SlideShare a Scribd company logo
1 of 22
Ramalan Jayabaya
Ramalan pertama
"Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong"
by m ba h Su bow o bi n Su k a r i s
Usai 1000 tahun berkembang Hindu-Buddha maka sudah pada tempatnya giliran bagi
yang lain, yakni akan digantikan oleh Islam sebagai agama negara bagi kerajaan di Jawa dan
Nusantara. Sri Aji Jayabaya juga menyatakan Dang Hyang Tanah Jawi Sabdo Palon dan
pendahulunya Noyo Genggong akan murca dari marcapada selama perkembangan agama
Islam berkembang dengan bangkitnya kerajaan Islam
di Jawa. Sabdo Palon tidak akan mencampuri Islam dan perkembangannya di Jawa dan
Nusantara demi membikin manusianya jadi manusia komplit alias sempurna.
Maka terimalah, sudah menjadi takdir kerajaan Hindu-Buddha yang gemilang Majapahit
berganti kerajaan Islam pertama di Nusantara Demak. Dan sayang sekali karena baru berdiri
kerajaan Demak yang tidak memiliki angkatan laut sekuat Majapahit harus berhadapan
dengan kekuatan unggul dari Eropa sehingga hanya dapat sedikit menahan masuknya pelaut
bersenjata Portugis, bahkan Portugis berhasil memasuki Nusantara tanpa menemui lawan
tangguh di medan laut. Dan berturut-turut bangsa Barat berikutnya Belanda bahkan sangat
cerdik untuk mengadu domba kerajaan-kerajaan sisa Majapahit sehingga saling bertempur
satu sama lain. Selanjutnya Belanda tinggal memetik hasilnya yakni menguasai kedua
belah pihak dalam segala hal, terutama mengandalkan keunggulan kekuatan laut dan
persenjataan maju yang berhasil dikembangkan Eropa, mesiu atau senjata api mulai ukuran
senapan hingga meriam.
Dengan demikian kekalahan kerajaan Islam terhadap gempuran bangsa Eropa bukanlah
menjadi tanggung jawab danghyang tanah Jawi Sabdo Palon Noyo Genggong. Dan andai
kata kerajaan Islam atau negara yang menjunjung Islam memperoleh kejayaan maka itu pun
bukan melalui campurtangan sang pepunden Nusantara.
Tiap-tiap masa sebuah kerajaan bangkit dan hancur mengalami hal yang sama dengan
siklus bintang. Dan semua kerajaan di Jawa mengakui Semar sebagai penguasa gaib dari
dunia gaib dengan kemampuan khususnya mengejawantah sebagai manusia biasa. Semar bisa
berperan sebagai abdi, punakawan, dan bahkan penasihat utama negara. Tokoh ini selalu
turut hadir bersama jatuh-bangunnya kehidupan sederhana maupun sebuah pemerintahan
rumit dalam kerajaan. Dan Semar yang terakhir dalam siklus perkembangan 1000 tahun
Hindu-Buddha ialah Sabdo Palon Noyo Genggong.
Majapahit yang jaya di laut dan di bumi Selatan, sementara Tiongkok yang berada di
bumi Utara adalah pengimbang tatanan politik dunia pada masa itu. Bumi Selatan ada dalam
genggaman Majapahit dan dengan keruntuhan Majapahit maka tatanan politik dunia menjadi
jomplang dan dengan mudah pula bangsa Barat berkulit putih mengkolonisasi bumi selatan
mulai dengan Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan menjadi
jalur tanpa ada penjagaan laut yang kuat.
Kehancuran Majapahit oleh berkembangnya Islam yang masuk ke Jawa adalah sebuah
siklus sejarah perkembangan kelas, dan perjuangan kelas. Sabdo Palon Noyo Genggong tahu
bahwa Islam harus berkembang di Jawa dan Nusantara maka dari itu ia bersiap-siap untuk
murca dari peranannya mengawal takhta dalam kurun 1000 tahun terakhir. Dalam
sumpahnya, ia akan hadir kembali dalam jangka 500 tahun, adakah itu mengisyaratkan Islam
akan menemui persoalan rumit setelah berkembang 500 tahun di Nusantara?
"Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong" ramalan Prabu Jayabaya yang pertama memang
menjadi kenyataan tatkala Raja Majapahit yang terakhir Brawijaya memilih meninggalkan
agama negara sendiri dan memeluk Islam. Dengan sendirinya Sabdo Palon memutuskan
untuk menghilang atau murca dengan cara baik-baik dari hadapan Sri Brawijaya, "Yang
Mulia, kami tidak akan melawan perkembangan sejarah, sejarah yang terus berkembang
maju tak pernah mundur seinci pun itu, dan di hadapan Yang Mulia maka Kami berjanji
akan kembali kelak di mana bumi manusia mengalami gonjang-ganjing dan segalanya harus
dimulai dari awal lagi. Demi melindungi Tanah Jawa dan Nusantara serta bumi selatan.
Howght!" demikianlah ucapan terakhir sebagai kata pamit Sabdo Palon. Majapahit tak pelak
lagi meluncur menemui kehancurannya, atas kehendak takdir sejarah.
Ramalan kedua
"Semut ireng anak-anak sapi"
(1)
Marcopolo penjelajah Italia pada 1292 meninggalkan daratan Tiongkok setelah bermukim
sekian tahun membawa berita dunia menakjubkan bagi benua Eropa. Duaratus tahun
kemudian 1492 Christophorus Columbus juga orang Italia mendarat di benua milik bangsa
Indian Amerika Utara dan mengabarkan bahwa dunia berbentuk bulat, bundar bola.
Bangsa Eropa berkulit putih terkenal sangat rajin dan ulet bekerja bagai semut hitam, dan
selalu meminum susu sapi sejak bayi. Mereka mulai gelisah dan menyiapkan diri dengan
kapal-kapal layar kecil gesit dan cepat begitu mengetahui kabar ada dunia besar lain penuh
tantangan petualangan. Bertahun-tahun mereka perlukan mendesign kapal yang
dipersenjatai untuk mengarungi samudera menemukan dunia baru dalam rangka mencari
bahan mentah baru, dan rempah-rempah dari sumbernya langsung di dunia Timur atau di
belahan dunia lain.
Ramalan Sri Aji Jayabaya kedua, "semut ireng anak-anak sapi" telah terbukti
kebenarannya sejak pertama kali dikumandangkan duaratus tahun yang silam dihitung
sejak Marco Polo tiba di Tiongkok bersamaan waktunya dengan berdirinya Majapahit.
Majapahit berdiri 1292 bersamaan waktunya bangsa Eropa mulai memodernisasi kapal-
kapal laut mereka dengan bantuan orang semacam Marcopolo yang kembali dari negeri
Timur terutama Tiongkok dengan membawa cerita hebat kemajuan teknologi baru dan
menerapkannya di Eropa.
Majapahit dan benua Eropa berlomba membangun kebesaran masing- masing dengan
kapal-kapal laut yang siap bertempur di tengah samudera, Majapahit berada di balik
bumi daripada benua Eropa maupun Amerika. Kelak bangsa Eropa berhasil memasuki
wilayah Majapahit Nusantara tak perlu berperang menghadapi kekuatan hebat Majapahit
karena sedang mengalami konflik intern yang menghancurkan diri-sendiri dalam perang
paregreg. Kekuatan adidaya di bumi belahan Selatan itu hancur sama sekali sehingga tidak
pernah berkesempatan menghadapi bangsa kulit putih yang datang untuk menginvasi dunia.
Hindu-Buddha Majapahit tergusur oleh kerajaan Islam yang tidak memiliki angkatan laut
yang sekuat Majapahit, akan tetapi memiliki angkatan darat yang tak kalah hebat dengan
milik Majapahit. Mereka berhimpun dengan kekuatan Islam di mana-mana yang siap siaga
menghadapi bangsa Eropa Nasrani dengan kapal perang bersenjata yang sulit ditaklukkan di
mana-mana. Siapa yang lebih unggul dalam pertarungan itu? Konflik perang salib di Eropa
dan perbatasan dengan Asia berpindah ke dunia baru, Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin,
dan
Asia Tenggara serta Asia Timur. Pasukan Tiongkok yang dikirimkan ke perairan Selatan
(Nan Yang) tidak begitu kuat untuk membantu kerajaan- kerajaan kecil di Nusantara
menahan banjir bandang kapal-kapal orang Eropa. Tiongkok bahkan berperan dalam
merontokkan kekuatan Majapahit sehingga tak ada tameng di perairan Selatan yang cukup
disegani di masa sebelumnya. Kekuatan Tiongkok lebih dipusatkan untuk menjaga keamanan
di belahan bumi Utara. Sehingga tidak mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan
Majapahit.
Paus Leo X gerah dengan pertikaian sesama bangsa Eropa Nasrani memperebutkan
daerah baru di belahan dunia lain, sudah menjadi kewajiban Sri Paus untuk
mendamaikan hal tersebut dengan mengeluarkan Jus Patronatus atau Padroado pada
1514. Spanyol mendapat bagian berlayar ke Barat dan Portugis mendapat bagian
berlayar ke Timur.
Dua kekuatan Nasrani yang berlayar berlawanan arah ini akhirnya benar-benar
mengelilingi dunia dan bentrok di kepulauan Philipina, Spanyol bertahan di kepulauan
tersebut, Portugis mencelat ke Timor Timur. Dua-duanya berusaha memantau dan tetap
"ndedepi" kepulauan Maluku penghasil rempah-rempah antara lain pala, minyak kayuputih,
dan cengkeh.
Sementara itu ada sebuah bangsa Eropa lain, semut ireng paling rajin bekerja:
membendung laut untuk dijadikan daratan dan memiliki sapi penghasil susu paling banyak di
daerah Friesland, dan meminum susunya lebih banyak daripada bangsa lain yakni bangsa
Belanda. Cornellis de Houtman mendarat di Batavia atau Sunda Kelapa pada 1596. Bangsa
yang paling rajin dan tertib administrasinya ini berhasil menguasai wilayah Nusantara dengan
menaklukkan kerajaan Islam dan sisa-sisa pecahan kerajaan Majapahit: Makasar,
Kalimantan, Aceh, Bali, Papua, dan Nusa Tenggara. Inilah kedatangan bangsa asing yang
sudah diramalkan oleh Sri Aji Jayabaya limaratus tahun sebelumnya, "semut ireng anak-anak
sapi".
Belanda bertahan menguasai Nusantara selama tigaratus limapuluh tahun, dan terusir
bersamaan waktunya dengan kedatangan ramalan Jayabaya keempat, "kejajah saumur jagung
karo wong cebol kepalang" alias bangsa Jepang.
Ramalan ketiga
"Kebo nyabrang kali"
Georgi Dimitrov salah satu petinggi Komintern atau Komunis Internasional dituduh oleh
pengadilan Jerman Adolf Hitler mendalangi sebuah aksi kerusuhan membakar reichstaat
Jerman. Pokok pangkal inilah Hitler telah merekayasa tuduhan yang tidak terbukti maka
dianggap mengumumkan genderang perang terhadap komunisme.
Dimitrov pun memaklumatkan seruan ke seluruh kubu komunis berperang terhadap
fasisme. Maka Jerman menghadapi lawan tangguh negeri-negeri sosialis dan terutama Sovyet
Uni, negeri sosialis pertama di dunia.
Semenjak krisis ekonomi 1929 Adolf Hitler tampil memimpin Nazi 1933 dan
menggerakkan Jerman dengan fokus utama industri Jerman ialah membangun kekuatan
militer besar-besaran, dan dalam tempo lima tahun
1938 kekuatan militer yang terkuat di Eropa itu menganeksasi Austria. Sekutu yang
dimotori Inggris dan Amerika Serikat belum mengambil tindakan sampai Jerman Hitler
menyerbu Ceko dengan kekuatan militer besar-besaran melancarkan dan menguji coba
blitzkriegnya yang gemilang. Akhirnya 3 September 1939 Sekutu mengumumkan perang
terhadap Jerman. Sementara itu berturut-turut balatentara Jerman berhasil menaklukkan
Prancis dan tak ketinggalan Belanda, Belgia tunduk pada keperkasaan Jerman.
Dalam bayang-bayang pasukan Hitler yang menggentarkan itu maka pemerintahan
kerajaan Belanda mengungsi ke Inggris, menyeberangi selat Channel. Sementara Belanda
bergabung dengan Sekutu berperang terhadap Jerman, negeri jajahan Hindia Belanda atau
Nusantara mengambil sikap netral terhadap Jerman. Hengkangnya pemerintah Kerajaan
Belanda mengungsi ke Inggris inilah yang telah diramalkan oleh Raja Kediri Sri Aji
Jayabaya, "Kebo nyabrang kali."
Hindia Belanda terlalu jauh dari pasukan blitzkrieg Hitler di Eropa, akan tetapi terlalu
dekat bagi sekutu Jerman di Timur Jauh yakni Jepang. Masuknya Jepang ke Hindia Belanda
pada giliran terakhir dalam serbuan pasukan Negeri Matahari Terbit itu sekali lagi
pemerintahan jajahan seberang lautan Hindia Belanda mengungsi ke Australia. Kebo
nyabrang kali untuk kedua kalinya. Belanda mengungsi karena sudah terlalu kenyang
mengeruk kekayaan di Nusantara, kekayaan itu disetor untuk mengenyangkan negeri induk
Nederland yang terbukti tidak kuat bergerak menghadapi serbuan Jerman. Sama halnya
negeri induknya Hindia Belanda yang kekenyangan tidak mampu menghadapi pasukan
Negeri Sakura yang beringas masih kelaparan menyedot semua sumber daya alam dan
kekayaan negeri yang ditaklukkannya.
Hengkangnya pemerintah pusat kerajaan Belanda dan juga pemerintahan jajahan
mengungsi menyeberangi lautan itulah yang sudah diramalkan oleh Jayabaya raja Kediri
delapan ratus tahun yang silam.
Hindia-Belanda tidak sendirian menghadapi serbuan Jepang, juga Inggris di Malaya,
Singapura, dan pasukan Prancis di Indocina serta Amerika Serikat di Filipina. Semua saja
menyeberangi lautan untuk mengungsi menyelamatkan ekor sendiri meninggalkan anak
jajahan diambil orang lain.
Seekor kerbau punya hobi mandi di kubangan yang berisi air, apalagi di sebuah sungai
yang melimpah-ruah airnya, ia tidak mungkin mau mentas dan menyeberangi sungai tanpa
alasan yang luarbiasa. Alasan agar seekor kerbau menyeberangi sungai cuma dengan dipaksa
atau terpaksa saja. Karena kerbau yang sudah kenyang makan dan kenyang berendam di air
akan cenderung bermalas-malasan saja. Dan yang memaksa kerbau Belanda hengkang ialah
kekuatan militer unggul bangsa lain. Sementara kekuatan militer sendiri tidak siap digunakan
menghadapi serbuan dari luar semacam itu, melainkan hanya dipersiapkan dan digunakan
untuk menindas pribumi jajahan yang tidak bersenjata dan lemah dari segi apapun. Pasukan
militer Belanda punya kemampuan militer hanya sekelas menundukkan kerajaan-kerajaan
kecil di Nusantara. Belanda lebih menggunakan akal yang diwujudkan dengan politik pecah-
belah dan kuasailah. Dan terutama berkat bantuan Pribumi sendiri yang lebih memilih
berpihak pada kekuatan asing.
Pasukan blitzkrieg Jerman akhirnya gagal menghadapi Tentara Merah di front Timur
dalam daerah Uni Sovyet. Kekalahan di Russia itu menyebabkan keruntuhan kekuatan
Jerman, dan Hitler bunuh diri atau dibunuh oleh pihak tertentu. Dengan demikian pada
akhirnya pasukan militer Jerman menyerah pada Sekutu setahun lebih dulu daripada
menyerahnya kekaisaran Jepang pada Amerika Serikat karena ledakan bom atom di jantung
kota Jepang yang dijatuhkan dari pesawat militer Amerika Serikat. Sovyet Uni atau Uni
Sovyet yang berada di pihak Sekutu ikut berhak keluar sebagai salah satu negeri pemenang
Perang Dunia Kedua, dunia komunis mendapat kehormatan dengan keunggulan pasukan
Merah Uni Sovyet. Dan anugerah kemenangan itu juga dipersembahkan bagi petinggi
Komintern Georgi Dimitrov yang gagah berani membela Komintern dan komunisme di
depan pengadilan fasis Jerman Adolf Hitler atas tuduhan palsu hasil kerja rekayasa intelijen
Nazi Jerman dalam mengenyahkan hantu komunis sejagad.
Ramalan keempat
"Kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang"
8 Maret 1942 Balatentara darat, laut, dan udara Dai Nippon dan pasukan sipil bunga
Sakura yang berani mati dan selalu menang dalam pertempuran melawan bangsa
Barat mendarat di segenap penjuru wilayah Nusantara. Lunaslah ramalan Jayabaya keempat,
"kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang". Tentara Kerajaan Belanda tidak kalah
gagah- berani menghadapi pasukan dari negeri Asia yang pernah menaklukkan Manchuria,
wilayah kerajaan Tsar Rusia pada 1904-1905.
Semangat tentara kerajaan masih kalah dengan tentara kekaisaran Matahari Terbit,
Dewa Amaterasu berpihak pada sang penyerbu dari Utara. Sejak masa kuno orang-orang di
Nusantara sudah diperingatkan oleh nenek-moyang agar selalu waspada terhadap arah Utara,
karena dari sanalah musuh datang menyerang, dari Utara juga bencana bakal datang di Tanah
Jawa. Oleh sebab itu ada sedikit peninggalan warisan leluhur sejak seribu tahun silam atau
masa Prabu Jayabaya dari kerajaan Kediri bertakhta, yakni, "jangan membikin tungku atau
luweng untuk memasak mulutnya menghadap ke Utara." Satu lagi, "jangan membuat kakus
atau wc yang posisi orang yang mendudukinya sampai menghadap ke arah Utara."
Bahkan seorang pujangga masyhur Nusantara menulis soal arus balik dari Utara yang
terus mengalir ke Selatan: ilmu pengetahuannya, budayanya dan barang-barang dagangannya.
Sebaliknya di masa keemasan Majapahit, dan bahkan sejak jaman kerajaan Srivijaya arus
mengalir ke Utara: ilmu pengetahuan, budaya, dan barang-barang produk unggulannya.
Hinomaru berkibar di seluruh Pantai Timur benua Asia sampai ke lautan Pasific di Timur
Papua. Terbentuklah garis pertahanan militer yang sangat lebar dan sulit dijaga dari serbuan
pasukan Sekutu yang dipimpin negeri Paman Sam. Berturut-turut hengkang dari
wilayah koloni atau jajahannya: Prancis di Indocina, Belanda di Hindia Belanda, Inggris di
Malaya, dan Singapura. Bangsa Jepang berhasil mengubah peta politik dunia, khususnya di
Asia.
Prabu Jayabaya sudah mengidentifikasi bangsa cebol kepalang ini seribu tahun yang lalu
bakal menjadi superpower di bidang militer. Dalam pandangan Jawa yang kecil akan
mengalahkan yang besar, orang cebol kepalang atau bertubuh pendeklah yang bakal
mengalahkan orang-orang besar dari Barat.
Pribumi Nusantara yang terpuruk melata di bahwa kaki bangsa Barat selama tigaratus
limapuluh tahun mendadak sontak dibangunkan dari tanah dengan didikan pasukan Jepang
yang keras dan tak kenal ampun. Senjata mulai diberikan kepada Pribumi yang mau
berjuang bersama Jepang untuk menghadapi bangsa Barat atau Sekutu. Korban selama masa
pendidikan militer Jepang berjatuhan, kesengsaraan hidup melanda rakyat di segenap
wilayah Nusantara. Kelak buah kesengsaraan itu yang diawali hengkangnya bangsa Barat
membikin Pribumi harus berdiri di atas kaki sendiri di atas tanah tumpah darah negeri sendiri
dan memerintah bangsa sendiri, semua itu dapat ditempuh dengan merebut kemerdekaan dan
kedaulatan ibu pertiwi Nusantara.
Dai Nippon diramalkan menjajah Nusantara selama seumur benih jagung dapat disimpan,
tiga setengah tahun! Dai Nippon yang bergabung dengan Jerman Hitler masih terus
berjuang sendiri dengan ulet dan tekun. Sekutu merasa biaya militer sudah terlampau besar
dikeluarkan di medan Eropa menghadapi Jerman dan sekutunya. Untuk menaklukkan
pasukan Dai Nippon yang memiliki garis pertahanan begitu panjang di Asia Timur dan
sebagian kepulauan di Pasifik pada akhirnya Sekutu atau Amerika Serikat memilih
menggunakan cara ekonomis dan praktis: meledakkan bom nuklir di jantung wilayah Jepang.
Walhasil pemenang perang dunia kedua yang sejati adalah senjata nuklir dan bukan Amerika
Serikat. Pasukan Amerika tidak mati-matian dalam mengalahkan Jepang dengan cara yang
umum dan terhormat.
Jepang tidak sepenuhnya kalah di medan peperangan akan tetapi kalah karena atas
instruksi pimpinan tertingginya Kaisar Jepang.
Bangsa cebol kepalang itu selama menduduki Jawa dan Nusantara menghadapi lawan-
lawan tangguhnya: partai komunis Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, partai
sosialis, partai nasionalis, dan orang-orang Islam progresif lainnya, dan tentu saja
segenap rakyat Nusantara. Segenap komponen perlawanan itu telah memilih pemimpin
mereka: Bung Karno. Bung Karno tidak terang-terangan memusuhi Jepang, akan tetapi
mengambil taktik berpijak di dua tempat sekaligus. Kaki kiri berada bersama pasukan Dai
Nippon, sementara kaki kanannya bahu-membahu melawan Jepang dengan berbagai cara
bersama pejuang Pribumi lainnya.
Bung Karno tahu siapa-siapa yang berjasa dalam merebut kemerdekaan, orang komunis,
orang nasionalis, dan orang sosialis, dan orang Islam dan seterusnya.
Dai Nippon menyerah kepada bom nuklir milik Amerika Serikat pada 14 Agustus 1945.
Pemenang perang dunia kedua lainnya Sovyet Uni dedengkot negeri komunis pertama di
dunia rupanya tidak dapat hidup berdampingan secara damai dengan negeri kapitalis lainnya,
karena sudah sejak manifes komunis diluncurkan pada abad kedelapan belas hantu komunis
tidak pernah ditolerir oleh paham lain di dunia ini. Sasaran tembak Amerika adalah negeri
komunis Soviet Uni dan berakibat timbulnya Perang Dunia Dingin. Dua ideologi
mengelompokkan diri masing-masing dengan memilih salah satu pihak. Slogan Amerika
lebih keras lagi, "berkawan dengan kami memusuhi komunis atau menjadi musuh besar
kami." Tidak adanya pilihan netral sama sekali.
Imbas Perang Dunia Dingin itu sangat mewarnai kemerdekaan yang akhirnya
dikumandangkan oleh Penyambung Hati Rakyat Indonesia: Soekarno didampingi M. Hatta.
Semasa pendudukan Jepang keduanya sudah sering menyusun strategi bersama menghadapi
masa depan. Mereka dalam menyikapi Perang Dunia Dingin mengambil sikap berlawanan.
Bung Karno bersikap Netral sementara Hatta memihak memusuhi komunis. Dua peran
antagonis dari kedua proklamator RI itulah yang pada akhirnya melahirkan drama-drama
perang kemerdekaan yang memilukan. Bangsa sendiri bertempur dengan sesama saudara
sendiri.
Perang saudara antar bangsa sendiri sejak perang kemerdekaan ternyata terus
membesar dan puncak klimaksnya termaktub dalam ramalan Jayabaya kelima, "pitik
tarung sak kandang."
Ramalan kelima
"Pitik tarung sak kandang"
Pada 30 September 1965 di lapisan stratosfir langit malam, pada radius tiga kilometer dari
kraton Sri Aji Jayabaya, para penduduk menyaksikan "lintang kemukus" bergerak pelahan ke
arah utara. Benda langit cerah bersinar persis pesawat angkasa luar yang diidentifikasi selama
berabad "lintang kemukus" yang bergerak lambat di langit itu menjadi pertanda datangnya
peristiwa besar di jagad manusia.
Malam-malam perburuan 20 juta anggota komunis di Nusantara mulai dicanangkan.
Partai komunis ketiga terbesar di dunia berada dalam kepungan negeri berpenduduk muslim
terbesar di dunia. Sepuluh tahun yang silam kaum komunis berhasil menempati anak tangga
keempat dalam pemilu paling demokratis di negeri Pancasila, suatu sintesis ideologi-
ideologi yang ada di gelanggang politik dunia dicetuskan Bung Karno, penyambung hati
rakyat Indonesia.
Sri Aji Jayabaya seorang putra dari cinta sejati Dewi Sekartaji dan Inu Kertapati, kedua
remaja pilihan ini adalah putra mahkota dari dua kerajaan di tepi sungai Brantas. Dewi
Sekartaji seorang putri raja Amisena dari kerajaan Daha/Kediri. Sedangkan Inu Kertapati
atau lebih termasyhur disebut Panji berasal dari kerajaan Jenggala, putra mahkota dari raja
Lembu Amilanur. Silsilah kedua putra mahkota ini adalah cucu Prabu Erlangga dari hasil
perkawinan dengan para selir. Sedangkan paramesywari Erlangga melahirkan seorang gadis
bernama Dewi Sanggramawijaya atau lebih dikenal Dewi Kilisuci. Dewi Kilisuci tidak dapat
menggantikan Erlangga menduduki takhta, maka kerajaan dibelah menjadi dua, Daha/Kediri
dan Jenggala. Perkawinan kerajaan yang mereka jalani sebelumnya penuh dengan drama
percintaan paling dikenang selama berabad oleh penduduk Jawa bagian Timur.
Dewi Sekartaji dan Inu Kertapati yang belum bertemu satu sama lain sempat menolak
perjodohan dua kerajaan atas diri mereka. Dewi Sekartaji mengembara bertahun-tahun,
demikian pula Inu Kertapati, keduanya remaja paling cantik dan paling tampan di kerajaan
Daha dan Jenggala. Singkatnya mereka akhirnya bertemu di pulau Dewata dan saling jatuh
cinta satu sama lain. Perkawinan pun berlangsung meriah, dua kerajaan digabungkan, dan
dari hasil cinta sejati mereka lahirlah seorang manusia unggul Sri Aji Jayabaya yang kelak
marak menjadi raja kerajaan Kediri. Dalam masa pemerintahannya sastra dan seni
berkembang luar biasa pesatnya. Perkataan yang berwujud ramalan-
ramalan dari segenap cerdik-pandai di seluruh negeri dikumpulkan dan dipilih yang
terbaik untuk dipersembahkan kepada yang mulia Sri Aji Jayabaya. Dengan bahan melimpah
itulah sang raja besar itu mempublikasikan ramalan kelima "pitik tarung sak kandang" untuk
menggambarkan perang saudara masa depan di tanah Jawa.
Gerakan september 1965 memicu pertarungan dua ideologi yang bertentangan, di satu sisi
kubu materialis, yang diwakili oleh 20 juta komunis, di sisi lain terdapat kubu idealis, yang
diwakili 60 juta muslim. Kaum komunis menggunakan sistem filsafat materialisme dialektis.
Kaum muslim masuk kubu idealis. Jika kedua sistem itu berhadapan dalam realitas
kehidupan maka yang terjadi adalah pertentangan paham, tidak kurang-kurangnya Bung
Karno berusaha mendamaikan pertentangan komunis dan Islam dalam wadah Nasakom,
lebih lanjut lagi di forum legislatif dibentuk kabinet "gotong-royong". Usaha kecil Bung
Karno yang memiliki visi luar biasa sejak 1926, berusaha menghindarkan terjadinya "pitik
tarung sak kandang". Bung Karno sangat menguasai ramalan Sri Aji Jayabaya tersebut.
"Pitik tarung sak kandang" artinya ayam peliharaan yang setiap pagi dan petang berada
dalam ruangan yang sama. Ayam dalam satu ruangan itu setiap hari hidup rukun di luar
ruangan. Kandang di sini bukan kandang yang rapat, ayam yang dipelihara penduduk di Jawa
biasanya dibuatkan pijakan-pijakan bambu atau kayu untuk tidur si ayam. Ayam tersebut
bebas keluar masuk ruangan kapan saja atas kemauan sendiri. Mereka berada dalam rumah
yang sama dan hidup rukun. Sangat jarang terjadi ayam dalam satu "kandang" saling
berkelahi di dalam kandangnya. Bahkan tidak pernah terjadi perkelahian ayam dalam
kandang bebasnya itu. Perkelahian kecil biasanya rebutan tempat "mangkring" yang kuat,
ayam dewasa, memilih berada di depan. Ayam muda oleh pemiliknya dipisahkan, dikurung
tersendiri.
Dalam kandangnya puluhan ayam itu tidak pernah berkelahi karena mereka hanya
berkumpul pada petang hari untuk mulai tidur malamnya yang berlangsung hingga subuh.
Saat mereka terbangun dan keluar kandang itulah sang pemilik menjamu santapan
pertama, selanjutnya terserah anda mau cari makan di mana.
Dalam enam bulan saja komunis dibantai lawan-lawannya, segenap peranan mereka telah
disingkirkan dari pemerintahan, pers, dunia pendidikan dengan memenjarakan tanpa proses
pengadilan. Jutaan pegawai aparat pemerintah Bung Karno tidak perlu dibayarkan pensiun
mereka, walau sudah bekerja sejak perang kemerdekaan. Sangat ekonomis!
Pembantaian kaum komunis yang tengah terjadi itu adalah hasil provokasi oleh oknum
yang dimaksud dalam ramalan keenam sri Aji Jayabaya: "kodok ijo ongkang-ongkang",
yang berkuasa tepat selama empat windu. "Kodok ijo ongkang-ongkang" dibantu oleh pihak
asing yang tengah menjalankan doktrin McCarthy, membasmi komunis dari muka bumi.
Komunis Indonesia musnah tak bersisa yang tersisa onggokan arang yang mengepulkan
asap tipis. Di musim penghujan bakal tumbuh tunas baru di tumpukan berwarna hitam itu,
karena negeri Nusantara sangat subur untuk mengubah kegersangan menjadi hijau kembali
dengan tumbuhnya beraneka tanaman baru, termasuk yang sudah dianggap musnah.
Ramalan Keenam
"Kodok Ijo Ongkang-Ongkang"
Partai Komunis Indonesia hancur berantakan dalam semalam, bahkan tanpa seorang
pun pasukan Amerika Serikat nongol di sini untuk turun tangan langsung. Di Vietnam sana
di waktu yang bersamaan pasukan Amerika Serikat sudah lebih dari setengah juta pasukan
bekerja keras turun tangan langsung dalam membasmi orang-orang komunis Vietcong.
Usaha Amerika itu tidak juga berhasil mengatasi terowongan tikus orang Vietnam yang
tersohor itu. Tidak cukup dengan pasukan militer, juga ikut diterjunkan ke medan
pertempuran Vietnam segala jenis senjata modern, senjata kimia, senjata biologi semua saja
ditujukan untuk membasmi manusia komunis Vietnam. Amerika gagal menghadapi pasukan
komunis vietnam, karena orang-orang komunis Vietnam lebih unggul daripada orang-orang
komunis Indonesia yang masih dibangunkan oleh Bung Karno nasion dan character
rakyatnya. Paman Ho atau Ho Chi Minh lebih berhasil membangun character dan nation
rakyat Vietnam. Paman Ho mendapat bantuan dari tetangga akrabnya Republik Rakyat
Tiongkok yang dikomandani Kawan Mao Dze Dong yang masyhur dalam memimpin
Tentara Merah Tiongkok berhasil mengalahkan pasukan Chiang Kaishek, Kuomintang
dukungan Amerika Serikat.
Jangan dilupakan peran sentral Zhou Enlai, Perdana Menteri Tiongkok yang disebut-
sebut lebih dulu menjadi anggota PKT daripada sang ketua Mao sekitar 1921. Kawan Zhou
dan Paman Ho dekat sekali hubungannya terutama tatkala Vietnam membutuhkan sokongan
moril maupun materil dalam menahan serangan pasukan militer Amerika Serikat
pemenang perang dunia kedua, kekuatannya tak diragukan lagi.
Ramalan keenam Jayabaya, "Kodok ijo ongkang-ongkang" bisa berarti berkuasanya kaum
hijau yang juga bisa berarti hijau daun atau hijau berlian. Hijau berlian berarti simbol pakaian
militer angkatan darat. Hijau daun berarti bendera salah satu negeri di jazirah Arab, Saudi
Arabia simbol dunia Islam.
Kodok ijo mengeluarkan suara dari kantung udaranya dan terdengar, "oooong....kaaaang,
oong... kang.....ong....kang.". Suara sang kodok itu di musim banjir penghujan sangat riuh-
rendah, bahkan ribuan kodok ijo berkumpul menjelang hari mulai gelap untuk melantunkan
orchestra simfoni, "ong-kang-ong-kang" mengisi keheningan malam basah oleh banjir
atau hujan terus-menerus. Sang kodok begitu riuhnya memperdengarkan kemerduan
suaranya dengan satu tujuan menarik lawan jenisnya untuk dikawininya.
Tanpa ada air melimpah ruang di kebun atau di halaman rumah atau di tegalan, maka tak
akan datang kodok ijo dan riuh-rendah sepanjang malam bersimfoni ria. Banjir darah akibat
gerakan September 1965 mengundang militer angkatan darat turun ke arena untuk
mengambil alih kekuasaan di Nusantara dari tangan Bung Karno yang berusaha membikin
keseimbangan antara PKI dan AD.
Dengan sendirinya AD yang hijau itu menjadi kekuatan dominan di Nusantara dan
mendukung penguasa baru Jendral Suharto yang fasis dan otoriter sehingga berhasil berkuasa
selama empat windu untuk membikin rakyat Nusantara seragam berfikir dan berbuat dalam
hidupnya. Mau coba pikiran dan suara lain, hadiahnya penjara. Kalau agak ringan
kesalahannya akan mendapatkan hadiah "diponggal-panggil" koramil atau kodim. Di sana
dapat bogem mentah atau tidak itu lain perkara lagi.
Masa rejim "kodok ijo ongkang-ongkang" tidak berarti militer terutama AD hanya
ongkang-ongkang kaki saja, tidak. Justru AD bekerja keras untuk tetap menjaga bahaya laten
komunis yang baru saja dikalahkan oleh AD sendiri. Komunis yang tumpas sampai ke
akarnya berkat mantra sakti Jendral Soeharto, "tumpas habis sampai tujuh turunan" siapa saja
yang terlibat komunis, selalu bekerja keras mencegah bangkitnya komunis di negeri
Nusantara yang berubah menjadi negeri tergantung sejak masuknya modal asing akibat
dibukanya keran modal oleh Jendral Besar Soeharto yang membikin sebagaian rakyat
memujanya mampu membikin rakyat sejahtera.
Akan tetapi sayang sekali slogan "awas bahaya laten komunis" itu terlalu berlebihan
dikoar-koarkan selama Jendral Soeharto berkuasa. Padahal sudah jelas bin gamblang
komunis sudah hancur tak punya kekuatan apapun, eeeeh kok menakuti rakyat banyak akan
bahaya komunis yang cuma pepesan kosong itu. Eiit itu bicara waktu itu lho. Entah kekuatan
mereka saat ini 2010. Ujung-ujungnya intimidasi dan teror kepada rakyat, dan ujung-
ujungnya lagi Bapak Pembangunan itu terus terpilih dan terpilih lagi jadi Raja eh Presiden
RI.
Prabu Jayabaya hampir seribu tahun yang silam sudah meramalkan datangnya penguasa
militer baru berbusana hijau, yakni AD. Ceritanya sang penguasa itu muncul setelah
terjadinya perang saudara di Nusantara dalam, "Pitik tarung sak kandang". Setelah sang
kodok tidak berkuasa lagi
tampillah rejim baru yang disebut rejim reformasi. Apa yang terjadi, "kodok ijo, kodok
bangkak, kodok percil, dan kodok pohon, dan lainnya ramai-ramai memperdengarkan
suaranya tanpa hambatan lagi datang dari manapun. Dan ujung dari kebebasan itu ialah eyel-
eyelan untuk menonjolkan pendapat sendiri yang belum tentu benar.
Ramalan ketujuh
"Tikus Pithi Anoto Baris"
Ramalan ketujuh Sri Aji Jayabaya (1145-an): Tikus pithi anoto baris interpretasinya
tikus merah menyusun barisan! Merah tatkala masih bayi belum tumbuh bulu, dan kelak
menjadi hitam oleh bulunya sendiri. Sifat utama tikus phiti antara lain: gesit, semau sendiri,
susah diatur, dan lucu. Tikus phiti pandai menyembunyikan diri akan tetapi belum mampu
bikin persembunyian sendiri, yakni berupa lubang-lubang dalam tanah, atau membikin sarang
dari bahan yang ada di sekitarnya. Manusia tanpa alat bantu susah untuk menangkap dan
memburu makhluk yang satu ini.
Tikus yang satu ini benar-benar menyusun barisan bila pemimpin besarnya (induknya)
dibunuh atau melarikan diri karena diuber-uber. Jika keadaan biasa tanpa gangguan maka ia
bergerak tanpa formasi alias kocar-kacir tanpa tujuan semua gerakannya.
Tikus-tikus pithi menyusun barisan bila mereka sedang kelaparan hebat, karena musim
paceklik atau sarangnya diobrak-abrik dan digusur, dan juga berubah agresif tatkala mereka
mendapat mangsa empuk.
Semasa Sri Aji Jayabaya memerintah di Kediri tikus pithi sebagai julukan pada anak-anak
remaja yang beranjak dewasa, tidak lagi merah tapi sudah bersemu kehitaman. Tikus dalam
konteks ramalan bisa sebagai perlambang kaum muda, angkatan muda, atau pemuda dalam
lingkup pusat kerajaan Kediri. Sri Aji Jayabaya sangat membutuhkan pasukan laut terutama
bertugas sebagai prajurit dan paling dapat dipercaya tentu pemuda setempat dan di samping
itu suara mereka benar-benar diperhitungkan dalam percaturan politik kerajaan.
Kerajaan laut tapi berpusat di pedalaman itu menguasai daerah pengaruh meliputi Jambi
di pulau Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Tidore, sehingga selalu memperkuat pasukan laut
demi keperluan menjaga wibawa kerajaan di wilayah pengaruhnya. Angkatan muda
mendapat porsi lebih untuk diterima sebagai abdi negara. Dengan strategi sedemikian rupa
membuka peluang bagi pemuda, maka tidak ada gerakan pemuda yang berusaha untuk
menggalang persatuan merongrong kekuasaan sang Prabu Jayabaya.
Sejarah kemudian mencatat pada 1222, seratus tahun sejak kekuasaan Sri Aji Jayabaya di
mana angkatan mudanya sudah kurang mendapatkan porsi dalam pemerintahan, tiba-tiba
dari suatu daerah kurang lebih limapuluh kilometer arah ke Timur kerajaan Kediri,
gerakan pemuda pimpinan Arok membariskan pasukannya menggempur Kediri. Panglima
perang kerajaan Kediri Mahesa Wulung adik dari raja Dandang Gendis atau Krtajaya tewas
di Ganter sehingga pasukan Kediri menelan kekalahan dalam pertempuran melawan pasukan
Arok.
Arok tercatat sebagai orang pertama yang memimpin pemberontakan atau kudeta dengan
hasil gemilang dalam sejarah Nusantara.
Kembali ke tahun 2010, adanya ramalan tikus pithi anoto baris ditafsirkan sebagai
pemberontakan bersenjata rakyat dari segenap penjuru Nusantara adalah mustahil, kecuali
dilakukan oleh unsur militer yang menguasai senjata. Rakyat jelata jelas tidak punya senjata
api dalam jumlah cukup untuk mengadakan pemberontakan skala besar.
Kaum muda memang mulai mengorganisir diri akan tetapi terpecah- pecah dan
berorientasi ke berbagai jurusan, masing-masing berkutat di dalam kelompok sendiri.
Mereka berwarna-warni idealismenya ada merah, hijau, biru, kuning, dan merah jambu
serta mengelompokkan di sebagai kiri, tengah, dan kanan. Ibarat dalam jejer wayang mereka
saling berseberangan sehingga mudah diadu-dombakan.
Angkatan muda memang selalu tampil dalam setiap goro-goro dalam pemerintahan RI,
dan keberhasilan mereka selalu berpindah tangan dan diambil alih pihak lain. Peranan mereka
kembali cuma penggembira yang tidak mampu memfolloup hasil gerakannya yang berhasil.
Sepertinya mereka mulai menyadari hal demikian, dan mulai memasang strategi baru.
Demo damai yang berubah anarkis mudah sekali ditumpas, atau mengambil jalan
parlementer yang memerlukan waktu panjang dalam meraih kemenangan. Hingga pada
akhirnya yang paling mudah bagi angkatan muda dengan jalan mengumpulkan opini massa
menggunakan jejaring sosial digital.
Jadi "tikus phiti anoto baris" berarti angkatan muda menyusun barisan. Bukan barisan
pemberontakan bersenjata, bukan demo anarchi, dan bukan menunggu waktu generasi
tua menyerahkan kekuasaan kepada angkatan muda. Sehingga angkatan muda menjadi
angkatan tua. Pemuda maju lain lagi masih memiliki kekuatan kecil dalam mendukung
gerakan perubahan sistemik, dalam pada itu idealisme pilihan mereka belum mampu
mempersatukan kekuatan dari berbagai elemen. Idea-idea pemersatu yang sudah tersedia
antara lain Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, atau Nasakom, sejak era Majapahit hingga
Kemerdekaan RI dan pasca kemerdekaan. Sekarang idea terakhir itu sudah pincang, karena
salah satu kakinya buntung. Sedangkan idea yang lain diselewengkan menurut kepentingan
penguasa sendiri. Adalah tugas angkatan muda membikin utuh dan memurnikan kembali
seperti sediakala semua idea yang dicetuskan dan diajarkan oleh para pemimpin
Nusantara sesuai jamannya itu.
Kelak dengan berhasilnya angkatan muda menyusun barisan bersama untuk tujuan
bersama memurnikan semua idea pemersatu dan mampu mewujudkannya dalam aksi, maka
makna sesungguhnya ramalan Jayabaya ketujuh itu terbuktilah kebenarannya.
Ramalan kedelapan
"Reinkarnasi Noyo Genggong Sabdo Palon"
Dua pendeta penasihat sekaligus punakawan kerajaan Majapahit ini memang bukan
tokoh sembarangan. Selama ini ditafsirkan sebagai makhluk halus. Wadag atau
tubuhnya memang sebagaimana lazimnya orang biasa. Roh halus atau roh gaibnya yang
luarbiasa, ia mampu bereinkarnasi ribuan kali sejak manusia pertama tinggal di bumi.
Sebagai pendeta Buddha Jawa (Jowo Sanyoto, agama negara Majapahit) utama di
kerajaan Majapahit ilmu agamanya sempurna bahkan lebih sempurna dibanding para
pengikut utama Dalai Lama di Tibet. Dari jaman ke jaman Sabdo Palon* terus-menerus
berganti raga (wadag), yakni pada saat raganya memang sudah tua dan meninggal dunia.
Wadag baru pilihan itu tidak atas kemauan pribadi roh Sabdo Palon akan tetapi atas
kehendak Sang Hyang Wenang ing Jagad.
Jadi sebenarnya walau Majapahit runtuh, Sabdo Palon dan pendahulunya Noyo
Genggong tidak pernah murca atau hilang, dia hidup sebagai manusia biasa di bumi manusia
ini. Silsilah Sabdo Palon dalam 2500 tahun terakhir mengayomi tanah Jawa, dan bumi bagian
Selatan (Man Yang) adalah sbb.: Semar, Humarmoyo, Manikmoyo, Ismoyo, Noyo Genggong,
Sabdo Palon, Ki K, WS, dan pada 2010 ini ......???!
Ramalan Sri Aji Jayabaya kedelapan bahwa Sabdo Palon akan kembali ke Nusantara,
tentu ditafsirkan Sabdo Palon kelak berkiprah kembali sebagai pendamping dan penasihat
daripada pemimpin negeri suatu kerajaan.
Tatkala Majapahit pada era keruntuhannya sekitar 1478, di hadapan Prabu Brawijaya
yang berganti haluan memeluk Islam sedangkan Sabdo Palon tetap bertahan sebagai titah
dengan Jowo Sanyoto sebelum murca (lenyap) Sabdo Palon berjanji, "Yang Mulia, kita
ditakdirkan untuk berpisah, tetapi harap Yang Mulia ingat limaratus tahun lagi aku akan
kembali ke marcapada bumi Nusantara untuk menjalankan titah-Nya."
Tepat waktu sebagaimana dijanjikan Sabdo Palon maka pada 1978 (500 tahun sejak
Majapahit runtuh berikut murcanya Sabdo Palon) seorang penduduk biasa Jawa Tengah
wadagnya dipergunakan oleh Sabdo Palon lengkap dengan Jowo Sanyoto-nya, lelaki tua itu
menyebut dirinya Ki K. Pada awal 1990-an sosoknya yang sudah sepuh itu masih berstamina
dan memiliki energi besar ditambah daya intelijensinya masih sangat kuat. Bicaranya
menyihir barangsiapa saja yang mendengarkan. Sabdo Palon yang satu ini membawa ajaran
dalam kitab "suci" Adam Makna (bukan Betaljemur Adam Makna). Salah satu isi kitab itu
ialah penjabaran daripada abjad huruf Jawa ho no co ro ko do to so wo lo po dho jo yo nyo
mo nggo bo tho ngo (yang bagi orang Sunda sangat penting sekali, ilmu tertinggi dalam dunia
kebathinan dan falsafah di Nusantara). Beliau meninggal sekitar pertengahan 1990-an. Sabdo
Palon berganti wadag lagi, dan kali ini dalam diri WS (65 tahunan) tangan kanan dan orang
dekat Ki K sendiri. Kehadiran kembali Sabdo Palon dengan melalui reinkarnasi berabad pada
sosok manusia pilihan itu atas kehendak dan kuasa Sang Hyang Wenang ing Jagad.
WS meninggal sekitar 2006, (bersamaan waktunya dengan meletusnya Gunung Merapi),
sepak-terjang beliau semasa hidupnya mirip tokoh misterius yang gerakannya juga
misterius, ia pernah mencoba memberikan nasihat kepada Presiden Suharto yang di masa
itu dikelilingi tokoh-tokoh spiritual tingkat tinggi dan sulit didekati siapapun, konon hasilnya
kurang memuaskan; dan beliau di samping itu juga mencoba memberi nasihat atau petuah
pada berbagai petinggi militer maupun sipil. Sepak-terjangnya tidak pernah membikin heboh
karena setiap lakunya dikerjakan tanpa menarik perhatian. Dan tentu saja ia tidak pernah
mengumumkan jatidirinya kepada siapapun. Sosoknya biasa saja, keistimewaannya ialah
stamina tubuhnya luarbiasa apalagi saat ia berbicara seolah menyihir para pendengarnya. Dan
keberaniannya berbicara menghadapi tokoh manapun sangat luarbiasa.
Semasa jaman Majapahit dalam wasiatnya Sabdo Palon mengatakan, "Hanya atas
kehendak Sang Hyang Wenang ing Jagad yang maha menentukan manusia pilihan sebagai
wadag baru Sabdo Palon." Prosesnya perpindahan Sabdo Palon ke wadag baru berbeda
dengan reinkarnasi pendeta Buddha Tibet. Sabdo Palon memasuki tubuh remaja atau dewasa
yang telah ditakdirkan Sang Hyang Wenang ing Jagad meninggal dunia dan atas
kehendakNya pula tubuh tersebut hidup kembali sebagai reinkarnasi Sabdo Palon baru
dengan nama baru. Pada reinkarnasi pendeta Tibet terjadi sejak dalam kandungan ibunya,
hingga lahir ke dunia sebagai bayi reinkarnasi pendeta si A atau si B.
Menurut penuturan Ki K, pada jaman Jepang, Sabdo Palon sebelumnya -- yang kini
bersemayam dalam dirinya -- turut bersama balatentara Dai Nippon menyerbu Jawa,
membebaskan tanah Jawa dari bangsa kulit putih. Akan tetapi naas di Singapura pesawat
tempur Zero yang ditumpangi Sabdo Palon tertembak oleh musuh, seluruh awak tewas,
tatkala itulah meloncatlah roh Sabdo Palon dari tubuh seseorang yang tewas dalam pesawat
tersebut (orang Jepang!). Sabdo Palon yang memang hendak ke tanah Jawa konon
mendarat seorang diri di kaki Gunung Merapi. Pesawat naas itu berangkat dari salah satu kota
Jepang.
Kejayaan Nusantara dalam ramalan Sri Aji Jayabaya akan terjadi tatkala munculnya
kembali Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Sabdo Palon alias Ki K pada 1980 mengatakan,
"Kejayaan Nusantara yang lebih dahsyat daripada kerajaan Majapahit terwujud bila dunia
mengalami goro-goro besar semacam perang dunia dahsyat atau bencana alam berskala besar,
misalnya jatuhnya benda angkasa, meletusnya gunung berapi, dan lain- lain. Usai goro-goro
terjadi maka dunia akan kembali seperti sediakala. Pada saat itulah tatanan politik dunia baru
akan terbentuk dan jauh berbeda dari peta dunia modern sebelumnya. Pasca goro-goro itulah
di Nusantara akan muncul Ratu adil dan Sabdo Palon berdampingan menentukan nasib
Nusantara dan bumi bagian selatan (Man Yang) dalam satu tata pusat pemerintahan baru,"
demikian ucapan orisinil Sabdo Palon pada 1980.
Kapankah terjadinya goro-goro besar dan munculnya ratu adil? Pertanyaan itu akan
terjawab setelah ada jawaban atas pertanyaan berikut, "Siapakah yang kini dipilih oleh Sang
Hyang Wenang ing Jagad menjadi manusia pilihanNya sebagai wadag terbaru daripada
reinkarnasi Sabdo Palon?"
Beliaulah sumber jawabannya.
mbah
* Makam salah satu wadag Sabdo Palon yang "cuma" seorang abdi rendahan semasa
kerajaan Majapahit berada di situs Trowulan Majapahit, makam Troloyo, Mojokerto, Jatim,
Indonesia (lembaga situs Majapahit, Trowulan).

More Related Content

What's hot

Fakta baru tentang gajah mada dan sumpah palapa
Fakta baru tentang gajah mada dan sumpah palapaFakta baru tentang gajah mada dan sumpah palapa
Fakta baru tentang gajah mada dan sumpah palapaFaisal Tanjung
 
Burung terbang dipipiskan lada
Burung terbang dipipiskan ladaBurung terbang dipipiskan lada
Burung terbang dipipiskan ladaMasniza Mustafa
 
Kepimpinan melalui teladan
Kepimpinan melalui teladanKepimpinan melalui teladan
Kepimpinan melalui teladanHana Roxstar
 
Ramalan Jayabaya (Tugas Sejarah Indonesia kelas 10)
Ramalan Jayabaya (Tugas Sejarah Indonesia kelas 10)Ramalan Jayabaya (Tugas Sejarah Indonesia kelas 10)
Ramalan Jayabaya (Tugas Sejarah Indonesia kelas 10)Linda Lestari
 
Islamic kingdom in kalimatan island
Islamic kingdom in kalimatan islandIslamic kingdom in kalimatan island
Islamic kingdom in kalimatan islandAyi Milanisti
 
Syarifudin, sejarah rasul.
Syarifudin, sejarah rasul.Syarifudin, sejarah rasul.
Syarifudin, sejarah rasul.Syarifudin Amq
 
Proses Masuk dan Perkembangan Kebudayaan Islam di Indonesia
Proses Masuk dan Perkembangan Kebudayaan Islam di IndonesiaProses Masuk dan Perkembangan Kebudayaan Islam di Indonesia
Proses Masuk dan Perkembangan Kebudayaan Islam di Indonesiaulvamaria85
 
Watak dan perwatakan
Watak dan perwatakanWatak dan perwatakan
Watak dan perwatakanzumaliah
 
59 tahun aceh merdeka
59 tahun aceh merdeka59 tahun aceh merdeka
59 tahun aceh merdekaAzmi Neve
 
Proses Masuk & Berkembangnya Agama & Kebudayaan Islam Di Indonesia
Proses Masuk & Berkembangnya Agama & Kebudayaan Islam Di IndonesiaProses Masuk & Berkembangnya Agama & Kebudayaan Islam Di Indonesia
Proses Masuk & Berkembangnya Agama & Kebudayaan Islam Di Indonesiairdadarmaputri
 
Wanita aceh dalam pemerintahan
Wanita aceh dalam pemerintahanWanita aceh dalam pemerintahan
Wanita aceh dalam pemerintahanAdhi Na
 

What's hot (18)

Prosa Tradisi Kepimpinan Melalui Teladan
Prosa Tradisi Kepimpinan Melalui TeladanProsa Tradisi Kepimpinan Melalui Teladan
Prosa Tradisi Kepimpinan Melalui Teladan
 
Komsas soalan 2 (c)
Komsas soalan 2 (c)Komsas soalan 2 (c)
Komsas soalan 2 (c)
 
Fakta baru tentang gajah mada dan sumpah palapa
Fakta baru tentang gajah mada dan sumpah palapaFakta baru tentang gajah mada dan sumpah palapa
Fakta baru tentang gajah mada dan sumpah palapa
 
Myth legend
Myth legendMyth legend
Myth legend
 
Burung terbang dipipiskan lada
Burung terbang dipipiskan ladaBurung terbang dipipiskan lada
Burung terbang dipipiskan lada
 
Kepimpinan melalui teladan
Kepimpinan melalui teladanKepimpinan melalui teladan
Kepimpinan melalui teladan
 
Ramalan Jayabaya (Tugas Sejarah Indonesia kelas 10)
Ramalan Jayabaya (Tugas Sejarah Indonesia kelas 10)Ramalan Jayabaya (Tugas Sejarah Indonesia kelas 10)
Ramalan Jayabaya (Tugas Sejarah Indonesia kelas 10)
 
Islamic kingdom in kalimatan island
Islamic kingdom in kalimatan islandIslamic kingdom in kalimatan island
Islamic kingdom in kalimatan island
 
Ramalan jayabaya
Ramalan jayabayaRamalan jayabaya
Ramalan jayabaya
 
Syarifudin, sejarah rasul.
Syarifudin, sejarah rasul.Syarifudin, sejarah rasul.
Syarifudin, sejarah rasul.
 
Proses Masuk dan Perkembangan Kebudayaan Islam di Indonesia
Proses Masuk dan Perkembangan Kebudayaan Islam di IndonesiaProses Masuk dan Perkembangan Kebudayaan Islam di Indonesia
Proses Masuk dan Perkembangan Kebudayaan Islam di Indonesia
 
Burung terbang dipipiskan lada
Burung terbang dipipiskan ladaBurung terbang dipipiskan lada
Burung terbang dipipiskan lada
 
Watak dan perwatakan
Watak dan perwatakanWatak dan perwatakan
Watak dan perwatakan
 
59 tahun aceh merdeka
59 tahun aceh merdeka59 tahun aceh merdeka
59 tahun aceh merdeka
 
Proses Masuk & Berkembangnya Agama & Kebudayaan Islam Di Indonesia
Proses Masuk & Berkembangnya Agama & Kebudayaan Islam Di IndonesiaProses Masuk & Berkembangnya Agama & Kebudayaan Islam Di Indonesia
Proses Masuk & Berkembangnya Agama & Kebudayaan Islam Di Indonesia
 
Wanita aceh dalam pemerintahan
Wanita aceh dalam pemerintahanWanita aceh dalam pemerintahan
Wanita aceh dalam pemerintahan
 
Kemasukan Islam di al-Andalus
Kemasukan Islam di al-AndalusKemasukan Islam di al-Andalus
Kemasukan Islam di al-Andalus
 
Syair bidasari
Syair bidasariSyair bidasari
Syair bidasari
 

Similar to Ramalan Jayabaya

Poros maritim dan arus balik kebudayaan
Poros maritim dan arus balik kebudayaanPoros maritim dan arus balik kebudayaan
Poros maritim dan arus balik kebudayaanDudi Hartono
 
Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan kolonialisme di Indonesia
Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan kolonialisme di IndonesiaPengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan kolonialisme di Indonesia
Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan kolonialisme di IndonesiaSinta Yunia Tribudiani
 
Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...
Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...
Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...Hendry Irawan
 
Makalah SPI ( Rajaa & Febri ).docx
Makalah SPI ( Rajaa & Febri ).docxMakalah SPI ( Rajaa & Febri ).docx
Makalah SPI ( Rajaa & Febri ).docxAchmadFatomy
 
KEDATANGAN BANGSA BARAT.pptx
KEDATANGAN BANGSA BARAT.pptxKEDATANGAN BANGSA BARAT.pptx
KEDATANGAN BANGSA BARAT.pptxAgustinaAnita1
 
Tugas IPS : Asia Tenggara
Tugas IPS : Asia TenggaraTugas IPS : Asia Tenggara
Tugas IPS : Asia Tenggaraaspa46
 
Tokoh pelaut dunia
Tokoh pelaut duniaTokoh pelaut dunia
Tokoh pelaut duniaMachrip Aziz
 
Sejarah indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimul...
Sejarah indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimul...Sejarah indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimul...
Sejarah indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimul...Bisma Karisma Full
 
Imperialisme Barat Abad 21 Dan Kembalinya Khilafah
Imperialisme Barat Abad 21 Dan Kembalinya KhilafahImperialisme Barat Abad 21 Dan Kembalinya Khilafah
Imperialisme Barat Abad 21 Dan Kembalinya KhilafahAnas Wibowo
 
Buku Ajar Sejarah imperialisme dan kolonialisme
Buku Ajar Sejarah imperialisme dan kolonialismeBuku Ajar Sejarah imperialisme dan kolonialisme
Buku Ajar Sejarah imperialisme dan kolonialismeArmadira Enno
 
Faktor menyusupnya negara asing ke nusantara
Faktor menyusupnya negara asing ke nusantaraFaktor menyusupnya negara asing ke nusantara
Faktor menyusupnya negara asing ke nusantaraNur Huda
 
Perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat
Perkembangan kolonialisme dan imperialisme baratPerkembangan kolonialisme dan imperialisme barat
Perkembangan kolonialisme dan imperialisme baratAdjie Triananta
 
KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA
KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIAKEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA
KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIAIsna Nusa Kumalasari
 
PANCASILA dalam konteks perjuangan bangsa
PANCASILA dalam konteks perjuangan bangsaPANCASILA dalam konteks perjuangan bangsa
PANCASILA dalam konteks perjuangan bangsaCiciParamida4
 
Resensi sejarah nasional zaman kuno 2
Resensi sejarah nasional zaman kuno 2Resensi sejarah nasional zaman kuno 2
Resensi sejarah nasional zaman kuno 2sakuraihimamoto
 
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptx
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptxImperialisme dan kolonialisme 8.pptx
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptxrun2san
 
Kesan_Perang_Salib_Terhadap_Penjelajahan.pdf
Kesan_Perang_Salib_Terhadap_Penjelajahan.pdfKesan_Perang_Salib_Terhadap_Penjelajahan.pdf
Kesan_Perang_Salib_Terhadap_Penjelajahan.pdfjcl3222
 
Tokoh Tokoh Pelayaran Dunia_SMA NEGERI 1 KEJAYAN Kab Pasuruan
Tokoh Tokoh Pelayaran Dunia_SMA NEGERI 1 KEJAYAN Kab Pasuruan Tokoh Tokoh Pelayaran Dunia_SMA NEGERI 1 KEJAYAN Kab Pasuruan
Tokoh Tokoh Pelayaran Dunia_SMA NEGERI 1 KEJAYAN Kab Pasuruan akhmad_asrofi
 

Similar to Ramalan Jayabaya (20)

Poros maritim dan arus balik kebudayaan
Poros maritim dan arus balik kebudayaanPoros maritim dan arus balik kebudayaan
Poros maritim dan arus balik kebudayaan
 
3 BAB I sosial budaya
3 BAB  I sosial budaya3 BAB  I sosial budaya
3 BAB I sosial budaya
 
Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan kolonialisme di Indonesia
Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan kolonialisme di IndonesiaPengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan kolonialisme di Indonesia
Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan kolonialisme di Indonesia
 
Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...
Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...
Perkembangan peradaban islam di indonesia pada masa penjajahan barat dan penj...
 
Makalah SPI .docx
Makalah SPI .docxMakalah SPI .docx
Makalah SPI .docx
 
Makalah SPI ( Rajaa & Febri ).docx
Makalah SPI ( Rajaa & Febri ).docxMakalah SPI ( Rajaa & Febri ).docx
Makalah SPI ( Rajaa & Febri ).docx
 
KEDATANGAN BANGSA BARAT.pptx
KEDATANGAN BANGSA BARAT.pptxKEDATANGAN BANGSA BARAT.pptx
KEDATANGAN BANGSA BARAT.pptx
 
Tugas IPS : Asia Tenggara
Tugas IPS : Asia TenggaraTugas IPS : Asia Tenggara
Tugas IPS : Asia Tenggara
 
Tokoh pelaut dunia
Tokoh pelaut duniaTokoh pelaut dunia
Tokoh pelaut dunia
 
Sejarah indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimul...
Sejarah indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimul...Sejarah indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimul...
Sejarah indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimul...
 
Imperialisme Barat Abad 21 Dan Kembalinya Khilafah
Imperialisme Barat Abad 21 Dan Kembalinya KhilafahImperialisme Barat Abad 21 Dan Kembalinya Khilafah
Imperialisme Barat Abad 21 Dan Kembalinya Khilafah
 
Buku Ajar Sejarah imperialisme dan kolonialisme
Buku Ajar Sejarah imperialisme dan kolonialismeBuku Ajar Sejarah imperialisme dan kolonialisme
Buku Ajar Sejarah imperialisme dan kolonialisme
 
Faktor menyusupnya negara asing ke nusantara
Faktor menyusupnya negara asing ke nusantaraFaktor menyusupnya negara asing ke nusantara
Faktor menyusupnya negara asing ke nusantara
 
Perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat
Perkembangan kolonialisme dan imperialisme baratPerkembangan kolonialisme dan imperialisme barat
Perkembangan kolonialisme dan imperialisme barat
 
KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA
KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIAKEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA
KEDATANGAN BANGSA BARAT KE INDONESIA
 
PANCASILA dalam konteks perjuangan bangsa
PANCASILA dalam konteks perjuangan bangsaPANCASILA dalam konteks perjuangan bangsa
PANCASILA dalam konteks perjuangan bangsa
 
Resensi sejarah nasional zaman kuno 2
Resensi sejarah nasional zaman kuno 2Resensi sejarah nasional zaman kuno 2
Resensi sejarah nasional zaman kuno 2
 
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptx
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptxImperialisme dan kolonialisme 8.pptx
Imperialisme dan kolonialisme 8.pptx
 
Kesan_Perang_Salib_Terhadap_Penjelajahan.pdf
Kesan_Perang_Salib_Terhadap_Penjelajahan.pdfKesan_Perang_Salib_Terhadap_Penjelajahan.pdf
Kesan_Perang_Salib_Terhadap_Penjelajahan.pdf
 
Tokoh Tokoh Pelayaran Dunia_SMA NEGERI 1 KEJAYAN Kab Pasuruan
Tokoh Tokoh Pelayaran Dunia_SMA NEGERI 1 KEJAYAN Kab Pasuruan Tokoh Tokoh Pelayaran Dunia_SMA NEGERI 1 KEJAYAN Kab Pasuruan
Tokoh Tokoh Pelayaran Dunia_SMA NEGERI 1 KEJAYAN Kab Pasuruan
 

Recently uploaded

PPT Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan.pptx
PPT Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan.pptxPPT Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan.pptx
PPT Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan.pptxnerow98
 
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdfKelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdftsaniasalftn18
 
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptxPaparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptxIgitNuryana13
 
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdfModul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdfSitiJulaeha820399
 
tugas 1 anak berkebutihan khusus pelajaran semester 6 jawaban tuton 1.docx
tugas 1 anak berkebutihan khusus pelajaran semester 6 jawaban tuton 1.docxtugas 1 anak berkebutihan khusus pelajaran semester 6 jawaban tuton 1.docx
tugas 1 anak berkebutihan khusus pelajaran semester 6 jawaban tuton 1.docxmawan5982
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptArkhaRega1
 
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdfREFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdfirwanabidin08
 
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL.pptx
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL.pptxDESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL.pptx
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL.pptxFuzaAnggriana
 
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptxMateri Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptxRezaWahyuni6
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BAbdiera
 
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Abdiera
 
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docxTugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docxmawan5982
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfbibizaenab
 
Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas.docx
Lembar Observasi Pembelajaran di  Kelas.docxLembar Observasi Pembelajaran di  Kelas.docx
Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas.docxbkandrisaputra
 
11 PPT Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat.pptx
11 PPT Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat.pptx11 PPT Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat.pptx
11 PPT Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat.pptxMiftahunnajahTVIBS
 
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAKDEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAKirwan461475
 
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5KIKI TRISNA MUKTI
 
KONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN.pptx
KONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN.pptxKONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN.pptx
KONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN.pptxawaldarmawan3
 
Tugas 1 pembaruan dlm pembelajaran jawaban tugas tuton 1.docx
Tugas 1 pembaruan dlm pembelajaran jawaban tugas tuton 1.docxTugas 1 pembaruan dlm pembelajaran jawaban tugas tuton 1.docx
Tugas 1 pembaruan dlm pembelajaran jawaban tugas tuton 1.docxmawan5982
 
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..ikayogakinasih12
 

Recently uploaded (20)

PPT Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan.pptx
PPT Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan.pptxPPT Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan.pptx
PPT Integrasi Islam & Ilmu Pengetahuan.pptx
 
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdfKelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
Kelompok 2 Karakteristik Negara Nigeria.pdf
 
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptxPaparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
Paparan Refleksi Lokakarya program sekolah penggerak.pptx
 
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdfModul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
 
tugas 1 anak berkebutihan khusus pelajaran semester 6 jawaban tuton 1.docx
tugas 1 anak berkebutihan khusus pelajaran semester 6 jawaban tuton 1.docxtugas 1 anak berkebutihan khusus pelajaran semester 6 jawaban tuton 1.docx
tugas 1 anak berkebutihan khusus pelajaran semester 6 jawaban tuton 1.docx
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
 
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdfREFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
 
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL.pptx
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL.pptxDESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL.pptx
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS DIGITAL.pptx
 
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptxMateri Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
 
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docxTugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
 
Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas.docx
Lembar Observasi Pembelajaran di  Kelas.docxLembar Observasi Pembelajaran di  Kelas.docx
Lembar Observasi Pembelajaran di Kelas.docx
 
11 PPT Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat.pptx
11 PPT Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat.pptx11 PPT Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat.pptx
11 PPT Pancasila sebagai Paradigma Kehidupan dalam Masyarakat.pptx
 
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAKDEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
 
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
 
KONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN.pptx
KONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN.pptxKONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN.pptx
KONSEP KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN.pptx
 
Tugas 1 pembaruan dlm pembelajaran jawaban tugas tuton 1.docx
Tugas 1 pembaruan dlm pembelajaran jawaban tugas tuton 1.docxTugas 1 pembaruan dlm pembelajaran jawaban tugas tuton 1.docx
Tugas 1 pembaruan dlm pembelajaran jawaban tugas tuton 1.docx
 
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
 

Ramalan Jayabaya

  • 2. Ramalan pertama "Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong" by m ba h Su bow o bi n Su k a r i s Usai 1000 tahun berkembang Hindu-Buddha maka sudah pada tempatnya giliran bagi yang lain, yakni akan digantikan oleh Islam sebagai agama negara bagi kerajaan di Jawa dan Nusantara. Sri Aji Jayabaya juga menyatakan Dang Hyang Tanah Jawi Sabdo Palon dan pendahulunya Noyo Genggong akan murca dari marcapada selama perkembangan agama Islam berkembang dengan bangkitnya kerajaan Islam di Jawa. Sabdo Palon tidak akan mencampuri Islam dan perkembangannya di Jawa dan Nusantara demi membikin manusianya jadi manusia komplit alias sempurna. Maka terimalah, sudah menjadi takdir kerajaan Hindu-Buddha yang gemilang Majapahit berganti kerajaan Islam pertama di Nusantara Demak. Dan sayang sekali karena baru berdiri kerajaan Demak yang tidak memiliki angkatan laut sekuat Majapahit harus berhadapan dengan kekuatan unggul dari Eropa sehingga hanya dapat sedikit menahan masuknya pelaut bersenjata Portugis, bahkan Portugis berhasil memasuki Nusantara tanpa menemui lawan tangguh di medan laut. Dan berturut-turut bangsa Barat berikutnya Belanda bahkan sangat cerdik untuk mengadu domba kerajaan-kerajaan sisa Majapahit sehingga saling bertempur satu sama lain. Selanjutnya Belanda tinggal memetik hasilnya yakni menguasai kedua belah pihak dalam segala hal, terutama mengandalkan keunggulan kekuatan laut dan persenjataan maju yang berhasil dikembangkan Eropa, mesiu atau senjata api mulai ukuran senapan hingga meriam. Dengan demikian kekalahan kerajaan Islam terhadap gempuran bangsa Eropa bukanlah menjadi tanggung jawab danghyang tanah Jawi Sabdo Palon Noyo Genggong. Dan andai kata kerajaan Islam atau negara yang menjunjung Islam memperoleh kejayaan maka itu pun bukan melalui campurtangan sang pepunden Nusantara. Tiap-tiap masa sebuah kerajaan bangkit dan hancur mengalami hal yang sama dengan siklus bintang. Dan semua kerajaan di Jawa mengakui Semar sebagai penguasa gaib dari dunia gaib dengan kemampuan khususnya mengejawantah sebagai manusia biasa. Semar bisa berperan sebagai abdi, punakawan, dan bahkan penasihat utama negara. Tokoh ini selalu turut hadir bersama jatuh-bangunnya kehidupan sederhana maupun sebuah pemerintahan
  • 3. rumit dalam kerajaan. Dan Semar yang terakhir dalam siklus perkembangan 1000 tahun Hindu-Buddha ialah Sabdo Palon Noyo Genggong. Majapahit yang jaya di laut dan di bumi Selatan, sementara Tiongkok yang berada di bumi Utara adalah pengimbang tatanan politik dunia pada masa itu. Bumi Selatan ada dalam genggaman Majapahit dan dengan keruntuhan Majapahit maka tatanan politik dunia menjadi jomplang dan dengan mudah pula bangsa Barat berkulit putih mengkolonisasi bumi selatan mulai dengan Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan menjadi jalur tanpa ada penjagaan laut yang kuat. Kehancuran Majapahit oleh berkembangnya Islam yang masuk ke Jawa adalah sebuah siklus sejarah perkembangan kelas, dan perjuangan kelas. Sabdo Palon Noyo Genggong tahu bahwa Islam harus berkembang di Jawa dan Nusantara maka dari itu ia bersiap-siap untuk murca dari peranannya mengawal takhta dalam kurun 1000 tahun terakhir. Dalam sumpahnya, ia akan hadir kembali dalam jangka 500 tahun, adakah itu mengisyaratkan Islam akan menemui persoalan rumit setelah berkembang 500 tahun di Nusantara? "Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong" ramalan Prabu Jayabaya yang pertama memang menjadi kenyataan tatkala Raja Majapahit yang terakhir Brawijaya memilih meninggalkan agama negara sendiri dan memeluk Islam. Dengan sendirinya Sabdo Palon memutuskan untuk menghilang atau murca dengan cara baik-baik dari hadapan Sri Brawijaya, "Yang Mulia, kami tidak akan melawan perkembangan sejarah, sejarah yang terus berkembang maju tak pernah mundur seinci pun itu, dan di hadapan Yang Mulia maka Kami berjanji akan kembali kelak di mana bumi manusia mengalami gonjang-ganjing dan segalanya harus dimulai dari awal lagi. Demi melindungi Tanah Jawa dan Nusantara serta bumi selatan. Howght!" demikianlah ucapan terakhir sebagai kata pamit Sabdo Palon. Majapahit tak pelak lagi meluncur menemui kehancurannya, atas kehendak takdir sejarah.
  • 4. Ramalan kedua "Semut ireng anak-anak sapi" (1) Marcopolo penjelajah Italia pada 1292 meninggalkan daratan Tiongkok setelah bermukim sekian tahun membawa berita dunia menakjubkan bagi benua Eropa. Duaratus tahun kemudian 1492 Christophorus Columbus juga orang Italia mendarat di benua milik bangsa Indian Amerika Utara dan mengabarkan bahwa dunia berbentuk bulat, bundar bola. Bangsa Eropa berkulit putih terkenal sangat rajin dan ulet bekerja bagai semut hitam, dan selalu meminum susu sapi sejak bayi. Mereka mulai gelisah dan menyiapkan diri dengan kapal-kapal layar kecil gesit dan cepat begitu mengetahui kabar ada dunia besar lain penuh tantangan petualangan. Bertahun-tahun mereka perlukan mendesign kapal yang dipersenjatai untuk mengarungi samudera menemukan dunia baru dalam rangka mencari bahan mentah baru, dan rempah-rempah dari sumbernya langsung di dunia Timur atau di belahan dunia lain. Ramalan Sri Aji Jayabaya kedua, "semut ireng anak-anak sapi" telah terbukti kebenarannya sejak pertama kali dikumandangkan duaratus tahun yang silam dihitung sejak Marco Polo tiba di Tiongkok bersamaan waktunya dengan berdirinya Majapahit. Majapahit berdiri 1292 bersamaan waktunya bangsa Eropa mulai memodernisasi kapal- kapal laut mereka dengan bantuan orang semacam Marcopolo yang kembali dari negeri Timur terutama Tiongkok dengan membawa cerita hebat kemajuan teknologi baru dan menerapkannya di Eropa. Majapahit dan benua Eropa berlomba membangun kebesaran masing- masing dengan kapal-kapal laut yang siap bertempur di tengah samudera, Majapahit berada di balik bumi daripada benua Eropa maupun Amerika. Kelak bangsa Eropa berhasil memasuki wilayah Majapahit Nusantara tak perlu berperang menghadapi kekuatan hebat Majapahit karena sedang mengalami konflik intern yang menghancurkan diri-sendiri dalam perang paregreg. Kekuatan adidaya di bumi belahan Selatan itu hancur sama sekali sehingga tidak pernah berkesempatan menghadapi bangsa kulit putih yang datang untuk menginvasi dunia. Hindu-Buddha Majapahit tergusur oleh kerajaan Islam yang tidak memiliki angkatan laut yang sekuat Majapahit, akan tetapi memiliki angkatan darat yang tak kalah hebat dengan milik Majapahit. Mereka berhimpun dengan kekuatan Islam di mana-mana yang siap siaga menghadapi bangsa Eropa Nasrani dengan kapal perang bersenjata yang sulit ditaklukkan di mana-mana. Siapa yang lebih unggul dalam pertarungan itu? Konflik perang salib di Eropa
  • 5. dan perbatasan dengan Asia berpindah ke dunia baru, Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara serta Asia Timur. Pasukan Tiongkok yang dikirimkan ke perairan Selatan (Nan Yang) tidak begitu kuat untuk membantu kerajaan- kerajaan kecil di Nusantara menahan banjir bandang kapal-kapal orang Eropa. Tiongkok bahkan berperan dalam merontokkan kekuatan Majapahit sehingga tak ada tameng di perairan Selatan yang cukup disegani di masa sebelumnya. Kekuatan Tiongkok lebih dipusatkan untuk menjaga keamanan di belahan bumi Utara. Sehingga tidak mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Majapahit. Paus Leo X gerah dengan pertikaian sesama bangsa Eropa Nasrani memperebutkan daerah baru di belahan dunia lain, sudah menjadi kewajiban Sri Paus untuk mendamaikan hal tersebut dengan mengeluarkan Jus Patronatus atau Padroado pada 1514. Spanyol mendapat bagian berlayar ke Barat dan Portugis mendapat bagian berlayar ke Timur. Dua kekuatan Nasrani yang berlayar berlawanan arah ini akhirnya benar-benar mengelilingi dunia dan bentrok di kepulauan Philipina, Spanyol bertahan di kepulauan tersebut, Portugis mencelat ke Timor Timur. Dua-duanya berusaha memantau dan tetap "ndedepi" kepulauan Maluku penghasil rempah-rempah antara lain pala, minyak kayuputih, dan cengkeh. Sementara itu ada sebuah bangsa Eropa lain, semut ireng paling rajin bekerja: membendung laut untuk dijadikan daratan dan memiliki sapi penghasil susu paling banyak di daerah Friesland, dan meminum susunya lebih banyak daripada bangsa lain yakni bangsa Belanda. Cornellis de Houtman mendarat di Batavia atau Sunda Kelapa pada 1596. Bangsa yang paling rajin dan tertib administrasinya ini berhasil menguasai wilayah Nusantara dengan menaklukkan kerajaan Islam dan sisa-sisa pecahan kerajaan Majapahit: Makasar, Kalimantan, Aceh, Bali, Papua, dan Nusa Tenggara. Inilah kedatangan bangsa asing yang sudah diramalkan oleh Sri Aji Jayabaya limaratus tahun sebelumnya, "semut ireng anak-anak sapi". Belanda bertahan menguasai Nusantara selama tigaratus limapuluh tahun, dan terusir bersamaan waktunya dengan kedatangan ramalan Jayabaya keempat, "kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang" alias bangsa Jepang.
  • 6. Ramalan ketiga "Kebo nyabrang kali" Georgi Dimitrov salah satu petinggi Komintern atau Komunis Internasional dituduh oleh pengadilan Jerman Adolf Hitler mendalangi sebuah aksi kerusuhan membakar reichstaat Jerman. Pokok pangkal inilah Hitler telah merekayasa tuduhan yang tidak terbukti maka dianggap mengumumkan genderang perang terhadap komunisme. Dimitrov pun memaklumatkan seruan ke seluruh kubu komunis berperang terhadap fasisme. Maka Jerman menghadapi lawan tangguh negeri-negeri sosialis dan terutama Sovyet Uni, negeri sosialis pertama di dunia. Semenjak krisis ekonomi 1929 Adolf Hitler tampil memimpin Nazi 1933 dan menggerakkan Jerman dengan fokus utama industri Jerman ialah membangun kekuatan militer besar-besaran, dan dalam tempo lima tahun 1938 kekuatan militer yang terkuat di Eropa itu menganeksasi Austria. Sekutu yang dimotori Inggris dan Amerika Serikat belum mengambil tindakan sampai Jerman Hitler menyerbu Ceko dengan kekuatan militer besar-besaran melancarkan dan menguji coba blitzkriegnya yang gemilang. Akhirnya 3 September 1939 Sekutu mengumumkan perang terhadap Jerman. Sementara itu berturut-turut balatentara Jerman berhasil menaklukkan Prancis dan tak ketinggalan Belanda, Belgia tunduk pada keperkasaan Jerman. Dalam bayang-bayang pasukan Hitler yang menggentarkan itu maka pemerintahan kerajaan Belanda mengungsi ke Inggris, menyeberangi selat Channel. Sementara Belanda bergabung dengan Sekutu berperang terhadap Jerman, negeri jajahan Hindia Belanda atau Nusantara mengambil sikap netral terhadap Jerman. Hengkangnya pemerintah Kerajaan Belanda mengungsi ke Inggris inilah yang telah diramalkan oleh Raja Kediri Sri Aji Jayabaya, "Kebo nyabrang kali." Hindia Belanda terlalu jauh dari pasukan blitzkrieg Hitler di Eropa, akan tetapi terlalu dekat bagi sekutu Jerman di Timur Jauh yakni Jepang. Masuknya Jepang ke Hindia Belanda pada giliran terakhir dalam serbuan pasukan Negeri Matahari Terbit itu sekali lagi pemerintahan jajahan seberang lautan Hindia Belanda mengungsi ke Australia. Kebo nyabrang kali untuk kedua kalinya. Belanda mengungsi karena sudah terlalu kenyang mengeruk kekayaan di Nusantara, kekayaan itu disetor untuk mengenyangkan negeri induk Nederland yang terbukti tidak kuat bergerak menghadapi serbuan Jerman. Sama halnya negeri induknya Hindia Belanda yang kekenyangan tidak mampu menghadapi pasukan
  • 7. Negeri Sakura yang beringas masih kelaparan menyedot semua sumber daya alam dan kekayaan negeri yang ditaklukkannya. Hengkangnya pemerintah pusat kerajaan Belanda dan juga pemerintahan jajahan mengungsi menyeberangi lautan itulah yang sudah diramalkan oleh Jayabaya raja Kediri delapan ratus tahun yang silam. Hindia-Belanda tidak sendirian menghadapi serbuan Jepang, juga Inggris di Malaya, Singapura, dan pasukan Prancis di Indocina serta Amerika Serikat di Filipina. Semua saja menyeberangi lautan untuk mengungsi menyelamatkan ekor sendiri meninggalkan anak jajahan diambil orang lain. Seekor kerbau punya hobi mandi di kubangan yang berisi air, apalagi di sebuah sungai yang melimpah-ruah airnya, ia tidak mungkin mau mentas dan menyeberangi sungai tanpa alasan yang luarbiasa. Alasan agar seekor kerbau menyeberangi sungai cuma dengan dipaksa atau terpaksa saja. Karena kerbau yang sudah kenyang makan dan kenyang berendam di air akan cenderung bermalas-malasan saja. Dan yang memaksa kerbau Belanda hengkang ialah kekuatan militer unggul bangsa lain. Sementara kekuatan militer sendiri tidak siap digunakan menghadapi serbuan dari luar semacam itu, melainkan hanya dipersiapkan dan digunakan untuk menindas pribumi jajahan yang tidak bersenjata dan lemah dari segi apapun. Pasukan militer Belanda punya kemampuan militer hanya sekelas menundukkan kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Belanda lebih menggunakan akal yang diwujudkan dengan politik pecah- belah dan kuasailah. Dan terutama berkat bantuan Pribumi sendiri yang lebih memilih berpihak pada kekuatan asing. Pasukan blitzkrieg Jerman akhirnya gagal menghadapi Tentara Merah di front Timur dalam daerah Uni Sovyet. Kekalahan di Russia itu menyebabkan keruntuhan kekuatan Jerman, dan Hitler bunuh diri atau dibunuh oleh pihak tertentu. Dengan demikian pada akhirnya pasukan militer Jerman menyerah pada Sekutu setahun lebih dulu daripada menyerahnya kekaisaran Jepang pada Amerika Serikat karena ledakan bom atom di jantung kota Jepang yang dijatuhkan dari pesawat militer Amerika Serikat. Sovyet Uni atau Uni Sovyet yang berada di pihak Sekutu ikut berhak keluar sebagai salah satu negeri pemenang Perang Dunia Kedua, dunia komunis mendapat kehormatan dengan keunggulan pasukan Merah Uni Sovyet. Dan anugerah kemenangan itu juga dipersembahkan bagi petinggi Komintern Georgi Dimitrov yang gagah berani membela Komintern dan komunisme di depan pengadilan fasis Jerman Adolf Hitler atas tuduhan palsu hasil kerja rekayasa intelijen Nazi Jerman dalam mengenyahkan hantu komunis sejagad.
  • 8. Ramalan keempat "Kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang" 8 Maret 1942 Balatentara darat, laut, dan udara Dai Nippon dan pasukan sipil bunga Sakura yang berani mati dan selalu menang dalam pertempuran melawan bangsa Barat mendarat di segenap penjuru wilayah Nusantara. Lunaslah ramalan Jayabaya keempat, "kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang". Tentara Kerajaan Belanda tidak kalah gagah- berani menghadapi pasukan dari negeri Asia yang pernah menaklukkan Manchuria, wilayah kerajaan Tsar Rusia pada 1904-1905. Semangat tentara kerajaan masih kalah dengan tentara kekaisaran Matahari Terbit, Dewa Amaterasu berpihak pada sang penyerbu dari Utara. Sejak masa kuno orang-orang di Nusantara sudah diperingatkan oleh nenek-moyang agar selalu waspada terhadap arah Utara, karena dari sanalah musuh datang menyerang, dari Utara juga bencana bakal datang di Tanah Jawa. Oleh sebab itu ada sedikit peninggalan warisan leluhur sejak seribu tahun silam atau masa Prabu Jayabaya dari kerajaan Kediri bertakhta, yakni, "jangan membikin tungku atau luweng untuk memasak mulutnya menghadap ke Utara." Satu lagi, "jangan membuat kakus atau wc yang posisi orang yang mendudukinya sampai menghadap ke arah Utara." Bahkan seorang pujangga masyhur Nusantara menulis soal arus balik dari Utara yang terus mengalir ke Selatan: ilmu pengetahuannya, budayanya dan barang-barang dagangannya. Sebaliknya di masa keemasan Majapahit, dan bahkan sejak jaman kerajaan Srivijaya arus mengalir ke Utara: ilmu pengetahuan, budaya, dan barang-barang produk unggulannya. Hinomaru berkibar di seluruh Pantai Timur benua Asia sampai ke lautan Pasific di Timur Papua. Terbentuklah garis pertahanan militer yang sangat lebar dan sulit dijaga dari serbuan pasukan Sekutu yang dipimpin negeri Paman Sam. Berturut-turut hengkang dari wilayah koloni atau jajahannya: Prancis di Indocina, Belanda di Hindia Belanda, Inggris di Malaya, dan Singapura. Bangsa Jepang berhasil mengubah peta politik dunia, khususnya di Asia. Prabu Jayabaya sudah mengidentifikasi bangsa cebol kepalang ini seribu tahun yang lalu bakal menjadi superpower di bidang militer. Dalam pandangan Jawa yang kecil akan mengalahkan yang besar, orang cebol kepalang atau bertubuh pendeklah yang bakal mengalahkan orang-orang besar dari Barat. Pribumi Nusantara yang terpuruk melata di bahwa kaki bangsa Barat selama tigaratus limapuluh tahun mendadak sontak dibangunkan dari tanah dengan didikan pasukan Jepang yang keras dan tak kenal ampun. Senjata mulai diberikan kepada Pribumi yang mau
  • 9. berjuang bersama Jepang untuk menghadapi bangsa Barat atau Sekutu. Korban selama masa pendidikan militer Jepang berjatuhan, kesengsaraan hidup melanda rakyat di segenap wilayah Nusantara. Kelak buah kesengsaraan itu yang diawali hengkangnya bangsa Barat membikin Pribumi harus berdiri di atas kaki sendiri di atas tanah tumpah darah negeri sendiri dan memerintah bangsa sendiri, semua itu dapat ditempuh dengan merebut kemerdekaan dan kedaulatan ibu pertiwi Nusantara. Dai Nippon diramalkan menjajah Nusantara selama seumur benih jagung dapat disimpan, tiga setengah tahun! Dai Nippon yang bergabung dengan Jerman Hitler masih terus berjuang sendiri dengan ulet dan tekun. Sekutu merasa biaya militer sudah terlampau besar dikeluarkan di medan Eropa menghadapi Jerman dan sekutunya. Untuk menaklukkan pasukan Dai Nippon yang memiliki garis pertahanan begitu panjang di Asia Timur dan sebagian kepulauan di Pasifik pada akhirnya Sekutu atau Amerika Serikat memilih menggunakan cara ekonomis dan praktis: meledakkan bom nuklir di jantung wilayah Jepang. Walhasil pemenang perang dunia kedua yang sejati adalah senjata nuklir dan bukan Amerika Serikat. Pasukan Amerika tidak mati-matian dalam mengalahkan Jepang dengan cara yang umum dan terhormat. Jepang tidak sepenuhnya kalah di medan peperangan akan tetapi kalah karena atas instruksi pimpinan tertingginya Kaisar Jepang. Bangsa cebol kepalang itu selama menduduki Jawa dan Nusantara menghadapi lawan- lawan tangguhnya: partai komunis Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, partai sosialis, partai nasionalis, dan orang-orang Islam progresif lainnya, dan tentu saja segenap rakyat Nusantara. Segenap komponen perlawanan itu telah memilih pemimpin mereka: Bung Karno. Bung Karno tidak terang-terangan memusuhi Jepang, akan tetapi mengambil taktik berpijak di dua tempat sekaligus. Kaki kiri berada bersama pasukan Dai Nippon, sementara kaki kanannya bahu-membahu melawan Jepang dengan berbagai cara bersama pejuang Pribumi lainnya. Bung Karno tahu siapa-siapa yang berjasa dalam merebut kemerdekaan, orang komunis, orang nasionalis, dan orang sosialis, dan orang Islam dan seterusnya. Dai Nippon menyerah kepada bom nuklir milik Amerika Serikat pada 14 Agustus 1945. Pemenang perang dunia kedua lainnya Sovyet Uni dedengkot negeri komunis pertama di dunia rupanya tidak dapat hidup berdampingan secara damai dengan negeri kapitalis lainnya, karena sudah sejak manifes komunis diluncurkan pada abad kedelapan belas hantu komunis tidak pernah ditolerir oleh paham lain di dunia ini. Sasaran tembak Amerika adalah negeri komunis Soviet Uni dan berakibat timbulnya Perang Dunia Dingin. Dua ideologi
  • 10. mengelompokkan diri masing-masing dengan memilih salah satu pihak. Slogan Amerika lebih keras lagi, "berkawan dengan kami memusuhi komunis atau menjadi musuh besar kami." Tidak adanya pilihan netral sama sekali. Imbas Perang Dunia Dingin itu sangat mewarnai kemerdekaan yang akhirnya dikumandangkan oleh Penyambung Hati Rakyat Indonesia: Soekarno didampingi M. Hatta. Semasa pendudukan Jepang keduanya sudah sering menyusun strategi bersama menghadapi masa depan. Mereka dalam menyikapi Perang Dunia Dingin mengambil sikap berlawanan. Bung Karno bersikap Netral sementara Hatta memihak memusuhi komunis. Dua peran antagonis dari kedua proklamator RI itulah yang pada akhirnya melahirkan drama-drama perang kemerdekaan yang memilukan. Bangsa sendiri bertempur dengan sesama saudara sendiri. Perang saudara antar bangsa sendiri sejak perang kemerdekaan ternyata terus membesar dan puncak klimaksnya termaktub dalam ramalan Jayabaya kelima, "pitik tarung sak kandang."
  • 11. Ramalan kelima "Pitik tarung sak kandang" Pada 30 September 1965 di lapisan stratosfir langit malam, pada radius tiga kilometer dari kraton Sri Aji Jayabaya, para penduduk menyaksikan "lintang kemukus" bergerak pelahan ke arah utara. Benda langit cerah bersinar persis pesawat angkasa luar yang diidentifikasi selama berabad "lintang kemukus" yang bergerak lambat di langit itu menjadi pertanda datangnya peristiwa besar di jagad manusia. Malam-malam perburuan 20 juta anggota komunis di Nusantara mulai dicanangkan. Partai komunis ketiga terbesar di dunia berada dalam kepungan negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sepuluh tahun yang silam kaum komunis berhasil menempati anak tangga keempat dalam pemilu paling demokratis di negeri Pancasila, suatu sintesis ideologi- ideologi yang ada di gelanggang politik dunia dicetuskan Bung Karno, penyambung hati rakyat Indonesia. Sri Aji Jayabaya seorang putra dari cinta sejati Dewi Sekartaji dan Inu Kertapati, kedua remaja pilihan ini adalah putra mahkota dari dua kerajaan di tepi sungai Brantas. Dewi Sekartaji seorang putri raja Amisena dari kerajaan Daha/Kediri. Sedangkan Inu Kertapati atau lebih termasyhur disebut Panji berasal dari kerajaan Jenggala, putra mahkota dari raja Lembu Amilanur. Silsilah kedua putra mahkota ini adalah cucu Prabu Erlangga dari hasil perkawinan dengan para selir. Sedangkan paramesywari Erlangga melahirkan seorang gadis bernama Dewi Sanggramawijaya atau lebih dikenal Dewi Kilisuci. Dewi Kilisuci tidak dapat menggantikan Erlangga menduduki takhta, maka kerajaan dibelah menjadi dua, Daha/Kediri dan Jenggala. Perkawinan kerajaan yang mereka jalani sebelumnya penuh dengan drama percintaan paling dikenang selama berabad oleh penduduk Jawa bagian Timur. Dewi Sekartaji dan Inu Kertapati yang belum bertemu satu sama lain sempat menolak perjodohan dua kerajaan atas diri mereka. Dewi Sekartaji mengembara bertahun-tahun, demikian pula Inu Kertapati, keduanya remaja paling cantik dan paling tampan di kerajaan Daha dan Jenggala. Singkatnya mereka akhirnya bertemu di pulau Dewata dan saling jatuh cinta satu sama lain. Perkawinan pun berlangsung meriah, dua kerajaan digabungkan, dan dari hasil cinta sejati mereka lahirlah seorang manusia unggul Sri Aji Jayabaya yang kelak marak menjadi raja kerajaan Kediri. Dalam masa pemerintahannya sastra dan seni berkembang luar biasa pesatnya. Perkataan yang berwujud ramalan- ramalan dari segenap cerdik-pandai di seluruh negeri dikumpulkan dan dipilih yang terbaik untuk dipersembahkan kepada yang mulia Sri Aji Jayabaya. Dengan bahan melimpah
  • 12. itulah sang raja besar itu mempublikasikan ramalan kelima "pitik tarung sak kandang" untuk menggambarkan perang saudara masa depan di tanah Jawa. Gerakan september 1965 memicu pertarungan dua ideologi yang bertentangan, di satu sisi kubu materialis, yang diwakili oleh 20 juta komunis, di sisi lain terdapat kubu idealis, yang diwakili 60 juta muslim. Kaum komunis menggunakan sistem filsafat materialisme dialektis. Kaum muslim masuk kubu idealis. Jika kedua sistem itu berhadapan dalam realitas kehidupan maka yang terjadi adalah pertentangan paham, tidak kurang-kurangnya Bung Karno berusaha mendamaikan pertentangan komunis dan Islam dalam wadah Nasakom, lebih lanjut lagi di forum legislatif dibentuk kabinet "gotong-royong". Usaha kecil Bung Karno yang memiliki visi luar biasa sejak 1926, berusaha menghindarkan terjadinya "pitik tarung sak kandang". Bung Karno sangat menguasai ramalan Sri Aji Jayabaya tersebut. "Pitik tarung sak kandang" artinya ayam peliharaan yang setiap pagi dan petang berada dalam ruangan yang sama. Ayam dalam satu ruangan itu setiap hari hidup rukun di luar ruangan. Kandang di sini bukan kandang yang rapat, ayam yang dipelihara penduduk di Jawa biasanya dibuatkan pijakan-pijakan bambu atau kayu untuk tidur si ayam. Ayam tersebut bebas keluar masuk ruangan kapan saja atas kemauan sendiri. Mereka berada dalam rumah yang sama dan hidup rukun. Sangat jarang terjadi ayam dalam satu "kandang" saling berkelahi di dalam kandangnya. Bahkan tidak pernah terjadi perkelahian ayam dalam kandang bebasnya itu. Perkelahian kecil biasanya rebutan tempat "mangkring" yang kuat, ayam dewasa, memilih berada di depan. Ayam muda oleh pemiliknya dipisahkan, dikurung tersendiri. Dalam kandangnya puluhan ayam itu tidak pernah berkelahi karena mereka hanya berkumpul pada petang hari untuk mulai tidur malamnya yang berlangsung hingga subuh. Saat mereka terbangun dan keluar kandang itulah sang pemilik menjamu santapan pertama, selanjutnya terserah anda mau cari makan di mana. Dalam enam bulan saja komunis dibantai lawan-lawannya, segenap peranan mereka telah disingkirkan dari pemerintahan, pers, dunia pendidikan dengan memenjarakan tanpa proses pengadilan. Jutaan pegawai aparat pemerintah Bung Karno tidak perlu dibayarkan pensiun mereka, walau sudah bekerja sejak perang kemerdekaan. Sangat ekonomis! Pembantaian kaum komunis yang tengah terjadi itu adalah hasil provokasi oleh oknum yang dimaksud dalam ramalan keenam sri Aji Jayabaya: "kodok ijo ongkang-ongkang", yang berkuasa tepat selama empat windu. "Kodok ijo ongkang-ongkang" dibantu oleh pihak asing yang tengah menjalankan doktrin McCarthy, membasmi komunis dari muka bumi.
  • 13. Komunis Indonesia musnah tak bersisa yang tersisa onggokan arang yang mengepulkan asap tipis. Di musim penghujan bakal tumbuh tunas baru di tumpukan berwarna hitam itu, karena negeri Nusantara sangat subur untuk mengubah kegersangan menjadi hijau kembali dengan tumbuhnya beraneka tanaman baru, termasuk yang sudah dianggap musnah.
  • 14. Ramalan Keenam "Kodok Ijo Ongkang-Ongkang" Partai Komunis Indonesia hancur berantakan dalam semalam, bahkan tanpa seorang pun pasukan Amerika Serikat nongol di sini untuk turun tangan langsung. Di Vietnam sana di waktu yang bersamaan pasukan Amerika Serikat sudah lebih dari setengah juta pasukan bekerja keras turun tangan langsung dalam membasmi orang-orang komunis Vietcong. Usaha Amerika itu tidak juga berhasil mengatasi terowongan tikus orang Vietnam yang tersohor itu. Tidak cukup dengan pasukan militer, juga ikut diterjunkan ke medan pertempuran Vietnam segala jenis senjata modern, senjata kimia, senjata biologi semua saja ditujukan untuk membasmi manusia komunis Vietnam. Amerika gagal menghadapi pasukan komunis vietnam, karena orang-orang komunis Vietnam lebih unggul daripada orang-orang komunis Indonesia yang masih dibangunkan oleh Bung Karno nasion dan character rakyatnya. Paman Ho atau Ho Chi Minh lebih berhasil membangun character dan nation rakyat Vietnam. Paman Ho mendapat bantuan dari tetangga akrabnya Republik Rakyat Tiongkok yang dikomandani Kawan Mao Dze Dong yang masyhur dalam memimpin Tentara Merah Tiongkok berhasil mengalahkan pasukan Chiang Kaishek, Kuomintang dukungan Amerika Serikat. Jangan dilupakan peran sentral Zhou Enlai, Perdana Menteri Tiongkok yang disebut- sebut lebih dulu menjadi anggota PKT daripada sang ketua Mao sekitar 1921. Kawan Zhou dan Paman Ho dekat sekali hubungannya terutama tatkala Vietnam membutuhkan sokongan moril maupun materil dalam menahan serangan pasukan militer Amerika Serikat pemenang perang dunia kedua, kekuatannya tak diragukan lagi. Ramalan keenam Jayabaya, "Kodok ijo ongkang-ongkang" bisa berarti berkuasanya kaum hijau yang juga bisa berarti hijau daun atau hijau berlian. Hijau berlian berarti simbol pakaian militer angkatan darat. Hijau daun berarti bendera salah satu negeri di jazirah Arab, Saudi Arabia simbol dunia Islam. Kodok ijo mengeluarkan suara dari kantung udaranya dan terdengar, "oooong....kaaaang, oong... kang.....ong....kang.". Suara sang kodok itu di musim banjir penghujan sangat riuh- rendah, bahkan ribuan kodok ijo berkumpul menjelang hari mulai gelap untuk melantunkan orchestra simfoni, "ong-kang-ong-kang" mengisi keheningan malam basah oleh banjir atau hujan terus-menerus. Sang kodok begitu riuhnya memperdengarkan kemerduan suaranya dengan satu tujuan menarik lawan jenisnya untuk dikawininya.
  • 15. Tanpa ada air melimpah ruang di kebun atau di halaman rumah atau di tegalan, maka tak akan datang kodok ijo dan riuh-rendah sepanjang malam bersimfoni ria. Banjir darah akibat gerakan September 1965 mengundang militer angkatan darat turun ke arena untuk mengambil alih kekuasaan di Nusantara dari tangan Bung Karno yang berusaha membikin keseimbangan antara PKI dan AD. Dengan sendirinya AD yang hijau itu menjadi kekuatan dominan di Nusantara dan mendukung penguasa baru Jendral Suharto yang fasis dan otoriter sehingga berhasil berkuasa selama empat windu untuk membikin rakyat Nusantara seragam berfikir dan berbuat dalam hidupnya. Mau coba pikiran dan suara lain, hadiahnya penjara. Kalau agak ringan kesalahannya akan mendapatkan hadiah "diponggal-panggil" koramil atau kodim. Di sana dapat bogem mentah atau tidak itu lain perkara lagi. Masa rejim "kodok ijo ongkang-ongkang" tidak berarti militer terutama AD hanya ongkang-ongkang kaki saja, tidak. Justru AD bekerja keras untuk tetap menjaga bahaya laten komunis yang baru saja dikalahkan oleh AD sendiri. Komunis yang tumpas sampai ke akarnya berkat mantra sakti Jendral Soeharto, "tumpas habis sampai tujuh turunan" siapa saja yang terlibat komunis, selalu bekerja keras mencegah bangkitnya komunis di negeri Nusantara yang berubah menjadi negeri tergantung sejak masuknya modal asing akibat dibukanya keran modal oleh Jendral Besar Soeharto yang membikin sebagaian rakyat memujanya mampu membikin rakyat sejahtera. Akan tetapi sayang sekali slogan "awas bahaya laten komunis" itu terlalu berlebihan dikoar-koarkan selama Jendral Soeharto berkuasa. Padahal sudah jelas bin gamblang komunis sudah hancur tak punya kekuatan apapun, eeeeh kok menakuti rakyat banyak akan bahaya komunis yang cuma pepesan kosong itu. Eiit itu bicara waktu itu lho. Entah kekuatan mereka saat ini 2010. Ujung-ujungnya intimidasi dan teror kepada rakyat, dan ujung- ujungnya lagi Bapak Pembangunan itu terus terpilih dan terpilih lagi jadi Raja eh Presiden RI. Prabu Jayabaya hampir seribu tahun yang silam sudah meramalkan datangnya penguasa militer baru berbusana hijau, yakni AD. Ceritanya sang penguasa itu muncul setelah terjadinya perang saudara di Nusantara dalam, "Pitik tarung sak kandang". Setelah sang kodok tidak berkuasa lagi tampillah rejim baru yang disebut rejim reformasi. Apa yang terjadi, "kodok ijo, kodok bangkak, kodok percil, dan kodok pohon, dan lainnya ramai-ramai memperdengarkan suaranya tanpa hambatan lagi datang dari manapun. Dan ujung dari kebebasan itu ialah eyel- eyelan untuk menonjolkan pendapat sendiri yang belum tentu benar.
  • 16.
  • 17. Ramalan ketujuh "Tikus Pithi Anoto Baris" Ramalan ketujuh Sri Aji Jayabaya (1145-an): Tikus pithi anoto baris interpretasinya tikus merah menyusun barisan! Merah tatkala masih bayi belum tumbuh bulu, dan kelak menjadi hitam oleh bulunya sendiri. Sifat utama tikus phiti antara lain: gesit, semau sendiri, susah diatur, dan lucu. Tikus phiti pandai menyembunyikan diri akan tetapi belum mampu bikin persembunyian sendiri, yakni berupa lubang-lubang dalam tanah, atau membikin sarang dari bahan yang ada di sekitarnya. Manusia tanpa alat bantu susah untuk menangkap dan memburu makhluk yang satu ini. Tikus yang satu ini benar-benar menyusun barisan bila pemimpin besarnya (induknya) dibunuh atau melarikan diri karena diuber-uber. Jika keadaan biasa tanpa gangguan maka ia bergerak tanpa formasi alias kocar-kacir tanpa tujuan semua gerakannya. Tikus-tikus pithi menyusun barisan bila mereka sedang kelaparan hebat, karena musim paceklik atau sarangnya diobrak-abrik dan digusur, dan juga berubah agresif tatkala mereka mendapat mangsa empuk. Semasa Sri Aji Jayabaya memerintah di Kediri tikus pithi sebagai julukan pada anak-anak remaja yang beranjak dewasa, tidak lagi merah tapi sudah bersemu kehitaman. Tikus dalam konteks ramalan bisa sebagai perlambang kaum muda, angkatan muda, atau pemuda dalam lingkup pusat kerajaan Kediri. Sri Aji Jayabaya sangat membutuhkan pasukan laut terutama bertugas sebagai prajurit dan paling dapat dipercaya tentu pemuda setempat dan di samping itu suara mereka benar-benar diperhitungkan dalam percaturan politik kerajaan. Kerajaan laut tapi berpusat di pedalaman itu menguasai daerah pengaruh meliputi Jambi di pulau Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Tidore, sehingga selalu memperkuat pasukan laut demi keperluan menjaga wibawa kerajaan di wilayah pengaruhnya. Angkatan muda mendapat porsi lebih untuk diterima sebagai abdi negara. Dengan strategi sedemikian rupa membuka peluang bagi pemuda, maka tidak ada gerakan pemuda yang berusaha untuk menggalang persatuan merongrong kekuasaan sang Prabu Jayabaya. Sejarah kemudian mencatat pada 1222, seratus tahun sejak kekuasaan Sri Aji Jayabaya di mana angkatan mudanya sudah kurang mendapatkan porsi dalam pemerintahan, tiba-tiba dari suatu daerah kurang lebih limapuluh kilometer arah ke Timur kerajaan Kediri, gerakan pemuda pimpinan Arok membariskan pasukannya menggempur Kediri. Panglima perang kerajaan Kediri Mahesa Wulung adik dari raja Dandang Gendis atau Krtajaya tewas
  • 18. di Ganter sehingga pasukan Kediri menelan kekalahan dalam pertempuran melawan pasukan Arok. Arok tercatat sebagai orang pertama yang memimpin pemberontakan atau kudeta dengan hasil gemilang dalam sejarah Nusantara. Kembali ke tahun 2010, adanya ramalan tikus pithi anoto baris ditafsirkan sebagai pemberontakan bersenjata rakyat dari segenap penjuru Nusantara adalah mustahil, kecuali dilakukan oleh unsur militer yang menguasai senjata. Rakyat jelata jelas tidak punya senjata api dalam jumlah cukup untuk mengadakan pemberontakan skala besar. Kaum muda memang mulai mengorganisir diri akan tetapi terpecah- pecah dan berorientasi ke berbagai jurusan, masing-masing berkutat di dalam kelompok sendiri. Mereka berwarna-warni idealismenya ada merah, hijau, biru, kuning, dan merah jambu serta mengelompokkan di sebagai kiri, tengah, dan kanan. Ibarat dalam jejer wayang mereka saling berseberangan sehingga mudah diadu-dombakan. Angkatan muda memang selalu tampil dalam setiap goro-goro dalam pemerintahan RI, dan keberhasilan mereka selalu berpindah tangan dan diambil alih pihak lain. Peranan mereka kembali cuma penggembira yang tidak mampu memfolloup hasil gerakannya yang berhasil. Sepertinya mereka mulai menyadari hal demikian, dan mulai memasang strategi baru. Demo damai yang berubah anarkis mudah sekali ditumpas, atau mengambil jalan parlementer yang memerlukan waktu panjang dalam meraih kemenangan. Hingga pada akhirnya yang paling mudah bagi angkatan muda dengan jalan mengumpulkan opini massa menggunakan jejaring sosial digital. Jadi "tikus phiti anoto baris" berarti angkatan muda menyusun barisan. Bukan barisan pemberontakan bersenjata, bukan demo anarchi, dan bukan menunggu waktu generasi tua menyerahkan kekuasaan kepada angkatan muda. Sehingga angkatan muda menjadi angkatan tua. Pemuda maju lain lagi masih memiliki kekuatan kecil dalam mendukung gerakan perubahan sistemik, dalam pada itu idealisme pilihan mereka belum mampu mempersatukan kekuatan dari berbagai elemen. Idea-idea pemersatu yang sudah tersedia antara lain Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, atau Nasakom, sejak era Majapahit hingga Kemerdekaan RI dan pasca kemerdekaan. Sekarang idea terakhir itu sudah pincang, karena salah satu kakinya buntung. Sedangkan idea yang lain diselewengkan menurut kepentingan penguasa sendiri. Adalah tugas angkatan muda membikin utuh dan memurnikan kembali seperti sediakala semua idea yang dicetuskan dan diajarkan oleh para pemimpin Nusantara sesuai jamannya itu.
  • 19. Kelak dengan berhasilnya angkatan muda menyusun barisan bersama untuk tujuan bersama memurnikan semua idea pemersatu dan mampu mewujudkannya dalam aksi, maka makna sesungguhnya ramalan Jayabaya ketujuh itu terbuktilah kebenarannya.
  • 20. Ramalan kedelapan "Reinkarnasi Noyo Genggong Sabdo Palon" Dua pendeta penasihat sekaligus punakawan kerajaan Majapahit ini memang bukan tokoh sembarangan. Selama ini ditafsirkan sebagai makhluk halus. Wadag atau tubuhnya memang sebagaimana lazimnya orang biasa. Roh halus atau roh gaibnya yang luarbiasa, ia mampu bereinkarnasi ribuan kali sejak manusia pertama tinggal di bumi. Sebagai pendeta Buddha Jawa (Jowo Sanyoto, agama negara Majapahit) utama di kerajaan Majapahit ilmu agamanya sempurna bahkan lebih sempurna dibanding para pengikut utama Dalai Lama di Tibet. Dari jaman ke jaman Sabdo Palon* terus-menerus berganti raga (wadag), yakni pada saat raganya memang sudah tua dan meninggal dunia. Wadag baru pilihan itu tidak atas kemauan pribadi roh Sabdo Palon akan tetapi atas kehendak Sang Hyang Wenang ing Jagad. Jadi sebenarnya walau Majapahit runtuh, Sabdo Palon dan pendahulunya Noyo Genggong tidak pernah murca atau hilang, dia hidup sebagai manusia biasa di bumi manusia ini. Silsilah Sabdo Palon dalam 2500 tahun terakhir mengayomi tanah Jawa, dan bumi bagian Selatan (Man Yang) adalah sbb.: Semar, Humarmoyo, Manikmoyo, Ismoyo, Noyo Genggong, Sabdo Palon, Ki K, WS, dan pada 2010 ini ......???! Ramalan Sri Aji Jayabaya kedelapan bahwa Sabdo Palon akan kembali ke Nusantara, tentu ditafsirkan Sabdo Palon kelak berkiprah kembali sebagai pendamping dan penasihat daripada pemimpin negeri suatu kerajaan. Tatkala Majapahit pada era keruntuhannya sekitar 1478, di hadapan Prabu Brawijaya yang berganti haluan memeluk Islam sedangkan Sabdo Palon tetap bertahan sebagai titah dengan Jowo Sanyoto sebelum murca (lenyap) Sabdo Palon berjanji, "Yang Mulia, kita ditakdirkan untuk berpisah, tetapi harap Yang Mulia ingat limaratus tahun lagi aku akan kembali ke marcapada bumi Nusantara untuk menjalankan titah-Nya." Tepat waktu sebagaimana dijanjikan Sabdo Palon maka pada 1978 (500 tahun sejak Majapahit runtuh berikut murcanya Sabdo Palon) seorang penduduk biasa Jawa Tengah wadagnya dipergunakan oleh Sabdo Palon lengkap dengan Jowo Sanyoto-nya, lelaki tua itu menyebut dirinya Ki K. Pada awal 1990-an sosoknya yang sudah sepuh itu masih berstamina dan memiliki energi besar ditambah daya intelijensinya masih sangat kuat. Bicaranya menyihir barangsiapa saja yang mendengarkan. Sabdo Palon yang satu ini membawa ajaran dalam kitab "suci" Adam Makna (bukan Betaljemur Adam Makna). Salah satu isi kitab itu ialah penjabaran daripada abjad huruf Jawa ho no co ro ko do to so wo lo po dho jo yo nyo
  • 21. mo nggo bo tho ngo (yang bagi orang Sunda sangat penting sekali, ilmu tertinggi dalam dunia kebathinan dan falsafah di Nusantara). Beliau meninggal sekitar pertengahan 1990-an. Sabdo Palon berganti wadag lagi, dan kali ini dalam diri WS (65 tahunan) tangan kanan dan orang dekat Ki K sendiri. Kehadiran kembali Sabdo Palon dengan melalui reinkarnasi berabad pada sosok manusia pilihan itu atas kehendak dan kuasa Sang Hyang Wenang ing Jagad. WS meninggal sekitar 2006, (bersamaan waktunya dengan meletusnya Gunung Merapi), sepak-terjang beliau semasa hidupnya mirip tokoh misterius yang gerakannya juga misterius, ia pernah mencoba memberikan nasihat kepada Presiden Suharto yang di masa itu dikelilingi tokoh-tokoh spiritual tingkat tinggi dan sulit didekati siapapun, konon hasilnya kurang memuaskan; dan beliau di samping itu juga mencoba memberi nasihat atau petuah pada berbagai petinggi militer maupun sipil. Sepak-terjangnya tidak pernah membikin heboh karena setiap lakunya dikerjakan tanpa menarik perhatian. Dan tentu saja ia tidak pernah mengumumkan jatidirinya kepada siapapun. Sosoknya biasa saja, keistimewaannya ialah stamina tubuhnya luarbiasa apalagi saat ia berbicara seolah menyihir para pendengarnya. Dan keberaniannya berbicara menghadapi tokoh manapun sangat luarbiasa. Semasa jaman Majapahit dalam wasiatnya Sabdo Palon mengatakan, "Hanya atas kehendak Sang Hyang Wenang ing Jagad yang maha menentukan manusia pilihan sebagai wadag baru Sabdo Palon." Prosesnya perpindahan Sabdo Palon ke wadag baru berbeda dengan reinkarnasi pendeta Buddha Tibet. Sabdo Palon memasuki tubuh remaja atau dewasa yang telah ditakdirkan Sang Hyang Wenang ing Jagad meninggal dunia dan atas kehendakNya pula tubuh tersebut hidup kembali sebagai reinkarnasi Sabdo Palon baru dengan nama baru. Pada reinkarnasi pendeta Tibet terjadi sejak dalam kandungan ibunya, hingga lahir ke dunia sebagai bayi reinkarnasi pendeta si A atau si B. Menurut penuturan Ki K, pada jaman Jepang, Sabdo Palon sebelumnya -- yang kini bersemayam dalam dirinya -- turut bersama balatentara Dai Nippon menyerbu Jawa, membebaskan tanah Jawa dari bangsa kulit putih. Akan tetapi naas di Singapura pesawat tempur Zero yang ditumpangi Sabdo Palon tertembak oleh musuh, seluruh awak tewas, tatkala itulah meloncatlah roh Sabdo Palon dari tubuh seseorang yang tewas dalam pesawat tersebut (orang Jepang!). Sabdo Palon yang memang hendak ke tanah Jawa konon mendarat seorang diri di kaki Gunung Merapi. Pesawat naas itu berangkat dari salah satu kota Jepang. Kejayaan Nusantara dalam ramalan Sri Aji Jayabaya akan terjadi tatkala munculnya kembali Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Sabdo Palon alias Ki K pada 1980 mengatakan, "Kejayaan Nusantara yang lebih dahsyat daripada kerajaan Majapahit terwujud bila dunia
  • 22. mengalami goro-goro besar semacam perang dunia dahsyat atau bencana alam berskala besar, misalnya jatuhnya benda angkasa, meletusnya gunung berapi, dan lain- lain. Usai goro-goro terjadi maka dunia akan kembali seperti sediakala. Pada saat itulah tatanan politik dunia baru akan terbentuk dan jauh berbeda dari peta dunia modern sebelumnya. Pasca goro-goro itulah di Nusantara akan muncul Ratu adil dan Sabdo Palon berdampingan menentukan nasib Nusantara dan bumi bagian selatan (Man Yang) dalam satu tata pusat pemerintahan baru," demikian ucapan orisinil Sabdo Palon pada 1980. Kapankah terjadinya goro-goro besar dan munculnya ratu adil? Pertanyaan itu akan terjawab setelah ada jawaban atas pertanyaan berikut, "Siapakah yang kini dipilih oleh Sang Hyang Wenang ing Jagad menjadi manusia pilihanNya sebagai wadag terbaru daripada reinkarnasi Sabdo Palon?" Beliaulah sumber jawabannya. mbah * Makam salah satu wadag Sabdo Palon yang "cuma" seorang abdi rendahan semasa kerajaan Majapahit berada di situs Trowulan Majapahit, makam Troloyo, Mojokerto, Jatim, Indonesia (lembaga situs Majapahit, Trowulan).