang terpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan </li></ul><ul><li>Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru </li></ul><ul><li>Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-ide </li></ul><ul><li>Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak tersebut berjlan terus seiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan seseorang </li></ul>Proses Belajar
  46. 47. <ul><li>Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain </li></ul><ul><li>Keterampilan dalam pengetahuan itu diperluas dengan konteks yang terbatas (sedikit-demi sedikit) </li></ul><ul><li>Penting bagi siswa tahu untuk apa dia belajar dan bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu </li></ul>Transfer Belajar
  47. 48. Contoh Lembar kerja siswa <ul><li>Lembar Kerja Siswa </li></ul><ul><li>Petunjuk: </li></ul><ul><li>jika persegi ini merupakan satuan luas, ada berapa satuan luas gambar </li></ul><ul><li>persegi panjang berikut </li></ul><ul><li>luas persegi panjang = ……..satuan luas </li></ul><ul><li>jika ini merupakan lebar, = …… satuan luas </li></ul><ul><li>jika ini merupakan panjang, = …… satuan luas </li></ul><ul><li>Maka luas persegi panjang itu, = ....... X ……. Satuan luas = …….. Satuan luas. </li></ul><ul><li>Jika panjang = p , lebar = l, dan luas = L </li></ul><ul><li>Maka Luas persegi panjang </li></ul>L = ….. X ……
  48. 49. <ul><li>Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu dan seorang anak mempunyai kecenderungan utnuk belajar dengan cepat hal-hal baru </li></ul><ul><li>Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi, untuk mempelajari hal-hal sulit, strategi belajar amat penting </li></ul><ul><li>Peran orang dewasa (guru) membantu menhubungkan antara yang baru dengan yang sudah diketahui </li></ul><ul><li>Tugas guru memfasilitasi agar informasi baru bermakna,memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri, dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri </li></ul>Siswa sebagai Pembelajar
  49. 50. <ul><li>Belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. Guru yang berakting di depan kelas. Siswa menonton, bekerja dan berkarya, dan guru mengarahkan </li></ul><ul><li>Pengajaran harus berpusat pada bagaimana cara siswa menggunakan pengeahuan baru mereka. Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya </li></ul><ul><li>Umpan balik amat penting bagi siswa, yang berasal dari proses penilaian yang benar </li></ul><ul><li>Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting </li></ul>Pentingnya Lingkungan Belajar
  50. 51. <ul><li>Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan anatar materi yang diajarkannya dengan situasi dunia siswa dan membuat siswa merangkai hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen (prinsip) utama pembelajaran efektif, yakni : </li></ul><ul><li>1. konstruktivisme , </li></ul><ul><li>2. menemukan, </li></ul><ul><li>3. bertanya, </li></ul><ul><li>4. masyarakat belajar </li></ul><ul><li>5. pemodelan, </li></ul><ul><li>6. refleksi, dan </li></ul><ul><li>7. penilaian sebenarnya </li></ul><ul><li>Hakikat Pembelajaran Kontekstual </li></ul>
  51. 52. (1). Kontsruktivisme ( Constructivism ) <ul><li>Siswa membangun pemahaman oleh diri sendiri dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pengalaman awal. Pengalaman awal selalu merupakan dasar/tumpuan yang digabung dengan pengalaman baru untuk mendapatkan pengalaman baru. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman yang bermakna. </li></ul>
  52. 53. (2) Penemuan ( Inquiry ) <ul><li>Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan induktif, diawali dengan pengamatan dalam rangka memahami suatu konsep. Dalam praktik, pembelajaran melewati siklus kegiatan mengamati, bertanya, menganalisis, dan merumuskan teori, baik secara individual maupun secara bersama-sama dengan temannya. Penemuan juga merupakan aktivitas untuk mengembangkan dan sekaligus menggunakan keterampilan berpikir kritis siswa. </li></ul>
  53. 54. (3) Bertanya ( Questioning ) <ul><li>Pertanyaan merupakan komponen penting dalam pembelajaran kontekstual. Pertanyaan merupakan alat pembelajaran bagi guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Pertanyaan juga digunakan oleh siswa selama melaksanakan kegiatan yang berbasis penemuan. </li></ul>
  54. 55. (4) Masyarakat belajar ( Learning Community ) <ul><li>Proses pembelajaran berlangsung dalam situasi sesama siswa saling berbicara dan menyimak, berbagi pengalaman dengan orang lain. Bekerja sama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran siswa aktif lebih baik jika dibandingkan dengan belajar sendiri yang mendidik siswa untuk menjadi individu yang egoistis. </li></ul>
  55. 56. (5) Pemodelan ( Modeling ) <ul><li>Aktivitas guru di kelas memiliki efek model bagi siswa. Jika guru mengajar dengan berbagai variasi metode dan teknik pembelajaran, secara tidak langsung siswa pun akan meniru metode atau teknik yang dilakukan guru tersebut. Kondisi semacam ini akan banyak memberikan manfaat bagi guru untuk mengarahkan siswa melakukan sesuatu yang diinginkannya melalui pendemonstrasian cara yang diinginkan tersebut. </li></ul>
  56. 57. (6) Refleksi ( Reflection) <ul><li>Salah satu pembeda pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradisional adalah cara-cara berpikir tentang sesuatu yang telah dipelajari oleh siswa. Dalam proses berpikir itu, siswa dapat merevisi dan merespon kejadian, aktivitas, dan pengalaman mereka. </li></ul>
  57. 58. (7) Penilaian yang Sebenarnya ( Authentic Assestment ) <ul><li>Penilaian autentik ini bersifat mengukur produk pembelajaran yang bervariasi, yaitu pengetahuan dan keterampilan serta sikap siswa. Penilaian ini juga tidak hanya melihat produk akhir, tetapi juga prosesnya. Instruksi dan pertanyaan-pertanyaannya disusun yang kontekstual dan relevan </li></ul>
  58. 59. C. Pengertian Pendekatan Konstekstual <ul><li>Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan untuk memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkankonteks tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampila yang fleksibel dapat diterapkan dari atu permasalahan koneks ke permasalahan lainnya </li></ul><ul><li>Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pembelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat </li></ul>
  59. 60. <ul><li>D. Perbedaan pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradisional </li></ul>No CTL Tradisional 1 Pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa Pemilihan informasi ditentukan guru 2 Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran Siswa secara pasif menerima informasi 3 Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis 4 Selalu mengaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa Memberikan tumpukan informasi kepada siswa samapai saatnya diperlukan
  60. 61. 5 Cenderung mengintegrasikan beberapa bidang Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) 6 Siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan memecahkan masalah Waktu belajar siswa sebagian besar dipergunakan untuk mengerjakan buku tugas, mendengarkan ceramah, dan mengisi latihan yang membosankan 7 Perilaku dibangun atas kesadaran diri Perilaku dibangun atas kebiasaan 8 Hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri Hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) raport 9 Siswa tidak melakukan yang bruk karena sadar hal tersebut keliru dan merugikan Siswa tidak melakukan hal buruk karena takut akan hukuman 10 Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan
  61. 62. 11 Perilaku baik atas dasar motivasi intrinsik Perilaku baik berdasarkan ekstrinsik 12 Pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks, dan setting Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas 13 Hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik Hasil belajar melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan
  62. 63. <ul><li>E. Penerapan Pendekatan kontekstual di Kelas </li></ul><ul><li>Pendekatan CTL (Contextual teaching and learning) dalam kelas cukup mudah </li></ul><ul><li>Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya </li></ul><ul><li>Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik </li></ul><ul><li>Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya </li></ul><ul><li>Ciptakan masyarakat belajar </li></ul><ul><li>Hindarkan model sebagai contoh pembelajaran dan lakukan refleksi di akhir pertemuan </li></ul><ul><li>Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara </li></ul>
  63. 64. <ul><li>Tujuh komponen pembelajaran berbasis kontekstual </li></ul><ul><li>KONTRUKSTIVE </li></ul><ul><li>INQUIRY (MENEMUKAN) </li></ul><ul><li>QUESTONING (BERTANYA) </li></ul><ul><li>LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR) </li></ul><ul><li>MODELING (PEMODELAN) </li></ul><ul><li>REFLICTION (REFLIKSI) </li></ul><ul><li>AUTHENTIC ASSESMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) </li></ul>
  64. 65. <ul><li>KONSTRUKTIVE </li></ul><ul><li>Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal </li></ul><ul><li>Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan </li></ul><ul><li>INQUIRY </li></ul><ul><li>Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman </li></ul><ul><li>Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis </li></ul><ul><li>QUESTONING </li></ul><ul><li>kegiatan guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa </li></ul><ul><li>Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inkuiry </li></ul>
  65. 66. <ul><li>LEARNING COMMUNITY </li></ul><ul><li>Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar </li></ul><ul><li>Bekerjasama dengan orang lain lebih baik dari pada belajar sendiri </li></ul><ul><li>Tukar pengalaman </li></ul><ul><li>Berbagi ide </li></ul><ul><li>MODELLING (PEMODELAN) </li></ul><ul><li>Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar </li></ul><ul><li>Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya </li></ul><ul><li>REFICTION (REFLIKSI) </li></ul><ul><li>cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari </li></ul><ul><li>Mencatat apa yang telah dipelajari </li></ul><ul><li>Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok </li></ul>
  66. 67. <ul><li>AUTHENTIC ASSESMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA) </li></ul><ul><li>Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa </li></ul><ul><li>Penilaian produk (kinerja) </li></ul><ul><li>Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual </li></ul>KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN CTL <ul><li>kerjasama </li></ul><ul><li>Saling menunjang </li></ul><ul><li>Menyenagkan, tidak membosankan </li></ul><ul><li>Belajar dengan bergairah </li></ul><ul><li>Pembelajaran terintegrasi </li></ul><ul><li>Menggunakan sumber </li></ul><ul><li>siswa aktif </li></ul><ul><li>sharring dengan teman </li></ul><ul><li>siswa kreatif, guru kretif </li></ul><ul><li>Dinding dan lorong2 penuh dengan hasil kerja siswa, peta2, gambar2, artikel, humor, dll </li></ul><ul><li>Lap kpd orang tua bukan hanya raport tp jg hsl krya siswa </li></ul>
  67. 68. <ul><li>F. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Kontekstual </li></ul><ul><li>Dalam pembelajaran kontekstual, program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru, berisi skenario tahap demi tahap tentang apa yang akan dilakukan ersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. </li></ul><ul><li>Secara umum tidak ada perbedaan format mendasar antara pembelajaran konvensional dengan program kontekstual, yang membedakannya hanya penekanannya. Pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai, sedangkan kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya </li></ul>
  68. 69. <ul><li>Atas dasar itu, saran pokok dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kontekstual sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Nyatakan kegiatan pertama pembelajarannya, yt sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, dan pencapaian hasil belajar </li></ul><ul><li>Nyatakan tujuan umum pembelajarannya </li></ul><ul><li>Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu </li></ul><ul><li>Buatlah skenario tahap demi tahap kegiatan siswa </li></ul><ul><li>Nyatakan authentic assesment nya yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajaran </li></ul>
  69. 70. MACAM-MACAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF <ul><li>Uraian </li></ul><ul><li>Model-model pembelajaran yang dikembangkan saat ini di sekolah bermacam-macam. Pada modul ini hanya dikembangkan 29 macam model pembelajaran yang bisa dicobakan peserta pada saat pelatihan dan pada waktu anda bertugas kembali ke sekolah masing-masing. Model-model pembelajaran tersebut, yaitu : </li></ul>
  70. 71. <ul><li>Model-model pembelajaran tersebut, yaitu : </li></ul><ul><li>EXAMPLE NON EXAMPLES </li></ul><ul><li>PICTURE AND PICTURE </li></ul><ul><li>NUMBERED HEADS TUGETHER </li></ul><ul><li>COOPERATIVE SCRIPT </li></ul><ul><li>KEPALA BERNOMOR STRUKTUR </li></ul><ul><li>STUDENT TEAMS-ACHIVEMENT DIVISIONS </li></ul><ul><li>JIGSW </li></ul><ul><li>PROBLEM BASED INTRODUCTION </li></ul><ul><li>ARTIKULASI </li></ul><ul><li>MIND MAPPING </li></ul>20. COURSEREVIEW HORAY 21. DEMONSTRATION 22. EXPLICIT INTRUCTION 23. COOPERATIF INTEGRATED READING AND COPOSITION 24. INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE 25. TEBAK KATA 26. WORD SQUARE 27. COMPLETE SENTENCE 11. MAKE A MATCH 12. THINK PAIR AND SHARE 13. DEBATE 14. ROLE PLAYING 15. GROUP INVESTIGATION 16. TALKING STICK 17. BERTUKAR PASANGAN 18. SNOWBALL THROWING 19. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
  71. 72. <ul><li>Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran </li></ul><ul><li>Guru menempelkan gambar di papan tulis dan ditayangkan melalui OHP </li></ul><ul><li>Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisis gambar </li></ul><ul><li>Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas </li></ul><ul><li>Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil kelompoknya </li></ul><ul><li>Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>kesimpulan </li></ul>EXAMPLE NON EXAMPLE
  72. 73. contoh 1 2 3 4 Pindahkan 1 ke 3 dan 2 ke 4 Maka akan diperoleh gambar baru berbentuk persegi panajang Dg panjang = alas segitiga lebar = ½ tinggi Jadi luas segitiga = luas persegi pj = p x l = alas x ½ tinggi = ½ x a x t
  73. 74. <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Menyajikan materi sebagai pengantar </li></ul><ul><li>Guru menunjuk/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi </li></ul><ul><li>Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis </li></ul><ul><li>Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut </li></ul><ul><li>Dari alasan/urutan guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul>PICTURE AND PICTURE
  74. 75. RANTAI MAKANAN
  75. 76. Jaring-jaring makanan
  76. 77. Jaring-jaring makanan
  77. 78. <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam kelompok mendapat nomor </li></ul><ul><li>Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya </li></ul><ul><li>Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya </li></ul><ul><li>Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka </li></ul><ul><li>Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain </li></ul><ul><li>kesimpulan </li></ul>NUMBERED HEADS TOGETHER (KEPALA BERNOMOR)
  78. 79. KET: A1-A4 Siswa rengking 4 besar B1-B4 8 besar C1-C4 12 besar D1-D4 16 besar E1-E4 20 besar A1 B1 C1 D1 E1 A2 B2 C2 D2 E2 A3 B3 C3 D3 E3 A4 B4 C4 D4 E4 B3
  79. 81. <ul><li>SKIP KOOPERATIF </li></ul><ul><li>Metode belajar yang melibatkan siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari. </li></ul><ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru membagi siswa untuk berpasangan </li></ul><ul><li>Guru membagikan wacana/materi untuk dibaca dan membuat ringkasan </li></ul><ul><li>Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar </li></ul><ul><li>Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya </li></ul><ul><li>Sementara pendengar </li></ul><ul><li>Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya </li></ul><ul><li>Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti di atas </li></ul><ul><li>Kesimpulan siswa bersama guru </li></ul><ul><li>penutup </li></ul>COOPERATIVE SCRIPT
  80. 82. <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor </li></ul><ul><li>Penugasan diberikan kepada siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai </li></ul><ul><li>Misalnya : siswa nomor 1 bertugas mencatat soal, siswa nomor dua mengerjakan soal, dan siswa nomor 3 melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya </li></ul><ul><li>Jika perlu guru bisa menyuruh kerjasama anatar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama bebeapa isiswa bernomor sama dari kelompok lain </li></ul><ul><li>Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama saling membantu atau mencocokkan asil kerjasama mereka </li></ul><ul><li>Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok lain </li></ul><ul><li>kesimpulan </li></ul>KEPALA BERNOMOR STRUKTUR
  81. 83. STUDENT TEAM-ACHIVEMENT DIVISION (STAD) <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut potensi, jenis kelamin, suku, dll). Guru menyajikan pelajaran, kemudian guru memberikan tugas kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok </li></ul><ul><li>Anggota yang sudah mengerti dapat menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti </li></ul><ul><li>Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa </li></ul><ul><li>Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu </li></ul><ul><li>Guru memberi evaluasi dan kesimpulan </li></ul>
  82. 84. Contoh Lembar kerja siswa <ul><li>Lembar Kerja Siswa </li></ul><ul><li>Petunjuk: </li></ul><ul><li>jika persegi ini merupakan satuan luas, ada berapa satuan luas gambar </li></ul><ul><li>persegi panjang berikut </li></ul><ul><li>luas persegi panjang = ……..satuan luas </li></ul><ul><li>jika ini merupakan lebar, = …… satuan luas </li></ul><ul><li>jika ini merupakan panjang, = …… satuan luas </li></ul><ul><li>Maka luas persegi panjang itu, = ....... X ……. Satuan luas = …….. Satuan luas. </li></ul><ul><li>Jika panjang = p , lebar = l, dan luas = L </li></ul><ul><li>Maka Luas persegi panjang </li></ul>L = ….. X ……
  83. 85. Lembar Kerja Siswa Menemukan luas Jajargenjang <ul><li>Petunjuk : Potonglah sesuai dengan garis titik-titik </li></ul><ul><li>Pindahkan potongan tadi agar menjadi persegi panjang </li></ul><ul><li>jika ini t (tinggi) </li></ul><ul><li>jika ini a (alas) maka </li></ul><ul><li>Luas jajar genjang = luas persegi panjang </li></ul><ul><li>= …… x …… </li></ul><ul><li>jika p = a dan l = t maka </li></ul><ul><li>Luas jajar genjang = …… X …….. </li></ul><ul><li>Jadi L = ….. X ….. </li></ul>
  84. 86. JIGSW (MODEL TIM AHLI) <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Siswa dikelompokkan ke dalam=4 anggota tim </li></ul><ul><li>Tiap orang dalam anggota tim diberi bagian materi yang berbeda </li></ul><ul><li>Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan </li></ul><ul><li>Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka </li></ul><ul><li>Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman 1 tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh </li></ul><ul><li>Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi </li></ul><ul><li>Guru meberi evaluasi </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  85. 87. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan </li></ul><ul><li>Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih </li></ul><ul><li>Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll) </li></ul><ul><li>Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis </li></ul><ul><li>Guru membantu siswa dalam merencanakan, menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya </li></ul><ul><li>Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan </li></ul><ul><li>Penutup/kesimpulan </li></ul>
  86. 88. ARTIKULASI <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru menyajikan materi sebagaimana biasa </li></ul><ul><li>Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan 2 orang </li></ul><ul><li>Menugaskan slah 1 siswa dari pasangannya menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengarkan sambil mebuat acatatan kecil, kemudian berganti peran. Begiru juga kelompo lainnya </li></ul><ul><li>Menugaskan siswa secara bergiliran/acak menyampaikan hasil wawancaranya </li></ul><ul><li>Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa </li></ul>
  87. 89. MIND MAPPING <ul><li>LANGKAH-LANGKAH </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan sebaliknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban </li></ul><ul><li>Membentuk kelompok yang anggotanya 3-4 orang </li></ul><ul><li>Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi </li></ul><ul><li>Tiap kelompok (diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan tulis danmengelompokkan sesuai kebutuhan guru </li></ul><ul><li>Dari data di papan tulis siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru </li></ul>
  88. 90. MAKE A MATCH (MENCARI PASANGAN) <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok utnuk siswa review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban </li></ul><ul><li>Setiap siswa mendapat sebuah kartu </li></ul><ul><li>Setiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang </li></ul><ul><li>Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yan cocok dengan kartunya (soal jawaban) </li></ul><ul><li>Setiap siswa yang dapat mencocokan kartunya sebelum batas waktu dieri poin </li></ul><ul><li>Setelah 1babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Demikian seterusnya </li></ul><ul><li>Kesimpulan/penutup </li></ul>
  89. 91. THINK PAIR AND SHARE <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>guru menyampaikan isi materi dan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Siswa diminta untuk berpikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru </li></ul><ul><li>Siswa diminta berpasngan dengan teman di sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing </li></ul><ul><li>Guru memimpin leno kecil/diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya </li></ul><ul><li>Berawal dari kegiatan tersebut, guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa </li></ul><ul><li>Guru memberi kesimpulan </li></ul><ul><li>penutup </li></ul>
  90. 92. DEBATE <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra </li></ul><ul><li>Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh ke dua kelompok di atas </li></ul><ul><li>Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya </li></ul><ul><li>Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapat sejumlah ide yang diharapkan. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap </li></ul><ul><li>Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai </li></ul>
  91. 93. ROLE PLAYING <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan </li></ul><ul><li>Menunjuk beberpa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM </li></ul><ul><li>Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang </li></ul><ul><li>Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Memanggil para iswa yang sudah ditunjuk untuk melakukan skenario yang sudah dipersiapkan </li></ul><ul><li>Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sudah dipersiapkan </li></ul><ul><li>Setlah selesai diampilkan siswa-siswa diberikan lembar kerja untuk masing-masing kelompok </li></ul><ul><li>Gru memberikan kesimpulan secara umum </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  92. 94. GROUP INVESTIGATION <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen </li></ul><ul><li>Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok </li></ul><ul><li>Guru memanggil ketua kelompok dan tiap kelompokmendapat tugas satu materi tugas yang berbeda dari kelompok lain </li></ul><ul><li>Masing-masing kelompok membahas materi yang suda ada secara kooperatif yang bersifat penemuan </li></ul><ul><li>Setelah selesai diskusi, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok </li></ul><ul><li>Evaluasi </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  93. 95. TALKING STICK <ul><li>Langkah-langkah </li></ul><ul><li>Guru menyiapkan sebuah tongkat </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan Materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi </li></ul><ul><li>Setelah selesai mempelajari materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup bukunya </li></ul><ul><li>Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa , setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikianseterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru </li></ul><ul><li>Guru memberikan kesimpulan </li></ul><ul><li>Evaluasi </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  94. 96. BERTUKAR PASANGAN <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya </li></ul><ul><li>Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya </li></ul><ul><li>Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan lain. </li></ul><ul><li>Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka </li></ul><ul><li>Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula </li></ul><ul><li>Kesimpulan/penutup </li></ul>
  95. 97. SNOWBALL THROWING <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan materi yang disajikan </li></ul><ul><li>Guru membentuk kelompok-kelompok dan memnggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi </li></ul><ul><li>Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya </li></ul><ul><li>Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja menyangkut materi yang sudah dijelaskan ketua kelompok </li></ul><ul><li>Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 15 menit </li></ul><ul><li>Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian </li></ul>
  96. 98. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING <ul><li>Siswa/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi </li></ul><ul><li>Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa yang lainmisal melalui bagan/peta konsep </li></ul><ul><li>Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa </li></ul><ul><li>Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu </li></ul><ul><li>Pentup </li></ul>
  97. 99. COURSE REVIEW HORAY <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi </li></ul><ul><li>Memberikan kesempatan siswa tanya jawab </li></ul><ul><li>Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa. </li></ul><ul><li>Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x). </li></ul><ul><li>Siswa yang sudah mendapat tanda (v) vertikal dan harizontal atau diagonal harus berteriak horay atau yel-yel </li></ul><ul><li>Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  98. 100. DEMONSTRATION <ul><li>Khusus materi yang memerlukan peragaan misalnya gussen </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang ingi disampaikan </li></ul><ul><li>Menyiapkan bahan atau lat yang diperlukan </li></ul><ul><li>Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai dengan skenario yng telah disiapkan </li></ul><ul><li>Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisisnya </li></ul><ul><li>Tiap siswa mengemukakan hasil analisisnya dan juga pengamalan siswa didemonstrasikan </li></ul><ul><li>Guru membuat kesimpulan </li></ul>
  99. 101. EXPLICIT INSTRUCTION <ul><li>ARTI : Pengajaran langsung </li></ul><ul><li>Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa </li></ul><ul><li>Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan </li></ul><ul><li>Membimbing pelatihan </li></ul><ul><li>Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik </li></ul><ul><li>Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan </li></ul><ul><li>penutup </li></ul>
  100. 102. COOPERATIF INTEGRATED READING ANG COPOSITION <ul><li>ARTI : kooperatif terpadu membaca dan menulis </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Membentuk kelompok-kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen </li></ul><ul><li>Guru memberikan wacana/klipping dan ditulis pada lembar kertas </li></ul><ul><li>Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok </li></ul><ul><li>Guru membuat kesimpulan bersama </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  101. 103. INSIDE-OUTSIDE-CIRCLE <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar </li></ul><ul><li>Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama menghadap ke dalam </li></ul><ul><li>Dua siswa yang berpasngan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi </li></ul><ul><li>Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan </li></ul><ul><li>Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada dilingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam </li></ul><ul><li>Sekarang giliran siswa berada di lengkaran besar yang berbagi informasi </li></ul><ul><li>Demikian seterusnya </li></ul><ul><li>Kesimpulan/penutup </li></ul>
  102. 104. MEDIA : TEBAK KATA <ul><li>Buat kartu ukuran 10 x 10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak </li></ul><ul><li>Buat kartu ukuran 5 x 2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini dlipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga </li></ul>
  103. 105. <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi lebih kurang 45 menit </li></ul><ul><li>Guru menyuruh siswa berdiri berpasangan di depan kelas </li></ul><ul><li>Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10 x 10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5 x 2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) </li></ul><ul><li>Sementara siswa membawa kartu 10 x 10 cm membacakan kata-kata yang ditulis di dalamnya sementara pasngannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10 x 10 cm. Jawaban tepat bila ssuaidengan isi kartu yang diempelkan di dahi atau telinga </li></ul><ul><li>Apabila jawabanya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata –kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya </li></ul><ul><li>Dan seteusnya </li></ul>
  104. 106. <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>“ perusahaan ini tanggung jawabnya tidak terbatas, dimiliki oleh 1 oang, struktur organisasinya tidak resmi. Bila untung dimiliki, diambil sendiri “ </li></ul><ul><li>NAH …… SIAPA…. AKU ? </li></ul><ul><li>Jawabannya : Perusahaan perseorangan </li></ul>
  105. 107. WORD SQUARE <ul><li>Langkah-Langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan sesuai kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru membagikan lembar kegiatan sesuai contoh </li></ul><ul><li>Siswa menjawab soalkemudian mengarsir huruf dalam kotak sesuai jawaban </li></ul><ul><li>Berikan poin setiap jawaban dalam kotak </li></ul>
  106. 108. contoh <ul><li>T Y E N I O K N </li></ul><ul><li>R A U A N K U O </li></ul><ul><li>A B A R T R E M </li></ul><ul><li>N A N I R R S I </li></ul><ul><li>S D G I I T G N </li></ul><ul><li>A O N L S A I A </li></ul><ul><li>K L A A I S R L </li></ul><ul><li>S A C E K B O S </li></ul><ul><li>I R I N G G I T </li></ul>
  107. 109. <ul><li>Susunlah huruf-huruf pada kolom B sehingga merupakan jawaban dari pertanyaan kolom A </li></ul><ul><li>Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara … </li></ul><ul><li>… digunakan sebagai alat pembayaran yang sah </li></ul><ul><li>Uang … saat ini banyak dipalsukan </li></ul><ul><li>Nilai bahn pembuatan uang disebut nilai … </li></ul><ul><li>Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut… </li></ul><ul><li>Nilai perbandingan uang dalam negeri dengan </li></ul><ul><li>Nilai yang tertulis pada uang disebut nilai… </li></ul><ul><li>Dorongan seseorang untuk menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut… </li></ul><ul><li>Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening di bank untuk membayar sejumlah uang disebut… </li></ul>
  108. 110. Media <ul><li>Kartu ukuran kurang lebih 10x15 cm sejumlah peserta. </li></ul><ul><li>Tiap kartu berisi sub materi (yang berbeda dengan kartu lainnya, materi sesuai dengan TPK). </li></ul><ul><li>Kartu contoh sejumlah siswa. </li></ul><ul><li>CONTOH KARTU: nama siswa : </li></ul><ul><li>sub materi : </li></ul><ul><li>nama yang diberi: </li></ul><ul><li>1. </li></ul><ul><li>2. </li></ul><ul><li>3. </li></ul><ul><li>4. dst. </li></ul>
  109. 111. CONTOH SOAL <ul><li>Sebelum mengenal uang orang melakukan pertukaran dengan cara… digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. </li></ul><ul><li>Uang…saat ini banyak dipalsukan. </li></ul><ul><li>Nilai bahan pembuatan uang disebut… </li></ul><ul><li>Kemampuan uang untuk ditukar dengan sejumlah barang atau jasa disebut nilai… </li></ul><ul><li>Nilai perbandingan uang dalam negara dengan mata uang asing disebut… </li></ul><ul><li>Nilai yang tertulis pada mata uang disebut… </li></ul><ul><li>Dorongan seseorang untuk menyimpan uang untuk keperluan jual beli disebut motif… </li></ul><ul><li>Perintah tertulis dari seseorang yang mempunyai rekening ke bank untuk membayar sejumlah uang disebut… </li></ul>
  110. 112. MEDIA <ul><li>Buatlah pertanyaan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. </li></ul><ul><li>Buat jawaban yang di acak hurufnya. </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang ingin di capai. </li></ul><ul><li>Membagikan lembar kerja sesuai contoh. </li></ul>
  111. 113. Lanjutan Langkah-langkah <ul><li>Siapkan kelas sebagai mana mestinya. </li></ul><ul><li>Jelaskan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai. </li></ul><ul><li>Untuk memantapkan penguasaan peserta, tiap siswa diberi masing-masing satu kartu dipelajari (dihafal) lebih kurang 5 menit. </li></ul><ul><li>Semua siswa disuruh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasi. Tiap siswa harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh. </li></ul><ul><li>Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give). </li></ul><ul><li>Untuk mengevaluasi keberhasilan berikan siswa pertanyaan yang tak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). </li></ul><ul><li>Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan. </li></ul><ul><li>Kesimpulan. </li></ul>
  112. 114. Langkah-langkah <ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. </li></ul><ul><li>Guru menyajikan materi secukupnya. </li></ul><ul><li>Guru membentuk kelompok yang anggotanya lebih kurang 4 orang secara heterogen. </li></ul><ul><li>Guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan. </li></ul><ul><li>Tiap kelompok di suruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. </li></ul><ul><li>Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh guru. </li></ul><ul><li>Kesimpulan. </li></ul>
  113. 115. COMPLETE SENTENCE <ul><li>MEDIA : siapkan blangko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap. </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau modul dengan waktu yang secukupnya. </li></ul><ul><li>Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen. </li></ul><ul><li>Guru membagikan lembar kerja berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap (lihat contoh). </li></ul><ul><li>Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia. </li></ul><ul><li>Siswa berdiskusi secara berkelompok. </li></ul><ul><li>Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah diperbaiki. Tiap peserta membaca sampai mengerti atau hafal. </li></ul><ul><li>Kesimpulan. </li></ul>
  114. 116. TIME TOKEN <ul><li>Struktur yang dapat digunakan untuk mengajar keterampilan sosial, untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali </li></ul><ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (COOPERATIVE LEARNING/CL) </li></ul><ul><li>Tiap siswa diberi kupon berbicara dengan waktu lebih kurang 30 detik. </li></ul><ul><li>Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan. </li></ul><ul><li>Bila telah selesai bicara kupon yang dipegang siswa diserahkan. Setiap berbicara satu kupon. </li></ul><ul><li>Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Yang masih pegang kupon harus bicara sampai kuponnya habis dan seterusnya. </li></ul><ul><li>Kesimpulan/penutup. </li></ul>
  115. 117. PAIR CHEKS <ul><li>APA YANG DILAKUKAN? </li></ul><ul><li>BEKERJA BERPASANGAN </li></ul><ul><li>Guru membuat tim berpasangan sejumlah 2 (dua) siswa. Setiap pasangan mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu melatih. </li></ul><ul><li>PELATIH MENGECEK </li></ul><ul><li>BERTUKAR PERAN </li></ul><ul><li>Seluruh patner bertukar peran dan mengurangi langkah 1-3. </li></ul><ul><li>PASANGAN MENGECEK </li></ul><ul><li>Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban. </li></ul><ul><li>PENEGASAN GURU </li></ul><ul><li>Guru mengarahkan jawaban/ide sesuai konsep. </li></ul>
  116. 118. KELILING KELOMPOK <ul><li>Maksudnya agar masing-masing anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lainnya. </li></ul><ul><li>Caranya…? </li></ul><ul><li>Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan. </li></ul><ul><li>Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya. </li></ul><ul><li>Demikian seterusnya giliran bicara bisa dilaksanakan arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan. </li></ul>
  117. 119. <ul><li>Tari tambu : Agar siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dalam waktu singkat secara teraturstrategi ini cocok untuk materi yang membuthkan pertukaran pengalaman pikiran dan informasi antar siswa </li></ul><ul><li>Caranya ? </li></ul><ul><li>Separuh kelas atau seperempat jika jumlah siswa terlalu banyak berdiri berjajar. Jika ada cukup ruang mereka bisa berjajar di depan kelas. Kemungkinan lain adalah siswa berjajar di sela-sela deretan bangku. Cara yang kedua ini akan memudahkan pembentukan kelompok karena diperlukan waktu relatif singkat </li></ul><ul><li>Separuh kelas lainnya berjajar dan menghadap jajaran yang pertama. Dua siswa yang berpasangan dari kedua jajaran bebagi informasi. </li></ul><ul><li>Kemudian satu atau dua siswa yang berdiri di ujung slah satu jajaran pindah ke ujung lainnya di jajarannya. Jajaran ini kemudian bergeser. Dengan cara ini masing-masing siswa mendapat pasangan yang baru untuk berbagi. Pergeseran bisa dilakukan terus sesuai dengan kebutuhan </li></ul>
  118. 120. DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) <ul><li>Memberikan Kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainnya </li></ul><ul><li>Caranya : </li></ul><ul><li>Siswa bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4 orang </li></ul><ul><li>Setelah selesai, dua orang dari masing-masing menjadi tamu kedua kelompok lain </li></ul><ul><li>Dua orang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka </li></ul><ul><li>Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain </li></ul><ul><li>Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka </li></ul>
  119. 121. LEMBAR PENILAIAN PEER TEACHING
  120. 123. Memahami masalah Membuat rencana untuk enyelesaikannya Melaksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua Memeriksa ulang jawaban yang diperoleh.
  121. 124. <ul><li>Jika 7 orang mengendarai sepeda dan becak dengan jumlah roda 19, berapa orang yang mengendarai sepeda dan berapa orang yang mengendarai becak? </li></ul>
  122. 125. Jika setiap huruf di bawah ini diberi kode dengan angka 0, 1, 2, 3, 6, 7, dan 9. Tentukan hasil penjumlahan soal berikut. SUN FUN + SWIM

×